KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Resume ini tepat pada waktunya. Tugas Resume ini selain disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Penelitian Pendidikan Kimia, tetapi lebih dari itu juga sebagai wahana pembelajaran bagi penulis guna mengetahui dan mengaktualisasikan diri menurut pengetahuan yang penulis peroleh dari lembaga pendidikan. Selama penyusunan resume ini, penulis banyak memperoleh bantuan, baik itu bimbingan, petunjuk maupun arahan dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih secara khusus penulis sampaikan kepada Prof. Dr. H. Fuad Abd. Rachman, M.Pd. dan Dr. Hartono, M.A. yang telah membantu penulis dalam penyelesaian tugas Resume ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada semua pihak lain yang telah banyak membantu. penulis menyadari bahwa tugas Resume ini masih jauh dari tatanan kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan serta akan penulis terima dengan hati yang ikhlas dan tangan terbuka demi bekal pembelajaran dan perbaikan pada masa yang akan datang. Akhirnya, penulis berharap agar tugas resume Penelitian Pendidikan Kimia ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Palembang, Juni 2013

Penulis,

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................ 1 Daftar Isi...................................................................................................................2

HAKIKAT PENELITIAN DAN JENIS PENELITIAN .................................... 3

PROPOSAL PENELITIAN ............................................................................. 15

SUMBER MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN ............................. 30

POPULASI DAN SAMPEL ........................................................................... 43

KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN ................................................................................................ 51

HIPOTESIS PENELITIAN ............................................................................. 64

TEKNIK PENGUMPULAN, PENGOLAHAN , ANALISIS DATA, PENYUSUN LAPORAN HASIL PENELITIAN ........................................... 74

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) ................................................... 85

METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (R&D) .......................100

Daftar Pustaka ......................................................................................................106

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 2

HAKIKAT PENELITIAN DAN JENIS PENELITIAN

A. HAKIKAT PENGETAHUAN Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia.

Cara memperoleh pengetahuan (Sumber Pengetahuan) :  Wahyu Pengetahuan yang datangnya dari Tuhan melalui kitab suci.  Pengalaman Dari pengalaman, orang mendapatkan pengetahuan apapun dari yang dialami akan menjadi pengetahuan. Pengalaman bisa jadi pengetahuan jika memiliki kepentingan akan dialami. Pengalaman yang banyak tidak menjamin pengetahuan yang didapat akan banyak pula.  Otoritas Otoritas atau kewenangan atau kepakaran. Jika kita ingin mendapatkan pengetahuan tentang sesuatu, sebaiknya ditanyakan pada ahlinya, artinya harus ditelaah terlebih dahulu.  Berpikir Deduktif (umum-khusus) Dari umum ke khusus atau dari sadar ke tidak sadar. Jika pengetahuan deduktif itu diterapkan, maka pengetahuannya/cara berpikirnya secara umum. Di mana penalaran deduktif ini memiliki kelemahan yaitu terdapat banyak pengecualian.  Berpikir Induktif (khusus-umum) Mengambil keputusan dari pengalaman, belajar dari hal-hal yang khusus atau belajar dari pengalaman. Di mana penalaran induktif ini memiliki kelemahan yaitu jika tidak dibatasi, maka banyak penyimpangan jadi harus dilakukan pembatasan populasi.  Metode Ilmiah Proses untuk mendapatkan pengetahuan dengan dua metode yaitu berpikir deduktif dan induktif.

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 3

Tentatif artinya kebenaran itu akan tetap dijadikan kebenaran sebelum ada yang menyangkalnya (bersifat sementara) Ciri-ciri Kebenaran Ilmiah  Sesuai dengan rasio/akal manusia berdasarkan pengetahuan yang dimiliki Contoh kayu dibakar jadi abu atau arang  memang sesuai dengan rasio pengetahuan manusia. KEBENARAN 1. seperti : Nursa’id Fitria (06101410022) Page 4 .DIPELAJARI -----. Sesuai dengan akal/pikiran manusia berdasarkan pengetahuan yang ada (rasional/masuk akal) 2.B. Kebenaran Nonilmiah Tidak selamanya penemuan kebenaran diperoleh secara ilmiah.  Sesuai dengan hasil penginderaan/pengalaman empiris (sesuatu yang tidak bisa diamati secara empiris. yaitu 1) adanya koheren 2) adanya koresponden. KEBENARAN ILMIAH (ILMU/SAINS) RAGU -------. KEBENARAN MUTLAK (WAHYU/AGAMA) YAKIN -----. Relatif artinya tidak mutlak/suatu saat tidak benar b. maka tidak bisa dikatakan sebagai ilmu) Umumnya.YAKIN Kebenaran ilmiah (sains/ilmu) adalah: 1. Kadangkala kebenaran dapat ditemukan melalui proses nonilmiah.LEBIH YAKIN Tidak bisa dibantah. bermula dari suatu keyakinan lalu dipelajari agar lebih meyakinkan 2.DIPELAJARI ------. Sesuai dengan hasil penginderaan manusia berdasarkan pengalaman empiris Sifat Kebenaran ilmiah. dan 3) pragmatis. suatu kebenaran ilmiah dapat diterima dikarenakan oleh tiga hal. yaitu : a.

Penemuan kebenaran melalui spekulasi Penemuan kebenaran dengan spekulasi sedikit lebih tinggi tarafnya dari penemuan secara trial and error. jika wahyu datangnya dari Allah melalui Rasul dan Nabi. Penemuan kebenaran karena kewibawaan Umumnya kebenaran karena kewibawaan didasarkan pada logika saja. Kebenaran karena wibawa dianggap suatu kebenaran yang diperoleh tanpa prosedur ilmiah. Penemuan kebenaran secara common sense (akal sehat) Penemuan sense merupakan serangkaian konsep atau bagan konseptual yang memuaskan untuk digunakan secara praktis. Penemuan kebenaran secara kebetulan Penemuan kebenaran secara kebetulan tidak lain dari takdir Tuhan. Walaupun penemuan kebenaran secara kebetulan bukanlah kebenaran yang ditemukan secara ilmiah. e. Penemuan kebenaran secara intuitif Kebenaran dapat juga dperoleh berdasarkan intuisi. Penemuan kebenaran melalui wahyu Kebenaran yang didasarkan kepada wahyu merupakan kebenaran mutlak. gejala-gejala. f.a. d. Penemuan kebenaran secara trial and error Bekerja secara trial and error adalah melalukan sesuatu secara aktif dengan mengulang-ulang pekerjaan tersebut berkali-kali dengan menukar-nukar cara dan materi. fenomena. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 5 . Kebenaran dengan intuisi diperoleh secara cepat sekali melaui proses luar sadar tanpa menggunakan penalaran dan proses berpikir. g. tetapi banyak penemuan tersebut telah menggoncangkan dunia ilmu pengetahuan b. Fungsi ilmu  MENERANGKAN (EXPLAIN) Yang diterangkan dalam ilmu yaitu kejadian. Akal sehat dapat menghasilkan kebenaran dan dapat pula menyesatkan c. ataupun melalui suatu renungan.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam suatu penelitian seperti disebut dalam definisi ini sesuai dengan langkah-langkah berpikir ilmiah. Merasakan suatu kesulitan Terasa kesenjangan antara alat-alat untuk mencapai suatu tujuan atau terasa kesulitan menemukan ciri-ciri atau pola dari suatu objek. petlu ditegaskan apa persoalan sebenarnya. Untuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikkan tingkat ilmu serta teknologi. MERAMALKAN (PREDICTION) Meramalkan sesuatu yang belum terjadi  MENGENDALIKAN (CONTROL) Mengantisipasi terhadap suatu kejadian Pengertian Hakikat Penelitian Penerapan pendekatan ilmiah dalam penyelesaian masalah atau suatu usaha yang sistematis dan obyektif dalam mencari pengetahuan yang dapat dipercaya. disusun kemungkinan pemecahan persoalan atau menerangkan objek atau peristiwa itu. 3. atau terasa kesukaran menerangkan sesuatu peristiwa. Menyusun hipotesis Bila sudah dirumuskan persoalan. kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu Hakikat Penelitian Pendidikan Sama seperti penelitian pada umumnya. penyelidikan. Atau rangkaian masalah. 2. Adapun langkah-langkah berpikir ilmiah ialah : 1. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 6 . dan percobaan sacara ilmiah dalam suatu bidang tertentu. hanya yang dibicarakan adalah masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran. Penelitian adalah semua kegiatan pencarian. Menegaskan persoalan Setelah merasakan adanya kesulitan.

Dalam konteks ini maka fungsi penelitian adalah membantu manusia meningkatkan kemampuannya untuk menginterpretasikan fenomena-fenomena masyarakat yang kompleks dan kait-mengait demi kemajuan manusia atau demi eksistensi manusia itu sendiri. Guru 5. Sekolah sebagai lambaga sosial 6. Mata pelajaran 2. Menentukan kegunaan atau nilai umum dari kesimpulan Jika pemecahan persoalan itu dapat diterima maka dipertanyakan apa kegunaannya untuk masa mendatang atau apa nilai pemecahan persoalan itu untuk kepentingan yang akan datang. yaitu : 1. Mengumpulkan data Data adalah bahan informasi untuk proses berpikir gamblang atau eksplisit. 6.4. Di dalam hal ini Tyler menyebutkan delapan wajah yang merupakan peta konseptual pendidikan. Lingkungan masyarakat Nursa’id Fitria (06101410022) Page 7 . Ruang Lingkup Penelitian memegang peranan yang sangat penting dalam membantu manusia memperoleh jawaban atas suatu pertanyaan atau pemecahan atas suatu masalah. Mengambil kesimpulan Dari data-data yang sudah diolah diambil kesimpulan untuk menerima atau menolak hipotesis yang dirumuskan pada langkah berpikir ketiga diatas. Cara mengajar 4. 5. Pelajar (kegiatan dan intelengensi mereka) 3. Lingkungan kawan sebaya 8. Kompleksitas masalah pendidikan memang diakibatkan oleh luasnya ruang lingkup pendidikan itu sendiri. Lingkungan rumah 7.

Membentuk suatu badan informasi tentang usaha pendidikan yang bermanfaat dalam penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan. Mameriksa Keadaan Tugas menyandra atau mengadakan deskripsi yaitu memaparkan dengan gamblang hal-hal yang dipermasalahkan. Menerangkan kondisi yang mendasari peristiwa-peristiwa 3. biaya dalam ukuran waktu. 4. Kelima fungsi penelitian itu mencakup : 1. 5. 3. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 8 . Menunjukkan isi dan cara mengajar serta mengorganisasikan dan menjalankan sekolah. Meramalkan Tugas ini memberikan perkiraan-perkiraan. Menyediakan pandangan. 2. Menyusun teori Tugas ini mencari dan merumuskan hukum-hukum yang menjelaskan hubungan antara peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain yang ada kaitannya. Menilai program. 2.Sehubungan dengan penelitian pendidikan dan hasilnya Tyler mengemukkan lima fungsi penelitian pendidikan yang dapat dilakukan pada masa kini. maka tugas ilmu pengetahuan dan penelitian dapat dinyatakan secara terpadu pula sebagai berikut : 1. Mengembangkan teori yang lebih memadai dan sahih (valid) tentang proses pendidikan serta pengoperasian usaha. usaha dan bahan-bahan dan keadaan hasil-hasil yang dicapai. prosedur dan bahan-bahan untuk menunjukkan hasil pendidikan yang telah dicapai. atau proyeksi di masa yang akan datang atas peristiwa yang diduga bakal terjadi. Tugas dan Jenis Penelitian Kegiatan di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan adalah dua kegiatan terpadu erat. 4. rangsangan dan penyuluhan yang berhasil untuk pembaruan pendidikan.

disebut juga sebagai metode ethnografi. Penelitian kuantitatif umumnya dilakukan pada sampel yang diambil secara random. karena pada awalnya metode ini lebih Nursa’id Fitria (06101410022) Page 9 . konkret. sehingga kesimpulan hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi di mana sampel tersebut diambil. 2. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif atau inferensial sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak. dan hubungan gejala bersifat sebab akibat. digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Penelitian Kualitatif Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting).5. Penelitian pada umumnya dilakukan pada populasi atau sampel tertentu yang representatif. Filsafat positivisme memandang realitas/gejala/fenomena itu dapat diklasifikasikan. teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random. analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. teramati. JENIS-JENIS PENELITIAN Secara umum penelitian terbagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut: 1. Untuk mengumpulkan data digunakan instrumen penelitian. relatif tetap. Hipotesis tersebut selanjutnya diuji melalui pengumpulan data lapangan. di mana untuk menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan hipotesis. pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian. terukur. Proses penelitian bersifat deduktif. gejala-gejala yang diperkirakan bakal terjadi. Metode Penelitian Kuantitatif Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme. Melakukan pengendalian Tugas ini berusaha mengendalikan peristiwa-peristiwa.

suatu data yang mengandung makna. karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif Filsafat postpositivisme sering juga disebut juga sebagai paradigma interpretif dan konstruktif.banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. Obyek yang alamiah adalah obyek yang berkembang apa adanya. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 10 . dan hubungan gejala bersifat interaktif (reciprocal). Untuk dapat menjadi instrumen. Dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument. disebut sebagai metode kualitatif. tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada obyek tersebut. dan mengkonstruksi situasi sosial yang diteliti menjadi lebih luas dan bermakna. Generalisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan transferability  Menurut penggunaannya 1. kompleks. memotret. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi. yaitu peneliti itu sendiri. data yang pasti yang merupakan suatu nilai dibalik data yang tampak. maka peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam terhadap situasi sosial pendidikan yang diteliti. tetapi lebih menekankan pada makna. menganalisis. penuh makna. sehingga mampu bertanya. Makna adalah data yang sebenarnya. dinamis. Penelitian dilakukan pada obyek yang alamiah. Penelitian dasar atau penelitian murni (pure research) LIPI mendefinisikan penelitian dasar sebagai penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah atau menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. yaitu menggunakan berbagai teknik pengumpulan data secara gabungan/simultan. yang memandang realitas sosial sebagai sesuatu yang holistic/utuh. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam. maka teknik pengumpulan data bersifat triangulasi. Analisis data yang dilakukan bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan dan kemudian dikonstruksikan menjadi hipotesis dan teori.

Penelitian dilakukan dengan tertib. Kekhususan 1. objektif. dan tuntas. sistematis. 4. Data yang berbobot adalah data yang diuji secara eksternal dan internal. 2. Data yang dikumpulkan dari sumber primer yaitu penelitian sendiri langsung dilaporkan.2.  Menurut metodenya     Penelitian historis Penelitian filosofis penelitian observasional penelitian eksperimental  Menurut sifat permasalahannya         Penelitian histories Penelitian deskriptif Penelitian perkembangan Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian korelasional Penelitian kausal-komparatif Penelitian eksperimental Penelitian tindakan 1. Penelitian histories Penelitian ditujukan kepada rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif memahami peristiwa-peristiwa masa lampau. Penelitian terapan (applied research) Batasan yang diberikan LIPI : Penelitian terapan adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. Data yang dikumpulkan diambil dari hasil observasi orang lain. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 11 melakukan observasi atas peristiwa-peristiwa yang . 3.

Bila metoda penelitian yang dipakai dengan pendekatan cross-sectional maka sampel yang dipilih harus representatif mewakili populasi penelitian. sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada kesatuan itu. dijelaskan dan dianalisis. 2. Penelitian deskriptif Penelitian deskriptif berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu. Kekhususan 1. Memusatkan perhatian pada ubahan-ubahan dan perkembangan selama jangka waktu tertentu. 4. 3.2. Penelitian umumnya memakai waktu yang panjang atau bersifat longitudinal. 2. Penelitian perkembangan Penelitian perkembangan menyelidiki pola dan proses pertumbuhan sebagai fungsi dari waktu. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 12 . 3. Kekhususan : a. Bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi untuk disusun. Bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang dihadapi sekarang. Kekhususan 1. Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian kasus memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan terperinci mengenai latar belakang keadaan sekarang yang dipermasalahkan. Subjek yang diteliti terdiri dari suatu kesatuan secara mendalam.

Misalnya hendak meneliti keefektifan metode-metode mengajar. Menggunakan sedikitnya dua kelompok eksperimen Nursa’id Fitria (06101410022) Page 13 . 2. Misalnya apakah ada hubungan antara status sosial orang tua siswa dengan prestasi anak mereka. Penelitian korelasional Penelitian korelasional bertujuan melihat hubungan antara dua gejala atau lebih. Data sebagai hasil pengaruh perlakuan terhadap kelompok eksperimen diukur secara kuantitatif kemudian dibandingkan. 2. Penelitian hubungan sebab-akibat Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat antara faktor tertentu yang mungkin menjadi penyebab gejala yang diselidiki. yang terpusat pada aspek yang menjadi kasus. 5. Pengumpulan data mengenai gejala yang diduga mempunyai hubungan sebab akibat itu dilakukan setelah peristiwa yang dipermasalahkan itu telah terjadi. Misalnya sikap santai siswa dalam kegiatan belajar mungkin disebabkan banyaknya lulusan pendidikan tertentu yang tidak mendapat lapangan kerja. diusut kembali dari suatu faktor atau beberapa faktor pada masa lampau.b. Suatu gejala yang diamati. 6. Kekhususan 1. Di dalam eksperimen terhadap kelompok yang dikenai perlakuan eksperimental dan kelompok yang dikenai perlakuan pembanding. Penelitian eksperimental Penelitian dengan melakukan percobaan terhadap kelompok-kelompok eksperimen. dari ubahan-ubahan dan kondisi-kondisi yang lebih besar jumlahnya. 7. ubahan-ubahan yang diteliti juga terbatas. Selain peneliti hanya pada suatu unit. Kekhususan 1.

Mengusahakan agar pengaruh perlakuan eksperimen menjadi maksimal dan pengaruh ubahan penyangga menjadi minimal.3. 8. Misalnya. Penelitian tindakan Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru untuk mengatasi kebutuhan dalam dunia kerja atau kebutuhan praktis lain. Harus mempertimbangkan kesahihan keluar. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 14 . meniliti keterampilan kerja yang sesuai bagi siswa putus sekolah di suatu daerah. 4.

Organisasi. dan penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan. Identifikasi Masalah C. Batasan Masalah D. penyimpangan antara teori dengan praktik. Masalah merupakan “penyimpangan” dari apa seharusnya dengan apa terjadi. Rumusan Masalah E. penyimpangan antara rencana dengan pelaksanaan. Masalah itu muncul pada ruang (tempat) dan waktu tertentu. Rancangan penelitian harus dibuat secara sistematis dan logis sehingga dapat dijadikan pedoman yang betul-betul mudah diikuti. Rancangan penelitian yang sering disebut proposal penelitian paling tidak berisi empat komponen utama. Penelitian dilakukan berangkat dari adanya suatu permasalahan. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. dan Jadwal Penelitian. Tujuan Penelitian F. Metode Penelitian. yaitu Permasalahan.PROPOSAL PENELITIAN PROPOSAL PENILITIAN Rancangan atau proposal penelitian merupakan pedoman yang berisi langkah-langkah yang akan diikuti oleh peneliti untuk melakukan penelitiannya. Kegunaan Hasil Penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 15 . Dalam menyusun rancangan penelitian. Proposal Penelitian Kuantitatif Proposal penelitian kuantitatif dikemas dalam sistematika seperti berikut: SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF I. perlu diantisipasi tentang berbagai sumber yang dapat digunakan untuk mendukung dan yang menghambat terlaksananya penelitian. Landasan Teori dan Pengajuan Hipotesis.

Jadwal Penelitian V. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 16 . Organisasi Penelitian B. sehingga permasalahan menjadi jelas. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Pada bagian ini berisi tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi pada suatu obyek penelitian. Teknik Pengumpulan Data E. Kerangka Berfikir C. tetapi dalam peristiwa itu. sekarang ini tampak ada penyimpangan-penyimpangan dari standar yang ada. Identifikasi Masalah Dalam bagian ini perlu dituliskan berbagai masalah yang ada pada obyek yang diteliti. KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. PROSEDUR PENELITIAN A. baik yang akan diteliti maupun yang tidak akan diteliti sedapat mungkin dikemukakan. A. Melalui analisis masalah ini. Deskripsi Teori B. Semua masalah dalam obyek. Oleh karena itu dalam latar belakang ini. peneliti harus dapat menunjukkan adanya suatu penyimpangan yang ditunjukkan dengan data dan menuliskan mengapa hal ini perlu diteliti. BIAYA YANG DIPERLUKAN I. Metode B.II. Instrumen Penelitian D. LANDASAN TEORI. baik standar yang bersifat keilmuan maupun aturan-aturan. peneliti harus melakukan analisis masalah. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. Populasi dan Sampel C. Teknik Analisis Data IV. Hipotesis III. B.

dan wawancara ke berbagai sumber. teori-teori. dan supaya masalah dapat terjawab secara akurat. maka masalah yang akan diteliti itu perlu dirumuskan secara spesifik. variabel apa saja yang akan diteliti. selanjutnya dikemukakan hubungan satu masalah dengan masalah yang lain. maka selanjutnya dapat dirumuskan masalah penelitian.Untuk dapat mengidentifikasi masalah dengan baik. maka tidak semua masalah yang telah diidentifikasikan akan diteliti. maka peneliti perlu melakukan studi pendahuluan ke obyek yang diteliti. tenaga. dan bagaimana hubungan variabel yang satu dengan yang lain). dana. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 17 . Berdasarkan batasan masalah ini. waktu. serta bagaimana hubungan variabel satu dengan variabel yang lain. Selanjutnya masalah tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk variabel. Batasan Masalah Karena adanya keterbatasan. Masalah yang akan siteliti itu kedudukannya di mana dia antara masalah yang akan diteliti. Sebaiknya rumusan masalah itu dinyatakan dalam kalimat pertanyaan. Masalah apa saja yang diduga berpengaruh positif dan negatif terhadap masalah yang diteliti. D. Rumusan Masalah Setelah masalah yang akan diteiti itu ditentukan (variabel apa saja yang akan diteliti. di mana akan dilakukan penelitian. C. dan supaya penelitian dapat dilakukan secara lebih mendalam. Berdasarkan berbagai permasalahan yang telah diketahui tersebut. Untuk itu maka peneliti memberi batasan. Jadi pola pikir dalam merumuskan masalah itu ada empat tahapan yang dapat digambarkan sebagai berikut. melakukan observasi. sehingga semua permasalahan dapat diidentifikasikan.

Tujuan Penelitian Tujuan dan kegunaan penelitian sebenarnya dapat diletakkan di luar pola pikir dalam merumuskan masalah. maka tujuan penelitiannya adalah: ingin mengetahui apakah ada pengaruh latihan terhadap produktivitas kerja pegawai dan kalau ada seberapa besar. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 18 . oleh karena itu dua hal ini ditempatkan di bagian ini. yang merupakan tujuan formal (misalnya untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapat gelar sarjana). Tujuan penelitian di sini tidak sama dengan tujuan yang ada pada sampul skripsi atau tesis. Tetapi keduanya ada kaitannya dengan permasalahan. Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang dituliskan. Kalau rumusan masalahnya : apakah ada pengaruh latihan terhadap produktivitas kerja pegawai. Misalnya rumusan masalahnya: Bagaimanakah tingkat disiplin guru di Sekolah A? Maka tujuan penelitiannya adalah: ingin mengetahui seberapa tinggi tingkat disiplin guru di Sekolah A. Rumusan masalah dan tujuan penelitian ini jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian. tetapi tujuan di sini berkenaan dengan tujuan peneliti dalam melakukan penelitian.E.

dana. Identifikasi Masalah Semua masalah yang ada pada obyek penelitian dikemukakan. Batasan Masalah Karena keterbatasan waktu. Dapat berbentuk rumusan masalah deskriptif. teori dan supaya penelitian lebih mendalam maka penelitian dibatasi pada beberapa variabel saja. jelas dan spesifik. Peneliti juga perlu menuliskan mengapa hal itu perlu diteliti. Pola Pikir Dalam Merumuskan Masalah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 19 . tenaga. dan asosiatif. Masalah yang diteliti umumnya merupakan variabel independen. baik masalah yang akan diteliti maupun tidak diteliti. Rumusan Masalah Dinyatakan dalam kalimat pertanyaan . Tunjukkan hubungan masalah satu dengan masalah yang lain. tetapi peristiwa itu nampaknya ada penyimpangan dari standar keilmuan maupun aturan. Penyimpangan ini perlu ditunjukkan dalam data.Latar Belakang Masalah Berisi tentang sejarah dan peristiwa yang terjadi pada obyek yang akan diteliti. komparatif.

F. Kegunaan praktis. Deskripsi Teori Deskripsi teori adalah teori-teori yang relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti. mengapa variabel itu ikut Nursa’id Fitria (06101410022) Page 20 . yaitu membantu memecahkan dan mengantisipasi masalah yang ada pada obyek yang diteliti. pendapat penguasa. sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis). maka juga perlu dijelaskan. Di sini juga diperlukan dukungan hasil-hasil penelitian yang telah ada sebelumnya yang ada kaitannya dengan variabel yang diteliti. Teori-teori yang digunakan bukan sekedar pendapat dari pengarang. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dan dependen. Bila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening. B. dan penyusunan instrumen penelitian. dan rumusan masalah dapat terjawab secara akurat maka sekarang kegunaanya apa. tetapi teori yang betul-betul telah teruji kebenarannya secara empiris. KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. yaitu: a. Kalau tujuan penelitian dapat tercapai. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Kalau variabel yang diteliti ada lima maka jumlah teori yang dikemukakan juga harus ada lima. Kegunaan hasil penelitian ada dua hal. Jumlah teori yang dikemukakan tergantung pada variabel yang diteliti. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. LANDASAN TEORI. Kegunaan Hasil Penelitian Kegunaan hasil penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan. II. Kegunaan untuk mengembangkan ilmu/kegunaan teoritis b.

PROSEDUR PENELITIAN A. diperlukan metode penelitian. Metode Penelitian Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis. apakah metode survey atau eksperimen. skala pengukuran yang ada pada setiap jenis instrumen (Likert. maka motivasi kerja akan tinggi” maka hipotesisnya adalah: ada pengaruh yang tinggi/rendah dan signifikan kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai. maka titik tolak untuk merumuskan hipotesis adalah rumusan masalah dan kerangka berpikir. Bila variabel yang diteliti jumlahnya lima.dilibatkan dalam penelitian. Kalau ada rumusan masalah: adakah pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai. Untuk itu di bagian ini perlu ditetapkan metode penelitian apa yang akan digunakan. III. Dalam hal ini perlu dikemukakan instrumen apa saja yang akan digunakan untuk penelitian. C. Instrumen Penelitian Penelitian yang bertujuan untuk mengukur suatu gejala akan menggunakan instrumen penelitian. kerangka berpikirnya: “jika kepemimpinan baik. C. Bila hasil penelitian akan digeneralisasikan (kesimpulan data sampel yang dapat diberlakukan untuk populasi) maka sampel yang digunakan sebagai sumber data harus representatif dapat dilakukan dengan cara mengambil sampel dari populasi secara random sampai jumlah tertentu. Hipotesis Penelitian Karena hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang diajukan. prosedur pengujian validitas dan reliabilitas instrumen. Oleh karena itu pada setiap penyusunan harus didasarkan pada kerangka berpikir. B. Populasi dan Sampel Dalam penelitian perlu dijelaskan populasi dan sampel yang dapat digunakan sebagai sumber data. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 21 . dll). maka akan menggunakan lima instrumen. Jumlah instrumen yang akan digunakan tergantung pada variabel yang diteliti.

sehingga betul-betul didapat data yang valid dan reliabel. wawancara) dicantumkan kalau sekiranya tidak dapat dilaksanakan. Organisasi Penelitian Bila penelitian dilaksanakan oleh tim/kelompok maka diperlukan adanya organisasi pelaksana penelitian. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 22 . E. Selain itu konsekuensi dari mencantumkan ketiga teknik pengumpulan data itu adalah: setiap teknik pengumpulan data yang dicantumkan harus disertai datanya. tetapi bila suatu teknik dipandang mencukupi maka teknik yang lain bila digunakan akan menjadi tidak efisien. Jangan semua teknik pengumpulan data (angket. maka teknik analisis data ini telah ditentukan. maka teknik analisis data ini berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian hipotesis yang diajukan. tidak dapat berlaku untuk populasi. IV. dan berapa lama akan dilakukan. Dalam jadwal berisi kegiatan apa yang akan dilakukan. akan menentukan teknik statistik mana yang digunakan. sebagai pembantu ketua. maka rumusan masalah penelitian itulah yang perlu dijawab.D. Memang untuk mendapatkan data yang lengkap dan obyektif penggunaan berbagai teknik sangat diperlukan. B. Teknik Analisis Data Untuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Teknik Pengumpulan Data Yang diperlukan di sini adalah teknik pengumpulan data mana yang paling tepat. Jadi sejak membuat rancangan. Bila peneliti tidak membuat hipotesis. sehingga kesimpulan yang dihasilkan hanya dapat berlaku untuk sampel yang digunakan. Tetapi kalau hanya rumusan masalah itu dijawab maka sulit membuat generalisasi. observasi. Minimal ada ketua yang bertanggung jawab dan anggota. Bentuk hipotesis mana yang diajukan. Jadwal Penelitian Setiap rancangan penelitian perlu dilengkapi dengan jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A.

tetap. dinamis. dan akan berkembang setelah peneliti memasuki obyek penelitian/situasi sosial. organisasi penelitian. Jumlah biaya yang diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya. jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal peneliti. teramati. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 23 . sehingga permasalahan belum jelas. landasan teori. tingkat resiko kegiatan yang dilakukan. kompleks. Biaya Penelitian Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. maka proposal penelitian kualitatif yang dibuat masih bersifat sementara. Proposal Penelitian Kualitatif Dalam penelitian kuantitatif. pola pikir deduktif. dan biaya penelitian. realitas dianggap tunggal. Sedangkan dalam metode kualitatif yang berpandangan bahwa. jadwal penelitian. penuh makna.C. dan pola pikir induktif. karena permasalahan yang diteliti sudah jelas. realitas dipandang sesuatu holistik. maka proposal penelitian kuantitatif dipandang sebagai “blue print” yang harus digunakan sebagai pedoman baku untuk melaksanakan dan mengendalikan penelitian. metode penelitian. pendahuluan. Komponen dan Sistematika Proposal Komponen dalam proposal penelitian tersebut secara garis besarnya terdiri atas. 1. serta lamanya penelitian dilakukan.

…………………………. Teknik Analisis Data G. Tempat Penelitian C.SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF I.. Manfaat Penelitian II. PENDAHULUAN A. B. Metode dan Alasan Menggunakan Metode B. Sampel Sumber Data E. Rumusan Masalah D. BIAYA YANG DIPERLUKAN Nursa’id Fitria (06101410022) Page 24 . Organisasi Penelitian B. PROSEDUR PENELITIAN A. Fokus Penelitian C. STUDI KEPUSTAKAAN A. …………………………. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. III. C. Jadwal Penelitian V. Rencana Pengujian Keabsahan Data IV. Teknik Pengumpulan Data F. Latar Belakang B.. Tujuan Penelitian E. ………………………….. Instrumen Penelitian D.

tujuan. bisa diperoleh dari studi pendahuluan. sehingga terlihat adanya kesenjangan yang merupakan masalah. masalah ini bersifat sementara. namun perlu dikemukakan dalam proposal penelitian. yang bersifat spesifik. B.I. Dalam latar belakang masalah ini perlu dikemukakan gambaran keadaan yang sedang terjadi selanjutnya dikaitkan dengan peraturan/kebijakan. Masalah ini perlu dikemukakan dalam bentuk data. dan disarankan oleh pembimbing atau orang yang dipandang ahli. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Walaupun dalam penelitian kualitatif. atau pernyataan orang-orang yang dianggap kredibel dalam media cetak maupun elektronik. Namun bila rumusan masalah ini tidak sesuai dengan kondisi obyek penelitian. Rumusan Masalah Rumusan masalah ini merupakan panduan awal bagi peneliti untuk penjelajahan pada obyek yang diteliti. perencanaan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 25 . dokumentasi laporan penelitian. maka peneliti perlu mengganti rumusan masalah penelitiannya. penentuan fokus berdasarkan hasil studi pendahuluan. teori pengalaman. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dalam proposal penelitian kualitatif juga masih bersifat sementara. A. D. Dalam proposal tujuan penelitian terkait dengan rumusan masalah. Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif tidak berkenaan dengan variabel penelitian. C. tetapi lebih makro dan berkaitan dengan kemungkinan apa yang terjadi pada obyek/situasi sosial penelitian tesebut. referensi. pengalaman. dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan. yaitu untuk mengetahui segala sesuatu setelah rumusan masalah itu terjawab melalui pengumpulan data. Fokus Penelitian Pada penelitian kualitatif. Fokus dalam penelitian ini juga masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian di lapangan.

kemutakhiran. Selain itu. budaya. A. Selanjutnya dalam landasan teori. teknik analisis data. instrumen penelitian. namun juga tidak menolak manfaat praktisnya untuk memecahkan masalah. yaitu untuk pengembangan ilmu. Apabila peneliti kualitatif dapat menemukan teori. holistik. Metode dan Alasan Menggunakan Metode Kualitatif Pada umumnya alasan menggunakan metode kualitatif karena pemasalahan belum jelas. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 26 . menemukan pola. Manfaat Penelitian Untuk penelitian kualitatif. hipotesis dan teori. teori yang dikemukakan bersifat sementara. memprediksikan. manfaat penelitian lebih bersifat teoritis. dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti. Dalam penelitian kualitatif. dan keaslian.E. II. kuesioner. teknik pengumpulan data. STUDI KEPUSTAKAAN Studi berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang terkait dengan nilai. METODE PENELITIAN Komponen dalam metode penelitian kualitatif adalah: alasan menggunakan metode kualitatif. karena dalam penelitian kualitatif tidak akan menguji hipotesis. sampel sumber data penelitian. III. kompleks dinamis. tetapi justru menemukan hipotesis. maka akan berguna untuk menjelaskan. yaitu relevansi. dan mengendalikan suatu gejala. dan pedoman wawancara. tempat penelitian. peneliti bermaksud memahami situasi sosial secara mendalam. dan penuh makna sehingga tidak mungkin data pada situasi sosial tersebut dijaring dengan metode penelitian kuantitatif dengan instrumen seperti tes. tidak perlu dibuat kerangka berpikir sebagai dasar untuk perumusan hipotesis. Terdapat tiga kriteria terhadap teori yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian. dan rencana pengujian keabsahan data. dan akan berkembang atau berubah setelah peneliti berada di lapangan.

3. 4. Penentuan sampel sumber data. dan lain-lain. tetapi juga dihayatinya. 2. atau mungkin setelah permasalahannya dan fokus jelas peneliti akan menggunakan instrumen. Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti. yang menjadi instrumen utama adalah peneliti sendiri atau anggota tim peneliti. sehingga sesuatu itu bukan sekedar diketahui. sampel sebagai sumber data atau sebagai informan sebaiknya yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. pada proposal masih bersifat sementara. dan akan berkembang kemudian setelah peneliti di lapangan. Sampel sumber data pada tahap awal memasuki lapangan dipilih orang yang memiliki power dan otoritas pada situasi sosial atau obyek yang diteliti.B. Instrumen yang akan digunakan perlu dikemukakan pada bagian ini. Misalnya di sekolah. di rumah. Instrumen Penelitian Dalam penelitian kualitatif. sehingga mampu “membukakan pintu” ke mana saja peneliti akan melakukan pengumpulan data. di jalan. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil “kemasannya” sendiri. Untuk itu perlu dikemukakan siapa yang akan menjadi instrumen penelitian. Selanjutnya dinyatakan bahwa. Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi. di lembaga pemerintahan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 27 . di perusahaan. Situasi sosial untuk sampel awal sangat disarankan suatu situasi sosial yang di dalamnya menjadi semacam muara dari banyak domain lainnya. Sampel Sumber Data Dalam penelitian kualitatif. C. sampel sumber data dipilih secara purposive dan bersifat snowball sampling. D. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi. Tempat Penelitian Dalam hal ini perlu dikemukakan tempat di mana situasi sosial tersebut akan diteliti.

meningkatkan ketekunan. Namun yang utama adalah uji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara: perpanjangan pengamatan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 28 . dan analisis kasus negatif. analisis data dengan analisis komponensial. Teknik Pengumpulan Data Pada bagian ini dikemukakan bahwa. dan gabungan ketiganya atau triangulasi. kepada siapa akan melakukan wawancara. Rencana Pengujian Keabsahan Data Uji keabsahan data meliputi uji kredibilitas data (validitas internal). Selanjutnya pada tahap selections. Tahapan dalam penelitian kualitatif adalah tahap memasuki lapangan dengan grand tour dan minitour question. Tahap kedua adalah menentukan fokus. teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi partisipan. maka perlu dikemukakan apa yang diobservasi. pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan struKtural. Mereka yang pada mulanya tergolong “cukup asing” dengan peneliti sehingga lebih menggairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber. analisis data dilakukan dengan analisis taksonomi. teknik pengumpulan data dengan minitour question. E. Perlu dikemukakan kalau teknik pengumpulan datanya dengan observasi. uji dependabilitas (reliabilitas) data. kalau wawancara. G. wawancara mendalam. F. Teknik Analisis Data Teknik analisis data lebih banyak dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. Setelah analisis komponensial dilanjutkan analisis tema. diskusi dengan teman sejawat. analisis datanya dengan analisis domain.5. triangulasi. studi dokumentasi. member check. dalam penelitian kualitatif. uji transferabilitas (validitas eksternal/generalisasi) dan uji konfirmabilitas (obyektivitas).

bila penelitian dilakukan oleh tim. bendahara.IV. ORGANISASI PENELITIAN DAN JADWAL PENELITIAN A. B. Untuk itu perlu direncanakan jadwal pelaksanaan penelitian yang berisi aktivitas yang dilakukan dan kapan akan dilakukan. jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal peneliti. beberapa anggota peneliti. C. tingkat resiko kegiatan yang dilakukan. Dalam organisasi penelitian ini terdiri atas ketua tim peneliti. pengumpul data. Jumlah biaya yang diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya. Organisasi Organisasi penelitian ini perlu dikemukakan. Masing-masing perlu dikemukakan uraian tugas dan waktu yang tersedia. serta lamanya penelitian dilakukan. Jadwal Penelitian Pada umumnya penelitian kualitatif memerlukan waktu yang relatif lama. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 29 . Pembiayaan Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. antara 6 bulan sampai 24 bulan. tenaga administrasi.

antara teori dengan praktik. namun sering perubahan itu tidak diharapkan oleh orang-orang tertentu. antara aturan dengan pelaksanaan. 1989). antara rencana dengan pelaksanaan. Masalah penelitian perlu dinyatakan dengan jelas karena melalui prnyataan tersebut peneliti berusaha mengkomunikasikan kepada pihak lain tentang fokus dan pentingnya masalah. Hal ini pada awalnya tentu akan memunculkan masalah. tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan dari rencana tersebut maka tentu ada masalah. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan Di dunia ini yang tetap hanya perubahan. serta kerangka kerja laporan penelitiannya. b. Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi. atau dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) maka akan muncul masalah. yakni pengumpulan dan analisis data (McMillan dan Scumacher. adanya pengaduan. Stonner mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antar pengalaman dengan kenyataan. pemecahan. informasi atau keputusan. konteks dan skop kependidikan. a.SUMBER MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN SUMBER MASALAH Langkah pertama yang harus dilalui oleh seorang peneliti dalan proses penelitiannya adalah penentuan masalah. Jadi untuk Nursa’id Fitria (06101410022) Page 30 . secara teknis masalah menyiratkan adanya kemungkinan dilakukannya suatu penyelidikan empiris. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan Suatu rencana yang telah ditetapkan. Dalam bidang penelitian. karena akan dapat menimbulkan masalah. antara apa yang direncanakan dengan kenyataan. Apakah masalahnya sehingga apa yang telah direncanakan tidak menghasilkan kenyataan. dan kompetisi. Orang atau kelompok yang biasanya mengelola pendidikan dengan sistem sentralisasi lalu berubah menjadi desentralisasi. Secara umum masalah dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang memerlukan pembahasan. Orang yang bisanya menjadi pimpinan pada bidang pemerintahan harus berubah ke bidang pendidikan.

jenjang pendidikan yang rendah. Pada umumnya peneliti dalam bidang pendidikan memfokuskan kajiannya pada usaha untuk mendeskripsikan fenomena kependidikan. pernyataan. setiap masalah harus ditunjukkan dengan data. lengkap dan akurat. serta mengembangkan pemecahan masalah kependidikan. Setelah melakukan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 31 . seperti pertanyaan yang memerlukan penjelasan tentang bagaimana melakukan sesuatu. berisi masalah mengambang karena terlalu luas. Misalnya penelitian tentang SDM. maka akan timbul masalah dalam organisasi itu. peneliti juga bisa mengajukan berbagai pertanyaan baik yang bersifat teoritis maupun praktis di bidang pendidikan. Disamping itu. maka masalah SDM harus ditunjukkan dengan data. c. ternyata setelah ada pihak tertentu yang mengadukan produk maupun pelayanan yang diberikan. masalah yang menjadi fokus harus dinyatakan secara formal untuk menunjukkan perlunya dilakukan penyelidikan secara empiris. Dalam penelitian kuantitatif. tidak semua pertanyaan dapat digolongkan dalam masalah penelitian. Dalam penelitian. d. menjelaskan (explaining) kejadian yang terobservasi. Pada umumnya masalah penelitian pada mulanya diidentifikasi melalui topik yang masih umum. atau pertanyaan tentang nilai. Ada kompetisi Adanya saingan atau kompetisi sering dapat menimbulkan masalah besar bila tidak dapat memanfaatkan untuk kerja sama. Data yang diberikan harus up to date. Masalah SDM misalnya. Dengan demikian masalah penelitian dapat digali dengan cara menganalisis isi pengaduan. Data masalah dapat diperoleh dari hasil pengamatan pendahuluan terhadap hasil penelitian orang lain atau dari dokumentasi. kompetensi dan produktivitas yang masih rendah. jumlah SDM yang terbatas.menemukan masalah dapat diperoleh dengan cara melihat dari adanya penyimpangan antara yang direncanakan dengan kenyataan. Ada pengaduan Dalam suatu organisasi sekolah yang tadinya tenang tidak ada masalah. Akan tetapi. masalah penelitian dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Dalam proposal penelitian. atau hipotesis.

kebanyakan keputusan yang dibuat oleh praktisi didasarkan atas praduga tanpa didukung data empiris. yang kemungkinan mempunyai pengaruh terhadap siswa. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 32 . Masalah sosial yang sedang diterjadi dapat memberikan masukan yang berarti bagi peneliti untuk dijadikan masalah penelitiannya. baik dengan atau tanpa variasi. Observasi terhadap praktek kependidikan. seringkali subjek yang dipilih sulit atau bahkan tidak mungkin dipilih secara acak. staf pengajar dan administrasi. seringkali mendesak diadakannya peelitian evaluatif. Kepustakaan tentang hasil penelitian juga memberikan rekomendasi perlunya dilakukan replikasi atau penelitian ulang. 3. pengembangan. dan pelaksanaan suatu program. Teori merupakan konsep yang masih berisi tentang prinsip-prinsip umum yang mana penerapannya dalam kondisi atau pelaksanaan kependidikan tertentu belum diketahui selama belum diuji secara empiris. 4. Sumber-sumber masalah : 1. Hal ini karena teori masih berupa konsep tersebut hanya diperoleh dan dikembangkan dari hasil pemikiran secara rasional. Replikasi dapat meningkatkan validitas hasil penelitian yang lalu dan kemampuannya untuk digeneralisasikan lebih luas. 5. Masalah yang muncul dari situasi demikian diantaranya berkenaan dengan kebutuhan kependidikan yang memerlukan informasi tentang perencanaan. Dalam penelitian. Masalah penelitian dapat diangkat dari hasil observasi terhadap hubungan tertentu yang belum atau tidak mempunyai dasar penjelasan yang memadai. Dalam kenyataan kependidikan. Deduksi dari teori. misalnya dalam eksperimen. Situasi praktis. merupakan sumber yang kaya akan masalah penelitian. serta masyarakat. sehingga hasilnya hanya bisa digeneralisasikan secara terbatas. terutama dalam kaitannya dengan pembuatan keputusan tetentu. 2.kepustakaan yang berkenaan dengan topik tersebut kemudian peneliti lebih memfokuskan topik tersebut sehingga menjadi masalah penelitian yang lebih spesifik. dapat memunculkan masalah penelitian.

Baru untuk menghindari adanya duplikasi yang tak perlu Suatu penelitian agar dapat memberikan sumbangan yang berarti. misalnya. maupun kerja sama institusional dan admnistratif. Menarik serta menantang secara intelektual Dalam sejarah ilmu pengetahuan. peneliti hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor sebagai kriteria pemilihan. peneliti hendaknya menghindari adanya duplikasi masalah. penemuan-penemuan yang diperoleh oleh para sarjana yang memiliki nama besar didapat karena keingintahuan intelektual yang sangat besar. Dengan demikian penelitian tersebut tidak hanya menghamburkan tenaga. Secara lebih detail. Dengan kata lain. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 43). waktu dan biaya. tersedianya data. 2.6. dan waktu 3. Kriteria eksternal berkenaan dengan. Nilai maanfaat bagi bidang kajian pendidikan Penelitian merupakan suatu aktivitas yang banyak memerlukan tenaga. Motivasi dilakukan penelitian yang berhasil tersebut sematamata karena dorongan ingin tahu serta kesenangan dan kepuasan. Oleh karena itu Nursa’id Fitria (06101410022) Page 33 . kriteria pemilihan masalah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Orang yang terlibat secara langsung dalam situasi tertentu akan lebih peka dalam memahami makna yang berkaitan dengan situasi tersebut. metode. Kriteria Pemilihan Masalah Dalam memilih masalah yang akan diperoleh dari sumbernya. biaya. Pengembangan pribadi dapat memunculkan masalah yang memerlukan jawaban empiris untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam melalui metode kualitatif. seorang peneliti hendaknya menghindari mengangkat masalah yang sudah ada informasi yang jelas dari penelitian ini. Suatu penelitian harus dapat memberikan sumbangan yang berarti terhadap pengembangan pengetahuan dibidang kependidikan. baik yang sifatnya eksternal maupun personal (Good. masalah yang sedang hangat dan penting bagi bidang penelitian. salah satunya dalah agar masalah yang diteliti dapat menyumbangkan informasi baru yang belum atau masih kurang jelas dapat diperoleh dari penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti lain. Untuk itu.

peralatan. seperti sosiologi. konsultan atau pembimbing. 6. Tersediannya sponsor dan kerja sama administratif Penelitian kependidikan sering kali harus melibatkan beberapa pihak yang berkepentingan. 4. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. antropologi. Tersedianya data dan metode alat khusus serta kondisi kerja Selanjutnya. Oleh karena itu. Latihan serta klasifikasi personal Pengembangan bidang pendidikan berutang pada bidang kajian lain.permasalahan yang diangkat harus didasarkan pada minat serta rasa ingin tahu yang besar sehingga peneliti akan bersedia melakukan penlitiannya dengan senang hati dan menurahkan perhatiannya secara maksimal. dalam memilih masalah peneliti juga harus mempertimbangkan apakah data yang cukup untuk untuk menjawab masalah dapat diperoleh dan apakah ada metode yang cocok untuk digunakan. 7. Biaya dan hasil Penelitian memerlukan biaya yang mahal. misalnya dalam penelitian eksperimen dan historis seringkali memerlukan sumber. Tersedianya sponsor dan kerja sama administratif Penelitian terhadap beberapa masalah. Hal ini karena para peneliti kependidikan banyak yang menggunakan pendekatan penelitian yang digunakan dalam bidang lain tersebut untuk memahami dan melakukan penelitian di bidang pendidikan. Dalam memilih masalah. merekam data dengan akurat. sejarah. Dalam memilih masalah. hendaknya peneliti memperhatikan sumber biaya yang diperlukan untuk Nursa’id Fitria (06101410022) Page 34 . dan psikologi. Keberadaan fasilitas tersebut terutama dimaksudkan untuk mempermudah proses pengamatan melalui kontrol terhadap kondisi. atau mengolah dan menganalisis data yang terkumpul. 5. peneliti harus mempertimbangkan kemungkinan adanya sponsor atau pihak lain yang dapat dan bersedia mendukung pelaksanaan penelitiannya. dan kondisi kerja tertentu. seorang peneliti pendidikan juga harus mempunyai pengethuan dasar dan metodologi penelitian tentang subjek bidang kajian lain sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitiannya. misalnya sekolah. 8.

a. Rumusan Masalah Deskriptif Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri. kelompok. 9. maupun profesi. Bentuk masalah dapat dikelompokkan ke dalam bentuk masalah deskriptif. komparatif dan asosiatif. dalam memilih permasalahan peneliti harus mempertimbangkan waktu yang tersedia. 10. Bahaya Dalam memilih permasalahan. Masalah merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi.kebutuhan penelitiannya. Bila biaya terbatas. historis. Namun demikian terdapat kaitan erat antara masalah dan rumusan masalah. karena setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah. Bila waktu yang tersedia bagi peneliti hanya terbatas kemungkinan besar ia tidak bisa merampungkan penelitiannya dengan baik. baik bahaya fisik. peneliti hendaknya juga memperhatikan bahaya tertentu yang mungkin bisa timbul terhadap perorangan. eksperimen. dan longitudinal seringkali memerlukan waktu yang cukup panjang untuk menyelesaikannya. hendaknya peneliti meninjaunya kembali. Oleh karena itu jika masalah yang diajukan kemungkinan akan membahayakan. Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah Penelitian Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian dikembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi (level of explanation). baik hanya pada satu Nursa’id Fitria (06101410022) Page 35 . mental maupun sosial. Oleh karena itu. Waktu Beberapa penelitian naturalistik. masalah yang diangkat hendaknya tidak terlalu luas sehingga dapat mencukupi untuk penyelesaiannya. Rumusan Masalah Rumusan masalah berbeda dengan masalah. maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data.

Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel itu dengan variabel lain. b. motivasi belajar dan hasil belajar antara murid yang berasal dari keluarga Guru. Adakah perbedaan. Pegawai Swasta dan Pedagang? (dua variabel tiga sampel).variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah negeri dan swasta? (variabel penelitian adalah prestasi belajar pada dua sampel yaitu sekolah negeri dan sekolah swasta). Rumusan Masalah Komparatif Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda. Adakah perbedaan disiplin kerja guru antara sekolah di Kota dan di Desa? (satu variabel dua sampel). Nursa’id Fitria (06101410022) Page 36 . Penelitian semacam ini untuk selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif. Contoh rumusan masalah deskriptif: 1) Seberapa baik kinerja Departemen Pendidikan Nasional? 2) Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri Berbadan Hukum? 3) Seberapa tinggi efektivitas kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia? 4) Seberapa tinggi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah di bidang pendidikan? 5) Seberapa tinggi tingkat produtivitas dan keuntungan finansial Unit Produksi pada Sekolah-sekolah Kejuruan? 6) Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar rata-rata per hari muridmurid sekolah di Indonesia? Dari beberapa contoh di atas terlihat bahwa setiap paertanyaan penelitian berkenaan dengan satu variabel atau lebih secara mandiri. atau pada waktu yang berbeda. Contoh rumusan masalah komparatif: 1). 3). 2).

dan intraktif/resiprocal/timbal balik. Adakah hubungan antara rumah yang dekat rel kereta dengan jumlah anak? 3. Hubungan antara rumah yang dekat rel kereta api dengan jumlah anak 3.c. Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan simetris: 1. Jadi bukan hubungan kausal maupun interaktif. 1) Hubungan simetris Hubungan simetris adalah hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama. Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin sekolah? Contoh judul penelitiannya adalah sebagai berikut: 1. Terdapat tiga bentuk hubungan. hubungan kausal. Rumusan Masalah Asosiatif Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dau variabel atau lebih. Adakah hubungan antara jumlah es yang terjual dengan kejahatan terhadap murid sekolah? 2. Hubungan antara jumlah es yang terjual dengan jumlah kejahatan terhadap murid sekolah 2. Hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin sekolah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 37 . yaitu: hubungan simetris.

Jadi di sini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan variabel dependen (variabel yang dipengaruhi). Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan interaktif: 1. 2. media pendidikan dan kualitas guru sebagai variabel independen dan kualitas SDM sebagai variabel dependen) Contoh judul penelitiannya: 1. Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan kausal: 1. Pengaruh kurikulum. Seberapa besar pengaruh kurikulum. Di sini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen.2) Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. dan kecepatan memperoleh pekerjaan variabel 3) Hubungan interaktif/reciprocal/timbal balik Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Hubungan pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak di SD Kabupaten Alengkapura. Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar anak SD di Kecamatan A. media pendidikan dan kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah? (kurikulum. 3. media pendidikan. Seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala SMK terhadap kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan? (kepemimpinan variabel independen dependen). kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 38 . Adakah hubungan pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak? (pendidikan orang tua varibel independen dan prestasi belajar variabel dependen) 2. 3. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan pada SMK di Provinsi Indrakila. (Di sini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi dapat mempengaruhi motivasi).

jenis kelamin. deskripsi pekerjaan. Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variabel adalah konstrak (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. penghasilan. Diberikan contoh misalnya. Misalnya. produktivitas kerja. status sosial. karena berat badan sekelompok orang itu bervariasi antara satu orang dengan yang lain. prosedur dan mekanisme kerja. dan warna merupakan atribut-atribut dari setiap obyek. tingkat aspirasi. Berat. kebijakan merupakan contoh variabel dalam kegiatan administrasi pendidikan. Tinggi. dan lain-lain. sikap. koordinasi. bentuk. berat badan. (kecerdasan dapat menyebabkan kaya. VARIABEL PENELITIAN Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut. Struktur organisasi. Untuk dapat bervariasi maka penelitian harus didasarkan pada sekelompok sumber data atau obyek yang bervariasi. obyek. Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang atau obyek yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain. maka harus ada variasinya. Dengan demikian variabel itu merupakan suatu yang bervariasi. Di bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). model pendelegasian. golongan gaji. kemudian ditarik kesimpulannya. disiplin kerja. Variabel yang tidak ada variasinya bukan dikatakan sebagai variabel. Variabel juga dapat merupakan atribut dari bidang keilmuan atau kegiatan tertentu. Demikian juga prestasi belajar karena prestasi belajar dari sekelompok murid tentu bervariasi. kepemimpinan. Dinamakan variabel karena ada variasinya. pengawasan. motivasi. demikian juga orang yang kaya dapat meningkatkan kecerdasan karena gizi terpenuhi). ukuran. Hubungan antara kecerdasan dengan kekayaan. merupakan atribut-atribut dari setiap orang.2. pendidikan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 39 . Jadi kalau peneliti akan memilih variabel penelitian baik yang dimiliki orang. maupun bidang kegiatan dan keilmuan tertentu. berat badan dapat diakatakan variabel. kepemimpinan.

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dengan kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel Independen Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Dalam SEM (Structural Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural). b. karena adanya variabel bebas. Dalam SEM (Structural Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural). variabel dependen disebut sebagai variabel indogen. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas. menyatakan bahwa variabel adalah suatu kualitas (qualities) di mana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya.Selanjutnya Kidder (1981). Variabel Dependen Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Motivasi Belajar (Variabel Independen) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 40 . Macam-macam Variabel Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi sebagai berikut: a. maka dapat dirumuskan di sini bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang. variabel independen disebut sebagai variabel eksogen.

Variabel Moderator Adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Variabel Intervening Adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur.c. Motivasi Belajar (Variabel Independen) Gaya Belajar Siswa (Variabel Intervening) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Suasana Belajar (Variabel Moderator) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 41 . Variabel ini juga disebut sebagai variabel independen kadua Motivasi Belajar (Variabel Independen) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Suasana Belajar (Variabel Moderator) d.

pokok bahasan (Variabel Kontrol) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 42 . Motivasi Belajar (Variabel Independen) Motivasi Belajar (Variabel Independen) Waktu belajar. Variabel Kontrol Adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap variabel dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. fasilitas kelas.e.

POPULASI DAN SAMPEL

A. Populasi Populasi adalah kelompok subjek yang ingin dikenai generalisasi hasil penelitian. Menurut Sugiyono “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga subjek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekadar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu.

Karakteristik Populasi Karakteristik populasi menentukan luas atau sempitnya generalisasi dan heterogenitas populasi. 1. Karakteristik sempit/sedikit Generalisasi lebih luas, lebih heterogen 2. Karakteristik luas/banyak Generalisasi lebih sempit,lebih homogeny

A. Sampel Menurut Sugiyono, “sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 43

Syarat Sampel 1. Representatif; mewakili populasi; karakteristiknya harus mencerminkan karakteristik populasi. 2. Yang diteliti adalah populasi, yang diambil datanya adalah data sampel. 3. Kesimpulan yang diambil adalah untuk populasi.

Tujuan Pengambilan Sampel (Sampling) 1. Mereduksi objek penelitian 2. Ingin melakukan generalisasi 3. Menyederhanakan tugas penelitian 4. Efektivitas dan efisiensi Langkah – Langkah Dalam Pengambilan Sampel 1. Tentukan luas populasi sebagai daerah generalisasi 2. Penegasan sifat dan ciri populasi 3. Tentukan besarnya sampel 4. Tentukan teknik samplingnya D. Teknik Sampling 1. Probability Sampling Probability sampling adalah teknik sampling (teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Semua anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. a. Simple Random Sampling Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. 1. 2. 3. Undian dengan pengembalian atau undian tanpa pengembalian Penggunaan tabel bilangan random Sistematik random

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 44

b. Disproportionate Stratified Random Sampling Teknik ini dugunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional. Misalnya pegawai dari unit kerja tertentu mempunyai; 3 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 90 orang S1, 800 orang lulusan SMU, 700 orang lulusan SMP, maka tiga orang lulusan S3 dan empat orang lulusan S2 itu diambil semuanya sebagai sampel. Karena kedua kelompok ini terlalu kecil bila dibandingkan dengan kelompok S1, SMU dan SMP. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Strata berdasarkan usia Strata berdasarkan jenjang pendidikan Strata berdasarkan jenis kelamin Strata berdasarkan status perkawinan Strata berdasarkan status sosial ekonomi Strata berdasarkan asal sekolah Strata berdasarkan jenjang kepangkatannya atau jenjang jabatan

c. Proportionate Stratified Random Sampling Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari latar belakang pendidikan yang berstrata, maka populasi pegawai tersebut berstrata. Misalnya jumlah pegawai yang lulus S1=45, S2=30, STM=800, ST=900, SMEA=400, SD=300. Jumlah sampel yang harus diambil meliputi strata pendidikan tersebut. Jumlah sampel dan teknik pengambilan sampel diberikan setelah bagian ini.

d. Cluster Sampling (Area Sampling) Teknik ini digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misal penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 45

berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan. Dari semua anggota itu diberi nomor urut. Sampling Sistematis Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Berdasarkan tempat tinggal 3. 5. Berdasarkan area/wilayah/daerah 2. a. genap saja. Misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang. b. Mengambil sampel yang punya karakteristik/ciri tertentu serta jumlah/quota yang harus diambil (misalnya: mahasiswa semester V dari berbagai PT yang kuliah sambil bekerja atau kuliah tapi sudah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 46 . Berdasarkan tempat pekerjaan 4. Teknik ini sering digunakan melalui dua tahap. 1.15. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja. Sampling berdasarkan pada kelompok-kelompok masyarakat : 1. atau kelipatan dari bilangan lima. Berdasarkan profesi/pekerjaan 2. Non Probability Sampling Non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk diplih menjadi sampel. 10. Quota Sampling Sampling quota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (quota) yang diinginkan. yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100. yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah. dan tahap berikutnya menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga.untuk ini maka yang diambil sebagai sampel adalah nomor 1. dan seterusnya sampai 100. 20.

karena belum memenuhi quota yang ditentukan. kadinas. Misalnya. (ciri-ciri yang dicari tidak merupakan representasi dari populasi secara keseluruhan). Jumlahnya tidak ditentukan secara pasti 4. sampelnya dari orang tua. akan melakukan penelitian tentang kualitas makanan. Sulit untuk diambil generalisasi 6. 1. pengawas. 4. Digunakan untuk menemukan suatu isu/hal-hal yang menjadi topik pembicaraan masyarakat d. 2. dst. guru. c. bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Kalau pengumpulan data belum didasarkan pada quota yang diinginkan maka penenlitian dipandang belum selesai. Memiliki ciri-ciri yang esensial dari populasi 3. Misalnya untuk mengetahui kualitas pendidikan suatu daerah. Tidak terikat dengan jumlah sampel Nursa’id Fitria (06101410022) Page 47 . Tidak representatif 3. Pengambilan sampel seketemunya saja 2. maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan. Dicari yang paling mudah dihubungi. Purposive Sampling Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Incidental Sampling Teknik ini adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penenlitian kualitatif. Mudah dilakukan 5.berkeluarga). 1. Memilih sampel berdasarkan tujuan tertentu 2. yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel.

Menyelidiki hubungan antar manusia dalam hubungan yang akrab f. Tujuan penelitian: generalisasi. Pertimbangan-pertimbangan dalam Menentukan Teknik Sampling 1. jumlah sampel semakin banyak 4. Dalam penentuan sampel. Dimulai dari kelompok kecil 2. kemudian membesar. biasanya diambil sampel kelas Nursa’id Fitria (06101410022) Page 48 . Untuk penelitian di sekolah. 3. 1. dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Kawannya memilih kawannya lagi untuk dijadikan sampel. Pengetahuan tentang populasi 3. Snowball Sampling Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil.e. Sampel tidak boleh lebih dari 100 orang 5. begitu seterusnya sampai diperoleh jumlah sampel yang diinginkan 4. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. kurang dari 30 orang. E. kesan-kesan umum dalam waktu singkat 2. Masing-masing anggota kelompok memilih kawannya (satu atau dua orang) untuk dijadikan sampel. Semakin heterogen populasi. kemudian dua orang ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. Kesediaan seseorang untuk dijadikan sampel 4. pertama-tama dipilih satu atau dua orang. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil. sampel tidak perlu banyak 3. Jika homogen. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus. Sampling Jenuh Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Jumlah biaya yang tersedia 5. Tidak ada ketentuan yang pasti 2. Besar Sampel 1. Besarnya target fasilitas yang tersedia F.

Probability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang sama kepada anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. H. Berikut ini diberikan tabel penentuan jumlah sampel dari populasi tertentu yang dikembangkan dari Isaac dan Michael. dan 100%. P . 1%. Rumus untuk menghitung ukuran sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya adalah sebagai berikut : s  2 .G.Q d 2 ( N 1)  2 . yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 49 . 5%. maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi. atau cara pengambilan sampel secara acak. taraf kesaahan 1%.Q d  0. Tingkat kepercayaan yang dikehendaki sering tergantung pada sumber dana. makin kecil tingkat kesalahan. N . Jadi bila jumlah populasi 1000 dan hasil penelitian itu akan diberlakukan untuk 1000 orang tersebut tanpa ada kesalahan. Makin besar jumlah sampel mendekati populasi. dan sebaliknya. maka akan semakin besar jumlah anggota sampel yang diperlukan.5. untuk tingkat kesalahan. maka makin besar kesalahan generalisasi (diberlakukan umum). Menentukan Ukuran Sampel Jumlah anggota sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. maka jumlah sampel yang diambil sama dengan jumlah populasi tersebut yaitu 1000 orang. Berapa jumlah anggota sampel yang paling tepat digunakan dalam penelitian? jawabannya tergantung pada tingkat kesalahan yang dikehendaki. 10 %. Cara demikian sering disebut dengan random sampling. 5%. waktu dan tenaga yang tersedia. Makin besar tingkat kesalahan maka akan semakin kecil jumlah sampel yang diperlukan. P . P  Q  0. Jumlah sampel yang 100% mewakili populasi adalah sama dengan jumlah anggota populasi itu sendiri.05 s  jumlah sampel 2 dengan dk  1. Menentukan Anggota Sampel Di dapan telah dikemukakan terdapat dua teknik sampling.

Karena teknik pengambilan sampel adalah random. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 50 . Untuk contoh di atas peluang setiap anggota populasi = 1/100. Bila yang telah diambil keluar lagi.Pengambilan sampel secara random/acak dapat dilakukan dengan bilangan random. Peluang akan semakin besar bila yang telah diambil tidak dikembalikan. maka setiap anggota populasi diberi nomor terlebih dahulu. maka perlu dikembalikan lagi. maka setiap anggota popuasi mempunyai peluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Dengan demikian cara pengambilannya bila nomor satu telah diambil. komputer. Bila pengambilan dilakukan dengan undian. sesuai dengan jumlah anggota populasi. Misalnya nomor pertama tidak dikembalikan lagi maka peluang berikutnya menjadi 1 : (100 – 1) = 1/99.dianggap tidak sah dan dikembalikan lagi. kalau tidak dikembalikan peluangnya menjadi tidak sama lagi. maupun dengan undian.

Bila dalam suatu penelitian terdapat tiga variabel independen dan satu variabel dependen. oleh karena itu semua peneliti harus berbekal teori. maka kelompok teori yang perlu dideskripsikan ada empat kelompok teori. maka akan semakin banyak teori yang perlu dikemukakan. yaitu kelompok teori yang berkenaan dengan tiga variabel independen dan satu kelompok teori yang berkenaan dengan variabel dependen.KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN Kajian teoritis atau tinjauan pustaka atau landasan teori perlu ditegakkan agar penelitian mempunyai dasar yang kokoh dan bukan sekedar perbuatan cobacoba (trial and error). semakin banyak variabel yang diteliti. Dalam penelitian kuantitatif. Berapa jumlah kelompok teori yang perlu dikemukakan/dideskripsikan. kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabel yang akan diteliti menjadi lebih jelas dan terarah. Semua penelitian bersifat ilmiah. Adanya landasan teori ini merupakan ciri bahwa penelitian itu merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data. Oleh karena itu. sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis. sehingga ruang lingkup. Deskripsi teori paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap variabelvariabel yang diteliti. akan tergantung pada luasnya permasalahan dan secara teknis tergantung pada jumlah variabel yang diteliti. Deskripsi teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori (dan bukan sekedar pendapat pakar atau penulis buku) dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti. karena teori di sini akan berfungsi untuk memperjelas masalah yang diteliti. teori yang digunakan harus sudah jelas. Teori-teori yang dideskripsikan dalam proposal maupun laporan penelitian dapat digunakan sebagai indikator apakah peneliti menguasai teori dan konteks Nursa’id Fitria (06101410022) Page 51 . dan sebagai referensi untuk menyusun instrumen penelitian. Oleh karena itu landasan teori dalam proposal penelitian kuantitatif harus sudah jelas teori apa yang akan dipakai. melalui pendefinisian dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi.

Bila peneliti tidak memiliki sumber-sumber bacaan sendiri. metode penelitian. Sumber-sumber bacaan dapat berbentuk buku-buku teks. dan menelaah yang dibaca itu setuntas mungkin agar ia dapat menegakkan landasan yang kokoh bagi langkah-langkah berikutnya. maka akan semakin mutakhir teori tersebut. maka peneliti harus mengetahui sumber-sumber bacaan. agar dapat mengetahui bagaimana Nursa’id Fitria (06101410022) Page 52 . Oleh karena itu. kemutakhiran berkenaan dengan dimensi waktu. Orang harus membaca dan membaca. Pengertian dan Tujuan Penelitian pendidikan tidak pernah dapat dipisahkan dengan pengetahuan kependidikan karena pada hakikatnya merupakan alat untuk mendapatkan informasi baru yang berguna untuk mengisi kekosongan atau menguji pengetahuan yang telah ada. maka dapat melihat di perpustakaan. tetapi masih dalam lingkup yang sama. Membaca merupakan keterampilan yang harus dikembangkan dan dipupuk. menunjukkan bahwa peneliti tidak menguasai teori dan konteks penelitian. analisis. Sumber bacaan yang baik harus memenuhi tiga kriteria. tempat penelitian. Variabel-variabel penelitian yang tidak dapat dijelaskan dengan baik. A. Relevansi berkenaan dengan kecocokan antara variabel yang diteliti dengan teori yang dikemukakan. kelengkapan. kamus. maka peneliti harus rajin membaca. sampel penelitian. Makin baru sumber yang digunakan. dan hasil-hasil penelitian. Untuk dapat membaca dengan baik. Secara teknis hasil penelitian yang relevan dengan apa yang akan diteliti dapat dilihat dari permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian yang relevan bukan berarti sama dengan yang akan diteliti. yaitu relevansi. kelengkapan berkenaan dengan banyaknya sumber yang dibaca. penelitian ini justru menggunakan sumber-sumber bacaan lama). Untuk mnguasai teori maupun generalisasi-generalisasi dari hasil penelitian. baik dari segi pengertian maupun kedudukan dan hubungan antar variabel yang diteliti. dan kesimpulan. ensiklopedia.yang diteliti atau tidak. jurnal ilmiah. waktu penelitian. dan kemutakhiran (kecuali penelitian sejarah. baik perpustakaan lembaga formal maupun perpustakaan pribadi.

Untuk menyusun kerangka tersebut. Ulasan terhadap bahan kepustakaan yang berkaitan dengan topik penelitian tersebut juga bukan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa masalah penelitian yang diangkat belum pernah diteliti oleh peneliti yang lain. Ulasan kepustakaan juga dapat dipandang sebagai kontribusi terhadap penyusunan teori penelitian. peneliti dapat melakukan dengan cara menyusun hasil-hasil penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 53 . peneliti dapat melihat bagaimana masalah penelitian dan penemuannya akan dapat dihubungkan dengan hasil penentuan penelitian lain dan bagaimana kombinasi penemuan tersebut dan penemuannya dapat membantu memberikan gambaran atau potret pengetahuan yang lebih utuh dan komplit tentang bidang tersebut. Lindvall. perlu adanya ulasan terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan dengan topik masalah yang diangkat.hubungan dan di mana posisi pengetahuan yang telah ada. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 76). Keterbatasan kerangka teori dalam bidang tersebut mungkin terjadi karena kompleksnya hubunganhubungan yang ada dalam masalah yang harus dikaji. Dengan mengetahui hasil-hasil penting dari penelitian yang pernah dilakukan. Tujuan utama dari penulisan ulasan kepustakaan adalah untuk mengorganisasikan penemuan-penemuan penelitian yang pernah dilakukan sehingga pembaca akan memahami mengapa masalah yang diangkat mempunyai nilai penting serta menunjukkan bagaimana masalah tersebut dikaitkan dengan hasil penelitian dan pengetahuan yang lebih luas) McMillan dan Schumacher. Ulasan kepustakaan akan memungkinkan pembaca meningkatkan cakrawala nya dari segi tujuan dan hasil penelitian. Ulasan kepustakaan sering juga disebut rasional penelitian karenamemberikan landasan rasional tentang mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan dalam kaitannya dengan kerangka pengetahuan. Ulasan kepustakaann ini tidak hanya sekedar untuk menghasilkan anotasi atau catatan bibliografi tentang masalah yang diangkat (Lindvall. Salah satu kelemahan dalam bidang kependidikan adalah kurang adanya kerangka teori yang dijadikan landasan masalah penelitian. 1989. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 76).

karya-karya yang dibuat oleh yang secara tidak Nursa’id Fitria (06101410022) Page 54 . B. ulasan kepustakaan biasanya berisi sumber hasil penelitian yang secara langsung berhubungan dengan penelitian yang diangkat yakni menyelidiki masalah yang serupa. Menghubungkan penemuan dengan pengetahuan yang ada usulan untuk penelitian lebih lanjut. Menghindari replikasi yang tidak disengaja dan tidak perlu d. penelitian psikologi tentang perkembangan intelektual pada anak. Sumber Ulasan kepustakaan Pada dasarnya ulasan kepustakaan dalam penelitian harus didasarkan pada sumber asli yang ditulis oleh peneliti atau penemu teori itu sendiri secara langsung. Hal ini akan memberikan alasan logis manfaat dari masalah yang diangkat dan menunjukkan bagaimana ia dapat membantu melengkapi hasil penelitian lain untuk memperluas pengetahuan dalama bidangnya. rujukan terhadap teori dan pengujian empiris terhadap teori. c. Banyak sedikitnya kepustakaan ini bergantung pada topik dan tujuan penelitian.yang telah ada. Namun demikian. seperti penelitian sosiologi tentang interaksi kelompok kecil. Dengan cara ini peneliti memberikan kerangka yang memperlihatkan di mana masalah penelitiannya akan dapat mengisi kekurangan dalam pengetahuan yang ada. Lebih lanjut kepustakaan tersebut berguna untuk menunjukkan signifikansi masalah. Secara rinci hal tersebut dijelaskan : a. Menentukan dan membatasi permasalahan penelitian b. Kepustakaan adalah bahan-bahan yang secara nyata relevan dengan permasalahan seperti hasil penelitian yang pernah dilakukan yang menyelidiki pertanyaan yang serupa atau variabel yang sama. menunjukkan bagaimana hasil-hasil tersebut saling berhubungan sehingga memberikan suatu organisasi pengetahuan yang telah ada. dan kajian dari bidang lain. Meletakkan penelitian pada prespektif sejarah dan asosional. Dalam topik yang sudah banyak dilakukan penelitian. Memilih metodologi yang tepat e. mengembangkan desaian mendahului serta rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut.

Sumber preliminer Sumber preliminer adalah bahan-bahan rujukan yang dimaksudkan untuk membantu seseorang mengidentifikasi dan menemukan sumber primer atau Nursa’id Fitria (06101410022) Page 55 . Sumber ini berisi tentang hasil sintesis bahan-bahan yang berasal dari sumber utama. sumber ini juga mengkombinasikan informasi yang diperoleh dari beberapa sumber primer ke dalam satu kesatuan kerangka kerja sehingga memberikan ulasan secara ringkas tentang perkembangan penelitian dalam topik tertentu. tesis. Ada tiga macam kategori ulasan kepustakaan yang telah diklasifkasikan. Dalam penelitian pendidikan. detil. Oleh karena itu. hand book. proceeding. skripsi. ini berarti deskripsi penyelidikan oleh peneliti sendiri atau deskripsi teori oleh penemunya.langsung melakukan penelitian atau membuat teori juga dapat dijadikan sumber informasi yang sangat berharga. baik secara empiris maupun teoritis. Contohnya adalah bukubuku teks. Di samping itu. Sumber sekunder Sumber sekunder adalah bahan pustaka yang ditulis dan dipublikasikan oleh penulis yang tidak secara langsung melakukan pengamatan atau berpartisipasi dalam kenyataan yang ia deskripsikan atau bahan penemu teori. dan disertasi. teori dan metodologi yang digunakan untuk menyelidiki masalah. text book. dan teknis. 3. Contohnya adalah jurnal ilmiah. 2. Sumber primer Sumber primer adalah hasil-hasil penelitian atau tulisan-tulisan karya peneliti atau teoritis yang orisinil. ia dapat memberikan informasi yang detil tentang penelitian. Kebanyakan sumber sekunder ini memuat daftar pustka yang menjadi sumber pengambilan bahan-bahan yang dijadikan sehingga daftar ini juga dapat dipergunakan untuk menemukan sumber primernya. antara lain : 1. Sumber ini berisi teks laporan hasil penelitian atau teori secara penuh atau lengkap. Sumber ini merupakan deskripsi langsung tentang kenyataan yang dibuat oleh individu yang melakukan pengamatan atau menyaksikan kejadian atau oleh individu yang mengemukakan teori yang pertama kali.

evaluasi. Memilih sumber preliminer yang sesuai Sumber priliminer baik berupa indeks maupun abstrak akan membantu peneliti untuk mendapatkan informasi di mana sumber primer dapat diperoleh. Dengan kata lain. Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah sebagai berikut: 1. dan interaksi belajar mengajar. Mencari dan membaca sumber sekunder Bacaan bahan-bahan yang ada dalam sumber kedua akan memberikan ulasan dan pandangan sekaligus tentang topik dan akan membantu peneliti untuk membatasi masalah sehinga lebih cepat. dan tempat penerbitan. sumber preliminer berisi informasi tentang sumber primer dan sekunder. abstrak berisi rangkuman singkat tentang laporan penelitian baik yang diterbitkan maupun yang tidak diterbitkan beserta bibliografi dan diterbitkan secara berkala. sikap. misalnya pembelajaran. Sumber ini sangat bermaanfaat untuk menunjukkan jenis-jenis tertentu yang diperlukan dalam beberapa ulasan kepustakaan untuk mencari subjek tertentu. Analisis pernyataan masalah Pernyataan masalah berisi konsep-konsep atau variabel yang membentuk petunjuk tentang topik kepustakaan. judul. laporan-laporan. Ada dua macam sumber preliminer yakni abstraks dan indeks. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 56 . Dengan demikian. buku-buku. 3.sekunder. 2. dan dokumendokumen lain tentang suatu subjek tertentu dapat ditemukan dalam sumber primer atau sekunder. Indeks biasanya hanya berisi informasi kunci tentang bahan pustaka primer atau sekunder yakni penulis. Sedangkan. biaya. dan tenaga karena sumber preliminer informasi tentang di mana artikel-artikel. peneliti akan menghemat waktu. Kata kunci ini dapat memudahkan untuk mencari bahan-bahan pustaka yang sesuai dengan masalah.

peneliti membaca dan mencatat hasil analisis singkat terhadap sumber primer yang sesuai dan relevan dengan masalah penelitiannya disertai catatan bibliografinya secara lengkap. Mengorganisasi catatan Hasil catatan yang dibuat pada langkah keempat dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa cara. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 57 . Pertautan antar variabel tersebut. Banyak sedikitnya ulasan serta kedalamannya sangat tergantung pada jenis penelitian serta banyaknya penelitian yang pernah dilakukan. Menulis kutipan Dalam membuat ulasan peneliti hanya mengutip hasil penelitian teori dan praktk yang relevan dengan masalah penelitian. 6. kesamaan wawasan terhadap permasalahan. maka juga perlu dijelaskan. Membaca sumber primer yang terkait Setelah mendapatkan sumber primer. KERANGKA BERPIKIR Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. juga argumentasi terhadap variasi besaran variabel yang diteliti. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. misalnya kronologi. selanjutnya dirumuskan ke dalam bentuk paradigma penelitian. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dengan variabel dependen. Bila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening. Apabila penelitian hanya membahas sebuah variabel atau lebih secara mandiri. Oleh karena itu pada setiap penyusunan paradigma penelitian harus didasarkan pada kerangka berpikir. 5. maka yang dilakukan peneliti disamping mengemukakan deskripsi teoritis untuk masing-masing variabel. dan metodologi dan kemudian disusun berdasarkan ide umum yang dapat meliputinya. mengapa variabel itu ikut dilibatkan dalam penelitian. Kerangka berpikir dalam suatu penelitian perlu dikemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua variabel atau lebih.4.

dan kamus. Sintesa tentang hubungan antar variabel tersebut. skripsi. 1. Berapa jumlah variabel yang diteliti. Menetapkan Variabel Yang Diteliti Untuk menentukan kelompok teori apa yang perlu dikemukakan dalam menyusun kerangka berpikir untuk pengajuan hipotesis. Kerangka pemikiran ini merupakan penjelasan sementara terhadap gejala-gejala yang menjadi obyek permasalahan. Jadi kerangka berpikir merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. 2. Seperti telah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 58 . Oleh karena itu dalam rangka menyusun hipotesis penelitian yang berbentuk hubungan maupun komparasi. 3. dan apakah nama setiap variabel. maka perlu dikemukakan kerangka berpikir. merupakan titik tolak untuk menentukan teori yang akan dikemukakan. dan disertasi. ensiklopedia. sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antar variabel yang diteliti. tesis. Kriteria utama agar kerangka pemikiran bisa meyakinkan sesama ilmuwan. Seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar argumentasi dalam menyusun kerangka pemikiran yang membuahkan hipotesis. Membaca Buku dan Hasil Penelitian (HP) Setelah variabel ditentukan. Buku-buku yang dibaca dapat berbentuk buku teks. selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis. Berdasarkan teori-teori yang telah dideskripsikan tersebut. selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis.Penelitian yang berkenaan dengan dua variabel atau lebih biasanya dirumuskan hipotesis yang berbentuk komparasi maupun hubungan. Hasil penelitian yang dapat dibaca adalah laporan penelitian. jurnal ilmiah. Deskripsi Teori dan Hasil Penelitian (HP) Dari buku dan hasil penelitian yang dibaca akan dapat dikemukakan teoriteori yang berkenaan dengan variabel yang diteliti. maka harus ditetapkan terlebih dahulu variabel penelitiannya. maka langkah berikutnya adalah membaca bukubuku dan hasil penelitian yang relevan. adalah alur-alur pikiran yang logis dalam membangun suatu kerangka berpikir yang membuahkan kesimpulan yang berupa hipotesis.

5. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 59 . 4. Kerangka berpikir yang dihasilkan dapaat berupa kerangka berpikir yang asosiatif/hubungan maupun komparatif/perbandingan. hasil belajar akan tinggi. Kerangka berpikir asosiatif dapat menggunakan kalimat: jika begini maka akan begitu. Kerangka Berpikir Setelah sintesa atau kesimpulan sementara dapat dirumuskan maka selanjutnya disusun kerangka berpikir. Melalui analisis komparatif ini peneliti dapat memadukan antara teori satu dengan teori yang lain. jika guru kompeten maka. Analisis Komparatif terhadap Teori dan Hasil Penelitian Analisis komparatif dilakukan dengan cara membandingkan antara teori satu dengan teori yang lain. karena sering terjadi teori-teori yang berasal dari luar tidak sesuai untuk penelitian di dalam negeri. dan hasil penelitian satu dengan penelitian yang lain. selanjutnya peneliti dapat melakukan sintesa atau kesimpulan sementara. deskripsi teori berisi tentang definisi terhadap masing-masing variabel yang diteliti.dikemukakan. 7. Perpaduan sintesa antara variabel satu dengan variabel yang lain akan menghasilkan kerangka berpikir yang selanjutnya dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis. atau mereduksi bila dipandang terlalu luas. Analisis Kritis terhadap Teori dan Hasil Penelitian Pada tahap ini melakukan analisis secara kritis terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang telah dikemukakan. 6. dan kedudukan antara variabel satu dengan yang lain dalam konteks penelitian itu. Dalam analisis ini peneliti akan mengkaji apakah teori-teori dan hasil penelitian yang telah ditetapkan itu betul-betul sesuai dengan obyek penelitian atau tidak . uraian rinci tentang ruang lingkup setiap variabel. Sintesa Kesimpulan Melalui analisis kritis dan komparatif terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang relevan dengan semua variabel yang diteliti.

maka hipotesisnya berbunyi “ada hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi guru dengan hasil belajar”. Hipotesis Berdasarkan kerangka berpikir tersebut selanjutnya disusun hipotesis. Pola hubungan antara variabel yang akan diteliti tersebut selanjutnya disebut sebagai paradigma penelitian. memuat hal-hal sebagai berikkut: 1. dan ada hubungan gejala bersifat kausal (sebab akibat). Diskusi juga harus dapat menunjukkan dan menjelaskan apakah hubungan antar variabel itu positif atau negatif. dan ada teori yang mendasari 3. Kerangka berpikir tersebut selanjutnya perlu dinyatakan dalam bentuk diagram (paradigma penelitian). Diskusi dalam kerangka berpikir harus dapat menunjukkan dan menjelaskan pertautan/hubungan antar variabel yang diteliti. maka hasil belajar akan tinggi”. Bila kerangka berpikir berbunyi “jika guru kompeten. Berdasarkan hal ini maka bentuk-bentuk paradigma penelitian atau model penelitian kuantitatif khususnya untuk penelitian survey adalah sebagai berikut: Nursa’id Fitria (06101410022) Page 60 . atau interaktif (timbal balik). berbentuk simetris. 4. PARADIGMA PENELITIAN Dalam penelitian kuantitatif/positivistik.8. Kerangka berpikir yang baik. dan teknik analisis statistik yang akan digunakan. Variabel-variabel yang akan diteliti harus dijelaskan 2. maka peneleiti dapat melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada beberapa variabel saja. yang dilandasi pada suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklasifikasikan. teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis. jenis dan jumlah hipotesis. kausal. Jadi paradigma penelitian dalam hal ini diartikan sebagai pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian. sehingga pihak lain dapat memahami kerangka berpikir yang dikemukakan dalam penelitian.

Rumusan masalah asosiatif/hubungan (satu) Bagaimanakah hubungan atau pengaruh kualitas alat dengan kualitas barang yang dihasilkan.1. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 61 . 2). Teori yang digunakan ada dua. Teknik Analisis Data Berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis tersebut. Hipotesis asosiatif Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas media pendidikan dengan prestasi belajar murid. Dua hipotesis deskriptif: (jarang dirumuskan dalam penelitian) a). yaitu teori tentang media pendidikan dan prestasi belajar. Jumlah rumusan masalah deskriptif ada dua. b. Hal ini berarti bila kualitas media pendidikan ditingkatkan. dan asosiatif ada satu yaitu: 1). Paradigma Sederhana Paradigma penelitian ini terdiri atas satu variabel indelpenden dan satu variabel dependen. c. Rumusan masalah deskriptif (dua) a). d. maka prestasi belajar murid akan meningkat pada gradasi yang tinggi (kata signifikan hanya digunakan apabila hasil uji hipotesis akan digeneralisasikan ke populasi di mana sampel tersebut diambil. Hipotesis yang dirumuskan ada dua macam yaitu hipotesis deskriptif dan hipotesis asosiatif (hipotesis deskripitf sering tidak dirumuskan) 1). Bagaimana X? (kualitas guru) b). Berdasarkan paradigma tersebut. maka dapat ditentukan: a. Kualitas media yang digunakan oleh lembaga pendidikan tersebut telah mencapai 70% baik. Prestasi belajar siswa lembaga pendidikan tersebut telah mencapai 99% dari yang diharapkan. maka dapat dengan mudah ditentukan teknik statistik yang digunakan untuk analisis data dan menguji hipotesis. b). Bagaimana Y? (prestasi belajar murid) 2).

Untuk mencari hubungan X1 dengan Y dan X2 dengan Y. Naik turun harga Y dapat diprediksi melalui persamaan regresi Y atas X3. Dalam paradigma ini terdapat tiga rumusan masalah deskriptif dan 4 rumusan masalah asosiatif (3 korelasi sederhana dan 1 korelasi ganda). Untuk dua hipotesis deskriptif. Rumusan masalah deskriptif ada 4 dan rumusan masalah asosiatif (hubungan) untuk yang sederhana ada 6 dan yang ganda minimal 1. Untuk hipotesis asosiatif. X3 dengan Y) tersebut digunakan teknik korelasi sederhana. dengan persamaan Y = a + bX3. bila datanya berbentuk interval dan ratio. 2. Paradigma sederhana menunjukkan hubungan antara satu variable independen dengan satu variabel dependen secara berurutan. deskriptif dan asosiatif. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen dan satu variabel dependen. tetapi hubungannya masih sederhana. Berdasarkan contoh 1 tersebut. 2). dapat dihitung jumlah rumusan masalah.1). 4. Paradigma Ganda dengan Tiga Variabel Independen Dalam paradigma ini terdapat tiga variabel independen (X1. 3. X3) dan satu variabel dependen (Y). Nursa’id Fitria (06101410022) Page 62 . maka menggunakan teknik Statistik Korelasi Product Moment. bila data ke dua variabel berbentuk interval atau ratio. X2. menggunakan teknik korelasi sederhana. dan satu variabel dependen Y. X2 dengan X3. Paradigma ganda dengan dua variabel independen X1 dan X2. Untuk mencari hubungan antar variabel (X1 dengan X2. Untuk mencari hubungan X1 dengan X2 secara bersama-sama terhadap Y menggunakan korelasi ganda. maka pengujian hipotesis menggunakan t-test one sample. Paradigma Sederhana Berurutan Dalam paradigma ini terdapat lebih dari dua variabel.

X2. Analisis regresi sederhana maupun ganda dapat juga digunakan untuk memprediksi jumlah tiket yang terjual dan kepuasan penumpang Kereta Api. r4. 5. Paradigma Jalur Teknik analisis Statistik yang digunakan dinamakan path analysis (analisis jalur). Analisis dilakukan dengan menggunakan korelasi dan regresi sehingga dapat diketahui untuk sampai pada variabel dependen terakhir. r3. Korelasi dan regresi ganda juga dapat digunakan untuk hubungan antar variabel secara simultan. Dalam paradigma itu terdapat empat rumusan masalah deskriptif dan enam rumusan masalah hubungan. harus lewat jalur langsung atau melalui variabel intervening. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 63 . Untuk mencari besarnya hubungan antara X1 dengan Y. Hubungan antar varibel r1. dan X1 dengan X3 dapat menggunakan korelasi sederhana. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Dependen Paradigma ganda dengan suatu variabel independen dan dua variabel dependen. X2 dengan Y.Paradigma ganda dengan tiga variabel independen yaitu X1. Terdapat 4 rumusan masalah deskriptif dan 6 rumusan masalah hubungan sederhana. r2. r5. Untuk mencari besarnya hubungan antara X dan Y1 dan X dengan Y2 digunakan teknik korelasi sederhana. 7. X1 dengan X2. dan X3. X3 dengan Y. Regresi sederhana dan ganda serta korelasi parsial dapat digunakan untuk analisis dalam paradigma ini. Analisis regresi juga digunakan di sini. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen dan Dua Variabel Dependen Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen (X1. X2 dengan X3. Demikian juga untuk Y1 dengan Y2. Hubungan antara X1 bersama-sama dengan X2 terhadap Y1 dan X1 dan X2 bersama-sama terhadap Y2 dapat dianalisis dengan korelasi ganda. 6. dan r6 dapat dianalisis dengan korelasi sederhana. X2) dan dua variabel dependen (Y1 dan Y2). Untuk mencari besarnya hubungan antar X1 secara bersama-sama dengan X2 dan X3 terhadap Y digunakan korelasi ganda.

Hipotesis dikatakan sementara karena kebenarannya masih perlu diuji atau dites kebenarannya dengan data yang asalnya dari lapangan. Bertolak dari yang telah dilakukan dalam mencari landasan teori. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan maslah penelitian. Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. belum jawaban yang empirik dengan data. Dalam metode penelitian. Apakah peneliti mempunyai arah jawaban yang pasti secara positif maupun negatif terhadap permasalahan masalah tersebut. Pada penelitian kualitatif tidak dirumuskan hipotesis. hipotesis adalah alat yang mempunyai kekuatan dalam proses inkuiri. Pengertian Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Jawaban yang masih bersifat sementara dan bersifat teoritis ini disebut sebagai hipotesis. Hipotesi juga juga penting peranannya karena dapat menunjukkan harapan dari si peneliti Nursa’id Fitria (06101410022) Page 64 . Selanjutnya hipotesis tersebut akan diuji oleh peneliti dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Karena hipotesis dapat menghubungkan dari teori yang relevan dengan kenyataan yang ada atau fakta atau dari kenyataan dengan teori yang relevan. di mana rumusan masalah penelitian penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara. tetapi justru diharapkan dapat ditemukan hipotesis.HIPOTESIS PENELITIAN A. belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Setelah selesai menyusun landasan teori. para peneliti akan mempunyai tiga peluang dalam memberikan jawaban sementara terkait dengan permasalahan penelitian. karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan. seorang peneliti biasanya sampai pada suatu kesimpulan tentang permasalahan penelitian.

1985:76) ada dua alasan yang mendasarinya. Mengapa hipotesis dibuat sebelum peneliti ke lapangan (Ary. yaitu : a. Hipotesis dalam posisinya sebagai salah satu unsur penelitian dapat dimisalkan seperti kompas bagi nahkoda kapal. Kompas dapat dipergunakan sebagai penentu arah dalam perjalanan di tengah lautan sehingga mencapai pelabuhan yang dituju. Memberikan arah yang perlu dilakukan oleh peneliti dalam melakukan penelitian. Dengan hipotesis. Hipotesis yang baik menunjukkan bahwa peneliti mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup dalam kaitannya dengan permasalahan b. Walaupun hal ini tidak Nursa’id Fitria (06101410022) Page 65 . Di antara tujuan tersebut diantaranya sebagai berikut : 1. jawaban sementara dapat dipergunakan sebagai petunjuk analisis. Secara fungsional hipotesis dalam penelitian itu sangatlah penting. peneliti lebih mudah dalam mencari pemecahan masalah atas dasar pernyataan hipotesis yang telah dibuat sebelumnya. seorang peneliti yang menuliskan hipotesis secara baik mempunyai beberapa tujuan penting. Memberikan kisi-kisi laporan untuk melaporkan kesimpulan studi. dkk.yang direfleksikan dalam hubungan ubahan atau variabel dalam permasalahan penelitian. Menyediakan keterangan secara sementara terhadap gejala dan memungkinkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan 2. Menyediakan para peneliti dengan pernyataan hubungan antar variabel yang dapat diuji kebenarannya 3. Hipotesis penelitian mempunyai fungsi memberikan jawaban sementara terhadap rumusan masalah atau research questions. Bahwa dengan hipotesis dapat memberikan arah dan petunjuk tentang pengambilan data dan proses interpretasinya. Bila hipotesis dinyatakan dengan tepat dan teliti. 4. Oleh karena itu hipotesis dibuat sebaiknya sebelum peneliti terjun ke lapangan mengumpulkan data yang diperlukan. Dalam penelitian.

Hipotesis penelitian pada umumnya tidak diuji menggunakan teknik statistika. 2) Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor. sebagai rambu-rambu tindakan selanjutnya di lapangan. Berikut ini diberikan beberapa contoh hipotesis penelitian a.mutlak. yaitu studi kepustakaan setelah landasan teori dan atau setelah kerangka berfikir tersusun. rumusan masalah yang direncanakan dapat dicakup dalam penelitian yang hendak dilakukan. Karena memang fungsinya yang utama untuk memberikan jawaban sementara. hipotesis penelitian pada umumnya sama banyaknya dengan jumlah rumusan masalah yang telah ditetapkan dalam rencana penelitian. Ada hubungan yang negatif dan tidak signifikan antar besarnya gaji yang diterima para guru dengan keinginan bekerja sambilan di luar lembaga tempat bekerja. sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III. 3) Hipotesis harus berlandaskan teori. Yang penting adalah bahwa dengan dirumuskannya hipotesis penelitian. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 66 . Ada korelasi positif dan signifikan antara usaha peningkatan belajar di sekolah dengan hasil pencapaian belajar siswa b. Ada pengaruh positif dan signifikan antara motivasi dan gaya kepemimpinan dalam organisasi terhadap produktivitas lembaga c. Dilihat dari posisinya hipotesis penelitian biasanya ditempatkan dalam bab kedua. Jika penelitian bersifat korelasional maka: 1) Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya. jika ingin mengubah harus mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut.

maka hipotesis nol perlu ditolak. Ciri-ciri hipotesis H1 dan H0 ialah :   Saling eklusif (mutually exclusive) .ia itu kedua-dua hipotesis tidak boleh benar atau tidak benar pada masa yang sama Ekhaustif (exhuastive) . H0 Untuk membuktikan H1 benar. Maka kita perlu menetapkan suatu titik (atau 2 titik) di atas keluk taburan min populasi di mana perbedaan di antara nilai min sampel dengan min populasi dianggap terlalu besar sehingga tidak boleh diterima sebagai sama. Dengan lain perkataan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 67 . Jika nilai min sampel terjatuh di dalam kawasan genting. kaedah menguji memerlukan dua kenyataan yang bertentangan :   Hipotesis penyelidikan (yang juga dikenali sebagai hipotesis alternatif). min yang diperoleh daripada sampel tidak akan tepat pada min populasi.tiada alternatif lain Titik-Titik Kritikal (genting) Dalam kaidah ujian hipotesis. biasanya kita akan cuba menbuktikan H0 tidak benar.Langkah-Langkah Menguji Hipotesis Pengujian hipotesis memerlukan tiga "ingredient" :    Soalan penyelidikan Populasi yang ditakrif dengan tepat (well-defined population) Alat mengukur Untuk membuktikan sesuatu hipotesis. Sekiranya kita tidak dapat membuktikan H0 benar maka kita terpaksa menerima bahwa H1 adalah benar. kita dapati bahwa setiap sampel yang dipilih akan memberi min yang agak berlainan. Nilai-nilai yang lebih tinggi daripada titik ini dianggap sebagai di dalam kawasan genting. Mengenai persampelan. kita akan coba membuktikan H0 benar. H1 Hipotesis Nol (Null hypothesis).

8. Bilangan sampel injin baru ialah 36 dan min penyebaran daripada sampel ialah 101. kawasan genting (menolak H0) hendaklah lebih kecil dibandingkan dengan kawasan menerima H0. kemungkinan ini dibagi menjadi dua kawasan yang sama dipenghujung keluk tabura. kedudukan ini serupa dengan prinsip bahwa adalah "lebih baik bebaskan orang yang bersalah daripada menghukum orang yang tidak bersalah". Untuk ujian hipotesis dua-ekor. "adakah 101. kita mungkin membuat dua jenis kesalahan atau ralat seperti ditunjukkan di dalam gambar di bawah. Soalannya sekarang ialah. Dalam konteks dunia sebenar. Perkiraan Andaikan bahwa suatu sampel injin baru telah pilih dan penyebaran N2O telah diukur. Tahap kemungkinan menolak hipotesis nol yang benar (Ralat Jenis I) yang biasa digunakan ialah 0.05 (atau 5%). Dengan kata lain.Ralat Jenis I dan II Dalam membuat keputusan samada hendak menerima atau menolak hipotesis. Jenis I lebih kecil daripada kemungkinan membuat kesalahan Jenis II. Min penyebaran injin lain ialah 100 dengan varians 25.8 berbeda daripada 100"? Nursa’id Fitria (06101410022) Page 68 . Kita juga tahu statistik-statistik berkenaan dengan penyebaran oleh injin lain. Perkiraan untuk mendapatkan nilai z ditunjukkan di bawah. H0 Benar Terima H0 Keputusan Betul Ralat Jenis I H1 Benar Ralat Jenis II (Type II Error) Keputusan Betul Terima H1 (Type I Error) Adalah lebih baik kita menetapkan kemungkinan membuat kesalahan.

Nursa’id Fitria (06101410022) Page 69 .16 > 1. Hipotesis Komparatif Hipotesis komparatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dengan nilai dalam satu variable atau lebih pada sample yang berbeda Contoh : Adakah perbedaan daya tahan lampu merk A dan merk B ? 3.96). tidak membuat perbandingan atau hubungan.Seberapa baik gaya kepemimpinan di Lembaga X ? 2. Tetapi perhatikan bahawa nilai z terletak di bahagian kanan. Nilai terjatuh dalam kawasan genting (2. Nilai z untuk min penyebaran daripada sampel injin baru ialah 2.16.Seberapa tinggi daya tahan lampu merk A ? . Contoh : . Ini bermakna pada tahap 5% keyakinan. Maka H0 hendaklah ditolak dan H1 diterima. Hipotesis Deskriptif Hipotesis deskriptif adalah dugaan tentang nilai suatu variable mandiri. penyebaran injin baru didapati perbedaan daripada injin lain. yaitu :   A point estimate (titik taksiran) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan satu nilai data simpel Interval estimate (convidence interval) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan nilai interval data sample. titik "a" dan "b" adalah titik genting. Dimana ada 2 cara menaksirkan taraf kesalahan dalam pengujian hipotesis. iaitu penyebaran injin baru adalah lebih tinggi daripada injin lain.  Tiga Bentuk Rumusan Hipotesis 1.Dal am gambar di bawah. Hipotesis Hubungan (Asosiatif) Hipotesis asosiatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dugaan tentang hubungan antara 2 variabel atau lebih Contoh : Adakah hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efektivitas kerja ?  Taraf Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis Pada dasarnya menguji hipotesis itu adalah menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel.

yaitu : Kesalahan Tipe 1 merupakan kesalahan bila menolak hipotesis nol (Ho) yang benar (seharusnya diterima). kemungkinan akan terdapat dua kesalahan. Hipotesis Minor (Hipotesis yang pecahan.  Dua Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis Dalam menaksirkan parameter populasi berdasarkan data sample. Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dalam beta (β).  Syarat-syarat Hipotesis Penelitian. Hipotesis Mayor (Hipotesis yang gabunganm yang besar) X1 X2 X3 4. yang kecil) X1 – y X2 – y X3 – y Nursa’id Fitria (06101410022) Page 70 y (Variabel terikat) . Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dengan alpha (α). Hipotesis Statistik 3. Hipotesis Teoritis (Hipotesis didalam menjawab rumusan permasalahan) 2. yang farsial. antara lain :  menghubungkan atau membandingkan 2 atau lebih variable  Dinyatakan dalam kalimat pernyataan. tidak boleh dalam pertanyaan  Dapat diuji kebenarannya  Dirumuskan dengan jelas  Bentuk-bentuk Hipotesis Penelitian 1.Menaksir parameter populasi yang menggunakan nilai tunggal (point estimate) akan mempunyai resiko kesalahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan interval estimate. Kesalahan Tipe 2 merupakan suatu kesalahan bila menerima hipotesis yang salah (seharusnya ditolak).

variasi) Hipotesis yang menyatakan Hubungan Ho : μ1 xy = 0 Ha : μ1 xy = 0  Ho : μ1 xy <= 0 Ha : μ1 xy > 0 Ho : μ1 xy >= 0 Ha : μ1 xy < 0 (Uji yang tidak memiliki arah. 2 ekor. Kebalikannya adalah Ha e. maka Ha diterima dan sebaliknya  Lambang Hipotesis Statistik Ho : θ1 <= θ2 Ha : θ1 <= θ2 Ho : θ1 >= θ2 Ha : θ1 >= θ2 Hipotesis yang mengandung pengertian yang sama/tidak sama Ho : θ1 = θ2 Ha : θ1 = θ2 Ho : μ1 = μ2 Ha : μ1 = μ2 Ho : μ1 <= μ2 Ha : μ1 >= μ2 (Memiliki 1 arah. Azas praduga tak bersalah d. Untuk menetralisir arah pemikiran peneliti c. Jika Ho ditolak. 1 ekor. dikarenakan : a. Kesalahan instrumen penelitian d. simpangan baku. Kesalahan sampling c. Mengapa Hipotesis Nol . Hipotesis yang menyatakan tidak b. yaitu : a. Kesalahan perhitungan e. 1 ujung) Ket : θ : besaran untuk populasi (parameter) (rata-rata. Kesalahan rancangan penelitian f. Yang diuji adalah Ho f. Pengaruh variabel luar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 71 . 2 ujung) Penyebab gagal ditolaknya Ho. Dari landasan teori b.

tentu sukar ditebak apa saja. atau bahkan tidak mungkin dihipotesiskan. yaitu :  Dari peneliti sendiri  Dari teori/pendapat orang lain  Dari penelitian yang relevan Sikap Peneliti Terhadap Hipotesis Yang Dirumuskan o Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya hipotesisnya tidak terbukti (pada akhir penelitian) o Mengganti hipotesis seandainya melihat tanda–tanda bahwa data yang terkumpul tidak mendukung terbuktinya hipotesis (pada saat penelitian berlangsung) Penelitian Tanpa Hipotesis • Penelitian Deskriptif adalah penelitian untuk satu variabel. Padahal hipotesis hanya dibuat jika yang dipermasalahkan menunjukkan hubungan antara dua variabel atau lebih. • • • • Penelitian Evaluatif Penelitian eksploratif yang jawabannya masih sukar diduga dan dicari.Sumber penemuan hipotesis. Penelitian Tindakan Kelas (ya atau tidak) Nilai ilmiah penelitian berhipotesis lebih tinggi dibandingkan penelitian tanpa hipotesis Anggapan Dasar / Asumsi Dasar • • • • Kebenaran atau keyakinan yang tidak perlu dibuktikan lagi dan merupakan dasar didalam memunculkan hipotesis Merupakan dari kegiatan penelitian / perumusan hipotesis Sebagai penegas variabel yg menjadi pusat perhatian Sumber asumsi : dari teori yang sudah mapan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 72 .

Contoh Penggunaan Asumsi Dasar • • Judul Penelitian: Hubungan antara penampilan guru dan prestasi belajar siswa Asumsi Dasarnya:  Setiap guru punya penampilan yg berbeda  Prestasi belajar siswa bervariasi  Prestasi belajar dipengaruhi oleh bermacam faktor Nursa’id Fitria (06101410022) Page 73 .

Kisi-kisi ini berisi ruang lingkup materi pertanyaan. jenis pertanyaan.  Mudah dan praktis digunakan sehingga dapat menghasilkan data yang diperlukan. c. dan waktu yang dibutuhkan. Langkah-langkahnya meyusun instrumen Langkah-langkah menyusun instrumen antara lain: a.  Sumber data/informasi baik jumlah maupun keragamannya harus diketahui terlebih dahulu sebagi bahan atau dasar dalam menentukan isi atau bahasa dalam instrumen penelitian. b. abilitas yang diukur. peneliti menyusun kisi-kisi atau lay out instrumen. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 74 . yakni mengkaji variabel menjadi subpenelitian sejelas-jelasnya sehingga indikator tersebut bisa diukur dan menghasilkan data yang diinginkan peneliti.  Jenis data yang diharapkan dari penggunaan instrumen harus jelas. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun instrumrn penelitian.harus jelas. Analisis variabel penelitian.TEKNIK PENGUMPULAN.antara lain :  Masalah dan variabel yang diteliti termasuk indikator variabel. PENYUSUNAN LAPORAN HASIL PENELITIAN. PENGOLAHAN. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Pada umumnya penelitian akan berhasil jika banyak menggunakan instrumen sebab data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian (masalah) menguji hipotesis yang diperoleh melalui instrumen. spesifik sehingga dapat ditentukan jenis instrumen yang digunakan. Setelah ditetapkan jenis instrumennya. Menetapkan jenis instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel/subvariabel/indikator-indikatornya. banyak pertanyaan. ANALISIS DATA.  Keterampilan dalam instrumen itu sendiri sebagai alat pengumpul data.

B. Persamaan antara tes dan non tes No 1 Tes Non tes Sama-sama digunakan untuk Observasi dalam konteks sebagai alat pengumpulan data 2 Sama-sama persyaratan pembutannya 3 Harus dilakukan uji tertentu instrumen adalah proses memiliki pengumpulan bahan/keterangan dalam yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatan secara coba sistematis penelitian.d. Instrumen yang sudah dibuat sebaiknya diuji coba digunakan untuk revisi instrumen. misalnya membuang instrumen yang tidak perlu. terhadap fenomena sebelum diterapkan yang sedang dijadikan sasaran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 75 . menggantinya dengan item yang baru. Jenis instrumen Tes Tes prestasi Tes kecerdasan Tes bakat Tes minat Tes dianostik Tes formatif Tes sumatif Tes kepribadian Tes awal/akhir Nontes Kuisioner Wawancara Dokumentasi Observasi Skala sikap C. Berdasarkan kisi-kisi tersebut lalu peneliti menyusun item atau pertanyaan sesuai dengan jenis instrumen dan jumlah yang telah ditetapkan dalam kisi-kisi. e.

Dengan wawancara terstruktur ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama dan pengumpul data mencatatnya. Perbedaan antara Tes dan Non tes No 1 Tes Non tes memiliki kriteria Memiliki kriteria kebenaran Tidak tertentu 2 3 Lebih bersifat objektif Ada kunci jawaban kebenaran tertentu Lebih bersifat subjektif Tidak ada kunci jawaban Interview (Wawancara) Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 76 . Dengan wawancara terstruktur ini pula. maka diperlukan training kepada calon pewawancara. dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon. pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan. Wawancara Terstruktur Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Wawancara dapat dilakukan scara terstruktur maupun tidak terstruktur.D. pengumpul data dapat menggunakan beberapa pewawancara sebagai pengumpul data. Supaya setiap pewawancara mempunyai keterampilan yang sama. Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report atau setidak-tidaknya ada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara. bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh.

Masalah bahasa 4. Dalam wawancara tidak terstruktur. Informasi lebih mendalam 3. Bias adalah menyimpang dari yang seharusnya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan dinyatakan. peneliti berusaha mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan yang ada pada obyek. sehingga peneliti dapat menentukan secara pasti permasalahan atau variabel apa yang harus diteliti. Penyesuaian diri dengan responden Nursa’id Fitria (06101410022) Page 77 . Jumlah responden terbatas 2. Informasi atau data yang diperoleh dari wawancara sering bias. peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden. Wawancara tidak terstruktur atau terbuka sering digunakan dalam penelitian pendahuluan atau bahkan untuk penelitian lebih mendalam tentang responden. Kelebihan wawancara 1. Kontak langsung antara interviewer dan interviewee lebih akrab 2. Kebiasan data ini akan tergantung pada pewawancara. yang diwawancarai (responden) dan situasi & kondisi pada saat wawancara. Tidak terlalu formal 4. Bisa untuk tuna netra dan buta huruf Kelemahan wawancara 1. sehingga dapat dinyatakan data tersebut subyektif dan tidak akurat. Pada penelitian pendahuluan. Responden grogi menjawab 3.Wawancara Tidak Terstruktur Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.

Selain itu. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 78 . Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Kalau berbentuk pengukuran maka dalam membuat pertanyaan harus diteliti. maka angket jangan disusun dalam bahasa Indonesia. c. Isi dan tujuan pertanyaan Yang dimaksud di sini adalah apakah isi pertanyaan tersebut merupakan bentuk pengukuran atau bukan. Bahasa yang digunakan Bahasa yang digunakan dalam penulisan angket harus disesuaikan dengan kemampuan berbahasa responden. b. Pertanyaan adalah pertanyaan yang akan membantu responden untuk menjawab dengan cepat dan juga memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data terhadap seluruh angket yang telah terkumpul. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang mengharapkan responden untuk menuliskan jawabannya berbentuk uraian tentang suatu hal. setiap pertanyaan harus disusun dalam skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukur variabel yang diteliti. Tipe dan bentiuk pertanyaan Tipe pertanyaan dalam angket dapat terbuka atau tertutup dan bentuknya dapat menggunakan kalimat positif atau negatif.Kuesioner (Angket) Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kalau sekiranya responden tidak dapat berbahasa Indonesia. Prinsip Penulisan Angket a. kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Jadi bahasa yang digunakan dalam angket harus memperhatikan jenjang pendidikan responden keadaan sosial budaya dan ”frame of reference” dari responden.

f. e. Oleh karena itu instrumen angket tersebut harus dapat digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel tentang variabel yang diukur. Urutan pertanyaan Urutan pertanyaan dalam angket dimulai dari yang umum menuju ke hal yang spesifik atau dari yang mudah menuju ke hal yang sulit atau diacak. model skala pengukuran yang digunakan. g.d. Bila jumlah variabel banyak. Disarankan empirik jumlah pertanyaan yang memadai adalah antara 20 s/d 30 pertanyaan. Urutan pertanyaan yang diacak perlu dibuat bila tingkat kematangan responden terhadap masalah yang ditanyakan sudah tinggi. Tidak menanyakan yang sudah lupa Setiap pertanyaan dalam instrumen angket sebaiknya juga tidak menanyakan hal-hal yang sekiranya sudah lupa atau pertanyaan yang memerlukan jawaban dengan berpikir berat. i. dan cara mengisinya. Prinsip pengukuran Angket yang diberikan kepada responden adalah instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel yang akan diteliti. Pertanyaan tidak menggiring Pertanyaan dalam angket sebaiknya juga tidak menggiring ke jawaban yang baik saja atau ke yang buruk saja. Panjang pertanyaan Pertanyaan dalam angket sebaiknya tidak terlalu panjang sehingga akan membuat jenuh responden dalam mengisi. Hal ini perlu dipertimbangkan karena secara psikologis akan mempengaruhi semangat responden untuk menjawab. Supaya diperoleh data yang valid dan relaibel maka sebelum instrumen angket tersebut diberikan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 79 . Pertanyaan tidak mendua Setiap pertanyaan dalam angket jangan mendua (double barreled) sehingga menyulitkan responden untuk memberikan jawaban. h. sehingga memerlukan instrumen yang banyak maka instrumen tersebut dibuat bervariasi dalam penambilan.

observasi dapat dibedakan manjadi participant observation (observasi berperan serta) dan non participant observation. Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data. Dengan observasi partisipan ini. Angket yang dibuat di kertas buram akan mendapat respon yang kurang menarik bagi responden bila dibandingkan dengan angket uang dicetak dalam kertas yang bagus dan berwarna. yaitu wawancara dan angket. maka perlu diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu. maka data yang didapatkan akan lebih lengkap. Observasi Berperan Serta (Participant Observation) Dalam observasi ini. j. maka observasi tidak terbatas pada orang tetapi juga obyek-obyek alam yang lain. 1. Sambil melakukan pengamatan. Selanjutnya dari segi instrumentasi yang digunakan maka observasi dapat dibedakan menjadi observasi terstruktur dan tidak terstruktur. Penampilan fisik angket Penampilan fisik angket sebagai alat pengumpul data akan mempengaruhi respon atau keseriusan responden dalam mengisi angket.kepada responden. peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data dan ikut merasakan suka dukanya. peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Observasi Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 80 . Kalau wawancara dan angket selalu berkomunikasi dengan orang. tajam. dan sampai mengetahui pada tingkat mana dari setiap perilaku yang nampak.

keterbatasan tulisan. Pengklasifikasian data (Editing) Pengklasifikasian data yaitu menggolongkan aneka ragam jawaban itu ke dalam kategori-kategori yang jumlahnya lebih terbatas. sehingga tidak ada satupun jawaban responden yang tidak mendapat tempat. 3. Tabulasi Tabulasi yaitu usaha penyajian data. bahwa setiap perangkat kategori harus dibuat lengkap. biasanya menggunakan tabel. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 81 . Bila analisis kuantitatif maka kode yang diberikan adalah angka. keseragaman satuan data. Koding Koding yaitu suatu usaha mengklasifikasikan jawaban-jawaban responden dengan jalan menandai masing-masing kode tertentu. kejelasan makna jawaban. Pengklasifikasian perangkat kategori itu penyusunannya harus memenuhi bahwa setiap perangkat kategori dibuat dengan mendasarkan kriterium yang tunggal. terutama pengolahan data yang akan menjurus ke analisis kuantitatif. yaitu: 1. Observasi Nonpartisipan Kalau dalam observasi partisipan peneliti terlibat langsung dengan aktivitas orang-orang yang sedang diamati maka dalam observasi nonpasrtisipan peneliti TEKNIK PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA Didalam kegiatan dalam pengolahan data.2. baik tabel distribusi frekuensi maupun tabel silang. relevansi jawaban. kesesuaian jawaban. 2. ada tiga kegiatan. Sebagai contohnya: kelengkapan jawaban. dan kategori yang satu dengan yang lain harus terpisah secara jelas tidak saling tumpang tindih. Bila angka itu berlaku sebagai skala pengukuran maka disebut dengan skor.

Jenis – Jenis Data Ada beberapa macam jenis data. Data Nominal 6. yaitu: 1. Ada 2 macam analisis deskriptif. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif ini lazim dikenal pula dengan istilah Statistik Deduktif. Data Primer 4. Data Kualitatif 2. Data Ordinal 7. statistik dibagi 2 macam. Analisis Deskriptif (non statistik) Analisis non statistik dilakukan terhadap data kualitatif. Data Rasio Analisis Data Ada beberapa analisis data. Data Interval 10. Data Kuantitatif 3. Data Seketika 8. yaitu: a. yaitu: Analisis deskriptif kuantitaif (persentase) Contohnya: Penilaian terhadap Modul A Analisis deskriptif kualitatif (Kategori. Yaitu statistik Nursa’id Fitria (06101410022) Page 82 . Data Urutan waktu 9. kriteria atau tolak ukur) 2. Analisis Statistik Analisis statistik ini berasal dari data kuantitatif. Data Sekunder 5. Pada umumnya. Dalam hal ini penelitian kualitatif mengajak seseorang untuk mempelajari sesuatu masalah yang ingin diteliti secara mendasar dan mendalam sampai ke akar-akarnya. statistik sederhana dan Descriptive Statistics. yaitu: 1.

menyusun atau mengatur. dari sekumpulan data yang telah disusun dan diolah. Dan pada dasarnya merupakan fundamen dari ilmu statistik deskriptif secara keseluruhan. Statistik Inferensial Statistik inferensial. dan jelas. peristiwa atau keadaan. Kecuali itu. dan menganalisis data angka. agar dapat memberikan gambaran yang teratur. menyajikan.yang tingkat pekerjaannnya mencakup cara-cara menghimpun. agar dapat memberikan gambaran secara teratur. sehingga dapat ditarik pengertian atau makna tertentu. statistik mendalam atau Inferensial Statistics. Uji Korelasi Yaitu menetapkan hubungan antara pasangan skor dari sebaran skor yang berbeda dan ingin mengetahui ada tidaknya hubungan dua pasangan tersebut. mengenai suatu gejala. 2. peristiwa atau keadaan. yang lazim dikenal pula dengan istilah Statistik induktif. mengolah. yaitu statistik yang menyediakan aturan atau cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam rangka mencoba menarik kesimpulan yang bersifat umum. b. ringkas. Jenis-jenis Uji Statistik 1. Dengan demikian. statistik lanjut. ringkas dan jelas mengenai suatu gejala. statistik deskriptif adalah statistik yang mempunyai tugas mengorganisasi dan menganalis data angka. penaksiran dan sebagainya. Statistik Inferensial sifatnya lebih mendalam dan merupakan tindak lanjut dari statistik deskriptif. Uji Regresi Penelitian mencoba melibatkan dua variabel atau lebih biasa ditujukan untuk memperkirakan variabel yang satu atas variabel lainnya sepanjang variable tersebut ada pertautannya dengan akal sehat Nursa’id Fitria (06101410022) Page 83 . penyusunan atau pembuatan ramalan (prediction). statistik inferensial juga menyediakan aturan tertentu dalam rangka penarikan kesimpulan (conclusion). Dengan kata lain.

Metodologi Penelitian Variabel Penelitian Definisi Operasional Variabel Populasi dan sampel Waktu dan tempat Metode penelitian Bab IV. Pendahuluan Latar Belakang Masalah Identifikasi masalah Pembatasan masalah Rumusan masalah Bab II. yaitu: Bab I.3. yaitu satu variabel acak yang nilainya bergantung pada data sampel. Penyusunan laporan Hasil Penelitian Laporan hasil penelitian Dalam menulis laporan hasil penelitian ada beberapa bagian yang harus dituliskan. Kesimpulan/Saran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 84 . Tinjauan Pustaka Bab III. Uji Hipotesis Penerimaan atau penolakan hipotesis nol melalui statistik pengujian t. Hasil Penelitian Deskripsi data Analisa Data Pembahasan Bab V.

Makna ” Kelas” dalam PTK Pengertian kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar. PTK harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. Siswa. PTK berfokus pada kelas atau pada proses belajar mengajar di kelas. ketika sedang asyik mengerjakan pekerjaan rumah di malam hari. bukan pada input kelas (silabus. sedang membimbing siswa yans sedang berdarmawisata.PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. dapat dicermati objeknya ketika siswa yang bersangkutan sedang asyik mengikuti proses pembelajran dikelas/lapangan/laboraturium/bengkel.  Tindakan adalah suatu gerak kegiatan yang sengaja dialakuakan dengan tujuan tertentu. 2. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 85 . atau sedang megikuti kerja bakti di luar sekolah. materi dan lain-lain) ataupun output (hasil belajar). yang dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan.  Kelas adalah sekolompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru. Komponen dalam sebuah kelas yang dapat dikaji melalui penelitian tindakan antara lain sebagai berikut : 1. dapat dicermati ketika guru yang bersangkutan sedang mengajar di kelas. atau sedang mengadakan kunjungan ke rumah siswa. menggunakan atau metedologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. Suharsimi (2002) menjelaskan PTK dari definisi ketiga kata tersebut sebagai berikut :  Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek. Guru.

peralatan atau sarana pendidikan.  pengembangan profesionalisme guru dalam peningkatan mutu perancangan. kesalahan pembelajaran. baik lingkungan siswa itu di kelas.3. maupun yang melingkungi siswa di rumahnya. Pengelolaan. Dalam hal ini yang digolongkan sebagai kegiatan pengelolaan misalnya cara mengelompokkan siswa ketika guru memberikan tugas. yaitu proses pembelajaran. pengaturan tempat duduk siswa. misstrategi dan lain-lain. penetaan peralatan milik siswa dan sebagainya. dengan tujuan meningkatkan mutu haaasil belajar. dapat dicermati ketika guru sedang mengajar. 5. 4. guru . diantaranya sebagai berikut :  Masalah belajar siswa di sekolah. Peralatan atau sarana pendidikan. Hasil pembelajaran. miskonsepsi. teknik memotivasi. 6. dan evaluasi program pembelajaran. interaksi di Nursa’id Fitria (06101410022) Page 86 . merupqkqn produk yang ditingkatkan. misalnya permasalahan belajar di kelas. merupakan kegiatan yang sedang diterapkan dan dapat diatur/direkayasa dalam bentuk tindakan Unsur pengelolaan yang jelas-jelas merupakan gerak kegiatan sehingga mudah diatur dan direkayasa dalam bentuk tindakan. 7. Lingkungan. Materi pelajaran. pasti terkait dengan tindakan unsur lain. misalnya masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran dan implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran (misalnya penggantian metode mengajar baru). penempatan papan tulis.  Pengelolaan dan pengendalian. siswa atau keduanya. sekolah. dapat dicermati ketika guru sedang mengajar atau sebagai bahan yang ditugaskan kepada siswa. pelaksanaan. dan siswa itu sendiri. yang diamati ialah guru. pengaturan jadwal. misalnya pengenalan teknik modifikasi perilaku. maka permasalahan PTK cukup luas.  Desain dan strategi pembelajaran di kelas. Masalah yang dikaji melalui PTK Dikarenakan makna kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar. dan teknik pengembang potensi diri.

Nursa’id Fitria (06101410022) Page 87 .  Penamaan dan pengembangan sikap serta nilai-nilai .  Alat bantu. masukan. metode evaluasi tertentu.  sistem asesmen dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran. tujuan PTK antara lain sebagai berikut :  Meningkatkan mutu isi. interaksi guru-siswa. proses.dalam kelas (misalnya penggunaan strategi pengajaran yang didasarkan pada pendekatan terpadu). antara lain meliputi hal-hal berikut :  Peningkatan atau perbaikan terhadap kinerja belajar siswa di sekolah. misalnya implementasi KBK. serta hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah. misalnya pengembangan pola berfikir ilmiah dalam diri siswa. Tujuan PTK Tujuan utama PTK adalah memecahkan pemasalahan nyata yang terjaidi di dalam kelas dan sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan. dan siswa-lingkungan belajar.  Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan di luar kelas. Misalnya masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran. urutan penyajian materi pokok. siswa-materi ajar. misalnya penggunaan media. atau penggunaan alat . pengembangan instrumen asesmen berbasis kompetensi.  Masalah kurikulum. perpustakaan dan sumber belajar di dalam/luar kelas.  Meningkatakan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan  Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di daalm melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajran secara berkelanjutan (sustainable) Keluaran Penelitian Tindakan kelas Karena yang diharapkan dapat dihasilkan dari PTK adalah peningkatan atau perbaikan mutu proses dan hasil pembelajaran . Secara lebih rinci. media dan sumber belajar.

nyata. PTK dimulai dari permasalahan yang sederhana. kesepakatan tentang permasalahan. 3. dan lainnya) dan peneliti dalam pemahaman. jelas dan tajam mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas.  Peningkatan atau perbaikan terhadap masalah pendidikan anak di sekolah. Ciri Khusus Penelitan Tindakan Ciri khusus dari PTK adalah adanya tindakan (action) yang nyata. Kerja sama (kolaborasi) antar guru dan peneliti sangat penting dalam bersama menggali mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi terutama pada kegiatan mendiagnosis masalah. kepala sekolah. 2. alat bantu belajar dan sumber belajar lainnya. menyusun usulan. pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action). Adanya kolaborasi (kerja sama) antar praktisi (guru. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 88 . Tindakan tersebut merupakan suatu kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. kegiatan tersebut dilakakan dalam rangkaian siklus kegiatan. Tindakan itu dilakukan pada situasi alami (bukan dalam laboratorium) dan ditujukan untuk memecahkan permasalahan praktis. 4.  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa di sekolah. PTK merupakan kegiatan penelitian yang tidak saja berupaya untuk memecahkan masalah. PTK berfokus pada masalah praktis bukan problem teoritis atau bersifat bebas konteks. tetapi berasal dri adanya permasalahan yang nyata dan aktual yang terjadi dalam pembelajaran di kelas. Pada penelitian tindakan. Keunikan lain dari PTK diantaranya sebagai berikut : 1. siswa.  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penggunaan media. Dengan kalimat lain. tetapi sekaligus mencari dukungan ilmiahnya. Peningkatan atau perbaikan terhadap mutu proses pembelajaran di kelas.  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa. Hal yang dipermasalahkan bukan dihasilkan dari kajian teoritis atau dari hasil penelitian terdahulu.

3. perumusan masalah dan cara pemecahan masalah. masukan atau hasil pembelajaran dan/atau pendidikan). tujuan dan kemanfaatan hasil penelitian (terutama potensi untuk memperbaiaki atau meningkatkan kualitas isi. Judul PTK 2. 5. merekam data. Pada umumnya usulan PTK terdiri atas : 1. sarana pendukung pembelajaran masing-masing anggota penelitian dalam setiap kegiatan penelitian dan kelayakan pembiayaan). prosedur pelaksanaan tindakan. prosedur observasi dan evaluasi. 4. Usulan penelitian adalah langkah pertamam dari kerja penelitian. proses. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 89 . menyeminarkan hasil. 5. observasi. dan menyususn laporan akhir.melaksanakan penelitian (melaksanakan tindakan. evaluasi dan reflaksi). Penjelasan mengenai kegiatan pendukung (terutama : jadwal penelitian. menganalisis data. prosedur refleksi hasil penelitian). ingin meningkatkan  Bertujuan memperoleh pengetahuan dan/atau sebagai pemecah masalah. PTK dilakukan hanya apabila ada :  Keputusan kelompok dan komitmen untuk pengembangan  Bertujuan meningkatkan profesionalisme guru  Alasan pokok : ingin tahu. Rencana penelitian umumnya disebut usulan penelitian. Bab kajian/Tindakan Pustaka yang mengurai kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan penelitian tindakan. Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang latar belakanng masalah. Permohonan dana atau izin pelaksanaan penelitian selalu mempersyaratakan adanya ususlan penelitian. perencanaan tindakan. Menyusun Usulan PTK Kerja penelitian dimulai dengan membuat rencana. ingin membantu. Bab Metodologi Pelaksanaan yang menjelaskan tentang rwencana dan prosedur penelitian (terutama: prosedur diagnosis masalah.

 Pembelajaran berbasis konstruktivisme dan kontekstual pada mata pelajaran Fisika untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemahaman konsep. Subjudul ditulis untuk menambahkan keterangan lebih rinci tentang populasi. dan lain-lain. maka jelaskan pula proses atau kondisi yang terjadi.Isi usulan penelitian Penjelasan dan contoh dari masing-masing komponen dalam usulan penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut: a. Umumnya di bawah judul dituliskan pula subjudul. misalnya dimana penelitian dilakukan. Pendahuluan Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan pembelajaran.dikelas berapa. Judul Penelitian Judul hendaknya ditulis dengan singkat dan spesifik. Berikut ini beberapa contoh judul PTK. Untuk itu. yang intinya adalah paparan alasan atau latar belakang penelitian hendaknya dipaparkan bahwa:  Masalah yang diteliti adalah benar-benar suatu masalah pembelajaran yang terjadi di sekolah.  Meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada mata pelajaran Fisika melalui penerapan Cooperative Learning.kapan. b.  Penerapan pembelajaran model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mata pelajaran Fisika. Hal utama yang seharusnya ditulis didalam judul adalah gambaran dari apa yang dipermasalahkan dan bentuk tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalahnya. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 90 . dalam bab pendahuluan. Dikarenakan hal tersebut umumnya di dapat dari pengamatan dan kajian (diagnosis) yang dilakukan oleh guru atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah.  Peningkatan kreativitas siswa dalam proses belajar mata pelajaran Fisika melalui penerapan model pembelajaran generatif.

 Dari identifikasi masalah diatas. o Pemecahan Masalah : Uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. jelaskan hal-hal yang diduga menjadi akar penyebab dari masalah tersebut. c. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan dan hasil positif yang diantisipasi dengan mengajukan indikator keberhasilan tindakan. serta cara mengevaluasinya. dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. o Kontribusi Hasil Penelitian : Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran sehingga tampak manfatnya Nursa’id Fitria (06101410022) Page 91 . Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas sehingga dapat diukur tingkat pencapaian keberhasilannya. asumsi. dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. dilihat dari segi ketersediaan waktu. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan pda akar penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah. cara pemecahan masalah. biaya. Masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak untuk di pecahkan serta dapat dilaksanakan. o Tujuan Penelitian : Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. tujuan serta manfaat atau kontribusi hasil penelitian. Perumusan dan Pemecahan Masalah Bagian ini umumnya terdiri atas jabaran tentang perumusan masalah. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti hendaknya sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas. o Perumusan masalah: Rumusan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. cara pengukuran. Secara cermat dan sistematis berikan alasan (argumentasi) bagaimana dapat menarik kesimpulan tentang akar masalah itu.

meskipun harus diingat jugas jadwal kegiatan belajar di sekolah. Kemukakan objek. e. dan evaluasi-refleksi yang bersifat daur ulang atau siklus. temuan. obsevasi. maupun komponen pendidikan di sekolah lainnya. disarankan untuk terlebih dahulu menetapkan pokok-pokok pikirannya. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus lain. Untuk dapat membantu menyusun bagian ini. dan bahan penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini. pelaksanaan tindakan. Kajian pustaka Menguraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasai usulan rancangan penelitian tindakan. guru. Untuk memudahkan dalam menuliskan secara rinci hal-hal di atas. d. Jumlah siklus diusahakan lebih dari satu siklus. disarankan untuk terlebih dahulu menuliskan pokok-pokok rencana kegiatan dalam suatu tabel seperti contoh berikut Nursa’id Fitria (06101410022) Page 92 . serta lokasi penelitian secara jelas. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan. waktu dan lamanya tindakan. Pada bagian akhir dapat dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan.bagi siswa. Uraian ini digunakan untuk menyususn kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Rencana dan Prosedur Penelitian. Kemukakan juga teori.

dan lain-lain. rekomendasi Nursa’id Fitria (06101410022) Page 93 . saran. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi.jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan.Tabel pokok-pokok rencana kegiatan Siklus 1 Perencanaan:identif ikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah        Tindakan Pengamatan    Refleksi  Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam PBM Menentukan pokok bahasan Mengembangkan skenario pembelajaran Menyusun LKM Menyiapkan sumber belajar Mengembangkan format evaluasi Mengembangkan format observasi pembelajaran Menerapkan tindakan mengacu pada skenario dan LKM Melakukan observasi dengan memakai format observasi Menilai hasil tindakan dengan menggunakan format LKM Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu. Melaukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario LKM. untuk digunakan pada siklus berikutnya Evaluasi tindakan 1 Identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah Pengembangan program tindakan II Pelaksanaan program tindakan II Pengumpulan data tindakan II Evaluasi tindakan II         Siklus II Perencanaan Tindakan pengamatan refleksi Siklus-siklus berikutnya Kesimpulan.

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan PTK ada tiga ,yaitu:  PTK merupakan penelitian yang mengikutsertakan secara aktif peran guru dan siswa dalam berbagai tindakan.  Kegiatan refleksi (perenungan, pemikiran, dan evaluasi) dilakukan berdasarkan pertimbangan rasional (menggambarkan konsep teori) yang mantap dan valid guna melakukan perbaikan tindakan dalam upaya memecahkan masalah yang terjadi.  Tindakan perbaikan terhadap situasi dan kondisi pembelajaran dilakukan dengan segera dan dilakukan secara praktis (dapat dilakukan dalam praktik pembelajaran).

Prinsip PTK: ”Tidak mengganggu proses pembelajaran, harus dipersiapkan dengan rinci dan matang, tindakan harus konsisten dengan rancangan, masalah benar-benar ada dan dihadapi oleh guru dan seterusnya”.

Siklus Kegiatan PTK PTK dilaksanakan dalam bentuk siklus berulang yang didalamnya terdapat empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang

digambarkan sebagai berikut:

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 94

Siklus PTK
Perencanaan tindakan I Pelaksanaann tindakan I

Permasalahan

Siklus I

Refleksi I

Pengamatan /pengumpulan data

Permasalahan baru hasil refleksi

Perencanaan tindakan II

Pelaksanaan tindakan II

Refleksi II

Pengamatan /pengumpulan data II

Siklus II

Apabila masalah belum terselesaikan

Dilanjutkan ke siklus berikutnya

Rincian kegiatan PTK a. Perencanaan Pada tahapan ini terdiri dari kegfiatan sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi dan menganalisis masalah, yaitu secara jelas dapat dimengerti masalah apa yang akan diteliti. 2. Menetapkan alasan mengapa penelitian mengapa penelitian tersebut dilakukan, yang akan melatarbelakangi PTK. 3. Merumuskan masalah secara jelas, baik dengan kalimat tanya maupun kalimat pernyataan.

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 95

4. Menetapkan cara yang akan dilakukan untuk menemukan jawaban berupa hipotesis tindakan. 5. Menentukan cara untuk menguji hipotesis tindakan dengan menjabarkan indikator-indikator keberhasilan serta berbagai instrumen pengumpul data yang dapat dipakai untuk menganalisis indikator keberhasilan itu. 6. Membuat secara rinci rancangan tindakan. b. Tindakan Pada tahap ini diterapkan strategi dan skenario pembelajaran. Rancangan tindakan tersebut sebelumnya telah dilatihkan kepada sang guru. Skenario tindakan yang akan dilakukan hendaknya dijabarkan serinci mungkin secara tertulis. Rincian tindakan itu menjelaskan tentang : 1. Langkah demi langkah kegiatan yang akan di lakukan, 2. Kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh guru 3. Kegiatan yang diharapkan dilakukan oleh siswa. 4. Rincian tentang jenis media pembelajaran yang akan digunakan dan cara menggunakannya 5. Jenis instrumen yang disertai akan digunakan untuk rinci pengumpulan bagaimana

data/pengamatan menggunakannya.

dengan

penjelasan

c. Pengamatan atau observasi Pada tahap ini, peneliti (atau melakukan dan mencatat semua guru bertindak sebagai peneliti)

hal yang diperlukan dan terjadi selama

pelaksanaan tindakan berlangsung. Instrumen yang umum dipakai adalah a. soal tes, kuis b. rubrik, c. lembar observasi, dan catatan yang dipakai untuk memeperoleh data secara objektif yang tidak dapat terekam melalui lembar observasi, seperrti aktifitas sisiswa di dalam kelas tindakan berlangsung. Data yang telah dihibungkan hendaknya di cek untuk mengetahui keabsahannya. selama peemberian

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 96

perpustakan dan lain-lain) dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. dan melakuakn sintesis informasi. .menggunakan waktu konsultasi dengan dosen secara teratur.mengembangkan sifat kolaboratif satu dengan yang lain . 4 Belajar yang diarahkan oleh dan untuk diri sendiri . - 2 Semakin kegiatan mahasiswa pihak lain efektifnya belajar dengan 3 Semakin efektifnya kegiatan PBM yang dilakukan oleh mahasiswa.Bekerja secara mandiri Meningkatnya Berupaya melakukan penilaian mandiri kemampuan melakukan terhadap target waktu penyelesaian tugas penilaian terhadap diri yang telah ditetapkan sendiri Melakukan penilaian mandiri terhadap kuantitas dan kualitas tugas yang telah dikerjakan d.Belajar/diskusi dengan orang lain yang memilki kecakapaan sesuai dengan tugas yang telah diberikan . sintesis. .Menyelesaikan tugas tepat waktu .belajar dalam kelompok . konstibusi.Data yang telah terkumpul memerlukan analisis baik untuk mempermudah penggunaan maupun dalam penarikan kesimpulan. . dan penilaian terhadap hasi.analisis statistika dapat digunakan.Belajar melalui media pembelajaran lain (internet.mengembangkan data dan bahan secara mandiri . Untuk hal berbagai teknik.Menggunakan waktu secar efektif dan efisien untuk mengerjakan tugas . Refleksi Refleksi mencakup analisis. Pengamatan atas tindakan yang dilakukan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 97 . .belajar/diskusi dengan teman tentang tugas yang diberikan.: Tabel Indikator Keberhasilan PTK No 1 Indikator keberhasilan PTK Semakin efektifnya waktu belajar oleh mahasiswa Rincian atau sub indikator keberhasilan : Siswa mampu….Menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu .mengkonstruksi.

penelitian 1. judul. tujuan kegunaan. Bab 4 hasil penelitian dan diskusi hasil penenlitian 5. rumusan dalam pembelajran masalah. dan lain-lain. Jenis kegiatan yang dilakukan Bagian isi : umumnya adalah 1.Bagaimana Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas? Proses penysusunan laporan sebenarnya tidaklah sulit jika guru sudah disiplin mencatat apa saja yang telah dilakukan. daftar tabel. terdiri dari : dilakukan oleh gurur adalah bidang Halaman. yang berisi 2. Bagaimana Rincian Dari Setiap Bagian Laporan Rincian setiap bagian laporan adalah sebagai berikut : a) Abstrak b) Pendahuluan c) Kajian pustaka d) Pelaksanaan penelitian e) Hasil penelitian dan pembahasan f) Kesimpilan dan saran g) Daftar pustaka h) Lampiaran-lampiran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 98 . Bab 2 kajian Teori atau pekmbahasan pustakaan 3. Bab I pendahuluan atau tindakan kelas permasalahn. Bab 5 kesimpilan dan saran. disekolahnya daftar gambar dab daftar lampiaran serta abstrak atau ringkasan. daftar isi. pembelajaran di kelasatau kata pengantar. Bab 3 Metodee penelitian 4. lembarr persetujuan. Pada umumnya kerangka penulisan KTI yang berupa hasil penelitian adalah sebagai berikut : Tabel Kerangka Penulisan KTI Yang Berupa Hasil Penelitian Ciri khusus Kerangka penulisan KTI merupakan hasil laporan hasil KTI laporan hasil penelitian penelitian umumnya terdiri dari tiga bagian utama. 2. penelitian dibidang eksperimen latarbelakang masalah. yaitu : Kegiatan penelitian yang umum Bagian pendahuluan.

 Telah didiskusikan terlebih dahulu  Menggunakan pedoman KTI yang berlaku  Secara umum KTI yang baik adalah yang APIK komponen yang Nursa’id Fitria (06101410022) Page 99 .Menilai Laporan PTK Bagaiamana kriteria KTI yang benar dan baik ? Sebelum dikirim untuk di evaluasi KTI hendaknya :  Dinilai kembali oleh si penulis. Apakah semua seharusnya ada KTI telah tersaji dengan bail dan benar.

pendidikan. sosiologi. Namun demikian metode pemelitian dan pengembangan bisa juga digunakan dalam bidang ilmu-ilmu sosial seperti psikologi. dan lain-lain. kapal laut. Padahal banyak produk tertentu dalam bidang pendidikan dan sosial yang perlu dihasilkan melalui research and development. pendidikan dan sosial lainnya masih rendah. Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan 1. Potensi dan Masalah Penelitian dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. bangunan gedung bertingkat dan alat-alat rumah tangga yang modern diproduk dan dikembangkan melalui penelitian dan pengembangan. Penelitian Hibah Bersaing (didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) adalah penelitian yang menghasilkan produk. sehingga metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan. Jadi penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal (bertahap bisa multy years). Sebagai contoh. obat-obatan. seperti alat-alat elektronik. Penelitian dan pengembangan yang menghasilkan produk tertentu untuk bidang administrasi. alat-alat kedokteran. Metode penelitian dan pengembangan telah banyak digunakan pada bidang-bidang Ilmu Alam dan Teknik. manajemen. kendaraan bermotor. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Hampir semua produk teknologi. di pantai selatan Pulau Jawa. senjata. pesawat terbang. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas. maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut.PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. terdapat potensi angin dan sinar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 100 .

matahari. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukkan dengan data empirik. sistem penggajian. berapa lama dalam satu hari. Di sini diperlukan metode penelitian tersendiri. metode mengajar. maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Metode apa yang akan digunakan untuk penelitian tergantung permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai. model manajemen. Mengumpulkan Informasi Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan up to date. Data tentang potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri. model uji kompetensi. sistem evaluasi. model unit produksi. yaitu lulusan yang jumlahnya banyak. berkualitas. Data angin tersebut kemudian dapat digunakan untuk merancang kincir angin atau produk lainnya yang dapat menghasilkan energi mekanik atau listrik. sistem pembinaan pegawai. media pendidikan. 2. kompetensi tenaga kependidikan. 3. tetapi bisa berdasarkan laporan penelitian orang lain atau dokumentasi laporan penelitian orang lain atau dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan atau instansi tertentu yang masih up to date. misalnya untuk generator pembangkit tenaga listrik atau untuk turbin air. dari mana arah angin dan lain-lain. buku ajar. penataan ruang kelas untuk model pembelajaran tertentu. kedua potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi energi mekanik yang dapat digunakan untuk menggerakkan sesuatu. Desain Produk Dalam bidang pendidikan. Produk-produk pendidikan misalnya kkurikulum yang spesifik untuk keperluan pendidikan tertentu. dan lain-lain. modul. prooduk-produk yang dihasilkan melalui penelitian R&D diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan. dan relevan dengan kebutuhan. Hasil akhir penelitian dan pengembangannya adalah berupa desain produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya. Misalnya potensi energi angin di pantai harus dapat dikemukakan data berapa kekuatan dan kecepatan angin. Desain produk harus diwujudkan dalam gambar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 101 .

4. Efektivitas metode mengajar baru bisa diukur dan mudah diimplementasikan. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. 6. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk tersebut. Uji Coba Produk Dalam bidang pendidikan. Desain metode ini masih bersifat hipotetik. Perbaikan Desain Setelah desain produk divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya maka akan dapat diketahui kelemahannya. setelah divalidasi dan direvisi. Pada contoh tentang produk pendidikan di atas. 5. Sebelum diskusi peneliti mempresentasikan proses penelitian sampai ditemukan desain tersebut berikut keunggulannya. bagan. desain produk seperti metode mengajar baru dapat langsung diuji coba. Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk dalam hal ini metode mengajar baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak.atau bagan. Dikatakan hipotetik karena efektivitasnya belum terbukti dan akan dapat diketahui setelah pengujianpengujian. Validasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi. sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya. Dikatakan secara rasional karena validasi di sini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional belum berdasarkan fakta lapangan. Setiap desain produk perlu ditunjukkan dalam gambar kerja. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut. atau uraian ringkas sehingga akan memudahkan pihak lain untuk memahaminya. suasana belajar menjadi kondusif dan hasil pembelajarn meningkat. sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. hasil akhir dari kegiatan ini adalah berupa desain metode yaitu rancangan metode pembelajaran baru. Uji coba tahap awal Nursa’id Fitria (06101410022) Page 102 .

7. Uji Coba Pemakaian Setelah pengujian terhadap produk berhasil dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting. 10. Setelah diperbaiki maka dapat diproduksi massal atau digunakan lembaga pendidikan yang lebih luas. kalau ada perlu segera diperbaiki lagi.dilakukan dengan simulasi penggunaan metode mengajar tersebut. Setelah disimulasikan maka dapat diujicobakan pada kelompok yang terbatas. 8. Revisi Produk Setelah produk diuji coba pada kelompok yang terbatas maka kelemahan yang terdapat dalam produk tersebut menjadi lebih terlihat jelas dan perlu dilakukan langkah selanjutnya yaitu revisi produk. 9. Revisi Produk Revisi produk ini dilakukan apabila dalam pemakaian dalam lembaga pendidikan yang lebih luas terdapat kekurangan dan kelemahan. mungkin ada kelemahannya. Dalam uji pemakaian sebaiknya pembuat produk selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam hal ini adalah metode mengajar. Pengujian tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi apakah metode mengajar baru tersebut lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan metode mengajar yang lama atau yang lain. Setelah direvisi. Pembuatan Produk Massal Bila produk yang berupa metode mengajar baru tersebut telah dinyatakan efektif dalam beberapa kali pengujian maka metode mengajar baru tersebut dapat diterapkan pada setiap lembaga pendidikan. Setelah metode mengajar baru diterapkan selama setengah tahun atau satu tahun maka perlu dicek kembali. maka selanjutnya produk yang berupa metode mengajar baru tersebut diterapkan dalam lingkup tersebut tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 103 . maka perlu diujicobakan lagi kelas yang lebih luas.

Kerangka Berpikir C. Tujuan D. Dengan demikian laporan penelitian yang dibuat harus selalu dilampiri dengan produk yang dihasilkan berikut spesifikasi dan penjelasannya. Deskripsi Teori B. Lampiran berupa produk yang dihasilkan tersebut dibuat dalam buku tersendiri dan diberikan penjelasan tentang kehebatan produk tersebut berdasarkan hasil uji coba. Langkah-langkah Penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 104 . Rumusan Masalah C. Manfaat BAB II LANDASAN TEORI. KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Hipotesis (Produk yang akan dihasilkan) BAB III PRODUK PENELITIAN A. SISTEMATIKA LAPORAN PENELITIAN R&D HALAMAN JUDUL ABSTRAK PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN A. Sistematika laporan adalah sebagai berikut. Latar Belakang B.Laporan Penelitian R&D Metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sehingga menghasilkan produk baru dan selanjutnya menguji keefektifan produk tersebut. serta cara menggunakan produk tersebut.

4. Pembahasan Produk BAB V KESIMPULAN DAN SARA PENGGUNAANNYA A. 4. 5. Kesimpulan B. Saran Penggunaan DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN INSTRUMEN LAMPIRAN DATA LAMPIRAN PRODUK YANG DIHASILKAN BERIKUT BUKU PENJELASANNYA Nursa’id Fitria (06101410022) Page 105 . BAB IV Populasi dan Sampel Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Teknik Analisis Data HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. 3. Revisi Produk (Gambar setelah dievisi dan penjelasannya) D. 2. 5. Model Rancangan Eksperimen untuk Menguji Produk yang Telah Dirancang 2. Populasi Sampel Sumber Data Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Analisis Data Perencanaan Desain Produk Validasi Desain C. Pengujian Tahap Ketiga (bila perlu) G. 6. 3. Hasil pengujian Tahap Kedua E. Revisi Produk (Gambar setelah direvisi dan penjelasannya) F. Penyempurnaan Produk (Gambar terakhir dan penjelasannya) H. Hasil Pengujian Pertama C.B. Desain Awal produk (gambar dan penjelasan) B. Metode Penelitian Tahap II 1. Metode Penelitian Tahap I 1.

Menyusun Rencana Penelitian. Ary. Saifuddin. Amirin. Yogyakarta: Pustaka Belajar. 2008.DAFTAR PUSTAKA Ali. 1988. Jakarta: Rineka Cipta. Bumi Aksara. Bandung: Alfabeta. 1985. 1990. 1997. Jakarta: Ghalia Indonesia Sugiyono. Jakarta: Bumi Aksara. Suharsimi. 2002. S. Narbuko. Manajemen Penelitian. Tatang M.. Nazir. Metode Penelitian. Penelitian Kependidikan : Prosedur & Strategi. Metode Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. 1990. Arikunto. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Surabaya: usaha Nasional. Margono. Metodologi Penelitian Pendidikan. Azwar. Arikunto. Suhadjono dan Supardi. Metode Penelitian Pendidikan. Arikunto. Suharsimi. 1997. 2008. Bandung: Angkasa. Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktek”. Edisi Revisi V. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 106 . Penelitian Tindakan Kelas. Suharsimi. Muhammad. 2004. Donald. Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajawali Press. Penelitian dalam Pendidikan. Cholid dan Abu Achmadi. Jakarta: PT. Moh.