KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Resume ini tepat pada waktunya. Tugas Resume ini selain disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Penelitian Pendidikan Kimia, tetapi lebih dari itu juga sebagai wahana pembelajaran bagi penulis guna mengetahui dan mengaktualisasikan diri menurut pengetahuan yang penulis peroleh dari lembaga pendidikan. Selama penyusunan resume ini, penulis banyak memperoleh bantuan, baik itu bimbingan, petunjuk maupun arahan dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih secara khusus penulis sampaikan kepada Prof. Dr. H. Fuad Abd. Rachman, M.Pd. dan Dr. Hartono, M.A. yang telah membantu penulis dalam penyelesaian tugas Resume ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada semua pihak lain yang telah banyak membantu. penulis menyadari bahwa tugas Resume ini masih jauh dari tatanan kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan serta akan penulis terima dengan hati yang ikhlas dan tangan terbuka demi bekal pembelajaran dan perbaikan pada masa yang akan datang. Akhirnya, penulis berharap agar tugas resume Penelitian Pendidikan Kimia ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Palembang, Juni 2013

Penulis,

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................ 1 Daftar Isi...................................................................................................................2

HAKIKAT PENELITIAN DAN JENIS PENELITIAN .................................... 3

PROPOSAL PENELITIAN ............................................................................. 15

SUMBER MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN ............................. 30

POPULASI DAN SAMPEL ........................................................................... 43

KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN ................................................................................................ 51

HIPOTESIS PENELITIAN ............................................................................. 64

TEKNIK PENGUMPULAN, PENGOLAHAN , ANALISIS DATA, PENYUSUN LAPORAN HASIL PENELITIAN ........................................... 74

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) ................................................... 85

METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (R&D) .......................100

Daftar Pustaka ......................................................................................................106

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 2

HAKIKAT PENELITIAN DAN JENIS PENELITIAN

A. HAKIKAT PENGETAHUAN Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia.

Cara memperoleh pengetahuan (Sumber Pengetahuan) :  Wahyu Pengetahuan yang datangnya dari Tuhan melalui kitab suci.  Pengalaman Dari pengalaman, orang mendapatkan pengetahuan apapun dari yang dialami akan menjadi pengetahuan. Pengalaman bisa jadi pengetahuan jika memiliki kepentingan akan dialami. Pengalaman yang banyak tidak menjamin pengetahuan yang didapat akan banyak pula.  Otoritas Otoritas atau kewenangan atau kepakaran. Jika kita ingin mendapatkan pengetahuan tentang sesuatu, sebaiknya ditanyakan pada ahlinya, artinya harus ditelaah terlebih dahulu.  Berpikir Deduktif (umum-khusus) Dari umum ke khusus atau dari sadar ke tidak sadar. Jika pengetahuan deduktif itu diterapkan, maka pengetahuannya/cara berpikirnya secara umum. Di mana penalaran deduktif ini memiliki kelemahan yaitu terdapat banyak pengecualian.  Berpikir Induktif (khusus-umum) Mengambil keputusan dari pengalaman, belajar dari hal-hal yang khusus atau belajar dari pengalaman. Di mana penalaran induktif ini memiliki kelemahan yaitu jika tidak dibatasi, maka banyak penyimpangan jadi harus dilakukan pembatasan populasi.  Metode Ilmiah Proses untuk mendapatkan pengetahuan dengan dua metode yaitu berpikir deduktif dan induktif.

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 3

B.  Sesuai dengan hasil penginderaan/pengalaman empiris (sesuatu yang tidak bisa diamati secara empiris. KEBENARAN ILMIAH (ILMU/SAINS) RAGU -------.DIPELAJARI -----. dan 3) pragmatis. Tentatif artinya kebenaran itu akan tetap dijadikan kebenaran sebelum ada yang menyangkalnya (bersifat sementara) Ciri-ciri Kebenaran Ilmiah  Sesuai dengan rasio/akal manusia berdasarkan pengetahuan yang dimiliki Contoh kayu dibakar jadi abu atau arang  memang sesuai dengan rasio pengetahuan manusia. KEBENARAN 1. suatu kebenaran ilmiah dapat diterima dikarenakan oleh tiga hal. maka tidak bisa dikatakan sebagai ilmu) Umumnya.YAKIN Kebenaran ilmiah (sains/ilmu) adalah: 1. Sesuai dengan hasil penginderaan manusia berdasarkan pengalaman empiris Sifat Kebenaran ilmiah. Sesuai dengan akal/pikiran manusia berdasarkan pengetahuan yang ada (rasional/masuk akal) 2. Relatif artinya tidak mutlak/suatu saat tidak benar b.LEBIH YAKIN Tidak bisa dibantah. seperti : Nursa’id Fitria (06101410022) Page 4 .DIPELAJARI ------. bermula dari suatu keyakinan lalu dipelajari agar lebih meyakinkan 2. Kadangkala kebenaran dapat ditemukan melalui proses nonilmiah. yaitu : a. Kebenaran Nonilmiah Tidak selamanya penemuan kebenaran diperoleh secara ilmiah. KEBENARAN MUTLAK (WAHYU/AGAMA) YAKIN -----. yaitu 1) adanya koheren 2) adanya koresponden.

a. Penemuan kebenaran secara intuitif Kebenaran dapat juga dperoleh berdasarkan intuisi. Penemuan kebenaran secara common sense (akal sehat) Penemuan sense merupakan serangkaian konsep atau bagan konseptual yang memuaskan untuk digunakan secara praktis. d. tetapi banyak penemuan tersebut telah menggoncangkan dunia ilmu pengetahuan b. f. Penemuan kebenaran melalui spekulasi Penemuan kebenaran dengan spekulasi sedikit lebih tinggi tarafnya dari penemuan secara trial and error. Penemuan kebenaran secara trial and error Bekerja secara trial and error adalah melalukan sesuatu secara aktif dengan mengulang-ulang pekerjaan tersebut berkali-kali dengan menukar-nukar cara dan materi. jika wahyu datangnya dari Allah melalui Rasul dan Nabi. ataupun melalui suatu renungan. Fungsi ilmu  MENERANGKAN (EXPLAIN) Yang diterangkan dalam ilmu yaitu kejadian. Kebenaran dengan intuisi diperoleh secara cepat sekali melaui proses luar sadar tanpa menggunakan penalaran dan proses berpikir. Penemuan kebenaran secara kebetulan Penemuan kebenaran secara kebetulan tidak lain dari takdir Tuhan. Walaupun penemuan kebenaran secara kebetulan bukanlah kebenaran yang ditemukan secara ilmiah. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 5 . Penemuan kebenaran melalui wahyu Kebenaran yang didasarkan kepada wahyu merupakan kebenaran mutlak. g. Kebenaran karena wibawa dianggap suatu kebenaran yang diperoleh tanpa prosedur ilmiah. fenomena. e. gejala-gejala. Akal sehat dapat menghasilkan kebenaran dan dapat pula menyesatkan c. Penemuan kebenaran karena kewibawaan Umumnya kebenaran karena kewibawaan didasarkan pada logika saja.

 MERAMALKAN (PREDICTION) Meramalkan sesuatu yang belum terjadi  MENGENDALIKAN (CONTROL) Mengantisipasi terhadap suatu kejadian Pengertian Hakikat Penelitian Penerapan pendekatan ilmiah dalam penyelesaian masalah atau suatu usaha yang sistematis dan obyektif dalam mencari pengetahuan yang dapat dipercaya. 3. Merasakan suatu kesulitan Terasa kesenjangan antara alat-alat untuk mencapai suatu tujuan atau terasa kesulitan menemukan ciri-ciri atau pola dari suatu objek. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 6 . Atau rangkaian masalah. disusun kemungkinan pemecahan persoalan atau menerangkan objek atau peristiwa itu. Menegaskan persoalan Setelah merasakan adanya kesulitan. 2. petlu ditegaskan apa persoalan sebenarnya. kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu Hakikat Penelitian Pendidikan Sama seperti penelitian pada umumnya. Adapun langkah-langkah berpikir ilmiah ialah : 1. atau terasa kesukaran menerangkan sesuatu peristiwa. Untuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikkan tingkat ilmu serta teknologi. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam suatu penelitian seperti disebut dalam definisi ini sesuai dengan langkah-langkah berpikir ilmiah. Menyusun hipotesis Bila sudah dirumuskan persoalan. hanya yang dibicarakan adalah masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran. penyelidikan. Penelitian adalah semua kegiatan pencarian. dan percobaan sacara ilmiah dalam suatu bidang tertentu.

yaitu : 1. Dalam konteks ini maka fungsi penelitian adalah membantu manusia meningkatkan kemampuannya untuk menginterpretasikan fenomena-fenomena masyarakat yang kompleks dan kait-mengait demi kemajuan manusia atau demi eksistensi manusia itu sendiri. 5. Mata pelajaran 2. Lingkungan kawan sebaya 8. Menentukan kegunaan atau nilai umum dari kesimpulan Jika pemecahan persoalan itu dapat diterima maka dipertanyakan apa kegunaannya untuk masa mendatang atau apa nilai pemecahan persoalan itu untuk kepentingan yang akan datang. Di dalam hal ini Tyler menyebutkan delapan wajah yang merupakan peta konseptual pendidikan. Lingkungan masyarakat Nursa’id Fitria (06101410022) Page 7 . Mengumpulkan data Data adalah bahan informasi untuk proses berpikir gamblang atau eksplisit. Pelajar (kegiatan dan intelengensi mereka) 3. Ruang Lingkup Penelitian memegang peranan yang sangat penting dalam membantu manusia memperoleh jawaban atas suatu pertanyaan atau pemecahan atas suatu masalah. Mengambil kesimpulan Dari data-data yang sudah diolah diambil kesimpulan untuk menerima atau menolak hipotesis yang dirumuskan pada langkah berpikir ketiga diatas.4. Kompleksitas masalah pendidikan memang diakibatkan oleh luasnya ruang lingkup pendidikan itu sendiri. Cara mengajar 4. Guru 5. 6. Lingkungan rumah 7. Sekolah sebagai lambaga sosial 6.

Membentuk suatu badan informasi tentang usaha pendidikan yang bermanfaat dalam penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan. rangsangan dan penyuluhan yang berhasil untuk pembaruan pendidikan. atau proyeksi di masa yang akan datang atas peristiwa yang diduga bakal terjadi. prosedur dan bahan-bahan untuk menunjukkan hasil pendidikan yang telah dicapai. Tugas dan Jenis Penelitian Kegiatan di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan adalah dua kegiatan terpadu erat. Mameriksa Keadaan Tugas menyandra atau mengadakan deskripsi yaitu memaparkan dengan gamblang hal-hal yang dipermasalahkan.Sehubungan dengan penelitian pendidikan dan hasilnya Tyler mengemukkan lima fungsi penelitian pendidikan yang dapat dilakukan pada masa kini. Menyediakan pandangan. 5. Menerangkan kondisi yang mendasari peristiwa-peristiwa 3. 2. 3. maka tugas ilmu pengetahuan dan penelitian dapat dinyatakan secara terpadu pula sebagai berikut : 1. biaya dalam ukuran waktu. Menyusun teori Tugas ini mencari dan merumuskan hukum-hukum yang menjelaskan hubungan antara peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain yang ada kaitannya. 4. 2. Mengembangkan teori yang lebih memadai dan sahih (valid) tentang proses pendidikan serta pengoperasian usaha. usaha dan bahan-bahan dan keadaan hasil-hasil yang dicapai. Menilai program. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 8 . Kelima fungsi penelitian itu mencakup : 1. Menunjukkan isi dan cara mengajar serta mengorganisasikan dan menjalankan sekolah. 4. Meramalkan Tugas ini memberikan perkiraan-perkiraan.

Hipotesis tersebut selanjutnya diuji melalui pengumpulan data lapangan. di mana untuk menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan hipotesis. analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. terukur. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif atau inferensial sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak. Penelitian Kualitatif Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). 2. sehingga kesimpulan hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi di mana sampel tersebut diambil. dan hubungan gejala bersifat sebab akibat. Proses penelitian bersifat deduktif. Filsafat positivisme memandang realitas/gejala/fenomena itu dapat diklasifikasikan. teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random. gejala-gejala yang diperkirakan bakal terjadi. digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. disebut juga sebagai metode ethnografi. konkret.5. Penelitian pada umumnya dilakukan pada populasi atau sampel tertentu yang representatif. Penelitian kuantitatif umumnya dilakukan pada sampel yang diambil secara random. Untuk mengumpulkan data digunakan instrumen penelitian. Metode Penelitian Kuantitatif Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme. pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian. karena pada awalnya metode ini lebih Nursa’id Fitria (06101410022) Page 9 . Melakukan pengendalian Tugas ini berusaha mengendalikan peristiwa-peristiwa. JENIS-JENIS PENELITIAN Secara umum penelitian terbagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut: 1. teramati. relatif tetap.

suatu data yang mengandung makna. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam terhadap situasi sosial pendidikan yang diteliti. Analisis data yang dilakukan bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan dan kemudian dikonstruksikan menjadi hipotesis dan teori. Penelitian dilakukan pada obyek yang alamiah. Makna adalah data yang sebenarnya. kompleks. karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif Filsafat postpositivisme sering juga disebut juga sebagai paradigma interpretif dan konstruktif. yang memandang realitas sosial sebagai sesuatu yang holistic/utuh.banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. memotret. dinamis. disebut sebagai metode kualitatif. yaitu menggunakan berbagai teknik pengumpulan data secara gabungan/simultan. data yang pasti yang merupakan suatu nilai dibalik data yang tampak. Penelitian dasar atau penelitian murni (pure research) LIPI mendefinisikan penelitian dasar sebagai penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah atau menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. dan mengkonstruksi situasi sosial yang diteliti menjadi lebih luas dan bermakna. maka peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas. dan hubungan gejala bersifat interaktif (reciprocal). Obyek yang alamiah adalah obyek yang berkembang apa adanya. tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada obyek tersebut. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 10 . tetapi lebih menekankan pada makna. penuh makna. Untuk dapat menjadi instrumen. Generalisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan transferability  Menurut penggunaannya 1. menganalisis. yaitu peneliti itu sendiri. maka teknik pengumpulan data bersifat triangulasi. sehingga mampu bertanya. Dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument.

Penelitian histories Penelitian ditujukan kepada rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif memahami peristiwa-peristiwa masa lampau. dan tuntas. 2. Data yang berbobot adalah data yang diuji secara eksternal dan internal.  Menurut metodenya     Penelitian historis Penelitian filosofis penelitian observasional penelitian eksperimental  Menurut sifat permasalahannya         Penelitian histories Penelitian deskriptif Penelitian perkembangan Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian korelasional Penelitian kausal-komparatif Penelitian eksperimental Penelitian tindakan 1. Penelitian dilakukan dengan tertib. objektif. Penelitian terapan (applied research) Batasan yang diberikan LIPI : Penelitian terapan adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis.2. sistematis. 3. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 11 melakukan observasi atas peristiwa-peristiwa yang . Kekhususan 1. Data yang dikumpulkan diambil dari hasil observasi orang lain. 4. Data yang dikumpulkan dari sumber primer yaitu penelitian sendiri langsung dilaporkan.

dijelaskan dan dianalisis. Kekhususan 1. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 12 . Memusatkan perhatian pada ubahan-ubahan dan perkembangan selama jangka waktu tertentu.2. 2. 2. Bila metoda penelitian yang dipakai dengan pendekatan cross-sectional maka sampel yang dipilih harus representatif mewakili populasi penelitian. Penelitian perkembangan Penelitian perkembangan menyelidiki pola dan proses pertumbuhan sebagai fungsi dari waktu. sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada kesatuan itu. 4. 3. Bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang dihadapi sekarang. Kekhususan : a. Subjek yang diteliti terdiri dari suatu kesatuan secara mendalam. Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian kasus memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan terperinci mengenai latar belakang keadaan sekarang yang dipermasalahkan. 3. Kekhususan 1. Penelitian deskriptif Penelitian deskriptif berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu. Bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi untuk disusun. Penelitian umumnya memakai waktu yang panjang atau bersifat longitudinal.

Kekhususan 1. 2. Pengumpulan data mengenai gejala yang diduga mempunyai hubungan sebab akibat itu dilakukan setelah peristiwa yang dipermasalahkan itu telah terjadi.b. ubahan-ubahan yang diteliti juga terbatas. Data sebagai hasil pengaruh perlakuan terhadap kelompok eksperimen diukur secara kuantitatif kemudian dibandingkan. 7. Penelitian korelasional Penelitian korelasional bertujuan melihat hubungan antara dua gejala atau lebih. Penelitian eksperimental Penelitian dengan melakukan percobaan terhadap kelompok-kelompok eksperimen. Menggunakan sedikitnya dua kelompok eksperimen Nursa’id Fitria (06101410022) Page 13 . 5. Misalnya apakah ada hubungan antara status sosial orang tua siswa dengan prestasi anak mereka. Suatu gejala yang diamati. dari ubahan-ubahan dan kondisi-kondisi yang lebih besar jumlahnya. Kekhususan 1. 2. 6. Misalnya sikap santai siswa dalam kegiatan belajar mungkin disebabkan banyaknya lulusan pendidikan tertentu yang tidak mendapat lapangan kerja. Penelitian hubungan sebab-akibat Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat antara faktor tertentu yang mungkin menjadi penyebab gejala yang diselidiki. diusut kembali dari suatu faktor atau beberapa faktor pada masa lampau. yang terpusat pada aspek yang menjadi kasus. Di dalam eksperimen terhadap kelompok yang dikenai perlakuan eksperimental dan kelompok yang dikenai perlakuan pembanding. Misalnya hendak meneliti keefektifan metode-metode mengajar. Selain peneliti hanya pada suatu unit.

Misalnya. 4. meniliti keterampilan kerja yang sesuai bagi siswa putus sekolah di suatu daerah. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 14 .3. Harus mempertimbangkan kesahihan keluar. Mengusahakan agar pengaruh perlakuan eksperimen menjadi maksimal dan pengaruh ubahan penyangga menjadi minimal. Penelitian tindakan Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru untuk mengatasi kebutuhan dalam dunia kerja atau kebutuhan praktis lain. 8.

Masalah itu muncul pada ruang (tempat) dan waktu tertentu. Landasan Teori dan Pengajuan Hipotesis. Identifikasi Masalah C. Metode Penelitian. Tujuan Penelitian F. Batasan Masalah D. penyimpangan antara teori dengan praktik. PENDAHULUAN A. Rancangan penelitian harus dibuat secara sistematis dan logis sehingga dapat dijadikan pedoman yang betul-betul mudah diikuti. dan Jadwal Penelitian. Latar Belakang B. Dalam menyusun rancangan penelitian. penyimpangan antara rencana dengan pelaksanaan. Masalah merupakan “penyimpangan” dari apa seharusnya dengan apa terjadi. Penelitian dilakukan berangkat dari adanya suatu permasalahan. Proposal Penelitian Kuantitatif Proposal penelitian kuantitatif dikemas dalam sistematika seperti berikut: SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF I. dan penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan. Kegunaan Hasil Penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 15 . Rumusan Masalah E. yaitu Permasalahan.PROPOSAL PENELITIAN PROPOSAL PENILITIAN Rancangan atau proposal penelitian merupakan pedoman yang berisi langkah-langkah yang akan diikuti oleh peneliti untuk melakukan penelitiannya. perlu diantisipasi tentang berbagai sumber yang dapat digunakan untuk mendukung dan yang menghambat terlaksananya penelitian. Organisasi. Rancangan penelitian yang sering disebut proposal penelitian paling tidak berisi empat komponen utama.

peneliti harus dapat menunjukkan adanya suatu penyimpangan yang ditunjukkan dengan data dan menuliskan mengapa hal ini perlu diteliti. sehingga permasalahan menjadi jelas. BIAYA YANG DIPERLUKAN I. Oleh karena itu dalam latar belakang ini. Populasi dan Sampel C. Hipotesis III. Identifikasi Masalah Dalam bagian ini perlu dituliskan berbagai masalah yang ada pada obyek yang diteliti. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Pada bagian ini berisi tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi pada suatu obyek penelitian. Metode B. A. Melalui analisis masalah ini. Deskripsi Teori B. Semua masalah dalam obyek. sekarang ini tampak ada penyimpangan-penyimpangan dari standar yang ada.II. baik standar yang bersifat keilmuan maupun aturan-aturan. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. Teknik Pengumpulan Data E. PROSEDUR PENELITIAN A. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 16 . baik yang akan diteliti maupun yang tidak akan diteliti sedapat mungkin dikemukakan. peneliti harus melakukan analisis masalah. KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Instrumen Penelitian D. LANDASAN TEORI. B. Kerangka Berfikir C. Teknik Analisis Data IV. tetapi dalam peristiwa itu. Organisasi Penelitian B. Jadwal Penelitian V.

waktu. Untuk itu maka peneliti memberi batasan. selanjutnya dikemukakan hubungan satu masalah dengan masalah yang lain. sehingga semua permasalahan dapat diidentifikasikan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 17 . Masalah apa saja yang diduga berpengaruh positif dan negatif terhadap masalah yang diteliti. dan supaya penelitian dapat dilakukan secara lebih mendalam. serta bagaimana hubungan variabel satu dengan variabel yang lain. maka peneliti perlu melakukan studi pendahuluan ke obyek yang diteliti. Rumusan Masalah Setelah masalah yang akan diteiti itu ditentukan (variabel apa saja yang akan diteliti. maka masalah yang akan diteliti itu perlu dirumuskan secara spesifik. C. Batasan Masalah Karena adanya keterbatasan. Selanjutnya masalah tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk variabel. dan bagaimana hubungan variabel yang satu dengan yang lain). maka selanjutnya dapat dirumuskan masalah penelitian. Berdasarkan batasan masalah ini. dan supaya masalah dapat terjawab secara akurat. Sebaiknya rumusan masalah itu dinyatakan dalam kalimat pertanyaan. D. variabel apa saja yang akan diteliti. maka tidak semua masalah yang telah diidentifikasikan akan diteliti. Masalah yang akan siteliti itu kedudukannya di mana dia antara masalah yang akan diteliti. Berdasarkan berbagai permasalahan yang telah diketahui tersebut. melakukan observasi. tenaga. Jadi pola pikir dalam merumuskan masalah itu ada empat tahapan yang dapat digambarkan sebagai berikut. dana. di mana akan dilakukan penelitian. teori-teori.Untuk dapat mengidentifikasi masalah dengan baik. dan wawancara ke berbagai sumber.

Tujuan penelitian di sini tidak sama dengan tujuan yang ada pada sampul skripsi atau tesis. maka tujuan penelitiannya adalah: ingin mengetahui apakah ada pengaruh latihan terhadap produktivitas kerja pegawai dan kalau ada seberapa besar. Misalnya rumusan masalahnya: Bagaimanakah tingkat disiplin guru di Sekolah A? Maka tujuan penelitiannya adalah: ingin mengetahui seberapa tinggi tingkat disiplin guru di Sekolah A. Tujuan Penelitian Tujuan dan kegunaan penelitian sebenarnya dapat diletakkan di luar pola pikir dalam merumuskan masalah. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 18 . Tetapi keduanya ada kaitannya dengan permasalahan. Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang dituliskan. yang merupakan tujuan formal (misalnya untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapat gelar sarjana). Kalau rumusan masalahnya : apakah ada pengaruh latihan terhadap produktivitas kerja pegawai. tetapi tujuan di sini berkenaan dengan tujuan peneliti dalam melakukan penelitian. oleh karena itu dua hal ini ditempatkan di bagian ini. Rumusan masalah dan tujuan penelitian ini jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian.E.

Dapat berbentuk rumusan masalah deskriptif. Masalah yang diteliti umumnya merupakan variabel independen. komparatif. dan asosiatif. Peneliti juga perlu menuliskan mengapa hal itu perlu diteliti. Batasan Masalah Karena keterbatasan waktu. Rumusan Masalah Dinyatakan dalam kalimat pertanyaan . Penyimpangan ini perlu ditunjukkan dalam data. Pola Pikir Dalam Merumuskan Masalah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 19 . Tunjukkan hubungan masalah satu dengan masalah yang lain. baik masalah yang akan diteliti maupun tidak diteliti. tetapi peristiwa itu nampaknya ada penyimpangan dari standar keilmuan maupun aturan. Identifikasi Masalah Semua masalah yang ada pada obyek penelitian dikemukakan. teori dan supaya penelitian lebih mendalam maka penelitian dibatasi pada beberapa variabel saja. dana. tenaga. jelas dan spesifik.Latar Belakang Masalah Berisi tentang sejarah dan peristiwa yang terjadi pada obyek yang akan diteliti.

Kegunaan Hasil Penelitian Kegunaan hasil penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan. Kegunaan hasil penelitian ada dua hal. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. dan penyusunan instrumen penelitian. Teori-teori yang digunakan bukan sekedar pendapat dari pengarang. B.F. II. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dan dependen. LANDASAN TEORI. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. tetapi teori yang betul-betul telah teruji kebenarannya secara empiris. Deskripsi Teori Deskripsi teori adalah teori-teori yang relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti. sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis). pendapat penguasa. Kegunaan untuk mengembangkan ilmu/kegunaan teoritis b. Kegunaan praktis. mengapa variabel itu ikut Nursa’id Fitria (06101410022) Page 20 . Jumlah teori yang dikemukakan tergantung pada variabel yang diteliti. Kalau tujuan penelitian dapat tercapai. Di sini juga diperlukan dukungan hasil-hasil penelitian yang telah ada sebelumnya yang ada kaitannya dengan variabel yang diteliti. Kalau variabel yang diteliti ada lima maka jumlah teori yang dikemukakan juga harus ada lima. KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. dan rumusan masalah dapat terjawab secara akurat maka sekarang kegunaanya apa. yaitu: a. maka juga perlu dijelaskan. Bila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening. yaitu membantu memecahkan dan mengantisipasi masalah yang ada pada obyek yang diteliti.

Metode Penelitian Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis. Oleh karena itu pada setiap penyusunan harus didasarkan pada kerangka berpikir. Populasi dan Sampel Dalam penelitian perlu dijelaskan populasi dan sampel yang dapat digunakan sebagai sumber data. Dalam hal ini perlu dikemukakan instrumen apa saja yang akan digunakan untuk penelitian. C. diperlukan metode penelitian. maka titik tolak untuk merumuskan hipotesis adalah rumusan masalah dan kerangka berpikir. B. C. Instrumen Penelitian Penelitian yang bertujuan untuk mengukur suatu gejala akan menggunakan instrumen penelitian. Untuk itu di bagian ini perlu ditetapkan metode penelitian apa yang akan digunakan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 21 . Hipotesis Penelitian Karena hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang diajukan. maka akan menggunakan lima instrumen. apakah metode survey atau eksperimen. dll). maka motivasi kerja akan tinggi” maka hipotesisnya adalah: ada pengaruh yang tinggi/rendah dan signifikan kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai. Kalau ada rumusan masalah: adakah pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai. skala pengukuran yang ada pada setiap jenis instrumen (Likert. Jumlah instrumen yang akan digunakan tergantung pada variabel yang diteliti. Bila hasil penelitian akan digeneralisasikan (kesimpulan data sampel yang dapat diberlakukan untuk populasi) maka sampel yang digunakan sebagai sumber data harus representatif dapat dilakukan dengan cara mengambil sampel dari populasi secara random sampai jumlah tertentu. III. PROSEDUR PENELITIAN A. kerangka berpikirnya: “jika kepemimpinan baik.dilibatkan dalam penelitian. Bila variabel yang diteliti jumlahnya lima. prosedur pengujian validitas dan reliabilitas instrumen.

akan menentukan teknik statistik mana yang digunakan. Organisasi Penelitian Bila penelitian dilaksanakan oleh tim/kelompok maka diperlukan adanya organisasi pelaksana penelitian. wawancara) dicantumkan kalau sekiranya tidak dapat dilaksanakan. Jangan semua teknik pengumpulan data (angket. Dalam jadwal berisi kegiatan apa yang akan dilakukan. Jadi sejak membuat rancangan. maka rumusan masalah penelitian itulah yang perlu dijawab. Tetapi kalau hanya rumusan masalah itu dijawab maka sulit membuat generalisasi. Teknik Analisis Data Untuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Minimal ada ketua yang bertanggung jawab dan anggota. sehingga kesimpulan yang dihasilkan hanya dapat berlaku untuk sampel yang digunakan. tidak dapat berlaku untuk populasi. maka teknik analisis data ini telah ditentukan. dan berapa lama akan dilakukan. observasi. E. sebagai pembantu ketua. B. Bentuk hipotesis mana yang diajukan. maka teknik analisis data ini berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian hipotesis yang diajukan. sehingga betul-betul didapat data yang valid dan reliabel. Teknik Pengumpulan Data Yang diperlukan di sini adalah teknik pengumpulan data mana yang paling tepat. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 22 . Selain itu konsekuensi dari mencantumkan ketiga teknik pengumpulan data itu adalah: setiap teknik pengumpulan data yang dicantumkan harus disertai datanya. IV. Memang untuk mendapatkan data yang lengkap dan obyektif penggunaan berbagai teknik sangat diperlukan. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. Bila peneliti tidak membuat hipotesis. tetapi bila suatu teknik dipandang mencukupi maka teknik yang lain bila digunakan akan menjadi tidak efisien. Jadwal Penelitian Setiap rancangan penelitian perlu dilengkapi dengan jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan.D.

tingkat resiko kegiatan yang dilakukan. Komponen dan Sistematika Proposal Komponen dalam proposal penelitian tersebut secara garis besarnya terdiri atas. maka proposal penelitian kualitatif yang dibuat masih bersifat sementara. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 23 . metode penelitian. jadwal penelitian. sehingga permasalahan belum jelas. karena permasalahan yang diteliti sudah jelas. dan pola pikir induktif. Jumlah biaya yang diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya. kompleks. penuh makna. jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal peneliti. realitas dipandang sesuatu holistik. teramati. Proposal Penelitian Kualitatif Dalam penelitian kuantitatif. landasan teori. pendahuluan. maka proposal penelitian kuantitatif dipandang sebagai “blue print” yang harus digunakan sebagai pedoman baku untuk melaksanakan dan mengendalikan penelitian. organisasi penelitian. realitas dianggap tunggal. dinamis. dan akan berkembang setelah peneliti memasuki obyek penelitian/situasi sosial. serta lamanya penelitian dilakukan.C. pola pikir deduktif. Biaya Penelitian Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. dan biaya penelitian. 1. Sedangkan dalam metode kualitatif yang berpandangan bahwa. tetap.

ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. …………………………. ………………………….. Latar Belakang B. Rumusan Masalah D. …………………………. Sampel Sumber Data E. PENDAHULUAN A. Manfaat Penelitian II. III. Rencana Pengujian Keabsahan Data IV.. BIAYA YANG DIPERLUKAN Nursa’id Fitria (06101410022) Page 24 . Tujuan Penelitian E. Fokus Penelitian C. Teknik Pengumpulan Data F. C.SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF I. Organisasi Penelitian B. PROSEDUR PENELITIAN A. Teknik Analisis Data G. STUDI KEPUSTAKAAN A. Metode dan Alasan Menggunakan Metode B. Tempat Penelitian C.. B. Jadwal Penelitian V. Instrumen Penelitian D.

perencanaan. tujuan. C. dokumentasi laporan penelitian. A. pengalaman. Rumusan Masalah Rumusan masalah ini merupakan panduan awal bagi peneliti untuk penjelajahan pada obyek yang diteliti. tetapi lebih makro dan berkaitan dengan kemungkinan apa yang terjadi pada obyek/situasi sosial penelitian tesebut. yang bersifat spesifik. penentuan fokus berdasarkan hasil studi pendahuluan.I. dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan. atau pernyataan orang-orang yang dianggap kredibel dalam media cetak maupun elektronik. Namun bila rumusan masalah ini tidak sesuai dengan kondisi obyek penelitian. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dalam proposal penelitian kualitatif juga masih bersifat sementara. namun perlu dikemukakan dalam proposal penelitian. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Walaupun dalam penelitian kualitatif. Masalah ini perlu dikemukakan dalam bentuk data. teori pengalaman. referensi. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 25 . Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif tidak berkenaan dengan variabel penelitian. Fokus dalam penelitian ini juga masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian di lapangan. B. D. sehingga terlihat adanya kesenjangan yang merupakan masalah. Dalam latar belakang masalah ini perlu dikemukakan gambaran keadaan yang sedang terjadi selanjutnya dikaitkan dengan peraturan/kebijakan. yaitu untuk mengetahui segala sesuatu setelah rumusan masalah itu terjawab melalui pengumpulan data. masalah ini bersifat sementara. bisa diperoleh dari studi pendahuluan. Fokus Penelitian Pada penelitian kualitatif. Dalam proposal tujuan penelitian terkait dengan rumusan masalah. maka peneliti perlu mengganti rumusan masalah penelitiannya. dan disarankan oleh pembimbing atau orang yang dipandang ahli.

STUDI KEPUSTAKAAN Studi berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang terkait dengan nilai. Terdapat tiga kriteria terhadap teori yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian. Selain itu. tempat penelitian. Apabila peneliti kualitatif dapat menemukan teori.E. kompleks dinamis. II. Manfaat Penelitian Untuk penelitian kualitatif. holistik. karena dalam penelitian kualitatif tidak akan menguji hipotesis. tetapi justru menemukan hipotesis. hipotesis dan teori. teori yang dikemukakan bersifat sementara. maka akan berguna untuk menjelaskan. menemukan pola. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 26 . A. Metode dan Alasan Menggunakan Metode Kualitatif Pada umumnya alasan menggunakan metode kualitatif karena pemasalahan belum jelas. dan pedoman wawancara. yaitu relevansi. tidak perlu dibuat kerangka berpikir sebagai dasar untuk perumusan hipotesis. kemutakhiran. dan penuh makna sehingga tidak mungkin data pada situasi sosial tersebut dijaring dengan metode penelitian kuantitatif dengan instrumen seperti tes. teknik analisis data. teknik pengumpulan data. namun juga tidak menolak manfaat praktisnya untuk memecahkan masalah. dan rencana pengujian keabsahan data. METODE PENELITIAN Komponen dalam metode penelitian kualitatif adalah: alasan menggunakan metode kualitatif. dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti. peneliti bermaksud memahami situasi sosial secara mendalam. instrumen penelitian. III. kuesioner. Selanjutnya dalam landasan teori. memprediksikan. dan keaslian. manfaat penelitian lebih bersifat teoritis. yaitu untuk pengembangan ilmu. budaya. Dalam penelitian kualitatif. sampel sumber data penelitian. dan mengendalikan suatu gejala. dan akan berkembang atau berubah setelah peneliti berada di lapangan.

Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi. D. sampel sumber data dipilih secara purposive dan bersifat snowball sampling. Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti. sehingga mampu “membukakan pintu” ke mana saja peneliti akan melakukan pengumpulan data. Untuk itu perlu dikemukakan siapa yang akan menjadi instrumen penelitian. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 27 . dan akan berkembang kemudian setelah peneliti di lapangan. Tempat Penelitian Dalam hal ini perlu dikemukakan tempat di mana situasi sosial tersebut akan diteliti. Misalnya di sekolah. Instrumen yang akan digunakan perlu dikemukakan pada bagian ini. C. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil “kemasannya” sendiri. dan lain-lain. di lembaga pemerintahan. atau mungkin setelah permasalahannya dan fokus jelas peneliti akan menggunakan instrumen. sampel sebagai sumber data atau sebagai informan sebaiknya yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Situasi sosial untuk sampel awal sangat disarankan suatu situasi sosial yang di dalamnya menjadi semacam muara dari banyak domain lainnya. Selanjutnya dinyatakan bahwa. di rumah. sehingga sesuatu itu bukan sekedar diketahui. Sampel Sumber Data Dalam penelitian kualitatif. Instrumen Penelitian Dalam penelitian kualitatif. Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi. 2. Penentuan sampel sumber data. tetapi juga dihayatinya. 3. Sampel sumber data pada tahap awal memasuki lapangan dipilih orang yang memiliki power dan otoritas pada situasi sosial atau obyek yang diteliti.B. 4. yang menjadi instrumen utama adalah peneliti sendiri atau anggota tim peneliti. di jalan. di perusahaan. pada proposal masih bersifat sementara.

analisis data dilakukan dengan analisis taksonomi. F.5. studi dokumentasi. Tahapan dalam penelitian kualitatif adalah tahap memasuki lapangan dengan grand tour dan minitour question. triangulasi. Selanjutnya pada tahap selections. dalam penelitian kualitatif. Rencana Pengujian Keabsahan Data Uji keabsahan data meliputi uji kredibilitas data (validitas internal). member check. Namun yang utama adalah uji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara: perpanjangan pengamatan. kepada siapa akan melakukan wawancara. E. wawancara mendalam. diskusi dengan teman sejawat. Perlu dikemukakan kalau teknik pengumpulan datanya dengan observasi. meningkatkan ketekunan. uji dependabilitas (reliabilitas) data. analisis data dengan analisis komponensial. teknik pengumpulan data dengan minitour question. pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan struKtural. G. Mereka yang pada mulanya tergolong “cukup asing” dengan peneliti sehingga lebih menggairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber. analisis datanya dengan analisis domain. Teknik Analisis Data Teknik analisis data lebih banyak dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi partisipan. dan gabungan ketiganya atau triangulasi. Setelah analisis komponensial dilanjutkan analisis tema. maka perlu dikemukakan apa yang diobservasi. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 28 . dan analisis kasus negatif. kalau wawancara. Tahap kedua adalah menentukan fokus. uji transferabilitas (validitas eksternal/generalisasi) dan uji konfirmabilitas (obyektivitas). Teknik Pengumpulan Data Pada bagian ini dikemukakan bahwa.

Masing-masing perlu dikemukakan uraian tugas dan waktu yang tersedia. jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal peneliti. serta lamanya penelitian dilakukan. Jadwal Penelitian Pada umumnya penelitian kualitatif memerlukan waktu yang relatif lama. tenaga administrasi. beberapa anggota peneliti. B. antara 6 bulan sampai 24 bulan. ORGANISASI PENELITIAN DAN JADWAL PENELITIAN A. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 29 . bendahara.IV. Organisasi Organisasi penelitian ini perlu dikemukakan. Pembiayaan Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. Jumlah biaya yang diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya. Dalam organisasi penelitian ini terdiri atas ketua tim peneliti. Untuk itu perlu direncanakan jadwal pelaksanaan penelitian yang berisi aktivitas yang dilakukan dan kapan akan dilakukan. C. tingkat resiko kegiatan yang dilakukan. pengumpul data. bila penelitian dilakukan oleh tim.

atau dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) maka akan muncul masalah. antara rencana dengan pelaksanaan. namun sering perubahan itu tidak diharapkan oleh orang-orang tertentu. antara apa yang direncanakan dengan kenyataan. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan Di dunia ini yang tetap hanya perubahan.SUMBER MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN SUMBER MASALAH Langkah pertama yang harus dilalui oleh seorang peneliti dalan proses penelitiannya adalah penentuan masalah. Hal ini pada awalnya tentu akan memunculkan masalah. Orang yang bisanya menjadi pimpinan pada bidang pemerintahan harus berubah ke bidang pendidikan. adanya pengaduan. Masalah penelitian perlu dinyatakan dengan jelas karena melalui prnyataan tersebut peneliti berusaha mengkomunikasikan kepada pihak lain tentang fokus dan pentingnya masalah. Apakah masalahnya sehingga apa yang telah direncanakan tidak menghasilkan kenyataan. a. antara aturan dengan pelaksanaan. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan Suatu rencana yang telah ditetapkan. tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan dari rencana tersebut maka tentu ada masalah. pemecahan. yakni pengumpulan dan analisis data (McMillan dan Scumacher. antara teori dengan praktik. Dalam bidang penelitian. karena akan dapat menimbulkan masalah. Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi. serta kerangka kerja laporan penelitiannya. b. Orang atau kelompok yang biasanya mengelola pendidikan dengan sistem sentralisasi lalu berubah menjadi desentralisasi. konteks dan skop kependidikan. Secara umum masalah dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang memerlukan pembahasan. Stonner mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antar pengalaman dengan kenyataan. 1989). informasi atau keputusan. dan kompetisi. Jadi untuk Nursa’id Fitria (06101410022) Page 30 . secara teknis masalah menyiratkan adanya kemungkinan dilakukannya suatu penyelidikan empiris.

maka akan timbul masalah dalam organisasi itu. Disamping itu. pernyataan. Misalnya penelitian tentang SDM. d. maka masalah SDM harus ditunjukkan dengan data. Dalam penelitian kuantitatif. Masalah SDM misalnya. Pada umumnya peneliti dalam bidang pendidikan memfokuskan kajiannya pada usaha untuk mendeskripsikan fenomena kependidikan. seperti pertanyaan yang memerlukan penjelasan tentang bagaimana melakukan sesuatu. Ada pengaduan Dalam suatu organisasi sekolah yang tadinya tenang tidak ada masalah. Ada kompetisi Adanya saingan atau kompetisi sering dapat menimbulkan masalah besar bila tidak dapat memanfaatkan untuk kerja sama. Data masalah dapat diperoleh dari hasil pengamatan pendahuluan terhadap hasil penelitian orang lain atau dari dokumentasi. Dalam proposal penelitian. ternyata setelah ada pihak tertentu yang mengadukan produk maupun pelayanan yang diberikan. atau pertanyaan tentang nilai. menjelaskan (explaining) kejadian yang terobservasi. jumlah SDM yang terbatas. Pada umumnya masalah penelitian pada mulanya diidentifikasi melalui topik yang masih umum. Dalam penelitian. berisi masalah mengambang karena terlalu luas. c. atau hipotesis. kompetensi dan produktivitas yang masih rendah.menemukan masalah dapat diperoleh dengan cara melihat dari adanya penyimpangan antara yang direncanakan dengan kenyataan. lengkap dan akurat. peneliti juga bisa mengajukan berbagai pertanyaan baik yang bersifat teoritis maupun praktis di bidang pendidikan. Data yang diberikan harus up to date. Dengan demikian masalah penelitian dapat digali dengan cara menganalisis isi pengaduan. Akan tetapi. Setelah melakukan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 31 . masalah penelitian dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. jenjang pendidikan yang rendah. tidak semua pertanyaan dapat digolongkan dalam masalah penelitian. serta mengembangkan pemecahan masalah kependidikan. setiap masalah harus ditunjukkan dengan data. masalah yang menjadi fokus harus dinyatakan secara formal untuk menunjukkan perlunya dilakukan penyelidikan secara empiris.

Kepustakaan tentang hasil penelitian juga memberikan rekomendasi perlunya dilakukan replikasi atau penelitian ulang. Sumber-sumber masalah : 1. staf pengajar dan administrasi. Situasi praktis. kebanyakan keputusan yang dibuat oleh praktisi didasarkan atas praduga tanpa didukung data empiris. 4. dapat memunculkan masalah penelitian. Deduksi dari teori. merupakan sumber yang kaya akan masalah penelitian. Masalah penelitian dapat diangkat dari hasil observasi terhadap hubungan tertentu yang belum atau tidak mempunyai dasar penjelasan yang memadai. Hal ini karena teori masih berupa konsep tersebut hanya diperoleh dan dikembangkan dari hasil pemikiran secara rasional. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 32 . serta masyarakat. misalnya dalam eksperimen. Dalam penelitian. Teori merupakan konsep yang masih berisi tentang prinsip-prinsip umum yang mana penerapannya dalam kondisi atau pelaksanaan kependidikan tertentu belum diketahui selama belum diuji secara empiris. Dalam kenyataan kependidikan. sehingga hasilnya hanya bisa digeneralisasikan secara terbatas. Masalah sosial yang sedang diterjadi dapat memberikan masukan yang berarti bagi peneliti untuk dijadikan masalah penelitiannya. Masalah yang muncul dari situasi demikian diantaranya berkenaan dengan kebutuhan kependidikan yang memerlukan informasi tentang perencanaan. 3. seringkali subjek yang dipilih sulit atau bahkan tidak mungkin dipilih secara acak. pengembangan. baik dengan atau tanpa variasi. Observasi terhadap praktek kependidikan. terutama dalam kaitannya dengan pembuatan keputusan tetentu.kepustakaan yang berkenaan dengan topik tersebut kemudian peneliti lebih memfokuskan topik tersebut sehingga menjadi masalah penelitian yang lebih spesifik. seringkali mendesak diadakannya peelitian evaluatif. 2. yang kemungkinan mempunyai pengaruh terhadap siswa. dan pelaksanaan suatu program. Replikasi dapat meningkatkan validitas hasil penelitian yang lalu dan kemampuannya untuk digeneralisasikan lebih luas. 5.

peneliti hendaknya menghindari adanya duplikasi masalah. Dengan kata lain. waktu dan biaya. Oleh karena itu Nursa’id Fitria (06101410022) Page 33 . Untuk itu. maupun kerja sama institusional dan admnistratif. tersedianya data. Baru untuk menghindari adanya duplikasi yang tak perlu Suatu penelitian agar dapat memberikan sumbangan yang berarti. baik yang sifatnya eksternal maupun personal (Good. Suatu penelitian harus dapat memberikan sumbangan yang berarti terhadap pengembangan pengetahuan dibidang kependidikan. misalnya. Motivasi dilakukan penelitian yang berhasil tersebut sematamata karena dorongan ingin tahu serta kesenangan dan kepuasan. Pengembangan pribadi dapat memunculkan masalah yang memerlukan jawaban empiris untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam melalui metode kualitatif. Secara lebih detail. Orang yang terlibat secara langsung dalam situasi tertentu akan lebih peka dalam memahami makna yang berkaitan dengan situasi tersebut. masalah yang sedang hangat dan penting bagi bidang penelitian. penemuan-penemuan yang diperoleh oleh para sarjana yang memiliki nama besar didapat karena keingintahuan intelektual yang sangat besar. 2. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 43).6. biaya. kriteria pemilihan masalah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. seorang peneliti hendaknya menghindari mengangkat masalah yang sudah ada informasi yang jelas dari penelitian ini. Nilai maanfaat bagi bidang kajian pendidikan Penelitian merupakan suatu aktivitas yang banyak memerlukan tenaga. Kriteria eksternal berkenaan dengan. salah satunya dalah agar masalah yang diteliti dapat menyumbangkan informasi baru yang belum atau masih kurang jelas dapat diperoleh dari penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti lain. Kriteria Pemilihan Masalah Dalam memilih masalah yang akan diperoleh dari sumbernya. Menarik serta menantang secara intelektual Dalam sejarah ilmu pengetahuan. dan waktu 3. Dengan demikian penelitian tersebut tidak hanya menghamburkan tenaga. metode. peneliti hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor sebagai kriteria pemilihan.

peneliti harus mempertimbangkan kemungkinan adanya sponsor atau pihak lain yang dapat dan bersedia mendukung pelaksanaan penelitiannya. Hal ini karena para peneliti kependidikan banyak yang menggunakan pendekatan penelitian yang digunakan dalam bidang lain tersebut untuk memahami dan melakukan penelitian di bidang pendidikan. 8. misalnya sekolah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. seperti sosiologi. Tersedianya sponsor dan kerja sama administratif Penelitian terhadap beberapa masalah. 5. 6. dan kondisi kerja tertentu. Latihan serta klasifikasi personal Pengembangan bidang pendidikan berutang pada bidang kajian lain. konsultan atau pembimbing. peralatan. 4. misalnya dalam penelitian eksperimen dan historis seringkali memerlukan sumber. antropologi. atau mengolah dan menganalisis data yang terkumpul. Tersedianya data dan metode alat khusus serta kondisi kerja Selanjutnya. Oleh karena itu. Tersediannya sponsor dan kerja sama administratif Penelitian kependidikan sering kali harus melibatkan beberapa pihak yang berkepentingan. Keberadaan fasilitas tersebut terutama dimaksudkan untuk mempermudah proses pengamatan melalui kontrol terhadap kondisi. Biaya dan hasil Penelitian memerlukan biaya yang mahal.permasalahan yang diangkat harus didasarkan pada minat serta rasa ingin tahu yang besar sehingga peneliti akan bersedia melakukan penlitiannya dengan senang hati dan menurahkan perhatiannya secara maksimal. hendaknya peneliti memperhatikan sumber biaya yang diperlukan untuk Nursa’id Fitria (06101410022) Page 34 . dalam memilih masalah peneliti juga harus mempertimbangkan apakah data yang cukup untuk untuk menjawab masalah dapat diperoleh dan apakah ada metode yang cocok untuk digunakan. Dalam memilih masalah. dan psikologi. seorang peneliti pendidikan juga harus mempunyai pengethuan dasar dan metodologi penelitian tentang subjek bidang kajian lain sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitiannya. 7. Dalam memilih masalah. sejarah. merekam data dengan akurat.

eksperimen. dan longitudinal seringkali memerlukan waktu yang cukup panjang untuk menyelesaikannya. maupun profesi. Oleh karena itu jika masalah yang diajukan kemungkinan akan membahayakan. Waktu Beberapa penelitian naturalistik. Rumusan Masalah Deskriptif Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri. Oleh karena itu. peneliti hendaknya juga memperhatikan bahaya tertentu yang mungkin bisa timbul terhadap perorangan. Masalah merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. komparatif dan asosiatif. karena setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah. a. 9.kebutuhan penelitiannya. Bila waktu yang tersedia bagi peneliti hanya terbatas kemungkinan besar ia tidak bisa merampungkan penelitiannya dengan baik. Bila biaya terbatas. Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah Penelitian Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian dikembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi (level of explanation). masalah yang diangkat hendaknya tidak terlalu luas sehingga dapat mencukupi untuk penyelesaiannya. 10. Bahaya Dalam memilih permasalahan. maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Rumusan Masalah Rumusan masalah berbeda dengan masalah. baik bahaya fisik. mental maupun sosial. kelompok. Bentuk masalah dapat dikelompokkan ke dalam bentuk masalah deskriptif. historis. hendaknya peneliti meninjaunya kembali. baik hanya pada satu Nursa’id Fitria (06101410022) Page 35 . Namun demikian terdapat kaitan erat antara masalah dan rumusan masalah. dalam memilih permasalahan peneliti harus mempertimbangkan waktu yang tersedia.

Contoh rumusan masalah komparatif: 1). b. 2). Adakah perbedaan disiplin kerja guru antara sekolah di Kota dan di Desa? (satu variabel dua sampel). Adakah perbedaan. Pegawai Swasta dan Pedagang? (dua variabel tiga sampel). atau pada waktu yang berbeda. motivasi belajar dan hasil belajar antara murid yang berasal dari keluarga Guru. Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel itu dengan variabel lain. Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah negeri dan swasta? (variabel penelitian adalah prestasi belajar pada dua sampel yaitu sekolah negeri dan sekolah swasta). Penelitian semacam ini untuk selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif. Rumusan Masalah Komparatif Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda.variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Nursa’id Fitria (06101410022) Page 36 . Contoh rumusan masalah deskriptif: 1) Seberapa baik kinerja Departemen Pendidikan Nasional? 2) Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri Berbadan Hukum? 3) Seberapa tinggi efektivitas kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia? 4) Seberapa tinggi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah di bidang pendidikan? 5) Seberapa tinggi tingkat produtivitas dan keuntungan finansial Unit Produksi pada Sekolah-sekolah Kejuruan? 6) Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar rata-rata per hari muridmurid sekolah di Indonesia? Dari beberapa contoh di atas terlihat bahwa setiap paertanyaan penelitian berkenaan dengan satu variabel atau lebih secara mandiri. 3).

Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan simetris: 1. Adakah hubungan antara rumah yang dekat rel kereta dengan jumlah anak? 3. yaitu: hubungan simetris. dan intraktif/resiprocal/timbal balik. Adakah hubungan antara jumlah es yang terjual dengan kejahatan terhadap murid sekolah? 2. Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin sekolah? Contoh judul penelitiannya adalah sebagai berikut: 1.c. Hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin sekolah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 37 . Terdapat tiga bentuk hubungan. hubungan kausal. Jadi bukan hubungan kausal maupun interaktif. Hubungan antara jumlah es yang terjual dengan jumlah kejahatan terhadap murid sekolah 2. Hubungan antara rumah yang dekat rel kereta api dengan jumlah anak 3. 1) Hubungan simetris Hubungan simetris adalah hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama. Rumusan Masalah Asosiatif Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dau variabel atau lebih.

media pendidikan dan kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah? (kurikulum. Seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala SMK terhadap kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan? (kepemimpinan variabel independen dependen). 2.2) Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Di sini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen. Jadi di sini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan variabel dependen (variabel yang dipengaruhi). Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan pada SMK di Provinsi Indrakila. media pendidikan. Pengaruh kurikulum. (Di sini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi dapat mempengaruhi motivasi). Nursa’id Fitria (06101410022) Page 38 . Adakah hubungan pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak? (pendidikan orang tua varibel independen dan prestasi belajar variabel dependen) 2. kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah. Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar anak SD di Kecamatan A. Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan interaktif: 1. Seberapa besar pengaruh kurikulum. 3. Hubungan pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak di SD Kabupaten Alengkapura. dan kecepatan memperoleh pekerjaan variabel 3) Hubungan interaktif/reciprocal/timbal balik Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. media pendidikan dan kualitas guru sebagai variabel independen dan kualitas SDM sebagai variabel dependen) Contoh judul penelitiannya: 1. 3. Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan kausal: 1.

tingkat aspirasi. ukuran. Berat. demikian juga orang yang kaya dapat meningkatkan kecerdasan karena gizi terpenuhi). penghasilan. Variabel juga dapat merupakan atribut dari bidang keilmuan atau kegiatan tertentu. (kecerdasan dapat menyebabkan kaya. Untuk dapat bervariasi maka penelitian harus didasarkan pada sekelompok sumber data atau obyek yang bervariasi. kemudian ditarik kesimpulannya. Demikian juga prestasi belajar karena prestasi belajar dari sekelompok murid tentu bervariasi. berat badan. Hubungan antara kecerdasan dengan kekayaan. Dinamakan variabel karena ada variasinya. obyek. prosedur dan mekanisme kerja. sikap. kepemimpinan. kebijakan merupakan contoh variabel dalam kegiatan administrasi pendidikan. model pendelegasian. maka harus ada variasinya. disiplin kerja.2. VARIABEL PENELITIAN Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut. Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variabel adalah konstrak (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. motivasi. Diberikan contoh misalnya. golongan gaji. produktivitas kerja. dan warna merupakan atribut-atribut dari setiap obyek. kepemimpinan. Di bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). dan lain-lain. koordinasi. karena berat badan sekelompok orang itu bervariasi antara satu orang dengan yang lain. Dengan demikian variabel itu merupakan suatu yang bervariasi. merupakan atribut-atribut dari setiap orang. Jadi kalau peneliti akan memilih variabel penelitian baik yang dimiliki orang. status sosial. maupun bidang kegiatan dan keilmuan tertentu. Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang atau obyek yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain. jenis kelamin. bentuk. Variabel yang tidak ada variasinya bukan dikatakan sebagai variabel. deskripsi pekerjaan. Struktur organisasi. Tinggi. berat badan dapat diakatakan variabel. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 39 . Misalnya. pengawasan. pendidikan.

Selanjutnya Kidder (1981). Variabel Independen Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. variabel dependen disebut sebagai variabel indogen. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). karena adanya variabel bebas. Dalam SEM (Structural Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural). b. maka dapat dirumuskan di sini bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang. menyatakan bahwa variabel adalah suatu kualitas (qualities) di mana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya. variabel independen disebut sebagai variabel eksogen. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas. Motivasi Belajar (Variabel Independen) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 40 . Macam-macam Variabel Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi sebagai berikut: a. Variabel Dependen Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Dalam SEM (Structural Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural). obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dengan kemudian ditarik kesimpulannya.

Variabel ini juga disebut sebagai variabel independen kadua Motivasi Belajar (Variabel Independen) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Suasana Belajar (Variabel Moderator) d.c. Variabel Moderator Adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Motivasi Belajar (Variabel Independen) Gaya Belajar Siswa (Variabel Intervening) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Suasana Belajar (Variabel Moderator) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 41 . Variabel Intervening Adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur.

e. Variabel Kontrol Adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap variabel dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. pokok bahasan (Variabel Kontrol) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 42 . fasilitas kelas. Motivasi Belajar (Variabel Independen) Motivasi Belajar (Variabel Independen) Waktu belajar.

POPULASI DAN SAMPEL

A. Populasi Populasi adalah kelompok subjek yang ingin dikenai generalisasi hasil penelitian. Menurut Sugiyono “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga subjek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekadar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu.

Karakteristik Populasi Karakteristik populasi menentukan luas atau sempitnya generalisasi dan heterogenitas populasi. 1. Karakteristik sempit/sedikit Generalisasi lebih luas, lebih heterogen 2. Karakteristik luas/banyak Generalisasi lebih sempit,lebih homogeny

A. Sampel Menurut Sugiyono, “sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 43

Syarat Sampel 1. Representatif; mewakili populasi; karakteristiknya harus mencerminkan karakteristik populasi. 2. Yang diteliti adalah populasi, yang diambil datanya adalah data sampel. 3. Kesimpulan yang diambil adalah untuk populasi.

Tujuan Pengambilan Sampel (Sampling) 1. Mereduksi objek penelitian 2. Ingin melakukan generalisasi 3. Menyederhanakan tugas penelitian 4. Efektivitas dan efisiensi Langkah – Langkah Dalam Pengambilan Sampel 1. Tentukan luas populasi sebagai daerah generalisasi 2. Penegasan sifat dan ciri populasi 3. Tentukan besarnya sampel 4. Tentukan teknik samplingnya D. Teknik Sampling 1. Probability Sampling Probability sampling adalah teknik sampling (teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Semua anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. a. Simple Random Sampling Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. 1. 2. 3. Undian dengan pengembalian atau undian tanpa pengembalian Penggunaan tabel bilangan random Sistematik random

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 44

b. Disproportionate Stratified Random Sampling Teknik ini dugunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional. Misalnya pegawai dari unit kerja tertentu mempunyai; 3 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 90 orang S1, 800 orang lulusan SMU, 700 orang lulusan SMP, maka tiga orang lulusan S3 dan empat orang lulusan S2 itu diambil semuanya sebagai sampel. Karena kedua kelompok ini terlalu kecil bila dibandingkan dengan kelompok S1, SMU dan SMP. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Strata berdasarkan usia Strata berdasarkan jenjang pendidikan Strata berdasarkan jenis kelamin Strata berdasarkan status perkawinan Strata berdasarkan status sosial ekonomi Strata berdasarkan asal sekolah Strata berdasarkan jenjang kepangkatannya atau jenjang jabatan

c. Proportionate Stratified Random Sampling Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari latar belakang pendidikan yang berstrata, maka populasi pegawai tersebut berstrata. Misalnya jumlah pegawai yang lulus S1=45, S2=30, STM=800, ST=900, SMEA=400, SD=300. Jumlah sampel yang harus diambil meliputi strata pendidikan tersebut. Jumlah sampel dan teknik pengambilan sampel diberikan setelah bagian ini.

d. Cluster Sampling (Area Sampling) Teknik ini digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misal penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 45

Sampling berdasarkan pada kelompok-kelompok masyarakat : 1. a. Quota Sampling Sampling quota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (quota) yang diinginkan. genap saja.untuk ini maka yang diambil sebagai sampel adalah nomor 1. Non Probability Sampling Non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk diplih menjadi sampel.berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan. Berdasarkan tempat pekerjaan 4. Berdasarkan area/wilayah/daerah 2. Misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang. Teknik ini sering digunakan melalui dua tahap. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja. Mengambil sampel yang punya karakteristik/ciri tertentu serta jumlah/quota yang harus diambil (misalnya: mahasiswa semester V dari berbagai PT yang kuliah sambil bekerja atau kuliah tapi sudah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 46 . Sampling Sistematis Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. 5. b. 20. Berdasarkan profesi/pekerjaan 2. 1. atau kelipatan dari bilangan lima. yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah. 10.15. dan tahap berikutnya menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga. yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100. Dari semua anggota itu diberi nomor urut. dan seterusnya sampai 100. Berdasarkan tempat tinggal 3.

Misalnya untuk mengetahui kualitas pendidikan suatu daerah. sampelnya dari orang tua. 1. kadinas. Dicari yang paling mudah dihubungi. Digunakan untuk menemukan suatu isu/hal-hal yang menjadi topik pembicaraan masyarakat d. Kalau pengumpulan data belum didasarkan pada quota yang diinginkan maka penenlitian dipandang belum selesai. Misalnya. 4. Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penenlitian kualitatif. Pengambilan sampel seketemunya saja 2. karena belum memenuhi quota yang ditentukan. akan melakukan penelitian tentang kualitas makanan. Memilih sampel berdasarkan tujuan tertentu 2. 2. yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. c. maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan. pengawas. Jumlahnya tidak ditentukan secara pasti 4. Tidak representatif 3. (ciri-ciri yang dicari tidak merupakan representasi dari populasi secara keseluruhan). bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Mudah dilakukan 5. dst. 1. Memiliki ciri-ciri yang esensial dari populasi 3. Purposive Sampling Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Tidak terikat dengan jumlah sampel Nursa’id Fitria (06101410022) Page 47 .berkeluarga). Incidental Sampling Teknik ini adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. guru. Sulit untuk diambil generalisasi 6.

Untuk penelitian di sekolah. Sampling Jenuh Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Jumlah biaya yang tersedia 5. dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Pertimbangan-pertimbangan dalam Menentukan Teknik Sampling 1. Tujuan penelitian: generalisasi. Tidak ada ketentuan yang pasti 2. Snowball Sampling Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil. Semakin heterogen populasi. Sampel tidak boleh lebih dari 100 orang 5. begitu seterusnya sampai diperoleh jumlah sampel yang diinginkan 4. Jika homogen. kesan-kesan umum dalam waktu singkat 2. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil. E. kemudian dua orang ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel.e. 1. kemudian membesar. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus. Dimulai dari kelompok kecil 2. kurang dari 30 orang. Kawannya memilih kawannya lagi untuk dijadikan sampel. Masing-masing anggota kelompok memilih kawannya (satu atau dua orang) untuk dijadikan sampel. jumlah sampel semakin banyak 4. sampel tidak perlu banyak 3. Besar Sampel 1. 3. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. pertama-tama dipilih satu atau dua orang. Kesediaan seseorang untuk dijadikan sampel 4. biasanya diambil sampel kelas Nursa’id Fitria (06101410022) Page 48 . Pengetahuan tentang populasi 3. Dalam penentuan sampel. Besarnya target fasilitas yang tersedia F. Menyelidiki hubungan antar manusia dalam hubungan yang akrab f.

yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. untuk tingkat kesalahan. 5%. Jadi bila jumlah populasi 1000 dan hasil penelitian itu akan diberlakukan untuk 1000 orang tersebut tanpa ada kesalahan. P  Q  0. maka akan semakin besar jumlah anggota sampel yang diperlukan. Cara demikian sering disebut dengan random sampling. maka makin besar kesalahan generalisasi (diberlakukan umum).G. makin kecil tingkat kesalahan. maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi. P .Q d 2 ( N 1)  2 . N . waktu dan tenaga yang tersedia. Jumlah sampel yang 100% mewakili populasi adalah sama dengan jumlah anggota populasi itu sendiri. dan 100%. Menentukan Ukuran Sampel Jumlah anggota sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. taraf kesaahan 1%. Rumus untuk menghitung ukuran sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya adalah sebagai berikut : s  2 . 1%.5. atau cara pengambilan sampel secara acak. Berikut ini diberikan tabel penentuan jumlah sampel dari populasi tertentu yang dikembangkan dari Isaac dan Michael. Makin besar tingkat kesalahan maka akan semakin kecil jumlah sampel yang diperlukan. Probability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang sama kepada anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 49 . dan sebaliknya. Tingkat kepercayaan yang dikehendaki sering tergantung pada sumber dana.05 s  jumlah sampel 2 dengan dk  1. Menentukan Anggota Sampel Di dapan telah dikemukakan terdapat dua teknik sampling.Q d  0. maka jumlah sampel yang diambil sama dengan jumlah populasi tersebut yaitu 1000 orang. 5%. Berapa jumlah anggota sampel yang paling tepat digunakan dalam penelitian? jawabannya tergantung pada tingkat kesalahan yang dikehendaki. 10 %. P . Makin besar jumlah sampel mendekati populasi. H.

maka setiap anggota populasi diberi nomor terlebih dahulu. Misalnya nomor pertama tidak dikembalikan lagi maka peluang berikutnya menjadi 1 : (100 – 1) = 1/99. Untuk contoh di atas peluang setiap anggota populasi = 1/100. Dengan demikian cara pengambilannya bila nomor satu telah diambil. maka perlu dikembalikan lagi. kalau tidak dikembalikan peluangnya menjadi tidak sama lagi.dianggap tidak sah dan dikembalikan lagi. Bila pengambilan dilakukan dengan undian. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 50 . Bila yang telah diambil keluar lagi.Pengambilan sampel secara random/acak dapat dilakukan dengan bilangan random. Karena teknik pengambilan sampel adalah random. Peluang akan semakin besar bila yang telah diambil tidak dikembalikan. komputer. sesuai dengan jumlah anggota populasi. maupun dengan undian. maka setiap anggota popuasi mempunyai peluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel.

yaitu kelompok teori yang berkenaan dengan tiga variabel independen dan satu kelompok teori yang berkenaan dengan variabel dependen. sehingga ruang lingkup. Oleh karena itu. maka akan semakin banyak teori yang perlu dikemukakan.KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN Kajian teoritis atau tinjauan pustaka atau landasan teori perlu ditegakkan agar penelitian mempunyai dasar yang kokoh dan bukan sekedar perbuatan cobacoba (trial and error). Teori-teori yang dideskripsikan dalam proposal maupun laporan penelitian dapat digunakan sebagai indikator apakah peneliti menguasai teori dan konteks Nursa’id Fitria (06101410022) Page 51 . akan tergantung pada luasnya permasalahan dan secara teknis tergantung pada jumlah variabel yang diteliti. teori yang digunakan harus sudah jelas. kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabel yang akan diteliti menjadi lebih jelas dan terarah. oleh karena itu semua peneliti harus berbekal teori. Adanya landasan teori ini merupakan ciri bahwa penelitian itu merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data. karena teori di sini akan berfungsi untuk memperjelas masalah yang diteliti. melalui pendefinisian dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi. Dalam penelitian kuantitatif. dan sebagai referensi untuk menyusun instrumen penelitian. Semua penelitian bersifat ilmiah. Bila dalam suatu penelitian terdapat tiga variabel independen dan satu variabel dependen. sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis. Oleh karena itu landasan teori dalam proposal penelitian kuantitatif harus sudah jelas teori apa yang akan dipakai. Deskripsi teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori (dan bukan sekedar pendapat pakar atau penulis buku) dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti. Berapa jumlah kelompok teori yang perlu dikemukakan/dideskripsikan. Deskripsi teori paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap variabelvariabel yang diteliti. semakin banyak variabel yang diteliti. maka kelompok teori yang perlu dideskripsikan ada empat kelompok teori.

Relevansi berkenaan dengan kecocokan antara variabel yang diteliti dengan teori yang dikemukakan. Sumber bacaan yang baik harus memenuhi tiga kriteria. kelengkapan. kemutakhiran berkenaan dengan dimensi waktu. Bila peneliti tidak memiliki sumber-sumber bacaan sendiri. menunjukkan bahwa peneliti tidak menguasai teori dan konteks penelitian. maka akan semakin mutakhir teori tersebut. Makin baru sumber yang digunakan. kamus. tempat penelitian. Sumber-sumber bacaan dapat berbentuk buku-buku teks. kelengkapan berkenaan dengan banyaknya sumber yang dibaca. Hasil penelitian yang relevan bukan berarti sama dengan yang akan diteliti. Untuk mnguasai teori maupun generalisasi-generalisasi dari hasil penelitian. Oleh karena itu. maka peneliti harus rajin membaca. dan kesimpulan. Orang harus membaca dan membaca. dan hasil-hasil penelitian. Pengertian dan Tujuan Penelitian pendidikan tidak pernah dapat dipisahkan dengan pengetahuan kependidikan karena pada hakikatnya merupakan alat untuk mendapatkan informasi baru yang berguna untuk mengisi kekosongan atau menguji pengetahuan yang telah ada. Secara teknis hasil penelitian yang relevan dengan apa yang akan diteliti dapat dilihat dari permasalahan yang diteliti. metode penelitian. agar dapat mengetahui bagaimana Nursa’id Fitria (06101410022) Page 52 . maka dapat melihat di perpustakaan. tetapi masih dalam lingkup yang sama. baik dari segi pengertian maupun kedudukan dan hubungan antar variabel yang diteliti. jurnal ilmiah. penelitian ini justru menggunakan sumber-sumber bacaan lama). sampel penelitian. ensiklopedia. waktu penelitian. dan menelaah yang dibaca itu setuntas mungkin agar ia dapat menegakkan landasan yang kokoh bagi langkah-langkah berikutnya. analisis. A.yang diteliti atau tidak. yaitu relevansi. Membaca merupakan keterampilan yang harus dikembangkan dan dipupuk. dan kemutakhiran (kecuali penelitian sejarah. Variabel-variabel penelitian yang tidak dapat dijelaskan dengan baik. baik perpustakaan lembaga formal maupun perpustakaan pribadi. maka peneliti harus mengetahui sumber-sumber bacaan. Untuk dapat membaca dengan baik.

Ulasan kepustakaan akan memungkinkan pembaca meningkatkan cakrawala nya dari segi tujuan dan hasil penelitian. Ulasan kepustakaann ini tidak hanya sekedar untuk menghasilkan anotasi atau catatan bibliografi tentang masalah yang diangkat (Lindvall. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 76). Ulasan kepustakaan juga dapat dipandang sebagai kontribusi terhadap penyusunan teori penelitian. Lindvall.hubungan dan di mana posisi pengetahuan yang telah ada. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 76). 1989. perlu adanya ulasan terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan dengan topik masalah yang diangkat. Tujuan utama dari penulisan ulasan kepustakaan adalah untuk mengorganisasikan penemuan-penemuan penelitian yang pernah dilakukan sehingga pembaca akan memahami mengapa masalah yang diangkat mempunyai nilai penting serta menunjukkan bagaimana masalah tersebut dikaitkan dengan hasil penelitian dan pengetahuan yang lebih luas) McMillan dan Schumacher. Salah satu kelemahan dalam bidang kependidikan adalah kurang adanya kerangka teori yang dijadikan landasan masalah penelitian. Keterbatasan kerangka teori dalam bidang tersebut mungkin terjadi karena kompleksnya hubunganhubungan yang ada dalam masalah yang harus dikaji. Ulasan kepustakaan sering juga disebut rasional penelitian karenamemberikan landasan rasional tentang mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan dalam kaitannya dengan kerangka pengetahuan. Dengan mengetahui hasil-hasil penting dari penelitian yang pernah dilakukan. peneliti dapat melihat bagaimana masalah penelitian dan penemuannya akan dapat dihubungkan dengan hasil penentuan penelitian lain dan bagaimana kombinasi penemuan tersebut dan penemuannya dapat membantu memberikan gambaran atau potret pengetahuan yang lebih utuh dan komplit tentang bidang tersebut. Ulasan terhadap bahan kepustakaan yang berkaitan dengan topik penelitian tersebut juga bukan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa masalah penelitian yang diangkat belum pernah diteliti oleh peneliti yang lain. Untuk menyusun kerangka tersebut. peneliti dapat melakukan dengan cara menyusun hasil-hasil penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 53 .

Banyak sedikitnya kepustakaan ini bergantung pada topik dan tujuan penelitian. Secara rinci hal tersebut dijelaskan : a. menunjukkan bagaimana hasil-hasil tersebut saling berhubungan sehingga memberikan suatu organisasi pengetahuan yang telah ada. Sumber Ulasan kepustakaan Pada dasarnya ulasan kepustakaan dalam penelitian harus didasarkan pada sumber asli yang ditulis oleh peneliti atau penemu teori itu sendiri secara langsung. Hal ini akan memberikan alasan logis manfaat dari masalah yang diangkat dan menunjukkan bagaimana ia dapat membantu melengkapi hasil penelitian lain untuk memperluas pengetahuan dalama bidangnya. Menentukan dan membatasi permasalahan penelitian b. seperti penelitian sosiologi tentang interaksi kelompok kecil. Menghindari replikasi yang tidak disengaja dan tidak perlu d. Menghubungkan penemuan dengan pengetahuan yang ada usulan untuk penelitian lebih lanjut. B. penelitian psikologi tentang perkembangan intelektual pada anak. mengembangkan desaian mendahului serta rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut. Memilih metodologi yang tepat e. dan kajian dari bidang lain. Dalam topik yang sudah banyak dilakukan penelitian. rujukan terhadap teori dan pengujian empiris terhadap teori. c. Namun demikian. ulasan kepustakaan biasanya berisi sumber hasil penelitian yang secara langsung berhubungan dengan penelitian yang diangkat yakni menyelidiki masalah yang serupa. Meletakkan penelitian pada prespektif sejarah dan asosional. Dengan cara ini peneliti memberikan kerangka yang memperlihatkan di mana masalah penelitiannya akan dapat mengisi kekurangan dalam pengetahuan yang ada. Kepustakaan adalah bahan-bahan yang secara nyata relevan dengan permasalahan seperti hasil penelitian yang pernah dilakukan yang menyelidiki pertanyaan yang serupa atau variabel yang sama. Lebih lanjut kepustakaan tersebut berguna untuk menunjukkan signifikansi masalah. karya-karya yang dibuat oleh yang secara tidak Nursa’id Fitria (06101410022) Page 54 .yang telah ada.

3. Sumber primer Sumber primer adalah hasil-hasil penelitian atau tulisan-tulisan karya peneliti atau teoritis yang orisinil. text book. Di samping itu. 2. hand book. Sumber ini berisi teks laporan hasil penelitian atau teori secara penuh atau lengkap. ini berarti deskripsi penyelidikan oleh peneliti sendiri atau deskripsi teori oleh penemunya. proceeding. ia dapat memberikan informasi yang detil tentang penelitian. skripsi. Ada tiga macam kategori ulasan kepustakaan yang telah diklasifkasikan. Sumber ini berisi tentang hasil sintesis bahan-bahan yang berasal dari sumber utama. Kebanyakan sumber sekunder ini memuat daftar pustka yang menjadi sumber pengambilan bahan-bahan yang dijadikan sehingga daftar ini juga dapat dipergunakan untuk menemukan sumber primernya. antara lain : 1. Sumber sekunder Sumber sekunder adalah bahan pustaka yang ditulis dan dipublikasikan oleh penulis yang tidak secara langsung melakukan pengamatan atau berpartisipasi dalam kenyataan yang ia deskripsikan atau bahan penemu teori. sumber ini juga mengkombinasikan informasi yang diperoleh dari beberapa sumber primer ke dalam satu kesatuan kerangka kerja sehingga memberikan ulasan secara ringkas tentang perkembangan penelitian dalam topik tertentu.langsung melakukan penelitian atau membuat teori juga dapat dijadikan sumber informasi yang sangat berharga. tesis. dan disertasi. detil. Oleh karena itu. teori dan metodologi yang digunakan untuk menyelidiki masalah. Contohnya adalah bukubuku teks. baik secara empiris maupun teoritis. dan teknis. Sumber ini merupakan deskripsi langsung tentang kenyataan yang dibuat oleh individu yang melakukan pengamatan atau menyaksikan kejadian atau oleh individu yang mengemukakan teori yang pertama kali. Contohnya adalah jurnal ilmiah. Dalam penelitian pendidikan. Sumber preliminer Sumber preliminer adalah bahan-bahan rujukan yang dimaksudkan untuk membantu seseorang mengidentifikasi dan menemukan sumber primer atau Nursa’id Fitria (06101410022) Page 55 .

Memilih sumber preliminer yang sesuai Sumber priliminer baik berupa indeks maupun abstrak akan membantu peneliti untuk mendapatkan informasi di mana sumber primer dapat diperoleh. dan dokumendokumen lain tentang suatu subjek tertentu dapat ditemukan dalam sumber primer atau sekunder. peneliti akan menghemat waktu. dan tenaga karena sumber preliminer informasi tentang di mana artikel-artikel. dan tempat penerbitan. 2. Analisis pernyataan masalah Pernyataan masalah berisi konsep-konsep atau variabel yang membentuk petunjuk tentang topik kepustakaan. buku-buku. Sumber ini sangat bermaanfaat untuk menunjukkan jenis-jenis tertentu yang diperlukan dalam beberapa ulasan kepustakaan untuk mencari subjek tertentu. sumber preliminer berisi informasi tentang sumber primer dan sekunder. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 56 . Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah sebagai berikut: 1. Ada dua macam sumber preliminer yakni abstraks dan indeks. evaluasi. Sedangkan. 3. Kata kunci ini dapat memudahkan untuk mencari bahan-bahan pustaka yang sesuai dengan masalah. Dengan kata lain. dan interaksi belajar mengajar. judul. Dengan demikian. Indeks biasanya hanya berisi informasi kunci tentang bahan pustaka primer atau sekunder yakni penulis.sekunder. sikap. Mencari dan membaca sumber sekunder Bacaan bahan-bahan yang ada dalam sumber kedua akan memberikan ulasan dan pandangan sekaligus tentang topik dan akan membantu peneliti untuk membatasi masalah sehinga lebih cepat. abstrak berisi rangkuman singkat tentang laporan penelitian baik yang diterbitkan maupun yang tidak diterbitkan beserta bibliografi dan diterbitkan secara berkala. biaya. misalnya pembelajaran. laporan-laporan.

selanjutnya dirumuskan ke dalam bentuk paradigma penelitian.4. KERANGKA BERPIKIR Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 57 . maka yang dilakukan peneliti disamping mengemukakan deskripsi teoritis untuk masing-masing variabel. juga argumentasi terhadap variasi besaran variabel yang diteliti. 6. Banyak sedikitnya ulasan serta kedalamannya sangat tergantung pada jenis penelitian serta banyaknya penelitian yang pernah dilakukan. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dengan variabel dependen. Membaca sumber primer yang terkait Setelah mendapatkan sumber primer. Bila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening. Pertautan antar variabel tersebut. misalnya kronologi. 5. Oleh karena itu pada setiap penyusunan paradigma penelitian harus didasarkan pada kerangka berpikir. Apabila penelitian hanya membahas sebuah variabel atau lebih secara mandiri. Menulis kutipan Dalam membuat ulasan peneliti hanya mengutip hasil penelitian teori dan praktk yang relevan dengan masalah penelitian. Mengorganisasi catatan Hasil catatan yang dibuat pada langkah keempat dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa cara. dan metodologi dan kemudian disusun berdasarkan ide umum yang dapat meliputinya. maka juga perlu dijelaskan. kesamaan wawasan terhadap permasalahan. Kerangka berpikir dalam suatu penelitian perlu dikemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua variabel atau lebih. mengapa variabel itu ikut dilibatkan dalam penelitian. peneliti membaca dan mencatat hasil analisis singkat terhadap sumber primer yang sesuai dan relevan dengan masalah penelitiannya disertai catatan bibliografinya secara lengkap.

Seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar argumentasi dalam menyusun kerangka pemikiran yang membuahkan hipotesis. merupakan titik tolak untuk menentukan teori yang akan dikemukakan. jurnal ilmiah. Jadi kerangka berpikir merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Berapa jumlah variabel yang diteliti. maka harus ditetapkan terlebih dahulu variabel penelitiannya. Kerangka pemikiran ini merupakan penjelasan sementara terhadap gejala-gejala yang menjadi obyek permasalahan. sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antar variabel yang diteliti. ensiklopedia. Sintesa tentang hubungan antar variabel tersebut. selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis. maka perlu dikemukakan kerangka berpikir. Kriteria utama agar kerangka pemikiran bisa meyakinkan sesama ilmuwan. Menetapkan Variabel Yang Diteliti Untuk menentukan kelompok teori apa yang perlu dikemukakan dalam menyusun kerangka berpikir untuk pengajuan hipotesis. Membaca Buku dan Hasil Penelitian (HP) Setelah variabel ditentukan. skripsi. dan kamus. Buku-buku yang dibaca dapat berbentuk buku teks. 3.Penelitian yang berkenaan dengan dua variabel atau lebih biasanya dirumuskan hipotesis yang berbentuk komparasi maupun hubungan. selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis. Berdasarkan teori-teori yang telah dideskripsikan tersebut. tesis. maka langkah berikutnya adalah membaca bukubuku dan hasil penelitian yang relevan. 2. adalah alur-alur pikiran yang logis dalam membangun suatu kerangka berpikir yang membuahkan kesimpulan yang berupa hipotesis. Seperti telah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 58 . dan disertasi. Deskripsi Teori dan Hasil Penelitian (HP) Dari buku dan hasil penelitian yang dibaca akan dapat dikemukakan teoriteori yang berkenaan dengan variabel yang diteliti. Hasil penelitian yang dapat dibaca adalah laporan penelitian. dan apakah nama setiap variabel. 1. Oleh karena itu dalam rangka menyusun hipotesis penelitian yang berbentuk hubungan maupun komparasi.

Analisis Kritis terhadap Teori dan Hasil Penelitian Pada tahap ini melakukan analisis secara kritis terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang telah dikemukakan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 59 . Perpaduan sintesa antara variabel satu dengan variabel yang lain akan menghasilkan kerangka berpikir yang selanjutnya dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis. dan kedudukan antara variabel satu dengan yang lain dalam konteks penelitian itu. uraian rinci tentang ruang lingkup setiap variabel. Melalui analisis komparatif ini peneliti dapat memadukan antara teori satu dengan teori yang lain. deskripsi teori berisi tentang definisi terhadap masing-masing variabel yang diteliti. Sintesa Kesimpulan Melalui analisis kritis dan komparatif terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang relevan dengan semua variabel yang diteliti. 7. hasil belajar akan tinggi. jika guru kompeten maka. dan hasil penelitian satu dengan penelitian yang lain. Kerangka berpikir asosiatif dapat menggunakan kalimat: jika begini maka akan begitu. Kerangka berpikir yang dihasilkan dapaat berupa kerangka berpikir yang asosiatif/hubungan maupun komparatif/perbandingan. Dalam analisis ini peneliti akan mengkaji apakah teori-teori dan hasil penelitian yang telah ditetapkan itu betul-betul sesuai dengan obyek penelitian atau tidak . Kerangka Berpikir Setelah sintesa atau kesimpulan sementara dapat dirumuskan maka selanjutnya disusun kerangka berpikir. 4. Analisis Komparatif terhadap Teori dan Hasil Penelitian Analisis komparatif dilakukan dengan cara membandingkan antara teori satu dengan teori yang lain. atau mereduksi bila dipandang terlalu luas. selanjutnya peneliti dapat melakukan sintesa atau kesimpulan sementara. karena sering terjadi teori-teori yang berasal dari luar tidak sesuai untuk penelitian di dalam negeri. 5. 6.dikemukakan.

kausal. maka hipotesisnya berbunyi “ada hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi guru dengan hasil belajar”. atau interaktif (timbal balik). teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis. dan ada teori yang mendasari 3. maka hasil belajar akan tinggi”. Hipotesis Berdasarkan kerangka berpikir tersebut selanjutnya disusun hipotesis. Pola hubungan antara variabel yang akan diteliti tersebut selanjutnya disebut sebagai paradigma penelitian. Variabel-variabel yang akan diteliti harus dijelaskan 2. sehingga pihak lain dapat memahami kerangka berpikir yang dikemukakan dalam penelitian. memuat hal-hal sebagai berikkut: 1. maka peneleiti dapat melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada beberapa variabel saja. dan teknik analisis statistik yang akan digunakan. Berdasarkan hal ini maka bentuk-bentuk paradigma penelitian atau model penelitian kuantitatif khususnya untuk penelitian survey adalah sebagai berikut: Nursa’id Fitria (06101410022) Page 60 . berbentuk simetris. yang dilandasi pada suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklasifikasikan. dan ada hubungan gejala bersifat kausal (sebab akibat). Kerangka berpikir yang baik. Jadi paradigma penelitian dalam hal ini diartikan sebagai pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian. 4. Bila kerangka berpikir berbunyi “jika guru kompeten. PARADIGMA PENELITIAN Dalam penelitian kuantitatif/positivistik. jenis dan jumlah hipotesis.8. Diskusi dalam kerangka berpikir harus dapat menunjukkan dan menjelaskan pertautan/hubungan antar variabel yang diteliti. Kerangka berpikir tersebut selanjutnya perlu dinyatakan dalam bentuk diagram (paradigma penelitian). Diskusi juga harus dapat menunjukkan dan menjelaskan apakah hubungan antar variabel itu positif atau negatif.

Bagaimana Y? (prestasi belajar murid) 2). yaitu teori tentang media pendidikan dan prestasi belajar. Bagaimana X? (kualitas guru) b). maka prestasi belajar murid akan meningkat pada gradasi yang tinggi (kata signifikan hanya digunakan apabila hasil uji hipotesis akan digeneralisasikan ke populasi di mana sampel tersebut diambil. dan asosiatif ada satu yaitu: 1). Teori yang digunakan ada dua. c.1. Berdasarkan paradigma tersebut. Hipotesis yang dirumuskan ada dua macam yaitu hipotesis deskriptif dan hipotesis asosiatif (hipotesis deskripitf sering tidak dirumuskan) 1). Kualitas media yang digunakan oleh lembaga pendidikan tersebut telah mencapai 70% baik. maka dapat ditentukan: a. Dua hipotesis deskriptif: (jarang dirumuskan dalam penelitian) a). b. 2). Rumusan masalah deskriptif (dua) a). Paradigma Sederhana Paradigma penelitian ini terdiri atas satu variabel indelpenden dan satu variabel dependen. b). Nursa’id Fitria (06101410022) Page 61 . Hal ini berarti bila kualitas media pendidikan ditingkatkan. Jumlah rumusan masalah deskriptif ada dua. d. maka dapat dengan mudah ditentukan teknik statistik yang digunakan untuk analisis data dan menguji hipotesis. Prestasi belajar siswa lembaga pendidikan tersebut telah mencapai 99% dari yang diharapkan. Hipotesis asosiatif Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas media pendidikan dengan prestasi belajar murid. Teknik Analisis Data Berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis tersebut. Rumusan masalah asosiatif/hubungan (satu) Bagaimanakah hubungan atau pengaruh kualitas alat dengan kualitas barang yang dihasilkan.

bila data ke dua variabel berbentuk interval atau ratio. Paradigma Sederhana Berurutan Dalam paradigma ini terdapat lebih dari dua variabel. 2. Naik turun harga Y dapat diprediksi melalui persamaan regresi Y atas X3. 2). Berdasarkan contoh 1 tersebut. Rumusan masalah deskriptif ada 4 dan rumusan masalah asosiatif (hubungan) untuk yang sederhana ada 6 dan yang ganda minimal 1. X2. X2 dengan X3. dengan persamaan Y = a + bX3.1). X3) dan satu variabel dependen (Y). Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen dan satu variabel dependen. Paradigma sederhana menunjukkan hubungan antara satu variable independen dengan satu variabel dependen secara berurutan. Paradigma ganda dengan dua variabel independen X1 dan X2. Dalam paradigma ini terdapat tiga rumusan masalah deskriptif dan 4 rumusan masalah asosiatif (3 korelasi sederhana dan 1 korelasi ganda). 4. deskriptif dan asosiatif. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 62 . menggunakan teknik korelasi sederhana. maka pengujian hipotesis menggunakan t-test one sample. maka menggunakan teknik Statistik Korelasi Product Moment. tetapi hubungannya masih sederhana. X3 dengan Y) tersebut digunakan teknik korelasi sederhana. dapat dihitung jumlah rumusan masalah. bila datanya berbentuk interval dan ratio. Untuk mencari hubungan X1 dengan Y dan X2 dengan Y. 3. Untuk mencari hubungan X1 dengan X2 secara bersama-sama terhadap Y menggunakan korelasi ganda. Untuk hipotesis asosiatif. Untuk dua hipotesis deskriptif. Paradigma Ganda dengan Tiga Variabel Independen Dalam paradigma ini terdapat tiga variabel independen (X1. Untuk mencari hubungan antar variabel (X1 dengan X2. dan satu variabel dependen Y.

X2 dengan X3. r5. Analisis regresi juga digunakan di sini. dan r6 dapat dianalisis dengan korelasi sederhana. r4. dan X3.Paradigma ganda dengan tiga variabel independen yaitu X1. Regresi sederhana dan ganda serta korelasi parsial dapat digunakan untuk analisis dalam paradigma ini. 7. X1 dengan X2. harus lewat jalur langsung atau melalui variabel intervening. X2 dengan Y. 5. Terdapat 4 rumusan masalah deskriptif dan 6 rumusan masalah hubungan sederhana. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen dan Dua Variabel Dependen Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen (X1. 6. Paradigma Jalur Teknik analisis Statistik yang digunakan dinamakan path analysis (analisis jalur). Analisis regresi sederhana maupun ganda dapat juga digunakan untuk memprediksi jumlah tiket yang terjual dan kepuasan penumpang Kereta Api. Demikian juga untuk Y1 dengan Y2. r2. Hubungan antara X1 bersama-sama dengan X2 terhadap Y1 dan X1 dan X2 bersama-sama terhadap Y2 dapat dianalisis dengan korelasi ganda. Analisis dilakukan dengan menggunakan korelasi dan regresi sehingga dapat diketahui untuk sampai pada variabel dependen terakhir. r3. X2) dan dua variabel dependen (Y1 dan Y2). X3 dengan Y. Untuk mencari besarnya hubungan antar X1 secara bersama-sama dengan X2 dan X3 terhadap Y digunakan korelasi ganda. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Dependen Paradigma ganda dengan suatu variabel independen dan dua variabel dependen. Korelasi dan regresi ganda juga dapat digunakan untuk hubungan antar variabel secara simultan. X2. Untuk mencari besarnya hubungan antara X dan Y1 dan X dengan Y2 digunakan teknik korelasi sederhana. Untuk mencari besarnya hubungan antara X1 dengan Y. Dalam paradigma itu terdapat empat rumusan masalah deskriptif dan enam rumusan masalah hubungan. Hubungan antar varibel r1. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 63 . dan X1 dengan X3 dapat menggunakan korelasi sederhana.

Pengertian Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Hipotesis dikatakan sementara karena kebenarannya masih perlu diuji atau dites kebenarannya dengan data yang asalnya dari lapangan. para peneliti akan mempunyai tiga peluang dalam memberikan jawaban sementara terkait dengan permasalahan penelitian. di mana rumusan masalah penelitian penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara. Bertolak dari yang telah dilakukan dalam mencari landasan teori. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan maslah penelitian. Hipotesi juga juga penting peranannya karena dapat menunjukkan harapan dari si peneliti Nursa’id Fitria (06101410022) Page 64 . Selanjutnya hipotesis tersebut akan diuji oleh peneliti dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Jawaban yang masih bersifat sementara dan bersifat teoritis ini disebut sebagai hipotesis. hipotesis adalah alat yang mempunyai kekuatan dalam proses inkuiri. tetapi justru diharapkan dapat ditemukan hipotesis. belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Apakah peneliti mempunyai arah jawaban yang pasti secara positif maupun negatif terhadap permasalahan masalah tersebut. Pada penelitian kualitatif tidak dirumuskan hipotesis. seorang peneliti biasanya sampai pada suatu kesimpulan tentang permasalahan penelitian. Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif.HIPOTESIS PENELITIAN A. karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan. Dalam metode penelitian. Karena hipotesis dapat menghubungkan dari teori yang relevan dengan kenyataan yang ada atau fakta atau dari kenyataan dengan teori yang relevan. Setelah selesai menyusun landasan teori. belum jawaban yang empirik dengan data.

Kompas dapat dipergunakan sebagai penentu arah dalam perjalanan di tengah lautan sehingga mencapai pelabuhan yang dituju. 1985:76) ada dua alasan yang mendasarinya. Memberikan arah yang perlu dilakukan oleh peneliti dalam melakukan penelitian. Dengan hipotesis. peneliti lebih mudah dalam mencari pemecahan masalah atas dasar pernyataan hipotesis yang telah dibuat sebelumnya. jawaban sementara dapat dipergunakan sebagai petunjuk analisis. Memberikan kisi-kisi laporan untuk melaporkan kesimpulan studi. Bila hipotesis dinyatakan dengan tepat dan teliti. Hipotesis penelitian mempunyai fungsi memberikan jawaban sementara terhadap rumusan masalah atau research questions. Hipotesis yang baik menunjukkan bahwa peneliti mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup dalam kaitannya dengan permasalahan b. yaitu : a. Walaupun hal ini tidak Nursa’id Fitria (06101410022) Page 65 . Hipotesis dalam posisinya sebagai salah satu unsur penelitian dapat dimisalkan seperti kompas bagi nahkoda kapal. seorang peneliti yang menuliskan hipotesis secara baik mempunyai beberapa tujuan penting. Di antara tujuan tersebut diantaranya sebagai berikut : 1. Dalam penelitian.yang direfleksikan dalam hubungan ubahan atau variabel dalam permasalahan penelitian. Menyediakan keterangan secara sementara terhadap gejala dan memungkinkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan 2. Secara fungsional hipotesis dalam penelitian itu sangatlah penting. 4. Menyediakan para peneliti dengan pernyataan hubungan antar variabel yang dapat diuji kebenarannya 3. Oleh karena itu hipotesis dibuat sebaiknya sebelum peneliti terjun ke lapangan mengumpulkan data yang diperlukan. Bahwa dengan hipotesis dapat memberikan arah dan petunjuk tentang pengambilan data dan proses interpretasinya. dkk. Mengapa hipotesis dibuat sebelum peneliti ke lapangan (Ary.

Berikut ini diberikan beberapa contoh hipotesis penelitian a.mutlak. Ada hubungan yang negatif dan tidak signifikan antar besarnya gaji yang diterima para guru dengan keinginan bekerja sambilan di luar lembaga tempat bekerja. sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III. Jika penelitian bersifat korelasional maka: 1) Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya. sebagai rambu-rambu tindakan selanjutnya di lapangan. yaitu studi kepustakaan setelah landasan teori dan atau setelah kerangka berfikir tersusun. Ada korelasi positif dan signifikan antara usaha peningkatan belajar di sekolah dengan hasil pencapaian belajar siswa b. Ada pengaruh positif dan signifikan antara motivasi dan gaya kepemimpinan dalam organisasi terhadap produktivitas lembaga c. jika ingin mengubah harus mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut. Hipotesis penelitian pada umumnya tidak diuji menggunakan teknik statistika. hipotesis penelitian pada umumnya sama banyaknya dengan jumlah rumusan masalah yang telah ditetapkan dalam rencana penelitian. Karena memang fungsinya yang utama untuk memberikan jawaban sementara. rumusan masalah yang direncanakan dapat dicakup dalam penelitian yang hendak dilakukan. 2) Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor. Dilihat dari posisinya hipotesis penelitian biasanya ditempatkan dalam bab kedua. Yang penting adalah bahwa dengan dirumuskannya hipotesis penelitian. 3) Hipotesis harus berlandaskan teori. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 66 .

ia itu kedua-dua hipotesis tidak boleh benar atau tidak benar pada masa yang sama Ekhaustif (exhuastive) . biasanya kita akan cuba menbuktikan H0 tidak benar. kita akan coba membuktikan H0 benar. kita dapati bahwa setiap sampel yang dipilih akan memberi min yang agak berlainan.Langkah-Langkah Menguji Hipotesis Pengujian hipotesis memerlukan tiga "ingredient" :    Soalan penyelidikan Populasi yang ditakrif dengan tepat (well-defined population) Alat mengukur Untuk membuktikan sesuatu hipotesis. Ciri-ciri hipotesis H1 dan H0 ialah :   Saling eklusif (mutually exclusive) . H1 Hipotesis Nol (Null hypothesis). H0 Untuk membuktikan H1 benar. Maka kita perlu menetapkan suatu titik (atau 2 titik) di atas keluk taburan min populasi di mana perbedaan di antara nilai min sampel dengan min populasi dianggap terlalu besar sehingga tidak boleh diterima sebagai sama. Sekiranya kita tidak dapat membuktikan H0 benar maka kita terpaksa menerima bahwa H1 adalah benar. kaedah menguji memerlukan dua kenyataan yang bertentangan :   Hipotesis penyelidikan (yang juga dikenali sebagai hipotesis alternatif). Jika nilai min sampel terjatuh di dalam kawasan genting. Dengan lain perkataan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 67 . Mengenai persampelan. maka hipotesis nol perlu ditolak. min yang diperoleh daripada sampel tidak akan tepat pada min populasi.tiada alternatif lain Titik-Titik Kritikal (genting) Dalam kaidah ujian hipotesis. Nilai-nilai yang lebih tinggi daripada titik ini dianggap sebagai di dalam kawasan genting.

"adakah 101. H0 Benar Terima H0 Keputusan Betul Ralat Jenis I H1 Benar Ralat Jenis II (Type II Error) Keputusan Betul Terima H1 (Type I Error) Adalah lebih baik kita menetapkan kemungkinan membuat kesalahan. kedudukan ini serupa dengan prinsip bahwa adalah "lebih baik bebaskan orang yang bersalah daripada menghukum orang yang tidak bersalah".Ralat Jenis I dan II Dalam membuat keputusan samada hendak menerima atau menolak hipotesis. kemungkinan ini dibagi menjadi dua kawasan yang sama dipenghujung keluk tabura. Kita juga tahu statistik-statistik berkenaan dengan penyebaran oleh injin lain.8 berbeda daripada 100"? Nursa’id Fitria (06101410022) Page 68 . Dalam konteks dunia sebenar. Soalannya sekarang ialah. Min penyebaran injin lain ialah 100 dengan varians 25. Bilangan sampel injin baru ialah 36 dan min penyebaran daripada sampel ialah 101. Perkiraan untuk mendapatkan nilai z ditunjukkan di bawah. Dengan kata lain. Jenis I lebih kecil daripada kemungkinan membuat kesalahan Jenis II. Untuk ujian hipotesis dua-ekor. Tahap kemungkinan menolak hipotesis nol yang benar (Ralat Jenis I) yang biasa digunakan ialah 0.8. Perkiraan Andaikan bahwa suatu sampel injin baru telah pilih dan penyebaran N2O telah diukur. kita mungkin membuat dua jenis kesalahan atau ralat seperti ditunjukkan di dalam gambar di bawah.05 (atau 5%). kawasan genting (menolak H0) hendaklah lebih kecil dibandingkan dengan kawasan menerima H0.

penyebaran injin baru didapati perbedaan daripada injin lain. Dimana ada 2 cara menaksirkan taraf kesalahan dalam pengujian hipotesis. Ini bermakna pada tahap 5% keyakinan. Hipotesis Komparatif Hipotesis komparatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dengan nilai dalam satu variable atau lebih pada sample yang berbeda Contoh : Adakah perbedaan daya tahan lampu merk A dan merk B ? 3. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 69 . titik "a" dan "b" adalah titik genting.  Tiga Bentuk Rumusan Hipotesis 1.16. yaitu :   A point estimate (titik taksiran) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan satu nilai data simpel Interval estimate (convidence interval) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan nilai interval data sample. Nilai terjatuh dalam kawasan genting (2.96).Dal am gambar di bawah.Seberapa tinggi daya tahan lampu merk A ? . Tetapi perhatikan bahawa nilai z terletak di bahagian kanan. Maka H0 hendaklah ditolak dan H1 diterima. Contoh : . Hipotesis Deskriptif Hipotesis deskriptif adalah dugaan tentang nilai suatu variable mandiri. Nilai z untuk min penyebaran daripada sampel injin baru ialah 2. iaitu penyebaran injin baru adalah lebih tinggi daripada injin lain.Seberapa baik gaya kepemimpinan di Lembaga X ? 2. Hipotesis Hubungan (Asosiatif) Hipotesis asosiatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dugaan tentang hubungan antara 2 variabel atau lebih Contoh : Adakah hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efektivitas kerja ?  Taraf Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis Pada dasarnya menguji hipotesis itu adalah menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel. tidak membuat perbandingan atau hubungan.16 > 1.

Hipotesis Teoritis (Hipotesis didalam menjawab rumusan permasalahan) 2. Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dengan alpha (α). yang kecil) X1 – y X2 – y X3 – y Nursa’id Fitria (06101410022) Page 70 y (Variabel terikat) .Menaksir parameter populasi yang menggunakan nilai tunggal (point estimate) akan mempunyai resiko kesalahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan interval estimate.  Dua Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis Dalam menaksirkan parameter populasi berdasarkan data sample. yaitu : Kesalahan Tipe 1 merupakan kesalahan bila menolak hipotesis nol (Ho) yang benar (seharusnya diterima). Hipotesis Statistik 3. antara lain :  menghubungkan atau membandingkan 2 atau lebih variable  Dinyatakan dalam kalimat pernyataan. Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dalam beta (β). Hipotesis Mayor (Hipotesis yang gabunganm yang besar) X1 X2 X3 4. Hipotesis Minor (Hipotesis yang pecahan. yang farsial. tidak boleh dalam pertanyaan  Dapat diuji kebenarannya  Dirumuskan dengan jelas  Bentuk-bentuk Hipotesis Penelitian 1.  Syarat-syarat Hipotesis Penelitian. Kesalahan Tipe 2 merupakan suatu kesalahan bila menerima hipotesis yang salah (seharusnya ditolak). kemungkinan akan terdapat dua kesalahan.

2 ujung) Penyebab gagal ditolaknya Ho. yaitu : a. Jika Ho ditolak. Kesalahan perhitungan e. Kesalahan rancangan penelitian f. Pengaruh variabel luar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 71 . dikarenakan : a. 2 ekor. Kebalikannya adalah Ha e. simpangan baku. Azas praduga tak bersalah d. Untuk menetralisir arah pemikiran peneliti c. Kesalahan instrumen penelitian d. variasi) Hipotesis yang menyatakan Hubungan Ho : μ1 xy = 0 Ha : μ1 xy = 0  Ho : μ1 xy <= 0 Ha : μ1 xy > 0 Ho : μ1 xy >= 0 Ha : μ1 xy < 0 (Uji yang tidak memiliki arah. 1 ujung) Ket : θ : besaran untuk populasi (parameter) (rata-rata. Yang diuji adalah Ho f. 1 ekor. maka Ha diterima dan sebaliknya  Lambang Hipotesis Statistik Ho : θ1 <= θ2 Ha : θ1 <= θ2 Ho : θ1 >= θ2 Ha : θ1 >= θ2 Hipotesis yang mengandung pengertian yang sama/tidak sama Ho : θ1 = θ2 Ha : θ1 = θ2 Ho : μ1 = μ2 Ha : μ1 = μ2 Ho : μ1 <= μ2 Ha : μ1 >= μ2 (Memiliki 1 arah. Dari landasan teori b. Kesalahan sampling c. Hipotesis yang menyatakan tidak b. Mengapa Hipotesis Nol .

Penelitian Tindakan Kelas (ya atau tidak) Nilai ilmiah penelitian berhipotesis lebih tinggi dibandingkan penelitian tanpa hipotesis Anggapan Dasar / Asumsi Dasar • • • • Kebenaran atau keyakinan yang tidak perlu dibuktikan lagi dan merupakan dasar didalam memunculkan hipotesis Merupakan dari kegiatan penelitian / perumusan hipotesis Sebagai penegas variabel yg menjadi pusat perhatian Sumber asumsi : dari teori yang sudah mapan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 72 .Sumber penemuan hipotesis. • • • • Penelitian Evaluatif Penelitian eksploratif yang jawabannya masih sukar diduga dan dicari. yaitu :  Dari peneliti sendiri  Dari teori/pendapat orang lain  Dari penelitian yang relevan Sikap Peneliti Terhadap Hipotesis Yang Dirumuskan o Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya hipotesisnya tidak terbukti (pada akhir penelitian) o Mengganti hipotesis seandainya melihat tanda–tanda bahwa data yang terkumpul tidak mendukung terbuktinya hipotesis (pada saat penelitian berlangsung) Penelitian Tanpa Hipotesis • Penelitian Deskriptif adalah penelitian untuk satu variabel. tentu sukar ditebak apa saja. Padahal hipotesis hanya dibuat jika yang dipermasalahkan menunjukkan hubungan antara dua variabel atau lebih. atau bahkan tidak mungkin dihipotesiskan.

Contoh Penggunaan Asumsi Dasar • • Judul Penelitian: Hubungan antara penampilan guru dan prestasi belajar siswa Asumsi Dasarnya:  Setiap guru punya penampilan yg berbeda  Prestasi belajar siswa bervariasi  Prestasi belajar dipengaruhi oleh bermacam faktor Nursa’id Fitria (06101410022) Page 73 .

ANALISIS DATA.  Jenis data yang diharapkan dari penggunaan instrumen harus jelas. Analisis variabel penelitian. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Pada umumnya penelitian akan berhasil jika banyak menggunakan instrumen sebab data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian (masalah) menguji hipotesis yang diperoleh melalui instrumen. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 74 . dan waktu yang dibutuhkan.antara lain :  Masalah dan variabel yang diteliti termasuk indikator variabel. peneliti menyusun kisi-kisi atau lay out instrumen. b.TEKNIK PENGUMPULAN. Menetapkan jenis instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel/subvariabel/indikator-indikatornya. PENYUSUNAN LAPORAN HASIL PENELITIAN. spesifik sehingga dapat ditentukan jenis instrumen yang digunakan. c.harus jelas.  Mudah dan praktis digunakan sehingga dapat menghasilkan data yang diperlukan. Setelah ditetapkan jenis instrumennya. Kisi-kisi ini berisi ruang lingkup materi pertanyaan. Langkah-langkahnya meyusun instrumen Langkah-langkah menyusun instrumen antara lain: a. jenis pertanyaan. banyak pertanyaan.  Keterampilan dalam instrumen itu sendiri sebagai alat pengumpul data. yakni mengkaji variabel menjadi subpenelitian sejelas-jelasnya sehingga indikator tersebut bisa diukur dan menghasilkan data yang diinginkan peneliti. abilitas yang diukur.  Sumber data/informasi baik jumlah maupun keragamannya harus diketahui terlebih dahulu sebagi bahan atau dasar dalam menentukan isi atau bahasa dalam instrumen penelitian. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun instrumrn penelitian. PENGOLAHAN.

Berdasarkan kisi-kisi tersebut lalu peneliti menyusun item atau pertanyaan sesuai dengan jenis instrumen dan jumlah yang telah ditetapkan dalam kisi-kisi. Jenis instrumen Tes Tes prestasi Tes kecerdasan Tes bakat Tes minat Tes dianostik Tes formatif Tes sumatif Tes kepribadian Tes awal/akhir Nontes Kuisioner Wawancara Dokumentasi Observasi Skala sikap C. e. terhadap fenomena sebelum diterapkan yang sedang dijadikan sasaran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 75 . Instrumen yang sudah dibuat sebaiknya diuji coba digunakan untuk revisi instrumen.d. Persamaan antara tes dan non tes No 1 Tes Non tes Sama-sama digunakan untuk Observasi dalam konteks sebagai alat pengumpulan data 2 Sama-sama persyaratan pembutannya 3 Harus dilakukan uji tertentu instrumen adalah proses memiliki pengumpulan bahan/keterangan dalam yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatan secara coba sistematis penelitian. misalnya membuang instrumen yang tidak perlu. B. menggantinya dengan item yang baru.

Supaya setiap pewawancara mempunyai keterampilan yang sama. bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. pengumpul data dapat menggunakan beberapa pewawancara sebagai pengumpul data. Dengan wawancara terstruktur ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama dan pengumpul data mencatatnya. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara. Wawancara Terstruktur Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report atau setidak-tidaknya ada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. Wawancara dapat dilakukan scara terstruktur maupun tidak terstruktur. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 76 . dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon. pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan.D. Perbedaan antara Tes dan Non tes No 1 Tes Non tes memiliki kriteria Memiliki kriteria kebenaran Tidak tertentu 2 3 Lebih bersifat objektif Ada kunci jawaban kebenaran tertentu Lebih bersifat subjektif Tidak ada kunci jawaban Interview (Wawancara) Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. maka diperlukan training kepada calon pewawancara. Dengan wawancara terstruktur ini pula.

Penyesuaian diri dengan responden Nursa’id Fitria (06101410022) Page 77 . peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden. Kebiasan data ini akan tergantung pada pewawancara. Responden grogi menjawab 3. Kontak langsung antara interviewer dan interviewee lebih akrab 2. Bias adalah menyimpang dari yang seharusnya. Kelebihan wawancara 1. Bisa untuk tuna netra dan buta huruf Kelemahan wawancara 1. Masalah bahasa 4. sehingga peneliti dapat menentukan secara pasti permasalahan atau variabel apa yang harus diteliti.Wawancara Tidak Terstruktur Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Dalam wawancara tidak terstruktur. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan dinyatakan. sehingga dapat dinyatakan data tersebut subyektif dan tidak akurat. Wawancara tidak terstruktur atau terbuka sering digunakan dalam penelitian pendahuluan atau bahkan untuk penelitian lebih mendalam tentang responden. Pada penelitian pendahuluan. peneliti berusaha mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan yang ada pada obyek. Tidak terlalu formal 4. yang diwawancarai (responden) dan situasi & kondisi pada saat wawancara. Informasi lebih mendalam 3. Jumlah responden terbatas 2. Informasi atau data yang diperoleh dari wawancara sering bias.

Jadi bahasa yang digunakan dalam angket harus memperhatikan jenjang pendidikan responden keadaan sosial budaya dan ”frame of reference” dari responden. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang mengharapkan responden untuk menuliskan jawabannya berbentuk uraian tentang suatu hal. kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Selain itu. c. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 78 . Pertanyaan adalah pertanyaan yang akan membantu responden untuk menjawab dengan cepat dan juga memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data terhadap seluruh angket yang telah terkumpul. Isi dan tujuan pertanyaan Yang dimaksud di sini adalah apakah isi pertanyaan tersebut merupakan bentuk pengukuran atau bukan. Kalau berbentuk pengukuran maka dalam membuat pertanyaan harus diteliti. b. Bahasa yang digunakan Bahasa yang digunakan dalam penulisan angket harus disesuaikan dengan kemampuan berbahasa responden. Prinsip Penulisan Angket a. Kalau sekiranya responden tidak dapat berbahasa Indonesia.Kuesioner (Angket) Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. setiap pertanyaan harus disusun dalam skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukur variabel yang diteliti. Tipe dan bentiuk pertanyaan Tipe pertanyaan dalam angket dapat terbuka atau tertutup dan bentuknya dapat menggunakan kalimat positif atau negatif. maka angket jangan disusun dalam bahasa Indonesia.

Prinsip pengukuran Angket yang diberikan kepada responden adalah instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel yang akan diteliti. Panjang pertanyaan Pertanyaan dalam angket sebaiknya tidak terlalu panjang sehingga akan membuat jenuh responden dalam mengisi. dan cara mengisinya. i. Pertanyaan tidak mendua Setiap pertanyaan dalam angket jangan mendua (double barreled) sehingga menyulitkan responden untuk memberikan jawaban. Pertanyaan tidak menggiring Pertanyaan dalam angket sebaiknya juga tidak menggiring ke jawaban yang baik saja atau ke yang buruk saja. g. model skala pengukuran yang digunakan. Urutan pertanyaan yang diacak perlu dibuat bila tingkat kematangan responden terhadap masalah yang ditanyakan sudah tinggi. Hal ini perlu dipertimbangkan karena secara psikologis akan mempengaruhi semangat responden untuk menjawab. sehingga memerlukan instrumen yang banyak maka instrumen tersebut dibuat bervariasi dalam penambilan. Disarankan empirik jumlah pertanyaan yang memadai adalah antara 20 s/d 30 pertanyaan. Oleh karena itu instrumen angket tersebut harus dapat digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel tentang variabel yang diukur. e. h. Tidak menanyakan yang sudah lupa Setiap pertanyaan dalam instrumen angket sebaiknya juga tidak menanyakan hal-hal yang sekiranya sudah lupa atau pertanyaan yang memerlukan jawaban dengan berpikir berat. Bila jumlah variabel banyak. Urutan pertanyaan Urutan pertanyaan dalam angket dimulai dari yang umum menuju ke hal yang spesifik atau dari yang mudah menuju ke hal yang sulit atau diacak. f. Supaya diperoleh data yang valid dan relaibel maka sebelum instrumen angket tersebut diberikan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 79 .d.

Nursa’id Fitria (06101410022) Page 80 . Selanjutnya dari segi instrumentasi yang digunakan maka observasi dapat dibedakan menjadi observasi terstruktur dan tidak terstruktur. dan sampai mengetahui pada tingkat mana dari setiap perilaku yang nampak. maka perlu diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu. observasi dapat dibedakan manjadi participant observation (observasi berperan serta) dan non participant observation. 1. yaitu wawancara dan angket. Angket yang dibuat di kertas buram akan mendapat respon yang kurang menarik bagi responden bila dibandingkan dengan angket uang dicetak dalam kertas yang bagus dan berwarna. maka data yang didapatkan akan lebih lengkap. peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data dan ikut merasakan suka dukanya. Dengan observasi partisipan ini. peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Kalau wawancara dan angket selalu berkomunikasi dengan orang. Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data. Sambil melakukan pengamatan. Penampilan fisik angket Penampilan fisik angket sebagai alat pengumpul data akan mempengaruhi respon atau keseriusan responden dalam mengisi angket. j. tajam. Observasi Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain. Observasi Berperan Serta (Participant Observation) Dalam observasi ini. maka observasi tidak terbatas pada orang tetapi juga obyek-obyek alam yang lain.kepada responden.

Tabulasi Tabulasi yaitu usaha penyajian data. baik tabel distribusi frekuensi maupun tabel silang. ada tiga kegiatan. keterbatasan tulisan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 81 . sehingga tidak ada satupun jawaban responden yang tidak mendapat tempat. Observasi Nonpartisipan Kalau dalam observasi partisipan peneliti terlibat langsung dengan aktivitas orang-orang yang sedang diamati maka dalam observasi nonpasrtisipan peneliti TEKNIK PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA Didalam kegiatan dalam pengolahan data. 3. Sebagai contohnya: kelengkapan jawaban. keseragaman satuan data. Pengklasifikasian perangkat kategori itu penyusunannya harus memenuhi bahwa setiap perangkat kategori dibuat dengan mendasarkan kriterium yang tunggal. kejelasan makna jawaban. Bila angka itu berlaku sebagai skala pengukuran maka disebut dengan skor. Bila analisis kuantitatif maka kode yang diberikan adalah angka. Pengklasifikasian data (Editing) Pengklasifikasian data yaitu menggolongkan aneka ragam jawaban itu ke dalam kategori-kategori yang jumlahnya lebih terbatas. yaitu: 1. 2. dan kategori yang satu dengan yang lain harus terpisah secara jelas tidak saling tumpang tindih.2. kesesuaian jawaban. relevansi jawaban. terutama pengolahan data yang akan menjurus ke analisis kuantitatif. bahwa setiap perangkat kategori harus dibuat lengkap. Koding Koding yaitu suatu usaha mengklasifikasikan jawaban-jawaban responden dengan jalan menandai masing-masing kode tertentu. biasanya menggunakan tabel.

yaitu: Analisis deskriptif kuantitaif (persentase) Contohnya: Penilaian terhadap Modul A Analisis deskriptif kualitatif (Kategori. Analisis Deskriptif (non statistik) Analisis non statistik dilakukan terhadap data kualitatif. yaitu: 1. Analisis Statistik Analisis statistik ini berasal dari data kuantitatif. Data Seketika 8. yaitu: 1. Data Nominal 6. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif ini lazim dikenal pula dengan istilah Statistik Deduktif. Data Rasio Analisis Data Ada beberapa analisis data. Data Primer 4. statistik dibagi 2 macam. Data Kualitatif 2. statistik sederhana dan Descriptive Statistics. Data Urutan waktu 9. Dalam hal ini penelitian kualitatif mengajak seseorang untuk mempelajari sesuatu masalah yang ingin diteliti secara mendasar dan mendalam sampai ke akar-akarnya. yaitu: a. kriteria atau tolak ukur) 2. Data Interval 10. Pada umumnya. Data Kuantitatif 3. Data Ordinal 7.Jenis – Jenis Data Ada beberapa macam jenis data. Data Sekunder 5. Ada 2 macam analisis deskriptif. Yaitu statistik Nursa’id Fitria (06101410022) Page 82 .

agar dapat memberikan gambaran yang teratur. ringkas dan jelas mengenai suatu gejala. Jenis-jenis Uji Statistik 1. Uji Korelasi Yaitu menetapkan hubungan antara pasangan skor dari sebaran skor yang berbeda dan ingin mengetahui ada tidaknya hubungan dua pasangan tersebut. peristiwa atau keadaan. dan jelas. agar dapat memberikan gambaran secara teratur. sehingga dapat ditarik pengertian atau makna tertentu. penaksiran dan sebagainya. ringkas. dari sekumpulan data yang telah disusun dan diolah. Kecuali itu. yang lazim dikenal pula dengan istilah Statistik induktif. statistik lanjut. penyusunan atau pembuatan ramalan (prediction). Dan pada dasarnya merupakan fundamen dari ilmu statistik deskriptif secara keseluruhan. statistik inferensial juga menyediakan aturan tertentu dalam rangka penarikan kesimpulan (conclusion). Statistik Inferensial sifatnya lebih mendalam dan merupakan tindak lanjut dari statistik deskriptif. 2. mengenai suatu gejala. Dengan demikian. mengolah. peristiwa atau keadaan. statistik deskriptif adalah statistik yang mempunyai tugas mengorganisasi dan menganalis data angka. b. dan menganalisis data angka. statistik mendalam atau Inferensial Statistics. Statistik Inferensial Statistik inferensial. yaitu statistik yang menyediakan aturan atau cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam rangka mencoba menarik kesimpulan yang bersifat umum.yang tingkat pekerjaannnya mencakup cara-cara menghimpun. menyusun atau mengatur. Dengan kata lain. Uji Regresi Penelitian mencoba melibatkan dua variabel atau lebih biasa ditujukan untuk memperkirakan variabel yang satu atas variabel lainnya sepanjang variable tersebut ada pertautannya dengan akal sehat Nursa’id Fitria (06101410022) Page 83 . menyajikan.

Tinjauan Pustaka Bab III. Pendahuluan Latar Belakang Masalah Identifikasi masalah Pembatasan masalah Rumusan masalah Bab II. Penyusunan laporan Hasil Penelitian Laporan hasil penelitian Dalam menulis laporan hasil penelitian ada beberapa bagian yang harus dituliskan. Hasil Penelitian Deskripsi data Analisa Data Pembahasan Bab V. yaitu: Bab I. Uji Hipotesis Penerimaan atau penolakan hipotesis nol melalui statistik pengujian t. yaitu satu variabel acak yang nilainya bergantung pada data sampel.3. Kesimpulan/Saran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 84 . Metodologi Penelitian Variabel Penelitian Definisi Operasional Variabel Populasi dan sampel Waktu dan tempat Metode penelitian Bab IV.

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. PTK berfokus pada kelas atau pada proses belajar mengajar di kelas. Komponen dalam sebuah kelas yang dapat dikaji melalui penelitian tindakan antara lain sebagai berikut : 1. sedang membimbing siswa yans sedang berdarmawisata. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 85 . yang dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan. Guru. Siswa. menggunakan atau metedologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. materi dan lain-lain) ataupun output (hasil belajar). ketika sedang asyik mengerjakan pekerjaan rumah di malam hari. 2. atau sedang mengadakan kunjungan ke rumah siswa. dapat dicermati ketika guru yang bersangkutan sedang mengajar di kelas. Suharsimi (2002) menjelaskan PTK dari definisi ketiga kata tersebut sebagai berikut :  Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek. bukan pada input kelas (silabus. atau sedang megikuti kerja bakti di luar sekolah. dapat dicermati objeknya ketika siswa yang bersangkutan sedang asyik mengikuti proses pembelajran dikelas/lapangan/laboraturium/bengkel.  Tindakan adalah suatu gerak kegiatan yang sengaja dialakuakan dengan tujuan tertentu. PTK harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas.  Kelas adalah sekolompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru. Makna ” Kelas” dalam PTK Pengertian kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar.

Pengelolaan. dapat dicermati ketika guru sedang mengajar. 6. pengaturan jadwal. peralatan atau sarana pendidikan. merupqkqn produk yang ditingkatkan. Lingkungan. misstrategi dan lain-lain. Materi pelajaran. kesalahan pembelajaran. baik lingkungan siswa itu di kelas. dapat dicermati ketika guru sedang mengajar atau sebagai bahan yang ditugaskan kepada siswa. Dalam hal ini yang digolongkan sebagai kegiatan pengelolaan misalnya cara mengelompokkan siswa ketika guru memberikan tugas. 4. pelaksanaan. 5. dan teknik pengembang potensi diri.3. penetaan peralatan milik siswa dan sebagainya. misalnya permasalahan belajar di kelas. merupakan kegiatan yang sedang diterapkan dan dapat diatur/direkayasa dalam bentuk tindakan Unsur pengelolaan yang jelas-jelas merupakan gerak kegiatan sehingga mudah diatur dan direkayasa dalam bentuk tindakan. maupun yang melingkungi siswa di rumahnya. dan evaluasi program pembelajaran. yang diamati ialah guru. Masalah yang dikaji melalui PTK Dikarenakan makna kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar. misalnya masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran dan implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran (misalnya penggantian metode mengajar baru).  Desain dan strategi pembelajaran di kelas. guru . dengan tujuan meningkatkan mutu haaasil belajar. Peralatan atau sarana pendidikan. sekolah. diantaranya sebagai berikut :  Masalah belajar siswa di sekolah. dan siswa itu sendiri. misalnya pengenalan teknik modifikasi perilaku. pengaturan tempat duduk siswa. penempatan papan tulis. maka permasalahan PTK cukup luas. siswa atau keduanya. miskonsepsi. interaksi di Nursa’id Fitria (06101410022) Page 86 . teknik memotivasi.  pengembangan profesionalisme guru dalam peningkatan mutu perancangan. pasti terkait dengan tindakan unsur lain. yaitu proses pembelajaran. Hasil pembelajaran. 7.  Pengelolaan dan pengendalian.

dan siswa-lingkungan belajar. urutan penyajian materi pokok.  Meningkatakan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan  Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di daalm melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajran secara berkelanjutan (sustainable) Keluaran Penelitian Tindakan kelas Karena yang diharapkan dapat dihasilkan dari PTK adalah peningkatan atau perbaikan mutu proses dan hasil pembelajaran . misalnya penggunaan media. pengembangan instrumen asesmen berbasis kompetensi. Misalnya masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran.dalam kelas (misalnya penggunaan strategi pengajaran yang didasarkan pada pendekatan terpadu).  Alat bantu. masukan. proses. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 87 . metode evaluasi tertentu. antara lain meliputi hal-hal berikut :  Peningkatan atau perbaikan terhadap kinerja belajar siswa di sekolah. serta hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah.  sistem asesmen dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran. siswa-materi ajar. misalnya implementasi KBK. media dan sumber belajar. tujuan PTK antara lain sebagai berikut :  Meningkatkan mutu isi. misalnya pengembangan pola berfikir ilmiah dalam diri siswa.  Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan di luar kelas. interaksi guru-siswa. Tujuan PTK Tujuan utama PTK adalah memecahkan pemasalahan nyata yang terjaidi di dalam kelas dan sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan. perpustakaan dan sumber belajar di dalam/luar kelas. Secara lebih rinci.  Penamaan dan pengembangan sikap serta nilai-nilai . atau penggunaan alat .  Masalah kurikulum.

 Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa. kepala sekolah. 4. Tindakan itu dilakukan pada situasi alami (bukan dalam laboratorium) dan ditujukan untuk memecahkan permasalahan praktis. PTK merupakan kegiatan penelitian yang tidak saja berupaya untuk memecahkan masalah. Peningkatan atau perbaikan terhadap mutu proses pembelajaran di kelas. PTK dimulai dari permasalahan yang sederhana. Pada penelitian tindakan. 2. Keunikan lain dari PTK diantaranya sebagai berikut : 1. Dengan kalimat lain.  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penggunaan media. kegiatan tersebut dilakakan dalam rangkaian siklus kegiatan. dan lainnya) dan peneliti dalam pemahaman. Adanya kolaborasi (kerja sama) antar praktisi (guru. tetapi berasal dri adanya permasalahan yang nyata dan aktual yang terjadi dalam pembelajaran di kelas.  Peningkatan atau perbaikan terhadap masalah pendidikan anak di sekolah. 3. Tindakan tersebut merupakan suatu kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. kesepakatan tentang permasalahan. PTK berfokus pada masalah praktis bukan problem teoritis atau bersifat bebas konteks. nyata. Ciri Khusus Penelitan Tindakan Ciri khusus dari PTK adalah adanya tindakan (action) yang nyata. tetapi sekaligus mencari dukungan ilmiahnya. siswa.  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa di sekolah. Kerja sama (kolaborasi) antar guru dan peneliti sangat penting dalam bersama menggali mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi terutama pada kegiatan mendiagnosis masalah. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 88 . jelas dan tajam mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. Hal yang dipermasalahkan bukan dihasilkan dari kajian teoritis atau dari hasil penelitian terdahulu. alat bantu belajar dan sumber belajar lainnya. pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action). menyusun usulan.

5. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 89 . perumusan masalah dan cara pemecahan masalah. merekam data. evaluasi dan reflaksi). Bab kajian/Tindakan Pustaka yang mengurai kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan penelitian tindakan. Judul PTK 2. sarana pendukung pembelajaran masing-masing anggota penelitian dalam setiap kegiatan penelitian dan kelayakan pembiayaan). tujuan dan kemanfaatan hasil penelitian (terutama potensi untuk memperbaiaki atau meningkatkan kualitas isi. Rencana penelitian umumnya disebut usulan penelitian. ingin meningkatkan  Bertujuan memperoleh pengetahuan dan/atau sebagai pemecah masalah. Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang latar belakanng masalah. Usulan penelitian adalah langkah pertamam dari kerja penelitian. perencanaan tindakan. Pada umumnya usulan PTK terdiri atas : 1. 3. Menyusun Usulan PTK Kerja penelitian dimulai dengan membuat rencana. Bab Metodologi Pelaksanaan yang menjelaskan tentang rwencana dan prosedur penelitian (terutama: prosedur diagnosis masalah. prosedur observasi dan evaluasi. observasi. proses. 5. Permohonan dana atau izin pelaksanaan penelitian selalu mempersyaratakan adanya ususlan penelitian. dan menyususn laporan akhir. prosedur refleksi hasil penelitian). masukan atau hasil pembelajaran dan/atau pendidikan). 4.melaksanakan penelitian (melaksanakan tindakan. Penjelasan mengenai kegiatan pendukung (terutama : jadwal penelitian. ingin membantu. menganalisis data. PTK dilakukan hanya apabila ada :  Keputusan kelompok dan komitmen untuk pengembangan  Bertujuan meningkatkan profesionalisme guru  Alasan pokok : ingin tahu. menyeminarkan hasil. prosedur pelaksanaan tindakan.

Untuk itu. Judul Penelitian Judul hendaknya ditulis dengan singkat dan spesifik. Hal utama yang seharusnya ditulis didalam judul adalah gambaran dari apa yang dipermasalahkan dan bentuk tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalahnya.  Meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada mata pelajaran Fisika melalui penerapan Cooperative Learning.  Pembelajaran berbasis konstruktivisme dan kontekstual pada mata pelajaran Fisika untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemahaman konsep.dikelas berapa. Dikarenakan hal tersebut umumnya di dapat dari pengamatan dan kajian (diagnosis) yang dilakukan oleh guru atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah. Berikut ini beberapa contoh judul PTK. Umumnya di bawah judul dituliskan pula subjudul. Subjudul ditulis untuk menambahkan keterangan lebih rinci tentang populasi.  Peningkatan kreativitas siswa dalam proses belajar mata pelajaran Fisika melalui penerapan model pembelajaran generatif. misalnya dimana penelitian dilakukan.kapan. b.Isi usulan penelitian Penjelasan dan contoh dari masing-masing komponen dalam usulan penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut: a. maka jelaskan pula proses atau kondisi yang terjadi. Pendahuluan Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan pembelajaran.  Penerapan pembelajaran model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mata pelajaran Fisika. dan lain-lain. yang intinya adalah paparan alasan atau latar belakang penelitian hendaknya dipaparkan bahwa:  Masalah yang diteliti adalah benar-benar suatu masalah pembelajaran yang terjadi di sekolah. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 90 . dalam bab pendahuluan.

o Pemecahan Masalah : Uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. Masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak untuk di pecahkan serta dapat dilaksanakan. cara pemecahan masalah. dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. c. cara pengukuran. serta cara mengevaluasinya. dilihat dari segi ketersediaan waktu. asumsi. jelaskan hal-hal yang diduga menjadi akar penyebab dari masalah tersebut. tujuan serta manfaat atau kontribusi hasil penelitian. o Kontribusi Hasil Penelitian : Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran sehingga tampak manfatnya Nursa’id Fitria (06101410022) Page 91 .  Dari identifikasi masalah diatas. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti hendaknya sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan dan hasil positif yang diantisipasi dengan mengajukan indikator keberhasilan tindakan. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan pda akar penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah. dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas sehingga dapat diukur tingkat pencapaian keberhasilannya. o Tujuan Penelitian : Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. biaya. Secara cermat dan sistematis berikan alasan (argumentasi) bagaimana dapat menarik kesimpulan tentang akar masalah itu. Perumusan dan Pemecahan Masalah Bagian ini umumnya terdiri atas jabaran tentang perumusan masalah. o Perumusan masalah: Rumusan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi.

Uraian ini digunakan untuk menyususn kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. disarankan untuk terlebih dahulu menetapkan pokok-pokok pikirannya. e. pelaksanaan tindakan. Jumlah siklus diusahakan lebih dari satu siklus. temuan. Kajian pustaka Menguraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasai usulan rancangan penelitian tindakan. dan bahan penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Pada bagian akhir dapat dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan. Rencana dan Prosedur Penelitian. Untuk memudahkan dalam menuliskan secara rinci hal-hal di atas. obsevasi. waktu dan lamanya tindakan. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan. Kemukakan objek. Kemukakan juga teori. maupun komponen pendidikan di sekolah lainnya. d. meskipun harus diingat jugas jadwal kegiatan belajar di sekolah. Untuk dapat membantu menyusun bagian ini.bagi siswa. serta lokasi penelitian secara jelas. guru. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini. dan evaluasi-refleksi yang bersifat daur ulang atau siklus. disarankan untuk terlebih dahulu menuliskan pokok-pokok rencana kegiatan dalam suatu tabel seperti contoh berikut Nursa’id Fitria (06101410022) Page 92 . Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus lain.

untuk digunakan pada siklus berikutnya Evaluasi tindakan 1 Identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah Pengembangan program tindakan II Pelaksanaan program tindakan II Pengumpulan data tindakan II Evaluasi tindakan II         Siklus II Perencanaan Tindakan pengamatan refleksi Siklus-siklus berikutnya Kesimpulan.jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan. saran.Tabel pokok-pokok rencana kegiatan Siklus 1 Perencanaan:identif ikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah        Tindakan Pengamatan    Refleksi  Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam PBM Menentukan pokok bahasan Mengembangkan skenario pembelajaran Menyusun LKM Menyiapkan sumber belajar Mengembangkan format evaluasi Mengembangkan format observasi pembelajaran Menerapkan tindakan mengacu pada skenario dan LKM Melakukan observasi dengan memakai format observasi Menilai hasil tindakan dengan menggunakan format LKM Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu. Melaukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario LKM. dan lain-lain. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi. rekomendasi Nursa’id Fitria (06101410022) Page 93 .

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan PTK ada tiga ,yaitu:  PTK merupakan penelitian yang mengikutsertakan secara aktif peran guru dan siswa dalam berbagai tindakan.  Kegiatan refleksi (perenungan, pemikiran, dan evaluasi) dilakukan berdasarkan pertimbangan rasional (menggambarkan konsep teori) yang mantap dan valid guna melakukan perbaikan tindakan dalam upaya memecahkan masalah yang terjadi.  Tindakan perbaikan terhadap situasi dan kondisi pembelajaran dilakukan dengan segera dan dilakukan secara praktis (dapat dilakukan dalam praktik pembelajaran).

Prinsip PTK: ”Tidak mengganggu proses pembelajaran, harus dipersiapkan dengan rinci dan matang, tindakan harus konsisten dengan rancangan, masalah benar-benar ada dan dihadapi oleh guru dan seterusnya”.

Siklus Kegiatan PTK PTK dilaksanakan dalam bentuk siklus berulang yang didalamnya terdapat empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang

digambarkan sebagai berikut:

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 94

Siklus PTK
Perencanaan tindakan I Pelaksanaann tindakan I

Permasalahan

Siklus I

Refleksi I

Pengamatan /pengumpulan data

Permasalahan baru hasil refleksi

Perencanaan tindakan II

Pelaksanaan tindakan II

Refleksi II

Pengamatan /pengumpulan data II

Siklus II

Apabila masalah belum terselesaikan

Dilanjutkan ke siklus berikutnya

Rincian kegiatan PTK a. Perencanaan Pada tahapan ini terdiri dari kegfiatan sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi dan menganalisis masalah, yaitu secara jelas dapat dimengerti masalah apa yang akan diteliti. 2. Menetapkan alasan mengapa penelitian mengapa penelitian tersebut dilakukan, yang akan melatarbelakangi PTK. 3. Merumuskan masalah secara jelas, baik dengan kalimat tanya maupun kalimat pernyataan.

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 95

4. Menetapkan cara yang akan dilakukan untuk menemukan jawaban berupa hipotesis tindakan. 5. Menentukan cara untuk menguji hipotesis tindakan dengan menjabarkan indikator-indikator keberhasilan serta berbagai instrumen pengumpul data yang dapat dipakai untuk menganalisis indikator keberhasilan itu. 6. Membuat secara rinci rancangan tindakan. b. Tindakan Pada tahap ini diterapkan strategi dan skenario pembelajaran. Rancangan tindakan tersebut sebelumnya telah dilatihkan kepada sang guru. Skenario tindakan yang akan dilakukan hendaknya dijabarkan serinci mungkin secara tertulis. Rincian tindakan itu menjelaskan tentang : 1. Langkah demi langkah kegiatan yang akan di lakukan, 2. Kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh guru 3. Kegiatan yang diharapkan dilakukan oleh siswa. 4. Rincian tentang jenis media pembelajaran yang akan digunakan dan cara menggunakannya 5. Jenis instrumen yang disertai akan digunakan untuk rinci pengumpulan bagaimana

data/pengamatan menggunakannya.

dengan

penjelasan

c. Pengamatan atau observasi Pada tahap ini, peneliti (atau melakukan dan mencatat semua guru bertindak sebagai peneliti)

hal yang diperlukan dan terjadi selama

pelaksanaan tindakan berlangsung. Instrumen yang umum dipakai adalah a. soal tes, kuis b. rubrik, c. lembar observasi, dan catatan yang dipakai untuk memeperoleh data secara objektif yang tidak dapat terekam melalui lembar observasi, seperrti aktifitas sisiswa di dalam kelas tindakan berlangsung. Data yang telah dihibungkan hendaknya di cek untuk mengetahui keabsahannya. selama peemberian

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 96

Data yang telah terkumpul memerlukan analisis baik untuk mempermudah penggunaan maupun dalam penarikan kesimpulan.Belajar/diskusi dengan orang lain yang memilki kecakapaan sesuai dengan tugas yang telah diberikan .mengkonstruksi.menggunakan waktu konsultasi dengan dosen secara teratur.perpustakan dan lain-lain) dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. 4 Belajar yang diarahkan oleh dan untuk diri sendiri .mengembangkan data dan bahan secara mandiri . Refleksi Refleksi mencakup analisis. . - 2 Semakin kegiatan mahasiswa pihak lain efektifnya belajar dengan 3 Semakin efektifnya kegiatan PBM yang dilakukan oleh mahasiswa.belajar dalam kelompok . Untuk hal berbagai teknik.Menggunakan waktu secar efektif dan efisien untuk mengerjakan tugas . .analisis statistika dapat digunakan. dan penilaian terhadap hasi. sintesis.mengembangkan sifat kolaboratif satu dengan yang lain .Menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu . dan melakuakn sintesis informasi.: Tabel Indikator Keberhasilan PTK No 1 Indikator keberhasilan PTK Semakin efektifnya waktu belajar oleh mahasiswa Rincian atau sub indikator keberhasilan : Siswa mampu…. .Bekerja secara mandiri Meningkatnya Berupaya melakukan penilaian mandiri kemampuan melakukan terhadap target waktu penyelesaian tugas penilaian terhadap diri yang telah ditetapkan sendiri Melakukan penilaian mandiri terhadap kuantitas dan kualitas tugas yang telah dikerjakan d.belajar/diskusi dengan teman tentang tugas yang diberikan. konstibusi. .Menyelesaikan tugas tepat waktu .Belajar melalui media pembelajaran lain (internet. Pengamatan atas tindakan yang dilakukan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 97 .

2. rumusan dalam pembelajran masalah. lembarr persetujuan. Bab I pendahuluan atau tindakan kelas permasalahn. pembelajaran di kelasatau kata pengantar. Bagaimana Rincian Dari Setiap Bagian Laporan Rincian setiap bagian laporan adalah sebagai berikut : a) Abstrak b) Pendahuluan c) Kajian pustaka d) Pelaksanaan penelitian e) Hasil penelitian dan pembahasan f) Kesimpilan dan saran g) Daftar pustaka h) Lampiaran-lampiran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 98 . penelitian dibidang eksperimen latarbelakang masalah. daftar tabel. Bab 3 Metodee penelitian 4. tujuan kegunaan. Pada umumnya kerangka penulisan KTI yang berupa hasil penelitian adalah sebagai berikut : Tabel Kerangka Penulisan KTI Yang Berupa Hasil Penelitian Ciri khusus Kerangka penulisan KTI merupakan hasil laporan hasil KTI laporan hasil penelitian penelitian umumnya terdiri dari tiga bagian utama. judul. Bab 4 hasil penelitian dan diskusi hasil penenlitian 5. terdiri dari : dilakukan oleh gurur adalah bidang Halaman.Bagaimana Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas? Proses penysusunan laporan sebenarnya tidaklah sulit jika guru sudah disiplin mencatat apa saja yang telah dilakukan. yang berisi 2. Bab 5 kesimpilan dan saran. yaitu : Kegiatan penelitian yang umum Bagian pendahuluan.penelitian 1. daftar isi. Jenis kegiatan yang dilakukan Bagian isi : umumnya adalah 1. Bab 2 kajian Teori atau pekmbahasan pustakaan 3. disekolahnya daftar gambar dab daftar lampiaran serta abstrak atau ringkasan. dan lain-lain.

 Telah didiskusikan terlebih dahulu  Menggunakan pedoman KTI yang berlaku  Secara umum KTI yang baik adalah yang APIK komponen yang Nursa’id Fitria (06101410022) Page 99 . Apakah semua seharusnya ada KTI telah tersaji dengan bail dan benar.Menilai Laporan PTK Bagaiamana kriteria KTI yang benar dan baik ? Sebelum dikirim untuk di evaluasi KTI hendaknya :  Dinilai kembali oleh si penulis.

maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut. senjata. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. terdapat potensi angin dan sinar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 100 . pesawat terbang. di pantai selatan Pulau Jawa. Jadi penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal (bertahap bisa multy years). Potensi dan Masalah Penelitian dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. Sebagai contoh. manajemen. Penelitian dan pengembangan yang menghasilkan produk tertentu untuk bidang administrasi. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas. Metode penelitian dan pengembangan telah banyak digunakan pada bidang-bidang Ilmu Alam dan Teknik. Padahal banyak produk tertentu dalam bidang pendidikan dan sosial yang perlu dihasilkan melalui research and development. obat-obatan. Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan 1. dan lain-lain. Hampir semua produk teknologi. Namun demikian metode pemelitian dan pengembangan bisa juga digunakan dalam bidang ilmu-ilmu sosial seperti psikologi.PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. bangunan gedung bertingkat dan alat-alat rumah tangga yang modern diproduk dan dikembangkan melalui penelitian dan pengembangan. kendaraan bermotor. pendidikan. Penelitian Hibah Bersaing (didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) adalah penelitian yang menghasilkan produk. kapal laut. sosiologi. pendidikan dan sosial lainnya masih rendah. alat-alat kedokteran. seperti alat-alat elektronik. sehingga metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan.

Desain produk harus diwujudkan dalam gambar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 101 . berapa lama dalam satu hari. sistem penggajian. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukkan dengan data empirik. 3.matahari. 2. media pendidikan. kompetensi tenaga kependidikan. dari mana arah angin dan lain-lain. Data angin tersebut kemudian dapat digunakan untuk merancang kincir angin atau produk lainnya yang dapat menghasilkan energi mekanik atau listrik. Produk-produk pendidikan misalnya kkurikulum yang spesifik untuk keperluan pendidikan tertentu. yaitu lulusan yang jumlahnya banyak. sistem evaluasi. Data tentang potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri. kedua potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi energi mekanik yang dapat digunakan untuk menggerakkan sesuatu. misalnya untuk generator pembangkit tenaga listrik atau untuk turbin air. berkualitas. dan lain-lain. buku ajar. tetapi bisa berdasarkan laporan penelitian orang lain atau dokumentasi laporan penelitian orang lain atau dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan atau instansi tertentu yang masih up to date. maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Hasil akhir penelitian dan pengembangannya adalah berupa desain produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya. sistem pembinaan pegawai. penataan ruang kelas untuk model pembelajaran tertentu. Desain Produk Dalam bidang pendidikan. model uji kompetensi. prooduk-produk yang dihasilkan melalui penelitian R&D diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan. metode mengajar. Misalnya potensi energi angin di pantai harus dapat dikemukakan data berapa kekuatan dan kecepatan angin. Metode apa yang akan digunakan untuk penelitian tergantung permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai. model manajemen. model unit produksi. dan relevan dengan kebutuhan. Mengumpulkan Informasi Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan up to date. Di sini diperlukan metode penelitian tersendiri. modul.

Uji Coba Produk Dalam bidang pendidikan. 6. Efektivitas metode mengajar baru bisa diukur dan mudah diimplementasikan. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Pada contoh tentang produk pendidikan di atas. 4. desain produk seperti metode mengajar baru dapat langsung diuji coba. atau uraian ringkas sehingga akan memudahkan pihak lain untuk memahaminya. Sebelum diskusi peneliti mempresentasikan proses penelitian sampai ditemukan desain tersebut berikut keunggulannya. Validasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi. suasana belajar menjadi kondusif dan hasil pembelajarn meningkat. Uji coba tahap awal Nursa’id Fitria (06101410022) Page 102 . Dikatakan secara rasional karena validasi di sini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional belum berdasarkan fakta lapangan. Setiap desain produk perlu ditunjukkan dalam gambar kerja. sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya. Dikatakan hipotetik karena efektivitasnya belum terbukti dan akan dapat diketahui setelah pengujianpengujian. setelah divalidasi dan direvisi. bagan. Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk dalam hal ini metode mengajar baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. 5. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. hasil akhir dari kegiatan ini adalah berupa desain metode yaitu rancangan metode pembelajaran baru. sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. Desain metode ini masih bersifat hipotetik. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut.atau bagan. Perbaikan Desain Setelah desain produk divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya maka akan dapat diketahui kelemahannya. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk tersebut.

Setelah metode mengajar baru diterapkan selama setengah tahun atau satu tahun maka perlu dicek kembali. Setelah diperbaiki maka dapat diproduksi massal atau digunakan lembaga pendidikan yang lebih luas. Uji Coba Pemakaian Setelah pengujian terhadap produk berhasil dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting. Setelah direvisi. maka perlu diujicobakan lagi kelas yang lebih luas. mungkin ada kelemahannya. 7. 9. Dalam uji pemakaian sebaiknya pembuat produk selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam hal ini adalah metode mengajar. kalau ada perlu segera diperbaiki lagi.dilakukan dengan simulasi penggunaan metode mengajar tersebut. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 103 . Pengujian tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi apakah metode mengajar baru tersebut lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan metode mengajar yang lama atau yang lain. 8. 10. Revisi Produk Setelah produk diuji coba pada kelompok yang terbatas maka kelemahan yang terdapat dalam produk tersebut menjadi lebih terlihat jelas dan perlu dilakukan langkah selanjutnya yaitu revisi produk. Pembuatan Produk Massal Bila produk yang berupa metode mengajar baru tersebut telah dinyatakan efektif dalam beberapa kali pengujian maka metode mengajar baru tersebut dapat diterapkan pada setiap lembaga pendidikan. maka selanjutnya produk yang berupa metode mengajar baru tersebut diterapkan dalam lingkup tersebut tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut. Revisi Produk Revisi produk ini dilakukan apabila dalam pemakaian dalam lembaga pendidikan yang lebih luas terdapat kekurangan dan kelemahan. Setelah disimulasikan maka dapat diujicobakan pada kelompok yang terbatas.

Langkah-langkah Penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 104 . Rumusan Masalah C. Deskripsi Teori B. serta cara menggunakan produk tersebut. Kerangka Berpikir C.Laporan Penelitian R&D Metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sehingga menghasilkan produk baru dan selanjutnya menguji keefektifan produk tersebut. KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Dengan demikian laporan penelitian yang dibuat harus selalu dilampiri dengan produk yang dihasilkan berikut spesifikasi dan penjelasannya. Tujuan D. Manfaat BAB II LANDASAN TEORI. Latar Belakang B. Lampiran berupa produk yang dihasilkan tersebut dibuat dalam buku tersendiri dan diberikan penjelasan tentang kehebatan produk tersebut berdasarkan hasil uji coba. Hipotesis (Produk yang akan dihasilkan) BAB III PRODUK PENELITIAN A. Sistematika laporan adalah sebagai berikut. SISTEMATIKA LAPORAN PENELITIAN R&D HALAMAN JUDUL ABSTRAK PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN A.

Metode Penelitian Tahap I 1. Kesimpulan B. 4. Revisi Produk (Gambar setelah direvisi dan penjelasannya) F. 3. Hasil Pengujian Pertama C. Pengujian Tahap Ketiga (bila perlu) G. Revisi Produk (Gambar setelah dievisi dan penjelasannya) D. Pembahasan Produk BAB V KESIMPULAN DAN SARA PENGGUNAANNYA A. Saran Penggunaan DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN INSTRUMEN LAMPIRAN DATA LAMPIRAN PRODUK YANG DIHASILKAN BERIKUT BUKU PENJELASANNYA Nursa’id Fitria (06101410022) Page 105 . 2. Populasi Sampel Sumber Data Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Analisis Data Perencanaan Desain Produk Validasi Desain C. 6.B. 3. Hasil pengujian Tahap Kedua E. 4. BAB IV Populasi dan Sampel Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Teknik Analisis Data HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Model Rancangan Eksperimen untuk Menguji Produk yang Telah Dirancang 2. 5. 5. Metode Penelitian Tahap II 1. Penyempurnaan Produk (Gambar terakhir dan penjelasannya) H. Desain Awal produk (gambar dan penjelasan) B.

Jakarta: Rineka Cipta. Metode Penelitian. Muhammad. Jakarta: Rajawali Press. Jakarta: PT. Surabaya: usaha Nasional. Suharsimi. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 106 . 1990. Metodologi Penelitian. 1988. Arikunto. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Ghalia Indonesia Sugiyono. Jakarta: Rineka Cipta. Menyusun Rencana Penelitian. S. Metode Penelitian. Azwar. Bandung: Alfabeta. 1985. Nazir. Tatang M. Suharsimi. Manajemen Penelitian. Amirin. Suharsimi. Arikunto. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto. Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktek”. Donald. Penelitian dalam Pendidikan. Penelitian Tindakan Kelas. 1997. Bandung: Angkasa. 1990. 2008. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.. Cholid dan Abu Achmadi. Metode Penelitian Pendidikan. Narbuko. Bumi Aksara. Suhadjono dan Supardi. 2004. Saifuddin. Edisi Revisi V. Ary. Yogyakarta: Pustaka Belajar. 2002. Moh. 2008. Margono.DAFTAR PUSTAKA Ali. Penelitian Kependidikan : Prosedur & Strategi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful