Resume Penelitian Buku

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Resume ini tepat pada waktunya. Tugas Resume ini selain disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Penelitian Pendidikan Kimia, tetapi lebih dari itu juga sebagai wahana pembelajaran bagi penulis guna mengetahui dan mengaktualisasikan diri menurut pengetahuan yang penulis peroleh dari lembaga pendidikan. Selama penyusunan resume ini, penulis banyak memperoleh bantuan, baik itu bimbingan, petunjuk maupun arahan dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih secara khusus penulis sampaikan kepada Prof. Dr. H. Fuad Abd. Rachman, M.Pd. dan Dr. Hartono, M.A. yang telah membantu penulis dalam penyelesaian tugas Resume ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada semua pihak lain yang telah banyak membantu. penulis menyadari bahwa tugas Resume ini masih jauh dari tatanan kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan serta akan penulis terima dengan hati yang ikhlas dan tangan terbuka demi bekal pembelajaran dan perbaikan pada masa yang akan datang. Akhirnya, penulis berharap agar tugas resume Penelitian Pendidikan Kimia ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Palembang, Juni 2013

Penulis,

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................ 1 Daftar Isi...................................................................................................................2

HAKIKAT PENELITIAN DAN JENIS PENELITIAN .................................... 3

PROPOSAL PENELITIAN ............................................................................. 15

SUMBER MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN ............................. 30

POPULASI DAN SAMPEL ........................................................................... 43

KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN ................................................................................................ 51

HIPOTESIS PENELITIAN ............................................................................. 64

TEKNIK PENGUMPULAN, PENGOLAHAN , ANALISIS DATA, PENYUSUN LAPORAN HASIL PENELITIAN ........................................... 74

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) ................................................... 85

METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (R&D) .......................100

Daftar Pustaka ......................................................................................................106

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 2

HAKIKAT PENELITIAN DAN JENIS PENELITIAN

A. HAKIKAT PENGETAHUAN Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia.

Cara memperoleh pengetahuan (Sumber Pengetahuan) :  Wahyu Pengetahuan yang datangnya dari Tuhan melalui kitab suci.  Pengalaman Dari pengalaman, orang mendapatkan pengetahuan apapun dari yang dialami akan menjadi pengetahuan. Pengalaman bisa jadi pengetahuan jika memiliki kepentingan akan dialami. Pengalaman yang banyak tidak menjamin pengetahuan yang didapat akan banyak pula.  Otoritas Otoritas atau kewenangan atau kepakaran. Jika kita ingin mendapatkan pengetahuan tentang sesuatu, sebaiknya ditanyakan pada ahlinya, artinya harus ditelaah terlebih dahulu.  Berpikir Deduktif (umum-khusus) Dari umum ke khusus atau dari sadar ke tidak sadar. Jika pengetahuan deduktif itu diterapkan, maka pengetahuannya/cara berpikirnya secara umum. Di mana penalaran deduktif ini memiliki kelemahan yaitu terdapat banyak pengecualian.  Berpikir Induktif (khusus-umum) Mengambil keputusan dari pengalaman, belajar dari hal-hal yang khusus atau belajar dari pengalaman. Di mana penalaran induktif ini memiliki kelemahan yaitu jika tidak dibatasi, maka banyak penyimpangan jadi harus dilakukan pembatasan populasi.  Metode Ilmiah Proses untuk mendapatkan pengetahuan dengan dua metode yaitu berpikir deduktif dan induktif.

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 3

Kadangkala kebenaran dapat ditemukan melalui proses nonilmiah. maka tidak bisa dikatakan sebagai ilmu) Umumnya. Sesuai dengan hasil penginderaan manusia berdasarkan pengalaman empiris Sifat Kebenaran ilmiah.LEBIH YAKIN Tidak bisa dibantah.B. KEBENARAN 1.YAKIN Kebenaran ilmiah (sains/ilmu) adalah: 1. yaitu : a. suatu kebenaran ilmiah dapat diterima dikarenakan oleh tiga hal.  Sesuai dengan hasil penginderaan/pengalaman empiris (sesuatu yang tidak bisa diamati secara empiris. yaitu 1) adanya koheren 2) adanya koresponden. Relatif artinya tidak mutlak/suatu saat tidak benar b. bermula dari suatu keyakinan lalu dipelajari agar lebih meyakinkan 2. Sesuai dengan akal/pikiran manusia berdasarkan pengetahuan yang ada (rasional/masuk akal) 2. dan 3) pragmatis. KEBENARAN ILMIAH (ILMU/SAINS) RAGU -------.DIPELAJARI ------. Kebenaran Nonilmiah Tidak selamanya penemuan kebenaran diperoleh secara ilmiah.DIPELAJARI -----. seperti : Nursa’id Fitria (06101410022) Page 4 . Tentatif artinya kebenaran itu akan tetap dijadikan kebenaran sebelum ada yang menyangkalnya (bersifat sementara) Ciri-ciri Kebenaran Ilmiah  Sesuai dengan rasio/akal manusia berdasarkan pengetahuan yang dimiliki Contoh kayu dibakar jadi abu atau arang  memang sesuai dengan rasio pengetahuan manusia. KEBENARAN MUTLAK (WAHYU/AGAMA) YAKIN -----.

d. gejala-gejala. Kebenaran karena wibawa dianggap suatu kebenaran yang diperoleh tanpa prosedur ilmiah. Kebenaran dengan intuisi diperoleh secara cepat sekali melaui proses luar sadar tanpa menggunakan penalaran dan proses berpikir. g. Akal sehat dapat menghasilkan kebenaran dan dapat pula menyesatkan c. Penemuan kebenaran secara common sense (akal sehat) Penemuan sense merupakan serangkaian konsep atau bagan konseptual yang memuaskan untuk digunakan secara praktis. Penemuan kebenaran melalui wahyu Kebenaran yang didasarkan kepada wahyu merupakan kebenaran mutlak. f. e. ataupun melalui suatu renungan. Penemuan kebenaran secara kebetulan Penemuan kebenaran secara kebetulan tidak lain dari takdir Tuhan.a. Fungsi ilmu  MENERANGKAN (EXPLAIN) Yang diterangkan dalam ilmu yaitu kejadian. Penemuan kebenaran secara trial and error Bekerja secara trial and error adalah melalukan sesuatu secara aktif dengan mengulang-ulang pekerjaan tersebut berkali-kali dengan menukar-nukar cara dan materi. Penemuan kebenaran melalui spekulasi Penemuan kebenaran dengan spekulasi sedikit lebih tinggi tarafnya dari penemuan secara trial and error. Walaupun penemuan kebenaran secara kebetulan bukanlah kebenaran yang ditemukan secara ilmiah. Penemuan kebenaran karena kewibawaan Umumnya kebenaran karena kewibawaan didasarkan pada logika saja. Penemuan kebenaran secara intuitif Kebenaran dapat juga dperoleh berdasarkan intuisi. fenomena. tetapi banyak penemuan tersebut telah menggoncangkan dunia ilmu pengetahuan b. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 5 . jika wahyu datangnya dari Allah melalui Rasul dan Nabi.

Merasakan suatu kesulitan Terasa kesenjangan antara alat-alat untuk mencapai suatu tujuan atau terasa kesulitan menemukan ciri-ciri atau pola dari suatu objek. Adapun langkah-langkah berpikir ilmiah ialah : 1. hanya yang dibicarakan adalah masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran. petlu ditegaskan apa persoalan sebenarnya. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam suatu penelitian seperti disebut dalam definisi ini sesuai dengan langkah-langkah berpikir ilmiah. Menegaskan persoalan Setelah merasakan adanya kesulitan. 3. atau terasa kesukaran menerangkan sesuatu peristiwa. kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu Hakikat Penelitian Pendidikan Sama seperti penelitian pada umumnya. Penelitian adalah semua kegiatan pencarian. Atau rangkaian masalah. disusun kemungkinan pemecahan persoalan atau menerangkan objek atau peristiwa itu. Menyusun hipotesis Bila sudah dirumuskan persoalan. 2. penyelidikan. dan percobaan sacara ilmiah dalam suatu bidang tertentu. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 6 . MERAMALKAN (PREDICTION) Meramalkan sesuatu yang belum terjadi  MENGENDALIKAN (CONTROL) Mengantisipasi terhadap suatu kejadian Pengertian Hakikat Penelitian Penerapan pendekatan ilmiah dalam penyelesaian masalah atau suatu usaha yang sistematis dan obyektif dalam mencari pengetahuan yang dapat dipercaya. Untuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikkan tingkat ilmu serta teknologi.

5. Lingkungan rumah 7. 6. Mengumpulkan data Data adalah bahan informasi untuk proses berpikir gamblang atau eksplisit. Pelajar (kegiatan dan intelengensi mereka) 3. Mengambil kesimpulan Dari data-data yang sudah diolah diambil kesimpulan untuk menerima atau menolak hipotesis yang dirumuskan pada langkah berpikir ketiga diatas. Ruang Lingkup Penelitian memegang peranan yang sangat penting dalam membantu manusia memperoleh jawaban atas suatu pertanyaan atau pemecahan atas suatu masalah. Lingkungan masyarakat Nursa’id Fitria (06101410022) Page 7 . yaitu : 1. Kompleksitas masalah pendidikan memang diakibatkan oleh luasnya ruang lingkup pendidikan itu sendiri. Lingkungan kawan sebaya 8.4. Dalam konteks ini maka fungsi penelitian adalah membantu manusia meningkatkan kemampuannya untuk menginterpretasikan fenomena-fenomena masyarakat yang kompleks dan kait-mengait demi kemajuan manusia atau demi eksistensi manusia itu sendiri. Guru 5. Di dalam hal ini Tyler menyebutkan delapan wajah yang merupakan peta konseptual pendidikan. Mata pelajaran 2. Menentukan kegunaan atau nilai umum dari kesimpulan Jika pemecahan persoalan itu dapat diterima maka dipertanyakan apa kegunaannya untuk masa mendatang atau apa nilai pemecahan persoalan itu untuk kepentingan yang akan datang. Cara mengajar 4. Sekolah sebagai lambaga sosial 6.

usaha dan bahan-bahan dan keadaan hasil-hasil yang dicapai. biaya dalam ukuran waktu. 2. Kelima fungsi penelitian itu mencakup : 1. Membentuk suatu badan informasi tentang usaha pendidikan yang bermanfaat dalam penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan. atau proyeksi di masa yang akan datang atas peristiwa yang diduga bakal terjadi. Mameriksa Keadaan Tugas menyandra atau mengadakan deskripsi yaitu memaparkan dengan gamblang hal-hal yang dipermasalahkan. prosedur dan bahan-bahan untuk menunjukkan hasil pendidikan yang telah dicapai.Sehubungan dengan penelitian pendidikan dan hasilnya Tyler mengemukkan lima fungsi penelitian pendidikan yang dapat dilakukan pada masa kini. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 8 . rangsangan dan penyuluhan yang berhasil untuk pembaruan pendidikan. maka tugas ilmu pengetahuan dan penelitian dapat dinyatakan secara terpadu pula sebagai berikut : 1. Menerangkan kondisi yang mendasari peristiwa-peristiwa 3. 5. Menunjukkan isi dan cara mengajar serta mengorganisasikan dan menjalankan sekolah. Menyediakan pandangan. 4. 2. 3. Tugas dan Jenis Penelitian Kegiatan di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan adalah dua kegiatan terpadu erat. 4. Mengembangkan teori yang lebih memadai dan sahih (valid) tentang proses pendidikan serta pengoperasian usaha. Menyusun teori Tugas ini mencari dan merumuskan hukum-hukum yang menjelaskan hubungan antara peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain yang ada kaitannya. Menilai program. Meramalkan Tugas ini memberikan perkiraan-perkiraan.

Proses penelitian bersifat deduktif. digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. sehingga kesimpulan hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi di mana sampel tersebut diambil. 2. konkret. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif atau inferensial sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak. disebut juga sebagai metode ethnografi. pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian. relatif tetap. Penelitian Kualitatif Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). JENIS-JENIS PENELITIAN Secara umum penelitian terbagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut: 1. Filsafat positivisme memandang realitas/gejala/fenomena itu dapat diklasifikasikan. Metode Penelitian Kuantitatif Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme. Penelitian kuantitatif umumnya dilakukan pada sampel yang diambil secara random. karena pada awalnya metode ini lebih Nursa’id Fitria (06101410022) Page 9 . Untuk mengumpulkan data digunakan instrumen penelitian. Penelitian pada umumnya dilakukan pada populasi atau sampel tertentu yang representatif. gejala-gejala yang diperkirakan bakal terjadi. teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random. analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.5. teramati. dan hubungan gejala bersifat sebab akibat. Hipotesis tersebut selanjutnya diuji melalui pengumpulan data lapangan. Melakukan pengendalian Tugas ini berusaha mengendalikan peristiwa-peristiwa. terukur. di mana untuk menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan hipotesis.

Makna adalah data yang sebenarnya. memotret.banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. suatu data yang mengandung makna. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 10 . yaitu peneliti itu sendiri. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam terhadap situasi sosial pendidikan yang diteliti. tetapi lebih menekankan pada makna. Generalisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan transferability  Menurut penggunaannya 1. menganalisis. maka teknik pengumpulan data bersifat triangulasi. tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada obyek tersebut. data yang pasti yang merupakan suatu nilai dibalik data yang tampak. sehingga mampu bertanya. disebut sebagai metode kualitatif. Dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam. yaitu menggunakan berbagai teknik pengumpulan data secara gabungan/simultan. karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif Filsafat postpositivisme sering juga disebut juga sebagai paradigma interpretif dan konstruktif. dan hubungan gejala bersifat interaktif (reciprocal). dinamis. yang memandang realitas sosial sebagai sesuatu yang holistic/utuh. Analisis data yang dilakukan bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan dan kemudian dikonstruksikan menjadi hipotesis dan teori. Obyek yang alamiah adalah obyek yang berkembang apa adanya. kompleks. Untuk dapat menjadi instrumen. Penelitian dasar atau penelitian murni (pure research) LIPI mendefinisikan penelitian dasar sebagai penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah atau menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi. Penelitian dilakukan pada obyek yang alamiah. maka peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas. dan mengkonstruksi situasi sosial yang diteliti menjadi lebih luas dan bermakna. penuh makna.

2. Kekhususan 1. objektif. Data yang dikumpulkan dari sumber primer yaitu penelitian sendiri langsung dilaporkan. Data yang berbobot adalah data yang diuji secara eksternal dan internal. Data yang dikumpulkan diambil dari hasil observasi orang lain. dan tuntas. Penelitian histories Penelitian ditujukan kepada rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif memahami peristiwa-peristiwa masa lampau. Penelitian terapan (applied research) Batasan yang diberikan LIPI : Penelitian terapan adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. sistematis. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 11 melakukan observasi atas peristiwa-peristiwa yang . 4. 3.  Menurut metodenya     Penelitian historis Penelitian filosofis penelitian observasional penelitian eksperimental  Menurut sifat permasalahannya         Penelitian histories Penelitian deskriptif Penelitian perkembangan Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian korelasional Penelitian kausal-komparatif Penelitian eksperimental Penelitian tindakan 1. 2. Penelitian dilakukan dengan tertib.

Penelitian deskriptif Penelitian deskriptif berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu. 3.2. dijelaskan dan dianalisis. Memusatkan perhatian pada ubahan-ubahan dan perkembangan selama jangka waktu tertentu. 4. Penelitian umumnya memakai waktu yang panjang atau bersifat longitudinal. Penelitian kasus dan penelitian lapangan Penelitian kasus memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan terperinci mengenai latar belakang keadaan sekarang yang dipermasalahkan. Bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi untuk disusun. Subjek yang diteliti terdiri dari suatu kesatuan secara mendalam. 3. 2. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 12 . Kekhususan 1. 2. Bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang dihadapi sekarang. sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada kesatuan itu. Kekhususan 1. Kekhususan : a. Penelitian perkembangan Penelitian perkembangan menyelidiki pola dan proses pertumbuhan sebagai fungsi dari waktu. Bila metoda penelitian yang dipakai dengan pendekatan cross-sectional maka sampel yang dipilih harus representatif mewakili populasi penelitian.

Misalnya apakah ada hubungan antara status sosial orang tua siswa dengan prestasi anak mereka. Di dalam eksperimen terhadap kelompok yang dikenai perlakuan eksperimental dan kelompok yang dikenai perlakuan pembanding. Kekhususan 1. diusut kembali dari suatu faktor atau beberapa faktor pada masa lampau. Selain peneliti hanya pada suatu unit. Penelitian korelasional Penelitian korelasional bertujuan melihat hubungan antara dua gejala atau lebih. ubahan-ubahan yang diteliti juga terbatas. yang terpusat pada aspek yang menjadi kasus. Misalnya sikap santai siswa dalam kegiatan belajar mungkin disebabkan banyaknya lulusan pendidikan tertentu yang tidak mendapat lapangan kerja. 5. Suatu gejala yang diamati. 2. Misalnya hendak meneliti keefektifan metode-metode mengajar. 6. Pengumpulan data mengenai gejala yang diduga mempunyai hubungan sebab akibat itu dilakukan setelah peristiwa yang dipermasalahkan itu telah terjadi. dari ubahan-ubahan dan kondisi-kondisi yang lebih besar jumlahnya. Kekhususan 1. 7. Penelitian hubungan sebab-akibat Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat antara faktor tertentu yang mungkin menjadi penyebab gejala yang diselidiki.b. Data sebagai hasil pengaruh perlakuan terhadap kelompok eksperimen diukur secara kuantitatif kemudian dibandingkan. Menggunakan sedikitnya dua kelompok eksperimen Nursa’id Fitria (06101410022) Page 13 . Penelitian eksperimental Penelitian dengan melakukan percobaan terhadap kelompok-kelompok eksperimen. 2.

4. Harus mempertimbangkan kesahihan keluar. Misalnya. Penelitian tindakan Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru untuk mengatasi kebutuhan dalam dunia kerja atau kebutuhan praktis lain. meniliti keterampilan kerja yang sesuai bagi siswa putus sekolah di suatu daerah. Mengusahakan agar pengaruh perlakuan eksperimen menjadi maksimal dan pengaruh ubahan penyangga menjadi minimal.3. 8. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 14 .

Kegunaan Hasil Penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 15 . perlu diantisipasi tentang berbagai sumber yang dapat digunakan untuk mendukung dan yang menghambat terlaksananya penelitian. Latar Belakang B. Identifikasi Masalah C. Penelitian dilakukan berangkat dari adanya suatu permasalahan. Rancangan penelitian yang sering disebut proposal penelitian paling tidak berisi empat komponen utama. Metode Penelitian. dan penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan. dan Jadwal Penelitian. Batasan Masalah D. Organisasi. yaitu Permasalahan. PENDAHULUAN A.PROPOSAL PENELITIAN PROPOSAL PENILITIAN Rancangan atau proposal penelitian merupakan pedoman yang berisi langkah-langkah yang akan diikuti oleh peneliti untuk melakukan penelitiannya. Masalah merupakan “penyimpangan” dari apa seharusnya dengan apa terjadi. Tujuan Penelitian F. penyimpangan antara teori dengan praktik. Rancangan penelitian harus dibuat secara sistematis dan logis sehingga dapat dijadikan pedoman yang betul-betul mudah diikuti. Proposal Penelitian Kuantitatif Proposal penelitian kuantitatif dikemas dalam sistematika seperti berikut: SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF I. penyimpangan antara rencana dengan pelaksanaan. Landasan Teori dan Pengajuan Hipotesis. Masalah itu muncul pada ruang (tempat) dan waktu tertentu. Dalam menyusun rancangan penelitian. Rumusan Masalah E.

KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Metode B.II. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. peneliti harus melakukan analisis masalah. Populasi dan Sampel C. Teknik Analisis Data IV. sehingga permasalahan menjadi jelas. Instrumen Penelitian D. Organisasi Penelitian B. Jadwal Penelitian V. Hipotesis III. Oleh karena itu dalam latar belakang ini. A. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Pada bagian ini berisi tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi pada suatu obyek penelitian. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 16 . Deskripsi Teori B. BIAYA YANG DIPERLUKAN I. Semua masalah dalam obyek. peneliti harus dapat menunjukkan adanya suatu penyimpangan yang ditunjukkan dengan data dan menuliskan mengapa hal ini perlu diteliti. LANDASAN TEORI. baik yang akan diteliti maupun yang tidak akan diteliti sedapat mungkin dikemukakan. B. sekarang ini tampak ada penyimpangan-penyimpangan dari standar yang ada. Teknik Pengumpulan Data E. Melalui analisis masalah ini. Kerangka Berfikir C. baik standar yang bersifat keilmuan maupun aturan-aturan. tetapi dalam peristiwa itu. Identifikasi Masalah Dalam bagian ini perlu dituliskan berbagai masalah yang ada pada obyek yang diteliti. PROSEDUR PENELITIAN A.

maka masalah yang akan diteliti itu perlu dirumuskan secara spesifik. dan wawancara ke berbagai sumber. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 17 . sehingga semua permasalahan dapat diidentifikasikan. Batasan Masalah Karena adanya keterbatasan. maka peneliti perlu melakukan studi pendahuluan ke obyek yang diteliti. Rumusan Masalah Setelah masalah yang akan diteiti itu ditentukan (variabel apa saja yang akan diteliti. tenaga. Sebaiknya rumusan masalah itu dinyatakan dalam kalimat pertanyaan. teori-teori. dan supaya masalah dapat terjawab secara akurat. di mana akan dilakukan penelitian. melakukan observasi. Masalah yang akan siteliti itu kedudukannya di mana dia antara masalah yang akan diteliti. Untuk itu maka peneliti memberi batasan. dan supaya penelitian dapat dilakukan secara lebih mendalam. Berdasarkan berbagai permasalahan yang telah diketahui tersebut. Selanjutnya masalah tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk variabel. variabel apa saja yang akan diteliti. serta bagaimana hubungan variabel satu dengan variabel yang lain. maka selanjutnya dapat dirumuskan masalah penelitian. D. Jadi pola pikir dalam merumuskan masalah itu ada empat tahapan yang dapat digambarkan sebagai berikut. Masalah apa saja yang diduga berpengaruh positif dan negatif terhadap masalah yang diteliti. dan bagaimana hubungan variabel yang satu dengan yang lain). selanjutnya dikemukakan hubungan satu masalah dengan masalah yang lain. C.Untuk dapat mengidentifikasi masalah dengan baik. waktu. Berdasarkan batasan masalah ini. dana. maka tidak semua masalah yang telah diidentifikasikan akan diteliti.

Tujuan Penelitian Tujuan dan kegunaan penelitian sebenarnya dapat diletakkan di luar pola pikir dalam merumuskan masalah. Misalnya rumusan masalahnya: Bagaimanakah tingkat disiplin guru di Sekolah A? Maka tujuan penelitiannya adalah: ingin mengetahui seberapa tinggi tingkat disiplin guru di Sekolah A. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 18 . Tetapi keduanya ada kaitannya dengan permasalahan. Rumusan masalah dan tujuan penelitian ini jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian. Kalau rumusan masalahnya : apakah ada pengaruh latihan terhadap produktivitas kerja pegawai. maka tujuan penelitiannya adalah: ingin mengetahui apakah ada pengaruh latihan terhadap produktivitas kerja pegawai dan kalau ada seberapa besar. yang merupakan tujuan formal (misalnya untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapat gelar sarjana). Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang dituliskan.E. tetapi tujuan di sini berkenaan dengan tujuan peneliti dalam melakukan penelitian. oleh karena itu dua hal ini ditempatkan di bagian ini. Tujuan penelitian di sini tidak sama dengan tujuan yang ada pada sampul skripsi atau tesis.

dan asosiatif. Batasan Masalah Karena keterbatasan waktu. tetapi peristiwa itu nampaknya ada penyimpangan dari standar keilmuan maupun aturan. Tunjukkan hubungan masalah satu dengan masalah yang lain.Latar Belakang Masalah Berisi tentang sejarah dan peristiwa yang terjadi pada obyek yang akan diteliti. Masalah yang diteliti umumnya merupakan variabel independen. komparatif. Identifikasi Masalah Semua masalah yang ada pada obyek penelitian dikemukakan. tenaga. dana. Dapat berbentuk rumusan masalah deskriptif. Peneliti juga perlu menuliskan mengapa hal itu perlu diteliti. jelas dan spesifik. teori dan supaya penelitian lebih mendalam maka penelitian dibatasi pada beberapa variabel saja. Penyimpangan ini perlu ditunjukkan dalam data. Rumusan Masalah Dinyatakan dalam kalimat pertanyaan . baik masalah yang akan diteliti maupun tidak diteliti. Pola Pikir Dalam Merumuskan Masalah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 19 .

Kalau variabel yang diteliti ada lima maka jumlah teori yang dikemukakan juga harus ada lima. Kegunaan Hasil Penelitian Kegunaan hasil penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan. II. sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis). dan penyusunan instrumen penelitian. pendapat penguasa. Di sini juga diperlukan dukungan hasil-hasil penelitian yang telah ada sebelumnya yang ada kaitannya dengan variabel yang diteliti. Deskripsi Teori Deskripsi teori adalah teori-teori yang relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Jumlah teori yang dikemukakan tergantung pada variabel yang diteliti.F. dan rumusan masalah dapat terjawab secara akurat maka sekarang kegunaanya apa. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dan dependen. Kegunaan untuk mengembangkan ilmu/kegunaan teoritis b. tetapi teori yang betul-betul telah teruji kebenarannya secara empiris. maka juga perlu dijelaskan. B. Kalau tujuan penelitian dapat tercapai. LANDASAN TEORI. yaitu: a. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Bila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening. Teori-teori yang digunakan bukan sekedar pendapat dari pengarang. Kegunaan hasil penelitian ada dua hal. Kegunaan praktis. yaitu membantu memecahkan dan mengantisipasi masalah yang ada pada obyek yang diteliti. mengapa variabel itu ikut Nursa’id Fitria (06101410022) Page 20 .

Bila variabel yang diteliti jumlahnya lima. Jumlah instrumen yang akan digunakan tergantung pada variabel yang diteliti. Instrumen Penelitian Penelitian yang bertujuan untuk mengukur suatu gejala akan menggunakan instrumen penelitian. C. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 21 . maka akan menggunakan lima instrumen. Hipotesis Penelitian Karena hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang diajukan. kerangka berpikirnya: “jika kepemimpinan baik. C. skala pengukuran yang ada pada setiap jenis instrumen (Likert. B.dilibatkan dalam penelitian. Metode Penelitian Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis. diperlukan metode penelitian. Untuk itu di bagian ini perlu ditetapkan metode penelitian apa yang akan digunakan. maka titik tolak untuk merumuskan hipotesis adalah rumusan masalah dan kerangka berpikir. Kalau ada rumusan masalah: adakah pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai. PROSEDUR PENELITIAN A. Oleh karena itu pada setiap penyusunan harus didasarkan pada kerangka berpikir. III. apakah metode survey atau eksperimen. prosedur pengujian validitas dan reliabilitas instrumen. Dalam hal ini perlu dikemukakan instrumen apa saja yang akan digunakan untuk penelitian. maka motivasi kerja akan tinggi” maka hipotesisnya adalah: ada pengaruh yang tinggi/rendah dan signifikan kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai. Populasi dan Sampel Dalam penelitian perlu dijelaskan populasi dan sampel yang dapat digunakan sebagai sumber data. Bila hasil penelitian akan digeneralisasikan (kesimpulan data sampel yang dapat diberlakukan untuk populasi) maka sampel yang digunakan sebagai sumber data harus representatif dapat dilakukan dengan cara mengambil sampel dari populasi secara random sampai jumlah tertentu. dll).

tetapi bila suatu teknik dipandang mencukupi maka teknik yang lain bila digunakan akan menjadi tidak efisien. observasi. Organisasi Penelitian Bila penelitian dilaksanakan oleh tim/kelompok maka diperlukan adanya organisasi pelaksana penelitian. dan berapa lama akan dilakukan. sehingga kesimpulan yang dihasilkan hanya dapat berlaku untuk sampel yang digunakan. Teknik Analisis Data Untuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif. maka rumusan masalah penelitian itulah yang perlu dijawab. Jadwal Penelitian Setiap rancangan penelitian perlu dilengkapi dengan jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan. E. sehingga betul-betul didapat data yang valid dan reliabel. Bila peneliti tidak membuat hipotesis. Bentuk hipotesis mana yang diajukan. Memang untuk mendapatkan data yang lengkap dan obyektif penggunaan berbagai teknik sangat diperlukan. Dalam jadwal berisi kegiatan apa yang akan dilakukan. Jadi sejak membuat rancangan. sebagai pembantu ketua. Selain itu konsekuensi dari mencantumkan ketiga teknik pengumpulan data itu adalah: setiap teknik pengumpulan data yang dicantumkan harus disertai datanya. akan menentukan teknik statistik mana yang digunakan. Jangan semua teknik pengumpulan data (angket. IV.D. maka teknik analisis data ini telah ditentukan. Teknik Pengumpulan Data Yang diperlukan di sini adalah teknik pengumpulan data mana yang paling tepat. B. maka teknik analisis data ini berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian hipotesis yang diajukan. tidak dapat berlaku untuk populasi. wawancara) dicantumkan kalau sekiranya tidak dapat dilaksanakan. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. Minimal ada ketua yang bertanggung jawab dan anggota. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 22 . Tetapi kalau hanya rumusan masalah itu dijawab maka sulit membuat generalisasi.

landasan teori. Proposal Penelitian Kualitatif Dalam penelitian kuantitatif. maka proposal penelitian kuantitatif dipandang sebagai “blue print” yang harus digunakan sebagai pedoman baku untuk melaksanakan dan mengendalikan penelitian. karena permasalahan yang diteliti sudah jelas. Biaya Penelitian Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. penuh makna. dan akan berkembang setelah peneliti memasuki obyek penelitian/situasi sosial. realitas dianggap tunggal. jadwal penelitian. serta lamanya penelitian dilakukan. pola pikir deduktif.C. Sedangkan dalam metode kualitatif yang berpandangan bahwa. pendahuluan. dan biaya penelitian. Jumlah biaya yang diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya. 1. dan pola pikir induktif. organisasi penelitian. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 23 . teramati. sehingga permasalahan belum jelas. jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal peneliti. dinamis. kompleks. tingkat resiko kegiatan yang dilakukan. metode penelitian. Komponen dan Sistematika Proposal Komponen dalam proposal penelitian tersebut secara garis besarnya terdiri atas. realitas dipandang sesuatu holistik. tetap. maka proposal penelitian kualitatif yang dibuat masih bersifat sementara.

Manfaat Penelitian II. Fokus Penelitian C. Metode dan Alasan Menggunakan Metode B.SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF I. PENDAHULUAN A.. Teknik Analisis Data G. III. Tempat Penelitian C. Instrumen Penelitian D. …………………………. PROSEDUR PENELITIAN A. STUDI KEPUSTAKAAN A. Organisasi Penelitian B. Jadwal Penelitian V.. Rencana Pengujian Keabsahan Data IV. ………………………….. BIAYA YANG DIPERLUKAN Nursa’id Fitria (06101410022) Page 24 . …………………………. B. Sampel Sumber Data E. Teknik Pengumpulan Data F. Tujuan Penelitian E. C. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah D.

maka peneliti perlu mengganti rumusan masalah penelitiannya. referensi. Rumusan Masalah Rumusan masalah ini merupakan panduan awal bagi peneliti untuk penjelajahan pada obyek yang diteliti. A. atau pernyataan orang-orang yang dianggap kredibel dalam media cetak maupun elektronik. Masalah ini perlu dikemukakan dalam bentuk data. dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan. yaitu untuk mengetahui segala sesuatu setelah rumusan masalah itu terjawab melalui pengumpulan data. Fokus Penelitian Pada penelitian kualitatif. Namun bila rumusan masalah ini tidak sesuai dengan kondisi obyek penelitian. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Walaupun dalam penelitian kualitatif. perencanaan. penentuan fokus berdasarkan hasil studi pendahuluan. dokumentasi laporan penelitian. yang bersifat spesifik. tujuan. teori pengalaman. Fokus dalam penelitian ini juga masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian di lapangan. sehingga terlihat adanya kesenjangan yang merupakan masalah. tetapi lebih makro dan berkaitan dengan kemungkinan apa yang terjadi pada obyek/situasi sosial penelitian tesebut.I. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 25 . Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif tidak berkenaan dengan variabel penelitian. dan disarankan oleh pembimbing atau orang yang dipandang ahli. masalah ini bersifat sementara. B. C. namun perlu dikemukakan dalam proposal penelitian. pengalaman. bisa diperoleh dari studi pendahuluan. Dalam latar belakang masalah ini perlu dikemukakan gambaran keadaan yang sedang terjadi selanjutnya dikaitkan dengan peraturan/kebijakan. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dalam proposal penelitian kualitatif juga masih bersifat sementara. Dalam proposal tujuan penelitian terkait dengan rumusan masalah. D.

budaya. yaitu relevansi. kuesioner. Metode dan Alasan Menggunakan Metode Kualitatif Pada umumnya alasan menggunakan metode kualitatif karena pemasalahan belum jelas. namun juga tidak menolak manfaat praktisnya untuk memecahkan masalah. karena dalam penelitian kualitatif tidak akan menguji hipotesis. dan pedoman wawancara. holistik. sampel sumber data penelitian. III. menemukan pola. A. kemutakhiran. instrumen penelitian. STUDI KEPUSTAKAAN Studi berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang terkait dengan nilai. teori yang dikemukakan bersifat sementara. memprediksikan. dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti. dan penuh makna sehingga tidak mungkin data pada situasi sosial tersebut dijaring dengan metode penelitian kuantitatif dengan instrumen seperti tes. kompleks dinamis. dan keaslian. Apabila peneliti kualitatif dapat menemukan teori. yaitu untuk pengembangan ilmu. METODE PENELITIAN Komponen dalam metode penelitian kualitatif adalah: alasan menggunakan metode kualitatif. tidak perlu dibuat kerangka berpikir sebagai dasar untuk perumusan hipotesis. tempat penelitian. hipotesis dan teori. Selain itu. II. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 26 . Dalam penelitian kualitatif. peneliti bermaksud memahami situasi sosial secara mendalam. dan rencana pengujian keabsahan data. dan akan berkembang atau berubah setelah peneliti berada di lapangan. Terdapat tiga kriteria terhadap teori yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian. teknik analisis data. tetapi justru menemukan hipotesis. Manfaat Penelitian Untuk penelitian kualitatif. maka akan berguna untuk menjelaskan.E. dan mengendalikan suatu gejala. Selanjutnya dalam landasan teori. teknik pengumpulan data. manfaat penelitian lebih bersifat teoritis.

Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi. D. di rumah. Penentuan sampel sumber data. pada proposal masih bersifat sementara. di perusahaan. sampel sumber data dipilih secara purposive dan bersifat snowball sampling. sampel sebagai sumber data atau sebagai informan sebaiknya yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Selanjutnya dinyatakan bahwa. dan lain-lain. sehingga sesuatu itu bukan sekedar diketahui. 4. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 27 . Tempat Penelitian Dalam hal ini perlu dikemukakan tempat di mana situasi sosial tersebut akan diteliti. di jalan. 3. Sampel Sumber Data Dalam penelitian kualitatif. Instrumen yang akan digunakan perlu dikemukakan pada bagian ini. di lembaga pemerintahan. 2. Instrumen Penelitian Dalam penelitian kualitatif. Untuk itu perlu dikemukakan siapa yang akan menjadi instrumen penelitian. tetapi juga dihayatinya. atau mungkin setelah permasalahannya dan fokus jelas peneliti akan menggunakan instrumen. Misalnya di sekolah. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil “kemasannya” sendiri. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi. sehingga mampu “membukakan pintu” ke mana saja peneliti akan melakukan pengumpulan data. Situasi sosial untuk sampel awal sangat disarankan suatu situasi sosial yang di dalamnya menjadi semacam muara dari banyak domain lainnya.B. dan akan berkembang kemudian setelah peneliti di lapangan. Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti. C. yang menjadi instrumen utama adalah peneliti sendiri atau anggota tim peneliti. Sampel sumber data pada tahap awal memasuki lapangan dipilih orang yang memiliki power dan otoritas pada situasi sosial atau obyek yang diteliti.

Tahapan dalam penelitian kualitatif adalah tahap memasuki lapangan dengan grand tour dan minitour question. studi dokumentasi. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 28 . dan analisis kasus negatif. Rencana Pengujian Keabsahan Data Uji keabsahan data meliputi uji kredibilitas data (validitas internal). analisis datanya dengan analisis domain. wawancara mendalam. pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan struKtural. uji transferabilitas (validitas eksternal/generalisasi) dan uji konfirmabilitas (obyektivitas). teknik pengumpulan data dengan minitour question. Tahap kedua adalah menentukan fokus. member check.5. G. Perlu dikemukakan kalau teknik pengumpulan datanya dengan observasi. kalau wawancara. Selanjutnya pada tahap selections. Mereka yang pada mulanya tergolong “cukup asing” dengan peneliti sehingga lebih menggairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber. analisis data dilakukan dengan analisis taksonomi. E. uji dependabilitas (reliabilitas) data. Namun yang utama adalah uji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara: perpanjangan pengamatan. kepada siapa akan melakukan wawancara. Teknik Pengumpulan Data Pada bagian ini dikemukakan bahwa. analisis data dengan analisis komponensial. dan gabungan ketiganya atau triangulasi. maka perlu dikemukakan apa yang diobservasi. F. teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi partisipan. Teknik Analisis Data Teknik analisis data lebih banyak dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. triangulasi. Setelah analisis komponensial dilanjutkan analisis tema. diskusi dengan teman sejawat. dalam penelitian kualitatif. meningkatkan ketekunan.

serta lamanya penelitian dilakukan. ORGANISASI PENELITIAN DAN JADWAL PENELITIAN A. Jumlah biaya yang diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga peneliti dan pendukungnya. B. tingkat resiko kegiatan yang dilakukan.IV. pengumpul data. Organisasi Organisasi penelitian ini perlu dikemukakan. bila penelitian dilakukan oleh tim. bendahara. antara 6 bulan sampai 24 bulan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 29 . Jadwal Penelitian Pada umumnya penelitian kualitatif memerlukan waktu yang relatif lama. beberapa anggota peneliti. tenaga administrasi. jarak tempat penelitian dengan tempat tinggal peneliti. Pembiayaan Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. C. Untuk itu perlu direncanakan jadwal pelaksanaan penelitian yang berisi aktivitas yang dilakukan dan kapan akan dilakukan. Masing-masing perlu dikemukakan uraian tugas dan waktu yang tersedia. Dalam organisasi penelitian ini terdiri atas ketua tim peneliti.

Masalah penelitian perlu dinyatakan dengan jelas karena melalui prnyataan tersebut peneliti berusaha mengkomunikasikan kepada pihak lain tentang fokus dan pentingnya masalah. b. antara apa yang direncanakan dengan kenyataan. Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi. informasi atau keputusan. Jadi untuk Nursa’id Fitria (06101410022) Page 30 . Secara umum masalah dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang memerlukan pembahasan. namun sering perubahan itu tidak diharapkan oleh orang-orang tertentu. pemecahan. Stonner mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antar pengalaman dengan kenyataan. yakni pengumpulan dan analisis data (McMillan dan Scumacher. Apakah masalahnya sehingga apa yang telah direncanakan tidak menghasilkan kenyataan. Orang yang bisanya menjadi pimpinan pada bidang pemerintahan harus berubah ke bidang pendidikan. secara teknis masalah menyiratkan adanya kemungkinan dilakukannya suatu penyelidikan empiris. dan kompetisi. adanya pengaduan.SUMBER MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN SUMBER MASALAH Langkah pertama yang harus dilalui oleh seorang peneliti dalan proses penelitiannya adalah penentuan masalah. serta kerangka kerja laporan penelitiannya. konteks dan skop kependidikan. karena akan dapat menimbulkan masalah. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan Suatu rencana yang telah ditetapkan. Dalam bidang penelitian. 1989). antara teori dengan praktik. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan Di dunia ini yang tetap hanya perubahan. a. Orang atau kelompok yang biasanya mengelola pendidikan dengan sistem sentralisasi lalu berubah menjadi desentralisasi. atau dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) maka akan muncul masalah. antara rencana dengan pelaksanaan. antara aturan dengan pelaksanaan. tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan dari rencana tersebut maka tentu ada masalah. Hal ini pada awalnya tentu akan memunculkan masalah.

masalah penelitian dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Ada pengaduan Dalam suatu organisasi sekolah yang tadinya tenang tidak ada masalah. serta mengembangkan pemecahan masalah kependidikan. Dalam proposal penelitian. atau hipotesis. Dalam penelitian kuantitatif. lengkap dan akurat. Disamping itu. maka akan timbul masalah dalam organisasi itu. Data masalah dapat diperoleh dari hasil pengamatan pendahuluan terhadap hasil penelitian orang lain atau dari dokumentasi. Dalam penelitian. Dengan demikian masalah penelitian dapat digali dengan cara menganalisis isi pengaduan.menemukan masalah dapat diperoleh dengan cara melihat dari adanya penyimpangan antara yang direncanakan dengan kenyataan. Pada umumnya peneliti dalam bidang pendidikan memfokuskan kajiannya pada usaha untuk mendeskripsikan fenomena kependidikan. atau pertanyaan tentang nilai. peneliti juga bisa mengajukan berbagai pertanyaan baik yang bersifat teoritis maupun praktis di bidang pendidikan. Akan tetapi. Ada kompetisi Adanya saingan atau kompetisi sering dapat menimbulkan masalah besar bila tidak dapat memanfaatkan untuk kerja sama. d. menjelaskan (explaining) kejadian yang terobservasi. Misalnya penelitian tentang SDM. pernyataan. Pada umumnya masalah penelitian pada mulanya diidentifikasi melalui topik yang masih umum. jenjang pendidikan yang rendah. jumlah SDM yang terbatas. Masalah SDM misalnya. kompetensi dan produktivitas yang masih rendah. maka masalah SDM harus ditunjukkan dengan data. masalah yang menjadi fokus harus dinyatakan secara formal untuk menunjukkan perlunya dilakukan penyelidikan secara empiris. ternyata setelah ada pihak tertentu yang mengadukan produk maupun pelayanan yang diberikan. setiap masalah harus ditunjukkan dengan data. tidak semua pertanyaan dapat digolongkan dalam masalah penelitian. Data yang diberikan harus up to date. berisi masalah mengambang karena terlalu luas. c. seperti pertanyaan yang memerlukan penjelasan tentang bagaimana melakukan sesuatu. Setelah melakukan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 31 .

dan pelaksanaan suatu program. Kepustakaan tentang hasil penelitian juga memberikan rekomendasi perlunya dilakukan replikasi atau penelitian ulang. Teori merupakan konsep yang masih berisi tentang prinsip-prinsip umum yang mana penerapannya dalam kondisi atau pelaksanaan kependidikan tertentu belum diketahui selama belum diuji secara empiris. dapat memunculkan masalah penelitian. yang kemungkinan mempunyai pengaruh terhadap siswa. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 32 . 5. terutama dalam kaitannya dengan pembuatan keputusan tetentu. serta masyarakat. staf pengajar dan administrasi. Masalah sosial yang sedang diterjadi dapat memberikan masukan yang berarti bagi peneliti untuk dijadikan masalah penelitiannya. Replikasi dapat meningkatkan validitas hasil penelitian yang lalu dan kemampuannya untuk digeneralisasikan lebih luas. Deduksi dari teori. baik dengan atau tanpa variasi. 3. misalnya dalam eksperimen. Hal ini karena teori masih berupa konsep tersebut hanya diperoleh dan dikembangkan dari hasil pemikiran secara rasional. seringkali mendesak diadakannya peelitian evaluatif. 4. merupakan sumber yang kaya akan masalah penelitian. Sumber-sumber masalah : 1. sehingga hasilnya hanya bisa digeneralisasikan secara terbatas. Observasi terhadap praktek kependidikan. kebanyakan keputusan yang dibuat oleh praktisi didasarkan atas praduga tanpa didukung data empiris. Dalam penelitian. Masalah penelitian dapat diangkat dari hasil observasi terhadap hubungan tertentu yang belum atau tidak mempunyai dasar penjelasan yang memadai. Dalam kenyataan kependidikan. 2. seringkali subjek yang dipilih sulit atau bahkan tidak mungkin dipilih secara acak. pengembangan.kepustakaan yang berkenaan dengan topik tersebut kemudian peneliti lebih memfokuskan topik tersebut sehingga menjadi masalah penelitian yang lebih spesifik. Masalah yang muncul dari situasi demikian diantaranya berkenaan dengan kebutuhan kependidikan yang memerlukan informasi tentang perencanaan. Situasi praktis.

seorang peneliti hendaknya menghindari mengangkat masalah yang sudah ada informasi yang jelas dari penelitian ini. Dengan demikian penelitian tersebut tidak hanya menghamburkan tenaga. Nilai maanfaat bagi bidang kajian pendidikan Penelitian merupakan suatu aktivitas yang banyak memerlukan tenaga. maupun kerja sama institusional dan admnistratif. metode. Menarik serta menantang secara intelektual Dalam sejarah ilmu pengetahuan. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 43). salah satunya dalah agar masalah yang diteliti dapat menyumbangkan informasi baru yang belum atau masih kurang jelas dapat diperoleh dari penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti lain. masalah yang sedang hangat dan penting bagi bidang penelitian. Orang yang terlibat secara langsung dalam situasi tertentu akan lebih peka dalam memahami makna yang berkaitan dengan situasi tersebut. tersedianya data. 2. waktu dan biaya. dan waktu 3. biaya. peneliti hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor sebagai kriteria pemilihan. penemuan-penemuan yang diperoleh oleh para sarjana yang memiliki nama besar didapat karena keingintahuan intelektual yang sangat besar. baik yang sifatnya eksternal maupun personal (Good. Kriteria Pemilihan Masalah Dalam memilih masalah yang akan diperoleh dari sumbernya. Pengembangan pribadi dapat memunculkan masalah yang memerlukan jawaban empiris untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam melalui metode kualitatif. peneliti hendaknya menghindari adanya duplikasi masalah. Suatu penelitian harus dapat memberikan sumbangan yang berarti terhadap pengembangan pengetahuan dibidang kependidikan. Baru untuk menghindari adanya duplikasi yang tak perlu Suatu penelitian agar dapat memberikan sumbangan yang berarti. Untuk itu. Dengan kata lain. Secara lebih detail. Oleh karena itu Nursa’id Fitria (06101410022) Page 33 . Kriteria eksternal berkenaan dengan. kriteria pemilihan masalah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1.6. misalnya. Motivasi dilakukan penelitian yang berhasil tersebut sematamata karena dorongan ingin tahu serta kesenangan dan kepuasan.

sejarah. Dalam memilih masalah. misalnya sekolah. Keberadaan fasilitas tersebut terutama dimaksudkan untuk mempermudah proses pengamatan melalui kontrol terhadap kondisi. antropologi. 8. Tersediannya sponsor dan kerja sama administratif Penelitian kependidikan sering kali harus melibatkan beberapa pihak yang berkepentingan. hendaknya peneliti memperhatikan sumber biaya yang diperlukan untuk Nursa’id Fitria (06101410022) Page 34 . misalnya dalam penelitian eksperimen dan historis seringkali memerlukan sumber. peneliti harus mempertimbangkan kemungkinan adanya sponsor atau pihak lain yang dapat dan bersedia mendukung pelaksanaan penelitiannya. peralatan. 4. merekam data dengan akurat. Hal ini karena para peneliti kependidikan banyak yang menggunakan pendekatan penelitian yang digunakan dalam bidang lain tersebut untuk memahami dan melakukan penelitian di bidang pendidikan. dalam memilih masalah peneliti juga harus mempertimbangkan apakah data yang cukup untuk untuk menjawab masalah dapat diperoleh dan apakah ada metode yang cocok untuk digunakan. seorang peneliti pendidikan juga harus mempunyai pengethuan dasar dan metodologi penelitian tentang subjek bidang kajian lain sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitiannya. atau mengolah dan menganalisis data yang terkumpul. 6. Tersedianya sponsor dan kerja sama administratif Penelitian terhadap beberapa masalah. 7. Latihan serta klasifikasi personal Pengembangan bidang pendidikan berutang pada bidang kajian lain. Oleh karena itu. Tersedianya data dan metode alat khusus serta kondisi kerja Selanjutnya. Biaya dan hasil Penelitian memerlukan biaya yang mahal. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam memilih masalah. dan kondisi kerja tertentu. dan psikologi. konsultan atau pembimbing. 5. seperti sosiologi.permasalahan yang diangkat harus didasarkan pada minat serta rasa ingin tahu yang besar sehingga peneliti akan bersedia melakukan penlitiannya dengan senang hati dan menurahkan perhatiannya secara maksimal.

Masalah merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Bila waktu yang tersedia bagi peneliti hanya terbatas kemungkinan besar ia tidak bisa merampungkan penelitiannya dengan baik. maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. baik bahaya fisik. Rumusan Masalah Deskriptif Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri. komparatif dan asosiatif. baik hanya pada satu Nursa’id Fitria (06101410022) Page 35 . masalah yang diangkat hendaknya tidak terlalu luas sehingga dapat mencukupi untuk penyelesaiannya. Oleh karena itu. maupun profesi. Oleh karena itu jika masalah yang diajukan kemungkinan akan membahayakan. Bila biaya terbatas. Namun demikian terdapat kaitan erat antara masalah dan rumusan masalah. Bentuk masalah dapat dikelompokkan ke dalam bentuk masalah deskriptif. hendaknya peneliti meninjaunya kembali. dalam memilih permasalahan peneliti harus mempertimbangkan waktu yang tersedia. kelompok. a. peneliti hendaknya juga memperhatikan bahaya tertentu yang mungkin bisa timbul terhadap perorangan. 9. Waktu Beberapa penelitian naturalistik. Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah Penelitian Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian dikembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi (level of explanation). historis. Rumusan Masalah Rumusan masalah berbeda dengan masalah. 10.kebutuhan penelitiannya. Bahaya Dalam memilih permasalahan. mental maupun sosial. karena setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah. eksperimen. dan longitudinal seringkali memerlukan waktu yang cukup panjang untuk menyelesaikannya.

Penelitian semacam ini untuk selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif. motivasi belajar dan hasil belajar antara murid yang berasal dari keluarga Guru. Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel itu dengan variabel lain. atau pada waktu yang berbeda. 2). Adakah perbedaan disiplin kerja guru antara sekolah di Kota dan di Desa? (satu variabel dua sampel). b. Adakah perbedaan. Contoh rumusan masalah deskriptif: 1) Seberapa baik kinerja Departemen Pendidikan Nasional? 2) Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri Berbadan Hukum? 3) Seberapa tinggi efektivitas kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia? 4) Seberapa tinggi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah di bidang pendidikan? 5) Seberapa tinggi tingkat produtivitas dan keuntungan finansial Unit Produksi pada Sekolah-sekolah Kejuruan? 6) Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar rata-rata per hari muridmurid sekolah di Indonesia? Dari beberapa contoh di atas terlihat bahwa setiap paertanyaan penelitian berkenaan dengan satu variabel atau lebih secara mandiri.variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah negeri dan swasta? (variabel penelitian adalah prestasi belajar pada dua sampel yaitu sekolah negeri dan sekolah swasta). Contoh rumusan masalah komparatif: 1). Rumusan Masalah Komparatif Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 36 . 3). Pegawai Swasta dan Pedagang? (dua variabel tiga sampel).

Jadi bukan hubungan kausal maupun interaktif. dan intraktif/resiprocal/timbal balik. Adakah hubungan antara rumah yang dekat rel kereta dengan jumlah anak? 3. Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan simetris: 1. 1) Hubungan simetris Hubungan simetris adalah hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama. Rumusan Masalah Asosiatif Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dau variabel atau lebih. Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin sekolah? Contoh judul penelitiannya adalah sebagai berikut: 1.c. Hubungan antara rumah yang dekat rel kereta api dengan jumlah anak 3. Hubungan antara jumlah es yang terjual dengan jumlah kejahatan terhadap murid sekolah 2. hubungan kausal. Hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin sekolah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 37 . Adakah hubungan antara jumlah es yang terjual dengan kejahatan terhadap murid sekolah? 2. yaitu: hubungan simetris. Terdapat tiga bentuk hubungan.

Seberapa besar pengaruh kurikulum. Adakah hubungan pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak? (pendidikan orang tua varibel independen dan prestasi belajar variabel dependen) 2. Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar anak SD di Kecamatan A. Hubungan pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak di SD Kabupaten Alengkapura. Di sini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen. 3. 3. Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan kausal: 1. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 38 . Contoh rumusan masalah asosiatif hubungan interaktif: 1. (Di sini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi dapat mempengaruhi motivasi). media pendidikan dan kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah? (kurikulum. kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah. dan kecepatan memperoleh pekerjaan variabel 3) Hubungan interaktif/reciprocal/timbal balik Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Jadi di sini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan variabel dependen (variabel yang dipengaruhi).2) Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala SMK terhadap kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan? (kepemimpinan variabel independen dependen). media pendidikan. 2. media pendidikan dan kualitas guru sebagai variabel independen dan kualitas SDM sebagai variabel dependen) Contoh judul penelitiannya: 1. Pengaruh kurikulum. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan pada SMK di Provinsi Indrakila.

produktivitas kerja. ukuran. disiplin kerja. motivasi. Variabel yang tidak ada variasinya bukan dikatakan sebagai variabel. merupakan atribut-atribut dari setiap orang. kebijakan merupakan contoh variabel dalam kegiatan administrasi pendidikan. kepemimpinan. kemudian ditarik kesimpulannya. Dinamakan variabel karena ada variasinya. pengawasan. (kecerdasan dapat menyebabkan kaya. obyek. Diberikan contoh misalnya. sikap. Tinggi. Variabel juga dapat merupakan atribut dari bidang keilmuan atau kegiatan tertentu. Struktur organisasi. Jadi kalau peneliti akan memilih variabel penelitian baik yang dimiliki orang. Untuk dapat bervariasi maka penelitian harus didasarkan pada sekelompok sumber data atau obyek yang bervariasi. Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variabel adalah konstrak (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. koordinasi. Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang atau obyek yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain. berat badan dapat diakatakan variabel. dan warna merupakan atribut-atribut dari setiap obyek. kepemimpinan. berat badan. pendidikan. prosedur dan mekanisme kerja. Di bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). karena berat badan sekelompok orang itu bervariasi antara satu orang dengan yang lain. VARIABEL PENELITIAN Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 39 . jenis kelamin. tingkat aspirasi. Dengan demikian variabel itu merupakan suatu yang bervariasi. status sosial.2. bentuk. Hubungan antara kecerdasan dengan kekayaan. penghasilan. deskripsi pekerjaan. maka harus ada variasinya. model pendelegasian. dan lain-lain. Misalnya. golongan gaji. demikian juga orang yang kaya dapat meningkatkan kecerdasan karena gizi terpenuhi). Demikian juga prestasi belajar karena prestasi belajar dari sekelompok murid tentu bervariasi. maupun bidang kegiatan dan keilmuan tertentu. Berat.

Variabel Independen Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Dalam SEM (Structural Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural). b. karena adanya variabel bebas. menyatakan bahwa variabel adalah suatu kualitas (qualities) di mana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya. Motivasi Belajar (Variabel Independen) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 40 . Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).Selanjutnya Kidder (1981). Berdasarkan pengertian-pengertian di atas. Variabel Dependen Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat. variabel dependen disebut sebagai variabel indogen. variabel independen disebut sebagai variabel eksogen. maka dapat dirumuskan di sini bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang. Macam-macam Variabel Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi sebagai berikut: a. obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dengan kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam SEM (Structural Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural).

Variabel Intervening Adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur.c. Motivasi Belajar (Variabel Independen) Gaya Belajar Siswa (Variabel Intervening) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Suasana Belajar (Variabel Moderator) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 41 . Variabel Moderator Adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Variabel ini juga disebut sebagai variabel independen kadua Motivasi Belajar (Variabel Independen) Prestasi Belajar (Variabel Dependen) Suasana Belajar (Variabel Moderator) d.

Motivasi Belajar (Variabel Independen) Motivasi Belajar (Variabel Independen) Waktu belajar.e. pokok bahasan (Variabel Kontrol) Nursa’id Fitria (06101410022) Page 42 . Variabel Kontrol Adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap variabel dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. fasilitas kelas.

POPULASI DAN SAMPEL

A. Populasi Populasi adalah kelompok subjek yang ingin dikenai generalisasi hasil penelitian. Menurut Sugiyono “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga subjek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekadar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu.

Karakteristik Populasi Karakteristik populasi menentukan luas atau sempitnya generalisasi dan heterogenitas populasi. 1. Karakteristik sempit/sedikit Generalisasi lebih luas, lebih heterogen 2. Karakteristik luas/banyak Generalisasi lebih sempit,lebih homogeny

A. Sampel Menurut Sugiyono, “sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 43

Syarat Sampel 1. Representatif; mewakili populasi; karakteristiknya harus mencerminkan karakteristik populasi. 2. Yang diteliti adalah populasi, yang diambil datanya adalah data sampel. 3. Kesimpulan yang diambil adalah untuk populasi.

Tujuan Pengambilan Sampel (Sampling) 1. Mereduksi objek penelitian 2. Ingin melakukan generalisasi 3. Menyederhanakan tugas penelitian 4. Efektivitas dan efisiensi Langkah – Langkah Dalam Pengambilan Sampel 1. Tentukan luas populasi sebagai daerah generalisasi 2. Penegasan sifat dan ciri populasi 3. Tentukan besarnya sampel 4. Tentukan teknik samplingnya D. Teknik Sampling 1. Probability Sampling Probability sampling adalah teknik sampling (teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Semua anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. a. Simple Random Sampling Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. 1. 2. 3. Undian dengan pengembalian atau undian tanpa pengembalian Penggunaan tabel bilangan random Sistematik random

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 44

b. Disproportionate Stratified Random Sampling Teknik ini dugunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional. Misalnya pegawai dari unit kerja tertentu mempunyai; 3 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 90 orang S1, 800 orang lulusan SMU, 700 orang lulusan SMP, maka tiga orang lulusan S3 dan empat orang lulusan S2 itu diambil semuanya sebagai sampel. Karena kedua kelompok ini terlalu kecil bila dibandingkan dengan kelompok S1, SMU dan SMP. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Strata berdasarkan usia Strata berdasarkan jenjang pendidikan Strata berdasarkan jenis kelamin Strata berdasarkan status perkawinan Strata berdasarkan status sosial ekonomi Strata berdasarkan asal sekolah Strata berdasarkan jenjang kepangkatannya atau jenjang jabatan

c. Proportionate Stratified Random Sampling Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari latar belakang pendidikan yang berstrata, maka populasi pegawai tersebut berstrata. Misalnya jumlah pegawai yang lulus S1=45, S2=30, STM=800, ST=900, SMEA=400, SD=300. Jumlah sampel yang harus diambil meliputi strata pendidikan tersebut. Jumlah sampel dan teknik pengambilan sampel diberikan setelah bagian ini.

d. Cluster Sampling (Area Sampling) Teknik ini digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misal penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 45

5. Berdasarkan tempat tinggal 3. b.berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan. genap saja.untuk ini maka yang diambil sebagai sampel adalah nomor 1. dan seterusnya sampai 100. Non Probability Sampling Non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk diplih menjadi sampel. Sampling Sistematis Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang. Quota Sampling Sampling quota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (quota) yang diinginkan. Berdasarkan tempat pekerjaan 4. Mengambil sampel yang punya karakteristik/ciri tertentu serta jumlah/quota yang harus diambil (misalnya: mahasiswa semester V dari berbagai PT yang kuliah sambil bekerja atau kuliah tapi sudah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 46 . yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100. Berdasarkan area/wilayah/daerah 2. a. 20. Berdasarkan profesi/pekerjaan 2. 1. Dari semua anggota itu diberi nomor urut. dan tahap berikutnya menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga. Sampling berdasarkan pada kelompok-kelompok masyarakat : 1. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja. yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah.15. 10. Teknik ini sering digunakan melalui dua tahap. atau kelipatan dari bilangan lima.

bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. akan melakukan penelitian tentang kualitas makanan. (ciri-ciri yang dicari tidak merupakan representasi dari populasi secara keseluruhan). maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan. Tidak terikat dengan jumlah sampel Nursa’id Fitria (06101410022) Page 47 . 1. kadinas. Incidental Sampling Teknik ini adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan.berkeluarga). Tidak representatif 3. karena belum memenuhi quota yang ditentukan. Digunakan untuk menemukan suatu isu/hal-hal yang menjadi topik pembicaraan masyarakat d. Misalnya. pengawas. Memiliki ciri-ciri yang esensial dari populasi 3. sampelnya dari orang tua. Pengambilan sampel seketemunya saja 2. Misalnya untuk mengetahui kualitas pendidikan suatu daerah. Mudah dilakukan 5. Purposive Sampling Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. dst. Kalau pengumpulan data belum didasarkan pada quota yang diinginkan maka penenlitian dipandang belum selesai. Sulit untuk diambil generalisasi 6. Dicari yang paling mudah dihubungi. Jumlahnya tidak ditentukan secara pasti 4. guru. 2. Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penenlitian kualitatif. c. yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. Memilih sampel berdasarkan tujuan tertentu 2. 4. 1.

Tujuan penelitian: generalisasi. Untuk penelitian di sekolah. Jika homogen. Tidak ada ketentuan yang pasti 2. 3. Semakin heterogen populasi. kesan-kesan umum dalam waktu singkat 2. Kesediaan seseorang untuk dijadikan sampel 4. pertama-tama dipilih satu atau dua orang. Pengetahuan tentang populasi 3. dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Dalam penentuan sampel. begitu seterusnya sampai diperoleh jumlah sampel yang diinginkan 4. Dimulai dari kelompok kecil 2. kemudian membesar. biasanya diambil sampel kelas Nursa’id Fitria (06101410022) Page 48 . Kawannya memilih kawannya lagi untuk dijadikan sampel. Besarnya target fasilitas yang tersedia F. Sampel tidak boleh lebih dari 100 orang 5. Sampling Jenuh Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. kurang dari 30 orang. Pertimbangan-pertimbangan dalam Menentukan Teknik Sampling 1. sampel tidak perlu banyak 3. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil. Jumlah biaya yang tersedia 5. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. Masing-masing anggota kelompok memilih kawannya (satu atau dua orang) untuk dijadikan sampel. jumlah sampel semakin banyak 4. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus. Menyelidiki hubungan antar manusia dalam hubungan yang akrab f.e. Snowball Sampling Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil. Besar Sampel 1. kemudian dua orang ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. E. 1.

makin kecil tingkat kesalahan. Probability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang sama kepada anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. maka akan semakin besar jumlah anggota sampel yang diperlukan. Berikut ini diberikan tabel penentuan jumlah sampel dari populasi tertentu yang dikembangkan dari Isaac dan Michael. atau cara pengambilan sampel secara acak. P . Makin besar jumlah sampel mendekati populasi. Jadi bila jumlah populasi 1000 dan hasil penelitian itu akan diberlakukan untuk 1000 orang tersebut tanpa ada kesalahan.Q d  0. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 49 . Berapa jumlah anggota sampel yang paling tepat digunakan dalam penelitian? jawabannya tergantung pada tingkat kesalahan yang dikehendaki. H. Tingkat kepercayaan yang dikehendaki sering tergantung pada sumber dana. Makin besar tingkat kesalahan maka akan semakin kecil jumlah sampel yang diperlukan.Q d 2 ( N 1)  2 . 10 %. Cara demikian sering disebut dengan random sampling. P  Q  0. Menentukan Anggota Sampel Di dapan telah dikemukakan terdapat dua teknik sampling. maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi. Rumus untuk menghitung ukuran sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya adalah sebagai berikut : s  2 . maka jumlah sampel yang diambil sama dengan jumlah populasi tersebut yaitu 1000 orang. untuk tingkat kesalahan. maka makin besar kesalahan generalisasi (diberlakukan umum). dan 100%. 1%.G. Menentukan Ukuran Sampel Jumlah anggota sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. taraf kesaahan 1%. Jumlah sampel yang 100% mewakili populasi adalah sama dengan jumlah anggota populasi itu sendiri.5. yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. P . 5%. N . waktu dan tenaga yang tersedia. dan sebaliknya.05 s  jumlah sampel 2 dengan dk  1. 5%.

maka perlu dikembalikan lagi. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 50 . kalau tidak dikembalikan peluangnya menjadi tidak sama lagi. Dengan demikian cara pengambilannya bila nomor satu telah diambil. maka setiap anggota populasi diberi nomor terlebih dahulu. maka setiap anggota popuasi mempunyai peluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Bila yang telah diambil keluar lagi. sesuai dengan jumlah anggota populasi. Untuk contoh di atas peluang setiap anggota populasi = 1/100. Peluang akan semakin besar bila yang telah diambil tidak dikembalikan. Karena teknik pengambilan sampel adalah random. Bila pengambilan dilakukan dengan undian. maupun dengan undian.Pengambilan sampel secara random/acak dapat dilakukan dengan bilangan random. komputer.dianggap tidak sah dan dikembalikan lagi. Misalnya nomor pertama tidak dikembalikan lagi maka peluang berikutnya menjadi 1 : (100 – 1) = 1/99.

Semua penelitian bersifat ilmiah.KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN Kajian teoritis atau tinjauan pustaka atau landasan teori perlu ditegakkan agar penelitian mempunyai dasar yang kokoh dan bukan sekedar perbuatan cobacoba (trial and error). semakin banyak variabel yang diteliti. karena teori di sini akan berfungsi untuk memperjelas masalah yang diteliti. Adanya landasan teori ini merupakan ciri bahwa penelitian itu merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data. kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabel yang akan diteliti menjadi lebih jelas dan terarah. Bila dalam suatu penelitian terdapat tiga variabel independen dan satu variabel dependen. teori yang digunakan harus sudah jelas. Deskripsi teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori (dan bukan sekedar pendapat pakar atau penulis buku) dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti. oleh karena itu semua peneliti harus berbekal teori. Teori-teori yang dideskripsikan dalam proposal maupun laporan penelitian dapat digunakan sebagai indikator apakah peneliti menguasai teori dan konteks Nursa’id Fitria (06101410022) Page 51 . dan sebagai referensi untuk menyusun instrumen penelitian. Oleh karena itu landasan teori dalam proposal penelitian kuantitatif harus sudah jelas teori apa yang akan dipakai. akan tergantung pada luasnya permasalahan dan secara teknis tergantung pada jumlah variabel yang diteliti. Berapa jumlah kelompok teori yang perlu dikemukakan/dideskripsikan. melalui pendefinisian dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi. sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis. maka akan semakin banyak teori yang perlu dikemukakan. Deskripsi teori paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap variabelvariabel yang diteliti. yaitu kelompok teori yang berkenaan dengan tiga variabel independen dan satu kelompok teori yang berkenaan dengan variabel dependen. maka kelompok teori yang perlu dideskripsikan ada empat kelompok teori. sehingga ruang lingkup. Dalam penelitian kuantitatif. Oleh karena itu.

Makin baru sumber yang digunakan.yang diteliti atau tidak. maka peneliti harus mengetahui sumber-sumber bacaan. Sumber bacaan yang baik harus memenuhi tiga kriteria. Hasil penelitian yang relevan bukan berarti sama dengan yang akan diteliti. A. tempat penelitian. yaitu relevansi. dan hasil-hasil penelitian. dan kesimpulan. maka peneliti harus rajin membaca. kelengkapan. Orang harus membaca dan membaca. menunjukkan bahwa peneliti tidak menguasai teori dan konteks penelitian. maka akan semakin mutakhir teori tersebut. Untuk dapat membaca dengan baik. waktu penelitian. penelitian ini justru menggunakan sumber-sumber bacaan lama). maka dapat melihat di perpustakaan. Variabel-variabel penelitian yang tidak dapat dijelaskan dengan baik. Relevansi berkenaan dengan kecocokan antara variabel yang diteliti dengan teori yang dikemukakan. dan menelaah yang dibaca itu setuntas mungkin agar ia dapat menegakkan landasan yang kokoh bagi langkah-langkah berikutnya. Membaca merupakan keterampilan yang harus dikembangkan dan dipupuk. ensiklopedia. baik dari segi pengertian maupun kedudukan dan hubungan antar variabel yang diteliti. Oleh karena itu. analisis. Pengertian dan Tujuan Penelitian pendidikan tidak pernah dapat dipisahkan dengan pengetahuan kependidikan karena pada hakikatnya merupakan alat untuk mendapatkan informasi baru yang berguna untuk mengisi kekosongan atau menguji pengetahuan yang telah ada. jurnal ilmiah. Secara teknis hasil penelitian yang relevan dengan apa yang akan diteliti dapat dilihat dari permasalahan yang diteliti. Sumber-sumber bacaan dapat berbentuk buku-buku teks. tetapi masih dalam lingkup yang sama. kamus. Bila peneliti tidak memiliki sumber-sumber bacaan sendiri. baik perpustakaan lembaga formal maupun perpustakaan pribadi. kelengkapan berkenaan dengan banyaknya sumber yang dibaca. sampel penelitian. metode penelitian. Untuk mnguasai teori maupun generalisasi-generalisasi dari hasil penelitian. kemutakhiran berkenaan dengan dimensi waktu. agar dapat mengetahui bagaimana Nursa’id Fitria (06101410022) Page 52 . dan kemutakhiran (kecuali penelitian sejarah.

Dengan mengetahui hasil-hasil penting dari penelitian yang pernah dilakukan. Keterbatasan kerangka teori dalam bidang tersebut mungkin terjadi karena kompleksnya hubunganhubungan yang ada dalam masalah yang harus dikaji. 1989. peneliti dapat melihat bagaimana masalah penelitian dan penemuannya akan dapat dihubungkan dengan hasil penentuan penelitian lain dan bagaimana kombinasi penemuan tersebut dan penemuannya dapat membantu memberikan gambaran atau potret pengetahuan yang lebih utuh dan komplit tentang bidang tersebut. Ulasan kepustakaan sering juga disebut rasional penelitian karenamemberikan landasan rasional tentang mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan dalam kaitannya dengan kerangka pengetahuan. peneliti dapat melakukan dengan cara menyusun hasil-hasil penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 53 . perlu adanya ulasan terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan dengan topik masalah yang diangkat. Ulasan kepustakaan akan memungkinkan pembaca meningkatkan cakrawala nya dari segi tujuan dan hasil penelitian. Ulasan terhadap bahan kepustakaan yang berkaitan dengan topik penelitian tersebut juga bukan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa masalah penelitian yang diangkat belum pernah diteliti oleh peneliti yang lain. Lindvall. Untuk menyusun kerangka tersebut. Ulasan kepustakaan juga dapat dipandang sebagai kontribusi terhadap penyusunan teori penelitian. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 76).hubungan dan di mana posisi pengetahuan yang telah ada. Tujuan utama dari penulisan ulasan kepustakaan adalah untuk mengorganisasikan penemuan-penemuan penelitian yang pernah dilakukan sehingga pembaca akan memahami mengapa masalah yang diangkat mempunyai nilai penting serta menunjukkan bagaimana masalah tersebut dikaitkan dengan hasil penelitian dan pengetahuan yang lebih luas) McMillan dan Schumacher. 1969 dalam Ibnu Hadjar : 76). Ulasan kepustakaann ini tidak hanya sekedar untuk menghasilkan anotasi atau catatan bibliografi tentang masalah yang diangkat (Lindvall. Salah satu kelemahan dalam bidang kependidikan adalah kurang adanya kerangka teori yang dijadikan landasan masalah penelitian.

Menghindari replikasi yang tidak disengaja dan tidak perlu d.yang telah ada. ulasan kepustakaan biasanya berisi sumber hasil penelitian yang secara langsung berhubungan dengan penelitian yang diangkat yakni menyelidiki masalah yang serupa. Menghubungkan penemuan dengan pengetahuan yang ada usulan untuk penelitian lebih lanjut. Dengan cara ini peneliti memberikan kerangka yang memperlihatkan di mana masalah penelitiannya akan dapat mengisi kekurangan dalam pengetahuan yang ada. Memilih metodologi yang tepat e. Namun demikian. Lebih lanjut kepustakaan tersebut berguna untuk menunjukkan signifikansi masalah. karya-karya yang dibuat oleh yang secara tidak Nursa’id Fitria (06101410022) Page 54 . penelitian psikologi tentang perkembangan intelektual pada anak. menunjukkan bagaimana hasil-hasil tersebut saling berhubungan sehingga memberikan suatu organisasi pengetahuan yang telah ada. Kepustakaan adalah bahan-bahan yang secara nyata relevan dengan permasalahan seperti hasil penelitian yang pernah dilakukan yang menyelidiki pertanyaan yang serupa atau variabel yang sama. Hal ini akan memberikan alasan logis manfaat dari masalah yang diangkat dan menunjukkan bagaimana ia dapat membantu melengkapi hasil penelitian lain untuk memperluas pengetahuan dalama bidangnya. Banyak sedikitnya kepustakaan ini bergantung pada topik dan tujuan penelitian. dan kajian dari bidang lain. B. Secara rinci hal tersebut dijelaskan : a. mengembangkan desaian mendahului serta rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut. Dalam topik yang sudah banyak dilakukan penelitian. Sumber Ulasan kepustakaan Pada dasarnya ulasan kepustakaan dalam penelitian harus didasarkan pada sumber asli yang ditulis oleh peneliti atau penemu teori itu sendiri secara langsung. seperti penelitian sosiologi tentang interaksi kelompok kecil. rujukan terhadap teori dan pengujian empiris terhadap teori. Meletakkan penelitian pada prespektif sejarah dan asosional. Menentukan dan membatasi permasalahan penelitian b. c.

dan teknis. ini berarti deskripsi penyelidikan oleh peneliti sendiri atau deskripsi teori oleh penemunya. Di samping itu. sumber ini juga mengkombinasikan informasi yang diperoleh dari beberapa sumber primer ke dalam satu kesatuan kerangka kerja sehingga memberikan ulasan secara ringkas tentang perkembangan penelitian dalam topik tertentu. dan disertasi. Dalam penelitian pendidikan. text book.langsung melakukan penelitian atau membuat teori juga dapat dijadikan sumber informasi yang sangat berharga. Kebanyakan sumber sekunder ini memuat daftar pustka yang menjadi sumber pengambilan bahan-bahan yang dijadikan sehingga daftar ini juga dapat dipergunakan untuk menemukan sumber primernya. skripsi. detil. Sumber ini berisi teks laporan hasil penelitian atau teori secara penuh atau lengkap. Oleh karena itu. Contohnya adalah jurnal ilmiah. Sumber ini merupakan deskripsi langsung tentang kenyataan yang dibuat oleh individu yang melakukan pengamatan atau menyaksikan kejadian atau oleh individu yang mengemukakan teori yang pertama kali. baik secara empiris maupun teoritis. Sumber sekunder Sumber sekunder adalah bahan pustaka yang ditulis dan dipublikasikan oleh penulis yang tidak secara langsung melakukan pengamatan atau berpartisipasi dalam kenyataan yang ia deskripsikan atau bahan penemu teori. ia dapat memberikan informasi yang detil tentang penelitian. Sumber preliminer Sumber preliminer adalah bahan-bahan rujukan yang dimaksudkan untuk membantu seseorang mengidentifikasi dan menemukan sumber primer atau Nursa’id Fitria (06101410022) Page 55 . tesis. antara lain : 1. Ada tiga macam kategori ulasan kepustakaan yang telah diklasifkasikan. hand book. Sumber primer Sumber primer adalah hasil-hasil penelitian atau tulisan-tulisan karya peneliti atau teoritis yang orisinil. 2. 3. Contohnya adalah bukubuku teks. teori dan metodologi yang digunakan untuk menyelidiki masalah. proceeding. Sumber ini berisi tentang hasil sintesis bahan-bahan yang berasal dari sumber utama.

Memilih sumber preliminer yang sesuai Sumber priliminer baik berupa indeks maupun abstrak akan membantu peneliti untuk mendapatkan informasi di mana sumber primer dapat diperoleh. sikap. laporan-laporan. 2. abstrak berisi rangkuman singkat tentang laporan penelitian baik yang diterbitkan maupun yang tidak diterbitkan beserta bibliografi dan diterbitkan secara berkala. Analisis pernyataan masalah Pernyataan masalah berisi konsep-konsep atau variabel yang membentuk petunjuk tentang topik kepustakaan. Kata kunci ini dapat memudahkan untuk mencari bahan-bahan pustaka yang sesuai dengan masalah. Indeks biasanya hanya berisi informasi kunci tentang bahan pustaka primer atau sekunder yakni penulis. 3. Ada dua macam sumber preliminer yakni abstraks dan indeks. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 56 .sekunder. Mencari dan membaca sumber sekunder Bacaan bahan-bahan yang ada dalam sumber kedua akan memberikan ulasan dan pandangan sekaligus tentang topik dan akan membantu peneliti untuk membatasi masalah sehinga lebih cepat. evaluasi. buku-buku. dan interaksi belajar mengajar. Dengan demikian. judul. dan tenaga karena sumber preliminer informasi tentang di mana artikel-artikel. sumber preliminer berisi informasi tentang sumber primer dan sekunder. dan tempat penerbitan. peneliti akan menghemat waktu. misalnya pembelajaran. dan dokumendokumen lain tentang suatu subjek tertentu dapat ditemukan dalam sumber primer atau sekunder. Sumber ini sangat bermaanfaat untuk menunjukkan jenis-jenis tertentu yang diperlukan dalam beberapa ulasan kepustakaan untuk mencari subjek tertentu. Sedangkan. Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah sebagai berikut: 1. Dengan kata lain. biaya.

Banyak sedikitnya ulasan serta kedalamannya sangat tergantung pada jenis penelitian serta banyaknya penelitian yang pernah dilakukan. Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Bila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening. Apabila penelitian hanya membahas sebuah variabel atau lebih secara mandiri. Oleh karena itu pada setiap penyusunan paradigma penelitian harus didasarkan pada kerangka berpikir. misalnya kronologi. dan metodologi dan kemudian disusun berdasarkan ide umum yang dapat meliputinya. selanjutnya dirumuskan ke dalam bentuk paradigma penelitian. 5. KERANGKA BERPIKIR Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. mengapa variabel itu ikut dilibatkan dalam penelitian. Kerangka berpikir dalam suatu penelitian perlu dikemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua variabel atau lebih.4. maka yang dilakukan peneliti disamping mengemukakan deskripsi teoritis untuk masing-masing variabel. Pertautan antar variabel tersebut. maka juga perlu dijelaskan. 6. peneliti membaca dan mencatat hasil analisis singkat terhadap sumber primer yang sesuai dan relevan dengan masalah penelitiannya disertai catatan bibliografinya secara lengkap. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dengan variabel dependen. Mengorganisasi catatan Hasil catatan yang dibuat pada langkah keempat dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa cara. juga argumentasi terhadap variasi besaran variabel yang diteliti. kesamaan wawasan terhadap permasalahan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 57 . Menulis kutipan Dalam membuat ulasan peneliti hanya mengutip hasil penelitian teori dan praktk yang relevan dengan masalah penelitian. Membaca sumber primer yang terkait Setelah mendapatkan sumber primer.

Oleh karena itu dalam rangka menyusun hipotesis penelitian yang berbentuk hubungan maupun komparasi. maka harus ditetapkan terlebih dahulu variabel penelitiannya. Berapa jumlah variabel yang diteliti. dan kamus. Kriteria utama agar kerangka pemikiran bisa meyakinkan sesama ilmuwan. dan disertasi. Menetapkan Variabel Yang Diteliti Untuk menentukan kelompok teori apa yang perlu dikemukakan dalam menyusun kerangka berpikir untuk pengajuan hipotesis. Deskripsi Teori dan Hasil Penelitian (HP) Dari buku dan hasil penelitian yang dibaca akan dapat dikemukakan teoriteori yang berkenaan dengan variabel yang diteliti.Penelitian yang berkenaan dengan dua variabel atau lebih biasanya dirumuskan hipotesis yang berbentuk komparasi maupun hubungan. 1. adalah alur-alur pikiran yang logis dalam membangun suatu kerangka berpikir yang membuahkan kesimpulan yang berupa hipotesis. Jadi kerangka berpikir merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. tesis. ensiklopedia. Kerangka pemikiran ini merupakan penjelasan sementara terhadap gejala-gejala yang menjadi obyek permasalahan. sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antar variabel yang diteliti. 3. Buku-buku yang dibaca dapat berbentuk buku teks. selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis. merupakan titik tolak untuk menentukan teori yang akan dikemukakan. Seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar argumentasi dalam menyusun kerangka pemikiran yang membuahkan hipotesis. maka perlu dikemukakan kerangka berpikir. dan apakah nama setiap variabel. skripsi. selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis. maka langkah berikutnya adalah membaca bukubuku dan hasil penelitian yang relevan. jurnal ilmiah. Seperti telah Nursa’id Fitria (06101410022) Page 58 . 2. Berdasarkan teori-teori yang telah dideskripsikan tersebut. Hasil penelitian yang dapat dibaca adalah laporan penelitian. Membaca Buku dan Hasil Penelitian (HP) Setelah variabel ditentukan. Sintesa tentang hubungan antar variabel tersebut.

dan kedudukan antara variabel satu dengan yang lain dalam konteks penelitian itu. 7. atau mereduksi bila dipandang terlalu luas. hasil belajar akan tinggi. Kerangka berpikir asosiatif dapat menggunakan kalimat: jika begini maka akan begitu. karena sering terjadi teori-teori yang berasal dari luar tidak sesuai untuk penelitian di dalam negeri. Melalui analisis komparatif ini peneliti dapat memadukan antara teori satu dengan teori yang lain. Sintesa Kesimpulan Melalui analisis kritis dan komparatif terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang relevan dengan semua variabel yang diteliti. Analisis Kritis terhadap Teori dan Hasil Penelitian Pada tahap ini melakukan analisis secara kritis terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang telah dikemukakan. Kerangka berpikir yang dihasilkan dapaat berupa kerangka berpikir yang asosiatif/hubungan maupun komparatif/perbandingan. Analisis Komparatif terhadap Teori dan Hasil Penelitian Analisis komparatif dilakukan dengan cara membandingkan antara teori satu dengan teori yang lain. uraian rinci tentang ruang lingkup setiap variabel. Dalam analisis ini peneliti akan mengkaji apakah teori-teori dan hasil penelitian yang telah ditetapkan itu betul-betul sesuai dengan obyek penelitian atau tidak . dan hasil penelitian satu dengan penelitian yang lain.dikemukakan. 6. 5. Perpaduan sintesa antara variabel satu dengan variabel yang lain akan menghasilkan kerangka berpikir yang selanjutnya dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 59 . Kerangka Berpikir Setelah sintesa atau kesimpulan sementara dapat dirumuskan maka selanjutnya disusun kerangka berpikir. 4. selanjutnya peneliti dapat melakukan sintesa atau kesimpulan sementara. deskripsi teori berisi tentang definisi terhadap masing-masing variabel yang diteliti. jika guru kompeten maka.

8. teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis. kausal. Jadi paradigma penelitian dalam hal ini diartikan sebagai pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian. Berdasarkan hal ini maka bentuk-bentuk paradigma penelitian atau model penelitian kuantitatif khususnya untuk penelitian survey adalah sebagai berikut: Nursa’id Fitria (06101410022) Page 60 . Bila kerangka berpikir berbunyi “jika guru kompeten. berbentuk simetris. dan teknik analisis statistik yang akan digunakan. yang dilandasi pada suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklasifikasikan. Hipotesis Berdasarkan kerangka berpikir tersebut selanjutnya disusun hipotesis. Pola hubungan antara variabel yang akan diteliti tersebut selanjutnya disebut sebagai paradigma penelitian. 4. Diskusi juga harus dapat menunjukkan dan menjelaskan apakah hubungan antar variabel itu positif atau negatif. Kerangka berpikir tersebut selanjutnya perlu dinyatakan dalam bentuk diagram (paradigma penelitian). dan ada hubungan gejala bersifat kausal (sebab akibat). maka hipotesisnya berbunyi “ada hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi guru dengan hasil belajar”. jenis dan jumlah hipotesis. Variabel-variabel yang akan diteliti harus dijelaskan 2. PARADIGMA PENELITIAN Dalam penelitian kuantitatif/positivistik. memuat hal-hal sebagai berikkut: 1. dan ada teori yang mendasari 3. sehingga pihak lain dapat memahami kerangka berpikir yang dikemukakan dalam penelitian. maka peneleiti dapat melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada beberapa variabel saja. Diskusi dalam kerangka berpikir harus dapat menunjukkan dan menjelaskan pertautan/hubungan antar variabel yang diteliti. maka hasil belajar akan tinggi”. Kerangka berpikir yang baik. atau interaktif (timbal balik).

dan asosiatif ada satu yaitu: 1). Nursa’id Fitria (06101410022) Page 61 . Rumusan masalah asosiatif/hubungan (satu) Bagaimanakah hubungan atau pengaruh kualitas alat dengan kualitas barang yang dihasilkan. yaitu teori tentang media pendidikan dan prestasi belajar. Dua hipotesis deskriptif: (jarang dirumuskan dalam penelitian) a). c. Hal ini berarti bila kualitas media pendidikan ditingkatkan. Hipotesis asosiatif Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas media pendidikan dengan prestasi belajar murid. Paradigma Sederhana Paradigma penelitian ini terdiri atas satu variabel indelpenden dan satu variabel dependen. Bagaimana Y? (prestasi belajar murid) 2).1. d. Hipotesis yang dirumuskan ada dua macam yaitu hipotesis deskriptif dan hipotesis asosiatif (hipotesis deskripitf sering tidak dirumuskan) 1). Prestasi belajar siswa lembaga pendidikan tersebut telah mencapai 99% dari yang diharapkan. Jumlah rumusan masalah deskriptif ada dua. Bagaimana X? (kualitas guru) b). b. Kualitas media yang digunakan oleh lembaga pendidikan tersebut telah mencapai 70% baik. Teori yang digunakan ada dua. Teknik Analisis Data Berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis tersebut. maka dapat dengan mudah ditentukan teknik statistik yang digunakan untuk analisis data dan menguji hipotesis. Rumusan masalah deskriptif (dua) a). maka prestasi belajar murid akan meningkat pada gradasi yang tinggi (kata signifikan hanya digunakan apabila hasil uji hipotesis akan digeneralisasikan ke populasi di mana sampel tersebut diambil. maka dapat ditentukan: a. Berdasarkan paradigma tersebut. 2). b).

maka menggunakan teknik Statistik Korelasi Product Moment. Untuk mencari hubungan X1 dengan X2 secara bersama-sama terhadap Y menggunakan korelasi ganda. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 62 . Untuk hipotesis asosiatif. Rumusan masalah deskriptif ada 4 dan rumusan masalah asosiatif (hubungan) untuk yang sederhana ada 6 dan yang ganda minimal 1. Untuk dua hipotesis deskriptif. bila datanya berbentuk interval dan ratio. 2). X2. Untuk mencari hubungan X1 dengan Y dan X2 dengan Y. dan satu variabel dependen Y. Paradigma Sederhana Berurutan Dalam paradigma ini terdapat lebih dari dua variabel. X2 dengan X3. X3 dengan Y) tersebut digunakan teknik korelasi sederhana. Berdasarkan contoh 1 tersebut. Dalam paradigma ini terdapat tiga rumusan masalah deskriptif dan 4 rumusan masalah asosiatif (3 korelasi sederhana dan 1 korelasi ganda). Untuk mencari hubungan antar variabel (X1 dengan X2. 2. Paradigma Ganda dengan Tiga Variabel Independen Dalam paradigma ini terdapat tiga variabel independen (X1. dengan persamaan Y = a + bX3. Naik turun harga Y dapat diprediksi melalui persamaan regresi Y atas X3. Paradigma sederhana menunjukkan hubungan antara satu variable independen dengan satu variabel dependen secara berurutan. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen dan satu variabel dependen. maka pengujian hipotesis menggunakan t-test one sample. deskriptif dan asosiatif. 3. X3) dan satu variabel dependen (Y). 4.1). bila data ke dua variabel berbentuk interval atau ratio. menggunakan teknik korelasi sederhana. Paradigma ganda dengan dua variabel independen X1 dan X2. dapat dihitung jumlah rumusan masalah. tetapi hubungannya masih sederhana.

Hubungan antar varibel r1. Hubungan antara X1 bersama-sama dengan X2 terhadap Y1 dan X1 dan X2 bersama-sama terhadap Y2 dapat dianalisis dengan korelasi ganda. X2 dengan X3. r5.Paradigma ganda dengan tiga variabel independen yaitu X1. X2) dan dua variabel dependen (Y1 dan Y2). r3. Paradigma Jalur Teknik analisis Statistik yang digunakan dinamakan path analysis (analisis jalur). Regresi sederhana dan ganda serta korelasi parsial dapat digunakan untuk analisis dalam paradigma ini. Analisis dilakukan dengan menggunakan korelasi dan regresi sehingga dapat diketahui untuk sampai pada variabel dependen terakhir. X2 dengan Y. r4. Analisis regresi sederhana maupun ganda dapat juga digunakan untuk memprediksi jumlah tiket yang terjual dan kepuasan penumpang Kereta Api. 7. Dalam paradigma itu terdapat empat rumusan masalah deskriptif dan enam rumusan masalah hubungan. X1 dengan X2. dan X1 dengan X3 dapat menggunakan korelasi sederhana. Untuk mencari besarnya hubungan antara X1 dengan Y. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 63 . 5. dan X3. X3 dengan Y. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Dependen Paradigma ganda dengan suatu variabel independen dan dua variabel dependen. Untuk mencari besarnya hubungan antar X1 secara bersama-sama dengan X2 dan X3 terhadap Y digunakan korelasi ganda. 6. Demikian juga untuk Y1 dengan Y2. r2. Terdapat 4 rumusan masalah deskriptif dan 6 rumusan masalah hubungan sederhana. Analisis regresi juga digunakan di sini. X2. Korelasi dan regresi ganda juga dapat digunakan untuk hubungan antar variabel secara simultan. Untuk mencari besarnya hubungan antara X dan Y1 dan X dengan Y2 digunakan teknik korelasi sederhana. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen dan Dua Variabel Dependen Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen (X1. dan r6 dapat dianalisis dengan korelasi sederhana. harus lewat jalur langsung atau melalui variabel intervening.

karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan. seorang peneliti biasanya sampai pada suatu kesimpulan tentang permasalahan penelitian. Dikatakan sementara. Bertolak dari yang telah dilakukan dalam mencari landasan teori. Pada penelitian kualitatif tidak dirumuskan hipotesis. tetapi justru diharapkan dapat ditemukan hipotesis. Karena hipotesis dapat menghubungkan dari teori yang relevan dengan kenyataan yang ada atau fakta atau dari kenyataan dengan teori yang relevan. Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Selanjutnya hipotesis tersebut akan diuji oleh peneliti dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam metode penelitian. belum jawaban yang empirik dengan data.HIPOTESIS PENELITIAN A. Hipotesi juga juga penting peranannya karena dapat menunjukkan harapan dari si peneliti Nursa’id Fitria (06101410022) Page 64 . hipotesis adalah alat yang mempunyai kekuatan dalam proses inkuiri. Hipotesis dikatakan sementara karena kebenarannya masih perlu diuji atau dites kebenarannya dengan data yang asalnya dari lapangan. Apakah peneliti mempunyai arah jawaban yang pasti secara positif maupun negatif terhadap permasalahan masalah tersebut. Setelah selesai menyusun landasan teori. Jawaban yang masih bersifat sementara dan bersifat teoritis ini disebut sebagai hipotesis. para peneliti akan mempunyai tiga peluang dalam memberikan jawaban sementara terkait dengan permasalahan penelitian. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan maslah penelitian. belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. di mana rumusan masalah penelitian penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Pengertian Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.

4. yaitu : a. Kompas dapat dipergunakan sebagai penentu arah dalam perjalanan di tengah lautan sehingga mencapai pelabuhan yang dituju. Secara fungsional hipotesis dalam penelitian itu sangatlah penting. Hipotesis dalam posisinya sebagai salah satu unsur penelitian dapat dimisalkan seperti kompas bagi nahkoda kapal. Bahwa dengan hipotesis dapat memberikan arah dan petunjuk tentang pengambilan data dan proses interpretasinya. Hipotesis yang baik menunjukkan bahwa peneliti mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup dalam kaitannya dengan permasalahan b. Hipotesis penelitian mempunyai fungsi memberikan jawaban sementara terhadap rumusan masalah atau research questions. Menyediakan para peneliti dengan pernyataan hubungan antar variabel yang dapat diuji kebenarannya 3. Mengapa hipotesis dibuat sebelum peneliti ke lapangan (Ary. Di antara tujuan tersebut diantaranya sebagai berikut : 1. Walaupun hal ini tidak Nursa’id Fitria (06101410022) Page 65 . jawaban sementara dapat dipergunakan sebagai petunjuk analisis. Dengan hipotesis. Oleh karena itu hipotesis dibuat sebaiknya sebelum peneliti terjun ke lapangan mengumpulkan data yang diperlukan. Memberikan kisi-kisi laporan untuk melaporkan kesimpulan studi. Dalam penelitian. peneliti lebih mudah dalam mencari pemecahan masalah atas dasar pernyataan hipotesis yang telah dibuat sebelumnya. seorang peneliti yang menuliskan hipotesis secara baik mempunyai beberapa tujuan penting. Menyediakan keterangan secara sementara terhadap gejala dan memungkinkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan 2. Memberikan arah yang perlu dilakukan oleh peneliti dalam melakukan penelitian.yang direfleksikan dalam hubungan ubahan atau variabel dalam permasalahan penelitian. dkk. 1985:76) ada dua alasan yang mendasarinya. Bila hipotesis dinyatakan dengan tepat dan teliti.

3) Hipotesis harus berlandaskan teori. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 66 . 2) Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor. Hipotesis penelitian pada umumnya tidak diuji menggunakan teknik statistika. Karena memang fungsinya yang utama untuk memberikan jawaban sementara. Yang penting adalah bahwa dengan dirumuskannya hipotesis penelitian. sebagai rambu-rambu tindakan selanjutnya di lapangan. Ada pengaruh positif dan signifikan antara motivasi dan gaya kepemimpinan dalam organisasi terhadap produktivitas lembaga c. sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III.mutlak. Berikut ini diberikan beberapa contoh hipotesis penelitian a. jika ingin mengubah harus mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut. yaitu studi kepustakaan setelah landasan teori dan atau setelah kerangka berfikir tersusun. Jika penelitian bersifat korelasional maka: 1) Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya. Ada hubungan yang negatif dan tidak signifikan antar besarnya gaji yang diterima para guru dengan keinginan bekerja sambilan di luar lembaga tempat bekerja. rumusan masalah yang direncanakan dapat dicakup dalam penelitian yang hendak dilakukan. Dilihat dari posisinya hipotesis penelitian biasanya ditempatkan dalam bab kedua. Ada korelasi positif dan signifikan antara usaha peningkatan belajar di sekolah dengan hasil pencapaian belajar siswa b. hipotesis penelitian pada umumnya sama banyaknya dengan jumlah rumusan masalah yang telah ditetapkan dalam rencana penelitian.

Sekiranya kita tidak dapat membuktikan H0 benar maka kita terpaksa menerima bahwa H1 adalah benar. Maka kita perlu menetapkan suatu titik (atau 2 titik) di atas keluk taburan min populasi di mana perbedaan di antara nilai min sampel dengan min populasi dianggap terlalu besar sehingga tidak boleh diterima sebagai sama. Mengenai persampelan.tiada alternatif lain Titik-Titik Kritikal (genting) Dalam kaidah ujian hipotesis. H0 Untuk membuktikan H1 benar. kaedah menguji memerlukan dua kenyataan yang bertentangan :   Hipotesis penyelidikan (yang juga dikenali sebagai hipotesis alternatif). H1 Hipotesis Nol (Null hypothesis). kita dapati bahwa setiap sampel yang dipilih akan memberi min yang agak berlainan. Dengan lain perkataan. Ciri-ciri hipotesis H1 dan H0 ialah :   Saling eklusif (mutually exclusive) . kita akan coba membuktikan H0 benar. Jika nilai min sampel terjatuh di dalam kawasan genting.ia itu kedua-dua hipotesis tidak boleh benar atau tidak benar pada masa yang sama Ekhaustif (exhuastive) . maka hipotesis nol perlu ditolak.Langkah-Langkah Menguji Hipotesis Pengujian hipotesis memerlukan tiga "ingredient" :    Soalan penyelidikan Populasi yang ditakrif dengan tepat (well-defined population) Alat mengukur Untuk membuktikan sesuatu hipotesis. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 67 . Nilai-nilai yang lebih tinggi daripada titik ini dianggap sebagai di dalam kawasan genting. biasanya kita akan cuba menbuktikan H0 tidak benar. min yang diperoleh daripada sampel tidak akan tepat pada min populasi.

Jenis I lebih kecil daripada kemungkinan membuat kesalahan Jenis II.8 berbeda daripada 100"? Nursa’id Fitria (06101410022) Page 68 . Dengan kata lain. kemungkinan ini dibagi menjadi dua kawasan yang sama dipenghujung keluk tabura.05 (atau 5%). Perkiraan untuk mendapatkan nilai z ditunjukkan di bawah. Dalam konteks dunia sebenar.8. kita mungkin membuat dua jenis kesalahan atau ralat seperti ditunjukkan di dalam gambar di bawah. Kita juga tahu statistik-statistik berkenaan dengan penyebaran oleh injin lain. Soalannya sekarang ialah. Bilangan sampel injin baru ialah 36 dan min penyebaran daripada sampel ialah 101. Perkiraan Andaikan bahwa suatu sampel injin baru telah pilih dan penyebaran N2O telah diukur. Untuk ujian hipotesis dua-ekor. "adakah 101. Min penyebaran injin lain ialah 100 dengan varians 25. kawasan genting (menolak H0) hendaklah lebih kecil dibandingkan dengan kawasan menerima H0. kedudukan ini serupa dengan prinsip bahwa adalah "lebih baik bebaskan orang yang bersalah daripada menghukum orang yang tidak bersalah".Ralat Jenis I dan II Dalam membuat keputusan samada hendak menerima atau menolak hipotesis. Tahap kemungkinan menolak hipotesis nol yang benar (Ralat Jenis I) yang biasa digunakan ialah 0. H0 Benar Terima H0 Keputusan Betul Ralat Jenis I H1 Benar Ralat Jenis II (Type II Error) Keputusan Betul Terima H1 (Type I Error) Adalah lebih baik kita menetapkan kemungkinan membuat kesalahan.

Tetapi perhatikan bahawa nilai z terletak di bahagian kanan.Seberapa baik gaya kepemimpinan di Lembaga X ? 2. iaitu penyebaran injin baru adalah lebih tinggi daripada injin lain.16 > 1. yaitu :   A point estimate (titik taksiran) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan satu nilai data simpel Interval estimate (convidence interval) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan nilai interval data sample.16. Ini bermakna pada tahap 5% keyakinan. Nilai z untuk min penyebaran daripada sampel injin baru ialah 2.Seberapa tinggi daya tahan lampu merk A ? . Dimana ada 2 cara menaksirkan taraf kesalahan dalam pengujian hipotesis. Contoh : . Hipotesis Komparatif Hipotesis komparatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dengan nilai dalam satu variable atau lebih pada sample yang berbeda Contoh : Adakah perbedaan daya tahan lampu merk A dan merk B ? 3. penyebaran injin baru didapati perbedaan daripada injin lain. titik "a" dan "b" adalah titik genting.  Tiga Bentuk Rumusan Hipotesis 1.Dal am gambar di bawah.96). Nilai terjatuh dalam kawasan genting (2. Maka H0 hendaklah ditolak dan H1 diterima. Hipotesis Deskriptif Hipotesis deskriptif adalah dugaan tentang nilai suatu variable mandiri. tidak membuat perbandingan atau hubungan. Hipotesis Hubungan (Asosiatif) Hipotesis asosiatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan dugaan tentang hubungan antara 2 variabel atau lebih Contoh : Adakah hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efektivitas kerja ?  Taraf Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis Pada dasarnya menguji hipotesis itu adalah menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 69 .

Menaksir parameter populasi yang menggunakan nilai tunggal (point estimate) akan mempunyai resiko kesalahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan interval estimate.  Syarat-syarat Hipotesis Penelitian. Hipotesis Teoritis (Hipotesis didalam menjawab rumusan permasalahan) 2. Hipotesis Minor (Hipotesis yang pecahan. tidak boleh dalam pertanyaan  Dapat diuji kebenarannya  Dirumuskan dengan jelas  Bentuk-bentuk Hipotesis Penelitian 1.  Dua Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis Dalam menaksirkan parameter populasi berdasarkan data sample. yang kecil) X1 – y X2 – y X3 – y Nursa’id Fitria (06101410022) Page 70 y (Variabel terikat) . Kesalahan Tipe 2 merupakan suatu kesalahan bila menerima hipotesis yang salah (seharusnya ditolak). kemungkinan akan terdapat dua kesalahan. yaitu : Kesalahan Tipe 1 merupakan kesalahan bila menolak hipotesis nol (Ho) yang benar (seharusnya diterima). antara lain :  menghubungkan atau membandingkan 2 atau lebih variable  Dinyatakan dalam kalimat pernyataan. Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dengan alpha (α). Hipotesis Mayor (Hipotesis yang gabunganm yang besar) X1 X2 X3 4. yang farsial. Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dalam beta (β). Hipotesis Statistik 3.

Kebalikannya adalah Ha e. yaitu : a. Hipotesis yang menyatakan tidak b. 2 ujung) Penyebab gagal ditolaknya Ho. Kesalahan instrumen penelitian d. 2 ekor. simpangan baku. Pengaruh variabel luar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 71 . Kesalahan sampling c. Yang diuji adalah Ho f. Untuk menetralisir arah pemikiran peneliti c. 1 ujung) Ket : θ : besaran untuk populasi (parameter) (rata-rata. Kesalahan rancangan penelitian f. 1 ekor. Mengapa Hipotesis Nol . Kesalahan perhitungan e. Dari landasan teori b. Jika Ho ditolak. Azas praduga tak bersalah d. maka Ha diterima dan sebaliknya  Lambang Hipotesis Statistik Ho : θ1 <= θ2 Ha : θ1 <= θ2 Ho : θ1 >= θ2 Ha : θ1 >= θ2 Hipotesis yang mengandung pengertian yang sama/tidak sama Ho : θ1 = θ2 Ha : θ1 = θ2 Ho : μ1 = μ2 Ha : μ1 = μ2 Ho : μ1 <= μ2 Ha : μ1 >= μ2 (Memiliki 1 arah. dikarenakan : a. variasi) Hipotesis yang menyatakan Hubungan Ho : μ1 xy = 0 Ha : μ1 xy = 0  Ho : μ1 xy <= 0 Ha : μ1 xy > 0 Ho : μ1 xy >= 0 Ha : μ1 xy < 0 (Uji yang tidak memiliki arah.

Padahal hipotesis hanya dibuat jika yang dipermasalahkan menunjukkan hubungan antara dua variabel atau lebih.Sumber penemuan hipotesis. Penelitian Tindakan Kelas (ya atau tidak) Nilai ilmiah penelitian berhipotesis lebih tinggi dibandingkan penelitian tanpa hipotesis Anggapan Dasar / Asumsi Dasar • • • • Kebenaran atau keyakinan yang tidak perlu dibuktikan lagi dan merupakan dasar didalam memunculkan hipotesis Merupakan dari kegiatan penelitian / perumusan hipotesis Sebagai penegas variabel yg menjadi pusat perhatian Sumber asumsi : dari teori yang sudah mapan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 72 . • • • • Penelitian Evaluatif Penelitian eksploratif yang jawabannya masih sukar diduga dan dicari. atau bahkan tidak mungkin dihipotesiskan. yaitu :  Dari peneliti sendiri  Dari teori/pendapat orang lain  Dari penelitian yang relevan Sikap Peneliti Terhadap Hipotesis Yang Dirumuskan o Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya hipotesisnya tidak terbukti (pada akhir penelitian) o Mengganti hipotesis seandainya melihat tanda–tanda bahwa data yang terkumpul tidak mendukung terbuktinya hipotesis (pada saat penelitian berlangsung) Penelitian Tanpa Hipotesis • Penelitian Deskriptif adalah penelitian untuk satu variabel. tentu sukar ditebak apa saja.

Contoh Penggunaan Asumsi Dasar • • Judul Penelitian: Hubungan antara penampilan guru dan prestasi belajar siswa Asumsi Dasarnya:  Setiap guru punya penampilan yg berbeda  Prestasi belajar siswa bervariasi  Prestasi belajar dipengaruhi oleh bermacam faktor Nursa’id Fitria (06101410022) Page 73 .

PENYUSUNAN LAPORAN HASIL PENELITIAN. banyak pertanyaan. abilitas yang diukur. dan waktu yang dibutuhkan.  Mudah dan praktis digunakan sehingga dapat menghasilkan data yang diperlukan. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Pada umumnya penelitian akan berhasil jika banyak menggunakan instrumen sebab data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian (masalah) menguji hipotesis yang diperoleh melalui instrumen. b. Langkah-langkahnya meyusun instrumen Langkah-langkah menyusun instrumen antara lain: a. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 74 . yakni mengkaji variabel menjadi subpenelitian sejelas-jelasnya sehingga indikator tersebut bisa diukur dan menghasilkan data yang diinginkan peneliti. jenis pertanyaan. Setelah ditetapkan jenis instrumennya. Menetapkan jenis instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel/subvariabel/indikator-indikatornya. ANALISIS DATA.antara lain :  Masalah dan variabel yang diteliti termasuk indikator variabel.TEKNIK PENGUMPULAN. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun instrumrn penelitian.harus jelas. peneliti menyusun kisi-kisi atau lay out instrumen. c.  Jenis data yang diharapkan dari penggunaan instrumen harus jelas. PENGOLAHAN.  Sumber data/informasi baik jumlah maupun keragamannya harus diketahui terlebih dahulu sebagi bahan atau dasar dalam menentukan isi atau bahasa dalam instrumen penelitian. Analisis variabel penelitian. spesifik sehingga dapat ditentukan jenis instrumen yang digunakan. Kisi-kisi ini berisi ruang lingkup materi pertanyaan.  Keterampilan dalam instrumen itu sendiri sebagai alat pengumpul data.

d. e. terhadap fenomena sebelum diterapkan yang sedang dijadikan sasaran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 75 . Persamaan antara tes dan non tes No 1 Tes Non tes Sama-sama digunakan untuk Observasi dalam konteks sebagai alat pengumpulan data 2 Sama-sama persyaratan pembutannya 3 Harus dilakukan uji tertentu instrumen adalah proses memiliki pengumpulan bahan/keterangan dalam yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatan secara coba sistematis penelitian. menggantinya dengan item yang baru. Instrumen yang sudah dibuat sebaiknya diuji coba digunakan untuk revisi instrumen. misalnya membuang instrumen yang tidak perlu. Berdasarkan kisi-kisi tersebut lalu peneliti menyusun item atau pertanyaan sesuai dengan jenis instrumen dan jumlah yang telah ditetapkan dalam kisi-kisi. Jenis instrumen Tes Tes prestasi Tes kecerdasan Tes bakat Tes minat Tes dianostik Tes formatif Tes sumatif Tes kepribadian Tes awal/akhir Nontes Kuisioner Wawancara Dokumentasi Observasi Skala sikap C. B.

D. pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan. maka diperlukan training kepada calon pewawancara. Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report atau setidak-tidaknya ada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. Wawancara Terstruktur Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Dengan wawancara terstruktur ini pula. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 76 . Dengan wawancara terstruktur ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama dan pengumpul data mencatatnya. dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon. Perbedaan antara Tes dan Non tes No 1 Tes Non tes memiliki kriteria Memiliki kriteria kebenaran Tidak tertentu 2 3 Lebih bersifat objektif Ada kunci jawaban kebenaran tertentu Lebih bersifat subjektif Tidak ada kunci jawaban Interview (Wawancara) Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara. Wawancara dapat dilakukan scara terstruktur maupun tidak terstruktur. Supaya setiap pewawancara mempunyai keterampilan yang sama. pengumpul data dapat menggunakan beberapa pewawancara sebagai pengumpul data.

Dalam wawancara tidak terstruktur. Penyesuaian diri dengan responden Nursa’id Fitria (06101410022) Page 77 . Informasi atau data yang diperoleh dari wawancara sering bias. Responden grogi menjawab 3. sehingga peneliti dapat menentukan secara pasti permasalahan atau variabel apa yang harus diteliti. Kelebihan wawancara 1. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan dinyatakan. Masalah bahasa 4.Wawancara Tidak Terstruktur Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. yang diwawancarai (responden) dan situasi & kondisi pada saat wawancara. Informasi lebih mendalam 3. Kontak langsung antara interviewer dan interviewee lebih akrab 2. sehingga dapat dinyatakan data tersebut subyektif dan tidak akurat. Kebiasan data ini akan tergantung pada pewawancara. Bias adalah menyimpang dari yang seharusnya. peneliti berusaha mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan yang ada pada obyek. Pada penelitian pendahuluan. Wawancara tidak terstruktur atau terbuka sering digunakan dalam penelitian pendahuluan atau bahkan untuk penelitian lebih mendalam tentang responden. Bisa untuk tuna netra dan buta huruf Kelemahan wawancara 1. Jumlah responden terbatas 2. Tidak terlalu formal 4. peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden.

Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang mengharapkan responden untuk menuliskan jawabannya berbentuk uraian tentang suatu hal. Selain itu. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Prinsip Penulisan Angket a. Tipe dan bentiuk pertanyaan Tipe pertanyaan dalam angket dapat terbuka atau tertutup dan bentuknya dapat menggunakan kalimat positif atau negatif. Bahasa yang digunakan Bahasa yang digunakan dalam penulisan angket harus disesuaikan dengan kemampuan berbahasa responden. b. Pertanyaan adalah pertanyaan yang akan membantu responden untuk menjawab dengan cepat dan juga memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data terhadap seluruh angket yang telah terkumpul. Kalau berbentuk pengukuran maka dalam membuat pertanyaan harus diteliti. c. Kalau sekiranya responden tidak dapat berbahasa Indonesia. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 78 . kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas.Kuesioner (Angket) Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. maka angket jangan disusun dalam bahasa Indonesia. setiap pertanyaan harus disusun dalam skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukur variabel yang diteliti. Jadi bahasa yang digunakan dalam angket harus memperhatikan jenjang pendidikan responden keadaan sosial budaya dan ”frame of reference” dari responden. Isi dan tujuan pertanyaan Yang dimaksud di sini adalah apakah isi pertanyaan tersebut merupakan bentuk pengukuran atau bukan.

Urutan pertanyaan Urutan pertanyaan dalam angket dimulai dari yang umum menuju ke hal yang spesifik atau dari yang mudah menuju ke hal yang sulit atau diacak. sehingga memerlukan instrumen yang banyak maka instrumen tersebut dibuat bervariasi dalam penambilan.d. h. Prinsip pengukuran Angket yang diberikan kepada responden adalah instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel yang akan diteliti. Bila jumlah variabel banyak. model skala pengukuran yang digunakan. Panjang pertanyaan Pertanyaan dalam angket sebaiknya tidak terlalu panjang sehingga akan membuat jenuh responden dalam mengisi. Disarankan empirik jumlah pertanyaan yang memadai adalah antara 20 s/d 30 pertanyaan. Urutan pertanyaan yang diacak perlu dibuat bila tingkat kematangan responden terhadap masalah yang ditanyakan sudah tinggi. g. Tidak menanyakan yang sudah lupa Setiap pertanyaan dalam instrumen angket sebaiknya juga tidak menanyakan hal-hal yang sekiranya sudah lupa atau pertanyaan yang memerlukan jawaban dengan berpikir berat. Supaya diperoleh data yang valid dan relaibel maka sebelum instrumen angket tersebut diberikan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 79 . f. Pertanyaan tidak mendua Setiap pertanyaan dalam angket jangan mendua (double barreled) sehingga menyulitkan responden untuk memberikan jawaban. i. dan cara mengisinya. Pertanyaan tidak menggiring Pertanyaan dalam angket sebaiknya juga tidak menggiring ke jawaban yang baik saja atau ke yang buruk saja. Hal ini perlu dipertimbangkan karena secara psikologis akan mempengaruhi semangat responden untuk menjawab. e. Oleh karena itu instrumen angket tersebut harus dapat digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel tentang variabel yang diukur.

Penampilan fisik angket Penampilan fisik angket sebagai alat pengumpul data akan mempengaruhi respon atau keseriusan responden dalam mengisi angket. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 80 . Kalau wawancara dan angket selalu berkomunikasi dengan orang. 1. observasi dapat dibedakan manjadi participant observation (observasi berperan serta) dan non participant observation. dan sampai mengetahui pada tingkat mana dari setiap perilaku yang nampak. tajam. maka perlu diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu. yaitu wawancara dan angket. Selanjutnya dari segi instrumentasi yang digunakan maka observasi dapat dibedakan menjadi observasi terstruktur dan tidak terstruktur.kepada responden. Observasi Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain. j. Dengan observasi partisipan ini. Observasi Berperan Serta (Participant Observation) Dalam observasi ini. peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. maka observasi tidak terbatas pada orang tetapi juga obyek-obyek alam yang lain. Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data. Sambil melakukan pengamatan. maka data yang didapatkan akan lebih lengkap. peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data dan ikut merasakan suka dukanya. Angket yang dibuat di kertas buram akan mendapat respon yang kurang menarik bagi responden bila dibandingkan dengan angket uang dicetak dalam kertas yang bagus dan berwarna.

Tabulasi Tabulasi yaitu usaha penyajian data. Sebagai contohnya: kelengkapan jawaban. sehingga tidak ada satupun jawaban responden yang tidak mendapat tempat. ada tiga kegiatan. 2. Observasi Nonpartisipan Kalau dalam observasi partisipan peneliti terlibat langsung dengan aktivitas orang-orang yang sedang diamati maka dalam observasi nonpasrtisipan peneliti TEKNIK PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA Didalam kegiatan dalam pengolahan data. baik tabel distribusi frekuensi maupun tabel silang. 3. yaitu: 1.2. Pengklasifikasian data (Editing) Pengklasifikasian data yaitu menggolongkan aneka ragam jawaban itu ke dalam kategori-kategori yang jumlahnya lebih terbatas. Bila analisis kuantitatif maka kode yang diberikan adalah angka. kesesuaian jawaban. Bila angka itu berlaku sebagai skala pengukuran maka disebut dengan skor. relevansi jawaban. bahwa setiap perangkat kategori harus dibuat lengkap. Pengklasifikasian perangkat kategori itu penyusunannya harus memenuhi bahwa setiap perangkat kategori dibuat dengan mendasarkan kriterium yang tunggal. Koding Koding yaitu suatu usaha mengklasifikasikan jawaban-jawaban responden dengan jalan menandai masing-masing kode tertentu. kejelasan makna jawaban. biasanya menggunakan tabel. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 81 . dan kategori yang satu dengan yang lain harus terpisah secara jelas tidak saling tumpang tindih. keseragaman satuan data. keterbatasan tulisan. terutama pengolahan data yang akan menjurus ke analisis kuantitatif.

Data Seketika 8. Yaitu statistik Nursa’id Fitria (06101410022) Page 82 . yaitu: Analisis deskriptif kuantitaif (persentase) Contohnya: Penilaian terhadap Modul A Analisis deskriptif kualitatif (Kategori. Analisis Statistik Analisis statistik ini berasal dari data kuantitatif. Data Primer 4. Data Sekunder 5. Data Ordinal 7. Data Kualitatif 2. yaitu: 1. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif ini lazim dikenal pula dengan istilah Statistik Deduktif. Data Kuantitatif 3. Data Interval 10. Analisis Deskriptif (non statistik) Analisis non statistik dilakukan terhadap data kualitatif. Ada 2 macam analisis deskriptif. Data Nominal 6. statistik sederhana dan Descriptive Statistics. Data Urutan waktu 9.Jenis – Jenis Data Ada beberapa macam jenis data. Dalam hal ini penelitian kualitatif mengajak seseorang untuk mempelajari sesuatu masalah yang ingin diteliti secara mendasar dan mendalam sampai ke akar-akarnya. yaitu: a. Data Rasio Analisis Data Ada beberapa analisis data. statistik dibagi 2 macam. kriteria atau tolak ukur) 2. Pada umumnya. yaitu: 1.

b. Uji Korelasi Yaitu menetapkan hubungan antara pasangan skor dari sebaran skor yang berbeda dan ingin mengetahui ada tidaknya hubungan dua pasangan tersebut. dari sekumpulan data yang telah disusun dan diolah. ringkas dan jelas mengenai suatu gejala. penaksiran dan sebagainya. agar dapat memberikan gambaran yang teratur. agar dapat memberikan gambaran secara teratur. statistik mendalam atau Inferensial Statistics.yang tingkat pekerjaannnya mencakup cara-cara menghimpun. penyusunan atau pembuatan ramalan (prediction). mengolah. peristiwa atau keadaan. yaitu statistik yang menyediakan aturan atau cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam rangka mencoba menarik kesimpulan yang bersifat umum. mengenai suatu gejala. statistik deskriptif adalah statistik yang mempunyai tugas mengorganisasi dan menganalis data angka. Jenis-jenis Uji Statistik 1. Statistik Inferensial Statistik inferensial. Uji Regresi Penelitian mencoba melibatkan dua variabel atau lebih biasa ditujukan untuk memperkirakan variabel yang satu atas variabel lainnya sepanjang variable tersebut ada pertautannya dengan akal sehat Nursa’id Fitria (06101410022) Page 83 . dan jelas. Dengan kata lain. sehingga dapat ditarik pengertian atau makna tertentu. Dengan demikian. menyajikan. peristiwa atau keadaan. yang lazim dikenal pula dengan istilah Statistik induktif. Statistik Inferensial sifatnya lebih mendalam dan merupakan tindak lanjut dari statistik deskriptif. dan menganalisis data angka. statistik lanjut. menyusun atau mengatur. Dan pada dasarnya merupakan fundamen dari ilmu statistik deskriptif secara keseluruhan. statistik inferensial juga menyediakan aturan tertentu dalam rangka penarikan kesimpulan (conclusion). ringkas. 2. Kecuali itu.

Uji Hipotesis Penerimaan atau penolakan hipotesis nol melalui statistik pengujian t. yaitu: Bab I. Kesimpulan/Saran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 84 . Penyusunan laporan Hasil Penelitian Laporan hasil penelitian Dalam menulis laporan hasil penelitian ada beberapa bagian yang harus dituliskan. Tinjauan Pustaka Bab III.3. Pendahuluan Latar Belakang Masalah Identifikasi masalah Pembatasan masalah Rumusan masalah Bab II. Hasil Penelitian Deskripsi data Analisa Data Pembahasan Bab V. yaitu satu variabel acak yang nilainya bergantung pada data sampel. Metodologi Penelitian Variabel Penelitian Definisi Operasional Variabel Populasi dan sampel Waktu dan tempat Metode penelitian Bab IV.

ketika sedang asyik mengerjakan pekerjaan rumah di malam hari. atau sedang megikuti kerja bakti di luar sekolah. Suharsimi (2002) menjelaskan PTK dari definisi ketiga kata tersebut sebagai berikut :  Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek. bukan pada input kelas (silabus. Guru. PTK harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas.  Kelas adalah sekolompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru. sedang membimbing siswa yans sedang berdarmawisata. dapat dicermati objeknya ketika siswa yang bersangkutan sedang asyik mengikuti proses pembelajran dikelas/lapangan/laboraturium/bengkel. materi dan lain-lain) ataupun output (hasil belajar).PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. Siswa. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 85 . Komponen dalam sebuah kelas yang dapat dikaji melalui penelitian tindakan antara lain sebagai berikut : 1. menggunakan atau metedologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. Makna ” Kelas” dalam PTK Pengertian kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar. atau sedang mengadakan kunjungan ke rumah siswa. dapat dicermati ketika guru yang bersangkutan sedang mengajar di kelas. 2. PTK berfokus pada kelas atau pada proses belajar mengajar di kelas. yang dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan.  Tindakan adalah suatu gerak kegiatan yang sengaja dialakuakan dengan tujuan tertentu.

sekolah. dan siswa itu sendiri. misalnya masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran dan implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran (misalnya penggantian metode mengajar baru). 5. dengan tujuan meningkatkan mutu haaasil belajar. Hasil pembelajaran. siswa atau keduanya. misstrategi dan lain-lain. Lingkungan. Materi pelajaran. teknik memotivasi. Masalah yang dikaji melalui PTK Dikarenakan makna kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar. penempatan papan tulis. misalnya pengenalan teknik modifikasi perilaku.  pengembangan profesionalisme guru dalam peningkatan mutu perancangan. pelaksanaan. dan teknik pengembang potensi diri. merupqkqn produk yang ditingkatkan. penetaan peralatan milik siswa dan sebagainya. baik lingkungan siswa itu di kelas.  Pengelolaan dan pengendalian. miskonsepsi. Peralatan atau sarana pendidikan. interaksi di Nursa’id Fitria (06101410022) Page 86 .  Desain dan strategi pembelajaran di kelas. misalnya permasalahan belajar di kelas. yaitu proses pembelajaran. Dalam hal ini yang digolongkan sebagai kegiatan pengelolaan misalnya cara mengelompokkan siswa ketika guru memberikan tugas. pengaturan jadwal. diantaranya sebagai berikut :  Masalah belajar siswa di sekolah. maupun yang melingkungi siswa di rumahnya. peralatan atau sarana pendidikan. kesalahan pembelajaran. dan evaluasi program pembelajaran. 4. dapat dicermati ketika guru sedang mengajar. pasti terkait dengan tindakan unsur lain. Pengelolaan. maka permasalahan PTK cukup luas. yang diamati ialah guru. 6. merupakan kegiatan yang sedang diterapkan dan dapat diatur/direkayasa dalam bentuk tindakan Unsur pengelolaan yang jelas-jelas merupakan gerak kegiatan sehingga mudah diatur dan direkayasa dalam bentuk tindakan.3. dapat dicermati ketika guru sedang mengajar atau sebagai bahan yang ditugaskan kepada siswa. pengaturan tempat duduk siswa. 7. guru .

serta hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah. misalnya implementasi KBK.dalam kelas (misalnya penggunaan strategi pengajaran yang didasarkan pada pendekatan terpadu). siswa-materi ajar. misalnya penggunaan media. interaksi guru-siswa. Tujuan PTK Tujuan utama PTK adalah memecahkan pemasalahan nyata yang terjaidi di dalam kelas dan sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan. metode evaluasi tertentu. antara lain meliputi hal-hal berikut :  Peningkatan atau perbaikan terhadap kinerja belajar siswa di sekolah. dan siswa-lingkungan belajar.  Masalah kurikulum. proses. media dan sumber belajar.  Alat bantu. perpustakaan dan sumber belajar di dalam/luar kelas. misalnya pengembangan pola berfikir ilmiah dalam diri siswa.  Penamaan dan pengembangan sikap serta nilai-nilai . urutan penyajian materi pokok. atau penggunaan alat . masukan. Secara lebih rinci. Misalnya masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran. pengembangan instrumen asesmen berbasis kompetensi. tujuan PTK antara lain sebagai berikut :  Meningkatkan mutu isi.  Meningkatakan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan  Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di daalm melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajran secara berkelanjutan (sustainable) Keluaran Penelitian Tindakan kelas Karena yang diharapkan dapat dihasilkan dari PTK adalah peningkatan atau perbaikan mutu proses dan hasil pembelajaran .  Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan di luar kelas. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 87 .  sistem asesmen dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran.

2. 3. menyusun usulan. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 88 .  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa di sekolah. Keunikan lain dari PTK diantaranya sebagai berikut : 1. PTK berfokus pada masalah praktis bukan problem teoritis atau bersifat bebas konteks. Pada penelitian tindakan. Tindakan itu dilakukan pada situasi alami (bukan dalam laboratorium) dan ditujukan untuk memecahkan permasalahan praktis. Kerja sama (kolaborasi) antar guru dan peneliti sangat penting dalam bersama menggali mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi terutama pada kegiatan mendiagnosis masalah. siswa. jelas dan tajam mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. kepala sekolah. kegiatan tersebut dilakakan dalam rangkaian siklus kegiatan. Ciri Khusus Penelitan Tindakan Ciri khusus dari PTK adalah adanya tindakan (action) yang nyata. alat bantu belajar dan sumber belajar lainnya. 4. Peningkatan atau perbaikan terhadap mutu proses pembelajaran di kelas. dan lainnya) dan peneliti dalam pemahaman. pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesamaan tindakan (action). Dengan kalimat lain. Adanya kolaborasi (kerja sama) antar praktisi (guru. kesepakatan tentang permasalahan.  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penggunaan media. nyata. tetapi berasal dri adanya permasalahan yang nyata dan aktual yang terjadi dalam pembelajaran di kelas. Hal yang dipermasalahkan bukan dihasilkan dari kajian teoritis atau dari hasil penelitian terdahulu. tetapi sekaligus mencari dukungan ilmiahnya.  Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa. PTK merupakan kegiatan penelitian yang tidak saja berupaya untuk memecahkan masalah.  Peningkatan atau perbaikan terhadap masalah pendidikan anak di sekolah. Tindakan tersebut merupakan suatu kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. PTK dimulai dari permasalahan yang sederhana.

PTK dilakukan hanya apabila ada :  Keputusan kelompok dan komitmen untuk pengembangan  Bertujuan meningkatkan profesionalisme guru  Alasan pokok : ingin tahu. ingin meningkatkan  Bertujuan memperoleh pengetahuan dan/atau sebagai pemecah masalah. tujuan dan kemanfaatan hasil penelitian (terutama potensi untuk memperbaiaki atau meningkatkan kualitas isi. Judul PTK 2. Menyusun Usulan PTK Kerja penelitian dimulai dengan membuat rencana. 3. 5. perumusan masalah dan cara pemecahan masalah. Penjelasan mengenai kegiatan pendukung (terutama : jadwal penelitian. merekam data. proses. observasi. Pada umumnya usulan PTK terdiri atas : 1.melaksanakan penelitian (melaksanakan tindakan. Permohonan dana atau izin pelaksanaan penelitian selalu mempersyaratakan adanya ususlan penelitian. Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang latar belakanng masalah. menyeminarkan hasil. 5. Rencana penelitian umumnya disebut usulan penelitian. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 89 . prosedur pelaksanaan tindakan. menganalisis data. Bab Metodologi Pelaksanaan yang menjelaskan tentang rwencana dan prosedur penelitian (terutama: prosedur diagnosis masalah. prosedur observasi dan evaluasi. dan menyususn laporan akhir. sarana pendukung pembelajaran masing-masing anggota penelitian dalam setiap kegiatan penelitian dan kelayakan pembiayaan). prosedur refleksi hasil penelitian). 4. evaluasi dan reflaksi). perencanaan tindakan. masukan atau hasil pembelajaran dan/atau pendidikan). ingin membantu. Bab kajian/Tindakan Pustaka yang mengurai kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan penelitian tindakan. Usulan penelitian adalah langkah pertamam dari kerja penelitian.

dikelas berapa. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 90 . maka jelaskan pula proses atau kondisi yang terjadi. Berikut ini beberapa contoh judul PTK. b. Umumnya di bawah judul dituliskan pula subjudul. Judul Penelitian Judul hendaknya ditulis dengan singkat dan spesifik.Isi usulan penelitian Penjelasan dan contoh dari masing-masing komponen dalam usulan penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut: a. Dikarenakan hal tersebut umumnya di dapat dari pengamatan dan kajian (diagnosis) yang dilakukan oleh guru atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah. Subjudul ditulis untuk menambahkan keterangan lebih rinci tentang populasi. dalam bab pendahuluan. Untuk itu.  Peningkatan kreativitas siswa dalam proses belajar mata pelajaran Fisika melalui penerapan model pembelajaran generatif. Hal utama yang seharusnya ditulis didalam judul adalah gambaran dari apa yang dipermasalahkan dan bentuk tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalahnya. Pendahuluan Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan pembelajaran.kapan.  Pembelajaran berbasis konstruktivisme dan kontekstual pada mata pelajaran Fisika untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemahaman konsep. yang intinya adalah paparan alasan atau latar belakang penelitian hendaknya dipaparkan bahwa:  Masalah yang diteliti adalah benar-benar suatu masalah pembelajaran yang terjadi di sekolah.  Meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada mata pelajaran Fisika melalui penerapan Cooperative Learning. misalnya dimana penelitian dilakukan.  Penerapan pembelajaran model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mata pelajaran Fisika. dan lain-lain.

asumsi. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti hendaknya sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas. serta cara mengevaluasinya. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan pda akar penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah.  Dari identifikasi masalah diatas. Secara cermat dan sistematis berikan alasan (argumentasi) bagaimana dapat menarik kesimpulan tentang akar masalah itu. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan dan hasil positif yang diantisipasi dengan mengajukan indikator keberhasilan tindakan. o Pemecahan Masalah : Uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. c. cara pengukuran. tujuan serta manfaat atau kontribusi hasil penelitian. o Kontribusi Hasil Penelitian : Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran sehingga tampak manfatnya Nursa’id Fitria (06101410022) Page 91 . Masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak untuk di pecahkan serta dapat dilaksanakan. o Perumusan masalah: Rumusan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. jelaskan hal-hal yang diduga menjadi akar penyebab dari masalah tersebut. dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. Perumusan dan Pemecahan Masalah Bagian ini umumnya terdiri atas jabaran tentang perumusan masalah. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas sehingga dapat diukur tingkat pencapaian keberhasilannya. o Tujuan Penelitian : Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. cara pemecahan masalah. dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. dilihat dari segi ketersediaan waktu. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi. biaya.

disarankan untuk terlebih dahulu menetapkan pokok-pokok pikirannya. e. Untuk memudahkan dalam menuliskan secara rinci hal-hal di atas. Uraian ini digunakan untuk menyususn kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Kajian pustaka Menguraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasai usulan rancangan penelitian tindakan. meskipun harus diingat jugas jadwal kegiatan belajar di sekolah. pelaksanaan tindakan.bagi siswa. guru. maupun komponen pendidikan di sekolah lainnya. Untuk dapat membantu menyusun bagian ini. Kemukakan juga teori. disarankan untuk terlebih dahulu menuliskan pokok-pokok rencana kegiatan dalam suatu tabel seperti contoh berikut Nursa’id Fitria (06101410022) Page 92 . serta lokasi penelitian secara jelas. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus lain. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini. obsevasi. dan evaluasi-refleksi yang bersifat daur ulang atau siklus. temuan. Jumlah siklus diusahakan lebih dari satu siklus. d. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan. waktu dan lamanya tindakan. Pada bagian akhir dapat dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan. dan bahan penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Rencana dan Prosedur Penelitian. Kemukakan objek.

untuk digunakan pada siklus berikutnya Evaluasi tindakan 1 Identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah Pengembangan program tindakan II Pelaksanaan program tindakan II Pengumpulan data tindakan II Evaluasi tindakan II         Siklus II Perencanaan Tindakan pengamatan refleksi Siklus-siklus berikutnya Kesimpulan. dan lain-lain. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi.jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan. rekomendasi Nursa’id Fitria (06101410022) Page 93 . saran.Tabel pokok-pokok rencana kegiatan Siklus 1 Perencanaan:identif ikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah        Tindakan Pengamatan    Refleksi  Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam PBM Menentukan pokok bahasan Mengembangkan skenario pembelajaran Menyusun LKM Menyiapkan sumber belajar Mengembangkan format evaluasi Mengembangkan format observasi pembelajaran Menerapkan tindakan mengacu pada skenario dan LKM Melakukan observasi dengan memakai format observasi Menilai hasil tindakan dengan menggunakan format LKM Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu. Melaukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario LKM.

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan PTK ada tiga ,yaitu:  PTK merupakan penelitian yang mengikutsertakan secara aktif peran guru dan siswa dalam berbagai tindakan.  Kegiatan refleksi (perenungan, pemikiran, dan evaluasi) dilakukan berdasarkan pertimbangan rasional (menggambarkan konsep teori) yang mantap dan valid guna melakukan perbaikan tindakan dalam upaya memecahkan masalah yang terjadi.  Tindakan perbaikan terhadap situasi dan kondisi pembelajaran dilakukan dengan segera dan dilakukan secara praktis (dapat dilakukan dalam praktik pembelajaran).

Prinsip PTK: ”Tidak mengganggu proses pembelajaran, harus dipersiapkan dengan rinci dan matang, tindakan harus konsisten dengan rancangan, masalah benar-benar ada dan dihadapi oleh guru dan seterusnya”.

Siklus Kegiatan PTK PTK dilaksanakan dalam bentuk siklus berulang yang didalamnya terdapat empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi yang

digambarkan sebagai berikut:

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 94

Siklus PTK
Perencanaan tindakan I Pelaksanaann tindakan I

Permasalahan

Siklus I

Refleksi I

Pengamatan /pengumpulan data

Permasalahan baru hasil refleksi

Perencanaan tindakan II

Pelaksanaan tindakan II

Refleksi II

Pengamatan /pengumpulan data II

Siklus II

Apabila masalah belum terselesaikan

Dilanjutkan ke siklus berikutnya

Rincian kegiatan PTK a. Perencanaan Pada tahapan ini terdiri dari kegfiatan sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi dan menganalisis masalah, yaitu secara jelas dapat dimengerti masalah apa yang akan diteliti. 2. Menetapkan alasan mengapa penelitian mengapa penelitian tersebut dilakukan, yang akan melatarbelakangi PTK. 3. Merumuskan masalah secara jelas, baik dengan kalimat tanya maupun kalimat pernyataan.

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 95

4. Menetapkan cara yang akan dilakukan untuk menemukan jawaban berupa hipotesis tindakan. 5. Menentukan cara untuk menguji hipotesis tindakan dengan menjabarkan indikator-indikator keberhasilan serta berbagai instrumen pengumpul data yang dapat dipakai untuk menganalisis indikator keberhasilan itu. 6. Membuat secara rinci rancangan tindakan. b. Tindakan Pada tahap ini diterapkan strategi dan skenario pembelajaran. Rancangan tindakan tersebut sebelumnya telah dilatihkan kepada sang guru. Skenario tindakan yang akan dilakukan hendaknya dijabarkan serinci mungkin secara tertulis. Rincian tindakan itu menjelaskan tentang : 1. Langkah demi langkah kegiatan yang akan di lakukan, 2. Kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh guru 3. Kegiatan yang diharapkan dilakukan oleh siswa. 4. Rincian tentang jenis media pembelajaran yang akan digunakan dan cara menggunakannya 5. Jenis instrumen yang disertai akan digunakan untuk rinci pengumpulan bagaimana

data/pengamatan menggunakannya.

dengan

penjelasan

c. Pengamatan atau observasi Pada tahap ini, peneliti (atau melakukan dan mencatat semua guru bertindak sebagai peneliti)

hal yang diperlukan dan terjadi selama

pelaksanaan tindakan berlangsung. Instrumen yang umum dipakai adalah a. soal tes, kuis b. rubrik, c. lembar observasi, dan catatan yang dipakai untuk memeperoleh data secara objektif yang tidak dapat terekam melalui lembar observasi, seperrti aktifitas sisiswa di dalam kelas tindakan berlangsung. Data yang telah dihibungkan hendaknya di cek untuk mengetahui keabsahannya. selama peemberian

Nursa’id Fitria (06101410022)

Page 96

Menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu . dan penilaian terhadap hasi. .Menyelesaikan tugas tepat waktu .mengembangkan data dan bahan secara mandiri .mengkonstruksi. sintesis.mengembangkan sifat kolaboratif satu dengan yang lain .Belajar/diskusi dengan orang lain yang memilki kecakapaan sesuai dengan tugas yang telah diberikan .: Tabel Indikator Keberhasilan PTK No 1 Indikator keberhasilan PTK Semakin efektifnya waktu belajar oleh mahasiswa Rincian atau sub indikator keberhasilan : Siswa mampu….Data yang telah terkumpul memerlukan analisis baik untuk mempermudah penggunaan maupun dalam penarikan kesimpulan.perpustakan dan lain-lain) dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. 4 Belajar yang diarahkan oleh dan untuk diri sendiri . Untuk hal berbagai teknik.belajar/diskusi dengan teman tentang tugas yang diberikan. - 2 Semakin kegiatan mahasiswa pihak lain efektifnya belajar dengan 3 Semakin efektifnya kegiatan PBM yang dilakukan oleh mahasiswa.Bekerja secara mandiri Meningkatnya Berupaya melakukan penilaian mandiri kemampuan melakukan terhadap target waktu penyelesaian tugas penilaian terhadap diri yang telah ditetapkan sendiri Melakukan penilaian mandiri terhadap kuantitas dan kualitas tugas yang telah dikerjakan d. .Menggunakan waktu secar efektif dan efisien untuk mengerjakan tugas . dan melakuakn sintesis informasi. . konstibusi.Belajar melalui media pembelajaran lain (internet.analisis statistika dapat digunakan. Pengamatan atas tindakan yang dilakukan Nursa’id Fitria (06101410022) Page 97 . . Refleksi Refleksi mencakup analisis.belajar dalam kelompok .menggunakan waktu konsultasi dengan dosen secara teratur.

yang berisi 2. Bagaimana Rincian Dari Setiap Bagian Laporan Rincian setiap bagian laporan adalah sebagai berikut : a) Abstrak b) Pendahuluan c) Kajian pustaka d) Pelaksanaan penelitian e) Hasil penelitian dan pembahasan f) Kesimpilan dan saran g) Daftar pustaka h) Lampiaran-lampiran Nursa’id Fitria (06101410022) Page 98 . tujuan kegunaan. penelitian dibidang eksperimen latarbelakang masalah. Bab 3 Metodee penelitian 4. dan lain-lain.penelitian 1. lembarr persetujuan. Pada umumnya kerangka penulisan KTI yang berupa hasil penelitian adalah sebagai berikut : Tabel Kerangka Penulisan KTI Yang Berupa Hasil Penelitian Ciri khusus Kerangka penulisan KTI merupakan hasil laporan hasil KTI laporan hasil penelitian penelitian umumnya terdiri dari tiga bagian utama. Bab 5 kesimpilan dan saran. yaitu : Kegiatan penelitian yang umum Bagian pendahuluan. daftar isi.Bagaimana Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas? Proses penysusunan laporan sebenarnya tidaklah sulit jika guru sudah disiplin mencatat apa saja yang telah dilakukan. pembelajaran di kelasatau kata pengantar. disekolahnya daftar gambar dab daftar lampiaran serta abstrak atau ringkasan. Bab 2 kajian Teori atau pekmbahasan pustakaan 3. Bab I pendahuluan atau tindakan kelas permasalahn. judul. 2. daftar tabel. rumusan dalam pembelajran masalah. Jenis kegiatan yang dilakukan Bagian isi : umumnya adalah 1. Bab 4 hasil penelitian dan diskusi hasil penenlitian 5. terdiri dari : dilakukan oleh gurur adalah bidang Halaman.

 Telah didiskusikan terlebih dahulu  Menggunakan pedoman KTI yang berlaku  Secara umum KTI yang baik adalah yang APIK komponen yang Nursa’id Fitria (06101410022) Page 99 . Apakah semua seharusnya ada KTI telah tersaji dengan bail dan benar.Menilai Laporan PTK Bagaiamana kriteria KTI yang benar dan baik ? Sebelum dikirim untuk di evaluasi KTI hendaknya :  Dinilai kembali oleh si penulis.

senjata. terdapat potensi angin dan sinar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 100 . Padahal banyak produk tertentu dalam bidang pendidikan dan sosial yang perlu dihasilkan melalui research and development. sehingga metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan. pesawat terbang. pendidikan. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas. seperti alat-alat elektronik. maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut. obat-obatan. Potensi dan Masalah Penelitian dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan 1. Jadi penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal (bertahap bisa multy years). Penelitian Hibah Bersaing (didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) adalah penelitian yang menghasilkan produk. kendaraan bermotor. sosiologi. Penelitian dan pengembangan yang menghasilkan produk tertentu untuk bidang administrasi. Namun demikian metode pemelitian dan pengembangan bisa juga digunakan dalam bidang ilmu-ilmu sosial seperti psikologi. Hampir semua produk teknologi. Sebagai contoh. alat-alat kedokteran. bangunan gedung bertingkat dan alat-alat rumah tangga yang modern diproduk dan dikembangkan melalui penelitian dan pengembangan. kapal laut. di pantai selatan Pulau Jawa. manajemen. dan lain-lain. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. pendidikan dan sosial lainnya masih rendah. Metode penelitian dan pengembangan telah banyak digunakan pada bidang-bidang Ilmu Alam dan Teknik.PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut.

model unit produksi. sistem evaluasi. 2. modul. Mengumpulkan Informasi Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual dan up to date. dan lain-lain. buku ajar. penataan ruang kelas untuk model pembelajaran tertentu. sistem pembinaan pegawai. model uji kompetensi. Misalnya potensi energi angin di pantai harus dapat dikemukakan data berapa kekuatan dan kecepatan angin. berkualitas. Desain produk harus diwujudkan dalam gambar Nursa’id Fitria (06101410022) Page 101 .matahari. dari mana arah angin dan lain-lain. maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Data angin tersebut kemudian dapat digunakan untuk merancang kincir angin atau produk lainnya yang dapat menghasilkan energi mekanik atau listrik. yaitu lulusan yang jumlahnya banyak. misalnya untuk generator pembangkit tenaga listrik atau untuk turbin air. kompetensi tenaga kependidikan. tetapi bisa berdasarkan laporan penelitian orang lain atau dokumentasi laporan penelitian orang lain atau dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan atau instansi tertentu yang masih up to date. Produk-produk pendidikan misalnya kkurikulum yang spesifik untuk keperluan pendidikan tertentu. Data tentang potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri. 3. metode mengajar. berapa lama dalam satu hari. kedua potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi energi mekanik yang dapat digunakan untuk menggerakkan sesuatu. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukkan dengan data empirik. media pendidikan. prooduk-produk yang dihasilkan melalui penelitian R&D diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan. Metode apa yang akan digunakan untuk penelitian tergantung permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai. dan relevan dengan kebutuhan. Di sini diperlukan metode penelitian tersendiri. Desain Produk Dalam bidang pendidikan. model manajemen. sistem penggajian. Hasil akhir penelitian dan pengembangannya adalah berupa desain produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya.

Sebelum diskusi peneliti mempresentasikan proses penelitian sampai ditemukan desain tersebut berikut keunggulannya. setelah divalidasi dan direvisi. hasil akhir dari kegiatan ini adalah berupa desain metode yaitu rancangan metode pembelajaran baru. Dikatakan secara rasional karena validasi di sini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional belum berdasarkan fakta lapangan. Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk dalam hal ini metode mengajar baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya. 6. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut. Validasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi. 4. suasana belajar menjadi kondusif dan hasil pembelajarn meningkat. bagan. 5.atau bagan. Pada contoh tentang produk pendidikan di atas. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Desain metode ini masih bersifat hipotetik. Dikatakan hipotetik karena efektivitasnya belum terbukti dan akan dapat diketahui setelah pengujianpengujian. Setiap desain produk perlu ditunjukkan dalam gambar kerja. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. Uji Coba Produk Dalam bidang pendidikan. Efektivitas metode mengajar baru bisa diukur dan mudah diimplementasikan. Uji coba tahap awal Nursa’id Fitria (06101410022) Page 102 . desain produk seperti metode mengajar baru dapat langsung diuji coba. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk tersebut. Perbaikan Desain Setelah desain produk divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya maka akan dapat diketahui kelemahannya. atau uraian ringkas sehingga akan memudahkan pihak lain untuk memahaminya.

9. Setelah direvisi. Pembuatan Produk Massal Bila produk yang berupa metode mengajar baru tersebut telah dinyatakan efektif dalam beberapa kali pengujian maka metode mengajar baru tersebut dapat diterapkan pada setiap lembaga pendidikan. Setelah metode mengajar baru diterapkan selama setengah tahun atau satu tahun maka perlu dicek kembali. Pengujian tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi apakah metode mengajar baru tersebut lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan metode mengajar yang lama atau yang lain.dilakukan dengan simulasi penggunaan metode mengajar tersebut. Dalam uji pemakaian sebaiknya pembuat produk selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam hal ini adalah metode mengajar. Setelah disimulasikan maka dapat diujicobakan pada kelompok yang terbatas. maka selanjutnya produk yang berupa metode mengajar baru tersebut diterapkan dalam lingkup tersebut tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut. Revisi Produk Revisi produk ini dilakukan apabila dalam pemakaian dalam lembaga pendidikan yang lebih luas terdapat kekurangan dan kelemahan. Setelah diperbaiki maka dapat diproduksi massal atau digunakan lembaga pendidikan yang lebih luas. kalau ada perlu segera diperbaiki lagi. Uji Coba Pemakaian Setelah pengujian terhadap produk berhasil dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting. Revisi Produk Setelah produk diuji coba pada kelompok yang terbatas maka kelemahan yang terdapat dalam produk tersebut menjadi lebih terlihat jelas dan perlu dilakukan langkah selanjutnya yaitu revisi produk. 7. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 103 . mungkin ada kelemahannya. 8. 10. maka perlu diujicobakan lagi kelas yang lebih luas.

Tujuan D. serta cara menggunakan produk tersebut. Langkah-langkah Penelitian Nursa’id Fitria (06101410022) Page 104 . Deskripsi Teori B. Sistematika laporan adalah sebagai berikut.Laporan Penelitian R&D Metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sehingga menghasilkan produk baru dan selanjutnya menguji keefektifan produk tersebut. Lampiran berupa produk yang dihasilkan tersebut dibuat dalam buku tersendiri dan diberikan penjelasan tentang kehebatan produk tersebut berdasarkan hasil uji coba. Hipotesis (Produk yang akan dihasilkan) BAB III PRODUK PENELITIAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Manfaat BAB II LANDASAN TEORI. Kerangka Berpikir C. Dengan demikian laporan penelitian yang dibuat harus selalu dilampiri dengan produk yang dihasilkan berikut spesifikasi dan penjelasannya. KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. SISTEMATIKA LAPORAN PENELITIAN R&D HALAMAN JUDUL ABSTRAK PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN A.

3. 4. 6. 5. Populasi Sampel Sumber Data Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Analisis Data Perencanaan Desain Produk Validasi Desain C. Model Rancangan Eksperimen untuk Menguji Produk yang Telah Dirancang 2.B. 4. Revisi Produk (Gambar setelah direvisi dan penjelasannya) F. Pengujian Tahap Ketiga (bila perlu) G. Desain Awal produk (gambar dan penjelasan) B. 5. 2. Metode Penelitian Tahap II 1. Pembahasan Produk BAB V KESIMPULAN DAN SARA PENGGUNAANNYA A. Kesimpulan B. Saran Penggunaan DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN INSTRUMEN LAMPIRAN DATA LAMPIRAN PRODUK YANG DIHASILKAN BERIKUT BUKU PENJELASANNYA Nursa’id Fitria (06101410022) Page 105 . Metode Penelitian Tahap I 1. BAB IV Populasi dan Sampel Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Teknik Analisis Data HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Revisi Produk (Gambar setelah dievisi dan penjelasannya) D. Hasil Pengujian Pertama C. Penyempurnaan Produk (Gambar terakhir dan penjelasannya) H. Hasil pengujian Tahap Kedua E. 3.

Arikunto. Donald. 2008. 1997. Suharsimi. 2002. Metode Penelitian. Ary. Jakarta: Ghalia Indonesia Sugiyono. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Arikunto. Margono. Penelitian Kependidikan : Prosedur & Strategi.DAFTAR PUSTAKA Ali. Edisi Revisi V. Penelitian dalam Pendidikan. Saifuddin. Suharsimi. Bandung: Alfabeta. Manajemen Penelitian. Amirin. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. 1997. Suharsimi. Surabaya: usaha Nasional. Jakarta: Rajawali Press. 2004. Jakarta: Bumi Aksara. 1990. Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktek”. Metodologi Penelitian. Moh. 1988. Tatang M. Muhammad. Penelitian Tindakan Kelas. 1985. Bandung: Angkasa. Azwar. Metode Penelitian. Arikunto. Nazir. Bumi Aksara. Narbuko. 1990. Jakarta: Rineka Cipta. Cholid dan Abu Achmadi. Metodologi Penelitian Pendidikan. S. 2008. Nursa’id Fitria (06101410022) Page 106 . Suhadjono dan Supardi. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful