P. 1
Kristalisasi Gula Tebu

Kristalisasi Gula Tebu

|Views: 597|Likes:
Published by Widya Astari
tugas satuan operasional II THP UNILA
tugas satuan operasional II THP UNILA

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Widya Astari on Jun 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2014

pdf

text

original

KRISTALISASI GULA TEBU (Laporan Praktikum Satuan Operasi II

)

Oleh

Devi Hanafiarti Elfrida Enzelina Ferdiansyah Herliawan Dimas A. Isnaini Rahmadi Miswanto Novena Caesilia Nur Anisa H. T. F. Putri Eka Wijaya Ria Amurwani Rosi Mauliana Sari Ryan Ajie Nugroho Widya Astari Yoan Martian Sari

1114051014 1114051016 0814051054 0914051058 1114051028 0854051009 0914051062 1114051036 1114051042 1114051046 1114051050 1014051074 1114051064 1114051066

LABORATORIUM BIOKIMIA/KIMIA HASIL PERTANIAN JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2013

Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan). bit gula. Latar Belakang Tebu (Saccharum officinarum) merupakan tanaman penghasil gula yang telah lama dibudidayakan di Indonesia. anggur. seperti kelapa. Penggabungan dari dobel unit karbon monosakarida menjadi C12H22O11 yang selanjutnya dinamakan sukrosa atau saccharose. Nira tebu adalah cairan yang . gula tersebut tersusun atas gabungan dua gula yang sederhana. Gula tebu adalah disakarida. Gula kristal yang dikonsumsi diproses dari sukrosa yang terbentuk di batang tebu. terdapat sumber-sumber gula minor lainnya. yaitu glukosa dan fruktosa (monosakarida). atau aren. Nira tebuselain mengandung gula. juga mengandungzat-zat lainnya (zat non gula). Nira tebu merupakan cairan hasil perasan yang diperoleh dari penggilingan tebu yangmemiliki warna coklat kehijauan. Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu. Dalam proses produksi gula. Pada proses tersebut terjadi interaksi antara karbondioksida dengan air didalam sel yang mengandung klorofil. 2007). Sukrosa adalah senyawa disakarida dengan rumus molekul C12H22O11.I. Kadar sukrosa yang ada dalam batang tebu bervariasi antara 8 – 13 % pada tebu segar yang mencapai kemasakan optimal. zat – zat ini harus dihilangkan sehingga dihasilkan gula yang berkualitas (Jacobs. atau jagung juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa. PENDAHULUAN A. seperti umbi dahlia. Sumbersumber pemanis lain. Sukrosa terbentuk melalui proses fotosintesis yang ada pada tumbuh-tumbuhan. Selain sukrosa didalam batang tebu terdapat zat-zat lain. Meskipun demikian.

1. Dalam perdagangan internasional. Mengetahui dan memahami bagaimanaproses kristalisasipada gula tebu. sirup tebu. gula kristal putih dan gula kristal rafinasi. oleh karenanya dilakukan praktikum ini agar mahasiswa dapat memahami prinsip dan teknik dasar pembuatan gula. sedangkan gula kristal rafinasi adalah white sugar. terutama pada proses kristalisasi. gula tebu (saka) dan nata de saccha. Mempelajari hubungan antara suhu larutan gula tebu yang dipanaskan dan kekerasan kristal yang dihasilkan 3. gula kristal putih dikenal sebagai plantation white. Gula putih yang dikenal sebagai gula meja adalah white sugar atau gula rafinasi (Kaseno. Pembuatan gula putih dari tebu dilakukan dengan beberapa tahapan. Mendeskripsikan pengaruh faktor-faktor kristalisasi larutan gula tebu. gula kristal mentah dinamakan raw sugar. Di seluruh dunia tidak banyak negara yang mengkonsumsi langsungplantation white. B. .diekstraksi dari batang tamanan tebu. Tujuan Tujuan praktikum mengenai kristalisasi ini adalah sebagai berikut. 2000). 2. Gula yang paling umum diproduksi di dunia adalah gula kristal mentah.Nira tebu dapat diolah menjadi minuman ringan. Cairan inimengandung gula antara 10~20 % (b/v). minuman beralkohol.

Fakultas Pertanian. . METODE DAN BAHAN A. gula halus dan air.II. neraca digital. dan sendok.00 WIB di Laboratorium Biokimia/Kimia Hasil Pertanian. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian. Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah kompor. B. Sedangkan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah gula tebu (nira tebu). pengaduk. beaker glass. Tanggal 31 Mei 2013 pukul 13. Waktu dan Tempat Praktikum kali ini dilaksanakan pada Hari Jumat. termometer. wajan. hand refractometer. Universitas Lampung.00-15. sutil.

C. Diagram alir Disiapkan alat dan bahan Ditimbanggula tebusebanyak20 g Dilarutkan dalam air 100 ml Diukur jumlah padatan terlarut dengan hand refractometer Dipanaskan larutan gula menggunakan api kecil hingga mengental Diukur kembali jumlah padatan terlarut dengan hand refractometer Ditaburkan gula halus di atas caairan gula yang mengental Didiamkan hingga suhu konstan dan terbentuk kristal Dihaluskan menggunakan saringan .

Gula Tebu 39 B. Langkah kristalisasi adalah dengan cara memisahkan komponen kemudian mentransfer molekul cair kefasa padat terhadap kristal yang mengendap.Contoh skala waktu proses yang biasa mencakup salju serpih formasi. Hasil Pengamatan Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Terdapat banyak contoh dari proses alami yang melibatkan kristalisasi. dimana terjadi perpindahan massa (mass transfer) dari suat zat terlarut (solute) dari cairan larutan kefase kristal padat.kristalisasi madu. .stalaktit/stalakmit. Kristalisasi juga merupakan teknik pemisahan kimia antara bahan padat-cair. diperoleh hasil pengamatan sebagai berikut : No. cincin formasi.Kristalisasi juga dapat didefinisikan sebagai proses yang membentuk kristal padat. atau pengendapan langsung dari gas. Seperti proses geologi meliputi:alam (mineral) pembentukan kristal. baik dari gas.III. melt (campuran leleh). Bahan Derajat Brix (sebelum dipanaskan) Derajat Brix (Setelah dipanaskan) 88 1. cairan atau molekul. Pembahasan Kristalisasi adalah proses pembentukan bahan padat dari pengendapanlarutan.

titik leleh. Oleh karena itu. Nukleasi dan pertumbuhan terus terjadi secara bersamaan saat jenuh ada. jenuh. yang menjadi stabil dibawah kondisi operasi saat ini. polimorfisme adalah utama pentingnya dalam pembuatan industri produk kristal. bukan sifat makroskopik dari kristal (ukuran dan bentuk). Tergantung pada kondisi. kristal dengan berbagai ukuran dan bentuk yang diperoleh (kontrol ukuran dan bentuk kristal merupakan salah satu tantangan utama dalam industri manufaktur. baik nukleasi atau pertumbuhan mungkin dominan atas yang lain. dan sebagai hasilnya. sistem padat-cair mencapai keseimbangan dan kristalisasi selesai.Proses kristalisasi terdiri dari dua nukleasi utama. seperti untuk obat-obatan ). bentuk (sudut antara aspek dan tingkat segi pertumbuhan). seperti laju disolusi. . maka laju nukleasi dan pertumbuhan didorong oleh jenuh yang ada dalam larutan. pada skala nanometer (meninggikan konsentrasi zat terlarut dalam suatu daerah kecil). Kelompok ini stabil merupakan inti atom. Jenuh adalah kekuatan pendorong kristalisasi tersebut. kelompok harus mencapai ukuran kritis agar menjadi inti stabil. Pertumbuhan kristal adalah pertumbuhan berikutnya dari inti yang berhasil mencapai ukuran kluster kritis. ketika kelompok tidak stabil maka akan larut kembali. Hal ini pada tahap nukleasi bahwa atom mengatur secara jelas dan periodik yang mendefinisikan struktur kristal . meskipun atom-atom tersebut adalah akibat dari struktur kristal internal.dicatat bahwa struktur kristal adalah istilah khusus yang mengacu pada pengaturan relatif dari atom. Namun. Nukleasi adalah langkah dimana molekul-molekul zat terlarut terdispersi dalam pelarut awal untuk mengumpulkan ke dalam kelompok. Setelah jenuh sudah habis. dan lain-lain). Ukuran kritis tersebut ditentukan oleh kondisi operasi (suhu. fenomena yang disebut polimorfisme. peristiwa dan pertumbuhan kristal. Setiap polimorf sebenarnya adalah termodinamika berbeda solid state dan kristal polimorf dari pameran sifat senyawa yang sama fisik yang berbeda. dll Untuk alasan ini. kecuali kondisi operasi yang dimodifikasi dari kesetimbangan sehingga supersaturate solusi lagi. Banyak senyawa memiliki kemampuan untuk mengkristal dengan struktur kristal yang berbeda.

Pada praktikum kali ini. selain itu agar panas merata. Dengan demikian koefisien kejenuhannya berangsurangsur meningkat. vakum. Ada beberapa tahapan yang salah selama praktikum ini seperti tidak diaturnya suhu pemanasan. selanjutnya pemekatan atau pengentalan dimulai. Dalam praktikum ini terdapat beberapa kesalahan. Selain itu kristalisasi juga dipengaruhi oleh suhu. jenis dan banyaknya pengotor dan pergerakan antara larutan dan kristal. Pemekatan tidak boleh melewati daerah metastabil. Proses kristalisasi dijaga pada suhu rendah karena molekul sukrosa akan mudah rusak pada suhu tinggi. dapat ditambahkan bibit seperti pada praktikum ini dengan menembahkan tepung gula. Kristal yang telah terbentuk kemudian disaring hingga diperoleh kristal dengan ukuran yang kecil. dilarutkan kedalam air 100 ml sebelum dipanaskan. Pada keadaan lewat jenuh akan terbentuk suatu pola kristal sukrosa. viskositas larutan. proses penguapan sebelumya dan kerataan kristal. jumlah inti yang ada atau luas permukaan total dari kristal yang ada. gula tebu (sukrosa) sebanyak 20 gram. Sukrosa yang akan dikristalkan dipanaskan sampai mendekati suhu masak. Untuk mempercepat proses pembentukkan kristal. Kesalahan yang terjadi yaitu proses pemanasan bahan(gula) . terlalu lamanya pemanasan.Kristalisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain derajat lewat jenuh. Selama proses pemanasan dilakukan pengadukan secara intensif agar tidak gosong dan timbul kerak pada dasar wajan. dan pemberian tepung gula yang seharusnya sewaktu pemanasan akan tetapi kami tambahkan setelah pemanasan. Kesalahan yang terjadi pada praktikum ini disebabkan praktikan kurang memahami prosedur yang digunakan dalam praktikum. Setelah mengental proses pemanasan dihentikan. karena akan terjadi inti baru berupa kristal-kristal halus. Larutan gula tebu ini kemudian dipanaskan selama beberapa menit sampai mengental. kemudian dituang kedalam loyang dan tetap terus diaduk hingga dingin sampai terbentuk kristal.

Seharusnya penambahan gula halus dilakukan pada saat proses pemanasan. (Irma. artinya kedua langkah tersebut tidak dapat terjadi pada larutan jenuh atau undersaturated. sementara intiinti yang sudah ada tumbuh menjadi kristal. . Oleh karena itu. Karena larutan/sampel tidak berisi padatan. Hal tersebut menyebabkan tidak tebentuknya kristal-kristal gula yang diinginkan. Sehingga kita dapat memaksa agar kristal dapat terbentuk dengan cara mengurangi jumlah pelarutnya. sehingga kondisi lewat jenuh dapat dicapai. atau jumlah zat terlarut sudah melebihi kapasitas pelarut. kesalahan juga disebabkan karena penambahan gula halus dilakukan setelah larutan gula dikeluarkan dari pemanasan. 2012). diperlukan pengaturan suhu dan waktu pemanasan agar dapat diketahui waktu terbentuknya kristal . penguapan.terlalu lama yang menyebabkan terbentuknya kristal-kristal gula lebih cepat. pendinginan. penambahan senyawa lain dan reaksi kimia. Selain itu. Karena itu dilakukan proses kristalisasi dari bahan gula tebu dengan proses pemanasan dan penambahan bibit Kristal (gula halus) dengan cara kejutan (shock seeding). Inti-inti baru secara kontinyu terbentuk. Pemisahan dengan pembentukan kristal melalui proses penguapan merupakan cara yang sederhana. Driving force kedua langkah tersebut adalah supersaturasi. Proses pengurangan pelarut dapat dilakukan dengan empat cara yaitu. maka pembentukan inti terjadi sebelum kristal tumbuh. Kondisi tersebut terjadinya karena pelarut sudah tidak mampu melarutkan zat terlarutnya. Yang dimaksud dengan kondisi lewat jenuh adalah kondisi dimana pelarut (solven) mengandung zat terlarut (solute) melebihi kemampuan pelarut tersebut untuk melarutkan solute pada suhu tetap (Farida. Jadi Kristal dapat terbentuk karena suatu larutan dalam keadaan atau kondisi lewat jenuh (supersaturated). Untuk melanjutkan proses kristal berikutnya maka sampel tersebut harus memenuhi Syarat utama terbentuknya kristal dari suatu larutan adalah larutan induk harus dibuat dalam kondisi lewat jenuh (supersaturated). 2013).

2. untuk menginisiasi pembentukan inti kristal primer. 2012). yang akan merangsang pembentukan kristal. Dan ini membutuhkan energi yang sangat besar. Pada fase ini. Untuk membentuk inti kristal primer. proses pembentukan Kristal primer yaitu inti kristal secara murni tanpa ada kontak dengan senyawa lain. jika dibuat dari larutan induk. Proses kristalisasi dijaga pada suhu rendah karena molekul glukosa dan fruktosa akan mudah rusak pada suhu tinggi. membentuk inti kristal primer. Sehingga untuk skala industri. 2013).Untuk terbentuknya Kristal harus melalui dua mekanisme pembentukan Kristal dalam industri yaitu : 1. hanya saja bahannya dari gula tebu. 2012) Dalam praktikum ini hampir sama proses kristalisasi yang terjadi di industri yaitu dengan penambahan bibit kristal. Ketiga teknik yang lain pendinginan. karena akan terjadi inti baru berupa kristal-kristal halus. larutan diuapkan hingga kental agar pelarutnya habis dan membantu proses pembentukan kristal. kristal tumbuh dikarenakan kontak antara kristal dan larutan. penambahan senyawa lain dan reaksi kimia pada prinsipnya adalah sama yaitu mengurangi kadar pelarut didalam campuran homogeny dan membantu proses pembentukan kristal. Setelah Larutan gula dikentalkan sampai daerah intermediate (daerah Larutan yang terletak pada daerah konsentrasi . Terjadi pada kondisi supersaturasi yang lebih rendah yang memungkinkan kristal tumbuh dengan optimal. (farida. Pada keadaan lewat jenuh akan terbentuk suatu pola kristal . Setelah itu. (Irma. Pemekatan tidak boleh melewati daerah metastabil. tidak efisien. Dimulai dari setelah sampel (larutan sukrosa) jenuh atau undersaturated. Lebih disukai cara penambahan kristal yang sudah jadi. Nukleasi sekunder membutuhkan bibit atau kristal yang sudah jadi untuk merangsang pertumbuhan kristal yang baru. maka beda konsentrasi larutan lewat jenuh dengan konsentrasi jenuh (C-C*) sebagai driving force proses kristalisasi harus dibuat besar. Mekanisme nukleasi sekunder. Selama proses pemanasan sampai kondisi lewat jenuh. (farida.

00 (KK > 1.dimana molekul glukosa dan fruktosa dalam larutan telah mampu membentuk inti kristal apabila terdapat atau hadir kristal glukosa dan fruktosa dalam larutan) (Learn. Bila kristal telah terbentuk dan terlihat besar kristal merata maka dikembalikan lagi ke daerah metastabil. dengan dilakukan penurunan suhu pemanasan dan nilai kejenuhan naik sehingga dapat mendorong menempelnya glukosan dan fruktosa pada kristal .00) dimana molekul glukosa dan fruktosa dalam larutan hanya dapat menempelkan diri pada kristal yang telah ada. Kondisi terus dipertahankan dengan cara mengatur pemanasan dan pengadukan secara seimbang. Fungsi penambahan gula halus untuk memberi gesekan dan membentuk kaki-kaki kristal pada inti kristal sehingga terbentuk kristal. 2009). Setelah itu suhu diturunkan dan didinginkan sambil diaduk. Mekanisme yg terjadi melalui kontak antara satu kristal dengan kristal lainnya dibantu dengan pengadukan. maka selanjutnya adalah merapatkan inti kristal. Pada langkah pembesaran kristal diusahakan untuk menempelkan sebanyak mungkin molekul glukosa dan fruktosa pada kristal yang telah jadi dalam waktu yang singkat. 2009). Maka gula halus berperan untuk mempercepat proses pembentukan kristal. 2009) kemudian ditambahkan secukupnya atau ditaburkan gula halus sedikit demi sedikit pada saat kondisi larutan dipanaskan sehingga akan mendorong proses pembesaran kristal. penguapan diteruskan hingga mencapai brix tertentu. Tujuannya adalah supaya jarak antara kristal yang satu dengan yang lain berdekatan sehingga kecepatan kristalisasi tidak berkurang (Learn. Daerah ini juga disebut daerah pembesaran kristal. Campuran kristal dan larutan gula (mother liquor) dinamai masakan (Learn. Apabila pembesaran dirasa telah cukup dengan kristal yang kuat. Pembentukan inti kristal heterogen berlangsung sebelum pembentukan inti kristal homogen. Setelah kristal mencapai ukuran tertentu. proses kristalisasi tetap berlanjut. Daerah metasatbil adalah daerah dimana Larutan yang terletak pada daerah konsentrasi diatas kosien kejenuhan 1.

Tetapi dalam praktikum ini terlambat pemberian bibit halusnya dan larutan belum jenuh.kristal mudah bersatu sehingga terbentuk kristal . Untuk lebih menyempurnakan dalam proses kristalisasi maka proses pendinginan dilengkapi pengaduk agar dapat sirkulasi (Learn. Pada saat proses pendinginan ini ruang gerak kristal mejadi sempit dan Kristal .yang telah terbentuk. Ketika viskositas meningkat akibat menurunnya suhu dan meningkatnya konsentrasi larutan. Jumlah kristal yg terdapat dalam satu unit volume yg terdapat dalam larutan akan berpengaruh pada tingkat pertumbuhan setiap kristal. Semakin dingin larutan waktu induksi (waktu yg diperlukan sampai inti kristal terbentuk) akan semakin pendek. Penurunan suhu akan menginduksi pembentukan kristal secara cepat. . Pengadukan menyebabkan pindah massa dan pindah panas berjalan lebih efisien. proses pembentukan inti kristal akan terbatasi. Proses pengadukan mampu meningkatkan laju pembentukan inti kristal. Hal ini disebabkan berkurangnya pergerakan molekul pembentuk inti kristal dan terhambatnya pindah panas sebagai energi pembetukkan inti kristal. Pendingingan yg cepat akan menghasilkan inti kristal yg lebih banyak dibandingkan pendinginan lambat. sehingga tidak terbentuk kristal secara sempurna. 2009).

8. 7. kadungan kotoran dalam larutan. KESIMPULAN Dari hasil praktikum yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. 2. proses penguapan sebelumya. gula tebu yang direkristalisasi menghasilkan kristal yang berwarna putih bersih. Proses pengukuran menggunakan refraktometer bertujuan untuk mengetahui jumlah padatan terlarut atau derajat brix yang ada pada larutan gula sebelum dan sesudah pemanasan. 6. Gula tebu yang dikristalisasi pada percobaan ini mengalami pengkristalan jika diberikan perlakuan panas. yang dilakukan dengan memekatkan larutan atau menguapkan air. viskositas larutan dan pencampuran atau sirkulasi larutan. kerataan kristal. 4. . Ketika suhu dinaikkan atau ditambahkan kalor/panas.antara lain yaitu suhu.IV. 5. Penambahan bubuk gula tebu pada saat pemanasan yang seharusnya dilakukan bertujuan untuk mempercepat proses kristalisasi pada gula tebu. Waktu pemanasan yang terlalu lama akan menyebabkan larutan gula menjadi mudah mengkristal. vakum. Praktikum ini menggunakan proses kristalisasi yaitu proses pemurnian dari larutan. Berbagai faktor yang dipandang dapat mempengaruhi proses pemasakan atau proses kristalisasi. Sebalikny jika waktu pemanasan terlalu singkat akan menyebabkan larutan gula sulit untuk mengkristal kembali. 3.

ITB.net/ diakses pada Tanggal 13 Juni 2013. Tanggerang. 2007.DAFTAR PUSTAKA Farida. PenerapanTeknologi Ultrafiltrasi Membran PadaPemurnian Nira Tebu pada Pabrik Gula. Learn. Purification of Brown Cane Sugar Solutions byUltrafiltration with Ceramic Membranes:Investigation of Membrane Fouling. 2013.Y. Balai PengkajianBioteknologi BPPT. Kaseno.net78.M. 2009. http://pradhity.Journal Separation Science andTechnology. Proses Kristalisasi Gula. Irma. . Kristalisasi. Walyoadi. Jacobs. 2000.com/ diakses pada Tanggal 13 Juni 2013. Kristalisasi. http://irma-teknikkimia.blogspot. http://farida.com/ diakses pada Tanggal 13 Juni 2013. Jaffrin.blogspot. 2012.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->