Program Mahasiswa Wirausaha Bagi Perguruan Tinggi Negeri

LATAR BELAKANG
Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2006 menyebutkan bahwa jumlah penduduk

miskin di Indonesia pada Maret 2006 sebanyak 39,05 juta atau 17,75
persen dari total 222 juta penduduk. Penduduk miskin bertambah empat juta orang dibanding yang tercatat pada Februari 2005. Angka

pengangguran berada pada kisaran 10,8% sampai dengan 11% dari
tenaga kerja yang masuk kategori sebagai pengangguran terbuka. Bahkan mereka yang lulus perguruan tinggi semakin sulit mendapatkan pekerjaan karena tidak banyak terjadi ekspansi kegiatan usaha. Dalam keadaan seperti ini maka masalah pengangguran termasuk yang berpendidikan tinggi akan

berdampak negatif terhadap stabilitas sosial dan kemasyarakatan

bukannya lulusan yang siap menciptakan pekerjaan. 2005). Hal ini bisa jadi disebabkan karena sistem pembelajaran yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi saat ini lebih terfokus pada bagaimana menyiapkan para mahasiswa yang cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan. .Kondisi tersebut di atas didukung pula oleh kenyataan bahwa sebagian besar lulusan Perguruan Tinggi adalah lebih sebagai pencari kerja (job seeker) daripada pencipta lapangan pekerjaan (job creator). Entrepreneurial Activity diterjemahkan sebagai individu aktif dalam memulai bisnis baru dan dinyatakan dalam persen total penduduk aktif bekerja. Disamping itu. aktivitas kewirausahaan (Entrepreneurial Activity) yang relatif masih rendah. Semakin tinggi indek Entrepreneurial Activity maka semakin tinggi level entrepreneurship suatu negara (Boulton dan Turner.

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Cooperative Education (Co-op) telah banyak menghasilkan alumni yang terbukti lebih kompetitif di dunia kerja. dan hasil-hasil karya invosi mahasiswa melalui PKM potensial untuk ditindaklanjuti secara komersial menjadi sebuah embrio bisnis berbasis Ilmu Pengetahuan. .Untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan aktivitas kewirausahaan agar para lulusan perguruan tinggi lebih menjadi pencipta lapangan kerja dari pada pencari kerja. Departemen Pendidikan Nasional telah mengembangkan berbagai kebijakan dan program untuk mendukung terciptanya lulusan perguruan tinggi yang lebih siap bekerja dan menciptakan pekerjaan. Teknologi dan Seni (Ipteks). Kebijakan dan program penguatan kelembagaan yang mendorong peningkatan aktivitas berwirausaha dan percepatan pertumbuhan wirausaha–wirausaha baru dengan basis IPTEKS sangat diperlukan. maka diperlukan suatu usaha nyata.

) untuk menjembatani para mahasiswa memasuki dunia bisnis rill melalui fasilitasi start-up bussines.. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengembangkan sebuah Program Mahasiswa Wirausaha (Student Entrepreneur Program) yang merupakan kelanjutan dari programprogram sebelumnya (PKM... sebagai bagian dari strategi pendidikan di perguruan tinggi di maksudkan untuk memfasilitasi para mahasiswa yang mempunyai minat dan bakat kewirausahaan untuk memulai . KKU. Co-op. Program Mahasiswa Wirausaha (PMW).Dengan latar belakang tersebut di atas.

. dukungan permodalan dan pendampingan usaha. Program ini diharapkan mampu mendukung visi-misi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan UKM. penyusunan rencana bisnis. teknologi dan seni yang sedang dipelajarinya.berwirausaha dengan basis ilmu pengetahuan. Fasilitas yang diberikan meliputi pendidikan dan pelatihan kewirausahaan magang.

menerapkan cara kerja. sikap. menciptakan. Menurut Drucker (1985) dalam bukunya Innovation and Entrepreneurship mengemukakan perkembangan teori kewirausahaan menjadi tiga tahapan : . perilaku kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari. Strategi pendidikan yang diwujudkan dalam PMW bertujuan membentuk softskill agar berperilaku sesuai karakter wirausaha. Kewirausahaan itu dapat dipelajari walaupun ada juga orang-orang tertentu yang mempunyai bakat dalam hal kewirausahaan.LANDASAN PROGRAM Pengertian Kewirausahaan adalah semangat. Kewirausahaan adalah suatu proses kreativitas dan inovasi yang mempunyai resiko tinggi untuk menghasilkan nilai tambah bagi produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendatangkan kemakmuran bagi wirausahawan. teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Karakteristik perorangan yang membedakan wirausaha berhasil dan tidak berhasil. Teori ini disebut teori Ekonomi. b. . Teori yang mengutamakan Hubungan antara perilaku wirausaha dengan hasilnya. pilihan karir. Mencoba menerangkan mengapa beberapa kelompok sosial menunjukkan tanggapan yang berbeda terhadap peluang usaha b. karena kewirausahaan pilihan kerja. Teori yang mengutamakan Tanggapan orang terhadap Peluang. Disebut dengan teori perilaku. Teori yang mengutamakan Peluang Usaha. b. Teori Sosiologi. yaitu yang mencoba memahami pola perilaku wirausaha. yaitu wirausaha akan muncul dan berkembang apabila ada peluang ekonomi. Kewirausahaan dapat dipelajari dan dikuasai.a). Teori Psikologi Mencoba menjawab Karakateristik perorangan yang membedakan wirausaha dan bukan wirausaha. c).1.2.

Dari ketiga teori diatas. karena semua kegiatan dapat dipelajari. mitos/kepercayaan bahwa “orang Indonesia itu tidak dapat menjadi wirausaha dan tidak dapat menjadi manajer” dapat diruntuhkan. Memiliki inisiatif. Mampu bekerja keras e. Berperilaku pemimpin c. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan g. Memiliki rasa percaya diri dan mampu bersikap positif terhadap diri dan lingkungannya. dilatihkan. dan dapat dikuasai. Ciri-ciri seorang wirausaha meliputi : a. b. Tanggap terhadap saran dan kritik . Berpandangan luas dan memiliki visi ke depan f. berperilaku kreatif dan inovatif d.

mengorganisasikan dan mengelola kelompok usaha. memiliki kemampuan empati dan keterampilan sosial. tanggap terhadap saran dan kritik. inovatif. TUJUAN DAN MANFAAT PROGRAM TUJUAN : 1. sadar akan jati dirinya. bermotivasi untuk meraih suatu cita-cita. . dan mengembangkan jalinan kemitraan usaha. berperilaku pemimpin dan memiliki visi ke depan. mampu bekerja keras. meningkatkan pengelolaan keuangan dan permodalan. mengelola produksi.Ciri tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai kemampuan seperti dalam memilih jenis usaha. berani mengambil risiko dengan perhitungan. kreatif. mengembangkan pemasaran. Menumbuhkan motivasi berwirausaha di kalangan mahasiswa 2. Membangun sikap mental wirausaha yakni percaya diri. pantang menyerah.

.3. khususnya antara wirausaha pemula dan pengusaha yang sudah mapan. Menumbuhkembangkan wirausaha-wirausaha baru yang berpendidikan tinggi 5. teknologi dan seni. Meningkatkan kecakapan dan ketrampilan para mahasiswa khususnya sense of business. 4. Menciptakan unit bisnis baru yang berbasis ilmu pengetahuan. 6. Membangun jejaring bisnis antarpelaku bisnis.

Menghasilkan wirausahawirausaha muda pencipta lapangan kerja dan calon pengusaha sukses masa depan . Memberikan kesempatan langsung untuk terlibat dalam kegiatan nyata di UKM guna mengasah jiwa wirausaha. Menumbuhkan jiwa bisnis (sense of business) sehingga memiliki keberanian untuk memulai usaha didukung dengan modal yang diberikan dan pendampingan secara terpadu. Memberikan akses terhadap informasi dan teknologi yang dimiliki perguruan tinggi 3. khususnya UKM. Membuka jalan bagi penyesuaian kurikulum yang dapat merespons tuntutan dunia usaha. Bagi Perguruan Tinggi : Meningkatkan kemampuan perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan.MANFAAT : 1. 2. Bagi UKM : Mempererat hubungan antara UKM dengan dunia kampus. Mempererat hubungan antara dunia akademis dan dunia usaha. Bagi Mahasiswa : Memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dengan kondisi dunia kerja guna meningkatkan soft skill nya.

Kuliah Kerja Usaha (KKU) dan program kewirausahaan lain.KONSEP PROGRAM 1. PMW harus terintegrasi dengan pendidikan kewirausahaan yang sudah ada. Dengan demikian. Mekanisme Perguruan tinggi pelaksana program melakukan sosialisasi kepada para mahasiswa. Kedudukan PMW merupakan bagian dari sistem pendidikan yang ada di perguruan tinggi. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). dan program . pembekalan kewirausahaan. identifikasi dan seleksi mahasiswa. antara lain. Program Coop. penyusunan rencana bisnis sambil magang di sebuah UKM. KKU. Mahasiswa yang pernah mengikuti program magang kewirausahaan (Program Coop. PMW hendaknya disinergikan dengan program-program yang sudah ada. 2.

Diperlukan terjadinya sinergi atau komplementaritas antara jenis usaha yang dikembangkan mahasiswa tersebut dan jenis usaha UKM pendamping. magang. Kelayakan recana bisnis ditentukan oleh tim penyeleksi yang terdiri dari unsur perbankan. dan pendampingan terpadu.kewirausahaan lain) dapat dibebaskan dari kewajiban magang. dan perguruan tinggi pelaksana. Pengusaha dilibatkan secara aktif untuk memberikan bimbingan praktis wirausaha. baik UKM.Untuk mendapatkan dukungan permodalan dalam rangka pendirian usah baru (business start-up) mahasiswa harus menyusun rencana bisnis yang layak. penyusunan rencana bisnis. . UKM. Harus dihindari terjadinya persaingan yang tidak sehat antara mahasiswa dan UKM pendamping. mulai dari pendidikan dan pelatihan. koperasi maupun perusahaan besar. Selama program berjalan perguruan tinggi bekerja sama dengan para pengusaha.

Pendirian usaha baru dapat dilakukan secara individual atau pun secara berkelompok dengan jumlah anggota maksimal 5 orang. dan (2) Berkembangnya lembaga pengembangan pendidikan kewirausahaan. Pelaksanaan pendampingan pasca magang dilakukan oleh pembimbing/Mentor pendamping yang ditugaskan dari Unit Pusat Pelatihan Entrepneurship perguruan tinggi selama kurang lebih 9 bulan. Hasil akhir yang diharapkan adalah : (1) Terbentuknya wirausaha baru yang berpendidikan tinggi. .

PELAKSANAAAN KEGIATAN ENTREPRENEURSHIP MAHASISWA KERJASAMA DENGAN UNIT UNIT USAHA UNIT USAHA INDUSTRI KECIL .

organizational skill. dan group skill (kemampuan kerja dalam tim). motivasi berwirausaha dan soft skills yang lain. effort (ketekunan). leader ship. logic.(3). ethics. Program ini dapat diikuti oleh mahasiswa politeknik yang telah menyelesaikan kuliah 4 semester atau minimal 3 semester. . Persyaratan bagi mahasiswa. Seleksi dilakukan oleh tim pembimbing Entrepreneurship. contonya: Communication skill. Shoft Skill : Adalah kemampuan non teknis yang tidak terlihat wujudnya (intangible) namun sangat diperlukan. Mahasiswa yang telah memenuhi syarat di atas harus menempuh seleksi yang meliputi minat.

dan mengimplementasi dalam pasar. Inovasi di Perguruan Tinggi adalah kreativitas dalam bidang ilmu yang telah diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat baik secara sosial maupun ekomonis. jasa. Hal ini dikenal sebagai inovasi yaitu sebuah ide kreatif dan mengimplementasikannya.Proses pembelajaran kewirausahaan di Perguruan Tinggi tidak semata-mata diarahkan untuk berwirausaha saja tetapi berwirausaha yang sesuai dengan bidang ilmunya (relevansi). melakukan kajian. Atau proses bisnis yang lain. yang menjadi fokus dalam kewirausahaan ini adalah upaya menemukan peluang. Dengan demikian dalam prespektif ini. baik dalam bentuk produk.. Hal ini menjembatani antara hasil riset dengan peluang pasar .

.Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Saya menyatakan bahwa entrepreneur adalah seseorang yang membawa orang lain bersama-sama untuk membangun sebuah organ produktif. 1934). Menurutnya. menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter. Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda. 1973). ekplorasi berbagai peluang (Kirzner. Dalam waktu yang tidak terlalu lama. dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say. 1803). Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: Jean Baptista Say (1816): Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya. 1988).Pengertian Kewirausahaan Istilah entrepreneur pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-18 oleh ekonom Perancis. ekonom Perancis lainnya. 1921). entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”. Richard Cantillon. diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner. menghadapi ketidakpastian (Knight.

(2) memperkenalkan metoda produksi baru. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. (3) membuka pasar yang baru (new market). Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk (1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.Frank Knight (1921): Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Joseph Schumpeter (1934): Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. . atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. (4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru.

atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan. . 1979): Kewirausahaan mencakup kegiatankegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas. Harvey Leibenstein (1968.Penrose (1963): Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluangpeluang di dalam sistem ekonomi.

. tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. dan membawa visi ke dalam kehidupan. Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi. tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya. cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. peluang.Israel Kirzner (1979): Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar. Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio: Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif. Selain itu. Jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian. seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya. mengembangkaan.

“Mak comblangnya” adalah program retooling yang diluncurkan oleh Dikti dengan bantuan dari proyek TPSDP-ADB. Hard skills berhubungan dengan kompetensi inti untuk setiap bidang keilmuan lulusan. Konsep hard skills dan soft skills muncul ketika melihat komposisi atau rancangan kurikulum. Mungkin ketika itu pihak berwenang berkeyakinan bahwa program tersebut semacam “obat mujarab” yang jika “diminum” oleh peserta maka mereka akan mudah bekerja. Benarkah? Memang seperti apa sih resep obatnya? Ketika membaca pedoman proposalnya. Program tersebut sebenarnya semacam pelatihan atau pembekalan kepada lulusan perguruan tinggi yang masih nganggur lebih dari 1 tahun setelah lulus. saya pun ikut mencermati standar kurikulum dan metode pelatihannya.HARD SKILL DAN SOFT SKILL Saya mulai “berkenalan” intensif dengan soft skills sekitar lima tahun yang lalu. .

Soft Skills bisa juga dikatakan sebagai ketrampilan interpersonal seperti kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dalam sebuah kelompok. Soft skills pada dasarnya merupakan ketrampilan personal. Sedangkan Hard skill bersifat teknis dan biasanya sekedar tertulis pada bio data atau CV seseorang yang mencakup pendidikan. dll yang tergolong hard skills di teknik informatika. malah katanya hanya sekedar mata kuliah yang tercantum di Transkrip.yaitu ketrampilan khusus yang bersifat non-teknis. negosiator. penyusunan anggaran. . misalnya harus menguasai analisis laporan keuangan. Pada program retooling ternyata masih ada materi pelatihan ke arah hard skills tersebut. pendengar (yang baik). Demikian juga seorang lulusan Akuntansi. dan mediator konflik. Pihak yang berwenang pun berkilah bahwa tidak semua perguruan tinggi berhasil mengajarkan hard skills tersebut. dan tingkat keahlian (teknis). pengalaman. dll. web programming. dan kepribadian yang menentukan kekuatan seseorang sebagai pemimpin. seseorang lulusan teknik informatika tentunya harus menguasai hard skill di bidang rekayasa perangkat lunak. tidak berwujud.Sebagai contoh. Hmmm jadi semacam pengulangan kuliah atau refreshing saja dong :).

mengajar (berbagi pengetahuan) ke orang lain. melayani pelanggan. kemampuan bersosialisasi. kepemimpinan. Rasanya dengan mengulas pengertian soft skills tersebut. kemampuan negosiasi. Kita juga pasti yakin jika seseorang mempunyai karakteristik atau sifat seperti itu maka pastilah orang tersebut mempunyai daya saing atau setidak-tidaknya mempunyai “perbedaan” yang positif.yang bisa dikatakan juga sebagai persyaratan teknis dari suatu pekerjaan.misalnya tanggung jawab.Wikipedia memaparkan bahwa soft skills merupakan istilah sosiologis yang merujuk pada sekumpulan karakteristik kepribadian. dan bisa bekerja dalam keragaman. misalnya berpartisipasi sebagai anggota kelompok. dan integritas atau kejujuran. dan (b) ketrampilan interpersonal. Soft skills ini melengkapi hard skills. kemampuan berbahasa. bisakah kita meningkatkan soft skills melalui proses belajar-mengajar? . kepercayaan diri. Tapi kembali lagi ke pertanyaan semula. Soft skills tersebut mencakup (a) kualitas pribadi . manajemen (pengendalian) diri. serta optimisme. kebiasaan pribadi. daya tarik sosial. kita pasti bisa memahami pentingnya soft skill. kepekaan/kepedulian.

Wah … kalo sekedar membahas konsep softskills memang tidak akan habis-habisnya. penyedian media atau display sebagai wadah kreatifitas dan inovasi mahasiswa.pengembangan softskills di perguruan tinggi memang harus dilakukan secara integratif dan menyeluruh. Pengembangan softskills di luar kelas bisa dilakukan dengan menciptakan suasana akademis yang kondusif terhadap softskills. dll. Yang terpenting adalah apakah programprogram pengembangan softskills tersebut bisa terwujud? . Pengembangan softskills tidak hanya sekedar memberikan pelatihan atau kursus softskills. Sebuah perguruan tinggi idealnya mengembangkan softskill mahasiswa (juga dosen tentunya hehehe) melalui kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas. Beberapa program yang bisa dicoba diantaranya adalah berbagai perlombaan yang bersifat kompetitif baik untuk mahasiswa maupun dosen. dengan berbagai alasannya masing-masing. pengembangan sistem komunikasi interaktif antara civitas academica. misalnya kursus kepribadian atau teknik komunikasi saja. Salah satu yang bisa dikembangkan adalah metode diskusi dan presentasi kelompok. walaupun ada beberapa mahasiswa dan dosen agak enggan melaksanakannya. Di dalam kelas bukan juga hanya sebatas memberikan mata kuliah softskills atau kewirausahaan. Setiap mata kuliah selayaknya berusaha mengembangkan kemampuan softskill mahasiswa melalui metode mengajar yang bisa mengasah softskills mahasiswa.

Fenomena yang akan dijelaskan disini adalah kehadiran entrepreneurship yang mempunyai kontribusi besar dalam pengembangan ekonomi. terlebih dahulu saya mengulas pengertian “teori”. definisi. dengan tujuan untuk menerangkan dan memprediksi fenomena. Mari kita lihat beberapa teori yang menjelaskan dan memprediksi fenomena mengenai kewirausahaan. Maksudnya sekalian menyegarkan ingatan saya sendiri sih. . Teori adalah “sekumpulan konstruk (konsep). Kita biasanya menggunakan teori untuk menjelaskan sebuah fenomena. dan proposisi yang saling berhubungan” yang menunjukkan pandangan sistematis terhadap sebuah fenomena dengan merinci hubungan antar variabel. Teori tersebut terdiri dari konsep dan konstruk.Teori Kewirausahaan Sebelum memaparkan teori kewirausahaan. nah lho apa ya beda kedua istilah tersebut? :). kan semester ini mengajar metodologi penelitian juga hehehe.

SEKIAN DAN TERIMAKASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful