KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Resume ini tepat pada waktunya. Tugas Resume ini selain disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Penelitian Pendidikan Kimia, tetapi lebih dari itu juga sebagai wahana pembelajaran bagi penulis guna mengetahui dan mengaktualisasikan diri menurut pengetahuan yang penulis peroleh dari lembaga pendidikan. Selama penyusunan resume ini, penulis banyak memperoleh bantuan, baik itu bimbingan, petunjuk maupun arahan dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih secara khusus penulis sampaikan kepada Prof. Dr. H. Fuad Abd. Rachman, M.Pd. dan Dr. Hartono, M.A. yang telah membantu penulis dalam penyelesaian tugas Resume ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada semua pihak lain yang telah banyak membantu. penulis menyadari bahwa tugas Resume ini masih jauh dari tatanan kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan serta akan penulis terima dengan hati yang ikhlas dan tangan terbuka demi bekal pembelajaran dan perbaikan pada masa yang akan datang. Akhirnya, penulis berharap agar tugas resume Penelitian Pendidikan Kimia ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Palembang, Juni 2013

Penulis,

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................ 1 Daftar Isi...................................................................................................................2

HAKIKAT PENELITIAN DAN JENIS PENELITIAN .................................... 3

PROPOSAL PENELITIAN ............................................................................. 15

SUMBER MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN ............................. 30

POPULASI DAN SAMPEL ........................................................................... 43

KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN ................................................................................................ 51

HIPOTESIS PENELITIAN ............................................................................. 64

TEKNIK PENGUMPULAN, PENGOLAHAN , ANALISIS DATA, PENYUSUN LAPORAN HASIL PENELITIAN ........................................... 74

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) ................................................... 85

METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (R&D) .......................100

Daftar Pustaka ......................................................................................................106

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 2

HAKIKAT PENELITIAN DAN JENIS PENELITIAN

A. HAKIKAT PENGETAHUAN Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia.

Cara memperoleh pengetahuan (Sumber Pengetahuan) :  Wahyu Pengetahuan yang datangnya dari Tuhan melalui kitab suci.  Pengalaman Dari pengalaman, orang mendapatkan pengetahuan apapun dari yang dialami akan menjadi pengetahuan. Pengalaman bisa jadi pengetahuan jika memiliki kepentingan akan dialami. Pengalaman yang banyak tidak menjamin pengetahuan yang didapat akan banyak pula.  Otoritas Otoritas atau kewenangan atau kepakaran. Jika kita ingin mendapatkan pengetahuan tentang sesuatu, sebaiknya ditanyakan pada ahlinya, artinya harus ditelaah terlebih dahulu.  Berpikir Deduktif (umum-khusus) Dari umum ke khusus atau dari sadar ke tidak sadar. Jika pengetahuan deduktif itu diterapkan, maka pengetahuannya/cara berpikirnya secara umum. Di mana penalaran deduktif ini memiliki kelemahan yaitu terdapat banyak pengecualian.  Berpikir Induktif (khusus-umum) Mengambil keputusan dari pengalaman, belajar dari hal-hal yang khusus atau belajar dari pengalaman. Di mana penalaran induktif ini memiliki kelemahan yaitu jika tidak dibatasi, maka banyak penyimpangan jadi harus dilakukan pembatasan populasi.  Metode Ilmiah Proses untuk mendapatkan pengetahuan dengan dua metode yaitu berpikir deduktif dan induktif.

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 3

bermula dari suatu keyakinan lalu dipelajari agar lebih meyakinkan 2. yaitu : a. Tentatif artinya kebenaran itu akan tetap dijadikan kebenaran sebelum ada yang menyangkalnya (bersifat sementara) Ciri-ciri Kebenaran Ilmiah  Sesuai dengan rasio/akal manusia berdasarkan pengetahuan yang dimiliki Contoh kayu dibakar jadi abu atau arang  memang sesuai dengan rasio pengetahuan manusia.DIPELAJARI ------. Sesuai dengan akal/pikiran manusia berdasarkan pengetahuan yang ada (rasional/masuk akal) 2. seperti : Nursa’id Fitria (06101410022) Page 4 . suatu kebenaran ilmiah dapat diterima dikarenakan oleh tiga hal.LEBIH YAKIN Tidak bisa dibantah. yaitu 1) adanya koheren 2) adanya koresponden.  Sesuai dengan hasil penginderaan/pengalaman empiris (sesuatu yang tidak bisa diamati secara empiris. Kebenaran Nonilmiah Tidak selamanya penemuan kebenaran diperoleh secara ilmiah. Sesuai dengan hasil penginderaan manusia berdasarkan pengalaman empiris Sifat Kebenaran ilmiah. KEBENARAN 1.YAKIN Kebenaran ilmiah (sains/ilmu) adalah: 1.B. KEBENARAN ILMIAH (ILMU/SAINS) RAGU -------. dan 3) pragmatis. Relatif artinya tidak mutlak/suatu saat tidak benar b. KEBENARAN MUTLAK (WAHYU/AGAMA) YAKIN -----.DIPELAJARI -----. Kadangkala kebenaran dapat ditemukan melalui proses nonilmiah. maka tidak bisa dikatakan sebagai ilmu) Umumnya.

Akal sehat dapat menghasilkan kebenaran dan dapat pula menyesatkan c. gejala-gejala. Kebenaran dengan intuisi diperoleh secara cepat sekali melaui proses luar sadar tanpa menggunakan penalaran dan proses berpikir. Penemuan kebenaran secara kebetulan Penemuan kebenaran secara kebetulan tidak lain dari takdir Tuhan. d. Penemuan kebenaran secara common sense (akal sehat) Penemuan sense merupakan serangkaian konsep atau bagan konseptual yang memuaskan untuk digunakan secara praktis. Penemuan kebenaran secara trial and error Bekerja secara trial and error adalah melalukan sesuatu secara aktif dengan mengulang-ulang pekerjaan tersebut berkali-kali dengan menukar-nukar cara dan materi. g. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 5 . Walaupun penemuan kebenaran secara kebetulan bukanlah kebenaran yang ditemukan secara ilmiah. Penemuan kebenaran secara intuitif Kebenaran dapat juga dperoleh berdasarkan intuisi. f. Penemuan kebenaran melalui wahyu Kebenaran yang didasarkan kepada wahyu merupakan kebenaran mutlak. Kebenaran karena wibawa dianggap suatu kebenaran yang diperoleh tanpa prosedur ilmiah. Penemuan kebenaran melalui spekulasi Penemuan kebenaran dengan spekulasi sedikit lebih tinggi tarafnya dari penemuan secara trial and error. Penemuan kebenaran karena kewibawaan Umumnya kebenaran karena kewibawaan didasarkan pada logika saja. tetapi banyak penemuan tersebut telah menggoncangkan dunia ilmu pengetahuan b. fenomena. jika wahyu datangnya dari Allah melalui Rasul dan Nabi. Fungsi ilmu  MENERANGKAN (EXPLAIN) Yang diterangkan dalam ilmu yaitu kejadian. ataupun melalui suatu renungan. e.a.

2. 3. Penelitian adalah semua kegiatan pencarian. Menegaskan persoalan Setelah merasakan adanya kesulitan. Atau rangkaian masalah. atau terasa kesukaran menerangkan sesuatu peristiwa. petlu ditegaskan apa persoalan sebenarnya. MERAMALKAN (PREDICTION) Meramalkan sesuatu yang belum terjadi  MENGENDALIKAN (CONTROL) Mengantisipasi terhadap suatu kejadian Pengertian Hakikat Penelitian Penerapan pendekatan ilmiah dalam penyelesaian masalah atau suatu usaha yang sistematis dan obyektif dalam mencari pengetahuan yang dapat dipercaya. penyelidikan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam suatu penelitian seperti disebut dalam definisi ini sesuai dengan langkah-langkah berpikir ilmiah. hanya yang dibicarakan adalah masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 6 . Merasakan suatu kesulitan Terasa kesenjangan antara alat-alat untuk mencapai suatu tujuan atau terasa kesulitan menemukan ciri-ciri atau pola dari suatu objek. Menyusun hipotesis Bila sudah dirumuskan persoalan. disusun kemungkinan pemecahan persoalan atau menerangkan objek atau peristiwa itu. kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu Hakikat Penelitian Pendidikan Sama seperti penelitian pada umumnya. Untuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikkan tingkat ilmu serta teknologi. dan percobaan sacara ilmiah dalam suatu bidang tertentu. Adapun langkah-langkah berpikir ilmiah ialah : 1.

Kompleksitas masalah pendidikan memang diakibatkan oleh luasnya ruang lingkup pendidikan itu sendiri. Pelajar (kegiatan dan intelengensi mereka) 3. 5. Mengumpulkan data Data adalah bahan informasi untuk proses berpikir gamblang atau eksplisit. 6. Mengambil kesimpulan Dari data-data yang sudah diolah diambil kesimpulan untuk menerima atau menolak hipotesis yang dirumuskan pada langkah berpikir ketiga diatas. Di dalam hal ini Tyler menyebutkan delapan wajah yang merupakan peta konseptual pendidikan. Sekolah sebagai lambaga sosial 6. Lingkungan rumah 7. Ruang Lingkup Penelitian memegang peranan yang sangat penting dalam membantu manusia memperoleh jawaban atas suatu pertanyaan atau pemecahan atas suatu masalah. Lingkungan masyarakat Nursa’id Fitria (06101410022) Page 7 . Cara mengajar 4. Menentukan kegunaan atau nilai umum dari kesimpulan Jika pemecahan persoalan itu dapat diterima maka dipertanyakan apa kegunaannya untuk masa mendatang atau apa nilai pemecahan persoalan itu untuk kepentingan yang akan datang. Guru 5. Mata pelajaran 2. yaitu : 1. Dalam konteks ini maka fungsi penelitian adalah membantu manusia meningkatkan kemampuannya untuk menginterpretasikan fenomena-fenomena masyarakat yang kompleks dan kait-mengait demi kemajuan manusia atau demi eksistensi manusia itu sendiri.4. Lingkungan kawan sebaya 8.

5. Meramalkan Tugas ini memberikan perkiraan-perkiraan. biaya dalam ukuran waktu. 2. Menerangkan kondisi yang mendasari peristiwa-peristiwa 3. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 8 . Kelima fungsi penelitian itu mencakup : 1. Menyediakan pandangan. 4. Tugas dan Jenis Penelitian Kegiatan di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan adalah dua kegiatan terpadu erat. usaha dan bahan-bahan dan keadaan hasil-hasil yang dicapai. Mengembangkan teori yang lebih memadai dan sahih (valid) tentang proses pendidikan serta pengoperasian usaha.Sehubungan dengan penelitian pendidikan dan hasilnya Tyler mengemukkan lima fungsi penelitian pendidikan yang dapat dilakukan pada masa kini. 3. Membentuk suatu badan informasi tentang usaha pendidikan yang bermanfaat dalam penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan. maka tugas ilmu pengetahuan dan penelitian dapat dinyatakan secara terpadu pula sebagai berikut : 1. 2. Menilai program. prosedur dan bahan-bahan untuk menunjukkan hasil pendidikan yang telah dicapai. rangsangan dan penyuluhan yang berhasil untuk pembaruan pendidikan. Mameriksa Keadaan Tugas menyandra atau mengadakan deskripsi yaitu memaparkan dengan gamblang hal-hal yang dipermasalahkan. Menyusun teori Tugas ini mencari dan merumuskan hukum-hukum yang menjelaskan hubungan antara peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain yang ada kaitannya. Menunjukkan isi dan cara mengajar serta mengorganisasikan dan menjalankan sekolah. 4. atau proyeksi di masa yang akan datang atas peristiwa yang diduga bakal terjadi.

Proses penelitian bersifat deduktif. disebut juga sebagai metode ethnografi. Hipotesis tersebut selanjutnya diuji melalui pengumpulan data lapangan. Penelitian kuantitatif umumnya dilakukan pada sampel yang diambil secara random. teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random. dan hubungan gejala bersifat sebab akibat. Filsafat positivisme memandang realitas/gejala/fenomena itu dapat diklasifikasikan. analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. karena pada awalnya metode ini lebih Nursa’id Fitria (06101410022) Page 9 . Penelitian pada umumnya dilakukan pada populasi atau sampel tertentu yang representatif. di mana untuk menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan hipotesis. teramati. Metode Penelitian Kuantitatif Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif atau inferensial sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak. Untuk mengumpulkan data digunakan instrumen penelitian. gejala-gejala yang diperkirakan bakal terjadi. terukur. digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Penelitian Kualitatif Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). sehingga kesimpulan hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi di mana sampel tersebut diambil. pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian. Melakukan pengendalian Tugas ini berusaha mengendalikan peristiwa-peristiwa.5. konkret. relatif tetap. 2. JENIS-JENIS PENELITIAN Secara umum penelitian terbagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut: 1.

memotret. Untuk dapat menjadi instrumen.banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. dan hubungan gejala bersifat interaktif (reciprocal). Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam. Makna adalah data yang sebenarnya. kompleks. Penelitian dilakukan pada obyek yang alamiah. Obyek yang alamiah adalah obyek yang berkembang apa adanya. Dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument. karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif Filsafat postpositivisme sering juga disebut juga sebagai paradigma interpretif dan konstruktif. maka teknik pengumpulan data bersifat triangulasi. Generalisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan transferability  Menurut penggunaannya 1. menganalisis. dinamis. yaitu peneliti itu sendiri. maka peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas. disebut sebagai metode kualitatif. tetapi lebih menekankan pada makna. Penelitian dasar atau penelitian murni (pure research) LIPI mendefinisikan penelitian dasar sebagai penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah atau menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. penuh makna. dan mengkonstruksi situasi sosial yang diteliti menjadi lebih luas dan bermakna. Analisis data yang dilakukan bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan dan kemudian dikonstruksikan menjadi hipotesis dan teori. sehingga mampu bertanya. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 10 . Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam terhadap situasi sosial pendidikan yang diteliti. data yang pasti yang merupakan suatu nilai dibalik data yang tampak. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi. yaitu menggunakan berbagai teknik pengumpulan data secara gabungan/simultan. yang memandang realitas sosial sebagai sesuatu yang holistic/utuh. tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada obyek tersebut. suatu data yang mengandung makna.

2. 3. 4.  Menurut metodenya     Penelitian historis Penelitian filosofis penelitian observasional penelitian eksperimental  Menurut sifat permasalahannya         Penelitian histories Penelitian deskriptif Penelitian perkembangan Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian korelasional Penelitian kausal-komparatif Penelitian eksperimental Penelitian tindakan 1. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 11 melakukan observasi atas peristiwa-peristiwa yang . Penelitian histories Penelitian ditujukan kepada rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif memahami peristiwa-peristiwa masa lampau. Data yang dikumpulkan dari sumber primer yaitu penelitian sendiri langsung dilaporkan. dan tuntas. Kekhususan 1.2. sistematis. objektif. Data yang berbobot adalah data yang diuji secara eksternal dan internal. Penelitian dilakukan dengan tertib. Penelitian terapan (applied research) Batasan yang diberikan LIPI : Penelitian terapan adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. Data yang dikumpulkan diambil dari hasil observasi orang lain.

2. 3. sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada kesatuan itu. 2. Kekhususan 1. Bila metoda penelitian yang dipakai dengan pendekatan cross-sectional maka sampel yang dipilih harus representatif mewakili populasi penelitian. Bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi untuk disusun. Kekhususan : a. 2. dijelaskan dan dianalisis. Subjek yang diteliti terdiri dari suatu kesatuan secara mendalam. Penelitian deskriptif Penelitian deskriptif berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu. 3. Kekhususan 1. Memusatkan perhatian pada ubahan-ubahan dan perkembangan selama jangka waktu tertentu. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 12 . Bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang dihadapi sekarang. Penelitian perkembangan Penelitian perkembangan menyelidiki pola dan proses pertumbuhan sebagai fungsi dari waktu. 4. Penelitian umumnya memakai waktu yang panjang atau bersifat longitudinal. Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian kasus memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan terperinci mengenai latar belakang keadaan sekarang yang dipermasalahkan.

2. diusut kembali dari suatu faktor atau beberapa faktor pada masa lampau.b. 2. Selain peneliti hanya pada suatu unit. Penelitian korelasional Penelitian korelasional bertujuan melihat hubungan antara dua gejala atau lebih. Pengumpulan data mengenai gejala yang diduga mempunyai hubungan sebab akibat itu dilakukan setelah peristiwa yang dipermasalahkan itu telah terjadi. Suatu gejala yang diamati. 5. yang terpusat pada aspek yang menjadi kasus. Penelitian eksperimental Penelitian dengan melakukan percobaan terhadap kelompok-kelompok eksperimen. Misalnya apakah ada hubungan antara status sosial orang tua siswa dengan prestasi anak mereka. Penelitian hubungan sebab-akibat Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat antara faktor tertentu yang mungkin menjadi penyebab gejala yang diselidiki. Kekhususan 1. Kekhususan 1. dari ubahan-ubahan dan kondisi-kondisi yang lebih besar jumlahnya. Misalnya hendak meneliti keefektifan metode-metode mengajar. 6. 7. Di dalam eksperimen terhadap kelompok yang dikenai perlakuan eksperimental dan kelompok yang dikenai perlakuan pembanding. ubahan-ubahan yang diteliti juga terbatas. Menggunakan sedikitnya dua kelompok eksperimen Nursa’id Fitria (06101410022) Page 13 . Data sebagai hasil pengaruh perlakuan terhadap kelompok eksperimen diukur secara kuantitatif kemudian dibandingkan. Misalnya sikap santai siswa dalam kegiatan belajar mungkin disebabkan banyaknya lulusan pendidikan tertentu yang tidak mendapat lapangan kerja.

Nursa’id Fitria (06101410022) Page 14 . meniliti keterampilan kerja yang sesuai bagi siswa putus sekolah di suatu daerah.3. Misalnya. Mengusahakan agar pengaruh perlakuan eksperimen menjadi maksimal dan pengaruh ubahan penyangga menjadi minimal. Harus mempertimbangkan kesahihan keluar. 8. Penelitian tindakan Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru untuk mengatasi kebutuhan dalam dunia kerja atau kebutuhan praktis lain. 4.

Tujuan Penelitian F. Masalah merupakan “penyimpangan” dari apa seharusnya dengan apa terjadi. Identifikasi Masalah C. Penelitian dilakukan berangkat dari adanya suatu permasalahan. perlu diantisipasi tentang berbagai sumber yang dapat digunakan untuk mendukung dan yang menghambat terlaksananya penelitian. Landasan Teori dan Pengajuan Hipotesis. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah E. Proposal Penelitian Kuantitatif Proposal penelitian kuantitatif dikemas dalam sistematika seperti berikut: SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF I. Kegunaan Hasil Penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 15 . Masalah itu muncul pada ruang (tempat) dan waktu tertentu. Metode Penelitian. dan Jadwal Penelitian. Dalam menyusun rancangan penelitian.PROPOSAL PENELITIAN PROPOSAL PENILITIAN Rancangan atau proposal penelitian merupakan pedoman yang berisi langkah-langkah yang akan diikuti oleh peneliti untuk melakukan penelitiannya. penyimpangan antara teori dengan praktik. Rancangan penelitian yang sering disebut proposal penelitian paling tidak berisi empat komponen utama. Organisasi. Batasan Masalah D. dan penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan. penyimpangan antara rencana dengan pelaksanaan. yaitu Permasalahan. Rancangan penelitian harus dibuat secara sistematis dan logis sehingga dapat dijadikan pedoman yang betul-betul mudah diikuti.

A. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Pada bagian ini berisi tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi pada suatu obyek penelitian. baik yang akan diteliti maupun yang tidak akan diteliti sedapat mungkin dikemukakan. Oleh karena itu dalam latar belakang ini. Jadwal Penelitian V. sekarang ini tampak ada penyimpangan-penyimpangan dari standar yang ada. tetapi dalam peristiwa itu. Deskripsi Teori B. Instrumen Penelitian D. Populasi dan Sampel C. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 16 .II. Melalui analisis masalah ini. Teknik Analisis Data IV. peneliti harus melakukan analisis masalah. KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Metode B. LANDASAN TEORI. Organisasi Penelitian B. B. Teknik Pengumpulan Data E. baik standar yang bersifat keilmuan maupun aturan-aturan. sehingga permasalahan menjadi jelas. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. Kerangka Berfikir C. BIAYA YANG DIPERLUKAN I. Hipotesis III. peneliti harus dapat menunjukkan adanya suatu penyimpangan yang ditunjukkan dengan data dan menuliskan mengapa hal ini perlu diteliti. Semua masalah dalam obyek. PROSEDUR PENELITIAN A. Identifikasi Masalah Dalam bagian ini perlu dituliskan berbagai masalah yang ada pada obyek yang diteliti.

sehingga semua permasalahan dapat diidentifikasikan. Batasan Masalah Karena adanya keterbatasan. Selanjutnya masalah tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk variabel.Untuk dapat mengidentifikasi masalah dengan baik. dan supaya penelitian dapat dilakukan secara lebih mendalam. variabel apa saja yang akan diteliti. C. Sebaiknya rumusan masalah itu dinyatakan dalam kalimat pertanyaan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 17 . dan wawancara ke berbagai sumber. dan bagaimana hubungan variabel yang satu dengan yang lain). tenaga. Untuk itu maka peneliti memberi batasan. selanjutnya dikemukakan hubungan satu masalah dengan masalah yang lain. dan supaya masalah dapat terjawab secara akurat. Rumusan Masalah Setelah masalah yang akan diteiti itu ditentukan (variabel apa saja yang akan diteliti. Berdasarkan berbagai permasalahan yang telah diketahui tersebut. D. melakukan observasi. waktu. Berdasarkan batasan masalah ini. serta bagaimana hubungan variabel satu dengan variabel yang lain. dana. maka masalah yang akan diteliti itu perlu dirumuskan secara spesifik. maka selanjutnya dapat dirumuskan masalah penelitian. Masalah apa saja yang diduga berpengaruh positif dan negatif terhadap masalah yang diteliti. di mana akan dilakukan penelitian. Jadi pola pikir dalam merumuskan masalah itu ada empat tahapan yang dapat digambarkan sebagai berikut. maka tidak semua masalah yang telah diidentifikasikan akan diteliti. maka peneliti perlu melakukan studi pendahuluan ke obyek yang diteliti. teori-teori. Masalah yang akan siteliti itu kedudukannya di mana dia antara masalah yang akan diteliti.

Tujuan penelitian di sini tidak sama dengan tujuan yang ada pada sampul skripsi atau tesis. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 18 . Kalau rumusan masalahnya : apakah ada pengaruh latihan terhadap produktivitas kerja pegawai. maka tujuan penelitiannya adalah: ingin mengetahui apakah ada pengaruh latihan terhadap produktivitas kerja pegawai dan kalau ada seberapa besar. oleh karena itu dua hal ini ditempatkan di bagian ini. yang merupakan tujuan formal (misalnya untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapat gelar sarjana). Misalnya rumusan masalahnya: Bagaimanakah tingkat disiplin guru di Sekolah A? Maka tujuan penelitiannya adalah: ingin mengetahui seberapa tinggi tingkat disiplin guru di Sekolah A. Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang dituliskan. tetapi tujuan di sini berkenaan dengan tujuan peneliti dalam melakukan penelitian.E. Tujuan Penelitian Tujuan dan kegunaan penelitian sebenarnya dapat diletakkan di luar pola pikir dalam merumuskan masalah. Rumusan masalah dan tujuan penelitian ini jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian. Tetapi keduanya ada kaitannya dengan permasalahan.

dan asosiatif.Latar Belakang Masalah Berisi tentang sejarah dan peristiwa yang terjadi pada obyek yang akan diteliti. Tunjukkan hubungan masalah satu dengan masalah yang lain. Pola Pikir Dalam Merumuskan Masalah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 19 . Rumusan Masalah Dinyatakan dalam kalimat pertanyaan . komparatif. tenaga. Masalah yang diteliti umumnya merupakan variabel independen. teori dan supaya penelitian lebih mendalam maka penelitian dibatasi pada beberapa variabel saja. baik masalah yang akan diteliti maupun tidak diteliti. Peneliti juga perlu menuliskan mengapa hal itu perlu diteliti. jelas dan spesifik. tetapi peristiwa itu nampaknya ada penyimpangan dari standar keilmuan maupun aturan. Identifikasi Masalah Semua masalah yang ada pada obyek penelitian dikemukakan. dana. Dapat berbentuk rumusan masalah deskriptif. Penyimpangan ini perlu ditunjukkan dalam data. Batasan Masalah Karena keterbatasan waktu.

Kegunaan praktis. dan rumusan masalah dapat terjawab secara akurat maka sekarang kegunaanya apa. Teori-teori yang digunakan bukan sekedar pendapat dari pengarang. Di sini juga diperlukan dukungan hasil-hasil penelitian yang telah ada sebelumnya yang ada kaitannya dengan variabel yang diteliti. pendapat penguasa. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. B. sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis). yaitu membantu memecahkan dan mengantisipasi masalah yang ada pada obyek yang diteliti. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. maka juga perlu dijelaskan. Deskripsi Teori Deskripsi teori adalah teori-teori yang relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti. II. KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Kegunaan hasil penelitian ada dua hal. LANDASAN TEORI. Kalau tujuan penelitian dapat tercapai. dan penyusunan instrumen penelitian. Kegunaan Hasil Penelitian Kegunaan hasil penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan. Bila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening.F. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dan dependen. mengapa variabel itu ikut Nursa’id Fitria (06101410022) Page 20 . yaitu: a. Jumlah teori yang dikemukakan tergantung pada variabel yang diteliti. tetapi teori yang betul-betul telah teruji kebenarannya secara empiris. Kalau variabel yang diteliti ada lima maka jumlah teori yang dikemukakan juga harus ada lima. Kegunaan untuk mengembangkan ilmu/kegunaan teoritis b.

maka akan menggunakan lima instrumen. skala pengukuran yang ada pada setiap jenis instrumen (Likert. III. Metode Penelitian Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis. maka titik tolak untuk merumuskan hipotesis adalah rumusan masalah dan kerangka berpikir. Jumlah instrumen yang akan digunakan tergantung pada variabel yang diteliti. Dalam hal ini perlu dikemukakan instrumen apa saja yang akan digunakan untuk penelitian. Bila hasil penelitian akan digeneralisasikan (kesimpulan data sampel yang dapat diberlakukan untuk populasi) maka sampel yang digunakan sebagai sumber data harus representatif dapat dilakukan dengan cara mengambil sampel dari populasi secara random sampai jumlah tertentu. Bila variabel yang diteliti jumlahnya lima. Kalau ada rumusan masalah: adakah pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai. B. diperlukan metode penelitian.dilibatkan dalam penelitian. dll). PROSEDUR PENELITIAN A. maka motivasi kerja akan tinggi” maka hipotesisnya adalah: ada pengaruh yang tinggi/rendah dan signifikan kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai. Oleh karena itu pada setiap penyusunan harus didasarkan pada kerangka berpikir. Hipotesis Penelitian Karena hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang diajukan. kerangka berpikirnya: “jika kepemimpinan baik. Instrumen Penelitian Penelitian yang bertujuan untuk mengukur suatu gejala akan menggunakan instrumen penelitian. C. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 21 . C. Populasi dan Sampel Dalam penelitian perlu dijelaskan populasi dan sampel yang dapat digunakan sebagai sumber data. prosedur pengujian validitas dan reliabilitas instrumen. Untuk itu di bagian ini perlu ditetapkan metode penelitian apa yang akan digunakan. apakah metode survey atau eksperimen.

observasi. Jangan semua teknik pengumpulan data (angket. akan menentukan teknik statistik mana yang digunakan. Teknik Pengumpulan Data Yang diperlukan di sini adalah teknik pengumpulan data mana yang paling tepat. wawancara) dicantumkan kalau sekiranya tidak dapat dilaksanakan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 22 . Memang untuk mendapatkan data yang lengkap dan obyektif penggunaan berbagai teknik sangat diperlukan. Jadwal Penelitian Setiap rancangan penelitian perlu dilengkapi dengan jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan. tidak dapat berlaku untuk populasi. sehingga betul-betul didapat data yang valid dan reliabel. Jadi sejak membuat rancangan. Teknik Analisis Data Untuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. sebagai pembantu ketua. dan berapa lama akan dilakukan. maka rumusan masalah penelitian itulah yang perlu dijawab. maka teknik analisis data ini telah ditentukan. maka teknik analisis data ini berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian hipotesis yang diajukan. Bila peneliti tidak membuat hipotesis. tetapi bila suatu teknik dipandang mencukupi maka teknik yang lain bila digunakan akan menjadi tidak efisien.D. E. sehingga kesimpulan yang dihasilkan hanya dapat berlaku untuk sampel yang digunakan. B. Selain itu konsekuensi dari mencantumkan ketiga teknik pengumpulan data itu adalah: setiap teknik pengumpulan data yang dicantumkan harus disertai datanya. Bentuk hipotesis mana yang diajukan. IV. Organisasi Penelitian Bila penelitian dilaksanakan oleh tim/kelompok maka diperlukan adanya organisasi pelaksana penelitian. Minimal ada ketua yang bertanggung jawab dan anggota. Dalam jadwal berisi kegiatan apa yang akan dilakukan. Tetapi kalau hanya rumusan masalah itu dijawab maka sulit membuat generalisasi.

landasan teori. jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal peneliti. pendahuluan. 1. metode penelitian. dinamis. maka proposal penelitian kuantitatif dipandang sebagai “blue print” yang harus digunakan sebagai pedoman baku untuk melaksanakan dan mengendalikan penelitian. sehingga permasalahan belum jelas. maka proposal penelitian kualitatif yang dibuat masih bersifat sementara. tingkat resiko kegiatan yang dilakukan. tetap. teramati. penuh makna. Sedangkan dalam metode kualitatif yang berpandangan bahwa. karena permasalahan yang diteliti sudah jelas. Biaya Penelitian Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. Jumlah biaya yang diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya. Proposal Penelitian Kualitatif Dalam penelitian kuantitatif. dan pola pikir induktif. jadwal penelitian. serta lamanya penelitian dilakukan. pola pikir deduktif. realitas dipandang sesuatu holistik. organisasi penelitian. realitas dianggap tunggal. kompleks. dan biaya penelitian. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 23 .C. Komponen dan Sistematika Proposal Komponen dalam proposal penelitian tersebut secara garis besarnya terdiri atas. dan akan berkembang setelah peneliti memasuki obyek penelitian/situasi sosial.

BIAYA YANG DIPERLUKAN Nursa’id Fitria (06101410022) Page 24 .. Organisasi Penelitian B.. ………………………….SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF I. B. Rumusan Masalah D. STUDI KEPUSTAKAAN A. Metode dan Alasan Menggunakan Metode B. …………………………. III. Teknik Analisis Data G. Manfaat Penelitian II. Tujuan Penelitian E. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. PROSEDUR PENELITIAN A. Latar Belakang B. Tempat Penelitian C. Jadwal Penelitian V. Instrumen Penelitian D. Fokus Penelitian C. PENDAHULUAN A. Teknik Pengumpulan Data F. …………………………. C.. Sampel Sumber Data E. Rencana Pengujian Keabsahan Data IV.

dokumentasi laporan penelitian. dan disarankan oleh pembimbing atau orang yang dipandang ahli. C. bisa diperoleh dari studi pendahuluan. referensi. maka peneliti perlu mengganti rumusan masalah penelitiannya. atau pernyataan orang-orang yang dianggap kredibel dalam media cetak maupun elektronik. namun perlu dikemukakan dalam proposal penelitian. Namun bila rumusan masalah ini tidak sesuai dengan kondisi obyek penelitian. Dalam latar belakang masalah ini perlu dikemukakan gambaran keadaan yang sedang terjadi selanjutnya dikaitkan dengan peraturan/kebijakan. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Walaupun dalam penelitian kualitatif. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 25 . tetapi lebih makro dan berkaitan dengan kemungkinan apa yang terjadi pada obyek/situasi sosial penelitian tesebut. Dalam proposal tujuan penelitian terkait dengan rumusan masalah. pengalaman.I. perencanaan. yaitu untuk mengetahui segala sesuatu setelah rumusan masalah itu terjawab melalui pengumpulan data. penentuan fokus berdasarkan hasil studi pendahuluan. A. masalah ini bersifat sementara. Rumusan Masalah Rumusan masalah ini merupakan panduan awal bagi peneliti untuk penjelajahan pada obyek yang diteliti. Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif tidak berkenaan dengan variabel penelitian. Masalah ini perlu dikemukakan dalam bentuk data. Fokus Penelitian Pada penelitian kualitatif. teori pengalaman. sehingga terlihat adanya kesenjangan yang merupakan masalah. dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dalam proposal penelitian kualitatif juga masih bersifat sementara. Fokus dalam penelitian ini juga masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian di lapangan. yang bersifat spesifik. D. B. tujuan.

Nursa’id Fitria (06101410022) Page 26 . sampel sumber data penelitian. yaitu untuk pengembangan ilmu. yaitu relevansi. namun juga tidak menolak manfaat praktisnya untuk memecahkan masalah. Terdapat tiga kriteria terhadap teori yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian. menemukan pola. A. tempat penelitian. II. hipotesis dan teori. holistik. budaya. Selain itu. memprediksikan. Manfaat Penelitian Untuk penelitian kualitatif. dan akan berkembang atau berubah setelah peneliti berada di lapangan. kuesioner. dan penuh makna sehingga tidak mungkin data pada situasi sosial tersebut dijaring dengan metode penelitian kuantitatif dengan instrumen seperti tes. STUDI KEPUSTAKAAN Studi berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang terkait dengan nilai. METODE PENELITIAN Komponen dalam metode penelitian kualitatif adalah: alasan menggunakan metode kualitatif. kompleks dinamis. Selanjutnya dalam landasan teori. dan keaslian. dan pedoman wawancara. Dalam penelitian kualitatif. karena dalam penelitian kualitatif tidak akan menguji hipotesis. teknik pengumpulan data. Apabila peneliti kualitatif dapat menemukan teori. dan mengendalikan suatu gejala. manfaat penelitian lebih bersifat teoritis. peneliti bermaksud memahami situasi sosial secara mendalam. kemutakhiran. dan rencana pengujian keabsahan data. dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti. III. Metode dan Alasan Menggunakan Metode Kualitatif Pada umumnya alasan menggunakan metode kualitatif karena pemasalahan belum jelas. instrumen penelitian. tidak perlu dibuat kerangka berpikir sebagai dasar untuk perumusan hipotesis. tetapi justru menemukan hipotesis.E. teknik analisis data. teori yang dikemukakan bersifat sementara. maka akan berguna untuk menjelaskan.

di lembaga pemerintahan. Misalnya di sekolah. 4. di perusahaan. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi. C. yang menjadi instrumen utama adalah peneliti sendiri atau anggota tim peneliti. D. Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi. atau mungkin setelah permasalahannya dan fokus jelas peneliti akan menggunakan instrumen. di rumah. sehingga mampu “membukakan pintu” ke mana saja peneliti akan melakukan pengumpulan data. Sampel Sumber Data Dalam penelitian kualitatif. Instrumen Penelitian Dalam penelitian kualitatif. dan akan berkembang kemudian setelah peneliti di lapangan. Instrumen yang akan digunakan perlu dikemukakan pada bagian ini. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil “kemasannya” sendiri. Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 27 . dan lain-lain. Tempat Penelitian Dalam hal ini perlu dikemukakan tempat di mana situasi sosial tersebut akan diteliti. Selanjutnya dinyatakan bahwa. Untuk itu perlu dikemukakan siapa yang akan menjadi instrumen penelitian. Penentuan sampel sumber data.B. 2. sehingga sesuatu itu bukan sekedar diketahui. Situasi sosial untuk sampel awal sangat disarankan suatu situasi sosial yang di dalamnya menjadi semacam muara dari banyak domain lainnya. sampel sumber data dipilih secara purposive dan bersifat snowball sampling. sampel sebagai sumber data atau sebagai informan sebaiknya yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. di jalan. Sampel sumber data pada tahap awal memasuki lapangan dipilih orang yang memiliki power dan otoritas pada situasi sosial atau obyek yang diteliti. 3. tetapi juga dihayatinya. pada proposal masih bersifat sementara.

member check. wawancara mendalam. kepada siapa akan melakukan wawancara. G. F. dan analisis kasus negatif. pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan struKtural. meningkatkan ketekunan. triangulasi. teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi partisipan. maka perlu dikemukakan apa yang diobservasi. Namun yang utama adalah uji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara: perpanjangan pengamatan. analisis data dilakukan dengan analisis taksonomi. Perlu dikemukakan kalau teknik pengumpulan datanya dengan observasi. uji dependabilitas (reliabilitas) data. teknik pengumpulan data dengan minitour question. Teknik Pengumpulan Data Pada bagian ini dikemukakan bahwa. analisis data dengan analisis komponensial. E. Tahapan dalam penelitian kualitatif adalah tahap memasuki lapangan dengan grand tour dan minitour question.5. Selanjutnya pada tahap selections. studi dokumentasi. analisis datanya dengan analisis domain. diskusi dengan teman sejawat. kalau wawancara. Teknik Analisis Data Teknik analisis data lebih banyak dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. Mereka yang pada mulanya tergolong “cukup asing” dengan peneliti sehingga lebih menggairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 28 . Rencana Pengujian Keabsahan Data Uji keabsahan data meliputi uji kredibilitas data (validitas internal). dalam penelitian kualitatif. Setelah analisis komponensial dilanjutkan analisis tema. dan gabungan ketiganya atau triangulasi. Tahap kedua adalah menentukan fokus. uji transferabilitas (validitas eksternal/generalisasi) dan uji konfirmabilitas (obyektivitas).

jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal peneliti. Dalam organisasi penelitian ini terdiri atas ketua tim peneliti. Jadwal Penelitian Pada umumnya penelitian kualitatif memerlukan waktu yang relatif lama. Jumlah biaya yang diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya. beberapa anggota peneliti. bendahara. Organisasi Organisasi penelitian ini perlu dikemukakan.IV. bila penelitian dilakukan oleh tim. C. Pembiayaan Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 29 . ORGANISASI PENELITIAN DAN JADWAL PENELITIAN A. pengumpul data. Masing-masing perlu dikemukakan uraian tugas dan waktu yang tersedia. Untuk itu perlu direncanakan jadwal pelaksanaan penelitian yang berisi aktivitas yang dilakukan dan kapan akan dilakukan. B. antara 6 bulan sampai 24 bulan. tingkat resiko kegiatan yang dilakukan. serta lamanya penelitian dilakukan. tenaga administrasi.

Dalam bidang penelitian. dan kompetisi. tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan dari rencana tersebut maka tentu ada masalah. b. Orang yang bisanya menjadi pimpinan pada bidang pemerintahan harus berubah ke bidang pendidikan. atau dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) maka akan muncul masalah. informasi atau keputusan. Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi. namun sering perubahan itu tidak diharapkan oleh orang-orang tertentu. Jadi untuk Nursa’id Fitria (06101410022) Page 30 . yakni pengumpulan dan analisis data (McMillan dan Scumacher. Stonner mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antar pengalaman dengan kenyataan. Secara umum masalah dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang memerlukan pembahasan. serta kerangka kerja laporan penelitiannya. antara teori dengan praktik. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan Di dunia ini yang tetap hanya perubahan. antara aturan dengan pelaksanaan. karena akan dapat menimbulkan masalah. pemecahan. antara apa yang direncanakan dengan kenyataan. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan Suatu rencana yang telah ditetapkan. adanya pengaduan. konteks dan skop kependidikan. antara rencana dengan pelaksanaan.SUMBER MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN SUMBER MASALAH Langkah pertama yang harus dilalui oleh seorang peneliti dalan proses penelitiannya adalah penentuan masalah. Masalah penelitian perlu dinyatakan dengan jelas karena melalui prnyataan tersebut peneliti berusaha mengkomunikasikan kepada pihak lain tentang fokus dan pentingnya masalah. secara teknis masalah menyiratkan adanya kemungkinan dilakukannya suatu penyelidikan empiris. Hal ini pada awalnya tentu akan memunculkan masalah. Apakah masalahnya sehingga apa yang telah direncanakan tidak menghasilkan kenyataan. 1989). a. Orang atau kelompok yang biasanya mengelola pendidikan dengan sistem sentralisasi lalu berubah menjadi desentralisasi.

lengkap dan akurat. atau pertanyaan tentang nilai. peneliti juga bisa mengajukan berbagai pertanyaan baik yang bersifat teoritis maupun praktis di bidang pendidikan. Pada umumnya masalah penelitian pada mulanya diidentifikasi melalui topik yang masih umum. ternyata setelah ada pihak tertentu yang mengadukan produk maupun pelayanan yang diberikan. Misalnya penelitian tentang SDM. Ada pengaduan Dalam suatu organisasi sekolah yang tadinya tenang tidak ada masalah. maka akan timbul masalah dalam organisasi itu. Dalam penelitian kuantitatif. Dengan demikian masalah penelitian dapat digali dengan cara menganalisis isi pengaduan. Data yang diberikan harus up to date. jenjang pendidikan yang rendah. tidak semua pertanyaan dapat digolongkan dalam masalah penelitian. Dalam penelitian. maka masalah SDM harus ditunjukkan dengan data. c. setiap masalah harus ditunjukkan dengan data. Setelah melakukan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 31 .menemukan masalah dapat diperoleh dengan cara melihat dari adanya penyimpangan antara yang direncanakan dengan kenyataan. masalah penelitian dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Pada umumnya peneliti dalam bidang pendidikan memfokuskan kajiannya pada usaha untuk mendeskripsikan fenomena kependidikan. Dalam proposal penelitian. kompetensi dan produktivitas yang masih rendah. Masalah SDM misalnya. Akan tetapi. pernyataan. d. Data masalah dapat diperoleh dari hasil pengamatan pendahuluan terhadap hasil penelitian orang lain atau dari dokumentasi. Ada kompetisi Adanya saingan atau kompetisi sering dapat menimbulkan masalah besar bila tidak dapat memanfaatkan untuk kerja sama. serta mengembangkan pemecahan masalah kependidikan. seperti pertanyaan yang memerlukan penjelasan tentang bagaimana melakukan sesuatu. berisi masalah mengambang karena terlalu luas. jumlah SDM yang terbatas. atau hipotesis. Disamping itu. masalah yang menjadi fokus harus dinyatakan secara formal untuk menunjukkan perlunya dilakukan penyelidikan secara empiris. menjelaskan (explaining) kejadian yang terobservasi.

terutama dalam kaitannya dengan pembuatan keputusan tetentu. 2. Kepustakaan tentang hasil penelitian juga memberikan rekomendasi perlunya dilakukan replikasi atau penelitian ulang. dan pelaksanaan suatu program. Replikasi dapat meningkatkan validitas hasil penelitian yang lalu dan kemampuannya untuk digeneralisasikan lebih luas. seringkali subjek yang dipilih sulit atau bahkan tidak mungkin dipilih secara acak. Hal ini karena teori masih berupa konsep tersebut hanya diperoleh dan dikembangkan dari hasil pemikiran secara rasional. baik dengan atau tanpa variasi. merupakan sumber yang kaya akan masalah penelitian. pengembangan. Teori merupakan konsep yang masih berisi tentang prinsip-prinsip umum yang mana penerapannya dalam kondisi atau pelaksanaan kependidikan tertentu belum diketahui selama belum diuji secara empiris. 4. misalnya dalam eksperimen. Observasi terhadap praktek kependidikan. Dalam kenyataan kependidikan. Dalam penelitian.kepustakaan yang berkenaan dengan topik tersebut kemudian peneliti lebih memfokuskan topik tersebut sehingga menjadi masalah penelitian yang lebih spesifik. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 32 . Sumber-sumber masalah : 1. staf pengajar dan administrasi. kebanyakan keputusan yang dibuat oleh praktisi didasarkan atas praduga tanpa didukung data empiris. Deduksi dari teori. yang kemungkinan mempunyai pengaruh terhadap siswa. Masalah yang muncul dari situasi demikian diantaranya berkenaan dengan kebutuhan kependidikan yang memerlukan informasi tentang perencanaan. sehingga hasilnya hanya bisa digeneralisasikan secara terbatas. Masalah penelitian dapat diangkat dari hasil observasi terhadap hubungan tertentu yang belum atau tidak mempunyai dasar penjelasan yang memadai. 5. Masalah sosial yang sedang diterjadi dapat memberikan masukan yang berarti bagi peneliti untuk dijadikan masalah penelitiannya. Situasi praktis. dapat memunculkan masalah penelitian. serta masyarakat. 3. seringkali mendesak diadakannya peelitian evaluatif.

Kriteria Pemilihan Masalah Dalam memilih masalah yang akan diperoleh dari sumbernya. Nilai maanfaat bagi bidang kajian pendidikan Penelitian merupakan suatu aktivitas yang banyak memerlukan tenaga.6. salah satunya dalah agar masalah yang diteliti dapat menyumbangkan informasi baru yang belum atau masih kurang jelas dapat diperoleh dari penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti lain. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 43). Secara lebih detail. Suatu penelitian harus dapat memberikan sumbangan yang berarti terhadap pengembangan pengetahuan dibidang kependidikan. tersedianya data. seorang peneliti hendaknya menghindari mengangkat masalah yang sudah ada informasi yang jelas dari penelitian ini. biaya. Dengan kata lain. penemuan-penemuan yang diperoleh oleh para sarjana yang memiliki nama besar didapat karena keingintahuan intelektual yang sangat besar. Orang yang terlibat secara langsung dalam situasi tertentu akan lebih peka dalam memahami makna yang berkaitan dengan situasi tersebut. metode. Pengembangan pribadi dapat memunculkan masalah yang memerlukan jawaban empiris untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam melalui metode kualitatif. baik yang sifatnya eksternal maupun personal (Good. Menarik serta menantang secara intelektual Dalam sejarah ilmu pengetahuan. Oleh karena itu Nursa’id Fitria (06101410022) Page 33 . masalah yang sedang hangat dan penting bagi bidang penelitian. Kriteria eksternal berkenaan dengan. Baru untuk menghindari adanya duplikasi yang tak perlu Suatu penelitian agar dapat memberikan sumbangan yang berarti. peneliti hendaknya menghindari adanya duplikasi masalah. Untuk itu. Motivasi dilakukan penelitian yang berhasil tersebut sematamata karena dorongan ingin tahu serta kesenangan dan kepuasan. maupun kerja sama institusional dan admnistratif. dan waktu 3. misalnya. 2. Dengan demikian penelitian tersebut tidak hanya menghamburkan tenaga. peneliti hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor sebagai kriteria pemilihan. kriteria pemilihan masalah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. waktu dan biaya.

Latihan serta klasifikasi personal Pengembangan bidang pendidikan berutang pada bidang kajian lain. misalnya dalam penelitian eksperimen dan historis seringkali memerlukan sumber. Keberadaan fasilitas tersebut terutama dimaksudkan untuk mempermudah proses pengamatan melalui kontrol terhadap kondisi. misalnya sekolah. Tersedianya sponsor dan kerja sama administratif Penelitian terhadap beberapa masalah. atau mengolah dan menganalisis data yang terkumpul. seperti sosiologi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Tersediannya sponsor dan kerja sama administratif Penelitian kependidikan sering kali harus melibatkan beberapa pihak yang berkepentingan. hendaknya peneliti memperhatikan sumber biaya yang diperlukan untuk Nursa’id Fitria (06101410022) Page 34 . Dalam memilih masalah. Hal ini karena para peneliti kependidikan banyak yang menggunakan pendekatan penelitian yang digunakan dalam bidang lain tersebut untuk memahami dan melakukan penelitian di bidang pendidikan. 8. merekam data dengan akurat. sejarah. 5. Oleh karena itu. peneliti harus mempertimbangkan kemungkinan adanya sponsor atau pihak lain yang dapat dan bersedia mendukung pelaksanaan penelitiannya. 7. Dalam memilih masalah. antropologi. dan kondisi kerja tertentu. seorang peneliti pendidikan juga harus mempunyai pengethuan dasar dan metodologi penelitian tentang subjek bidang kajian lain sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitiannya.permasalahan yang diangkat harus didasarkan pada minat serta rasa ingin tahu yang besar sehingga peneliti akan bersedia melakukan penlitiannya dengan senang hati dan menurahkan perhatiannya secara maksimal. dan psikologi. Biaya dan hasil Penelitian memerlukan biaya yang mahal. 4. dalam memilih masalah peneliti juga harus mempertimbangkan apakah data yang cukup untuk untuk menjawab masalah dapat diperoleh dan apakah ada metode yang cocok untuk digunakan. konsultan atau pembimbing. peralatan. Tersedianya data dan metode alat khusus serta kondisi kerja Selanjutnya. 6.

10. Namun demikian terdapat kaitan erat antara masalah dan rumusan masalah. Bila waktu yang tersedia bagi peneliti hanya terbatas kemungkinan besar ia tidak bisa merampungkan penelitiannya dengan baik. eksperimen. kelompok. karena setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah. Bila biaya terbatas. Waktu Beberapa penelitian naturalistik. Bahaya Dalam memilih permasalahan. Masalah merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. historis. Rumusan Masalah Deskriptif Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri. dan longitudinal seringkali memerlukan waktu yang cukup panjang untuk menyelesaikannya. a. mental maupun sosial. komparatif dan asosiatif. Oleh karena itu jika masalah yang diajukan kemungkinan akan membahayakan. Rumusan Masalah Rumusan masalah berbeda dengan masalah. 9. baik bahaya fisik. masalah yang diangkat hendaknya tidak terlalu luas sehingga dapat mencukupi untuk penyelesaiannya. Oleh karena itu. Bentuk masalah dapat dikelompokkan ke dalam bentuk masalah deskriptif. Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah Penelitian Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian dikembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi (level of explanation). maupun profesi. baik hanya pada satu Nursa’id Fitria (06101410022) Page 35 .kebutuhan penelitiannya. hendaknya peneliti meninjaunya kembali. peneliti hendaknya juga memperhatikan bahaya tertentu yang mungkin bisa timbul terhadap perorangan. dalam memilih permasalahan peneliti harus mempertimbangkan waktu yang tersedia. maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data.

3). Contoh rumusan masalah komparatif: 1). Pegawai Swasta dan Pedagang? (dua variabel tiga sampel). b.variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). atau pada waktu yang berbeda. motivasi belajar dan hasil belajar antara murid yang berasal dari keluarga Guru. Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel itu dengan variabel lain. Penelitian semacam ini untuk selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif. Adakah perbedaan disiplin kerja guru antara sekolah di Kota dan di Desa? (satu variabel dua sampel). Nursa’id Fitria (06101410022) Page 36 . 2). Rumusan Masalah Komparatif Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda. Adakah perbedaan. Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah negeri dan swasta? (variabel penelitian adalah prestasi belajar pada dua sampel yaitu sekolah negeri dan sekolah swasta). Contoh rumusan masalah deskriptif: 1) Seberapa baik kinerja Departemen Pendidikan Nasional? 2) Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri Berbadan Hukum? 3) Seberapa tinggi efektivitas kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia? 4) Seberapa tinggi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah di bidang pendidikan? 5) Seberapa tinggi tingkat produtivitas dan keuntungan finansial Unit Produksi pada Sekolah-sekolah Kejuruan? 6) Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar rata-rata per hari muridmurid sekolah di Indonesia? Dari beberapa contoh di atas terlihat bahwa setiap paertanyaan penelitian berkenaan dengan satu variabel atau lebih secara mandiri.

Hubungan antara rumah yang dekat rel kereta api dengan jumlah anak 3. Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan simetris: 1. hubungan kausal. 1) Hubungan simetris Hubungan simetris adalah hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama. Jadi bukan hubungan kausal maupun interaktif.c. Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin sekolah? Contoh judul penelitiannya adalah sebagai berikut: 1. Hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin sekolah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 37 . Adakah hubungan antara jumlah es yang terjual dengan kejahatan terhadap murid sekolah? 2. dan intraktif/resiprocal/timbal balik. yaitu: hubungan simetris. Hubungan antara jumlah es yang terjual dengan jumlah kejahatan terhadap murid sekolah 2. Adakah hubungan antara rumah yang dekat rel kereta dengan jumlah anak? 3. Rumusan Masalah Asosiatif Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dau variabel atau lebih. Terdapat tiga bentuk hubungan.

Hubungan pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak di SD Kabupaten Alengkapura. Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan interaktif: 1. kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah. dan kecepatan memperoleh pekerjaan variabel 3) Hubungan interaktif/reciprocal/timbal balik Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Di sini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen. (Di sini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi dapat mempengaruhi motivasi). 3. Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar anak SD di Kecamatan A. media pendidikan dan kualitas guru sebagai variabel independen dan kualitas SDM sebagai variabel dependen) Contoh judul penelitiannya: 1. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 38 . Adakah hubungan pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak? (pendidikan orang tua varibel independen dan prestasi belajar variabel dependen) 2. media pendidikan. Pengaruh kurikulum. 2. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan pada SMK di Provinsi Indrakila. 3. Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan kausal: 1.2) Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Seberapa besar pengaruh kurikulum. Seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala SMK terhadap kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan? (kepemimpinan variabel independen dependen). media pendidikan dan kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah? (kurikulum. Jadi di sini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan variabel dependen (variabel yang dipengaruhi).

kebijakan merupakan contoh variabel dalam kegiatan administrasi pendidikan. koordinasi. motivasi. maupun bidang kegiatan dan keilmuan tertentu. Struktur organisasi. VARIABEL PENELITIAN Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut. Di bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). Variabel yang tidak ada variasinya bukan dikatakan sebagai variabel. pendidikan. Tinggi. obyek. prosedur dan mekanisme kerja. pengawasan. Hubungan antara kecerdasan dengan kekayaan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 39 . maka harus ada variasinya. Diberikan contoh misalnya. deskripsi pekerjaan. kemudian ditarik kesimpulannya. kepemimpinan. Dinamakan variabel karena ada variasinya. berat badan dapat diakatakan variabel. dan warna merupakan atribut-atribut dari setiap obyek. kepemimpinan. Demikian juga prestasi belajar karena prestasi belajar dari sekelompok murid tentu bervariasi. status sosial. Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variabel adalah konstrak (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. ukuran. disiplin kerja. demikian juga orang yang kaya dapat meningkatkan kecerdasan karena gizi terpenuhi). golongan gaji. produktivitas kerja.2. tingkat aspirasi. merupakan atribut-atribut dari setiap orang. Dengan demikian variabel itu merupakan suatu yang bervariasi. Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang atau obyek yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain. Berat. karena berat badan sekelompok orang itu bervariasi antara satu orang dengan yang lain. sikap. bentuk. Untuk dapat bervariasi maka penelitian harus didasarkan pada sekelompok sumber data atau obyek yang bervariasi. penghasilan. Misalnya. dan lain-lain. berat badan. Jadi kalau peneliti akan memilih variabel penelitian baik yang dimiliki orang. jenis kelamin. model pendelegasian. (kecerdasan dapat menyebabkan kaya. Variabel juga dapat merupakan atribut dari bidang keilmuan atau kegiatan tertentu.

Macam-macam Variabel Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi sebagai berikut: a. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). b. Variabel Dependen Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat.Selanjutnya Kidder (1981). variabel dependen disebut sebagai variabel indogen. maka dapat dirumuskan di sini bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang. menyatakan bahwa variabel adalah suatu kualitas (qualities) di mana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya. karena adanya variabel bebas. obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dengan kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel Independen Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Dalam SEM (Structural Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural). Motivasi Belajar (Variabel Independen) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 40 . Dalam SEM (Structural Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural). variabel independen disebut sebagai variabel eksogen.

Variabel ini juga disebut sebagai variabel independen kadua Motivasi Belajar (Variabel Independen) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Suasana Belajar (Variabel Moderator) d. Variabel Intervening Adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur. Variabel Moderator Adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dan variabel dependen.c. Motivasi Belajar (Variabel Independen) Gaya Belajar Siswa (Variabel Intervening) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Suasana Belajar (Variabel Moderator) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 41 .

fasilitas kelas. Variabel Kontrol Adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap variabel dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Motivasi Belajar (Variabel Independen) Motivasi Belajar (Variabel Independen) Waktu belajar.e. pokok bahasan (Variabel Kontrol) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 42 .

POPULASI DAN SAMPEL

A. Populasi Populasi adalah kelompok subjek yang ingin dikenai generalisasi hasil penelitian. Menurut Sugiyono “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga subjek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekadar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu.

Karakteristik Populasi Karakteristik populasi menentukan luas atau sempitnya generalisasi dan heterogenitas populasi. 1. Karakteristik sempit/sedikit Generalisasi lebih luas, lebih heterogen 2. Karakteristik luas/banyak Generalisasi lebih sempit,lebih homogeny

A. Sampel Menurut Sugiyono, “sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 43

Syarat Sampel 1. Representatif; mewakili populasi; karakteristiknya harus mencerminkan karakteristik populasi. 2. Yang diteliti adalah populasi, yang diambil datanya adalah data sampel. 3. Kesimpulan yang diambil adalah untuk populasi.

Tujuan Pengambilan Sampel (Sampling) 1. Mereduksi objek penelitian 2. Ingin melakukan generalisasi 3. Menyederhanakan tugas penelitian 4. Efektivitas dan efisiensi Langkah – Langkah Dalam Pengambilan Sampel 1. Tentukan luas populasi sebagai daerah generalisasi 2. Penegasan sifat dan ciri populasi 3. Tentukan besarnya sampel 4. Tentukan teknik samplingnya D. Teknik Sampling 1. Probability Sampling Probability sampling adalah teknik sampling (teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Semua anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. a. Simple Random Sampling Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. 1. 2. 3. Undian dengan pengembalian atau undian tanpa pengembalian Penggunaan tabel bilangan random Sistematik random

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 44

b. Disproportionate Stratified Random Sampling Teknik ini dugunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional. Misalnya pegawai dari unit kerja tertentu mempunyai; 3 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 90 orang S1, 800 orang lulusan SMU, 700 orang lulusan SMP, maka tiga orang lulusan S3 dan empat orang lulusan S2 itu diambil semuanya sebagai sampel. Karena kedua kelompok ini terlalu kecil bila dibandingkan dengan kelompok S1, SMU dan SMP. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Strata berdasarkan usia Strata berdasarkan jenjang pendidikan Strata berdasarkan jenis kelamin Strata berdasarkan status perkawinan Strata berdasarkan status sosial ekonomi Strata berdasarkan asal sekolah Strata berdasarkan jenjang kepangkatannya atau jenjang jabatan

c. Proportionate Stratified Random Sampling Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari latar belakang pendidikan yang berstrata, maka populasi pegawai tersebut berstrata. Misalnya jumlah pegawai yang lulus S1=45, S2=30, STM=800, ST=900, SMEA=400, SD=300. Jumlah sampel yang harus diambil meliputi strata pendidikan tersebut. Jumlah sampel dan teknik pengambilan sampel diberikan setelah bagian ini.

d. Cluster Sampling (Area Sampling) Teknik ini digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misal penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 45

20.15. yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja. 5. Berdasarkan area/wilayah/daerah 2. yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah. Mengambil sampel yang punya karakteristik/ciri tertentu serta jumlah/quota yang harus diambil (misalnya: mahasiswa semester V dari berbagai PT yang kuliah sambil bekerja atau kuliah tapi sudah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 46 . b. Teknik ini sering digunakan melalui dua tahap. Berdasarkan profesi/pekerjaan 2. Berdasarkan tempat tinggal 3. a. dan tahap berikutnya menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga. Misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang. 1. Sampling berdasarkan pada kelompok-kelompok masyarakat : 1.berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan. Non Probability Sampling Non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk diplih menjadi sampel. genap saja.untuk ini maka yang diambil sebagai sampel adalah nomor 1. Berdasarkan tempat pekerjaan 4. Sampling Sistematis Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Dari semua anggota itu diberi nomor urut. Quota Sampling Sampling quota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (quota) yang diinginkan. atau kelipatan dari bilangan lima. dan seterusnya sampai 100. 10.

Pengambilan sampel seketemunya saja 2. Tidak representatif 3. maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan.berkeluarga). kadinas. c. 1. Memilih sampel berdasarkan tujuan tertentu 2. 4. Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penenlitian kualitatif. Misalnya. Memiliki ciri-ciri yang esensial dari populasi 3. karena belum memenuhi quota yang ditentukan. 2. Tidak terikat dengan jumlah sampel Nursa’id Fitria (06101410022) Page 47 . akan melakukan penelitian tentang kualitas makanan. guru. Incidental Sampling Teknik ini adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Purposive Sampling Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. (ciri-ciri yang dicari tidak merupakan representasi dari populasi secara keseluruhan). dst. Dicari yang paling mudah dihubungi. Mudah dilakukan 5. yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. pengawas. Misalnya untuk mengetahui kualitas pendidikan suatu daerah. 1. Digunakan untuk menemukan suatu isu/hal-hal yang menjadi topik pembicaraan masyarakat d. Jumlahnya tidak ditentukan secara pasti 4. sampelnya dari orang tua. Sulit untuk diambil generalisasi 6. Kalau pengumpulan data belum didasarkan pada quota yang diinginkan maka penenlitian dipandang belum selesai.

Kesediaan seseorang untuk dijadikan sampel 4. jumlah sampel semakin banyak 4. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil. kesan-kesan umum dalam waktu singkat 2.e. Jumlah biaya yang tersedia 5. 1. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus. begitu seterusnya sampai diperoleh jumlah sampel yang diinginkan 4. 3. biasanya diambil sampel kelas Nursa’id Fitria (06101410022) Page 48 . Pertimbangan-pertimbangan dalam Menentukan Teknik Sampling 1. Pengetahuan tentang populasi 3. pertama-tama dipilih satu atau dua orang. Jika homogen. E. Dalam penentuan sampel. Tujuan penelitian: generalisasi. kemudian dua orang ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. Masing-masing anggota kelompok memilih kawannya (satu atau dua orang) untuk dijadikan sampel. Menyelidiki hubungan antar manusia dalam hubungan yang akrab f. Sampling Jenuh Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Semakin heterogen populasi. Tidak ada ketentuan yang pasti 2. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. Dimulai dari kelompok kecil 2. Besar Sampel 1. Kawannya memilih kawannya lagi untuk dijadikan sampel. sampel tidak perlu banyak 3. dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Besarnya target fasilitas yang tersedia F. Snowball Sampling Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil. Untuk penelitian di sekolah. Sampel tidak boleh lebih dari 100 orang 5. kemudian membesar. kurang dari 30 orang.

Q d 2 ( N 1)  2 . Menentukan Anggota Sampel Di dapan telah dikemukakan terdapat dua teknik sampling. untuk tingkat kesalahan. Berapa jumlah anggota sampel yang paling tepat digunakan dalam penelitian? jawabannya tergantung pada tingkat kesalahan yang dikehendaki.5. Probability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang sama kepada anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.G. 5%. maka jumlah sampel yang diambil sama dengan jumlah populasi tersebut yaitu 1000 orang. dan 100%. maka makin besar kesalahan generalisasi (diberlakukan umum). P . 5%. N . Tingkat kepercayaan yang dikehendaki sering tergantung pada sumber dana. waktu dan tenaga yang tersedia.05 s  jumlah sampel 2 dengan dk  1. Menentukan Ukuran Sampel Jumlah anggota sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi. atau cara pengambilan sampel secara acak. 10 %. Jadi bila jumlah populasi 1000 dan hasil penelitian itu akan diberlakukan untuk 1000 orang tersebut tanpa ada kesalahan. yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. Berikut ini diberikan tabel penentuan jumlah sampel dari populasi tertentu yang dikembangkan dari Isaac dan Michael. Makin besar jumlah sampel mendekati populasi. Rumus untuk menghitung ukuran sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya adalah sebagai berikut : s  2 . 1%.Q d  0. taraf kesaahan 1%. Makin besar tingkat kesalahan maka akan semakin kecil jumlah sampel yang diperlukan. H. Jumlah sampel yang 100% mewakili populasi adalah sama dengan jumlah anggota populasi itu sendiri. maka akan semakin besar jumlah anggota sampel yang diperlukan. dan sebaliknya. P . Nursa’id Fitria (06101410022) Page 49 . makin kecil tingkat kesalahan. P  Q  0. Cara demikian sering disebut dengan random sampling.

Dengan demikian cara pengambilannya bila nomor satu telah diambil. maka setiap anggota popuasi mempunyai peluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Bila yang telah diambil keluar lagi. maka perlu dikembalikan lagi. Bila pengambilan dilakukan dengan undian. kalau tidak dikembalikan peluangnya menjadi tidak sama lagi.Pengambilan sampel secara random/acak dapat dilakukan dengan bilangan random. Peluang akan semakin besar bila yang telah diambil tidak dikembalikan. komputer. Misalnya nomor pertama tidak dikembalikan lagi maka peluang berikutnya menjadi 1 : (100 – 1) = 1/99.dianggap tidak sah dan dikembalikan lagi. sesuai dengan jumlah anggota populasi. maupun dengan undian. maka setiap anggota populasi diberi nomor terlebih dahulu. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 50 . Untuk contoh di atas peluang setiap anggota populasi = 1/100. Karena teknik pengambilan sampel adalah random.

akan tergantung pada luasnya permasalahan dan secara teknis tergantung pada jumlah variabel yang diteliti. Deskripsi teori paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap variabelvariabel yang diteliti. Oleh karena itu landasan teori dalam proposal penelitian kuantitatif harus sudah jelas teori apa yang akan dipakai. maka akan semakin banyak teori yang perlu dikemukakan. Dalam penelitian kuantitatif. dan sebagai referensi untuk menyusun instrumen penelitian. Oleh karena itu.KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN Kajian teoritis atau tinjauan pustaka atau landasan teori perlu ditegakkan agar penelitian mempunyai dasar yang kokoh dan bukan sekedar perbuatan cobacoba (trial and error). teori yang digunakan harus sudah jelas. Berapa jumlah kelompok teori yang perlu dikemukakan/dideskripsikan. Bila dalam suatu penelitian terdapat tiga variabel independen dan satu variabel dependen. sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis. Teori-teori yang dideskripsikan dalam proposal maupun laporan penelitian dapat digunakan sebagai indikator apakah peneliti menguasai teori dan konteks Nursa’id Fitria (06101410022) Page 51 . oleh karena itu semua peneliti harus berbekal teori. yaitu kelompok teori yang berkenaan dengan tiga variabel independen dan satu kelompok teori yang berkenaan dengan variabel dependen. semakin banyak variabel yang diteliti. karena teori di sini akan berfungsi untuk memperjelas masalah yang diteliti. Deskripsi teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori (dan bukan sekedar pendapat pakar atau penulis buku) dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti. melalui pendefinisian dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi. maka kelompok teori yang perlu dideskripsikan ada empat kelompok teori. Semua penelitian bersifat ilmiah. sehingga ruang lingkup. kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabel yang akan diteliti menjadi lebih jelas dan terarah. Adanya landasan teori ini merupakan ciri bahwa penelitian itu merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data.

Untuk dapat membaca dengan baik. Variabel-variabel penelitian yang tidak dapat dijelaskan dengan baik. analisis. agar dapat mengetahui bagaimana Nursa’id Fitria (06101410022) Page 52 . Orang harus membaca dan membaca.yang diteliti atau tidak. tempat penelitian. menunjukkan bahwa peneliti tidak menguasai teori dan konteks penelitian. tetapi masih dalam lingkup yang sama. Sumber-sumber bacaan dapat berbentuk buku-buku teks. Bila peneliti tidak memiliki sumber-sumber bacaan sendiri. yaitu relevansi. kelengkapan. maka dapat melihat di perpustakaan. kemutakhiran berkenaan dengan dimensi waktu. jurnal ilmiah. dan menelaah yang dibaca itu setuntas mungkin agar ia dapat menegakkan landasan yang kokoh bagi langkah-langkah berikutnya. Oleh karena itu. baik dari segi pengertian maupun kedudukan dan hubungan antar variabel yang diteliti. ensiklopedia. kamus. Makin baru sumber yang digunakan. Pengertian dan Tujuan Penelitian pendidikan tidak pernah dapat dipisahkan dengan pengetahuan kependidikan karena pada hakikatnya merupakan alat untuk mendapatkan informasi baru yang berguna untuk mengisi kekosongan atau menguji pengetahuan yang telah ada. Secara teknis hasil penelitian yang relevan dengan apa yang akan diteliti dapat dilihat dari permasalahan yang diteliti. Sumber bacaan yang baik harus memenuhi tiga kriteria. Untuk mnguasai teori maupun generalisasi-generalisasi dari hasil penelitian. Membaca merupakan keterampilan yang harus dikembangkan dan dipupuk. sampel penelitian. baik perpustakaan lembaga formal maupun perpustakaan pribadi. maka peneliti harus mengetahui sumber-sumber bacaan. maka peneliti harus rajin membaca. kelengkapan berkenaan dengan banyaknya sumber yang dibaca. dan kemutakhiran (kecuali penelitian sejarah. waktu penelitian. maka akan semakin mutakhir teori tersebut. dan kesimpulan. A. Hasil penelitian yang relevan bukan berarti sama dengan yang akan diteliti. Relevansi berkenaan dengan kecocokan antara variabel yang diteliti dengan teori yang dikemukakan. penelitian ini justru menggunakan sumber-sumber bacaan lama). dan hasil-hasil penelitian. metode penelitian.

peneliti dapat melakukan dengan cara menyusun hasil-hasil penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 53 . Keterbatasan kerangka teori dalam bidang tersebut mungkin terjadi karena kompleksnya hubunganhubungan yang ada dalam masalah yang harus dikaji. Dengan mengetahui hasil-hasil penting dari penelitian yang pernah dilakukan. Tujuan utama dari penulisan ulasan kepustakaan adalah untuk mengorganisasikan penemuan-penemuan penelitian yang pernah dilakukan sehingga pembaca akan memahami mengapa masalah yang diangkat mempunyai nilai penting serta menunjukkan bagaimana masalah tersebut dikaitkan dengan hasil penelitian dan pengetahuan yang lebih luas) McMillan dan Schumacher. Ulasan kepustakaann ini tidak hanya sekedar untuk menghasilkan anotasi atau catatan bibliografi tentang masalah yang diangkat (Lindvall. Ulasan kepustakaan sering juga disebut rasional penelitian karenamemberikan landasan rasional tentang mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan dalam kaitannya dengan kerangka pengetahuan. Ulasan terhadap bahan kepustakaan yang berkaitan dengan topik penelitian tersebut juga bukan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa masalah penelitian yang diangkat belum pernah diteliti oleh peneliti yang lain.hubungan dan di mana posisi pengetahuan yang telah ada. Lindvall. peneliti dapat melihat bagaimana masalah penelitian dan penemuannya akan dapat dihubungkan dengan hasil penentuan penelitian lain dan bagaimana kombinasi penemuan tersebut dan penemuannya dapat membantu memberikan gambaran atau potret pengetahuan yang lebih utuh dan komplit tentang bidang tersebut. perlu adanya ulasan terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan dengan topik masalah yang diangkat. Salah satu kelemahan dalam bidang kependidikan adalah kurang adanya kerangka teori yang dijadikan landasan masalah penelitian. 1989. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 76). Ulasan kepustakaan akan memungkinkan pembaca meningkatkan cakrawala nya dari segi tujuan dan hasil penelitian. Ulasan kepustakaan juga dapat dipandang sebagai kontribusi terhadap penyusunan teori penelitian. Untuk menyusun kerangka tersebut. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 76).

Dalam topik yang sudah banyak dilakukan penelitian. seperti penelitian sosiologi tentang interaksi kelompok kecil. Dengan cara ini peneliti memberikan kerangka yang memperlihatkan di mana masalah penelitiannya akan dapat mengisi kekurangan dalam pengetahuan yang ada. Namun demikian. dan kajian dari bidang lain. karya-karya yang dibuat oleh yang secara tidak Nursa’id Fitria (06101410022) Page 54 . Hal ini akan memberikan alasan logis manfaat dari masalah yang diangkat dan menunjukkan bagaimana ia dapat membantu melengkapi hasil penelitian lain untuk memperluas pengetahuan dalama bidangnya. Sumber Ulasan kepustakaan Pada dasarnya ulasan kepustakaan dalam penelitian harus didasarkan pada sumber asli yang ditulis oleh peneliti atau penemu teori itu sendiri secara langsung.yang telah ada. ulasan kepustakaan biasanya berisi sumber hasil penelitian yang secara langsung berhubungan dengan penelitian yang diangkat yakni menyelidiki masalah yang serupa. Menentukan dan membatasi permasalahan penelitian b. Lebih lanjut kepustakaan tersebut berguna untuk menunjukkan signifikansi masalah. mengembangkan desaian mendahului serta rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut. Memilih metodologi yang tepat e. Banyak sedikitnya kepustakaan ini bergantung pada topik dan tujuan penelitian. rujukan terhadap teori dan pengujian empiris terhadap teori. Menghindari replikasi yang tidak disengaja dan tidak perlu d. Menghubungkan penemuan dengan pengetahuan yang ada usulan untuk penelitian lebih lanjut. Secara rinci hal tersebut dijelaskan : a. penelitian psikologi tentang perkembangan intelektual pada anak. B. menunjukkan bagaimana hasil-hasil tersebut saling berhubungan sehingga memberikan suatu organisasi pengetahuan yang telah ada. Kepustakaan adalah bahan-bahan yang secara nyata relevan dengan permasalahan seperti hasil penelitian yang pernah dilakukan yang menyelidiki pertanyaan yang serupa atau variabel yang sama. Meletakkan penelitian pada prespektif sejarah dan asosional. c.

Sumber sekunder Sumber sekunder adalah bahan pustaka yang ditulis dan dipublikasikan oleh penulis yang tidak secara langsung melakukan pengamatan atau berpartisipasi dalam kenyataan yang ia deskripsikan atau bahan penemu teori. 2. Dalam penelitian pendidikan. antara lain : 1. tesis. detil. text book. skripsi.langsung melakukan penelitian atau membuat teori juga dapat dijadikan sumber informasi yang sangat berharga. Contohnya adalah bukubuku teks. Sumber primer Sumber primer adalah hasil-hasil penelitian atau tulisan-tulisan karya peneliti atau teoritis yang orisinil. Sumber preliminer Sumber preliminer adalah bahan-bahan rujukan yang dimaksudkan untuk membantu seseorang mengidentifikasi dan menemukan sumber primer atau Nursa’id Fitria (06101410022) Page 55 . teori dan metodologi yang digunakan untuk menyelidiki masalah. ini berarti deskripsi penyelidikan oleh peneliti sendiri atau deskripsi teori oleh penemunya. baik secara empiris maupun teoritis. Oleh karena itu. Contohnya adalah jurnal ilmiah. Di samping itu. Ada tiga macam kategori ulasan kepustakaan yang telah diklasifkasikan. Kebanyakan sumber sekunder ini memuat daftar pustka yang menjadi sumber pengambilan bahan-bahan yang dijadikan sehingga daftar ini juga dapat dipergunakan untuk menemukan sumber primernya. proceeding. dan disertasi. Sumber ini berisi tentang hasil sintesis bahan-bahan yang berasal dari sumber utama. dan teknis. hand book. Sumber ini merupakan deskripsi langsung tentang kenyataan yang dibuat oleh individu yang melakukan pengamatan atau menyaksikan kejadian atau oleh individu yang mengemukakan teori yang pertama kali. 3. sumber ini juga mengkombinasikan informasi yang diperoleh dari beberapa sumber primer ke dalam satu kesatuan kerangka kerja sehingga memberikan ulasan secara ringkas tentang perkembangan penelitian dalam topik tertentu. ia dapat memberikan informasi yang detil tentang penelitian. Sumber ini berisi teks laporan hasil penelitian atau teori secara penuh atau lengkap.

Sedangkan. abstrak berisi rangkuman singkat tentang laporan penelitian baik yang diterbitkan maupun yang tidak diterbitkan beserta bibliografi dan diterbitkan secara berkala. dan tenaga karena sumber preliminer informasi tentang di mana artikel-artikel. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 56 . judul. Ada dua macam sumber preliminer yakni abstraks dan indeks. Mencari dan membaca sumber sekunder Bacaan bahan-bahan yang ada dalam sumber kedua akan memberikan ulasan dan pandangan sekaligus tentang topik dan akan membantu peneliti untuk membatasi masalah sehinga lebih cepat. peneliti akan menghemat waktu. sikap. Dengan kata lain. 3. Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah sebagai berikut: 1. Dengan demikian. buku-buku. evaluasi. sumber preliminer berisi informasi tentang sumber primer dan sekunder. misalnya pembelajaran.sekunder. dan dokumendokumen lain tentang suatu subjek tertentu dapat ditemukan dalam sumber primer atau sekunder. 2. biaya. Kata kunci ini dapat memudahkan untuk mencari bahan-bahan pustaka yang sesuai dengan masalah. Analisis pernyataan masalah Pernyataan masalah berisi konsep-konsep atau variabel yang membentuk petunjuk tentang topik kepustakaan. Memilih sumber preliminer yang sesuai Sumber priliminer baik berupa indeks maupun abstrak akan membantu peneliti untuk mendapatkan informasi di mana sumber primer dapat diperoleh. laporan-laporan. Sumber ini sangat bermaanfaat untuk menunjukkan jenis-jenis tertentu yang diperlukan dalam beberapa ulasan kepustakaan untuk mencari subjek tertentu. Indeks biasanya hanya berisi informasi kunci tentang bahan pustaka primer atau sekunder yakni penulis. dan interaksi belajar mengajar. dan tempat penerbitan.

mengapa variabel itu ikut dilibatkan dalam penelitian. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. dan metodologi dan kemudian disusun berdasarkan ide umum yang dapat meliputinya. Apabila penelitian hanya membahas sebuah variabel atau lebih secara mandiri. Bila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening. juga argumentasi terhadap variasi besaran variabel yang diteliti. Menulis kutipan Dalam membuat ulasan peneliti hanya mengutip hasil penelitian teori dan praktk yang relevan dengan masalah penelitian. maka juga perlu dijelaskan. Pertautan antar variabel tersebut. Banyak sedikitnya ulasan serta kedalamannya sangat tergantung pada jenis penelitian serta banyaknya penelitian yang pernah dilakukan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 57 . 6. selanjutnya dirumuskan ke dalam bentuk paradigma penelitian. peneliti membaca dan mencatat hasil analisis singkat terhadap sumber primer yang sesuai dan relevan dengan masalah penelitiannya disertai catatan bibliografinya secara lengkap. Membaca sumber primer yang terkait Setelah mendapatkan sumber primer. maka yang dilakukan peneliti disamping mengemukakan deskripsi teoritis untuk masing-masing variabel. Kerangka berpikir dalam suatu penelitian perlu dikemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua variabel atau lebih. misalnya kronologi. KERANGKA BERPIKIR Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. 5. kesamaan wawasan terhadap permasalahan. Oleh karena itu pada setiap penyusunan paradigma penelitian harus didasarkan pada kerangka berpikir. Mengorganisasi catatan Hasil catatan yang dibuat pada langkah keempat dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa cara.4. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dengan variabel dependen.

dan disertasi. Deskripsi Teori dan Hasil Penelitian (HP) Dari buku dan hasil penelitian yang dibaca akan dapat dikemukakan teoriteori yang berkenaan dengan variabel yang diteliti. selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis. ensiklopedia. Kriteria utama agar kerangka pemikiran bisa meyakinkan sesama ilmuwan.Penelitian yang berkenaan dengan dua variabel atau lebih biasanya dirumuskan hipotesis yang berbentuk komparasi maupun hubungan. skripsi. jurnal ilmiah. merupakan titik tolak untuk menentukan teori yang akan dikemukakan. Oleh karena itu dalam rangka menyusun hipotesis penelitian yang berbentuk hubungan maupun komparasi. Berapa jumlah variabel yang diteliti. Membaca Buku dan Hasil Penelitian (HP) Setelah variabel ditentukan. Hasil penelitian yang dapat dibaca adalah laporan penelitian. Buku-buku yang dibaca dapat berbentuk buku teks. maka perlu dikemukakan kerangka berpikir. Sintesa tentang hubungan antar variabel tersebut. sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antar variabel yang diteliti. tesis. Seperti telah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 58 . maka langkah berikutnya adalah membaca bukubuku dan hasil penelitian yang relevan. dan kamus. selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis. 3. 1. Jadi kerangka berpikir merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. 2. maka harus ditetapkan terlebih dahulu variabel penelitiannya. Menetapkan Variabel Yang Diteliti Untuk menentukan kelompok teori apa yang perlu dikemukakan dalam menyusun kerangka berpikir untuk pengajuan hipotesis. adalah alur-alur pikiran yang logis dalam membangun suatu kerangka berpikir yang membuahkan kesimpulan yang berupa hipotesis. Seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar argumentasi dalam menyusun kerangka pemikiran yang membuahkan hipotesis. dan apakah nama setiap variabel. Kerangka pemikiran ini merupakan penjelasan sementara terhadap gejala-gejala yang menjadi obyek permasalahan. Berdasarkan teori-teori yang telah dideskripsikan tersebut.

Nursa’id Fitria (06101410022) Page 59 . Kerangka berpikir asosiatif dapat menggunakan kalimat: jika begini maka akan begitu. dan kedudukan antara variabel satu dengan yang lain dalam konteks penelitian itu. Melalui analisis komparatif ini peneliti dapat memadukan antara teori satu dengan teori yang lain. Dalam analisis ini peneliti akan mengkaji apakah teori-teori dan hasil penelitian yang telah ditetapkan itu betul-betul sesuai dengan obyek penelitian atau tidak . atau mereduksi bila dipandang terlalu luas. dan hasil penelitian satu dengan penelitian yang lain. Kerangka Berpikir Setelah sintesa atau kesimpulan sementara dapat dirumuskan maka selanjutnya disusun kerangka berpikir. 7.dikemukakan. Analisis Kritis terhadap Teori dan Hasil Penelitian Pada tahap ini melakukan analisis secara kritis terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang telah dikemukakan. jika guru kompeten maka. Sintesa Kesimpulan Melalui analisis kritis dan komparatif terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang relevan dengan semua variabel yang diteliti. Kerangka berpikir yang dihasilkan dapaat berupa kerangka berpikir yang asosiatif/hubungan maupun komparatif/perbandingan. hasil belajar akan tinggi. selanjutnya peneliti dapat melakukan sintesa atau kesimpulan sementara. 4. 6. deskripsi teori berisi tentang definisi terhadap masing-masing variabel yang diteliti. uraian rinci tentang ruang lingkup setiap variabel. Perpaduan sintesa antara variabel satu dengan variabel yang lain akan menghasilkan kerangka berpikir yang selanjutnya dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis. 5. Analisis Komparatif terhadap Teori dan Hasil Penelitian Analisis komparatif dilakukan dengan cara membandingkan antara teori satu dengan teori yang lain. karena sering terjadi teori-teori yang berasal dari luar tidak sesuai untuk penelitian di dalam negeri.

PARADIGMA PENELITIAN Dalam penelitian kuantitatif/positivistik. maka peneleiti dapat melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada beberapa variabel saja. Hipotesis Berdasarkan kerangka berpikir tersebut selanjutnya disusun hipotesis. Jadi paradigma penelitian dalam hal ini diartikan sebagai pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian. Kerangka berpikir tersebut selanjutnya perlu dinyatakan dalam bentuk diagram (paradigma penelitian). Diskusi juga harus dapat menunjukkan dan menjelaskan apakah hubungan antar variabel itu positif atau negatif. dan teknik analisis statistik yang akan digunakan.8. Berdasarkan hal ini maka bentuk-bentuk paradigma penelitian atau model penelitian kuantitatif khususnya untuk penelitian survey adalah sebagai berikut: Nursa’id Fitria (06101410022) Page 60 . memuat hal-hal sebagai berikkut: 1. teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis. maka hipotesisnya berbunyi “ada hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi guru dengan hasil belajar”. yang dilandasi pada suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklasifikasikan. dan ada teori yang mendasari 3. Diskusi dalam kerangka berpikir harus dapat menunjukkan dan menjelaskan pertautan/hubungan antar variabel yang diteliti. 4. Pola hubungan antara variabel yang akan diteliti tersebut selanjutnya disebut sebagai paradigma penelitian. atau interaktif (timbal balik). Bila kerangka berpikir berbunyi “jika guru kompeten. kausal. Kerangka berpikir yang baik. dan ada hubungan gejala bersifat kausal (sebab akibat). sehingga pihak lain dapat memahami kerangka berpikir yang dikemukakan dalam penelitian. berbentuk simetris. Variabel-variabel yang akan diteliti harus dijelaskan 2. jenis dan jumlah hipotesis. maka hasil belajar akan tinggi”.

Prestasi belajar siswa lembaga pendidikan tersebut telah mencapai 99% dari yang diharapkan. Bagaimana Y? (prestasi belajar murid) 2). Teknik Analisis Data Berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis tersebut. Teori yang digunakan ada dua. Kualitas media yang digunakan oleh lembaga pendidikan tersebut telah mencapai 70% baik. b). 2). c.1. Berdasarkan paradigma tersebut. Rumusan masalah asosiatif/hubungan (satu) Bagaimanakah hubungan atau pengaruh kualitas alat dengan kualitas barang yang dihasilkan. Hipotesis yang dirumuskan ada dua macam yaitu hipotesis deskriptif dan hipotesis asosiatif (hipotesis deskripitf sering tidak dirumuskan) 1). d. Dua hipotesis deskriptif: (jarang dirumuskan dalam penelitian) a). Jumlah rumusan masalah deskriptif ada dua. Hal ini berarti bila kualitas media pendidikan ditingkatkan. Hipotesis asosiatif Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas media pendidikan dengan prestasi belajar murid. b. dan asosiatif ada satu yaitu: 1). Paradigma Sederhana Paradigma penelitian ini terdiri atas satu variabel indelpenden dan satu variabel dependen. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 61 . Bagaimana X? (kualitas guru) b). maka prestasi belajar murid akan meningkat pada gradasi yang tinggi (kata signifikan hanya digunakan apabila hasil uji hipotesis akan digeneralisasikan ke populasi di mana sampel tersebut diambil. maka dapat dengan mudah ditentukan teknik statistik yang digunakan untuk analisis data dan menguji hipotesis. Rumusan masalah deskriptif (dua) a). yaitu teori tentang media pendidikan dan prestasi belajar. maka dapat ditentukan: a.

maka pengujian hipotesis menggunakan t-test one sample. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen dan satu variabel dependen. Untuk mencari hubungan antar variabel (X1 dengan X2. 2.1). maka menggunakan teknik Statistik Korelasi Product Moment. Dalam paradigma ini terdapat tiga rumusan masalah deskriptif dan 4 rumusan masalah asosiatif (3 korelasi sederhana dan 1 korelasi ganda). tetapi hubungannya masih sederhana. Untuk hipotesis asosiatif. Paradigma ganda dengan dua variabel independen X1 dan X2. menggunakan teknik korelasi sederhana. Berdasarkan contoh 1 tersebut. deskriptif dan asosiatif. 4. 2). dengan persamaan Y = a + bX3. Paradigma Ganda dengan Tiga Variabel Independen Dalam paradigma ini terdapat tiga variabel independen (X1. Rumusan masalah deskriptif ada 4 dan rumusan masalah asosiatif (hubungan) untuk yang sederhana ada 6 dan yang ganda minimal 1. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 62 . X2 dengan X3. Untuk mencari hubungan X1 dengan Y dan X2 dengan Y. bila data ke dua variabel berbentuk interval atau ratio. X2. Untuk mencari hubungan X1 dengan X2 secara bersama-sama terhadap Y menggunakan korelasi ganda. dan satu variabel dependen Y. bila datanya berbentuk interval dan ratio. X3) dan satu variabel dependen (Y). Untuk dua hipotesis deskriptif. dapat dihitung jumlah rumusan masalah. 3. Paradigma sederhana menunjukkan hubungan antara satu variable independen dengan satu variabel dependen secara berurutan. X3 dengan Y) tersebut digunakan teknik korelasi sederhana. Naik turun harga Y dapat diprediksi melalui persamaan regresi Y atas X3. Paradigma Sederhana Berurutan Dalam paradigma ini terdapat lebih dari dua variabel.

dan r6 dapat dianalisis dengan korelasi sederhana. X3 dengan Y. r2. Paradigma Jalur Teknik analisis Statistik yang digunakan dinamakan path analysis (analisis jalur). Analisis regresi sederhana maupun ganda dapat juga digunakan untuk memprediksi jumlah tiket yang terjual dan kepuasan penumpang Kereta Api. Analisis dilakukan dengan menggunakan korelasi dan regresi sehingga dapat diketahui untuk sampai pada variabel dependen terakhir. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Dependen Paradigma ganda dengan suatu variabel independen dan dua variabel dependen. dan X1 dengan X3 dapat menggunakan korelasi sederhana. Hubungan antara X1 bersama-sama dengan X2 terhadap Y1 dan X1 dan X2 bersama-sama terhadap Y2 dapat dianalisis dengan korelasi ganda. Untuk mencari besarnya hubungan antara X dan Y1 dan X dengan Y2 digunakan teknik korelasi sederhana. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen dan Dua Variabel Dependen Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen (X1. r4. Korelasi dan regresi ganda juga dapat digunakan untuk hubungan antar variabel secara simultan. Dalam paradigma itu terdapat empat rumusan masalah deskriptif dan enam rumusan masalah hubungan. X2 dengan X3. X2) dan dua variabel dependen (Y1 dan Y2). Terdapat 4 rumusan masalah deskriptif dan 6 rumusan masalah hubungan sederhana. 6. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 63 . harus lewat jalur langsung atau melalui variabel intervening. dan X3. Hubungan antar varibel r1. Analisis regresi juga digunakan di sini. r5. X2 dengan Y. Untuk mencari besarnya hubungan antara X1 dengan Y. X2. Untuk mencari besarnya hubungan antar X1 secara bersama-sama dengan X2 dan X3 terhadap Y digunakan korelasi ganda. 5. r3. 7. Demikian juga untuk Y1 dengan Y2. Regresi sederhana dan ganda serta korelasi parsial dapat digunakan untuk analisis dalam paradigma ini.Paradigma ganda dengan tiga variabel independen yaitu X1. X1 dengan X2.

Setelah selesai menyusun landasan teori. Pengertian Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. tetapi justru diharapkan dapat ditemukan hipotesis. Hipotesis dikatakan sementara karena kebenarannya masih perlu diuji atau dites kebenarannya dengan data yang asalnya dari lapangan. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan maslah penelitian. di mana rumusan masalah penelitian penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. belum jawaban yang empirik dengan data. Dalam metode penelitian. karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan. Selanjutnya hipotesis tersebut akan diuji oleh peneliti dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Dikatakan sementara. Karena hipotesis dapat menghubungkan dari teori yang relevan dengan kenyataan yang ada atau fakta atau dari kenyataan dengan teori yang relevan. Pada penelitian kualitatif tidak dirumuskan hipotesis. Apakah peneliti mempunyai arah jawaban yang pasti secara positif maupun negatif terhadap permasalahan masalah tersebut. Jawaban yang masih bersifat sementara dan bersifat teoritis ini disebut sebagai hipotesis. hipotesis adalah alat yang mempunyai kekuatan dalam proses inkuiri. seorang peneliti biasanya sampai pada suatu kesimpulan tentang permasalahan penelitian.HIPOTESIS PENELITIAN A. belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Hipotesi juga juga penting peranannya karena dapat menunjukkan harapan dari si peneliti Nursa’id Fitria (06101410022) Page 64 . para peneliti akan mempunyai tiga peluang dalam memberikan jawaban sementara terkait dengan permasalahan penelitian. Bertolak dari yang telah dilakukan dalam mencari landasan teori.

Menyediakan para peneliti dengan pernyataan hubungan antar variabel yang dapat diuji kebenarannya 3. dkk. Kompas dapat dipergunakan sebagai penentu arah dalam perjalanan di tengah lautan sehingga mencapai pelabuhan yang dituju. 4.yang direfleksikan dalam hubungan ubahan atau variabel dalam permasalahan penelitian. jawaban sementara dapat dipergunakan sebagai petunjuk analisis. seorang peneliti yang menuliskan hipotesis secara baik mempunyai beberapa tujuan penting. Memberikan arah yang perlu dilakukan oleh peneliti dalam melakukan penelitian. Dengan hipotesis. Bila hipotesis dinyatakan dengan tepat dan teliti. Di antara tujuan tersebut diantaranya sebagai berikut : 1. Hipotesis dalam posisinya sebagai salah satu unsur penelitian dapat dimisalkan seperti kompas bagi nahkoda kapal. Hipotesis penelitian mempunyai fungsi memberikan jawaban sementara terhadap rumusan masalah atau research questions. Menyediakan keterangan secara sementara terhadap gejala dan memungkinkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan 2. Secara fungsional hipotesis dalam penelitian itu sangatlah penting. Dalam penelitian. Mengapa hipotesis dibuat sebelum peneliti ke lapangan (Ary. Memberikan kisi-kisi laporan untuk melaporkan kesimpulan studi. 1985:76) ada dua alasan yang mendasarinya. Hipotesis yang baik menunjukkan bahwa peneliti mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup dalam kaitannya dengan permasalahan b. peneliti lebih mudah dalam mencari pemecahan masalah atas dasar pernyataan hipotesis yang telah dibuat sebelumnya. Bahwa dengan hipotesis dapat memberikan arah dan petunjuk tentang pengambilan data dan proses interpretasinya. yaitu : a. Walaupun hal ini tidak Nursa’id Fitria (06101410022) Page 65 . Oleh karena itu hipotesis dibuat sebaiknya sebelum peneliti terjun ke lapangan mengumpulkan data yang diperlukan.

Berikut ini diberikan beberapa contoh hipotesis penelitian a. jika ingin mengubah harus mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut. Ada hubungan yang negatif dan tidak signifikan antar besarnya gaji yang diterima para guru dengan keinginan bekerja sambilan di luar lembaga tempat bekerja. 2) Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor. sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III. Karena memang fungsinya yang utama untuk memberikan jawaban sementara. sebagai rambu-rambu tindakan selanjutnya di lapangan. Ada korelasi positif dan signifikan antara usaha peningkatan belajar di sekolah dengan hasil pencapaian belajar siswa b. Hipotesis penelitian pada umumnya tidak diuji menggunakan teknik statistika.mutlak. 3) Hipotesis harus berlandaskan teori. Dilihat dari posisinya hipotesis penelitian biasanya ditempatkan dalam bab kedua. yaitu studi kepustakaan setelah landasan teori dan atau setelah kerangka berfikir tersusun. hipotesis penelitian pada umumnya sama banyaknya dengan jumlah rumusan masalah yang telah ditetapkan dalam rencana penelitian. Yang penting adalah bahwa dengan dirumuskannya hipotesis penelitian. Ada pengaruh positif dan signifikan antara motivasi dan gaya kepemimpinan dalam organisasi terhadap produktivitas lembaga c. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 66 . Jika penelitian bersifat korelasional maka: 1) Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya. rumusan masalah yang direncanakan dapat dicakup dalam penelitian yang hendak dilakukan.

kaedah menguji memerlukan dua kenyataan yang bertentangan :   Hipotesis penyelidikan (yang juga dikenali sebagai hipotesis alternatif). min yang diperoleh daripada sampel tidak akan tepat pada min populasi.tiada alternatif lain Titik-Titik Kritikal (genting) Dalam kaidah ujian hipotesis. H1 Hipotesis Nol (Null hypothesis). kita dapati bahwa setiap sampel yang dipilih akan memberi min yang agak berlainan. Dengan lain perkataan.ia itu kedua-dua hipotesis tidak boleh benar atau tidak benar pada masa yang sama Ekhaustif (exhuastive) . Maka kita perlu menetapkan suatu titik (atau 2 titik) di atas keluk taburan min populasi di mana perbedaan di antara nilai min sampel dengan min populasi dianggap terlalu besar sehingga tidak boleh diterima sebagai sama. H0 Untuk membuktikan H1 benar. Jika nilai min sampel terjatuh di dalam kawasan genting. kita akan coba membuktikan H0 benar. maka hipotesis nol perlu ditolak. biasanya kita akan cuba menbuktikan H0 tidak benar. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 67 . Sekiranya kita tidak dapat membuktikan H0 benar maka kita terpaksa menerima bahwa H1 adalah benar.Langkah-Langkah Menguji Hipotesis Pengujian hipotesis memerlukan tiga "ingredient" :    Soalan penyelidikan Populasi yang ditakrif dengan tepat (well-defined population) Alat mengukur Untuk membuktikan sesuatu hipotesis. Ciri-ciri hipotesis H1 dan H0 ialah :   Saling eklusif (mutually exclusive) . Mengenai persampelan. Nilai-nilai yang lebih tinggi daripada titik ini dianggap sebagai di dalam kawasan genting.

Dalam konteks dunia sebenar. H0 Benar Terima H0 Keputusan Betul Ralat Jenis I H1 Benar Ralat Jenis II (Type II Error) Keputusan Betul Terima H1 (Type I Error) Adalah lebih baik kita menetapkan kemungkinan membuat kesalahan.8 berbeda daripada 100"? Nursa’id Fitria (06101410022) Page 68 . "adakah 101.8. Untuk ujian hipotesis dua-ekor. Bilangan sampel injin baru ialah 36 dan min penyebaran daripada sampel ialah 101. Jenis I lebih kecil daripada kemungkinan membuat kesalahan Jenis II. Min penyebaran injin lain ialah 100 dengan varians 25. kita mungkin membuat dua jenis kesalahan atau ralat seperti ditunjukkan di dalam gambar di bawah. kawasan genting (menolak H0) hendaklah lebih kecil dibandingkan dengan kawasan menerima H0. Perkiraan Andaikan bahwa suatu sampel injin baru telah pilih dan penyebaran N2O telah diukur.05 (atau 5%). Tahap kemungkinan menolak hipotesis nol yang benar (Ralat Jenis I) yang biasa digunakan ialah 0. Soalannya sekarang ialah. Kita juga tahu statistik-statistik berkenaan dengan penyebaran oleh injin lain. Dengan kata lain. kemungkinan ini dibagi menjadi dua kawasan yang sama dipenghujung keluk tabura. Perkiraan untuk mendapatkan nilai z ditunjukkan di bawah.Ralat Jenis I dan II Dalam membuat keputusan samada hendak menerima atau menolak hipotesis. kedudukan ini serupa dengan prinsip bahwa adalah "lebih baik bebaskan orang yang bersalah daripada menghukum orang yang tidak bersalah".

Seberapa baik gaya kepemimpinan di Lembaga X ? 2. Hipotesis Deskriptif Hipotesis deskriptif adalah dugaan tentang nilai suatu variable mandiri.Seberapa tinggi daya tahan lampu merk A ? . Nursa’id Fitria (06101410022) Page 69 . titik "a" dan "b" adalah titik genting. iaitu penyebaran injin baru adalah lebih tinggi daripada injin lain. Hipotesis Komparatif Hipotesis komparatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dengan nilai dalam satu variable atau lebih pada sample yang berbeda Contoh : Adakah perbedaan daya tahan lampu merk A dan merk B ? 3. yaitu :   A point estimate (titik taksiran) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan satu nilai data simpel Interval estimate (convidence interval) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan nilai interval data sample. Dimana ada 2 cara menaksirkan taraf kesalahan dalam pengujian hipotesis.16 > 1. Ini bermakna pada tahap 5% keyakinan. Hipotesis Hubungan (Asosiatif) Hipotesis asosiatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dugaan tentang hubungan antara 2 variabel atau lebih Contoh : Adakah hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efektivitas kerja ?  Taraf Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis Pada dasarnya menguji hipotesis itu adalah menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel. Tetapi perhatikan bahawa nilai z terletak di bahagian kanan.96). Nilai z untuk min penyebaran daripada sampel injin baru ialah 2. tidak membuat perbandingan atau hubungan.  Tiga Bentuk Rumusan Hipotesis 1. Maka H0 hendaklah ditolak dan H1 diterima.Dal am gambar di bawah. Nilai terjatuh dalam kawasan genting (2.16. Contoh : . penyebaran injin baru didapati perbedaan daripada injin lain.

Hipotesis Mayor (Hipotesis yang gabunganm yang besar) X1 X2 X3 4. Hipotesis Minor (Hipotesis yang pecahan.  Dua Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis Dalam menaksirkan parameter populasi berdasarkan data sample. yang farsial. Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dengan alpha (α). Hipotesis Statistik 3. antara lain :  menghubungkan atau membandingkan 2 atau lebih variable  Dinyatakan dalam kalimat pernyataan. Kesalahan Tipe 2 merupakan suatu kesalahan bila menerima hipotesis yang salah (seharusnya ditolak). Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dalam beta (β). kemungkinan akan terdapat dua kesalahan.Menaksir parameter populasi yang menggunakan nilai tunggal (point estimate) akan mempunyai resiko kesalahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan interval estimate. yang kecil) X1 – y X2 – y X3 – y Nursa’id Fitria (06101410022) Page 70 y (Variabel terikat) . yaitu : Kesalahan Tipe 1 merupakan kesalahan bila menolak hipotesis nol (Ho) yang benar (seharusnya diterima). Hipotesis Teoritis (Hipotesis didalam menjawab rumusan permasalahan) 2. tidak boleh dalam pertanyaan  Dapat diuji kebenarannya  Dirumuskan dengan jelas  Bentuk-bentuk Hipotesis Penelitian 1.  Syarat-syarat Hipotesis Penelitian.

1 ujung) Ket : θ : besaran untuk populasi (parameter) (rata-rata. Hipotesis yang menyatakan tidak b. Kesalahan perhitungan e. 1 ekor. Pengaruh variabel luar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 71 . yaitu : a. Jika Ho ditolak. variasi) Hipotesis yang menyatakan Hubungan Ho : μ1 xy = 0 Ha : μ1 xy = 0  Ho : μ1 xy <= 0 Ha : μ1 xy > 0 Ho : μ1 xy >= 0 Ha : μ1 xy < 0 (Uji yang tidak memiliki arah. Dari landasan teori b. simpangan baku. Kebalikannya adalah Ha e. Kesalahan sampling c. dikarenakan : a. Azas praduga tak bersalah d. 2 ekor. 2 ujung) Penyebab gagal ditolaknya Ho. Kesalahan rancangan penelitian f. Mengapa Hipotesis Nol . maka Ha diterima dan sebaliknya  Lambang Hipotesis Statistik Ho : θ1 <= θ2 Ha : θ1 <= θ2 Ho : θ1 >= θ2 Ha : θ1 >= θ2 Hipotesis yang mengandung pengertian yang sama/tidak sama Ho : θ1 = θ2 Ha : θ1 = θ2 Ho : μ1 = μ2 Ha : μ1 = μ2 Ho : μ1 <= μ2 Ha : μ1 >= μ2 (Memiliki 1 arah. Untuk menetralisir arah pemikiran peneliti c. Yang diuji adalah Ho f. Kesalahan instrumen penelitian d.

yaitu :  Dari peneliti sendiri  Dari teori/pendapat orang lain  Dari penelitian yang relevan Sikap Peneliti Terhadap Hipotesis Yang Dirumuskan o Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya hipotesisnya tidak terbukti (pada akhir penelitian) o Mengganti hipotesis seandainya melihat tanda–tanda bahwa data yang terkumpul tidak mendukung terbuktinya hipotesis (pada saat penelitian berlangsung) Penelitian Tanpa Hipotesis • Penelitian Deskriptif adalah penelitian untuk satu variabel. tentu sukar ditebak apa saja. • • • • Penelitian Evaluatif Penelitian eksploratif yang jawabannya masih sukar diduga dan dicari. Padahal hipotesis hanya dibuat jika yang dipermasalahkan menunjukkan hubungan antara dua variabel atau lebih. atau bahkan tidak mungkin dihipotesiskan.Sumber penemuan hipotesis. Penelitian Tindakan Kelas (ya atau tidak) Nilai ilmiah penelitian berhipotesis lebih tinggi dibandingkan penelitian tanpa hipotesis Anggapan Dasar / Asumsi Dasar • • • • Kebenaran atau keyakinan yang tidak perlu dibuktikan lagi dan merupakan dasar didalam memunculkan hipotesis Merupakan dari kegiatan penelitian / perumusan hipotesis Sebagai penegas variabel yg menjadi pusat perhatian Sumber asumsi : dari teori yang sudah mapan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 72 .

Contoh Penggunaan Asumsi Dasar • • Judul Penelitian: Hubungan antara penampilan guru dan prestasi belajar siswa Asumsi Dasarnya:  Setiap guru punya penampilan yg berbeda  Prestasi belajar siswa bervariasi  Prestasi belajar dipengaruhi oleh bermacam faktor Nursa’id Fitria (06101410022) Page 73 .

Menetapkan jenis instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel/subvariabel/indikator-indikatornya.harus jelas. PENYUSUNAN LAPORAN HASIL PENELITIAN. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Pada umumnya penelitian akan berhasil jika banyak menggunakan instrumen sebab data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian (masalah) menguji hipotesis yang diperoleh melalui instrumen. dan waktu yang dibutuhkan. Analisis variabel penelitian. b. ANALISIS DATA. spesifik sehingga dapat ditentukan jenis instrumen yang digunakan. Kisi-kisi ini berisi ruang lingkup materi pertanyaan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun instrumrn penelitian. peneliti menyusun kisi-kisi atau lay out instrumen. Setelah ditetapkan jenis instrumennya. jenis pertanyaan. yakni mengkaji variabel menjadi subpenelitian sejelas-jelasnya sehingga indikator tersebut bisa diukur dan menghasilkan data yang diinginkan peneliti.antara lain :  Masalah dan variabel yang diteliti termasuk indikator variabel. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 74 .  Jenis data yang diharapkan dari penggunaan instrumen harus jelas. PENGOLAHAN. banyak pertanyaan. Langkah-langkahnya meyusun instrumen Langkah-langkah menyusun instrumen antara lain: a.  Sumber data/informasi baik jumlah maupun keragamannya harus diketahui terlebih dahulu sebagi bahan atau dasar dalam menentukan isi atau bahasa dalam instrumen penelitian.TEKNIK PENGUMPULAN. abilitas yang diukur. c.  Keterampilan dalam instrumen itu sendiri sebagai alat pengumpul data.  Mudah dan praktis digunakan sehingga dapat menghasilkan data yang diperlukan.

terhadap fenomena sebelum diterapkan yang sedang dijadikan sasaran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 75 . Persamaan antara tes dan non tes No 1 Tes Non tes Sama-sama digunakan untuk Observasi dalam konteks sebagai alat pengumpulan data 2 Sama-sama persyaratan pembutannya 3 Harus dilakukan uji tertentu instrumen adalah proses memiliki pengumpulan bahan/keterangan dalam yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatan secara coba sistematis penelitian. e.d. Berdasarkan kisi-kisi tersebut lalu peneliti menyusun item atau pertanyaan sesuai dengan jenis instrumen dan jumlah yang telah ditetapkan dalam kisi-kisi. Jenis instrumen Tes Tes prestasi Tes kecerdasan Tes bakat Tes minat Tes dianostik Tes formatif Tes sumatif Tes kepribadian Tes awal/akhir Nontes Kuisioner Wawancara Dokumentasi Observasi Skala sikap C. misalnya membuang instrumen yang tidak perlu. B. Instrumen yang sudah dibuat sebaiknya diuji coba digunakan untuk revisi instrumen. menggantinya dengan item yang baru.

Dengan wawancara terstruktur ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama dan pengumpul data mencatatnya. Wawancara Terstruktur Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data. bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Perbedaan antara Tes dan Non tes No 1 Tes Non tes memiliki kriteria Memiliki kriteria kebenaran Tidak tertentu 2 3 Lebih bersifat objektif Ada kunci jawaban kebenaran tertentu Lebih bersifat subjektif Tidak ada kunci jawaban Interview (Wawancara) Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. Supaya setiap pewawancara mempunyai keterampilan yang sama. pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan. maka diperlukan training kepada calon pewawancara. dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara. Wawancara dapat dilakukan scara terstruktur maupun tidak terstruktur.D. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 76 . Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report atau setidak-tidaknya ada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. pengumpul data dapat menggunakan beberapa pewawancara sebagai pengumpul data. Dengan wawancara terstruktur ini pula.

Kebiasan data ini akan tergantung pada pewawancara. Dalam wawancara tidak terstruktur. yang diwawancarai (responden) dan situasi & kondisi pada saat wawancara. Masalah bahasa 4. Wawancara tidak terstruktur atau terbuka sering digunakan dalam penelitian pendahuluan atau bahkan untuk penelitian lebih mendalam tentang responden. peneliti berusaha mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan yang ada pada obyek. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan dinyatakan. Responden grogi menjawab 3. sehingga dapat dinyatakan data tersebut subyektif dan tidak akurat. sehingga peneliti dapat menentukan secara pasti permasalahan atau variabel apa yang harus diteliti. Bias adalah menyimpang dari yang seharusnya. Jumlah responden terbatas 2. Informasi atau data yang diperoleh dari wawancara sering bias. Tidak terlalu formal 4. Kelebihan wawancara 1. Kontak langsung antara interviewer dan interviewee lebih akrab 2. Informasi lebih mendalam 3.Wawancara Tidak Terstruktur Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden. Bisa untuk tuna netra dan buta huruf Kelemahan wawancara 1. Pada penelitian pendahuluan. Penyesuaian diri dengan responden Nursa’id Fitria (06101410022) Page 77 .

Selain itu. maka angket jangan disusun dalam bahasa Indonesia.Kuesioner (Angket) Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kalau berbentuk pengukuran maka dalam membuat pertanyaan harus diteliti. kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Prinsip Penulisan Angket a. Jadi bahasa yang digunakan dalam angket harus memperhatikan jenjang pendidikan responden keadaan sosial budaya dan ”frame of reference” dari responden. c. Isi dan tujuan pertanyaan Yang dimaksud di sini adalah apakah isi pertanyaan tersebut merupakan bentuk pengukuran atau bukan. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. b. Kalau sekiranya responden tidak dapat berbahasa Indonesia. setiap pertanyaan harus disusun dalam skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukur variabel yang diteliti. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang mengharapkan responden untuk menuliskan jawabannya berbentuk uraian tentang suatu hal. Tipe dan bentiuk pertanyaan Tipe pertanyaan dalam angket dapat terbuka atau tertutup dan bentuknya dapat menggunakan kalimat positif atau negatif. Pertanyaan adalah pertanyaan yang akan membantu responden untuk menjawab dengan cepat dan juga memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data terhadap seluruh angket yang telah terkumpul. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 78 . Bahasa yang digunakan Bahasa yang digunakan dalam penulisan angket harus disesuaikan dengan kemampuan berbahasa responden.

f. h.d. model skala pengukuran yang digunakan. Panjang pertanyaan Pertanyaan dalam angket sebaiknya tidak terlalu panjang sehingga akan membuat jenuh responden dalam mengisi. Urutan pertanyaan Urutan pertanyaan dalam angket dimulai dari yang umum menuju ke hal yang spesifik atau dari yang mudah menuju ke hal yang sulit atau diacak. Bila jumlah variabel banyak. Prinsip pengukuran Angket yang diberikan kepada responden adalah instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel yang akan diteliti. Pertanyaan tidak mendua Setiap pertanyaan dalam angket jangan mendua (double barreled) sehingga menyulitkan responden untuk memberikan jawaban. Oleh karena itu instrumen angket tersebut harus dapat digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel tentang variabel yang diukur. Disarankan empirik jumlah pertanyaan yang memadai adalah antara 20 s/d 30 pertanyaan. Urutan pertanyaan yang diacak perlu dibuat bila tingkat kematangan responden terhadap masalah yang ditanyakan sudah tinggi. Supaya diperoleh data yang valid dan relaibel maka sebelum instrumen angket tersebut diberikan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 79 . sehingga memerlukan instrumen yang banyak maka instrumen tersebut dibuat bervariasi dalam penambilan. Tidak menanyakan yang sudah lupa Setiap pertanyaan dalam instrumen angket sebaiknya juga tidak menanyakan hal-hal yang sekiranya sudah lupa atau pertanyaan yang memerlukan jawaban dengan berpikir berat. dan cara mengisinya. Pertanyaan tidak menggiring Pertanyaan dalam angket sebaiknya juga tidak menggiring ke jawaban yang baik saja atau ke yang buruk saja. g. i. Hal ini perlu dipertimbangkan karena secara psikologis akan mempengaruhi semangat responden untuk menjawab. e.

peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data dan ikut merasakan suka dukanya. Observasi Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain. Kalau wawancara dan angket selalu berkomunikasi dengan orang. Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data. Dengan observasi partisipan ini. maka perlu diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu. 1. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 80 . tajam. yaitu wawancara dan angket. Sambil melakukan pengamatan. maka observasi tidak terbatas pada orang tetapi juga obyek-obyek alam yang lain. Observasi Berperan Serta (Participant Observation) Dalam observasi ini. Angket yang dibuat di kertas buram akan mendapat respon yang kurang menarik bagi responden bila dibandingkan dengan angket uang dicetak dalam kertas yang bagus dan berwarna. maka data yang didapatkan akan lebih lengkap.kepada responden. dan sampai mengetahui pada tingkat mana dari setiap perilaku yang nampak. observasi dapat dibedakan manjadi participant observation (observasi berperan serta) dan non participant observation. Penampilan fisik angket Penampilan fisik angket sebagai alat pengumpul data akan mempengaruhi respon atau keseriusan responden dalam mengisi angket. Selanjutnya dari segi instrumentasi yang digunakan maka observasi dapat dibedakan menjadi observasi terstruktur dan tidak terstruktur. j. peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.

Bila angka itu berlaku sebagai skala pengukuran maka disebut dengan skor. ada tiga kegiatan. 3. Sebagai contohnya: kelengkapan jawaban. kejelasan makna jawaban. yaitu: 1. baik tabel distribusi frekuensi maupun tabel silang. terutama pengolahan data yang akan menjurus ke analisis kuantitatif. keseragaman satuan data. Bila analisis kuantitatif maka kode yang diberikan adalah angka. relevansi jawaban.2. keterbatasan tulisan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 81 . dan kategori yang satu dengan yang lain harus terpisah secara jelas tidak saling tumpang tindih. 2. Pengklasifikasian perangkat kategori itu penyusunannya harus memenuhi bahwa setiap perangkat kategori dibuat dengan mendasarkan kriterium yang tunggal. sehingga tidak ada satupun jawaban responden yang tidak mendapat tempat. bahwa setiap perangkat kategori harus dibuat lengkap. Tabulasi Tabulasi yaitu usaha penyajian data. kesesuaian jawaban. Koding Koding yaitu suatu usaha mengklasifikasikan jawaban-jawaban responden dengan jalan menandai masing-masing kode tertentu. Pengklasifikasian data (Editing) Pengklasifikasian data yaitu menggolongkan aneka ragam jawaban itu ke dalam kategori-kategori yang jumlahnya lebih terbatas. biasanya menggunakan tabel. Observasi Nonpartisipan Kalau dalam observasi partisipan peneliti terlibat langsung dengan aktivitas orang-orang yang sedang diamati maka dalam observasi nonpasrtisipan peneliti TEKNIK PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA Didalam kegiatan dalam pengolahan data.

Analisis Deskriptif (non statistik) Analisis non statistik dilakukan terhadap data kualitatif. Yaitu statistik Nursa’id Fitria (06101410022) Page 82 . Ada 2 macam analisis deskriptif. yaitu: Analisis deskriptif kuantitaif (persentase) Contohnya: Penilaian terhadap Modul A Analisis deskriptif kualitatif (Kategori. Dalam hal ini penelitian kualitatif mengajak seseorang untuk mempelajari sesuatu masalah yang ingin diteliti secara mendasar dan mendalam sampai ke akar-akarnya. Data Urutan waktu 9.Jenis – Jenis Data Ada beberapa macam jenis data. Data Nominal 6. Pada umumnya. Data Sekunder 5. statistik dibagi 2 macam. yaitu: 1. Data Interval 10. yaitu: a. Analisis Statistik Analisis statistik ini berasal dari data kuantitatif. Data Seketika 8. kriteria atau tolak ukur) 2. Data Kualitatif 2. statistik sederhana dan Descriptive Statistics. Data Kuantitatif 3. Data Rasio Analisis Data Ada beberapa analisis data. Data Primer 4. yaitu: 1. Data Ordinal 7. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif ini lazim dikenal pula dengan istilah Statistik Deduktif.

Jenis-jenis Uji Statistik 1. statistik deskriptif adalah statistik yang mempunyai tugas mengorganisasi dan menganalis data angka. Dan pada dasarnya merupakan fundamen dari ilmu statistik deskriptif secara keseluruhan. dan menganalisis data angka. peristiwa atau keadaan. mengenai suatu gejala. Uji Korelasi Yaitu menetapkan hubungan antara pasangan skor dari sebaran skor yang berbeda dan ingin mengetahui ada tidaknya hubungan dua pasangan tersebut. mengolah. statistik lanjut. menyusun atau mengatur. dan jelas. yang lazim dikenal pula dengan istilah Statistik induktif. penaksiran dan sebagainya. agar dapat memberikan gambaran secara teratur. Dengan demikian. Kecuali itu. Dengan kata lain.yang tingkat pekerjaannnya mencakup cara-cara menghimpun. dari sekumpulan data yang telah disusun dan diolah. ringkas dan jelas mengenai suatu gejala. ringkas. penyusunan atau pembuatan ramalan (prediction). 2. b. statistik inferensial juga menyediakan aturan tertentu dalam rangka penarikan kesimpulan (conclusion). yaitu statistik yang menyediakan aturan atau cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam rangka mencoba menarik kesimpulan yang bersifat umum. agar dapat memberikan gambaran yang teratur. menyajikan. Statistik Inferensial sifatnya lebih mendalam dan merupakan tindak lanjut dari statistik deskriptif. sehingga dapat ditarik pengertian atau makna tertentu. statistik mendalam atau Inferensial Statistics. Statistik Inferensial Statistik inferensial. peristiwa atau keadaan. Uji Regresi Penelitian mencoba melibatkan dua variabel atau lebih biasa ditujukan untuk memperkirakan variabel yang satu atas variabel lainnya sepanjang variable tersebut ada pertautannya dengan akal sehat Nursa’id Fitria (06101410022) Page 83 .

Hasil Penelitian Deskripsi data Analisa Data Pembahasan Bab V. Kesimpulan/Saran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 84 . Metodologi Penelitian Variabel Penelitian Definisi Operasional Variabel Populasi dan sampel Waktu dan tempat Metode penelitian Bab IV. Pendahuluan Latar Belakang Masalah Identifikasi masalah Pembatasan masalah Rumusan masalah Bab II.3. Uji Hipotesis Penerimaan atau penolakan hipotesis nol melalui statistik pengujian t. Penyusunan laporan Hasil Penelitian Laporan hasil penelitian Dalam menulis laporan hasil penelitian ada beberapa bagian yang harus dituliskan. yaitu satu variabel acak yang nilainya bergantung pada data sampel. yaitu: Bab I. Tinjauan Pustaka Bab III.

Guru. materi dan lain-lain) ataupun output (hasil belajar).PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya.  Tindakan adalah suatu gerak kegiatan yang sengaja dialakuakan dengan tujuan tertentu. Suharsimi (2002) menjelaskan PTK dari definisi ketiga kata tersebut sebagai berikut :  Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek. ketika sedang asyik mengerjakan pekerjaan rumah di malam hari. dapat dicermati objeknya ketika siswa yang bersangkutan sedang asyik mengikuti proses pembelajran dikelas/lapangan/laboraturium/bengkel. PTK harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas.  Kelas adalah sekolompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru. yang dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan. PTK berfokus pada kelas atau pada proses belajar mengajar di kelas. menggunakan atau metedologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 85 . Komponen dalam sebuah kelas yang dapat dikaji melalui penelitian tindakan antara lain sebagai berikut : 1. atau sedang mengadakan kunjungan ke rumah siswa. atau sedang megikuti kerja bakti di luar sekolah. 2. bukan pada input kelas (silabus. sedang membimbing siswa yans sedang berdarmawisata. Siswa. Makna ” Kelas” dalam PTK Pengertian kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar. dapat dicermati ketika guru yang bersangkutan sedang mengajar di kelas.

5. dengan tujuan meningkatkan mutu haaasil belajar. maka permasalahan PTK cukup luas. dan teknik pengembang potensi diri. misalnya masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran dan implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran (misalnya penggantian metode mengajar baru). dan evaluasi program pembelajaran. dan siswa itu sendiri. 6. diantaranya sebagai berikut :  Masalah belajar siswa di sekolah. penempatan papan tulis. 7. penetaan peralatan milik siswa dan sebagainya. sekolah. pelaksanaan.3. kesalahan pembelajaran. siswa atau keduanya. interaksi di Nursa’id Fitria (06101410022) Page 86 . baik lingkungan siswa itu di kelas. pengaturan jadwal. merupakan kegiatan yang sedang diterapkan dan dapat diatur/direkayasa dalam bentuk tindakan Unsur pengelolaan yang jelas-jelas merupakan gerak kegiatan sehingga mudah diatur dan direkayasa dalam bentuk tindakan. yaitu proses pembelajaran. maupun yang melingkungi siswa di rumahnya. misstrategi dan lain-lain. pengaturan tempat duduk siswa. Pengelolaan. dapat dicermati ketika guru sedang mengajar atau sebagai bahan yang ditugaskan kepada siswa. Masalah yang dikaji melalui PTK Dikarenakan makna kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar. yang diamati ialah guru.  Desain dan strategi pembelajaran di kelas. misalnya pengenalan teknik modifikasi perilaku. Lingkungan. miskonsepsi. teknik memotivasi. Hasil pembelajaran. pasti terkait dengan tindakan unsur lain. dapat dicermati ketika guru sedang mengajar. Dalam hal ini yang digolongkan sebagai kegiatan pengelolaan misalnya cara mengelompokkan siswa ketika guru memberikan tugas. peralatan atau sarana pendidikan. misalnya permasalahan belajar di kelas. guru . 4.  Pengelolaan dan pengendalian. Peralatan atau sarana pendidikan. merupqkqn produk yang ditingkatkan.  pengembangan profesionalisme guru dalam peningkatan mutu perancangan. Materi pelajaran.

dalam kelas (misalnya penggunaan strategi pengajaran yang didasarkan pada pendekatan terpadu). Secara lebih rinci.  sistem asesmen dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran. pengembangan instrumen asesmen berbasis kompetensi. masukan.  Masalah kurikulum. media dan sumber belajar. metode evaluasi tertentu. perpustakaan dan sumber belajar di dalam/luar kelas. proses. Misalnya masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran. urutan penyajian materi pokok.  Alat bantu. antara lain meliputi hal-hal berikut :  Peningkatan atau perbaikan terhadap kinerja belajar siswa di sekolah. siswa-materi ajar. serta hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah. interaksi guru-siswa. misalnya pengembangan pola berfikir ilmiah dalam diri siswa. misalnya implementasi KBK. atau penggunaan alat .  Penamaan dan pengembangan sikap serta nilai-nilai .  Meningkatakan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan  Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di daalm melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajran secara berkelanjutan (sustainable) Keluaran Penelitian Tindakan kelas Karena yang diharapkan dapat dihasilkan dari PTK adalah peningkatan atau perbaikan mutu proses dan hasil pembelajaran .  Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan di luar kelas. tujuan PTK antara lain sebagai berikut :  Meningkatkan mutu isi. dan siswa-lingkungan belajar. misalnya penggunaan media. Tujuan PTK Tujuan utama PTK adalah memecahkan pemasalahan nyata yang terjaidi di dalam kelas dan sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 87 .

Pada penelitian tindakan. Adanya kolaborasi (kerja sama) antar praktisi (guru. Tindakan itu dilakukan pada situasi alami (bukan dalam laboratorium) dan ditujukan untuk memecahkan permasalahan praktis. 2. tetapi sekaligus mencari dukungan ilmiahnya. siswa. tetapi berasal dri adanya permasalahan yang nyata dan aktual yang terjadi dalam pembelajaran di kelas. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 88 . Hal yang dipermasalahkan bukan dihasilkan dari kajian teoritis atau dari hasil penelitian terdahulu.  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penggunaan media. kegiatan tersebut dilakakan dalam rangkaian siklus kegiatan. alat bantu belajar dan sumber belajar lainnya. PTK dimulai dari permasalahan yang sederhana. 4.  Peningkatan atau perbaikan terhadap masalah pendidikan anak di sekolah. kepala sekolah. PTK berfokus pada masalah praktis bukan problem teoritis atau bersifat bebas konteks.  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa. Kerja sama (kolaborasi) antar guru dan peneliti sangat penting dalam bersama menggali mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi terutama pada kegiatan mendiagnosis masalah. Peningkatan atau perbaikan terhadap mutu proses pembelajaran di kelas. Keunikan lain dari PTK diantaranya sebagai berikut : 1. pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action). Dengan kalimat lain. Tindakan tersebut merupakan suatu kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. kesepakatan tentang permasalahan. nyata. PTK merupakan kegiatan penelitian yang tidak saja berupaya untuk memecahkan masalah. dan lainnya) dan peneliti dalam pemahaman. jelas dan tajam mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. menyusun usulan. Ciri Khusus Penelitan Tindakan Ciri khusus dari PTK adalah adanya tindakan (action) yang nyata. 3.  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa di sekolah.

Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang latar belakanng masalah. Menyusun Usulan PTK Kerja penelitian dimulai dengan membuat rencana. 4. 3. perencanaan tindakan. ingin meningkatkan  Bertujuan memperoleh pengetahuan dan/atau sebagai pemecah masalah. Bab Metodologi Pelaksanaan yang menjelaskan tentang rwencana dan prosedur penelitian (terutama: prosedur diagnosis masalah. sarana pendukung pembelajaran masing-masing anggota penelitian dalam setiap kegiatan penelitian dan kelayakan pembiayaan). Nursa’id Fitria (06101410022) Page 89 . menyeminarkan hasil. Bab kajian/Tindakan Pustaka yang mengurai kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan penelitian tindakan. proses. PTK dilakukan hanya apabila ada :  Keputusan kelompok dan komitmen untuk pengembangan  Bertujuan meningkatkan profesionalisme guru  Alasan pokok : ingin tahu. perumusan masalah dan cara pemecahan masalah. dan menyususn laporan akhir. Permohonan dana atau izin pelaksanaan penelitian selalu mempersyaratakan adanya ususlan penelitian. 5. Rencana penelitian umumnya disebut usulan penelitian. merekam data. observasi. Penjelasan mengenai kegiatan pendukung (terutama : jadwal penelitian. Pada umumnya usulan PTK terdiri atas : 1. masukan atau hasil pembelajaran dan/atau pendidikan). Usulan penelitian adalah langkah pertamam dari kerja penelitian. 5. evaluasi dan reflaksi). ingin membantu. Judul PTK 2.melaksanakan penelitian (melaksanakan tindakan. menganalisis data. prosedur observasi dan evaluasi. prosedur refleksi hasil penelitian). tujuan dan kemanfaatan hasil penelitian (terutama potensi untuk memperbaiaki atau meningkatkan kualitas isi. prosedur pelaksanaan tindakan.

Untuk itu.  Peningkatan kreativitas siswa dalam proses belajar mata pelajaran Fisika melalui penerapan model pembelajaran generatif. Hal utama yang seharusnya ditulis didalam judul adalah gambaran dari apa yang dipermasalahkan dan bentuk tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalahnya. Dikarenakan hal tersebut umumnya di dapat dari pengamatan dan kajian (diagnosis) yang dilakukan oleh guru atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah. dalam bab pendahuluan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 90 . misalnya dimana penelitian dilakukan.kapan.  Pembelajaran berbasis konstruktivisme dan kontekstual pada mata pelajaran Fisika untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemahaman konsep.  Penerapan pembelajaran model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mata pelajaran Fisika.  Meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada mata pelajaran Fisika melalui penerapan Cooperative Learning. yang intinya adalah paparan alasan atau latar belakang penelitian hendaknya dipaparkan bahwa:  Masalah yang diteliti adalah benar-benar suatu masalah pembelajaran yang terjadi di sekolah. Berikut ini beberapa contoh judul PTK. maka jelaskan pula proses atau kondisi yang terjadi. b. Umumnya di bawah judul dituliskan pula subjudul.Isi usulan penelitian Penjelasan dan contoh dari masing-masing komponen dalam usulan penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut: a. Judul Penelitian Judul hendaknya ditulis dengan singkat dan spesifik.dikelas berapa. Pendahuluan Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan pembelajaran. dan lain-lain. Subjudul ditulis untuk menambahkan keterangan lebih rinci tentang populasi.

serta cara mengevaluasinya. c. cara pemecahan masalah. tujuan serta manfaat atau kontribusi hasil penelitian. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan pda akar penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah. dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi. o Pemecahan Masalah : Uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. Secara cermat dan sistematis berikan alasan (argumentasi) bagaimana dapat menarik kesimpulan tentang akar masalah itu. asumsi. cara pengukuran. jelaskan hal-hal yang diduga menjadi akar penyebab dari masalah tersebut. dilihat dari segi ketersediaan waktu. o Perumusan masalah: Rumusan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. o Tujuan Penelitian : Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. Masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak untuk di pecahkan serta dapat dilaksanakan. biaya. o Kontribusi Hasil Penelitian : Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran sehingga tampak manfatnya Nursa’id Fitria (06101410022) Page 91 . Perumusan dan Pemecahan Masalah Bagian ini umumnya terdiri atas jabaran tentang perumusan masalah.  Dari identifikasi masalah diatas. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas sehingga dapat diukur tingkat pencapaian keberhasilannya. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan dan hasil positif yang diantisipasi dengan mengajukan indikator keberhasilan tindakan. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti hendaknya sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas. dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut.

pelaksanaan tindakan. meskipun harus diingat jugas jadwal kegiatan belajar di sekolah. Kemukakan objek.bagi siswa. disarankan untuk terlebih dahulu menetapkan pokok-pokok pikirannya. e. guru. Uraian ini digunakan untuk menyususn kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. obsevasi. maupun komponen pendidikan di sekolah lainnya. Pada bagian akhir dapat dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan. d. dan bahan penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini. dan evaluasi-refleksi yang bersifat daur ulang atau siklus. Kemukakan juga teori. temuan. serta lokasi penelitian secara jelas. Jumlah siklus diusahakan lebih dari satu siklus. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan. Untuk memudahkan dalam menuliskan secara rinci hal-hal di atas. waktu dan lamanya tindakan. Rencana dan Prosedur Penelitian. Kajian pustaka Menguraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasai usulan rancangan penelitian tindakan. disarankan untuk terlebih dahulu menuliskan pokok-pokok rencana kegiatan dalam suatu tabel seperti contoh berikut Nursa’id Fitria (06101410022) Page 92 . Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus lain. Untuk dapat membantu menyusun bagian ini.

Tabel pokok-pokok rencana kegiatan Siklus 1 Perencanaan:identif ikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah        Tindakan Pengamatan    Refleksi  Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam PBM Menentukan pokok bahasan Mengembangkan skenario pembelajaran Menyusun LKM Menyiapkan sumber belajar Mengembangkan format evaluasi Mengembangkan format observasi pembelajaran Menerapkan tindakan mengacu pada skenario dan LKM Melakukan observasi dengan memakai format observasi Menilai hasil tindakan dengan menggunakan format LKM Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu.jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan. dan lain-lain. untuk digunakan pada siklus berikutnya Evaluasi tindakan 1 Identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah Pengembangan program tindakan II Pelaksanaan program tindakan II Pengumpulan data tindakan II Evaluasi tindakan II         Siklus II Perencanaan Tindakan pengamatan refleksi Siklus-siklus berikutnya Kesimpulan. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi. saran. rekomendasi Nursa’id Fitria (06101410022) Page 93 . Melaukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario LKM.

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan PTK ada tiga ,yaitu:  PTK merupakan penelitian yang mengikutsertakan secara aktif peran guru dan siswa dalam berbagai tindakan.  Kegiatan refleksi (perenungan, pemikiran, dan evaluasi) dilakukan berdasarkan pertimbangan rasional (menggambarkan konsep teori) yang mantap dan valid guna melakukan perbaikan tindakan dalam upaya memecahkan masalah yang terjadi.  Tindakan perbaikan terhadap situasi dan kondisi pembelajaran dilakukan dengan segera dan dilakukan secara praktis (dapat dilakukan dalam praktik pembelajaran).

Prinsip PTK: ”Tidak mengganggu proses pembelajaran, harus dipersiapkan dengan rinci dan matang, tindakan harus konsisten dengan rancangan, masalah benar-benar ada dan dihadapi oleh guru dan seterusnya”.

Siklus Kegiatan PTK PTK dilaksanakan dalam bentuk siklus berulang yang didalamnya terdapat empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang

digambarkan sebagai berikut:

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 94

Siklus PTK
Perencanaan tindakan I Pelaksanaann tindakan I

Permasalahan

Siklus I

Refleksi I

Pengamatan /pengumpulan data

Permasalahan baru hasil refleksi

Perencanaan tindakan II

Pelaksanaan tindakan II

Refleksi II

Pengamatan /pengumpulan data II

Siklus II

Apabila masalah belum terselesaikan

Dilanjutkan ke siklus berikutnya

Rincian kegiatan PTK a. Perencanaan Pada tahapan ini terdiri dari kegfiatan sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi dan menganalisis masalah, yaitu secara jelas dapat dimengerti masalah apa yang akan diteliti. 2. Menetapkan alasan mengapa penelitian mengapa penelitian tersebut dilakukan, yang akan melatarbelakangi PTK. 3. Merumuskan masalah secara jelas, baik dengan kalimat tanya maupun kalimat pernyataan.

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 95

4. Menetapkan cara yang akan dilakukan untuk menemukan jawaban berupa hipotesis tindakan. 5. Menentukan cara untuk menguji hipotesis tindakan dengan menjabarkan indikator-indikator keberhasilan serta berbagai instrumen pengumpul data yang dapat dipakai untuk menganalisis indikator keberhasilan itu. 6. Membuat secara rinci rancangan tindakan. b. Tindakan Pada tahap ini diterapkan strategi dan skenario pembelajaran. Rancangan tindakan tersebut sebelumnya telah dilatihkan kepada sang guru. Skenario tindakan yang akan dilakukan hendaknya dijabarkan serinci mungkin secara tertulis. Rincian tindakan itu menjelaskan tentang : 1. Langkah demi langkah kegiatan yang akan di lakukan, 2. Kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh guru 3. Kegiatan yang diharapkan dilakukan oleh siswa. 4. Rincian tentang jenis media pembelajaran yang akan digunakan dan cara menggunakannya 5. Jenis instrumen yang disertai akan digunakan untuk rinci pengumpulan bagaimana

data/pengamatan menggunakannya.

dengan

penjelasan

c. Pengamatan atau observasi Pada tahap ini, peneliti (atau melakukan dan mencatat semua guru bertindak sebagai peneliti)

hal yang diperlukan dan terjadi selama

pelaksanaan tindakan berlangsung. Instrumen yang umum dipakai adalah a. soal tes, kuis b. rubrik, c. lembar observasi, dan catatan yang dipakai untuk memeperoleh data secara objektif yang tidak dapat terekam melalui lembar observasi, seperrti aktifitas sisiswa di dalam kelas tindakan berlangsung. Data yang telah dihibungkan hendaknya di cek untuk mengetahui keabsahannya. selama peemberian

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 96

Belajar/diskusi dengan orang lain yang memilki kecakapaan sesuai dengan tugas yang telah diberikan .Menyelesaikan tugas tepat waktu .mengembangkan data dan bahan secara mandiri .belajar/diskusi dengan teman tentang tugas yang diberikan.menggunakan waktu konsultasi dengan dosen secara teratur.mengembangkan sifat kolaboratif satu dengan yang lain . konstibusi. 4 Belajar yang diarahkan oleh dan untuk diri sendiri .analisis statistika dapat digunakan.Bekerja secara mandiri Meningkatnya Berupaya melakukan penilaian mandiri kemampuan melakukan terhadap target waktu penyelesaian tugas penilaian terhadap diri yang telah ditetapkan sendiri Melakukan penilaian mandiri terhadap kuantitas dan kualitas tugas yang telah dikerjakan d. Untuk hal berbagai teknik. dan melakuakn sintesis informasi. . .Belajar melalui media pembelajaran lain (internet. - 2 Semakin kegiatan mahasiswa pihak lain efektifnya belajar dengan 3 Semakin efektifnya kegiatan PBM yang dilakukan oleh mahasiswa. Refleksi Refleksi mencakup analisis.: Tabel Indikator Keberhasilan PTK No 1 Indikator keberhasilan PTK Semakin efektifnya waktu belajar oleh mahasiswa Rincian atau sub indikator keberhasilan : Siswa mampu….mengkonstruksi. Pengamatan atas tindakan yang dilakukan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 97 . dan penilaian terhadap hasi. sintesis.Menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu .Data yang telah terkumpul memerlukan analisis baik untuk mempermudah penggunaan maupun dalam penarikan kesimpulan. . .perpustakan dan lain-lain) dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.Menggunakan waktu secar efektif dan efisien untuk mengerjakan tugas .belajar dalam kelompok .

Bagaimana Rincian Dari Setiap Bagian Laporan Rincian setiap bagian laporan adalah sebagai berikut : a) Abstrak b) Pendahuluan c) Kajian pustaka d) Pelaksanaan penelitian e) Hasil penelitian dan pembahasan f) Kesimpilan dan saran g) Daftar pustaka h) Lampiaran-lampiran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 98 . tujuan kegunaan. terdiri dari : dilakukan oleh gurur adalah bidang Halaman. 2. daftar tabel. daftar isi. penelitian dibidang eksperimen latarbelakang masalah.Bagaimana Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas? Proses penysusunan laporan sebenarnya tidaklah sulit jika guru sudah disiplin mencatat apa saja yang telah dilakukan. Jenis kegiatan yang dilakukan Bagian isi : umumnya adalah 1. Pada umumnya kerangka penulisan KTI yang berupa hasil penelitian adalah sebagai berikut : Tabel Kerangka Penulisan KTI Yang Berupa Hasil Penelitian Ciri khusus Kerangka penulisan KTI merupakan hasil laporan hasil KTI laporan hasil penelitian penelitian umumnya terdiri dari tiga bagian utama. rumusan dalam pembelajran masalah. dan lain-lain. pembelajaran di kelasatau kata pengantar.penelitian 1. disekolahnya daftar gambar dab daftar lampiaran serta abstrak atau ringkasan. Bab 3 Metodee penelitian 4. yang berisi 2. Bab 5 kesimpilan dan saran. judul. yaitu : Kegiatan penelitian yang umum Bagian pendahuluan. Bab I pendahuluan atau tindakan kelas permasalahn. lembarr persetujuan. Bab 2 kajian Teori atau pekmbahasan pustakaan 3. Bab 4 hasil penelitian dan diskusi hasil penenlitian 5.

 Telah didiskusikan terlebih dahulu  Menggunakan pedoman KTI yang berlaku  Secara umum KTI yang baik adalah yang APIK komponen yang Nursa’id Fitria (06101410022) Page 99 .Menilai Laporan PTK Bagaiamana kriteria KTI yang benar dan baik ? Sebelum dikirim untuk di evaluasi KTI hendaknya :  Dinilai kembali oleh si penulis. Apakah semua seharusnya ada KTI telah tersaji dengan bail dan benar.

pendidikan dan sosial lainnya masih rendah. di pantai selatan Pulau Jawa. Namun demikian metode pemelitian dan pengembangan bisa juga digunakan dalam bidang ilmu-ilmu sosial seperti psikologi. Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan 1. Potensi dan Masalah Penelitian dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. Sebagai contoh. kapal laut. Penelitian Hibah Bersaing (didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) adalah penelitian yang menghasilkan produk. alat-alat kedokteran. dan lain-lain. bangunan gedung bertingkat dan alat-alat rumah tangga yang modern diproduk dan dikembangkan melalui penelitian dan pengembangan. obat-obatan. senjata. maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut. kendaraan bermotor. seperti alat-alat elektronik. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas. pesawat terbang. manajemen.PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Hampir semua produk teknologi. Jadi penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal (bertahap bisa multy years). Metode penelitian dan pengembangan telah banyak digunakan pada bidang-bidang Ilmu Alam dan Teknik. terdapat potensi angin dan sinar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 100 . pendidikan. Penelitian dan pengembangan yang menghasilkan produk tertentu untuk bidang administrasi. sehingga metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan. Padahal banyak produk tertentu dalam bidang pendidikan dan sosial yang perlu dihasilkan melalui research and development. sosiologi.

buku ajar. metode mengajar. Data angin tersebut kemudian dapat digunakan untuk merancang kincir angin atau produk lainnya yang dapat menghasilkan energi mekanik atau listrik. model unit produksi. misalnya untuk generator pembangkit tenaga listrik atau untuk turbin air. Desain produk harus diwujudkan dalam gambar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 101 . 2. dari mana arah angin dan lain-lain. modul.matahari. Misalnya potensi energi angin di pantai harus dapat dikemukakan data berapa kekuatan dan kecepatan angin. model uji kompetensi. model manajemen. kedua potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi energi mekanik yang dapat digunakan untuk menggerakkan sesuatu. Di sini diperlukan metode penelitian tersendiri. sistem evaluasi. yaitu lulusan yang jumlahnya banyak. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukkan dengan data empirik. Data tentang potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri. penataan ruang kelas untuk model pembelajaran tertentu. prooduk-produk yang dihasilkan melalui penelitian R&D diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan. dan lain-lain. maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Desain Produk Dalam bidang pendidikan. dan relevan dengan kebutuhan. sistem penggajian. Mengumpulkan Informasi Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan up to date. berkualitas. Produk-produk pendidikan misalnya kkurikulum yang spesifik untuk keperluan pendidikan tertentu. 3. sistem pembinaan pegawai. Hasil akhir penelitian dan pengembangannya adalah berupa desain produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya. Metode apa yang akan digunakan untuk penelitian tergantung permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai. tetapi bisa berdasarkan laporan penelitian orang lain atau dokumentasi laporan penelitian orang lain atau dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan atau instansi tertentu yang masih up to date. kompetensi tenaga kependidikan. media pendidikan. berapa lama dalam satu hari.

Validasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi. Dikatakan hipotetik karena efektivitasnya belum terbukti dan akan dapat diketahui setelah pengujianpengujian. setelah divalidasi dan direvisi. Efektivitas metode mengajar baru bisa diukur dan mudah diimplementasikan. suasana belajar menjadi kondusif dan hasil pembelajarn meningkat. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk dalam hal ini metode mengajar baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya. atau uraian ringkas sehingga akan memudahkan pihak lain untuk memahaminya. 5. Desain metode ini masih bersifat hipotetik.atau bagan. bagan. Uji Coba Produk Dalam bidang pendidikan. Perbaikan Desain Setelah desain produk divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya maka akan dapat diketahui kelemahannya. 6. sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. Uji coba tahap awal Nursa’id Fitria (06101410022) Page 102 . Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut. Sebelum diskusi peneliti mempresentasikan proses penelitian sampai ditemukan desain tersebut berikut keunggulannya. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk tersebut. hasil akhir dari kegiatan ini adalah berupa desain metode yaitu rancangan metode pembelajaran baru. 4. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Pada contoh tentang produk pendidikan di atas. Setiap desain produk perlu ditunjukkan dalam gambar kerja. desain produk seperti metode mengajar baru dapat langsung diuji coba. Dikatakan secara rasional karena validasi di sini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional belum berdasarkan fakta lapangan.

Pengujian tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi apakah metode mengajar baru tersebut lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan metode mengajar yang lama atau yang lain. mungkin ada kelemahannya. 7. Uji Coba Pemakaian Setelah pengujian terhadap produk berhasil dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting. Pembuatan Produk Massal Bila produk yang berupa metode mengajar baru tersebut telah dinyatakan efektif dalam beberapa kali pengujian maka metode mengajar baru tersebut dapat diterapkan pada setiap lembaga pendidikan. maka perlu diujicobakan lagi kelas yang lebih luas. Dalam uji pemakaian sebaiknya pembuat produk selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam hal ini adalah metode mengajar.dilakukan dengan simulasi penggunaan metode mengajar tersebut. maka selanjutnya produk yang berupa metode mengajar baru tersebut diterapkan dalam lingkup tersebut tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut. Revisi Produk Setelah produk diuji coba pada kelompok yang terbatas maka kelemahan yang terdapat dalam produk tersebut menjadi lebih terlihat jelas dan perlu dilakukan langkah selanjutnya yaitu revisi produk. 9. Setelah diperbaiki maka dapat diproduksi massal atau digunakan lembaga pendidikan yang lebih luas. kalau ada perlu segera diperbaiki lagi. Setelah direvisi. Setelah metode mengajar baru diterapkan selama setengah tahun atau satu tahun maka perlu dicek kembali. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 103 . 10. 8. Setelah disimulasikan maka dapat diujicobakan pada kelompok yang terbatas. Revisi Produk Revisi produk ini dilakukan apabila dalam pemakaian dalam lembaga pendidikan yang lebih luas terdapat kekurangan dan kelemahan.

Tujuan D. KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Manfaat BAB II LANDASAN TEORI.Laporan Penelitian R&D Metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sehingga menghasilkan produk baru dan selanjutnya menguji keefektifan produk tersebut. Dengan demikian laporan penelitian yang dibuat harus selalu dilampiri dengan produk yang dihasilkan berikut spesifikasi dan penjelasannya. Rumusan Masalah C. Lampiran berupa produk yang dihasilkan tersebut dibuat dalam buku tersendiri dan diberikan penjelasan tentang kehebatan produk tersebut berdasarkan hasil uji coba. SISTEMATIKA LAPORAN PENELITIAN R&D HALAMAN JUDUL ABSTRAK PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN A. Hipotesis (Produk yang akan dihasilkan) BAB III PRODUK PENELITIAN A. Kerangka Berpikir C. Sistematika laporan adalah sebagai berikut. Latar Belakang B. serta cara menggunakan produk tersebut. Langkah-langkah Penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 104 . Deskripsi Teori B.

4. Pengujian Tahap Ketiga (bila perlu) G. 3. 5. Desain Awal produk (gambar dan penjelasan) B. BAB IV Populasi dan Sampel Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Teknik Analisis Data HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Model Rancangan Eksperimen untuk Menguji Produk yang Telah Dirancang 2. Kesimpulan B. 6. 4. Metode Penelitian Tahap I 1. 5. Pembahasan Produk BAB V KESIMPULAN DAN SARA PENGGUNAANNYA A. Saran Penggunaan DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN INSTRUMEN LAMPIRAN DATA LAMPIRAN PRODUK YANG DIHASILKAN BERIKUT BUKU PENJELASANNYA Nursa’id Fitria (06101410022) Page 105 . Revisi Produk (Gambar setelah direvisi dan penjelasannya) F. Hasil Pengujian Pertama C. Hasil pengujian Tahap Kedua E. 2. Populasi Sampel Sumber Data Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Analisis Data Perencanaan Desain Produk Validasi Desain C.B. Revisi Produk (Gambar setelah dievisi dan penjelasannya) D. Penyempurnaan Produk (Gambar terakhir dan penjelasannya) H. 3. Metode Penelitian Tahap II 1.

2004. Jakarta: Rineka Cipta. Narbuko. Arikunto. Nazir. Bumi Aksara. Suhadjono dan Supardi. Tatang M.DAFTAR PUSTAKA Ali. Surabaya: usaha Nasional. 1997. Penelitian Kependidikan : Prosedur & Strategi. 1990. Amirin. Moh. 2008. Bandung: Alfabeta. Penelitian dalam Pendidikan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 106 . Margono. Jakarta: Rineka Cipta. Metode Penelitian Pendidikan. 2002. Jakarta: Rajawali Press. Jakarta: PT. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Angkasa. Metodologi Penelitian. S. Edisi Revisi V. Manajemen Penelitian. Saifuddin. Suharsimi. Arikunto. Donald. Suharsimi. 1990. Cholid dan Abu Achmadi. Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktek”. Jakarta: Ghalia Indonesia Sugiyono. Suharsimi. Muhammad. 1988. Metode Penelitian. Metodologi Penelitian Pendidikan. Ary. Metode Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto. Menyusun Rencana Penelitian. 1997. Azwar. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. 1985.. 2008. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful