P. 1
ASEAN FREE TRADE AREA

ASEAN FREE TRADE AREA

|Views: 152|Likes:
Published by Risky Febrian
Paper tentang AFTA
Paper tentang AFTA

More info:

Published by: Risky Febrian on Jun 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2013

pdf

text

original

ORGANISASI INTERNASIONAL II Prospek dan Tantangan AFTA

Disusun oleh: Devita Eka Sari Risky Febrian Nezar Ibrahim Michael Hardy Luthfi Rifqi Miftah Ardhi 170210110043 170210110049 170210110099 170210110105 170210110139

PROGRAM STUDI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PADJADJARAN 2013

dan Brunei Darussalam) dan empat negara bergabung kemudian (Vietnam. Myanmar. Vietnam bergabung pada 1995. Common Effective Preferential Tarif Scheme (CEPT) adalah program tahapan penurunan tarif dan penghapusan hambatan non-tarif yang disepakati bersama oleh negara-negara ASEAN. Pada waktu yang ditentukan tersebut semua produk harus masuk dalam skema CEPT (Common Effective Preferential Treatment). yaitu enam negara penandatangan CEPT (Indonesia. Ketika persetujuan AFTA ditandatangani resmi. Singapura dan Thailand. sedangkan untuk Vietnam tahun 2013. Laos dan Myanmar tahun 2015. Filipina. yaitu Brunei. Malaysia. Kamboja. Singapura. ASEAN memiliki enam anggota. Dengan kata lain pembentukan AFTA sesungguhnya dapat dikatakan sebagai antiklimaks dari globalisasi. bahkan menuju zero tariff rate sebelum tahun 2003. Pemberlakukan kesepakatan AFTA terhadap enam negara penandatangan secara serentak akan efektif pada tahun 2015. . Malaysia. namun diberi kelonggaran waktu untuk memenuhi kewajiban penurunan tarif AFTA. Area Perdagangan Bebas ASEAN atau AFTA merupakan suatu kerja sama regional di Asia Tenggara untuk menghapuskan trade barriers antar negara ASEAN. Keempat pendatang baru tersebut dibutuhkan untuk menandatangani persetujuan AFTA untuk bergabung ke dalam ASEAN. dan Kamboja pada tahun 2017. Laos dan Myanmar pada 1997 dan Kamboja pada 1999. Indonesia. AFTA sekarang terdiri dari sepuluh negara ASEAN.BAB I PENDAHULUAN AFTA (Asean Free Trade Area) adalah sebuah persetujuan oleh ASEAN mengenai sektor produksi lokal di seluruh negara ASEAN. dan Laos). Keanggotaan AFTA yang terdiri atas sepuluh negara anggota dan terbagi menjadi dua kelompok. terlebih terjadinya krisis ekonomi tahun 1997 yang menimpa semua negara ASEAN. Munculnya kerja sama regional di bidang ekonomi merupakan fenomena global yang terjadi di berbagai blok-blok ekonomi sebagai respon terhadap globalisasi dan perdagangan bebas. Filipina. Tujuan AFTA adalah pengurangan tarif. Thailand.

dan lebih kompetitif. Selain itu AFTA juga mempunyai beberapa tujuan yang hendak dicapai. transparan. Namun demikian. Namun pada tahun 1994 disepakati untuk mempercepat proses liberalisasi menjadi 10 tahun. bebas hambatan tarif dan nontarif. Sementara Vietnam siap tahun 2006. Malaysia. seimbang.Tujuan pendirian AFTA adalah menjalin kerja sama ekonomi regional ASEAN dalam rangka mencapai cita-cita perdagangan dunia yang adil. masih ada produk yang belum mengalami penurunan tarif dengan alasan produk tersebut tergolong sensitif untuk diperdagangkan secara bebas di ASEAN. Enam negara ASEAN yaitu Indonesia. ada yang disebut sebagai daftar komoditas sensitif dan sangat sensitif. kesiapan dari masing-masing negara tentu tidak sama. dan ekspansi perdagangan intraregional untuk memberikan konsumen di ASEAN lebih banyak pilihan serta kualitas produk lebih baik. serta mendukung tercapainya pemulihan ekonomi dan dinamika bisnis negara-negara anggota yang sesuai dengan kesepakatan ASEAN Bold Measures yang dicapai pada pertengahan desember 1998 pada KTT VI ASEAN di Hanoi. liberalisasi perdagangan : mengurangi kendala tarif dan non tarif antarnegara anggota. Karenanya. Laos dan Myanmar menyatakan . Thailand dan Brunei Darussalam saat ini telah memberlakukan tarif 0 sampai 5 persen. produktivitas tinggi. Tujuan dari pengurangan tarif dan non-tarif serta tidak adanya hambatan perdagangan antar negara ASEAN adalah untuk mencapai efesiensi ekonomi. Filipina. Cakupan produk dalam CEPT-AFTA meliputi semua produk industri dan barang-barang hasil pertanian. Mekanisme penurunan tarif dilakukan melalui penerapan Common Effective Preferential Tariff (CEPT). yaitu meningkatkan keunggulan kompetitif sebagai basis produksi pasar dunia. Untuk produk-produk sensitif tersebut penurunan tarif 0 sampai 5 persen sudah dilaksanakan pada tahun 2010. Pencapaian tujuan AFTA dilakukan melalui penghapusan hambatan tarif dan non-tarif dengan target penurunan mencapai 0 sampai 5 persen yang memiliki muatan ASEAN sebesar 40 persen dalam kurun waktu 15 tahun sejak pemberlakuan ketentuan pada tahun 1993 atau pada tahun 2008. efisiensi produksi dalam rangka meningkatkan daya saing jangka panjang. Dalam menerapkan CEPT. Singapura. sehingga perdagangan bebas kawasan dapat tercapai pada tahun 2003.

. persetujuan tersebut dapat diklasifikasikan sebagai persetujuan antarnegara khusus mengenai bagaimana menciptakan zona perdagangan bebas di ASEAN. Secara substansial. AFTA merupakan suatu persetujuan perdagangan bebas negara ASEAN. Hal paling utama dan krusial adalah langkah-langkah pengurangan tarif secara gradual untuk produk-produk yang disepakati berupa barang maupun jasa.kesanggupannya untuk menerapkan tarif sebesar 0 sampai 5 persen pada tahun 2008. sementara Kamboja pada tahun 2010.

BAB II LANDASAN TEORI Liberalisme adalah sebuah teori atau pandangan yang memfokuskan kepada individu dan kolektifitasnya. maupun individu. perdagangan bebas telah menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. Terlebih lagi ketika berbagai negara di dunia mulai lantang . organisasi. hubungan internasional akan lebih menguntungkan apabila masing-masing negara mengadakan relasi mutualisme dan saling bekerja sama serta memberi penekanan bahwa perang merupakan solusi yang destruktif dalam hubungan internasional dan tidak menghasilkan apa-apa dan tidak menguntungkan siapa-siapa. Karena itulah kaum liberalis sangat optimis akan terciptanya perdamaian dunia. Teori liberalisme mengungkapkan bahwa preferensi negara. Semua bermula karena Perang Dunia I yang muncul sebagai kritik dari realitas bahwa negara tidak dapat mengendalikan perang dalam suatu hubungan. organisasi. Bagi kaum liberalis. atau yang dikenal dengan free trade ini. termasuk hubungan internasional. tetapi juga pada konteks ekonomi dan kultural (low politics) baik antar perusahaan komersial. dan yang berasosiasi. perusahaan. merupakan faktor utama yang mempengaruhi perilaku negara. Para kaum liberalis menyatakan bahwa dalam dunia internasional terdapat konflik dan kerjasama. Liberalisme mengedepankan asumsi bahwa dalam hubungan internasional antar negara memiliki banyak kesempatan untuk mengadakan kerja sama serta adanya hubungan saling ketergantungan satu sama lain. Di jaman yang serba modern seperti saat ini. Hampir seluruh negara di dunia telah dipengaruhi oleh sistem ekonomi perdagangan bebas. AFTA sebagai suatu perjanjian yang yang bertujuan untuk mempermudah perdagangan antara sesama ASEAN sangat menunjukkan adanya masa yang liberal. Optimisme kaum liberal tersebut sangat berkaitan dengan kebangkitan negara modern. Karena modernisasi dapat diartikan sebagai kemajuan dalam setiap aspek kehidupan manusia. Teori liberalisme juga mengemukakan bahwa interaksi antar negara tidak terbatas pada konteks politik atau keamanan (high politics) saja. lebih dari kapabilitas negara. seperti negara.

hegemon dunia yang sedang menuruni puncak popularitas ekonomi akibat krisis finansial global yang belum lama ini melanda. Dan tentunya negara maju dan matang perekonomiannyalah yang lebih unggul dalam hal ini. ada yang menang dan ada yang kalah. Pertumbuhan perdagangan dunia pun meningkat secara drastis. Akan tetapi proyeksi ini menyimpan beberapa permasalahan. siapa yang untuk dan menang sangat ditentukan kesiapannya dalam menghadapi persaingan. Akhirnya. mencabut proteksi . Pihak yang diuntungkan dan menang biasanya sangat tersebar. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa globalisasi merupakan sebuah sistem yang berani menembus ruas dunia sehingga menghilangkan batas-batas negara. Dengan makin terintegrasinya perdagangan dunia.menyuarakan pentingnya sistem globalisasi. dan seringkali tidak tahu bahwa keuntungan itu diperoleh dari globalisasi. selebihnya adalah untuk memaksimalkan kesejahteraan individu. Berbicara dalam perspektif Liberalis. Akselerasi tren ini diharapkan terjadi oleh kaum liberal seiring dengan makin meningkatnya teknologi informasi dan telekomunikasi. perlu diketahui pula globalisasi tidak akan pernah ada jika negara itu benar-benar tidak ada. Namun. Dengan kata lain. mencabut semua hambatan tarif dan nontarif. tentu hubungan perekonomian negara-negara akan semakin interdependen. peran negara cukup hanya sebatas alat ukur. tidak terkonsentrasi. Dalam globalisasi ada yang diuntungkan ada pula yang dirugikan. Ada kalanya kekalahan ini dirasakan oleh seluruh industri yang berada di suatu daerah. terutama dengan makin berkembangnya praktek neo-merkantilisme oleh Amerika Serikat. Disinilah salah satu sisi dimana globalisasi pada tingkat praktisi mengalami objekifikasi bagai sebuah keniscayaan. mengurangi subsidi untuk negara-negara anggota terhadap sektor-sektor ekonomi vital seperti pertanian. Dalam negaranegara yang berada di dalam AFTA.

Dalam implementasinya perdagangan bebas harus memperhatikan beberapa aspek yang mempengaruhi yaitu mulai dengan meneliti mekanisme perdagangan. perdagangan akan saling menguntungkan bagi kedua kawasan”(Samuelson 1967:651). serta melihat bagaimana berbagai jenis mata uang yang diperdagangkan berdasarkan kurs tukar valuta asing. Sementara Paul Samuelson telah meringkas argumennya sebagi berikut “apakah salah satu dari dua kawasan akan lebih efisien dalam produksi setiap barang dibanding yang lain atau tidak. prinsip sentral dari keuntungan komparatif serta pro dan kontra di bidang tarif dan kuota. jika tiap-tiap mengkhususkan dalam produksi yang dengan cara itu masing-masing memiliki keunggulan komperatif (efisiensi relatif terbesar). 1999: 181).BAB III PEMBAHASAN Ekonomi liberal berpendapat bahwa dengan perbedaan sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara maka perdagangan bebas merupakan pilihan terbaik yang bisa di lakukan. Tujuan utama dalam dari penerapan konsep ASEAN Free Trade Area adalah untuk meningkatkan volume perdagangan diantara sesama Negara-negara anggota. melalui skema CEPT-AFTA. ASEAN Free Trade Area adalah kawasan perdagangan bebas ASEAN dimana tidak ada hambatan tarif (bea masuk 0-5%) maupun hambatan non tarif bagi negara-negara anggota ASEAN. dimana perdagangan bebas akan membawa keuntungan bagi setiap individu yang berpartisipasi karena akan menghasilkan spesialisasi yang mampu meingkatkan efisiensi dan mengakibatkan meningkatknya produktivitas (Jackson & Sorenson. Maka jika demikian konsep yang ditawarkan oleh kaum liberal bisa diprediksikan bahwa negara akan memperoleh keuntungan melalui spesialisasi dan kesejahteraan global akan kian meningkat. Konsep David Ricardo mengenai comparative advantage. Keadaan ini dimungkinkan karena melalui daerah perdagangan . Asean Free Trade Area adalah istilah perdagangan bebas yang identik dengan adanya hubungan dagang antar negara anggota maupun negara nonanggota.

AFTA tidak hanya difokuskan pada liberalisasi perdagangan barang. Di satu sisi. Perluasan kegiatan perdagangan berarti terdapat kemungkinan untuk memperluas pasar bagi para pengusaha. Jasa Pariwisata. Karena fenomena globalisasi yang menciptakan regionalisasi dan liberalisasi di berbagai sektor berdampak langsung terhadap sistem perekonomian dunia. Dalam perkembangannya. yaitu Jasa Angkutan Udara dan Laut. Sedangkan di sisi lain. AFTA menyepakati delapan sektor. begitu juga dengan negara yang memiliki hasrat untuk hidup bersama. Dengan demikian. dan perbaikan terhadap kebijakan-kebijakan fasilitasi perdagangan. berhubungan satu sama lain dan Jasa Keuangan. Hal ini merupakan faktor pendorong untuk melakukan perluasan kegiatan produksi. Selain itu.bea masuk (tariff) semua komoditas perdagangan dari seluruh Negara anggota diturunkan sampai mendekati 0 %. Jasa Konstruksi.bebas. dalam kenyataannya pemberlakuan. Karena pilihan untuk menjalankan liberalisasi perdagangan antar negara-negara di tengah-tengah masih rendahnya tingkat efisiensi produksi dan jumlah produk kompetitif masing-masing negara justru dapat merugikan. Pada dasarnya manusia hidup bekerja sama. hambatan – hambatan yang bukan disebabkan bea masuk. pemberlakuan AFTA dapat dilihat sebagai upaya ASEAN untuk menyelamatkan perekonomian masing-masing negara anggota. Jasa Kesehatan dan Jasa . Jasa Telekomunikasi. perdagagan jasa. sehingga keuntungan skala besar dapat dimanfaatkan untuk menekan biaya produksi. perluasan kegiatan perdagangan bukan hanya berperan besar untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional. Di samping itu. penghapusan hambatan-hambatan non-tarif. pemberlakuan AFTA dapat dianggap sebagai kesepakatan yang tidak realistis. Jasa Bisnis. Dari studi kasus di atas dapat disimpulkan bahwa dunia tidak selalu dalam anarki. Logistik. Pendirian AFTA memberi dampak dalam bentuk pengurangan dan eliminasi tarif. Peningkatan volume perdagangan tersebut sangat penting artinya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masing-masing Negara anggota. Akan tetapi pemberlakuan AFTA merupakan pilihan dilematis bagi negara-negara anggota ASEAN. seperti penerapan kuota impor terhadap komoditi tertentu juga harus dihilangkan. tetapi juga perdagangan jasa dan investasi.

penurunan dan penghapusan tarif serta hambatan nontarif di China. membuka peluang bagi negara-negara ASEAN untuk meningkatkan volume dan nilai perdagangan ke negara yang penduduknya terbesar dan memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. AFTA merupakan bentuk perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN. penciptaan rezim investasi yang kompetitif dan terbuka. Kedua. Dan Ketiga. Berdasarkan catatan International Instititute for Management Development menyebut daya saing Indonesia semakin merosot hingga ke peringkat 52 dari 55 negara . Beberapa manfaat AFTA itu sendiri maupun ACFTA bagi negara di ASEAN. Prospek Meningkatkan kerja sama perdagangan. Asumsi liberal mengatakan bahwa penyebaran pasar bebas dan paham demokrasi akan menciptakan perdamaian di dunia.bekerja sama. technology transfer. Bahkan untuk implementasi ASEAN Community dalam salah satu pilarnya ASEAN Economic Community (Komunitas Ekonomi ASEAN) yang direncanakan akan berlaku efektif pada 2015 nanti. dengan cara mengurangi bea masuk untuk perdagangan ekspor-impor antara sesama negara ASEAN. membuka peluang bagi ASEAN untuk menarik lebih banyak investasi dari China. AFTA merupakan bentuk kerjasama antara negara-negara ASEAN dalam bidang perdagangan. Dengan adanya AFTA akan meminimalisir tindakan anarki negara-negara ASEAN dalam bidang perdagangan (ekspor dan impor) di kawasan Asia Tenggara. Jika dilihat dari statistik yang ada kita bisa melihat posisi Indonesia dalam persaingan global. bea masuk untuk barang dagang ekspor-impor antarnegara anggota ASEAN akan dihapuskan. pertama. Tantangan Tantangan bagi AFTA itu sedniri adalah tentu saja adalah menyangkut kesiapan sesama negara ASEAN. dan managerial capability. Sumber lain versi World Economic Forum menunjukkan daya saing Indonesia berada di posisi . peningkatan kerja sama ekonomi dalam lingkup yang lebih luas membantu ASEAN meningkatkan capacity building.

Bisa dibayangkan jika sector ini kemudian kalah bersaing dengan produk-produk China yang sangat murah di pasaran.3 triliun pada tahun 2008 menjadi 122. untuk dan kepentingan siapa areal perdagangan bebas ini dibuka seluas-luasnya? Dari segi manapun Negara maju akan sangat diuntungkan. unit usaha. diskursus perdagangan bebas atau Free Trade Aggrement antara Asean dan China (ACFTA) telah tergiring pada pokok pembahasan soal ketidaksiapan itu. . saat UMKM kehilangan eksistensinya akan terjadi dampak sosial yang lebih luas seperti pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran yang mengakibatkan permasalahan pengangguran dan mungkin akan lebih rumit lagi.4 juta orang. harus dipandang dari kacamata.9 juta unit usaha atau 99. apalagi ditunjang dengan produk-produk Negara maju dan China yang bisa ditekan begitu minimal dan massal serta pangsa pasar Indonesia yang begitu besar dan potensial. dan nilai ekspor. dan the Center for Economic and Social Studies (CESS) peranan UMKM bagi perekonomian Indonesia tergolong vital. Sungguh sangat naïf.1 persen pada tahun 2009. Kinerja UMKM di Indonesia ini dapat ditinjau dari beberapa aspek. Malaysia. Sedangkan Hasil produksi UMKM yang diekspor ke luar negeri mengalami peningkatan dari Rp 110. Dimana sektor ini memegang peranan yang sangat signifikan bagi perekonomian Indonesia. Sektor ekonomi yang kemudian paling terancam pasca perjanjian AFTA ini adalah sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebab melihat perdaganan bebas ini. Tentu akan berefek negatif dan massive bagi perekonomian Indonesia. tenaga kerja. produktivitas. Namun yang menjadi permasalahan bukan hanya pada aspek siap atau tidaknya Indonesia menghadapi pasar bebas tersebut. dari catatan the Center for Micro and Small Enterprise Dynamic (CEMSED). Masing-masing aspek tersebut mengalami pertumbuhan tiap tahunnya.2 triliun pada tahun 2009. Sementara jumlah tenaga kerjanya mencapai 85. dan Thailand. bahkan pada tahun 2009 jumlah populasi UMKM mencapai 48.3 persen pada tahun 2008 menjadi 20. bukan hanya itu saja. Namun demikian peranannya terhadap total ekspor non migas nasional sedikit menurun dari 20. Memang sangat mengherankan.98 persen terhadap total unit usaha di Indonesia.54 atau lebih rendah dibandingkan Singapura. yaitu nilai tambah.

Selain itu. sehingga semua negara ASEAN dapat berjalan beriringan dalam upaya memajukan perekonomian negaranya dan regional. Bila hal ini dapat terwujud. Seperti yang kita ketahui bahwa sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sangat terancam dengan adanya perdagangan bebas ini. Dengan demikian. Yang diperlukan adalah bagaimana perdagangan bebas ini dapat terimplementasi sesuai dengan tujuannya. . peran strategis pasar bebas ASEAN mempunyai peluang yang luas untuk melakukan kerja sama ekonomi regional yang lebih kokoh dan saling menguntungkan.PENUTUP Realisasi perdagangan bebas bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota ASEAN melalui intensitas perdagangan bebas antarnegara anggota agar mampu menghadapi persaingan ekonomi pada lingkup regional dan global. ASEAN mempunyai komitmen kuat untuk mewujudkan cita-cita bersama melalui peningkatan daya saing masing-masing. maka pemerintah wajib untuk mempromosikan lebih giat sektor ini kepada masyarakat. daya saing produk dalam negeri pun harus ditingkatkan semaksimal mungkin agar dapat bersaing dengan produkproduk asing yang akan masuk nantinya. sehingga masyarakat bisa lebih mengenal dan memilih produk dalam negeri.

13 Mei 2013 pukul 9:44 WIB pada Liberalisme Ekonomi yang di akses melalui http://politik. Georg (2005).ac. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Kendala dan Tantangan Indonesia dalam Mengimplementasikan ASEAN Free Trade Area Menuju Terbentuknya ASEAN Economic Community oleh Sarah Anabarja yang di akses melalui http://journal. Robert & Sorensen.DAFTAR PUSTAKA Jackson.com/2012/05/22/liberalisme-ekonomi-464974.html pada hari Senin.pdf hari Senin.unair. 13 Mei 2013 pukul 11:20 WIB .kompasiana. Pengantar Studi Hubungan Internasional.id/filerPDF/Kendala%20dan%20Tantangan%20Indonesia% 20dalam%20Mengimplementasikan%20ASEAN%20Free%20Trade%20Area%20 Menuju%20Terbentuknya%20ASEAN%20Economic%20Community.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->