KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Resume ini tepat pada waktunya. Tugas Resume ini selain disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Penelitian Pendidikan Kimia, tetapi lebih dari itu juga sebagai wahana pembelajaran bagi penulis guna mengetahui dan mengaktualisasikan diri menurut pengetahuan yang penulis peroleh dari lembaga pendidikan. Selama penyusunan resume ini, penulis banyak memperoleh bantuan, baik itu bimbingan, petunjuk maupun arahan dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih secara khusus penulis sampaikan kepada Prof. Dr. H. Fuad Abd. Rachman, M.Pd. dan Dr. Hartono, M.A. yang telah membantu penulis dalam penyelesaian tugas Resume ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada semua pihak lain yang telah banyak membantu. penulis menyadari bahwa tugas Resume ini masih jauh dari tatanan kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan serta akan penulis terima dengan hati yang ikhlas dan tangan terbuka demi bekal pembelajaran dan perbaikan pada masa yang akan datang. Akhirnya, penulis berharap agar tugas resume Penelitian Pendidikan Kimia ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Palembang, Juni 2013

Penulis,

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................ 1 Daftar Isi...................................................................................................................2

HAKIKAT PENELITIAN DAN JENIS PENELITIAN .................................... 3

PROPOSAL PENELITIAN ............................................................................. 15

SUMBER MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN ............................. 30

POPULASI DAN SAMPEL ........................................................................... 43

KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN ................................................................................................ 51

HIPOTESIS PENELITIAN ............................................................................. 64

TEKNIK PENGUMPULAN, PENGOLAHAN , ANALISIS DATA, PENYUSUN LAPORAN HASIL PENELITIAN ........................................... 74

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) ................................................... 85

METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (R&D) .......................100

Daftar Pustaka ......................................................................................................106

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 2

HAKIKAT PENELITIAN DAN JENIS PENELITIAN

A. HAKIKAT PENGETAHUAN Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia.

Cara memperoleh pengetahuan (Sumber Pengetahuan) :  Wahyu Pengetahuan yang datangnya dari Tuhan melalui kitab suci.  Pengalaman Dari pengalaman, orang mendapatkan pengetahuan apapun dari yang dialami akan menjadi pengetahuan. Pengalaman bisa jadi pengetahuan jika memiliki kepentingan akan dialami. Pengalaman yang banyak tidak menjamin pengetahuan yang didapat akan banyak pula.  Otoritas Otoritas atau kewenangan atau kepakaran. Jika kita ingin mendapatkan pengetahuan tentang sesuatu, sebaiknya ditanyakan pada ahlinya, artinya harus ditelaah terlebih dahulu.  Berpikir Deduktif (umum-khusus) Dari umum ke khusus atau dari sadar ke tidak sadar. Jika pengetahuan deduktif itu diterapkan, maka pengetahuannya/cara berpikirnya secara umum. Di mana penalaran deduktif ini memiliki kelemahan yaitu terdapat banyak pengecualian.  Berpikir Induktif (khusus-umum) Mengambil keputusan dari pengalaman, belajar dari hal-hal yang khusus atau belajar dari pengalaman. Di mana penalaran induktif ini memiliki kelemahan yaitu jika tidak dibatasi, maka banyak penyimpangan jadi harus dilakukan pembatasan populasi.  Metode Ilmiah Proses untuk mendapatkan pengetahuan dengan dua metode yaitu berpikir deduktif dan induktif.

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 3

B. suatu kebenaran ilmiah dapat diterima dikarenakan oleh tiga hal. KEBENARAN MUTLAK (WAHYU/AGAMA) YAKIN -----. Kadangkala kebenaran dapat ditemukan melalui proses nonilmiah.  Sesuai dengan hasil penginderaan/pengalaman empiris (sesuatu yang tidak bisa diamati secara empiris.LEBIH YAKIN Tidak bisa dibantah.YAKIN Kebenaran ilmiah (sains/ilmu) adalah: 1.DIPELAJARI -----. Sesuai dengan hasil penginderaan manusia berdasarkan pengalaman empiris Sifat Kebenaran ilmiah. Sesuai dengan akal/pikiran manusia berdasarkan pengetahuan yang ada (rasional/masuk akal) 2. dan 3) pragmatis. yaitu 1) adanya koheren 2) adanya koresponden.DIPELAJARI ------. Tentatif artinya kebenaran itu akan tetap dijadikan kebenaran sebelum ada yang menyangkalnya (bersifat sementara) Ciri-ciri Kebenaran Ilmiah  Sesuai dengan rasio/akal manusia berdasarkan pengetahuan yang dimiliki Contoh kayu dibakar jadi abu atau arang  memang sesuai dengan rasio pengetahuan manusia. KEBENARAN 1. yaitu : a. bermula dari suatu keyakinan lalu dipelajari agar lebih meyakinkan 2. KEBENARAN ILMIAH (ILMU/SAINS) RAGU -------. seperti : Nursa’id Fitria (06101410022) Page 4 . maka tidak bisa dikatakan sebagai ilmu) Umumnya. Kebenaran Nonilmiah Tidak selamanya penemuan kebenaran diperoleh secara ilmiah. Relatif artinya tidak mutlak/suatu saat tidak benar b.

Penemuan kebenaran secara kebetulan Penemuan kebenaran secara kebetulan tidak lain dari takdir Tuhan. ataupun melalui suatu renungan.a. Akal sehat dapat menghasilkan kebenaran dan dapat pula menyesatkan c. Walaupun penemuan kebenaran secara kebetulan bukanlah kebenaran yang ditemukan secara ilmiah. gejala-gejala. Kebenaran dengan intuisi diperoleh secara cepat sekali melaui proses luar sadar tanpa menggunakan penalaran dan proses berpikir. Penemuan kebenaran secara intuitif Kebenaran dapat juga dperoleh berdasarkan intuisi. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 5 . tetapi banyak penemuan tersebut telah menggoncangkan dunia ilmu pengetahuan b. d. Penemuan kebenaran secara common sense (akal sehat) Penemuan sense merupakan serangkaian konsep atau bagan konseptual yang memuaskan untuk digunakan secara praktis. fenomena. f. Fungsi ilmu  MENERANGKAN (EXPLAIN) Yang diterangkan dalam ilmu yaitu kejadian. Penemuan kebenaran melalui spekulasi Penemuan kebenaran dengan spekulasi sedikit lebih tinggi tarafnya dari penemuan secara trial and error. g. jika wahyu datangnya dari Allah melalui Rasul dan Nabi. Penemuan kebenaran karena kewibawaan Umumnya kebenaran karena kewibawaan didasarkan pada logika saja. Penemuan kebenaran secara trial and error Bekerja secara trial and error adalah melalukan sesuatu secara aktif dengan mengulang-ulang pekerjaan tersebut berkali-kali dengan menukar-nukar cara dan materi. Penemuan kebenaran melalui wahyu Kebenaran yang didasarkan kepada wahyu merupakan kebenaran mutlak. Kebenaran karena wibawa dianggap suatu kebenaran yang diperoleh tanpa prosedur ilmiah. e.

Atau rangkaian masalah. 2. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam suatu penelitian seperti disebut dalam definisi ini sesuai dengan langkah-langkah berpikir ilmiah. Merasakan suatu kesulitan Terasa kesenjangan antara alat-alat untuk mencapai suatu tujuan atau terasa kesulitan menemukan ciri-ciri atau pola dari suatu objek. Untuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikkan tingkat ilmu serta teknologi. Penelitian adalah semua kegiatan pencarian. penyelidikan. atau terasa kesukaran menerangkan sesuatu peristiwa. Menegaskan persoalan Setelah merasakan adanya kesulitan. kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu Hakikat Penelitian Pendidikan Sama seperti penelitian pada umumnya. Adapun langkah-langkah berpikir ilmiah ialah : 1. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 6 . petlu ditegaskan apa persoalan sebenarnya. disusun kemungkinan pemecahan persoalan atau menerangkan objek atau peristiwa itu. dan percobaan sacara ilmiah dalam suatu bidang tertentu. 3. Menyusun hipotesis Bila sudah dirumuskan persoalan. hanya yang dibicarakan adalah masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran. MERAMALKAN (PREDICTION) Meramalkan sesuatu yang belum terjadi  MENGENDALIKAN (CONTROL) Mengantisipasi terhadap suatu kejadian Pengertian Hakikat Penelitian Penerapan pendekatan ilmiah dalam penyelesaian masalah atau suatu usaha yang sistematis dan obyektif dalam mencari pengetahuan yang dapat dipercaya.

Pelajar (kegiatan dan intelengensi mereka) 3. Ruang Lingkup Penelitian memegang peranan yang sangat penting dalam membantu manusia memperoleh jawaban atas suatu pertanyaan atau pemecahan atas suatu masalah. Cara mengajar 4. 6.4. Mengambil kesimpulan Dari data-data yang sudah diolah diambil kesimpulan untuk menerima atau menolak hipotesis yang dirumuskan pada langkah berpikir ketiga diatas. Guru 5. Lingkungan kawan sebaya 8. Menentukan kegunaan atau nilai umum dari kesimpulan Jika pemecahan persoalan itu dapat diterima maka dipertanyakan apa kegunaannya untuk masa mendatang atau apa nilai pemecahan persoalan itu untuk kepentingan yang akan datang. 5. Mengumpulkan data Data adalah bahan informasi untuk proses berpikir gamblang atau eksplisit. yaitu : 1. Mata pelajaran 2. Dalam konteks ini maka fungsi penelitian adalah membantu manusia meningkatkan kemampuannya untuk menginterpretasikan fenomena-fenomena masyarakat yang kompleks dan kait-mengait demi kemajuan manusia atau demi eksistensi manusia itu sendiri. Kompleksitas masalah pendidikan memang diakibatkan oleh luasnya ruang lingkup pendidikan itu sendiri. Lingkungan masyarakat Nursa’id Fitria (06101410022) Page 7 . Di dalam hal ini Tyler menyebutkan delapan wajah yang merupakan peta konseptual pendidikan. Sekolah sebagai lambaga sosial 6. Lingkungan rumah 7.

Meramalkan Tugas ini memberikan perkiraan-perkiraan. 4. Mameriksa Keadaan Tugas menyandra atau mengadakan deskripsi yaitu memaparkan dengan gamblang hal-hal yang dipermasalahkan. Tugas dan Jenis Penelitian Kegiatan di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan adalah dua kegiatan terpadu erat. Membentuk suatu badan informasi tentang usaha pendidikan yang bermanfaat dalam penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan. 4. rangsangan dan penyuluhan yang berhasil untuk pembaruan pendidikan. prosedur dan bahan-bahan untuk menunjukkan hasil pendidikan yang telah dicapai. 3.Sehubungan dengan penelitian pendidikan dan hasilnya Tyler mengemukkan lima fungsi penelitian pendidikan yang dapat dilakukan pada masa kini. Kelima fungsi penelitian itu mencakup : 1. atau proyeksi di masa yang akan datang atas peristiwa yang diduga bakal terjadi. maka tugas ilmu pengetahuan dan penelitian dapat dinyatakan secara terpadu pula sebagai berikut : 1. Menilai program. 2. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 8 . Menyediakan pandangan. 2. Menyusun teori Tugas ini mencari dan merumuskan hukum-hukum yang menjelaskan hubungan antara peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain yang ada kaitannya. usaha dan bahan-bahan dan keadaan hasil-hasil yang dicapai. biaya dalam ukuran waktu. Menunjukkan isi dan cara mengajar serta mengorganisasikan dan menjalankan sekolah. Mengembangkan teori yang lebih memadai dan sahih (valid) tentang proses pendidikan serta pengoperasian usaha. 5. Menerangkan kondisi yang mendasari peristiwa-peristiwa 3.

Melakukan pengendalian Tugas ini berusaha mengendalikan peristiwa-peristiwa. digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Metode Penelitian Kuantitatif Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme. teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random. JENIS-JENIS PENELITIAN Secara umum penelitian terbagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut: 1. Filsafat positivisme memandang realitas/gejala/fenomena itu dapat diklasifikasikan. pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian. sehingga kesimpulan hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi di mana sampel tersebut diambil. relatif tetap. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif atau inferensial sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak. 2. Hipotesis tersebut selanjutnya diuji melalui pengumpulan data lapangan. Penelitian kuantitatif umumnya dilakukan pada sampel yang diambil secara random. Proses penelitian bersifat deduktif. karena pada awalnya metode ini lebih Nursa’id Fitria (06101410022) Page 9 . di mana untuk menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan hipotesis. gejala-gejala yang diperkirakan bakal terjadi.5. Penelitian pada umumnya dilakukan pada populasi atau sampel tertentu yang representatif. terukur. dan hubungan gejala bersifat sebab akibat. Penelitian Kualitatif Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). Untuk mengumpulkan data digunakan instrumen penelitian. teramati. disebut juga sebagai metode ethnografi. konkret. analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Generalisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan transferability  Menurut penggunaannya 1. kompleks. memotret. Penelitian dasar atau penelitian murni (pure research) LIPI mendefinisikan penelitian dasar sebagai penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah atau menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif Filsafat postpositivisme sering juga disebut juga sebagai paradigma interpretif dan konstruktif. Dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument. data yang pasti yang merupakan suatu nilai dibalik data yang tampak. tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada obyek tersebut. yang memandang realitas sosial sebagai sesuatu yang holistic/utuh. menganalisis. dan hubungan gejala bersifat interaktif (reciprocal). maka teknik pengumpulan data bersifat triangulasi. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 10 . disebut sebagai metode kualitatif. Untuk dapat menjadi instrumen.banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. Analisis data yang dilakukan bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan dan kemudian dikonstruksikan menjadi hipotesis dan teori. penuh makna. maka peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas. Obyek yang alamiah adalah obyek yang berkembang apa adanya. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam terhadap situasi sosial pendidikan yang diteliti. suatu data yang mengandung makna. Makna adalah data yang sebenarnya. sehingga mampu bertanya. tetapi lebih menekankan pada makna. dinamis. Penelitian dilakukan pada obyek yang alamiah. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam. yaitu peneliti itu sendiri. dan mengkonstruksi situasi sosial yang diteliti menjadi lebih luas dan bermakna. yaitu menggunakan berbagai teknik pengumpulan data secara gabungan/simultan.

dan tuntas. 3. Penelitian terapan (applied research) Batasan yang diberikan LIPI : Penelitian terapan adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. 2. Data yang berbobot adalah data yang diuji secara eksternal dan internal. Penelitian dilakukan dengan tertib.  Menurut metodenya     Penelitian historis Penelitian filosofis penelitian observasional penelitian eksperimental  Menurut sifat permasalahannya         Penelitian histories Penelitian deskriptif Penelitian perkembangan Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian korelasional Penelitian kausal-komparatif Penelitian eksperimental Penelitian tindakan 1. 4. Penelitian histories Penelitian ditujukan kepada rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif memahami peristiwa-peristiwa masa lampau. Kekhususan 1. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 11 melakukan observasi atas peristiwa-peristiwa yang . objektif. Data yang dikumpulkan dari sumber primer yaitu penelitian sendiri langsung dilaporkan.2. sistematis. Data yang dikumpulkan diambil dari hasil observasi orang lain.

Bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang dihadapi sekarang. Bila metoda penelitian yang dipakai dengan pendekatan cross-sectional maka sampel yang dipilih harus representatif mewakili populasi penelitian. Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian kasus memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan terperinci mengenai latar belakang keadaan sekarang yang dipermasalahkan. Kekhususan 1. 2. Bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi untuk disusun. Penelitian deskriptif Penelitian deskriptif berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu. sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada kesatuan itu. dijelaskan dan dianalisis. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 12 . Penelitian perkembangan Penelitian perkembangan menyelidiki pola dan proses pertumbuhan sebagai fungsi dari waktu. 3.2. 2. Kekhususan : a. Kekhususan 1. Memusatkan perhatian pada ubahan-ubahan dan perkembangan selama jangka waktu tertentu. 4. Subjek yang diteliti terdiri dari suatu kesatuan secara mendalam. 3. Penelitian umumnya memakai waktu yang panjang atau bersifat longitudinal.

Penelitian korelasional Penelitian korelasional bertujuan melihat hubungan antara dua gejala atau lebih. Suatu gejala yang diamati. Kekhususan 1. ubahan-ubahan yang diteliti juga terbatas. Penelitian eksperimental Penelitian dengan melakukan percobaan terhadap kelompok-kelompok eksperimen. Pengumpulan data mengenai gejala yang diduga mempunyai hubungan sebab akibat itu dilakukan setelah peristiwa yang dipermasalahkan itu telah terjadi. Menggunakan sedikitnya dua kelompok eksperimen Nursa’id Fitria (06101410022) Page 13 . yang terpusat pada aspek yang menjadi kasus. Di dalam eksperimen terhadap kelompok yang dikenai perlakuan eksperimental dan kelompok yang dikenai perlakuan pembanding. 2. Misalnya apakah ada hubungan antara status sosial orang tua siswa dengan prestasi anak mereka. Kekhususan 1.b. Misalnya hendak meneliti keefektifan metode-metode mengajar. dari ubahan-ubahan dan kondisi-kondisi yang lebih besar jumlahnya. diusut kembali dari suatu faktor atau beberapa faktor pada masa lampau. 2. Misalnya sikap santai siswa dalam kegiatan belajar mungkin disebabkan banyaknya lulusan pendidikan tertentu yang tidak mendapat lapangan kerja. Selain peneliti hanya pada suatu unit. Penelitian hubungan sebab-akibat Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat antara faktor tertentu yang mungkin menjadi penyebab gejala yang diselidiki. 6. 5. 7. Data sebagai hasil pengaruh perlakuan terhadap kelompok eksperimen diukur secara kuantitatif kemudian dibandingkan.

4. Misalnya. meniliti keterampilan kerja yang sesuai bagi siswa putus sekolah di suatu daerah. Harus mempertimbangkan kesahihan keluar. Penelitian tindakan Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru untuk mengatasi kebutuhan dalam dunia kerja atau kebutuhan praktis lain. Mengusahakan agar pengaruh perlakuan eksperimen menjadi maksimal dan pengaruh ubahan penyangga menjadi minimal. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 14 .3. 8.

Metode Penelitian. Batasan Masalah D. Rumusan Masalah E. Proposal Penelitian Kuantitatif Proposal penelitian kuantitatif dikemas dalam sistematika seperti berikut: SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF I. perlu diantisipasi tentang berbagai sumber yang dapat digunakan untuk mendukung dan yang menghambat terlaksananya penelitian. dan Jadwal Penelitian.PROPOSAL PENELITIAN PROPOSAL PENILITIAN Rancangan atau proposal penelitian merupakan pedoman yang berisi langkah-langkah yang akan diikuti oleh peneliti untuk melakukan penelitiannya. Masalah itu muncul pada ruang (tempat) dan waktu tertentu. dan penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan. Rancangan penelitian harus dibuat secara sistematis dan logis sehingga dapat dijadikan pedoman yang betul-betul mudah diikuti. Masalah merupakan “penyimpangan” dari apa seharusnya dengan apa terjadi. yaitu Permasalahan. Kegunaan Hasil Penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 15 . penyimpangan antara teori dengan praktik. Penelitian dilakukan berangkat dari adanya suatu permasalahan. Landasan Teori dan Pengajuan Hipotesis. Organisasi. Identifikasi Masalah C. Dalam menyusun rancangan penelitian. PENDAHULUAN A. Rancangan penelitian yang sering disebut proposal penelitian paling tidak berisi empat komponen utama. penyimpangan antara rencana dengan pelaksanaan. Tujuan Penelitian F. Latar Belakang B.

Jadwal Penelitian V. BIAYA YANG DIPERLUKAN I. Melalui analisis masalah ini. Metode B. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 16 . sekarang ini tampak ada penyimpangan-penyimpangan dari standar yang ada. Identifikasi Masalah Dalam bagian ini perlu dituliskan berbagai masalah yang ada pada obyek yang diteliti. A.II. Populasi dan Sampel C. PROSEDUR PENELITIAN A. sehingga permasalahan menjadi jelas. Hipotesis III. B. baik yang akan diteliti maupun yang tidak akan diteliti sedapat mungkin dikemukakan. Teknik Pengumpulan Data E. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Pada bagian ini berisi tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi pada suatu obyek penelitian. Deskripsi Teori B. LANDASAN TEORI. baik standar yang bersifat keilmuan maupun aturan-aturan. peneliti harus melakukan analisis masalah. Kerangka Berfikir C. Teknik Analisis Data IV. Organisasi Penelitian B. Oleh karena itu dalam latar belakang ini. Instrumen Penelitian D. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. peneliti harus dapat menunjukkan adanya suatu penyimpangan yang ditunjukkan dengan data dan menuliskan mengapa hal ini perlu diteliti. Semua masalah dalam obyek. tetapi dalam peristiwa itu. KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A.

Batasan Masalah Karena adanya keterbatasan. dan bagaimana hubungan variabel yang satu dengan yang lain). dana. dan supaya penelitian dapat dilakukan secara lebih mendalam. di mana akan dilakukan penelitian. maka masalah yang akan diteliti itu perlu dirumuskan secara spesifik. maka selanjutnya dapat dirumuskan masalah penelitian. selanjutnya dikemukakan hubungan satu masalah dengan masalah yang lain. melakukan observasi. Berdasarkan berbagai permasalahan yang telah diketahui tersebut. Rumusan Masalah Setelah masalah yang akan diteiti itu ditentukan (variabel apa saja yang akan diteliti. tenaga. sehingga semua permasalahan dapat diidentifikasikan. Masalah apa saja yang diduga berpengaruh positif dan negatif terhadap masalah yang diteliti. waktu. Masalah yang akan siteliti itu kedudukannya di mana dia antara masalah yang akan diteliti. teori-teori. Sebaiknya rumusan masalah itu dinyatakan dalam kalimat pertanyaan. Jadi pola pikir dalam merumuskan masalah itu ada empat tahapan yang dapat digambarkan sebagai berikut. Berdasarkan batasan masalah ini.Untuk dapat mengidentifikasi masalah dengan baik. Untuk itu maka peneliti memberi batasan. maka tidak semua masalah yang telah diidentifikasikan akan diteliti. D. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 17 . serta bagaimana hubungan variabel satu dengan variabel yang lain. maka peneliti perlu melakukan studi pendahuluan ke obyek yang diteliti. Selanjutnya masalah tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk variabel. dan supaya masalah dapat terjawab secara akurat. dan wawancara ke berbagai sumber. variabel apa saja yang akan diteliti. C.

Rumusan masalah dan tujuan penelitian ini jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 18 . Misalnya rumusan masalahnya: Bagaimanakah tingkat disiplin guru di Sekolah A? Maka tujuan penelitiannya adalah: ingin mengetahui seberapa tinggi tingkat disiplin guru di Sekolah A. Kalau rumusan masalahnya : apakah ada pengaruh latihan terhadap produktivitas kerja pegawai. Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang dituliskan. Tetapi keduanya ada kaitannya dengan permasalahan. tetapi tujuan di sini berkenaan dengan tujuan peneliti dalam melakukan penelitian. maka tujuan penelitiannya adalah: ingin mengetahui apakah ada pengaruh latihan terhadap produktivitas kerja pegawai dan kalau ada seberapa besar. oleh karena itu dua hal ini ditempatkan di bagian ini.E. Tujuan Penelitian Tujuan dan kegunaan penelitian sebenarnya dapat diletakkan di luar pola pikir dalam merumuskan masalah. Tujuan penelitian di sini tidak sama dengan tujuan yang ada pada sampul skripsi atau tesis. yang merupakan tujuan formal (misalnya untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapat gelar sarjana).

baik masalah yang akan diteliti maupun tidak diteliti. tenaga. Rumusan Masalah Dinyatakan dalam kalimat pertanyaan . jelas dan spesifik. dan asosiatif. Peneliti juga perlu menuliskan mengapa hal itu perlu diteliti. Tunjukkan hubungan masalah satu dengan masalah yang lain. Masalah yang diteliti umumnya merupakan variabel independen. Pola Pikir Dalam Merumuskan Masalah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 19 . Penyimpangan ini perlu ditunjukkan dalam data. Batasan Masalah Karena keterbatasan waktu.Latar Belakang Masalah Berisi tentang sejarah dan peristiwa yang terjadi pada obyek yang akan diteliti. teori dan supaya penelitian lebih mendalam maka penelitian dibatasi pada beberapa variabel saja. Identifikasi Masalah Semua masalah yang ada pada obyek penelitian dikemukakan. tetapi peristiwa itu nampaknya ada penyimpangan dari standar keilmuan maupun aturan. Dapat berbentuk rumusan masalah deskriptif. dana. komparatif.

II. Bila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening. sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis). LANDASAN TEORI. Kegunaan untuk mengembangkan ilmu/kegunaan teoritis b. yaitu membantu memecahkan dan mengantisipasi masalah yang ada pada obyek yang diteliti. KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Kegunaan hasil penelitian ada dua hal. Di sini juga diperlukan dukungan hasil-hasil penelitian yang telah ada sebelumnya yang ada kaitannya dengan variabel yang diteliti. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. mengapa variabel itu ikut Nursa’id Fitria (06101410022) Page 20 . Jumlah teori yang dikemukakan tergantung pada variabel yang diteliti. Teori-teori yang digunakan bukan sekedar pendapat dari pengarang. tetapi teori yang betul-betul telah teruji kebenarannya secara empiris. dan penyusunan instrumen penelitian. B. pendapat penguasa. maka juga perlu dijelaskan.F. Kegunaan praktis. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Deskripsi Teori Deskripsi teori adalah teori-teori yang relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti. Kalau tujuan penelitian dapat tercapai. Kalau variabel yang diteliti ada lima maka jumlah teori yang dikemukakan juga harus ada lima. Kegunaan Hasil Penelitian Kegunaan hasil penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dan dependen. dan rumusan masalah dapat terjawab secara akurat maka sekarang kegunaanya apa. yaitu: a.

Metode Penelitian Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis. Populasi dan Sampel Dalam penelitian perlu dijelaskan populasi dan sampel yang dapat digunakan sebagai sumber data. Hipotesis Penelitian Karena hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang diajukan. Oleh karena itu pada setiap penyusunan harus didasarkan pada kerangka berpikir. B. Jumlah instrumen yang akan digunakan tergantung pada variabel yang diteliti. dll).dilibatkan dalam penelitian. Dalam hal ini perlu dikemukakan instrumen apa saja yang akan digunakan untuk penelitian. Kalau ada rumusan masalah: adakah pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai. maka akan menggunakan lima instrumen. Instrumen Penelitian Penelitian yang bertujuan untuk mengukur suatu gejala akan menggunakan instrumen penelitian. diperlukan metode penelitian. kerangka berpikirnya: “jika kepemimpinan baik. III. Bila hasil penelitian akan digeneralisasikan (kesimpulan data sampel yang dapat diberlakukan untuk populasi) maka sampel yang digunakan sebagai sumber data harus representatif dapat dilakukan dengan cara mengambil sampel dari populasi secara random sampai jumlah tertentu. prosedur pengujian validitas dan reliabilitas instrumen. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 21 . Untuk itu di bagian ini perlu ditetapkan metode penelitian apa yang akan digunakan. maka titik tolak untuk merumuskan hipotesis adalah rumusan masalah dan kerangka berpikir. PROSEDUR PENELITIAN A. maka motivasi kerja akan tinggi” maka hipotesisnya adalah: ada pengaruh yang tinggi/rendah dan signifikan kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai. apakah metode survey atau eksperimen. skala pengukuran yang ada pada setiap jenis instrumen (Likert. C. Bila variabel yang diteliti jumlahnya lima. C.

Selain itu konsekuensi dari mencantumkan ketiga teknik pengumpulan data itu adalah: setiap teknik pengumpulan data yang dicantumkan harus disertai datanya. Tetapi kalau hanya rumusan masalah itu dijawab maka sulit membuat generalisasi. dan berapa lama akan dilakukan. Dalam jadwal berisi kegiatan apa yang akan dilakukan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 22 . maka rumusan masalah penelitian itulah yang perlu dijawab. Jangan semua teknik pengumpulan data (angket. akan menentukan teknik statistik mana yang digunakan. Organisasi Penelitian Bila penelitian dilaksanakan oleh tim/kelompok maka diperlukan adanya organisasi pelaksana penelitian. observasi. Jadwal Penelitian Setiap rancangan penelitian perlu dilengkapi dengan jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. Memang untuk mendapatkan data yang lengkap dan obyektif penggunaan berbagai teknik sangat diperlukan. IV. Bentuk hipotesis mana yang diajukan. sehingga kesimpulan yang dihasilkan hanya dapat berlaku untuk sampel yang digunakan. Teknik Analisis Data Untuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif. tetapi bila suatu teknik dipandang mencukupi maka teknik yang lain bila digunakan akan menjadi tidak efisien. Bila peneliti tidak membuat hipotesis. sehingga betul-betul didapat data yang valid dan reliabel. B. wawancara) dicantumkan kalau sekiranya tidak dapat dilaksanakan. Teknik Pengumpulan Data Yang diperlukan di sini adalah teknik pengumpulan data mana yang paling tepat. maka teknik analisis data ini telah ditentukan. tidak dapat berlaku untuk populasi. maka teknik analisis data ini berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian hipotesis yang diajukan. E. Minimal ada ketua yang bertanggung jawab dan anggota. sebagai pembantu ketua. Jadi sejak membuat rancangan.D.

Komponen dan Sistematika Proposal Komponen dalam proposal penelitian tersebut secara garis besarnya terdiri atas. pola pikir deduktif. penuh makna. teramati. realitas dipandang sesuatu holistik. landasan teori. metode penelitian. Sedangkan dalam metode kualitatif yang berpandangan bahwa. pendahuluan. dan pola pikir induktif. maka proposal penelitian kuantitatif dipandang sebagai “blue print” yang harus digunakan sebagai pedoman baku untuk melaksanakan dan mengendalikan penelitian. dinamis. tetap. Proposal Penelitian Kualitatif Dalam penelitian kuantitatif. maka proposal penelitian kualitatif yang dibuat masih bersifat sementara. serta lamanya penelitian dilakukan. jadwal penelitian. realitas dianggap tunggal. sehingga permasalahan belum jelas. organisasi penelitian. tingkat resiko kegiatan yang dilakukan. jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal peneliti. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 23 . karena permasalahan yang diteliti sudah jelas. Biaya Penelitian Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. dan akan berkembang setelah peneliti memasuki obyek penelitian/situasi sosial.C. kompleks. dan biaya penelitian. Jumlah biaya yang diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya. 1.

PROSEDUR PENELITIAN A. Manfaat Penelitian II. Latar Belakang B. STUDI KEPUSTAKAAN A. Tujuan Penelitian E. Fokus Penelitian C. Teknik Analisis Data G. Tempat Penelitian C. BIAYA YANG DIPERLUKAN Nursa’id Fitria (06101410022) Page 24 . Teknik Pengumpulan Data F. Sampel Sumber Data E. Instrumen Penelitian D. Metode dan Alasan Menggunakan Metode B. ………………………….. …………………………. …………………………. III. Organisasi Penelitian B. PENDAHULUAN A. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. Rumusan Masalah D.. C. Rencana Pengujian Keabsahan Data IV.SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF I. B.. Jadwal Penelitian V.

tetapi lebih makro dan berkaitan dengan kemungkinan apa yang terjadi pada obyek/situasi sosial penelitian tesebut. yang bersifat spesifik. maka peneliti perlu mengganti rumusan masalah penelitiannya. Dalam proposal tujuan penelitian terkait dengan rumusan masalah. pengalaman. A. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah ini merupakan panduan awal bagi peneliti untuk penjelajahan pada obyek yang diteliti. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dalam proposal penelitian kualitatif juga masih bersifat sementara. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 25 . Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif tidak berkenaan dengan variabel penelitian. perencanaan. dokumentasi laporan penelitian. teori pengalaman. Masalah ini perlu dikemukakan dalam bentuk data. tujuan. D. Namun bila rumusan masalah ini tidak sesuai dengan kondisi obyek penelitian. namun perlu dikemukakan dalam proposal penelitian. Dalam latar belakang masalah ini perlu dikemukakan gambaran keadaan yang sedang terjadi selanjutnya dikaitkan dengan peraturan/kebijakan. dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan. atau pernyataan orang-orang yang dianggap kredibel dalam media cetak maupun elektronik. penentuan fokus berdasarkan hasil studi pendahuluan. masalah ini bersifat sementara. referensi. yaitu untuk mengetahui segala sesuatu setelah rumusan masalah itu terjawab melalui pengumpulan data. bisa diperoleh dari studi pendahuluan. C.I. dan disarankan oleh pembimbing atau orang yang dipandang ahli. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Walaupun dalam penelitian kualitatif. Fokus Penelitian Pada penelitian kualitatif. sehingga terlihat adanya kesenjangan yang merupakan masalah. Fokus dalam penelitian ini juga masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian di lapangan.

peneliti bermaksud memahami situasi sosial secara mendalam. kemutakhiran. teori yang dikemukakan bersifat sementara.E. menemukan pola. kompleks dinamis. maka akan berguna untuk menjelaskan. sampel sumber data penelitian. II. dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti. dan pedoman wawancara. tetapi justru menemukan hipotesis. Terdapat tiga kriteria terhadap teori yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian. tempat penelitian. teknik analisis data. dan keaslian. III. holistik. Dalam penelitian kualitatif. STUDI KEPUSTAKAAN Studi berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang terkait dengan nilai. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 26 . dan mengendalikan suatu gejala. kuesioner. Selain itu. namun juga tidak menolak manfaat praktisnya untuk memecahkan masalah. Apabila peneliti kualitatif dapat menemukan teori. dan rencana pengujian keabsahan data. manfaat penelitian lebih bersifat teoritis. tidak perlu dibuat kerangka berpikir sebagai dasar untuk perumusan hipotesis. karena dalam penelitian kualitatif tidak akan menguji hipotesis. teknik pengumpulan data. yaitu relevansi. dan penuh makna sehingga tidak mungkin data pada situasi sosial tersebut dijaring dengan metode penelitian kuantitatif dengan instrumen seperti tes. dan akan berkembang atau berubah setelah peneliti berada di lapangan. Metode dan Alasan Menggunakan Metode Kualitatif Pada umumnya alasan menggunakan metode kualitatif karena pemasalahan belum jelas. Selanjutnya dalam landasan teori. instrumen penelitian. METODE PENELITIAN Komponen dalam metode penelitian kualitatif adalah: alasan menggunakan metode kualitatif. hipotesis dan teori. A. Manfaat Penelitian Untuk penelitian kualitatif. memprediksikan. budaya. yaitu untuk pengembangan ilmu.

B. Misalnya di sekolah. tetapi juga dihayatinya. pada proposal masih bersifat sementara. Untuk itu perlu dikemukakan siapa yang akan menjadi instrumen penelitian. 4. Tempat Penelitian Dalam hal ini perlu dikemukakan tempat di mana situasi sosial tersebut akan diteliti. Situasi sosial untuk sampel awal sangat disarankan suatu situasi sosial yang di dalamnya menjadi semacam muara dari banyak domain lainnya. Instrumen yang akan digunakan perlu dikemukakan pada bagian ini. yang menjadi instrumen utama adalah peneliti sendiri atau anggota tim peneliti. atau mungkin setelah permasalahannya dan fokus jelas peneliti akan menggunakan instrumen. Sampel Sumber Data Dalam penelitian kualitatif. sehingga mampu “membukakan pintu” ke mana saja peneliti akan melakukan pengumpulan data. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi. D. di jalan. sehingga sesuatu itu bukan sekedar diketahui. Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti. Penentuan sampel sumber data. dan lain-lain. sampel sumber data dipilih secara purposive dan bersifat snowball sampling. Instrumen Penelitian Dalam penelitian kualitatif. di lembaga pemerintahan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 27 . Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil “kemasannya” sendiri. C. 3. Selanjutnya dinyatakan bahwa. di perusahaan. Sampel sumber data pada tahap awal memasuki lapangan dipilih orang yang memiliki power dan otoritas pada situasi sosial atau obyek yang diteliti. dan akan berkembang kemudian setelah peneliti di lapangan. 2. sampel sebagai sumber data atau sebagai informan sebaiknya yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. di rumah.

Teknik Pengumpulan Data Pada bagian ini dikemukakan bahwa. E. maka perlu dikemukakan apa yang diobservasi. analisis datanya dengan analisis domain. teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi partisipan. studi dokumentasi. triangulasi. kalau wawancara. diskusi dengan teman sejawat. Setelah analisis komponensial dilanjutkan analisis tema. F. analisis data dilakukan dengan analisis taksonomi. Perlu dikemukakan kalau teknik pengumpulan datanya dengan observasi. pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan struKtural. dan analisis kasus negatif. analisis data dengan analisis komponensial. dalam penelitian kualitatif. uji dependabilitas (reliabilitas) data. wawancara mendalam. meningkatkan ketekunan. uji transferabilitas (validitas eksternal/generalisasi) dan uji konfirmabilitas (obyektivitas). Teknik Analisis Data Teknik analisis data lebih banyak dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. Tahap kedua adalah menentukan fokus. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 28 . Tahapan dalam penelitian kualitatif adalah tahap memasuki lapangan dengan grand tour dan minitour question. Namun yang utama adalah uji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara: perpanjangan pengamatan. dan gabungan ketiganya atau triangulasi. Mereka yang pada mulanya tergolong “cukup asing” dengan peneliti sehingga lebih menggairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber.5. kepada siapa akan melakukan wawancara. Selanjutnya pada tahap selections. member check. Rencana Pengujian Keabsahan Data Uji keabsahan data meliputi uji kredibilitas data (validitas internal). teknik pengumpulan data dengan minitour question. G.

ORGANISASI PENELITIAN DAN JADWAL PENELITIAN A. pengumpul data. Organisasi Organisasi penelitian ini perlu dikemukakan. Dalam organisasi penelitian ini terdiri atas ketua tim peneliti. B. tingkat resiko kegiatan yang dilakukan. serta lamanya penelitian dilakukan. Jumlah biaya yang diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya. bila penelitian dilakukan oleh tim.IV. beberapa anggota peneliti. C. tenaga administrasi. Pembiayaan Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal peneliti. antara 6 bulan sampai 24 bulan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 29 . Jadwal Penelitian Pada umumnya penelitian kualitatif memerlukan waktu yang relatif lama. bendahara. Untuk itu perlu direncanakan jadwal pelaksanaan penelitian yang berisi aktivitas yang dilakukan dan kapan akan dilakukan. Masing-masing perlu dikemukakan uraian tugas dan waktu yang tersedia.

Stonner mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antar pengalaman dengan kenyataan. Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi. b. secara teknis masalah menyiratkan adanya kemungkinan dilakukannya suatu penyelidikan empiris. antara apa yang direncanakan dengan kenyataan. Orang atau kelompok yang biasanya mengelola pendidikan dengan sistem sentralisasi lalu berubah menjadi desentralisasi. Orang yang bisanya menjadi pimpinan pada bidang pemerintahan harus berubah ke bidang pendidikan. a. Dalam bidang penelitian. konteks dan skop kependidikan. karena akan dapat menimbulkan masalah. informasi atau keputusan. 1989).SUMBER MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN SUMBER MASALAH Langkah pertama yang harus dilalui oleh seorang peneliti dalan proses penelitiannya adalah penentuan masalah. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan Di dunia ini yang tetap hanya perubahan. serta kerangka kerja laporan penelitiannya. atau dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) maka akan muncul masalah. Secara umum masalah dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang memerlukan pembahasan. tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan dari rencana tersebut maka tentu ada masalah. Apakah masalahnya sehingga apa yang telah direncanakan tidak menghasilkan kenyataan. dan kompetisi. namun sering perubahan itu tidak diharapkan oleh orang-orang tertentu. antara rencana dengan pelaksanaan. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan Suatu rencana yang telah ditetapkan. antara aturan dengan pelaksanaan. Jadi untuk Nursa’id Fitria (06101410022) Page 30 . antara teori dengan praktik. yakni pengumpulan dan analisis data (McMillan dan Scumacher. pemecahan. adanya pengaduan. Masalah penelitian perlu dinyatakan dengan jelas karena melalui prnyataan tersebut peneliti berusaha mengkomunikasikan kepada pihak lain tentang fokus dan pentingnya masalah. Hal ini pada awalnya tentu akan memunculkan masalah.

d. Misalnya penelitian tentang SDM. Data masalah dapat diperoleh dari hasil pengamatan pendahuluan terhadap hasil penelitian orang lain atau dari dokumentasi. maka masalah SDM harus ditunjukkan dengan data. pernyataan. jenjang pendidikan yang rendah. Dalam penelitian. Dalam penelitian kuantitatif. masalah yang menjadi fokus harus dinyatakan secara formal untuk menunjukkan perlunya dilakukan penyelidikan secara empiris. masalah penelitian dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Akan tetapi. Setelah melakukan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 31 . setiap masalah harus ditunjukkan dengan data. tidak semua pertanyaan dapat digolongkan dalam masalah penelitian. Ada kompetisi Adanya saingan atau kompetisi sering dapat menimbulkan masalah besar bila tidak dapat memanfaatkan untuk kerja sama. lengkap dan akurat. Masalah SDM misalnya. Disamping itu. Dengan demikian masalah penelitian dapat digali dengan cara menganalisis isi pengaduan. seperti pertanyaan yang memerlukan penjelasan tentang bagaimana melakukan sesuatu. ternyata setelah ada pihak tertentu yang mengadukan produk maupun pelayanan yang diberikan. berisi masalah mengambang karena terlalu luas. Pada umumnya masalah penelitian pada mulanya diidentifikasi melalui topik yang masih umum. menjelaskan (explaining) kejadian yang terobservasi. atau hipotesis. serta mengembangkan pemecahan masalah kependidikan. Dalam proposal penelitian. kompetensi dan produktivitas yang masih rendah. maka akan timbul masalah dalam organisasi itu. c. Data yang diberikan harus up to date. jumlah SDM yang terbatas. Ada pengaduan Dalam suatu organisasi sekolah yang tadinya tenang tidak ada masalah. Pada umumnya peneliti dalam bidang pendidikan memfokuskan kajiannya pada usaha untuk mendeskripsikan fenomena kependidikan. atau pertanyaan tentang nilai. peneliti juga bisa mengajukan berbagai pertanyaan baik yang bersifat teoritis maupun praktis di bidang pendidikan.menemukan masalah dapat diperoleh dengan cara melihat dari adanya penyimpangan antara yang direncanakan dengan kenyataan.

Situasi praktis. Hal ini karena teori masih berupa konsep tersebut hanya diperoleh dan dikembangkan dari hasil pemikiran secara rasional. seringkali mendesak diadakannya peelitian evaluatif. Masalah yang muncul dari situasi demikian diantaranya berkenaan dengan kebutuhan kependidikan yang memerlukan informasi tentang perencanaan. dapat memunculkan masalah penelitian. 5. Teori merupakan konsep yang masih berisi tentang prinsip-prinsip umum yang mana penerapannya dalam kondisi atau pelaksanaan kependidikan tertentu belum diketahui selama belum diuji secara empiris. 2. staf pengajar dan administrasi. Observasi terhadap praktek kependidikan. Kepustakaan tentang hasil penelitian juga memberikan rekomendasi perlunya dilakukan replikasi atau penelitian ulang. Dalam penelitian. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 32 . Sumber-sumber masalah : 1. misalnya dalam eksperimen.kepustakaan yang berkenaan dengan topik tersebut kemudian peneliti lebih memfokuskan topik tersebut sehingga menjadi masalah penelitian yang lebih spesifik. Masalah penelitian dapat diangkat dari hasil observasi terhadap hubungan tertentu yang belum atau tidak mempunyai dasar penjelasan yang memadai. dan pelaksanaan suatu program. seringkali subjek yang dipilih sulit atau bahkan tidak mungkin dipilih secara acak. baik dengan atau tanpa variasi. kebanyakan keputusan yang dibuat oleh praktisi didasarkan atas praduga tanpa didukung data empiris. Replikasi dapat meningkatkan validitas hasil penelitian yang lalu dan kemampuannya untuk digeneralisasikan lebih luas. merupakan sumber yang kaya akan masalah penelitian. sehingga hasilnya hanya bisa digeneralisasikan secara terbatas. yang kemungkinan mempunyai pengaruh terhadap siswa. Deduksi dari teori. 4. Dalam kenyataan kependidikan. Masalah sosial yang sedang diterjadi dapat memberikan masukan yang berarti bagi peneliti untuk dijadikan masalah penelitiannya. pengembangan. 3. terutama dalam kaitannya dengan pembuatan keputusan tetentu. serta masyarakat.

Menarik serta menantang secara intelektual Dalam sejarah ilmu pengetahuan. Motivasi dilakukan penelitian yang berhasil tersebut sematamata karena dorongan ingin tahu serta kesenangan dan kepuasan. misalnya. 2. waktu dan biaya. kriteria pemilihan masalah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Pengembangan pribadi dapat memunculkan masalah yang memerlukan jawaban empiris untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam melalui metode kualitatif. Secara lebih detail. seorang peneliti hendaknya menghindari mengangkat masalah yang sudah ada informasi yang jelas dari penelitian ini. Baru untuk menghindari adanya duplikasi yang tak perlu Suatu penelitian agar dapat memberikan sumbangan yang berarti. masalah yang sedang hangat dan penting bagi bidang penelitian. salah satunya dalah agar masalah yang diteliti dapat menyumbangkan informasi baru yang belum atau masih kurang jelas dapat diperoleh dari penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti lain. Dengan demikian penelitian tersebut tidak hanya menghamburkan tenaga. peneliti hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor sebagai kriteria pemilihan. Kriteria Pemilihan Masalah Dalam memilih masalah yang akan diperoleh dari sumbernya. Dengan kata lain. Suatu penelitian harus dapat memberikan sumbangan yang berarti terhadap pengembangan pengetahuan dibidang kependidikan. penemuan-penemuan yang diperoleh oleh para sarjana yang memiliki nama besar didapat karena keingintahuan intelektual yang sangat besar. Untuk itu. Nilai maanfaat bagi bidang kajian pendidikan Penelitian merupakan suatu aktivitas yang banyak memerlukan tenaga. peneliti hendaknya menghindari adanya duplikasi masalah. maupun kerja sama institusional dan admnistratif. Kriteria eksternal berkenaan dengan. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 43). Orang yang terlibat secara langsung dalam situasi tertentu akan lebih peka dalam memahami makna yang berkaitan dengan situasi tersebut. metode. Oleh karena itu Nursa’id Fitria (06101410022) Page 33 . tersedianya data. biaya.6. baik yang sifatnya eksternal maupun personal (Good. dan waktu 3.

seorang peneliti pendidikan juga harus mempunyai pengethuan dasar dan metodologi penelitian tentang subjek bidang kajian lain sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitiannya. Tersediannya sponsor dan kerja sama administratif Penelitian kependidikan sering kali harus melibatkan beberapa pihak yang berkepentingan. 7. peralatan.permasalahan yang diangkat harus didasarkan pada minat serta rasa ingin tahu yang besar sehingga peneliti akan bersedia melakukan penlitiannya dengan senang hati dan menurahkan perhatiannya secara maksimal. dan kondisi kerja tertentu. merekam data dengan akurat. 8. seperti sosiologi. 6. 5. peneliti harus mempertimbangkan kemungkinan adanya sponsor atau pihak lain yang dapat dan bersedia mendukung pelaksanaan penelitiannya. Biaya dan hasil Penelitian memerlukan biaya yang mahal. Keberadaan fasilitas tersebut terutama dimaksudkan untuk mempermudah proses pengamatan melalui kontrol terhadap kondisi. Oleh karena itu. misalnya dalam penelitian eksperimen dan historis seringkali memerlukan sumber. antropologi. konsultan atau pembimbing. Tersedianya data dan metode alat khusus serta kondisi kerja Selanjutnya. Dalam memilih masalah. Hal ini karena para peneliti kependidikan banyak yang menggunakan pendekatan penelitian yang digunakan dalam bidang lain tersebut untuk memahami dan melakukan penelitian di bidang pendidikan. dan psikologi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. dalam memilih masalah peneliti juga harus mempertimbangkan apakah data yang cukup untuk untuk menjawab masalah dapat diperoleh dan apakah ada metode yang cocok untuk digunakan. Tersedianya sponsor dan kerja sama administratif Penelitian terhadap beberapa masalah. misalnya sekolah. atau mengolah dan menganalisis data yang terkumpul. hendaknya peneliti memperhatikan sumber biaya yang diperlukan untuk Nursa’id Fitria (06101410022) Page 34 . Latihan serta klasifikasi personal Pengembangan bidang pendidikan berutang pada bidang kajian lain. Dalam memilih masalah. 4. sejarah.

historis. Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah Penelitian Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian dikembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi (level of explanation). Rumusan Masalah Deskriptif Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri. maupun profesi. Bahaya Dalam memilih permasalahan. Oleh karena itu jika masalah yang diajukan kemungkinan akan membahayakan. maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. baik bahaya fisik. Namun demikian terdapat kaitan erat antara masalah dan rumusan masalah. baik hanya pada satu Nursa’id Fitria (06101410022) Page 35 . a. Bila biaya terbatas. 9. eksperimen. hendaknya peneliti meninjaunya kembali. masalah yang diangkat hendaknya tidak terlalu luas sehingga dapat mencukupi untuk penyelesaiannya. 10. peneliti hendaknya juga memperhatikan bahaya tertentu yang mungkin bisa timbul terhadap perorangan. komparatif dan asosiatif. dalam memilih permasalahan peneliti harus mempertimbangkan waktu yang tersedia. Bila waktu yang tersedia bagi peneliti hanya terbatas kemungkinan besar ia tidak bisa merampungkan penelitiannya dengan baik. Masalah merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. mental maupun sosial. Oleh karena itu. Bentuk masalah dapat dikelompokkan ke dalam bentuk masalah deskriptif. kelompok. karena setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah. dan longitudinal seringkali memerlukan waktu yang cukup panjang untuk menyelesaikannya. Waktu Beberapa penelitian naturalistik. Rumusan Masalah Rumusan masalah berbeda dengan masalah.kebutuhan penelitiannya.

Penelitian semacam ini untuk selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif.variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Nursa’id Fitria (06101410022) Page 36 . Contoh rumusan masalah deskriptif: 1) Seberapa baik kinerja Departemen Pendidikan Nasional? 2) Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri Berbadan Hukum? 3) Seberapa tinggi efektivitas kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia? 4) Seberapa tinggi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah di bidang pendidikan? 5) Seberapa tinggi tingkat produtivitas dan keuntungan finansial Unit Produksi pada Sekolah-sekolah Kejuruan? 6) Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar rata-rata per hari muridmurid sekolah di Indonesia? Dari beberapa contoh di atas terlihat bahwa setiap paertanyaan penelitian berkenaan dengan satu variabel atau lebih secara mandiri. Contoh rumusan masalah komparatif: 1). Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah negeri dan swasta? (variabel penelitian adalah prestasi belajar pada dua sampel yaitu sekolah negeri dan sekolah swasta). Adakah perbedaan disiplin kerja guru antara sekolah di Kota dan di Desa? (satu variabel dua sampel). Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel itu dengan variabel lain. Rumusan Masalah Komparatif Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda. 2). atau pada waktu yang berbeda. b. motivasi belajar dan hasil belajar antara murid yang berasal dari keluarga Guru. Adakah perbedaan. Pegawai Swasta dan Pedagang? (dua variabel tiga sampel). 3).

Adakah hubungan antara jumlah es yang terjual dengan kejahatan terhadap murid sekolah? 2. hubungan kausal. Terdapat tiga bentuk hubungan. Hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin sekolah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 37 . yaitu: hubungan simetris. Hubungan antara rumah yang dekat rel kereta api dengan jumlah anak 3. 1) Hubungan simetris Hubungan simetris adalah hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama. Hubungan antara jumlah es yang terjual dengan jumlah kejahatan terhadap murid sekolah 2. dan intraktif/resiprocal/timbal balik. Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin sekolah? Contoh judul penelitiannya adalah sebagai berikut: 1. Rumusan Masalah Asosiatif Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dau variabel atau lebih.c. Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan simetris: 1. Adakah hubungan antara rumah yang dekat rel kereta dengan jumlah anak? 3. Jadi bukan hubungan kausal maupun interaktif.

Seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala SMK terhadap kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan? (kepemimpinan variabel independen dependen). Pengaruh kurikulum. Seberapa besar pengaruh kurikulum. media pendidikan dan kualitas guru sebagai variabel independen dan kualitas SDM sebagai variabel dependen) Contoh judul penelitiannya: 1. Adakah hubungan pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak? (pendidikan orang tua varibel independen dan prestasi belajar variabel dependen) 2. media pendidikan dan kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah? (kurikulum. Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan kausal: 1. 2. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 38 . dan kecepatan memperoleh pekerjaan variabel 3) Hubungan interaktif/reciprocal/timbal balik Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Hubungan pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak di SD Kabupaten Alengkapura. 3. Jadi di sini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan variabel dependen (variabel yang dipengaruhi). Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan pada SMK di Provinsi Indrakila. kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah. Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan interaktif: 1. Di sini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen. media pendidikan. (Di sini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi dapat mempengaruhi motivasi). Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar anak SD di Kecamatan A.2) Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. 3.

dan lain-lain. merupakan atribut-atribut dari setiap orang. tingkat aspirasi. pendidikan. Demikian juga prestasi belajar karena prestasi belajar dari sekelompok murid tentu bervariasi. disiplin kerja. penghasilan. obyek. Misalnya.2. jenis kelamin. Berat. Diberikan contoh misalnya. Struktur organisasi. Variabel yang tidak ada variasinya bukan dikatakan sebagai variabel. Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variabel adalah konstrak (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. pengawasan. dan warna merupakan atribut-atribut dari setiap obyek. koordinasi. kemudian ditarik kesimpulannya. berat badan dapat diakatakan variabel. Dinamakan variabel karena ada variasinya. Jadi kalau peneliti akan memilih variabel penelitian baik yang dimiliki orang. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 39 . berat badan. ukuran. Untuk dapat bervariasi maka penelitian harus didasarkan pada sekelompok sumber data atau obyek yang bervariasi. bentuk. kepemimpinan. deskripsi pekerjaan. model pendelegasian. golongan gaji. Tinggi. maupun bidang kegiatan dan keilmuan tertentu. Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang atau obyek yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain. VARIABEL PENELITIAN Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut. kepemimpinan. motivasi. Dengan demikian variabel itu merupakan suatu yang bervariasi. karena berat badan sekelompok orang itu bervariasi antara satu orang dengan yang lain. demikian juga orang yang kaya dapat meningkatkan kecerdasan karena gizi terpenuhi). kebijakan merupakan contoh variabel dalam kegiatan administrasi pendidikan. sikap. Variabel juga dapat merupakan atribut dari bidang keilmuan atau kegiatan tertentu. status sosial. Di bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). produktivitas kerja. (kecerdasan dapat menyebabkan kaya. maka harus ada variasinya. Hubungan antara kecerdasan dengan kekayaan. prosedur dan mekanisme kerja.

variabel independen disebut sebagai variabel eksogen. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas. obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dengan kemudian ditarik kesimpulannya. Motivasi Belajar (Variabel Independen) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 40 . maka dapat dirumuskan di sini bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang. Dalam SEM (Structural Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural). Macam-macam Variabel Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi sebagai berikut: a. Dalam SEM (Structural Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural). Variabel Dependen Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat. karena adanya variabel bebas. b. menyatakan bahwa variabel adalah suatu kualitas (qualities) di mana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya. variabel dependen disebut sebagai variabel indogen. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel Independen Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas.Selanjutnya Kidder (1981).

Motivasi Belajar (Variabel Independen) Gaya Belajar Siswa (Variabel Intervening) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Suasana Belajar (Variabel Moderator) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 41 . Variabel Intervening Adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur. Variabel Moderator Adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dan variabel dependen.c. Variabel ini juga disebut sebagai variabel independen kadua Motivasi Belajar (Variabel Independen) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Suasana Belajar (Variabel Moderator) d.

pokok bahasan (Variabel Kontrol) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 42 .e. fasilitas kelas. Variabel Kontrol Adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap variabel dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Motivasi Belajar (Variabel Independen) Motivasi Belajar (Variabel Independen) Waktu belajar.

POPULASI DAN SAMPEL

A. Populasi Populasi adalah kelompok subjek yang ingin dikenai generalisasi hasil penelitian. Menurut Sugiyono “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga subjek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekadar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu.

Karakteristik Populasi Karakteristik populasi menentukan luas atau sempitnya generalisasi dan heterogenitas populasi. 1. Karakteristik sempit/sedikit Generalisasi lebih luas, lebih heterogen 2. Karakteristik luas/banyak Generalisasi lebih sempit,lebih homogeny

A. Sampel Menurut Sugiyono, “sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 43

Syarat Sampel 1. Representatif; mewakili populasi; karakteristiknya harus mencerminkan karakteristik populasi. 2. Yang diteliti adalah populasi, yang diambil datanya adalah data sampel. 3. Kesimpulan yang diambil adalah untuk populasi.

Tujuan Pengambilan Sampel (Sampling) 1. Mereduksi objek penelitian 2. Ingin melakukan generalisasi 3. Menyederhanakan tugas penelitian 4. Efektivitas dan efisiensi Langkah – Langkah Dalam Pengambilan Sampel 1. Tentukan luas populasi sebagai daerah generalisasi 2. Penegasan sifat dan ciri populasi 3. Tentukan besarnya sampel 4. Tentukan teknik samplingnya D. Teknik Sampling 1. Probability Sampling Probability sampling adalah teknik sampling (teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Semua anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. a. Simple Random Sampling Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. 1. 2. 3. Undian dengan pengembalian atau undian tanpa pengembalian Penggunaan tabel bilangan random Sistematik random

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 44

b. Disproportionate Stratified Random Sampling Teknik ini dugunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional. Misalnya pegawai dari unit kerja tertentu mempunyai; 3 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 90 orang S1, 800 orang lulusan SMU, 700 orang lulusan SMP, maka tiga orang lulusan S3 dan empat orang lulusan S2 itu diambil semuanya sebagai sampel. Karena kedua kelompok ini terlalu kecil bila dibandingkan dengan kelompok S1, SMU dan SMP. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Strata berdasarkan usia Strata berdasarkan jenjang pendidikan Strata berdasarkan jenis kelamin Strata berdasarkan status perkawinan Strata berdasarkan status sosial ekonomi Strata berdasarkan asal sekolah Strata berdasarkan jenjang kepangkatannya atau jenjang jabatan

c. Proportionate Stratified Random Sampling Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari latar belakang pendidikan yang berstrata, maka populasi pegawai tersebut berstrata. Misalnya jumlah pegawai yang lulus S1=45, S2=30, STM=800, ST=900, SMEA=400, SD=300. Jumlah sampel yang harus diambil meliputi strata pendidikan tersebut. Jumlah sampel dan teknik pengambilan sampel diberikan setelah bagian ini.

d. Cluster Sampling (Area Sampling) Teknik ini digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misal penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 45

Sampling Sistematis Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Dari semua anggota itu diberi nomor urut. Berdasarkan area/wilayah/daerah 2. yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100. Berdasarkan tempat tinggal 3. b. Misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang. Berdasarkan profesi/pekerjaan 2. Quota Sampling Sampling quota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (quota) yang diinginkan. genap saja. 5. Mengambil sampel yang punya karakteristik/ciri tertentu serta jumlah/quota yang harus diambil (misalnya: mahasiswa semester V dari berbagai PT yang kuliah sambil bekerja atau kuliah tapi sudah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 46 .15.berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan. 10. Sampling berdasarkan pada kelompok-kelompok masyarakat : 1. Teknik ini sering digunakan melalui dua tahap. Berdasarkan tempat pekerjaan 4. 20. dan tahap berikutnya menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga. atau kelipatan dari bilangan lima. 1. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja.untuk ini maka yang diambil sebagai sampel adalah nomor 1. yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah. dan seterusnya sampai 100. a. Non Probability Sampling Non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk diplih menjadi sampel.

karena belum memenuhi quota yang ditentukan. kadinas. c. (ciri-ciri yang dicari tidak merupakan representasi dari populasi secara keseluruhan). Memilih sampel berdasarkan tujuan tertentu 2. dst. 2. Digunakan untuk menemukan suatu isu/hal-hal yang menjadi topik pembicaraan masyarakat d. Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penenlitian kualitatif. Tidak terikat dengan jumlah sampel Nursa’id Fitria (06101410022) Page 47 . Tidak representatif 3. Jumlahnya tidak ditentukan secara pasti 4. Kalau pengumpulan data belum didasarkan pada quota yang diinginkan maka penenlitian dipandang belum selesai.berkeluarga). Sulit untuk diambil generalisasi 6. Mudah dilakukan 5. 1. Dicari yang paling mudah dihubungi. guru. Pengambilan sampel seketemunya saja 2. yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. sampelnya dari orang tua. akan melakukan penelitian tentang kualitas makanan. Memiliki ciri-ciri yang esensial dari populasi 3. pengawas. Misalnya. Incidental Sampling Teknik ini adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Purposive Sampling Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. 4. maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan. 1. Misalnya untuk mengetahui kualitas pendidikan suatu daerah.

Untuk penelitian di sekolah. Dimulai dari kelompok kecil 2. kesan-kesan umum dalam waktu singkat 2. Besarnya target fasilitas yang tersedia F. sampel tidak perlu banyak 3. Dalam penentuan sampel. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus. Masing-masing anggota kelompok memilih kawannya (satu atau dua orang) untuk dijadikan sampel. Sampling Jenuh Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.e. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil. biasanya diambil sampel kelas Nursa’id Fitria (06101410022) Page 48 . 1. dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Jika homogen. Tujuan penelitian: generalisasi. Sampel tidak boleh lebih dari 100 orang 5. Kawannya memilih kawannya lagi untuk dijadikan sampel. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. Kesediaan seseorang untuk dijadikan sampel 4. Tidak ada ketentuan yang pasti 2. kemudian dua orang ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. Jumlah biaya yang tersedia 5. Snowball Sampling Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil. Pertimbangan-pertimbangan dalam Menentukan Teknik Sampling 1. 3. pertama-tama dipilih satu atau dua orang. kemudian membesar. Besar Sampel 1. Semakin heterogen populasi. Pengetahuan tentang populasi 3. jumlah sampel semakin banyak 4. begitu seterusnya sampai diperoleh jumlah sampel yang diinginkan 4. Menyelidiki hubungan antar manusia dalam hubungan yang akrab f. kurang dari 30 orang. E.

Jadi bila jumlah populasi 1000 dan hasil penelitian itu akan diberlakukan untuk 1000 orang tersebut tanpa ada kesalahan. Menentukan Anggota Sampel Di dapan telah dikemukakan terdapat dua teknik sampling. yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. Probability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang sama kepada anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. N . Berapa jumlah anggota sampel yang paling tepat digunakan dalam penelitian? jawabannya tergantung pada tingkat kesalahan yang dikehendaki. untuk tingkat kesalahan. taraf kesaahan 1%. Jumlah sampel yang 100% mewakili populasi adalah sama dengan jumlah anggota populasi itu sendiri. maka makin besar kesalahan generalisasi (diberlakukan umum). Makin besar jumlah sampel mendekati populasi. 5%. Makin besar tingkat kesalahan maka akan semakin kecil jumlah sampel yang diperlukan. makin kecil tingkat kesalahan.Q d 2 ( N 1)  2 . Menentukan Ukuran Sampel Jumlah anggota sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. maka akan semakin besar jumlah anggota sampel yang diperlukan. waktu dan tenaga yang tersedia. 1%. H. dan sebaliknya. P . 5%. Tingkat kepercayaan yang dikehendaki sering tergantung pada sumber dana.Q d  0. dan 100%. atau cara pengambilan sampel secara acak. Berikut ini diberikan tabel penentuan jumlah sampel dari populasi tertentu yang dikembangkan dari Isaac dan Michael. P .G. Rumus untuk menghitung ukuran sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya adalah sebagai berikut : s  2 .05 s  jumlah sampel 2 dengan dk  1. P  Q  0. maka jumlah sampel yang diambil sama dengan jumlah populasi tersebut yaitu 1000 orang. Cara demikian sering disebut dengan random sampling.5. maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 49 . 10 %.

Untuk contoh di atas peluang setiap anggota populasi = 1/100. Karena teknik pengambilan sampel adalah random. kalau tidak dikembalikan peluangnya menjadi tidak sama lagi. Peluang akan semakin besar bila yang telah diambil tidak dikembalikan. maka setiap anggota populasi diberi nomor terlebih dahulu. maupun dengan undian.dianggap tidak sah dan dikembalikan lagi. maka perlu dikembalikan lagi. Bila yang telah diambil keluar lagi.Pengambilan sampel secara random/acak dapat dilakukan dengan bilangan random. Dengan demikian cara pengambilannya bila nomor satu telah diambil. komputer. Misalnya nomor pertama tidak dikembalikan lagi maka peluang berikutnya menjadi 1 : (100 – 1) = 1/99. maka setiap anggota popuasi mempunyai peluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 50 . Bila pengambilan dilakukan dengan undian. sesuai dengan jumlah anggota populasi.

sehingga ruang lingkup. Oleh karena itu landasan teori dalam proposal penelitian kuantitatif harus sudah jelas teori apa yang akan dipakai. akan tergantung pada luasnya permasalahan dan secara teknis tergantung pada jumlah variabel yang diteliti. Semua penelitian bersifat ilmiah. teori yang digunakan harus sudah jelas. Berapa jumlah kelompok teori yang perlu dikemukakan/dideskripsikan. karena teori di sini akan berfungsi untuk memperjelas masalah yang diteliti. semakin banyak variabel yang diteliti. dan sebagai referensi untuk menyusun instrumen penelitian. Dalam penelitian kuantitatif. oleh karena itu semua peneliti harus berbekal teori. maka kelompok teori yang perlu dideskripsikan ada empat kelompok teori. sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis. Oleh karena itu. Bila dalam suatu penelitian terdapat tiga variabel independen dan satu variabel dependen. Deskripsi teori paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap variabelvariabel yang diteliti. Teori-teori yang dideskripsikan dalam proposal maupun laporan penelitian dapat digunakan sebagai indikator apakah peneliti menguasai teori dan konteks Nursa’id Fitria (06101410022) Page 51 .KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN Kajian teoritis atau tinjauan pustaka atau landasan teori perlu ditegakkan agar penelitian mempunyai dasar yang kokoh dan bukan sekedar perbuatan cobacoba (trial and error). melalui pendefinisian dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi. kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabel yang akan diteliti menjadi lebih jelas dan terarah. Deskripsi teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori (dan bukan sekedar pendapat pakar atau penulis buku) dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti. yaitu kelompok teori yang berkenaan dengan tiga variabel independen dan satu kelompok teori yang berkenaan dengan variabel dependen. Adanya landasan teori ini merupakan ciri bahwa penelitian itu merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data. maka akan semakin banyak teori yang perlu dikemukakan.

Oleh karena itu. Orang harus membaca dan membaca. maka peneliti harus rajin membaca. dan hasil-hasil penelitian. jurnal ilmiah. tetapi masih dalam lingkup yang sama. maka dapat melihat di perpustakaan. baik dari segi pengertian maupun kedudukan dan hubungan antar variabel yang diteliti. Makin baru sumber yang digunakan. A. Sumber-sumber bacaan dapat berbentuk buku-buku teks. metode penelitian. kelengkapan berkenaan dengan banyaknya sumber yang dibaca. agar dapat mengetahui bagaimana Nursa’id Fitria (06101410022) Page 52 . analisis. menunjukkan bahwa peneliti tidak menguasai teori dan konteks penelitian. kelengkapan. kemutakhiran berkenaan dengan dimensi waktu. penelitian ini justru menggunakan sumber-sumber bacaan lama). Untuk dapat membaca dengan baik. sampel penelitian. dan menelaah yang dibaca itu setuntas mungkin agar ia dapat menegakkan landasan yang kokoh bagi langkah-langkah berikutnya. maka peneliti harus mengetahui sumber-sumber bacaan. tempat penelitian. Bila peneliti tidak memiliki sumber-sumber bacaan sendiri. Membaca merupakan keterampilan yang harus dikembangkan dan dipupuk. dan kesimpulan. maka akan semakin mutakhir teori tersebut. waktu penelitian. Relevansi berkenaan dengan kecocokan antara variabel yang diteliti dengan teori yang dikemukakan. dan kemutakhiran (kecuali penelitian sejarah. baik perpustakaan lembaga formal maupun perpustakaan pribadi.yang diteliti atau tidak. Secara teknis hasil penelitian yang relevan dengan apa yang akan diteliti dapat dilihat dari permasalahan yang diteliti. Sumber bacaan yang baik harus memenuhi tiga kriteria. Hasil penelitian yang relevan bukan berarti sama dengan yang akan diteliti. Variabel-variabel penelitian yang tidak dapat dijelaskan dengan baik. kamus. yaitu relevansi. Untuk mnguasai teori maupun generalisasi-generalisasi dari hasil penelitian. ensiklopedia. Pengertian dan Tujuan Penelitian pendidikan tidak pernah dapat dipisahkan dengan pengetahuan kependidikan karena pada hakikatnya merupakan alat untuk mendapatkan informasi baru yang berguna untuk mengisi kekosongan atau menguji pengetahuan yang telah ada.

Ulasan terhadap bahan kepustakaan yang berkaitan dengan topik penelitian tersebut juga bukan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa masalah penelitian yang diangkat belum pernah diteliti oleh peneliti yang lain. Ulasan kepustakaan akan memungkinkan pembaca meningkatkan cakrawala nya dari segi tujuan dan hasil penelitian. perlu adanya ulasan terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan dengan topik masalah yang diangkat. peneliti dapat melihat bagaimana masalah penelitian dan penemuannya akan dapat dihubungkan dengan hasil penentuan penelitian lain dan bagaimana kombinasi penemuan tersebut dan penemuannya dapat membantu memberikan gambaran atau potret pengetahuan yang lebih utuh dan komplit tentang bidang tersebut. Ulasan kepustakaan sering juga disebut rasional penelitian karenamemberikan landasan rasional tentang mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan dalam kaitannya dengan kerangka pengetahuan.hubungan dan di mana posisi pengetahuan yang telah ada. Ulasan kepustakaan juga dapat dipandang sebagai kontribusi terhadap penyusunan teori penelitian. Tujuan utama dari penulisan ulasan kepustakaan adalah untuk mengorganisasikan penemuan-penemuan penelitian yang pernah dilakukan sehingga pembaca akan memahami mengapa masalah yang diangkat mempunyai nilai penting serta menunjukkan bagaimana masalah tersebut dikaitkan dengan hasil penelitian dan pengetahuan yang lebih luas) McMillan dan Schumacher. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 76). 1969 dalam Ibnu Hadjar : 76). Keterbatasan kerangka teori dalam bidang tersebut mungkin terjadi karena kompleksnya hubunganhubungan yang ada dalam masalah yang harus dikaji. peneliti dapat melakukan dengan cara menyusun hasil-hasil penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 53 . Lindvall. 1989. Salah satu kelemahan dalam bidang kependidikan adalah kurang adanya kerangka teori yang dijadikan landasan masalah penelitian. Untuk menyusun kerangka tersebut. Ulasan kepustakaann ini tidak hanya sekedar untuk menghasilkan anotasi atau catatan bibliografi tentang masalah yang diangkat (Lindvall. Dengan mengetahui hasil-hasil penting dari penelitian yang pernah dilakukan.

B. Lebih lanjut kepustakaan tersebut berguna untuk menunjukkan signifikansi masalah. Hal ini akan memberikan alasan logis manfaat dari masalah yang diangkat dan menunjukkan bagaimana ia dapat membantu melengkapi hasil penelitian lain untuk memperluas pengetahuan dalama bidangnya. Sumber Ulasan kepustakaan Pada dasarnya ulasan kepustakaan dalam penelitian harus didasarkan pada sumber asli yang ditulis oleh peneliti atau penemu teori itu sendiri secara langsung. Menghindari replikasi yang tidak disengaja dan tidak perlu d. Kepustakaan adalah bahan-bahan yang secara nyata relevan dengan permasalahan seperti hasil penelitian yang pernah dilakukan yang menyelidiki pertanyaan yang serupa atau variabel yang sama. Menentukan dan membatasi permasalahan penelitian b.yang telah ada. dan kajian dari bidang lain. Meletakkan penelitian pada prespektif sejarah dan asosional. ulasan kepustakaan biasanya berisi sumber hasil penelitian yang secara langsung berhubungan dengan penelitian yang diangkat yakni menyelidiki masalah yang serupa. rujukan terhadap teori dan pengujian empiris terhadap teori. Dengan cara ini peneliti memberikan kerangka yang memperlihatkan di mana masalah penelitiannya akan dapat mengisi kekurangan dalam pengetahuan yang ada. Namun demikian. Dalam topik yang sudah banyak dilakukan penelitian. Banyak sedikitnya kepustakaan ini bergantung pada topik dan tujuan penelitian. c. Menghubungkan penemuan dengan pengetahuan yang ada usulan untuk penelitian lebih lanjut. seperti penelitian sosiologi tentang interaksi kelompok kecil. karya-karya yang dibuat oleh yang secara tidak Nursa’id Fitria (06101410022) Page 54 . mengembangkan desaian mendahului serta rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut. menunjukkan bagaimana hasil-hasil tersebut saling berhubungan sehingga memberikan suatu organisasi pengetahuan yang telah ada. Memilih metodologi yang tepat e. Secara rinci hal tersebut dijelaskan : a. penelitian psikologi tentang perkembangan intelektual pada anak.

Ada tiga macam kategori ulasan kepustakaan yang telah diklasifkasikan. baik secara empiris maupun teoritis. tesis. Sumber sekunder Sumber sekunder adalah bahan pustaka yang ditulis dan dipublikasikan oleh penulis yang tidak secara langsung melakukan pengamatan atau berpartisipasi dalam kenyataan yang ia deskripsikan atau bahan penemu teori. Di samping itu. Sumber primer Sumber primer adalah hasil-hasil penelitian atau tulisan-tulisan karya peneliti atau teoritis yang orisinil. proceeding. Kebanyakan sumber sekunder ini memuat daftar pustka yang menjadi sumber pengambilan bahan-bahan yang dijadikan sehingga daftar ini juga dapat dipergunakan untuk menemukan sumber primernya. Sumber preliminer Sumber preliminer adalah bahan-bahan rujukan yang dimaksudkan untuk membantu seseorang mengidentifikasi dan menemukan sumber primer atau Nursa’id Fitria (06101410022) Page 55 . Sumber ini berisi tentang hasil sintesis bahan-bahan yang berasal dari sumber utama.langsung melakukan penelitian atau membuat teori juga dapat dijadikan sumber informasi yang sangat berharga. Contohnya adalah bukubuku teks. skripsi. Oleh karena itu. text book. ini berarti deskripsi penyelidikan oleh peneliti sendiri atau deskripsi teori oleh penemunya. sumber ini juga mengkombinasikan informasi yang diperoleh dari beberapa sumber primer ke dalam satu kesatuan kerangka kerja sehingga memberikan ulasan secara ringkas tentang perkembangan penelitian dalam topik tertentu. 2. hand book. Contohnya adalah jurnal ilmiah. dan teknis. Sumber ini berisi teks laporan hasil penelitian atau teori secara penuh atau lengkap. detil. 3. teori dan metodologi yang digunakan untuk menyelidiki masalah. Dalam penelitian pendidikan. dan disertasi. ia dapat memberikan informasi yang detil tentang penelitian. Sumber ini merupakan deskripsi langsung tentang kenyataan yang dibuat oleh individu yang melakukan pengamatan atau menyaksikan kejadian atau oleh individu yang mengemukakan teori yang pertama kali. antara lain : 1.

Dengan demikian. 3. Mencari dan membaca sumber sekunder Bacaan bahan-bahan yang ada dalam sumber kedua akan memberikan ulasan dan pandangan sekaligus tentang topik dan akan membantu peneliti untuk membatasi masalah sehinga lebih cepat. Indeks biasanya hanya berisi informasi kunci tentang bahan pustaka primer atau sekunder yakni penulis. Kata kunci ini dapat memudahkan untuk mencari bahan-bahan pustaka yang sesuai dengan masalah. laporan-laporan. dan tenaga karena sumber preliminer informasi tentang di mana artikel-artikel. abstrak berisi rangkuman singkat tentang laporan penelitian baik yang diterbitkan maupun yang tidak diterbitkan beserta bibliografi dan diterbitkan secara berkala. sumber preliminer berisi informasi tentang sumber primer dan sekunder. Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah sebagai berikut: 1. Analisis pernyataan masalah Pernyataan masalah berisi konsep-konsep atau variabel yang membentuk petunjuk tentang topik kepustakaan. dan dokumendokumen lain tentang suatu subjek tertentu dapat ditemukan dalam sumber primer atau sekunder. dan tempat penerbitan. Ada dua macam sumber preliminer yakni abstraks dan indeks.sekunder. Dengan kata lain. sikap. evaluasi. Sedangkan. dan interaksi belajar mengajar. judul. misalnya pembelajaran. Memilih sumber preliminer yang sesuai Sumber priliminer baik berupa indeks maupun abstrak akan membantu peneliti untuk mendapatkan informasi di mana sumber primer dapat diperoleh. biaya. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 56 . peneliti akan menghemat waktu. 2. buku-buku. Sumber ini sangat bermaanfaat untuk menunjukkan jenis-jenis tertentu yang diperlukan dalam beberapa ulasan kepustakaan untuk mencari subjek tertentu.

Oleh karena itu pada setiap penyusunan paradigma penelitian harus didasarkan pada kerangka berpikir. peneliti membaca dan mencatat hasil analisis singkat terhadap sumber primer yang sesuai dan relevan dengan masalah penelitiannya disertai catatan bibliografinya secara lengkap. juga argumentasi terhadap variasi besaran variabel yang diteliti. Membaca sumber primer yang terkait Setelah mendapatkan sumber primer. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti.4. maka juga perlu dijelaskan. mengapa variabel itu ikut dilibatkan dalam penelitian. dan metodologi dan kemudian disusun berdasarkan ide umum yang dapat meliputinya. misalnya kronologi. Apabila penelitian hanya membahas sebuah variabel atau lebih secara mandiri. Banyak sedikitnya ulasan serta kedalamannya sangat tergantung pada jenis penelitian serta banyaknya penelitian yang pernah dilakukan. Mengorganisasi catatan Hasil catatan yang dibuat pada langkah keempat dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa cara. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dengan variabel dependen. 5. kesamaan wawasan terhadap permasalahan. Bila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening. 6. Menulis kutipan Dalam membuat ulasan peneliti hanya mengutip hasil penelitian teori dan praktk yang relevan dengan masalah penelitian. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 57 . maka yang dilakukan peneliti disamping mengemukakan deskripsi teoritis untuk masing-masing variabel. KERANGKA BERPIKIR Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Kerangka berpikir dalam suatu penelitian perlu dikemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua variabel atau lebih. Pertautan antar variabel tersebut. selanjutnya dirumuskan ke dalam bentuk paradigma penelitian.

Jadi kerangka berpikir merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. maka harus ditetapkan terlebih dahulu variabel penelitiannya. Berdasarkan teori-teori yang telah dideskripsikan tersebut. dan disertasi. 2. 3. maka langkah berikutnya adalah membaca bukubuku dan hasil penelitian yang relevan. Seperti telah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 58 . Kriteria utama agar kerangka pemikiran bisa meyakinkan sesama ilmuwan. skripsi. Kerangka pemikiran ini merupakan penjelasan sementara terhadap gejala-gejala yang menjadi obyek permasalahan. Oleh karena itu dalam rangka menyusun hipotesis penelitian yang berbentuk hubungan maupun komparasi. maka perlu dikemukakan kerangka berpikir. dan apakah nama setiap variabel. selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis. adalah alur-alur pikiran yang logis dalam membangun suatu kerangka berpikir yang membuahkan kesimpulan yang berupa hipotesis. jurnal ilmiah. selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis. Hasil penelitian yang dapat dibaca adalah laporan penelitian. merupakan titik tolak untuk menentukan teori yang akan dikemukakan. Deskripsi Teori dan Hasil Penelitian (HP) Dari buku dan hasil penelitian yang dibaca akan dapat dikemukakan teoriteori yang berkenaan dengan variabel yang diteliti. 1.Penelitian yang berkenaan dengan dua variabel atau lebih biasanya dirumuskan hipotesis yang berbentuk komparasi maupun hubungan. ensiklopedia. Buku-buku yang dibaca dapat berbentuk buku teks. Sintesa tentang hubungan antar variabel tersebut. Seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar argumentasi dalam menyusun kerangka pemikiran yang membuahkan hipotesis. tesis. dan kamus. sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antar variabel yang diteliti. Menetapkan Variabel Yang Diteliti Untuk menentukan kelompok teori apa yang perlu dikemukakan dalam menyusun kerangka berpikir untuk pengajuan hipotesis. Membaca Buku dan Hasil Penelitian (HP) Setelah variabel ditentukan. Berapa jumlah variabel yang diteliti.

jika guru kompeten maka. 7. Melalui analisis komparatif ini peneliti dapat memadukan antara teori satu dengan teori yang lain. dan hasil penelitian satu dengan penelitian yang lain. Perpaduan sintesa antara variabel satu dengan variabel yang lain akan menghasilkan kerangka berpikir yang selanjutnya dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis. selanjutnya peneliti dapat melakukan sintesa atau kesimpulan sementara. uraian rinci tentang ruang lingkup setiap variabel.dikemukakan. 6. atau mereduksi bila dipandang terlalu luas. Kerangka berpikir asosiatif dapat menggunakan kalimat: jika begini maka akan begitu. 4. Analisis Kritis terhadap Teori dan Hasil Penelitian Pada tahap ini melakukan analisis secara kritis terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang telah dikemukakan. deskripsi teori berisi tentang definisi terhadap masing-masing variabel yang diteliti. dan kedudukan antara variabel satu dengan yang lain dalam konteks penelitian itu. Dalam analisis ini peneliti akan mengkaji apakah teori-teori dan hasil penelitian yang telah ditetapkan itu betul-betul sesuai dengan obyek penelitian atau tidak . Nursa’id Fitria (06101410022) Page 59 . Analisis Komparatif terhadap Teori dan Hasil Penelitian Analisis komparatif dilakukan dengan cara membandingkan antara teori satu dengan teori yang lain. karena sering terjadi teori-teori yang berasal dari luar tidak sesuai untuk penelitian di dalam negeri. 5. Kerangka Berpikir Setelah sintesa atau kesimpulan sementara dapat dirumuskan maka selanjutnya disusun kerangka berpikir. Kerangka berpikir yang dihasilkan dapaat berupa kerangka berpikir yang asosiatif/hubungan maupun komparatif/perbandingan. Sintesa Kesimpulan Melalui analisis kritis dan komparatif terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang relevan dengan semua variabel yang diteliti. hasil belajar akan tinggi.

8. berbentuk simetris. PARADIGMA PENELITIAN Dalam penelitian kuantitatif/positivistik. atau interaktif (timbal balik). teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis. dan ada teori yang mendasari 3. Kerangka berpikir yang baik. Berdasarkan hal ini maka bentuk-bentuk paradigma penelitian atau model penelitian kuantitatif khususnya untuk penelitian survey adalah sebagai berikut: Nursa’id Fitria (06101410022) Page 60 . Jadi paradigma penelitian dalam hal ini diartikan sebagai pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian. Variabel-variabel yang akan diteliti harus dijelaskan 2. kausal. Hipotesis Berdasarkan kerangka berpikir tersebut selanjutnya disusun hipotesis. dan ada hubungan gejala bersifat kausal (sebab akibat). 4. memuat hal-hal sebagai berikkut: 1. Pola hubungan antara variabel yang akan diteliti tersebut selanjutnya disebut sebagai paradigma penelitian. Bila kerangka berpikir berbunyi “jika guru kompeten. maka hasil belajar akan tinggi”. yang dilandasi pada suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklasifikasikan. jenis dan jumlah hipotesis. maka hipotesisnya berbunyi “ada hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi guru dengan hasil belajar”. Diskusi juga harus dapat menunjukkan dan menjelaskan apakah hubungan antar variabel itu positif atau negatif. maka peneleiti dapat melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada beberapa variabel saja. sehingga pihak lain dapat memahami kerangka berpikir yang dikemukakan dalam penelitian. dan teknik analisis statistik yang akan digunakan. Diskusi dalam kerangka berpikir harus dapat menunjukkan dan menjelaskan pertautan/hubungan antar variabel yang diteliti. Kerangka berpikir tersebut selanjutnya perlu dinyatakan dalam bentuk diagram (paradigma penelitian).

Teori yang digunakan ada dua. maka prestasi belajar murid akan meningkat pada gradasi yang tinggi (kata signifikan hanya digunakan apabila hasil uji hipotesis akan digeneralisasikan ke populasi di mana sampel tersebut diambil. Bagaimana X? (kualitas guru) b). maka dapat dengan mudah ditentukan teknik statistik yang digunakan untuk analisis data dan menguji hipotesis. Paradigma Sederhana Paradigma penelitian ini terdiri atas satu variabel indelpenden dan satu variabel dependen. Jumlah rumusan masalah deskriptif ada dua. Hal ini berarti bila kualitas media pendidikan ditingkatkan. Prestasi belajar siswa lembaga pendidikan tersebut telah mencapai 99% dari yang diharapkan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 61 . dan asosiatif ada satu yaitu: 1). maka dapat ditentukan: a. d. Rumusan masalah asosiatif/hubungan (satu) Bagaimanakah hubungan atau pengaruh kualitas alat dengan kualitas barang yang dihasilkan. Hipotesis yang dirumuskan ada dua macam yaitu hipotesis deskriptif dan hipotesis asosiatif (hipotesis deskripitf sering tidak dirumuskan) 1). Hipotesis asosiatif Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas media pendidikan dengan prestasi belajar murid. c. Kualitas media yang digunakan oleh lembaga pendidikan tersebut telah mencapai 70% baik. yaitu teori tentang media pendidikan dan prestasi belajar. Rumusan masalah deskriptif (dua) a).1. Berdasarkan paradigma tersebut. Bagaimana Y? (prestasi belajar murid) 2). Teknik Analisis Data Berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis tersebut. Dua hipotesis deskriptif: (jarang dirumuskan dalam penelitian) a). b). b. 2).

Rumusan masalah deskriptif ada 4 dan rumusan masalah asosiatif (hubungan) untuk yang sederhana ada 6 dan yang ganda minimal 1. Untuk hipotesis asosiatif. X2. Paradigma sederhana menunjukkan hubungan antara satu variable independen dengan satu variabel dependen secara berurutan. X3 dengan Y) tersebut digunakan teknik korelasi sederhana. 3. X3) dan satu variabel dependen (Y). Untuk dua hipotesis deskriptif. Naik turun harga Y dapat diprediksi melalui persamaan regresi Y atas X3. Berdasarkan contoh 1 tersebut. dan satu variabel dependen Y. maka pengujian hipotesis menggunakan t-test one sample. menggunakan teknik korelasi sederhana.1). Untuk mencari hubungan X1 dengan Y dan X2 dengan Y. bila data ke dua variabel berbentuk interval atau ratio. 4. 2. Paradigma ganda dengan dua variabel independen X1 dan X2. Paradigma Sederhana Berurutan Dalam paradigma ini terdapat lebih dari dua variabel. tetapi hubungannya masih sederhana. 2). deskriptif dan asosiatif. Paradigma Ganda dengan Tiga Variabel Independen Dalam paradigma ini terdapat tiga variabel independen (X1. Untuk mencari hubungan X1 dengan X2 secara bersama-sama terhadap Y menggunakan korelasi ganda. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen dan satu variabel dependen. maka menggunakan teknik Statistik Korelasi Product Moment. bila datanya berbentuk interval dan ratio. X2 dengan X3. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 62 . Untuk mencari hubungan antar variabel (X1 dengan X2. dapat dihitung jumlah rumusan masalah. Dalam paradigma ini terdapat tiga rumusan masalah deskriptif dan 4 rumusan masalah asosiatif (3 korelasi sederhana dan 1 korelasi ganda). dengan persamaan Y = a + bX3.

Paradigma ganda dengan tiga variabel independen yaitu X1. harus lewat jalur langsung atau melalui variabel intervening. r5. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 63 . Korelasi dan regresi ganda juga dapat digunakan untuk hubungan antar variabel secara simultan. X2) dan dua variabel dependen (Y1 dan Y2). dan X3. r3. Analisis regresi juga digunakan di sini. r4. Hubungan antar varibel r1. X2 dengan X3. Terdapat 4 rumusan masalah deskriptif dan 6 rumusan masalah hubungan sederhana. 7. r2. Analisis regresi sederhana maupun ganda dapat juga digunakan untuk memprediksi jumlah tiket yang terjual dan kepuasan penumpang Kereta Api. X1 dengan X2. Untuk mencari besarnya hubungan antara X1 dengan Y. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen dan Dua Variabel Dependen Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen (X1. Untuk mencari besarnya hubungan antara X dan Y1 dan X dengan Y2 digunakan teknik korelasi sederhana. X2 dengan Y. Untuk mencari besarnya hubungan antar X1 secara bersama-sama dengan X2 dan X3 terhadap Y digunakan korelasi ganda. X3 dengan Y. Hubungan antara X1 bersama-sama dengan X2 terhadap Y1 dan X1 dan X2 bersama-sama terhadap Y2 dapat dianalisis dengan korelasi ganda. dan X1 dengan X3 dapat menggunakan korelasi sederhana. Regresi sederhana dan ganda serta korelasi parsial dapat digunakan untuk analisis dalam paradigma ini. Paradigma Jalur Teknik analisis Statistik yang digunakan dinamakan path analysis (analisis jalur). X2. dan r6 dapat dianalisis dengan korelasi sederhana. 6. Analisis dilakukan dengan menggunakan korelasi dan regresi sehingga dapat diketahui untuk sampai pada variabel dependen terakhir. Dalam paradigma itu terdapat empat rumusan masalah deskriptif dan enam rumusan masalah hubungan. Demikian juga untuk Y1 dengan Y2. 5. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Dependen Paradigma ganda dengan suatu variabel independen dan dua variabel dependen.

HIPOTESIS PENELITIAN A. Apakah peneliti mempunyai arah jawaban yang pasti secara positif maupun negatif terhadap permasalahan masalah tersebut. karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan. seorang peneliti biasanya sampai pada suatu kesimpulan tentang permasalahan penelitian. belum jawaban yang empirik dengan data. Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. tetapi justru diharapkan dapat ditemukan hipotesis. Dalam metode penelitian. Selanjutnya hipotesis tersebut akan diuji oleh peneliti dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Setelah selesai menyusun landasan teori. belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Bertolak dari yang telah dilakukan dalam mencari landasan teori. Jawaban yang masih bersifat sementara dan bersifat teoritis ini disebut sebagai hipotesis. Dikatakan sementara. Hipotesi juga juga penting peranannya karena dapat menunjukkan harapan dari si peneliti Nursa’id Fitria (06101410022) Page 64 . Pada penelitian kualitatif tidak dirumuskan hipotesis. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan maslah penelitian. Karena hipotesis dapat menghubungkan dari teori yang relevan dengan kenyataan yang ada atau fakta atau dari kenyataan dengan teori yang relevan. hipotesis adalah alat yang mempunyai kekuatan dalam proses inkuiri. di mana rumusan masalah penelitian penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Pengertian Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. para peneliti akan mempunyai tiga peluang dalam memberikan jawaban sementara terkait dengan permasalahan penelitian. Hipotesis dikatakan sementara karena kebenarannya masih perlu diuji atau dites kebenarannya dengan data yang asalnya dari lapangan.

Bila hipotesis dinyatakan dengan tepat dan teliti. Di antara tujuan tersebut diantaranya sebagai berikut : 1. Kompas dapat dipergunakan sebagai penentu arah dalam perjalanan di tengah lautan sehingga mencapai pelabuhan yang dituju. Mengapa hipotesis dibuat sebelum peneliti ke lapangan (Ary. Memberikan kisi-kisi laporan untuk melaporkan kesimpulan studi. Dalam penelitian. Oleh karena itu hipotesis dibuat sebaiknya sebelum peneliti terjun ke lapangan mengumpulkan data yang diperlukan. Menyediakan keterangan secara sementara terhadap gejala dan memungkinkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan 2. Dengan hipotesis. Walaupun hal ini tidak Nursa’id Fitria (06101410022) Page 65 . Bahwa dengan hipotesis dapat memberikan arah dan petunjuk tentang pengambilan data dan proses interpretasinya. Hipotesis yang baik menunjukkan bahwa peneliti mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup dalam kaitannya dengan permasalahan b. Memberikan arah yang perlu dilakukan oleh peneliti dalam melakukan penelitian. peneliti lebih mudah dalam mencari pemecahan masalah atas dasar pernyataan hipotesis yang telah dibuat sebelumnya. dkk. jawaban sementara dapat dipergunakan sebagai petunjuk analisis. Secara fungsional hipotesis dalam penelitian itu sangatlah penting. Hipotesis penelitian mempunyai fungsi memberikan jawaban sementara terhadap rumusan masalah atau research questions. Hipotesis dalam posisinya sebagai salah satu unsur penelitian dapat dimisalkan seperti kompas bagi nahkoda kapal. 1985:76) ada dua alasan yang mendasarinya. Menyediakan para peneliti dengan pernyataan hubungan antar variabel yang dapat diuji kebenarannya 3. yaitu : a.yang direfleksikan dalam hubungan ubahan atau variabel dalam permasalahan penelitian. seorang peneliti yang menuliskan hipotesis secara baik mempunyai beberapa tujuan penting. 4.

rumusan masalah yang direncanakan dapat dicakup dalam penelitian yang hendak dilakukan. Ada pengaruh positif dan signifikan antara motivasi dan gaya kepemimpinan dalam organisasi terhadap produktivitas lembaga c. Ada hubungan yang negatif dan tidak signifikan antar besarnya gaji yang diterima para guru dengan keinginan bekerja sambilan di luar lembaga tempat bekerja. 2) Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor. 3) Hipotesis harus berlandaskan teori. Dilihat dari posisinya hipotesis penelitian biasanya ditempatkan dalam bab kedua. jika ingin mengubah harus mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut. Yang penting adalah bahwa dengan dirumuskannya hipotesis penelitian. yaitu studi kepustakaan setelah landasan teori dan atau setelah kerangka berfikir tersusun. Hipotesis penelitian pada umumnya tidak diuji menggunakan teknik statistika. Ada korelasi positif dan signifikan antara usaha peningkatan belajar di sekolah dengan hasil pencapaian belajar siswa b.mutlak. sebagai rambu-rambu tindakan selanjutnya di lapangan. Berikut ini diberikan beberapa contoh hipotesis penelitian a. sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III. hipotesis penelitian pada umumnya sama banyaknya dengan jumlah rumusan masalah yang telah ditetapkan dalam rencana penelitian. Jika penelitian bersifat korelasional maka: 1) Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya. Karena memang fungsinya yang utama untuk memberikan jawaban sementara. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 66 .

kita dapati bahwa setiap sampel yang dipilih akan memberi min yang agak berlainan. Nilai-nilai yang lebih tinggi daripada titik ini dianggap sebagai di dalam kawasan genting. Ciri-ciri hipotesis H1 dan H0 ialah :   Saling eklusif (mutually exclusive) . maka hipotesis nol perlu ditolak. Dengan lain perkataan. Jika nilai min sampel terjatuh di dalam kawasan genting. kita akan coba membuktikan H0 benar.tiada alternatif lain Titik-Titik Kritikal (genting) Dalam kaidah ujian hipotesis. Mengenai persampelan.ia itu kedua-dua hipotesis tidak boleh benar atau tidak benar pada masa yang sama Ekhaustif (exhuastive) . kaedah menguji memerlukan dua kenyataan yang bertentangan :   Hipotesis penyelidikan (yang juga dikenali sebagai hipotesis alternatif). Maka kita perlu menetapkan suatu titik (atau 2 titik) di atas keluk taburan min populasi di mana perbedaan di antara nilai min sampel dengan min populasi dianggap terlalu besar sehingga tidak boleh diterima sebagai sama. biasanya kita akan cuba menbuktikan H0 tidak benar. Sekiranya kita tidak dapat membuktikan H0 benar maka kita terpaksa menerima bahwa H1 adalah benar. H1 Hipotesis Nol (Null hypothesis). H0 Untuk membuktikan H1 benar. min yang diperoleh daripada sampel tidak akan tepat pada min populasi. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 67 .Langkah-Langkah Menguji Hipotesis Pengujian hipotesis memerlukan tiga "ingredient" :    Soalan penyelidikan Populasi yang ditakrif dengan tepat (well-defined population) Alat mengukur Untuk membuktikan sesuatu hipotesis.

Jenis I lebih kecil daripada kemungkinan membuat kesalahan Jenis II. kawasan genting (menolak H0) hendaklah lebih kecil dibandingkan dengan kawasan menerima H0. Untuk ujian hipotesis dua-ekor. Bilangan sampel injin baru ialah 36 dan min penyebaran daripada sampel ialah 101. kita mungkin membuat dua jenis kesalahan atau ralat seperti ditunjukkan di dalam gambar di bawah. Soalannya sekarang ialah. Dalam konteks dunia sebenar. Perkiraan Andaikan bahwa suatu sampel injin baru telah pilih dan penyebaran N2O telah diukur. Dengan kata lain. Kita juga tahu statistik-statistik berkenaan dengan penyebaran oleh injin lain. Perkiraan untuk mendapatkan nilai z ditunjukkan di bawah.05 (atau 5%). kedudukan ini serupa dengan prinsip bahwa adalah "lebih baik bebaskan orang yang bersalah daripada menghukum orang yang tidak bersalah". Tahap kemungkinan menolak hipotesis nol yang benar (Ralat Jenis I) yang biasa digunakan ialah 0.Ralat Jenis I dan II Dalam membuat keputusan samada hendak menerima atau menolak hipotesis. kemungkinan ini dibagi menjadi dua kawasan yang sama dipenghujung keluk tabura. H0 Benar Terima H0 Keputusan Betul Ralat Jenis I H1 Benar Ralat Jenis II (Type II Error) Keputusan Betul Terima H1 (Type I Error) Adalah lebih baik kita menetapkan kemungkinan membuat kesalahan. Min penyebaran injin lain ialah 100 dengan varians 25. "adakah 101.8.8 berbeda daripada 100"? Nursa’id Fitria (06101410022) Page 68 .

Nilai terjatuh dalam kawasan genting (2.16. titik "a" dan "b" adalah titik genting.Seberapa tinggi daya tahan lampu merk A ? . yaitu :   A point estimate (titik taksiran) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan satu nilai data simpel Interval estimate (convidence interval) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan nilai interval data sample. Tetapi perhatikan bahawa nilai z terletak di bahagian kanan. Dimana ada 2 cara menaksirkan taraf kesalahan dalam pengujian hipotesis.16 > 1. tidak membuat perbandingan atau hubungan. Maka H0 hendaklah ditolak dan H1 diterima. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 69 . Hipotesis Deskriptif Hipotesis deskriptif adalah dugaan tentang nilai suatu variable mandiri.96). penyebaran injin baru didapati perbedaan daripada injin lain. iaitu penyebaran injin baru adalah lebih tinggi daripada injin lain. Ini bermakna pada tahap 5% keyakinan. Hipotesis Hubungan (Asosiatif) Hipotesis asosiatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dugaan tentang hubungan antara 2 variabel atau lebih Contoh : Adakah hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efektivitas kerja ?  Taraf Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis Pada dasarnya menguji hipotesis itu adalah menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel.Dal am gambar di bawah. Hipotesis Komparatif Hipotesis komparatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dengan nilai dalam satu variable atau lebih pada sample yang berbeda Contoh : Adakah perbedaan daya tahan lampu merk A dan merk B ? 3.Seberapa baik gaya kepemimpinan di Lembaga X ? 2.  Tiga Bentuk Rumusan Hipotesis 1. Nilai z untuk min penyebaran daripada sampel injin baru ialah 2. Contoh : .

Kesalahan Tipe 2 merupakan suatu kesalahan bila menerima hipotesis yang salah (seharusnya ditolak). tidak boleh dalam pertanyaan  Dapat diuji kebenarannya  Dirumuskan dengan jelas  Bentuk-bentuk Hipotesis Penelitian 1. yaitu : Kesalahan Tipe 1 merupakan kesalahan bila menolak hipotesis nol (Ho) yang benar (seharusnya diterima). antara lain :  menghubungkan atau membandingkan 2 atau lebih variable  Dinyatakan dalam kalimat pernyataan. Hipotesis Minor (Hipotesis yang pecahan. Hipotesis Mayor (Hipotesis yang gabunganm yang besar) X1 X2 X3 4.  Dua Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis Dalam menaksirkan parameter populasi berdasarkan data sample. Hipotesis Teoritis (Hipotesis didalam menjawab rumusan permasalahan) 2. kemungkinan akan terdapat dua kesalahan. Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dalam beta (β).  Syarat-syarat Hipotesis Penelitian. Hipotesis Statistik 3. Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dengan alpha (α). yang kecil) X1 – y X2 – y X3 – y Nursa’id Fitria (06101410022) Page 70 y (Variabel terikat) .Menaksir parameter populasi yang menggunakan nilai tunggal (point estimate) akan mempunyai resiko kesalahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan interval estimate. yang farsial.

Kesalahan rancangan penelitian f. dikarenakan : a. Kesalahan instrumen penelitian d. Jika Ho ditolak. simpangan baku. Kesalahan perhitungan e. yaitu : a. Kebalikannya adalah Ha e. 2 ekor. variasi) Hipotesis yang menyatakan Hubungan Ho : μ1 xy = 0 Ha : μ1 xy = 0  Ho : μ1 xy <= 0 Ha : μ1 xy > 0 Ho : μ1 xy >= 0 Ha : μ1 xy < 0 (Uji yang tidak memiliki arah. Kesalahan sampling c. Pengaruh variabel luar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 71 . Dari landasan teori b. 1 ujung) Ket : θ : besaran untuk populasi (parameter) (rata-rata. Yang diuji adalah Ho f. maka Ha diterima dan sebaliknya  Lambang Hipotesis Statistik Ho : θ1 <= θ2 Ha : θ1 <= θ2 Ho : θ1 >= θ2 Ha : θ1 >= θ2 Hipotesis yang mengandung pengertian yang sama/tidak sama Ho : θ1 = θ2 Ha : θ1 = θ2 Ho : μ1 = μ2 Ha : μ1 = μ2 Ho : μ1 <= μ2 Ha : μ1 >= μ2 (Memiliki 1 arah. Mengapa Hipotesis Nol . 1 ekor. Hipotesis yang menyatakan tidak b. Untuk menetralisir arah pemikiran peneliti c. Azas praduga tak bersalah d. 2 ujung) Penyebab gagal ditolaknya Ho.

tentu sukar ditebak apa saja.Sumber penemuan hipotesis. yaitu :  Dari peneliti sendiri  Dari teori/pendapat orang lain  Dari penelitian yang relevan Sikap Peneliti Terhadap Hipotesis Yang Dirumuskan o Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya hipotesisnya tidak terbukti (pada akhir penelitian) o Mengganti hipotesis seandainya melihat tanda–tanda bahwa data yang terkumpul tidak mendukung terbuktinya hipotesis (pada saat penelitian berlangsung) Penelitian Tanpa Hipotesis • Penelitian Deskriptif adalah penelitian untuk satu variabel. atau bahkan tidak mungkin dihipotesiskan. Penelitian Tindakan Kelas (ya atau tidak) Nilai ilmiah penelitian berhipotesis lebih tinggi dibandingkan penelitian tanpa hipotesis Anggapan Dasar / Asumsi Dasar • • • • Kebenaran atau keyakinan yang tidak perlu dibuktikan lagi dan merupakan dasar didalam memunculkan hipotesis Merupakan dari kegiatan penelitian / perumusan hipotesis Sebagai penegas variabel yg menjadi pusat perhatian Sumber asumsi : dari teori yang sudah mapan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 72 . Padahal hipotesis hanya dibuat jika yang dipermasalahkan menunjukkan hubungan antara dua variabel atau lebih. • • • • Penelitian Evaluatif Penelitian eksploratif yang jawabannya masih sukar diduga dan dicari.

Contoh Penggunaan Asumsi Dasar • • Judul Penelitian: Hubungan antara penampilan guru dan prestasi belajar siswa Asumsi Dasarnya:  Setiap guru punya penampilan yg berbeda  Prestasi belajar siswa bervariasi  Prestasi belajar dipengaruhi oleh bermacam faktor Nursa’id Fitria (06101410022) Page 73 .

PENYUSUNAN LAPORAN HASIL PENELITIAN. Analisis variabel penelitian.harus jelas.TEKNIK PENGUMPULAN.  Keterampilan dalam instrumen itu sendiri sebagai alat pengumpul data. jenis pertanyaan. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Pada umumnya penelitian akan berhasil jika banyak menggunakan instrumen sebab data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian (masalah) menguji hipotesis yang diperoleh melalui instrumen. yakni mengkaji variabel menjadi subpenelitian sejelas-jelasnya sehingga indikator tersebut bisa diukur dan menghasilkan data yang diinginkan peneliti. Setelah ditetapkan jenis instrumennya. c. spesifik sehingga dapat ditentukan jenis instrumen yang digunakan.  Mudah dan praktis digunakan sehingga dapat menghasilkan data yang diperlukan. Langkah-langkahnya meyusun instrumen Langkah-langkah menyusun instrumen antara lain: a. banyak pertanyaan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun instrumrn penelitian. abilitas yang diukur. peneliti menyusun kisi-kisi atau lay out instrumen. PENGOLAHAN. ANALISIS DATA. Menetapkan jenis instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel/subvariabel/indikator-indikatornya.  Jenis data yang diharapkan dari penggunaan instrumen harus jelas.antara lain :  Masalah dan variabel yang diteliti termasuk indikator variabel.  Sumber data/informasi baik jumlah maupun keragamannya harus diketahui terlebih dahulu sebagi bahan atau dasar dalam menentukan isi atau bahasa dalam instrumen penelitian. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 74 . Kisi-kisi ini berisi ruang lingkup materi pertanyaan. b. dan waktu yang dibutuhkan.

Instrumen yang sudah dibuat sebaiknya diuji coba digunakan untuk revisi instrumen. B. Berdasarkan kisi-kisi tersebut lalu peneliti menyusun item atau pertanyaan sesuai dengan jenis instrumen dan jumlah yang telah ditetapkan dalam kisi-kisi.d. e. misalnya membuang instrumen yang tidak perlu. menggantinya dengan item yang baru. Jenis instrumen Tes Tes prestasi Tes kecerdasan Tes bakat Tes minat Tes dianostik Tes formatif Tes sumatif Tes kepribadian Tes awal/akhir Nontes Kuisioner Wawancara Dokumentasi Observasi Skala sikap C. Persamaan antara tes dan non tes No 1 Tes Non tes Sama-sama digunakan untuk Observasi dalam konteks sebagai alat pengumpulan data 2 Sama-sama persyaratan pembutannya 3 Harus dilakukan uji tertentu instrumen adalah proses memiliki pengumpulan bahan/keterangan dalam yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatan secara coba sistematis penelitian. terhadap fenomena sebelum diterapkan yang sedang dijadikan sasaran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 75 .

Wawancara dapat dilakukan scara terstruktur maupun tidak terstruktur. Dengan wawancara terstruktur ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama dan pengumpul data mencatatnya. dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 76 . Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report atau setidak-tidaknya ada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi.D. Wawancara Terstruktur Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data. maka diperlukan training kepada calon pewawancara. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara. Perbedaan antara Tes dan Non tes No 1 Tes Non tes memiliki kriteria Memiliki kriteria kebenaran Tidak tertentu 2 3 Lebih bersifat objektif Ada kunci jawaban kebenaran tertentu Lebih bersifat subjektif Tidak ada kunci jawaban Interview (Wawancara) Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. pengumpul data dapat menggunakan beberapa pewawancara sebagai pengumpul data. pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan. bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Dengan wawancara terstruktur ini pula. Supaya setiap pewawancara mempunyai keterampilan yang sama.

sehingga peneliti dapat menentukan secara pasti permasalahan atau variabel apa yang harus diteliti. sehingga dapat dinyatakan data tersebut subyektif dan tidak akurat. Kebiasan data ini akan tergantung pada pewawancara. Kontak langsung antara interviewer dan interviewee lebih akrab 2. Penyesuaian diri dengan responden Nursa’id Fitria (06101410022) Page 77 . Bias adalah menyimpang dari yang seharusnya. Bisa untuk tuna netra dan buta huruf Kelemahan wawancara 1. Tidak terlalu formal 4. Pada penelitian pendahuluan.Wawancara Tidak Terstruktur Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden. Wawancara tidak terstruktur atau terbuka sering digunakan dalam penelitian pendahuluan atau bahkan untuk penelitian lebih mendalam tentang responden. Jumlah responden terbatas 2. Informasi lebih mendalam 3. Informasi atau data yang diperoleh dari wawancara sering bias. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan dinyatakan. Responden grogi menjawab 3. Masalah bahasa 4. yang diwawancarai (responden) dan situasi & kondisi pada saat wawancara. peneliti berusaha mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan yang ada pada obyek. Dalam wawancara tidak terstruktur. Kelebihan wawancara 1.

Tipe dan bentiuk pertanyaan Tipe pertanyaan dalam angket dapat terbuka atau tertutup dan bentuknya dapat menggunakan kalimat positif atau negatif. kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Bahasa yang digunakan Bahasa yang digunakan dalam penulisan angket harus disesuaikan dengan kemampuan berbahasa responden. Pertanyaan adalah pertanyaan yang akan membantu responden untuk menjawab dengan cepat dan juga memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data terhadap seluruh angket yang telah terkumpul. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 78 . Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang mengharapkan responden untuk menuliskan jawabannya berbentuk uraian tentang suatu hal. Selain itu. setiap pertanyaan harus disusun dalam skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukur variabel yang diteliti. Isi dan tujuan pertanyaan Yang dimaksud di sini adalah apakah isi pertanyaan tersebut merupakan bentuk pengukuran atau bukan. Prinsip Penulisan Angket a. c. Kalau berbentuk pengukuran maka dalam membuat pertanyaan harus diteliti. maka angket jangan disusun dalam bahasa Indonesia. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Jadi bahasa yang digunakan dalam angket harus memperhatikan jenjang pendidikan responden keadaan sosial budaya dan ”frame of reference” dari responden.Kuesioner (Angket) Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. b. Kalau sekiranya responden tidak dapat berbahasa Indonesia.

Pertanyaan tidak mendua Setiap pertanyaan dalam angket jangan mendua (double barreled) sehingga menyulitkan responden untuk memberikan jawaban. Supaya diperoleh data yang valid dan relaibel maka sebelum instrumen angket tersebut diberikan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 79 . Urutan pertanyaan yang diacak perlu dibuat bila tingkat kematangan responden terhadap masalah yang ditanyakan sudah tinggi. Pertanyaan tidak menggiring Pertanyaan dalam angket sebaiknya juga tidak menggiring ke jawaban yang baik saja atau ke yang buruk saja. f. Hal ini perlu dipertimbangkan karena secara psikologis akan mempengaruhi semangat responden untuk menjawab. h. Oleh karena itu instrumen angket tersebut harus dapat digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel tentang variabel yang diukur. sehingga memerlukan instrumen yang banyak maka instrumen tersebut dibuat bervariasi dalam penambilan. Disarankan empirik jumlah pertanyaan yang memadai adalah antara 20 s/d 30 pertanyaan. e. g. i.d. Prinsip pengukuran Angket yang diberikan kepada responden adalah instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel yang akan diteliti. dan cara mengisinya. Panjang pertanyaan Pertanyaan dalam angket sebaiknya tidak terlalu panjang sehingga akan membuat jenuh responden dalam mengisi. model skala pengukuran yang digunakan. Tidak menanyakan yang sudah lupa Setiap pertanyaan dalam instrumen angket sebaiknya juga tidak menanyakan hal-hal yang sekiranya sudah lupa atau pertanyaan yang memerlukan jawaban dengan berpikir berat. Bila jumlah variabel banyak. Urutan pertanyaan Urutan pertanyaan dalam angket dimulai dari yang umum menuju ke hal yang spesifik atau dari yang mudah menuju ke hal yang sulit atau diacak.

1. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 80 . Angket yang dibuat di kertas buram akan mendapat respon yang kurang menarik bagi responden bila dibandingkan dengan angket uang dicetak dalam kertas yang bagus dan berwarna. Sambil melakukan pengamatan. observasi dapat dibedakan manjadi participant observation (observasi berperan serta) dan non participant observation. Selanjutnya dari segi instrumentasi yang digunakan maka observasi dapat dibedakan menjadi observasi terstruktur dan tidak terstruktur. peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data dan ikut merasakan suka dukanya. dan sampai mengetahui pada tingkat mana dari setiap perilaku yang nampak. Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data. maka data yang didapatkan akan lebih lengkap.kepada responden. Observasi Berperan Serta (Participant Observation) Dalam observasi ini. Penampilan fisik angket Penampilan fisik angket sebagai alat pengumpul data akan mempengaruhi respon atau keseriusan responden dalam mengisi angket. Observasi Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain. Kalau wawancara dan angket selalu berkomunikasi dengan orang. tajam. maka perlu diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu. j. Dengan observasi partisipan ini. maka observasi tidak terbatas pada orang tetapi juga obyek-obyek alam yang lain. yaitu wawancara dan angket.

yaitu: 1. keterbatasan tulisan. keseragaman satuan data. kejelasan makna jawaban. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 81 . bahwa setiap perangkat kategori harus dibuat lengkap. biasanya menggunakan tabel. Pengklasifikasian data (Editing) Pengklasifikasian data yaitu menggolongkan aneka ragam jawaban itu ke dalam kategori-kategori yang jumlahnya lebih terbatas. 2. kesesuaian jawaban. Bila analisis kuantitatif maka kode yang diberikan adalah angka. Bila angka itu berlaku sebagai skala pengukuran maka disebut dengan skor. Observasi Nonpartisipan Kalau dalam observasi partisipan peneliti terlibat langsung dengan aktivitas orang-orang yang sedang diamati maka dalam observasi nonpasrtisipan peneliti TEKNIK PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA Didalam kegiatan dalam pengolahan data. terutama pengolahan data yang akan menjurus ke analisis kuantitatif. ada tiga kegiatan. Pengklasifikasian perangkat kategori itu penyusunannya harus memenuhi bahwa setiap perangkat kategori dibuat dengan mendasarkan kriterium yang tunggal. dan kategori yang satu dengan yang lain harus terpisah secara jelas tidak saling tumpang tindih. Sebagai contohnya: kelengkapan jawaban. relevansi jawaban. Tabulasi Tabulasi yaitu usaha penyajian data. sehingga tidak ada satupun jawaban responden yang tidak mendapat tempat. 3.2. baik tabel distribusi frekuensi maupun tabel silang. Koding Koding yaitu suatu usaha mengklasifikasikan jawaban-jawaban responden dengan jalan menandai masing-masing kode tertentu.

Jenis – Jenis Data Ada beberapa macam jenis data. Dalam hal ini penelitian kualitatif mengajak seseorang untuk mempelajari sesuatu masalah yang ingin diteliti secara mendasar dan mendalam sampai ke akar-akarnya. yaitu: 1. Analisis Deskriptif (non statistik) Analisis non statistik dilakukan terhadap data kualitatif. Data Interval 10. statistik sederhana dan Descriptive Statistics. Data Primer 4. Data Kuantitatif 3. Data Nominal 6. Data Ordinal 7. Ada 2 macam analisis deskriptif. Data Kualitatif 2. Data Seketika 8. Data Rasio Analisis Data Ada beberapa analisis data. statistik dibagi 2 macam. Yaitu statistik Nursa’id Fitria (06101410022) Page 82 . yaitu: 1. Analisis Statistik Analisis statistik ini berasal dari data kuantitatif. yaitu: Analisis deskriptif kuantitaif (persentase) Contohnya: Penilaian terhadap Modul A Analisis deskriptif kualitatif (Kategori. Data Sekunder 5. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif ini lazim dikenal pula dengan istilah Statistik Deduktif. kriteria atau tolak ukur) 2. Data Urutan waktu 9. yaitu: a. Pada umumnya.

agar dapat memberikan gambaran yang teratur. Statistik Inferensial Statistik inferensial. Dengan kata lain. Dan pada dasarnya merupakan fundamen dari ilmu statistik deskriptif secara keseluruhan. Uji Regresi Penelitian mencoba melibatkan dua variabel atau lebih biasa ditujukan untuk memperkirakan variabel yang satu atas variabel lainnya sepanjang variable tersebut ada pertautannya dengan akal sehat Nursa’id Fitria (06101410022) Page 83 . yang lazim dikenal pula dengan istilah Statistik induktif. mengolah. mengenai suatu gejala. statistik lanjut. dari sekumpulan data yang telah disusun dan diolah. peristiwa atau keadaan. penaksiran dan sebagainya. b. sehingga dapat ditarik pengertian atau makna tertentu. statistik inferensial juga menyediakan aturan tertentu dalam rangka penarikan kesimpulan (conclusion). ringkas dan jelas mengenai suatu gejala. menyusun atau mengatur. menyajikan. Dengan demikian. statistik deskriptif adalah statistik yang mempunyai tugas mengorganisasi dan menganalis data angka. ringkas. peristiwa atau keadaan. Uji Korelasi Yaitu menetapkan hubungan antara pasangan skor dari sebaran skor yang berbeda dan ingin mengetahui ada tidaknya hubungan dua pasangan tersebut. Kecuali itu. Statistik Inferensial sifatnya lebih mendalam dan merupakan tindak lanjut dari statistik deskriptif. 2. statistik mendalam atau Inferensial Statistics. dan menganalisis data angka.yang tingkat pekerjaannnya mencakup cara-cara menghimpun. dan jelas. Jenis-jenis Uji Statistik 1. penyusunan atau pembuatan ramalan (prediction). yaitu statistik yang menyediakan aturan atau cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam rangka mencoba menarik kesimpulan yang bersifat umum. agar dapat memberikan gambaran secara teratur.

Uji Hipotesis Penerimaan atau penolakan hipotesis nol melalui statistik pengujian t. Penyusunan laporan Hasil Penelitian Laporan hasil penelitian Dalam menulis laporan hasil penelitian ada beberapa bagian yang harus dituliskan. Hasil Penelitian Deskripsi data Analisa Data Pembahasan Bab V. Tinjauan Pustaka Bab III. yaitu satu variabel acak yang nilainya bergantung pada data sampel.3. Metodologi Penelitian Variabel Penelitian Definisi Operasional Variabel Populasi dan sampel Waktu dan tempat Metode penelitian Bab IV. Kesimpulan/Saran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 84 . Pendahuluan Latar Belakang Masalah Identifikasi masalah Pembatasan masalah Rumusan masalah Bab II. yaitu: Bab I.

Guru. 2. atau sedang mengadakan kunjungan ke rumah siswa. Komponen dalam sebuah kelas yang dapat dikaji melalui penelitian tindakan antara lain sebagai berikut : 1. sedang membimbing siswa yans sedang berdarmawisata. dapat dicermati ketika guru yang bersangkutan sedang mengajar di kelas. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 85 . Siswa. yang dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan. PTK berfokus pada kelas atau pada proses belajar mengajar di kelas. bukan pada input kelas (silabus. Makna ” Kelas” dalam PTK Pengertian kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar. Suharsimi (2002) menjelaskan PTK dari definisi ketiga kata tersebut sebagai berikut :  Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek. PTK harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas.  Kelas adalah sekolompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru. menggunakan atau metedologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. ketika sedang asyik mengerjakan pekerjaan rumah di malam hari. materi dan lain-lain) ataupun output (hasil belajar).PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya.  Tindakan adalah suatu gerak kegiatan yang sengaja dialakuakan dengan tujuan tertentu. dapat dicermati objeknya ketika siswa yang bersangkutan sedang asyik mengikuti proses pembelajran dikelas/lapangan/laboraturium/bengkel. atau sedang megikuti kerja bakti di luar sekolah.

4. sekolah. merupakan kegiatan yang sedang diterapkan dan dapat diatur/direkayasa dalam bentuk tindakan Unsur pengelolaan yang jelas-jelas merupakan gerak kegiatan sehingga mudah diatur dan direkayasa dalam bentuk tindakan. interaksi di Nursa’id Fitria (06101410022) Page 86 . dan siswa itu sendiri. Masalah yang dikaji melalui PTK Dikarenakan makna kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar. maupun yang melingkungi siswa di rumahnya. dapat dicermati ketika guru sedang mengajar atau sebagai bahan yang ditugaskan kepada siswa.  Desain dan strategi pembelajaran di kelas. 5. baik lingkungan siswa itu di kelas. dan teknik pengembang potensi diri. merupqkqn produk yang ditingkatkan. yaitu proses pembelajaran.  Pengelolaan dan pengendalian. misalnya pengenalan teknik modifikasi perilaku. Pengelolaan. Peralatan atau sarana pendidikan. kesalahan pembelajaran. dengan tujuan meningkatkan mutu haaasil belajar. teknik memotivasi. penetaan peralatan milik siswa dan sebagainya. penempatan papan tulis. diantaranya sebagai berikut :  Masalah belajar siswa di sekolah. Materi pelajaran. maka permasalahan PTK cukup luas. pengaturan jadwal. dan evaluasi program pembelajaran. pasti terkait dengan tindakan unsur lain. 6. dapat dicermati ketika guru sedang mengajar. guru . Dalam hal ini yang digolongkan sebagai kegiatan pengelolaan misalnya cara mengelompokkan siswa ketika guru memberikan tugas. Hasil pembelajaran. yang diamati ialah guru.  pengembangan profesionalisme guru dalam peningkatan mutu perancangan. miskonsepsi. misalnya permasalahan belajar di kelas. pelaksanaan. peralatan atau sarana pendidikan. siswa atau keduanya. Lingkungan. pengaturan tempat duduk siswa. misalnya masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran dan implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran (misalnya penggantian metode mengajar baru). 7. misstrategi dan lain-lain.3.

 Alat bantu. pengembangan instrumen asesmen berbasis kompetensi. misalnya penggunaan media. dan siswa-lingkungan belajar. misalnya implementasi KBK. proses. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 87 . atau penggunaan alat . interaksi guru-siswa. Secara lebih rinci. tujuan PTK antara lain sebagai berikut :  Meningkatkan mutu isi.  Masalah kurikulum. siswa-materi ajar. Misalnya masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran. media dan sumber belajar. serta hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah.  Meningkatakan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan  Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di daalm melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajran secara berkelanjutan (sustainable) Keluaran Penelitian Tindakan kelas Karena yang diharapkan dapat dihasilkan dari PTK adalah peningkatan atau perbaikan mutu proses dan hasil pembelajaran . Tujuan PTK Tujuan utama PTK adalah memecahkan pemasalahan nyata yang terjaidi di dalam kelas dan sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan. urutan penyajian materi pokok.  sistem asesmen dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran.  Penamaan dan pengembangan sikap serta nilai-nilai . antara lain meliputi hal-hal berikut :  Peningkatan atau perbaikan terhadap kinerja belajar siswa di sekolah.  Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan di luar kelas.dalam kelas (misalnya penggunaan strategi pengajaran yang didasarkan pada pendekatan terpadu). masukan. perpustakaan dan sumber belajar di dalam/luar kelas. metode evaluasi tertentu. misalnya pengembangan pola berfikir ilmiah dalam diri siswa.

Ciri Khusus Penelitan Tindakan Ciri khusus dari PTK adalah adanya tindakan (action) yang nyata. siswa. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 88 . 4. tetapi sekaligus mencari dukungan ilmiahnya. PTK merupakan kegiatan penelitian yang tidak saja berupaya untuk memecahkan masalah. 3. kepala sekolah. jelas dan tajam mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. Dengan kalimat lain. Adanya kolaborasi (kerja sama) antar praktisi (guru. 2. Kerja sama (kolaborasi) antar guru dan peneliti sangat penting dalam bersama menggali mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi terutama pada kegiatan mendiagnosis masalah. dan lainnya) dan peneliti dalam pemahaman. Pada penelitian tindakan. pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action).  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa. kesepakatan tentang permasalahan. kegiatan tersebut dilakakan dalam rangkaian siklus kegiatan.  Peningkatan atau perbaikan terhadap masalah pendidikan anak di sekolah. Tindakan tersebut merupakan suatu kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Peningkatan atau perbaikan terhadap mutu proses pembelajaran di kelas. nyata. tetapi berasal dri adanya permasalahan yang nyata dan aktual yang terjadi dalam pembelajaran di kelas. Hal yang dipermasalahkan bukan dihasilkan dari kajian teoritis atau dari hasil penelitian terdahulu. Keunikan lain dari PTK diantaranya sebagai berikut : 1. alat bantu belajar dan sumber belajar lainnya.  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa di sekolah. PTK berfokus pada masalah praktis bukan problem teoritis atau bersifat bebas konteks.  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penggunaan media. PTK dimulai dari permasalahan yang sederhana. menyusun usulan. Tindakan itu dilakukan pada situasi alami (bukan dalam laboratorium) dan ditujukan untuk memecahkan permasalahan praktis.

ingin membantu. observasi. Judul PTK 2. menyeminarkan hasil. Bab Metodologi Pelaksanaan yang menjelaskan tentang rwencana dan prosedur penelitian (terutama: prosedur diagnosis masalah. prosedur pelaksanaan tindakan. merekam data. prosedur refleksi hasil penelitian). 4. Bab kajian/Tindakan Pustaka yang mengurai kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan penelitian tindakan. PTK dilakukan hanya apabila ada :  Keputusan kelompok dan komitmen untuk pengembangan  Bertujuan meningkatkan profesionalisme guru  Alasan pokok : ingin tahu. 3. Penjelasan mengenai kegiatan pendukung (terutama : jadwal penelitian. Permohonan dana atau izin pelaksanaan penelitian selalu mempersyaratakan adanya ususlan penelitian. 5. Pada umumnya usulan PTK terdiri atas : 1. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 89 . sarana pendukung pembelajaran masing-masing anggota penelitian dalam setiap kegiatan penelitian dan kelayakan pembiayaan). tujuan dan kemanfaatan hasil penelitian (terutama potensi untuk memperbaiaki atau meningkatkan kualitas isi. evaluasi dan reflaksi). prosedur observasi dan evaluasi. menganalisis data. proses. perencanaan tindakan. Menyusun Usulan PTK Kerja penelitian dimulai dengan membuat rencana. dan menyususn laporan akhir. Rencana penelitian umumnya disebut usulan penelitian. Usulan penelitian adalah langkah pertamam dari kerja penelitian. ingin meningkatkan  Bertujuan memperoleh pengetahuan dan/atau sebagai pemecah masalah. masukan atau hasil pembelajaran dan/atau pendidikan).melaksanakan penelitian (melaksanakan tindakan. perumusan masalah dan cara pemecahan masalah. Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang latar belakanng masalah. 5.

Dikarenakan hal tersebut umumnya di dapat dari pengamatan dan kajian (diagnosis) yang dilakukan oleh guru atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah. maka jelaskan pula proses atau kondisi yang terjadi. Berikut ini beberapa contoh judul PTK. misalnya dimana penelitian dilakukan.dikelas berapa. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 90 . yang intinya adalah paparan alasan atau latar belakang penelitian hendaknya dipaparkan bahwa:  Masalah yang diteliti adalah benar-benar suatu masalah pembelajaran yang terjadi di sekolah.  Peningkatan kreativitas siswa dalam proses belajar mata pelajaran Fisika melalui penerapan model pembelajaran generatif. Judul Penelitian Judul hendaknya ditulis dengan singkat dan spesifik. Umumnya di bawah judul dituliskan pula subjudul. Hal utama yang seharusnya ditulis didalam judul adalah gambaran dari apa yang dipermasalahkan dan bentuk tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalahnya.  Meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada mata pelajaran Fisika melalui penerapan Cooperative Learning. b.kapan. Untuk itu. Pendahuluan Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan pembelajaran.  Pembelajaran berbasis konstruktivisme dan kontekstual pada mata pelajaran Fisika untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemahaman konsep.Isi usulan penelitian Penjelasan dan contoh dari masing-masing komponen dalam usulan penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut: a. dan lain-lain. Subjudul ditulis untuk menambahkan keterangan lebih rinci tentang populasi.  Penerapan pembelajaran model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mata pelajaran Fisika. dalam bab pendahuluan.

dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi. o Pemecahan Masalah : Uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. Perumusan dan Pemecahan Masalah Bagian ini umumnya terdiri atas jabaran tentang perumusan masalah. serta cara mengevaluasinya. Masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak untuk di pecahkan serta dapat dilaksanakan. o Tujuan Penelitian : Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. cara pengukuran. dilihat dari segi ketersediaan waktu. o Perumusan masalah: Rumusan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan dan hasil positif yang diantisipasi dengan mengajukan indikator keberhasilan tindakan. o Kontribusi Hasil Penelitian : Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran sehingga tampak manfatnya Nursa’id Fitria (06101410022) Page 91 . Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti hendaknya sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan pda akar penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah. Secara cermat dan sistematis berikan alasan (argumentasi) bagaimana dapat menarik kesimpulan tentang akar masalah itu. biaya. tujuan serta manfaat atau kontribusi hasil penelitian. c.  Dari identifikasi masalah diatas. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas sehingga dapat diukur tingkat pencapaian keberhasilannya. jelaskan hal-hal yang diduga menjadi akar penyebab dari masalah tersebut. asumsi. dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. cara pemecahan masalah.

Rencana dan Prosedur Penelitian. temuan. maupun komponen pendidikan di sekolah lainnya. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini. Uraian ini digunakan untuk menyususn kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. meskipun harus diingat jugas jadwal kegiatan belajar di sekolah. pelaksanaan tindakan. d. Untuk dapat membantu menyusun bagian ini. waktu dan lamanya tindakan.bagi siswa. Kemukakan objek. Kajian pustaka Menguraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasai usulan rancangan penelitian tindakan. serta lokasi penelitian secara jelas. guru. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan. Pada bagian akhir dapat dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus lain. obsevasi. disarankan untuk terlebih dahulu menetapkan pokok-pokok pikirannya. disarankan untuk terlebih dahulu menuliskan pokok-pokok rencana kegiatan dalam suatu tabel seperti contoh berikut Nursa’id Fitria (06101410022) Page 92 . Kemukakan juga teori. e. dan evaluasi-refleksi yang bersifat daur ulang atau siklus. Untuk memudahkan dalam menuliskan secara rinci hal-hal di atas. dan bahan penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Jumlah siklus diusahakan lebih dari satu siklus.

rekomendasi Nursa’id Fitria (06101410022) Page 93 . Melaukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario LKM. saran.Tabel pokok-pokok rencana kegiatan Siklus 1 Perencanaan:identif ikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah        Tindakan Pengamatan    Refleksi  Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam PBM Menentukan pokok bahasan Mengembangkan skenario pembelajaran Menyusun LKM Menyiapkan sumber belajar Mengembangkan format evaluasi Mengembangkan format observasi pembelajaran Menerapkan tindakan mengacu pada skenario dan LKM Melakukan observasi dengan memakai format observasi Menilai hasil tindakan dengan menggunakan format LKM Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi. untuk digunakan pada siklus berikutnya Evaluasi tindakan 1 Identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah Pengembangan program tindakan II Pelaksanaan program tindakan II Pengumpulan data tindakan II Evaluasi tindakan II         Siklus II Perencanaan Tindakan pengamatan refleksi Siklus-siklus berikutnya Kesimpulan.jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan. dan lain-lain.

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan PTK ada tiga ,yaitu:  PTK merupakan penelitian yang mengikutsertakan secara aktif peran guru dan siswa dalam berbagai tindakan.  Kegiatan refleksi (perenungan, pemikiran, dan evaluasi) dilakukan berdasarkan pertimbangan rasional (menggambarkan konsep teori) yang mantap dan valid guna melakukan perbaikan tindakan dalam upaya memecahkan masalah yang terjadi.  Tindakan perbaikan terhadap situasi dan kondisi pembelajaran dilakukan dengan segera dan dilakukan secara praktis (dapat dilakukan dalam praktik pembelajaran).

Prinsip PTK: ”Tidak mengganggu proses pembelajaran, harus dipersiapkan dengan rinci dan matang, tindakan harus konsisten dengan rancangan, masalah benar-benar ada dan dihadapi oleh guru dan seterusnya”.

Siklus Kegiatan PTK PTK dilaksanakan dalam bentuk siklus berulang yang didalamnya terdapat empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang

digambarkan sebagai berikut:

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 94

Siklus PTK
Perencanaan tindakan I Pelaksanaann tindakan I

Permasalahan

Siklus I

Refleksi I

Pengamatan /pengumpulan data

Permasalahan baru hasil refleksi

Perencanaan tindakan II

Pelaksanaan tindakan II

Refleksi II

Pengamatan /pengumpulan data II

Siklus II

Apabila masalah belum terselesaikan

Dilanjutkan ke siklus berikutnya

Rincian kegiatan PTK a. Perencanaan Pada tahapan ini terdiri dari kegfiatan sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi dan menganalisis masalah, yaitu secara jelas dapat dimengerti masalah apa yang akan diteliti. 2. Menetapkan alasan mengapa penelitian mengapa penelitian tersebut dilakukan, yang akan melatarbelakangi PTK. 3. Merumuskan masalah secara jelas, baik dengan kalimat tanya maupun kalimat pernyataan.

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 95

4. Menetapkan cara yang akan dilakukan untuk menemukan jawaban berupa hipotesis tindakan. 5. Menentukan cara untuk menguji hipotesis tindakan dengan menjabarkan indikator-indikator keberhasilan serta berbagai instrumen pengumpul data yang dapat dipakai untuk menganalisis indikator keberhasilan itu. 6. Membuat secara rinci rancangan tindakan. b. Tindakan Pada tahap ini diterapkan strategi dan skenario pembelajaran. Rancangan tindakan tersebut sebelumnya telah dilatihkan kepada sang guru. Skenario tindakan yang akan dilakukan hendaknya dijabarkan serinci mungkin secara tertulis. Rincian tindakan itu menjelaskan tentang : 1. Langkah demi langkah kegiatan yang akan di lakukan, 2. Kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh guru 3. Kegiatan yang diharapkan dilakukan oleh siswa. 4. Rincian tentang jenis media pembelajaran yang akan digunakan dan cara menggunakannya 5. Jenis instrumen yang disertai akan digunakan untuk rinci pengumpulan bagaimana

data/pengamatan menggunakannya.

dengan

penjelasan

c. Pengamatan atau observasi Pada tahap ini, peneliti (atau melakukan dan mencatat semua guru bertindak sebagai peneliti)

hal yang diperlukan dan terjadi selama

pelaksanaan tindakan berlangsung. Instrumen yang umum dipakai adalah a. soal tes, kuis b. rubrik, c. lembar observasi, dan catatan yang dipakai untuk memeperoleh data secara objektif yang tidak dapat terekam melalui lembar observasi, seperrti aktifitas sisiswa di dalam kelas tindakan berlangsung. Data yang telah dihibungkan hendaknya di cek untuk mengetahui keabsahannya. selama peemberian

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 96

mengembangkan data dan bahan secara mandiri . Untuk hal berbagai teknik. dan melakuakn sintesis informasi. konstibusi. sintesis. .analisis statistika dapat digunakan.Belajar melalui media pembelajaran lain (internet. Refleksi Refleksi mencakup analisis.Belajar/diskusi dengan orang lain yang memilki kecakapaan sesuai dengan tugas yang telah diberikan . dan penilaian terhadap hasi.perpustakan dan lain-lain) dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. .Bekerja secara mandiri Meningkatnya Berupaya melakukan penilaian mandiri kemampuan melakukan terhadap target waktu penyelesaian tugas penilaian terhadap diri yang telah ditetapkan sendiri Melakukan penilaian mandiri terhadap kuantitas dan kualitas tugas yang telah dikerjakan d.Menggunakan waktu secar efektif dan efisien untuk mengerjakan tugas .Menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu . 4 Belajar yang diarahkan oleh dan untuk diri sendiri .: Tabel Indikator Keberhasilan PTK No 1 Indikator keberhasilan PTK Semakin efektifnya waktu belajar oleh mahasiswa Rincian atau sub indikator keberhasilan : Siswa mampu…. . - 2 Semakin kegiatan mahasiswa pihak lain efektifnya belajar dengan 3 Semakin efektifnya kegiatan PBM yang dilakukan oleh mahasiswa.menggunakan waktu konsultasi dengan dosen secara teratur.mengkonstruksi.belajar dalam kelompok .mengembangkan sifat kolaboratif satu dengan yang lain .Data yang telah terkumpul memerlukan analisis baik untuk mempermudah penggunaan maupun dalam penarikan kesimpulan. .belajar/diskusi dengan teman tentang tugas yang diberikan. Pengamatan atas tindakan yang dilakukan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 97 .Menyelesaikan tugas tepat waktu .

Bab 3 Metodee penelitian 4. Bab I pendahuluan atau tindakan kelas permasalahn. pembelajaran di kelasatau kata pengantar. lembarr persetujuan. Jenis kegiatan yang dilakukan Bagian isi : umumnya adalah 1. disekolahnya daftar gambar dab daftar lampiaran serta abstrak atau ringkasan. Bagaimana Rincian Dari Setiap Bagian Laporan Rincian setiap bagian laporan adalah sebagai berikut : a) Abstrak b) Pendahuluan c) Kajian pustaka d) Pelaksanaan penelitian e) Hasil penelitian dan pembahasan f) Kesimpilan dan saran g) Daftar pustaka h) Lampiaran-lampiran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 98 . 2. tujuan kegunaan. Pada umumnya kerangka penulisan KTI yang berupa hasil penelitian adalah sebagai berikut : Tabel Kerangka Penulisan KTI Yang Berupa Hasil Penelitian Ciri khusus Kerangka penulisan KTI merupakan hasil laporan hasil KTI laporan hasil penelitian penelitian umumnya terdiri dari tiga bagian utama. Bab 4 hasil penelitian dan diskusi hasil penenlitian 5. yang berisi 2. Bab 5 kesimpilan dan saran. daftar tabel.Bagaimana Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas? Proses penysusunan laporan sebenarnya tidaklah sulit jika guru sudah disiplin mencatat apa saja yang telah dilakukan. penelitian dibidang eksperimen latarbelakang masalah. judul. Bab 2 kajian Teori atau pekmbahasan pustakaan 3. rumusan dalam pembelajran masalah. dan lain-lain. yaitu : Kegiatan penelitian yang umum Bagian pendahuluan. daftar isi.penelitian 1. terdiri dari : dilakukan oleh gurur adalah bidang Halaman.

Apakah semua seharusnya ada KTI telah tersaji dengan bail dan benar.  Telah didiskusikan terlebih dahulu  Menggunakan pedoman KTI yang berlaku  Secara umum KTI yang baik adalah yang APIK komponen yang Nursa’id Fitria (06101410022) Page 99 .Menilai Laporan PTK Bagaiamana kriteria KTI yang benar dan baik ? Sebelum dikirim untuk di evaluasi KTI hendaknya :  Dinilai kembali oleh si penulis.

Jadi penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal (bertahap bisa multy years). Namun demikian metode pemelitian dan pengembangan bisa juga digunakan dalam bidang ilmu-ilmu sosial seperti psikologi. manajemen. Padahal banyak produk tertentu dalam bidang pendidikan dan sosial yang perlu dihasilkan melalui research and development. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas. obat-obatan.PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Penelitian dan pengembangan yang menghasilkan produk tertentu untuk bidang administrasi. dan lain-lain. Potensi dan Masalah Penelitian dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. Sebagai contoh. terdapat potensi angin dan sinar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 100 . alat-alat kedokteran. seperti alat-alat elektronik. Hampir semua produk teknologi. pendidikan. kendaraan bermotor. pesawat terbang. pendidikan dan sosial lainnya masih rendah. Metode penelitian dan pengembangan telah banyak digunakan pada bidang-bidang Ilmu Alam dan Teknik. Penelitian Hibah Bersaing (didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) adalah penelitian yang menghasilkan produk. di pantai selatan Pulau Jawa. sehingga metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. bangunan gedung bertingkat dan alat-alat rumah tangga yang modern diproduk dan dikembangkan melalui penelitian dan pengembangan. Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan 1. sosiologi. maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut. senjata. kapal laut.

model unit produksi. 3. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukkan dengan data empirik. metode mengajar. tetapi bisa berdasarkan laporan penelitian orang lain atau dokumentasi laporan penelitian orang lain atau dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan atau instansi tertentu yang masih up to date. kompetensi tenaga kependidikan. kedua potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi energi mekanik yang dapat digunakan untuk menggerakkan sesuatu. Di sini diperlukan metode penelitian tersendiri. penataan ruang kelas untuk model pembelajaran tertentu. misalnya untuk generator pembangkit tenaga listrik atau untuk turbin air. sistem pembinaan pegawai. dan lain-lain. Metode apa yang akan digunakan untuk penelitian tergantung permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai. Misalnya potensi energi angin di pantai harus dapat dikemukakan data berapa kekuatan dan kecepatan angin. buku ajar. model manajemen. sistem penggajian. Produk-produk pendidikan misalnya kkurikulum yang spesifik untuk keperluan pendidikan tertentu. berkualitas. berapa lama dalam satu hari. dari mana arah angin dan lain-lain. Desain produk harus diwujudkan dalam gambar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 101 . yaitu lulusan yang jumlahnya banyak. maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Desain Produk Dalam bidang pendidikan. media pendidikan. Mengumpulkan Informasi Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan up to date. sistem evaluasi. 2. modul. model uji kompetensi. Data angin tersebut kemudian dapat digunakan untuk merancang kincir angin atau produk lainnya yang dapat menghasilkan energi mekanik atau listrik.matahari. Hasil akhir penelitian dan pengembangannya adalah berupa desain produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya. Data tentang potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri. prooduk-produk yang dihasilkan melalui penelitian R&D diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan. dan relevan dengan kebutuhan.

bagan. hasil akhir dari kegiatan ini adalah berupa desain metode yaitu rancangan metode pembelajaran baru. Uji coba tahap awal Nursa’id Fitria (06101410022) Page 102 . 4. Pada contoh tentang produk pendidikan di atas. Setiap desain produk perlu ditunjukkan dalam gambar kerja. desain produk seperti metode mengajar baru dapat langsung diuji coba. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Perbaikan Desain Setelah desain produk divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya maka akan dapat diketahui kelemahannya. Validasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi. suasana belajar menjadi kondusif dan hasil pembelajarn meningkat. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk tersebut. Dikatakan hipotetik karena efektivitasnya belum terbukti dan akan dapat diketahui setelah pengujianpengujian. Uji Coba Produk Dalam bidang pendidikan. Sebelum diskusi peneliti mempresentasikan proses penelitian sampai ditemukan desain tersebut berikut keunggulannya. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut. 5. sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. Efektivitas metode mengajar baru bisa diukur dan mudah diimplementasikan. atau uraian ringkas sehingga akan memudahkan pihak lain untuk memahaminya.atau bagan. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Desain metode ini masih bersifat hipotetik. Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk dalam hal ini metode mengajar baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Dikatakan secara rasional karena validasi di sini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional belum berdasarkan fakta lapangan. 6. setelah divalidasi dan direvisi. sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya.

Pengujian tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi apakah metode mengajar baru tersebut lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan metode mengajar yang lama atau yang lain.dilakukan dengan simulasi penggunaan metode mengajar tersebut. Pembuatan Produk Massal Bila produk yang berupa metode mengajar baru tersebut telah dinyatakan efektif dalam beberapa kali pengujian maka metode mengajar baru tersebut dapat diterapkan pada setiap lembaga pendidikan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 103 . Dalam uji pemakaian sebaiknya pembuat produk selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam hal ini adalah metode mengajar. 8. kalau ada perlu segera diperbaiki lagi. maka selanjutnya produk yang berupa metode mengajar baru tersebut diterapkan dalam lingkup tersebut tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut. Setelah disimulasikan maka dapat diujicobakan pada kelompok yang terbatas. Setelah direvisi. Setelah diperbaiki maka dapat diproduksi massal atau digunakan lembaga pendidikan yang lebih luas. Setelah metode mengajar baru diterapkan selama setengah tahun atau satu tahun maka perlu dicek kembali. mungkin ada kelemahannya. Revisi Produk Revisi produk ini dilakukan apabila dalam pemakaian dalam lembaga pendidikan yang lebih luas terdapat kekurangan dan kelemahan. 7. Uji Coba Pemakaian Setelah pengujian terhadap produk berhasil dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting. Revisi Produk Setelah produk diuji coba pada kelompok yang terbatas maka kelemahan yang terdapat dalam produk tersebut menjadi lebih terlihat jelas dan perlu dilakukan langkah selanjutnya yaitu revisi produk. maka perlu diujicobakan lagi kelas yang lebih luas. 9. 10.

Langkah-langkah Penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 104 . Hipotesis (Produk yang akan dihasilkan) BAB III PRODUK PENELITIAN A. Rumusan Masalah C. Manfaat BAB II LANDASAN TEORI. Kerangka Berpikir C. KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. serta cara menggunakan produk tersebut. Sistematika laporan adalah sebagai berikut. Tujuan D. Latar Belakang B. SISTEMATIKA LAPORAN PENELITIAN R&D HALAMAN JUDUL ABSTRAK PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN A. Lampiran berupa produk yang dihasilkan tersebut dibuat dalam buku tersendiri dan diberikan penjelasan tentang kehebatan produk tersebut berdasarkan hasil uji coba.Laporan Penelitian R&D Metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sehingga menghasilkan produk baru dan selanjutnya menguji keefektifan produk tersebut. Deskripsi Teori B. Dengan demikian laporan penelitian yang dibuat harus selalu dilampiri dengan produk yang dihasilkan berikut spesifikasi dan penjelasannya.

3. Kesimpulan B. Revisi Produk (Gambar setelah direvisi dan penjelasannya) F. BAB IV Populasi dan Sampel Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Teknik Analisis Data HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. 4. Pengujian Tahap Ketiga (bila perlu) G. Model Rancangan Eksperimen untuk Menguji Produk yang Telah Dirancang 2. Penyempurnaan Produk (Gambar terakhir dan penjelasannya) H. Pembahasan Produk BAB V KESIMPULAN DAN SARA PENGGUNAANNYA A. Hasil Pengujian Pertama C. 6. Desain Awal produk (gambar dan penjelasan) B. 3. Hasil pengujian Tahap Kedua E. Saran Penggunaan DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN INSTRUMEN LAMPIRAN DATA LAMPIRAN PRODUK YANG DIHASILKAN BERIKUT BUKU PENJELASANNYA Nursa’id Fitria (06101410022) Page 105 . Metode Penelitian Tahap I 1. 5. 2. 5. Populasi Sampel Sumber Data Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Analisis Data Perencanaan Desain Produk Validasi Desain C. Revisi Produk (Gambar setelah dievisi dan penjelasannya) D. Metode Penelitian Tahap II 1.B. 4.

1990. Amirin. 1997.. Nazir. Cholid dan Abu Achmadi. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Jakarta: Ghalia Indonesia Sugiyono. Jakarta: Rineka Cipta. Manajemen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Jakarta: Rajawali Press. Suharsimi. 2008. Penelitian Kependidikan : Prosedur & Strategi. Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktek”. Metode Penelitian. Moh. Penelitian dalam Pendidikan. Margono. Tatang M. Bandung: Alfabeta. Donald. Saifuddin. Jakarta: PT. Suharsimi. Ary. Penelitian Tindakan Kelas. Muhammad. Suhadjono dan Supardi. 1985. Suharsimi. Metode Penelitian. 1997. Arikunto.DAFTAR PUSTAKA Ali. Edisi Revisi V. 1990. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Azwar. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 106 . 2004. Jakarta: Bumi Aksara. S. Bandung: Angkasa. 2002. Metodologi Penelitian. Arikunto. Narbuko. Bumi Aksara. Metode Penelitian Pendidikan. 1988. Surabaya: usaha Nasional. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan. Arikunto.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful