BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Remaja

2.1.1 Definisi Seringkali dalam pembahasan soal remaja digunakan istilah pubertas dan adolescence. Istilah pubertas digunakan untuk menyatakan perubahan biologis yang meliputi morfologi dan fisiologi yang terjadi dengan pesat dari masa anak ke masa dewasa, terutama kapasitas reproduksi yaitu berubahan alat kelamin dari tahap anak ke dewasa (Soetjiningsih, 2010). Sedangkan yang dimaksud dengan istilah adolescence, dulu merupakan sinonim dari pubertas, sekarang lebih ditekankan untuk menyatakan perubahan psikologis yang menyertai pubertas. Walaupun begitu, akselerasi pertumbuhan somatik yang merupakan bagian dari perubahan fisik pada puberitas, disebut sebagai pacu tumbuh adolescence growth spurt (Soetjiningsih, 2010). Remaja yang dalam bahasa aslinya disebut adolescence, berasal dari kata Latin adolescere yang artinya tumbuh atau tumbuh untuk mencapai kematangan. Perkembangan lebih lanjut, istilah adolescence memiliki arti yang luas mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik (Hurlock, 2007). Masa remaja adalah masa transisi antara masa anak dan dewasa, dimana terjadi pacu tumbuh (growth spurt), timbul ciri-ciri seks sekunder, tercapainya fertilitas dan terjadi perubahan-perubahan psikologik serta kognitif (Soetjiningsih, 2010). Menurut Soetjiningsih (2010) berdasarkan umur kronologis dan berbagai kepentingan, terdapat berbagai definisi tentang remaja, yaitu: Pada buku-buku pediatri, remaja pada umumnya didefinisikan dengan mereka yang telah berumur 10-18 tahun bagi anak perempuan dan 12-20 tahun bagi anak laki-laki. Menurut undang-undang No 4 tahun 1979 remaja adalah individu yang belum mencapai 21 tahun dan belum menikah.

Universitas Sumatera Utara

keadaan ini sesuai dengan TKS4 (Tingkat Kematangan Seksual 4). - Menurut UU Perkawinan No 1 tahun 1974. maka lebar panggul tampak tidak proporsional (tampak lebih besar) daripada remaja laki-laki (Soetjiningsih. Universitas Sumatera Utara . Kecepatan maksimal dicapai 6-12 bulan sebelum menarche dan ini dipertahankan hanya untuk beberapa bulan. yaitu umur 16 untuk anak perempuan dan 19 tahun untuk anak laki-laki. Sekitar 2 tahun setelah mulai pacu tumbuh.5 cm). karena pertumbuhan remaja perempuan lebih kecil pada berbagai dimensi tubuhnya. Pertumbuhan pelvis dan panggul (diukur pada diameter bi-iliacal) secara kuantitatif hampir sama dengan remaja laki-laki. - Menurut WHO. Dalam tumbuh kembangnya menuju dewasa. 2010). berdasarkan kematangan psikososial dan seksual.5 cm/ tahun (4-7. Gambaran yang paling dini dan penting dari pertumbuhan tulang pada remaja perempuan adalah pertumbuhan pada lebar panggul selama pubertas.- Menurut undang-undang Perburuhan. anak dianggap remaja apabila telah mencapai umur 16-18 tahun atau sudah menikah dan mempunyai tempat untuk tinggal. Tetapi. remaja bila anak telah mencapai umur 10-18 tahun.5 cm). anak dianggap sudah remaja apabila cukup matang untuk menikah.2 Pertumbuhan pada Remaja Putri Sebelum mulai pacu tumbuh. Kemudian kecepatan pertumbuhan linier mengalami deselerasi untuk 2 tahun berikutnya atau lebih.1. remaja perempuan mencapai PHV (peak height velocity) dengan kecepatan sekitar 8cm/tahun (6-10. remaja putri tumbuh dengan kecepatan 5. semua remaja akan melewati tahapan berikut: Masa remaja awal/dini (Early adolescence): umur 11-13 tahun Masa remaja pertengahan (Middle adolescence): umur 14-16 tahun Masa remaja lanjut (Late adolescence): umur 17-20 tahun 2.

5 tahun. Nutrisi mempengaruhi kematangan seksual pada gadis yang mendapat menstruasi pertama lebih dini. Sebaliknya terjadi percepatan proses pertumbuhan dan perkembangan seksual bila asupan kalori berlebihan.1. menarche ini pada setiap anak perempuan terjadi bila kecepatan pertumbuhan tinggi badan mulai menurun (Soetjiningsih. walaupun tinggi badan mereka sama. 2010). bila asupan nutrisi dalam jumlah yang suboptimal. pada umumnya. Hormon gonadotropin akan merangsang gonad Universitas Sumatera Utara .5 Perubahan Hormonal Regulasi sistem neuroendokrin dipengaruhi oleh pusat ekstra-hipotalamus di korteks serebri termasuk sistem limbik.1. Hormon ini melalui aliran darah akan merangsang hipofise anterior untuk mensekresi hormon gonadotropin berupa Folikel Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH) yang juga bersifat episodik dan pulsatif. akan berdampak pada perlambatan proses pertumbuhan dan perkembangan maturasi/pematangan seksual. mereka yang menjadi matang lebih dini akan memiliki IMT (Indeks Massa Tubuh) yang lebih tinggi dan mereka yang matang terlambat memiliki IMT lebih kecil pada usia yang sama. 2. Haid pertama (menarche) terjadi pada stadium lanjut dari pubertas dan sangat bervariasi pada umur beberapa masing-masing individu mengalaminya.2. mereka cenderung lebih berat dan lebih tinggi pada saat menstruasi pertama dibandingkan dengan mereka yang belum menstruasi pada usia yang sama. (Suandi. 2010).5-15.1. 2. Hubungan antara menarche dan pacu tumbuh tinggi badan sangat erat.4 Peran Gizi pada Pertumbuhan Remaja Putri Nutrisi menentukan pertumbuhan badan. rata-rata pada umur 10.3 Pertumbuhan Organ Reproduksi Remaja Putri Pada remaja putri tanda pubertas pertama pada umumnya adalah pertumbuhan payudara stadium 2 atau disebut breast bud yaitu terdiri dari penonjolan puting disertai pembesaran daerah aerola sekitar umur 8-12 tahu. Pusat ini akan merangsang sel basal hipotalamus untuk mensekresi hormon Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) yang bersifat pulsatif dan episodik.

mulai muncul kecemasan-kecemasan dan pertanyaan-pertanyaan seputar menstruasi. Kematangan seksual dan terjadinya perubahan bentuk tubuh sangat berpengaruh pada kehidupan kejiwaan remaja.untuk memproduksi hormon testosteron pada laki-laki dan hormon estrogen pada perempuan. Pada saat itu mereka mulai memperhatikan tubuhnya dan penampilan dirinya dan sering membandingkan dirinya dengan orang lain. Kematangan seksual yang terlalu cepat atau lambat juga dapat mempengaruhi kehidupan psikososialnya. juga mulai muncul perasaan tertarik Universitas Sumatera Utara .1.6 Aspek Psikososial dari Kematangan Seksual Remaja Putri Memasuki masa remaja yang diawali dengan terjadinya kematangan seksual. maka remaja akan dihadapkan pada keadaan yang memerlukan penyesuaian untuk dapat menerima perubahan-perubahan yang terjadi. sementara teman-teman perempuan yang lainnya masih dapat merasakan kebersamaan dengan kelompok baik laki-laki ataupun perempuan. Anak perempuan yang lebih dahulu mengalami kematangan seksual akan merasa bahwa dirinya terlalu besar bila berada di kelompok teman sekelasnya. Datangnya menarche dapat menimbulkan reaksi positif maupun negatif bagi remaja perempuan. 2. tetapi bila mereka kurang memperoleh informasi maka akan merasakan pengalaman yang negatif. 2010). ukuran buah dada dan lain sebagainya. Apabila mereka sudah dipersiapkan dan mendapat informasi tentang akan datangnya menstruasi maka mereka tidak akan mengalami kecemasan dan reaksi negatif lainnya. selain tertarik kepada dirinya. sedangkan saat mulainya puberitas amplitudo dan frekuensi keluarnya hormon GnRH meningkat pesat sehingga hormon gonadotropin dan seks steroid juga meningkat untuk merangsang pertumbuhan tanda-tanda seks sekunder serta menyiapkan proses fertilisasi. yaitu status mereka di dalam kelompok sebayanya. Hal ini disebabkan saat puberitas terjadi aktifasi dari aksis hipotalamus-hipofise-gonad (Suryawan. Terjadinya kematangan seksual pada remaja perempuan juga mengakibatkan remaja mulai tertarik terhadap anatomi fisiologi tubuhnya. Pada keadaan prapubertas kadar hormon ini sangat rendah.

Long feedback loop adalah umpan balik steroid hormon terhadap hipotalamus dan hipofisis. walaupun masih disembunyikan.2 Menstruasi 2. 2009). Ultrashort feedback loop adalah pengaturan pengeluaran sendiri releasing hormon factor (Manuaba. 2009).kepada teman sebayanya yang berlawanan jenis. Short feedback loop langsung ke hipofisis untuk pengeluaran gonadotropin.2. Menstruasi juga bisa diartikan keluarnya cairan secara berkala dari vagina selama masa usia produktif. karena mereka menyadari masih terlalu kecil untuk berpacaran (Marheni. Universitas Sumatera Utara . Folikel dominan tersebut tampak pada fase mid follicular dan sisanya mengalami atresia. 2003). 2006). 2010). yaitu siklus ovarium dan siklus uterus. Pada siklus ovarium terdapat beberapa fase yaitu: 1. siklus menstruasi dibagi dalam dua siklus.2 Fisiologi Pengaturan siklus menstruasi ditentukan oleh faktor psikologis dan umpan balik (feedback loop) estrogen dan progesteron. 2. 2. Relatif tingginya kadar FSH dan LH merupakan trigger turunnya estrogen dan progesteron pada akhir siklus.1 Definisi Menstruasi merupakan suatu peristiwa perdarahan uterus yang terjadi secara siklik dan dialami oleh sebagian besar wanita usia reproduktif (Norwitz. Menurut Sofoewan (2008). Terjadi peningkatan kadar Folikel Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH) yang relatif tinggi dan memacu perkembangan 10-20 folikel dalam satu folikel dominan. Menstruasi terjadi sebagai akibat dihasilkannya hormon-hormon dari sebuah kelenjar kecil di dasar otak yang disebut normal pertumbuhan (Pituitary gland) (Darvill.2. (Aulia. Fase Folikular Pada hari ke 1-8.

Karena kadar estrogen yang meningkat. Pada beberapa perempuan saat ovulasi dapat dirasakan dengan adanya nyeri di fosa iliaka. Ovulasi terjadi dalam 8 jam dari mid-cycle surge LH. Korpus luteum merupakan sumber utama hormon steroid seks. dan progesteron disekresi oleh ovarium pada fase pasca-ovulasi. Fase Ovulasi Ovulasi adalah pembesaran folikel secara cepat yang diikuti dengan protrusi dari permukaan korteks ovarium dan pecahnya folikel dengan ekstrusinya oosit yang ditempeli oleh kumulu ooforus. Sel granulosa mengalami luteinisasi menjadi korpus luteum. Perubahan hormon hubungannya dengan pematangan folikel adalah ada kenaikan yang progresif dalam produksi estrogen (terutama estradiol) oleh sel granulosa dari folikel yang berkembang. Korpus luteum meningkatkan produksi progesteron dan estradiol. dikelilingi 2-3 lapis sel granulosa yang disebut kumulus ooforus. pelepasan kedua gonadotropin ditekan (umpan balik negatif) yang berguna untuk mencegah hiperstimulasi dari ovarium dan pematangan banyak folikel. Mencapai puncak 18 jam sebelum ovulasi. estrogen.Pada hari ke 9-14 Pada saat ukuran folikel meningkat lokalisasi akumulasi cairan tampak sekitar sel granulosa dan menjadi konfluen. 3. memberikan peningkatan pengisian cairan di ruang sentral yang disebut antrum yang merupakan transformasi folikel primer menjadi sebuah Graafian folikel dimana oosit menempati posisi eksentrik. Estrogen meningkatkan sekresi LH (melalui hipotalamus) mengakibatkan meningkatnya produksi androgen dan estrogen (umpan balik positif). Segera sebelum ovulasi terjadi penurunan kadar estradiol yang cepat dan peningkatan produksi progesteron. Fase Luteal Hari ke 15-28 Sisa folikel tertahan dalam ovarium dipenitrasi oleh kapiler dan fibroblas dari teka. Kedua Universitas Sumatera Utara . 2.

a. Fase Proliferasi Selama fase folikular di ovarium. Batas antara 2 lapis tersebut ditandai dengan perubahan dalam karakteristik arteriola yang memasok endometrium. Universitas Sumatera Utara . tetapi ikut dalam proses regenerasi lapisan superfisial untuk siklus berikutnya. Endometrium Endometrium terdiri atas 2 lapis. korpus luteum akan mengalami regresi dan terjadilah haid. tetapi karena pengaruh hormon menjadi berlekuk dan memberikan kesempatan a. Dengan diproduksinya hormon steroid oleh ovarium secara siklik akan menginduksi perubahan penting pada uterus yang disebut dengan siklus uterus. Pada akhir haid proses regenerasi berjalan dengan cepat. Basal endometrium kuat. produksi progesteron menginduksi perubahan sekresi endometrium.hormon tersebut diproduksi dari prekursor yang sama. 1. Susunan anatomi tersebut sangat penting dalam fisiologi pengelupasan lapisan superfisial endometrium. Saat ini disebut fase proliferasi. Selama fase luteal kadar gonadotropin rendah sampai terjadi regresi korpus luteum yang terjadi pada hari ke 26-28. kelenjar tubular yang tersusun rapi sejajar dengan sedikit sekresi. endometrium dibawah pengaruh estrogen. Tampak sekretori dari vakuole dalam epitel kelenjar dibawah nukleus.spiralis berkembang. yaitu superfisial yang akan mengelupas saat haid dan lapisan basal yang tidak ikut dalam proses haid. korpus luteum tidak mengalami regresi karena dipertahankan oleh gonadotropin yang dihasilkan oleh trofoblas. Jika konsepsi dan implantasi tidak terjadi. yang melibatkan endometrium dan mukosa serviks. Setelah kadar hormon steroid turun akan diikuti peningkatan kadar gonadotropin untuk inisiasi siklus berikutnya. sekresi maternal ke dalam lumen kelenjar dan menjadi berkelokkelok. Fase Sekretoris Setelah ovulasi. b. Jika terjadi konsepsi dan implantasi.

Prostaglandin juga meningkatkan kontrasi uterus bersamaan dengan aliran darah haid yang tidak membeku karena adanya aktivitas fibrinolitik lokal dalam pembuluh darah endometrium yang mencapai puncaknya saat haid. Fase Haid Normal fase luteal berlangsung selama 14 hari. kadar airnya meningkat secara progresif.c. dan mukus serviks menjadi impermeabel lagi. Vasospasmus terjadi karena adanya produksi lokal prostaglandin. Akhir fase folikular kadar estrogen meningkat memacu perubahan dan komposisi mukus. orifisium uteri eksternum kontraksi. Dalam klinik perubahan ini dapat dimonitor dengan memeriksa mukus serviks Universitas Sumatera Utara . Setelah ovulasi progesteron diproduksi oleh korpus luteum yang efeknya berlawanan dengan estrogen. 2. Perubahan ini dikenal dengan istilah “spinnbarkheit”. tetapi secara alami risiko tersebut dicegah dengan adanya mukus serviks sebagai barier yang permeabilitasnya bervariasi selama siklus haid. Mukus Serviks Pada perempuan ada kontinuitas yang langsung antara alat genital bagian bawah dengan kavum peritonei. 2. 1. Penurunan ini diikuti oleh kontraksi spasmodik yang intens dari bagian arteri spiralis kemudian endometrium menjadi iskemik dan nekrosis. Pada akhir fase ini terjadi regresi korpus luteum yang ada hubungannya dengan menurunnya produksi estrogen dan progesteron ovarium. sebelum ovulasi terjadi mukus serviks banyak mengandung air dan mudah dipenetrasi oleh spermatozoon. terjadi pengelupasan lapisan superfisial endometrium dan terjadilah pendarahan. Kontinuitas ini sangat penting untuk akses spermatozoon menuju ke ovum. 3. Awal fase folikular mukus serviks viskus dan impermeabel. ada risiko oleh infeksi yang asendens. fertilisasi terjadi dalam tuba falopii. Peubahan-perubahan ini dapat dimonitor oleh perempuan sendiri jika ingin menjadi konsepsi atau dia ingin menggunakan “rhythm method” kontrasepsi.

Ovulasi yang tidak dibuahi akan memicu terjadinya menstruasi (Guyton. Mekanisme menstruasi belum diketahui dengan seluruhnya (Wiknjosastro. Menarche adalah siklus menstruasi pertama sekali yang dialami wanita.2. setelah itu perlahan-lahan hilanng 2. Menarche terjadi akibat peningkatan FSH dan LH yang merangsang sel target ovarium. 2. Menurut Manuaba (2010) menarke merupakan menstruasi pertama yang berlangsung sekitar umur 10-11 tahun.4 Menarche Peristiwa terpenting yang terjadi pada gadis remaja ialah datangnya haid yang pertama kali yang pertama ini datang dinamakan menarche. Universitas Sumatera Utara . FSH dan LH berkombinasi dengan reseptor FSH dan LH yang selanjutnya akan meningkatkan laju kecepatan sekresi. Hampir semua perangsangan ini dihasilkan dari pengaktifan sistem second messenger adenosinemonophosphate cyclic dalam sitoplasma sel ovarium sehingga menstimulus ovarium untuk memproduksi estrogen dan progesteron.di bawah mikroskop tampak gambaran seperti daun pakis atau fern-like patterm yang paralel dengan kadar estrogen sirkulasi. 1997). maksimum pada saat sebelum ovulasi. 2008).3 Mekanisme Menstruasi Hormon steroid estrogen dan progesteron mempengaruhi pertumbuhan endometrium.2. Estrogen dan progesteron akan menstimulus uterus dan kelenjar payudara agar kompeten untuk memungkinkan terjadinya ovulasi. terjadi regresi endometrium yang kemudian diikuti oleh pendarahan yang terkenal dengan nama menstruasi. pertumbuhan dan proliferasi sel. endometrium memasuki fase sekresi. Menarche sebenarnya hanyalah puncak dari serangkaian perubahan yang terjadi pada seorang gadis yang sedang menginjak dewasa (Sigar. 2005). Di bawah pengaruh estrogen endometrium memasuki fase proliferasi sesudah ovulasi. Dengan menurunnya kadar estrogen dan progesteron pada akhir siklus haid.

2010). hal ini menandakan kerusakan tidak pada aksis hipotalamus hipofise. Universitas Sumatera Utara . lebih banyak pada laki-laki yang mengalami keterlambatan pubertas dibandingkan dengan perempuan. ditemukan kadar hormon gonadotropin (FSH dan LH) meningkat namun kadar hormon seks steroid seperti testosteron dan estrogen tetap rendah. ditemukan penurunan kadar hormon gonadotropin (Suryawan. Pada hypergonadotropic hypogonadism.3 Masalah Tumbuh Kembang Remaja Putri 2.1 Pubertas Terlambat Pubertas terlambat (delayed puberty) pada perempuan didefinisikan tidak membesarnya payudara sampai 13 tahun atau tidak adanya menstruasi sampai umur 15 tahun.3. tanpa disertai “ovulasi” untuk lebih mematangkan uterus dengan endometrium dan alat seks sekunder. Berdasarkan kadar gonadotropin dalam darah pubertas terlambat dikelompokkan menjadi: Hypergonadotropic Hypogonadism dan Hypogonadotropic Hypogonadism. Kebanyakan pubertas terlambat masih normal yaitu pada constitutional delayed of growth and puberty (CDGP). 2.5 cm atau volume testis masih lebih kecil dari4 ml. Pada usia 10-11 tahun terjadi perdarahan lucut endometrium.Rangsangan panca indra diblok puberitas inhibitor (nukleus amigdale) melalui stria terminalis. Estrogen rendah berfungsi untuk tumbuh-kembang alat seks sekunder dan mempersiapkan uterus (endometrium) lebih matang untuk menerima rangsangan. Secara statistik pubertas yang mengalami keterlambatan sebanyak 2. Sedangkan pada hypogonadotropin hypogonadism.5% dari normal populasi remaja pada kedua jenis kelamin. Pada usia 8-9 tahun terdapat estrogen rendah dan pengeluaran FSH minimal. Sedangkan pubertas terlambat pada laki-laki apabila sampai umur 14 tahun belum ada tanda-tanda pubertas berupa panjang testis masih kurang dari 2. menuju hipotalamus sehingga terhindar dari puberitas prekok.

termasuk ke dalam tingkatan ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh bahan yang di pelajari atau rangsangan yang telah diterima. Pengetahuan kognitif merupakan dominan yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (overt behavior). Pubertas prekok dapat diklasifikasikan berdasarkan aktifitas dari aksis neuroendokringonad. Oleh karena itu.4. Pengetahuan (knowledge) merupakan hasil dari tahu dan pengalaman seseorang dalam melakukan penginderaan terhadap suatu rangsangan tertentu. yaitu: a. Universitas Sumatera Utara . disebutkan bahwa istilah pengetahuan berasal dari kata dasar “tahu” yaitu paham.2. Tahu (know) Merupakan mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Kedalam pengetahuan yang diperoleh seseorang terhadap sesuatu rangsangan dapat diklasifikasikan berdasarkan enam tingkatan.2 Pubertas Prekok Pubertas prekok terjadi apabila tanda-tanda pubertas ditemukan sebelum umur 8 tahun pada perempuan dan sebelum umur 9 tahun pada laki-laki.4 Pengetahuan dan Sikap 2. mengerti. Pubertas prekok pada perempuan bila ditemukan pembesaran payudara sebelum umur 8 tahun. tahu merupakan pengalaman yang paling rendah. atau terjadinya menstruasi sebelum umur 9. 2. Rontgen pergelangan dan telapak tangan kiri untuk menilai umur tulang (bone age) sebagai tanda terjadinya peningkatan hormon seks steroid secara sistemik. maklum. Pada anak yang dicurigai menderita pubertas prekok diperiksa secara lengkap antara lain pembesaran payudara dan pertumbuhan rambut pubis pada perempuan. 2010). timbulnya rambut pubis sebelum umur 9 tahun.3. Diagnosis pubertas prekok dibuat berdasarkan gejala klinis yang mendukung dan hasil tes laboratorium. Pada anak-anak dengan pubertas prekok kadar hormon FSH dan LH meningkat sesuai dengan masa pubertas (Suryawan.1 Pengetahuan. Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia (2002).5 tahun.

2 Sikap Merupakan respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Analisis (analysis) Kemampuan dalam menjabarkan materi atau suatu objek dalam komponen-komponen. antara lain: a. Evaluasi (evaluation) Kemampuan dalam melakukan penelitian terhadap suatu materi atau objek (Notoatmodjo. Universitas Sumatera Utara . Kepercayaan (keyakinan). Orang telah paham akan objek atau materi harus mampu menjelaskan. konsep terhadap suatu konsep c. meramalkan. e.b. Menerima (receiving) Mau dan memperhatikan stimulus atau objek yang diberikan. menyebutkan contoh. Sintesis (synthesis) Kemampuan dalam meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru f. sikap mempunyai tiga komponen pokok. Kecenderungan untuk bertindak (tend to behave) Sikap terdiri dari berbagai tingkatan.4. ide. Menurut Allport (1954) seperti yang diikuti Notoatmodjo (2003). 2. dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari c. menyimpulkan. Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek b. Manifestasi sikap tidak langsung dilihat akan tetapi harus ditafsirkan terhadapkan terlebih dahulu sebagai tingkah laku yang tertutup. dan masuk ke dalam struktur organisasi tersebut. Aplikasi (application) Kemampuan dalam menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi yang sebenarnya d. yakni: a.2003). Memahami (comprehension) Merupakan suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar objek yang diketahui.

Universitas Sumatera Utara . Memang hubungan antara sikap dan tindakan sangat kompleks dan kabur. Menghargai (valuing) Mengajak orang lain mengerjakan atau mendiskusikan masalah. d. Teori menyatakan tindakan seseorang dipengaruhi oleh sikapnya. Merespon (responding) Memberi jawaban apabila ditanya. Jadi tidak mutlak harus ada perubahan sikap dulu. baru ada perubahan perilaku. maka ia akan merubah perilakunya. Orang bisa berperilaku bertentangan dengan sikapnya. Pengukuran sikap dapat dilakukan secara langsung dan dapat juga tidak. Tetapi dalam praktek hal ini tidak selamanya benar. Namun secara tidak mutlak dapat dikatakan bahwa perubahan sikap merupakan loncatan untuk terjadinya perubahan prilaku. Orang lain berperilaku bertentangan dengan sikapnya. mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan. 2003). dan bisa juga merubah sikapnya sesudah yang bersangkutan merubah tindakannya. Bertanggung jawab (responsible) Mempunyai tanggung jawab terhadap segala sesuatu yang dipilihnya dengan segala risiko. Secara langsung dapat dinyatakan bagaimana pendapat atau pernyataan responden terhadap suatu objek. dan bisa juga merubah sikapnya sesudah yang bersangkutan merubah tindakannya. c.b. Kalau kita berhasil merubah sikap seseorang. Namun demikian secara tidak mutlak dapat dikatakan bahwa perubahan sikap merupakan loncatan untuk terjadinya perubahan perilaku (Notoatmodjo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful