P. 1
karbohidrat

karbohidrat

|Views: 5|Likes:
Published by Zuwita Utari

More info:

Published by: Zuwita Utari on Jun 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2014

pdf

text

original

Nama : Silvia Manurung NIM : I1A011083 KARBOHIDRAT

Secara biokimia karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis. Karbohidrat mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil. Pada awalnya, istilah karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang mempunyai rumus (CH2O)n, yaitu senyawa-senyawa yang n atom karbonnya tampak terhidrasi oleh n molekul air.[3] Namun demikian, terdapat pula karbohidrat yang tidak memiliki rumus demikian dan ada pula yang mengandung nitrogen, fosforus, atau sulfur. Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh makhluk hidup. Monosakarida, khususnya glukosa, merupakan nutrien utama sel. Misalnya, pada vertebrata, glukosa mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengambil tenaga yang tersimpan di dalam molekul tersebut pada proses respirasi selular untuk menjalankan sel-sel tubuh. Selain itu, kerangka karbon monosakarida juga berfungsi sebagai bahan baku untuk sintesis jenis molekul organik kecil lainnya, termasuk asam amino dan asam lemak. Sebagai nutrisi untuk manusia, 1 gram karbohidrat memiliki nilai energi 4 Kalori. Dalam menu makanan orang Asia Tenggara termasuk Indonesia, umumnya kandungan karbohidrat cukup tinggi, yaitu antara 70–80%. Bahan makanan sumber karbohidrat ini misalnya padi-padian atau serealia (gandum dan beras), umbi-umbian (kentang, singkong, ubi jalar), dan gula. Karbohidrat adalah senyawa organik terdiri dari unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. contoh; glukosa C6H12O6, sukrosa C12H22O11, sellulosa (C6H10O5)n. Rumus umum karbohidrat Cn(H2O)m. Karbohidrat juga dapat diartikan polihidroksi aldehid (aldose) atau

polihidroksi keton (ketose) dan turunannya atau senyawa yang bila dihidrolisa akan menghasilkan salah satu atau kedua komponen diatas. alkohol. berasal dari bahasa Arab "sakkar" artinya gula. Fermentasi karbohidrat oleh kamir atau mikroba lain dapat menghasilkan CO2. Penamaan ini didasarkan atas komposisi unsur karbon yang mengikat hidrogen dan oksigen dalam perbandingan yang selalu sama seperti pada molekul air yaitu perbandingan 2 : 1. Karbohidrat dapat dioksida menjadi energi. Contoh glukosa. Karbohidrat merupakan sumber energi bagi aktivitas kehidupan manusia disamping protein dan lemak. lemak 42% dan protein 12%. tetapi sejak 1880. Karena komposisi yang demikian. pertumbuhan dan lain-lain aktiviti sel di dalam badan. Membekalkan tenaga bagi aktiviti harian seperti gerakkan. Melihat struktur molekulnya. jagung. karbohidrat lebih tepat didefinisikan sebagai suatu polihidroksialdehid atau polihidroksiketon. asam organik dan zat-zat organik lainnya. Karbohidrat dihasilkan oleh proses fotosintesa di dalam tanaman-tanaman berdaun hijau. Karbohidrat memegang peranan penting dalam sistem biologi khususnya dalam respirasi. senyawa ini pernah disangka sebagai hidrat karbon. yaitu “Kohlenhydrate” dan dari bahasa Perancis. misalnya glukosa dalam sel jaringan manusia dan binatang. senyawa tersebut bukan hidrat dari karbon. Sedangkan di Amerika sumber energi berasal dari karbohidrat 46%. . karena bahan makanan pokok yang biasa dimakan sebagian besar mengandung komponen karbohidrat seperti beras. sagu dan lain-lain.Sebagai makanan simpanan dalam haiwan dan tumbuhan Di Indonesia kira-kira 80 – 90% kebutuhan energi berasal dari karbohidrat. Nama lain dari karbohidrat adalah sakarida. adalah suatu polihidroksi aldehid karena mempunyai satu gugus aldehid da 5 gugus hidroksil (OH). Karbohidrat berasal dari bahasa Jerman. Karbohidrat sederhana mempunyai rasa manis sehingga dikaitkan dengan gula. yaitu “Hydrate de Carbon”. Membekalkan tenaga untuk memastikan suhu badan manusia kekal pada 36.9° C.

Dalam bahan-bahan pangan nabati. Beberapa zat yang termasuk golongan karbohidrat adalah gula. Translokasi protein pengangkut ini bergantung pada suhu dan energi serta tidak bergantung pada sintesis protein. hidrogen (H) dan oksigen (O). Efek ini tidak terjadi pada hati. kolon dan eritrosit. ginjal dan plasenta. glukosa. otot jantung dan otot skeletal. GLUT2. pektin. GLUT3. Protein ini telah diidentifikasi melalui teknik kloning molekular. galaktosa dan sebagainya. Meningkatkan difusi glukosa ke dalam sel Pengangkutan glukosa ke dalam sel melalui proses difusi dengan bantuan protein pembawa. GLUT3 berfungsi pada sel otak. GLUT2 terdapat pada sel hati. Sinyal yang ditransmisikan oleh insulin menarik pengankut glukosa ke tempat yang aktif pada membran plasma (Gambar 2.6). dekstrin. selulosa. pati. Insulin meningkatkan secara signifikan jumlah protein pembawa terutama GLUT4. ginjal. kadang-kadang juga nitrogen (N). hemiselulosa. GLUT4 terletak di jaringan adiposa. usus halus dan ginjal. . Ada 3 mekanisme yang terlibat yaitu : a. karbohidrat merupakan komponen yang relatif tinggi kadarnya. GLUT4 dan GLUT 5. Ada 5 jenis protein pembawa tersebut yaitu GLUT1. GLUT5 bertanggung jawab terhadap absorpsi glukosa dari usus halus. misalnya arabinosa. Unsur-unsur yang membentuk karbohidrat hanya terdiri dari karbon (C). GLUT1 merupakan pengangkut glukosa yang ada pada otak. fruktosa. Pentosa dan hektosa merupakan contoh karbohidrat sederhana. gum dan beberapa karbohidrat yang lain. pankreas.

Modifikasi kovalen ini memungkinkan terjadinya perubahan yang hampir seketika pada aktivitas enzim tersebut. Bertambahnya glikolisis akan meningkatkan penggunaan glukosa dan dengan demikian secara tidak langsung menurunkan pelepasan glukosa ke plasma darah.1.b. Penumpukan glukosa 6-fosfat dalam sel mengakibatkan retensi glukosa yang mengarah pada diabetes mellitus tipe 2. Banyak efek metabolik insulin. Menghambat kerja cAMP . Kerja insulin dilaksanakan dengan mengaktifkan protein kinase. termasuk glukokinase. menghambat protein kinase lain atau meransang aktivitas fosfoprotein fosfatase. Insulin juga menurunkan aktivitas glukosa-6-fosfatase yaitu enzim yang ditemukan di hati dan berfungsi mengubah glukosa menjadi glukosa 6-fosfat. Mekanisme defosforilasi enzim dilakukan melalui reaksi kaskade yang dipicu oleh fosforilasi substrat reseptor insulin. Sebagai contoh adalah pengeruh insulin pada enzim glikogen sintase dan glikogen fosforilase (King. fosfofruktokinase dan piruvat kinase. 2007). c. Glikolisis akan menurun dalam keadaan tanpa insulin dan proses glikogenesis ataupun lipogenesis akan terhalang. Hormon insulin meningkatkan glikolisis sel-sel hati dengan cara meningkatkan aktivitas enzim-enzim yang berperan. khususnya yang terjadi dengan cepat dilakukan dengan mempengaruhi reaksi fosforilasi dan dfosforilasi protein yang selanjutnya mengubah aktivitas enzimatik enzim tersebut. Peningkatan aktivitas enzim Pada orang yang normal. Defosforilasi meningkatkan aktivitas sejumlah enzim penting. sekitar separuh dari glukosa yang dimakan diubah menjadi energi lewat glikolisis dan separuh lagi disimpan sebagai lemak atau glikogen. Enzim-enzim yang dipengaruhi dengan cara ini dikemukakan pada tabel 2.

Penurunan transkripsi tersebut menyebabkan terjadinya penurunan laju sintesis enzim ini. Sedangkan tanpa insulin. Glikolisis dan glikogenesis akan terhambat akan enzim yang berperan dalam kedua jalur tersebut diinaktivasi tanpa kehadiran insulin. Di samping itu. Penderita dengan kadar gula yang sangat tinggi maka gula tersebut akan dikeluarkan melalui . Kondisi ini diperparah pula dengan peranan insulin pada pengaturan metabolisme glukosa. Enzim fosfoenolpiruvat karboksikinase mengkatalisis tahap yang membatasi kecepatan reaksi dalam glukoneogenesis. Selain menghambat secara langsung. insulin memainkan peran ganda. Oleh karena itu. terutama pada otot jantung. Glukosa akan terakumulasi dalam plasma darah (hiperglikemia). Hasil penelitian menunjukkan transkripsi enzim ini menurun dalam beberapa menit setelah penambahan insulin. Mempengaruhi ekspresi gen Kerja insulin yang dibicarakan sebelumnya semuanya terjadi pada tingkat membran plasma atau di dalam sitoplasma. otot rangka dan jaringan adiposa karena insulin yang mentranslokasikannya ke situs aktif tidak tersedia. jalur metabolisme yang mengarah pada pembentukan glukosa diransang terutama oleh glukagon dan epinefrin yang bekerja melalui cAMP yang memiliki sifat antagonis terhadap insulin. d. Sintesis enzim tersebut dikurangi oleh insulin dengan demikian glukoneogenesis akan menurun. insulin mempengaruhi berbagai proses spesifik dalam nukleolus. Insulin meransang terbentuknya fosfodiesterasecAMP. penderita diabetes mellitus baik tipe I atau tipe II kurang dapat menggunakan glukosa yang diperolehnya melalui makanan. Dengan demikian insulin mengurangi kadar cAMP dalam darah. insulin juga mengurangi terbentuknya cAMP yang memiliki sifat antagonis terhadap insulin.Dalam menghambat atau meransang kerja suatu enzim. Penderita diabetes mellitus memiliki jumlah protein pembawa yang sangat rendah.

Akibatnya gangguan metabolik yang dideritanya juga mempengaruhi metabolisme lemak dan bahkan asam amino. filtrat glomerolus mengandung glukosa di atas batas ambang untuk direabsorpsi. Gejala yang diterima oleh penderita diabetes tipe I biasanya lebih komplek.9). Lemak dihidrolisis sehingga menghasilkan asam lemak dan gliserol. tubuh kekurangan air. tetapi kemudian akan dikembalikan ke dalam sistem aliran darah melalui sistem reabsorpsi tubulus ginjal. 2003). karena mereka kadang tidak dapat menghasilkan insulin sama sekali. sehingga penderita akan sering buang air kecil. Ginjal akan menerima lebih banyak air. Gula disaring oleh glomerolus ginjal secara terus menerus. Gejala ini disebut glikosuria. Kapasitas ginjal mereabsorpsi glukosa terbatas pada laju 350 mg/menit. . mengubah tekanan osmotik tubuh. Akibatnya kelebihan glukosa tersebut dikeluarkan melalui urine. Penderita mengalami dehidrasi (hiperosmolaritas) bertambahnya rasa haus dan gejala banyak minum (polidipsia). asam lemak dikatabolisme lebih lanjut dengan melepas dua atom karbon satu persatu menghasilkan asetil-KoA. tubuh akan mengadakan osmosis untuk menyeimbangkan tekanan osmotik. Kadar glukosa yang amat tinggi pada liran darah maupun pada ginjal. Secara otomatis. Penderita tidak dapat memperoleh energi dari katabolisme glukosa. Glikosuria ini megakibatkan kehilangan kalori yang sangat besar (Mayes. Ketika kadar glukosa amat tinggi.urine. sehingga tubuh akan mencari alternatif substrat untuk menghasilkan energi tersebut. yang mrupakan indikasi lain dari penyakit diabetes mellitus. Konsekuensi lain dari hal ini adalah. Cara yang digunakan oleh tubuh adalah dengan merombak simpanan lemak pada jaringan adiposa (Gambar 2. Energi adalah hal wajib yang harus dimiliki oleh sel tubuh.

karena enzim ini juga dibutuhkan dalam katabolisme silomikron pada jaringan adiposa. Penderita mengalami ketoasidosis dan dapat meninggal dalam keadaan koma diabetik (Kaplan dan Pesce. Penderita diabetes tipe I juga mengalami hipertrigliseridemia. Jumlah enzim ini diransang oleh rasio insulin dan glukagon yang tinggi. Hipertrigliseridemia terjadi karena VLDL yang disintesis dan dilepaskan tidak mampu diimbangi oleh kerja enzim lipoproteinlipase yang merombaknya. salah satunya adalah dengan merombak protein. Penderita akan kehilangan berat tubuh yang hebat kendati terdapat peningkatan selera makan (polifagia) dan asupan kalori normal atau meningkat (Granner. Defek pada produksi enzim ini juga mengakibatkan hipersilomikronemia. terjadi pengurangan jumlah jaringan otot dan jaringan adiposa secara signifikan. Sel-sel hati akan meniungkatkan produksi glukosa dari substrat lain. Peristiwa berlangsung terus-menerus karena insulin yang membatasi glukoneogenesis sangat sedikit atau tidak ada sama sekali. Asam amino hasil perombakan ditransaminasi sehingga dapat menghasilkan substrat atau senyawa antara dalam pembentukan glukosa. Ketidaksediaan glukosa dalam sel juga mengakibatkan terjadinya glukoneogenesis secara berlebihan. Ketiga senyawa ini disebut sebagai keton body yang terdapat pada urine penderita serta dideteksi dari bau mulut seperti keton. Namun. Akibatnya.Asam asetoasetat dapat terkonversi membentuk aseton.. pada terjadi . Glukosa yang dihasilkan kemudian akan terbuang melalui urine. ketoasidosis tidak terjadi karena penguraian lemak (lipolisis) tetap terkontrol.Penguraian asam lemak terus menerus mengakibatkan terjadi penumpukan asam asetoasetat dalam tubuh. 1992). 2003). pada penderita diabetes tipe II. Berbeda dengan penderita diabetes tipe I. yaitu kadsar trigliserida dan VLDL dalam darah yang tinggi. ataupun dengan adanya karbondioksida dapat dikonversi membentuk asam β-hidroksibutirat.

Diabetes mellitus dan penyakit turunannya telah menjadi ancaman serius. Kelainan tekanan darah akibat kadar glukosa yang tinggi menyebabkan kerja jantung. ginjal dan organ dalam lain untuk mempertahankan kestabilan tubuh menjadi lebih berat.hipertrigliseridemia yang menghasilkan peningkatan VLDL tanpa disertai hipersilomikronemia. Asam lemak yang dihasilkan tidak semuanya mampu dikatabolisme. Penyakit ini membunuh 3. 2004). Hal ini diperparah oleh aktivitas fisik penderita diabetes mellitus tipe II yang pada umumnya sangat kurang. kerusakan sistem kardivaskular. kelebihannya diesterifikasi menjadi trigliserida dan VLDL. Dampak dramatis dari diabetes mellitus terhadap kesehatan seseorang sangatlah kompleks. inflamasi. 1992). sehingga dapat menyebabkan rabun atau bahkan kebutaan (Harris dan Crabb. akan terjadi penebalan pada pembuluh darah terutama pada bagian mata.8 juta orang per tahun dan dalam setiap 10 detik seorang penderita akan meninggal karena sebab-sebab yang terkait dengan diabetes. Hal ini terjadi karena peningkatan kecepatan sintesis de novo dari asam lemak tidak diimbangi oleh kecepatan penyimpanannya pada jaringan lemak. Pada penderita yang akut. Akibatnya pada penderita diabetes akan mudah dikenai berbagai komplikasi diantaranya penurunan sistem imune tubuh. yang biasanya ditandai dengan penglihatan yang kabur (Clement et al.kealinan trombosis. Akibatnya kadar lemak dalam darah akan meningkat. . dan kerusakan sel-sel endothelia serta kerusakan otak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->