P. 1
KAK BTS

KAK BTS

|Views: 295|Likes:
O
O

More info:

Published by: Wahyu Eko Adi Saputro on Jun 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2015

pdf

text

original

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO

KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN MASTERPLAN BASE TRANSCEIVER STATION (BTS)
A. LATAR BELAKANG

Pemanfaatan tata ruang udara merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem penataan ruang secara umum. Ruang udara adalah ruang yang terletak di atas ruang daratan dan atau ruang lautan sekitar di atas wilayah negara dan melekat di bumi. Dalam hal ini yang dimaksud adalah ruang udara yang termasuk dalam hak yuridikasi Republik Indonesia. Sehingga dalam rangka mempertahankan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan pemanfaatan sumber daya di udara dengan sumber daya di darat dan di lautan atau di perairan, maka diperlukan adanya penatagunaan ruang udara. Yang dimaksud penatagunaan ruang udara ini adalah penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan ruang udara yang berwujud konsolidasi pemanfaatan ruang daratan, ruang lautan, ruang udara, dan sumber daya lainnya sebagai satu kesatuan. Namun hingga saat ini penatagunaan ruang udara belum ditata secara optimal, baik dari aspek perencanaan, pemanfaatan, maupun pengendaliannya. Salah satu aspek yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang udara adalah penggunaan ruang udara untuk kegiatan komersial oleh pihak swasta. Perkembangan teknologi membuka peluang pemanfaatan ruang udara untuk mempermudah komunikasi, dan perhubungan. Penerbangan komersial sudah dikenal sejak lama di Indonesia. Kemudian dikenal juga penggunaan frekwensi untk penyiaran, baik untuk media televisi, radio, dan radio amatir. Yang terkini adalah penggunaan telepon dan internet tanpa kabel yang marak digunakan sebagai media komunikasi. Pada sisi lain, ketersediaan infrastruktur Teknologi Informasi (TI) merupakan hal mutlak untuk mendorong pertumbuhan dan perbaikan ekonomi masyarakat. Namun hingga saat ini pembangunan infrastruktur telekomunikasi belum merata di seluruh pelosok nusantara. Kendati jaringan sudah tersedia, koordinasi antar operator layanan telekomunikasi belum berjalan dengan baik, dipastikan biaya investasi para operator dapat lebih dihemat dan dapat dimanfaatkan pada sektor riil lainnya. Selain itu koordinasi jaringan infrastruktur telekomunikasi yang dibangun itu dapat mengoptimalkan pelayanan telekomunikasi kepada masyarakat. Beberapa tahun terakhir, operator telekomunikasi berlomba-lomba membangun infrastruktur jaringan. Mereka berani investasi sampai menghabiskan ratusan juta dollar AS dari budget belanja modal mereka. Hasilnya bisa kita lihat dengan bermunculannya menara BTS di satu lokasi secara bersamaan. Contoh lain, pembangunan kabel bawah laut dan jaringan serat optik (fibre optic/FO) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tahun ini beberapa operator telekomunikasi seperti Telkom, Indosat, dan Excelomindo menyiapkan belanja modal US$ 2,68 miliar, yang mayoritas dikeluarkan untuk perluasan jaringan infrastruktur. Lebih rincinya lagi, Telkom sebesar Rp 1,4 miliar, Indosat US$ 900 juta, XL US$ 380 juta dan Telkomsel US$ 850 juta. Cuma saja amat disayangkan soal lemahnya koordinasi antara stakeholder penyelenggara infrastruktur dan pemerintah.

KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN MASTERPLAN BTS

1

saat ini Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi dalam proses penyusunan konsep pengaturan dan standar pendirian menara telekomunikasi. Walaupun langkah ini satu langkah lebih lambat dari perkembangan TI yang terjadi di lapangan. Bila dibandingkan dengan negara-negara di Asean. Meningkatnya jaringan infrastruktur mestinya akan berdampak terhadap kemajuan teknologi telekomunikasi yang notabene mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian nasional. infrastruktur TI di Indonesia masih jauh tertinggal. sehingga tidak mendukung iklim investasi industri TI. Hal ini dikuatkan dengan adanya fenomena peningkatan kegiatan tower secara sporadis di lapangan. dan berkelanjutan. infrastruktur TI memerlukan kejelasan regulasi. memenuhi beberapa persyaratan seperti keamanan lingkungan masyarakat. MAKSUD. Bila pemanfaatan ruang udara tidak segera dikendalikan dikhawatirkan mempengaruhi tata ruang wilayah di Kabupaten Mojokerto. Dengan fungsi dan kestrategisan wilayah. Selain karena terbatas jumlahnya. Kondisi geografis Indonesia yang besar dan terdiri dari kepulauan. Tujuannya. kendala yang dihadapipun berbeda pula. kurang terkoordinir. Tujuan dari Penyusunan Masterplan BTS ini adalah : 1. Kecamatan Gedeg dan Kecamatan Kemlagi. Untuk tumbuh dan berkembang. Dalam rangka menata pemanfaatan udara. adalah untuk mengendalikan dan mengelola pemanfaatan ruang udara terutama untuk kegiatan perhubungan baik yang berupa regulasi jalur udara maupun frekwensi. Kecamatan Jetis. namun dapat menjadi stimulan bagi pemerintah daerah untuk menata ruang udara di wilayah masing-masing. kekuatan konstruksi. dan estetika kota. dan memberikan kepastian investasi di Kabupaten Mojokerto. yaitu regulasi dan persoalan organisatoris lain. Sebagai contoh adalah lemahnya sosialisasi tentang pemanfaatan TI itu sendiri dan terlalu banyak regulasi yang simpang siur. Masalah-masalah di atas dialami hampir seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia. Untuk memberikan kejelasan regulasi. sistematis. Malaysia atau Brunei. Kecamatan Gedeg dan Kecamatan Kemlagi. Tertatanya pemanfaatan ruang udara di atas wilayah Kabupaten Mojokerto yang terpadu. Permasalahan yang ada bukan sekedar masalah teknis tapi juga pada masalah non teknis. mengembangkan infrastruktur pendukung ekonomi. maka diperlukan upaya penataan ruang udara dalam bentuk ”Kegiatan Penyusunan Masterplan BTS di Kabupaten Mojokerto”. KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN MASTERPLAN BTS 2 . termasuk Kabupaten Mojokerto khususnya Kecamatan Dawarblandong. Kendala regulasi di Indonesia adalah setiap ada pergantian pengambil kebijakan diikuti oleh pergantian regulasi. B. tentu beda dengan kondisi negara seperti Singapura. TUJUAN DAN SASARAN Maksud dilaksanakannya Penyusunan Masterplan BTS di Kecamatan Dawarblandong. melihat besaran angka investasi yang dibelanjakan seberapa besar nilai investasi tersebut bisa berdampak untuk meningkatkan kemakmuran rakyat. Kecamatan Jetis.BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO Di sisi lain. Dengan demikian pemanfaatan ruang udara lebih efektif dan efisien dalam mendukung peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan infrastruktur telekomunikasi sebagai salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. kesehatan. Kabupaten Mojokerto merupakan daerah yang potensial dalam pengembangan infrastruktur TI.

potensi dan masalah pembangunan prasarana perhubungan. Menyusun rencana penataan dan pengembangan pemanfaatan ruang udara di wilayah Kabupaten sesuai dengan konsep penataan dan pengembangan. Terpenuhi dan tertatanya kebutuhan penyediaan dan jangkauan pelayanan prasarana perhubungan. Tersedianya dokumen perencanaan masterplan telekomunikasi sebagai acuan pembangunan infrastruktur telekomunikasi. 4. Tahapan persiapan pekerjaan. Mengkaji dan menganalisis kondisi eksisting pemanfaatan ruang udara di wilayah perencanaan khususnya mengidentifikasi potensi dan masalah pemanfaatan prasarana perhubungan di wilayah Kabupaten Mojokerto. kelayakan. Untuk mencapai keterpaduan dari pemanfaatan ruang udara diperlukan beberapa sasaran antara lain adalah : 1. Menyusun konsep penataan dan pengembangan pemanfaatan ruang udara. 3. pola pemanfaatan bersama dan arahan investasi dari prasarana telekomunikasi. Kecamatan Gedeg dan Kecamatan Kemlagi. Tahapan survey. Pedoman pengendalian pemanfaatan ruang udara. Tersusunnya pola pemanfaatan bersama dan arahan investasi yang menguntungkan bagi pelaku usaha. 3. Meningkatkan keamanan masyarakat di wilayah sekitar infrastruktur komunikasi. jangkauan pelayanan. 4.BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO 2. Kecamatan Jetis. 3. RUANG LINGKUP WILAYAH Wilayah perencanaan Kegiatan Penyusunan Masterplan BTS Tahun 2011 yaitu di Kecamatan Dawarblandong. E. 2. 5. Tersusunnya arahan investasi yang menguntungkan bagi pelaku dunia usaha. Tahapan pendataan. Keserasian dan tertatanya pembangunan prasarana perhubungan dengan kawasan keselamatan operasional penerbangan. D. masyarakat dan pemerintah. Terpenuhinya ketentuan kelayakan dari prasarana perhubungan. meliputi kebutuhan penyediaan. 4. 2. KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN MASTERPLAN BTS 3 . C. c. RUANG LINGKUP MATERI Lingkup materi yang dikerjakan dalam Kegiatan Penyusunan Masterplan BTS adalah sebagai berikut : 1. b. kondisi. METODOLOGI PEKERJAAN Proses Penyusunan Masterplan BTS dilakukan menggunakan metodologi pekerjaan sebagai berikut : a. masyarakat dan pemerintah. Teridentifikasinya sebaran.

Menyusun kuisioner dan chesk list data.1.1.2.BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO d.1. Menyusun data yang dibutuhkan dari setiap instansi/perusahaan yang terkait dalam Koordinasi Penyusunan Masterplan BTS di Kabupaten Mojokerto. Tahapan analisa.2. Menyiapkan peralatan perlengkapan survey seperti GPS. Tahapan penyusunan laporan.Persiapan Dasar 1. 5. Menyiapkan metode penelitian lapangan dan daftar pertanyaan/kuisioner. Menyusun persiapan dan data yang dibutuhkan untuk observasi. 3. Adapun data sekunder yang dibutuhkan antara lain adalah : 1. Menyusun pertanyaan kuisioner dan wawancara. 3. 2.1. E. E. Peta dan data sebaran menara telekomunikasi dan penyiaran. 4. Melakukan identifikasi penggunaan lahan yang berkaitan dengan penataan ruang. KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN MASTERPLAN BTS 4 . alat tulis dan sebagainya.2. Menyusun desain survey.3. Persiapan Pekerjaan Persiapan dasar yang dilakukan yaitu studi pendahuluan tentang penelaahan materi yang tercantum didalam proses penyusunan Masterplan BTS di Kabupaten Mojokerto. E. baik itu berupa uraian. Menyusun materi survey. Menyiapkan biaya akomodasi. 5.Persiapan Survey Primer 1.1. kamera.1. Survey E. 7. Menyusun kuisioner untuk instansi/perusahaan yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dalam Penyusunan Masterplan BTS di Kabupaten Mojokerto. e.Survey Sekunder Merupakan pengumpulan data atau perekaman data instansi. 4. Identifikasi masalah-masalah yang terjadi.Persiapan Survey Sekunder 1. 6. E. data angka maupun peta yang berhubungan dengan kebutuhan pekerjaan pada wilayah penelitian dan terkait dengan data yang dibutuhkan bagi penyusunan laporan. 6. Identifikasi sarana dan prasarana/infrastruktur dan potensipotensi yang kiranya berpengaruh terhadap perkembangan wilayah perencanaan. E. 2. Menyiapkan keperluan administrasi penunjang kegiatan survey. alat ukur. 2. Menyiapkan peta dasar sebagai pedoman untuk survey lapangan.

Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mojokerto. Peta kelerengan. Data mengenai frekwensi dan pengkanalan dari prasarana telekomunikasi. E. 6. RPJM Kabupaten Mojokerto. 12. 7. Adapun responden wawancara adalah sebagai berikut : o Masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar menara. Peta dan data mengenai sebaran alat bantu navigasi penerbangan (biken). Peta jenis tanah. o Masyarakat yang berada/bertempat tinggal di sekitar menara telekomunikasi dan penyiaran. 5. Observasi/pengamatan Observasi/pengamatan lapangan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran visual dari : o Permasalahan. o Pimpinan Dirut Operator Seluler. potensi dan kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan ruang udara o Jangkauan pelayanan. 9. Peraturan dan ketentuan mengenai pembangunan dan penggunaan prasarana Telekomunikasi. 11. 3. 10.BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO 2. Peta infrastruktur. KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN MASTERPLAN BTS 5 . Peta topografi. kondisi. Peta dan data mengenai kawasan keselamatan operasional penerbangan. Peta penggunaan lahan.Survey Primer Kegiatan survey lapangan dalam pelaksanaan Penyusunan Masterplan BTS adalah sebagai berikut : 1.2.2. o Tokoh-tokoh pemerintahan yang berada sekitar lokasi menara. 3. Wawancara Teknik wawancara ini merupakan kegiatan pendukung dari penyebaran kuisoner untuk memperoleh kelengkapan data. 8. Adapun responden wawancara adalah sebagai berikut : o Tokoh-tokoh pemerintahan yang berada sekitar lokasi menara. Penyebaran kuisioner Penyebaran kuisioner ini secara umum ditujukan untuk mengidentifikasi permasalahan. jenis dan sebaran prasarana telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto o Jalur penerbangan dan kawasan terbatas bagi penerbangan (restricted area) 2. 4. potensi dan kendala yang diakibatkan oleh pembangunan prasarana telekomunikasi.

meliputi : o Persebaran fasilitas perumahan o Persebaran fasilitas pemerintahan o Persebaran fasilitas perdagangan dan jasa o Persebaran fasilitas umum/ pelayanan sosial 2. Dalam pengolahan ini. 1. Dari proses ini akan dihasilkan informasi yang lengkap tentang wilayah penelitian dan dapat digunakan sebagai dasar dalam penganalisaan lebih lanjut. dilengkapi dengan peta yang menampakkan tampak atas bangunan dalam bentuk blok dan kapling.Pendataan Pada tahap ini dilakukan proses seleksi data. o Peraturan tentang Pedoman Penggunaan Menara Telekomunikasi. o Peraturan tentang Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan. Skala Mikro (wilayah pekerjaan) Aspek Fisik Dasar o Data topografi o Data geologi o Data jenis tanah o Data kelerangan Aspek tata guna tanah. o Arahan pengembangan distribusi penduduk o Arahan pengembangan kegiatan ekonomi o Arahan pengembangan pola pemanfaatan ruang yang meliputi : permukiman. KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN MASTERPLAN BTS 6 . Adapun pengelompokan itu meliputi : a. tabulasi data. o Peraturan tentang Frekwensi Radio. 2.BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO E. Skala Makro Meliputi: 1. Aspek Pengembangan Wilayah o Strategi pengembangan ekonomi.2. data akan dikelompokkan menurut jenis-jenis dan sistematika data sesuai dengan laporan yang akan dibuat. o Peraturan tentang Pedoman Pendirian Menara Telekomunikasi Dan Penyiaran. pengelompokan/mensistematiskan data sesuai dengan kebutuhan. komersial dan industri o Arahan pengembangan fasilitas o Arahan penyediaan utilitas o Kawasan keselamatan operasional penerbangan b. Aspek Regulasi : o Peraturan tentang Pemanfaatan Ruang Udara. o Peraturan tentang Siaran Televisi.3. pariwisata. meliputi kondisi dan sebaran pola penggunaan tanah.

4. standarstandar dan peraturan-peraturan yang digunakan. Berdasarkan data yang diperoleh maka pokok kegiatan analisa yang dilakukan meliputi : 1. Setiap kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan menara telekomunikasi diriview menurut tingkat hirarki dan materinya. Analisa Kelayakan Prasarana Telekomunikasi Eksisting Menurut Peraturan Yang Berlaku Untuk mengetahui kelayakan dari masing-masing prasarana telekomunikasi eksisting ini adalah dengan mengkomparasikan variabel regulasi mengenai pembangunan prasarana telekomunikasi dengan variabel kondisi eksisting prasarana telekomunikasi. industri. hasilnya berupa batasan-batasan dalam kegiatan pembangunan prasarana telekomunikasi dari seluruh kebijakan. Dalam kegiatan analisa diketahui potensi dan masalah yang ada di wilayah pengembangan sehingga dapat dibuat suatu perencanaan untuk menata kawasan tersebut secara lebih baik.BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO 3. pergudangan dan lain-lain Aspek Kependudukan o Data jumlah dan perkembangan penduduk o Distribusi Penduduk Aspek telekomunikasi o Data sebaran o Data jenis dan kondisi o Data jangkauan pelayanan o E. Setelah itu masing-masing hasil review dikomparasikan untuk mendapatkan kesimpulan regulasi mengenai pembangunan prasarana telekomunikasi dari tingkat hirarki tinggi sampai rendah. Analisa Kebutuhan Pengembangan Prasarana Telekomunikasi Analisa kebutuhan pengembangan prasarana Telekomunikasi ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi daerah yang berpotensi untuk dijadikan lokasi pengembangan prasarana telekomunikasi.4.2. Persebaran khusus seperti pariwisata.Analisa Kegiatan analisa merupakan kegiatan penilaian kondisi wilayah penelitian yang ada saat ini dengan mengacu pada kajian teori. 3. 2. Analisa Peluang Pengembangan Penyediaan dan Jangkauan Pelayanan Prasarana Telekomunikasi Untuk Jangka Waktu 20 tahun Mendatang Analisa peluang pengembangan penyediaan dan jangkauan pelayanan prasarana telekomunikasi ini dimaksudkan untuk mengetahui kebutuhan KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN MASTERPLAN BTS 7 . Analisa Kebijakan Analisa ini dimaksudkan untuk mengkaji regulasi yang berkaitan dengan pengembangan menara telekomunikasi mulai dari hirarki tertinggi sampai yang terendah. 4.

ekonomi dan finansial. Kecamatan Kemlagi dan Kecamatan Dawarblandong sebagai acuan pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Arahan Pemanfaatan Ruang Udara Untuk Kepentingan Telekomunikasi dan Penyiaran Penataaan pemanfaatan ruang udara ini dimaksudkan untuk mengendalikan dan mengoptimalkan pemanfaatan ruang udara secara efektif dan efisien terutama untuk kegiatan telekomunikasi dan penyiaran berdasarkan hasil analisis peluang pengembangan dan analisis kelayakan sebelumnya. Tertata pemanfaatan ruang udara di atas wilayah Kabupaten Mojokerto yang terpadu. arahan investasi. Terpetakan sebaran menara telekomunikasi/BTS yang dapat digunakan sebagai arahan investasi yang menguntungkan bagi pelaku dunia usaha. Analisa Kelayakan Pengembangan Prasarana Telekomunikasi Analisa kelayakan pengembangan prasarana Telekomunikasi ini dimaksudkan untuk mengetahui kelayakan masing-masing prasarana telekomunikasi yang telah dikembangkan.2. kompilasi data. sosial. masyarakat dan pemerintah. KELUARAN Keluaran yang diinginkan dari kegiatan Penyusunan Masterplan BTS adalah : 1.BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO pelayanan prasarana tkkelekomunikasi dalam jangka waktu perencanaan 20 tahun mendatang. arahan sistem pengelolaan dan arahan sistem pengendalian. ekologis. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut : o Kelayakan Teknis o Kelayakan Sosial-Budaya o Kelayakan Ekonomi o Kelayakan Finansial o Kelayakan Lingkungan 6. inventarisasi data sekunder dan data primer. dan berkelanjutan. E. Kecamatan Jetis. 3. dan arahan pemanfaatan ruang udara. sistematis. Adapun arahan penataan pemanfaatan ruang udara ini meliputi : arahan pemanfatan bersama. F.5. KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN MASTERPLAN BTS 8 .Penyusunan Laporan Penyusunan rencana ini mengacu pada hasil dari draft rencana yang telah diseminarkan dan disetujui oleh team teknis untuk direvisi menjadi rencana final. 2. Analisa kelayakan dari pengembangan penyediaan dan jangkauan pelayanan dari masing-masing prasarana Telekomunikasi ini meliputi aspek kelayakan lokasi. Adapun penyusunan laporan ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu mulai dari persiapan. Tersedia dokumen perencanaan masterplan telekomunikasi di wilayah Kabupaten Mojokerto yaitu di Kecamatan Gedeg. 5. analisa.

I. 76. dengan rincian sebagai berikut : Posisi dalam Tim Tenaga Ahli Ketua Tim Ahli Prasarana dan Sarana Ahli Infrastruktur Ahli Geodesi Ahli Sistem Informasi Manajemen Ahli Telekomunikasi Kualifikasi Pendidikan Minimum Kebutuhan Personil 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang S2 – Teknik Planologi S1 – Teknik Planologi S1 – Teknik Sipil S1 – Teknik Geodesi S1 – Teknik Informatika S1 – Elektro b.BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO G.(tujuh puluh enam juta tiga ratus sembilan puluh lima ribu rupiah). H.000.395. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Pelaksanaan kegiatan Penyusunan Masterplan BTS ini dibatasi waktu 3 (tiga) bulan kalender sejak ditandatanganinya Surat Perintah Kerja (SPK). Tenaga Pendukung. KEGIATAN PELAPORAN Laporan dan dokumen lain yang diberikan oleh pihak ke III dalam rangka Penyusunan Masterplan BTS meliputi : KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN MASTERPLAN BTS 9 .. 2011 dengan perkiraan biaya pekerjaan sebesar Rp. TENAGA AHLI Setiap tenaga ahli yang terkait di dalam pekerjaannya akan selalu dimintai pandangan dan pertanggung jawaban dari keikutsertaannya dalam setiap tahap dari proses Penyusunan Masterplan BTS. DIMENSI WAKTU PERENCANAAN Jangka waktu perencanaan kegiatan Penyusunan Masterplan BTS adalah 20 (dua puluh) tahun. Tim Tenaga Ahli. terdiri dari: Posisi Tenaga Pendukung Drafter / CAD Operator Surveyor Kualifikasi Pendidikan Minimum D3 – Ilmu Komputer D3 – semua bidang ilmu yang berpengalaman dalam kegiatan survey dan/atau pekerjaan terkait bidang elektronika dan teknologi informasi D3 – ilmu komputer Kebutuhan Personil 1 orang 1 orang Operator Komputer 1 orang J. SUMBER DANA DAN BIAYA PEKERJAAN Sumber dana untuk menunjang kegiatan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mojokerto TA. Tenaga ahli dan tenaga pendukung yang dibutuhkan antara lain adalah adalah : a. K. terdiri dari Ketua Tim dan Personil Tenaga Ahli dari masing-masing bidang/disiplin ilmu dan pengalaman sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun terkait di bidangnya. merupakan tenaga yang bertugas mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Tim Tenaga Ahli.

Selain itu di dalam laporan pendahuluan juga terdapat model-model analisa yang digunakan. 2011 PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN KEGIATAN MASTERPLAN BTS KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN MASTERPLAN BTS 10 . Konsep Laporan Akhir (Draft Final Report) Laporan ini berisikan hasil survei yang disusun setelah dilakukan interpretasi peta guna lahan eksisting berdasarkan citra satelit. b. dan kertas A4 polos. c. Dan akhir dari semuanya kami sampaikan terima kasih. c. kompilasi data dan digitasi peta serta pengecekan di lapangan menggunakan GPS (Global Positioning System) tentang kondisi eksisting di wilayah studi. dan rencana kerja dalam Penyusunan Masterplan BTS. Sampul buku warna hitam dengan tulisan berwarna putih. keterlibatan tenaga ahli. Sehingga laporan kegiatan Penyusunan Masterplan BTS dapat berjalan secara terarah. dan juga mengakomodasi masukan dan tanggapan dari hasil seminar. urutan langkah kegiatan. Laporan Akhir (Final Report) ini sekaligus memuat Executive Summary. Teknik Penyajian Buku Laporan : a. kami mengharapkan kerjasama dan dukungan sepenuhnya dari semua pihak. Laporan Akhir (Final Report) Laporan akhir ini berisi seluruh rangkaian hasil-hasil kegiatan mulai dari pengumpulan data. Laporan Pendahuluan (Inception Report) Laporan pendahuluan merupakan laporan yang berisikan keseluruhan konsep. d. tabel. disamping itu juga berisi pokok-pokok materi dan penyempurnaan dari Konsep Laporan Akhir (Draft Final Report).BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO a. efisien dan efektif. Laporan diserahkan masing-masing sebanyak 5 eksemplar dalam bentuk cetakan dan soft copy dalam bentuk Compact Disc. Mojokerto. PENUTUP Demikian Kerangka Acuan Kerja (KAK) Penyusunan Masterplan BTS dibuat. gambar maupun peta. pengolahan dan penyajian materi Masterplan BTS.5 spasi. b. Pengetikan buku laporan dengan 1. dan sistematika penulisan laporan. metodologi pendekatan. Semua peta didalam buku laporan disajikan berwarna. Materi dalam Laporan Hasil Survei adalah hasil survey data primer maupun sekunder yang direpresentasikan dalam format diskripsi. serta jadwal penyelesaian pekerjaan. L.

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO DODDY FIRMANSYAH. MM. ST.. Penata NIP 19780111 200112 1 003 KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN MASTERPLAN BTS 11 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->