PEMBUATAN TEMPE

I. TUJUAN PERCOBAAN Diharapkan agar mahasiswa dapat mengetahui proses pembuatan tempe secara fermentasi dan dapat mengaplikasikannya. II. PERINCIAN KERJA Membersihkan kacang kedelei Fermentasi kacang kedelei

III. ALAT DAN BAHAN a. Alat - Panci - Kompor - Plastik pembungkus - Gunting - Talang - Sendok b. Bahan - Kacang kedelei - Ragi tempe - Air IV. DASAR TEORI Tempe merupakan makanan tradisional yang telah lama dikenal di indonesia. Tempe merupakan salah satu makanan hasil fermentasi kacang kedelei. Makanan itu dibuat dengan cara fermentasi atau peragian. Pembuatannya merupakan industri rakyat sehingga hampir setiap orang dapat dikatakan mampu membuat tempe sendiri. Fermentasi merupakan kegiatan mikrobia pada bahan pangan, sehingga dihasilkan produk yang dikehendaki. Mikrobia yang umumnya terlibat dalam fermentasi adalah bakteri, khamir dan kapang. Pembuatan tempemembutuhkan bahan baku kedelai. Dalam hal ini, indonesia merupakan penghasil kedelai yang cukup besar, bahkan terbesar di ASEAN, meskipun begitu indonesia masih memerlukan impor kedelai. Diperkirakan separuh lebih produksi kedelai dan kedelai impor diolah menjadi tempe. Tempe dibuat dari berbagai bahan, namun demikian biasa di kenal sebagai tempe oleh masyarakat pada umumnya ialah tempe yang dibuat dari kedelai. Melalui proses fermentasi, kedelai menjadi lebih enak dan meningkat nilai nutrisinya. Rasa dan Jeriana Matasak 1

Hipokolesterolemik. Tempe merupakan makanan konvensional bagi masyarakat indonesia fermentasi kacang kedele menjadi tempe terutama di Jawa. dari bayi sampai usia lanjut. Kandungan vitamin B-12 dalam kacang kedele relatif miskin. Sumber antibiotik. yang memicu timbulnya gejala flatulensi. menurunkan lipid atau lemak dalam darah. racun yang dimaksud adalah Antitrypsin. Tetapi dengan terbentuknya tempe berarti meningkatkan vitamin B-12 selama fermentasi berlangsung yang sangat dibutuhkan Jeriana Matasak 2 . tetapi juga oleh bangsa lain.Tempe yang masih baru (baik) memiliki rasa dan bau yang khas dan spesifik. zat antibakteri yang memperkecil peluang infeksi. tetapi setidak-tidaknya dengan melakukan fermentasi kacang kedelei menjadi tempe. Manfaat tempe : • • • • • • • • • Mengandung serat tinggi. yaitu untuk mengetahui dan mengamati tahapan dalam proses pembuatan tempe dari mulai tahap persiapan sampai dengan tahap akhir agar diperoleh suatu produk yang bermutu dan berkualitas tinggi. berarti tempe mempunyai nilai tambah. Mengandung vitamin B12.aroma kedelai memang berubah sama sekali setelah menjadi tempe . Mengandung delapan macam asam amino esensial dan asam lemak tidak jenuh. B. sehingga memudahkan saat membandingkannya dengan tempe yang sudah rusak. seperti sayuran. Pengolahan kedelai menjadi tempe menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa. Mudah dicerna oleh semua kelompok umur. Tujuan Tujuan dari penelitian ini. Sumber antioksidan yang mengandung isoflavon aglikon sebagai pencegah kanker. Dengan melakukan berarti racun yang terdapat di dalam kacang kedele akan musnah/berkurang.Tempe lebih banyak diterima untuk dikonsumsi bukan saja oleh orang indonesia. dan biji-bijian. buah-buahan. padahal ditinjau dari segi gizi vitamin B-12 sangat penting dalam pembentukan sel-sel darah merah dan pencegahan oleh tubuh. Sumber vitamin B. Vitamin tersebut umumnya terdapat dalam produk hewani tapi tidak dijumpai pada makanan nabati. penyakit anemia. Juga kelarutan zat-zat akan meningkat. karena tempe lebih mudah diterima oleh masyarakat untuk dimakan. Meskipun tidak bersifat untuk mengawetkannya.

Aspergilhus oryzae.. Jamur ini Jeriana Matasak 3 . Rhizopus oryzae yang dikenal sebagai jamur tempe. kacang kedelei dan ragi yang digunakan dalam pembuatan tempe secara fermentasi Proses pembuatan tempe dapat dilihat pada gambar sebagai berikut: Kapang yang digunakan dalam pembentukan tempe adalah dari jenis Rhyzopus oryzae.Gambar. merupakan jamur yang berpotensi dalam pembuatan tempe.

Inokulasi dilakukan dengan penambahan inokulum. M. yaitu (1) penebaran inokulum pada permukaan kacang kedelai yang sudah dingin dan dikeringkan. isolasi i berasal dari daun bunga Hibicus di Hindia Belanda pada tahun 1984 (sekarang Indonesia). strain ini telah diteliti secara ekstensi karena kemampuannya membentuk asam fumarat. atau (2) inokulum dapat dicampurkan langsung pada saat perendaman. K. kapang ini di isolasikan dari tanah di Texas oleh Dr. kadar air dan temperatur. Rhyzopus achlamyd sporus diisolasi dari tempe oleh Takeda (dari Jepang) di Semarang Indonesia. Pada saat itu kesempatan pertumbuhan dilakukan oleh jenis mikroorganisme lain. Fermentasi kapang hanya berlangsung aktif kurang lebih 1 hari. Dalam pembuatan tempe. Boedijn pada tahun 1958 di Belanda. Rhyzopus oryzae diisolasi dari tempe. Difusi oksigen secara perlahan merata ke dalam tempe akan menghasilkan pertumbuhan kapang yang optimum. lalu dicampur merata sebelum pembungkusan.diketahui mampu menghasilkan asam laktat. yaitu ragi tempe. Jeriana Matasak 4 . atau kulturisasi jamur ini. Terdapat beberapa galur (strain) Rhyzopus yang dapat digunakan untuk membuat tempe antara lain Rhyzopus stolonifer. Selama fermentasi berlangsung jenis-jenis mikroorganisme lain mungkin ikut tercampur. Kadar air yang terlalu tinggi akan menghalangi difusi oksigen dan karenya akan menghambat pertumbuhan kapang. sehingga panas yang ditimbulkan akan membunuhnya. terutama bakteri-bakteri yang dapat menimbulkan pembusukan. setelah itu terbentuk spora berwarna putih kehitaman. dan lipase. Inokulasi dapat dilakukan dengan dua cara. Morrow pada tahun 1940. Jamur ini digunakan untuk pembuatan tempe pada langkah inokulasi. Air yang berlebihan akan diserap oleh kain dan juga pembungkus kain tetra berguna untuk mencegah penguapan air yang berlebihan. protease. Rhyzoposarrhizus digunakan di Belanda untuk menghasilkan tempe. spora kapang tempe dalam medium tepung. tetapi kalau terlalu banyak maka metabolisme kapang terlalu cepat. Rhyzopus oligosporus dijumpai dalam tempe oleh Dr. Inokulum dapat berupa kapang yang tumbuh dan dikeringkan pada daun waru atau daun jati. Ada 3 faktor yang saling mempengaruhi selama proses fermentasi terhadap pertumbuhan kapang yaitu oksigen. sehingga tempe harus segera dimasak/dimakan sebelum pembusukan terjadi. B. Untuk tumbuh kapang membutuhkan cukup oksigen. pembungkusan kedele yang telah diberi ragi tempe sebaiknya dibungkus dalam kain tetra yang berguna untuk mengatur kelembaban.

Menyimpan pada suhu kamar selama 2 hari (maksimum). VI. Rasa 2%>4%>6%>8% Tanda>: Lebih enak Jeriana Matasak 5 . Menghindari dari jangkauan tikus dan semut juga bahan kimia.V. Tekstur 2%<4%<6%<8% Tanda <: Lebih keras dan lebih kompak 3. PROSEDUR KERJA Memilih kacang kedelei yang bermutu baik Membersihkan dan mencuci sampai bersih Merendam kedelei dengan air panas sampai kulit arinya terkelupas Mengupas dan membuang kulit ari kedelei Mencuci kedelei sampai air hasil pencuciannya jernih Memasak kacang kedelei sampai lunak Meniriskan diatas tampah atau nyiru Merendam kedelei selama beberapa jam Setelah beberapa jam. Aroma 2%>4%>6%>8% Tanda >: lebih harum 2. melakukan sterilisasi dengan cara melakukan pemanasan dengan air dari rendaman kedelei Meniriskan dan Membiarkan di atas tampah/ nyiru sampai kering Menaburkan ragi tempe secara merata di atas kacang kedele dengan alat yang bersih Membungkus dengan plastik atau yang telah ditusuk-tusuk. DATA PENGAMATAN Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan maka didapatkan hasil sebagai berikut: 1.

0 dapat menyebabkan penghambatan pertumbuhan atau kematian jamur tempe .0 karena adanya aktivitas proteolitik jamur dapat membebaskan amonia sehingga dapat meningkatkan pH dalam biji. tetapi dapat menghambat pertumbuhan bakteri-bakteri kontaminan yang bersifat pembusuk. Proses hidrasi terjadi selama perendaman dan perebusan biji. Dari percobaan ini yang terlebih dahulu dilakukan adalah dengan Penghilangan kotoran. mendapatkan bahwa dalam biji kedelai terdapat komponen yang stabil terhadap pemanasan dan larut dalam air bersifat menghambat pertumbuhan Rhizopus oligosporus. tidak rusak dan bentuknya seragam. Makin tinggi suhu yang dipergunakan makin cepat proses hidrasinya. PEMBAHASAN Pada percobaan ini kami melakukan pembuatan tempe secara fermentasi. atau bijian lain. bebas dari campuran batu kerikil. Keuntungan lain dari kondisi asam dalam biji adalah menghambat penaikan pH sampai di atas 7. Penemuan ini menunjukkan bahwa perendaman dan pencucian sangat penting untuk menghilangkan komponen tersebut. Proses fermentasi selama perendaman yang dilakukan bakteri mempunyai arti penting ditinjau dari aspek gizi. sehingga kadar air biji naik sebesar kira-kira dua kali kadar air semula. sortasi.VII.al (1963). dan penghilangan kulit Biji kedelai harus bersih. Penurunan biji kedelai tidak menghambat pertumbuhan jamur tempe . yaitu mencapai 62-65 %.3. Proses perendaman memberi kesempatan pertumbuhan bakteri-bakteri asam laktat sehingga terjadi penurunan pH dalam biji menjadi sekitar 4. tetapi bila perendaman dilakukan pada suhu tinggi menyebabkan penghambatan pertumbuhan bakteri sehingga tidak terbentuk asam. Hessseltine. apabila asam yang dibentuk dari gula stakhijosa dan rafinosa. et. dan juga dapat menghambat aktivitas enzim proteolitik dari jamur tersebut. Kulit biji kedelai harus dihilangkan untuk memudahkan pertumbuhan jamur yaitu dengan merendam dan mengupas kulit ari kacang kedelei kemudian dicuci sampai air hasil pencucian tersebut terlihat jernih selanjutnya dimasak sampai lunak kemudian ditiriskan setelah itu dilakukan perendaman pada tahap ini merupakan tahap pre fermentasi Selama proses perendaman. Setelah itu dilakukan sterilisasi dengan cara merebus kacang kedelei dengan air rendaman dan membiarkan selama 15-20 menit Jeriana Matasak 6 .5 – 5. biji mengalami proses hidrasi. Pada pH di atas 7.

kedelai yang difermentasi akan menjadi bahan busuk.4%. mengeringkan permukaan biji dan menurunkan suhu biji sampai sesuai dengan kondisi pertumbuhan jamur. Selanjutnya dilakukan Penirisan. membantu membebaskan senyawa-senyawa dalam biji yang diperlukan untuk pertumbuhan jamur (Hidayat.Dalam pembungkusan kedelei digunakan plastik yang di tusuk-tusuk dengan gunting yang berguna untuk mengatur kelembaban. mengaktifkan senyawa tripsin inhibitor. Kacang kedelei tersebut didinginkan dan dikeringkan sampai tidak terasa lengket. dkk. Kegiatan berlangsung sangat sederhana. Setelah kedelei kering maka selanjutnya ditaburi dengan ragi dengan perbedaan konsentrasi ragi yaitu 2%. dan padat berisi. tahapan ini bertujuan untuk mengurangi kandungan air dalam biji. ragi dicampurkan pada kedelai yang telah dimasak. miselium dan hifa yang dihasilkan dari pertumbuhan Rhizopus akan mengikat kedelai menjadi padat. Penggunaan ragi yang baik sangat penting untuk menghasilkan tempe yang bermutu baik. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan hasil bahwa pada tempe tersebut ditumbuhi oleh lapisan putih menyerupai kapas. Sebab jika terasa lengket akan menghalangi difusi oksigen dan karenanya dapat menghambat pertumbuhan kapang. Dari pengamatan yang dilakukan. Pembentukan tekstur sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan Rhizopus sp. Biji kedelai sebagai bahan utama substrat tempe harus dipilih yang baik. Proses Perebusan Proses pemanasan atau perebusan biji setelah perendaman bertujuan untuk membunuh bakteri-bakteri kontaminan. Fermentasi kedelai menjadi tempe akan meningkatkan kandungan fosfor karena hasil kerja enzim fitase yang dihasilkan kapang Rhizopus oligosporus mampu Jeriana Matasak 7 . Lapisan putih tersebut merupakan miselium dan hifa dari kapang tersebut. sehingga tampak jalinan seratserat putih yang sangat banyak mengelilingi kedelai yang difermentasi. yang digunakan sebagai starter pada tempe . air yang berlebihan dalam biji dapat menyebabkan penghambatan pertumbuhan jamur dan menstimulasi pertumbuhan bakteri-bakteri kontaminan. Starter yang digunakan dalam pembuatan tempe kali ini adalah Rhizopus oligosporus. Dalam pembuatan tempe . Jalinan serat ini lah yang merombak komponen kimia yang terkandung dalam kedelai. Starter (inokulum) tempe merupakan kumpulan spora kapang tempe yang digunakan untuk bahan pembibitan dalam pembuatan tempe. sehingga menyebabkan pembusukan. Ragi adalah suatu benda yang mengandung benih kapang tempe. kami mengetahui bahwa membuat tempe pada dasarnya adalah menyebar benih kapang agar tumbuh subur sehingga biji kedelai tertutup lupuk halus yang berwarna putih seperti kapas. 2006). Tanpa ragi sebagai benih kapangnya. di tiriskan kemudian didinginkan.6% dan 8%. Selanjutnya dilakukan pembungkusan dan difermentasi.setelah mendidih. Apabila biji mengandung kotoran seperti pasir atau biji yang keriput dan keropos maka hasilnya tidak akan baik.

menghidrolisis asam fitat menjadi inositol dan fosfat yang bebas. Fermentasi tempe mampu menghilangkan zat-zat yang tidak diinginkan yang terdapat pada kedelai.tempe juga mengandung senyawa anti bakteri yang diproduksi kapang selama fermentasi berlangsung. bahkan kapang itu mampu melindungi tempe terhadap kapang penghasil aflatoksin. setelah digoreng dan dibandingkan dengan tempe yang ada di pasaran rasa tempe pada konsentrasi 2% hampir sama rasanya tapi masih lebih enak yang ada dipasaran. Gambar-gambar hasil percobaan Gambar 1 Biji kacang kedelai yang telah direndam dan direbus dibersihkan dari kulit tipisnya Gambar 2 Kacang kedelei dijemur sambil dibersihkan kulit arinya Gambar 3 Jeriana Matasak 8 . Jenis kapang yang terlibat dalam fermentasi tempe tidak memproduksi racun. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan bahwa tektur yang dihasilkan cukup baik karena teksturnya keras dan kompak (2%<4%<6%<8%) . Semakin banyak ragi yang digunakan maka rasa dari tempe rasanya agak pahit terutama pada 8%. dari segi aroma tempe tersebut aromanya khas tempe dan berbau harum (2%>4%>6%>8%) dan dari segi rasa. Selain itu.

Kacang kedelei ditaburi ragi Gambar 4 Setelah diberi ragi diaduk hingga rata Gambar 5 Pengemasan Gambar 6 Melakukan Fermentasi Jeriana Matasak 9 .

Perbedaan hasil percobaan dari ketiga variabel ini adalah pada tempe yang dibungkus daun pisang mempunyai miselium dapat hidup lebih leluasa. Jeriana Matasak 10 . tekstur rapat dan padat. Variabel yang digunakan adalah pembungkus dari daun pisang. tekstur permukaan yang lebih cepat melunak. timbulnya cita rasa tempe lebih cepat. Tempe mempunyai ciri-ciri putih. KESIMPULAN Berdasarkan percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa : Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus.Tempe mempunyai aroma yang sama dan terasa hangat pada permukaan. pembungkus dari plastik.VIII. dan kombinasi antara pisang dan plastik. Proses pembuatan tempe menggunakan ragi kapang Rhizopus dan bahan baku berupa kedelai.

Teknologi Bioproses.allergy-details. Politeknik Negeri Ujung Pandang. Penerbit Andi. Diah. 2008.Yogyakarta.DAFTAR PUSTAKA • • • • • Petunjuk Praktikum. Biologi 3. http: www.org/ Hidayat.2005 Aryulina.com Jeriana Matasak 11 . 2007. Rhizopus Oligosporus. Makassar. Mikrobiologi Industri.2006. Jakarta : Penerbit Erlangga http://id. Anonim. dkk.wikipedia. Nur. Jurusan Teknik Kimia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful