Aloha teman-teman..

Besok pas tutorial kita udah dapet bocoran nh buat tutorial bsok dari salah satu tutor sebut saja tutor “X”?hmmmm. tapi Untungnya udah ada bocoran juga skenarionya di Modul,,,jeng..jeng skenario kali ini membahas tentang Hepatitis sambungan dari ikterus yang kmarin.,hohoho..:DDD Silahkan di baca dan semoga bermanfaat..^0^,, semangat..:DD

Hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor penyebab penyakit hepatitis ini antara lain adalah infeksi virus, gangguan metabolisme, konsumsi alkohol, penyakit autoimun, hasil komplikasi dari penyakit lain, efek samping dari konsumsi obat-obatan maupun kehadiran parasit dan bakteri dalam hati (liver). Dari sekian banyak faktor, virus menduduki peringkat pertama sebagai penyebab paling banyak penyakit hepatitis. Ada lima macam hepatitis yang disebabkan virus, yakni virus hepatitis A, virus hepatitis B, virus hepatitis C, virus hepatitis D, dan virus hepatitis E. Pada umumnya penderita hepatitis A & E dapat sembuh, sebaliknya B & C dapat menjadi kronis. Virus hepatits D hanya dapat menyerang penderita yang telah terinfeksi virus hepatitis B dan dapat memperparah keadaan penderita. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan diagnosis hepatitis karena penderita hepatitis sering tidak bergejala atau tidak gejala tidak khas. Pemeriksaan untuk hepatitis akut : - Enzim GOT, GPT - Penanda hepatitis A (Anti Hav IgM) - Penanda hepatitis B (HGsAg, Anti HBC IgM) - Penanda hepatitis C (Anti HCV, HCV RNA) - Penanda hepatitis E (Anti HEV IgM) Pemeriksaan untuk hepatitis kronis : - Enzim GOT,GPT - Penanda hepatitis B (HBsAg,HBe, Anti HBc, Anti HBe, HBV DNA) - Penanda hepatis C (Anti HCV,HCV RNA)

sekitar 15 hari. dan virus hepatitis E (HEV).Penanda imunitas : . virus hepatitis B. . memang sebagian besar pasien hepatitis A boleh istirahat di rumah guna memulihkan kondisinya. dan kencing menjadi seperti air teh tua dan mata kuning. sebagian bahkan bisa menjadi hepatitis menahun dan kanker hati. lebih banyak di Indonesia dibandingkan dengan angka kejadian di Amerika atau Eropa. SGPT dan bilirubin darah akan meningkat jauh lebih tinggi dibandingkan HBV dan HCV. Dalam perkembangan penyakitnya. hampir tidak ada. Gejala hepatitis virus bervariasi. Cara penularan virus hepatitis A adalah melalui saluran cerna. infeksi ringan sampai sedang. virus hepatitis D (HDV). Rasa lelah. Dari penelitian tidak terbukti adanya penularan dari ibu ke janin pada infeksi HAV. Ada lima jenis virus hepatitis yaitu virus hepatitis A (HAV). Rawat inap dilakukan bila pasien mengalami mual dan muntah yang hebat sehingga terjadi kekurangan cairan atau mata kuning sekali atau ada tanda-tanda gagal hati. mual. pada hepatitis A kesembuhan mendekati 100 persen. hingga kondisi yang fatal sehingga terjadi gagal hati akut. tidak nafsu makan dan gejala seperti flu adalah gejala-gejala klinis yang sering dijumpai pada sebagian besar kasus di awal infeksi. hampir semuanya sembuh sempurna. hepatitis A tidak akan menyebabkan penyakit yang bersifat menahun di kemudian hari.Anti HBs Memang pada awal.90 hari). virus hepatitis C (HCV). Ikterus infeksi hepatitis A sering kali tampak lebih hebat. dan virus hepatitis C. muntah. Hepatitis B dan C bersifat jangka panjang dan lebih berbahaya. mual. Pada beberapa kasus selanjutnya dapat timbul kuning di mata dan kulit (ikterus).Anti HAV . Sedangkan hepatitis A. seperti kata dokter penyakit dalam yang mengobati. Untuk itu. dua penyakit hati lain yang mirip hepatitis A. gejalanya lebih mencolok. SGOT dan SGPT lebih dari 1000. justru itulah yang membedakan dengan hepatitis B dan hepatitis C. Sebagian kasus hepatitis virus akan sembuh spontan. Memang virus hepatitis A berbeda dengan virus hepatitis B dan C. namun pada infeksi HBV dan HCV dapat terjadi. yang amat jarang terjadi. Demikian pula risiko komplikasi yang berat. Hepatitis virus memang merupakan penyakit hati yang banyak ditemukan di dunia. Namun. Sedangkan virus hepatitis C terutama ditularkan melalui jarum suntik pengguna narkotika dan transfusi darah. Sesuai dengan namanya. penyebabnya adalah virus yang menyerang hati. sedangkan virus hepatitis B dan C lebih panjang (ratarata sekitar 50 . Virus hepatitis A mempunyai masa inkubasi yang lebih pendek. virus hepatitis B (HBV). Sementara cara penularan virus hepatitis B melalui transfusi darah dan hubungan seksual. Apalagi bila diperiksa darah. Bila diperiksakan kadar SGOT. Demam. mulai dari yang tanpa gejala. Artinya penyebarannya dapat melalui makanan atau minuman/air yang terkontaminasi virus. Masa inkubasi (waktu yang dibutuhkan dari saat virus pertama kali masuk ke badan hingga timbul gejala penyakit) pun berbeda. Yang banyak ditemukan di Indonesia adalah virus hepatitis A.

tentu lebih baik. Hal lain yang dikhawatirkan adalah infeksi yang kronis ini dalam beberapa tahun kemudian dapat berkembang menjadi penyakit hati menahun yang disebut sirosis hati dan kanker hati. termasuk infeksi hepatitis A. Patofisiologi Virus atau bakteri yang menginfeksi manusia masuk ke aliran darah dan terbawa sampai ke hati. hepatitis viral akut yang simtomatik. ini biasanya terjadi pada alkoholik. hepatitis viral anikterik dan hepatitis viral ikterik. dan hal ini dapat diketahui dengan meraba / palpasi hati.Hal yang harus dilakukan selama perawatan di rumah adalah mempertahankan asupan kalori dan cairan dalam jumlah yang cukup. hepatitis kronik lobular. masih 'lebih untung' terkena infeksi hepatitis A dibandingkan bila terkena infeksi hepatitis B atau C. Hal ini berbeda dengan hepatitis B dan C. Karena itulah. Dengan demikian akan segera dapat dideteksi bila ada perkembangan penyakit ke arah yang kurang baik. Tidak ada obat spesifik untuk infeksi hepatitis A ini. Tapi mencegah agar tidak terkena infeksi apapun. reaksi . Hepatitis tipe B mempunyai masa inkubasi lama atau disebut dengan hepatitis serum. maka hal ini merusak hati sendiri dengan berkurangnya fungsinya sebagai kelenjar terbesar sebagai penetral racun. pasien dengan infeksi HBV dan HCV dianjurkan untuk istirahat total di awal penyakitnya dan menjalani terapi obat pada kasus kronis. bahkan konsumsi obatobatan yang tidak perlu harus dihentikan. Nyeri tekan dapat terjadi pada saat gejala ikterik mulai nampak. Untuk itu gaya hidup sehat. peradangan ini akan mengakibatkan peningkatan suhu tubuh sehinga timbul gejala tidak nafsu makan (anoreksia). hepatotoksin-hepatotoksin indirec. Hepatitis virus kronik dapat diklasifikasikan dalam 3 kelompok yaitu hepatitis kronik persisten. salah satu fungsi hati adalah sebagai penetralisir toksin. kurangi aktivitas fisik yang berlebihan dan istirahat. kebiasaan mencuci tangan serta sanitasi yang baik menjadi prioritas utama. Peradangan yang terjadi mengakibatkan hiperpermea-bilitas sehingga terjadi pembesaran hati. hepatitis yang tak khas (asimtomatik). dan hepatitis kronik aktif. Virus hepatitis A mempunyai masa inkubasi singkat/hepatitis infeksiosa. di sini agen infeksi menetap dan mengakibatkan peradangan dan terjadi kerusakan sel-sel hati (hal ini dapat dilihat pada pemeriksaan SGOT dan SGPT). Pilihan lain adalah vaksinasi. akibat kerusakan ini maka terjadi penurunan penyerapan dan konjugasii bilirubin sehingga terjadi disfungsi hepatosit dan mengakibatkan ikterik. Untuk itu. Hanya kendalanya adalah dari segi biaya yang relatif mahal. panas badan (pireksia) didapatkan paling sering pada hepatitis A. Aktivitas yang berlebihan yang memerlukan energi secara cepat dapat menghasilkan H2O2 yang berdampak pada keracunan secara lambat dan juga merupakan hepatitis non-virus. Hepatitis viral dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu kronik dan akut. Hepatitis akibat obat dan toksin dapat digolongkan ke dalam empat bagian yaitu: hepatotoksin-hepatotoksin direk. H2O2 juga dihasilkan melalui pemasukan alkohol yang banyak dalam waktu yang relatif lama. jika toksin yang masuk berlebihan atau tubuh mempunyai respon hipersensitivitas. Walaupun di awal penyakit cukup banyak pasien yang tanpa gejala dan seolah sembuh spontan. Hal lain yang harus dilakukan adalah kontrol teratur dan melakukan pemeriksaan USG hati secara berkala. namun untuk jangka panjang hepatitis B dan hepatitis C dapat berkembang menjadi penyakit kronis yaitu bila keberadaan virus dalam darah lebih dari enam bulan. Klasifikasi hepatitis viral akut dapat dibagi atas hepatitis akut viral yang khas.

individu yang dijangkiti akan mengalami sakit seperti kuning. 1. diantaranya hepetitis A.B. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis A Penderita yang menunjukkan gejala hepatitis A seperti minggu pertama munculnya yang disebut penyakit kuning. hilang selera makan. Penyakit Hepatitis A memiliki masa inkubasi 2 sampai 6 minggu sejak penularan terjadi. Sebagai contoh. ikan atau kerang yang berasal dari kawasan air yang dicemari oleh kotoran manusia penderita. Gejala Hepatitis A Pada minggu pertama. tbc. tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah. Obat-obat yang dapat menyebabkan gangguan/kerusakan hepar adalah:  Obat anastesi  Obat antibiotik  Obat antiinflamasi  Obat antimetabolik dan imunosupresif  Antituberkulosa  hormon-hormon  obat psikotropik  Lain-lain. pusing dan kencing yang berwarna hitam pekat.hipersensitivitas terhadap obat.C. keletihan.E.D. demam. vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan serta obat-obatan yang mengurangi rasa mual dan muntah. muntah-muntah. barulah kemudian penderita menunjukkan beberapa tanda dan gejala terserang penyakit Hepatitis A. Penyakit Hepatitis A Hepatitis A adalah golongan penyakit Hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian. dan suntikan imunisasi dianjurkan bagi seseorang yang berada . diharapkan untuk tidak banyak beraktivitas serta segera mengunjungi fasilitas pelayan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan dari gejala yang timbul sepertiparacetamol sebagai penurun demam dan pusing. Virus hepatitis A (VHA=Virus Hepatitis A) penyebarannya melalui kotoran/tinja penderita yang penularannya melalui makanan dan minuman yang terkomtaminasi. letih dan sebagainya diatas. dan idiosinkrasi metabolik. Hepatitis diketegorikan dalam beberapa golongan. 2. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus. Di Indonesia penderita penyakit Hepatitis umumnya cenderung lebih banyak mengalami golongan hepatitis B dan hepatitis C. bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah. dll. contoh phenothiazine Penyakit Hepatitis Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia. Sedangkah langkah-langkah yang dapat diambil sebagai usaha pencegahan adalah dengan mencuci tangan dengan teliti.F dan G. thypus.

transfusi darah. jarum suntik. handuk) secara bersama-sama. Penyakit Hepatitis B Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong berbahaya didunia. hubungan seksual. 2. akan tetapi umumnya bagi mereka yang berusia produktif akan lebih beresiko terkena penyakit ini. kedua penyakit ini dapat menjadi kronis dan akhirnya menjadi kanker hati. mata kuning dan sebagainya. mual. Hepatitis B dapat menyerang siapa saja. dengan bed rest saja bisa sembuh. hilang nafsu makan. penurunan berat badan. Seperti hal Hepatitis C. 1. Jika hepatitis B sudah memasuki fase berat. Tidak perlu khawatir. maka ada cara . Gejala Hepatitis B Secara khusus tanda dan gejala terserangnya hepatitis B yang akut adalah demam. Proses penularan Hepatitis B yaitu melalui pertukaran cairan tubuh atau kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi Hepatitis B. muntah. Atau Gejala Hepatitis B Ringan Sering Tidak Nampak Salah satu hal yang mengkawatirkan mengenai penyakit ini adalah hepatitis B ringan seringkali tidak menampakkan gejala kecuali dilakukan pemeriksaan darah. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B Penderita yang diduga Hepatitis B. Di Indonesia sendiri. maupun penggunaan alat kebersihan diri (sikat gigi." jelas Prof Dr Ali Sulaiman. untuk kepastian diagnosa yang ditegakkan maka akan dilakukan periksaan darah.disekitar penderita. Tidak perlu terlalu dihebohkan begitu. tingkat penularan virus ini sangat tinggi karena faktor besarnya jumlah pembawa virus yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi. Selain itu penularan dari ibu ke anaknya juga masih sangat tinggi karena upaya tingkat pencegaha hepatitis B pada ibu hamil belum sebaik di negaranegara maju.tanda sakit. sehingga penularan kepada orang lain menjadi lebih beresiko. SpPD-KGEH dari Pokja Hepatitis. Setelah diagnosa ditegakkan sebagai Hepatitis B. mudah lelah. tidak harus dirawat di rumah sakit. sakit perut dan kuning (terutama pada area mata yang putih/sklera). Adapun beberapa hal yang menjadi pola penularan antara lain penularan dari ibu ke bayi saat melahirkan. maka beberapa gejala akan mulai nampak. Namun bagi penderita hepatitis B kronik akan cenderung tidak tampak tanda-tanda tersebut. yaitu penderita sering mengalami flu. "Hepatitis A itu self limiting disease (bisa sembuh dengan sendirinya). jadi dibiarkan saja bisa sembuh sendiri. urin menjadi gelap. Penderita hepatitis B ringan terlihat segar bugar dan tidak menunjukkan tanda. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun.

INFERGEN. tetapi pemberian dengan dosis yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap fungsi ginjal. Proses penularannya melalui kontak darah {transfusi. . serangga yang menggiti penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya}. walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Penyakit Hepatitis C Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (VHC). yang dikenal dengan nama 3TC. mual dan terjadi peningkatan enzyme hati. yaitu pengobatan telan (oral) dan secara injeksi. Pada beberapa kasus dapat ditemukan peningkatan enzyme hati pada pemeriksaan urine. Pemakaian obat ini cenderung meningkatkan enzyme hati (ALT) untuk itu penderita akan mendapat monitor bersinambungan dari dokter. Sejumlah 85% dari kasus. Lelah. terutama pada penderita yang memilki riwayat depresi sebelumnya. Pengobatan oral yang terkenal adalah . b.pengobatan untuk hepatitis B. Tingkat keoptimalan dan kestabilan pemberian obat ini belum dikatakan stabil. Efek lainnya adalah terasa sakit pada otot-otot. . . ROFERON) diberikan secara subcutan dengan skala pemberian 3 kali dalam seminggu selama 12-16 minggu atau lebih.Pemberian obat Baraclude (Entecavir). pusing. Pengobatan dengan injeksi/suntikan adalah . Efek samping pemberian obat ini adalah depresi.Pemberian obat Lamivudine dari kelompok nukleosida analog. Urin menjadi gelap dan Kulit atau mata menjadi kuning yang disebut "jaundice" (jarang terjadi). Injeksi Alfa Interferon (dengan nama cabang INTRON A. namun demikian pada penderita Hepatitis C justru terkadang enzyme hati fluktuasi bahkan normal. efek samping dari pemakaian obat ini adalah sakit kepala. Penderita Hepatitis C kadang tidak menampakkan gejala yang jelas.Pemberian obat Adefovir dipivoxil (Hepsera). Obat ini digunakan bagi dewasa maupun anak-anak. 1. Pemberian secara oral akan lebih efektif. a. Langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit Hepatitis B adalah pemberian vaksin terutama pada orang-orang yang beresiko tinggi terkena virus ini. Obat ini diberikan pada penderita Hepatitis B kronik. seperti mereka yang berprilaku sex kurang baik (ganti-ganti pasangan/homosexual). Sakit perut. . Namun beberapa gejala yang samar diantaranya adalah . Gejala Hepatitis C Penderita Hepatitis C sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala. pekerja kesehatan (perawat dan dokter) dan mereka yang berada didaerah rentan banyak kasus Hepatitis B. Pemberian suntikan Microsphere yang mengandung partikel radioaktif pemancar sinar ß yang akan menghancurkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun. letih. cepat letih dan sedikit menimbulkan demam yang hal ini dapat dihilangkan dengan pemberian paracetamol. Hilang selera makan. jarum suntik (terkontaminasi). akan tetapi pada penderita Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan/kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker (cancer) hati.

Penanganan dan Pengobatan Hepatitis C Saat ini pengobatan Hepatitis C dilakukan dengan pemberian obat seperti Interferon alfa. Pola penularan hepatitis D mirip dengan hepatitis B. Penyebab : . Orang yang terkena koinfeksi hepatitis B dan hepatitis D mungkin mengalami penyakit akut serius dan berisiko tinggi mengalami gagal hati akut. Tidak ada vaksin hepatitis D. 3.80%) menjadi sirosis. jarum suntik dan transfusi darah. Tiga puluh persen orang yang minum 8 oz. Infeksi hepatitis D dapat terjadi bersamaan (koinfeksi) atau setelah seseorang terkena hepatitis B kronis (superinfeksi). Virus hepatitis D (HDV) adalah yang paling jarang tapi paling berbahaya dari semua virus hepatitis. Meskipun hepatitis alkoholik yang paling mungkin terjadi pada pecandu minuman keras selama bertahun-tahun. namun mengonsumsi alkohol dan hepatitis alkoholik mempunyai hubungan yang kompleks.Hepatitis alkoholik Hepatitis alkoholik menggambarkan peradangan hati yang disebabkan oleh minuman alkohol. atau lebih bir atau minuman keras selama 15 tahun atau lebih akan mengembangkan sirosis. Tidak semua pecandu minuman keras menderita hepatitis alkoholik. 2. Sirosis terjadi tergantung pada seberapa sering seseorang minum alkohol. Jika telah didiagnosis menderita hepatitis alkoholik. Orang yang terus minum alkohol dapat terus memperparah kerusakan hati yang lebih serius yaitu sirosis dan gagal hati. Alkohol Konsumsi alkohol yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati. untuk itu perlu penanganan pada stadium awalnya. hepatitis C kronis dan konsumsi alkohol berat secara tradisional menjadi penyebab paling umum dari sirosis. namun dengan mendapatkan vaksinasi hepatitis B maka otomatis Anda akan terlindungi dari virus ini karena HDV tidak mungkin hidup tanpa HBV. dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif. Adapun tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati. Diperkirakan sekitar 15 juta orang di dunia yang terkena hepatitis B (HBsAg +) juga terinfeksi hepatitis D. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi. yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. dan penyakit ini juga dapat terjadi pada orang yang hanya minum sedikit. Pengobatan pada penderita Hepatitis C memerlukan waktu yang cukup lama bahkan pada penderita tertentu hal ini tidak dapat menolong. Orang yang terkena superinfeksi hepatitis D biasanya mengembangkan infeksi hepatitis D kronis yang berpeluang besar (70% d.Hepatitis D Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik. juga disebut virus delta.Walaupun pasien sirosis sebagian besar memiliki lebih dari satu penyebab. adalah virus cacat yang memerlukan pertolongan virus hepatitis B untuk berkembang biak sehingga hanya ditemukan pada orang yang terinfeksi hepatitis B. Hepatitis D. hal ini berarti harus berhenti total minum alkohol. Pegylated interferon alfa dan Ribavirin. Penularan melalui hubungan seksual. 4.

Hepatitis alkoholik terjadi ketika hati rusak oleh alkohol yang telah dikonsumsi. dll. Hal tersebut akan mengganggu kemampuan hati untuk berfungsi dengan baik. Jika pernah merasa seolah-olah tidak bisa mengontrol minum. Meskipun transplantasi hati sering berhasil. Obat untuk mengurangi peradangan hati – Penderita hepatitis alkoholik berat dapat mempertimbangkan pengobatan jangka pendek dengan obat-obatan untuk mengurangi peradangan hati. Gejala : Bentuk ringan dari hepatitis alkoholik mungkin tidak menyebabkan masalah yang nyata. Ini satu-satunya cara untuk menghentikan kerusakan hati atau untuk mencegah berkembangnya penyakit menjadi lebih parah. maka berkonsultasilah dengan dokter. Bahan kimia ini memicu peradangan yang menghancurkan sel-sel hati. Pengobatan :     Hentikan minum alkohol – Jika telah didiagnosa menderita hepatitis alkoholik. maka harus berhenti minum alkohol. Beberapa pusat kesehatan mungkin enggan untuk melakukan transplantasi hati pada . Dokter dapat merujuk pada ahli gizi yang dapat membantu menilai pola makan saat ini dan menyarankan perubahan untuk meningkatkan vitamin dan nutrisi. seperti asetaldehida. Mekanisme bagaimana alkohol dapat menimbulkan kerusakan hati pada pecandu alkohol belum diketahui secara jelas. Terapi tersebut mungkin termasuk obat-obatan. antara lain:        Kehilangan nafsu makan Mual dan muntah Nyeri perut dan nyeri teka Kulit dan putih mata menguning (jaundice) Demam Perut bengkak akibat penumpukan cairan (asites) Kelelahan Berkonsultasilah dengan dokter jika memiliki tanda atau gejala hepatitis alkoholik. merupakan tahap akhir dari hepatitis alkoholik. transplantasi hati mungkin satusatunya pilihan bagi sebagian orang. Pembentukan jaringan parut merupakan kerusakan irreversible yang disebut sirosis. Terapi untuk malnutrisi – Dokter mungkin menyarankan diet khusus untuk memperbaiki kondisi kekurangan gizi yang dapat terjadi pada orang dengan hepatitis alkoholik. Jika sudah ketergantungan dengan alkohol dan ingin berhenti. konseling. maka kemungkinan akan mengalami komplikasi yang serius. tetapi perkembangan penyakit ini akan menyebabkan hati lebih rusak. dokter dapat merekomendasikan kortikosteroid atau pentoxifylline. Transplantasi hati – Bila fungsi hati sangat terganggu. Proses pemecahan etanol yang merupakan alkohol yang terkandung dalam bir. tanda dan gejala yang mungkin terjadi. anggur dan minuman keras dapat menghasilkan bahan kimia sangat beracun. Kemudian jaringan hati yang sehat digantikan oleh jaringan parut yang ditimbulkan akibat luka peradangan. Dalam situasi tertentu. Jika terus minum alkohol. dokter dapat merekomendasikan terapi yang disesuaikan pada kondisi ketergantungan. jumlah orang yang membutuhkan transplantasi jauh melebihi jumlah organ yang tersedia.

Adanya pertumbuhan sel hati yang muda (karsinoma sel hati). penderita hepatitis E sembuh tanpa penyakit jangka panjang. . khususnya trimester ketiga. Pada jaringan hati. Hepatitis E menyebabkan penyakit akut tetapi tidak menyebabkan infeksi kronis. terutama pada ibu hamil. Saat ini belum ada vaksin hepatitis E yang tersedia secara komersial. hilang nafsu makan dan sakit perut. dan virus hepatitis C yaitu. Perlu diingat bahwa semua tes kesehatan mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang berlainan.penderita hepatitis alkoholik karena kemungkinan sebagian besar akan kembali mengonsumsi minuman keras setelah operasi. maka interpretasi dari hasil tes sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut. ∂-GT.Hepatitis E Gejala mirip hepatitis A. alkali fosfatase. SGPT(ALT). Hati merupakan organ padat yang terbesar yang letaknya di rongga perut bagian kanan atas. Penyakit yang akan sembuh sendiri (self-limited). Secara umum.com/hepatitis-alkoholik/#ixzz1hbiLtXgq 4. HBeAg. Tempat sintesa dari berbagai komponen protein. anti HBe. Read more: http://doktersehat. alfa feto protein. Anti HBc. anti HCV. pembekuan darah. terdapat sel-sel Kupfer. . hepatitis E menyebabkan gagal hati akut yang berbahaya. Selain itu. Pada sebagian sangat kecil pasien (1-4%). ureum dan zat-zat lain yang sangat vital. masa protrombin dan cholesterol. Tes Faal Hati untuk lebih menilai hepatitis secara spesifik Karena faal hati dalam tubuh mempunyai multifungsi maka tes faal hatipun beraneka ragam sesuai dengan apa yang hendak kita nilai. diperiksa bilirubin. Kerusakan sel hati atau jaringan hati. Virus hepatitis E (HEV) ditularkan melalui kotoran manusia ke mulut dan menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. protein dan lemak. Fungsi ekskresi/transportasi. diperiksa SGOT(AST). Untuk fungsi sintesis seperti protein. dapat mematikan Hepatitis E mirip dengan hepatitis A. HBsAg. Penularan melalui air yang terkontaminasi feces. zat pembekuan darah dan lemak biasanya diperiksa albumin. juga merupakan tempat pembentukan dan penyaluran asam empedu serta pusat pendetoksifikasi racun dan penghancuran (degradasi) hormon-hormon steroid seperti estrogen. kolesterol. terdapat satu deretan tes yang biasanya dibuat untuk menilai faal hati tersebut. HBVDNA. genotype HCV. Organ ini mempunyai peran yang penting karena merupakan regulator dari semua metabolisme karbohidrat. HCV RNA. Kontak dengan virus hepatitis B yaitu. Anda hanya dapat mencegahnya melalui penerapan standar kebersihan yang baik. AntiHBs. Tingkat tertinggi infeksi hepatitis E terjadi di daerah bersanitasi buruk yang mendukung penularan virus. Karena itu untuk memperlihatkan adanya gangguan faal hati. demam pegel linu. keculai bila terjadi pada kehamilan. yang sangat penting dalam eliminasi organisme asing baik bakteri maupun virus. lelah. Pemeriksaan Penunjang Faal Hati yang sesungguhnya.

gemuk dan biasanya tidak ada keluhan atau mengeluh adanya perasaan tak nyaman pada perut bagian kanan atas. Tapi Faal hati nya Abnormal. 1. Albumin/globulin dan Bilirubin biasanya masih normal. ∂-GT dan alkalifosfatase meningkat sekali dapat lebih dari 5 kali nilai normal. Tes faal hati yang terjadi pada infeksi bakterial maupun virus yang sistemik yang bukan virus hepatitis. Karena itu prevalensi IgG HAV dapat dipakai sebagai indeks sanitasi lingkungan suatu negara. Ditandai dengan HBsAg+. Kolesterol juga meningkat (lihat table 3). Pada kasus perlemakan hati yang primer maka semua pertanda hepatitis C harus negatif. sekitar kurang dari 4 kali nilai normal.Secara umum ada 2 macam gangguan faal hati. Tes faal hati pada perlemakan hati (fatty liver). asthenia dan sebagainya. biasanya ditandai dengan demam tinggi. HBVDNA+ ( kuantitatif dapat >105 copy/ml). 1. Albumin dapat sedikit menurun bila infeksi sudah terjadi lama dan bilirubin dapat meningkat sedikit terutama bila infeksi cukup berat. SGPT meningkat lebih dari 5 sampai 20 kali nilai normal. SGOT dan SGPT meningkat sekitar 2 sampai 3 kali nilai normal demikian juga ∂-GT dan alkalifosfatasemeningkat sekitar ½ sampai 1 kali dari nilai normal . Disini faal hati terlihat akan terjadinya peningkatan SGOT. Hepatitis kronis reaktif aktif (necro-inflamatory stage). Hepatitis B yang menahun. Aneka macam hasil tes faal hati yang terganggu. (lihat table 1) Tes faal hati pada hepatitis virus akut maupun drug induce hepatitis. ditandai dengan menghilangnya HBsAg dan timbulnya anti HBs. nausea. Sembuh dari infeksi Hepatitis B. HBVDNA+ (kuantitatif dapat >105 copy/ml). Ini menandakan penderita pernah terinfeksi virus hepatitis A dimasa lalu. berarti baru (recent) terinfeksi dengan hepatitis B. Bilirubin direct/indirect dapat tinggi sekali (>20 mg%). kecuali pada hepatitis kolestatik dapat lebih tinggi. SGOT. Adanya sumbatan saluran empedu. Hepatitis kronis fase replikatip/toleran. Peradangan umum atau peradangan khusus di hati yang menimbulkan kerusakan jaringan atau sel hati. HBeAg+. terutama bila sumbatan sudah cukup lama. Penderita semacam ini. myalgia. 2. Peningkatan SGOT dan SGPT biasanya tidak terlalu tinggi. Kadar triglyserida dan kolesterol juga terlihat meninggi. albumin/globulin biasanya masih normal. HbeAg+. Albumin/globulin biasanya masih normal kecuali bila terjadi hepatitis fulminan maka rasio albumin globulin dapat terbalik dan masa protrombin dapat memanjang ( lihat tabel2) Tes faal hati pada sumbatan saluran empedu. SGPT serta ∂-GT antara 3-5X nilai normal. Penderita hepatitis A akut atau baru sembuh dari hepatitis A. ditandai dengan IgM anti HAV yang positif. (lihat tabel 4) Adanya pertanda hepatitis virus dalam darah penderita. Kelainan ini sering pada wanita dengan usia muda/pertengahan.bilirubin dapat lebih dari 10 mg%. ∂-GT dan alkalifosfatase meningkat 2 sampai 4 kali nilai normal. Tapi Faal hatinya normal. terutama SGOT/PT tinggi (>3X nilai normal). 2. kecuali pada hepatitis kolestatik. Faal hati seperti Bilirubindirect/indirect dapat meningkat biasanya kurang dari 10 mg%. Sedang IgM Anti HBc pos. Ditandai dengan HBsAg+. bilirubin dapat menigkat sedikit (< dari 3 mg%) . Sedang IgG anti HAV positif sering ditemukan pada anak atau orang dewasa dari negara berkembang dengan sanitasi lingkungan yang jelek.

Ada bermacam cara pemeriksaan kuantiatif HCV dan mempunyai rentang sensitivitas yang berbeda. paru jantung dsb. Hasil kuantitiatif hepatitis B diatas 105 copy/ml dianggap batas untuk diobati. 5.3. biasanya meningkat sekitar 2 s/d 4 kali normal. Penderita kronik hepatitis B pada yang fase replikatif. Pelaporan hasil petanda hepatitis virus secara kuantitatif dan kualitatif. juga dapat menunjukan tes faal hati yang normal. mempunyai penyakit hati yang lebih berat. CT scan dan ERCP (Endoscopy Retrograde Cholangio Pancreatography) atau bahkan biopsi hati biasanya diperlukan untuk menegakan diagnosisnya. Hepatitis C. Juga pada penderita hepatitis C (dengan HCV-RNA+). biasanya meningkat sekitar 2 s/d 4 kali normal. tapi pada yang sirosis berat SGOT/SGPT dapat normal. HBV DNA negatif atau dibawah < 103 copy/ml dan faal hatinya normal. Pada sirosis hati yang sudah lanjut sering kita mendapatkan kadar SGPT/SGOT normal. hal ini terjadi karena jumlah sel hati pada sirosis berat sudah sangat kurang sehingga kerusakan sel hati relatif sedikit. faal hati sebagian terbesar terganggu. Tapi kadar bilirubin akan terlihat meninggi dan perbandinganalbumin/globulin akan terbalik. Dalam satu genotipe ada dibagi lagi menjadi sub-genotipe dan tambahan huruf kecil dari a sampai c. Lihat tabel 5. ditandai dengan Anti HCV+. Biasanya penderita ini. Anti HBe+. Sirosis hati B. Anti HCV dan HCV-RNA positif. Sembuh dari hepatitis C. 1. HCV-RNA – (negatif). HBeAg negatif. Juga pemeriksaan kualitatif lebih sensitif dari kuantitatif. 3. Hepatitis khronis B mutant. tapi pada yang sirosis berat SGOT/SGPT dapat normal. HBV-DNA seringnya sudah negatif. Pemeriksaan kualitatif selalu lebih sensitif dari pada pemeriksaan kuantitatif. (> 65%) Kelainan faal hati yang tidak specific Hal ini biasanya terjadi pada penderita penyakit hati yang telah mempengaruhi fungsi dari organ lain seperti ginjal. Hepatitis inaktif/integratif. tapi bisa normal pada sebagian kecil penderita. Hepatitis C 1. HBeAg/anti HBe dapat positif. ditandai dengan anti HCV+. Di Indonesia terutama genotipe B dan C. HBsAg+. 2. Dalam hal seperti ini. Hepatitis B. Genotype hepatitis. 4. rasio albumin/globulin terbalik. tetapi anti HBe+. Di Indonesia yang terbanyak adalah genotipe 1b. Bila kita cermati lebih teliti maka kadar SGOT akan lebih tinggi SGPT. Bilirubin meningkat( < dari 5mg%). Bilirubin meningkat (< dari 5 mg%). Hasil laboratorium faal hati yang normal pada penderita penyakit hati yang menahun. rasio albumin/globulin terbalik. Hepatitis C ada 6 genotipe dan diberi nama angka 1 sampai 6. SGOT> SGPT. 2. inaktif/integratif sering menunjukan hasil laboratorium yang normal. Cara pemeriksaan kuantitiatif hepatitis B dikerjakan dengan bermacam cara dan tiap cara mempunyai sensitivitas tertentu dan juga pelaporannya dapat memakai satuan tertentu. Disini HBsAg+. faal hati yang normal. HCV-RNA +. Hasil kuantitatif dari 1 cara . Pada hepatitis B ada 8 genotipe dan diberi nama abjad A sampai dengan H. dan HBV DNA+. Pada penderita sirosis hati yang kompensata juga sering mempunyai tes faal hati yang normal. Liver fungsinya terganggu. SGOT > SGPT. gambaran klinis serta pemeriksaan penunjang seperti USG. Sirosis hati C. HBsAg+. Hepatitis C kronik.

(penanda pernah terinfeksi hepatitis B).  Pemeriksaan HBV DNA kuantitatif. hasil pemeriksaan immunologi untuk deteksi hepatitis virus tersebut selain HBV DNA dan HCV RNA. albumin dan waktu protrombin. Pemeriksaan ini biasa dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi perkembangan penyakit maupun perbaikan sel dan jaringan hati (liver). dapat diketahui segera (One Day Sevice/sehari jadi). alkalin fosfate. sehingga dapat ditemukan pada tipe mutant. Pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk melacak hepatitis virus C antara lain dengan. Pemerikasaan laboratorium untuk deteksi hepatitis Pemeriksaan laboratorium pada pasien yang diduga mengidap hepatitis dilakukan untuk memastikan diagnosis. obat. atau pun racun mengakibatkan gejala yang sama seperti hepatitis virus.  Pemeriksaan HbsAg. o Tes serologi adalah pemeriksaan kadar antigen maupun antibodi terhadap virus penyebab hepatitis. sebagai penanda awal terjadinya infeksi Hepatitis B. Dari tes biokimia hati inilah dapat diketahui derajat keparahan atau kerusakan sel dan selanjutnya fungsi organ hati (liver) dapat dinilai. ALT (alanin aminotransferase).  Pemeriksaan HbeAg dan Anti Hbe.pemeriksaan kuantitatif HCV. Untuk mendeteksi apakah sedang terjadi replikasi virus aktif atau tidak dalam tubuh penderita.  HCV RNA kuantitatif. Tes ini bertujuan untuk mengetahui jenis virus penyebab hepatitis. obat penawar nyeri yang umum.  Anti HCV. Tipe Hepatitis Lain Hepatitis yang disebabkan oleh alkohol. dan beban dapat menjadi terlalu berat. Pengobatan yang paling baik untuk tipe hepatitis ini adalah menghentikan penggunaan alkohol. mengetahui penyebab hepatitis dan menilai fungsi organ hati (liver). o Tes biokimia hati adalah pemeriksaan sejumlah parameter zat-zat kimia maupun enzim yang dihasilkan jaringan hati (liver). Tugas hati adalah untuk menguraikan zat yang terdapat dalam darah. Untuk mengetahui seberapa besar aktifitas Virus Hepatitis C. B maupun C. Untuk mendeteksi adanya kekebalan atau antibodi terhadap virus Hepatitis B. tidak dapat disamakan hasilnya dengan pemeriksaan HCV dengan cara yang lain. Saat ini. sehingga dapat diambil langkah-langkah yang tepat bagi penderita Hepatitis A. bilirubin.  Pemeriksaan IgM antiHBc.Beberapa jenis parameter biokimia yang diperiksa adalah AST (aspartat aminotransferase). Tetapi hanya dilakukan bila penderita terinfeksi Hepatitis B. Yakni untuk mendeteksi adanya antigen virus dalam tubuh. Pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi hepatitis terdiri dari atas tes serologi dan tes biokimia hati. tentunya akan mempercepat penanganan oleh dokter. Untuk mendeteksi antibodi terhadap HbcAg. .  Pemeriksaan antiHBs. Untuk mengetahui seberapa besar proses replikasi virus sedang terjadi di dalam tubuh. Untuk mengetahui apakah penderita terpapar Hepatitis C. narkoba atau obat yang mengganggu hati. Perkembangan di bidang diagnostika laboratorium tersebut. Begitu juga dengan parasetamol/asetaminofen (nama merek antara lain Bodrex dan Panadol). narkoba. Beberapa obat yang dipakai untuk memerangi HIV atau pun penyakit terkait AIDS dapat mengakibatkan hepatitis.

htm .http://labtestsonline. dan lain-lain. bertukar jarum suntik.htm http://www. Berikut beberapa cara untuk melindungi diri dari infeksi hepatitis B dan C. tato.com/articles. Secara umum. Adapun apabila hati Anda telah mengalami kerusakan. ada beberapa cara untuk menjaga agar perusakan hati tidak berlanjut. akupunktur. maupun elektrodialisis. . Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter atau profesional medis mengenai kondisi Anda sebenarnya.Hindari penggunaan bersama/ bergantian gunting kuku. . seks tanpa pengaman. yaitu: .Jika hepatitis disebabkan oleh IO terkait AIDS maka IO itu harus ditangani agar hati dapat pulih. beberapa langkah berikut dapat membantu Anda: -Hindari alkohol dan segala jenis makanan atau obat yang bersifat toksik terhadap hati. sangatlah penting untuk menjaga asupan nutrisi harian yang Anda butuhkan untuk menjaga berat badan dan energi pada level yang seharusnya. dan bendabenda lain yang mungkin kontak dengan darah.com/healtharticles_content_hepatitis_id.php?lng=in&pg=1264&id=7 .Periksa kesterilan jarum yang digunakan untuk tindik telinga maupun bagian tubuh lain. Ketika Anda mengonsumsinya secara bersamaan. Referensi http://medicastore.php?option=com_content&view=article&id=106 http://www. Ketika hati Anda mengalami kerusakan.infeksi.Hindari berbagi jarum suntik dengan orang lain. Ketika seseorang terinfeksi hepatitis C.Makanlah makanan sehat. Hati menganggap alkohol sebagai zat beracun.helmigs.php http://www.com/index. .Anda akan merasa lelah atau lemas.com/hepatitis_c/infeksi_hepatitis. alkohol dapat secara signifikan meningkatkan perusakan hati. pisau cukur.medistra.com/viral_hepatitis/article. misalkan tenaga kesehatan atau pernah menerima transplantasi organ.medicinenet.http://www.Lakukan pemeriksaan berkala terhadap hepatitis B dan C jika Anda adalah orang-orang yang berisiko tinggi. Hindari konsumsi alkohol bersamaan dengan asetaminofen (obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas di pasaran). tubuh tidak akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Anda juga akan kehilangan nafsu makan. Oleh sebab itu.org/understanding/conditions/hep/ . jadi hati menyaring dan membuangnya. sikat gigi. . hal itu dapat memperparah perusakan hati. transfusi darah.