BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Dalam perkembangan perekonomian Indonesia, terdapat banyak usaha yang berkembang dalam masyarakat. Dari usaha yang bernilai tinggi hingga usaha kecil dan menengah. Usaha kecil dan menengah atau yang sering disebut dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ini dilakukan oleh 90% dari total perusahaan di Indonesia. Senyatanya UMKM di Indonesia saat krisis moneter telah teruji dan terbukti menyelamatkan perekonomian bangsa. Kendala utama yang menjadi fokus dalam pengembangan UMKM selain modal adalah pengelolaan keuangan. Sistem pembukuan UMKM selama ini sangat sederhana dan cenderung mengabaikan standar yang berlaku. Padahal, laporan keuangan yang akurat dan baku akan banyak membantu mereka dalam pengembangan bisnisnya secara kuantitatif dan kualitatif. Oleh karena itu, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), menyiapkan SAK (Standar Akuntansi Keuangan) yang dapat digunakan juga bagi UMKM dan dinamakan dengan SAK-ETAP (Entitas Tanpa Akuntanbilitas Publik). Menurut Musnandar dalam Kholmi (2011), menyatakan bahwa “yang melatar belakangi diperlukan SAK ETAP ini karena PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) yang mengadopsi IFRS (International Financial Reporting Standard) terlalu kompleks jika untuk diterapkan oleh perusahaan kecil menengah (UKM) di Indonesia.” Oleh Karena itu, SAK-ETAP dianggap cocok untuk karakter bisnis UMKM khususnya diindonesia. Memang pada mulanya SAK-ETAP diusulkan untuk mengikuti “IFRS for SMEs” (Small Medium Enterprise) , namun setelah dikaji ternyata tidak sederhana bagi perusahaan kecil menengah di Indonesia. SAK-ETAP memiliki beberapa karakteristik yaitu berdiri sendiri dan tidak mengacu pada SAK-UMUM, menggunakan historical cost, hanya mengatur transaksi umum yang terjadi pada ETAP, lebih sederhana, dan tidak berubah dalam beberapa tahun kedepan. SAK ETAP seharusnya telah berlaku secara efektif untuk penyusunan laporan keuangan sejak tanggal 1 Januari 2011, namun bagi beberapa UMKM, istilah SAK-ETAP masih terasa asing. Bahkan masih banyak UMKM yang sama sekali belum pernah mendengar tentang adanya SAK-ETAP dan tidak mengerti bagaimana cara mengimplementasikannya. Mayoritas UMKM terbentur masalah permodalan yang minim, namun sangat sulit untuk dapat memperoleh pinjaman dari pihak luar seperti bank. Apabila SAK-ETAP diterapkan oleh UMKM, pihak perbankan tentu akan merespon dengan positif, karena memudahkan perbankan dalam menilai kelayakan bisnis UMKM untuk memperoleh bantuan kredit pengembangan usaha. Di samping itu, UMKM tentu akan memiliki data keuangan akurat yang amat berguna bagi UMKM dalam upaya lebih meningkatkan produktivitas, efektivitas, dan efisiensi usaha.

Bagaimana ruang lingkup SAK-ETAP . para UMKM dimungkinkan untuk memperoleh informasi yang memadai berkaitan dengan cara pembuatan laporan keuangan yang sesuai dengan standar laporan keuangan.Apabila UMKM telah memutuskan untuk menerapkan SAK-ETAP.3 Tujuan Penulisan .4 Kelebihan dan kekurangan SAK-ETAP .4 Metode Penulisan . Laporan keuangan tersebut nantinya dapat digunakan oleh UMKM untuk memperoleh bantuan dana berupa pinjaman untuk permodalan dari kreditur atau yang berkaitan dengan pihak luar.Mengapa UMKM kurang mengenal SAK-ETAP ? .Media Cetak (Buku Panduan) .2 Manfaat SAK-ETAP pada UMKM 2.3 Faktor Penyebab Pelaku Bisnis kecil menengah kurang Mengenal SAK-ETAP 2.Dosen 1.Untuk mengetahui kelebihan serta kekurangan dari SAK-ETAP 1.Bagaimana Penerapan SAK-ETAP pada UMKM ? . karena mayoritas UMKM di Indonesia belum memahami standar laporan keuangan.5 Sistematika Penulisan BAB II Pembahasan 2.Apa manfaat dari SAK-ETAP bagi UMKM ? .Apa kelebihan serta kekurangan penerapan SAK-ETAP pada UMKM ? 1.1 Ruang Lingkup SAK-ETAP 2.4 Metode Penulisan 1.Untuk mengenalkan kepada pelaku bisnis kecil menengah mengenai SAK-ETAP .5 Sistematika Penulisan BAB I Pendahuluan 1.Deskriptif .3 Tujuan Penulisan 1. Amdani: (2009) berpendapat bahwa dengan dilakukannya sosialisasi mengenai SAK ETAP.Untuk mengetahui pelaku bisnis kecil menengah bagaimana manfaat dari SAKETAP .2 Rumusan Masalah . maka UMKM yang bersangkutan tidak dibolehkan untuk melakukan perubahan standar yang menjadi dasar laporan keuangannya.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Rumusan Masalah 1. Sosialisasi SAK-ETAP masih perlu ditingkatkan. 1.

yaitu menggunakan SAKUMUM. menunjukkan bahwa entitas yang telah menerbitkan laporan keuangannya untuk pihak eksternal (Bank. menunjukkan bahwa SAK-ETAP tidak diberlakukan pada ruang lingkup entitas yang telah terdaftar dan sedang mengajukan pernyataan pendaftaran di pasar modal untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal. SAK-UMUM tersebut telah mengadopsi sebagian dari International Financial Reporting Standard (IFRS). meskipun lebih sederhana. Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (General Purpose Financial Statement) bagi pengguna eksternal. 2.3 Faktor penyebab Pelaku Bisnis kecil menengah kurang menerapkan SAK-ETAP Penyebab pelaku bisnis kecil menengah kurang menerapkan SAK-ETAP yaitu karena kurangnya sosialisasi tentang SAK-ETAP. tidak akan berpengaruh pada usahanya karena laporan keuangan yang dibuat hanya untuk kalangan pribadi. Karena. Sehingga pelaku bisnis kecil menengah masih takut untuk menggunakan SAK-ETAP karena tidak mau mengambil resiko untuk mengubah semua tatanan keuangan yang sudah ada. Ketiga. Berdasarkan poin ini. laporan keuangan bagi perusahaan Go Public diwajibkan menggunakan SAK-UMUM yang nantinya laporan keuangan tersebut setara dengan Standar Internasional (IFRS). pelaku bisnis menganggap bahwa menerapkan atau tidak. namum SAK-ETAP ini tetap memberikan informasi yang handal dalam penyajian laporan keuangan. Berdasarkan poin ini. Yang pertama yaitu UMKM dapat menyusun laporan keuangan sendiri dan dapat diaudit serta mendapat opini audit yang nantinya akan digunakan untuk memperoleh pinjaman dana dari pihak eksternal (bank).BAB III Kesimpulan dan Saran BAB II PEMBAHASAN 2. dan Kreditur) tidak diperkenankan menggunakan SAK-ETAP.Perusahaan Go Public telah memiliki standar tersendiri untuk laporan keuangan yang diwajibkan dari BAPEPAM. Kedua. 2. sampai saat ini masih banyak UMKM belum menerapkan SAK-ETAP dalam penyajian laporan keuangannya.2 Manfaat SAK-ETAP Ada beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh UMKM dalam menerapkan SAK-ETAP. SAK-ETAP terlalu sederhana jika digunakan untuk perusahaan Go Public oleh karena itu. SAK-ETAP lebih sederhana dalam implementasinya dibanding PSAK-IFRS (SAK-UMUM). Pendapat lain menyatakan bahwa. b. . Investor. kecuali terdapat ijin khusus untuk penggunaan SAK-ETAP. Entitas tanpa akuntabilitas publik adalah entitas yang : a. Oleh karena itu. Tidak memiliki akuntabilitas publik yang signifikan.1 Ruang Lingkup SAK-ETAP Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP) dimaksudkan untuk digunakan entitas tanpa akuntabilitas publik.

dibutuhkan para organisasi akuntan yaitu Ikatan Akuntan Indonesia. . 3. maka dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan SAK-ETAP pada UMKM maka. sehingga mudah digunakan bagi UMKM di Indonesia.1 Kesimpulan Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya. sehingga UMKM dapat menerapkan SAK-ETAP dengan baik. Untuk mensosialisasi SAK-ETAP. serta para akademisi (Perguruan Tinggi) untuk mengadakan training maupun konsultasi SAK-ETAP.2. artinya banyak pula informasi yang tidak diungkapkan secara wajar. Selain itu juga. sehingga SAK-ETAP bisa relatif konsisten. Kekurangan SAK-ETAP adalah kesederhanaan penyajian laporannya dapat menyebabkan banyak mengabaikan hal yang tidak relevan. maka perlu diadakan sosialisasi. Standar-standar dalam SAK-ETAP juga tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu yang panjang. proses penyusunan pun akan hemat biaya dan tenaga. akan membuat UMKM lebih professional dalam manajerial sehingga dapat membuat laporan keuangan yang handal dan membantu dalam pengembangan usahanya. Kantor Akuntan Publik (KAP). BAB III Kesimpulan dan Saran 3.2 Saran Agar UMKM dapat menerapkan SAK-ETAP dalam penyajian laporan keuangan. dapat mempermudah UMKM untuk memperoleh pinjaman dana dari pihak eksternal. Maka.4 Kelebihan dan kekurangan SAK-ETAP Kelebihan SAK-ETAP adalah lebih sederhana dibandingkan dengan SAKUMUM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful