P. 1
Resume Penelitian Buku

Resume Penelitian Buku

|Views: 39|Likes:
Published by fitriasaid

More info:

Published by: fitriasaid on Jun 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/05/2013

pdf

text

original

Sections

  • KATA PENGANTAR
  • HAKIKAT PENELITIAN DAN JENIS PENELITIAN
  • PROPOSAL PENELITIAN
  • PROPOSAL PENILITIAN
  • SUMBER MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN
  • POPULASI DAN SAMPEL
  • HIPOTESIS PENELITIAN
  • PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
  • Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
  • DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Resume ini tepat pada waktunya. Tugas Resume ini selain disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Penelitian Pendidikan Kimia, tetapi lebih dari itu juga sebagai wahana pembelajaran bagi penulis guna mengetahui dan mengaktualisasikan diri menurut pengetahuan yang penulis peroleh dari lembaga pendidikan. Selama penyusunan resume ini, penulis banyak memperoleh bantuan, baik itu bimbingan, petunjuk maupun arahan dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih secara khusus penulis sampaikan kepada Prof. Dr. H. Fuad Abd. Rachman, M.Pd. dan Dr. Hartono, M.A. yang telah membantu penulis dalam penyelesaian tugas Resume ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada semua pihak lain yang telah banyak membantu. penulis menyadari bahwa tugas Resume ini masih jauh dari tatanan kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan serta akan penulis terima dengan hati yang ikhlas dan tangan terbuka demi bekal pembelajaran dan perbaikan pada masa yang akan datang. Akhirnya, penulis berharap agar tugas resume Penelitian Pendidikan Kimia ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Palembang, Juni 2013

Penulis,

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................ 1 Daftar Isi...................................................................................................................2

HAKIKAT PENELITIAN DAN JENIS PENELITIAN .................................... 3

PROPOSAL PENELITIAN ............................................................................. 15

SUMBER MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN ............................. 30

POPULASI DAN SAMPEL ........................................................................... 43

KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN ................................................................................................ 51

HIPOTESIS PENELITIAN ............................................................................. 64

TEKNIK PENGUMPULAN, PENGOLAHAN , ANALISIS DATA, PENYUSUN LAPORAN HASIL PENELITIAN ........................................... 74

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) ................................................... 85

METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (R&D) .......................100

Daftar Pustaka ......................................................................................................106

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 2

HAKIKAT PENELITIAN DAN JENIS PENELITIAN

A. HAKIKAT PENGETAHUAN Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia.

Cara memperoleh pengetahuan (Sumber Pengetahuan) :  Wahyu Pengetahuan yang datangnya dari Tuhan melalui kitab suci.  Pengalaman Dari pengalaman, orang mendapatkan pengetahuan apapun dari yang dialami akan menjadi pengetahuan. Pengalaman bisa jadi pengetahuan jika memiliki kepentingan akan dialami. Pengalaman yang banyak tidak menjamin pengetahuan yang didapat akan banyak pula.  Otoritas Otoritas atau kewenangan atau kepakaran. Jika kita ingin mendapatkan pengetahuan tentang sesuatu, sebaiknya ditanyakan pada ahlinya, artinya harus ditelaah terlebih dahulu.  Berpikir Deduktif (umum-khusus) Dari umum ke khusus atau dari sadar ke tidak sadar. Jika pengetahuan deduktif itu diterapkan, maka pengetahuannya/cara berpikirnya secara umum. Di mana penalaran deduktif ini memiliki kelemahan yaitu terdapat banyak pengecualian.  Berpikir Induktif (khusus-umum) Mengambil keputusan dari pengalaman, belajar dari hal-hal yang khusus atau belajar dari pengalaman. Di mana penalaran induktif ini memiliki kelemahan yaitu jika tidak dibatasi, maka banyak penyimpangan jadi harus dilakukan pembatasan populasi.  Metode Ilmiah Proses untuk mendapatkan pengetahuan dengan dua metode yaitu berpikir deduktif dan induktif.

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 3

YAKIN Kebenaran ilmiah (sains/ilmu) adalah: 1.LEBIH YAKIN Tidak bisa dibantah. Kebenaran Nonilmiah Tidak selamanya penemuan kebenaran diperoleh secara ilmiah.DIPELAJARI -----. Kadangkala kebenaran dapat ditemukan melalui proses nonilmiah.B. yaitu 1) adanya koheren 2) adanya koresponden. seperti : Nursa’id Fitria (06101410022) Page 4 . KEBENARAN MUTLAK (WAHYU/AGAMA) YAKIN -----. Sesuai dengan hasil penginderaan manusia berdasarkan pengalaman empiris Sifat Kebenaran ilmiah. Sesuai dengan akal/pikiran manusia berdasarkan pengetahuan yang ada (rasional/masuk akal) 2. Tentatif artinya kebenaran itu akan tetap dijadikan kebenaran sebelum ada yang menyangkalnya (bersifat sementara) Ciri-ciri Kebenaran Ilmiah  Sesuai dengan rasio/akal manusia berdasarkan pengetahuan yang dimiliki Contoh kayu dibakar jadi abu atau arang  memang sesuai dengan rasio pengetahuan manusia.DIPELAJARI ------. bermula dari suatu keyakinan lalu dipelajari agar lebih meyakinkan 2. KEBENARAN 1. maka tidak bisa dikatakan sebagai ilmu) Umumnya. Relatif artinya tidak mutlak/suatu saat tidak benar b. dan 3) pragmatis. KEBENARAN ILMIAH (ILMU/SAINS) RAGU -------. yaitu : a.  Sesuai dengan hasil penginderaan/pengalaman empiris (sesuatu yang tidak bisa diamati secara empiris. suatu kebenaran ilmiah dapat diterima dikarenakan oleh tiga hal.

d. Penemuan kebenaran secara kebetulan Penemuan kebenaran secara kebetulan tidak lain dari takdir Tuhan. Kebenaran karena wibawa dianggap suatu kebenaran yang diperoleh tanpa prosedur ilmiah. g. Penemuan kebenaran secara trial and error Bekerja secara trial and error adalah melalukan sesuatu secara aktif dengan mengulang-ulang pekerjaan tersebut berkali-kali dengan menukar-nukar cara dan materi. jika wahyu datangnya dari Allah melalui Rasul dan Nabi. Fungsi ilmu  MENERANGKAN (EXPLAIN) Yang diterangkan dalam ilmu yaitu kejadian. tetapi banyak penemuan tersebut telah menggoncangkan dunia ilmu pengetahuan b. fenomena. Penemuan kebenaran melalui wahyu Kebenaran yang didasarkan kepada wahyu merupakan kebenaran mutlak. Akal sehat dapat menghasilkan kebenaran dan dapat pula menyesatkan c. Penemuan kebenaran karena kewibawaan Umumnya kebenaran karena kewibawaan didasarkan pada logika saja. Penemuan kebenaran secara intuitif Kebenaran dapat juga dperoleh berdasarkan intuisi. Walaupun penemuan kebenaran secara kebetulan bukanlah kebenaran yang ditemukan secara ilmiah. Kebenaran dengan intuisi diperoleh secara cepat sekali melaui proses luar sadar tanpa menggunakan penalaran dan proses berpikir. ataupun melalui suatu renungan. Penemuan kebenaran melalui spekulasi Penemuan kebenaran dengan spekulasi sedikit lebih tinggi tarafnya dari penemuan secara trial and error. f. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 5 .a. Penemuan kebenaran secara common sense (akal sehat) Penemuan sense merupakan serangkaian konsep atau bagan konseptual yang memuaskan untuk digunakan secara praktis. gejala-gejala. e.

Menyusun hipotesis Bila sudah dirumuskan persoalan. MERAMALKAN (PREDICTION) Meramalkan sesuatu yang belum terjadi  MENGENDALIKAN (CONTROL) Mengantisipasi terhadap suatu kejadian Pengertian Hakikat Penelitian Penerapan pendekatan ilmiah dalam penyelesaian masalah atau suatu usaha yang sistematis dan obyektif dalam mencari pengetahuan yang dapat dipercaya. 3. penyelidikan. Untuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikkan tingkat ilmu serta teknologi. hanya yang dibicarakan adalah masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran. Menegaskan persoalan Setelah merasakan adanya kesulitan. atau terasa kesukaran menerangkan sesuatu peristiwa. dan percobaan sacara ilmiah dalam suatu bidang tertentu. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam suatu penelitian seperti disebut dalam definisi ini sesuai dengan langkah-langkah berpikir ilmiah. kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu Hakikat Penelitian Pendidikan Sama seperti penelitian pada umumnya. petlu ditegaskan apa persoalan sebenarnya. Atau rangkaian masalah. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 6 . 2. Penelitian adalah semua kegiatan pencarian. Adapun langkah-langkah berpikir ilmiah ialah : 1. disusun kemungkinan pemecahan persoalan atau menerangkan objek atau peristiwa itu. Merasakan suatu kesulitan Terasa kesenjangan antara alat-alat untuk mencapai suatu tujuan atau terasa kesulitan menemukan ciri-ciri atau pola dari suatu objek.

Pelajar (kegiatan dan intelengensi mereka) 3. Lingkungan kawan sebaya 8. Mengumpulkan data Data adalah bahan informasi untuk proses berpikir gamblang atau eksplisit.4. Kompleksitas masalah pendidikan memang diakibatkan oleh luasnya ruang lingkup pendidikan itu sendiri. Di dalam hal ini Tyler menyebutkan delapan wajah yang merupakan peta konseptual pendidikan. Sekolah sebagai lambaga sosial 6. 6. Menentukan kegunaan atau nilai umum dari kesimpulan Jika pemecahan persoalan itu dapat diterima maka dipertanyakan apa kegunaannya untuk masa mendatang atau apa nilai pemecahan persoalan itu untuk kepentingan yang akan datang. Lingkungan masyarakat Nursa’id Fitria (06101410022) Page 7 . Mata pelajaran 2. Lingkungan rumah 7. yaitu : 1. Guru 5. 5. Ruang Lingkup Penelitian memegang peranan yang sangat penting dalam membantu manusia memperoleh jawaban atas suatu pertanyaan atau pemecahan atas suatu masalah. Mengambil kesimpulan Dari data-data yang sudah diolah diambil kesimpulan untuk menerima atau menolak hipotesis yang dirumuskan pada langkah berpikir ketiga diatas. Cara mengajar 4. Dalam konteks ini maka fungsi penelitian adalah membantu manusia meningkatkan kemampuannya untuk menginterpretasikan fenomena-fenomena masyarakat yang kompleks dan kait-mengait demi kemajuan manusia atau demi eksistensi manusia itu sendiri.

4. biaya dalam ukuran waktu. Menunjukkan isi dan cara mengajar serta mengorganisasikan dan menjalankan sekolah. 4. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 8 . Meramalkan Tugas ini memberikan perkiraan-perkiraan. rangsangan dan penyuluhan yang berhasil untuk pembaruan pendidikan. maka tugas ilmu pengetahuan dan penelitian dapat dinyatakan secara terpadu pula sebagai berikut : 1. usaha dan bahan-bahan dan keadaan hasil-hasil yang dicapai. 3. Kelima fungsi penelitian itu mencakup : 1. Menilai program. Menerangkan kondisi yang mendasari peristiwa-peristiwa 3. 2. Mengembangkan teori yang lebih memadai dan sahih (valid) tentang proses pendidikan serta pengoperasian usaha. Tugas dan Jenis Penelitian Kegiatan di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan adalah dua kegiatan terpadu erat. Menyusun teori Tugas ini mencari dan merumuskan hukum-hukum yang menjelaskan hubungan antara peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain yang ada kaitannya. Menyediakan pandangan. 2. prosedur dan bahan-bahan untuk menunjukkan hasil pendidikan yang telah dicapai. atau proyeksi di masa yang akan datang atas peristiwa yang diduga bakal terjadi. Membentuk suatu badan informasi tentang usaha pendidikan yang bermanfaat dalam penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan. 5. Mameriksa Keadaan Tugas menyandra atau mengadakan deskripsi yaitu memaparkan dengan gamblang hal-hal yang dipermasalahkan.Sehubungan dengan penelitian pendidikan dan hasilnya Tyler mengemukkan lima fungsi penelitian pendidikan yang dapat dilakukan pada masa kini.

Penelitian Kualitatif Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). di mana untuk menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan hipotesis. Untuk mengumpulkan data digunakan instrumen penelitian.5. konkret. analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. 2. JENIS-JENIS PENELITIAN Secara umum penelitian terbagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut: 1. teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random. digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Metode Penelitian Kuantitatif Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme. gejala-gejala yang diperkirakan bakal terjadi. terukur. karena pada awalnya metode ini lebih Nursa’id Fitria (06101410022) Page 9 . dan hubungan gejala bersifat sebab akibat. relatif tetap. Melakukan pengendalian Tugas ini berusaha mengendalikan peristiwa-peristiwa. sehingga kesimpulan hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi di mana sampel tersebut diambil. pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif atau inferensial sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak. Hipotesis tersebut selanjutnya diuji melalui pengumpulan data lapangan. Proses penelitian bersifat deduktif. disebut juga sebagai metode ethnografi. Penelitian pada umumnya dilakukan pada populasi atau sampel tertentu yang representatif. Filsafat positivisme memandang realitas/gejala/fenomena itu dapat diklasifikasikan. teramati. Penelitian kuantitatif umumnya dilakukan pada sampel yang diambil secara random.

disebut sebagai metode kualitatif. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam. dinamis. karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif Filsafat postpositivisme sering juga disebut juga sebagai paradigma interpretif dan konstruktif. suatu data yang mengandung makna. dan mengkonstruksi situasi sosial yang diteliti menjadi lebih luas dan bermakna. maka teknik pengumpulan data bersifat triangulasi. tetapi lebih menekankan pada makna. sehingga mampu bertanya. Analisis data yang dilakukan bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan dan kemudian dikonstruksikan menjadi hipotesis dan teori. yang memandang realitas sosial sebagai sesuatu yang holistic/utuh. tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada obyek tersebut. yaitu peneliti itu sendiri. menganalisis. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 10 . kompleks. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi. Generalisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan transferability  Menurut penggunaannya 1. Untuk dapat menjadi instrumen. Obyek yang alamiah adalah obyek yang berkembang apa adanya. memotret. data yang pasti yang merupakan suatu nilai dibalik data yang tampak. maka peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas. Penelitian dasar atau penelitian murni (pure research) LIPI mendefinisikan penelitian dasar sebagai penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah atau menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. dan hubungan gejala bersifat interaktif (reciprocal).banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. penuh makna. Makna adalah data yang sebenarnya. Dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument. Penelitian dilakukan pada obyek yang alamiah. yaitu menggunakan berbagai teknik pengumpulan data secara gabungan/simultan. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam terhadap situasi sosial pendidikan yang diteliti.

3. Penelitian histories Penelitian ditujukan kepada rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif memahami peristiwa-peristiwa masa lampau. objektif. Data yang berbobot adalah data yang diuji secara eksternal dan internal.  Menurut metodenya     Penelitian historis Penelitian filosofis penelitian observasional penelitian eksperimental  Menurut sifat permasalahannya         Penelitian histories Penelitian deskriptif Penelitian perkembangan Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian korelasional Penelitian kausal-komparatif Penelitian eksperimental Penelitian tindakan 1.2. Kekhususan 1. Data yang dikumpulkan dari sumber primer yaitu penelitian sendiri langsung dilaporkan. dan tuntas. Data yang dikumpulkan diambil dari hasil observasi orang lain. 4. Penelitian terapan (applied research) Batasan yang diberikan LIPI : Penelitian terapan adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. Penelitian dilakukan dengan tertib. 2. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 11 melakukan observasi atas peristiwa-peristiwa yang . sistematis.

Kekhususan 1. Bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi untuk disusun. 2. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 12 . 3. Memusatkan perhatian pada ubahan-ubahan dan perkembangan selama jangka waktu tertentu. Penelitian deskriptif Penelitian deskriptif berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu. Penelitian perkembangan Penelitian perkembangan menyelidiki pola dan proses pertumbuhan sebagai fungsi dari waktu. Bila metoda penelitian yang dipakai dengan pendekatan cross-sectional maka sampel yang dipilih harus representatif mewakili populasi penelitian.2. sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada kesatuan itu. 3. dijelaskan dan dianalisis. 2. Bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang dihadapi sekarang. Subjek yang diteliti terdiri dari suatu kesatuan secara mendalam. Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian kasus memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan terperinci mengenai latar belakang keadaan sekarang yang dipermasalahkan. Kekhususan 1. 4. Penelitian umumnya memakai waktu yang panjang atau bersifat longitudinal. Kekhususan : a.

Suatu gejala yang diamati. 2. dari ubahan-ubahan dan kondisi-kondisi yang lebih besar jumlahnya. yang terpusat pada aspek yang menjadi kasus.b. 7. Misalnya apakah ada hubungan antara status sosial orang tua siswa dengan prestasi anak mereka. 2. Penelitian korelasional Penelitian korelasional bertujuan melihat hubungan antara dua gejala atau lebih. ubahan-ubahan yang diteliti juga terbatas. Misalnya hendak meneliti keefektifan metode-metode mengajar. Menggunakan sedikitnya dua kelompok eksperimen Nursa’id Fitria (06101410022) Page 13 . Di dalam eksperimen terhadap kelompok yang dikenai perlakuan eksperimental dan kelompok yang dikenai perlakuan pembanding. Misalnya sikap santai siswa dalam kegiatan belajar mungkin disebabkan banyaknya lulusan pendidikan tertentu yang tidak mendapat lapangan kerja. Pengumpulan data mengenai gejala yang diduga mempunyai hubungan sebab akibat itu dilakukan setelah peristiwa yang dipermasalahkan itu telah terjadi. Kekhususan 1. Penelitian eksperimental Penelitian dengan melakukan percobaan terhadap kelompok-kelompok eksperimen. diusut kembali dari suatu faktor atau beberapa faktor pada masa lampau. Kekhususan 1. 6. 5. Data sebagai hasil pengaruh perlakuan terhadap kelompok eksperimen diukur secara kuantitatif kemudian dibandingkan. Penelitian hubungan sebab-akibat Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat antara faktor tertentu yang mungkin menjadi penyebab gejala yang diselidiki. Selain peneliti hanya pada suatu unit.

Misalnya. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 14 . 4. Penelitian tindakan Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru untuk mengatasi kebutuhan dalam dunia kerja atau kebutuhan praktis lain.3. meniliti keterampilan kerja yang sesuai bagi siswa putus sekolah di suatu daerah. Mengusahakan agar pengaruh perlakuan eksperimen menjadi maksimal dan pengaruh ubahan penyangga menjadi minimal. 8. Harus mempertimbangkan kesahihan keluar.

Masalah itu muncul pada ruang (tempat) dan waktu tertentu. PENDAHULUAN A. penyimpangan antara rencana dengan pelaksanaan. Proposal Penelitian Kuantitatif Proposal penelitian kuantitatif dikemas dalam sistematika seperti berikut: SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF I. Rancangan penelitian harus dibuat secara sistematis dan logis sehingga dapat dijadikan pedoman yang betul-betul mudah diikuti. Metode Penelitian. yaitu Permasalahan. Rancangan penelitian yang sering disebut proposal penelitian paling tidak berisi empat komponen utama. Landasan Teori dan Pengajuan Hipotesis. Penelitian dilakukan berangkat dari adanya suatu permasalahan. Batasan Masalah D. Rumusan Masalah E. Tujuan Penelitian F. Identifikasi Masalah C. dan Jadwal Penelitian. Masalah merupakan “penyimpangan” dari apa seharusnya dengan apa terjadi. Kegunaan Hasil Penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 15 . Dalam menyusun rancangan penelitian.PROPOSAL PENELITIAN PROPOSAL PENILITIAN Rancangan atau proposal penelitian merupakan pedoman yang berisi langkah-langkah yang akan diikuti oleh peneliti untuk melakukan penelitiannya. perlu diantisipasi tentang berbagai sumber yang dapat digunakan untuk mendukung dan yang menghambat terlaksananya penelitian. Organisasi. penyimpangan antara teori dengan praktik. dan penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan. Latar Belakang B.

tetapi dalam peristiwa itu. Melalui analisis masalah ini. peneliti harus melakukan analisis masalah. Deskripsi Teori B. sekarang ini tampak ada penyimpangan-penyimpangan dari standar yang ada. PROSEDUR PENELITIAN A. Organisasi Penelitian B. Teknik Pengumpulan Data E. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 16 . Jadwal Penelitian V. Metode B. Hipotesis III. Teknik Analisis Data IV. A. LANDASAN TEORI. Semua masalah dalam obyek.II. peneliti harus dapat menunjukkan adanya suatu penyimpangan yang ditunjukkan dengan data dan menuliskan mengapa hal ini perlu diteliti. Oleh karena itu dalam latar belakang ini. baik standar yang bersifat keilmuan maupun aturan-aturan. Populasi dan Sampel C. Kerangka Berfikir C. Instrumen Penelitian D. KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Identifikasi Masalah Dalam bagian ini perlu dituliskan berbagai masalah yang ada pada obyek yang diteliti. baik yang akan diteliti maupun yang tidak akan diteliti sedapat mungkin dikemukakan. B. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Pada bagian ini berisi tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi pada suatu obyek penelitian. BIAYA YANG DIPERLUKAN I. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. sehingga permasalahan menjadi jelas.

maka selanjutnya dapat dirumuskan masalah penelitian. dan bagaimana hubungan variabel yang satu dengan yang lain). Selanjutnya masalah tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk variabel. dan supaya penelitian dapat dilakukan secara lebih mendalam. tenaga. C. dan supaya masalah dapat terjawab secara akurat. D. Jadi pola pikir dalam merumuskan masalah itu ada empat tahapan yang dapat digambarkan sebagai berikut. Masalah yang akan siteliti itu kedudukannya di mana dia antara masalah yang akan diteliti. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 17 . teori-teori. waktu. Batasan Masalah Karena adanya keterbatasan. maka masalah yang akan diteliti itu perlu dirumuskan secara spesifik.Untuk dapat mengidentifikasi masalah dengan baik. variabel apa saja yang akan diteliti. Sebaiknya rumusan masalah itu dinyatakan dalam kalimat pertanyaan. di mana akan dilakukan penelitian. Rumusan Masalah Setelah masalah yang akan diteiti itu ditentukan (variabel apa saja yang akan diteliti. maka peneliti perlu melakukan studi pendahuluan ke obyek yang diteliti. dan wawancara ke berbagai sumber. Untuk itu maka peneliti memberi batasan. melakukan observasi. Berdasarkan batasan masalah ini. serta bagaimana hubungan variabel satu dengan variabel yang lain. maka tidak semua masalah yang telah diidentifikasikan akan diteliti. sehingga semua permasalahan dapat diidentifikasikan. selanjutnya dikemukakan hubungan satu masalah dengan masalah yang lain. Berdasarkan berbagai permasalahan yang telah diketahui tersebut. dana. Masalah apa saja yang diduga berpengaruh positif dan negatif terhadap masalah yang diteliti.

Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang dituliskan. Tetapi keduanya ada kaitannya dengan permasalahan. Misalnya rumusan masalahnya: Bagaimanakah tingkat disiplin guru di Sekolah A? Maka tujuan penelitiannya adalah: ingin mengetahui seberapa tinggi tingkat disiplin guru di Sekolah A. Tujuan Penelitian Tujuan dan kegunaan penelitian sebenarnya dapat diletakkan di luar pola pikir dalam merumuskan masalah. Tujuan penelitian di sini tidak sama dengan tujuan yang ada pada sampul skripsi atau tesis. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 18 . yang merupakan tujuan formal (misalnya untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapat gelar sarjana). oleh karena itu dua hal ini ditempatkan di bagian ini. maka tujuan penelitiannya adalah: ingin mengetahui apakah ada pengaruh latihan terhadap produktivitas kerja pegawai dan kalau ada seberapa besar. Rumusan masalah dan tujuan penelitian ini jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian.E. tetapi tujuan di sini berkenaan dengan tujuan peneliti dalam melakukan penelitian. Kalau rumusan masalahnya : apakah ada pengaruh latihan terhadap produktivitas kerja pegawai.

Pola Pikir Dalam Merumuskan Masalah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 19 . Dapat berbentuk rumusan masalah deskriptif. teori dan supaya penelitian lebih mendalam maka penelitian dibatasi pada beberapa variabel saja. Rumusan Masalah Dinyatakan dalam kalimat pertanyaan . jelas dan spesifik. Batasan Masalah Karena keterbatasan waktu. Penyimpangan ini perlu ditunjukkan dalam data. Masalah yang diteliti umumnya merupakan variabel independen. Tunjukkan hubungan masalah satu dengan masalah yang lain. baik masalah yang akan diteliti maupun tidak diteliti. dana.Latar Belakang Masalah Berisi tentang sejarah dan peristiwa yang terjadi pada obyek yang akan diteliti. Identifikasi Masalah Semua masalah yang ada pada obyek penelitian dikemukakan. tenaga. tetapi peristiwa itu nampaknya ada penyimpangan dari standar keilmuan maupun aturan. Peneliti juga perlu menuliskan mengapa hal itu perlu diteliti. dan asosiatif. komparatif.

Bila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening. Kegunaan Hasil Penelitian Kegunaan hasil penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan. LANDASAN TEORI. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dan dependen. II. B. Kalau tujuan penelitian dapat tercapai. Kegunaan untuk mengembangkan ilmu/kegunaan teoritis b.F. Jumlah teori yang dikemukakan tergantung pada variabel yang diteliti. maka juga perlu dijelaskan. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. dan penyusunan instrumen penelitian. KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. dan rumusan masalah dapat terjawab secara akurat maka sekarang kegunaanya apa. Teori-teori yang digunakan bukan sekedar pendapat dari pengarang. yaitu: a. Di sini juga diperlukan dukungan hasil-hasil penelitian yang telah ada sebelumnya yang ada kaitannya dengan variabel yang diteliti. yaitu membantu memecahkan dan mengantisipasi masalah yang ada pada obyek yang diteliti. pendapat penguasa. sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis). Kalau variabel yang diteliti ada lima maka jumlah teori yang dikemukakan juga harus ada lima. Kegunaan praktis. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Deskripsi Teori Deskripsi teori adalah teori-teori yang relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti. Kegunaan hasil penelitian ada dua hal. tetapi teori yang betul-betul telah teruji kebenarannya secara empiris. mengapa variabel itu ikut Nursa’id Fitria (06101410022) Page 20 .

Bila hasil penelitian akan digeneralisasikan (kesimpulan data sampel yang dapat diberlakukan untuk populasi) maka sampel yang digunakan sebagai sumber data harus representatif dapat dilakukan dengan cara mengambil sampel dari populasi secara random sampai jumlah tertentu. PROSEDUR PENELITIAN A. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 21 . maka akan menggunakan lima instrumen. maka motivasi kerja akan tinggi” maka hipotesisnya adalah: ada pengaruh yang tinggi/rendah dan signifikan kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai. dll). skala pengukuran yang ada pada setiap jenis instrumen (Likert. Metode Penelitian Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis. Populasi dan Sampel Dalam penelitian perlu dijelaskan populasi dan sampel yang dapat digunakan sebagai sumber data. Bila variabel yang diteliti jumlahnya lima. Instrumen Penelitian Penelitian yang bertujuan untuk mengukur suatu gejala akan menggunakan instrumen penelitian. Oleh karena itu pada setiap penyusunan harus didasarkan pada kerangka berpikir. prosedur pengujian validitas dan reliabilitas instrumen. diperlukan metode penelitian. Untuk itu di bagian ini perlu ditetapkan metode penelitian apa yang akan digunakan. C. III. B. Hipotesis Penelitian Karena hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang diajukan. Jumlah instrumen yang akan digunakan tergantung pada variabel yang diteliti.dilibatkan dalam penelitian. kerangka berpikirnya: “jika kepemimpinan baik. Dalam hal ini perlu dikemukakan instrumen apa saja yang akan digunakan untuk penelitian. Kalau ada rumusan masalah: adakah pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai. maka titik tolak untuk merumuskan hipotesis adalah rumusan masalah dan kerangka berpikir. apakah metode survey atau eksperimen. C.

sehingga kesimpulan yang dihasilkan hanya dapat berlaku untuk sampel yang digunakan. Bila peneliti tidak membuat hipotesis. Organisasi Penelitian Bila penelitian dilaksanakan oleh tim/kelompok maka diperlukan adanya organisasi pelaksana penelitian. tetapi bila suatu teknik dipandang mencukupi maka teknik yang lain bila digunakan akan menjadi tidak efisien. maka rumusan masalah penelitian itulah yang perlu dijawab. maka teknik analisis data ini berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian hipotesis yang diajukan. dan berapa lama akan dilakukan. Jadi sejak membuat rancangan. IV. observasi. Teknik Pengumpulan Data Yang diperlukan di sini adalah teknik pengumpulan data mana yang paling tepat. Jangan semua teknik pengumpulan data (angket. Jadwal Penelitian Setiap rancangan penelitian perlu dilengkapi dengan jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan. maka teknik analisis data ini telah ditentukan. E. Tetapi kalau hanya rumusan masalah itu dijawab maka sulit membuat generalisasi. sebagai pembantu ketua. Teknik Analisis Data Untuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif. tidak dapat berlaku untuk populasi. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. Selain itu konsekuensi dari mencantumkan ketiga teknik pengumpulan data itu adalah: setiap teknik pengumpulan data yang dicantumkan harus disertai datanya. sehingga betul-betul didapat data yang valid dan reliabel.D. Bentuk hipotesis mana yang diajukan. Memang untuk mendapatkan data yang lengkap dan obyektif penggunaan berbagai teknik sangat diperlukan. akan menentukan teknik statistik mana yang digunakan. Minimal ada ketua yang bertanggung jawab dan anggota. Dalam jadwal berisi kegiatan apa yang akan dilakukan. wawancara) dicantumkan kalau sekiranya tidak dapat dilaksanakan. B. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 22 .

Biaya Penelitian Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. dinamis. dan pola pikir induktif. pendahuluan. Komponen dan Sistematika Proposal Komponen dalam proposal penelitian tersebut secara garis besarnya terdiri atas. realitas dianggap tunggal. karena permasalahan yang diteliti sudah jelas. dan biaya penelitian. jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal peneliti. jadwal penelitian. dan akan berkembang setelah peneliti memasuki obyek penelitian/situasi sosial. realitas dipandang sesuatu holistik. landasan teori. sehingga permasalahan belum jelas. 1. pola pikir deduktif. Proposal Penelitian Kualitatif Dalam penelitian kuantitatif. Sedangkan dalam metode kualitatif yang berpandangan bahwa. kompleks. maka proposal penelitian kualitatif yang dibuat masih bersifat sementara. metode penelitian. serta lamanya penelitian dilakukan.C. maka proposal penelitian kuantitatif dipandang sebagai “blue print” yang harus digunakan sebagai pedoman baku untuk melaksanakan dan mengendalikan penelitian. teramati. Jumlah biaya yang diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya. organisasi penelitian. tingkat resiko kegiatan yang dilakukan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 23 . penuh makna. tetap.

Metode dan Alasan Menggunakan Metode B. Sampel Sumber Data E. Rencana Pengujian Keabsahan Data IV. Instrumen Penelitian D. PENDAHULUAN A.. III. Fokus Penelitian C. B. …………………………. Latar Belakang B.SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF I.. Rumusan Masalah D. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A.. …………………………. BIAYA YANG DIPERLUKAN Nursa’id Fitria (06101410022) Page 24 . Organisasi Penelitian B. PROSEDUR PENELITIAN A. Manfaat Penelitian II. …………………………. Tempat Penelitian C. Jadwal Penelitian V. Tujuan Penelitian E. Teknik Pengumpulan Data F. C. Teknik Analisis Data G. STUDI KEPUSTAKAAN A.

dan disarankan oleh pembimbing atau orang yang dipandang ahli. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Walaupun dalam penelitian kualitatif. masalah ini bersifat sementara. maka peneliti perlu mengganti rumusan masalah penelitiannya. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dalam proposal penelitian kualitatif juga masih bersifat sementara. Dalam proposal tujuan penelitian terkait dengan rumusan masalah. Fokus dalam penelitian ini juga masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian di lapangan. Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif tidak berkenaan dengan variabel penelitian. D.I. tujuan. tetapi lebih makro dan berkaitan dengan kemungkinan apa yang terjadi pada obyek/situasi sosial penelitian tesebut. sehingga terlihat adanya kesenjangan yang merupakan masalah. bisa diperoleh dari studi pendahuluan. C. B. referensi. namun perlu dikemukakan dalam proposal penelitian. Fokus Penelitian Pada penelitian kualitatif. pengalaman. yang bersifat spesifik. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 25 . A. teori pengalaman. Masalah ini perlu dikemukakan dalam bentuk data. atau pernyataan orang-orang yang dianggap kredibel dalam media cetak maupun elektronik. Dalam latar belakang masalah ini perlu dikemukakan gambaran keadaan yang sedang terjadi selanjutnya dikaitkan dengan peraturan/kebijakan. yaitu untuk mengetahui segala sesuatu setelah rumusan masalah itu terjawab melalui pengumpulan data. dokumentasi laporan penelitian. penentuan fokus berdasarkan hasil studi pendahuluan. perencanaan. Rumusan Masalah Rumusan masalah ini merupakan panduan awal bagi peneliti untuk penjelajahan pada obyek yang diteliti. dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan. Namun bila rumusan masalah ini tidak sesuai dengan kondisi obyek penelitian.

dan keaslian. teori yang dikemukakan bersifat sementara. budaya. Selain itu. hipotesis dan teori. namun juga tidak menolak manfaat praktisnya untuk memecahkan masalah. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 26 . dan rencana pengujian keabsahan data. STUDI KEPUSTAKAAN Studi berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang terkait dengan nilai. tetapi justru menemukan hipotesis. teknik pengumpulan data. dan pedoman wawancara. yaitu relevansi. maka akan berguna untuk menjelaskan. dan akan berkembang atau berubah setelah peneliti berada di lapangan. III. tempat penelitian. holistik. II. dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti. menemukan pola. Dalam penelitian kualitatif. dan penuh makna sehingga tidak mungkin data pada situasi sosial tersebut dijaring dengan metode penelitian kuantitatif dengan instrumen seperti tes. manfaat penelitian lebih bersifat teoritis. Apabila peneliti kualitatif dapat menemukan teori. teknik analisis data. METODE PENELITIAN Komponen dalam metode penelitian kualitatif adalah: alasan menggunakan metode kualitatif. memprediksikan. karena dalam penelitian kualitatif tidak akan menguji hipotesis. kompleks dinamis. kemutakhiran. Metode dan Alasan Menggunakan Metode Kualitatif Pada umumnya alasan menggunakan metode kualitatif karena pemasalahan belum jelas. tidak perlu dibuat kerangka berpikir sebagai dasar untuk perumusan hipotesis. yaitu untuk pengembangan ilmu. Selanjutnya dalam landasan teori. dan mengendalikan suatu gejala. sampel sumber data penelitian.E. kuesioner. peneliti bermaksud memahami situasi sosial secara mendalam. A. Manfaat Penelitian Untuk penelitian kualitatif. Terdapat tiga kriteria terhadap teori yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian. instrumen penelitian.

pada proposal masih bersifat sementara. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 27 . Tempat Penelitian Dalam hal ini perlu dikemukakan tempat di mana situasi sosial tersebut akan diteliti. 4. Instrumen yang akan digunakan perlu dikemukakan pada bagian ini. sehingga sesuatu itu bukan sekedar diketahui. 3. di perusahaan. sehingga mampu “membukakan pintu” ke mana saja peneliti akan melakukan pengumpulan data. Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti. dan akan berkembang kemudian setelah peneliti di lapangan. Sampel sumber data pada tahap awal memasuki lapangan dipilih orang yang memiliki power dan otoritas pada situasi sosial atau obyek yang diteliti. di jalan. Misalnya di sekolah. Untuk itu perlu dikemukakan siapa yang akan menjadi instrumen penelitian. tetapi juga dihayatinya. Penentuan sampel sumber data. 2. dan lain-lain. sampel sumber data dipilih secara purposive dan bersifat snowball sampling. C. atau mungkin setelah permasalahannya dan fokus jelas peneliti akan menggunakan instrumen. Situasi sosial untuk sampel awal sangat disarankan suatu situasi sosial yang di dalamnya menjadi semacam muara dari banyak domain lainnya. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi. di lembaga pemerintahan. sampel sebagai sumber data atau sebagai informan sebaiknya yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. D. Instrumen Penelitian Dalam penelitian kualitatif. Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi. Sampel Sumber Data Dalam penelitian kualitatif. yang menjadi instrumen utama adalah peneliti sendiri atau anggota tim peneliti.B. di rumah. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil “kemasannya” sendiri. Selanjutnya dinyatakan bahwa.

dan gabungan ketiganya atau triangulasi. meningkatkan ketekunan. uji transferabilitas (validitas eksternal/generalisasi) dan uji konfirmabilitas (obyektivitas). E. maka perlu dikemukakan apa yang diobservasi. diskusi dengan teman sejawat. Tahap kedua adalah menentukan fokus. uji dependabilitas (reliabilitas) data. Selanjutnya pada tahap selections. Teknik Pengumpulan Data Pada bagian ini dikemukakan bahwa.5. G. analisis data dilakukan dengan analisis taksonomi. member check. kepada siapa akan melakukan wawancara. teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi partisipan. dalam penelitian kualitatif. studi dokumentasi. analisis datanya dengan analisis domain. Perlu dikemukakan kalau teknik pengumpulan datanya dengan observasi. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 28 . F. Namun yang utama adalah uji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara: perpanjangan pengamatan. pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan struKtural. Rencana Pengujian Keabsahan Data Uji keabsahan data meliputi uji kredibilitas data (validitas internal). Mereka yang pada mulanya tergolong “cukup asing” dengan peneliti sehingga lebih menggairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber. triangulasi. Tahapan dalam penelitian kualitatif adalah tahap memasuki lapangan dengan grand tour dan minitour question. Setelah analisis komponensial dilanjutkan analisis tema. teknik pengumpulan data dengan minitour question. kalau wawancara. analisis data dengan analisis komponensial. wawancara mendalam. Teknik Analisis Data Teknik analisis data lebih banyak dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. dan analisis kasus negatif.

antara 6 bulan sampai 24 bulan. jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal peneliti. Pembiayaan Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. Masing-masing perlu dikemukakan uraian tugas dan waktu yang tersedia. serta lamanya penelitian dilakukan. B. Dalam organisasi penelitian ini terdiri atas ketua tim peneliti. C. tenaga administrasi.IV. Untuk itu perlu direncanakan jadwal pelaksanaan penelitian yang berisi aktivitas yang dilakukan dan kapan akan dilakukan. pengumpul data. bendahara. ORGANISASI PENELITIAN DAN JADWAL PENELITIAN A. beberapa anggota peneliti. Organisasi Organisasi penelitian ini perlu dikemukakan. Jumlah biaya yang diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya. tingkat resiko kegiatan yang dilakukan. bila penelitian dilakukan oleh tim. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 29 . Jadwal Penelitian Pada umumnya penelitian kualitatif memerlukan waktu yang relatif lama.

Dalam bidang penelitian. atau dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) maka akan muncul masalah. Stonner mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antar pengalaman dengan kenyataan. Masalah penelitian perlu dinyatakan dengan jelas karena melalui prnyataan tersebut peneliti berusaha mengkomunikasikan kepada pihak lain tentang fokus dan pentingnya masalah. 1989). secara teknis masalah menyiratkan adanya kemungkinan dilakukannya suatu penyelidikan empiris. adanya pengaduan. a. b. Hal ini pada awalnya tentu akan memunculkan masalah. Apakah masalahnya sehingga apa yang telah direncanakan tidak menghasilkan kenyataan. karena akan dapat menimbulkan masalah. Orang yang bisanya menjadi pimpinan pada bidang pemerintahan harus berubah ke bidang pendidikan.SUMBER MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN SUMBER MASALAH Langkah pertama yang harus dilalui oleh seorang peneliti dalan proses penelitiannya adalah penentuan masalah. tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan dari rencana tersebut maka tentu ada masalah. antara rencana dengan pelaksanaan. pemecahan. Jadi untuk Nursa’id Fitria (06101410022) Page 30 . Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi. dan kompetisi. yakni pengumpulan dan analisis data (McMillan dan Scumacher. konteks dan skop kependidikan. serta kerangka kerja laporan penelitiannya. Secara umum masalah dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang memerlukan pembahasan. namun sering perubahan itu tidak diharapkan oleh orang-orang tertentu. antara apa yang direncanakan dengan kenyataan. antara aturan dengan pelaksanaan. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan Di dunia ini yang tetap hanya perubahan. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan Suatu rencana yang telah ditetapkan. informasi atau keputusan. antara teori dengan praktik. Orang atau kelompok yang biasanya mengelola pendidikan dengan sistem sentralisasi lalu berubah menjadi desentralisasi.

seperti pertanyaan yang memerlukan penjelasan tentang bagaimana melakukan sesuatu. Dalam penelitian. c. Data masalah dapat diperoleh dari hasil pengamatan pendahuluan terhadap hasil penelitian orang lain atau dari dokumentasi. menjelaskan (explaining) kejadian yang terobservasi. d. Data yang diberikan harus up to date. Akan tetapi. lengkap dan akurat. ternyata setelah ada pihak tertentu yang mengadukan produk maupun pelayanan yang diberikan. berisi masalah mengambang karena terlalu luas. peneliti juga bisa mengajukan berbagai pertanyaan baik yang bersifat teoritis maupun praktis di bidang pendidikan. Setelah melakukan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 31 . Dalam penelitian kuantitatif. setiap masalah harus ditunjukkan dengan data. kompetensi dan produktivitas yang masih rendah. atau pertanyaan tentang nilai. atau hipotesis. jumlah SDM yang terbatas. maka masalah SDM harus ditunjukkan dengan data. Dalam proposal penelitian. Dengan demikian masalah penelitian dapat digali dengan cara menganalisis isi pengaduan. Ada pengaduan Dalam suatu organisasi sekolah yang tadinya tenang tidak ada masalah. Ada kompetisi Adanya saingan atau kompetisi sering dapat menimbulkan masalah besar bila tidak dapat memanfaatkan untuk kerja sama. Pada umumnya masalah penelitian pada mulanya diidentifikasi melalui topik yang masih umum. Masalah SDM misalnya. pernyataan. masalah penelitian dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Misalnya penelitian tentang SDM. masalah yang menjadi fokus harus dinyatakan secara formal untuk menunjukkan perlunya dilakukan penyelidikan secara empiris. serta mengembangkan pemecahan masalah kependidikan. Pada umumnya peneliti dalam bidang pendidikan memfokuskan kajiannya pada usaha untuk mendeskripsikan fenomena kependidikan. tidak semua pertanyaan dapat digolongkan dalam masalah penelitian.menemukan masalah dapat diperoleh dengan cara melihat dari adanya penyimpangan antara yang direncanakan dengan kenyataan. maka akan timbul masalah dalam organisasi itu. Disamping itu. jenjang pendidikan yang rendah.

Hal ini karena teori masih berupa konsep tersebut hanya diperoleh dan dikembangkan dari hasil pemikiran secara rasional. Dalam kenyataan kependidikan. Sumber-sumber masalah : 1. staf pengajar dan administrasi. Masalah yang muncul dari situasi demikian diantaranya berkenaan dengan kebutuhan kependidikan yang memerlukan informasi tentang perencanaan. Kepustakaan tentang hasil penelitian juga memberikan rekomendasi perlunya dilakukan replikasi atau penelitian ulang. Masalah sosial yang sedang diterjadi dapat memberikan masukan yang berarti bagi peneliti untuk dijadikan masalah penelitiannya. 3. dapat memunculkan masalah penelitian. seringkali subjek yang dipilih sulit atau bahkan tidak mungkin dipilih secara acak. Deduksi dari teori. Situasi praktis. 2. 5. yang kemungkinan mempunyai pengaruh terhadap siswa. pengembangan. Masalah penelitian dapat diangkat dari hasil observasi terhadap hubungan tertentu yang belum atau tidak mempunyai dasar penjelasan yang memadai. Observasi terhadap praktek kependidikan. serta masyarakat. baik dengan atau tanpa variasi. 4. Teori merupakan konsep yang masih berisi tentang prinsip-prinsip umum yang mana penerapannya dalam kondisi atau pelaksanaan kependidikan tertentu belum diketahui selama belum diuji secara empiris. seringkali mendesak diadakannya peelitian evaluatif. kebanyakan keputusan yang dibuat oleh praktisi didasarkan atas praduga tanpa didukung data empiris. Replikasi dapat meningkatkan validitas hasil penelitian yang lalu dan kemampuannya untuk digeneralisasikan lebih luas. sehingga hasilnya hanya bisa digeneralisasikan secara terbatas. merupakan sumber yang kaya akan masalah penelitian. terutama dalam kaitannya dengan pembuatan keputusan tetentu. Dalam penelitian.kepustakaan yang berkenaan dengan topik tersebut kemudian peneliti lebih memfokuskan topik tersebut sehingga menjadi masalah penelitian yang lebih spesifik. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 32 . dan pelaksanaan suatu program. misalnya dalam eksperimen.

Kriteria Pemilihan Masalah Dalam memilih masalah yang akan diperoleh dari sumbernya. 2. dan waktu 3. seorang peneliti hendaknya menghindari mengangkat masalah yang sudah ada informasi yang jelas dari penelitian ini. maupun kerja sama institusional dan admnistratif. Untuk itu. waktu dan biaya. Baru untuk menghindari adanya duplikasi yang tak perlu Suatu penelitian agar dapat memberikan sumbangan yang berarti. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 43). peneliti hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor sebagai kriteria pemilihan. Dengan demikian penelitian tersebut tidak hanya menghamburkan tenaga. Secara lebih detail. salah satunya dalah agar masalah yang diteliti dapat menyumbangkan informasi baru yang belum atau masih kurang jelas dapat diperoleh dari penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti lain. biaya. peneliti hendaknya menghindari adanya duplikasi masalah. Kriteria eksternal berkenaan dengan. baik yang sifatnya eksternal maupun personal (Good. Oleh karena itu Nursa’id Fitria (06101410022) Page 33 . metode. kriteria pemilihan masalah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Menarik serta menantang secara intelektual Dalam sejarah ilmu pengetahuan. Dengan kata lain. misalnya. Nilai maanfaat bagi bidang kajian pendidikan Penelitian merupakan suatu aktivitas yang banyak memerlukan tenaga. Motivasi dilakukan penelitian yang berhasil tersebut sematamata karena dorongan ingin tahu serta kesenangan dan kepuasan. Suatu penelitian harus dapat memberikan sumbangan yang berarti terhadap pengembangan pengetahuan dibidang kependidikan. Orang yang terlibat secara langsung dalam situasi tertentu akan lebih peka dalam memahami makna yang berkaitan dengan situasi tersebut. penemuan-penemuan yang diperoleh oleh para sarjana yang memiliki nama besar didapat karena keingintahuan intelektual yang sangat besar.6. Pengembangan pribadi dapat memunculkan masalah yang memerlukan jawaban empiris untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam melalui metode kualitatif. tersedianya data. masalah yang sedang hangat dan penting bagi bidang penelitian.

seorang peneliti pendidikan juga harus mempunyai pengethuan dasar dan metodologi penelitian tentang subjek bidang kajian lain sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitiannya. Tersedianya sponsor dan kerja sama administratif Penelitian terhadap beberapa masalah. 6. misalnya dalam penelitian eksperimen dan historis seringkali memerlukan sumber. atau mengolah dan menganalisis data yang terkumpul. seperti sosiologi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. merekam data dengan akurat. Latihan serta klasifikasi personal Pengembangan bidang pendidikan berutang pada bidang kajian lain. 5. Dalam memilih masalah. Dalam memilih masalah. peneliti harus mempertimbangkan kemungkinan adanya sponsor atau pihak lain yang dapat dan bersedia mendukung pelaksanaan penelitiannya. dalam memilih masalah peneliti juga harus mempertimbangkan apakah data yang cukup untuk untuk menjawab masalah dapat diperoleh dan apakah ada metode yang cocok untuk digunakan. Keberadaan fasilitas tersebut terutama dimaksudkan untuk mempermudah proses pengamatan melalui kontrol terhadap kondisi. 7. Oleh karena itu. Hal ini karena para peneliti kependidikan banyak yang menggunakan pendekatan penelitian yang digunakan dalam bidang lain tersebut untuk memahami dan melakukan penelitian di bidang pendidikan. sejarah. antropologi. 4. dan kondisi kerja tertentu. peralatan. hendaknya peneliti memperhatikan sumber biaya yang diperlukan untuk Nursa’id Fitria (06101410022) Page 34 .permasalahan yang diangkat harus didasarkan pada minat serta rasa ingin tahu yang besar sehingga peneliti akan bersedia melakukan penlitiannya dengan senang hati dan menurahkan perhatiannya secara maksimal. Tersedianya data dan metode alat khusus serta kondisi kerja Selanjutnya. 8. Biaya dan hasil Penelitian memerlukan biaya yang mahal. konsultan atau pembimbing. dan psikologi. misalnya sekolah. Tersediannya sponsor dan kerja sama administratif Penelitian kependidikan sering kali harus melibatkan beberapa pihak yang berkepentingan.

komparatif dan asosiatif. maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. maupun profesi. baik hanya pada satu Nursa’id Fitria (06101410022) Page 35 . Bentuk masalah dapat dikelompokkan ke dalam bentuk masalah deskriptif. dalam memilih permasalahan peneliti harus mempertimbangkan waktu yang tersedia. historis. Bila waktu yang tersedia bagi peneliti hanya terbatas kemungkinan besar ia tidak bisa merampungkan penelitiannya dengan baik. karena setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah. Oleh karena itu jika masalah yang diajukan kemungkinan akan membahayakan. Namun demikian terdapat kaitan erat antara masalah dan rumusan masalah. Masalah merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. 9. masalah yang diangkat hendaknya tidak terlalu luas sehingga dapat mencukupi untuk penyelesaiannya. Rumusan Masalah Deskriptif Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri. Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah Penelitian Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian dikembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi (level of explanation). baik bahaya fisik. Waktu Beberapa penelitian naturalistik. Oleh karena itu.kebutuhan penelitiannya. peneliti hendaknya juga memperhatikan bahaya tertentu yang mungkin bisa timbul terhadap perorangan. 10. hendaknya peneliti meninjaunya kembali. Bila biaya terbatas. dan longitudinal seringkali memerlukan waktu yang cukup panjang untuk menyelesaikannya. Bahaya Dalam memilih permasalahan. kelompok. Rumusan Masalah Rumusan masalah berbeda dengan masalah. eksperimen. a. mental maupun sosial.

Contoh rumusan masalah komparatif: 1).variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Adakah perbedaan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 36 . 3). Penelitian semacam ini untuk selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif. Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel itu dengan variabel lain. 2). Pegawai Swasta dan Pedagang? (dua variabel tiga sampel). Adakah perbedaan disiplin kerja guru antara sekolah di Kota dan di Desa? (satu variabel dua sampel). Rumusan Masalah Komparatif Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda. Contoh rumusan masalah deskriptif: 1) Seberapa baik kinerja Departemen Pendidikan Nasional? 2) Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri Berbadan Hukum? 3) Seberapa tinggi efektivitas kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia? 4) Seberapa tinggi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah di bidang pendidikan? 5) Seberapa tinggi tingkat produtivitas dan keuntungan finansial Unit Produksi pada Sekolah-sekolah Kejuruan? 6) Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar rata-rata per hari muridmurid sekolah di Indonesia? Dari beberapa contoh di atas terlihat bahwa setiap paertanyaan penelitian berkenaan dengan satu variabel atau lebih secara mandiri. atau pada waktu yang berbeda. b. Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah negeri dan swasta? (variabel penelitian adalah prestasi belajar pada dua sampel yaitu sekolah negeri dan sekolah swasta). motivasi belajar dan hasil belajar antara murid yang berasal dari keluarga Guru.

Adakah hubungan antara jumlah es yang terjual dengan kejahatan terhadap murid sekolah? 2. Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan simetris: 1. Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin sekolah? Contoh judul penelitiannya adalah sebagai berikut: 1. 1) Hubungan simetris Hubungan simetris adalah hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama. yaitu: hubungan simetris. Terdapat tiga bentuk hubungan.c. Hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin sekolah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 37 . Adakah hubungan antara rumah yang dekat rel kereta dengan jumlah anak? 3. hubungan kausal. Hubungan antara jumlah es yang terjual dengan jumlah kejahatan terhadap murid sekolah 2. Hubungan antara rumah yang dekat rel kereta api dengan jumlah anak 3. Jadi bukan hubungan kausal maupun interaktif. dan intraktif/resiprocal/timbal balik. Rumusan Masalah Asosiatif Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dau variabel atau lebih.

Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar anak SD di Kecamatan A. media pendidikan.2) Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan pada SMK di Provinsi Indrakila. Jadi di sini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan variabel dependen (variabel yang dipengaruhi). 2. Hubungan pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak di SD Kabupaten Alengkapura. Seberapa besar pengaruh kurikulum. Adakah hubungan pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak? (pendidikan orang tua varibel independen dan prestasi belajar variabel dependen) 2. Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan kausal: 1. Pengaruh kurikulum. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 38 . media pendidikan dan kualitas guru sebagai variabel independen dan kualitas SDM sebagai variabel dependen) Contoh judul penelitiannya: 1. Seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala SMK terhadap kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan? (kepemimpinan variabel independen dependen). (Di sini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi dapat mempengaruhi motivasi). 3. Di sini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen. Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan interaktif: 1. kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah. dan kecepatan memperoleh pekerjaan variabel 3) Hubungan interaktif/reciprocal/timbal balik Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. 3. media pendidikan dan kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah? (kurikulum.

pengawasan. VARIABEL PENELITIAN Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut. dan lain-lain. Di bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). Hubungan antara kecerdasan dengan kekayaan. produktivitas kerja. motivasi. Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variabel adalah konstrak (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. penghasilan. Struktur organisasi. bentuk. Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang atau obyek yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain. koordinasi. kepemimpinan. ukuran. demikian juga orang yang kaya dapat meningkatkan kecerdasan karena gizi terpenuhi). Jadi kalau peneliti akan memilih variabel penelitian baik yang dimiliki orang. Variabel juga dapat merupakan atribut dari bidang keilmuan atau kegiatan tertentu. maka harus ada variasinya. Berat. pendidikan. jenis kelamin. Dinamakan variabel karena ada variasinya. kemudian ditarik kesimpulannya. Dengan demikian variabel itu merupakan suatu yang bervariasi. Diberikan contoh misalnya. disiplin kerja. merupakan atribut-atribut dari setiap orang. golongan gaji. berat badan. kebijakan merupakan contoh variabel dalam kegiatan administrasi pendidikan. deskripsi pekerjaan. karena berat badan sekelompok orang itu bervariasi antara satu orang dengan yang lain. sikap. obyek. Untuk dapat bervariasi maka penelitian harus didasarkan pada sekelompok sumber data atau obyek yang bervariasi. Misalnya. Demikian juga prestasi belajar karena prestasi belajar dari sekelompok murid tentu bervariasi. kepemimpinan. dan warna merupakan atribut-atribut dari setiap obyek. tingkat aspirasi. prosedur dan mekanisme kerja. model pendelegasian. berat badan dapat diakatakan variabel. (kecerdasan dapat menyebabkan kaya. Variabel yang tidak ada variasinya bukan dikatakan sebagai variabel.2. maupun bidang kegiatan dan keilmuan tertentu. Tinggi. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 39 . status sosial.

Dalam SEM (Structural Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural). Berdasarkan pengertian-pengertian di atas. Dalam SEM (Structural Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural). obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dengan kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat. menyatakan bahwa variabel adalah suatu kualitas (qualities) di mana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya. Variabel Dependen Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat.Selanjutnya Kidder (1981). karena adanya variabel bebas. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). variabel dependen disebut sebagai variabel indogen. b. Motivasi Belajar (Variabel Independen) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 40 . Macam-macam Variabel Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi sebagai berikut: a. maka dapat dirumuskan di sini bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang. Variabel Independen Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. variabel independen disebut sebagai variabel eksogen.

c. Variabel Moderator Adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Variabel Intervening Adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur. Motivasi Belajar (Variabel Independen) Gaya Belajar Siswa (Variabel Intervening) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Suasana Belajar (Variabel Moderator) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 41 . Variabel ini juga disebut sebagai variabel independen kadua Motivasi Belajar (Variabel Independen) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Suasana Belajar (Variabel Moderator) d.

fasilitas kelas.e. Motivasi Belajar (Variabel Independen) Motivasi Belajar (Variabel Independen) Waktu belajar. pokok bahasan (Variabel Kontrol) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 42 . Variabel Kontrol Adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap variabel dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.

POPULASI DAN SAMPEL

A. Populasi Populasi adalah kelompok subjek yang ingin dikenai generalisasi hasil penelitian. Menurut Sugiyono “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga subjek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekadar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu.

Karakteristik Populasi Karakteristik populasi menentukan luas atau sempitnya generalisasi dan heterogenitas populasi. 1. Karakteristik sempit/sedikit Generalisasi lebih luas, lebih heterogen 2. Karakteristik luas/banyak Generalisasi lebih sempit,lebih homogeny

A. Sampel Menurut Sugiyono, “sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 43

Syarat Sampel 1. Representatif; mewakili populasi; karakteristiknya harus mencerminkan karakteristik populasi. 2. Yang diteliti adalah populasi, yang diambil datanya adalah data sampel. 3. Kesimpulan yang diambil adalah untuk populasi.

Tujuan Pengambilan Sampel (Sampling) 1. Mereduksi objek penelitian 2. Ingin melakukan generalisasi 3. Menyederhanakan tugas penelitian 4. Efektivitas dan efisiensi Langkah – Langkah Dalam Pengambilan Sampel 1. Tentukan luas populasi sebagai daerah generalisasi 2. Penegasan sifat dan ciri populasi 3. Tentukan besarnya sampel 4. Tentukan teknik samplingnya D. Teknik Sampling 1. Probability Sampling Probability sampling adalah teknik sampling (teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Semua anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. a. Simple Random Sampling Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. 1. 2. 3. Undian dengan pengembalian atau undian tanpa pengembalian Penggunaan tabel bilangan random Sistematik random

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 44

b. Disproportionate Stratified Random Sampling Teknik ini dugunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional. Misalnya pegawai dari unit kerja tertentu mempunyai; 3 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 90 orang S1, 800 orang lulusan SMU, 700 orang lulusan SMP, maka tiga orang lulusan S3 dan empat orang lulusan S2 itu diambil semuanya sebagai sampel. Karena kedua kelompok ini terlalu kecil bila dibandingkan dengan kelompok S1, SMU dan SMP. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Strata berdasarkan usia Strata berdasarkan jenjang pendidikan Strata berdasarkan jenis kelamin Strata berdasarkan status perkawinan Strata berdasarkan status sosial ekonomi Strata berdasarkan asal sekolah Strata berdasarkan jenjang kepangkatannya atau jenjang jabatan

c. Proportionate Stratified Random Sampling Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari latar belakang pendidikan yang berstrata, maka populasi pegawai tersebut berstrata. Misalnya jumlah pegawai yang lulus S1=45, S2=30, STM=800, ST=900, SMEA=400, SD=300. Jumlah sampel yang harus diambil meliputi strata pendidikan tersebut. Jumlah sampel dan teknik pengambilan sampel diberikan setelah bagian ini.

d. Cluster Sampling (Area Sampling) Teknik ini digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misal penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 45

5. Berdasarkan profesi/pekerjaan 2. a. dan seterusnya sampai 100.untuk ini maka yang diambil sebagai sampel adalah nomor 1. Berdasarkan tempat pekerjaan 4. yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100. genap saja. Quota Sampling Sampling quota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (quota) yang diinginkan. Mengambil sampel yang punya karakteristik/ciri tertentu serta jumlah/quota yang harus diambil (misalnya: mahasiswa semester V dari berbagai PT yang kuliah sambil bekerja atau kuliah tapi sudah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 46 . 1. Teknik ini sering digunakan melalui dua tahap. b. Misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang. Dari semua anggota itu diberi nomor urut. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja. Sampling berdasarkan pada kelompok-kelompok masyarakat : 1. Non Probability Sampling Non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk diplih menjadi sampel. 20. Berdasarkan tempat tinggal 3. yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah. Berdasarkan area/wilayah/daerah 2.15.berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan. 10. dan tahap berikutnya menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga. Sampling Sistematis Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. atau kelipatan dari bilangan lima.

dst. bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Kalau pengumpulan data belum didasarkan pada quota yang diinginkan maka penenlitian dipandang belum selesai. sampelnya dari orang tua. kadinas. pengawas. yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. Purposive Sampling Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Tidak terikat dengan jumlah sampel Nursa’id Fitria (06101410022) Page 47 . 1. Dicari yang paling mudah dihubungi. Memilih sampel berdasarkan tujuan tertentu 2.berkeluarga). 2. Jumlahnya tidak ditentukan secara pasti 4. Misalnya untuk mengetahui kualitas pendidikan suatu daerah. Digunakan untuk menemukan suatu isu/hal-hal yang menjadi topik pembicaraan masyarakat d. Memiliki ciri-ciri yang esensial dari populasi 3. (ciri-ciri yang dicari tidak merupakan representasi dari populasi secara keseluruhan). karena belum memenuhi quota yang ditentukan. maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan. Sulit untuk diambil generalisasi 6. 4. 1. Pengambilan sampel seketemunya saja 2. Misalnya. Tidak representatif 3. c. guru. Mudah dilakukan 5. Incidental Sampling Teknik ini adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penenlitian kualitatif. akan melakukan penelitian tentang kualitas makanan.

Tidak ada ketentuan yang pasti 2. Dalam penentuan sampel. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. Sampling Jenuh Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Besarnya target fasilitas yang tersedia F. biasanya diambil sampel kelas Nursa’id Fitria (06101410022) Page 48 . Masing-masing anggota kelompok memilih kawannya (satu atau dua orang) untuk dijadikan sampel. Dimulai dari kelompok kecil 2. Besar Sampel 1. Semakin heterogen populasi. pertama-tama dipilih satu atau dua orang. Jumlah biaya yang tersedia 5. Snowball Sampling Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil. Tujuan penelitian: generalisasi. Kesediaan seseorang untuk dijadikan sampel 4. dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. kemudian membesar. Jika homogen.e. E. sampel tidak perlu banyak 3. Kawannya memilih kawannya lagi untuk dijadikan sampel. kurang dari 30 orang. kesan-kesan umum dalam waktu singkat 2. 1. Untuk penelitian di sekolah. Pengetahuan tentang populasi 3. jumlah sampel semakin banyak 4. Pertimbangan-pertimbangan dalam Menentukan Teknik Sampling 1. kemudian dua orang ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. Menyelidiki hubungan antar manusia dalam hubungan yang akrab f. 3. Sampel tidak boleh lebih dari 100 orang 5. begitu seterusnya sampai diperoleh jumlah sampel yang diinginkan 4. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil.

dan sebaliknya. H. maka jumlah sampel yang diambil sama dengan jumlah populasi tersebut yaitu 1000 orang. waktu dan tenaga yang tersedia. P . Rumus untuk menghitung ukuran sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya adalah sebagai berikut : s  2 .5. N .05 s  jumlah sampel 2 dengan dk  1. untuk tingkat kesalahan. P . Jumlah sampel yang 100% mewakili populasi adalah sama dengan jumlah anggota populasi itu sendiri. Cara demikian sering disebut dengan random sampling. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 49 . maka makin besar kesalahan generalisasi (diberlakukan umum). Makin besar tingkat kesalahan maka akan semakin kecil jumlah sampel yang diperlukan. Makin besar jumlah sampel mendekati populasi. 5%. Berapa jumlah anggota sampel yang paling tepat digunakan dalam penelitian? jawabannya tergantung pada tingkat kesalahan yang dikehendaki.Q d  0. makin kecil tingkat kesalahan. Tingkat kepercayaan yang dikehendaki sering tergantung pada sumber dana. 1%. Jadi bila jumlah populasi 1000 dan hasil penelitian itu akan diberlakukan untuk 1000 orang tersebut tanpa ada kesalahan. 10 %. yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi. taraf kesaahan 1%. Menentukan Ukuran Sampel Jumlah anggota sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. dan 100%. atau cara pengambilan sampel secara acak. P  Q  0. maka akan semakin besar jumlah anggota sampel yang diperlukan. Menentukan Anggota Sampel Di dapan telah dikemukakan terdapat dua teknik sampling. 5%.Q d 2 ( N 1)  2 . Probability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang sama kepada anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Berikut ini diberikan tabel penentuan jumlah sampel dari populasi tertentu yang dikembangkan dari Isaac dan Michael.G.

dianggap tidak sah dan dikembalikan lagi. sesuai dengan jumlah anggota populasi. Misalnya nomor pertama tidak dikembalikan lagi maka peluang berikutnya menjadi 1 : (100 – 1) = 1/99. Bila yang telah diambil keluar lagi. maka setiap anggota popuasi mempunyai peluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel.Pengambilan sampel secara random/acak dapat dilakukan dengan bilangan random. maka perlu dikembalikan lagi. Dengan demikian cara pengambilannya bila nomor satu telah diambil. Karena teknik pengambilan sampel adalah random. kalau tidak dikembalikan peluangnya menjadi tidak sama lagi. Untuk contoh di atas peluang setiap anggota populasi = 1/100. maupun dengan undian. Peluang akan semakin besar bila yang telah diambil tidak dikembalikan. komputer. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 50 . maka setiap anggota populasi diberi nomor terlebih dahulu. Bila pengambilan dilakukan dengan undian.

Dalam penelitian kuantitatif. semakin banyak variabel yang diteliti. Deskripsi teori paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap variabelvariabel yang diteliti. Oleh karena itu landasan teori dalam proposal penelitian kuantitatif harus sudah jelas teori apa yang akan dipakai. Teori-teori yang dideskripsikan dalam proposal maupun laporan penelitian dapat digunakan sebagai indikator apakah peneliti menguasai teori dan konteks Nursa’id Fitria (06101410022) Page 51 . akan tergantung pada luasnya permasalahan dan secara teknis tergantung pada jumlah variabel yang diteliti. teori yang digunakan harus sudah jelas. Deskripsi teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori (dan bukan sekedar pendapat pakar atau penulis buku) dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti. Bila dalam suatu penelitian terdapat tiga variabel independen dan satu variabel dependen. dan sebagai referensi untuk menyusun instrumen penelitian. maka kelompok teori yang perlu dideskripsikan ada empat kelompok teori.KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN Kajian teoritis atau tinjauan pustaka atau landasan teori perlu ditegakkan agar penelitian mempunyai dasar yang kokoh dan bukan sekedar perbuatan cobacoba (trial and error). maka akan semakin banyak teori yang perlu dikemukakan. Berapa jumlah kelompok teori yang perlu dikemukakan/dideskripsikan. yaitu kelompok teori yang berkenaan dengan tiga variabel independen dan satu kelompok teori yang berkenaan dengan variabel dependen. kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabel yang akan diteliti menjadi lebih jelas dan terarah. oleh karena itu semua peneliti harus berbekal teori. sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis. Adanya landasan teori ini merupakan ciri bahwa penelitian itu merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data. Semua penelitian bersifat ilmiah. Oleh karena itu. melalui pendefinisian dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi. sehingga ruang lingkup. karena teori di sini akan berfungsi untuk memperjelas masalah yang diteliti.

dan kesimpulan. penelitian ini justru menggunakan sumber-sumber bacaan lama). baik perpustakaan lembaga formal maupun perpustakaan pribadi. sampel penelitian. Untuk mnguasai teori maupun generalisasi-generalisasi dari hasil penelitian. waktu penelitian. agar dapat mengetahui bagaimana Nursa’id Fitria (06101410022) Page 52 . dan kemutakhiran (kecuali penelitian sejarah. Makin baru sumber yang digunakan. Sumber-sumber bacaan dapat berbentuk buku-buku teks. ensiklopedia. maka peneliti harus rajin membaca. kemutakhiran berkenaan dengan dimensi waktu. kamus. analisis. kelengkapan berkenaan dengan banyaknya sumber yang dibaca. menunjukkan bahwa peneliti tidak menguasai teori dan konteks penelitian. jurnal ilmiah. Pengertian dan Tujuan Penelitian pendidikan tidak pernah dapat dipisahkan dengan pengetahuan kependidikan karena pada hakikatnya merupakan alat untuk mendapatkan informasi baru yang berguna untuk mengisi kekosongan atau menguji pengetahuan yang telah ada. dan menelaah yang dibaca itu setuntas mungkin agar ia dapat menegakkan landasan yang kokoh bagi langkah-langkah berikutnya. Relevansi berkenaan dengan kecocokan antara variabel yang diteliti dengan teori yang dikemukakan. maka akan semakin mutakhir teori tersebut. Secara teknis hasil penelitian yang relevan dengan apa yang akan diteliti dapat dilihat dari permasalahan yang diteliti.yang diteliti atau tidak. Sumber bacaan yang baik harus memenuhi tiga kriteria. yaitu relevansi. A. metode penelitian. maka dapat melihat di perpustakaan. Variabel-variabel penelitian yang tidak dapat dijelaskan dengan baik. tetapi masih dalam lingkup yang sama. baik dari segi pengertian maupun kedudukan dan hubungan antar variabel yang diteliti. maka peneliti harus mengetahui sumber-sumber bacaan. Untuk dapat membaca dengan baik. Orang harus membaca dan membaca. dan hasil-hasil penelitian. Membaca merupakan keterampilan yang harus dikembangkan dan dipupuk. Hasil penelitian yang relevan bukan berarti sama dengan yang akan diteliti. tempat penelitian. Oleh karena itu. kelengkapan. Bila peneliti tidak memiliki sumber-sumber bacaan sendiri.

Ulasan terhadap bahan kepustakaan yang berkaitan dengan topik penelitian tersebut juga bukan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa masalah penelitian yang diangkat belum pernah diteliti oleh peneliti yang lain. Ulasan kepustakaann ini tidak hanya sekedar untuk menghasilkan anotasi atau catatan bibliografi tentang masalah yang diangkat (Lindvall. Salah satu kelemahan dalam bidang kependidikan adalah kurang adanya kerangka teori yang dijadikan landasan masalah penelitian. Tujuan utama dari penulisan ulasan kepustakaan adalah untuk mengorganisasikan penemuan-penemuan penelitian yang pernah dilakukan sehingga pembaca akan memahami mengapa masalah yang diangkat mempunyai nilai penting serta menunjukkan bagaimana masalah tersebut dikaitkan dengan hasil penelitian dan pengetahuan yang lebih luas) McMillan dan Schumacher. perlu adanya ulasan terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan dengan topik masalah yang diangkat. Keterbatasan kerangka teori dalam bidang tersebut mungkin terjadi karena kompleksnya hubunganhubungan yang ada dalam masalah yang harus dikaji. Ulasan kepustakaan akan memungkinkan pembaca meningkatkan cakrawala nya dari segi tujuan dan hasil penelitian. Dengan mengetahui hasil-hasil penting dari penelitian yang pernah dilakukan. 1989. Lindvall. Ulasan kepustakaan juga dapat dipandang sebagai kontribusi terhadap penyusunan teori penelitian. peneliti dapat melakukan dengan cara menyusun hasil-hasil penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 53 . 1969 dalam Ibnu Hadjar : 76). peneliti dapat melihat bagaimana masalah penelitian dan penemuannya akan dapat dihubungkan dengan hasil penentuan penelitian lain dan bagaimana kombinasi penemuan tersebut dan penemuannya dapat membantu memberikan gambaran atau potret pengetahuan yang lebih utuh dan komplit tentang bidang tersebut. Ulasan kepustakaan sering juga disebut rasional penelitian karenamemberikan landasan rasional tentang mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan dalam kaitannya dengan kerangka pengetahuan. Untuk menyusun kerangka tersebut. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 76).hubungan dan di mana posisi pengetahuan yang telah ada.

menunjukkan bagaimana hasil-hasil tersebut saling berhubungan sehingga memberikan suatu organisasi pengetahuan yang telah ada. karya-karya yang dibuat oleh yang secara tidak Nursa’id Fitria (06101410022) Page 54 . Namun demikian. Menghubungkan penemuan dengan pengetahuan yang ada usulan untuk penelitian lebih lanjut. Banyak sedikitnya kepustakaan ini bergantung pada topik dan tujuan penelitian. Dengan cara ini peneliti memberikan kerangka yang memperlihatkan di mana masalah penelitiannya akan dapat mengisi kekurangan dalam pengetahuan yang ada. Memilih metodologi yang tepat e. Lebih lanjut kepustakaan tersebut berguna untuk menunjukkan signifikansi masalah. Menentukan dan membatasi permasalahan penelitian b. seperti penelitian sosiologi tentang interaksi kelompok kecil. Secara rinci hal tersebut dijelaskan : a.yang telah ada. Dalam topik yang sudah banyak dilakukan penelitian. Sumber Ulasan kepustakaan Pada dasarnya ulasan kepustakaan dalam penelitian harus didasarkan pada sumber asli yang ditulis oleh peneliti atau penemu teori itu sendiri secara langsung. c. Meletakkan penelitian pada prespektif sejarah dan asosional. mengembangkan desaian mendahului serta rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut. dan kajian dari bidang lain. Menghindari replikasi yang tidak disengaja dan tidak perlu d. ulasan kepustakaan biasanya berisi sumber hasil penelitian yang secara langsung berhubungan dengan penelitian yang diangkat yakni menyelidiki masalah yang serupa. penelitian psikologi tentang perkembangan intelektual pada anak. rujukan terhadap teori dan pengujian empiris terhadap teori. Hal ini akan memberikan alasan logis manfaat dari masalah yang diangkat dan menunjukkan bagaimana ia dapat membantu melengkapi hasil penelitian lain untuk memperluas pengetahuan dalama bidangnya. Kepustakaan adalah bahan-bahan yang secara nyata relevan dengan permasalahan seperti hasil penelitian yang pernah dilakukan yang menyelidiki pertanyaan yang serupa atau variabel yang sama. B.

Sumber primer Sumber primer adalah hasil-hasil penelitian atau tulisan-tulisan karya peneliti atau teoritis yang orisinil. hand book. baik secara empiris maupun teoritis. Contohnya adalah bukubuku teks. Sumber ini merupakan deskripsi langsung tentang kenyataan yang dibuat oleh individu yang melakukan pengamatan atau menyaksikan kejadian atau oleh individu yang mengemukakan teori yang pertama kali. Sumber preliminer Sumber preliminer adalah bahan-bahan rujukan yang dimaksudkan untuk membantu seseorang mengidentifikasi dan menemukan sumber primer atau Nursa’id Fitria (06101410022) Page 55 . teori dan metodologi yang digunakan untuk menyelidiki masalah. antara lain : 1. Oleh karena itu. Sumber ini berisi teks laporan hasil penelitian atau teori secara penuh atau lengkap. Ada tiga macam kategori ulasan kepustakaan yang telah diklasifkasikan. Dalam penelitian pendidikan. dan teknis. Di samping itu. skripsi. Contohnya adalah jurnal ilmiah. ini berarti deskripsi penyelidikan oleh peneliti sendiri atau deskripsi teori oleh penemunya. 2. tesis. Sumber sekunder Sumber sekunder adalah bahan pustaka yang ditulis dan dipublikasikan oleh penulis yang tidak secara langsung melakukan pengamatan atau berpartisipasi dalam kenyataan yang ia deskripsikan atau bahan penemu teori. 3. text book. ia dapat memberikan informasi yang detil tentang penelitian. detil. sumber ini juga mengkombinasikan informasi yang diperoleh dari beberapa sumber primer ke dalam satu kesatuan kerangka kerja sehingga memberikan ulasan secara ringkas tentang perkembangan penelitian dalam topik tertentu. dan disertasi. Kebanyakan sumber sekunder ini memuat daftar pustka yang menjadi sumber pengambilan bahan-bahan yang dijadikan sehingga daftar ini juga dapat dipergunakan untuk menemukan sumber primernya. proceeding.langsung melakukan penelitian atau membuat teori juga dapat dijadikan sumber informasi yang sangat berharga. Sumber ini berisi tentang hasil sintesis bahan-bahan yang berasal dari sumber utama.

Kata kunci ini dapat memudahkan untuk mencari bahan-bahan pustaka yang sesuai dengan masalah. judul. Indeks biasanya hanya berisi informasi kunci tentang bahan pustaka primer atau sekunder yakni penulis. Sumber ini sangat bermaanfaat untuk menunjukkan jenis-jenis tertentu yang diperlukan dalam beberapa ulasan kepustakaan untuk mencari subjek tertentu. abstrak berisi rangkuman singkat tentang laporan penelitian baik yang diterbitkan maupun yang tidak diterbitkan beserta bibliografi dan diterbitkan secara berkala. Mencari dan membaca sumber sekunder Bacaan bahan-bahan yang ada dalam sumber kedua akan memberikan ulasan dan pandangan sekaligus tentang topik dan akan membantu peneliti untuk membatasi masalah sehinga lebih cepat. peneliti akan menghemat waktu. Analisis pernyataan masalah Pernyataan masalah berisi konsep-konsep atau variabel yang membentuk petunjuk tentang topik kepustakaan. laporan-laporan. dan interaksi belajar mengajar. evaluasi. Dengan demikian. misalnya pembelajaran. Sedangkan. sumber preliminer berisi informasi tentang sumber primer dan sekunder. 2. biaya. dan tenaga karena sumber preliminer informasi tentang di mana artikel-artikel.sekunder. dan tempat penerbitan. sikap. Memilih sumber preliminer yang sesuai Sumber priliminer baik berupa indeks maupun abstrak akan membantu peneliti untuk mendapatkan informasi di mana sumber primer dapat diperoleh. Dengan kata lain. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 56 . 3. Ada dua macam sumber preliminer yakni abstraks dan indeks. buku-buku. dan dokumendokumen lain tentang suatu subjek tertentu dapat ditemukan dalam sumber primer atau sekunder. Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah sebagai berikut: 1.

4. KERANGKA BERPIKIR Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. mengapa variabel itu ikut dilibatkan dalam penelitian. Membaca sumber primer yang terkait Setelah mendapatkan sumber primer. Pertautan antar variabel tersebut. 6. dan metodologi dan kemudian disusun berdasarkan ide umum yang dapat meliputinya. Oleh karena itu pada setiap penyusunan paradigma penelitian harus didasarkan pada kerangka berpikir. selanjutnya dirumuskan ke dalam bentuk paradigma penelitian. kesamaan wawasan terhadap permasalahan. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Apabila penelitian hanya membahas sebuah variabel atau lebih secara mandiri. juga argumentasi terhadap variasi besaran variabel yang diteliti. maka yang dilakukan peneliti disamping mengemukakan deskripsi teoritis untuk masing-masing variabel. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dengan variabel dependen. Bila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening. maka juga perlu dijelaskan. Kerangka berpikir dalam suatu penelitian perlu dikemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua variabel atau lebih. Mengorganisasi catatan Hasil catatan yang dibuat pada langkah keempat dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa cara. Banyak sedikitnya ulasan serta kedalamannya sangat tergantung pada jenis penelitian serta banyaknya penelitian yang pernah dilakukan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 57 . Menulis kutipan Dalam membuat ulasan peneliti hanya mengutip hasil penelitian teori dan praktk yang relevan dengan masalah penelitian. peneliti membaca dan mencatat hasil analisis singkat terhadap sumber primer yang sesuai dan relevan dengan masalah penelitiannya disertai catatan bibliografinya secara lengkap. 5. misalnya kronologi.

dan kamus. selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis. Berdasarkan teori-teori yang telah dideskripsikan tersebut. selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis. maka langkah berikutnya adalah membaca bukubuku dan hasil penelitian yang relevan. dan apakah nama setiap variabel. Kriteria utama agar kerangka pemikiran bisa meyakinkan sesama ilmuwan. Seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar argumentasi dalam menyusun kerangka pemikiran yang membuahkan hipotesis. tesis. skripsi. jurnal ilmiah. Berapa jumlah variabel yang diteliti. ensiklopedia. 2. maka harus ditetapkan terlebih dahulu variabel penelitiannya. Sintesa tentang hubungan antar variabel tersebut. adalah alur-alur pikiran yang logis dalam membangun suatu kerangka berpikir yang membuahkan kesimpulan yang berupa hipotesis. dan disertasi. 1. Menetapkan Variabel Yang Diteliti Untuk menentukan kelompok teori apa yang perlu dikemukakan dalam menyusun kerangka berpikir untuk pengajuan hipotesis. merupakan titik tolak untuk menentukan teori yang akan dikemukakan. 3. Deskripsi Teori dan Hasil Penelitian (HP) Dari buku dan hasil penelitian yang dibaca akan dapat dikemukakan teoriteori yang berkenaan dengan variabel yang diteliti. Membaca Buku dan Hasil Penelitian (HP) Setelah variabel ditentukan. Hasil penelitian yang dapat dibaca adalah laporan penelitian. Buku-buku yang dibaca dapat berbentuk buku teks. Seperti telah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 58 . Jadi kerangka berpikir merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Kerangka pemikiran ini merupakan penjelasan sementara terhadap gejala-gejala yang menjadi obyek permasalahan. sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antar variabel yang diteliti.Penelitian yang berkenaan dengan dua variabel atau lebih biasanya dirumuskan hipotesis yang berbentuk komparasi maupun hubungan. Oleh karena itu dalam rangka menyusun hipotesis penelitian yang berbentuk hubungan maupun komparasi. maka perlu dikemukakan kerangka berpikir.

dan kedudukan antara variabel satu dengan yang lain dalam konteks penelitian itu. selanjutnya peneliti dapat melakukan sintesa atau kesimpulan sementara. dan hasil penelitian satu dengan penelitian yang lain. 7. deskripsi teori berisi tentang definisi terhadap masing-masing variabel yang diteliti. jika guru kompeten maka. Analisis Komparatif terhadap Teori dan Hasil Penelitian Analisis komparatif dilakukan dengan cara membandingkan antara teori satu dengan teori yang lain. Kerangka berpikir yang dihasilkan dapaat berupa kerangka berpikir yang asosiatif/hubungan maupun komparatif/perbandingan. uraian rinci tentang ruang lingkup setiap variabel. karena sering terjadi teori-teori yang berasal dari luar tidak sesuai untuk penelitian di dalam negeri. Analisis Kritis terhadap Teori dan Hasil Penelitian Pada tahap ini melakukan analisis secara kritis terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang telah dikemukakan. Sintesa Kesimpulan Melalui analisis kritis dan komparatif terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang relevan dengan semua variabel yang diteliti. 5. Perpaduan sintesa antara variabel satu dengan variabel yang lain akan menghasilkan kerangka berpikir yang selanjutnya dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 59 . 6. Kerangka berpikir asosiatif dapat menggunakan kalimat: jika begini maka akan begitu. 4.dikemukakan. Melalui analisis komparatif ini peneliti dapat memadukan antara teori satu dengan teori yang lain. Dalam analisis ini peneliti akan mengkaji apakah teori-teori dan hasil penelitian yang telah ditetapkan itu betul-betul sesuai dengan obyek penelitian atau tidak . hasil belajar akan tinggi. Kerangka Berpikir Setelah sintesa atau kesimpulan sementara dapat dirumuskan maka selanjutnya disusun kerangka berpikir. atau mereduksi bila dipandang terlalu luas.

dan teknik analisis statistik yang akan digunakan. Kerangka berpikir yang baik. sehingga pihak lain dapat memahami kerangka berpikir yang dikemukakan dalam penelitian. maka hipotesisnya berbunyi “ada hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi guru dengan hasil belajar”. berbentuk simetris. Berdasarkan hal ini maka bentuk-bentuk paradigma penelitian atau model penelitian kuantitatif khususnya untuk penelitian survey adalah sebagai berikut: Nursa’id Fitria (06101410022) Page 60 . dan ada hubungan gejala bersifat kausal (sebab akibat). Bila kerangka berpikir berbunyi “jika guru kompeten. yang dilandasi pada suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklasifikasikan. Pola hubungan antara variabel yang akan diteliti tersebut selanjutnya disebut sebagai paradigma penelitian. Kerangka berpikir tersebut selanjutnya perlu dinyatakan dalam bentuk diagram (paradigma penelitian). dan ada teori yang mendasari 3. teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis. PARADIGMA PENELITIAN Dalam penelitian kuantitatif/positivistik. Variabel-variabel yang akan diteliti harus dijelaskan 2. jenis dan jumlah hipotesis. Jadi paradigma penelitian dalam hal ini diartikan sebagai pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian. 4. Diskusi juga harus dapat menunjukkan dan menjelaskan apakah hubungan antar variabel itu positif atau negatif. maka peneleiti dapat melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada beberapa variabel saja. kausal.8. atau interaktif (timbal balik). memuat hal-hal sebagai berikkut: 1. Hipotesis Berdasarkan kerangka berpikir tersebut selanjutnya disusun hipotesis. maka hasil belajar akan tinggi”. Diskusi dalam kerangka berpikir harus dapat menunjukkan dan menjelaskan pertautan/hubungan antar variabel yang diteliti.

Hipotesis yang dirumuskan ada dua macam yaitu hipotesis deskriptif dan hipotesis asosiatif (hipotesis deskripitf sering tidak dirumuskan) 1). Jumlah rumusan masalah deskriptif ada dua. Prestasi belajar siswa lembaga pendidikan tersebut telah mencapai 99% dari yang diharapkan. maka dapat dengan mudah ditentukan teknik statistik yang digunakan untuk analisis data dan menguji hipotesis. c. b. Rumusan masalah asosiatif/hubungan (satu) Bagaimanakah hubungan atau pengaruh kualitas alat dengan kualitas barang yang dihasilkan. maka dapat ditentukan: a. maka prestasi belajar murid akan meningkat pada gradasi yang tinggi (kata signifikan hanya digunakan apabila hasil uji hipotesis akan digeneralisasikan ke populasi di mana sampel tersebut diambil. b). 2). yaitu teori tentang media pendidikan dan prestasi belajar. Kualitas media yang digunakan oleh lembaga pendidikan tersebut telah mencapai 70% baik. d. Bagaimana Y? (prestasi belajar murid) 2). Berdasarkan paradigma tersebut. Teknik Analisis Data Berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis tersebut. Bagaimana X? (kualitas guru) b). Dua hipotesis deskriptif: (jarang dirumuskan dalam penelitian) a). Nursa’id Fitria (06101410022) Page 61 . Teori yang digunakan ada dua.1. Paradigma Sederhana Paradigma penelitian ini terdiri atas satu variabel indelpenden dan satu variabel dependen. Rumusan masalah deskriptif (dua) a). Hal ini berarti bila kualitas media pendidikan ditingkatkan. Hipotesis asosiatif Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas media pendidikan dengan prestasi belajar murid. dan asosiatif ada satu yaitu: 1).

Paradigma sederhana menunjukkan hubungan antara satu variable independen dengan satu variabel dependen secara berurutan. Paradigma Ganda dengan Tiga Variabel Independen Dalam paradigma ini terdapat tiga variabel independen (X1. Untuk mencari hubungan X1 dengan Y dan X2 dengan Y. Untuk hipotesis asosiatif. Paradigma Sederhana Berurutan Dalam paradigma ini terdapat lebih dari dua variabel. Rumusan masalah deskriptif ada 4 dan rumusan masalah asosiatif (hubungan) untuk yang sederhana ada 6 dan yang ganda minimal 1. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 62 . bila data ke dua variabel berbentuk interval atau ratio. 2. Untuk mencari hubungan X1 dengan X2 secara bersama-sama terhadap Y menggunakan korelasi ganda. X2 dengan X3. bila datanya berbentuk interval dan ratio. menggunakan teknik korelasi sederhana. Untuk mencari hubungan antar variabel (X1 dengan X2. X2. tetapi hubungannya masih sederhana. Dalam paradigma ini terdapat tiga rumusan masalah deskriptif dan 4 rumusan masalah asosiatif (3 korelasi sederhana dan 1 korelasi ganda). dapat dihitung jumlah rumusan masalah. Naik turun harga Y dapat diprediksi melalui persamaan regresi Y atas X3. Untuk dua hipotesis deskriptif. X3) dan satu variabel dependen (Y). Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen dan satu variabel dependen. 3. Paradigma ganda dengan dua variabel independen X1 dan X2.1). 2). maka menggunakan teknik Statistik Korelasi Product Moment. dengan persamaan Y = a + bX3. 4. Berdasarkan contoh 1 tersebut. dan satu variabel dependen Y. maka pengujian hipotesis menggunakan t-test one sample. X3 dengan Y) tersebut digunakan teknik korelasi sederhana. deskriptif dan asosiatif.

Regresi sederhana dan ganda serta korelasi parsial dapat digunakan untuk analisis dalam paradigma ini. 6. Untuk mencari besarnya hubungan antara X1 dengan Y. X2. r2.Paradigma ganda dengan tiga variabel independen yaitu X1. r3. X1 dengan X2. Demikian juga untuk Y1 dengan Y2. X2 dengan X3. Korelasi dan regresi ganda juga dapat digunakan untuk hubungan antar variabel secara simultan. dan X1 dengan X3 dapat menggunakan korelasi sederhana. Analisis dilakukan dengan menggunakan korelasi dan regresi sehingga dapat diketahui untuk sampai pada variabel dependen terakhir. Paradigma Jalur Teknik analisis Statistik yang digunakan dinamakan path analysis (analisis jalur). Analisis regresi sederhana maupun ganda dapat juga digunakan untuk memprediksi jumlah tiket yang terjual dan kepuasan penumpang Kereta Api. Untuk mencari besarnya hubungan antar X1 secara bersama-sama dengan X2 dan X3 terhadap Y digunakan korelasi ganda. r4. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen dan Dua Variabel Dependen Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen (X1. X2) dan dua variabel dependen (Y1 dan Y2). harus lewat jalur langsung atau melalui variabel intervening. Terdapat 4 rumusan masalah deskriptif dan 6 rumusan masalah hubungan sederhana. Hubungan antara X1 bersama-sama dengan X2 terhadap Y1 dan X1 dan X2 bersama-sama terhadap Y2 dapat dianalisis dengan korelasi ganda. 7. Dalam paradigma itu terdapat empat rumusan masalah deskriptif dan enam rumusan masalah hubungan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 63 . dan r6 dapat dianalisis dengan korelasi sederhana. X3 dengan Y. Analisis regresi juga digunakan di sini. dan X3. Untuk mencari besarnya hubungan antara X dan Y1 dan X dengan Y2 digunakan teknik korelasi sederhana. 5. Hubungan antar varibel r1. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Dependen Paradigma ganda dengan suatu variabel independen dan dua variabel dependen. X2 dengan Y. r5.

hipotesis adalah alat yang mempunyai kekuatan dalam proses inkuiri. Pengertian Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Jawaban yang masih bersifat sementara dan bersifat teoritis ini disebut sebagai hipotesis. belum jawaban yang empirik dengan data. karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan. Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan maslah penelitian. Karena hipotesis dapat menghubungkan dari teori yang relevan dengan kenyataan yang ada atau fakta atau dari kenyataan dengan teori yang relevan. Selanjutnya hipotesis tersebut akan diuji oleh peneliti dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Hipotesi juga juga penting peranannya karena dapat menunjukkan harapan dari si peneliti Nursa’id Fitria (06101410022) Page 64 . Setelah selesai menyusun landasan teori. Bertolak dari yang telah dilakukan dalam mencari landasan teori. para peneliti akan mempunyai tiga peluang dalam memberikan jawaban sementara terkait dengan permasalahan penelitian. Apakah peneliti mempunyai arah jawaban yang pasti secara positif maupun negatif terhadap permasalahan masalah tersebut. Pada penelitian kualitatif tidak dirumuskan hipotesis. Dikatakan sementara. di mana rumusan masalah penelitian penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dalam metode penelitian.HIPOTESIS PENELITIAN A. tetapi justru diharapkan dapat ditemukan hipotesis. seorang peneliti biasanya sampai pada suatu kesimpulan tentang permasalahan penelitian. Hipotesis dikatakan sementara karena kebenarannya masih perlu diuji atau dites kebenarannya dengan data yang asalnya dari lapangan.

Hipotesis yang baik menunjukkan bahwa peneliti mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup dalam kaitannya dengan permasalahan b. jawaban sementara dapat dipergunakan sebagai petunjuk analisis. Walaupun hal ini tidak Nursa’id Fitria (06101410022) Page 65 . Hipotesis penelitian mempunyai fungsi memberikan jawaban sementara terhadap rumusan masalah atau research questions.yang direfleksikan dalam hubungan ubahan atau variabel dalam permasalahan penelitian. Memberikan kisi-kisi laporan untuk melaporkan kesimpulan studi. yaitu : a. Dengan hipotesis. Secara fungsional hipotesis dalam penelitian itu sangatlah penting. 4. Menyediakan para peneliti dengan pernyataan hubungan antar variabel yang dapat diuji kebenarannya 3. dkk. Bahwa dengan hipotesis dapat memberikan arah dan petunjuk tentang pengambilan data dan proses interpretasinya. peneliti lebih mudah dalam mencari pemecahan masalah atas dasar pernyataan hipotesis yang telah dibuat sebelumnya. Oleh karena itu hipotesis dibuat sebaiknya sebelum peneliti terjun ke lapangan mengumpulkan data yang diperlukan. Dalam penelitian. seorang peneliti yang menuliskan hipotesis secara baik mempunyai beberapa tujuan penting. Memberikan arah yang perlu dilakukan oleh peneliti dalam melakukan penelitian. Menyediakan keterangan secara sementara terhadap gejala dan memungkinkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan 2. Hipotesis dalam posisinya sebagai salah satu unsur penelitian dapat dimisalkan seperti kompas bagi nahkoda kapal. Di antara tujuan tersebut diantaranya sebagai berikut : 1. 1985:76) ada dua alasan yang mendasarinya. Mengapa hipotesis dibuat sebelum peneliti ke lapangan (Ary. Kompas dapat dipergunakan sebagai penentu arah dalam perjalanan di tengah lautan sehingga mencapai pelabuhan yang dituju. Bila hipotesis dinyatakan dengan tepat dan teliti.

Hipotesis penelitian pada umumnya tidak diuji menggunakan teknik statistika. Dilihat dari posisinya hipotesis penelitian biasanya ditempatkan dalam bab kedua. jika ingin mengubah harus mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut. Berikut ini diberikan beberapa contoh hipotesis penelitian a. 2) Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor. rumusan masalah yang direncanakan dapat dicakup dalam penelitian yang hendak dilakukan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 66 . yaitu studi kepustakaan setelah landasan teori dan atau setelah kerangka berfikir tersusun.mutlak. sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III. Jika penelitian bersifat korelasional maka: 1) Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya. sebagai rambu-rambu tindakan selanjutnya di lapangan. 3) Hipotesis harus berlandaskan teori. Ada hubungan yang negatif dan tidak signifikan antar besarnya gaji yang diterima para guru dengan keinginan bekerja sambilan di luar lembaga tempat bekerja. Ada pengaruh positif dan signifikan antara motivasi dan gaya kepemimpinan dalam organisasi terhadap produktivitas lembaga c. Karena memang fungsinya yang utama untuk memberikan jawaban sementara. Yang penting adalah bahwa dengan dirumuskannya hipotesis penelitian. Ada korelasi positif dan signifikan antara usaha peningkatan belajar di sekolah dengan hasil pencapaian belajar siswa b. hipotesis penelitian pada umumnya sama banyaknya dengan jumlah rumusan masalah yang telah ditetapkan dalam rencana penelitian.

H1 Hipotesis Nol (Null hypothesis).tiada alternatif lain Titik-Titik Kritikal (genting) Dalam kaidah ujian hipotesis. min yang diperoleh daripada sampel tidak akan tepat pada min populasi. kita dapati bahwa setiap sampel yang dipilih akan memberi min yang agak berlainan.Langkah-Langkah Menguji Hipotesis Pengujian hipotesis memerlukan tiga "ingredient" :    Soalan penyelidikan Populasi yang ditakrif dengan tepat (well-defined population) Alat mengukur Untuk membuktikan sesuatu hipotesis. kita akan coba membuktikan H0 benar. Sekiranya kita tidak dapat membuktikan H0 benar maka kita terpaksa menerima bahwa H1 adalah benar. Jika nilai min sampel terjatuh di dalam kawasan genting.ia itu kedua-dua hipotesis tidak boleh benar atau tidak benar pada masa yang sama Ekhaustif (exhuastive) . kaedah menguji memerlukan dua kenyataan yang bertentangan :   Hipotesis penyelidikan (yang juga dikenali sebagai hipotesis alternatif). Nursa’id Fitria (06101410022) Page 67 . maka hipotesis nol perlu ditolak. Nilai-nilai yang lebih tinggi daripada titik ini dianggap sebagai di dalam kawasan genting. H0 Untuk membuktikan H1 benar. Dengan lain perkataan. biasanya kita akan cuba menbuktikan H0 tidak benar. Mengenai persampelan. Ciri-ciri hipotesis H1 dan H0 ialah :   Saling eklusif (mutually exclusive) . Maka kita perlu menetapkan suatu titik (atau 2 titik) di atas keluk taburan min populasi di mana perbedaan di antara nilai min sampel dengan min populasi dianggap terlalu besar sehingga tidak boleh diterima sebagai sama.

Ralat Jenis I dan II Dalam membuat keputusan samada hendak menerima atau menolak hipotesis. Dalam konteks dunia sebenar.8. Untuk ujian hipotesis dua-ekor. kedudukan ini serupa dengan prinsip bahwa adalah "lebih baik bebaskan orang yang bersalah daripada menghukum orang yang tidak bersalah". Jenis I lebih kecil daripada kemungkinan membuat kesalahan Jenis II. Min penyebaran injin lain ialah 100 dengan varians 25. kita mungkin membuat dua jenis kesalahan atau ralat seperti ditunjukkan di dalam gambar di bawah. Perkiraan untuk mendapatkan nilai z ditunjukkan di bawah.05 (atau 5%). "adakah 101. Bilangan sampel injin baru ialah 36 dan min penyebaran daripada sampel ialah 101. Kita juga tahu statistik-statistik berkenaan dengan penyebaran oleh injin lain. Dengan kata lain. H0 Benar Terima H0 Keputusan Betul Ralat Jenis I H1 Benar Ralat Jenis II (Type II Error) Keputusan Betul Terima H1 (Type I Error) Adalah lebih baik kita menetapkan kemungkinan membuat kesalahan. Perkiraan Andaikan bahwa suatu sampel injin baru telah pilih dan penyebaran N2O telah diukur. kawasan genting (menolak H0) hendaklah lebih kecil dibandingkan dengan kawasan menerima H0. kemungkinan ini dibagi menjadi dua kawasan yang sama dipenghujung keluk tabura. Soalannya sekarang ialah.8 berbeda daripada 100"? Nursa’id Fitria (06101410022) Page 68 . Tahap kemungkinan menolak hipotesis nol yang benar (Ralat Jenis I) yang biasa digunakan ialah 0.

iaitu penyebaran injin baru adalah lebih tinggi daripada injin lain. Ini bermakna pada tahap 5% keyakinan.Seberapa baik gaya kepemimpinan di Lembaga X ? 2. titik "a" dan "b" adalah titik genting.  Tiga Bentuk Rumusan Hipotesis 1. Hipotesis Hubungan (Asosiatif) Hipotesis asosiatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dugaan tentang hubungan antara 2 variabel atau lebih Contoh : Adakah hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efektivitas kerja ?  Taraf Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis Pada dasarnya menguji hipotesis itu adalah menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel. Hipotesis Komparatif Hipotesis komparatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dengan nilai dalam satu variable atau lebih pada sample yang berbeda Contoh : Adakah perbedaan daya tahan lampu merk A dan merk B ? 3. yaitu :   A point estimate (titik taksiran) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan satu nilai data simpel Interval estimate (convidence interval) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan nilai interval data sample. Maka H0 hendaklah ditolak dan H1 diterima.16 > 1. Nilai z untuk min penyebaran daripada sampel injin baru ialah 2. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 69 . tidak membuat perbandingan atau hubungan.96). penyebaran injin baru didapati perbedaan daripada injin lain.16.Seberapa tinggi daya tahan lampu merk A ? . Dimana ada 2 cara menaksirkan taraf kesalahan dalam pengujian hipotesis. Nilai terjatuh dalam kawasan genting (2. Hipotesis Deskriptif Hipotesis deskriptif adalah dugaan tentang nilai suatu variable mandiri. Contoh : . Tetapi perhatikan bahawa nilai z terletak di bahagian kanan.Dal am gambar di bawah.

Hipotesis Teoritis (Hipotesis didalam menjawab rumusan permasalahan) 2. Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dalam beta (β). yang farsial. yaitu : Kesalahan Tipe 1 merupakan kesalahan bila menolak hipotesis nol (Ho) yang benar (seharusnya diterima). Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dengan alpha (α). tidak boleh dalam pertanyaan  Dapat diuji kebenarannya  Dirumuskan dengan jelas  Bentuk-bentuk Hipotesis Penelitian 1. yang kecil) X1 – y X2 – y X3 – y Nursa’id Fitria (06101410022) Page 70 y (Variabel terikat) . Hipotesis Mayor (Hipotesis yang gabunganm yang besar) X1 X2 X3 4. Hipotesis Minor (Hipotesis yang pecahan. kemungkinan akan terdapat dua kesalahan.Menaksir parameter populasi yang menggunakan nilai tunggal (point estimate) akan mempunyai resiko kesalahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan interval estimate. antara lain :  menghubungkan atau membandingkan 2 atau lebih variable  Dinyatakan dalam kalimat pernyataan. Kesalahan Tipe 2 merupakan suatu kesalahan bila menerima hipotesis yang salah (seharusnya ditolak).  Syarat-syarat Hipotesis Penelitian.  Dua Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis Dalam menaksirkan parameter populasi berdasarkan data sample. Hipotesis Statistik 3.

Pengaruh variabel luar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 71 . 1 ujung) Ket : θ : besaran untuk populasi (parameter) (rata-rata. Kesalahan instrumen penelitian d. Mengapa Hipotesis Nol . dikarenakan : a. Kesalahan perhitungan e. Yang diuji adalah Ho f. Untuk menetralisir arah pemikiran peneliti c. Kesalahan sampling c. Kesalahan rancangan penelitian f. Dari landasan teori b. 2 ekor. 2 ujung) Penyebab gagal ditolaknya Ho. variasi) Hipotesis yang menyatakan Hubungan Ho : μ1 xy = 0 Ha : μ1 xy = 0  Ho : μ1 xy <= 0 Ha : μ1 xy > 0 Ho : μ1 xy >= 0 Ha : μ1 xy < 0 (Uji yang tidak memiliki arah. 1 ekor. maka Ha diterima dan sebaliknya  Lambang Hipotesis Statistik Ho : θ1 <= θ2 Ha : θ1 <= θ2 Ho : θ1 >= θ2 Ha : θ1 >= θ2 Hipotesis yang mengandung pengertian yang sama/tidak sama Ho : θ1 = θ2 Ha : θ1 = θ2 Ho : μ1 = μ2 Ha : μ1 = μ2 Ho : μ1 <= μ2 Ha : μ1 >= μ2 (Memiliki 1 arah. Azas praduga tak bersalah d. Jika Ho ditolak. yaitu : a. Kebalikannya adalah Ha e. Hipotesis yang menyatakan tidak b. simpangan baku.

Sumber penemuan hipotesis. • • • • Penelitian Evaluatif Penelitian eksploratif yang jawabannya masih sukar diduga dan dicari. yaitu :  Dari peneliti sendiri  Dari teori/pendapat orang lain  Dari penelitian yang relevan Sikap Peneliti Terhadap Hipotesis Yang Dirumuskan o Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya hipotesisnya tidak terbukti (pada akhir penelitian) o Mengganti hipotesis seandainya melihat tanda–tanda bahwa data yang terkumpul tidak mendukung terbuktinya hipotesis (pada saat penelitian berlangsung) Penelitian Tanpa Hipotesis • Penelitian Deskriptif adalah penelitian untuk satu variabel. tentu sukar ditebak apa saja. Padahal hipotesis hanya dibuat jika yang dipermasalahkan menunjukkan hubungan antara dua variabel atau lebih. atau bahkan tidak mungkin dihipotesiskan. Penelitian Tindakan Kelas (ya atau tidak) Nilai ilmiah penelitian berhipotesis lebih tinggi dibandingkan penelitian tanpa hipotesis Anggapan Dasar / Asumsi Dasar • • • • Kebenaran atau keyakinan yang tidak perlu dibuktikan lagi dan merupakan dasar didalam memunculkan hipotesis Merupakan dari kegiatan penelitian / perumusan hipotesis Sebagai penegas variabel yg menjadi pusat perhatian Sumber asumsi : dari teori yang sudah mapan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 72 .

Contoh Penggunaan Asumsi Dasar • • Judul Penelitian: Hubungan antara penampilan guru dan prestasi belajar siswa Asumsi Dasarnya:  Setiap guru punya penampilan yg berbeda  Prestasi belajar siswa bervariasi  Prestasi belajar dipengaruhi oleh bermacam faktor Nursa’id Fitria (06101410022) Page 73 .

 Mudah dan praktis digunakan sehingga dapat menghasilkan data yang diperlukan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 74 . PENYUSUNAN LAPORAN HASIL PENELITIAN. abilitas yang diukur. Langkah-langkahnya meyusun instrumen Langkah-langkah menyusun instrumen antara lain: a. peneliti menyusun kisi-kisi atau lay out instrumen. c. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Pada umumnya penelitian akan berhasil jika banyak menggunakan instrumen sebab data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian (masalah) menguji hipotesis yang diperoleh melalui instrumen.  Keterampilan dalam instrumen itu sendiri sebagai alat pengumpul data. banyak pertanyaan. Analisis variabel penelitian. b.antara lain :  Masalah dan variabel yang diteliti termasuk indikator variabel. Setelah ditetapkan jenis instrumennya. yakni mengkaji variabel menjadi subpenelitian sejelas-jelasnya sehingga indikator tersebut bisa diukur dan menghasilkan data yang diinginkan peneliti.TEKNIK PENGUMPULAN.harus jelas. jenis pertanyaan. dan waktu yang dibutuhkan.  Sumber data/informasi baik jumlah maupun keragamannya harus diketahui terlebih dahulu sebagi bahan atau dasar dalam menentukan isi atau bahasa dalam instrumen penelitian. Menetapkan jenis instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel/subvariabel/indikator-indikatornya. ANALISIS DATA. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun instrumrn penelitian.  Jenis data yang diharapkan dari penggunaan instrumen harus jelas. spesifik sehingga dapat ditentukan jenis instrumen yang digunakan. Kisi-kisi ini berisi ruang lingkup materi pertanyaan. PENGOLAHAN.

Persamaan antara tes dan non tes No 1 Tes Non tes Sama-sama digunakan untuk Observasi dalam konteks sebagai alat pengumpulan data 2 Sama-sama persyaratan pembutannya 3 Harus dilakukan uji tertentu instrumen adalah proses memiliki pengumpulan bahan/keterangan dalam yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatan secara coba sistematis penelitian. Berdasarkan kisi-kisi tersebut lalu peneliti menyusun item atau pertanyaan sesuai dengan jenis instrumen dan jumlah yang telah ditetapkan dalam kisi-kisi. misalnya membuang instrumen yang tidak perlu. e. B. menggantinya dengan item yang baru. terhadap fenomena sebelum diterapkan yang sedang dijadikan sasaran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 75 . Jenis instrumen Tes Tes prestasi Tes kecerdasan Tes bakat Tes minat Tes dianostik Tes formatif Tes sumatif Tes kepribadian Tes awal/akhir Nontes Kuisioner Wawancara Dokumentasi Observasi Skala sikap C.d. Instrumen yang sudah dibuat sebaiknya diuji coba digunakan untuk revisi instrumen.

bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh.D. Wawancara dapat dilakukan scara terstruktur maupun tidak terstruktur. pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan. Dengan wawancara terstruktur ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama dan pengumpul data mencatatnya. maka diperlukan training kepada calon pewawancara. Supaya setiap pewawancara mempunyai keterampilan yang sama. Wawancara Terstruktur Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data. pengumpul data dapat menggunakan beberapa pewawancara sebagai pengumpul data. Perbedaan antara Tes dan Non tes No 1 Tes Non tes memiliki kriteria Memiliki kriteria kebenaran Tidak tertentu 2 3 Lebih bersifat objektif Ada kunci jawaban kebenaran tertentu Lebih bersifat subjektif Tidak ada kunci jawaban Interview (Wawancara) Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. Dengan wawancara terstruktur ini pula. Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report atau setidak-tidaknya ada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 76 . Oleh karena itu dalam melakukan wawancara. dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon.

Kontak langsung antara interviewer dan interviewee lebih akrab 2. Penyesuaian diri dengan responden Nursa’id Fitria (06101410022) Page 77 . peneliti berusaha mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan yang ada pada obyek.Wawancara Tidak Terstruktur Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Wawancara tidak terstruktur atau terbuka sering digunakan dalam penelitian pendahuluan atau bahkan untuk penelitian lebih mendalam tentang responden. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan dinyatakan. Responden grogi menjawab 3. Informasi atau data yang diperoleh dari wawancara sering bias. Jumlah responden terbatas 2. peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden. Masalah bahasa 4. Informasi lebih mendalam 3. Kelebihan wawancara 1. sehingga peneliti dapat menentukan secara pasti permasalahan atau variabel apa yang harus diteliti. Kebiasan data ini akan tergantung pada pewawancara. sehingga dapat dinyatakan data tersebut subyektif dan tidak akurat. Tidak terlalu formal 4. Bias adalah menyimpang dari yang seharusnya. Dalam wawancara tidak terstruktur. Bisa untuk tuna netra dan buta huruf Kelemahan wawancara 1. yang diwawancarai (responden) dan situasi & kondisi pada saat wawancara. Pada penelitian pendahuluan.

Tipe dan bentiuk pertanyaan Tipe pertanyaan dalam angket dapat terbuka atau tertutup dan bentuknya dapat menggunakan kalimat positif atau negatif. Jadi bahasa yang digunakan dalam angket harus memperhatikan jenjang pendidikan responden keadaan sosial budaya dan ”frame of reference” dari responden. Kalau berbentuk pengukuran maka dalam membuat pertanyaan harus diteliti. maka angket jangan disusun dalam bahasa Indonesia. Isi dan tujuan pertanyaan Yang dimaksud di sini adalah apakah isi pertanyaan tersebut merupakan bentuk pengukuran atau bukan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 78 . b. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. c. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang mengharapkan responden untuk menuliskan jawabannya berbentuk uraian tentang suatu hal. Bahasa yang digunakan Bahasa yang digunakan dalam penulisan angket harus disesuaikan dengan kemampuan berbahasa responden. Kalau sekiranya responden tidak dapat berbahasa Indonesia. setiap pertanyaan harus disusun dalam skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukur variabel yang diteliti. Pertanyaan adalah pertanyaan yang akan membantu responden untuk menjawab dengan cepat dan juga memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data terhadap seluruh angket yang telah terkumpul. kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas.Kuesioner (Angket) Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Selain itu. Prinsip Penulisan Angket a.

dan cara mengisinya. Pertanyaan tidak menggiring Pertanyaan dalam angket sebaiknya juga tidak menggiring ke jawaban yang baik saja atau ke yang buruk saja. Hal ini perlu dipertimbangkan karena secara psikologis akan mempengaruhi semangat responden untuk menjawab. Panjang pertanyaan Pertanyaan dalam angket sebaiknya tidak terlalu panjang sehingga akan membuat jenuh responden dalam mengisi. Supaya diperoleh data yang valid dan relaibel maka sebelum instrumen angket tersebut diberikan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 79 . sehingga memerlukan instrumen yang banyak maka instrumen tersebut dibuat bervariasi dalam penambilan. Disarankan empirik jumlah pertanyaan yang memadai adalah antara 20 s/d 30 pertanyaan.d. Pertanyaan tidak mendua Setiap pertanyaan dalam angket jangan mendua (double barreled) sehingga menyulitkan responden untuk memberikan jawaban. Urutan pertanyaan Urutan pertanyaan dalam angket dimulai dari yang umum menuju ke hal yang spesifik atau dari yang mudah menuju ke hal yang sulit atau diacak. e. Prinsip pengukuran Angket yang diberikan kepada responden adalah instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel yang akan diteliti. Bila jumlah variabel banyak. f. g. Urutan pertanyaan yang diacak perlu dibuat bila tingkat kematangan responden terhadap masalah yang ditanyakan sudah tinggi. model skala pengukuran yang digunakan. h. Oleh karena itu instrumen angket tersebut harus dapat digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel tentang variabel yang diukur. Tidak menanyakan yang sudah lupa Setiap pertanyaan dalam instrumen angket sebaiknya juga tidak menanyakan hal-hal yang sekiranya sudah lupa atau pertanyaan yang memerlukan jawaban dengan berpikir berat. i.

Dengan observasi partisipan ini. j. Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data. Penampilan fisik angket Penampilan fisik angket sebagai alat pengumpul data akan mempengaruhi respon atau keseriusan responden dalam mengisi angket. tajam. dan sampai mengetahui pada tingkat mana dari setiap perilaku yang nampak. 1. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 80 . peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.kepada responden. maka observasi tidak terbatas pada orang tetapi juga obyek-obyek alam yang lain. maka perlu diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu. yaitu wawancara dan angket. Angket yang dibuat di kertas buram akan mendapat respon yang kurang menarik bagi responden bila dibandingkan dengan angket uang dicetak dalam kertas yang bagus dan berwarna. Kalau wawancara dan angket selalu berkomunikasi dengan orang. Sambil melakukan pengamatan. peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data dan ikut merasakan suka dukanya. observasi dapat dibedakan manjadi participant observation (observasi berperan serta) dan non participant observation. Observasi Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain. maka data yang didapatkan akan lebih lengkap. Selanjutnya dari segi instrumentasi yang digunakan maka observasi dapat dibedakan menjadi observasi terstruktur dan tidak terstruktur. Observasi Berperan Serta (Participant Observation) Dalam observasi ini.

2. Tabulasi Tabulasi yaitu usaha penyajian data. ada tiga kegiatan. keterbatasan tulisan. biasanya menggunakan tabel. 3. yaitu: 1. Observasi Nonpartisipan Kalau dalam observasi partisipan peneliti terlibat langsung dengan aktivitas orang-orang yang sedang diamati maka dalam observasi nonpasrtisipan peneliti TEKNIK PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA Didalam kegiatan dalam pengolahan data. Koding Koding yaitu suatu usaha mengklasifikasikan jawaban-jawaban responden dengan jalan menandai masing-masing kode tertentu. bahwa setiap perangkat kategori harus dibuat lengkap. relevansi jawaban. kesesuaian jawaban. dan kategori yang satu dengan yang lain harus terpisah secara jelas tidak saling tumpang tindih. Sebagai contohnya: kelengkapan jawaban. Pengklasifikasian data (Editing) Pengklasifikasian data yaitu menggolongkan aneka ragam jawaban itu ke dalam kategori-kategori yang jumlahnya lebih terbatas. keseragaman satuan data. Bila angka itu berlaku sebagai skala pengukuran maka disebut dengan skor. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 81 . sehingga tidak ada satupun jawaban responden yang tidak mendapat tempat. 2. Bila analisis kuantitatif maka kode yang diberikan adalah angka. kejelasan makna jawaban. baik tabel distribusi frekuensi maupun tabel silang. Pengklasifikasian perangkat kategori itu penyusunannya harus memenuhi bahwa setiap perangkat kategori dibuat dengan mendasarkan kriterium yang tunggal. terutama pengolahan data yang akan menjurus ke analisis kuantitatif.

Statistik Deskriptif Statistik deskriptif ini lazim dikenal pula dengan istilah Statistik Deduktif. Data Sekunder 5. Dalam hal ini penelitian kualitatif mengajak seseorang untuk mempelajari sesuatu masalah yang ingin diteliti secara mendasar dan mendalam sampai ke akar-akarnya. statistik sederhana dan Descriptive Statistics. Data Rasio Analisis Data Ada beberapa analisis data. Ada 2 macam analisis deskriptif. Data Interval 10. Data Nominal 6. yaitu: 1. Pada umumnya. Data Primer 4.Jenis – Jenis Data Ada beberapa macam jenis data. statistik dibagi 2 macam. yaitu: a. Analisis Deskriptif (non statistik) Analisis non statistik dilakukan terhadap data kualitatif. yaitu: 1. Data Kuantitatif 3. Data Kualitatif 2. Data Ordinal 7. Analisis Statistik Analisis statistik ini berasal dari data kuantitatif. Data Urutan waktu 9. yaitu: Analisis deskriptif kuantitaif (persentase) Contohnya: Penilaian terhadap Modul A Analisis deskriptif kualitatif (Kategori. kriteria atau tolak ukur) 2. Data Seketika 8. Yaitu statistik Nursa’id Fitria (06101410022) Page 82 .

yang tingkat pekerjaannnya mencakup cara-cara menghimpun. ringkas. Statistik Inferensial sifatnya lebih mendalam dan merupakan tindak lanjut dari statistik deskriptif. mengenai suatu gejala. agar dapat memberikan gambaran secara teratur. agar dapat memberikan gambaran yang teratur. menyusun atau mengatur. dan jelas. Jenis-jenis Uji Statistik 1. menyajikan. Dengan demikian. b. statistik inferensial juga menyediakan aturan tertentu dalam rangka penarikan kesimpulan (conclusion). statistik mendalam atau Inferensial Statistics. peristiwa atau keadaan. Statistik Inferensial Statistik inferensial. 2. penaksiran dan sebagainya. Dengan kata lain. penyusunan atau pembuatan ramalan (prediction). peristiwa atau keadaan. dari sekumpulan data yang telah disusun dan diolah. yang lazim dikenal pula dengan istilah Statistik induktif. yaitu statistik yang menyediakan aturan atau cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam rangka mencoba menarik kesimpulan yang bersifat umum. Kecuali itu. sehingga dapat ditarik pengertian atau makna tertentu. mengolah. Dan pada dasarnya merupakan fundamen dari ilmu statistik deskriptif secara keseluruhan. statistik deskriptif adalah statistik yang mempunyai tugas mengorganisasi dan menganalis data angka. statistik lanjut. ringkas dan jelas mengenai suatu gejala. Uji Korelasi Yaitu menetapkan hubungan antara pasangan skor dari sebaran skor yang berbeda dan ingin mengetahui ada tidaknya hubungan dua pasangan tersebut. Uji Regresi Penelitian mencoba melibatkan dua variabel atau lebih biasa ditujukan untuk memperkirakan variabel yang satu atas variabel lainnya sepanjang variable tersebut ada pertautannya dengan akal sehat Nursa’id Fitria (06101410022) Page 83 . dan menganalisis data angka.

yaitu satu variabel acak yang nilainya bergantung pada data sampel. Metodologi Penelitian Variabel Penelitian Definisi Operasional Variabel Populasi dan sampel Waktu dan tempat Metode penelitian Bab IV. yaitu: Bab I.3. Tinjauan Pustaka Bab III. Kesimpulan/Saran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 84 . Hasil Penelitian Deskripsi data Analisa Data Pembahasan Bab V. Pendahuluan Latar Belakang Masalah Identifikasi masalah Pembatasan masalah Rumusan masalah Bab II. Uji Hipotesis Penerimaan atau penolakan hipotesis nol melalui statistik pengujian t. Penyusunan laporan Hasil Penelitian Laporan hasil penelitian Dalam menulis laporan hasil penelitian ada beberapa bagian yang harus dituliskan.

2.PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. PTK harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 85 . Makna ” Kelas” dalam PTK Pengertian kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar.  Kelas adalah sekolompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru. atau sedang megikuti kerja bakti di luar sekolah. Suharsimi (2002) menjelaskan PTK dari definisi ketiga kata tersebut sebagai berikut :  Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek. dapat dicermati ketika guru yang bersangkutan sedang mengajar di kelas. bukan pada input kelas (silabus. yang dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan. PTK berfokus pada kelas atau pada proses belajar mengajar di kelas. sedang membimbing siswa yans sedang berdarmawisata. Guru. ketika sedang asyik mengerjakan pekerjaan rumah di malam hari. Komponen dalam sebuah kelas yang dapat dikaji melalui penelitian tindakan antara lain sebagai berikut : 1. materi dan lain-lain) ataupun output (hasil belajar). Siswa. menggunakan atau metedologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.  Tindakan adalah suatu gerak kegiatan yang sengaja dialakuakan dengan tujuan tertentu. dapat dicermati objeknya ketika siswa yang bersangkutan sedang asyik mengikuti proses pembelajran dikelas/lapangan/laboraturium/bengkel. atau sedang mengadakan kunjungan ke rumah siswa.

4. yaitu proses pembelajaran. Peralatan atau sarana pendidikan. siswa atau keduanya. misalnya masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran dan implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran (misalnya penggantian metode mengajar baru). dan evaluasi program pembelajaran. misalnya pengenalan teknik modifikasi perilaku. diantaranya sebagai berikut :  Masalah belajar siswa di sekolah. Pengelolaan. Dalam hal ini yang digolongkan sebagai kegiatan pengelolaan misalnya cara mengelompokkan siswa ketika guru memberikan tugas. merupqkqn produk yang ditingkatkan.  Desain dan strategi pembelajaran di kelas. guru . yang diamati ialah guru. interaksi di Nursa’id Fitria (06101410022) Page 86 . misstrategi dan lain-lain. penetaan peralatan milik siswa dan sebagainya. dengan tujuan meningkatkan mutu haaasil belajar. maka permasalahan PTK cukup luas. Materi pelajaran. teknik memotivasi. sekolah. maupun yang melingkungi siswa di rumahnya. pengaturan jadwal. 7.3. miskonsepsi. dan teknik pengembang potensi diri. kesalahan pembelajaran. Masalah yang dikaji melalui PTK Dikarenakan makna kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar.  pengembangan profesionalisme guru dalam peningkatan mutu perancangan. pengaturan tempat duduk siswa. Lingkungan. 6. pasti terkait dengan tindakan unsur lain. Hasil pembelajaran. dapat dicermati ketika guru sedang mengajar. pelaksanaan.  Pengelolaan dan pengendalian. merupakan kegiatan yang sedang diterapkan dan dapat diatur/direkayasa dalam bentuk tindakan Unsur pengelolaan yang jelas-jelas merupakan gerak kegiatan sehingga mudah diatur dan direkayasa dalam bentuk tindakan. peralatan atau sarana pendidikan. dan siswa itu sendiri. misalnya permasalahan belajar di kelas. baik lingkungan siswa itu di kelas. 5. dapat dicermati ketika guru sedang mengajar atau sebagai bahan yang ditugaskan kepada siswa. penempatan papan tulis.

media dan sumber belajar.  Masalah kurikulum. interaksi guru-siswa. metode evaluasi tertentu. pengembangan instrumen asesmen berbasis kompetensi. Secara lebih rinci. proses. atau penggunaan alat .  Meningkatakan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan  Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di daalm melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajran secara berkelanjutan (sustainable) Keluaran Penelitian Tindakan kelas Karena yang diharapkan dapat dihasilkan dari PTK adalah peningkatan atau perbaikan mutu proses dan hasil pembelajaran . antara lain meliputi hal-hal berikut :  Peningkatan atau perbaikan terhadap kinerja belajar siswa di sekolah. misalnya pengembangan pola berfikir ilmiah dalam diri siswa. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 87 . tujuan PTK antara lain sebagai berikut :  Meningkatkan mutu isi. siswa-materi ajar. misalnya implementasi KBK. dan siswa-lingkungan belajar. masukan.  Penamaan dan pengembangan sikap serta nilai-nilai . misalnya penggunaan media. serta hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah.dalam kelas (misalnya penggunaan strategi pengajaran yang didasarkan pada pendekatan terpadu).  Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan di luar kelas. Misalnya masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran.  sistem asesmen dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran. urutan penyajian materi pokok. perpustakaan dan sumber belajar di dalam/luar kelas.  Alat bantu. Tujuan PTK Tujuan utama PTK adalah memecahkan pemasalahan nyata yang terjaidi di dalam kelas dan sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan.

PTK berfokus pada masalah praktis bukan problem teoritis atau bersifat bebas konteks. Pada penelitian tindakan. Keunikan lain dari PTK diantaranya sebagai berikut : 1. kepala sekolah. PTK merupakan kegiatan penelitian yang tidak saja berupaya untuk memecahkan masalah. siswa. Tindakan tersebut merupakan suatu kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Kerja sama (kolaborasi) antar guru dan peneliti sangat penting dalam bersama menggali mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi terutama pada kegiatan mendiagnosis masalah. kegiatan tersebut dilakakan dalam rangkaian siklus kegiatan. Peningkatan atau perbaikan terhadap mutu proses pembelajaran di kelas. kesepakatan tentang permasalahan. 3.  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penggunaan media. dan lainnya) dan peneliti dalam pemahaman. jelas dan tajam mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. alat bantu belajar dan sumber belajar lainnya. 4. pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action).  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 88 . Ciri Khusus Penelitan Tindakan Ciri khusus dari PTK adalah adanya tindakan (action) yang nyata. tetapi berasal dri adanya permasalahan yang nyata dan aktual yang terjadi dalam pembelajaran di kelas. 2. PTK dimulai dari permasalahan yang sederhana. Hal yang dipermasalahkan bukan dihasilkan dari kajian teoritis atau dari hasil penelitian terdahulu. menyusun usulan.  Peningkatan atau perbaikan terhadap masalah pendidikan anak di sekolah.  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa di sekolah. Adanya kolaborasi (kerja sama) antar praktisi (guru. tetapi sekaligus mencari dukungan ilmiahnya. Tindakan itu dilakukan pada situasi alami (bukan dalam laboratorium) dan ditujukan untuk memecahkan permasalahan praktis. nyata. Dengan kalimat lain.

tujuan dan kemanfaatan hasil penelitian (terutama potensi untuk memperbaiaki atau meningkatkan kualitas isi. observasi. sarana pendukung pembelajaran masing-masing anggota penelitian dalam setiap kegiatan penelitian dan kelayakan pembiayaan). menyeminarkan hasil. evaluasi dan reflaksi). prosedur refleksi hasil penelitian). 3. menganalisis data. proses. perencanaan tindakan. masukan atau hasil pembelajaran dan/atau pendidikan). Permohonan dana atau izin pelaksanaan penelitian selalu mempersyaratakan adanya ususlan penelitian. 4. Judul PTK 2. Usulan penelitian adalah langkah pertamam dari kerja penelitian. Menyusun Usulan PTK Kerja penelitian dimulai dengan membuat rencana. 5.melaksanakan penelitian (melaksanakan tindakan. prosedur observasi dan evaluasi. Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang latar belakanng masalah. prosedur pelaksanaan tindakan. merekam data. Pada umumnya usulan PTK terdiri atas : 1. dan menyususn laporan akhir. ingin meningkatkan  Bertujuan memperoleh pengetahuan dan/atau sebagai pemecah masalah. Penjelasan mengenai kegiatan pendukung (terutama : jadwal penelitian. 5. Rencana penelitian umumnya disebut usulan penelitian. Bab kajian/Tindakan Pustaka yang mengurai kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan penelitian tindakan. Bab Metodologi Pelaksanaan yang menjelaskan tentang rwencana dan prosedur penelitian (terutama: prosedur diagnosis masalah. ingin membantu. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 89 . PTK dilakukan hanya apabila ada :  Keputusan kelompok dan komitmen untuk pengembangan  Bertujuan meningkatkan profesionalisme guru  Alasan pokok : ingin tahu. perumusan masalah dan cara pemecahan masalah.

Hal utama yang seharusnya ditulis didalam judul adalah gambaran dari apa yang dipermasalahkan dan bentuk tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalahnya. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 90 . Umumnya di bawah judul dituliskan pula subjudul. yang intinya adalah paparan alasan atau latar belakang penelitian hendaknya dipaparkan bahwa:  Masalah yang diteliti adalah benar-benar suatu masalah pembelajaran yang terjadi di sekolah.  Meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada mata pelajaran Fisika melalui penerapan Cooperative Learning.dikelas berapa. Subjudul ditulis untuk menambahkan keterangan lebih rinci tentang populasi. Pendahuluan Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan pembelajaran.kapan.  Penerapan pembelajaran model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mata pelajaran Fisika. dalam bab pendahuluan.  Pembelajaran berbasis konstruktivisme dan kontekstual pada mata pelajaran Fisika untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemahaman konsep. dan lain-lain. b. Judul Penelitian Judul hendaknya ditulis dengan singkat dan spesifik. maka jelaskan pula proses atau kondisi yang terjadi.Isi usulan penelitian Penjelasan dan contoh dari masing-masing komponen dalam usulan penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut: a. misalnya dimana penelitian dilakukan. Berikut ini beberapa contoh judul PTK. Dikarenakan hal tersebut umumnya di dapat dari pengamatan dan kajian (diagnosis) yang dilakukan oleh guru atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah.  Peningkatan kreativitas siswa dalam proses belajar mata pelajaran Fisika melalui penerapan model pembelajaran generatif. Untuk itu.

c. o Kontribusi Hasil Penelitian : Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran sehingga tampak manfatnya Nursa’id Fitria (06101410022) Page 91 . jelaskan hal-hal yang diduga menjadi akar penyebab dari masalah tersebut. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan pda akar penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah. Perumusan dan Pemecahan Masalah Bagian ini umumnya terdiri atas jabaran tentang perumusan masalah. Masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak untuk di pecahkan serta dapat dilaksanakan. asumsi. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan dan hasil positif yang diantisipasi dengan mengajukan indikator keberhasilan tindakan. tujuan serta manfaat atau kontribusi hasil penelitian. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi. serta cara mengevaluasinya. biaya. o Perumusan masalah: Rumusan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. dilihat dari segi ketersediaan waktu. cara pengukuran. o Pemecahan Masalah : Uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas sehingga dapat diukur tingkat pencapaian keberhasilannya. cara pemecahan masalah. dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti hendaknya sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas. Secara cermat dan sistematis berikan alasan (argumentasi) bagaimana dapat menarik kesimpulan tentang akar masalah itu.  Dari identifikasi masalah diatas. dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. o Tujuan Penelitian : Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan.

temuan. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini. e. Rencana dan Prosedur Penelitian. waktu dan lamanya tindakan. Jumlah siklus diusahakan lebih dari satu siklus. disarankan untuk terlebih dahulu menuliskan pokok-pokok rencana kegiatan dalam suatu tabel seperti contoh berikut Nursa’id Fitria (06101410022) Page 92 . Kemukakan juga teori. guru. disarankan untuk terlebih dahulu menetapkan pokok-pokok pikirannya.bagi siswa. obsevasi. Kajian pustaka Menguraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasai usulan rancangan penelitian tindakan. Untuk memudahkan dalam menuliskan secara rinci hal-hal di atas. pelaksanaan tindakan. dan bahan penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Pada bagian akhir dapat dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus lain. dan evaluasi-refleksi yang bersifat daur ulang atau siklus. d. Untuk dapat membantu menyusun bagian ini. Uraian ini digunakan untuk menyususn kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. serta lokasi penelitian secara jelas. meskipun harus diingat jugas jadwal kegiatan belajar di sekolah. maupun komponen pendidikan di sekolah lainnya. Kemukakan objek.

rekomendasi Nursa’id Fitria (06101410022) Page 93 .Tabel pokok-pokok rencana kegiatan Siklus 1 Perencanaan:identif ikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah        Tindakan Pengamatan    Refleksi  Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam PBM Menentukan pokok bahasan Mengembangkan skenario pembelajaran Menyusun LKM Menyiapkan sumber belajar Mengembangkan format evaluasi Mengembangkan format observasi pembelajaran Menerapkan tindakan mengacu pada skenario dan LKM Melakukan observasi dengan memakai format observasi Menilai hasil tindakan dengan menggunakan format LKM Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu. saran. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi. untuk digunakan pada siklus berikutnya Evaluasi tindakan 1 Identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah Pengembangan program tindakan II Pelaksanaan program tindakan II Pengumpulan data tindakan II Evaluasi tindakan II         Siklus II Perencanaan Tindakan pengamatan refleksi Siklus-siklus berikutnya Kesimpulan. Melaukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario LKM. dan lain-lain.jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan.

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan PTK ada tiga ,yaitu:  PTK merupakan penelitian yang mengikutsertakan secara aktif peran guru dan siswa dalam berbagai tindakan.  Kegiatan refleksi (perenungan, pemikiran, dan evaluasi) dilakukan berdasarkan pertimbangan rasional (menggambarkan konsep teori) yang mantap dan valid guna melakukan perbaikan tindakan dalam upaya memecahkan masalah yang terjadi.  Tindakan perbaikan terhadap situasi dan kondisi pembelajaran dilakukan dengan segera dan dilakukan secara praktis (dapat dilakukan dalam praktik pembelajaran).

Prinsip PTK: ”Tidak mengganggu proses pembelajaran, harus dipersiapkan dengan rinci dan matang, tindakan harus konsisten dengan rancangan, masalah benar-benar ada dan dihadapi oleh guru dan seterusnya”.

Siklus Kegiatan PTK PTK dilaksanakan dalam bentuk siklus berulang yang didalamnya terdapat empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang

digambarkan sebagai berikut:

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 94

Siklus PTK
Perencanaan tindakan I Pelaksanaann tindakan I

Permasalahan

Siklus I

Refleksi I

Pengamatan /pengumpulan data

Permasalahan baru hasil refleksi

Perencanaan tindakan II

Pelaksanaan tindakan II

Refleksi II

Pengamatan /pengumpulan data II

Siklus II

Apabila masalah belum terselesaikan

Dilanjutkan ke siklus berikutnya

Rincian kegiatan PTK a. Perencanaan Pada tahapan ini terdiri dari kegfiatan sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi dan menganalisis masalah, yaitu secara jelas dapat dimengerti masalah apa yang akan diteliti. 2. Menetapkan alasan mengapa penelitian mengapa penelitian tersebut dilakukan, yang akan melatarbelakangi PTK. 3. Merumuskan masalah secara jelas, baik dengan kalimat tanya maupun kalimat pernyataan.

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 95

4. Menetapkan cara yang akan dilakukan untuk menemukan jawaban berupa hipotesis tindakan. 5. Menentukan cara untuk menguji hipotesis tindakan dengan menjabarkan indikator-indikator keberhasilan serta berbagai instrumen pengumpul data yang dapat dipakai untuk menganalisis indikator keberhasilan itu. 6. Membuat secara rinci rancangan tindakan. b. Tindakan Pada tahap ini diterapkan strategi dan skenario pembelajaran. Rancangan tindakan tersebut sebelumnya telah dilatihkan kepada sang guru. Skenario tindakan yang akan dilakukan hendaknya dijabarkan serinci mungkin secara tertulis. Rincian tindakan itu menjelaskan tentang : 1. Langkah demi langkah kegiatan yang akan di lakukan, 2. Kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh guru 3. Kegiatan yang diharapkan dilakukan oleh siswa. 4. Rincian tentang jenis media pembelajaran yang akan digunakan dan cara menggunakannya 5. Jenis instrumen yang disertai akan digunakan untuk rinci pengumpulan bagaimana

data/pengamatan menggunakannya.

dengan

penjelasan

c. Pengamatan atau observasi Pada tahap ini, peneliti (atau melakukan dan mencatat semua guru bertindak sebagai peneliti)

hal yang diperlukan dan terjadi selama

pelaksanaan tindakan berlangsung. Instrumen yang umum dipakai adalah a. soal tes, kuis b. rubrik, c. lembar observasi, dan catatan yang dipakai untuk memeperoleh data secara objektif yang tidak dapat terekam melalui lembar observasi, seperrti aktifitas sisiswa di dalam kelas tindakan berlangsung. Data yang telah dihibungkan hendaknya di cek untuk mengetahui keabsahannya. selama peemberian

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 96

. 4 Belajar yang diarahkan oleh dan untuk diri sendiri .belajar dalam kelompok . sintesis.Bekerja secara mandiri Meningkatnya Berupaya melakukan penilaian mandiri kemampuan melakukan terhadap target waktu penyelesaian tugas penilaian terhadap diri yang telah ditetapkan sendiri Melakukan penilaian mandiri terhadap kuantitas dan kualitas tugas yang telah dikerjakan d. Pengamatan atas tindakan yang dilakukan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 97 .analisis statistika dapat digunakan. .mengkonstruksi.Belajar melalui media pembelajaran lain (internet.belajar/diskusi dengan teman tentang tugas yang diberikan. konstibusi.Data yang telah terkumpul memerlukan analisis baik untuk mempermudah penggunaan maupun dalam penarikan kesimpulan. . - 2 Semakin kegiatan mahasiswa pihak lain efektifnya belajar dengan 3 Semakin efektifnya kegiatan PBM yang dilakukan oleh mahasiswa.Menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu .perpustakan dan lain-lain) dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Untuk hal berbagai teknik.Menggunakan waktu secar efektif dan efisien untuk mengerjakan tugas .menggunakan waktu konsultasi dengan dosen secara teratur.Menyelesaikan tugas tepat waktu . dan penilaian terhadap hasi.: Tabel Indikator Keberhasilan PTK No 1 Indikator keberhasilan PTK Semakin efektifnya waktu belajar oleh mahasiswa Rincian atau sub indikator keberhasilan : Siswa mampu….Belajar/diskusi dengan orang lain yang memilki kecakapaan sesuai dengan tugas yang telah diberikan . Refleksi Refleksi mencakup analisis. .mengembangkan sifat kolaboratif satu dengan yang lain .mengembangkan data dan bahan secara mandiri . dan melakuakn sintesis informasi.

penelitian dibidang eksperimen latarbelakang masalah. Bagaimana Rincian Dari Setiap Bagian Laporan Rincian setiap bagian laporan adalah sebagai berikut : a) Abstrak b) Pendahuluan c) Kajian pustaka d) Pelaksanaan penelitian e) Hasil penelitian dan pembahasan f) Kesimpilan dan saran g) Daftar pustaka h) Lampiaran-lampiran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 98 . Jenis kegiatan yang dilakukan Bagian isi : umumnya adalah 1. Bab 4 hasil penelitian dan diskusi hasil penenlitian 5. 2. judul. tujuan kegunaan. dan lain-lain. lembarr persetujuan. pembelajaran di kelasatau kata pengantar. Bab 5 kesimpilan dan saran. Bab 3 Metodee penelitian 4. yang berisi 2.penelitian 1. disekolahnya daftar gambar dab daftar lampiaran serta abstrak atau ringkasan. rumusan dalam pembelajran masalah. daftar tabel. Bab 2 kajian Teori atau pekmbahasan pustakaan 3. Pada umumnya kerangka penulisan KTI yang berupa hasil penelitian adalah sebagai berikut : Tabel Kerangka Penulisan KTI Yang Berupa Hasil Penelitian Ciri khusus Kerangka penulisan KTI merupakan hasil laporan hasil KTI laporan hasil penelitian penelitian umumnya terdiri dari tiga bagian utama. terdiri dari : dilakukan oleh gurur adalah bidang Halaman. yaitu : Kegiatan penelitian yang umum Bagian pendahuluan. Bab I pendahuluan atau tindakan kelas permasalahn.Bagaimana Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas? Proses penysusunan laporan sebenarnya tidaklah sulit jika guru sudah disiplin mencatat apa saja yang telah dilakukan. daftar isi.

Apakah semua seharusnya ada KTI telah tersaji dengan bail dan benar.  Telah didiskusikan terlebih dahulu  Menggunakan pedoman KTI yang berlaku  Secara umum KTI yang baik adalah yang APIK komponen yang Nursa’id Fitria (06101410022) Page 99 .Menilai Laporan PTK Bagaiamana kriteria KTI yang benar dan baik ? Sebelum dikirim untuk di evaluasi KTI hendaknya :  Dinilai kembali oleh si penulis.

sosiologi. pendidikan. seperti alat-alat elektronik. Padahal banyak produk tertentu dalam bidang pendidikan dan sosial yang perlu dihasilkan melalui research and development. obat-obatan. Metode penelitian dan pengembangan telah banyak digunakan pada bidang-bidang Ilmu Alam dan Teknik. Hampir semua produk teknologi. alat-alat kedokteran. Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan 1. senjata. Potensi dan Masalah Penelitian dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. terdapat potensi angin dan sinar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 100 . di pantai selatan Pulau Jawa. manajemen. sehingga metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan. Penelitian dan pengembangan yang menghasilkan produk tertentu untuk bidang administrasi. pendidikan dan sosial lainnya masih rendah. kendaraan bermotor. maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut. dan lain-lain. Namun demikian metode pemelitian dan pengembangan bisa juga digunakan dalam bidang ilmu-ilmu sosial seperti psikologi. kapal laut. Jadi penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal (bertahap bisa multy years). bangunan gedung bertingkat dan alat-alat rumah tangga yang modern diproduk dan dikembangkan melalui penelitian dan pengembangan.PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Sebagai contoh. pesawat terbang. Penelitian Hibah Bersaing (didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) adalah penelitian yang menghasilkan produk. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah.

sistem penggajian. media pendidikan. maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. 3. dan relevan dengan kebutuhan. Data tentang potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri. misalnya untuk generator pembangkit tenaga listrik atau untuk turbin air. tetapi bisa berdasarkan laporan penelitian orang lain atau dokumentasi laporan penelitian orang lain atau dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan atau instansi tertentu yang masih up to date. Hasil akhir penelitian dan pengembangannya adalah berupa desain produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya. Data angin tersebut kemudian dapat digunakan untuk merancang kincir angin atau produk lainnya yang dapat menghasilkan energi mekanik atau listrik. metode mengajar. sistem evaluasi. dan lain-lain. sistem pembinaan pegawai. berapa lama dalam satu hari. Misalnya potensi energi angin di pantai harus dapat dikemukakan data berapa kekuatan dan kecepatan angin.matahari. model uji kompetensi. Desain Produk Dalam bidang pendidikan. yaitu lulusan yang jumlahnya banyak. Mengumpulkan Informasi Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan up to date. Di sini diperlukan metode penelitian tersendiri. prooduk-produk yang dihasilkan melalui penelitian R&D diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan. Metode apa yang akan digunakan untuk penelitian tergantung permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai. berkualitas. dari mana arah angin dan lain-lain. kompetensi tenaga kependidikan. 2. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukkan dengan data empirik. modul. model unit produksi. penataan ruang kelas untuk model pembelajaran tertentu. buku ajar. Desain produk harus diwujudkan dalam gambar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 101 . model manajemen. Produk-produk pendidikan misalnya kkurikulum yang spesifik untuk keperluan pendidikan tertentu. kedua potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi energi mekanik yang dapat digunakan untuk menggerakkan sesuatu.

Efektivitas metode mengajar baru bisa diukur dan mudah diimplementasikan. Uji coba tahap awal Nursa’id Fitria (06101410022) Page 102 . Uji Coba Produk Dalam bidang pendidikan. desain produk seperti metode mengajar baru dapat langsung diuji coba. Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk dalam hal ini metode mengajar baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak.atau bagan. Setiap desain produk perlu ditunjukkan dalam gambar kerja. 5. hasil akhir dari kegiatan ini adalah berupa desain metode yaitu rancangan metode pembelajaran baru. 6. setelah divalidasi dan direvisi. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut. Perbaikan Desain Setelah desain produk divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Sebelum diskusi peneliti mempresentasikan proses penelitian sampai ditemukan desain tersebut berikut keunggulannya. atau uraian ringkas sehingga akan memudahkan pihak lain untuk memahaminya. Desain metode ini masih bersifat hipotetik. sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya. 4. Dikatakan secara rasional karena validasi di sini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional belum berdasarkan fakta lapangan. Dikatakan hipotetik karena efektivitasnya belum terbukti dan akan dapat diketahui setelah pengujianpengujian. Validasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. suasana belajar menjadi kondusif dan hasil pembelajarn meningkat. sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. bagan. Pada contoh tentang produk pendidikan di atas. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk tersebut.

mungkin ada kelemahannya. 9. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 103 . Setelah disimulasikan maka dapat diujicobakan pada kelompok yang terbatas. 8. 10.dilakukan dengan simulasi penggunaan metode mengajar tersebut. Uji Coba Pemakaian Setelah pengujian terhadap produk berhasil dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting. 7. kalau ada perlu segera diperbaiki lagi. Revisi Produk Revisi produk ini dilakukan apabila dalam pemakaian dalam lembaga pendidikan yang lebih luas terdapat kekurangan dan kelemahan. Setelah direvisi. Dalam uji pemakaian sebaiknya pembuat produk selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam hal ini adalah metode mengajar. maka selanjutnya produk yang berupa metode mengajar baru tersebut diterapkan dalam lingkup tersebut tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut. Setelah diperbaiki maka dapat diproduksi massal atau digunakan lembaga pendidikan yang lebih luas. maka perlu diujicobakan lagi kelas yang lebih luas. Pengujian tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi apakah metode mengajar baru tersebut lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan metode mengajar yang lama atau yang lain. Setelah metode mengajar baru diterapkan selama setengah tahun atau satu tahun maka perlu dicek kembali. Pembuatan Produk Massal Bila produk yang berupa metode mengajar baru tersebut telah dinyatakan efektif dalam beberapa kali pengujian maka metode mengajar baru tersebut dapat diterapkan pada setiap lembaga pendidikan. Revisi Produk Setelah produk diuji coba pada kelompok yang terbatas maka kelemahan yang terdapat dalam produk tersebut menjadi lebih terlihat jelas dan perlu dilakukan langkah selanjutnya yaitu revisi produk.

Dengan demikian laporan penelitian yang dibuat harus selalu dilampiri dengan produk yang dihasilkan berikut spesifikasi dan penjelasannya. Kerangka Berpikir C. KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Tujuan D. Rumusan Masalah C. Langkah-langkah Penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 104 . Latar Belakang B. serta cara menggunakan produk tersebut. Sistematika laporan adalah sebagai berikut. SISTEMATIKA LAPORAN PENELITIAN R&D HALAMAN JUDUL ABSTRAK PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN A. Lampiran berupa produk yang dihasilkan tersebut dibuat dalam buku tersendiri dan diberikan penjelasan tentang kehebatan produk tersebut berdasarkan hasil uji coba.Laporan Penelitian R&D Metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sehingga menghasilkan produk baru dan selanjutnya menguji keefektifan produk tersebut. Hipotesis (Produk yang akan dihasilkan) BAB III PRODUK PENELITIAN A. Manfaat BAB II LANDASAN TEORI. Deskripsi Teori B.

Revisi Produk (Gambar setelah direvisi dan penjelasannya) F. Kesimpulan B. 6. Model Rancangan Eksperimen untuk Menguji Produk yang Telah Dirancang 2. Populasi Sampel Sumber Data Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Analisis Data Perencanaan Desain Produk Validasi Desain C. 4. Desain Awal produk (gambar dan penjelasan) B. 5. 2. Metode Penelitian Tahap II 1.B. Hasil Pengujian Pertama C. BAB IV Populasi dan Sampel Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Teknik Analisis Data HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Revisi Produk (Gambar setelah dievisi dan penjelasannya) D. 3. 4. Hasil pengujian Tahap Kedua E. 3. 5. Saran Penggunaan DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN INSTRUMEN LAMPIRAN DATA LAMPIRAN PRODUK YANG DIHASILKAN BERIKUT BUKU PENJELASANNYA Nursa’id Fitria (06101410022) Page 105 . Pembahasan Produk BAB V KESIMPULAN DAN SARA PENGGUNAANNYA A. Metode Penelitian Tahap I 1. Penyempurnaan Produk (Gambar terakhir dan penjelasannya) H. Pengujian Tahap Ketiga (bila perlu) G.

Metodologi Penelitian Pendidikan. Narbuko. Bumi Aksara. Tatang M. 2008. Moh. Cholid dan Abu Achmadi. Nazir. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Donald. Saifuddin. 1985. Metode Penelitian. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. 1997. Azwar. 2002. 2008. Manajemen Penelitian.. Penelitian Kependidikan : Prosedur & Strategi. Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktek”. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 106 . Surabaya: usaha Nasional. Muhammad. Menyusun Rencana Penelitian. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara. Amirin. Suharsimi. Jakarta: Rajawali Press. Suhadjono dan Supardi.DAFTAR PUSTAKA Ali. Jakarta: Rineka Cipta. Suharsimi. Penelitian Tindakan Kelas. Metode Penelitian. Jakarta: PT. Penelitian dalam Pendidikan. 1988. Margono. 1997. Bandung: Alfabeta. S. Jakarta: Rineka Cipta. 2004. Bandung: Angkasa. Suharsimi. Arikunto. Ary. Arikunto. Jakarta: Ghalia Indonesia Sugiyono. Edisi Revisi V. Arikunto. Metode Penelitian Pendidikan. 1990. 1990.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->