P. 1
Hemoroid Interna

Hemoroid Interna

|Views: 106|Likes:
Published by anesty2112
Hemoroid Interna, PBL Digestiv
Hemoroid Interna, PBL Digestiv

More info:

Categories:Types, Research
Published by: anesty2112 on Jun 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2013

pdf

text

original

Anesty Claresta Kelompok E4 FK UKRIDA 2011 10.2011.

223

Skenario

Seorang wanita berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan adanya benjolan yang keluar dari anusnya sejak 1 tahun yang lalu. Menurut pasien tersebut, benjolan tersebut sering mengeluarkan darah, menyebabkan nyeri, dan dapat dimasukkan kembali ke dalam anus dengan jarinya. Pasien pernah mengalami operasi pengangkatan rahim 5 tahun yang lalu.

Anamnesis Keluhan utama ? Sejak kapan?  Keluhan penyerta  Riwayat penyakit dahulu  Riwayat penyakit sekarang  Riwayat penyakit keluarga  Riwayat hidup dan kebiasaan  .

Pemeriksaan Fisik Inspeksi  Palpasi  Rectal toucher  Anostomi (terlihat hemoroid int.)  .

 abnormal dengan tes darah samar positif (+) tubuh kehilangan darah > 2 ml/ hari.5 – 2 ml / hari. .Pemeriksaan Penunjang Darah lengkap (anemia/tidak)  Pemeriksaan tinja (darah samar)   normal tubuh kehilangan darah 0.

DD WD : Hemoroid interna  DD : -Hemoroid externa -Prolaps rekti  .WD .

Prolaps rektum yang bersifat sementara hanya meliputi mukosa dan biasanya hanya terlihat penonjolan beberapa centimeter. . sehingga lebih banyak bagian dari rektum yang turun Bisa pada anak. Pada orang dewasa. penonjolan mukosa rektum atau seluruh dinding rektum.Prolaps rekti      Turunnya rektum melalui anus. prolaps lapisan rektum cenderung menetap dan bisa memburuk. dan dewasa.

Prolaps recti dan Hemoroid .

. diperlukan tindakan.Hemoroid  Definisi : Pelebaran vena di dalam pleksus hemoroidalis yang tidak merupakan keadaan patologik. Hanya apabila hemoroid ini menyebabkan keluhan atau penyulit.

 Dipersarafi saraf cutaneus di daerah perianal (termasuk nervus pudenda & pleksus sakralis) .Klasifikasi  Hemoroid interna  Pelebaran pleksus hemorrhoidalis superior di atas garis mukokutan dan ditutupi oleh epitel squamosa  Tidak dipersarafi oleh saraf sensoris somatis nyeri  Tidak nyeri  Klasifikasi menurut gejala klinis : Derajat 14  Hemoroid eksterna  Pelebaran dan penonjolan pleksus hemorrhoidalis inferior di distal garis mukokutan  Dilapisi sel epitel kubis di dalam jaringan di bawah epitel anus.

2 • Perdarahan (+) • Menonjol melaui kanalis anus saat mengedan ringan.Hemoroid interna derajat 14 1 • • • • Perdarahan segar Nyeri defekasi (-) Prolaps (-) Anuskopi : terlihat hemorrhoid yang menonjol ke dalam lumen. • Dapat masuk kembali dengan spontan 3 • Perdarahan (+) • menonjol saat mengedan • harus direposisi kembali setelah defekasi. 4 • Perdarahan (+) • menonjol keluar • tidak dapat didorong masuk • Nyeri (+) .

Etiologi tidak diketahui.  konstipasi kronis dan mengejan saat defekasi  Kehamilan  Obesitas  diet rendah serat  aliran balik venosa yang terhambat  .

Tidak didapatkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan untuk menderita hemoroid.Epidemiologi      Di RSCM selama 2 tahun (Januari 1993 s.09%) kasus hemoroid. Prevalensi hemoroid bertambah dengan umur dengan usia optimal 45-65 tahun . Pasien biasanya dari status ekonomi tinggi dan area rural.d December 1994) dari 414 kali pemeriksaan kolonoskopi didapatkan 108 (26. Hemoroid externa paling sering terjadi pada anakanak dan dewasa muda dibanding orang tua.

menonjol dlm anus & rektum Nekrosis trauma perdarahan .Patofisiologi Gangguan aliran balik vena hemoroidalis trombosis Inflamasi dan edema Kongesti vena iskemia Nyeri Vena melebar .

duduk lama. . Fisiologi : bendungan pada peredaran darah portal. Keturunan : dinding pembuluh darah lemah dan tipis Pekerjaan : orang yang harus berdiri .Faktor risiko        Anatomik : vena daerah anorektal tidak mempunyai katup dan pleksus hemoroidalis kurang mendapat sokongan dari otot dan fascia sekitarnya. atau harus mengangkat barang berat mempunyai predisposisi untuk hemoroid. Endokrin : pada wanita hamil ada dilatasi vena ekstremitas dan anus oleh karena ada sekresi hormone relaksin. Mekanis : semua keadaan yang menyebabkan meningkatnya tekanan intra abdomen. misalnya penderita hipertrofi prostat. misalnya pada penderita sirosis hepatis. konstipasi menahun dan sering mengejan pada waktu defekasi. juga otot sfingter menjadi tipis dan atonis. Umur : pada umur tua terjadi degenerasi dari seluruh jaringan tubuh.

Gejala Klinis Nyeri Pruiritus Perdarahan Gejala klinis Hemoroid interna Hemoroid eksterna Trombosis akut Pendarahan Discharge / Mucus Prolaps hemorroid .

Penatalaksanaan tujuan  meminimalisir mengerasnya feses dan mengurangi mengejan saat defekasi  konsumsi serat tidak larut sebanyak 2530 gram per hari  menurunkan kejadian perdarahan dan mengurangi rasa tidak nyaman pada pasien dengan hemoroid internal tetapi tidak memperbaiki prolaps yang sudah terjadi  Pasien juga disarankan untuk mengurangi kebiasaan sering mengejan dan membaca di toilet.  .

 Sitz bath mandi di mana pinggul dan pantat direndam di dalam air hangat dengan suhu 40oC anal hygiene dan untuk merelaksasikan otot dasar panggul yang spastik untuk meredakan nyeri .

dulcolax. Mulax. Contoh obat misalnya Ultraproct.  Obat penghenti perdarahan  Perdarahan menandakan adanya luka pada dinding anus atau pecahnya vena hemoroid yang dindingnya tipis. atau kerusakan kulit di daerah anus. Anusol HC. hesmin. 8 minggu . dll).  Vegeta.  Obat simptomatik  menghilangkan atau mengurangi keluhan rasa gatal.  kortikosteroid digunakan untuk mengurangi radang daerah hemoroid atau anus.: laxadine.  Obat spesifik  u/ mengurangi gejala dan kekambuhan  Gol. Flebotropik (ardium. Scheriproct. Metamucil. daflon)  D : 2x1 . nyeri.Terapi farmakologi  Obat yang memperbaiki defekasi  suplement serat (fiber suplement) dan pelicin tinja (stool softener). Mucofalk  laxant atau pencahar (ex.

Tindakan non bedah Derajat Hemorroid Penatalaksanaan I • Terapi medikamentosa • Sclerotherapy • Fotocoagulation • Terapi medikamentosa • Ligasi • Sclerotherapy • Terapi medikamentosa • Ligasi • Operasi konvensional / laser • Stapler (untuk mengurangi prolaps) • Operasi konvensional / laser • Stapler II III IV .

Tindakan bedah (Hemorrhoidectomy) Teknik Miligan Morgan Teknik Whitehead Teknik Langenbeck • Eksisi ketiga vena hemorrhoid utama • Hindari stenosis  3 insisi berbentuk pir dibiarkan terbuka. • Untuk hemoroid sirkuler • Sering digunakan • Tidak mengandung resiko pembentukan jar. dianggap sebagai standar emas dalam perbandingan dengan teknik hemorrhoidectomy lainnya.parut yang dpt menimbulkan stenosis . • Sgt popular. dipisahkan oleh jembatan kulit dan mukosa.

trombosis dan strangulasi.Komplikasi Paling sering adalah perdarahan.  Hemoroid yang mengalami strangulasi adalah hemoroid yang mengalami prolapsus dimana suplai darah dihalangi oleh sphincter ani.  Trombosis  nyeri yang hebat dan dapat menyebabkan nekrosis mukosa dan kulit yang menutupinya  .

 Hemoroidektomi pada umumnya memberikan hasil yang baik. semua hemoroid simptomatis dapat dibuat menjadi asimptomatis.Prognosis Dengan terapi yang sesuai.  Pendekatan konservatif hendaknya diusahakan terlebih dahulu pada semua kasus.  .

Pencegahan        Hemoroid dapat dicegah dengan mengatur pola hidup yang baik. sayuran. dll) sekitar 20-25 gram sehari. Olahraga Mengurangi mengedan terlalu kuat dan lama saat mengedan BAB Menghindari penggunaan laksatif (perangsang buang air besar) Penggunaan celana dalam yang ketat dapat mencetuskan terjadinya wasir dan dapat mengiritasi wasir yang sudah ada. sereal. Penggunaan jamban jongkok juga sebaiknya dihindari . suplemen serat. makan makanan yang mengandung banyak serat (buah. yaitu: Minum banyak air.

Kesimpulan  Pada kasus ini. pasien mengalami hemoroid interna derajat 3. . Hipotesis diterima. Hal ini diketahui dari adanya tanda-tanda gejala seperti benjolan yang harus dimasukkan dengan bantuan dorongan jari.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->