PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING DI MTs N BANTUL KOTA

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pandidikan

Oleh Nurina Anggraeni NIM. 05405244024

JURUSAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2009

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan yang serba maju, modern dan serba canggih seperti saat ini, pendidikan memegang peranan penting untuk menjamin kelangsungan hidup. Pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Melalui penyelenggaraan pendidikan diharapkan dapat mencetak manusia-manusia berkualitas yang akan mendukung tercapainya sasaran pembangunan nasional. Dalam pasal 20 UU tahun 2003, pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa dengan tujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik agar menjadi manusia yang berkualitas dengan ciri-ciri beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, beriman, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab (UU no 20 tahun 2003). Kini semakin disadari bahwa pendidikan memainkan peranan yang sangat penting didalam kehidupan dan kemajuan umat manusia. Pendidikan merupakan suatu kekuatan yang dinamis dalam kehidupan setiap individu, yang mempengaruhi perkembangan fisiknya, daya, jiwa, sosial dan moralitasnya, atau dengan perkataan lain, pendidikan merupakan suatu kekuatan yang dinamis dalam mempengaruhi kemampuan, kepribadian dan kehidupan individu dalam pertemuan dan pergaulannya dengan sesama, serta hubungannya dengan Tuhan.

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatankegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Mutu pendidikan sangat erat hubungannya dengan mutu siswa, karena siswa merupakan titik pusat proses belajar mengajar. Oleh karena itu, dalam meningkatkan mutu pendidikan harus diikuti dengan peningkatan mutu siswa. Peningkatan mutu siswa dapat dilihat pada tingginya tingkat prestasi belajar siswa, sedangkan tingginya tingkat prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh besarnya minat belajar siswa itu sendiri. Salah satu komponen penting dalam pendidikan adalah kurikulum. Kurikulum disusun untuk mendorong anak berkembang ke arah tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan ini dicoba diwujudkan dalam kurikulum tiap tingkat dan jenis pendidikan, diuraikan dalam bidang studi dan akhirnya dalam tiap pelajaran yang diberikan oleh guru di dalam kelas. Dalam mencapai tujuan pendidikan ini, pemerintah menggagas diberlakukannya kurikulum baru yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan atau sekolah. KTSP tersebut memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk merancang, mengembangkan, dan

mengimplementasikan kurikulum sekolah sesuai dengan situasi, kondisi, dan potensi keunggulan lokal yang bisa dimunculkan oleh sekolah.

yang aktif masih didominasi oleh pengajar. minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) masih tergolong sangat rendah. Faktor minat itu juga dipengaruhi oleh adanya metode mengajar yang digunakan guru dalam menyampaikan materi. hafalan materi dan ceramah dengan komunikasi satu arah. Hal ini dapat dilihat pada sikap siswa selama mengikuti proses pembelajaran tidak fokus dan ramai sendiri. Metode yang konvensional seperti menjelaskan materi secara abstrak.Upaya pemerintah dalam bentuk KTSP ini merupakan pengembangan kurikulum dari kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum berbasis kompetensi (KBK). sedangkan siswa biasanya hanya memfokuskan penglihatan dan pendengaran. Disini guru dituntut untuk pandai menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa sehingga siswa kembali berminat mengikuti kegiatan belajar. Selama ini. Masih rendahnya hasil belajar IPS disebabkan oleh masih dominannya skill menghafal daripada skill memproses sendiri pemahaman suatu materi. Dengan menggunakan KTSP diharapkan peserta didik bisa mencapai kompetensi-kompetensi keberhasilan. Bahkan ada sebagian siswa yang menganggap mata pelajaran IPS tidak begitu penting dikarenakan tidak masuk pada mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional (UN). Kondisi pembelajaran seperti inilah yang mengakibatkan siswa kurang aktif dan pembelajaran yang dilakukan kurang efektif. tertentu yang sudah ditentukan sebagai kriteria .

Penggunaan metode dalam pembelajaran sangat diutamakan guna menimbulkan gairah belajar. merangsang siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. . Selain itu penggunaan metode pembelajaran yang mengajarkan siswa dalam pemecahan masalah.Setiap proses belajar dan mengajar ditandai dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan. Pengembangan metode pembelajaran tersebut sangat perlu dilakukan untuk menjawab kebutuhan keterampilan pemecahan permasalahan yang harus dimiliki oleh siswa. terutama pemecahan masalah dalam kehidupan sehari. bahan. serta evaluasi. Metode pembelajaran problem solving atau pemecahan masalah kegunaannya adalah untuk merangsang berfikir dalam situasi masalah yang komplek.hari masih kurang. Unsur metode dan alat merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari unsur lainnya yang berfungsi sebagai cara atau teknik untuk mengantarkan bahan pelajaran agar sampai kepada tujuan. dan metode. metode pembelajaran sangat penting sebab dengan adanya metode pembelajaran. alat. Dalam hal ini akan menjawab permasalahan yang menganggap sekolah kurang bisa bermakna dalam kehidupan nyata di masyarakat. Melalui metode problem solving diharapkan dapat lebih mempermudah pemahaman materi pelajaran yang diberikan dan nantinya dapat mempertinggi kualitas proses pembelajaran yang selanjutnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. bahan dapat dengan mudah dipahami oleh siswa. motivasi belajar. Dalam pencapaian tujuan tersebut.

kabupaten Bantul. Diharapkan dengan menggunakan metode problem solving dalam proses pembelajaran IPS akan menarik minat siswa mengikuti kegiatan belajar sehingga akan meningkatkan hasil belajar siswa. . sehingga siswa merasa bosan dalam megikuti proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaran di MTs N ini masih termasuk tradisional karena kebanyakan guru hanya menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi. B. Dalam proses pembelajaran terlihat masih rendah perhatian siswa. Pembelajaran IPS masih didominasi dengan metode ceramah. siswa kurang berpartisipasi. propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari hasil survei tersebut bahwa pembelajaran IPS kurang diminati oleh siswa.MTs N Bantul Kota adalah salah satu madrasah tsanawiyah negeri yang terletak di jalan karanggayam tromol pos 142 Bantul 55702 kecamatan Bantul. 3. 4. Masih rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS. Masih kurangnya penerapan metode problem solving dalam proses pembelajaran. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diidentifikasi beberapa permasalahan yang terjadi di MTs N Bantul Kota sebagai berikut: 1. 2. Masih rendahnya minat belajar siswa dalam mata pelajaran IPS. Hal itu diketahui dari hasil survei yang telah dilakukan. sedangkan guru hanya menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi.

Untuk mengetahui hasil belajar IPS siswa MTs N Bantul Kota melalui penerapan Problem Solving. Mendapatkan bukti-bukti bahwa penerapan Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa MTs N Bantul Kota. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah dan pembatasan masalah di atas maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut: 1. . Tujuan Penelitian 1. 2. D. Bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar IPS dengan menggunakan metode problem solving di MTs N Bantul Kota? 2.C. Batasan Masalah Dalam penelitian ini permasalahan yang akan diteliti dibatasi pada masalah hasil belajar IPS dan belum digunakannya metode problem solving. Bagaimana peningkatan hasil belajar IPS yang terjadi pada siswa setelah pembelajaran dilaksanakan dengan metode problem solving? E.

c. Bagi sekolah Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk menumbuhkan minat belajar siswa sehingga prestasi belajar siswa meningkat. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah: 1. b.F. 2) Mampu menumbuhkan suasana pembelajaran yang kondusif dan meningkatkan kemandirian siswa. Manfaat Teoritis Bertambahnya khazanah keilmuan yang berkaitan dengan metode pembelajaran Problem Solving. 2. Bagi Guru 1) Mampu menganalisa terjadinya permasalahan-permasalahan pembelajaran dan mampu mengatasi permasalahan tersebut. . Manfaat Praktis a. Bagi peneliti Dapat menambah pengalaman peneliti untuk terjun ke bidang pendidikan.

sosial ekonomi. Hasil Belajar IPS Menurut Nana Sudjana (2005: 3) hakikat hasil belajar adalah perubahan tingkah laku individu yang mencakup aspek kognitif. juga ada faktor lain. seperti motivasi belajar. . afektif. Hasil belajar merupakan segala upaya yang menyangkut aktivitas otak (proses berfikir) terutama dalam ranah kognitif. sikap dan kebiasaan belajar. dan psikomotorik. dan psikomotorik. Kajian Teori 1. Faktor yang datang dari diri siswa terutama kemampuan yang dimilikinya. minat dan perhatian. Faktor kemampuan siswa besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai. faktor fisik dan psikis. afektif.BAB II LANDASAN TEORI A. Menurut Nana Sudjana (1989: 38-40) hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni faktor dari dalam diri siswa itu dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. ketekunan. Disamping faktor kemampuan yang dimiliki siswa.

teori. (5) Sintesis (synthesis) adalah kemampuan berfikir memadukan bagian. nilai atau ide.ide umum. ide. prinsip.rumus. (4) Analisis (analysis) yakni kemampuan seseorang untuk menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian. mulai dari yang terendah sampai dengan jenjang tertinggi (Suharsimi Arikunto. atas beberapa pilihan kemudian menentukan pilihan nilai atau ide yang tepat sesuai kriteria yang ada (Anas Sudijono. teori. gejala.bagian atau unsurunsur secara logis. rumus.rumus dan lain sebagainya.bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan diantara bagian. tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunakannya. Penelitian disini adalah kemampuan seseorang untuk membuat pertimbangan terhadap suatu situasi. istilah. Pada pendidikan formal.bagian tersebut. (3) Penerapan (application) yaitu kesanggupan seseorang untuk menggunakan ide. (6) Evaluasi (evaluation) yang merupakan jenjang berfikir paling tinggi dalam ranah kognitif menurut Taksonomi Bloom. rumus. 2005: 50. tata cara atau metode. Keenam jenjang tersebut adalah: (1) Pengetahuan (knowledge) yaitu kemampuan seseorang untuk mengingat kembali tentang nama.prinsip.52). sehingga menjadi suatu pola yang baru dan terstruktur. 2003: 114-115).metode. dan lain sebagainya dalam situasi yang baru dan kongkret.Proses berfikir ini ada enam jenjang. (2) Pemahaman (comprehension) yakni kemampuan seseorang untuk memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat melalui penjelasan dari katakatanya sendiri. semua bidang studi dan bidang pendidikan harus memanfaatkan dasar mental yang ada pada tiap anak untuk meningatkan .

Kegiatan pembelajaran secara efektif disini dimaksudkan agar pembelajaran tersebut dapat membawa hasil atau berhasil guna. a. Artinya Ilmu Pengetahuan Sosial diartikan sebagai kajian terpadu dari ilmu-ilmu sosial serta untuk mengembangkan potensi kewarganegaraan. dan terencana sesuai dengan pengembangan dasar dan kemampuan mental anak. Oleh karena itu penyelenggara pendidikan dan pengajaran harus dilaksakan secara teratur. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menurut Nursid Sumaatmajda (1984: 10) diartikan sebagai “ilmu yang mempelajari bidang kehidupan manusia di masyarakat. . Arkeologi. Hakikat IPS Istilah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan terjemahan dari (social studies). agar tujuan pendidikan dan pengajaran tercapai secara maksimal (Nursid Sumaatmadja. Di dalam program sekolah. Ilmu Pengetahuan Sosial dikoordinasikan sebagai bahasan sistematis serta berasal dari beberapa disiplin ilmu antara lain: Antropologi.kemampuan mentalnya kearah kematangan dan kedewasaan dalam arti seluasluasnya. dan kegiatan pembelajaran secara efisien dimaksudkan agar pembelajaran tersebut dapat berdaya guna atau tepat guna baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. 2001: 2). terarah. Dalam kegiatan belajar mengajar setiap guru selalu berusaha melakukan kegiatan pembelajaran secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran. mempelajari gejala dan masalah sosial yang terjadi dari bagian kehidupan tersebut”.

Ekonomi.Geografi. Dengan demikian IPS memiliki peranan yang sangat penting yaitu untuk mendidik siswa guna mengmbangkan pengetahuan. Hukum. Sejarah. dan juga mencakup materi yang sesuai dari Humaniora. sosiologi. Geografi. Ekonomi. Filsafat. Hakikat pembelajaran IPS Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan program pendidikan yang berupaya mengembangkan pemahaman siswa tentang bagaimana manusia sebagai individu dan kelompok hidup bersama dan berinteraksi dengan lingkungannya baik fisik maupun sosial. ekonomi. serta sejarah. dan keterampilan sosial. Ilmu Politik. sikap. b. yang berguna . Berdasarkan dari definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengajaran IPS merupakan studi terintregasi tentang kehidupan sosial dari bahan realita kehidupan sehari-hari dalam masyarakat. Psikologi Agama. Sosiologi. yaitu warga negara yang bangga dan cinta terhadap tanah airnya. Pembelajaran Ilmu Pendidikan Sosial ataupun pengetahuan sosial bertujuan agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan. Mata pelajaran IPS di MTs/SMP mempelajari manusia dalam semua aspek kehidupan dan interaksinya dengan lingkungan di dalam suatu masyarakat. Adapun cakupan dari IPS pada MTs/SMP adalah meliputi bahan kajian geografi. matematika serta Ilmu Alam. dan keterampilan agar dapat mengambil bagian secara aktif dalam kehidupannya kelak sebagai anggota masyarakat dan warga negara yang baik. sikap.

dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis. 2005: 109).konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lilngkungannya. dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. IPS mengkaji seperangkat peristiwa. . Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1).bagi kemajuan dirinya sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat (Saidihardjo. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan (BSNP. peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis. Dari penjelasan diatas dapat penulis simpulkan bahwa Pendidikan Ilmu Sosial merupakan suatu program pendidikan pada siswa untuk mengenal dunia sosial yang ada di sekitar ligkungannya. dan Ekonomi. serta warga dunia yang cinta damai. konsep. Pada jenjang SMP/MTs mata pelajaran IPS memuat materi Geografi. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. Melalui mata pelajaran IPS. komprehensif. Sosiologi. 2006: 159). Mengenal konsep. fakta. dan bertanggung jawab.

dan ada interpretasi/ judgment. Atas dasar itu maka dalam kegiatan penilaian selalu ada objek/program. Memiliki kemampuan dasar untuk berfikir logis dan kritis. Interpretasi dan judgment merupakan tema penilaian yang mengimplikasikan adanya suatu perbandingan antara kriteria dan kenyataan dalam konteks situasi tertentu. bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk. inkuiri. nasional. ada criteria. Proses pemberian nilai tersebut berlangsung dalam bentuk interpretasi yang diakhiri dengan judgment. memecahkan masalah. peranan tujuan . di tingkat lokal. dan psikomotoris. dalam penilaian hasil belajar. dan global (BSNP. 4). Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku. rasa ingin tahu.nilai sosial dan kemanusiaan. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas mencakup bidang kognitif. afektif. Hal ini mengisyaratkan bahwa objek yang dinilainya adalah hasil belajar siswa. 2006: 159). Penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu. 3). Memiliki kemampuan berkomunikasi. dan keterampilan dalam kehidupan sosial.2). Oleh sebab itu. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai. Penilaian hasil belajar IPS Penilaian adalah proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu. c.

2. Metode Problem Solving Metode problem solving atau sering juga disebut dengan nama Metode Pemecahan Masalah merupakan suatu cara mengajar yang merangsang seseorang untuk menganalisa dan melakukan sintesa dalam kesatuan struktur atau situasi di mana masalah itu berada. Metode ini menuntut kemampuan untuk dapat melihat sebab akibat atau relasi. Kegiatan semacam ini merupakan ciri yang khas daripada suatu kegiatan intelegensi.relasi diantara berbagai data.instruksional yang berisi rumusan kemampuan dan tingkah laku yang diinginkan dikuasai siswa menjadi unsur penting sebagai dasar dan acuan penilaian. menganalisa data. atas inisiatif sendiri. sehingga pada akhirnya dapat menemukan kunci pembuka masalahnya. Cara berfikir semacam itu lazim disebut cara berfikir ilmiah. Cara berfikir yang menghasilkan suatu kesimpulan atau keputusan yang diyakini kebenarannya karena seluruh proses pemecahan masalah itu telah diikuti dan dikontrol dari data yang pertama yang berhasil dikumpulkan dan dianalisa . mengumpulkan data. mencari hubungan (data) yang hilang dari data yang telah terkumpul untuk kemudian menarik kesimpulan yang merupakan hasil pemecahan masalah tersebut. menyusun suatu hipotesa. Metode ini mengembangkan kemampuan berfikir yang dipupuk dengan adanya kesempatan untuk mengobservasi problema. Penilaian proses belajar adalah upaya memberi nilai terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dan guru dalam mencapai tujuan-tujuan pengajaran (Nana Sudjana. 2005: 3).

pemecahan masalah sering melupakan langkah awal ini. are often confused with the terminology of Problem Solving. we should recognize common terminology such as purpose. cause. But issues must be the proposal to solve problems and problems should be negative expressions while issues should be a positive expression (Shibata. We should define what is the problem as the first step of Problem Solving. situation. problem. solvable cause. Cara berfikir semacam itu benar. This report proposes the definition of problems. issue. Bahkan. Even Consultants. beberapa konsultan kemungkinan berpikiran mengenai persoalan sebagai masalah atau sebagian dari mereka menganggap masalah. Kita sebaiknya mendefinisikan apa permasalahannya sebagai langkah awal dari pemecahan masalah. 1982: 19. Further. 1998: 1).20).konsultan yang seharusnya menjadi pemecah permasalahan yang mahir sering kebingungan dengan terminologi pemecahan masalah. Terminology for Problem Solving and useful Problem Solving patterns. Misalnya. Uraian ini menunjukkan pengertian masalah. or some of them think of problems as causes. dan solusi. Selanjutnya. terminologi dari pemecahan masalah dan bentuk. kita sebaiknya mengakui terminologi umum seperti tujuan. penyebab.bentuk pemecahan masalah yang berguna. penyebab yang bisa dipecahkan. persoalan. masalah. and solution. some consultants may think of issues as problems. Namun. For example. who should be professional problem solvers.benar dapat dikembangkan dengan menggunakan Metode Pemecahan Masalah (Jusuf Djajadisastra.sampai kepada kesimpulan yang ditarik atau ditetapkan.masalah sebagai . situasi. Yet problem solvers often forget this first step. konsultan. Kurang lebih artinya: pemecahan masalah sangat penting namun pemecahan masalah sering salah paham akan hal itu. Problem Solving is very important but problem solvers often misunderstand it.

c.buku. Dugaan jawaban ini tentu saja didasarkan kepada data yang telah diperoleh. Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan. Namun persoalan harusnya merupakan rujukan untuk memecahkan masalah.penyebab. pada langkah kedua diatas.lain. Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut. dan lain.persoalan seharusnya merupakan ekspresi positif (Shibata. dan lain-lain.masalah seharusnya ekspresi negatif sedangkan persoalan. Masalah ini harus tumbuh dari siswa sesuai dengan taraf kemampuannya. d. Misalnya. b. Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut.langkah metode ini antara lain: a. .metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. dengan jalan membaca buku. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode.masalah dan masalah. berdiskusi. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut. tugas diskusi. Apakah sesuai dengan jawaban sementara atau sama sekali tidak sesuai. 1998: 1). bertanya. Dalam langkah ini siswa harus berusaha memecahkan masalah sehingga betul-betul yakin bahwa jawaban tersebut betul-betul cocok. meneliti. Untuk menguji kebenaran jawaban ini tentu saja diperlukan metode-metode lainnya seperti. demonstrasi. Langkah.

b. Artinya siswa harus sampai kepada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah yang ada (Nana Sudjana. Menarik kesimpulan. masalahnya dianggap penting (important). urgen dan dapat diselesaikan (solutionable) oleh siswa (Gulo. Penyelesaian masalah dalam metode problem solving ini dilakukan melalui kelompok. terutama didalam mencari sebabakibat dan tujuan suatu masalah. Metode ini melatih murid dalam cara-cara mendekati dan cara-cara mengambil langkah-langkah apabila akan memecahkan suatu masalah. Suatu masalah dapat dikatakan masalah yang baik bila memenuhi syaratsyarat sebagai berikut: . 1989: 8586). Metode ini memberikan dasar-dasar pengalaman yang praktis mengenai bagaimana cara-cara memecahkan masalah dan kecakapan ini dapat diterapkan bagi keperluan menghadapi masalah-masalah lainnya didalam masyarakat. Memberikan kepada murid pengetahuan dan kecakapan praktis yang bernilai/bermanfaat bagi keperluan hidup sehari-hari. Masalah yang dipilih hendaknya mempunyai sifat conflict issue atau kontroversial. Mengembangkan kemampuan berfikir. Suatu isu yang berkaitan dengan pokok bahasan dalam pelajaran diberikan kepada siswa untuk diselesaikan secara kelompok.e. 2002: 116). Tujuan utama dari penggunaan metode Pemecahan Masalah adalah: a.

Sesuai dengan taraf perkembangan psikologi murid.a. . e. Praktis. c. Istilah yang dipergunakan tidak memiliki dua pengertian yang dapat ditafsirkan berbeda-beda. Bernilai bagi murid. Maksudnya ialah bahwa pokok persoalan yang akan dipecahkan tidak merupakan pokok berganda/kompleks. b. juga problem solving melatih siswa berfikir kritis dan metode ini melatih siswa memecahkan dilema (Omi Kartawidjaya. Jadi harus sesuai dengan kapasitas pola pikir murid. 1982: 20-21). Masalah yang dipecahkan tidak terlalu mudah tetapi juga tidak terlalu sulit. d. dalam arti mungkin dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Hasil ataupun proses yang diamati murid harus bermanfaat dan menguntungkan pengalaman murid atau memperkaya pengalaman murid. 1988: 42). Atau. Sehingga dengan menerapkan metode problem solving ini siswa menjadi lebih dapat mengerti bagaimana cara memecahkan masalah yang akan dihadapi pada kehidupan nyata/ di luar lingkungan sekolah. dalam arti bersih dari pada kesalahan-kesalahan bahasa maupun isi pengertian yang berbeda. dari lingkungan sekitar dimana murid itu berada (Jusuf Djajadisastra. problema itu diambil dari praktek kehidupan sehari-hari. Jelas. Kesulitannya dapat diatasi. Problem solving melatih siswa terlatih mencari informasi dan mengecek silang validitas informasi itu dengan sumber lainnya.

Materi pelajaran tidak terbatas hanya pada buku teks di sekolah. b. c. f. Belajar bertindak atas dasar suatu rencana yang matang. h. Mampu mencari berbagai cara jalan keluar dari suatu kesulitan atau masalah. Kebaikan atau keuntungan dalam penerapan metode problem solving: a. e. guru perlu memilih bahan pelajaran yang memiliki permasalahan. Tidak merasa hanya bergantung pada pendapat guru saja. Menjadi terbuka untuk berbagai pendapat dan mampu membuat pertimbangan untuk memilih satu ketetapan. . Mendidik murid untuk berfikir secara sistematis. 2002: 114). Mendidik berfikir untuk mencari sebab-akibat. Tujuannya agar memudahkan siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah yang terjadi di lingkungan sebenarnya dan siswa memperoleh pengalaman tentang penyelesaian masalah sehingga dapat diterapkan di kehidupan nyata. Belajar bertanggung jawab atas keputusan yang telah ditetapkan dalam memecahkan suatu masalah. tetapi juga di ambil dari sumber-sumber lingkungan seperti peristiwa-peristiwa kemasyarakatan atau peristiwa dalam lingkungan sekolah (Gulo. Tidak lekas putus asa jika menghadapi suatu masalah. d.Untuk mendukung strategi belajar mengajar dengan menggunakan metode problem solving ini. Belajar menganalisa suatu persoalan dari berbagai segi. g. i.

sehingga mungkin sekali bahan pelajaran akan tertinggal. b. Sedangkan kelemahan atau kekurangan metode problem solving (pemecahan masalah): a. bahwa setiap kesulitan ada jalan pemecahannya jika dihadapi dengan sungguh-sungguh. dan bukan dari kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran seperti pada kurikulum konvensional/tradisional. Metode ini memerlukan waktu yang cukup jika diharapkan suatu hasil keputusan yang tepat. Dalam satu jam atau dua jam pelajaran mungkin hanya satu atau dua masalah saja yang dapat dipecahkan. d. Padahal kita ketahui bahwa jam-jam pelajaran selalu terbatas.kelas rendahan karena memerlukan kecakapan bersoal-jawab dan memikirkan sebab akibat sesuatu (Jusuf Djajadisastra. Beberapa saran dalam menggunakan metode ini sehingga kelemahankelemahan di atas bisa diatasi: a. c.Metode ini baru akan berhasil bila digunakan pada kurikulum yang berpusat pada anak dengan pembangunan semesta.j. 1982: 26-27). Masalah yang diajukan harus cocok dengan tingkat kedewasaan serta tingkat keterampilan siswa. b. Metode ini tidak dapat digunakan di kelas. .Perkenalkan kepada siswa beberapa masalah yang hampir sama. Mendidik suatu sikap-hidup.

Hal ini dijelaskan lebih lanjut bahwa: Menurut Harold Alberty dalam Abin Syamsuddin Makmun (2004: 130) para ahli umumnya sependapat bahwa rentangan masa remaja itu berlangsung dari sekitar 11-13 tahun sampai 18-20 tahun menurut umur kalender kelahiran seseorang.Siswa harus melihat masalah itu sebagai sesuatu yang penting. yaitu masa remaja awal (usia 1113 tahun sampai 14-15 tahun) dan masa remaja akhir (usia 14-16 tahun sampai 18-20 tahun). Bantulah siswa dalam mendefinisikan dan membatasi masalah yang akan dipelajari. Perilaku dan pribadi siswa MTs/SMP sudah memasuki masa remaja. f.c. g. . 3. 2004: 78-79). Karakteristik Siswa MTs/SMP Menurut Degeng dalam Asri Budiningsih (2003: 10) karakteristik siswa adalah aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa yang telah dimilikinya. Masa remaja terbagi menjadi dua.Teliti apakah bahan dari sumber cukup dan bisa didapatkan oleh siswa. Dengan demikian siswa MTs/SMP yang dijadikan subyek penelitian penulis termasuk dalam golongan masa remaja awal. d. Berilah petunjuk dan pengarahan jika perlu tetapi jangan berlebih. 1988: 57-58). Siswa sebagai input dari proses pendidikan memiliki profil perilaku maupun pribadi yang senantiasa berkembang menuju taraf kedewasaan (Abin Syamsuddin Makmun. e. Bantulah siswa membuat kriteria sehingga evaluasi memadai (Omi Kartawidjada.

guru. yaitu dengan usia berkisar antara 12-15 tahun. berdasarkan usianya siswa MTs/SMP dimasukkan ke dalam kategori remaja awal. b. Keadaan moral Pada awal remaja. maupun orang dewasa lainnya. . Remaja awal dilanda pergolakan sehingga selalu mengalami perubahan dalam perbuatannya. dorongan seks sudah cenderung memperoleh pemuasan sehingga mulai berani menunjukkan sikap-sikap agar menarik perhatian. Maka sering terjadi pertentangan dengan orang tua. Menurut Sri Rumini. Keadaan kemauan Kemauan dan keinginan mengetahui berbagai hal dengan jalan mencoba segala hal yang dilakukan orang lain.Dalam buku-buku psikologi perkembangan. Keadaan perasaan dan emosi Keadaan perasaan dan emosinya sangat peka sehingga tidak stabil. Staniey Hall menyebutkan: “storm and stress” atau badai dan topan dalam kehidupan perasaan dan emosi. Ia mulai menolak hal-hal yang kurang dimengerti. Keadaan mental Kemampuan mental khususnya kemampuan berpikirnya mulai sempuna dan kritis (dapat melakukan abstraksi). dkk. c. d. (1995: 37) karakteristik remaja awal diantaranya: a.

2. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan metode problem solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa efektivitas metode diskusi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian yang Relevan 1. 4. Nurdin Dian Kusuma (2008) dalam penelitian yang berjudul: Efektivitas Metode Diskusi Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Kalibawang (skripsi). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan alat peraga visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 3.B. Nutri Aryanti (2007) dalam penelitian yang berjudul: Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Penerapan Metode Problem Solving di SMP Negeri 2 Pakem Sleman Yogyakarta (skripsi). Hartini (2003) dalam penelitiannya yang berjudul: Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Penggunaan Alat Peraga Visual di SMP N 1 Pajangan (skripsi). Dwi Hastuti (2008) dalam penelitian yang berjudul: Implementasi metode kooperatif teknik group investigation untuk meningkatkan kualitas . Mahardiyanto (2007) dalam penelitiannya yang berjudul: Penerapan Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Ngaglik (skripsi). 5.

C. metode belajar. dimana ini akan mempengaruhi cara guru dalam menyampaikan pelajaran yakni dengan menggunakan metode yang cocok. . Hasil penelitian ini membuktikan bahwa implementasi metode kooperatif teknik group investigation dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut.pembelajaran geografi di SMA N 1 Jatisrono Wonogiri (skripsi). Peran metode pengajaran yang digunakan yakni problem solving agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan variatif. yakni guru. kurikulum/standar kompetensi dan lingkungan belajar. media belajar. di dalam proses pembelajaran terdapat beberapa komponen penting. Kerangka Berpikir Pembelajaran adalah suatu kegiatan agar proses belajar seseorang atau sekelompok orang yang berkaitan dengan suatu usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Metode problem solving dapat mengajarkan pada siswa bagaimana cara menghadapi dan memecahkan suatu permasalahan sehingga didapat jalan keluarnya. Skema Kerangka Berfikir D. Guru Media Belajar Metode Belajar Kurikulum dan Standar Kompetensi Metode Problem Solving INPUT (siswa) KBM OUTPUT Lingkungan Belajar Gambar 1. Dengan cara demikian diharapkan dapat meningkatkan minat. disini siswa dilatih untuk berfikir dan memberikan pandangan secara luas dengan cara memecahkan suatu permasalahan. dan hasil belajar siswa.Pembelajaran dikatakan efektif apabila para siswa dapat memaknai pesan yang disampaikan oleh guru. motivasi. Hipotesis Tindakan .

Berdasarkan rumusan masalah pada bab 1 maka hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah: 1. Upaya meningkatkan hasil belajar IPS di MTs N Bantul Kota dapat ditempuh dengan menerapkan metode problem solving yang dipadukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. 2. Peningkatan hasil belajar IPS dengan metode problem solving dapat dibuktikan dengan membandingkan skor hasil tes akhir setiap siklus.

BAB III METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa (Suharsimi Arikunto, dkk. 2006: 3). Berdasarkan jumlah dan sifat perilaku para anggota maka penelitian ini berbentuk individual, artinya peneliti melaksanakan penelitian tindakan kelas (PTK) di satu kelas saja. Penelitian tindakan kelas dibagi dalam tiga siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observe), serta refleksi (reflect). Kemmis dan McTaggart dalam Suwarsih Madya (1994:2), yang mengatakan bahwa PTK adalah suatu bentuk refleksi diri kolektif yang dilakukan oleh pesertapesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik-praktik itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktik-praktik tersebut. Model PTK yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan model Kemmis dan McTaggart. Adapun alur kegiatan penelitian tindakan menurut Kemmis dan McTaggart adalah:

Keterangan : 1. Perencaan 2. Tindakan dan Observasi 1 3. Refleksi 1 4. Rencana terevisi 1 5. Tindakan dan Observasi II 6. Refleksi II 7. Rencana terevisi II 8. Tindakan dan Observasi III 9. Refleksi III

Gambar 2. Alur Kegiatan PTK

Langkah-langkah penelitian tindakan kelas oleh Kemmis dan McTaggart adalah sebagai berikut: 1. Persiapan kegiatan a. Survey dan penjajagan Survey dan penjajagan dilakukan secara langsung untuk mengetahui kemungkinan dan ketersediaan sekolah yang bersangkutan untuk dijadikan tempat penelitian. Tujuan survey yang lain adalah untuk mendapatkan informasi baik fisik maupun non fisik keadaan sekolah dan suasana pembelajaran di kelas.

2) Membuat instrumen pengumpul data a) Lembar observasi aktivitas siswa dengan observer. Penyusunan proposal Penyusunan proposal atau rencana tindakan terlebih dahulu dikonsultasikan dengan dosen pembimbing. media dan metode yang akan diterapkan. a. b) Lembar kegiatan dijadikan petunjuk dan arahan kegiatan Perencanaan dan pelaksanaan tindakan pembelajaran. 2. c. . yakni urutan rencana pembelajaran bagi guru. b) Post tes 3) Mempersiapkan media dan metode yang disesuaikan dengan materi pelajaran. Perizinan Perizinan diperoleh dengan prosedur yang ada dengan ijin dan rekomendasi lembaga terkait untuk perijinan ke lapangan. Perencanaan Perencanaan tindakan kegiatan dimulai dengan: 1) Membuat instrumen kegiatan pembelajaran yaitu: a) Lembar kegiatan pembelajaran.b.

Refleksi Refleksi ini diadakan berdasarkan dari catatan dan pengamatan yang telah dilakukan oleh guru dan peneliti. 3. Peneliti bersama dengan guru kemudian membahas dampak yang dihasilkan dan membandingkan dengan keadaan sebelum diberi tindakan. 4. Observasi Selama kegiatan pembelajaran berlangsung diadakan observasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap aktivitas peserta didik. Selanjutnya diberikan evaluasi tiap siklus yang hasilnya sebagai bahan perencanaan dan perbaikan untuk siklus selanjutnya. 7) Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Pelaksanaan dan tindakan 1) Pelajaran diawali dengan salam dan presensi. 3) Guru menjelaskan mengenai materi yang akan dipelajari dengan menggunakan media yang disesuaikan dengan materi. 5) Guru memberikan permasalahan untuk dipecahkan semua kelompok. pada tiap siklus guru menggunakan metode problem solving dan media yang disesuaikan materi pelajaran.b. 2) Guru menginformasikan tujuan pembelajaran. 8) Secara bersama-sama membuat kesimpulan dari hasil diskusi kelompok. 4) Guru membentuk kelompok untuk melaksanakan Problem Solving. . 6) Masing-masing kelompok berdiskusi untuk memecahkan permasalahan. Pelaksanaan tindakan dilaksanakan dalam beberapa siklus.

B. dan lain-lain. Langkah-langkah metode ini: a. Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan. Jenis Tindakan Jenis tindakan dalam penelitian ini adalah penerapan metode problem solving. Untuk menguji kebenaran jawaban ini tentu saja diperlukan metode-metode lainnya seperti. b. . meneliti. d. bertanya. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. dengan jalan membaca buku-buku. Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut. tugas diskusi. c. Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut. Dugaan jawaban ini tentu saja didasarkan kepada data yang telah diperoleh. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berfikir. Dalam langkah ini siswa harus berusaha memecahkan masalah sehingga betul-betul yakin bahwa jawaban tersebut itu betul-betul cocok. Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. demonstrasi. Misalnya. berdiskusi dan lain-lain. Masalah ini harus tumbuh dari siswa sesuai dengan taraf kemampuannya. pada langkah kedua diatas. Apakah sesuai dengan jawaban sementara atau sama sekali tidak sesuai.

lengkap. analisis (analysis). Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA MTs N Bantul Kota. dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Lembar observasi/pengamatan Lembar observasi/pengamatan. karena hasil belajar pada kelas ini lebih rendah dibandingkan dengan kelas lainnya.e. C. Menarik kesimpulan. D. aplikasi (application). . instrumen penelitian adalah suatu alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar lebih mudah dan hasilnya lebih baik dalam arti lebih cermat. Artinya siswa harus sampai kepada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah tadi. Wujud kemampuan peningkatan kognitif meliputi: pengetahuan (knowledge). sintesis (synthesis). pemahaman (comprehention). Hasil belajar yang dimaksud adalah peningkatan kemampuan kognitif siswa pada mata pelajaran IPS setelah penerapan pembelajaran Problem Solving. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. evaluasi (evaluation). Objek penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar IPS siswa. yaitu lembar yang berisi indikatorindikator proses pembelajaran dalam melaksanakan pengamatan di kelas. Instrumen Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto (2003: 136).

Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. dan sebagainya. E. Tes akhir siklus Berupa tes yang diberikan setiap akhir siklus yang akan digunakan sebagai umpan balik untuk mengetahui perubahan yang terjadi akibat metode problem solving terhadap hasil belajar IPS siswa. representasi tabular termasuk dalam format matriks.Lembar observasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi untuk memperoleh gambaran tentang pembelajaran dengan menggunakan metode problem solving. Teknik Pengumpulan Data Teknik yang dipergunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik observasi atau pengamatan secara langsung untuk mengamati tindakan dengan menggunakan metode problem solving. pemfokusan. Selanjutnya pada tiap siklus dilaksanakan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa. grafis. Reduksi data adalah proses penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi. F. dan pengabstraksian data mentah menjadi informasi bermakna. 2. 2. Paparan data adalah proses penampilan data secara lebih sederhana dalam bentuk paparan naratif. .

3. . Penyimpulan adalah proses pengambilan intisari dari sajian data yang telah terorganisir tersebut dalam bentuk pernyataan kalimat dan atau formula yang singkat dan padat tetapi mengandung pengertian yang luas.

Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus tahun 2009 tepatnya pada semester I tahun ajaran 2009/2010.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. akan tetapi ruang kelas jauh dari jalan raya. Lokasi dan Situasi Tempat Penelitian 1. VIII. Situasi Tempat Penelitian Sekolah ini berada di tepi jalan yang strategis. Dengan rata-rata jumlah siswa perkelas 30-34 siswa. mempunyai 3 tingkat kelas yaitu kelas VII. tempat pelaksanaan di kelas VIII A MTs N Bantul Kota yang terletak di Jalan Karanggayam tromol pos 142 Bantul 55702 Kecamatan Bantul. sehingga proses pembelajaran tidak terganggu. Kelas VIII A merupakan kelas yang akan dijadikan sebagai tempat penelitian. . 2. Pelajaran IPS di kelas VIII dipegang oleh seorang guru. MTs ini berstatus Negeri. serta sebagian dikelilingi areal persawahan sebagai lahan pertanian masyarakat sehingga membuat suasana belajar nyaman dan tenang. dan XI. Masing-masing tingkat terdiri dari 6 kelas. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten Bantul.

Identifikasi permasalahan pembelajaran . B. Hal ini terjadi karena metode ceramah dianggap sebagai metode yang paling mudah untuk mengatur kelas dan menyajikan informasi. yaitu dari guru ke siswa.Sebelum dipaparkan hasil penelitian barikut ini adalah hasil observasi sebelum diadakan penelitian. Kelebihan ini cenderung menjadikan ceramah sebagai metode andalan dalam proses pembelajaran. Meskipun sudah ada penggabungan metode pembelajaran tetapi metode ceramah masih mendominasi kegiatan pembelajaran. Guru sebagai pengelola pembelajaran kurang bervariasi di dalam penggunaan metode pembelajaran. bahkan ketika guru memberi kesempatan untuk bertanya. tidak memberi respon terhadap pertanyaan yang diajukan oleh guru. Pada saat pembelajaran berlangsung sebagian besar peserta didik ramai sendiri. Diskripsi Pelaksanaan Tindakan 1. tidak ada siswa yang mengajukan pertanyaan atau memberikan tanggapan terhadap materi yang disampaikan oleh guru. sehingga komunikasi yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran adalah satu arah. Penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran IPS menjadikan siswa pasif sehingga pencapaian hasil belajar terlihat kurang optimal. siswa hanya diam. Siswa kurang termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran IPS. tidak ada yang bertanya. Kegiatan Pra Tindakan a. Sewaktu guru memberikan pertanyaan.

b) Penyusunan proposal Penyusunan proposal atau rencana tindakan terlebih dahulu dikonsultasikan dengan dosen pembimbing.Sebelum proses penelitian dilaksanakan. diperlukan suatu rancangan yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran. terlebih dahulu peneliti mengadakan pra survei pada bulan Mei 2009. 2) Pelaksanaan Penelitian Untuk melaksanakan penelitian. c) Perijinan Perijinan diperoleh dengan prosedur yang ada dengan ijin dan rekomendasi lembaga terkait untuk perijinan ke lapangan. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan menyampaikan maksud mengadakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan metode problem solving untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Perencanaan kegiatan sebelum penelitian 1) Urutan tindakan a) Survei dan penjajakan Servei dan penjajakan dilakukan secara langsung untuk mengetahui kemungkinan dan ketersediaan sekolah yang bersangkutan untuk dijadikan tempat penelitian. Rencana penelitian ini . Tujuan survei yang lain adalah untuk mrndapatkan informasi baik fisik maupun non fisik keadaan sekolah dan sarana pembelajaran. b.

memantau aktivitas siswa dan memberi bantuan kepada siswa untuk memaksimalkan proses pembelajaran. Dalam desain pembelajaran ini peran guru selain sebagai fasilitator juga sebagai koordinator dan konsultan dalam memperdayakan siswa. Tugas guru selama proses pembelajaran berlangsung adalah menyampaikan tujuan pembelajaran sejelasjelasnya.merupakan suatu rancangan metode problem solving dengan upaya meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan. kemudian dikemukakan oleh guru dan siswa akan membahas dan mencari sumber-sumber yang relevan mengenai masalah tersebut. Jadi penelitian ini dilaksanakan selama 6 . Secara umum metode problem solving adalah pembelajaran berdasarkan masalah. masalah ini tumbuh dari siswa sesuai taraf kemampuannya. Sementara itu siswa dituntut untuk lebih aktif dalam menganalisa permasalahan dengan penuh tanggung jawab. menerangkan materi pelajaran. 2. artinya guru mempunyai kewajiban untuk mengamati siswa dalam proses pembelajaran. mengevaluasi kerja siswa. Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan selama 3 siklus/putaran dan masing-masing siklus dilaksanakan selama 2 x pertemuan.

pelaksanaan tindakan.Materi: Letak astronomis dan geografis Indonesia.x pertemuan. Siklus I 1) Pertemuan 1 a) Perencanaan Tindakan . . observasi. hubungan letak geografis dengan perubahan musim di Indonesia . dan refleksi.Standar Kompetensi: Memahami permasalahan sosial berkaitan dengan jumlah pertumbuhan jumlah penduduk. a.Kompetensi Dasar: Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk. • Peningkatan hasil belajar pada materi letak astronomis dan geografis Indonesia.Hipotesis Tindakan: • Upaya meningkatkan hasil belajar dengan materi letak astronomis dan geografis Indonesia. hubungan letak geografis dengan perubahan musim di Indonesia dengan menerapkan metode . Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan tindakan. . hubungan letak geografis dengan perubahan musim di Indonesia dapat ditempuh dengan penerapan metode problem solving yang didahului denngan metode ceramah.

terlebih dahulu guru menjelaskan metode pembelajaran yang akan diterapkan. kemudian menyampaikan tata cara siswa melakukan kegiatan dalam pembelajaran tersebut. melakukan presensi secara singkat dan menyampaikan kompetensi dasar yang akan dicapai.RPP: terdapat pada lampiaran hal 86.Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam. Kemudian guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk mencari solusi dari permasalahan yang telah dipaparkan oleh guru. b) Pelaksanaan tindakan . . Sebelum guru menyampaikan materi pembelajaran. Siswa dengan anggota kelompoknya bekerja sesuai dengan aturan pembelajaran metode problem solving. Guru mengarahkan siswa dalam pembentukan kelompok. . Masing-masing kelompok terdiri dari 5 siswa dengan kemampuan yang heterogen.problem solving dapat dibuktikan dengan membandingkan antara nilai rata-rata tes akhir siklus I dengan nilai rata-rata geografi pada akhir semester geografi kelas VII. Setiap kelompok yang sudah selesai lalu maju untuk mempresentasikan hasil diskusi.

Selanjutnya pada kegiatan penutup. guru tidak menyimpulkan hasil presentasi dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti tentang materi yang telah dipelajari.. Beberapa siswa menanyakan halhal yang belum dimengerti.Siswa dengan bimbingan guru. Pada pertemuan pertama ini jumlah siswa yang masuk sebanyak 30 siswa (100%) dari 30 siswa. . guru kemudian menutup pelajaran sambil memotivasi siswa untuk lebih giat dalam menyelesaikan tugasnya di pertemuan berikutnya. Aktivitas siswa pada pertemuan . Kemudian guru menutup pelajaran dengan mengucap salam. melaksanakan rencana belajar yang telah disepakati dengan memanfaatkan sumber belajar dan mengumpulkan informasi dan fakta yang relevan. kemudian guru menjelaskan secara klasikal. c) Observasi Selama kegiatan berlangsung diadakan observasi secara langsung terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran geografi. Kelompok lain memberi tanggapan terhadap hasil diskusi yang sedang dibahas. Setelah tanya jawab guru dengan siswa berakhir. Persentasi hasil diskusi kelompok dilakukan oleh beberapa kelompok yang dirasa siap untuk mempresentasikan hasil diskusinya.

diskusi kelas sebesar 19 siswa (63. . Pada pertemuan pertama hasil ini tidak semua kelompok karena mempresentasikan diskusinya didepan kelas keterbatasan waktu.67%). Tabel 1. siswa dalam bertanya dan menjawab asal-asalan. Masalah yang dihadapi yaitu siswa sibuk sendiri dan mengobrol dengan teman-temannya pada saat diskusi berlangsung.siklus I Aspek yang diamati 1. Aktivitas siswa pada pertemuan 1. Siswa masih pasif dalam mengikuti pembelajaran. Hasil observasi pada pertemuan pertama ini dapat dilihat pada tabel berikut ini. Menanggapi respon siswa lain 3. Mengajukan pertanyaan 2.33 Pada tabel di atas dapat ditunjukkan bahwa siswa yang mengajukan pertanyaan sebesar 4 siswa (13.pertama ini masih rendah atau belum sesuai dengan yang diharapkan. diskusi kelompok sebesar 14 siswa (46. siswa ada yang melamun. Diskusi kelompok 6. Diskusi kelas Sumber: lampiran 12 hal 106. Memperhatikan penjelasan guru 5.67 63. Menjawab pertanyaan guru 4. menanggapi respon siswa lain sebesar 6 siswa (20%).33%). f 4 6 6 21 14 19 f% 13.33%).33 20 20 70 46. menjawab pertanyaan guru sebesar 6 siswa (20%). memperhatikan penjelasan guru sebesar 21 siswa (70%).

Menjawab pertanyaan siswa 5. Melakukan apersepsi 2. Pada pertemuan pertama ini guru belum merangkum dan menyimpulkan masalah karena waktu yang diberikan untuk diskusi melebihi dari waktu yang telah direncakan. Selain itu guru menjawab pertanyaan yang diajukan oleh siswa. siklus I. Menyimpulkan diskusi 8. Guru selalu menganjurkan agar siswa bekerjasama dalam diskusi. Aktivitas guru pada pertemuan 1. Mengajukan pertanyaan 4. Memberi komentar siswa 6. Menentukan waktu lamanya diskusi 10. Menjelaskan materi 3. sehingga masih banyak siswa yang asyik ngobrol dengan temannya. tetapi pada kenyataanya siswa cenderung bekerja sendiri-sendiri. Memunculkan masalah 7.Pada pertemuan pertama ini guru belum melakukan apersepsi. Guru sudah menjelaskan materi pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah ditetapkan. Mengarahkan 11. 2) Pertemuan 2 a) Pelaksanaan tindakan Ya √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Tidak √ . Memantau kerja siswa Sumber: lampiran 12 hal 106. Guru terlihat belum dapat mengelola diskusi dengan baik. Aspek yang diamati 1. Tabel 2. Membentuk kelompok 9.

Siswa membentuk kelompok dengan angota yang sebagian besar sama dengan anggota kelompok pada pertemuan sebelumnya. . melaksanakan rencana belajar yang telah disepakati dengan memanfaatkan sumber belajar dan mengumpulkan informasi dan fakta yang relevan. . melakukan presensi secara singkat dan menyampaikan kompetensi dasar yang akan dicapai. . Siswa dengan anggota kelompoknya bekerja sesuai dengan aturan pembelajaran metode problem solving.Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam. Kelompok lain memberi tanggapan terhadap hasil diskusi yang sedang dibahas. terlebih dahulu guru menjelaskan metode pembelajaran yang akan diterapkan. Sebelum guru menyampaikan materi pembelajaran. Kemudian guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk mencari solusi dari permasalahan yang telah dipaparkan oleh guru.Siswa dengan bimbingan guru. Setiap kelompok yang sudah selesai lalu maju untuk mempresentasikan hasil diskusi. Persentasi hasil diskusi kelompok dilakukan oleh beberapa kelompok yang dirasa siap untuk mempresentasikan hasil diskusinya. kemudian menyampaikan tata cara siswa melakukan kegiatan dalam pembelajaran tersebut..

guru menyimpulkan hasil presentasi dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti tentang materi yang telah dipelajari.Selanjutnya pada kegiatan penutup. walau sudah ada peningkatan beberapa nomor item.. guru kemudian menutup pelajaran sambil memotivasi siswa untuk lebih giat dalam menyelesaikan tugasnya di pertemuan berikutnya. Beberapa siswa menanyakan halhal yang belum dimengerti. Dalam diskusi kelompok sudah nampak kerjasama yang baik. saling . Kemudian guru menutup pelajran dengan mengucap salam. sementara siswa yang lain sedang mengerjakan tugas. b) Observasi Selama kegiatan berlangsung diadakan observasi secara langsung terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran geografi. Pada pertemuan pertama ini jumlah siswa yang masuk sebanyak 27 (90%). Aktivitas siswa pada pertemuan kedua ini masih relatif rendah atau belum sesuai yang diharapkan. Setelah tanya jawab guru dengan siswa berakhir. Pertemuan kedua ini siswa mulai terlihat agak memperhatikan dalam mengikuti pelajaran. kemudian guru menjelaskan secara klasikal. Pada saat diskusi kelompok masih ada beberapa siswa yang ngobrol dengan temannya.

33 13. Selain itu guru memberi kesempatan bertanya kepada siswa mengenai permasalahan yang mereka hadapi selama diskusi berlangsung. menjawab pertanyaan guru sebesar 4 siswa (13. Hasil observasi pada pertemuan kedua ini dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3. Diskusi kelas Sumber: lampiran 13 hal 108. siklus I. Menanggapi respon siswa 3. Menjawab pertanyaan guru 4.67 100 Pada tabel di atas dapat ditunjukkan bahwa siswa yang mengajukan pertanyaan sebesar 6 siswa (20%). diskusi kelompok sebesar 26 siswa (86. Aktivitas siswa pada pertemuan 2.menghargai dan mendukung antara anggota kelompok.33%). Guru sudah terlihat dapat mengelola diskusi dengan baik. Guru sudah berusaha melaksanaan pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah ditetapkan. Pada pertemuan kedua ini guru belum melakukan apersepsi. Memperhatikan penjelasan guru 5.33 86. memperhatikan penjelasan guru sebesar 22 siswa (73.33 73.33%). menanggapi respon siswa lain sebesar 7 siswa (23.67%). Diskusi kelompok 6. Aspek yang diamati 1. f 6 7 4 22 26 30 f% 20 23. sehingga siswa menjadi . diskusi kelas sebesar 30 siswa (100%). Mengajukan pertanyaan 2.33%).

bersemangat dalam mengerjakan tugasnya walaupun masih ada siswa yang melamun pada saat diskusi kelompok berlangsung. Menjawab pertanyaan siswa √ 5. Membentuk kelompok √ 9. hal ini terbukti dengan sedikitnya peningkatan persentase aktivitas dalam pembelajaran dari pertemuan 1 ke pertemuan berikutnya. Tabel 4. Menentukan waktu lamanya √ diskusi 10. Pada pertemuan kedua ini guru sudah merangkum dan menyimpulkan hasil diskusi. Aktivitas guru pada pertemuan 2. siklus I Aspek yang diamati Ya Tidak 1. Menyimpulkan diskusi √ 8. Memunculkan masalah √ 7. guru. Penerapan pembelajaran metode problem solving pada siklus I ini belum dapat dilaksanakan secara optimal. dan nilai rata-rata antara siklus I dengan nilai rata-rata semester 2 kelas VII. Melakukan apersepsi √ 2. Memberi komentar siswa √ 6. Setelah memperoleh data-data hasil observasi pada pertemuan 1 dan 2. Bahkan pada aktivitas . Guru selalu menganjurkan agar siswa bekerjasama dalam mengerjakan soal. Menjelaskan materi √ 3. Mengarahkan √ 11. Mengajukan pertanyaan √ 4. selanjutnya akan dibandingkan aktivitas siswa. Memantau kerja siswa √ Sumber: lampiran 13 hal 108.

33 20 20 70 46. Memperhatikan penjelasan guru 5.67 100 Rata-rata (%) 16. Diskusi kelompok 6.67 71.33 %. Diskusi kelas Sumber: lampiran 12 dan 13 hal 106.33 % karena disebabkan oleh pertanyaan yang diajukan oleh guru terlalu sulit bagi siswa sehingga banyak dari mereka yang tidak bisa menjawab . Rata-rata aktivitas siswa pada siklus I Pertemuan Aspek yang diamati 1.33 73. Menanggapi respon siswa lain 3. Menjawab pertanyaan guru 4.67 66.67 16.33 % sedangkan pada pertemuan 2 sebesar 20 %. hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang disebabkan oleh guru memberi dorongan dan motivasi agar siswa berani mengajukan pertanyaan.67 63.33 2 (%) 20 23. Pada item menanggapi respon siswa lain menunjukkan adanya peningkatan yaitu pada pertemuan 1 sebesar 20 % sedangkan pada pertemuan 2 sebesar 23.67 Dari tabel di atas ditunjukkan bahwa jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan pada pertemuan 1 sebesar 13.67 21. Item menjawab pertanyaan guru mengalami penurunan yaitu pertemuan 1 sebesar 20 % sedangkan pada pertemuan 2 sebesar 13.67 81. Mengajukan pertanyaan 2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 5. Hal ini disebabkan oleh guru memberi dorongan dan motivasi agar siswa berani menanggapi respon siswa lain.33 86.menjawab pertanyaan guru mengalami penurunan persentase. 1 ( %) 13.33 13.

dari hasil tes tersebut akan dibandingkan dengan nilai semester 2 kelas VII yang lalu. Item diskusi kelompok mengalami peningkatan karena guru mampu memotivasi siswa agar saling bekerja sama dengan anggota kelompoknya yaitu pada pertemuan 1 sebesar 46. fx 32 84 66 15 197 . Tabel 6. Di bawah ini terdapat hasil tes siswa pada siklus I. Item diskusi kelas juga mengalami peningkatan yaitu pada pertemuan 1 sebesar 63.67 % sedangkan pada pertemuan 2 sebesar 86.67 5 3 10 Jumlah 30 100 Sumber: lampiran 10 hal 103.33 7 12 40 6 11 36. Skor tes kelas VIIIA pada siklus I Skor f % 8 4 13. Jumlah siswa yang memperhatikan penjelasan guru mengalami peningkatan walaupun sedikit yaitu pertemuan 1 sebesar 70 % sedangkan pada pertemuan 2 sebesar 73. Pada akhir pertemuan siklus I diadakan tes untuk mengetahui sejauh mana peranan metode problem solving terhadap hasil belajar siswa.33 % sedangkan pada pertemuan 2 sebesar 100 %.33 %.pertanyaan.67 %.

Nilai rata-rata geografi kelas VII semester 2 = 6.57 30 Dengan demikian nilai rata-rata skor tes kelasVIII A menurun jika dibandingkan dengan nilai rata-rata skor geografi kelas VII semester 2. Jumlah siswa yang memperoleh nilai 6 sebanyak 11 siswa (36. Dari perbandingan tersebut dapat diketahui bahwa terjadi penurunan nilai rata-rata dari 6. Pada tabel di atas dapat diketahui bahwa pada siklus I ini. Dari perolehan tes pada siklus I di atas. jumlah siswa yang memperoleh nilai 8 berjumlah 4 siswa (13. Kemudian perolehan nilai rata-rata siswa kelas VIIIA pada siklus I ini adalah 6.57. siswa yang memperoleh nilai 5 sebayak 3 siswa (10%).57.33%).93 Nilai rata-rata siklus I = 6.67%).93 menjadi 6.57 . siswa yang memperoleh nilai 7 berjumlah 12 siswa (40%).Nilai rata-rata pada siklus I adalah sebagai berikut M = M = ∑F N x 197 = 6. kemudian dibandingkan dengan nilai rata-rata semester 2 pada waktu kelas VII.

karena siswa belum terbiasa dengan metode ini.93 menjadi 6. Dilihat dari aktivitas siswa pada siklus I ini. Pada siklus I ini belum dilaksanakan secara optimal. Berdasarkan uraian di atas maka tujuan yang ingin dicapai dari pembelajaran pada siklus I belum tercapai dan dari kegiatan pembelajaran perlu dianjurkan pada siklus berikutnya. sehingga aktivitas yang diharapkan belum maksimal.Refleksi Pembelajaran pada siklus I ini dilakukan agar siswa dapat memahami materi Letak Astronomis dan Geografis Indonesia dengan penerapan metode problem solving. diskusi kelompok. ada beberapa dari aktivitas siswa sudah muncul.57 karena siswa belum terbiasa menggunakan metode problem solving yang masih baru dan asing bagi mereka. diantaranya aktivitas mengajukan pertanyaan. Sedangkan aktivitas guru dalam mengelola kelas agar siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran. dan diskusi kelas. dan mengajarkan siswa untuk saling bekerjasama dalam kelompok masih perlu diingatkan lagi. Aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran masih bingung dengan metode pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. Selain itu diperoleh nilai rata-rata turun dari 6. . membimbing diskusi kelompok.

Berdasarkan hasil dari siklus I ini maka selanjutnya pada siklus II rancangan pembelajaran harus dapat dilaksanakan dengan lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. .Materi: Jenis serta persebaran flora dan fauna di Indonesia berikut upaya pelestariannya.Hipotesis tindakan: • Upaya meningkatkan hasil belajar dengan materi jenis serta persebaran flora dan fauna di Indonesia berikut upaya pelestariannya.Standar Kompetensi: Memahami permasalahan sosial berkaitan dengan jumlah pertumbuhan jumlah penduduk. persebaran jenis tanah di Indonesia dan pemanfaatannya dapat ditempuh dengan penerapan metode .Kompetensi Dasar: Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk. . Siklus II 1) Pertemuan 3 a) Perencanaan tindakan . persebaran jenis tanah di Indonesia dan pemanfaatannya. b. .

problem solving yang kemudian diklarifikasi dengan metode tanya jawab.Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam.RPP: terdapat pada lampiran hal 92.Pada pertemuan kali ini materi yang akan dibahas mengenai persebaran flora fauna dan persebaran jenis tanah di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya siswa yang belum paham dengan teknik metode problem solving. Seperti pada pertemuan tata cara sebelumnya siswa guru masih kegiatan menyampaikan melakukan pembelajaran dalam metode problem solving. b) Pelaksanaan tindakan . • Peningkatan hasil belajar pada materi jenis serta persebaran flora dan fauna di Indonesia berikut upaya pelestariannya. persebaran jenis tanah di Indonesia dan pemanfaatannya dengan menerapkan metode problem solving dapat dibuktikan dengan membandingkan antara nilai rata-rata tes akhir siklus I dengan nilai rata-rata akhir siklus II. . sehingga diharapkan proses . melakukan presensi secara singkat dan menyampaikan kompetensi dasar yang akan dicapai. .

anggota kelompok memiliki kemampuan yang heterogen.Siswa membentuk kelompok dengan anggota yang sebagian besar sama dengan anggota kelompok pada pertemuan sebelumnya. Guru juga menyampaikan garis besar materi yang akan dipelajari. Setelah tanya jawab guru dengan siswa berakhir.Selanjutnya pada kegiatan penutup.pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. . guru tidak menyimpulkan hasil presentasi dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti tentang materi yang telah dipelajari. melaksanakan rencana belajar yang telah disepakati dengan memanfaatkan sumber belajar dan mengumpulkan informasi dan fakta yang relevan. kemudian guru menjelaskan secara klasikal. Beberapa siswa menanyakan halhal yang belum dimengerti.Siswa dengan bimbingan guru. Persentasi hasil diskusi kelompok dilakukan oleh beberapa kelompok yang dirasa siap untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Kelompok lain memberi tanggapan terhadap hasil diskusi yang sedang dibahas. . . guru kemudian menutup pelajaran sambil memotivasi siswa untuk lebih giat dalam menyelesaikan tugasnya di pertemuan berikutnya. .

33 16.67 86. Hasil observasi pada pertemuan ketiga ini dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 7. siklus II.c) Observasi Selama kegiatan berlangsung diadakan observasi secara langsung terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran geografi.67 53. Diskusi kelas Sumber: lampiran 14 hal 110. Menjawab pertanyaan guru 4.67%). siswa sudah berani menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru tanpa ditunjuk terlebih dahulu. siswa sudah berani mengemukakan pendapat sehingga aktivitas belajar mengajar berjalan dengan baik. Mengajukan pertanyaan 2. Aktivitas siswa pada pertemuan ketiga ini sudah ada sedikit kemajuan. suasana kelas menjadi lebih hidup. Siswa sudah agak aktif dalam mengikuti pembelajaran. Masalah yang dihadapi yaitu siswa ramai sendiri dan mengobrol dengan teman. f 4 5 16 26 26 26 f% 13. menjawab pertanyaan . menanggapi respon siswa lain sebesar 5 siswa (16. Pada pertemuan pertama ini jumlah siswa yang masuk sebanyak 27 siswa (90%). Memperhatikan penjelasan guru 5.67 Pada tabel di atas dapat ditunjukkan bahwa siswa yang mengajukan pertanyaan sebesar 4 siswa (13. Aspek yang diamati 1. Aktivitas siswa pada pertemuan 3. Menanggapi respon siswa lain 3. Diskusi kelompok 6.33%).temannya pada saat diskusi berlangsung.33 86.67 86.

67%). Guru dalam pertemuan ketiga ini tidak menyimpulkan hasil diskusi dan memberi tugas karena waktu yang tidak mencukupi. Pada pertemuan ketiga ini guru sudah melakukan apersepsi. Guru sudah bisa memunculkan dan merumuskan masalah.33%). 6. 9. 5. memperhatikan penjelasan guru sebesar 26 siswa (86. Guru sudah berusaha melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah ditetapkan. Aspek yang diamati Ya Tidak Melakukan apersepsi √ Menjelaskan materi √ Mengajukan pertanyaan √ Menjawab pertanyaan siswa √ Memberi komentar siswa √ Memunculkan masalah √ Menyimpulkan diskusi √ Membentuk kelompok √ Menentukan waktu lamanya √ .67%). Pada akhir pertemuan ini guru hanya mengingatkan siswa agar mau belajar di rumah sehingga pada pertemuan berikutnya mereka dapat lebih aktif lagi dalam diskusi kelompok. Tabel 8. guru sudah bisa mengarahkan dan memantau kerja diskusi siswa. dengan berputar dari kelompok satu ke kelompok yang lainnya.67%). 8.guru sebesar 25 siswa (83. 4. diskusi kelompok sebesar 26 siswa (86. 7. siklus II 1. Aktivitas guru pada pertemuan 3. 2. diskusi kelas sebesar 26 siswa (86. 3.

Guru juga menyampaikan garis besar materi yang akan dipelajari. Mengarahkan 11. . melakukan presensi secara singkat dan menyampaikan kompetensi dasar yang akan dicapai.Siswa membentuk kelompok dengan anggota yang sebagian besar sama dengan anggota kelompok pada pertemuan sebelumnya. Seperti pada pertemuan tata cara sebelumnya siswa guru masih kegiatan menyampaikan melakukan pembelajaran dalam metode problem solving. sehingga diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. anggota kelompok memiliki kemampuan yang heterogen. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya siswa yang belum paham dengan teknik metode problem solving. . 2) Pertemuan 4 a) Pelaksanaan tindakan √ √ .diskusi 10.Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam. Pada pertemuan kali ini materi yang akan dibahas mengenai persebaran flora fauna dan persebaran jenis tanah di Indonesia. Memantau kerja siswa Sumber: lampiran 14 hal 110.

Pada pertemuan pertama ini jumlah siswa yang masuk sebanyak 30 siswa (100%). guru menyimpulkan hasil presentasi dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti tentang materi yang telah dipelajari. guru kemudian menutup pelajaran sambil memotivasi siswa untuk lebih giat dalam menyelesaikan tugasnya di pertemuan berikutnya. Persentasi hasil diskusi kelompok dilakukan oleh beberapa kelompok yang dirasa siap untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Kemudian guru menutup pelajran dengan mengucap salam. Kelompok lain memberi tanggapan terhadap hasil diskusi yang sedang dibahas. b) Observasi Selama kegiatan berlangsung diadakan observsi secara langsung terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran geografi.. kemudian guru menjelaskan secara klasikal.Selanjutnya pada kegiatan penutup. melaksanakan rencana belajar yang telah disepakati dengan memanfaatkan sumber belajar dan mengumpulkan informasi dan fakta yang relevan.Siswa dengan bimbingan guru. Aktivitas siswa pada pertemuan keempat ini siswa . Setelah tanya jawab guru dengan siswa berakhir. Beberapa siswa menanyakan hal-hal yang belum dimengerti. .

Siswa juga ada yang melamun/tidak konsentrasi.67 Pada tabel di atas dapat ditunjukkan bahwa siswa yang mengajukan pertanyaan sebesar 2 siswa (6.33 86.67%). menjawab pertanyaan guru sebesar 22 siswa (73. f 2 3 24 25 26 26 f% 6. . siswa sudah aktif dalam kerja kelompok dan siswa sudah bisa bekerjasama dengan temannya yang lain meskipun masih ada yang ramai dan mengobrol dengan temannya yang lain.67%).67 10 80 83. siklus II Aspek yang diamati 1. Menanggapi respon siswa lain 3. Hasil observasi pada pertemuan keempat ini dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 9. tujuannya untuk mengetahui bagaimana peranan metode problem solving dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam mempelajari geografi. Mengajukan pertanyaan 2. menanggapi respon siswa lain sebesar 3 siswa (10%). Pada pertemuan 4 ini diadakan tes.Aktivitas siswa pada pertemuan 4.33%).67 86. diskusi kelas sebesar 26 siswa (86.33%).sudah bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Diskusi kelas Sumber: lampiran 15 hal 112. diskusi kelompok sebesar 26 siswa (86. Memperhatikan penjelasan guru 5. Menjawab pertanyaan guru 4. Diskusi kelompok 6. memperhatikan penjelasan guru sebesar 25 siswa (83.67%).

67 3 1 3.34 Jumlah 30 100 Sumber: lampiran 10 hal 103.33 6 3 10 5 4 2 6.rata. yaitu sebagai berikut: M = ∑Fx N 227 = 7.33 8 7 23. kemudian dicari nilai rata. Pada pertemuan keempat ini guru sudah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah ditetapkan.Adapun nilai tes pada siklus II ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 10.33 7 7 23.57 30 M = Dengan demikian nilai rata-rata skor tes siklus II meningkat jika dibandingkan dengan nilai rata-rata skor tes pada siklus I. fx 30 63 56 49 18 8 3 227 Setelah diketahui nilai tes yang diperoleh oleh siswa pada siklus II ini. Selain . Skor tes kelas VIIIA pada siklus II Skor f % 10 3 10 9 7 23.

siklus II Aspek yang diamati Ya Tidak Melakukan apersepsi √ Menjelaskan materi √ Mengajukan pertanyaan √ Menjawab pertanyaan siswa √ Memberi komentar siswa √ Memunculkan masalah √ Menyimpulkan diskusi √ Membentuk kelompok √ Menentukan waktu lamanya √ diskusi 10. Mengarahkan √ 11. Pada akhir penjelasan guru sudah memberi kesimpulan atau hasil diskusi. Guru sudah bisa melakukan evaluasi dan kesimpulan dengan baik. dan nilai rata- . 8. Memantau kerja siswa √ Sumber: lampiran 15 hal 112. 2. Setelah menganalisa data pada silkus II ini. guru berkeliling dari satu kelompok ke kelompok yang lainnya tujuannya untuk mengontrol dan mengarahkan siswa bila ada yang bertanya tentang materi yang belum dimengerti. 3. 1. 7. evaluasinya yaitu memberikan soal/pertanyaan lemparan kepada siswa dan yang bisa menjawab mendapat nilai plus.Aktivitas guru pada pertemuan 4. 9. 4. guru. langkah selanjutnya adalah mengamati perbandingan aktivitas siswa. 6. Guru terlihat sudah dapat mengelola diskusi dengan baik.itu guru memberi kesempatan bertanya kepada siswa mengenai permasalahan yang mereka hadapi selama diskusi berlangsung. 5. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel aktivitas guru: Tabel 11.

67% sedangkan pertemuan 4 sebesar 10%. Hal itu disebabkan karena siswa masih enggan dan malu mengajukan pertanyaan.67 85 86. Hal ini disebabkan karena siswa masih saja belum berani dan belum tahu bagaimana menanggapi respon temannya. yaitu pada pertemuan 3 sebesar 13.67 Pada siklus kedua ini terdapat penurunan dari hampir semua item.33 86.rata antara siklus I dengan siklus II. Rata-rata aktivitas siswa pada siklus II Pertemuan Aspek yang diamati 1. Menanggapi respon siswa lain 3.67 86.67 4 (%) 6. Diskusi kelas Sumber: lampiran 14 dan 15 hal 112.67 86.33% sedangkan pada pertemuan 4 sebesar 80% karena guru sudah bisa melakukan evaluasi yaitu dengan memberikan nilai plus bagi siswa .67 86. Dan di bawah ini terdapat tabel perbandingan rata-rata aktivitas siswa pada siklus II: Tabel 12.67 86.67 53. Pada item menanggapi siswa lain mengalami penurunan. Dari tabel diatas ditunjukkan bahwa jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan pada pertemuan 3 dan 4 relatif sedikit.34 66.67 Rata-rata (%) 10 13. 3 (%) 13. Item menjawab pertanyaan guru mengalami peningkatan yaitu pada pertemuan 3 sebesar 53. Mengajukan pertanyaan 2. Menjawab pertanyaan guru 4.67 10 80 83.33 86.33% dan pertemuan 4 sebesar 6. yaitu sebesar 16. Memperhatikan penjelasan guru 5.33 16.67%. yaitu pada pertemuan 3. Diskusi kelompok 6.

Jumlah siswa yang mengikuti diskusi kelompok pada pertemuan 3 dan 4 tetap yaitu sebesar 86. . yaitu pada pertemuan 3 dan 4 yaitu sebesar 86.57. Jumlah siswa yang memperhatikan penjelasan guru mengalami penurunan yaitu pertemuan 3 sebesar 86.67%.57 Nilai rata-rata siklus II : 7. Nilai rata-rata siklus I : 6.33% karena sebagian siswa masih ada yang ramai terutama mereka yang duduk paling belakang. walaupun ada beberapa item yang mengalami peningkatan. Item diskusi kelas juga tetap. Itu artinya nilai rata-rata siklus II mengalami peningkatan dibandingkan pada siklus I yang nilai rata-ratanya 6. Selain itu dapat dilihat perbandingan nilai rata-rata siklus I dan siklus II.57. Dan pertemuan 4 sebesar 83. yang hasilnya adalah terjadi peningkatan antara nilai ratarata antara siklus I dan siklus II.67%. Perolehan nilai rata-rata pada siklus II ini yaitu 7.67%. siswa sudah lebih aktif dibanding pada siklus I. Pada pertemuan siklus II ini ada beberapa aktivitas siswa yang mengalami penurunan.yang dapat menjawab pertanyaan yang diajukan guru.57 Refleksi Penerapan pembelajaran dengan metode problem solving pada siklus II ini telah mengalami kemajuan.

.Hipotesis tindakan: • Upaya meningkatkan hasil belajar dengan materi kuantitas dan kualitas penduduk Indonesia. langkah selanjutnya pada siklus III adalah lebih mengaktifkan lagi siswa agar menjadi lebih aktif lagi dalam kegiatan pembelajaran dengan menciptakan suasana kelas yang kondusif.Guru berusaha menarik minat siswa untuk lebih aktif lagi dalam kelompok dengan memberi penjelasan bahwa semua yang aktif akan diberi nilai plus. Berdasarkan hasil refleksi pada siklus II. tingkat kepadatan penduduk Indonesia. tingkat kepadatan penduduk . . Siklus III 1) Pertemuan 5 a) Perencanaan tindakan . c.Standar Kompetensi: Memahami permasalahan sosial berkaitan dengan jumlah pertumbuhan jumlah penduduk. .Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi permasalahan kependudukan dan upaya penanggulangannya.Materi: Kuantitas dan kualitas penduduk Indonesia. dan pada akhir pelajaran hendaknya guru memberikan kesimpulan atas pelajaran yang sudah diberikan.

. .Seperti pada pertemuan sebelumnya guru masih menyampaikan tata cara siswa melakukan kegiatan pembelajaran dalam metode problem solving. b) Pelaksanaan tindakan . sehingga diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya siswa yang belum paham dengan teknik metode problem solving. melakukan presensi secara singkat dan menyampaikan kompetensi dasar yang akan dicapai.Indonesia dapat ditempuh dengan penerapan metode problem solving yang didahului metode ceramah dan diklasifikasi dengan metode tanya jawab.Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam. . Guru juga menyampaikan garis besar materi yang akan dipelajari.RPP: terdapat pada lampiran hal 96. • Peningkatan hasil belajar pada meteri kuantitas dan kualitas penduduk Indonesia. tingkat kepadatan penduduk Indonesia dengan menerapkan metode problem solving dapat dibuktikan dengan membandingkan antara nilai rata-rata tes akhir siklus II dengan nilai rata-rata tes akhir siklus III.

. guru kemudian menutup pelajaran sambil memotivasi siswa untuk lebih giat dalam menyelesaikan tugasnya di pertemuan berikutnya.- Guru membentuk kelompok dengan anggota yang sebagian besar sama dengan anggota kelompok pada pertemuan sebelumnya.Selanjutnya pada kegiatan penutup. guru menyimpulkan hasil presentasi dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti tentang materi yang telah dipelajari. Kelompok lain memberi tanggapan terhadap hasil diskusi yang sedang dibahas. kemudian guru menjelaskan secara klasikal. Persentasi hasil diskusi kelompok dilakukan oleh beberapa kelompok yang dirasa siap untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Kemudian guru menutup pelajaran dengan mengucap salam. Beberapa siswa menanyakan hal-hal yang belum dimengerti. anggota kelompok memiliki kemampuan yang heterogen. Setelah tanya jawab guru dengan siswa berakhir. . melaksanakan rencana belajar yang telah disepakati dengan memanfaatkan sumber belajar dan mengumpulkan informasi dan fakta yang relevan. c) Observasi .Siswa dengan bimbingan guru.

f 6 3 25 26 28 30 f% 20 10 83. siklus III. dengan jumlah 30 siswa Aspek yang diamati 1. Menjawab pertanyaan guru 4. Pada pertemuan ini sudah jarang terlihat ada anak yang duduk santai dalam kelompoknya.Selama kegiatan berlangsung diadakan observasi secara langsung terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran geografi. Diskusi kelompok 6. Menanggapi respon siswa 3. Siswa mempunyai minat dan perhatian dalam menyelesaikan setiap tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Kerjasama siswa nampak jelas pada pertemuan ini. memperhatikan penjelasan guru sebesar 26 siswa . Hasil observasi pada pertemuan kelima ini dapat dilihat pada table berikut ini: Tabel 13.33%). Mengajukan pertanyaan 2. Pada pertemuan pertama ini jumlah siswa yang masuk sebanyak 30 siswa (100%). Diskkusi kelas Sumber: lampiran 16 hal 114. menanggapi respon siswa lain sebesar 3 siswa (10%). Aktivitas siswa pada pertemuan kelima ini sudah banyak mengalami peningkatan. menjawab pertanyaan guru sebesar 25 siswa (83. Memperhatikan penjelasan guru 5.33 100 Pada tabel di atas dapat ditunjukkan bahwa siswa yang mengajukan pertanyaan sebesar 6 siswa (20%).67 93. Aktivitas siswa dalam pertemuan 5.33 86.

Tabel 14. diskusi kelompok sebesar 28 siswa (93. 2. Pada akhir pembelajran guru mengevaluasi dan menyimpulkan hasil diskusi. diskusi kelas sebesar 30 siswa (100%). 9. Aktivitas guru pada pertemuan 5. Memantau kerja siswa Sumber: lampiran 16 hal 114. 6. Guru selalu memberikan dorongan/ motivasi kepada siswa untuk lebih giat bekerja dalam memberikan sumbangsih pemikiran kepada kelompoknya.67%). 3. Aspek yang diamati Melakukan apersepsi Menjelaskan materi Mengajukan pertanyaan Menjawab pertanyaan siswa Memberi komentar siswa Memunculkan masalah Menyimpulkan diskusi Membentuk kelompok Menentukan waktu lamanya Ya √ √ √ √ √ √ √ √ Tidak diskusi 10. Selain itu guru memberi kesempatan bertanya kepada siswa mengenai permasalahan yang mereka hadapi selama diskusi berlangsung. 7. Mengarahkan 11.33%). √ √ √ . siklus III 1.(86. Pada pertemuan pertama ini guru sudah berusaha melakukan apersepsi. Guru telah mengelola kelas dengan baik sehingga suasana diskusi kelompok lebih kondusif. 4. Guru terlihat lebih aktif mengawasi setiap kelompok siswa dalam belajar. 8. 5.

Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya siswa yang belum paham dengan teknik metode problem solving.2) Pertemuan 6 a) Pelaksanaan tindakan . anggota kelompok memiliki kemampuan yang heterogen. Guru juga menyampaikan garis besar materi yang akan dipelajari. tingkat kepadatan penduduk Indonesia.Pada pertemuan kali ini materi yang akan dibahas mengenai kuantitas dan kualitas penduduk Indonesia.Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam. melakukan presensi secara singkat dan menyampaikan kompetensi dasar yang akan dicapai. Seperti pada pertemuan sebelumnya guru masih menyampaikan tata cara siswa melakukan kegiatan pembelajaran dalam metode problem solving. sehingga diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. . Siswa membentuk kelompok dengan anggota yang sebagian besar sama dengan anggota kelompok pada pertemuan sebelumnya. .

.Selanjutnya pada kegiatan penutup. Pada pertemuan pertama ini jumlah siswa yang masuk sebanyak 30 siswa (100%). b) Observasi Selama kegiatan berlangsung diadakan observasi secara langsung terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran geografi. Kemudian guru menutup pelajran dengan mengucap salam. Persentasi hasil diskusi kelompok dilakukan oleh beberapa kelompok yang dirasa siap untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Kelompok lain memberi tanggapan terhadap hasil diskusi yang sedang dibahas. guru kemudian menutup pelajaran sambil memotivasi siswa untuk lebih giat dalam menyelesaikan tugasnya di pertemuan berikutnya. Setelah tanya jawab guru dengan siswa berakhir. guru menyimpulkan hasil presentasi dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti tentang materi yang telah dipelajari.. Aktivitas siswa pada pertemuan keenam ini sudah .Siswa dengan bimbingan guru. melaksanakan rencana belajar yang telah disepakati dengan memanfaatkan sumber belajar dan mengumpulkan informasi dan fakta yang relevan. Beberapa siswa menanyakan hal-hal yang belum dimengerti. kemudian guru menjelaskan secara klasikal.

Memperhatikan penjelasan guru 5. menanggapi respon siswa lain sebesar 8 siswa (26. tujuannya untuk mengetahui bagaimana peranana metode problem solving dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam mempelajari geografi. Siswa lebih serius dalam mengikuti pembelajaran dibanding pada pertemuan pada siklus I dan II. menjawab pertanyaan guru sebesar 22 siswa (73. Menjawab pertanyaan guru 4. Diskusi kelas Sumber: lampiran 17 hal 116. Adapun nilai tes pada siklus III ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini: .33 93.banyak mengalami peningkatan. Aktivitas siswa pada pertemuan 6. Hanya ada beberapa siswa saja yang masih pasif.33%).67 73. Hasil observasi pada pertemuan keenam ini dapat dililhat pada tabel berikut ini: Tabel 15.67%). Mengajukan pertanyaan 2. Siswa sudah dapat bekerjasama dengan baik. f 9 8 22 28 30 30 f% 30 26. Diskusi kelompok 6. diskusi kelompok sebesar 30 siswa (100%). siklus III Aspek yang diamati 1. memperhatikan penjelasan guru sebesar 28 siswa (93.33 100 100 Pada tabel di atas dapat ditunjukkan bahwa siswa yang mengajukan pertanyaan sebesar 9 siswa (30%). Pada pertemuan 6 ini diadakan tes. diskusi kelas sebesar 30 siswa (100%).33%). Menanggapi respon siswa 3. Dalam bertanya dan menjawab sudah ada keterkaitannya.

Skor tes kelas VIIIA pada siklus III.Tabel 16.34 100 fx 50 90 56 49 5 250 Nilai rata-rata pada siklus I adalah sebagai berikut M = ∑F N x M = 8. Hal ini terlihat dari aktivitas siswa yang semakin lebih baik dari setiap pertemuan.67 33. % 16.33 23. Guru lebih aktif dalam memantau setiap kelompok . Guru sudah mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Pada pertemuan 6 ini guru sudah berusaha melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah ditetapkan. Disamping itu pada siklus III ini guru terlibat menarik siswa untuk mengikuti pelajaran dibanding dengan siklus sebelumnya. Skor f 10 5 9 10 8 7 7 7 6 5 1 Jumlah 30 Sumber: lampiran 10 hal 103.33 23.33 Dengan demikian nilai rata-rata skor tes siklus III meningkat jika dibandingkan dengan nilai rata-rata skor tes siklus II.33 3.

siklus III. Memantau kerja siswa √ Sumber: lampiran 17 hal 116. Mengajukan pertanyaan √ 4. Melakukan apersepsi √ 2. Mengarahkan √ 11. Memberi komentar siswa √ 6. Menentukan waktu lamanya √ diskusi 10. hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 18. Aktivitas guru pada pertemuan 6. Dan guru terlihat telah dapat memahami dan menguasai penerapan metode problem solving dengan baik. Memunculkan masalah √ 7. Aspek yang diamati Ya Tidak 1. Menjelaskan materi √ 3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 17. Aktivitas siswa pada siklus III ini sudah mengalami peningkatan yang signifikan. Rata-rata aktivitas siswa pada siklus III. Menjawab pertanyaan siswa √ 5. Pada kegiatan penutup guru terlihat bersemangat dalam mengevaluasi dan menyimpulkan hasil diskusi. Menyimpulkan diskusi √ 8.dalam kegiatan pembelajaran. Guru selalu mendorong siswa untuk meningkatkan kerjasama antar siswa. Membentuk kelompok √ 9. .

Diskusi kelas Sumber: lampiran 16 dan 17 hal 114. Mengajukan pertanyaan 2. Pertemuan 5 6 (%) (%) 20 30 26. Menanggapi respon siswa lain 3. Dari tabel di atas ditunjukkan bahwa jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan naik yaitu pada pertemuan 5 sebesar 20% dan pertemuan 6 sebesar 30%.33% karena disebabkan oleh pertanyaan yang diajukan terlalu sulit.6 10 7 83. Item menjawab pertanyaan guru mengalami penurunan yaitu pada pertemuan 5 sebesar 83.67%. Hal ini disebabkan karena siswa sudah berani menanggapi respon temannya dengan dorongan dari guru. Hal ini disebabkan karena guru telah berhasil mendorong dan memotivasi siswa agar mau mengajukan pertanyaan.Aspek yang diamati 1.3 3 86. Memperhatikan penjelasan guru 5. Menjawab pertanyaan guru 4.3 3 100 3 93. Pada item menanggapi respon siswa lain mengalami peningkatan yaitu pada pertemuan 5 sebesar 10% sedangkan pada pertemuan 6 sebesar 26.67 100 Pada siklus ketiga ini terdapat perubahan dari hampir semua item. sehingga banyak dari mereka tidak bisa menjawab.6 7 93.34 78.3 3 100 100 Rata-rata (%) 25 18. Diskusi kelompok 6.3 73.33 90 96.33% sedangkan pada pertemuan 6 sebesar 73. Jumlah .

Item diskusi kelas tetap yaitu pada pertemuan 5 dan 6 sebesar 100%. Pada siklus III ini guru telah mampu mengelola kelas . Pada setiap akhir siklus diadakan tes untuk mengetahui sejauh mana peranan metode problem solving terhadap hasil belajar siswa. berusaha untuk meneliti dan menganalisa data. Nilai rata-rata siklus II = 7. Jumlah siswa yang mengikuti diskusi kelompok meningkat yaitu pada pertemuan 5 sebesar 93. Di bawah ini terdapat hasil tes siswa pada siklus III yang dibandingkan hasil tes siswa pada siklus II. Dan pertemuan 6 yaitu sebesar 93. serta memecahkan masalah.33% karena guru sudah bisa menegur siswa yang tidak memperhatikan sehingga siswa tidak ramai lagi. Pada siklus III ini siswa menjadi lebih aktif dalam kelompok.33% dan pertemuan 6 yaitu sebesar 100%.33 Refleksi Pembelajaran pada siklus III ini difokuskan agar siswa dapat memahami materi Permasalahan Kependudukan di Indinesia.siswa yang memperhatikan penjelasan guru mengalami peningkatan yaitu pertemuan 5 sebesar 86. Aktivitas siswa dan guru pada siklus III ini telah menunjukkan kemajuan.67%.57 Nilai rata-rata siklus III = 8. Kerjasama siswa juga mengalami banyak peningkatan.

67 21.67 85 86. Aspek yang diamati 1. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus Tahun Ajaran 2009/2010. dan setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Pembahasan Penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS telah dilaksanakan adalah 3 siklus dalam 6 kali pertemuan. Dan pada siklus III ini tidak terdapat hambatan yang berarti.33. Mengajukan pertanyaan 2.67 Siklus III (%) 25 18. Berdasarkan tindakan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa dengan metode problem solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran. Memperhatikan penjelasan guru 5. Adapun hasil penelitian secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 19.67 71. Rata-rata aktivitas siswa pada siklus I. Diskusi kelompok 6.67 Siklus II (%) 10 13.67 16.67 81. Menjawab pertanyaan guru 4.67 100 . II. Diskusi kelas Siklus I (%) 16.34 78. Pada siklus III nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus sebelumnya yaitu sebesar 8. tetapi hendaknya perlu ditingkatkan lagi pengajaran dengan menggunakan metode problem solving untuk ikut berpartipasi dalam KBM. C.67 66.33 90 96.67 86. III.34 66.dengan baik sehingga dapat tercipta suasana kelas yang kondusif. Menanggapi respon siswa lain 3.

Hal ini disebabkan oleh siswa yang masih tidak berani bertanya karena takut dikomentari yang jelek oleh siswa lain sehingga siswa lebih baik diam daripada membuat siswa lain mengejeknya.67% dan 10%. dan persentase ini mengalami penurunan sampai pertemuan 3. dan 10%. Untuk itu pada siklus III pertemuan 6 guru berusaha untuk mendorong siswa agar bisa dan mau menanggapi respon siswa lain dengan cara memberikan nilai plus bagi siapa saja yang berani berbicara menanggapi respon siswa lainnya dan cara ini membuahkan hasil yaitu persentase siswa pada siklus III pertemuan 6 sebesar 26. disamping itu guru kurang mendorong dan memberi motivasi siswa agar mau bertanya. yaitu sebesar 16. Pada tabel di atas dapat dijelaskan bahwa hampir semua nomor item telah mengalami peningkatan.Sumber: lampiran 12-17 hal 106. Item menanggapi respon siswa lain pada siklus I pertemuan 1 sebesar 20% dan pertemuan 2 sebesar 23. Aktivitas siswa mengajukan pertanyaan pada siklus II mengalami penurunan dari 13. Hal ini disebabkan selain karena siswa yang masih takut dan tidak berani berbicara di depan umum juga disebabkan guru kurang bisa memotivasi siswa untuk berbicara di depan umum. . 10%.67%.33% turun menjadi 6.33% menunjukkan terjadinya peningkatan walaupun tidak terlalu besar. Oleh karena itu pada siklus III pertemuan 2 guru meningkatkan motivasi pada siswa agar lebih berani mengajukan pertanyaan dan itu membuahkan hasil dengan meningkatnya aktivitas siswa sebesar 30%. 4 dan 5 pada siklus II dan III pertemuan 1.67%.

Pada pertemuan 3. kemudian pada siklus II mengalami peningkatan yaitu pada pertemuan 3 dan 4 sebesar 86.67%. 5.33%.33% dan pertemuan 2 sebesar 100%. dan 6 sudah mengalami peningkatan disbanding pertemuan 1 dan 2.67% dan siklus III pertemuan 5 dan 6 sebesar 93. Item diskusi kelompok juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I pertemuan 1 sebesar 46. Siklus II pertemuan 3 dan 4 dengan persentase sama sebesar 86.67% dan akhirnya pada siklus III pertemuan 5 dan 6 mengalami peningkatan sebesar 100%.67% dan 93. 4. Item memperhatikan penjelasan guru pada siklus I pertemuan 1 sebesar 70% dan pertemuan 2 sebesar 73.Item menjawab pertanyaan guru pada setiap siklus umumnya meningkat tetapi pada pertemuan 1 dan 2 sebesar 20% dan 13.33%. Untuk memperjelas dan membuktikan hal itu dapat dilihat pada diagram berikut: .33%. Pada siklus III pertemuan 5 dan 6 sebesar 86. Siklus I pertemuan 1 sebesar 63.33% dan 100%. Siklus II pertemuan 3 dan 4 dengan persentase sama sebesar 86.67% dan pertemuan 2 sebesar 86.67% dan 83.33% mengalami penurunan yang disebabkan oleh siswa yang masih kurang berani dan takut jika jawaban mereka salah dan ditertawakan oleh siswa lain. Dari hasil persentase aktivitas siswa di atas diketahui semua item pada siklus III mengalami peningkatan. Item diskusi kelas juga mengalami peningkatan. Siswa tidak lagi bekerja sendiri-sendiri dan sudah bisa saling bekerja sama dengan menjalankan tanggung jawabnya masing-masing.

70 P e r s e n t a s e 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 4 Pertemuan 5 6 Gambar 3. . P e r s e n t a s e 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 4 5 6 Pertemuan Gambar 4. Persentase Aktivitas Siswa Dalam Mengajukan Pertanyaan. Persentase Aktivitas Siswa Dalam Menanggapi Respon Siswa Lain.

. P e r s e n t a s e 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 4 5 6 Pertemuan Gambar 6.90 P e r s e n t a s e 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 4 Pertemuan 5 6 Gambar 5. Persentase Aktivitas Siswa Dalam Memperhatikan Penjelasan Guru. Persentase Aktivitas Siswa Dalam Menjawab Pertanyaan Guru.

Persentase Aktivitas Siswa Dalam Diskusi Kelompok.P e r s e n t a s e 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 4 Pertemuan 5 6 Gambar 7. P e r s e n t a s e 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 4 Pertemuan 5 6 .

peneliti juga melakukan pengamatan terhadap aktivitas guru di kelas. Hanya saja pada pertemuan 1 sampai 3 ada aktivitas guru yang belum muncul (belum dilakukan) yaitu mengajukan pertanyaan siswa. Hal ini terjadi karena guru baru . Pada akhir pertemuan setiap siklus dilakukan tes untuk mengetahui sejauh mana metode problem solving dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Yang kemudian dicari nilai rata-rata tes per siklus.57 8.57. Persentase Aktivitas Siswa Dalam Diskusi Kelas.57 7. II. dan III Siklus I Siklus II Siklus III 6. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa skor nilai rata-rata nilai IPS Geografi mengalami peningkatan yaitu pada siklus I sebesar 6. siklus II sebesar 7.57. Hal ini terlihat adanya peningkatan peran guru pada setiap pertemuan.Gambar 8. dan III adalah sebagai berikut: Tabel 20.33 Sumber: hasil observasi. bahkan pada pertemuan 5 dan 6 peran guru dalam kelas dapat dikatakan sempurna. Guru telah berusaha menciptakan suasana pelajaran yang kondusif. Sehingga selain melakukan pengamatan terhadap siswa. II. dan siklus III sebesar 8.33. Aktivitas siswa dalam pembelajaran juga dipengaruhi oleh aktivitas guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Adapun nilai rata-rata tes siklus I. Perbandingan nilai rata-rata tes siklus I.

.57. Dapat diketahui bahwa setiap aktivitas guru pada siklus akhir mengalami peningkatan.33. Sedangkan pada siklus III metode yang digunakan adalah problem solving dan dipadukan dengan ceramah dan tanya jawab. Selain itu aktivitas guru memberi kesimpulan tidak mencukupi. dan siklus III sebesar 8. Siswa mempelajari sendiri materi pelajaran dengan metode pemecahan masalah dalam kelompok masing-masing. Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan nilai rata-rata pada setiap siklus. Hasil penelitian dan pembahasan di atas dapt disimpulkan bahwa penerapan metode problem solving untuk meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas VIIIA telah berhasil.pertama kali sehingga masih ada yang lupa. walaupun ada yang pada siklus I dan siklus II pertemuan 1 guru tidak melakukannya yaitu mengajukan pertanyaan siswa. siklus II sebesar 7. disini guru hanya mengarahkan dan membimbing saja. sehingga hasilnya mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklussiklus sebelumnya.57. Selain itu pada pertemuan 3 siklus II guru tidak melakukan kesimpulan karena waktu habis oleh evaluasi kerja kelompok dengan tanya jawab. Tujuannya agar siswa lebih aktif dan kreatif dalam belajar sendiri tanpa diberikan terlebih dahulu oleh guru. yaitu siklus I sebesar 6.

dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Siklus I pada awal pelajaran didahului dengan menggunakan metode ceramah. Upaya untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa MTs N Bantul Kota dapat ditempuh menggunakan metode problem solving dengan memadukan metode ceramah dan tanya jawab. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. . kemudian dilanjutkan dengan metode problem solving.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. menguji kebenaran jawaban sementara tersebut. menarik kesimpulan. mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Pada siklus II menggunakan metode problem solving yang kemudian diklarifikasi dengan metode tanya jawab. menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut. Dan pada siklus III memadukan keduanya yaitu didahului metode ceramah dan kemudian diklarifikasi dengan metode tanya jawab. Metode problem solving dapat dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan.

2. siklus II sebesar 10%.33%. siklus II sebesar 85%. siklus II sebesar 66. Bagi Guru . Aspek diskusi kelompok pada siklus I 66. Aspek diskusi kelas pada siklus I sebesar 81. Aspek menjawab pertanyaan pada siklus I sebesar 16.57. Bukti-bukti yang menunjukkan peningkatan hasil belajar IPS dengan menggunakan metode problem solving yaitu perolehan nilai rata-rata yang setiap siklusnya mengalami peningkatan. siklus II sebesar 86. dan pada siklus III sebesar 78. pada siklus II mengalami peningkatan yaitu 7.67%.67%. siklus II sebesar 13.67%.34%. 67%.67%. dan pada siklus III sebesar 100%.34%. dan silus III sebesar 90%.67%.33. Aspek memperhatikan penjelasan guru pada siklus I sebesar 71. Selain nilai rata-rata. dan silklus III sebesar 18. Siklus I nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 6. dan mengalami peningkatan lagi pada siklus III yaitu memperoleh nilai rata-rata 8.67%.67%. B. siklus II sebesar 86.67%.67%.57. aktivitas siswa juga mengalami peningkatan diantaranya aspek mengajukan pertanyaan pada siklus I sebesar 16. dan siklus III 96. Aspek menanggapi respon siswa lain pada siklus I sebesar 21. dan siklus III sebesar 25%. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas maka dapat diajukan saran sebagai berikut: 1.

menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut. Karena penelitian ini membuktikan bahwa penerapan metode problem solving pada mata pelajaran geografi lebih efektif. menarik kesimpulan.Dalam menggunakan problem solving untuk meningkatkan hasil belajar siswa hendaknya guru melakukan langkah-langkah: adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan. mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Sebaiknya metode problem solving dapat diterapkan oleh guru geografi dan guru bidang studi lain sebagai alternatif peningkatan keaktifan dan prestasi belajar di kelas. 2. menguji kebenaran jawaban sementara tersebut. Bagi Peneliti Perlu penelitian lebih lanjut mengenai penerapan metode pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran maupun materi pelajaran dimana metode tersebut bisa menghasilkan prestasi akademik yang maksimal. .

LAMPIRAN .

1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk.menunjukkan letak geografis. Memahami permasalahan sosial berkaitan dengan jumlah pertumbuhan jumlah penduduk. astronomis dan geologis Indonesia A. : 1. : 2 jam pelajaran ( 1x pertemuan) : . Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Kerja Mata Pelajaran Kelas/semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Alokasi Waktu Indikator : MTs N BANTUL KOTA : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL : VIII/1 : 1. siswa dapat: .

astronomis dan geologis C. Pendahuluan Apersepsi Motivasi : siswa disuruh menyebutkan posisi duduk terhadap teman di sekitarnya. Ceramah bervariasi 2. Siswa mengamati dan menunjukkan letak astronomis Indonesia pada peta c.Indonesia memliki iklim laut . Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Materi Pelajaran . 3.Indonesia mengalami iklim muson.Letak geografis. . . Siswa mengamati dan menunjukkan letak geografis pada peta b.Indonesia berada pada posisi silang lalu lintas perdagangan dan pelayaran dunia. Penutup Penilaian Teknis : unjuk kerja . : guru mengajak siswa mengamati peta Indonesia 2. Kegiatan Inti a.Indonesia mendapat pengaruh berbagai kebudayaan dan peradapan dari negara luar. Diskusi D. Problem solving 3.menunjukkan letak geografis dan astronomis Indonesia B. Tanya jawab 4.. Guru memberikan informasi tentang letak geologis Indonesia d. Membentuk kelompok untuk mendiskusikan masalah “Akibat dari letak geografis Indonesia” Hasil diskusi: . Metode Pembelajaran 1.

: 1.mengidentifikasi pengaruh letak astronomis terhadap iklim dan pembagian waktu A. Guru Geografi Peneliti Wuryantini.Pd NIP. Buku IPS kelas VIII : uraia : siswa dapat mengungkapkan letak Indonesia.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk. 21 Juli 2009 Mengetahui. 120300332 Nurina Anggraeni NIM. Memahami permasalahan sosial berkaitan dengan jumlah pertumbuhan jumlah penduduk. S. siswa dapat: . 05405244024 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Kerja Mata Pelajaran Kelas/semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Alokasi Waktu Indikator : MTs N BANTUL KOTA : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL : VIII/1 : 1. Peta 2. E. Sumber dan Media Pembelajaran Bantul. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran. : 2 jam pelajaran ( 1x pertemuan) : .Bentuk Instrumen Refleksi 1.

Materi Pelajaran . di Indonesia berlangsung musim kering atau kemarau. Metode Pembelajaran 1. Akibatnya.menjelaskan pengaruh letak astronomis terhadap iklim dan pembagian waktu B. Angin tersebut hanya melalui lautan yang sempit.Hubungan letak geografis dengan perubahan musim di Indonesia C. Sumber dan Media Pembelajaran : siswa disuruh menyebutkan musim yang diketahui : guru mengajak siswa mengamati peta Indonesia . di Indonesia bertiup angina musim tenggara yang berasal dari Benua Australia. Membentuk kelompok untuk mendiskusikan masalah “Terjadinya Musim Kemarau di Indonesia” Hasil diskusi: Pada waktu benua Australia mengalami musim dingin sekitar bulan April – September. Penutup Penilaian Teknis Bentuk Instrumen Refleksi : unjuk kerja : uraian : siswa dapat mengungkapkan musim yang ada di Indonesia E. Pendahuluan Apersepsi Motivasi 2. sehingga tidak banyak membawa uap air. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Ceramah bervariasi 2. Guru memberikan informasi tentang angina musim di Indonesia b. Tanya jawab 4.. Diskusi D. Problem solving 3. 3. Kegiatan Inti a.

120300332 Peneliti Nurina Anggraeni NIM. siswa dapat: . Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran. Buku IPS kelas VIII Bantul. Guru Geografi Wuryantini. peralihan dan Australia serta kaitannya dengan pembagian wilayah wallacea dan weber A. S. 28 Juli 2009 Mengetahui. : 2 jam pelajaran ( 1x pertemuan) : menyajikan informasi persebaran flora dan fauna tipe asia.Pd NIP. 05405244024 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Kerja Mata Pelajaran Kelas/semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Alokasi Waktu Indikator : MTs N BANTUL KOTA : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL : VIII/1 : 1. Peta 2.1. : 1.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk. Memahami permasalahan sosial berkaitan dengan jumlah pertumbuhan jumlah penduduk.

Penutup Penilaian . Pendahuluan Apersepsi Motivasi : siswa diminta keluar ruangan untuk mengamati dan mencatat objek yang dilihatnya. peralihan dan Australia C. Tanya jawab 4.mengidentifikasi flora dan fauna tipe asia. Metode Pembelajaran 1. 3. Diskusi D. Ceramah bervariasi 2. Kegiatan Inti a. Hutan ini sering disebut hutan homogen dengan ciri gugurnya daun-daun pada musim kemarau. menunjukkan pada peta garis wallacea dan weber d. Problem solving 3. Hutan bakau. Hutan ini merupakan hutan rimba yang memiliki hutan hujan dan jenis tumbuhan heterogen. membentuk kelompok untuk mendiskusikan masalah “Jenis-jenis flora di Indonesia” Hasil diskusi: Hutan hujan tropis. mengklasifikasikan fauna ke dalam tipe Asia. : mengelompokkan kedalam 2 kelompok mana yang hewan mana yang tumbuh-tumbuhan 2. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. peralihan dan Australia B. Hutan musim. Materi Pelajaran Flora dan fauna tipe asia. Australia dan peralihan berdasarkan ciri-cirinya c. mengamati peta persebaran flora dan fauna b.

05405244024 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Kerja Mata Pelajaran Kelas/semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Alokasi Waktu Indikator : MTsN BANTUL KOTA : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL : VIII/1 : 1. 4 Agustus 2009 Mengetahui.Teknis Bentuk Instrumen Refleksi : unjuk kerja : uraian : siswa disuruh menentukan garis wallacea dan garis weber pada peta E. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Peta 2. kematian.2 Mengidentifikasi permasalahan kependudukan dan upaya penanggulangannya : 2 jam pelajaran ( 1x pertemuan) : . Guru Geografi Wuryantini. Memahami permasalahan sosial berkaitan dengan jumlah pertumbuhan jumlah penduduk : 1. dan . Buku IPS kelas VIII Bantul.Pd NIP. S.Mendenkripsikan arti dan kriteria angka kalahiran dan kematian penduduk (kelahiran.Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan migrasi) . 120300332 Peneliti Nurina Anggraeni NIM.

Kegiatan Inti membentuk Hasil diskusi: . Metode Pembelajaran 1. datang dan pergi dalam kurun waktu tertentu. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1.Faktor-faktor penunjang dan penghambat kematian dan kelahiran A. Pendahuluan Apersepsi Motivasi : mengingat aktifitas penduduk di lingkungan sekitar. siswa dapat: . 2.Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk.Faktor-faktor pendorong kelahiran dan kematian C.sifat alami manusia yang ingin mempertahankan keturunan kelompok untuk mendiskusikan masalah “Faktor yang menyebabkan pertambahan penduduk Indonesia terus meningkat” . : siswa diminta menuliskan jumlah penduduk yang lahir. Ceramah bervariasi 2.Menyebutkan faktor-faktor pendorong kelahiran dan kematian B. Diskusi D.Arti angka kelahiran dan kematian . Problem solving 3. Tanya jawab 4.. Materi Pelajaran . meninggal.Menjelaskan arti angka kalahiran dan kematian . Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran.Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk . .

Buku IPS kelas VIII 2. Tabel data kependudukan : tes tertulis : uraian E.kepercayaan sebagian penduduk terhadap pandangan bahwa banyak anak banyak rejeki . S.anggapan bahwa anak laki-laki merupakan sumber tenaga kerja 3. Penutup Penilaian Teknis Bentuk Instrumen 1. Guru Geografi Wuryantini.. Sumber dan Media Pembelajaran Bantul. 18 Agustus 2009 Mengetahui.Pd Peneliti Nurina Anggraeni .

Membandingkan tigkat kepadatan penduduk tiap-tiap propinsi dan pulau di Indonesia . 05405244024 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Kerja Mata Pelajaran Kelas/semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Alokasi Waktu Indikator : MTsN BANTUL KOTA : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL : VIII/1 : 1.2 Mengidentifikasi permasalahan kependudukan dan upaya penanggulangannya : 2 jam pelajaran ( 1x pertemuan) : .Mendeskripsikan penduduk Indonesia berdasarkan bentuk piramidanya . Memahami permasalahan sosial berkaitan dengan jumlah pertumbuhan jumlah penduduk : 1. 120300332 NIM.NIP.

Diskusi D.bentuk piramida penduduk C.kesulitan memenuhi kebutuhan hidup . Pendahuluan Apersepsi : guru menampilkan gambar daerah perumahan padat penduduk.kepadatan penduduk tiap-tiap propinsi di Indonesia . Problem solving 3. Penutup Penilaian Teknis : tes tertulis . Metode Pembelajaran 1. Kegiatan Inti membentuk kelompok untuk mendiskusikan masalah “Masalah sosial akibat kepadatan penduduk” Hasil diskusi: .terjadinya kerawanan sosial . Tanya jawab 4. kesehatan. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran. siswa dapat: .mendeskripsikan bentuk piramida penduduk B. Ceramah bervariasi 2.timbulnya masalah-masalah yang berhubungan dengan pendidikan. 2. dan keamanan 3.A. Materi Pelajaran . Motivasi : siswa diminta mengapresiasi gambar tersebut.menghitung kepadatan penduduk tiap-tiap propinsi di Indonesia .

120300332 Peneliti Nurina Anggraeni NIM. : 2 jam pelajaran ( 1x pertemuan) : mendeskripsikan persebaran jenis tanah di Indonesia dan pemanfaatan berbagai jenis tanah di Indonesia A. 05405244024 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Kerja Mata Pelajaran Kelas/semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Alokasi Waktu Indikator : MTsN BANTUL KOTA : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL : VIII/1 : 1. Guru Geografi Wuryantini.Pd NIP. Tujuan Pembelajaran Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran.Bentuk Instrumen : uraian E. Buku IPS kelas VIII Bantul. 25 Agustus 2009 Mengetahui. S. siswa dapat: . Memahami permasalahan sosial berkaitan dengan jumlah pertumbuhan jumlah penduduk : 1.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk. Sumber dan Media Pembelajaran 1. Peta persebaran penduduk 2.

B. lembah.. 2. Kegiatan Inti membentuk kelompok untuk mendiskusikan masalah “Proses Terjadinya Tanah Aluvial” Hasil diskusi: Tanah aluvial sering disebut tanah endapan. Tanya jawab 4. yaitu berupa lumpur dan pasir halus yang terbawa oleh air sungai.dapat menyebutkan 3 jenis tanah subur di Indonesia. Ceramah bervariasi 2. Materi Pelajaran Persebaran jenis tanah di Indonesia dan pemanfaatannya C. Problem solving 3. Penutup Penilaian Teknis Bentuk Instrumen 1. dan cekungan sepanjang daerah aliran sungai. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Diskusi D. Peta 2. Sumber dan Media Pembelajaran . lalu diendapkan didataran rendah. 3. Pendahuluan Apersepsi : siswa mengemukakan keadaan tanah yang ada di sekitar tempat tinggalnya masing-masing Motivasi : siswa mencacat apa yang dikemukakan siswa yang lain tentang keadaan tanah ditempat masing-masing siswa tadi. Metode Pembelajaran 1. Buku IPS kelas VIII : tes tertulis : uraian E.

Guru Geografi Wuryantini. 11 Agustus 2009 Mengetahui. Apakah dampak letak Indonesia secara astronomis? 5.Bantul.Pd NIP. Jelaskan pembagian iklim di dunia berdasarkan garis lintang! 4. 120300332 Peneliti Nurina Anggraeni NIM. Sebutkan 3 dampak positif letak Indonesia secara geografis! 3. S. Apakah yang dimaksud dengan letak geografis? 2. Sebutkan 3 zona wilayah Indonesia berdasarkan letak geologis! Jawaban . 05405244024 SOAL AKHIR SIKLUS I Tanggal : 28 Juli 2009 Mata Pelajaran : Geografi Soal 1.

1. Letak yang dilihat dari kenyataan di muka bumi. 2. - penambahan devisa - pariwisata maju - perdagangan maju. 3. 0º - 23½º LU – LS 23½º - 35º LU – LS 35º - 66½º LU – LS 66½º - 90º LU – LS beriklim tropis sub tropis sedang dingin.

4. - mempunyai 3 bagian waktu - mempunyai iklim tropis. 5. - dangkalan sahul - indonesia tengah - pangkalan sunda.

SOAL AKHIR SIKLUS II Tanggal : 11 Agustus 2009 Mata Pelajaran : Geografi Soal 1. Sebutkan 4 faktor yang mempengaruhi persebaran flora di Indonesia! 2. Apa perbedaan antara cagar alam dan suaka margasatwa? 3. Sebutkan perbedaan fauna Asiatis dan Australis! 4. Sebutkan 3 jenis tanah subur di Indonesia! 5. Jelaskan manfaat tanah kapur, vulkanis dan humus!

Jawaban 1. - Iklim - jenis tanah - relief tanah - faktor biotis. 2. cagar alam: untuk mempertahankan/ melestarikan jenis flora tertentu agar dapat berkembang biak secara alami suaka margasatwa: untuk perlindungan fauna (hewan) 3. Asiatis: terdapat bermacam-macam jenis kera Australis: hanya terdapat satu jenis kera 4. Tanah vulkanik, tanah alluvial dan tanah humus. 5. - tanah kapur untuk tanaman palawija, jati tembakau - tanah vulkanik untuk tanaman palawija, padi, kelapa - tanah humus untuk tanaman kelapa, nanas, padi.

SOAL AKHIR SIKLUS III Tanggal : 25 Agustus 2009 Mata Pelajaran : Geografi Soal 1. Sebutkan 3 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk! 2. Jelaskan arti angka kelahiran 34! 3. Sebutkan faktor-faktor pendorong kelahiran! 4. Apa arti usia harapan hidup 72?

5. Jelaskan ciri-ciri piramida penduduk muda!

Jawaban 1. Kelahiran, kematian, dan migrasi. 2. Artinya terdapat 34 kelahiran untuk 100 penduduk 3. - kawin usia muda - rendahnya tingkat kesehatan - anggapan banyak anak, banyak rejeki 4. 72 artinya setiap penduduk rata-rata harapan hidupnya 72 th 5. - jumlah penduduk usia muda > usia tua - angka kelahiran tinggi - angka kematian rendah.

HASIL TES AKHIR SIKLUS SISWA KELAS VIII A

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

Nama
ABDUL AZIZ AMRULLOH AMANAH SEPTIANA RISQI DEDIK FAJAR FEBRIANTO DHIKA LATIFIANI DIAH AYU PUSPITA SARI DURIYATUN NASIHAH DWI PATMAWATI DIYAH AYU SUNDARI HANNA HAKIM SUNY IMADUDIN ABDURRAHIM IRA RISNAWATI ISNA WIKANTIARA

Siklus I 6 7 7,5 7 7 7 6 5 7,5 6 6,5 6

Nilai Siklus II 6 10 8,5 8 9,5 9 8 9,5 7,5 8 9,5 8,5

Siklus III 8 7,5 9 9 8,5 10 10 8 5 7 8 9

5 10 10 7 8.5 9. 30. 24. 29.5 3. AKTIVITAS DALAM PEMBELAJARAN .5 9 Lampiran ….5 8 8 9 7.5 7 7.5 7.5 7 9 9 10 9 7 10 10 9 8 9 7 8 7 9.5 5.5 6 6 6.5 6. 28.5 4.5 7 8. KHOIRUL NISA RAHMAWATI LAILI MUSAROFAH MUHAMMAD SUKRON NADYA FARAH IKKO NAVA RAGA AULIA NENDEN AMALIA NUR AIDA PUSPA DEWI NUR HADI AGUS PAMBUDI NURYATI PUTRI ROMADHANI RR. 26.5 5.5 7. 19. 22.5 7 8. 23.5 6 6. 25. 20.5 7. 15. 16.13.5 4. 27. 17.5 7.5 9. SILVI LINGGAR PALUPI SITI NUR SAADAH SITI CHOTIJAH SONY JAKA SURYA WILDAN M YANI WIWIT SUDININGSIH YUMNA SAKHIYA ZAKKY RAUSAN FIKRI 6 7 7 6. 14.5 8.5 8 7. 18. 21.

membimbing kerja setiap kelompok. Guru sedang membantu. mengawasi. .Guru sedang menerangkan pelajaran. Siswa sedang mengajukan pertanyaan.

Siswa sedang melakukan diskusi. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.