P. 1
Keluarga Berencana Menurut Islam

Keluarga Berencana Menurut Islam

|Views: 69|Likes:
Published by Adilah Riaji

More info:

Published by: Adilah Riaji on Jun 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2013

pdf

text

original

PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) DI TINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Oleh: Muhammad Adlan Daeng Upa 0084-02-36-2012

MH. 06 Abstrak Dalam hukum islam keluarga berencana tidaklah dilarang asalkan untuk tujuan-tujuan yang baik salah satunya untuk kesehatan mempertimbangkan kepentingan anak, memperhitungkan biaya hidup brumah tangga.

A. Pendahuluan Latar Belakang Masalah KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia maksud daripada ini adalah: "Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. "Dengan kata lain KB adalah perencanaan jumlah keluarga. Pembatasan bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsiatau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD dan sebagainya. Jumlah anak dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal adalah dua. Gerakan ini mulai dicanangkan pada tahun akhir 1970'an. KB termasuk masalah yang kontroversional sehingga tidak ditemukan bahasannya oleh imam-imam madzhab. Secara umum, hingga kini di kalangan umat islam masih ada dua kubu antara yang membolehkan KB dan yang menolak KB.Ada beberapa alasan dari para ulama yang memperbolehkan KB,

oleh pemerintah. Keluarga dasar-dasar Sebagaimana Berencana diketahui. Rumusan Masalah • Bagaimanakah keluarga berencana dalam perspektif hukum islam? C.diantaranya dari segi kesehatan ibu dan ekonomi keluarga. program (KB) KB juga sejak telah didukung 1970. Pengertian Keluarga Berencana . tentu saja untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang berkaitan dengan masalah dan beban keluarga jika kelak memiliki anak. KB secara prinsipil dapat diterima oleh Islam. KB juga memiliki sejumlah manfaatyang dapat mencegah timbulnya kemudlaratan. Nasional program meletakkan mengenai pentingnya perencanaan dalam keluarga.Para ulama yang membolehkan KB sepakat bahwa Keluarga Berencana(KB) yang dibolehkan syari`at adalah suatu usaha pengaturan/penjarangan. bahkan KB dengan sejalan maksud dengan menciptakan tujuan keluarga syari`at sejahtera Islam yang yaitu berkualitas dan melahirkan keturunan yangtangguh sangat mewujudkankemashlahatan bagi umatnya. Bila dilihat dari fungsi danmanfaat KB yang dapat melahirkan kemaslahatan dan mencegah kemudlaratanmaka tidak diragukan lagi kebolehan KB dalam Islam. Pembahasan 1. Selain itu. B. Selain itu. Intinya.

Selain ayat diatas masih banyak ayat yang berisi petunjuk tentang pelaksanaan KB diantaranya ialah surat alQashas: 77. 54 . 1997). Pandangan Al-Qur’an Tentang Keluarga Berencana Dalam al-Qur’an banyak sekali ayat yang memberikan petunjuk yang perlu kita laksanakan dalam kaitannya dengan KB diantaranya ialah : Surat An-Nisa’ ayat 9 yang artinya: “Dan yang hendaklah lemah. menjaga kesehatan istri. al-Baqarah: 233. Drs.1 dan situasi kondisi 2.keluarga berencana berarti pasangan suami istri yang telah mempunyai perencanaan yang kongkrit mengenai kapan anaknya diharapkan lahir agar setiap anaknya lahir disambut dengan rasa gembira yang dan syukur dan yang merencanakan berapa anak dicita-citakan. H. mempertimbangkan 1 Prof. Dari ayat-ayat diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa petunjuk yang perlu dilaksanakan dalam KB antara lain. Lukman: 14. disesuaikan dengan kemampuannya masyarakat dan negaranya. dan at-Thalaq: 7. h. alAnfal: 53. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. Masjfuk Zuhdi. Masail Fiqhiyah (PT Toko Gunung Agung : Jakarta. al-Ahkaf: 15. takut pada khawatir Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak Mereka terhadap kesejahteraan mereka.

Tetapi dalam al-Qur’an ada ayat-ayat yang berindikasi tentang diperbolehkannya mengikuti program KB.” Dari menjelaskan mempertimbangkan tentang biaya rumah tangga selagi keduanya masih hidup. jangan sampai anak-anak mereka menjadi beban bagi orang lain. Menurut al-Qur’an dan Hadits Sebenarnya dalam al-Qur’an dan Hadits tidak ada nas yang shoreh yang melarang atau memerintahkan KB secara eksplisit.2 4. Ali Hasan. memperhitungkan biaya hidup brumah tangga. 29 . Hukum Keluarga Berencana a. Dengan demikian pengaturan kelahiran anak hendaknya dipikirkan bersama.kepentingan anak. Pandangan al-Hadits Tentang Keluarga Berencana Dalam Hadits Nabi diriwayatkan: ‫إنك تدر ورثك أغنياء خير من أن تدرهم عالة لتكففون‬ (‫الناس )متفق عليه‬ “sesungguhnya lebih baik bagimu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan hadits berkecukupan ini dari pada bahwa meninggalkan suami istri mereka menjadi beban atau tanggungan orang banyak. 3. Hal ini sesuai dengan firman Allah: 2 M. Masail Fiqhiyah (PT Raja Grafindo Persada: Jakarta. yakni karena hal-hal berikut: • Menghawatirkan keselamatan jiwa atau kesehatan ibu. karena hukum ber-KB harus dikembalikan kepada kaidah hukum Islam. 1997). h.

menghindari kesulitan ibu. Mereka juga berpendapat bahwa perencanaan keluarga itu tidak sama dengan pembunuhan karena pembunuhan itu berlaku ketika janin mencapai tahap 3 Drs. Fiqih Islam (Citra Karsa Mandiri: Yogyakarta. Menurut Pandangan Ulama’ 1) Ulama’ yang memperbolehkan Diantara ulama’ yang membolehkan adalah Imam al-Ghazali. • Menghawatirkan Nabi: keselamatan agama. h.(195 : ‫ول تلقوا بأيديكم إلى التهلكة )البقرة‬ “Janganlah kerusakan”.3 b. untuk menjaga kesehatan si ibu. 293 . Ulama’ yang membolehkan ini berpendapat progaram KB bahwa dengan diperbolehkan mengikuti ketentuan antara lain. Syaikh Syalthut. 2002). untuk menjarangkan anak. akibat kesempitan penghidupan hal ini sesuai dengan hadits kalian menjerumuskan diri dalam ‫كادا الفقر أن تكون كفرا‬ “Kefakiran atau kemiskinan itu mendekati kekufuran”. Musthafa Kamal. Syaikh al-Hariri. • Menghawatirkan kesehatan atau pendidikan anak-anak bila jarak kelahiran anak terlalu dekat sebagai mana hadits Nabi: ‫ول ضرر ول ضرار‬ “Jangan bahayakan dan jangan lupa membahayakan orang lain.

Suntikan.h. 1997). Islam dan KB (PT Lentera Basritama: jakarta. b.ketujuh dari penciptaan. 5. Pil. 99 . Dr. Abdurrahman Umran. Cara kerjanya yaitu menghalangi ovulasi. Terdiri dari enam kapsul yang diinsersikan dibawah kulit lengan bagian dalam kira-kira 4 Prof. Mereka mendasarkan pendapatnya pada surat al-Mu’minun ayat: 12. menipiskan endometrin sehingga nidasi tidak mungkin terjadi dan memekatkan lendir serlak sehingga memperlambat perjalanan sperma melalui canalis servikalis. Mereka itu melarang termasuk karena perbuatan membunuh keturunan seperti firman Allah: ‫ول تقتلوا أولدكم من إملق نحن نرزقكم وإياهم‬ “Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut (kemiskinan) kami akan memberi rizkqi kepadamu dan kepada mereka”. c. Susuk KB. 14. Macam-macam Alat Kontrasepsi Dalam pelaksanaan KB harus menggunakan alat kontrsepsi yang sudah dikenal diantaranya ialah: a. levermergostrel. mengikuti Abu KB A’la al-Maududi. 13.4 2) Ulama’ yang melarang Selain ulama’ yang memperbolehkan ada para ulama’ yang melarang diantaranya ialah Prof. Madkour. yaitu menginjeksikan cairan kedalam tubuh. berupa tablet yang berisi progrestin yang bekerja dalam tubuh wanita untuk mencegah terjadinya ovulasi dan melakukan perubahan pada endometrium.

tablet vaginal . menggunakan pil. urut dsb. e.5 6. tablet vagmat. Cara KB yang Diperbolehkan dan Yang Dilarang oleh Islam A. H. Cara ini diperbolehkan asal tidak membahayakan Dr.sampai 10 cm dari lipatan siku. diafragma. Sterelisasi (Vasektomi/ tubektomi) yaitu operasi pemutusan atau pengikatan saluran pembuluh yang menghubungkan testis (pabrik sperma) dengan kelenjar prostat (gudang sperma menjelang diejakulasi) bagi lakilaki. diafragma. 164-165 5 . d. h. (ed). Alat-alat konrasepsi lainnya adalah kondom. spiral. T. dan tiisu yang dimasukkan kedalam vagina. Cara kerjanya sama dengan suntik. suntikan. 2002). Atau tubektomi dengan operasi yang sama pada wanita sehingga ovarium tidak dapat masuk kedalam rongga rahim. Akibat dari sterilisasi ini akan menjadi mandul selamanya. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) terdiri atas lippiss loop(spiral) multi load terbuat dari plastik harus dililit dengan tembaga tipis cara kerjanya ialah membuat lemahnya daya sperma untuk membuahi sel telur wanita. tisue. Chuzamah. Yangro dkk. kondom. Problematika Hukum Islam Kontemporer (Pustaka Firdaus: Jakarta. Cara yang diperbolehkan Ada beberapa macam cara pencegahan kehamilan yang diperbolehkan oleh syara’ antara lain. Disamping itu ada cara kontrasepsi yang bersifat tradisional seperti jamuan.

70 7 Luthfi As-syaukani.7 D. 1997).nyawa sang ibu. Aborsi. DAFTAR PUSTAKA 6 tujuan pernikahan untuk menghasilakn Abul Fadl Mohsin Ebrahim. Kontrasepsi dan Mengatasi Kemandulan (Mizan: Bandung. Sebagaimana hadits Nabi : ‫ فلم ينهههها )رواه‬.6 Dan cara ini dapat dikategorikan kepada azl yang tidak dipermasalahkan hukumnya.‫كنا نعزل على عهد وسول الله ص‬ ( ‫مسلم‬ Kami dahulu dizaman Nabi SAW melakukan azl. vasektomi. aborsi. tetapi beliau tidak melarangnya. Politik. Ham dan Isu-isu Fiqih Kontemporer (Pustaka Hidayah: Bandung. Penutup Dari pembahasan diatas dapat kemudian kita tarik kesimpulan 1. Kesimpulan Dalam hukum islam sebenarnya Program Keluarga Berencana (KB) tidaklah dilarang asalakn dengan tujuan dan cara-cara yang baik salah satunya dalam islam kita dilarang menggunakan cara-cara KB permanen. 157 .‫ م‬. tubektomi. Cara-cara yang termasuk kategori ini antara lain. Hal ini tidak diperbolehkan karena hal ini menentang keturunan. E. B. 1998). yaitu dengan cara merubah atau merusak organ tubuh yang bersangkutan. Cara yang dilarang Ada juga cara pencegahan kehamilan yang dilarang oleh syara’. h. h.

Abdurrahman Umran. Islam dan KB (PT Lentera Basritama: jakarta. Luthfi As-syaukani. Politik. Kontrasepsi dan Mengatasi Kemandulan (Mizan: Bandung. Yangro dkk. 1997) Ali Hasan. Masail Fiqhiyah (PT Toko Gunung Agung : Jakarta. Ham dan Isu-isu Fiqih Kontemporer (Pustaka Hidayah: Bandung. Aborsi. Masail Fiqhiyah (PT Raja Grafindo Persada: Jakarta. Problematika Hukum Islam Kontemporer (Pustaka Firdaus: Jakarta. (ed). 1997) Abul Fadl Mohsin Ebrahim. 1998) Masjfuk Zuhdi. 2002) . 1997. Fiqih Islam (Citra Karsa Mandiri: Yogyakarta. Musthafa Kamal. 1997) Chuzamah. 2002). T.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->