KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Resume ini tepat pada waktunya. Tugas Resume ini selain disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Penelitian Pendidikan Kimia, tetapi lebih dari itu juga sebagai wahana pembelajaran bagi penulis guna mengetahui dan mengaktualisasikan diri menurut pengetahuan yang penulis peroleh dari lembaga pendidikan. Selama penyusunan resume ini, penulis banyak memperoleh bantuan, baik itu bimbingan, petunjuk maupun arahan dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih secara khusus penulis sampaikan kepada Prof. Dr. H. Fuad Abd. Rachman, M.Pd. dan Dr. Hartono, M.A. yang telah membantu penulis dalam penyelesaian tugas Resume ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada semua pihak lain yang telah banyak membantu. penulis menyadari bahwa tugas Resume ini masih jauh dari tatanan kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan serta akan penulis terima dengan hati yang ikhlas dan tangan terbuka demi bekal pembelajaran dan perbaikan pada masa yang akan datang. Akhirnya, penulis berharap agar tugas resume Penelitian Pendidikan Kimia ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Palembang, Juni 2013

Penulis,

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................ 1 Daftar Isi...................................................................................................................2

HAKIKAT PENELITIAN DAN JENIS PENELITIAN .................................... 3

PROPOSAL PENELITIAN ............................................................................. 15

SUMBER MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN ............................. 30

POPULASI DAN SAMPEL ........................................................................... 43

KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN ................................................................................................ 51

HIPOTESIS PENELITIAN ............................................................................. 64

TEKNIK PENGUMPULAN, PENGOLAHAN , ANALISIS DATA, PENYUSUN LAPORAN HASIL PENELITIAN ........................................... 74

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) ................................................... 85

METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (R&D) .......................100

Daftar Pustaka ......................................................................................................106

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 2

HAKIKAT PENELITIAN DAN JENIS PENELITIAN

A. HAKIKAT PENGETAHUAN Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia.

Cara memperoleh pengetahuan (Sumber Pengetahuan) :  Wahyu Pengetahuan yang datangnya dari Tuhan melalui kitab suci.  Pengalaman Dari pengalaman, orang mendapatkan pengetahuan apapun dari yang dialami akan menjadi pengetahuan. Pengalaman bisa jadi pengetahuan jika memiliki kepentingan akan dialami. Pengalaman yang banyak tidak menjamin pengetahuan yang didapat akan banyak pula.  Otoritas Otoritas atau kewenangan atau kepakaran. Jika kita ingin mendapatkan pengetahuan tentang sesuatu, sebaiknya ditanyakan pada ahlinya, artinya harus ditelaah terlebih dahulu.  Berpikir Deduktif (umum-khusus) Dari umum ke khusus atau dari sadar ke tidak sadar. Jika pengetahuan deduktif itu diterapkan, maka pengetahuannya/cara berpikirnya secara umum. Di mana penalaran deduktif ini memiliki kelemahan yaitu terdapat banyak pengecualian.  Berpikir Induktif (khusus-umum) Mengambil keputusan dari pengalaman, belajar dari hal-hal yang khusus atau belajar dari pengalaman. Di mana penalaran induktif ini memiliki kelemahan yaitu jika tidak dibatasi, maka banyak penyimpangan jadi harus dilakukan pembatasan populasi.  Metode Ilmiah Proses untuk mendapatkan pengetahuan dengan dua metode yaitu berpikir deduktif dan induktif.

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 3

Kebenaran Nonilmiah Tidak selamanya penemuan kebenaran diperoleh secara ilmiah. suatu kebenaran ilmiah dapat diterima dikarenakan oleh tiga hal. Tentatif artinya kebenaran itu akan tetap dijadikan kebenaran sebelum ada yang menyangkalnya (bersifat sementara) Ciri-ciri Kebenaran Ilmiah  Sesuai dengan rasio/akal manusia berdasarkan pengetahuan yang dimiliki Contoh kayu dibakar jadi abu atau arang  memang sesuai dengan rasio pengetahuan manusia.DIPELAJARI -----. yaitu : a.YAKIN Kebenaran ilmiah (sains/ilmu) adalah: 1. maka tidak bisa dikatakan sebagai ilmu) Umumnya. KEBENARAN 1. dan 3) pragmatis. Kadangkala kebenaran dapat ditemukan melalui proses nonilmiah.B. Relatif artinya tidak mutlak/suatu saat tidak benar b. KEBENARAN ILMIAH (ILMU/SAINS) RAGU -------. KEBENARAN MUTLAK (WAHYU/AGAMA) YAKIN -----. Sesuai dengan hasil penginderaan manusia berdasarkan pengalaman empiris Sifat Kebenaran ilmiah. Sesuai dengan akal/pikiran manusia berdasarkan pengetahuan yang ada (rasional/masuk akal) 2. seperti : Nursa’id Fitria (06101410022) Page 4 .DIPELAJARI ------.LEBIH YAKIN Tidak bisa dibantah.  Sesuai dengan hasil penginderaan/pengalaman empiris (sesuatu yang tidak bisa diamati secara empiris. yaitu 1) adanya koheren 2) adanya koresponden. bermula dari suatu keyakinan lalu dipelajari agar lebih meyakinkan 2.

Kebenaran dengan intuisi diperoleh secara cepat sekali melaui proses luar sadar tanpa menggunakan penalaran dan proses berpikir. Penemuan kebenaran melalui spekulasi Penemuan kebenaran dengan spekulasi sedikit lebih tinggi tarafnya dari penemuan secara trial and error. Penemuan kebenaran secara kebetulan Penemuan kebenaran secara kebetulan tidak lain dari takdir Tuhan. Penemuan kebenaran secara intuitif Kebenaran dapat juga dperoleh berdasarkan intuisi. fenomena. Fungsi ilmu  MENERANGKAN (EXPLAIN) Yang diterangkan dalam ilmu yaitu kejadian.a. jika wahyu datangnya dari Allah melalui Rasul dan Nabi. Penemuan kebenaran melalui wahyu Kebenaran yang didasarkan kepada wahyu merupakan kebenaran mutlak. tetapi banyak penemuan tersebut telah menggoncangkan dunia ilmu pengetahuan b. g. Penemuan kebenaran secara trial and error Bekerja secara trial and error adalah melalukan sesuatu secara aktif dengan mengulang-ulang pekerjaan tersebut berkali-kali dengan menukar-nukar cara dan materi. f. Walaupun penemuan kebenaran secara kebetulan bukanlah kebenaran yang ditemukan secara ilmiah. Penemuan kebenaran karena kewibawaan Umumnya kebenaran karena kewibawaan didasarkan pada logika saja. ataupun melalui suatu renungan. Penemuan kebenaran secara common sense (akal sehat) Penemuan sense merupakan serangkaian konsep atau bagan konseptual yang memuaskan untuk digunakan secara praktis. e. Kebenaran karena wibawa dianggap suatu kebenaran yang diperoleh tanpa prosedur ilmiah. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 5 . gejala-gejala. Akal sehat dapat menghasilkan kebenaran dan dapat pula menyesatkan c. d.

dan percobaan sacara ilmiah dalam suatu bidang tertentu. hanya yang dibicarakan adalah masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran. MERAMALKAN (PREDICTION) Meramalkan sesuatu yang belum terjadi  MENGENDALIKAN (CONTROL) Mengantisipasi terhadap suatu kejadian Pengertian Hakikat Penelitian Penerapan pendekatan ilmiah dalam penyelesaian masalah atau suatu usaha yang sistematis dan obyektif dalam mencari pengetahuan yang dapat dipercaya. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 6 . petlu ditegaskan apa persoalan sebenarnya. Merasakan suatu kesulitan Terasa kesenjangan antara alat-alat untuk mencapai suatu tujuan atau terasa kesulitan menemukan ciri-ciri atau pola dari suatu objek. disusun kemungkinan pemecahan persoalan atau menerangkan objek atau peristiwa itu. Menegaskan persoalan Setelah merasakan adanya kesulitan. 3. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam suatu penelitian seperti disebut dalam definisi ini sesuai dengan langkah-langkah berpikir ilmiah. atau terasa kesukaran menerangkan sesuatu peristiwa. penyelidikan. Adapun langkah-langkah berpikir ilmiah ialah : 1. Menyusun hipotesis Bila sudah dirumuskan persoalan. Atau rangkaian masalah. 2. kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu Hakikat Penelitian Pendidikan Sama seperti penelitian pada umumnya. Untuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikkan tingkat ilmu serta teknologi. Penelitian adalah semua kegiatan pencarian.

Lingkungan rumah 7. Menentukan kegunaan atau nilai umum dari kesimpulan Jika pemecahan persoalan itu dapat diterima maka dipertanyakan apa kegunaannya untuk masa mendatang atau apa nilai pemecahan persoalan itu untuk kepentingan yang akan datang. Mata pelajaran 2. yaitu : 1.4. Dalam konteks ini maka fungsi penelitian adalah membantu manusia meningkatkan kemampuannya untuk menginterpretasikan fenomena-fenomena masyarakat yang kompleks dan kait-mengait demi kemajuan manusia atau demi eksistensi manusia itu sendiri. Mengumpulkan data Data adalah bahan informasi untuk proses berpikir gamblang atau eksplisit. Mengambil kesimpulan Dari data-data yang sudah diolah diambil kesimpulan untuk menerima atau menolak hipotesis yang dirumuskan pada langkah berpikir ketiga diatas. Sekolah sebagai lambaga sosial 6. Guru 5. Lingkungan masyarakat Nursa’id Fitria (06101410022) Page 7 . Pelajar (kegiatan dan intelengensi mereka) 3. Di dalam hal ini Tyler menyebutkan delapan wajah yang merupakan peta konseptual pendidikan. Lingkungan kawan sebaya 8. Kompleksitas masalah pendidikan memang diakibatkan oleh luasnya ruang lingkup pendidikan itu sendiri. Ruang Lingkup Penelitian memegang peranan yang sangat penting dalam membantu manusia memperoleh jawaban atas suatu pertanyaan atau pemecahan atas suatu masalah. 5. Cara mengajar 4. 6.

4. Mameriksa Keadaan Tugas menyandra atau mengadakan deskripsi yaitu memaparkan dengan gamblang hal-hal yang dipermasalahkan. 3. prosedur dan bahan-bahan untuk menunjukkan hasil pendidikan yang telah dicapai. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 8 .Sehubungan dengan penelitian pendidikan dan hasilnya Tyler mengemukkan lima fungsi penelitian pendidikan yang dapat dilakukan pada masa kini. 5. 4. Membentuk suatu badan informasi tentang usaha pendidikan yang bermanfaat dalam penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan. Tugas dan Jenis Penelitian Kegiatan di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan adalah dua kegiatan terpadu erat. atau proyeksi di masa yang akan datang atas peristiwa yang diduga bakal terjadi. 2. maka tugas ilmu pengetahuan dan penelitian dapat dinyatakan secara terpadu pula sebagai berikut : 1. rangsangan dan penyuluhan yang berhasil untuk pembaruan pendidikan. Meramalkan Tugas ini memberikan perkiraan-perkiraan. Kelima fungsi penelitian itu mencakup : 1. Menerangkan kondisi yang mendasari peristiwa-peristiwa 3. Menunjukkan isi dan cara mengajar serta mengorganisasikan dan menjalankan sekolah. Menyusun teori Tugas ini mencari dan merumuskan hukum-hukum yang menjelaskan hubungan antara peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain yang ada kaitannya. 2. Mengembangkan teori yang lebih memadai dan sahih (valid) tentang proses pendidikan serta pengoperasian usaha. biaya dalam ukuran waktu. usaha dan bahan-bahan dan keadaan hasil-hasil yang dicapai. Menilai program. Menyediakan pandangan.

relatif tetap. pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian. teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random. Penelitian Kualitatif Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). Filsafat positivisme memandang realitas/gejala/fenomena itu dapat diklasifikasikan. Proses penelitian bersifat deduktif. terukur. Melakukan pengendalian Tugas ini berusaha mengendalikan peristiwa-peristiwa. di mana untuk menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan hipotesis. konkret. teramati. digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. gejala-gejala yang diperkirakan bakal terjadi. Hipotesis tersebut selanjutnya diuji melalui pengumpulan data lapangan. 2. Metode Penelitian Kuantitatif Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme. karena pada awalnya metode ini lebih Nursa’id Fitria (06101410022) Page 9 . Penelitian pada umumnya dilakukan pada populasi atau sampel tertentu yang representatif. Penelitian kuantitatif umumnya dilakukan pada sampel yang diambil secara random. Untuk mengumpulkan data digunakan instrumen penelitian. sehingga kesimpulan hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi di mana sampel tersebut diambil. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif atau inferensial sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak.5. JENIS-JENIS PENELITIAN Secara umum penelitian terbagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut: 1. disebut juga sebagai metode ethnografi. analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. dan hubungan gejala bersifat sebab akibat.

menganalisis. dinamis. Dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument. tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada obyek tersebut. maka peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam terhadap situasi sosial pendidikan yang diteliti. Penelitian dilakukan pada obyek yang alamiah. disebut sebagai metode kualitatif. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi. yaitu peneliti itu sendiri. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 10 . Untuk dapat menjadi instrumen. yang memandang realitas sosial sebagai sesuatu yang holistic/utuh. sehingga mampu bertanya. yaitu menggunakan berbagai teknik pengumpulan data secara gabungan/simultan. Makna adalah data yang sebenarnya. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam. penuh makna. dan hubungan gejala bersifat interaktif (reciprocal).banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. Generalisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan transferability  Menurut penggunaannya 1. memotret. dan mengkonstruksi situasi sosial yang diteliti menjadi lebih luas dan bermakna. karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif Filsafat postpositivisme sering juga disebut juga sebagai paradigma interpretif dan konstruktif. kompleks. tetapi lebih menekankan pada makna. suatu data yang mengandung makna. data yang pasti yang merupakan suatu nilai dibalik data yang tampak. Penelitian dasar atau penelitian murni (pure research) LIPI mendefinisikan penelitian dasar sebagai penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah atau menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. Obyek yang alamiah adalah obyek yang berkembang apa adanya. Analisis data yang dilakukan bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan dan kemudian dikonstruksikan menjadi hipotesis dan teori. maka teknik pengumpulan data bersifat triangulasi.

3. Kekhususan 1. Data yang dikumpulkan diambil dari hasil observasi orang lain. 2. sistematis. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 11 melakukan observasi atas peristiwa-peristiwa yang . 4. dan tuntas. Penelitian dilakukan dengan tertib. Penelitian terapan (applied research) Batasan yang diberikan LIPI : Penelitian terapan adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. objektif.  Menurut metodenya     Penelitian historis Penelitian filosofis penelitian observasional penelitian eksperimental  Menurut sifat permasalahannya         Penelitian histories Penelitian deskriptif Penelitian perkembangan Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian korelasional Penelitian kausal-komparatif Penelitian eksperimental Penelitian tindakan 1.2. Data yang berbobot adalah data yang diuji secara eksternal dan internal. Data yang dikumpulkan dari sumber primer yaitu penelitian sendiri langsung dilaporkan. Penelitian histories Penelitian ditujukan kepada rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif memahami peristiwa-peristiwa masa lampau.

Memusatkan perhatian pada ubahan-ubahan dan perkembangan selama jangka waktu tertentu. 3. sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada kesatuan itu. Penelitian umumnya memakai waktu yang panjang atau bersifat longitudinal. Subjek yang diteliti terdiri dari suatu kesatuan secara mendalam. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 12 . 4. 2. Bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi untuk disusun. Penelitian deskriptif Penelitian deskriptif berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu. Kekhususan 1. Kekhususan 1. Kekhususan : a. dijelaskan dan dianalisis. Penelitian perkembangan Penelitian perkembangan menyelidiki pola dan proses pertumbuhan sebagai fungsi dari waktu.2. 3. 2. Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian kasus memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan terperinci mengenai latar belakang keadaan sekarang yang dipermasalahkan. Bila metoda penelitian yang dipakai dengan pendekatan cross-sectional maka sampel yang dipilih harus representatif mewakili populasi penelitian. Bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang dihadapi sekarang.

2.b. Misalnya sikap santai siswa dalam kegiatan belajar mungkin disebabkan banyaknya lulusan pendidikan tertentu yang tidak mendapat lapangan kerja. 7. Penelitian hubungan sebab-akibat Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat antara faktor tertentu yang mungkin menjadi penyebab gejala yang diselidiki. ubahan-ubahan yang diteliti juga terbatas. Kekhususan 1. 5. yang terpusat pada aspek yang menjadi kasus. diusut kembali dari suatu faktor atau beberapa faktor pada masa lampau. Kekhususan 1. Penelitian korelasional Penelitian korelasional bertujuan melihat hubungan antara dua gejala atau lebih. dari ubahan-ubahan dan kondisi-kondisi yang lebih besar jumlahnya. Penelitian eksperimental Penelitian dengan melakukan percobaan terhadap kelompok-kelompok eksperimen. 2. Pengumpulan data mengenai gejala yang diduga mempunyai hubungan sebab akibat itu dilakukan setelah peristiwa yang dipermasalahkan itu telah terjadi. Misalnya hendak meneliti keefektifan metode-metode mengajar. Di dalam eksperimen terhadap kelompok yang dikenai perlakuan eksperimental dan kelompok yang dikenai perlakuan pembanding. Data sebagai hasil pengaruh perlakuan terhadap kelompok eksperimen diukur secara kuantitatif kemudian dibandingkan. Misalnya apakah ada hubungan antara status sosial orang tua siswa dengan prestasi anak mereka. Menggunakan sedikitnya dua kelompok eksperimen Nursa’id Fitria (06101410022) Page 13 . 6. Selain peneliti hanya pada suatu unit. Suatu gejala yang diamati.

8. 4. Misalnya.3. Mengusahakan agar pengaruh perlakuan eksperimen menjadi maksimal dan pengaruh ubahan penyangga menjadi minimal. Harus mempertimbangkan kesahihan keluar. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 14 . meniliti keterampilan kerja yang sesuai bagi siswa putus sekolah di suatu daerah. Penelitian tindakan Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru untuk mengatasi kebutuhan dalam dunia kerja atau kebutuhan praktis lain.

Masalah itu muncul pada ruang (tempat) dan waktu tertentu. Rancangan penelitian harus dibuat secara sistematis dan logis sehingga dapat dijadikan pedoman yang betul-betul mudah diikuti. Tujuan Penelitian F. Rancangan penelitian yang sering disebut proposal penelitian paling tidak berisi empat komponen utama. perlu diantisipasi tentang berbagai sumber yang dapat digunakan untuk mendukung dan yang menghambat terlaksananya penelitian. Penelitian dilakukan berangkat dari adanya suatu permasalahan. Organisasi. Masalah merupakan “penyimpangan” dari apa seharusnya dengan apa terjadi. Kegunaan Hasil Penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 15 . Landasan Teori dan Pengajuan Hipotesis.PROPOSAL PENELITIAN PROPOSAL PENILITIAN Rancangan atau proposal penelitian merupakan pedoman yang berisi langkah-langkah yang akan diikuti oleh peneliti untuk melakukan penelitiannya. PENDAHULUAN A. Metode Penelitian. Dalam menyusun rancangan penelitian. dan Jadwal Penelitian. Proposal Penelitian Kuantitatif Proposal penelitian kuantitatif dikemas dalam sistematika seperti berikut: SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF I. Rumusan Masalah E. Latar Belakang B. dan penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan. penyimpangan antara teori dengan praktik. Batasan Masalah D. yaitu Permasalahan. penyimpangan antara rencana dengan pelaksanaan. Identifikasi Masalah C.

Organisasi Penelitian B. tetapi dalam peristiwa itu. Oleh karena itu dalam latar belakang ini. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. Teknik Pengumpulan Data E. sehingga permasalahan menjadi jelas. LANDASAN TEORI. peneliti harus dapat menunjukkan adanya suatu penyimpangan yang ditunjukkan dengan data dan menuliskan mengapa hal ini perlu diteliti. peneliti harus melakukan analisis masalah. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 16 . Jadwal Penelitian V. Semua masalah dalam obyek. Kerangka Berfikir C. Hipotesis III. B. Identifikasi Masalah Dalam bagian ini perlu dituliskan berbagai masalah yang ada pada obyek yang diteliti. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Pada bagian ini berisi tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi pada suatu obyek penelitian. BIAYA YANG DIPERLUKAN I. Populasi dan Sampel C. Instrumen Penelitian D. baik standar yang bersifat keilmuan maupun aturan-aturan. Metode B.II. Deskripsi Teori B. A. KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. sekarang ini tampak ada penyimpangan-penyimpangan dari standar yang ada. Melalui analisis masalah ini. baik yang akan diteliti maupun yang tidak akan diteliti sedapat mungkin dikemukakan. Teknik Analisis Data IV. PROSEDUR PENELITIAN A.

di mana akan dilakukan penelitian. Untuk itu maka peneliti memberi batasan. Masalah apa saja yang diduga berpengaruh positif dan negatif terhadap masalah yang diteliti. selanjutnya dikemukakan hubungan satu masalah dengan masalah yang lain. Selanjutnya masalah tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk variabel. Masalah yang akan siteliti itu kedudukannya di mana dia antara masalah yang akan diteliti.Untuk dapat mengidentifikasi masalah dengan baik. dan supaya masalah dapat terjawab secara akurat. Sebaiknya rumusan masalah itu dinyatakan dalam kalimat pertanyaan. C. Rumusan Masalah Setelah masalah yang akan diteiti itu ditentukan (variabel apa saja yang akan diteliti. melakukan observasi. maka selanjutnya dapat dirumuskan masalah penelitian. Berdasarkan batasan masalah ini. Berdasarkan berbagai permasalahan yang telah diketahui tersebut. sehingga semua permasalahan dapat diidentifikasikan. dan wawancara ke berbagai sumber. D. serta bagaimana hubungan variabel satu dengan variabel yang lain. dan supaya penelitian dapat dilakukan secara lebih mendalam. dan bagaimana hubungan variabel yang satu dengan yang lain). Nursa’id Fitria (06101410022) Page 17 . tenaga. waktu. Jadi pola pikir dalam merumuskan masalah itu ada empat tahapan yang dapat digambarkan sebagai berikut. variabel apa saja yang akan diteliti. dana. maka masalah yang akan diteliti itu perlu dirumuskan secara spesifik. teori-teori. Batasan Masalah Karena adanya keterbatasan. maka tidak semua masalah yang telah diidentifikasikan akan diteliti. maka peneliti perlu melakukan studi pendahuluan ke obyek yang diteliti.

maka tujuan penelitiannya adalah: ingin mengetahui apakah ada pengaruh latihan terhadap produktivitas kerja pegawai dan kalau ada seberapa besar. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 18 . Rumusan masalah dan tujuan penelitian ini jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian. Kalau rumusan masalahnya : apakah ada pengaruh latihan terhadap produktivitas kerja pegawai. Tujuan penelitian di sini tidak sama dengan tujuan yang ada pada sampul skripsi atau tesis. Tetapi keduanya ada kaitannya dengan permasalahan. Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang dituliskan. Tujuan Penelitian Tujuan dan kegunaan penelitian sebenarnya dapat diletakkan di luar pola pikir dalam merumuskan masalah. yang merupakan tujuan formal (misalnya untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapat gelar sarjana). oleh karena itu dua hal ini ditempatkan di bagian ini. Misalnya rumusan masalahnya: Bagaimanakah tingkat disiplin guru di Sekolah A? Maka tujuan penelitiannya adalah: ingin mengetahui seberapa tinggi tingkat disiplin guru di Sekolah A.E. tetapi tujuan di sini berkenaan dengan tujuan peneliti dalam melakukan penelitian.

Batasan Masalah Karena keterbatasan waktu. Dapat berbentuk rumusan masalah deskriptif. Peneliti juga perlu menuliskan mengapa hal itu perlu diteliti.Latar Belakang Masalah Berisi tentang sejarah dan peristiwa yang terjadi pada obyek yang akan diteliti. tenaga. tetapi peristiwa itu nampaknya ada penyimpangan dari standar keilmuan maupun aturan. teori dan supaya penelitian lebih mendalam maka penelitian dibatasi pada beberapa variabel saja. Pola Pikir Dalam Merumuskan Masalah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 19 . jelas dan spesifik. Masalah yang diteliti umumnya merupakan variabel independen. dana. baik masalah yang akan diteliti maupun tidak diteliti. Tunjukkan hubungan masalah satu dengan masalah yang lain. Rumusan Masalah Dinyatakan dalam kalimat pertanyaan . Penyimpangan ini perlu ditunjukkan dalam data. dan asosiatif. komparatif. Identifikasi Masalah Semua masalah yang ada pada obyek penelitian dikemukakan.

Kegunaan Hasil Penelitian Kegunaan hasil penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan. B. Jumlah teori yang dikemukakan tergantung pada variabel yang diteliti. Kalau variabel yang diteliti ada lima maka jumlah teori yang dikemukakan juga harus ada lima. Kegunaan untuk mengembangkan ilmu/kegunaan teoritis b. LANDASAN TEORI. dan penyusunan instrumen penelitian. dan rumusan masalah dapat terjawab secara akurat maka sekarang kegunaanya apa. Teori-teori yang digunakan bukan sekedar pendapat dari pengarang. Kegunaan praktis. tetapi teori yang betul-betul telah teruji kebenarannya secara empiris. Deskripsi Teori Deskripsi teori adalah teori-teori yang relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti. mengapa variabel itu ikut Nursa’id Fitria (06101410022) Page 20 .F. yaitu: a. yaitu membantu memecahkan dan mengantisipasi masalah yang ada pada obyek yang diteliti. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Di sini juga diperlukan dukungan hasil-hasil penelitian yang telah ada sebelumnya yang ada kaitannya dengan variabel yang diteliti. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dan dependen. pendapat penguasa. II. Bila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening. Kegunaan hasil penelitian ada dua hal. sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis). maka juga perlu dijelaskan. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Kalau tujuan penelitian dapat tercapai. KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A.

Bila variabel yang diteliti jumlahnya lima. diperlukan metode penelitian. III. kerangka berpikirnya: “jika kepemimpinan baik. C. Instrumen Penelitian Penelitian yang bertujuan untuk mengukur suatu gejala akan menggunakan instrumen penelitian. dll). Hipotesis Penelitian Karena hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang diajukan. maka motivasi kerja akan tinggi” maka hipotesisnya adalah: ada pengaruh yang tinggi/rendah dan signifikan kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai. B. Untuk itu di bagian ini perlu ditetapkan metode penelitian apa yang akan digunakan.dilibatkan dalam penelitian. C. skala pengukuran yang ada pada setiap jenis instrumen (Likert. maka titik tolak untuk merumuskan hipotesis adalah rumusan masalah dan kerangka berpikir. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 21 . Kalau ada rumusan masalah: adakah pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai. Bila hasil penelitian akan digeneralisasikan (kesimpulan data sampel yang dapat diberlakukan untuk populasi) maka sampel yang digunakan sebagai sumber data harus representatif dapat dilakukan dengan cara mengambil sampel dari populasi secara random sampai jumlah tertentu. maka akan menggunakan lima instrumen. PROSEDUR PENELITIAN A. prosedur pengujian validitas dan reliabilitas instrumen. Metode Penelitian Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis. Dalam hal ini perlu dikemukakan instrumen apa saja yang akan digunakan untuk penelitian. apakah metode survey atau eksperimen. Oleh karena itu pada setiap penyusunan harus didasarkan pada kerangka berpikir. Jumlah instrumen yang akan digunakan tergantung pada variabel yang diteliti. Populasi dan Sampel Dalam penelitian perlu dijelaskan populasi dan sampel yang dapat digunakan sebagai sumber data.

Jadwal Penelitian Setiap rancangan penelitian perlu dilengkapi dengan jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan. E. Bila peneliti tidak membuat hipotesis. akan menentukan teknik statistik mana yang digunakan. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A.D. tetapi bila suatu teknik dipandang mencukupi maka teknik yang lain bila digunakan akan menjadi tidak efisien. Tetapi kalau hanya rumusan masalah itu dijawab maka sulit membuat generalisasi. Jangan semua teknik pengumpulan data (angket. maka teknik analisis data ini berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian hipotesis yang diajukan. Organisasi Penelitian Bila penelitian dilaksanakan oleh tim/kelompok maka diperlukan adanya organisasi pelaksana penelitian. sebagai pembantu ketua. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 22 . dan berapa lama akan dilakukan. IV. Minimal ada ketua yang bertanggung jawab dan anggota. sehingga betul-betul didapat data yang valid dan reliabel. Teknik Pengumpulan Data Yang diperlukan di sini adalah teknik pengumpulan data mana yang paling tepat. Teknik Analisis Data Untuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif. sehingga kesimpulan yang dihasilkan hanya dapat berlaku untuk sampel yang digunakan. Bentuk hipotesis mana yang diajukan. Selain itu konsekuensi dari mencantumkan ketiga teknik pengumpulan data itu adalah: setiap teknik pengumpulan data yang dicantumkan harus disertai datanya. B. observasi. maka rumusan masalah penelitian itulah yang perlu dijawab. Dalam jadwal berisi kegiatan apa yang akan dilakukan. tidak dapat berlaku untuk populasi. wawancara) dicantumkan kalau sekiranya tidak dapat dilaksanakan. maka teknik analisis data ini telah ditentukan. Memang untuk mendapatkan data yang lengkap dan obyektif penggunaan berbagai teknik sangat diperlukan. Jadi sejak membuat rancangan.

jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal peneliti. pola pikir deduktif. metode penelitian. serta lamanya penelitian dilakukan. dan akan berkembang setelah peneliti memasuki obyek penelitian/situasi sosial. realitas dianggap tunggal. dinamis. maka proposal penelitian kuantitatif dipandang sebagai “blue print” yang harus digunakan sebagai pedoman baku untuk melaksanakan dan mengendalikan penelitian. maka proposal penelitian kualitatif yang dibuat masih bersifat sementara. dan pola pikir induktif. jadwal penelitian. tingkat resiko kegiatan yang dilakukan. Komponen dan Sistematika Proposal Komponen dalam proposal penelitian tersebut secara garis besarnya terdiri atas. sehingga permasalahan belum jelas. Biaya Penelitian Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian.C. Sedangkan dalam metode kualitatif yang berpandangan bahwa. realitas dipandang sesuatu holistik. dan biaya penelitian. kompleks. Jumlah biaya yang diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya. penuh makna. karena permasalahan yang diteliti sudah jelas. 1. tetap. organisasi penelitian. landasan teori. pendahuluan. teramati. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 23 . Proposal Penelitian Kualitatif Dalam penelitian kuantitatif.

.. …………………………. Organisasi Penelitian B. Teknik Pengumpulan Data F. Manfaat Penelitian II. Latar Belakang B. PROSEDUR PENELITIAN A. PENDAHULUAN A. BIAYA YANG DIPERLUKAN Nursa’id Fitria (06101410022) Page 24 . STUDI KEPUSTAKAAN A. Instrumen Penelitian D. Tujuan Penelitian E. Teknik Analisis Data G. Metode dan Alasan Menggunakan Metode B. Jadwal Penelitian V. Tempat Penelitian C. B. Fokus Penelitian C. Rumusan Masalah D. III. …………………………. ………………………….. Rencana Pengujian Keabsahan Data IV. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. C. Sampel Sumber Data E.SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF I.

C. Namun bila rumusan masalah ini tidak sesuai dengan kondisi obyek penelitian. maka peneliti perlu mengganti rumusan masalah penelitiannya. dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan. masalah ini bersifat sementara. D. teori pengalaman. Fokus dalam penelitian ini juga masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian di lapangan. dan disarankan oleh pembimbing atau orang yang dipandang ahli. tujuan. bisa diperoleh dari studi pendahuluan. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Walaupun dalam penelitian kualitatif. penentuan fokus berdasarkan hasil studi pendahuluan. atau pernyataan orang-orang yang dianggap kredibel dalam media cetak maupun elektronik. A. referensi. Masalah ini perlu dikemukakan dalam bentuk data. Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif tidak berkenaan dengan variabel penelitian. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 25 . Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dalam proposal penelitian kualitatif juga masih bersifat sementara. Dalam proposal tujuan penelitian terkait dengan rumusan masalah. sehingga terlihat adanya kesenjangan yang merupakan masalah. dokumentasi laporan penelitian. pengalaman. yaitu untuk mengetahui segala sesuatu setelah rumusan masalah itu terjawab melalui pengumpulan data. B. yang bersifat spesifik. namun perlu dikemukakan dalam proposal penelitian. Rumusan Masalah Rumusan masalah ini merupakan panduan awal bagi peneliti untuk penjelajahan pada obyek yang diteliti.I. Dalam latar belakang masalah ini perlu dikemukakan gambaran keadaan yang sedang terjadi selanjutnya dikaitkan dengan peraturan/kebijakan. perencanaan. tetapi lebih makro dan berkaitan dengan kemungkinan apa yang terjadi pada obyek/situasi sosial penelitian tesebut. Fokus Penelitian Pada penelitian kualitatif.

dan mengendalikan suatu gejala. hipotesis dan teori. maka akan berguna untuk menjelaskan. budaya. manfaat penelitian lebih bersifat teoritis. tempat penelitian. dan pedoman wawancara. Selain itu. dan rencana pengujian keabsahan data. dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti. Metode dan Alasan Menggunakan Metode Kualitatif Pada umumnya alasan menggunakan metode kualitatif karena pemasalahan belum jelas. tidak perlu dibuat kerangka berpikir sebagai dasar untuk perumusan hipotesis. sampel sumber data penelitian. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 26 . dan penuh makna sehingga tidak mungkin data pada situasi sosial tersebut dijaring dengan metode penelitian kuantitatif dengan instrumen seperti tes. peneliti bermaksud memahami situasi sosial secara mendalam. dan akan berkembang atau berubah setelah peneliti berada di lapangan. teori yang dikemukakan bersifat sementara. A. tetapi justru menemukan hipotesis. karena dalam penelitian kualitatif tidak akan menguji hipotesis. menemukan pola. III. Terdapat tiga kriteria terhadap teori yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian. yaitu untuk pengembangan ilmu. teknik analisis data. dan keaslian. teknik pengumpulan data. II. METODE PENELITIAN Komponen dalam metode penelitian kualitatif adalah: alasan menggunakan metode kualitatif. kemutakhiran. memprediksikan. Apabila peneliti kualitatif dapat menemukan teori. instrumen penelitian. STUDI KEPUSTAKAAN Studi berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang terkait dengan nilai. yaitu relevansi. Selanjutnya dalam landasan teori. Manfaat Penelitian Untuk penelitian kualitatif. kompleks dinamis. Dalam penelitian kualitatif. namun juga tidak menolak manfaat praktisnya untuk memecahkan masalah. kuesioner.E. holistik.

yang menjadi instrumen utama adalah peneliti sendiri atau anggota tim peneliti. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil “kemasannya” sendiri. Misalnya di sekolah. Tempat Penelitian Dalam hal ini perlu dikemukakan tempat di mana situasi sosial tersebut akan diteliti. Instrumen yang akan digunakan perlu dikemukakan pada bagian ini. 3. Selanjutnya dinyatakan bahwa. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 27 . sehingga mampu “membukakan pintu” ke mana saja peneliti akan melakukan pengumpulan data. di lembaga pemerintahan. dan akan berkembang kemudian setelah peneliti di lapangan. Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti. Instrumen Penelitian Dalam penelitian kualitatif. dan lain-lain. di perusahaan. Untuk itu perlu dikemukakan siapa yang akan menjadi instrumen penelitian. Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi. atau mungkin setelah permasalahannya dan fokus jelas peneliti akan menggunakan instrumen. Penentuan sampel sumber data. Sampel sumber data pada tahap awal memasuki lapangan dipilih orang yang memiliki power dan otoritas pada situasi sosial atau obyek yang diteliti. sehingga sesuatu itu bukan sekedar diketahui. pada proposal masih bersifat sementara. 2. tetapi juga dihayatinya. 4. Situasi sosial untuk sampel awal sangat disarankan suatu situasi sosial yang di dalamnya menjadi semacam muara dari banyak domain lainnya. sampel sumber data dipilih secara purposive dan bersifat snowball sampling. di rumah. C.B. sampel sebagai sumber data atau sebagai informan sebaiknya yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. D. di jalan. Sampel Sumber Data Dalam penelitian kualitatif.

uji transferabilitas (validitas eksternal/generalisasi) dan uji konfirmabilitas (obyektivitas). analisis datanya dengan analisis domain. Rencana Pengujian Keabsahan Data Uji keabsahan data meliputi uji kredibilitas data (validitas internal). Perlu dikemukakan kalau teknik pengumpulan datanya dengan observasi. Selanjutnya pada tahap selections. Setelah analisis komponensial dilanjutkan analisis tema. F. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 28 . Teknik Analisis Data Teknik analisis data lebih banyak dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. maka perlu dikemukakan apa yang diobservasi. analisis data dengan analisis komponensial. studi dokumentasi. Tahap kedua adalah menentukan fokus. meningkatkan ketekunan. uji dependabilitas (reliabilitas) data. wawancara mendalam. kalau wawancara. E. Tahapan dalam penelitian kualitatif adalah tahap memasuki lapangan dengan grand tour dan minitour question. dalam penelitian kualitatif. teknik pengumpulan data dengan minitour question.5. kepada siapa akan melakukan wawancara. dan analisis kasus negatif. dan gabungan ketiganya atau triangulasi. diskusi dengan teman sejawat. triangulasi. Teknik Pengumpulan Data Pada bagian ini dikemukakan bahwa. pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan struKtural. Namun yang utama adalah uji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara: perpanjangan pengamatan. member check. teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi partisipan. G. Mereka yang pada mulanya tergolong “cukup asing” dengan peneliti sehingga lebih menggairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber. analisis data dilakukan dengan analisis taksonomi.

tenaga administrasi. pengumpul data. Pembiayaan Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. serta lamanya penelitian dilakukan. C. Masing-masing perlu dikemukakan uraian tugas dan waktu yang tersedia. tingkat resiko kegiatan yang dilakukan. beberapa anggota peneliti. Jadwal Penelitian Pada umumnya penelitian kualitatif memerlukan waktu yang relatif lama. ORGANISASI PENELITIAN DAN JADWAL PENELITIAN A. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 29 . bendahara. B.IV. Jumlah biaya yang diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya. Organisasi Organisasi penelitian ini perlu dikemukakan. jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal peneliti. antara 6 bulan sampai 24 bulan. Untuk itu perlu direncanakan jadwal pelaksanaan penelitian yang berisi aktivitas yang dilakukan dan kapan akan dilakukan. bila penelitian dilakukan oleh tim. Dalam organisasi penelitian ini terdiri atas ketua tim peneliti.

Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi. serta kerangka kerja laporan penelitiannya. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan Suatu rencana yang telah ditetapkan. informasi atau keputusan. pemecahan. a. Orang yang bisanya menjadi pimpinan pada bidang pemerintahan harus berubah ke bidang pendidikan. Dalam bidang penelitian. namun sering perubahan itu tidak diharapkan oleh orang-orang tertentu. antara teori dengan praktik. b. atau dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) maka akan muncul masalah. konteks dan skop kependidikan. antara apa yang direncanakan dengan kenyataan. Stonner mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antar pengalaman dengan kenyataan. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan Di dunia ini yang tetap hanya perubahan. 1989). antara rencana dengan pelaksanaan. Hal ini pada awalnya tentu akan memunculkan masalah. tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan dari rencana tersebut maka tentu ada masalah. dan kompetisi. karena akan dapat menimbulkan masalah. secara teknis masalah menyiratkan adanya kemungkinan dilakukannya suatu penyelidikan empiris. Secara umum masalah dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang memerlukan pembahasan. Orang atau kelompok yang biasanya mengelola pendidikan dengan sistem sentralisasi lalu berubah menjadi desentralisasi. Masalah penelitian perlu dinyatakan dengan jelas karena melalui prnyataan tersebut peneliti berusaha mengkomunikasikan kepada pihak lain tentang fokus dan pentingnya masalah. adanya pengaduan. Jadi untuk Nursa’id Fitria (06101410022) Page 30 . yakni pengumpulan dan analisis data (McMillan dan Scumacher.SUMBER MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN SUMBER MASALAH Langkah pertama yang harus dilalui oleh seorang peneliti dalan proses penelitiannya adalah penentuan masalah. Apakah masalahnya sehingga apa yang telah direncanakan tidak menghasilkan kenyataan. antara aturan dengan pelaksanaan.

Data masalah dapat diperoleh dari hasil pengamatan pendahuluan terhadap hasil penelitian orang lain atau dari dokumentasi. lengkap dan akurat. atau pertanyaan tentang nilai. masalah yang menjadi fokus harus dinyatakan secara formal untuk menunjukkan perlunya dilakukan penyelidikan secara empiris. peneliti juga bisa mengajukan berbagai pertanyaan baik yang bersifat teoritis maupun praktis di bidang pendidikan. atau hipotesis. Pada umumnya masalah penelitian pada mulanya diidentifikasi melalui topik yang masih umum. Data yang diberikan harus up to date. d.menemukan masalah dapat diperoleh dengan cara melihat dari adanya penyimpangan antara yang direncanakan dengan kenyataan. maka masalah SDM harus ditunjukkan dengan data. ternyata setelah ada pihak tertentu yang mengadukan produk maupun pelayanan yang diberikan. jenjang pendidikan yang rendah. tidak semua pertanyaan dapat digolongkan dalam masalah penelitian. Dalam penelitian kuantitatif. setiap masalah harus ditunjukkan dengan data. Dengan demikian masalah penelitian dapat digali dengan cara menganalisis isi pengaduan. masalah penelitian dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. maka akan timbul masalah dalam organisasi itu. pernyataan. Disamping itu. Masalah SDM misalnya. Ada pengaduan Dalam suatu organisasi sekolah yang tadinya tenang tidak ada masalah. menjelaskan (explaining) kejadian yang terobservasi. Akan tetapi. serta mengembangkan pemecahan masalah kependidikan. Setelah melakukan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 31 . Dalam proposal penelitian. kompetensi dan produktivitas yang masih rendah. Ada kompetisi Adanya saingan atau kompetisi sering dapat menimbulkan masalah besar bila tidak dapat memanfaatkan untuk kerja sama. Pada umumnya peneliti dalam bidang pendidikan memfokuskan kajiannya pada usaha untuk mendeskripsikan fenomena kependidikan. Misalnya penelitian tentang SDM. c. seperti pertanyaan yang memerlukan penjelasan tentang bagaimana melakukan sesuatu. berisi masalah mengambang karena terlalu luas. jumlah SDM yang terbatas. Dalam penelitian.

yang kemungkinan mempunyai pengaruh terhadap siswa. kebanyakan keputusan yang dibuat oleh praktisi didasarkan atas praduga tanpa didukung data empiris. Masalah penelitian dapat diangkat dari hasil observasi terhadap hubungan tertentu yang belum atau tidak mempunyai dasar penjelasan yang memadai. Kepustakaan tentang hasil penelitian juga memberikan rekomendasi perlunya dilakukan replikasi atau penelitian ulang. Hal ini karena teori masih berupa konsep tersebut hanya diperoleh dan dikembangkan dari hasil pemikiran secara rasional. Observasi terhadap praktek kependidikan. dan pelaksanaan suatu program. serta masyarakat. Masalah sosial yang sedang diterjadi dapat memberikan masukan yang berarti bagi peneliti untuk dijadikan masalah penelitiannya. Teori merupakan konsep yang masih berisi tentang prinsip-prinsip umum yang mana penerapannya dalam kondisi atau pelaksanaan kependidikan tertentu belum diketahui selama belum diuji secara empiris. 3. Dalam kenyataan kependidikan. dapat memunculkan masalah penelitian.kepustakaan yang berkenaan dengan topik tersebut kemudian peneliti lebih memfokuskan topik tersebut sehingga menjadi masalah penelitian yang lebih spesifik. 2. baik dengan atau tanpa variasi. Sumber-sumber masalah : 1. misalnya dalam eksperimen. 4. Replikasi dapat meningkatkan validitas hasil penelitian yang lalu dan kemampuannya untuk digeneralisasikan lebih luas. merupakan sumber yang kaya akan masalah penelitian. sehingga hasilnya hanya bisa digeneralisasikan secara terbatas. pengembangan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 32 . Deduksi dari teori. staf pengajar dan administrasi. terutama dalam kaitannya dengan pembuatan keputusan tetentu. seringkali mendesak diadakannya peelitian evaluatif. Dalam penelitian. Masalah yang muncul dari situasi demikian diantaranya berkenaan dengan kebutuhan kependidikan yang memerlukan informasi tentang perencanaan. Situasi praktis. seringkali subjek yang dipilih sulit atau bahkan tidak mungkin dipilih secara acak. 5.

Untuk itu. Dengan demikian penelitian tersebut tidak hanya menghamburkan tenaga.6. Kriteria Pemilihan Masalah Dalam memilih masalah yang akan diperoleh dari sumbernya. Nilai maanfaat bagi bidang kajian pendidikan Penelitian merupakan suatu aktivitas yang banyak memerlukan tenaga. salah satunya dalah agar masalah yang diteliti dapat menyumbangkan informasi baru yang belum atau masih kurang jelas dapat diperoleh dari penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti lain. tersedianya data. 2. misalnya. dan waktu 3. Baru untuk menghindari adanya duplikasi yang tak perlu Suatu penelitian agar dapat memberikan sumbangan yang berarti. maupun kerja sama institusional dan admnistratif. seorang peneliti hendaknya menghindari mengangkat masalah yang sudah ada informasi yang jelas dari penelitian ini. waktu dan biaya. Suatu penelitian harus dapat memberikan sumbangan yang berarti terhadap pengembangan pengetahuan dibidang kependidikan. metode. peneliti hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor sebagai kriteria pemilihan. Menarik serta menantang secara intelektual Dalam sejarah ilmu pengetahuan. Motivasi dilakukan penelitian yang berhasil tersebut sematamata karena dorongan ingin tahu serta kesenangan dan kepuasan. kriteria pemilihan masalah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Orang yang terlibat secara langsung dalam situasi tertentu akan lebih peka dalam memahami makna yang berkaitan dengan situasi tersebut. baik yang sifatnya eksternal maupun personal (Good. masalah yang sedang hangat dan penting bagi bidang penelitian. peneliti hendaknya menghindari adanya duplikasi masalah. Dengan kata lain. biaya. Oleh karena itu Nursa’id Fitria (06101410022) Page 33 . penemuan-penemuan yang diperoleh oleh para sarjana yang memiliki nama besar didapat karena keingintahuan intelektual yang sangat besar. Kriteria eksternal berkenaan dengan. Pengembangan pribadi dapat memunculkan masalah yang memerlukan jawaban empiris untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam melalui metode kualitatif. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 43). Secara lebih detail.

4. 6. Keberadaan fasilitas tersebut terutama dimaksudkan untuk mempermudah proses pengamatan melalui kontrol terhadap kondisi.permasalahan yang diangkat harus didasarkan pada minat serta rasa ingin tahu yang besar sehingga peneliti akan bersedia melakukan penlitiannya dengan senang hati dan menurahkan perhatiannya secara maksimal. Biaya dan hasil Penelitian memerlukan biaya yang mahal. 8. dan kondisi kerja tertentu. Tersedianya sponsor dan kerja sama administratif Penelitian terhadap beberapa masalah. 5. peralatan. Dalam memilih masalah. Oleh karena itu. misalnya sekolah. Tersedianya data dan metode alat khusus serta kondisi kerja Selanjutnya. misalnya dalam penelitian eksperimen dan historis seringkali memerlukan sumber. sejarah. dalam memilih masalah peneliti juga harus mempertimbangkan apakah data yang cukup untuk untuk menjawab masalah dapat diperoleh dan apakah ada metode yang cocok untuk digunakan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hendaknya peneliti memperhatikan sumber biaya yang diperlukan untuk Nursa’id Fitria (06101410022) Page 34 . Dalam memilih masalah. peneliti harus mempertimbangkan kemungkinan adanya sponsor atau pihak lain yang dapat dan bersedia mendukung pelaksanaan penelitiannya. Tersediannya sponsor dan kerja sama administratif Penelitian kependidikan sering kali harus melibatkan beberapa pihak yang berkepentingan. seorang peneliti pendidikan juga harus mempunyai pengethuan dasar dan metodologi penelitian tentang subjek bidang kajian lain sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitiannya. dan psikologi. Hal ini karena para peneliti kependidikan banyak yang menggunakan pendekatan penelitian yang digunakan dalam bidang lain tersebut untuk memahami dan melakukan penelitian di bidang pendidikan. Latihan serta klasifikasi personal Pengembangan bidang pendidikan berutang pada bidang kajian lain. atau mengolah dan menganalisis data yang terkumpul. antropologi. merekam data dengan akurat. konsultan atau pembimbing. seperti sosiologi. 7.

Masalah merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Oleh karena itu jika masalah yang diajukan kemungkinan akan membahayakan. mental maupun sosial. Namun demikian terdapat kaitan erat antara masalah dan rumusan masalah. Bila biaya terbatas. komparatif dan asosiatif. Rumusan Masalah Deskriptif Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri. maupun profesi. Bentuk masalah dapat dikelompokkan ke dalam bentuk masalah deskriptif. baik hanya pada satu Nursa’id Fitria (06101410022) Page 35 . 10. peneliti hendaknya juga memperhatikan bahaya tertentu yang mungkin bisa timbul terhadap perorangan. Rumusan Masalah Rumusan masalah berbeda dengan masalah. historis. hendaknya peneliti meninjaunya kembali. kelompok. eksperimen. maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah Penelitian Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian dikembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi (level of explanation). Bahaya Dalam memilih permasalahan. Bila waktu yang tersedia bagi peneliti hanya terbatas kemungkinan besar ia tidak bisa merampungkan penelitiannya dengan baik. baik bahaya fisik. 9. Oleh karena itu. dalam memilih permasalahan peneliti harus mempertimbangkan waktu yang tersedia. dan longitudinal seringkali memerlukan waktu yang cukup panjang untuk menyelesaikannya.kebutuhan penelitiannya. masalah yang diangkat hendaknya tidak terlalu luas sehingga dapat mencukupi untuk penyelesaiannya. Waktu Beberapa penelitian naturalistik. a. karena setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah.

Pegawai Swasta dan Pedagang? (dua variabel tiga sampel). Adakah perbedaan. b. Contoh rumusan masalah komparatif: 1). Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel itu dengan variabel lain. Rumusan Masalah Komparatif Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda. motivasi belajar dan hasil belajar antara murid yang berasal dari keluarga Guru. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 36 .variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Contoh rumusan masalah deskriptif: 1) Seberapa baik kinerja Departemen Pendidikan Nasional? 2) Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri Berbadan Hukum? 3) Seberapa tinggi efektivitas kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia? 4) Seberapa tinggi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah di bidang pendidikan? 5) Seberapa tinggi tingkat produtivitas dan keuntungan finansial Unit Produksi pada Sekolah-sekolah Kejuruan? 6) Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar rata-rata per hari muridmurid sekolah di Indonesia? Dari beberapa contoh di atas terlihat bahwa setiap paertanyaan penelitian berkenaan dengan satu variabel atau lebih secara mandiri. Adakah perbedaan disiplin kerja guru antara sekolah di Kota dan di Desa? (satu variabel dua sampel). 3). Penelitian semacam ini untuk selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif. atau pada waktu yang berbeda. 2). Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah negeri dan swasta? (variabel penelitian adalah prestasi belajar pada dua sampel yaitu sekolah negeri dan sekolah swasta).

Adakah hubungan antara rumah yang dekat rel kereta dengan jumlah anak? 3. Adakah hubungan antara jumlah es yang terjual dengan kejahatan terhadap murid sekolah? 2. Terdapat tiga bentuk hubungan. Hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin sekolah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 37 . Rumusan Masalah Asosiatif Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dau variabel atau lebih. hubungan kausal. 1) Hubungan simetris Hubungan simetris adalah hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama. dan intraktif/resiprocal/timbal balik. Jadi bukan hubungan kausal maupun interaktif. Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan simetris: 1. yaitu: hubungan simetris. Hubungan antara rumah yang dekat rel kereta api dengan jumlah anak 3. Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin sekolah? Contoh judul penelitiannya adalah sebagai berikut: 1.c. Hubungan antara jumlah es yang terjual dengan jumlah kejahatan terhadap murid sekolah 2.

Seberapa besar pengaruh kurikulum. Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar anak SD di Kecamatan A. Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan kausal: 1. Pengaruh kurikulum. Adakah hubungan pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak? (pendidikan orang tua varibel independen dan prestasi belajar variabel dependen) 2. Seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala SMK terhadap kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan? (kepemimpinan variabel independen dependen). Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan interaktif: 1.2) Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Hubungan pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak di SD Kabupaten Alengkapura. media pendidikan dan kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah? (kurikulum. kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah. 3. Jadi di sini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan variabel dependen (variabel yang dipengaruhi). dan kecepatan memperoleh pekerjaan variabel 3) Hubungan interaktif/reciprocal/timbal balik Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. 2. (Di sini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi dapat mempengaruhi motivasi). Nursa’id Fitria (06101410022) Page 38 . Di sini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen. media pendidikan. media pendidikan dan kualitas guru sebagai variabel independen dan kualitas SDM sebagai variabel dependen) Contoh judul penelitiannya: 1. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan pada SMK di Provinsi Indrakila. 3.

kemudian ditarik kesimpulannya. Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variabel adalah konstrak (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. pengawasan. Diberikan contoh misalnya. model pendelegasian. karena berat badan sekelompok orang itu bervariasi antara satu orang dengan yang lain. koordinasi. prosedur dan mekanisme kerja. pendidikan. maka harus ada variasinya. bentuk. (kecerdasan dapat menyebabkan kaya. Variabel juga dapat merupakan atribut dari bidang keilmuan atau kegiatan tertentu. deskripsi pekerjaan. Dengan demikian variabel itu merupakan suatu yang bervariasi. Dinamakan variabel karena ada variasinya. motivasi. Untuk dapat bervariasi maka penelitian harus didasarkan pada sekelompok sumber data atau obyek yang bervariasi. dan lain-lain. demikian juga orang yang kaya dapat meningkatkan kecerdasan karena gizi terpenuhi). golongan gaji. Struktur organisasi. ukuran. Variabel yang tidak ada variasinya bukan dikatakan sebagai variabel. merupakan atribut-atribut dari setiap orang. Demikian juga prestasi belajar karena prestasi belajar dari sekelompok murid tentu bervariasi. produktivitas kerja. dan warna merupakan atribut-atribut dari setiap obyek. Di bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). berat badan. Misalnya. tingkat aspirasi. obyek.2. Tinggi. sikap. Jadi kalau peneliti akan memilih variabel penelitian baik yang dimiliki orang. kepemimpinan. status sosial. Hubungan antara kecerdasan dengan kekayaan. jenis kelamin. disiplin kerja. kebijakan merupakan contoh variabel dalam kegiatan administrasi pendidikan. Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang atau obyek yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain. kepemimpinan. Berat. penghasilan. maupun bidang kegiatan dan keilmuan tertentu. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 39 . berat badan dapat diakatakan variabel. VARIABEL PENELITIAN Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut.

variabel independen disebut sebagai variabel eksogen. Macam-macam Variabel Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi sebagai berikut: a. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas. Dalam SEM (Structural Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural). obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dengan kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). variabel dependen disebut sebagai variabel indogen. karena adanya variabel bebas.Selanjutnya Kidder (1981). Variabel Dependen Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. menyatakan bahwa variabel adalah suatu kualitas (qualities) di mana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya. b. Motivasi Belajar (Variabel Independen) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 40 . Variabel Independen Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat. maka dapat dirumuskan di sini bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang. Dalam SEM (Structural Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural).

Variabel Intervening Adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur. Motivasi Belajar (Variabel Independen) Gaya Belajar Siswa (Variabel Intervening) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Suasana Belajar (Variabel Moderator) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 41 . Variabel ini juga disebut sebagai variabel independen kadua Motivasi Belajar (Variabel Independen) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Suasana Belajar (Variabel Moderator) d. Variabel Moderator Adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dan variabel dependen.c.

fasilitas kelas. Motivasi Belajar (Variabel Independen) Motivasi Belajar (Variabel Independen) Waktu belajar. pokok bahasan (Variabel Kontrol) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 42 .e. Variabel Kontrol Adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap variabel dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.

POPULASI DAN SAMPEL

A. Populasi Populasi adalah kelompok subjek yang ingin dikenai generalisasi hasil penelitian. Menurut Sugiyono “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga subjek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekadar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu.

Karakteristik Populasi Karakteristik populasi menentukan luas atau sempitnya generalisasi dan heterogenitas populasi. 1. Karakteristik sempit/sedikit Generalisasi lebih luas, lebih heterogen 2. Karakteristik luas/banyak Generalisasi lebih sempit,lebih homogeny

A. Sampel Menurut Sugiyono, “sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 43

Syarat Sampel 1. Representatif; mewakili populasi; karakteristiknya harus mencerminkan karakteristik populasi. 2. Yang diteliti adalah populasi, yang diambil datanya adalah data sampel. 3. Kesimpulan yang diambil adalah untuk populasi.

Tujuan Pengambilan Sampel (Sampling) 1. Mereduksi objek penelitian 2. Ingin melakukan generalisasi 3. Menyederhanakan tugas penelitian 4. Efektivitas dan efisiensi Langkah – Langkah Dalam Pengambilan Sampel 1. Tentukan luas populasi sebagai daerah generalisasi 2. Penegasan sifat dan ciri populasi 3. Tentukan besarnya sampel 4. Tentukan teknik samplingnya D. Teknik Sampling 1. Probability Sampling Probability sampling adalah teknik sampling (teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Semua anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. a. Simple Random Sampling Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. 1. 2. 3. Undian dengan pengembalian atau undian tanpa pengembalian Penggunaan tabel bilangan random Sistematik random

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 44

b. Disproportionate Stratified Random Sampling Teknik ini dugunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional. Misalnya pegawai dari unit kerja tertentu mempunyai; 3 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 90 orang S1, 800 orang lulusan SMU, 700 orang lulusan SMP, maka tiga orang lulusan S3 dan empat orang lulusan S2 itu diambil semuanya sebagai sampel. Karena kedua kelompok ini terlalu kecil bila dibandingkan dengan kelompok S1, SMU dan SMP. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Strata berdasarkan usia Strata berdasarkan jenjang pendidikan Strata berdasarkan jenis kelamin Strata berdasarkan status perkawinan Strata berdasarkan status sosial ekonomi Strata berdasarkan asal sekolah Strata berdasarkan jenjang kepangkatannya atau jenjang jabatan

c. Proportionate Stratified Random Sampling Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari latar belakang pendidikan yang berstrata, maka populasi pegawai tersebut berstrata. Misalnya jumlah pegawai yang lulus S1=45, S2=30, STM=800, ST=900, SMEA=400, SD=300. Jumlah sampel yang harus diambil meliputi strata pendidikan tersebut. Jumlah sampel dan teknik pengambilan sampel diberikan setelah bagian ini.

d. Cluster Sampling (Area Sampling) Teknik ini digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misal penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 45

Sampling Sistematis Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. 1. yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100. genap saja. dan seterusnya sampai 100. Sampling berdasarkan pada kelompok-kelompok masyarakat : 1. Misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang. Berdasarkan area/wilayah/daerah 2. Berdasarkan tempat pekerjaan 4. 20. dan tahap berikutnya menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga.untuk ini maka yang diambil sebagai sampel adalah nomor 1. Non Probability Sampling Non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk diplih menjadi sampel. Berdasarkan tempat tinggal 3. Quota Sampling Sampling quota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (quota) yang diinginkan. 5.15. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja. yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah. Dari semua anggota itu diberi nomor urut. Mengambil sampel yang punya karakteristik/ciri tertentu serta jumlah/quota yang harus diambil (misalnya: mahasiswa semester V dari berbagai PT yang kuliah sambil bekerja atau kuliah tapi sudah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 46 . Berdasarkan profesi/pekerjaan 2.berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan. Teknik ini sering digunakan melalui dua tahap. atau kelipatan dari bilangan lima. 10. b. a.

pengawas. Purposive Sampling Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. 1. Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penenlitian kualitatif.berkeluarga). c. Digunakan untuk menemukan suatu isu/hal-hal yang menjadi topik pembicaraan masyarakat d. (ciri-ciri yang dicari tidak merupakan representasi dari populasi secara keseluruhan). Pengambilan sampel seketemunya saja 2. 4. akan melakukan penelitian tentang kualitas makanan. guru. 1. Tidak terikat dengan jumlah sampel Nursa’id Fitria (06101410022) Page 47 . dst. kadinas. 2. Mudah dilakukan 5. sampelnya dari orang tua. Memiliki ciri-ciri yang esensial dari populasi 3. Misalnya. karena belum memenuhi quota yang ditentukan. Kalau pengumpulan data belum didasarkan pada quota yang diinginkan maka penenlitian dipandang belum selesai. yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. Dicari yang paling mudah dihubungi. Incidental Sampling Teknik ini adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Tidak representatif 3. maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan. Sulit untuk diambil generalisasi 6. Misalnya untuk mengetahui kualitas pendidikan suatu daerah. Jumlahnya tidak ditentukan secara pasti 4. Memilih sampel berdasarkan tujuan tertentu 2.

Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus. pertama-tama dipilih satu atau dua orang. Sampel tidak boleh lebih dari 100 orang 5. kemudian membesar. biasanya diambil sampel kelas Nursa’id Fitria (06101410022) Page 48 . 3. Besar Sampel 1. Tujuan penelitian: generalisasi. dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Dimulai dari kelompok kecil 2. Untuk penelitian di sekolah. begitu seterusnya sampai diperoleh jumlah sampel yang diinginkan 4. kesan-kesan umum dalam waktu singkat 2. Sampling Jenuh Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Semakin heterogen populasi. kurang dari 30 orang. jumlah sampel semakin banyak 4. kemudian dua orang ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. Dalam penentuan sampel. sampel tidak perlu banyak 3. Pengetahuan tentang populasi 3. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil.e. Jumlah biaya yang tersedia 5. Tidak ada ketentuan yang pasti 2. Pertimbangan-pertimbangan dalam Menentukan Teknik Sampling 1. Menyelidiki hubungan antar manusia dalam hubungan yang akrab f. Besarnya target fasilitas yang tersedia F. Snowball Sampling Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil. 1. Kesediaan seseorang untuk dijadikan sampel 4. E. Kawannya memilih kawannya lagi untuk dijadikan sampel. Masing-masing anggota kelompok memilih kawannya (satu atau dua orang) untuk dijadikan sampel. Jika homogen.

dan 100%. maka akan semakin besar jumlah anggota sampel yang diperlukan. 5%. Berikut ini diberikan tabel penentuan jumlah sampel dari populasi tertentu yang dikembangkan dari Isaac dan Michael. maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi. Menentukan Anggota Sampel Di dapan telah dikemukakan terdapat dua teknik sampling. Makin besar tingkat kesalahan maka akan semakin kecil jumlah sampel yang diperlukan. Berapa jumlah anggota sampel yang paling tepat digunakan dalam penelitian? jawabannya tergantung pada tingkat kesalahan yang dikehendaki. dan sebaliknya. untuk tingkat kesalahan. yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. Tingkat kepercayaan yang dikehendaki sering tergantung pada sumber dana. maka makin besar kesalahan generalisasi (diberlakukan umum). 10 %. makin kecil tingkat kesalahan. Menentukan Ukuran Sampel Jumlah anggota sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel.G.Q d  0. 5%. Jadi bila jumlah populasi 1000 dan hasil penelitian itu akan diberlakukan untuk 1000 orang tersebut tanpa ada kesalahan.05 s  jumlah sampel 2 dengan dk  1.Q d 2 ( N 1)  2 . Jumlah sampel yang 100% mewakili populasi adalah sama dengan jumlah anggota populasi itu sendiri.5. atau cara pengambilan sampel secara acak. P  Q  0. waktu dan tenaga yang tersedia. H. N . P . taraf kesaahan 1%. P . maka jumlah sampel yang diambil sama dengan jumlah populasi tersebut yaitu 1000 orang. 1%. Makin besar jumlah sampel mendekati populasi. Rumus untuk menghitung ukuran sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya adalah sebagai berikut : s  2 . Probability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang sama kepada anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 49 . Cara demikian sering disebut dengan random sampling.

maupun dengan undian. sesuai dengan jumlah anggota populasi. Peluang akan semakin besar bila yang telah diambil tidak dikembalikan. Misalnya nomor pertama tidak dikembalikan lagi maka peluang berikutnya menjadi 1 : (100 – 1) = 1/99. kalau tidak dikembalikan peluangnya menjadi tidak sama lagi. Untuk contoh di atas peluang setiap anggota populasi = 1/100. Karena teknik pengambilan sampel adalah random. Dengan demikian cara pengambilannya bila nomor satu telah diambil.Pengambilan sampel secara random/acak dapat dilakukan dengan bilangan random. maka setiap anggota populasi diberi nomor terlebih dahulu. Bila yang telah diambil keluar lagi. Bila pengambilan dilakukan dengan undian.dianggap tidak sah dan dikembalikan lagi. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 50 . komputer. maka setiap anggota popuasi mempunyai peluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. maka perlu dikembalikan lagi.

semakin banyak variabel yang diteliti. melalui pendefinisian dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi. Dalam penelitian kuantitatif. yaitu kelompok teori yang berkenaan dengan tiga variabel independen dan satu kelompok teori yang berkenaan dengan variabel dependen. Deskripsi teori paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap variabelvariabel yang diteliti. sehingga ruang lingkup. dan sebagai referensi untuk menyusun instrumen penelitian. Bila dalam suatu penelitian terdapat tiga variabel independen dan satu variabel dependen. Berapa jumlah kelompok teori yang perlu dikemukakan/dideskripsikan. karena teori di sini akan berfungsi untuk memperjelas masalah yang diteliti. Deskripsi teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori (dan bukan sekedar pendapat pakar atau penulis buku) dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti. Teori-teori yang dideskripsikan dalam proposal maupun laporan penelitian dapat digunakan sebagai indikator apakah peneliti menguasai teori dan konteks Nursa’id Fitria (06101410022) Page 51 .KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN Kajian teoritis atau tinjauan pustaka atau landasan teori perlu ditegakkan agar penelitian mempunyai dasar yang kokoh dan bukan sekedar perbuatan cobacoba (trial and error). Semua penelitian bersifat ilmiah. Oleh karena itu. maka kelompok teori yang perlu dideskripsikan ada empat kelompok teori. oleh karena itu semua peneliti harus berbekal teori. Adanya landasan teori ini merupakan ciri bahwa penelitian itu merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data. sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis. akan tergantung pada luasnya permasalahan dan secara teknis tergantung pada jumlah variabel yang diteliti. teori yang digunakan harus sudah jelas. maka akan semakin banyak teori yang perlu dikemukakan. Oleh karena itu landasan teori dalam proposal penelitian kuantitatif harus sudah jelas teori apa yang akan dipakai. kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabel yang akan diteliti menjadi lebih jelas dan terarah.

dan hasil-hasil penelitian. A.yang diteliti atau tidak. dan kemutakhiran (kecuali penelitian sejarah. Bila peneliti tidak memiliki sumber-sumber bacaan sendiri. sampel penelitian. tempat penelitian. metode penelitian. maka akan semakin mutakhir teori tersebut. Untuk mnguasai teori maupun generalisasi-generalisasi dari hasil penelitian. baik dari segi pengertian maupun kedudukan dan hubungan antar variabel yang diteliti. Untuk dapat membaca dengan baik. kelengkapan berkenaan dengan banyaknya sumber yang dibaca. Variabel-variabel penelitian yang tidak dapat dijelaskan dengan baik. penelitian ini justru menggunakan sumber-sumber bacaan lama). jurnal ilmiah. dan menelaah yang dibaca itu setuntas mungkin agar ia dapat menegakkan landasan yang kokoh bagi langkah-langkah berikutnya. agar dapat mengetahui bagaimana Nursa’id Fitria (06101410022) Page 52 . baik perpustakaan lembaga formal maupun perpustakaan pribadi. tetapi masih dalam lingkup yang sama. Secara teknis hasil penelitian yang relevan dengan apa yang akan diteliti dapat dilihat dari permasalahan yang diteliti. maka peneliti harus mengetahui sumber-sumber bacaan. Oleh karena itu. menunjukkan bahwa peneliti tidak menguasai teori dan konteks penelitian. kamus. Sumber-sumber bacaan dapat berbentuk buku-buku teks. Sumber bacaan yang baik harus memenuhi tiga kriteria. waktu penelitian. dan kesimpulan. yaitu relevansi. Makin baru sumber yang digunakan. Pengertian dan Tujuan Penelitian pendidikan tidak pernah dapat dipisahkan dengan pengetahuan kependidikan karena pada hakikatnya merupakan alat untuk mendapatkan informasi baru yang berguna untuk mengisi kekosongan atau menguji pengetahuan yang telah ada. maka dapat melihat di perpustakaan. analisis. Orang harus membaca dan membaca. Relevansi berkenaan dengan kecocokan antara variabel yang diteliti dengan teori yang dikemukakan. ensiklopedia. maka peneliti harus rajin membaca. Membaca merupakan keterampilan yang harus dikembangkan dan dipupuk. Hasil penelitian yang relevan bukan berarti sama dengan yang akan diteliti. kelengkapan. kemutakhiran berkenaan dengan dimensi waktu.

Keterbatasan kerangka teori dalam bidang tersebut mungkin terjadi karena kompleksnya hubunganhubungan yang ada dalam masalah yang harus dikaji.hubungan dan di mana posisi pengetahuan yang telah ada. Ulasan kepustakaann ini tidak hanya sekedar untuk menghasilkan anotasi atau catatan bibliografi tentang masalah yang diangkat (Lindvall. Ulasan kepustakaan juga dapat dipandang sebagai kontribusi terhadap penyusunan teori penelitian. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 76). 1969 dalam Ibnu Hadjar : 76). peneliti dapat melihat bagaimana masalah penelitian dan penemuannya akan dapat dihubungkan dengan hasil penentuan penelitian lain dan bagaimana kombinasi penemuan tersebut dan penemuannya dapat membantu memberikan gambaran atau potret pengetahuan yang lebih utuh dan komplit tentang bidang tersebut. Untuk menyusun kerangka tersebut. Ulasan kepustakaan akan memungkinkan pembaca meningkatkan cakrawala nya dari segi tujuan dan hasil penelitian. 1989. peneliti dapat melakukan dengan cara menyusun hasil-hasil penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 53 . Ulasan kepustakaan sering juga disebut rasional penelitian karenamemberikan landasan rasional tentang mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan dalam kaitannya dengan kerangka pengetahuan. Salah satu kelemahan dalam bidang kependidikan adalah kurang adanya kerangka teori yang dijadikan landasan masalah penelitian. Tujuan utama dari penulisan ulasan kepustakaan adalah untuk mengorganisasikan penemuan-penemuan penelitian yang pernah dilakukan sehingga pembaca akan memahami mengapa masalah yang diangkat mempunyai nilai penting serta menunjukkan bagaimana masalah tersebut dikaitkan dengan hasil penelitian dan pengetahuan yang lebih luas) McMillan dan Schumacher. Ulasan terhadap bahan kepustakaan yang berkaitan dengan topik penelitian tersebut juga bukan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa masalah penelitian yang diangkat belum pernah diteliti oleh peneliti yang lain. Dengan mengetahui hasil-hasil penting dari penelitian yang pernah dilakukan. perlu adanya ulasan terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan dengan topik masalah yang diangkat. Lindvall.

Hal ini akan memberikan alasan logis manfaat dari masalah yang diangkat dan menunjukkan bagaimana ia dapat membantu melengkapi hasil penelitian lain untuk memperluas pengetahuan dalama bidangnya. Lebih lanjut kepustakaan tersebut berguna untuk menunjukkan signifikansi masalah. Menentukan dan membatasi permasalahan penelitian b. ulasan kepustakaan biasanya berisi sumber hasil penelitian yang secara langsung berhubungan dengan penelitian yang diangkat yakni menyelidiki masalah yang serupa. Dalam topik yang sudah banyak dilakukan penelitian. mengembangkan desaian mendahului serta rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut. penelitian psikologi tentang perkembangan intelektual pada anak. Sumber Ulasan kepustakaan Pada dasarnya ulasan kepustakaan dalam penelitian harus didasarkan pada sumber asli yang ditulis oleh peneliti atau penemu teori itu sendiri secara langsung.yang telah ada. Secara rinci hal tersebut dijelaskan : a. Menghindari replikasi yang tidak disengaja dan tidak perlu d. rujukan terhadap teori dan pengujian empiris terhadap teori. menunjukkan bagaimana hasil-hasil tersebut saling berhubungan sehingga memberikan suatu organisasi pengetahuan yang telah ada. Banyak sedikitnya kepustakaan ini bergantung pada topik dan tujuan penelitian. Menghubungkan penemuan dengan pengetahuan yang ada usulan untuk penelitian lebih lanjut. Dengan cara ini peneliti memberikan kerangka yang memperlihatkan di mana masalah penelitiannya akan dapat mengisi kekurangan dalam pengetahuan yang ada. c. Kepustakaan adalah bahan-bahan yang secara nyata relevan dengan permasalahan seperti hasil penelitian yang pernah dilakukan yang menyelidiki pertanyaan yang serupa atau variabel yang sama. seperti penelitian sosiologi tentang interaksi kelompok kecil. karya-karya yang dibuat oleh yang secara tidak Nursa’id Fitria (06101410022) Page 54 . dan kajian dari bidang lain. Meletakkan penelitian pada prespektif sejarah dan asosional. Namun demikian. Memilih metodologi yang tepat e. B.

hand book. 2. Sumber ini merupakan deskripsi langsung tentang kenyataan yang dibuat oleh individu yang melakukan pengamatan atau menyaksikan kejadian atau oleh individu yang mengemukakan teori yang pertama kali. proceeding. dan disertasi. dan teknis. text book. Contohnya adalah bukubuku teks. sumber ini juga mengkombinasikan informasi yang diperoleh dari beberapa sumber primer ke dalam satu kesatuan kerangka kerja sehingga memberikan ulasan secara ringkas tentang perkembangan penelitian dalam topik tertentu. Sumber ini berisi teks laporan hasil penelitian atau teori secara penuh atau lengkap. Oleh karena itu. Dalam penelitian pendidikan. skripsi. Sumber ini berisi tentang hasil sintesis bahan-bahan yang berasal dari sumber utama. Sumber primer Sumber primer adalah hasil-hasil penelitian atau tulisan-tulisan karya peneliti atau teoritis yang orisinil. ini berarti deskripsi penyelidikan oleh peneliti sendiri atau deskripsi teori oleh penemunya. teori dan metodologi yang digunakan untuk menyelidiki masalah. detil. tesis. Sumber sekunder Sumber sekunder adalah bahan pustaka yang ditulis dan dipublikasikan oleh penulis yang tidak secara langsung melakukan pengamatan atau berpartisipasi dalam kenyataan yang ia deskripsikan atau bahan penemu teori. 3. ia dapat memberikan informasi yang detil tentang penelitian. Contohnya adalah jurnal ilmiah. Di samping itu. Kebanyakan sumber sekunder ini memuat daftar pustka yang menjadi sumber pengambilan bahan-bahan yang dijadikan sehingga daftar ini juga dapat dipergunakan untuk menemukan sumber primernya. Sumber preliminer Sumber preliminer adalah bahan-bahan rujukan yang dimaksudkan untuk membantu seseorang mengidentifikasi dan menemukan sumber primer atau Nursa’id Fitria (06101410022) Page 55 . Ada tiga macam kategori ulasan kepustakaan yang telah diklasifkasikan. antara lain : 1.langsung melakukan penelitian atau membuat teori juga dapat dijadikan sumber informasi yang sangat berharga. baik secara empiris maupun teoritis.

abstrak berisi rangkuman singkat tentang laporan penelitian baik yang diterbitkan maupun yang tidak diterbitkan beserta bibliografi dan diterbitkan secara berkala. Ada dua macam sumber preliminer yakni abstraks dan indeks. evaluasi. buku-buku. Analisis pernyataan masalah Pernyataan masalah berisi konsep-konsep atau variabel yang membentuk petunjuk tentang topik kepustakaan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 56 . sikap. Mencari dan membaca sumber sekunder Bacaan bahan-bahan yang ada dalam sumber kedua akan memberikan ulasan dan pandangan sekaligus tentang topik dan akan membantu peneliti untuk membatasi masalah sehinga lebih cepat. Dengan kata lain. 2. dan tempat penerbitan. dan dokumendokumen lain tentang suatu subjek tertentu dapat ditemukan dalam sumber primer atau sekunder. judul. biaya. peneliti akan menghemat waktu. Kata kunci ini dapat memudahkan untuk mencari bahan-bahan pustaka yang sesuai dengan masalah. 3. Dengan demikian. laporan-laporan. Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah sebagai berikut: 1. dan tenaga karena sumber preliminer informasi tentang di mana artikel-artikel.sekunder. Memilih sumber preliminer yang sesuai Sumber priliminer baik berupa indeks maupun abstrak akan membantu peneliti untuk mendapatkan informasi di mana sumber primer dapat diperoleh. sumber preliminer berisi informasi tentang sumber primer dan sekunder. Sedangkan. misalnya pembelajaran. dan interaksi belajar mengajar. Sumber ini sangat bermaanfaat untuk menunjukkan jenis-jenis tertentu yang diperlukan dalam beberapa ulasan kepustakaan untuk mencari subjek tertentu. Indeks biasanya hanya berisi informasi kunci tentang bahan pustaka primer atau sekunder yakni penulis.

dan metodologi dan kemudian disusun berdasarkan ide umum yang dapat meliputinya. KERANGKA BERPIKIR Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. maka yang dilakukan peneliti disamping mengemukakan deskripsi teoritis untuk masing-masing variabel. 5. Kerangka berpikir dalam suatu penelitian perlu dikemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua variabel atau lebih. kesamaan wawasan terhadap permasalahan. Bila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening. mengapa variabel itu ikut dilibatkan dalam penelitian. 6. Menulis kutipan Dalam membuat ulasan peneliti hanya mengutip hasil penelitian teori dan praktk yang relevan dengan masalah penelitian. Mengorganisasi catatan Hasil catatan yang dibuat pada langkah keempat dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa cara. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dengan variabel dependen. Membaca sumber primer yang terkait Setelah mendapatkan sumber primer. Banyak sedikitnya ulasan serta kedalamannya sangat tergantung pada jenis penelitian serta banyaknya penelitian yang pernah dilakukan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 57 . maka juga perlu dijelaskan.4. selanjutnya dirumuskan ke dalam bentuk paradigma penelitian. Apabila penelitian hanya membahas sebuah variabel atau lebih secara mandiri. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. peneliti membaca dan mencatat hasil analisis singkat terhadap sumber primer yang sesuai dan relevan dengan masalah penelitiannya disertai catatan bibliografinya secara lengkap. misalnya kronologi. juga argumentasi terhadap variasi besaran variabel yang diteliti. Oleh karena itu pada setiap penyusunan paradigma penelitian harus didasarkan pada kerangka berpikir. Pertautan antar variabel tersebut.

Penelitian yang berkenaan dengan dua variabel atau lebih biasanya dirumuskan hipotesis yang berbentuk komparasi maupun hubungan. 2. 1. maka langkah berikutnya adalah membaca bukubuku dan hasil penelitian yang relevan. Sintesa tentang hubungan antar variabel tersebut. maka harus ditetapkan terlebih dahulu variabel penelitiannya. selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis. sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antar variabel yang diteliti. ensiklopedia. dan kamus. tesis. Oleh karena itu dalam rangka menyusun hipotesis penelitian yang berbentuk hubungan maupun komparasi. skripsi. Hasil penelitian yang dapat dibaca adalah laporan penelitian. maka perlu dikemukakan kerangka berpikir. dan apakah nama setiap variabel. selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis. Berapa jumlah variabel yang diteliti. merupakan titik tolak untuk menentukan teori yang akan dikemukakan. Berdasarkan teori-teori yang telah dideskripsikan tersebut. jurnal ilmiah. Menetapkan Variabel Yang Diteliti Untuk menentukan kelompok teori apa yang perlu dikemukakan dalam menyusun kerangka berpikir untuk pengajuan hipotesis. Buku-buku yang dibaca dapat berbentuk buku teks. Kriteria utama agar kerangka pemikiran bisa meyakinkan sesama ilmuwan. Membaca Buku dan Hasil Penelitian (HP) Setelah variabel ditentukan. Jadi kerangka berpikir merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Kerangka pemikiran ini merupakan penjelasan sementara terhadap gejala-gejala yang menjadi obyek permasalahan. 3. Deskripsi Teori dan Hasil Penelitian (HP) Dari buku dan hasil penelitian yang dibaca akan dapat dikemukakan teoriteori yang berkenaan dengan variabel yang diteliti. adalah alur-alur pikiran yang logis dalam membangun suatu kerangka berpikir yang membuahkan kesimpulan yang berupa hipotesis. dan disertasi. Seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar argumentasi dalam menyusun kerangka pemikiran yang membuahkan hipotesis. Seperti telah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 58 .

jika guru kompeten maka. Kerangka Berpikir Setelah sintesa atau kesimpulan sementara dapat dirumuskan maka selanjutnya disusun kerangka berpikir. karena sering terjadi teori-teori yang berasal dari luar tidak sesuai untuk penelitian di dalam negeri. Analisis Komparatif terhadap Teori dan Hasil Penelitian Analisis komparatif dilakukan dengan cara membandingkan antara teori satu dengan teori yang lain. 7. Sintesa Kesimpulan Melalui analisis kritis dan komparatif terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang relevan dengan semua variabel yang diteliti. Kerangka berpikir yang dihasilkan dapaat berupa kerangka berpikir yang asosiatif/hubungan maupun komparatif/perbandingan. 4. Perpaduan sintesa antara variabel satu dengan variabel yang lain akan menghasilkan kerangka berpikir yang selanjutnya dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis. atau mereduksi bila dipandang terlalu luas. uraian rinci tentang ruang lingkup setiap variabel. dan kedudukan antara variabel satu dengan yang lain dalam konteks penelitian itu. Dalam analisis ini peneliti akan mengkaji apakah teori-teori dan hasil penelitian yang telah ditetapkan itu betul-betul sesuai dengan obyek penelitian atau tidak .dikemukakan. Melalui analisis komparatif ini peneliti dapat memadukan antara teori satu dengan teori yang lain. 6. Analisis Kritis terhadap Teori dan Hasil Penelitian Pada tahap ini melakukan analisis secara kritis terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang telah dikemukakan. deskripsi teori berisi tentang definisi terhadap masing-masing variabel yang diteliti. selanjutnya peneliti dapat melakukan sintesa atau kesimpulan sementara. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 59 . 5. dan hasil penelitian satu dengan penelitian yang lain. hasil belajar akan tinggi. Kerangka berpikir asosiatif dapat menggunakan kalimat: jika begini maka akan begitu.

dan ada hubungan gejala bersifat kausal (sebab akibat). PARADIGMA PENELITIAN Dalam penelitian kuantitatif/positivistik. dan ada teori yang mendasari 3. maka hipotesisnya berbunyi “ada hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi guru dengan hasil belajar”. jenis dan jumlah hipotesis. Variabel-variabel yang akan diteliti harus dijelaskan 2. Bila kerangka berpikir berbunyi “jika guru kompeten. Kerangka berpikir yang baik. memuat hal-hal sebagai berikkut: 1. berbentuk simetris. Diskusi juga harus dapat menunjukkan dan menjelaskan apakah hubungan antar variabel itu positif atau negatif. 4. teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis. yang dilandasi pada suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklasifikasikan. maka hasil belajar akan tinggi”. Kerangka berpikir tersebut selanjutnya perlu dinyatakan dalam bentuk diagram (paradigma penelitian). Jadi paradigma penelitian dalam hal ini diartikan sebagai pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian. Hipotesis Berdasarkan kerangka berpikir tersebut selanjutnya disusun hipotesis.8. kausal. Diskusi dalam kerangka berpikir harus dapat menunjukkan dan menjelaskan pertautan/hubungan antar variabel yang diteliti. Berdasarkan hal ini maka bentuk-bentuk paradigma penelitian atau model penelitian kuantitatif khususnya untuk penelitian survey adalah sebagai berikut: Nursa’id Fitria (06101410022) Page 60 . dan teknik analisis statistik yang akan digunakan. atau interaktif (timbal balik). maka peneleiti dapat melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada beberapa variabel saja. sehingga pihak lain dapat memahami kerangka berpikir yang dikemukakan dalam penelitian. Pola hubungan antara variabel yang akan diteliti tersebut selanjutnya disebut sebagai paradigma penelitian.

Rumusan masalah asosiatif/hubungan (satu) Bagaimanakah hubungan atau pengaruh kualitas alat dengan kualitas barang yang dihasilkan. Hipotesis asosiatif Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas media pendidikan dengan prestasi belajar murid. maka dapat ditentukan: a. b). Prestasi belajar siswa lembaga pendidikan tersebut telah mencapai 99% dari yang diharapkan. d. dan asosiatif ada satu yaitu: 1).1. Bagaimana Y? (prestasi belajar murid) 2). Kualitas media yang digunakan oleh lembaga pendidikan tersebut telah mencapai 70% baik. Teknik Analisis Data Berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis tersebut. maka prestasi belajar murid akan meningkat pada gradasi yang tinggi (kata signifikan hanya digunakan apabila hasil uji hipotesis akan digeneralisasikan ke populasi di mana sampel tersebut diambil. Jumlah rumusan masalah deskriptif ada dua. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 61 . maka dapat dengan mudah ditentukan teknik statistik yang digunakan untuk analisis data dan menguji hipotesis. b. Berdasarkan paradigma tersebut. Hipotesis yang dirumuskan ada dua macam yaitu hipotesis deskriptif dan hipotesis asosiatif (hipotesis deskripitf sering tidak dirumuskan) 1). Hal ini berarti bila kualitas media pendidikan ditingkatkan. Dua hipotesis deskriptif: (jarang dirumuskan dalam penelitian) a). Paradigma Sederhana Paradigma penelitian ini terdiri atas satu variabel indelpenden dan satu variabel dependen. yaitu teori tentang media pendidikan dan prestasi belajar. Bagaimana X? (kualitas guru) b). Rumusan masalah deskriptif (dua) a). 2). Teori yang digunakan ada dua. c.

Naik turun harga Y dapat diprediksi melalui persamaan regresi Y atas X3. X3) dan satu variabel dependen (Y). X2. 2. Dalam paradigma ini terdapat tiga rumusan masalah deskriptif dan 4 rumusan masalah asosiatif (3 korelasi sederhana dan 1 korelasi ganda). tetapi hubungannya masih sederhana. 4. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen dan satu variabel dependen. Paradigma Ganda dengan Tiga Variabel Independen Dalam paradigma ini terdapat tiga variabel independen (X1. Untuk dua hipotesis deskriptif. Untuk mencari hubungan X1 dengan X2 secara bersama-sama terhadap Y menggunakan korelasi ganda. Paradigma Sederhana Berurutan Dalam paradigma ini terdapat lebih dari dua variabel. 2). bila datanya berbentuk interval dan ratio. Paradigma ganda dengan dua variabel independen X1 dan X2. bila data ke dua variabel berbentuk interval atau ratio. Untuk mencari hubungan antar variabel (X1 dengan X2. Untuk mencari hubungan X1 dengan Y dan X2 dengan Y. maka pengujian hipotesis menggunakan t-test one sample. maka menggunakan teknik Statistik Korelasi Product Moment. Rumusan masalah deskriptif ada 4 dan rumusan masalah asosiatif (hubungan) untuk yang sederhana ada 6 dan yang ganda minimal 1. dengan persamaan Y = a + bX3. Untuk hipotesis asosiatif.1). X3 dengan Y) tersebut digunakan teknik korelasi sederhana. Paradigma sederhana menunjukkan hubungan antara satu variable independen dengan satu variabel dependen secara berurutan. deskriptif dan asosiatif. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 62 . dapat dihitung jumlah rumusan masalah. 3. X2 dengan X3. menggunakan teknik korelasi sederhana. dan satu variabel dependen Y. Berdasarkan contoh 1 tersebut.

Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Dependen Paradigma ganda dengan suatu variabel independen dan dua variabel dependen. X1 dengan X2. X2 dengan Y. Demikian juga untuk Y1 dengan Y2. 5. Untuk mencari besarnya hubungan antar X1 secara bersama-sama dengan X2 dan X3 terhadap Y digunakan korelasi ganda. X2.Paradigma ganda dengan tiga variabel independen yaitu X1. r4. Paradigma Jalur Teknik analisis Statistik yang digunakan dinamakan path analysis (analisis jalur). Regresi sederhana dan ganda serta korelasi parsial dapat digunakan untuk analisis dalam paradigma ini. dan X3. r2. 6. Hubungan antar varibel r1. 7. Terdapat 4 rumusan masalah deskriptif dan 6 rumusan masalah hubungan sederhana. Korelasi dan regresi ganda juga dapat digunakan untuk hubungan antar variabel secara simultan. dan r6 dapat dianalisis dengan korelasi sederhana. X2) dan dua variabel dependen (Y1 dan Y2). X2 dengan X3. r3. Analisis regresi sederhana maupun ganda dapat juga digunakan untuk memprediksi jumlah tiket yang terjual dan kepuasan penumpang Kereta Api. Hubungan antara X1 bersama-sama dengan X2 terhadap Y1 dan X1 dan X2 bersama-sama terhadap Y2 dapat dianalisis dengan korelasi ganda. dan X1 dengan X3 dapat menggunakan korelasi sederhana. Untuk mencari besarnya hubungan antara X1 dengan Y. r5. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 63 . X3 dengan Y. Analisis dilakukan dengan menggunakan korelasi dan regresi sehingga dapat diketahui untuk sampai pada variabel dependen terakhir. harus lewat jalur langsung atau melalui variabel intervening. Dalam paradigma itu terdapat empat rumusan masalah deskriptif dan enam rumusan masalah hubungan. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen dan Dua Variabel Dependen Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen (X1. Untuk mencari besarnya hubungan antara X dan Y1 dan X dengan Y2 digunakan teknik korelasi sederhana. Analisis regresi juga digunakan di sini.

Setelah selesai menyusun landasan teori. Pengertian Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Dikatakan sementara. Dalam metode penelitian. Bertolak dari yang telah dilakukan dalam mencari landasan teori.HIPOTESIS PENELITIAN A. seorang peneliti biasanya sampai pada suatu kesimpulan tentang permasalahan penelitian. Selanjutnya hipotesis tersebut akan diuji oleh peneliti dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Hipotesi juga juga penting peranannya karena dapat menunjukkan harapan dari si peneliti Nursa’id Fitria (06101410022) Page 64 . Karena hipotesis dapat menghubungkan dari teori yang relevan dengan kenyataan yang ada atau fakta atau dari kenyataan dengan teori yang relevan. karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan. Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. hipotesis adalah alat yang mempunyai kekuatan dalam proses inkuiri. belum jawaban yang empirik dengan data. tetapi justru diharapkan dapat ditemukan hipotesis. para peneliti akan mempunyai tiga peluang dalam memberikan jawaban sementara terkait dengan permasalahan penelitian. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan maslah penelitian. Apakah peneliti mempunyai arah jawaban yang pasti secara positif maupun negatif terhadap permasalahan masalah tersebut. belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Pada penelitian kualitatif tidak dirumuskan hipotesis. di mana rumusan masalah penelitian penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Jawaban yang masih bersifat sementara dan bersifat teoritis ini disebut sebagai hipotesis. Hipotesis dikatakan sementara karena kebenarannya masih perlu diuji atau dites kebenarannya dengan data yang asalnya dari lapangan.

Menyediakan keterangan secara sementara terhadap gejala dan memungkinkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan 2.yang direfleksikan dalam hubungan ubahan atau variabel dalam permasalahan penelitian. dkk. yaitu : a. Dalam penelitian. Bila hipotesis dinyatakan dengan tepat dan teliti. Memberikan arah yang perlu dilakukan oleh peneliti dalam melakukan penelitian. Oleh karena itu hipotesis dibuat sebaiknya sebelum peneliti terjun ke lapangan mengumpulkan data yang diperlukan. peneliti lebih mudah dalam mencari pemecahan masalah atas dasar pernyataan hipotesis yang telah dibuat sebelumnya. jawaban sementara dapat dipergunakan sebagai petunjuk analisis. Hipotesis penelitian mempunyai fungsi memberikan jawaban sementara terhadap rumusan masalah atau research questions. Bahwa dengan hipotesis dapat memberikan arah dan petunjuk tentang pengambilan data dan proses interpretasinya. 1985:76) ada dua alasan yang mendasarinya. Memberikan kisi-kisi laporan untuk melaporkan kesimpulan studi. Hipotesis dalam posisinya sebagai salah satu unsur penelitian dapat dimisalkan seperti kompas bagi nahkoda kapal. Walaupun hal ini tidak Nursa’id Fitria (06101410022) Page 65 . Dengan hipotesis. Kompas dapat dipergunakan sebagai penentu arah dalam perjalanan di tengah lautan sehingga mencapai pelabuhan yang dituju. seorang peneliti yang menuliskan hipotesis secara baik mempunyai beberapa tujuan penting. Di antara tujuan tersebut diantaranya sebagai berikut : 1. Mengapa hipotesis dibuat sebelum peneliti ke lapangan (Ary. Secara fungsional hipotesis dalam penelitian itu sangatlah penting. 4. Menyediakan para peneliti dengan pernyataan hubungan antar variabel yang dapat diuji kebenarannya 3. Hipotesis yang baik menunjukkan bahwa peneliti mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup dalam kaitannya dengan permasalahan b.

yaitu studi kepustakaan setelah landasan teori dan atau setelah kerangka berfikir tersusun. Ada pengaruh positif dan signifikan antara motivasi dan gaya kepemimpinan dalam organisasi terhadap produktivitas lembaga c. Hipotesis penelitian pada umumnya tidak diuji menggunakan teknik statistika. Ada korelasi positif dan signifikan antara usaha peningkatan belajar di sekolah dengan hasil pencapaian belajar siswa b. Ada hubungan yang negatif dan tidak signifikan antar besarnya gaji yang diterima para guru dengan keinginan bekerja sambilan di luar lembaga tempat bekerja. hipotesis penelitian pada umumnya sama banyaknya dengan jumlah rumusan masalah yang telah ditetapkan dalam rencana penelitian. jika ingin mengubah harus mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut. Yang penting adalah bahwa dengan dirumuskannya hipotesis penelitian. 2) Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor. Dilihat dari posisinya hipotesis penelitian biasanya ditempatkan dalam bab kedua. sebagai rambu-rambu tindakan selanjutnya di lapangan. Karena memang fungsinya yang utama untuk memberikan jawaban sementara. Berikut ini diberikan beberapa contoh hipotesis penelitian a. sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III. 3) Hipotesis harus berlandaskan teori. rumusan masalah yang direncanakan dapat dicakup dalam penelitian yang hendak dilakukan. Jika penelitian bersifat korelasional maka: 1) Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya.mutlak. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 66 .

Sekiranya kita tidak dapat membuktikan H0 benar maka kita terpaksa menerima bahwa H1 adalah benar.ia itu kedua-dua hipotesis tidak boleh benar atau tidak benar pada masa yang sama Ekhaustif (exhuastive) . Mengenai persampelan. kaedah menguji memerlukan dua kenyataan yang bertentangan :   Hipotesis penyelidikan (yang juga dikenali sebagai hipotesis alternatif). kita dapati bahwa setiap sampel yang dipilih akan memberi min yang agak berlainan. biasanya kita akan cuba menbuktikan H0 tidak benar. Jika nilai min sampel terjatuh di dalam kawasan genting. H0 Untuk membuktikan H1 benar. H1 Hipotesis Nol (Null hypothesis). Maka kita perlu menetapkan suatu titik (atau 2 titik) di atas keluk taburan min populasi di mana perbedaan di antara nilai min sampel dengan min populasi dianggap terlalu besar sehingga tidak boleh diterima sebagai sama. maka hipotesis nol perlu ditolak. Ciri-ciri hipotesis H1 dan H0 ialah :   Saling eklusif (mutually exclusive) . Dengan lain perkataan. Nilai-nilai yang lebih tinggi daripada titik ini dianggap sebagai di dalam kawasan genting. min yang diperoleh daripada sampel tidak akan tepat pada min populasi. kita akan coba membuktikan H0 benar. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 67 .Langkah-Langkah Menguji Hipotesis Pengujian hipotesis memerlukan tiga "ingredient" :    Soalan penyelidikan Populasi yang ditakrif dengan tepat (well-defined population) Alat mengukur Untuk membuktikan sesuatu hipotesis.tiada alternatif lain Titik-Titik Kritikal (genting) Dalam kaidah ujian hipotesis.

Perkiraan Andaikan bahwa suatu sampel injin baru telah pilih dan penyebaran N2O telah diukur.Ralat Jenis I dan II Dalam membuat keputusan samada hendak menerima atau menolak hipotesis. kawasan genting (menolak H0) hendaklah lebih kecil dibandingkan dengan kawasan menerima H0.8 berbeda daripada 100"? Nursa’id Fitria (06101410022) Page 68 . "adakah 101. Soalannya sekarang ialah. kita mungkin membuat dua jenis kesalahan atau ralat seperti ditunjukkan di dalam gambar di bawah.8. Min penyebaran injin lain ialah 100 dengan varians 25. kemungkinan ini dibagi menjadi dua kawasan yang sama dipenghujung keluk tabura.05 (atau 5%). Kita juga tahu statistik-statistik berkenaan dengan penyebaran oleh injin lain. Dalam konteks dunia sebenar. Untuk ujian hipotesis dua-ekor. Bilangan sampel injin baru ialah 36 dan min penyebaran daripada sampel ialah 101. kedudukan ini serupa dengan prinsip bahwa adalah "lebih baik bebaskan orang yang bersalah daripada menghukum orang yang tidak bersalah". Jenis I lebih kecil daripada kemungkinan membuat kesalahan Jenis II. H0 Benar Terima H0 Keputusan Betul Ralat Jenis I H1 Benar Ralat Jenis II (Type II Error) Keputusan Betul Terima H1 (Type I Error) Adalah lebih baik kita menetapkan kemungkinan membuat kesalahan. Perkiraan untuk mendapatkan nilai z ditunjukkan di bawah. Dengan kata lain. Tahap kemungkinan menolak hipotesis nol yang benar (Ralat Jenis I) yang biasa digunakan ialah 0.

Contoh : .16 > 1. Hipotesis Hubungan (Asosiatif) Hipotesis asosiatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dugaan tentang hubungan antara 2 variabel atau lebih Contoh : Adakah hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efektivitas kerja ?  Taraf Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis Pada dasarnya menguji hipotesis itu adalah menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel.Dal am gambar di bawah. tidak membuat perbandingan atau hubungan. yaitu :   A point estimate (titik taksiran) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan satu nilai data simpel Interval estimate (convidence interval) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan nilai interval data sample.96). Hipotesis Deskriptif Hipotesis deskriptif adalah dugaan tentang nilai suatu variable mandiri. Ini bermakna pada tahap 5% keyakinan.  Tiga Bentuk Rumusan Hipotesis 1. Dimana ada 2 cara menaksirkan taraf kesalahan dalam pengujian hipotesis. Maka H0 hendaklah ditolak dan H1 diterima. Nilai terjatuh dalam kawasan genting (2.Seberapa tinggi daya tahan lampu merk A ? . Hipotesis Komparatif Hipotesis komparatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dengan nilai dalam satu variable atau lebih pada sample yang berbeda Contoh : Adakah perbedaan daya tahan lampu merk A dan merk B ? 3. Nilai z untuk min penyebaran daripada sampel injin baru ialah 2. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 69 .Seberapa baik gaya kepemimpinan di Lembaga X ? 2. Tetapi perhatikan bahawa nilai z terletak di bahagian kanan.16. penyebaran injin baru didapati perbedaan daripada injin lain. titik "a" dan "b" adalah titik genting. iaitu penyebaran injin baru adalah lebih tinggi daripada injin lain.

Kesalahan Tipe 2 merupakan suatu kesalahan bila menerima hipotesis yang salah (seharusnya ditolak).Menaksir parameter populasi yang menggunakan nilai tunggal (point estimate) akan mempunyai resiko kesalahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan interval estimate. Hipotesis Minor (Hipotesis yang pecahan. tidak boleh dalam pertanyaan  Dapat diuji kebenarannya  Dirumuskan dengan jelas  Bentuk-bentuk Hipotesis Penelitian 1. kemungkinan akan terdapat dua kesalahan.  Dua Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis Dalam menaksirkan parameter populasi berdasarkan data sample. yaitu : Kesalahan Tipe 1 merupakan kesalahan bila menolak hipotesis nol (Ho) yang benar (seharusnya diterima). Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dalam beta (β). Hipotesis Statistik 3. yang farsial. Hipotesis Teoritis (Hipotesis didalam menjawab rumusan permasalahan) 2. Hipotesis Mayor (Hipotesis yang gabunganm yang besar) X1 X2 X3 4. yang kecil) X1 – y X2 – y X3 – y Nursa’id Fitria (06101410022) Page 70 y (Variabel terikat) . antara lain :  menghubungkan atau membandingkan 2 atau lebih variable  Dinyatakan dalam kalimat pernyataan. Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dengan alpha (α).  Syarat-syarat Hipotesis Penelitian.

2 ujung) Penyebab gagal ditolaknya Ho. yaitu : a. Jika Ho ditolak. Kesalahan sampling c. 1 ekor. Azas praduga tak bersalah d. maka Ha diterima dan sebaliknya  Lambang Hipotesis Statistik Ho : θ1 <= θ2 Ha : θ1 <= θ2 Ho : θ1 >= θ2 Ha : θ1 >= θ2 Hipotesis yang mengandung pengertian yang sama/tidak sama Ho : θ1 = θ2 Ha : θ1 = θ2 Ho : μ1 = μ2 Ha : μ1 = μ2 Ho : μ1 <= μ2 Ha : μ1 >= μ2 (Memiliki 1 arah. Dari landasan teori b. Kesalahan instrumen penelitian d. Mengapa Hipotesis Nol . Kesalahan rancangan penelitian f. 1 ujung) Ket : θ : besaran untuk populasi (parameter) (rata-rata. variasi) Hipotesis yang menyatakan Hubungan Ho : μ1 xy = 0 Ha : μ1 xy = 0  Ho : μ1 xy <= 0 Ha : μ1 xy > 0 Ho : μ1 xy >= 0 Ha : μ1 xy < 0 (Uji yang tidak memiliki arah. dikarenakan : a. Untuk menetralisir arah pemikiran peneliti c. Kesalahan perhitungan e. 2 ekor. Kebalikannya adalah Ha e. simpangan baku. Yang diuji adalah Ho f. Hipotesis yang menyatakan tidak b. Pengaruh variabel luar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 71 .

atau bahkan tidak mungkin dihipotesiskan. tentu sukar ditebak apa saja. Penelitian Tindakan Kelas (ya atau tidak) Nilai ilmiah penelitian berhipotesis lebih tinggi dibandingkan penelitian tanpa hipotesis Anggapan Dasar / Asumsi Dasar • • • • Kebenaran atau keyakinan yang tidak perlu dibuktikan lagi dan merupakan dasar didalam memunculkan hipotesis Merupakan dari kegiatan penelitian / perumusan hipotesis Sebagai penegas variabel yg menjadi pusat perhatian Sumber asumsi : dari teori yang sudah mapan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 72 . • • • • Penelitian Evaluatif Penelitian eksploratif yang jawabannya masih sukar diduga dan dicari.Sumber penemuan hipotesis. Padahal hipotesis hanya dibuat jika yang dipermasalahkan menunjukkan hubungan antara dua variabel atau lebih. yaitu :  Dari peneliti sendiri  Dari teori/pendapat orang lain  Dari penelitian yang relevan Sikap Peneliti Terhadap Hipotesis Yang Dirumuskan o Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya hipotesisnya tidak terbukti (pada akhir penelitian) o Mengganti hipotesis seandainya melihat tanda–tanda bahwa data yang terkumpul tidak mendukung terbuktinya hipotesis (pada saat penelitian berlangsung) Penelitian Tanpa Hipotesis • Penelitian Deskriptif adalah penelitian untuk satu variabel.

Contoh Penggunaan Asumsi Dasar • • Judul Penelitian: Hubungan antara penampilan guru dan prestasi belajar siswa Asumsi Dasarnya:  Setiap guru punya penampilan yg berbeda  Prestasi belajar siswa bervariasi  Prestasi belajar dipengaruhi oleh bermacam faktor Nursa’id Fitria (06101410022) Page 73 .

TEKNIK PENGUMPULAN. spesifik sehingga dapat ditentukan jenis instrumen yang digunakan. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Pada umumnya penelitian akan berhasil jika banyak menggunakan instrumen sebab data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian (masalah) menguji hipotesis yang diperoleh melalui instrumen. dan waktu yang dibutuhkan.antara lain :  Masalah dan variabel yang diteliti termasuk indikator variabel. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 74 . PENYUSUNAN LAPORAN HASIL PENELITIAN. ANALISIS DATA.  Jenis data yang diharapkan dari penggunaan instrumen harus jelas.  Keterampilan dalam instrumen itu sendiri sebagai alat pengumpul data. yakni mengkaji variabel menjadi subpenelitian sejelas-jelasnya sehingga indikator tersebut bisa diukur dan menghasilkan data yang diinginkan peneliti. abilitas yang diukur.  Mudah dan praktis digunakan sehingga dapat menghasilkan data yang diperlukan. jenis pertanyaan. PENGOLAHAN. b. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun instrumrn penelitian.harus jelas. banyak pertanyaan.  Sumber data/informasi baik jumlah maupun keragamannya harus diketahui terlebih dahulu sebagi bahan atau dasar dalam menentukan isi atau bahasa dalam instrumen penelitian. Analisis variabel penelitian. Langkah-langkahnya meyusun instrumen Langkah-langkah menyusun instrumen antara lain: a. Setelah ditetapkan jenis instrumennya. Menetapkan jenis instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel/subvariabel/indikator-indikatornya. c. peneliti menyusun kisi-kisi atau lay out instrumen. Kisi-kisi ini berisi ruang lingkup materi pertanyaan.

Persamaan antara tes dan non tes No 1 Tes Non tes Sama-sama digunakan untuk Observasi dalam konteks sebagai alat pengumpulan data 2 Sama-sama persyaratan pembutannya 3 Harus dilakukan uji tertentu instrumen adalah proses memiliki pengumpulan bahan/keterangan dalam yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatan secara coba sistematis penelitian. Instrumen yang sudah dibuat sebaiknya diuji coba digunakan untuk revisi instrumen. Berdasarkan kisi-kisi tersebut lalu peneliti menyusun item atau pertanyaan sesuai dengan jenis instrumen dan jumlah yang telah ditetapkan dalam kisi-kisi. misalnya membuang instrumen yang tidak perlu. e. Jenis instrumen Tes Tes prestasi Tes kecerdasan Tes bakat Tes minat Tes dianostik Tes formatif Tes sumatif Tes kepribadian Tes awal/akhir Nontes Kuisioner Wawancara Dokumentasi Observasi Skala sikap C.d. terhadap fenomena sebelum diterapkan yang sedang dijadikan sasaran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 75 . B. menggantinya dengan item yang baru.

Wawancara dapat dilakukan scara terstruktur maupun tidak terstruktur. Perbedaan antara Tes dan Non tes No 1 Tes Non tes memiliki kriteria Memiliki kriteria kebenaran Tidak tertentu 2 3 Lebih bersifat objektif Ada kunci jawaban kebenaran tertentu Lebih bersifat subjektif Tidak ada kunci jawaban Interview (Wawancara) Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. Dengan wawancara terstruktur ini pula. Dengan wawancara terstruktur ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama dan pengumpul data mencatatnya. maka diperlukan training kepada calon pewawancara. bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh.D. pengumpul data dapat menggunakan beberapa pewawancara sebagai pengumpul data. pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 76 . Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report atau setidak-tidaknya ada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. Wawancara Terstruktur Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data. dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon. Supaya setiap pewawancara mempunyai keterampilan yang sama. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara.

sehingga peneliti dapat menentukan secara pasti permasalahan atau variabel apa yang harus diteliti. Jumlah responden terbatas 2. Kontak langsung antara interviewer dan interviewee lebih akrab 2. Kebiasan data ini akan tergantung pada pewawancara. Bias adalah menyimpang dari yang seharusnya.Wawancara Tidak Terstruktur Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Responden grogi menjawab 3. sehingga dapat dinyatakan data tersebut subyektif dan tidak akurat. Penyesuaian diri dengan responden Nursa’id Fitria (06101410022) Page 77 . Bisa untuk tuna netra dan buta huruf Kelemahan wawancara 1. peneliti berusaha mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan yang ada pada obyek. Masalah bahasa 4. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan dinyatakan. Kelebihan wawancara 1. peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden. Informasi lebih mendalam 3. Pada penelitian pendahuluan. Informasi atau data yang diperoleh dari wawancara sering bias. Dalam wawancara tidak terstruktur. Wawancara tidak terstruktur atau terbuka sering digunakan dalam penelitian pendahuluan atau bahkan untuk penelitian lebih mendalam tentang responden. yang diwawancarai (responden) dan situasi & kondisi pada saat wawancara. Tidak terlalu formal 4.

Kuesioner (Angket) Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. setiap pertanyaan harus disusun dalam skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukur variabel yang diteliti. Selain itu. c. Kalau sekiranya responden tidak dapat berbahasa Indonesia. Pertanyaan adalah pertanyaan yang akan membantu responden untuk menjawab dengan cepat dan juga memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data terhadap seluruh angket yang telah terkumpul. Tipe dan bentiuk pertanyaan Tipe pertanyaan dalam angket dapat terbuka atau tertutup dan bentuknya dapat menggunakan kalimat positif atau negatif. maka angket jangan disusun dalam bahasa Indonesia. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Prinsip Penulisan Angket a. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang mengharapkan responden untuk menuliskan jawabannya berbentuk uraian tentang suatu hal. Kalau berbentuk pengukuran maka dalam membuat pertanyaan harus diteliti. kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Jadi bahasa yang digunakan dalam angket harus memperhatikan jenjang pendidikan responden keadaan sosial budaya dan ”frame of reference” dari responden. Bahasa yang digunakan Bahasa yang digunakan dalam penulisan angket harus disesuaikan dengan kemampuan berbahasa responden. b. Isi dan tujuan pertanyaan Yang dimaksud di sini adalah apakah isi pertanyaan tersebut merupakan bentuk pengukuran atau bukan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 78 .

Prinsip pengukuran Angket yang diberikan kepada responden adalah instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel yang akan diteliti. Pertanyaan tidak menggiring Pertanyaan dalam angket sebaiknya juga tidak menggiring ke jawaban yang baik saja atau ke yang buruk saja. h. i. Panjang pertanyaan Pertanyaan dalam angket sebaiknya tidak terlalu panjang sehingga akan membuat jenuh responden dalam mengisi. dan cara mengisinya. Oleh karena itu instrumen angket tersebut harus dapat digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel tentang variabel yang diukur. Disarankan empirik jumlah pertanyaan yang memadai adalah antara 20 s/d 30 pertanyaan. f.d. Supaya diperoleh data yang valid dan relaibel maka sebelum instrumen angket tersebut diberikan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 79 . g. Urutan pertanyaan yang diacak perlu dibuat bila tingkat kematangan responden terhadap masalah yang ditanyakan sudah tinggi. e. Bila jumlah variabel banyak. Hal ini perlu dipertimbangkan karena secara psikologis akan mempengaruhi semangat responden untuk menjawab. model skala pengukuran yang digunakan. Tidak menanyakan yang sudah lupa Setiap pertanyaan dalam instrumen angket sebaiknya juga tidak menanyakan hal-hal yang sekiranya sudah lupa atau pertanyaan yang memerlukan jawaban dengan berpikir berat. sehingga memerlukan instrumen yang banyak maka instrumen tersebut dibuat bervariasi dalam penambilan. Urutan pertanyaan Urutan pertanyaan dalam angket dimulai dari yang umum menuju ke hal yang spesifik atau dari yang mudah menuju ke hal yang sulit atau diacak. Pertanyaan tidak mendua Setiap pertanyaan dalam angket jangan mendua (double barreled) sehingga menyulitkan responden untuk memberikan jawaban.

maka data yang didapatkan akan lebih lengkap. yaitu wawancara dan angket. Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data. Penampilan fisik angket Penampilan fisik angket sebagai alat pengumpul data akan mempengaruhi respon atau keseriusan responden dalam mengisi angket. Angket yang dibuat di kertas buram akan mendapat respon yang kurang menarik bagi responden bila dibandingkan dengan angket uang dicetak dalam kertas yang bagus dan berwarna. Dengan observasi partisipan ini. observasi dapat dibedakan manjadi participant observation (observasi berperan serta) dan non participant observation. peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data dan ikut merasakan suka dukanya. j. 1. Kalau wawancara dan angket selalu berkomunikasi dengan orang. peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Observasi Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain. Sambil melakukan pengamatan. tajam. Observasi Berperan Serta (Participant Observation) Dalam observasi ini. Selanjutnya dari segi instrumentasi yang digunakan maka observasi dapat dibedakan menjadi observasi terstruktur dan tidak terstruktur. maka observasi tidak terbatas pada orang tetapi juga obyek-obyek alam yang lain. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 80 .kepada responden. dan sampai mengetahui pada tingkat mana dari setiap perilaku yang nampak. maka perlu diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu.

3. Tabulasi Tabulasi yaitu usaha penyajian data. 2. Pengklasifikasian perangkat kategori itu penyusunannya harus memenuhi bahwa setiap perangkat kategori dibuat dengan mendasarkan kriterium yang tunggal. dan kategori yang satu dengan yang lain harus terpisah secara jelas tidak saling tumpang tindih. Observasi Nonpartisipan Kalau dalam observasi partisipan peneliti terlibat langsung dengan aktivitas orang-orang yang sedang diamati maka dalam observasi nonpasrtisipan peneliti TEKNIK PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA Didalam kegiatan dalam pengolahan data.2. relevansi jawaban. biasanya menggunakan tabel. kejelasan makna jawaban. ada tiga kegiatan. bahwa setiap perangkat kategori harus dibuat lengkap. Sebagai contohnya: kelengkapan jawaban. terutama pengolahan data yang akan menjurus ke analisis kuantitatif. Pengklasifikasian data (Editing) Pengklasifikasian data yaitu menggolongkan aneka ragam jawaban itu ke dalam kategori-kategori yang jumlahnya lebih terbatas. keterbatasan tulisan. Bila angka itu berlaku sebagai skala pengukuran maka disebut dengan skor. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 81 . Koding Koding yaitu suatu usaha mengklasifikasikan jawaban-jawaban responden dengan jalan menandai masing-masing kode tertentu. yaitu: 1. sehingga tidak ada satupun jawaban responden yang tidak mendapat tempat. Bila analisis kuantitatif maka kode yang diberikan adalah angka. baik tabel distribusi frekuensi maupun tabel silang. keseragaman satuan data. kesesuaian jawaban.

yaitu: 1. Data Interval 10. Data Primer 4. Data Kuantitatif 3. Data Sekunder 5. Ada 2 macam analisis deskriptif. Pada umumnya.Jenis – Jenis Data Ada beberapa macam jenis data. kriteria atau tolak ukur) 2. Data Seketika 8. Analisis Deskriptif (non statistik) Analisis non statistik dilakukan terhadap data kualitatif. Data Kualitatif 2. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif ini lazim dikenal pula dengan istilah Statistik Deduktif. Data Rasio Analisis Data Ada beberapa analisis data. Analisis Statistik Analisis statistik ini berasal dari data kuantitatif. Yaitu statistik Nursa’id Fitria (06101410022) Page 82 . Data Ordinal 7. statistik sederhana dan Descriptive Statistics. Dalam hal ini penelitian kualitatif mengajak seseorang untuk mempelajari sesuatu masalah yang ingin diteliti secara mendasar dan mendalam sampai ke akar-akarnya. yaitu: a. Data Nominal 6. yaitu: Analisis deskriptif kuantitaif (persentase) Contohnya: Penilaian terhadap Modul A Analisis deskriptif kualitatif (Kategori. yaitu: 1. statistik dibagi 2 macam. Data Urutan waktu 9.

2.yang tingkat pekerjaannnya mencakup cara-cara menghimpun. sehingga dapat ditarik pengertian atau makna tertentu. Statistik Inferensial Statistik inferensial. penyusunan atau pembuatan ramalan (prediction). yaitu statistik yang menyediakan aturan atau cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam rangka mencoba menarik kesimpulan yang bersifat umum. dan menganalisis data angka. Kecuali itu. Uji Korelasi Yaitu menetapkan hubungan antara pasangan skor dari sebaran skor yang berbeda dan ingin mengetahui ada tidaknya hubungan dua pasangan tersebut. Dengan kata lain. menyusun atau mengatur. mengenai suatu gejala. statistik mendalam atau Inferensial Statistics. Statistik Inferensial sifatnya lebih mendalam dan merupakan tindak lanjut dari statistik deskriptif. peristiwa atau keadaan. Uji Regresi Penelitian mencoba melibatkan dua variabel atau lebih biasa ditujukan untuk memperkirakan variabel yang satu atas variabel lainnya sepanjang variable tersebut ada pertautannya dengan akal sehat Nursa’id Fitria (06101410022) Page 83 . yang lazim dikenal pula dengan istilah Statistik induktif. statistik inferensial juga menyediakan aturan tertentu dalam rangka penarikan kesimpulan (conclusion). Jenis-jenis Uji Statistik 1. ringkas. peristiwa atau keadaan. Dengan demikian. dan jelas. ringkas dan jelas mengenai suatu gejala. mengolah. penaksiran dan sebagainya. agar dapat memberikan gambaran secara teratur. menyajikan. statistik deskriptif adalah statistik yang mempunyai tugas mengorganisasi dan menganalis data angka. dari sekumpulan data yang telah disusun dan diolah. b. statistik lanjut. Dan pada dasarnya merupakan fundamen dari ilmu statistik deskriptif secara keseluruhan. agar dapat memberikan gambaran yang teratur.

Kesimpulan/Saran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 84 . Penyusunan laporan Hasil Penelitian Laporan hasil penelitian Dalam menulis laporan hasil penelitian ada beberapa bagian yang harus dituliskan. Uji Hipotesis Penerimaan atau penolakan hipotesis nol melalui statistik pengujian t. yaitu satu variabel acak yang nilainya bergantung pada data sampel. Tinjauan Pustaka Bab III. Metodologi Penelitian Variabel Penelitian Definisi Operasional Variabel Populasi dan sampel Waktu dan tempat Metode penelitian Bab IV. Hasil Penelitian Deskripsi data Analisa Data Pembahasan Bab V. Pendahuluan Latar Belakang Masalah Identifikasi masalah Pembatasan masalah Rumusan masalah Bab II.3. yaitu: Bab I.

Nursa’id Fitria (06101410022) Page 85 . menggunakan atau metedologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. Siswa. Makna ” Kelas” dalam PTK Pengertian kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar. atau sedang megikuti kerja bakti di luar sekolah. dapat dicermati ketika guru yang bersangkutan sedang mengajar di kelas. sedang membimbing siswa yans sedang berdarmawisata.  Kelas adalah sekolompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru.  Tindakan adalah suatu gerak kegiatan yang sengaja dialakuakan dengan tujuan tertentu. yang dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan. Suharsimi (2002) menjelaskan PTK dari definisi ketiga kata tersebut sebagai berikut :  Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek. atau sedang mengadakan kunjungan ke rumah siswa. PTK berfokus pada kelas atau pada proses belajar mengajar di kelas. ketika sedang asyik mengerjakan pekerjaan rumah di malam hari. bukan pada input kelas (silabus. dapat dicermati objeknya ketika siswa yang bersangkutan sedang asyik mengikuti proses pembelajran dikelas/lapangan/laboraturium/bengkel.PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. PTK harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. Guru. materi dan lain-lain) ataupun output (hasil belajar). Komponen dalam sebuah kelas yang dapat dikaji melalui penelitian tindakan antara lain sebagai berikut : 1. 2.

Pengelolaan. misstrategi dan lain-lain. teknik memotivasi. dapat dicermati ketika guru sedang mengajar.  Pengelolaan dan pengendalian. diantaranya sebagai berikut :  Masalah belajar siswa di sekolah. Lingkungan. dengan tujuan meningkatkan mutu haaasil belajar. dan teknik pengembang potensi diri. miskonsepsi. penetaan peralatan milik siswa dan sebagainya. maka permasalahan PTK cukup luas. dan evaluasi program pembelajaran. sekolah.3. pengaturan tempat duduk siswa. Hasil pembelajaran. Masalah yang dikaji melalui PTK Dikarenakan makna kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar. peralatan atau sarana pendidikan. misalnya permasalahan belajar di kelas. 4. misalnya pengenalan teknik modifikasi perilaku. 7. Peralatan atau sarana pendidikan. misalnya masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran dan implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran (misalnya penggantian metode mengajar baru). dan siswa itu sendiri. siswa atau keduanya. dapat dicermati ketika guru sedang mengajar atau sebagai bahan yang ditugaskan kepada siswa. pasti terkait dengan tindakan unsur lain. interaksi di Nursa’id Fitria (06101410022) Page 86 .  pengembangan profesionalisme guru dalam peningkatan mutu perancangan.  Desain dan strategi pembelajaran di kelas. baik lingkungan siswa itu di kelas. pelaksanaan. penempatan papan tulis. 6. kesalahan pembelajaran. merupqkqn produk yang ditingkatkan. yaitu proses pembelajaran. Dalam hal ini yang digolongkan sebagai kegiatan pengelolaan misalnya cara mengelompokkan siswa ketika guru memberikan tugas. merupakan kegiatan yang sedang diterapkan dan dapat diatur/direkayasa dalam bentuk tindakan Unsur pengelolaan yang jelas-jelas merupakan gerak kegiatan sehingga mudah diatur dan direkayasa dalam bentuk tindakan. maupun yang melingkungi siswa di rumahnya. 5. Materi pelajaran. pengaturan jadwal. yang diamati ialah guru. guru .

 Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan di luar kelas. tujuan PTK antara lain sebagai berikut :  Meningkatkan mutu isi.dalam kelas (misalnya penggunaan strategi pengajaran yang didasarkan pada pendekatan terpadu). misalnya pengembangan pola berfikir ilmiah dalam diri siswa. dan siswa-lingkungan belajar. urutan penyajian materi pokok.  Meningkatakan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan  Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di daalm melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajran secara berkelanjutan (sustainable) Keluaran Penelitian Tindakan kelas Karena yang diharapkan dapat dihasilkan dari PTK adalah peningkatan atau perbaikan mutu proses dan hasil pembelajaran . misalnya penggunaan media. atau penggunaan alat . metode evaluasi tertentu. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 87 . antara lain meliputi hal-hal berikut :  Peningkatan atau perbaikan terhadap kinerja belajar siswa di sekolah. Misalnya masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran. pengembangan instrumen asesmen berbasis kompetensi.  Masalah kurikulum. siswa-materi ajar. serta hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah. misalnya implementasi KBK. interaksi guru-siswa. perpustakaan dan sumber belajar di dalam/luar kelas.  Penamaan dan pengembangan sikap serta nilai-nilai .  sistem asesmen dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran. Secara lebih rinci. masukan. media dan sumber belajar. proses.  Alat bantu. Tujuan PTK Tujuan utama PTK adalah memecahkan pemasalahan nyata yang terjaidi di dalam kelas dan sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan.

Kerja sama (kolaborasi) antar guru dan peneliti sangat penting dalam bersama menggali mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi terutama pada kegiatan mendiagnosis masalah.  Peningkatan atau perbaikan terhadap masalah pendidikan anak di sekolah. nyata. Tindakan itu dilakukan pada situasi alami (bukan dalam laboratorium) dan ditujukan untuk memecahkan permasalahan praktis. kegiatan tersebut dilakakan dalam rangkaian siklus kegiatan. tetapi berasal dri adanya permasalahan yang nyata dan aktual yang terjadi dalam pembelajaran di kelas. 2. 3. tetapi sekaligus mencari dukungan ilmiahnya. kepala sekolah. kesepakatan tentang permasalahan. dan lainnya) dan peneliti dalam pemahaman. Ciri Khusus Penelitan Tindakan Ciri khusus dari PTK adalah adanya tindakan (action) yang nyata. menyusun usulan. 4. Keunikan lain dari PTK diantaranya sebagai berikut : 1.  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penggunaan media. siswa. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 88 . Adanya kolaborasi (kerja sama) antar praktisi (guru.  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa di sekolah. Dengan kalimat lain. Tindakan tersebut merupakan suatu kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Hal yang dipermasalahkan bukan dihasilkan dari kajian teoritis atau dari hasil penelitian terdahulu. alat bantu belajar dan sumber belajar lainnya. jelas dan tajam mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. PTK dimulai dari permasalahan yang sederhana. Pada penelitian tindakan.  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa. PTK berfokus pada masalah praktis bukan problem teoritis atau bersifat bebas konteks. PTK merupakan kegiatan penelitian yang tidak saja berupaya untuk memecahkan masalah. pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action). Peningkatan atau perbaikan terhadap mutu proses pembelajaran di kelas.

4. prosedur refleksi hasil penelitian). merekam data. perencanaan tindakan. Pada umumnya usulan PTK terdiri atas : 1. ingin meningkatkan  Bertujuan memperoleh pengetahuan dan/atau sebagai pemecah masalah. PTK dilakukan hanya apabila ada :  Keputusan kelompok dan komitmen untuk pengembangan  Bertujuan meningkatkan profesionalisme guru  Alasan pokok : ingin tahu. dan menyususn laporan akhir. evaluasi dan reflaksi). perumusan masalah dan cara pemecahan masalah. sarana pendukung pembelajaran masing-masing anggota penelitian dalam setiap kegiatan penelitian dan kelayakan pembiayaan). Rencana penelitian umumnya disebut usulan penelitian. prosedur observasi dan evaluasi. Bab Metodologi Pelaksanaan yang menjelaskan tentang rwencana dan prosedur penelitian (terutama: prosedur diagnosis masalah. menganalisis data. menyeminarkan hasil. 5. Penjelasan mengenai kegiatan pendukung (terutama : jadwal penelitian. proses. masukan atau hasil pembelajaran dan/atau pendidikan). Usulan penelitian adalah langkah pertamam dari kerja penelitian. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 89 . prosedur pelaksanaan tindakan. Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang latar belakanng masalah. 3. observasi. Menyusun Usulan PTK Kerja penelitian dimulai dengan membuat rencana. ingin membantu. Permohonan dana atau izin pelaksanaan penelitian selalu mempersyaratakan adanya ususlan penelitian. tujuan dan kemanfaatan hasil penelitian (terutama potensi untuk memperbaiaki atau meningkatkan kualitas isi. 5.melaksanakan penelitian (melaksanakan tindakan. Bab kajian/Tindakan Pustaka yang mengurai kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan penelitian tindakan. Judul PTK 2.

dan lain-lain. Umumnya di bawah judul dituliskan pula subjudul. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 90 . b.  Pembelajaran berbasis konstruktivisme dan kontekstual pada mata pelajaran Fisika untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemahaman konsep.  Meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada mata pelajaran Fisika melalui penerapan Cooperative Learning. Dikarenakan hal tersebut umumnya di dapat dari pengamatan dan kajian (diagnosis) yang dilakukan oleh guru atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah. maka jelaskan pula proses atau kondisi yang terjadi. yang intinya adalah paparan alasan atau latar belakang penelitian hendaknya dipaparkan bahwa:  Masalah yang diteliti adalah benar-benar suatu masalah pembelajaran yang terjadi di sekolah. Untuk itu. Hal utama yang seharusnya ditulis didalam judul adalah gambaran dari apa yang dipermasalahkan dan bentuk tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalahnya.Isi usulan penelitian Penjelasan dan contoh dari masing-masing komponen dalam usulan penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut: a.kapan.  Penerapan pembelajaran model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mata pelajaran Fisika.  Peningkatan kreativitas siswa dalam proses belajar mata pelajaran Fisika melalui penerapan model pembelajaran generatif. Subjudul ditulis untuk menambahkan keterangan lebih rinci tentang populasi. dalam bab pendahuluan.dikelas berapa. Berikut ini beberapa contoh judul PTK. Judul Penelitian Judul hendaknya ditulis dengan singkat dan spesifik. misalnya dimana penelitian dilakukan. Pendahuluan Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan pembelajaran.

c. cara pemecahan masalah. cara pengukuran. Masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak untuk di pecahkan serta dapat dilaksanakan. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan pda akar penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah. dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. o Perumusan masalah: Rumusan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. serta cara mengevaluasinya. o Tujuan Penelitian : Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. dilihat dari segi ketersediaan waktu. asumsi. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan dan hasil positif yang diantisipasi dengan mengajukan indikator keberhasilan tindakan. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas sehingga dapat diukur tingkat pencapaian keberhasilannya. tujuan serta manfaat atau kontribusi hasil penelitian. o Pemecahan Masalah : Uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. o Kontribusi Hasil Penelitian : Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran sehingga tampak manfatnya Nursa’id Fitria (06101410022) Page 91 . jelaskan hal-hal yang diduga menjadi akar penyebab dari masalah tersebut. biaya. dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. Secara cermat dan sistematis berikan alasan (argumentasi) bagaimana dapat menarik kesimpulan tentang akar masalah itu.  Dari identifikasi masalah diatas. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi. Perumusan dan Pemecahan Masalah Bagian ini umumnya terdiri atas jabaran tentang perumusan masalah. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti hendaknya sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas.

Jumlah siklus diusahakan lebih dari satu siklus. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus lain. maupun komponen pendidikan di sekolah lainnya. dan bahan penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Kemukakan objek. Pada bagian akhir dapat dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan. disarankan untuk terlebih dahulu menetapkan pokok-pokok pikirannya. Untuk memudahkan dalam menuliskan secara rinci hal-hal di atas. Uraian ini digunakan untuk menyususn kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. dan evaluasi-refleksi yang bersifat daur ulang atau siklus. pelaksanaan tindakan.bagi siswa. Rencana dan Prosedur Penelitian. Kemukakan juga teori. serta lokasi penelitian secara jelas. Untuk dapat membantu menyusun bagian ini. waktu dan lamanya tindakan. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini. temuan. Kajian pustaka Menguraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasai usulan rancangan penelitian tindakan. e. disarankan untuk terlebih dahulu menuliskan pokok-pokok rencana kegiatan dalam suatu tabel seperti contoh berikut Nursa’id Fitria (06101410022) Page 92 . d. obsevasi. meskipun harus diingat jugas jadwal kegiatan belajar di sekolah. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan. guru.

rekomendasi Nursa’id Fitria (06101410022) Page 93 . saran.Tabel pokok-pokok rencana kegiatan Siklus 1 Perencanaan:identif ikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah        Tindakan Pengamatan    Refleksi  Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam PBM Menentukan pokok bahasan Mengembangkan skenario pembelajaran Menyusun LKM Menyiapkan sumber belajar Mengembangkan format evaluasi Mengembangkan format observasi pembelajaran Menerapkan tindakan mengacu pada skenario dan LKM Melakukan observasi dengan memakai format observasi Menilai hasil tindakan dengan menggunakan format LKM Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi. dan lain-lain. untuk digunakan pada siklus berikutnya Evaluasi tindakan 1 Identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah Pengembangan program tindakan II Pelaksanaan program tindakan II Pengumpulan data tindakan II Evaluasi tindakan II         Siklus II Perencanaan Tindakan pengamatan refleksi Siklus-siklus berikutnya Kesimpulan. Melaukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario LKM.jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan.

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan PTK ada tiga ,yaitu:  PTK merupakan penelitian yang mengikutsertakan secara aktif peran guru dan siswa dalam berbagai tindakan.  Kegiatan refleksi (perenungan, pemikiran, dan evaluasi) dilakukan berdasarkan pertimbangan rasional (menggambarkan konsep teori) yang mantap dan valid guna melakukan perbaikan tindakan dalam upaya memecahkan masalah yang terjadi.  Tindakan perbaikan terhadap situasi dan kondisi pembelajaran dilakukan dengan segera dan dilakukan secara praktis (dapat dilakukan dalam praktik pembelajaran).

Prinsip PTK: ”Tidak mengganggu proses pembelajaran, harus dipersiapkan dengan rinci dan matang, tindakan harus konsisten dengan rancangan, masalah benar-benar ada dan dihadapi oleh guru dan seterusnya”.

Siklus Kegiatan PTK PTK dilaksanakan dalam bentuk siklus berulang yang didalamnya terdapat empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang

digambarkan sebagai berikut:

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 94

Siklus PTK
Perencanaan tindakan I Pelaksanaann tindakan I

Permasalahan

Siklus I

Refleksi I

Pengamatan /pengumpulan data

Permasalahan baru hasil refleksi

Perencanaan tindakan II

Pelaksanaan tindakan II

Refleksi II

Pengamatan /pengumpulan data II

Siklus II

Apabila masalah belum terselesaikan

Dilanjutkan ke siklus berikutnya

Rincian kegiatan PTK a. Perencanaan Pada tahapan ini terdiri dari kegfiatan sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi dan menganalisis masalah, yaitu secara jelas dapat dimengerti masalah apa yang akan diteliti. 2. Menetapkan alasan mengapa penelitian mengapa penelitian tersebut dilakukan, yang akan melatarbelakangi PTK. 3. Merumuskan masalah secara jelas, baik dengan kalimat tanya maupun kalimat pernyataan.

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 95

4. Menetapkan cara yang akan dilakukan untuk menemukan jawaban berupa hipotesis tindakan. 5. Menentukan cara untuk menguji hipotesis tindakan dengan menjabarkan indikator-indikator keberhasilan serta berbagai instrumen pengumpul data yang dapat dipakai untuk menganalisis indikator keberhasilan itu. 6. Membuat secara rinci rancangan tindakan. b. Tindakan Pada tahap ini diterapkan strategi dan skenario pembelajaran. Rancangan tindakan tersebut sebelumnya telah dilatihkan kepada sang guru. Skenario tindakan yang akan dilakukan hendaknya dijabarkan serinci mungkin secara tertulis. Rincian tindakan itu menjelaskan tentang : 1. Langkah demi langkah kegiatan yang akan di lakukan, 2. Kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh guru 3. Kegiatan yang diharapkan dilakukan oleh siswa. 4. Rincian tentang jenis media pembelajaran yang akan digunakan dan cara menggunakannya 5. Jenis instrumen yang disertai akan digunakan untuk rinci pengumpulan bagaimana

data/pengamatan menggunakannya.

dengan

penjelasan

c. Pengamatan atau observasi Pada tahap ini, peneliti (atau melakukan dan mencatat semua guru bertindak sebagai peneliti)

hal yang diperlukan dan terjadi selama

pelaksanaan tindakan berlangsung. Instrumen yang umum dipakai adalah a. soal tes, kuis b. rubrik, c. lembar observasi, dan catatan yang dipakai untuk memeperoleh data secara objektif yang tidak dapat terekam melalui lembar observasi, seperrti aktifitas sisiswa di dalam kelas tindakan berlangsung. Data yang telah dihibungkan hendaknya di cek untuk mengetahui keabsahannya. selama peemberian

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 96

Menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu .Belajar melalui media pembelajaran lain (internet. konstibusi.belajar/diskusi dengan teman tentang tugas yang diberikan. dan penilaian terhadap hasi. .Menggunakan waktu secar efektif dan efisien untuk mengerjakan tugas .mengembangkan sifat kolaboratif satu dengan yang lain . Refleksi Refleksi mencakup analisis.Belajar/diskusi dengan orang lain yang memilki kecakapaan sesuai dengan tugas yang telah diberikan . Pengamatan atas tindakan yang dilakukan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 97 .: Tabel Indikator Keberhasilan PTK No 1 Indikator keberhasilan PTK Semakin efektifnya waktu belajar oleh mahasiswa Rincian atau sub indikator keberhasilan : Siswa mampu…. .Bekerja secara mandiri Meningkatnya Berupaya melakukan penilaian mandiri kemampuan melakukan terhadap target waktu penyelesaian tugas penilaian terhadap diri yang telah ditetapkan sendiri Melakukan penilaian mandiri terhadap kuantitas dan kualitas tugas yang telah dikerjakan d.perpustakan dan lain-lain) dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. 4 Belajar yang diarahkan oleh dan untuk diri sendiri .Menyelesaikan tugas tepat waktu . Untuk hal berbagai teknik. sintesis.menggunakan waktu konsultasi dengan dosen secara teratur. .mengkonstruksi. - 2 Semakin kegiatan mahasiswa pihak lain efektifnya belajar dengan 3 Semakin efektifnya kegiatan PBM yang dilakukan oleh mahasiswa.analisis statistika dapat digunakan.belajar dalam kelompok .mengembangkan data dan bahan secara mandiri . . dan melakuakn sintesis informasi.Data yang telah terkumpul memerlukan analisis baik untuk mempermudah penggunaan maupun dalam penarikan kesimpulan.

Pada umumnya kerangka penulisan KTI yang berupa hasil penelitian adalah sebagai berikut : Tabel Kerangka Penulisan KTI Yang Berupa Hasil Penelitian Ciri khusus Kerangka penulisan KTI merupakan hasil laporan hasil KTI laporan hasil penelitian penelitian umumnya terdiri dari tiga bagian utama. rumusan dalam pembelajran masalah. Bab 5 kesimpilan dan saran. Bab 2 kajian Teori atau pekmbahasan pustakaan 3. lembarr persetujuan.Bagaimana Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas? Proses penysusunan laporan sebenarnya tidaklah sulit jika guru sudah disiplin mencatat apa saja yang telah dilakukan. Jenis kegiatan yang dilakukan Bagian isi : umumnya adalah 1. 2. disekolahnya daftar gambar dab daftar lampiaran serta abstrak atau ringkasan. Bab 4 hasil penelitian dan diskusi hasil penenlitian 5. dan lain-lain. penelitian dibidang eksperimen latarbelakang masalah. daftar tabel. tujuan kegunaan. pembelajaran di kelasatau kata pengantar. judul.penelitian 1. Bab I pendahuluan atau tindakan kelas permasalahn. yaitu : Kegiatan penelitian yang umum Bagian pendahuluan. terdiri dari : dilakukan oleh gurur adalah bidang Halaman. Bagaimana Rincian Dari Setiap Bagian Laporan Rincian setiap bagian laporan adalah sebagai berikut : a) Abstrak b) Pendahuluan c) Kajian pustaka d) Pelaksanaan penelitian e) Hasil penelitian dan pembahasan f) Kesimpilan dan saran g) Daftar pustaka h) Lampiaran-lampiran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 98 . daftar isi. yang berisi 2. Bab 3 Metodee penelitian 4.

Menilai Laporan PTK Bagaiamana kriteria KTI yang benar dan baik ? Sebelum dikirim untuk di evaluasi KTI hendaknya :  Dinilai kembali oleh si penulis.  Telah didiskusikan terlebih dahulu  Menggunakan pedoman KTI yang berlaku  Secara umum KTI yang baik adalah yang APIK komponen yang Nursa’id Fitria (06101410022) Page 99 . Apakah semua seharusnya ada KTI telah tersaji dengan bail dan benar.

bangunan gedung bertingkat dan alat-alat rumah tangga yang modern diproduk dan dikembangkan melalui penelitian dan pengembangan. di pantai selatan Pulau Jawa. Penelitian Hibah Bersaing (didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) adalah penelitian yang menghasilkan produk. Metode penelitian dan pengembangan telah banyak digunakan pada bidang-bidang Ilmu Alam dan Teknik. Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan 1. Namun demikian metode pemelitian dan pengembangan bisa juga digunakan dalam bidang ilmu-ilmu sosial seperti psikologi.PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. pendidikan. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas. Penelitian dan pengembangan yang menghasilkan produk tertentu untuk bidang administrasi. Sebagai contoh. dan lain-lain. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Jadi penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal (bertahap bisa multy years). obat-obatan. Potensi dan Masalah Penelitian dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. terdapat potensi angin dan sinar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 100 . seperti alat-alat elektronik. pesawat terbang. kapal laut. Hampir semua produk teknologi. manajemen. senjata. kendaraan bermotor. sehingga metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan. Padahal banyak produk tertentu dalam bidang pendidikan dan sosial yang perlu dihasilkan melalui research and development. sosiologi. maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut. alat-alat kedokteran. pendidikan dan sosial lainnya masih rendah.

model unit produksi. 2. Data tentang potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri. Hasil akhir penelitian dan pengembangannya adalah berupa desain produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya. berapa lama dalam satu hari. prooduk-produk yang dihasilkan melalui penelitian R&D diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan. metode mengajar. model uji kompetensi. yaitu lulusan yang jumlahnya banyak. Desain Produk Dalam bidang pendidikan. Desain produk harus diwujudkan dalam gambar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 101 . sistem pembinaan pegawai. dan lain-lain. dan relevan dengan kebutuhan. model manajemen. sistem penggajian. Di sini diperlukan metode penelitian tersendiri. tetapi bisa berdasarkan laporan penelitian orang lain atau dokumentasi laporan penelitian orang lain atau dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan atau instansi tertentu yang masih up to date. Mengumpulkan Informasi Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan up to date.matahari. Produk-produk pendidikan misalnya kkurikulum yang spesifik untuk keperluan pendidikan tertentu. dari mana arah angin dan lain-lain. maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Data angin tersebut kemudian dapat digunakan untuk merancang kincir angin atau produk lainnya yang dapat menghasilkan energi mekanik atau listrik. kompetensi tenaga kependidikan. 3. buku ajar. berkualitas. Misalnya potensi energi angin di pantai harus dapat dikemukakan data berapa kekuatan dan kecepatan angin. media pendidikan. Metode apa yang akan digunakan untuk penelitian tergantung permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai. sistem evaluasi. modul. kedua potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi energi mekanik yang dapat digunakan untuk menggerakkan sesuatu. misalnya untuk generator pembangkit tenaga listrik atau untuk turbin air. penataan ruang kelas untuk model pembelajaran tertentu. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukkan dengan data empirik.

Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk dalam hal ini metode mengajar baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut. Pada contoh tentang produk pendidikan di atas.atau bagan. suasana belajar menjadi kondusif dan hasil pembelajarn meningkat. hasil akhir dari kegiatan ini adalah berupa desain metode yaitu rancangan metode pembelajaran baru. 5. 6. Uji Coba Produk Dalam bidang pendidikan. Sebelum diskusi peneliti mempresentasikan proses penelitian sampai ditemukan desain tersebut berikut keunggulannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. 4. Desain metode ini masih bersifat hipotetik. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Validasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi. atau uraian ringkas sehingga akan memudahkan pihak lain untuk memahaminya. sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya. setelah divalidasi dan direvisi. bagan. desain produk seperti metode mengajar baru dapat langsung diuji coba. Dikatakan hipotetik karena efektivitasnya belum terbukti dan akan dapat diketahui setelah pengujianpengujian. Dikatakan secara rasional karena validasi di sini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional belum berdasarkan fakta lapangan. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk tersebut. Setiap desain produk perlu ditunjukkan dalam gambar kerja. Efektivitas metode mengajar baru bisa diukur dan mudah diimplementasikan. sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. Uji coba tahap awal Nursa’id Fitria (06101410022) Page 102 . Perbaikan Desain Setelah desain produk divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya maka akan dapat diketahui kelemahannya.

Revisi Produk Setelah produk diuji coba pada kelompok yang terbatas maka kelemahan yang terdapat dalam produk tersebut menjadi lebih terlihat jelas dan perlu dilakukan langkah selanjutnya yaitu revisi produk.dilakukan dengan simulasi penggunaan metode mengajar tersebut. mungkin ada kelemahannya. 9. 8. Dalam uji pemakaian sebaiknya pembuat produk selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam hal ini adalah metode mengajar. Setelah disimulasikan maka dapat diujicobakan pada kelompok yang terbatas. Pengujian tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi apakah metode mengajar baru tersebut lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan metode mengajar yang lama atau yang lain. Revisi Produk Revisi produk ini dilakukan apabila dalam pemakaian dalam lembaga pendidikan yang lebih luas terdapat kekurangan dan kelemahan. 10. maka perlu diujicobakan lagi kelas yang lebih luas. Setelah metode mengajar baru diterapkan selama setengah tahun atau satu tahun maka perlu dicek kembali. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 103 . kalau ada perlu segera diperbaiki lagi. 7. maka selanjutnya produk yang berupa metode mengajar baru tersebut diterapkan dalam lingkup tersebut tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut. Uji Coba Pemakaian Setelah pengujian terhadap produk berhasil dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting. Setelah direvisi. Setelah diperbaiki maka dapat diproduksi massal atau digunakan lembaga pendidikan yang lebih luas. Pembuatan Produk Massal Bila produk yang berupa metode mengajar baru tersebut telah dinyatakan efektif dalam beberapa kali pengujian maka metode mengajar baru tersebut dapat diterapkan pada setiap lembaga pendidikan.

Langkah-langkah Penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 104 . Rumusan Masalah C. Sistematika laporan adalah sebagai berikut. Manfaat BAB II LANDASAN TEORI. Lampiran berupa produk yang dihasilkan tersebut dibuat dalam buku tersendiri dan diberikan penjelasan tentang kehebatan produk tersebut berdasarkan hasil uji coba. Dengan demikian laporan penelitian yang dibuat harus selalu dilampiri dengan produk yang dihasilkan berikut spesifikasi dan penjelasannya. SISTEMATIKA LAPORAN PENELITIAN R&D HALAMAN JUDUL ABSTRAK PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN A. Deskripsi Teori B. Hipotesis (Produk yang akan dihasilkan) BAB III PRODUK PENELITIAN A. Latar Belakang B. KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A.Laporan Penelitian R&D Metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sehingga menghasilkan produk baru dan selanjutnya menguji keefektifan produk tersebut. Kerangka Berpikir C. Tujuan D. serta cara menggunakan produk tersebut.

4. Penyempurnaan Produk (Gambar terakhir dan penjelasannya) H. 6.B. 5. Metode Penelitian Tahap I 1. 4. Kesimpulan B. 3. Saran Penggunaan DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN INSTRUMEN LAMPIRAN DATA LAMPIRAN PRODUK YANG DIHASILKAN BERIKUT BUKU PENJELASANNYA Nursa’id Fitria (06101410022) Page 105 . Revisi Produk (Gambar setelah dievisi dan penjelasannya) D. Hasil pengujian Tahap Kedua E. Pembahasan Produk BAB V KESIMPULAN DAN SARA PENGGUNAANNYA A. Desain Awal produk (gambar dan penjelasan) B. Pengujian Tahap Ketiga (bila perlu) G. Hasil Pengujian Pertama C. 5. Revisi Produk (Gambar setelah direvisi dan penjelasannya) F. Model Rancangan Eksperimen untuk Menguji Produk yang Telah Dirancang 2. Metode Penelitian Tahap II 1. 2. 3. BAB IV Populasi dan Sampel Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Teknik Analisis Data HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Populasi Sampel Sumber Data Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Analisis Data Perencanaan Desain Produk Validasi Desain C.

2004. 1985. Arikunto. Jakarta: Rineka Cipta. Bumi Aksara. Suharsimi. Nazir. Penelitian Kependidikan : Prosedur & Strategi. Margono. Suhadjono dan Supardi.. Azwar. Jakarta: Rajawali Press. 2008.DAFTAR PUSTAKA Ali. Penelitian Tindakan Kelas. Suharsimi. Surabaya: usaha Nasional. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Metode Penelitian. Muhammad. Jakarta: Bumi Aksara. 1990. Metodologi Penelitian Pendidikan. Manajemen Penelitian. Saifuddin. 2008. S. 1990. 2002. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Edisi Revisi V. Tatang M. Moh. Metodologi Penelitian. Penelitian dalam Pendidikan. Amirin. Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktek”. Donald. Ary. Bandung: Angkasa. Metode Penelitian. 1988. Metode Penelitian Pendidikan. Cholid dan Abu Achmadi. Bandung: Alfabeta. Narbuko. 1997. Suharsimi. Jakarta: Ghalia Indonesia Sugiyono. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: PT. Arikunto. Arikunto. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 106 . 1997.