DALIL NAQLI DAN AQLI TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH SWT

1.

Wujud

Wujud berarti ada. Adanya Allah itu bukan karena ada yang mengadakan atau menciptakan, tetapi Allah itu ada dengan zat-Nya sendiri. Adapun sifat mustahil-Nya adalah adam yang berarti tidak ada. Kepercayaan ada dan tidak adanya Allah SWT bergantung pada manusia itu sendiri yang bisa menggunakan akal sehatnya, sebagai bukti dengan adanya alam beserta isinya. Jika kita perhatikan, maka dari mana alam semesta itu berasal? Siapakah Dia Yang Maha Kuasa dan Maha Agung itu? Dialah Allah SWT yang Maha Suci dan Maha Tinggi. Dialah yang mengadakan segala sesuatu di alam ini, termasuk diri kita. Selain melihat alam semesta, kita juga dapat melihat tanda-tanda kekuasaanNya, seperti manusia dengan segala perlengkapan hidupnya di dunia ini. Tentu kita bisa berfikir bahwa semua yang ada pasti ada yang menciptakan, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa ( Allah SWT). Terkait dengan hal ini Allah SWT berfirman : ْ ‫ٔاال‬ ْ َ ‫يب ح‬ ُ َ‫زئ‬ ُ‫ش‬ ُ َ ‫شب َ ن‬ ْ َ ‫رٖ ا‬ َ ٖ‫ر‬ َ َ ْ ‫ٔاال‬ َّ ‫ى ان‬ ‫ض‬ َ ِ‫فئ‬ ْ‫ك‬ َ‫ذ‬ َ ‫ص‬ َ ‫ب‬ َ ً ْ‫س‬ ِ ‫ُٕ ان‬ ُ‫ك‬ ِ ‫ٕ ان‬ َ ْٔ َ ﴾78﴿ ٌَ ُْٔ‫كس‬ َ ‫بز‬ َ ‫ع‬ َ ُْٔ َ َ ‫دةَ قَهِيْال‬ ِ ْ‫ى فِٗ االز‬ َّ ْ َّ َ ُ ُ َ ْ َ‫بز اَفَال ح‬ ْ ْ‫ُح‬ –٨٧»ٌُٕ‫﴾ ﴿انًؤي‬88﴿ ٌَ ُْٕ‫عقِه‬ ٓ ُ ‫ان‬ ٔ ‫م‬ ‫ي‬ ‫ه‬ ‫ان‬ ‫الف‬ ‫خ‬ ‫اخ‬ ُ ّ ‫ن‬ ٔ ‫ْج‬ ‫ي‬ ً ُ ‫ي‬ ٔ ٗ ‫ي‬ ‫ي‬ ٖ ‫ر‬ ‫ان‬ ٕ ْ ٔ ﴾ 79 ﴿ ‫س‬ ‫ش‬ ُْٔ ٌَ ‫ّ حُح‬ ِ ِ ِ َ ِ ِ َ َ ِ ‫ٔاني‬ َ َ ِ َ َ ِ ﴾٧ٓ Artinya : “Dan dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. Da Dialah yang menciptakan serta mengembangbiakkan kamu di bumi ini dan kepadaNyalah kamu akan dihimpun. Dan Dialah yang menghidupkn dan mematikan dan Dialah yang mengatur pertukaran malam da siang. Maka apakah kamu tidak berfikir?” (QS.Al Muminun :78-80) 2. Qidam

Qidam berarti terdahulu. Allah SWT mempunyai sifat terdahulu karena tidak ada yang mendahului. Sifat mustahil-Nya adalah Hudus yang artinya baru. Allah SWT tidak berpermulaan sebab sesuatu yang berpermulaan itu adalah baru dan sesuatu yang baru itu namanya mahluk (yang diciptakan). Allah SWT

3. Mukhalafatu lil Hawadisi Mukhalafatu lil Hawadisi berarti berbeda dengan semua yang baru (mahluk). Firman Allah SWT : ُ ‫زبّك‬ ْ ‫ٔاال‬ ُ ْ‫ي‬ ْ َ ‫عه‬ ﴾ٕ٢–ٕ٨»ًٍ‫﴾ ﴿انسح‬67﴿ ‫او‬ َ ٍ َ‫ك‬ َ ‫ذٔا‬ َ ُّ ْ‫ٔج‬ َ ﴾66﴿ ٌ‫ب‬ ِ ‫س‬ ِ ‫انجال‬ ٍ َ‫يَٓب ف‬ َ ُّ‫كم‬ ِ ‫ل‬ ِ ٗ‫ٔيِبْق‬ Artinya : Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Seandainya keberadaan Allah didahului oleh mahluk-Nya. (QS. Baqa’ Baqa‟ berarti kekal. suatu saat akan menjadi tua dan mati. Betapa tidak patutnya kita berbangga diri dengan kehebatan yang kita miliki karena segala kehebatan itu hanyalah bersifat sementara. Sifat mustahilnya adalah mumasalatu lil hawadisi artinya serupa dengan semua yang baru(mahluk). Hal ini tentu mustahil bagi Allah karena Allah Maha pencipta.Ar Rahman :26-27) 4.(QS. Hanya Allah SWT Sang Pencipta yang bersifat kekal. Sungguh betapa hina dan lemahnya kita berbangga diri di hadapan Allah SWT. Kekalnya Allah SWT tidak berkesudahan atau penghabisan. Demikian halnya dengan tumbuhan yang semula tumbuh subur maka lama kelamaan akan layu dan mati. Sifat mustahilnya adalah fana‟ artinya rusak atau binasa. tumbuhan.Al-Hadiid:3) Adanya Allah itu pasti lebih awal daripada mahluk ciptaan-Nya. Oleh karena itu Allah SWT wajib bersifat qidam.bukan mahluk melainkan Khalik (Maha Pencipta). wajah elok nan rupawan. planet dan bintang akan rusak atau binasa sehingga disebut baru sebab ada awal dan ada akhirnya. Firman Allah SWT : ُ ِ‫ٕ ب‬ ﴾3»‫ْى ﴿انحديد‬ ُ ْ ُ ‫خ‬ ُ ٔ ِّ ‫ك‬ َ ‫َئ‬ َّ ‫ٕ اال‬ ِ ‫ٔانبَب‬ ِ ‫ٔانظَّب‬ ِ ‫ٔاال‬ ٍ ‫عهِي‬ َ ُ ْٔ َ ٍُ‫ط‬ َ ‫س‬ َ ‫س‬ َ ‫ل‬ َ ُْ ٍ ‫مش‬ Artinya: “Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin[1452]. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu”. binatang. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Semua mahluk yang ada di alam semesta seperti manusia. maka semua ciptaan Allah ini akan hancur berantakan. . Manusia betapapun gagah perkasa dirinya. tidak mungkin ciptaannya lebih dahulu daripada yang menciptakan.

kebesaran. Contohnya. Berbeda sekali dengan manusia. kekuasaan dan ketinggian sifat-Nya. Coba kita perhatikan tukang jahit hasil baju yang dijahit sendiri tidak mungkin sama dengan baju yang dibuat orang lain. Sifat mustahilnya adalah ihtiyaju lighairihi.”(QS Asyura‟: 11) Senada dengan ayat tersebut Allah SWT juga berfirman dalam ayat yang lain yang berbunyi : ُ َُّ‫ٍ ن‬ ُ َ‫ى ي‬ ْ‫ك‬ ٌ‫ح‬ ﴾٤»‫د ﴿األخالص‬ ً ُ‫كف‬ َ َ ‫ٕا ا‬ ْ َ ‫ٔن‬ َ Artinya : “………. Dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. sedangkan Allah SWT adalah Maha Pencipta. Mereka pasti saling membutuhkan antara satu dan yang lainnya karena mereka mahluk (yang diciptakan). Qiyamuhu Binafsihi Qiyamuhu Binafsihi berarti Allah SWT itu berdiri dengan zat sendiri tanpa membutuhkan bantuan yang lain. keberadaan Allah SWT itu ada dengan sendirinya tidak ada yang mengadakan atau menciptakan. Firman Allah SWT : َ ‫ْس‬ ْ‫ص‬ ًْ َّ ‫ٕ ان‬ ٌ ‫ش‬ ﴾ٔٔ»ٖ‫س ﴿انشٕز‬ ُ‫ي‬ ُ ‫ي‬ َ ‫ نَي‬.… ِ َ‫ع انب‬ ِ‫س‬ ِ ّ ِ ِ‫ًثه‬ ِ‫ك‬ َ ُْٔ َ ‫ئ‬ Artinya :”……… Tidak sesuatu pun yang serupa dengan Dia.Sifat ini menunjukkan bahwa Allah SWT berbeda dengan hasil ciptaan-Nya. Tidak satupun dari mahluk-Nya yang menyerupai-Nya.”(QS Al Ikhlas :4) Dari dua ayat di atas dapat diambil pelajaran bahwa yang dimaksud dengan tidak setara itu adalah tentang keagungan. Maksudnya. Allah SWT menciptakan alam semesta ini karena kehendak sendiri tanpa minta pertolongan siapapun. Firman Allah SWT : ﴾ٕ»ٌ‫و ﴿عهٗ عًسا‬ َ ‫ٕ ان‬ ُّ ‫ح‬ ُ ُّْٕ‫ي انقَي‬ َ ُْ ‫َللَاُ ال اِنَّ اِال‬ . Begitu juga dengan tukang pembuat sepatu tidak mungkin sama dengan sepatu yang dibuatnya. artinya membutuhkan bantuan yang lain. 5.Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia(Allah). bahkan robot yang paling canggih dan mirip manusia sekalipun tidak akan sama dengan manusia yang membuatnya. manusia hidup di dunia ini tidak bisa hidup sendiri-sendiri.

seperti wujudnya manusia. Sifat mustahil-Nya adalah ta‟adud artinya berbilang atau lebih dari satu. Akan tetapi.” (QS Ali Imran:2) Sadarlah ternyata kita ini mahluk yang sangat lemah karena tidak mampu hidup tanpa bantuan orang lain. kulit dan seterusnya. Allah SWT mustahil (tidak mungkin) lebih dari satu. sebagai manusia kita juga harus memiliki sifat mandiri supaa tidak bergantung pada orang lain. Dialah Tuhan Yang Maha Esa . mahluk diciptakan dari berbagai unsur. 6. Esa sifat-Nya artinya semua sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah SWT tidak sama dengan sifat-sifat pada mahluk-Nya.. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada_Nya segala sesuatu . bergantung pada pengakuan tentang keEsa-an Allah SWT. sifat-Nya. seperti marah. maupun perbuata-Nya. Esa perbuatan-Nya berarti Allah SWT berbuat sesuatu tidak dicampuri oleh perbuatan mahluk apapun dan tanpa membutuhkan proses atau tenggang waktu. daging. Hal ini dapat dibuktikan dengan cara bersaksi terhadap Allah . malas dan sombong. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini : ُ َُّ‫ٍ ن‬ ُ َ‫ى ي‬ ْ‫ك‬ ْ َ‫ى يُْٕ ن‬ ْ ِ‫ى يَه‬ ٌ‫ح‬ ٌ‫ح‬ ًُ َّ ‫﴾ َللَاُ ان‬1﴿ ‫د‬ ﴾4 ﴿ ‫د‬ ً ُ‫كف‬ َ َ ‫ٕا ا‬ ْ َ ‫ٔن‬ ْ َ ‫ٔن‬ ْ َ‫﴾ ن‬6﴿ ‫د‬ َ َ‫ٕ للَاُ ا‬ َ ﴾3﴿ ‫د‬ َ ‫د‬ َ ُْ ْ‫قُم‬ َ‫ص‬ Artinya :”Katakanlah (Muhammad ). Seandainya lebih dari satu pasti terjadi saling bersaing dalam menentukan segala sesuatunya. Esa zat-Nya maksudnya zat Allah SWT itu bukanlah hasil dari penjumlahan dan perkiraan atau penyatuan satu unsur dengan unsur yang lain mkenjadi satu. Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa. Seseorang dianggap muslim atau tidak .Artinya : “Allah tidak ada Tuhan selain Dia. Yang hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri. Wahdaniyah Wahdaniyah berarti esa atau tunggal. Berbeda dengan mahluk. kalau terjadi demikian pasti alam semesta tidak akan terwujud. ada tulang. dia tidak beranak dan tidak diperanakkan.” (QS Al Ikhlas :1-4) Meyakini ke-Esa-an Allah SWT merupakan hal yang paling prinsip. baik esa zat-Nya. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. Allah SWT berbuat karena kehendak-Nya sendiri tanpa ada yang menyuruh dan melarang.

” 7. Bagi Allah SWT. tanpa ada paksaan dari pihak lain atau campur tangan dari siapa pun Apapun yang Allah SWT kehendakin pasti terjadi. Berbeda dengan kehendak atau kemauan manusia.Al Baqarah:20) Sungguh idak patut manusia bersifat sombong dengan kekuasaan yang kita miliki karena sebesar apapun Allah SWT. Allah SWT tetap bersifat kudrat (kuasa) dan mustahil bersifat „ajzu (lemah). kekuasaan Presiden RI. artinya lemah. dan berinovasi. Berbeda dengan kekuasaan manusia ada batasnya dan ada yang membatasi. jika sudah berkehendak melakukan atau melakukan sesuatu. kita sebagai hamba Allah yang hidup di muka bumi harus berkarya. Hal ini menunjukan bahwa manusia memiliki keterbatasan. atas segala sesuatu itu mutlak.SWT. . baik terhadap zat-Nya sendiri maupun terhadap makhluk-Nya. dibatasi oleh undang-undang dan batas kekuasaannya hanya untuk negara Indonesia. Sifat mustahilnya adalah „ajzu. tetapi keinginan itu kandas di tengah jalan. begitu juga setiap setiap Allah SWT tidak kehendaki pasti tidak terjadi. tidak sedikit manusia mempunyai keinginan. Contohnya.… ﴾ٕٓ»‫ديْس ٍ﴿انبقسة‬ ِّ ‫ك‬ ِ َ‫م شَئْ ٍٍ ق‬ Artinya : “Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu”. Kekuasaan Allah SWT. Dengan demikian. Iradat Iradat berarti berkehendak. Qudrat Qudrat berarti kuasa. Allah SWT tidak mungkin bersifat lemah. Allah SWT menciptakan alam beserta isinya atas kehendak-Nya sendiri. tidak ada batasnya dan tidak ada yang membatasi. Pasti keinginan itu tidak terwujud. Apabila manusia berkeinginan tanpa disertai dengan kehendak Allah SWT. sedangkan Allah SWT memiliki kehendak yang tidak terbatas. Pasti lebih kuasa. maka tidak ada satu pun yang dapat menghalangin-Nya. Oleh karena itu. yaiut dengan membaca syahadat tauhid yang berbunyi : “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah. berkreasi. (QS. Firman Allah SWT : ُ ٗ‫ٌ للَاَ عَه‬ َّ ِ‫ ا‬. 8.

keinginan. Jika Allah SWT bersifat karahah (terpaksa) pasti alam jagat raya yang kita tempai ini tidak terwujud sebab karahah itu adalah sifat kekurangan. masih lebih banyak lagi ilmu yang belum kita ketahui.” (QS Al Hujurat:16). Kita juga takjub akan indahnya karya dan canggihnya tekhnologi yang diciptakan manusia. . Sifat mustahilnya adalah Jahlun yang artinya bodoh. Allah SWT memiliki pengetahuan atau kepandaian yang sangat sempurna.… َٔ َ ‫ى‬ ِ ْ‫يب فِٗ االز‬ Artinya :”…. Ilmu Ilmu berarti mengetahui. dan cita-cita yang bertujuan membangun hari esok yang lebih baik karena kita hidup di muka bumi ini hanya bersifat sementara. sedangkan Allah SWT. Bukti kesempurnaan ilmu Allah SWT. (QS. Oleh karena itu. Kita sadar bahwa sebanyak apapun ilmu yang telah kita ketahui. Dengan demikian. Kita sering kagum atas kecerdasan dan ilmu yang dimiliki orang-orang pintar di dunia ini.Adapun sifat mustahilnya adalah karahah. wajib bersifat kesempurnaan. sebagai hamba Allah SWT. Bahkan. Wajib bersifat iradah (berkehendak) mustahil bersifat karahah (terpaksa). Oleh karena itu.Allah SWT mengetahui apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. artinya ilmu Allah SWT itu tidak terbatas dan tidak pula dibatasi. seharusnya terdorong untuk terus menimba ilmu. tidak akan habis kalimat-kalimat tersebut meskipun mendatangkan tambahan air yang banyak seperti semula. Allah SWT mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta. Firman Allah SWT : ُ ِ‫ٔللَاُ ب‬ ْ ِ ‫عه‬ ﴾ٔ٢»‫ى ﴿انحجساث‬ َ ٍٍ ْ‫كم شَئ‬ ٌ‫ي‬ ِ ‫ٕا‬ ُ ‫ٔللَاُ يَعْه‬ َ ‫ض‬ َ ‫ث‬ َ ًَّ‫يب فِٗ انس‬ َ . 9. artinya terpaksa. Allah SWT berfirman : ُ َ‫ٍ فَي‬ ُ َُّ‫ل ن‬ َ ِ‫سُِ ا‬ ْ‫ك‬ ْ َ‫يئًب ا‬ َّ ِ‫ا‬ َ ‫د‬ ْ‫ش‬ ﴾٨ٕ»‫كْٕ ٌُ ﴿يس‬ ُ‫ي‬ َ ‫زا‬ َ ُٕ‫ٌ َيق‬ َ َ ‫ذا ا‬ ْ َ ‫يب ا‬ َ ٌٍَ Artinya : “Sesungguhnya perintah-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya:”Jadilah”maka terjadilah”. Yasin : 82) Sebagai manusia kita harus mempunyai kemauan. ibarat air laut menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Allah SWT. apa yang dirahasiakan didalam hati manusia sekali pun. baik yang tampak maupun yang gaib. apapun yang kita cita-citakan dengan tujuan mengharap rida Allah SWT. Allah SWT.. Sadarkah kita bahwa ilmu tersebut hanyalah sebagian kecil saja yang diberikan Allah SWT kepada kita ?. Untuk menguatkan keyakinan kita.

. Contohnya. dan sebagainya.… . seperti suara bisikan hati dan jiwa manusia. orang musrik. Hayat Hayat berarti hidup.10. orang munafiq. Selain itu penghiaan orang kafir.… ‫و‬ َ ‫ٕ ان‬ ٌ ََْٕ ‫ٔال‬ ُّ ‫ح‬ ِ ُِ‫خر‬ ُ ُّٕ‫ي انقي‬ َ ‫سَُت‬ َ ُْ ‫للَاُ ال انَّ اال‬ Artinya:”Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. tidak mengalami kematian bahkan mengantuk pun tidak. manusia ada yang menghidupkan. Kelak di akhirat seluruh amalan tersebut akan kita pertanggungjawabkan. Oleh karena itu Allah SWT tetap bersifat sama‟ mustahil bersifat summun . minuman. 11. Selain itu. tidak mengantuk dan tidak tidur”. Yidak ada suara yang terlepas dari pendengaran Allah SWT walaupun suara itu lemah dan pelan. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surah Al Maidah berikut. tidur. dan lain sebagainya tidak dihiraukan-Nya. Allah SWT mendengar setiap suara yang ada di alam semesta ini. istirahat. mereka juga mmebutuhkan makanan. Akan tetapi. Oleh karena itu. (QS Al Baqarah: 255) Allah SWT selalu mengurus dan mengawasi seluruh makhluk ciptaan-Nya. ﴾٨٢»ِ‫ى ﴿انًبئد‬ ُ ‫ًي‬ َ ‫ع ان‬ َ ‫ٕ ان‬ ُ ‫عهِي‬ ِ‫س‬ َ ُْ ُ‫ٔللَا‬ َ . sedangkan pendengaran mahluk-Nya dibatasi ruang dan waktu. hidupnya Allah SWT tidak membutuhkan semua itu. berbeda dengan makhluk yang diciptakan-Nya. Firman Allah SWT : ُ ‫و ال حَب‬ ﴾665»‫ ﴿ انبقسة‬. Sifat mustahilnya adalah mautun yang artinya mati. Allah SWT hidup selama-lamanya. Allah SWT mustahil bersifat tuli (tidak mendengar) sebab sekiranya Allah SWT tidak mendengar pasti segala permohonan dan pernyataa syukur hamba-Nya tidak akan diterima-Nya. Hidupnya Allah tidak ada yang menhidupkannya melainkan hidup dengan zat-Nya sendiri karena Allah Maha Sempurna. Pendengaran Allah SWT berbeda dengan pendengaran mahluk –Nya karena tidak terhalang oleh suatu apapun. Sifat mustahilnya adalah summun artinya tuli (tidak mendengar). hendaknya kita selalu berhati-hati dalam segala tindakan karena gerak gerik kita akan di awasi dicatat Allah SWT. Sama’ Sama‟ berarti mendengar .

Pembicaraan Allah SWT tentu tidak sama dengan pembicaraan manusia karena Allah SWT tidak berorgan (panca indra). seperti orang tua. Kalam Kalam berarti berfirman atau berbicara.(QS Al Maidah :76) Yang Maha Mendengar lagi Maha Sebagai seorang muslim seharusnya kita senantiasa bertingkah laku. Oleh karena itu . 12.Artinya :”Dan Allah-lah Mengetahui”. penglihatan Allah bersifat mutlak.”(alBaqarah: 265) Dengan memahami sifat besar Allah SWT hendaknya kita selalu berhatihati dalam berbuat. artinya tidak dibatasi oleh jarak( jauh atau dekat) dan tidak dapat dihalangi oleh dinding (tipis atau tebal). Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. baik terucap maupun di dalam hati. Akan tetapi kita tidak akan bisa berbohong kepada Allah SWT. Allah SWT berbicara tanpa menggunkan alat bantu yang berbentuk apapun sebab sifat kalam Allah SWT sangat sempurna. ْ‫ص‬ ْ َ ‫ًب ح‬ ﴾ٕ٢٢ »‫يسٌ﴿انبقسة‬ ِ َ‫ًهٌَٕ ب‬ َ َ‫ع‬ َ ‫ٔللَاُ ب‬ Artinya :”………Dan Allah maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Sebagai bukti bahwa adanya wahyu Allah SWT berupa al qur‟an yang diturunkan kepada . Basar Basar berarti melihat. atau teman. Firman Allah SWT sebagai berikut. artinya buta. Allah SWT melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta ini . berbuat baiklah supaya kita tidak perlu cemas jika kita harus mempertanggung jawabkannya kelak di akhirat. Sifat mustahil-Nya adalah „umyun. 13. Allah SWT wajib bersifat kesempurnaan. Seandainya Allah SWT itu buta pasti alam semesta ini tidak akan ada karena Allah SWT tidak dapat melihat apa yang diciptakan-Nya. kecil maupun besar. Mungkin kita bisa berbohong kepada manusia. Allah SWT bersifat kalam artinya Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Karena Allah SWT pasti mendengar segala perkataan m. dan berbicara dengan bahasa yang santun dan mengeluarkan ucapanucapan yang baik lagi bermanfaat. bersikap.anusia. pasti semuanya terlihat oleh Allah SWT. guru. seperti lidah dan mulut yang dimiliki oleh manusia. tampak atau tidak tampak.

mustahil jahil (dalam keadaan tidak mengetahui). َ “ 14. “ ‫را‬ ً‫د‬ ِ ‫ـونُـهُ قَـا‬ ْ ‫ك‬ Artinya “Zat Allah Ta‟ala tetap dalam keadaan Maha Kuasa. Kaunuhu ‘Âliman. maka segeralah membaca istighfar. artinya bisu. َ “ 15. Apabila kita menerima nikmat.Nabi Muhammad SAW dan kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul sebelum Nabi Muhammad SAW. “ ‫يََ ـا‬ َ ُ‫ـونُـه‬ ْ ‫ك‬ َّ ‫حـ‬ Artinya “Zat Allah Ta‟ala tetap dalam keadaan Maha Hidup“. Sifat mustahi-Nya adalah bukmun. maka Zat tersebut haiyun. mustahil Allah Ta‟ala dalam keadaan mati. seperti ketika kita berbuat salah.Dan Allah berkata kepada Musa dengan satu perkataan yang jelas. Mustahil tidak tahu. Padahal kenyataannya semua itu tidak mungkin terjadi. Firman Allah SWT dalam surah An Nisa‟ : 164. kita juga harus membiasakan diri bertutur kata yang lemah lembut dan sopan santun dengan sesama manusia. maka segeralah mengucapkan hamdalah. karena IA mempunyai sifat qudrat. artinya kata-kata yang mulia. َٔ ﴾ٔ٢٤»‫ًب ﴿انُسأ‬ ُ ُ‫ى للَا‬ ً ‫يٕسٗ حَكهِي‬ َ َ َّ‫كه‬ artinya :”……. Kaunuhu Qâdiran. Oleh karena. . apalagi dalam keadaan tidak mengetahui. Dalilnya sama dengan dalil sifat „ilmu َ “ 16. Dalilnya sama dengan dalil sifat qudrat. Dalilnya sama dengan dalil sifat hayât. Seandainya Allah SWT bersifat bisu mana mungkin para utusan-Nya bisa mengerti maksud wahyu yang diturunkan kepada tersebut. “ ‫مـا‬ ْ ‫ك‬ ً ‫ـونُـهُ عَـالِـ‬ Artinya “Zat Allah Ta‟ala tetap dalam keadaan Maha Mengetahui.“ maka mustahil dalam keadaan lemah. Kaunuhu Haiyan.(QS AnNisa‟ :164) Oleh karena itu kita sebagai hamba Allah SWT hendaknya membiasakan diri mengucapkan kalimat-kalimat tayyibah. Sebab IA mempunyai sifat hayât yang telah ada dan berdiri pada Zat-Nya. Selain itu. IA bersifat tahu dan dalam keadaan mengetahui.” Maksudnya adalah. Allah SWT mustahil bersifat bisu. baik dalam bentuk perintah maupun larangan.

Dalilnya sama dengan dalil sifat sama‟ َ “ 19 Kaunuhu Basîran. “ ‫مـا‬ ْ ‫ك‬ ُ ُ‫ـونُـه‬ ً ِّ‫كل‬ Artinya “ Zat Allah Ta‟ala tetap dalam keadaan Maha Bertutur Kata . Kaunuhu Sami’an.َ “ 17. maka mustahil dalam keadaan terpaksa atau tidak berkehendak.” atau Maha Menentukan. Kaunuhu Murîdan. َ ‫مـتَـ‬ َ “ 20. “ maka mustahil dalam keadaan buta ataupun tidak melihat. Dalilnya sama dengan sifat kalâm. karena IA mempunyai sifat irâdat.” maka mustahil Allah Ta‟ala dalam keadaan bersifat bisu atau tidak dapat bertutur kata. “ ‫را‬ ْ‫ص‬ ً ‫يـ‬ ِ َ‫ـونُـهُ ب‬ ْ ‫ك‬ Artinya “ Zat Allah Ta‟ala tetap dalam keadaan Maha Melihat. . karena Ia mempunyai sifat bashar yang tetap berdiri pada Zat-Nya . karena Ia mempunyai sifat sama‟ yang tetap ada pada zat-Nya. karena IA mempunyai sifat kalâm.” maka mustahil dalam keadaan tuli atau tidak mendengar. َ “ 18. Dalilnya sama dengan dalil sifat irâdat. “ ‫يـدًا‬ ْ‫ر‬ ْ ‫ك‬ ِ ‫مـ‬ ُ ُ‫ـونُـه‬ Artinya “ Zat Allah Ta‟ala tetap dalam keadaan Maha Menghendaki. Kaunuhu Mutakalliman. Dalilnya sama dengan sifat bashar. “ ‫عا‬ ْ ‫مـ‬ ً ‫يـ‬ َ ُ‫ـونَـه‬ ِ ‫سـ‬ ْ ‫ك‬ Artinya “ Zat Allah Ta‟ala senantiasa dalam keadaan Maha Mendengar.

28 Kuningan .DALIL NAQLI DAN AQLI TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH SWT Diajukan sebagai tugas mata kuliah Al – Islam Disusun oleh : Iwan Setiawan Prodi : Pendidikan Matematika STKIP MUHAMMADIYAH KUNINGAN Jln. Raya Cigugur No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful