P. 1
SPESIFIKASI IRIGASI

SPESIFIKASI IRIGASI

|Views: 134|Likes:
Published by nishibuchi
IRIGASI
IRIGASI

More info:

Published by: nishibuchi on Jun 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2013

pdf

text

original

SPESIFIKASI TEKNIS

1. 1.1. Mobilisasi dan Demobilisasi Umum Yang dimaksud mobilisasi adalah pengangkutan peralatan dari workshop ke lokasi pekerjaan dimana akan digunakan. Sedangkan yang dimaksud demobilisasi adalah pengangkutan kembali peralatan dari lokasi pekerjaan ke workshop. Cara Pelaksanaan a. Mobilisasi  Penyedia Jasa harus membuat jadual mobilisasi peralatan yang dilengkapi dengan keterangan jumlah, jenis, kondisi dan kapasitas setelah menerima SPMK.  Jumlah, jenis, kondisi dan kapasitas peralatan yang dimobilisasi sesuai yang tercantum dalam kontrak dengan persetujuan Direksi.  Penyedia Jasa harus membuat pemberitahuan tertulis kepada pengguna jasa perihal kedatangan peralatan dengan persetujuan Direksi.  Setiap perubahan jadual mobilisasi peralatan harus dengan persetujuan Direksi.  Semua peralatan yang telah berada di lokasi pekerjaan, bila salah satunya dipindahkan dari lokasi pekerjaan harus mendapat persetujuan Direksi.  Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas untuk keamanaan peralatan di lokasi pekerjaan yang menjadi tanggung jawab penyedia jasa dengan persetujuan Direksi.

1.2.

b. Demobilisasi  Penyedia Jasa harus membuat jadual demobilisasi peralatan yang dilengkapi dengan  Jumlah, jenis, kondisi dan kapasitas peralatan yang didemobilisasi sesuai yang tercantum  Penyedia Jasa harus membuat pemberitahuan tertulis kepada pengguna jasa perihal
pengembalian peralatan dengan persetujuan Direksi.  Setiap perubahan jadual demobilisasi peralatan harus dengan persetujuan Direksi.  Peralatan yang berada di lokasi pekerjaan, bila salah satunya dikembalikan/dipindahkan dari lokasi pekerjaan harus mendapat persetujuan Direksi. 1.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran dalam kontrak dengan persetujuan Direksi. keterangan jumlah, jenis, kondisi dan kapasitas setelah menerima SPMK.

a. Pembayaran didasarkan atas satuan lump sum (ls) sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga. b. Pengukuran pembayaran dilakukan sebagai berikut :  Pengukuran prestasi pekerjaan mobilisasi dapat dibayarkan sebesar 50% (lima puluh persen)
apabila pekerjaan mobilisasi selesai dengan jumlah, jenis, kondisi dan kapasitas peralatan sudah sesuai yang tercantum dalam kontrak dengan persetujuan Direksi  Pengukuran prestasi pekerjaan Demobilisasi dapat dibayarkan 100% (seratus persen) setelah pekerjaan demobilisasi telah selesai dilaksanakan dengan persetujuan Direksi.

2. 2.1.

Pengukuran Staking Out Umum Pengukuran staking out adalah suatu pekerjaan yang dilakukan untuk mendapatkan data kondisi topografi pada lokasi pekerjaan dengan memakai alat ukur yang disetujui oleh Direksi. Cara Pelaksanaan a. Penyedia Jasa harus menyerahkan data pengukuran dan perhitungan tentang kondisi tofografi di lokasi pekerjaan. b. Data perhitungan hasil pengukuran (MC-Awal dan MC-Akhir) untuk semua item pekerjaan harus disetujui oleh Direksi. c. Penyedia Jasa harus membuat titik-titik referensi sementara untuk kepentingan Penyedia Jasa dalam melaksanakan pekerjaan yang disetujui oleh Direksi. d. Penyedia Jasa harus bertanggung jawab penuh atas kebenaran pengukuran setting out di lapangan. e. Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas penunjang yang diperlukan untuk pengukuran setting out. Fasilitas penunjang tersebut harus mendapat persetujuan Direksi. f. Penyedia Jasa harus segera mengirim semua data survey, serta hasil perhitungan dan gambargambar dari pengukuran MC-Awal dan MC-Akhir kepada Pengguna Jasa, dengan rincian sebagai berikut : - Data ukur, 1 asli dan 1 rekaman - Gambar dengan ukuran A3 sebanyak 1 asli (kalkir) dan 2 rekaman. Cara Pengukuran Prestasi dan Pembayaran

2.2.

2.3.

1) Cara Pengukuran Prestasi sebagai berikut : a. Prestasi pekerjaan pengukuran staking out dihitung 50% (lima puluh persen) apabila data
survey, hasil perhitungan dan gambar dari pengukuran MC-Awal diserahkan kepada Pengguna Jasa, dengan rincian sebagai berikut : - Data ukur, 1 asli dan 1 rekaman - Gambar dengan ukuran A3 sebanyak 1 asli (kalkir) dan 2 rekaman. b. Prestasi pekerjaan pengukuran staking out dihitung 100% (seratus persen) apabila data survey, hasil perhitungan dan gambar dari pengukuran MC-Akhir diserahkan kepada Pengguna Jasa, dengan rincian sebagai berikut: - Data ukur, 1 asli dan 1 rekaman - Gambar dengan ukuran A3 sebanyak 1 asli (kalkir) dan 2 rekaman.

2) Pembayaran pekerjaan pengukuran staking out dilakukan sebagai berikut: a. Pembayaran prestasi pengukuran staking out dapat dibayarkan 50% (lima puluh persen) apabila pekerjaan pengukuran staking out MC-Awal (ayat 1.a) sudah diterima oleh pengguna jasa. b. Pembayaran prestasi pengukuran staking out dapat dibayarkan 100% (seratus persen) apabila pekerjaan pengukuran staking out MC-Akhir (ayat 1.b) sudah diterima oleh pengguna jasa. 3) Pembayaran didasarkan atas satuan lump sum (ls) sesuai yang tercantum dalam daftar Kuantitas dan Harga.

3. 3.1.

Galian Tanah

Umum Galian tanah merupakan proses pemindahan tanah biasa atau tanah keras yang dijumpai dalam pelaksanaan pekerjaan. Galian tanah ini diperuntukkan untuk pondasi rumah pompa, boks bagi ukur, boks bagi dan trase jaringan pipa.

3.2. Cara Pelaksanaan a. Penyedia jasa harus melaksanakan semua galian tanah sesuai dimensi yang terdapat didalam gambar pelaksanaan dengan metode pengerjaan yang disetujui oleh Direksi. Bertanggung jawab atas segala resiko dalam pekerjaan tersebut. b. Tanah bekas galian dapat dipergunakan untuk urugan tanah kembali sedangkan tanah bekas galian yang tidak terpakai harus dibuang/dirapikan ke tempat yang tidak mengganggu. 3.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap galian tanah yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
4. Urugan Tanah, Pasir dan Sirtu

4.1. Umum Urugan tanah, pasir dan sirtu merupakan penimbunan tanah, penimbunan pasir dan sirtu dengan maksud untuk menjaga ketahanan material yang ditimbun atau material yang disanggah. 4.2. Cara Pelaksanaan a. Penyedia jasa menyiapkan bahan timbunan yang terdiri dari tanah hasil galian, pasir dan sirtu yang diadakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan petunjuk Direksi. b. Urugan tanah harus dilaksanakan dengan lapisan yang kira-kira horisontal. c. Penyedia jasa harus mendapatkan persetujuan Direksi sebelum memulai pekerjaan urugan. d. Urugan dilaksanakan setelah tanah dasar dianggap padat dan harus disetujui Direksi. 4.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan setelah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.

5.

Pasangan Batu Kosong

5.1. Umum Pasangan batu kosong merupakan pekerjaan bagian bangunan pondasi dari rumah pompa dan boks-boks bagi yang berfungsi untuk menahan beban vertikal. 5.2. Cara Pelaksanaan a. Pemasangan batu kosong harus dibuat sesuai dengan gambar pelaksanaan dan batas garis sesuai petunjuk Direksi. b. Material batu yang akan digunakan relatif keras dan disetujui oleh Direksi. 5.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap pasangan batu kosong yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah, bahan, tenaga dan peralatan.
6. Pasangan Batu 1 : 4

6.1. Umum Yang dimaskud pasangan batu 1 : 4 disini merupakan pekerjaan pondasi dari rumah pompa dan boks-boks bagi yang berfungsi untuk menahan beban vertikal dari bangunan tersebut. 6.2. Cara Pelaksanaan a. Pasangan batu 1 : 4 harus dikerjakan dengan tangan supaya masingmasing batu dapat disusun dan direkatkan dengan campuran 1 : 4. Yang dimaksud campuran 1 : 4 yakni 1 (satu) bagian PCC dan 4 (empat) bagian pasir yang dicampur dengan air secukupnya. b. Batu harus dipasang sedemikian rupa supaya spesie betul-betul bias mengisi semua rongga. 6.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap pasangan batu 1 : 4 yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah, bahan, tenaga dan peralatan.
7. Pasangan Batu Bata 1 : 4

7.1. Umum Pasangan batu bata merupakan pekerjaan dinding dari rumah pompa dan boks-boks bagi yang akan dibuat sesuai dengan gambar pelaksanaan dan berfungsi untuk menahan/melindungi/menampung benda yang ada pada bangunan tersebut.

7.2. Cara Pelaksanaan a. Batu bata yang akan digunakan harus bersih dari kotoran dan disiram air secukupnya sebelum digunakan. Batu bata yang digunakan disusun sedemikian rupa sesuai petunjuk Direksi dan direkatkan dengan campuran 1 : 4. Yang dimaksud campuran 1 : 4 yakni 1 (satu) bagian PCC dan 4 (empat) bagian pasir yang dicampur dengan air secukupnya. b. Semua batu bata yang digunakan harus berkualitas, yang terbuat dari tanah liat. Batu bata tersebut harus berbentuk empat persegi panjang. Tumpukan batu bata harus dilindungi terhadap cuaca. c. Kualitas dan ukuran batu bata yang akan digunakan harus disetujui Direksi. 7.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap pasangan batu bata yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
8. Beton

8.1. Umum Pekerjaan beton yang akan dikerjakan berfungsi untuk menahan beban dan gaya yang bekerja pada bangunan. Dalam pekerjaan ini beban yang akan digunakan yakni : - Beton Tak Bertulang (Beton Tanpa Tulangan) yang materialnya terdiri dari semen, pasir, kerikil dan air. - Beton Bertulang yang materialnya terdiri dari semen, pasir, kerikil, air dan besi tulangan. 8.2. Cara Pelaksanaan a. Komposisi campuran beton yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah 1 pcc : 2 ps : 3 kr atau sesuai dengan petunjuk Direksi. b. Semen yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah Semen Portland Komposit (PCC) produksi dalam negeri. c. Pasir dan kerikil harus bersih dari kotoran. d. Kerikil atau batuan pecah yang digunakan berukuran 2 – 3 cm e. Air hanya boleh ditambahkan pada semen dan agregat pada waktu mencampur untuk menjamin agar hidratasi semen tetap terpenuhi dan menghasilkan suatu campuran yang baik. f. Pemasangan besi tulangan dilaksanakan sesuai dengan gambar pelaksanaan, besi beton yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah besi diameter 10” dan besi begel diameter 6”. g. Pencampuran beton dalam pekerjaan ini cukup dengan menggunakan tenaga manusia. Pencampuran beton secara manual ini harus dilaksanakan dalam kotak pencampuran yang terbuat dari papan kayu yang disambung dengan rapat. Hal ini untuk mencegah agar air semen tidak keluar dari adukan yang masih basah. h. Sebelum pengecoran dimulai penyedia jasa harus meminta persetujuan dari Direksi.

8.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap pasangan beton yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
9. Pelesteran 1 : 3

9.1. Umum Pekerjaan pelesteran yang akan dilaksanakan yaitu pada sisi bangunanvertikal, horizontal, dan kemiringan tertentu (pondasi dan dinding rumah pompa serta boks bagi) yang berfungsi untuk merekatkan dan melindungi material utama dari bangunan yang telah dikerjakan. 9.2. Cara Pelaksanaan a. Plesteran pada pasangan batu dan pasangan batu bata sesuai gambar pelaksanaan dan disetujui oleh Direksi. Permukaan pasangan yang akan diplester harus bersih dari kotoran. b. Semen portland yang akan dipakai untuk pekerjaan ini produksi dalam negeri. c. Air untuk pelaksanaan pekerjaan ini harus bersumber dari air bersih yang bebas dari bahan organik dan non organik yang bersifat merusak dan disetujui oleh Direksi. d. Komposisi yang digunakan pada pekerjaan ini adalah 1 (satu) bagian semen dan 3 (tiga) bagian pasir serta ditambahkan air secukupnya. 9.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap pelesteran 1 : 3 yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
10. Acian

10.1. Umum
Pekerjaan ini harus mencakup finishing pasangan batu bata, atau sesuai dengan gambar kerja dengan persetujuan Direksi.

10.2. Cara Pelaksanaan a. Semen yang dipergunakan dalam pekerjaan ini Semen Portland Komposit (PCC), produksi dalam negeri dan memenuhi persyaratan SNI 15-7064-2004. b. Air yang digunakan untuk campuran pekerjaan pasangan batu tidak boleh mengandung minyak, alkali, garam, bahan-bahan organis. c. Untuk pekerjaan acian ini digunakan campuran semen dan air. Untuk semua bagian yang akan diaci harus bersih dari kotoran dan disiram dengan air.

10.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran prestasi pekerjaan acian berdasarkan jumlah yang telah dikerjakan/terpasang dan tercantum dalam gambar kerja dengan persetujuan Direksi.
Pembayaran pekerjaan acian berdasarkan satuan meter persegi (m2) terpasang sesuai yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga. 11. Rangka Atap, Kusen Pintu, Daun Pintu Panel dan Lisplank

11.1. Umum Pekerjaan kayu yang meliputi rangka atap, kusen pintu, daun pintu panel dan lisplank merupakan pelengkap rumah pompa yang berfungsi sebagai rangka atap, pintu dan pelengkapnya. 11.2. Cara Pelaksanaan a. Kayu rangka atap, kusen pintu, daun pintu panel dan lisplank merupakan kayu kelas I. Dalam pengerjaannya penyedia jasa harus berpedoman pada gambar pelaksanaan dan disetujui oleh Direksi. b. Bahan kayu yang digunakan harus berasal dari bahan kayu kelas I. c. Kayu yang dibutuhkan adalah : NO. 1. 2. 3. 4. 5. Kusen Pintu Kayu Rangka Daun Pintu Kayu Panel Pintu Rangka Atap Kayu Lisplank ITEM DIMENSI (cm) Min. 6/12 Min. 3 Min. 2,5 Min. 6/12 Min. 2/20

11.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap rangka atap, kusen pintu, daun pintu panel dan lisplank yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
12. Tralis Besi, Kunci Pintu, Engsel Pintu dan Pemasangannya

12.1. Umum Pekerjaan tralis besi, kunci pintu dan engsel pintu beserta pemasangan sebagai pekerjaan pelengkap yang berfungsi sebagai pengaman dari bangunan rumah pompa. 12.2. Cara Pelaksanaan a. Pemasangan tralis besi, kunci pintu dan engsel pintu harus disetel sebaik mungkin dengan mengikuti posisi, arah dan system pemasangan sesuai dengan petunjuk Direksi.

b. Bahan kunci pintu dan engsel pintu harus berkualitas baik dan merupakan barang baru yang tidak cacat. 12.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap tralis besi, kunci pintu dan engsel pintu yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
13. Baut, Packing Karet, Skala Duga dan Pisau Ukur Thomson

13.1. Umum Pisau Ukur Thomson dan skala duga dipasang pada bangunan bak ukur berfungsi untuk mengukur debit air yang keluar dari sumur pompa. Diletakkan pada boks bagi ukur, boks bagi yang berada dekat dengan rumah pompa. Packing karet berfungsi untuk menutup celah atau ruang sambungan besi yang tidak rata sehingga air tidak menetes keluar. Baut berfungsi sebagai angker agar alva valve atau riser pipe yang ditanam tidak mudah goyah. 13.2. Cara Pelaksanaan a. Skala duga yang dibutuhkan adalah terbuat dari aluminium atau bahan lain yang tidak mudah korosif sesuai dengan persetujuan direksi. b. Skala duga muka air dipasang pada titik posisi dan arah pembacaan sesuai persetujuan direksi dan dilaksanakan seteliti mungkin setelah pekerjaan pelesteran bangunan boks bagi ukur hampir selesai dengan ikatan sekrup logam anti korosif yang tertanam kuat. c. Pisau ukur Thompson yang dibutuhkan adalah besi siku 50.50.5. Dipasang pada posisi hilir bangunan boks bagi ukur sebagai ambang ukur sesuai dengan garis dan bentuk sebagaimana tertera dalam gambar pelaksanaan. Pemasangan ambang ukur ini harus dilaksanakan seteliti mungkin setelah boks bagi ukur hampir selesai. Ditanam kuat pada pasangan dengan ikatan besi angker diameter 6” yang telah dilas pada profil tersebut. d. Pemasangan Packing karet sebagai penahan rembesan air dan baut sebagai angker harus seteliti mungkin dan disetujui oleh Direksi. 13.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap baut, packing karet, skala duga dan pisau ukur thomson yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
14. Atap Seng Gelombang

14.1. Umum Seng gelombang sebagai atap berfungsi untuk melindungi atau menutupi bangunan rumah pompa.

14.2. Cara Pelaksanaan a. Atap seng yang dibutuhkan adalah atap seng gelombang besar SWG 28”. b. Pemasangan atap seng gelombang harus mengikuti posisi, arah dan overlapping arah aliran serta overlapping arah gelombang dan disetujui oleh Direksi. c. Pemasangan atap seng harus dilaksanakan sesuai gambar pelaksanaan dan dirapatkan dengan paku seng. 14.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap atap seng gelombang yang telah selesai dikerjakan oleh pengguna jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
15. Pagar Kawat Duri dan Pintu Pagar

15.1. Umum Pagar kawat duri dan pintu pagar berfungsi sebagai pengaman dan pembatas tanah rumah pompa. 15.2. Cara Pelaksanaan a. Material yang dibutuhkan adalah kawat duri dan besi siku 50.50.5, pipa GIP medium A diameter 2” yang disetujui penggunaannya oleh Direksi. b. Penyedia jasa agar mengikuti gambar pelaksanaan secara cermat dalam pengerjaan beton pada kaki tiang pagar dan dibuat sekaku mungkin serta disetujui oleh Direksi. c. Dalam pengerjaan beton pada kaki tiang pagar dibuat sekaku mungkin serta disetujui oleh Direksi. d. Pemasangan kawat duri dalam pengerjaan tidak boleh kendur dan telah disetujui oleh Direksi. 15.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap pagar kawat duri yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
16. Pengecatan Tembok, Kayu dan Besi

16.1. Umum Pengecatan adalah pekerjaan penyelesaian atau finishing yang mempunyai nilai estetika dan berfungsi agar material yang dicat lebih tahan terhadap pengaruh cuaca. 16.2. Cara Pelaksanaan a. Jenis pekerjaan pengecatan dalam spesifikasi ini meliputi cat besilogam, cat kayu, cat tembok sebagaimana tertera pada daftar volume pekerjaan.

b. Semua permukaan material yang akan dicat harus dihaluskan dan dibersihkan lebih dahulu dengan peralatan yang disetujui oleh Direksi. c. Sebelum memulai pekerjaan pengecatan, penyedia jasa harus meminta Direksi untuk memeriksa permukaan yang akan dicat. Setelah pengecatan dasar, pengecatan luar harus dilakukan dua kali yaitu lapisan pertama dan lapisan terakhir. 16.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap pengecatan tembok, kayu dan besi yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
17. Alva Valve dan Pintu Air

17.1. Umum Alva valve adalah katub atau kran yang diletakkan dalam kolam boks bagi yang bisa dibuka maupun ditutup berfungsi untuk mengatur volume air pada boks bagi. 17.2. Cara Pelaksanaan a. Material casing alva valve dan pintu air yang dibutuhkan adalah terbuat dari pipa GIP diameter 6”. b. Pemasangan alva valve dan pintu air harus disetel sebaik mungkin dengan mengikuti posisi, arah dan sistem pemasangan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan arahan serta persetujuan Direksi. c. Alva valve dan pintu air ditanam atau dipasang dengan memakai angker sebelum pasangan boks bagi hampir selesai dengan persetujuan Direksi. 17.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap alva valve dan pintu air yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
18. Reservoir Fiber

18.1. Umum Reservoir fiber adalah tangki air yang berfungsi sebagai penampung air bersih dari sumur pompa. 18.2. Cara Pelaksanaan a. Reservoir fiber yang dibutuhkan, terbuat dari plastik dan dapat menampung air kurang lebih 1 m3. b. Penyedia jasa harus membuat rencana detail tentang pemasangan reservoir fiber tersebut yang menyangkut peralatan, tenaga, waktu pelaksanaan yang disetujui oleh Direksi.

c. Penyedia jasa harus meletakan reservoir fiber tersebut dengan hatihati agar posisinya tepat pada landasan atau dudukan yang telah disiapkan dengan persetujuan Direksi. 18.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap reservoir fiber yang telah selesai dikerjakan/dipasang oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
19. Pengadaan dan Pemasangan Pipa PVC

19.1. Umum Pipa PVC adalah pipa plastik yang ditanam dibawah tanah dengan diameter tertentu sebagai bagian dari sistem jaringan irigasi tertutup, berfungsi untuk mengantar air dari boks bagi ukur ke boks-boks bagi. 19.2. Cara Pelaksanaan a. Pipa PVC yang dibutuhkan adalah : - Kelas “D” untuk jaringan boks-boks bagi - Kelas “AW” untuk jaringan hydrant umum b. Pipa ditanam sampai dengan kedalaman tertentu dari permukaan tanah sesuai jenis tanah atau batuan yang dilewati oleh jaringan tersebut setelah ada persetujuan dari Direksi. c. Penyedia jasa harus membuat rencana detail tentang pemasangan pipa menyangkut peralatan, tenaga, waktu pelaksanaan yang disetujui oleh Direksi. d. Peletakan pipa harus sesuai jalur trase pada gambar pelaksanaan. e. Pipa diturunkan kedalam galian secara hati-hati dan dibersihkan sebelum dilakukan penyambungan dan tidak diperbolehkan adanya perkakas kerja atau kotoran yang masuk kedalam pipa. f. Jalur pipa yang memotong jalan harus mendapat persetujuan Direksi. 19.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran a. Pembayaran dapat dilakukan 50% (lima puluh persen) apabila pekerjaan pengadaan pipa PVC sudah ada dilokasi pekerjaan yang dibuktikan dengan berita acara serah terima pengadaan pipa. Sisanya sebesar 50% (lima puluh persen) dapat dibayarkan setelah terpasang semua. b. Pembayaran pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa harus dibuat berdasarkan satuan meter lari (m’) sesuai yang diterima atau yang terpasang dilapangan dan yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga. c. Harga satuan untuk pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa PVC tersebut telah termasuk seluruh upah tenaga kerja, bahan dan peralatan serta pengakutan kelokasi pekerjaan.

20.

Assesories Pipa PVC

20.1. Umum T Joint, Knee dan Socket PVC merupakan assesories dari pada jaringan pipa yang fungsinya untuk menyambung bagian-bagian ditempat tertentu sesuai dengan peruntukannya. 20.2. Cara Pelaksanaan a. T Joint, Knee dan Socket PVC yang dibutuhkan adalah : - Kelas “D” untuk jaringan boks-boks bagi - Kelas “AW” untuk jaringan hydrant umum b. Penyedia jasa harus mengganti assesories pipa ini bila mengalami kerusakan dan perubahan fisik yang disebabkan oleh kecerobohan pengangkutan, penyimpanan atau terkena cuaca panas. Direksi berhak memerintahkan pemilihan assesoris pipa yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Assesories pipa yang ditolak harus diganti dengan yang lainnya dengan persetujuan Direksi. 20.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap T Joint, Knee dan Socket PVC yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
21. Pipa GIP

21.1. Umum Pipa GIP adalah pipa besi yang disambungkan dengan pompa submersible dengan diameter tertentu yang berfungsi untuk distribusi air yang keluar dari sumur ke boks-boks. 21.2. Cara Pelaksanaan a. Pipa GIP yang dibutuhkan adalah Kelas “A”. b. Penyedia jasa harus membuat rencana detail tentang pemasangan pipa menyangkut peralatan, tenaga, waktu pelaksanaan yang disetujui oleh Direksi. c. Peletakan pipa yang masuk kedalam sumur harus vertikal pada posisi arah memanjang dan berjalan secara bersamaan untuk setiap panjang ruas pipa tertentu. Sedangkan pipa yang disambungkan ke boks bagi ukur harus dibalut dengan kawat duri untuk menjaga keamanan pipa. d. Pipa diturunkan kedalam sumur secara hati-hati dan dibersihkan sebelum disambung dengan yang lainnya dan tidak diperbolehkan adanya perkakas kerja atau kotoran yang masuk kedalam pipa dan mendapat persetujuan Direksi. 21.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap pipa GIP yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi.

Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
22. Assesories Pipa GIP

22.1. Umum Elbow, Knee, Flange Adaptor dan Reducer adalah bagian dari sambungan pipa GIP dari pompa ke boks bagi ukur yang fungsinya untuk menyambung bagian-bagian ditempat tertentu sesuai dengan peruntukannya. 22.2. Cara Pelaksanaan a. Elbow, Knee, Flange Adaptor dan Reducer yang dibutuhkan adalah Pipa GIP Kelas Medium “A” dengan diameter 3”. b. Penyedia jasa harus mengganti assesories pipa ini bila mengalami kerusakan dan perubahan fisik yang disebabkan oleh kecerobohan pengangkutan, penyimpanan atau terkena cuaca panas. Direksi berhak memerintahkan pemilihan assesoris pipa yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Assesories pipa yang ditolak harus diganti dengan yang lainnya dengan persetujuan Direksi. 22.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap Elbow, Knee, Flange Adaptor dan Reducer yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
23. Gate Valve

23.1. Umum Gate Valve adalah peralatan khusus yang diletakkan pada jaringan pipa GIP yang ke boks bagi ukur. Gate Valve berfungsi untuk memonitor tekanan air dari pompa. 23.2. Cara Pelaksanaan a. Gate valve yang dibutuhkan adalah gate valve yang terbuat dari besi dan tidak mudah mengalami korosi. b. Penyedia jasa harus mengganti Gate Valve ini bila mengalami kerusakan dan perubahan fisik dan tidak berfungsi yang disebabkan oleh kecerobohan pengangkutan, penyimpanan atau terkena cuaca panas. Direksi berhak memerintahkan pemilihan Gate Valve yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Gate valve yang ditolak harus diganti dengan yang lainnya dengan persetujuan Direksi. 23.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap Gate Valve yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi.

Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
24. Riser Pipe dan Selang Plastik

24.1. Umum Riser pipe merupakan pipa emergency bilamana semua katub alva valve tertutup pada saat mesin pompa dioperasikan yang berfungsi agar pipa jaringan dari pompa ke boks-boks bagi tidak rusak karena daya tekan air. Indikasi dari ketinggian air dapat dilihat pada selang plastik yang terpasang di pipa riser pipe tersebut. 24.2. Cara Pelaksanaan a. Pipa riser pipe yang dibutuhkan adalah pipa GIP medium “A” dengan diameter 3” dengan panjang minimal 3 meter. Dilengkapi dengan selang plastik diameter ¾” sebagai indikator ketinggian air. b. Penyedia jasa harus mendapatkan persetujuan Direksi dalam penempatan posisi dari riser pipe tersebut. Posisinya seharusnya berada didekat rumah pompa ditempat tertinggi agar mudah monitoringnya. 24.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap riser pipe dan selang plastik yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa yang disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan riser pipe berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
25. Air Jetting Development

25.1. Umum Air jetting development merupakan salah satu cara pencucian kembali [redevelopment] untuk menghilangkan kembali material yang mengendap kedalam sumur. Tujuannya adalah mengembalikan fungsi debit sumur seperti semula sebelum adanya sedimentasi. 25.2. Cara Pelaksanaan a. Peralatan yang dibutuhkan dalam proses air jetting development : - Compressor, kapaasitas minimal 10 bar. - Tripod atau Truck Crane - Pipa pengantar udara, diameter ¾” dan minimal 60 m. - Tali lot sumur b. Sumur di lot atau diukur sebelum dan sesudah air jetting untuk mengetahui adanya perubahan kedalaman sumur. c. Pipa pengantar udara harus lentur terhadap tekanan tinggi sehingga dapat dinaikturunkan selama pelaksanaan. Pipa tersebut dimasukkan kedalam sumur dengan tripod atau truck crane.

d. Proses pelepasan udara dari compressor dengan tekanan 10 kg/cm2 kedalam sumur melalui pipa pengantar udara untuk mengocok dan membongkar sedimen kemudian melepaskannya. Proses ini diulang ulangi sampai sumur bersih kembali. 25.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap air jetting development yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
26. Pumping Test

26.1. Umum Pumping test yang dikerjakan setelah air jetting development berfungsi untuk menghitung kembali debit optimum sumur pompa. 26.2. Cara Pelaksanaan a. Peralatan yang dibutuhkan dalam proses pumping test : - Genset dengan perlengkapannya. - Pompa, control panel dengan perlengkapannya - Tripod atau Truck Crane - Pipa pengantar udara, diameter ¾” dan minimal 60 m. - Kabel sounding b. Sumur terlebih dahulu disounding atau diukur permukaan airsebelum dan selama pelaksanaan pumping test. c. Pelaksanaan pumping test harus kontinyu dan tidak boleh putus,bilamana putus harus diulangi lagi dari awal. Waktu pelaksanaanyadisetujui oleh Direksi. d. Penurunan muka air atau naiknya kembali muka air harus dicatatdengan teliti oleh penyedia jasa sesuai dengan form yang telah disiapkan dan mendapatkan persetujuan Direksi. 26.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap pumping test yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi kerja berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
27. Submersible Pump, Drop Cable dan Control Panel

27.1. Umum Submersible pump, submersible drop cable dan control panel merupakan satu kesatuan yang berfungsi untuk memompa atau mengangkat air dari dalam sumur bor.

27.2. Cara Pelaksanaan a. Penyedia jasa harus dapat memberikan garansi selama 1 tahun untuk pompa dan control panel tersebut, terhitung sejak dipasang untuk kerusakan yang disebabkan karena konstruksi / kelalaian dari pabrik. Semua biaya akan ditanggung oleh Penyedia Jasa. b. Penyedia Jasa harus menyertakan buku panduan operasi dan pemeliharaan secara lengkap dan mudah dipahami oleh orang awam. Juga melakukan pelatihan terhadap pemakaian Pompa dan Control Panel tersebut. c. Pompa submersible yang dibutuhkan adalah : NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. ITEM Kapasitas Pompa Head Pompa Power Pompa System Starting Diameter Pompa Komponen Pompa Putaran Pompa Efisiensi Pompa SPESIFIKASI 7 liter/detik Minimal 50 m 5,5 kw / 3x380V / 50 Hz Star-Delta Max 6 inch Stinless steel dengan rubber bearing Maksimal 2900 rpm Minimal 75 %

d. Submersible Drop Cable yang dibutuhkan adalah : NO. 1. 2. Cable control Cable power ITEM SPESIFIKASI Size 3x1,5 mm2, type TML-B Size 4x6 mm2, type TML-B

e. Control Panel yang dibutuhkan adalah : NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Power Box panel Terminal input MCB Magnetic contractor Voltmeter Switch ITEM SPESIFIKASI 5,5 kW / 3x380V / 50 Hz / S-D Min Size 4x6 mm2, type TML-B 4 pole 3 pole / 4 ampere 220 volt 500 volt Manual dan auto

f. Penyedia jasa mendapatkan persetujuan Direksi untuk posisi pemasangan dan waktu pemasangan pompa. g. Pemasangan mesin pompa harus secermat mungkin sesuai dengan sistem pemasangan dan disetujui oleh Direksi. h. Pada saat pompa diturunkan ke sumur harus menggunakan truck crane atau tripod dengan tackelnya dan harus dihadiri oleh Direksi. 27.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran a. Pembayaran dapat dilakukan sebesar 50% (lima puluh persen) apabila pekerjaan pengadaan submersible pump, submersible cable drop dan control panel sudah ada dilokasi pekerjaan yang dibuktikan dengan berita acara serah terima pengadaan submersible pump, submersible cable drop dan control panel. Sisanya sebesar 50% (lima puluh persen) dapat dibayarkan setelah terpasang semua dan berfungsi sesuai yang diharapkan. b. Pembayaran pekerjaan pengadaan dan pemasangan submersible pump, submersible cable drop dan control panel harus dibuat berdasarkan satuan unit sesuai yang diterima atau yang terpasang dilapangan dan yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga. c. Harga satuan untuk pekerjaan pengadaan dan pemasangan submersible pump, submersible cable drop dan control panel tersebut telah termasuk seluruh upah tenaga kerja, bahan dan peralatan serta pengakutan kelokasi pekerjaan.
28. Generator Set

28.1. Umum Generator Set [Genset] adalah kombinasi antara mesin penggerak dengan alternator yang menghasilkan arus listrik untuk mensuplai daya pada pompa [pompa submersible]. 28.2. Cara Pelaksanaan a. Penyedia jasa harus dapat memberikan garansi selama 1 tahun untuk genset tersebut, terhitung sejak dipasang untuk kerusakan yang disebabkan karena konstruksi / kelalaian dari pabrik. Semua biaya akan ditanggung oleh Penyedia Jasa. b. Penyedia Jasa harus menyertakan buku panduan operasi dan pemeliharaan secara lengkap dan mudah dipahami oleh orang awam. Juga melakukan pelatihan terhadap pemakaian Genset tersebut. c. Penyedia Jasa harus menyertakan 1 set alat untuk pemeliharan ringan. Setiap set sekurang-kurangnya terdiri atas kunci pas, kunci ring, obeng, tang, kunci sok, multi tester, grase gun atau peralatan lain yang diperlukan. Ukuran dan kapasitas peralatan tersebut harus yang sesuai dengan peralatan yang diadakan. d. Mesin penggerak Genset yang dibutuhkan adalah : NO. 1. 2. 3. ITEM Type mesin penggerak System pembakaran Jumlah cylinder SPESIFIKASI 4 langkah horizontal Direct injection 1

4. 5. 6. 7.

Max output Kontiyu output System pendingin System stater

25 HP / 2400 Rpm 20 HP / 2200 Rpm Pendingin air dengan radiator Elektrik dan engkol

e. Alternator Genset yang dibutuhkan adalah : NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. ITEM System transmisi Output power Type Voltase / Phase Putaran / Frekuensi Effisiensi Wave distorsi SPESIFIKASI V – belt 15 kVA (12 kW) Rotating –Field, Synchronous 380 Volt / 3 Phase 1500 Rpm / 50 Hz 80 % Dibawah 5 %

f. Penyedia jasa mendapatkan persetujuan Direksi untuk posisi pemasangan dan waktu pemasangan Generator Set. g. Pemasangan Generator Set harus secermat mungkin sesuai dengan sistem pemasangan yang mendapat persetujuan Direksi. 28.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran a. Pembayaran dapat dilakukan sebesar 50% (lima puluh persen) apabila pekerjaan pengadaan generator set [Genset] sudah ada dilokasi pekerjaan yang dibuktikan dengan berita acara serah terima pengadaan generator set [Genset]. Sisanya sebesar 50% (lima puluh persen) dapat dibayarkan setelah terpasang semua dan berfungsi sesuai yang diharapkan. b. Pembayaran pekerjaan pengadaan dan pemasangan generator set [Genset] harus dibuat berdasarkan satuan unit sesuai yang diterima atau yang terpasang dilapangan dan yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga. c. Harga satuan untuk pekerjaan pengadaan dan pemasangan generator set [Genset] tersebut telah termasuk seluruh upah tenaga kerja, bahan dan peralatan serta pengakutan kelokasi pekerjaan.
29. Landasan Mesin dan Pengopelan

29.1. Umum Landasan mesin dan pengopelan berfungsi agar getaran mesin penggerak tidak berpengaruh terhadap rumah pompa.

29.2. Cara Pelaksanaan a. Landasan mesin berupa cor beton yang mempunyai alur yang terpisah dengan lantai rumah pompa. Dimensi dari landasan tersebut disesuaikan dengan generator set [Genset] yang disetujui oleh Direksi. b. Penyedia jasa harus mendapatkan persetujuan Direksi dalam menentukan Dimensi dan posisi pemasangan dari papan potensi. 29.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap landasan mesin dan pemgopelan yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya atau Unit yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.
30. Running Test Mesin Pompa

30.1. Umum Running mesin pompa setelah terpasang berfungsi untuk uji coba fungsi dan ketahanan mesin pompa tersebut dengan jangka waktu tertentu. 30.2. Cara Pelaksanaan a. Running test dilaksanakan oleh penyedia jasa setelah mendapatkan persetujuan Direksi. b. Running test ini juga diperlukan untuk pengetesan terhadap system jaringan itu sendiri dengan test pengaliran. Untuk mengetahui apakah sistem jaringan pipa maupun pemasangan boks-boks bagi, alva valve dan riser pipe berfungsi sebagaimana mestinya. Bilamana ada bagian yang tidak berfungsi maka penyedia jasa harus memperbaikinya kembali. 30.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dilakukan terhadap running test mesin pompa yang telah selesai dikerjakan oleh penyedia jasa dan disetujui oleh Direksi. Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan berdasarkan satuannya yang tertera dalam daftar kuantitas dan harga yang telah mencakup upah bahan, tenaga dan peralatan.

Spesifikasi Umum

1. Umum Spesifikasi dari semua barang dan bahan adalah baru (belum pernah dipergunakan), kecuali ditentukan lain dalam spesifikasi. 2. Lokasi Pekerjaan Lokasi pekerjaan Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah Kabupaten Bantaeng. 3. Ruang Lingkup Pekerjaan : Uraian singkat pekerjaan : 1. Perbaikan Rumah Pompa 2. Pembangunan Boks Bagi 3. Pembangunan Jaringan Pipa 4. Pengadaan dan Pemasangan Mesin Pompa. 4. Jalan Masuk Ke Lokasi Kerja Jalan masuk ke dan melalui lokasi kerja adalah menggunakan jalan-jalan setempat yang ada yang berhubungan dengan Jalan Raya yang berdekatan dengan lokasi proyek. Penyedia Jasa hendaknya berpegang pada semua peraturan dan ketentuan hukum yang berhubungan dengan penggunaan jalan angkutan umum dan bertanggung jawab terhadap kerusakan akibat penggunaan jalan tersebut. Penyedia Jasa harus memperbaiki atau memperlebar jalan yang ada, memperbaiki dan memperkuat jembatan beton sehingga memenuhi kebutuhan pengangkutan, sejauh yang dibutuhkan untuk pekerjaannya. Semua pekerjaan yang dimaksudkan Penyedia Jasa untuk dikerjakan dalam hubungannya dengan jalan dan jembatan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu lalu lintas dan harus mendapat persetujuan Direksi dan perlu pengaturan sebaik-baiknya dengan Badan Pemerintah setempat dan Badan Swasta. Pemberi tugas tidak bertanggung jawab terhadap pemeliharaan jalan masuk atau bangunan yang digunakan oleh Penyedia Jasa selama pelaksanaan pekerjaan. Apabila Penyedia Jasa membutuhkan jalan lain yang tidak ditentukan oleh Direksi harus dikerjakan oleh Penyedia Jasa atas bebannya sendiri dan harga untuk semua pekerjaan tersebut sudah termasuk dalam Harga Kontrak. 5. Gambar-gambar Yang Dimiliki Penyedia Jasa 5.1. Gambar-Gambar Pekerjaan Tetap a) Umum Semua gambar-gambar yang disiapkan oleh Penyedia Jasa haruslah gambar-gambar yang telah ditanda-tangani oleh Direksi, dan apabila ada perubahan harus di serahkan kepada Direksi untuk mendapat persetujuan sebelum program pelaksanaan dimulai.

b) Gambar-gambar Pelaksanaan Penyedia Jasa harus menggunakan Gambar kontrak sebagai dasar untuk mempersiapkan Gambar pelaksanaan. Gambar itu dibuat lebih detail untuk pekerjaan tetap dan dimana mungkin dapat memperlihatkan penampang melintang dan memanjang dari beton, pasangan batu, pengaturan batang pembesian termasuk rencana pembengkokan, pemotongan dan daftar besi beton, tipe bahan yang digunakan, mutu, tempat dan ukuran yang tepat. c) Penyedia Jasa harus menyediakan 1 (satu) set gambar-gambar lengkap di lapangan.

5.2. Gambar-gambar Pekerjaan Sementara a) Umum Semua gambar yang disiapkan oleh Penyedia Jasa harus terperinci, dan diserahkan kepada Direksi sebelum tanggal pelaksanaan pekerjaan atau dalam waktu yang telah ditentukan dalam Kontrak. Gambar perencanaan yang diusulkan Penyedia Jasa yang dipakai dalam pelaksanaan konstruksi (sah) juga harus diserahkan kepada Direksi sebanyak 2 (dua) rangkap. b) Gambar-gambar untuk Pekerjaan Sementara yang diusulkan Penyedia Jasa hendaknya mengusulkan pekerjaan sementara yang berkaitan dengan pekerjaan tetap secara lebih mendetail dan diserahkan kepada Direksi untuk mengubah dan mendapat persetujuan sebelum tanggal dimulainya pelaksanaan. 5.3. Gambar-gambar Purnalaksana (As Built Darwing) Selama masa pelaksanaan, Penyedia Jasa harus memelihara satu set gambar yang dilaksanakan paling akhir untuk tiap-tiap pekerjaan. Pada gambar yang memperlihatkan perubahan yang sudah diberikan sesuai dengan kontrak, sejauh gambar tersebut sudah dilaksanakan dengan benar kemudian dicap "sudah dilaksanakan". Gambar-gambar yang dilaksanakan akan diperiksa tiap bulan dilapangan oleh Direksi dan tiap hari oleh Pengawas Lapangan, dan apabila diketemukan hal-hal yang tidak memuaskan dan tidak dilaksanakan, paling lambat harus diperiksa kembali selama 6 (enam) hari kerja. 6. Standard Semua bahan dan mutu pekerjaan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari Normalisasi Standar Indonesia. Bila ada pasal-pasal pekerjaan yang tidak ada standard Indonesia, maka dapat dipakai British Standard yang sesuai dengan spesifikasi ini. Semua bahan dan mutu pekerjaan yang tidak sepenuhnya diperinci disini atau dicakup oleh Standard National haruslah bahan dan mutu pekerjaan kelas utama. Direksi akan menetapkan apakah semua atau sebagian yang dipesan atau diantarkan untuk penggunaan dalam pekerjaan, sesuai untuk pekerjaan tersebut dan keputusan Direksi dalam hal ini pasti dan menentukan. 7. Program Pelaksanaan dan Laporan 7.1. Program Pelaksanaan Penyedia Jasa sudah harus melaksanakan MC-0 (MC Awal) paling lambat 14 hari kelender setelah menerima Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

Penyedia Jasa harus melaksanakan Program Pelaksanaan sesuai dengan Syarat-Syarat Kontrak dengan menggunakan CPM network. Program tersebut harus dibuat dalam dua bentuk yaitu barchart dan daftar yang memperlihatkan setiap kegiatan : i) Mulai tanggal paling awal ii) Mulai tanggal paling akhir iii) Waktu yang diperlukan iv) Waktu float v) Sumber tenaga kerja, peralatan dan bahan yang diperlukan. Aktivitas yang terlihat pada program harus sudah termasuk pelaksanaan pekerjaan sementara dan tetap, kelonggaran waktu yang diperlukan untuk persiapan dan persetujuan gambar-gambar, pengiriman peralatan dan bahan kelapangan dan juga kelonggaran dengan adanya hari libur umum maupun keagamaan. 7.2. Laporan Kemajuan Pelaksanaan Sebelum tanggal sepuluh tiap bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan Direksi, Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) salinan laporan Kemajuan Bulanan dalam bentuk yang bisa diterima oleh Direksi, yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu. Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut : i) Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya. ii) Prosentasi dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai pada bulan laporan. iii) Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan berturut-turut dengan ramalan tanggal permulaan dan penyelesaiannya. iv) Daftar tenaga setempat v) Daftar perlengkapan konstruksi, peralatan dan bahan dilapangan yangdigunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dandipindahkan dari lapangan. vi) Jumlah volume pekerjaan merupakan bagian Pekerjaan tetap harus diuraikan sebagai berikut : a) Jumlah volume untuk berbagai pekerjaan beton b) Jumlah volume dari berbagai pekerjaan galian dan timbunan c) Jumlah volume dari bahan perkerasan jalan yang digunakan d) Jumlah banyaknya bangunan, dll. vii) Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan. viii) Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan pembayaran yang diperlukan bulan berikutnya. ix) Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan kontrak, dan masalah yang timbul atau berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan. 7.3. Rapat bersama untuk membicarakan kemajuan pekerjaan Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Maksud dari pada rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan, pekerjaan yang diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diselesaikan.

8. Dokumentasi Semua kegiatan dilapangan harus didokumentasikan dengan lengkap dan dibuatkan album foto berikut keterangan berupa tanggal pengambilan foto, lokasi dan penjelasan foto. Untuk setiap lokasi pekerjaan minimal dibuat 3 seri foto pada kondisi sebelum pelaksanaan (0%), pada saat pelaksanaan (50%) dan setelah selesai dilaksanakan (100%). Titik sudut pengambilan foto untuk tahaptahap kegiatan diusahakan dari posisi yang sama. Oleh karena itu sebelum pengambilan foto perlu dibuat rencana/denah yang menunjukkan lokasi, posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada Direksi untuk disetujui. Tiap foto berukuran 3R dan diberi catatan sebagai berikut : - Nama dan lokasi bangunan. - Tahap pelaksanaan Berita acara pembayaran dan laporan bulanan harus dilampiri dengan beberapa foto-foto pelaksanaan pada periode tersebut. Pada akhir pelaksanaan Kontrak. Penyedia Jasa harus menyerahkan album foto pelaksanaan pekerjaan kepada Direksi untuk tiaptiap bangunan atau bagian konstruksi pada kondisi 0%, 50% dan 100% dalam satu halaman. Penyerahan dilakukan sebanyak 3 (tiga) rangkap bersama 1 (satu) set album negatifnya atau dalam bentuk CD. Seluruh biaya yang diperlukan untuk pekerjaan ini sudah diperhitungkan dalam harga kontrak. 9. Bahan dan Perlengkapan Yang harus Disediakan oleh Penyedia Jasa 9.1. Umum Penyedia Jasa harus menyediakan semua bahan dan perlengkapan yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang tercantum dalam kontrak, semua bahan dan perlengkapan yang merupakan bagian dari pekerjaan harus baru dan sesuai dengan standar yang diberikan dalam spesifikasi atau standar dalam Spesifikasi Umum. Bila Penyedia Jasa dalam mengusulkan bahan dan perlengkapan tidak sesuai dengan suatu standar seperti tersebut diatas, Penyedia Jasa harus segera memberitahukan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi. 9.2. Perlengkapan Konstruksi Penyedia Jasa harus segera menyediakan semua perlengkapan konstruksi yang diperlukan dalam pelaksanaan dalam jumlah yang cukup. Apabila Direksi memandang belum sesuai dengan Kontrak, maka Penyedia Jasa harus segera memenuhi kekurangannya, semua perlengkapan dan peralatan harus lengkap dengan spare parts yang cukup dan memeliharanya agar pekerjaan dapat dikerjakan dengan sempurna. 9.3. Bahan pengganti Penyedia Jasa harus mendatangkan bahan yang ditentukan, bila bahan tersebut tidak tersedia dipasaran maka dapat digunakan bahan pengganti dengan mendapat ijin tertulis dari Direksi. Harga satuan dalam volume pekerjaan tidak akan disesuaikan dengan adanya pertambahan harga antara bahan yang ditentukan dengan bahan pengganti. 9.4. Pemeriksaan bahan dan Perlengkapan Perlengkapan dan bahan yang disediakan oleh Penyedia Jasa akan dilakukan pemeriksaan sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak pada salah satu atau lebih tempat yang ditentukan Direksi : a) Tempat produksi dan pembuatan b) Tempat pengapalan

c) Lapangan Penyedia Jasa supaya menyerahkan penjelasan yang menyangkut perlengkapan dan bahan kepada Pemberi Tugas sesuai yang dimintanya untuk tujuan pemeriksaan, tetapi bagaimanapun juga tidak merugikan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya untuk menyediakan perlengkapan dan bahan sesuai dengan spesifikasi. 9.5. Spesifikasi dan data yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa supaya menyerahkan kepada Direksi tiga set spesifikasi yang lengkap dan data bahan dan perlengkapan untuk mendapat persetujuan, dan harus disediakan sesuai dengan Kontrak dalam waktu 30 (tiga puluh) hari dari sejak penerimaan Surat Perintah Mulai Kerja. Persetujuan dari Spesifikasi, dan data bagaimanapun juga tidak meringankan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya dalam hubungannya dengan Kontrak. 10. Survey Dan Pengukuran Pekerjaan 10.1. Permukaan Tanah Asli Untuk Tujuan Pengukuran Muka tanah yang terlihat pada gambar akan dianggap betul sesuai dengan Kontrak. Apabila terjadi keraguan dari Penyedia Jasa kebenaran dari muka tanah, sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelum mulai bekerja Penyedia Jasa memberi tahukan kepada Direksi secara tertulis untuk menyelesaikan dan melaksanakan pengukuran kembali ketinggian muka tanah tersebut. 10.2. Bantuan Pengukuran Staf Direksi Penyedia Jasa bekerja sama dengan Direksi dalam pemeriksaan setting-out dan dalam melaksanakan pengukuran untuk mengetahui secara pasti kemajuan pekerjaan yang diperlukan dalam proses pembayaran. 11. Pekerjaan Sementara 11.1. Umum Penyedia Jasa akan bertanggung jawab terhadap perencanaan, Spesifikasi, pelaksanaan dan berikut pemindahan semua pekerjaan sementara untuk pelaksanaan pekerjaan sebaik-baiknya. Detail dari pekerjaan sementara dimana Penyedia Jasa bermaksud untuk melaksanakan pekerjaan dilapangan, pertamatama diserahkan kepada Direksi untuk mendapat persetujuan sesuai dengan prosedur dalam spesifikasi Umum. Apabila Penyedia Jasa bermaksud mengajukan alternatif untuk pekerjaan sementara diluar daerah lapangan seperti terlihat pada Gambar, semua biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan termasuk pembebasan tanah, sewa tanah dan sebagainya, ditanggung oleh Penyedia Jasa dan biaya sudah termasuk pada uraian pekerjaan pada daftar volume pekerjaan. Keterlambatan tidak akan meringankan Penyedia Jasa terhadap tanggung jawab untuk memenuhi ketentuan dalam Kontak. Dalam hal tersebut tidak diberikan perpanjangan waktu bila terjadi keterlambatan. 11.2. Lapangan Kerja Lapangan kerja yang digunakan untuk pelaksanana pekerjaan, dijamin oleh Pemberi Tugas dan bebas dari biaya pembebasan tanah. Penyedia Jasa sedapat mungkin melaksanakan pekerjaan sementara pada tanah tadi seperti pada gambar atau seperti petunjuk Direksi. Penyedia Jasa hendaknya membatasi kegiatan peralatan dan anak buahnya pada tanah yang sudah dibebaskan, termasuk arah jalan masuk yang disetujui Direksi sehingga mengurangi kerusakan tanaman/pemilikan dan kerusakan tanah. Bekas yang dilalui kendaraan supaya diperbaiki.

Sebelum diterimanya pekerjaan oleh Pemberi Tugas tanah harus dikembalikan kekeadaan semula. Penyedia Jasa bertanggung jawab langsung kepada Pemberi Tugas untuk semua kerusakan misalnya kerusakan tanaman atau tanah hasil galian baik milik Pemberi Tugas atau orang lain. Penyedia Jasa mengganti kerugian terhadap semua kehilangan dan tuntutan karena kerusakan tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak. 11.3. Kantor Penyedia Jasa, Perkampungan, Gudang, Bengkel, Pemondokan Buruh, dan sebagainya Penyedia Jasa harus menyediakan, memelihara mengerjakan dan memindahkan bangunan sementara lainnya setelah selesai pekerjaan, supaya diserahkan kepada Pemberi Tugas. Penyedia Jasa supaya meyerahkan rancangan tempat kerja dan bangunan sementara secara umum kepada Direksi untuk mendapat persetujuan pada waktu yang ditetapkan. Pelaksanaan pekerjaan tidak boleh dimulai sebelum mendapat persetujuan Direksi. Perkampungan staf Penyedia Jasa dan pemondokan buruh harus dilengkapi dengan semua pelayanan yang perlu seperti saluran pembuang, penerangan, jalan, gang, tempat parkir, pemagaran, kesehatan, ruang masak, pencegahan kebakaran dan peralatan pencegahan api sesuai dengan batas yang ditentukan dalam kontrak. Penyedia Jasa supaya juga melengkapi keperluan air bersih dan penerangan yang cukup untuk kantor Penyedia Jasa, perkampungan stafnya, pemondokan buruh, bengkel dan tempat lainnya didaerah kerja. 12. Pencegahan Kebakaran Penyedia Jasa harus melakukan pencegahan dan melindungi api yang terjadi pada atau sekitar lapangan kerja dan harus menyediakan segala yang diperlukan/peralatan pencegahan kebakaran yang cukup, untuk siap digunakan pada semua bangunan air dan bangunan gedung atau pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan, termasuk perkampungan tempat tinggal, pemondokan buruh dan bangunan gedung lainnya. Penyedia Jasa akan memelihara peralatan dan perlengkapan pemadam kebakaran yang dibutuhkan dalam keadaan baik sampai pekerjaan diterima oleh Pemberi Tugas. Penyedia Jasa akan berusaha keras untuk memadamkan kebakaran yang terjadi dilapangan kerja, dalam hal ini Penyedia Jasa menyediakan perlengkapan yang mutlak diperlukan dan tenaga buruh yang dipekerjakan dilapangan termasuk peralatan dan tenaga Sub Penyedia Jasa. 13. Papan Nama Pekerjaan (Papan Proyek) Penyedia Jasa harus membuat dan memasang papan nama pekerjaan. Papan nama pekerjaan harus menunjukkan dan memuat nama Pengguna Jasa, Nama Pekerjaan, Nama Penyedia Jasa dan Jumlah hari pelaksanaan. Lokasi pemasangan akan ditunjukkan oleh Direksi. Bila pekerjaan telah selesai dan diserahterimakan, papan nama pekerjaan harus dicabut oleh penyedia jasa. 14. Perlengkapan Direksi Penyedia Jasa harus memberikan bantuan kepada Direksi dengan menyediakan sebuah bangunan sekurang-kurangnya 36 m2 dan dilengkapi MCK. Kantor direksi tersebut harus dibangun dengan baik, tahan dan dilengkapi dengan jendela untuk memberikan penerangan yang cukup dan dilindungi oleh terali besi dan kerai, air minum, alat penerangan, pembuangan dan alat komunikasi.

Semua biaya untuk keperluan tersebut ditanggung Penyedia Jasa Jasa. Kantor Direksi harus dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas sebagai berikut : a) 2 Meja dengan 4 kursi dan satu set meja tamu b) 1 Alamari/rak c) Penerangan lampu secukupnya d) Toilet dan kamar madi dilengkapi dengan : - 1 WC jongkok - 1 Bak mandi - 1 lamp

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->