P. 1
Makalah omphalocele

Makalah omphalocele

|Views: 599|Likes:
Published by Surya Darma
omphalocele, penelitian
omphalocele, penelitian

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Surya Darma on Jun 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/29/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kelainan kongenital merupakan kelainan dalam pertumbuhan struktur bayi yang timbul sejak kehidupan hasil konsepsi sel telur. Kelainan kongenital dapat merupakan sebab penting terjadinya abortus, lahir mati atau kematian segera setelah lahir. Kematian bayi dalam bulan-bulan pertama kehidupannya sering diakibatkan oleh kelainan kongenital yang cukup berat, hal ini seakan-akan merupakan suatu seleksi alam terhadap kelangsungan hidup bayi yang dilahirkan. Bayi yang dilahirkan dengan kelainan kongenital, umumnya akan dilahirkan sebagai bayi berat lahir rendah bahkan sering pula sebagai bayi kecil untuk masa kehamilannya. Bayi berat lahir rendah dengan kelainan kongenital berat, kira-kira 20% meninggal dalam minggu pertama kehidupannya. Disamping pemeriksaan fisik, radiologik dan laboratorik untuk menegakkan diagnose kelainan kongenital setelah bayi lahir, dikenal pula adanya diagnosisi pre/- ante natal kelainan kongenital dengan beberapa cara pemeriksaan tertentu misalnya pemeriksaan ultrasonografi, pemeriksaan air ketuban dan darah janin. Kelainan kongenital yang akan diteliti pada penelitian ini, yaitu kelainan kongenital traktus digestivus dan dinding abdomen, yang terdiri atas Omphalocele, Gastroschisis, Hirscshprung, serta Atresia Ani. Kelainan kongenital tersebut, tidak jarang terjadi di Provinsi Sumatra Barat ini. Pada penelitian kali ini, penulis ingin melaporkan kasus repair defek omphalocele.

Tahap kedua ialah me-repair hernia ventralis. Kelainan terbanyak adalah kelainan kromosom. Kelainan penyerta terjadi antara 30% sampai dengan 70% termasuk kelainan kromosom (trisomi 18. (1) Schuster pada tahun 1967 kemudian memperkenalkan penggunaan material prostetik untuk memproteksi organ-organ abdomen selama tahapan pertama tersebut. Pada omphalocele besar reparasi dinding abdomen sebaiknya dilakukan pada umur 3-6 bulan. di dalamnya berisi seluruh midgut. Akhirnya pada tahun 1969. Sedang pada pendekatan operatif kendala perlunya reintervensi. Pendekatan penatalaksanaan tersebut memerlukan waktu yang lama. (1) Pada tahun 1948. Hingga saat ini berbagai usaha dilakukan untuk mendapatkan hasil klinik yang memuaskan. (2) Sudah lama dikenal bahwa omphalocele sering berhubungan dengan kelainan penyerta lain. Allen dan Wrenn memeperkenalkan teknik “Silo”. Penatalaksanaan secara konservatif menjadi suatu pilihan yang layak dikemukakan. Diantara lapisan tersebut bisa terdapat lapisan wharton’s jelly. (2) Pada perawatan konservatif kendala yang ada adalah perawatan yang lama. hal ini menunjukkan keikutsertaan perkembangan embriologi secara umum. Ukurannya bervariasi dalam sentimeter. TINJAUAN PUSTAKA Definisi Omphalocele secara bahasa berasal dari bahasa yunani omphalos yang berarti umbilicus=tali pusat dan cele yang berarti bentuk hernia. omphalocele berhubungan dengan kelainan yang lain. (1) Omphalocele merupakan suatu keadaan dimana viseral abdominal terdapat di luar cavum abdomen tetapi masih di dalam kantong amnion. Omphalocele diartikan sebagai suatu defek sentral dinding abdomen pada daerah cincin umbilikus (umbilical ring) atau cincin tali pusar sehingga terdapat herniasi organ-organ abdomen dari cavum abdomen namun masih dilapiasi oleh suatu kantong atau selaput. Penderita omphalocele besar dengan kelainan ganda mempunyai prognosis yang buruk. di mana organ-organ abdomen yang mengalami herniasi ditutup dengan satu lapis elastis yang dilekatkan ke fascia dinding abdomen. Selaput terdiri atas lapisan amnion dan peritoneum. serta selaput dapat pula pecah yang berakibat terjadinya infeksi. Omphalocele dapat diartikan sebagai kantong bening tidak berpembuluh darah yang terdiri dari lapisan peritoneum dan lapisan amnion pada pangkal tali pusat. hasil yang meragukan dengan peningkatan risiko infeksi. . Organ–organ abdomen tersebut kemudian dimasukkan secara bartahap ke dalam kavum abdomen melalui progressiv tightening/tekanan manual dalam beberapa hari. Sekitar 70% kasus. Adam et al memberikan rekomendasi penatalaksanaan omphalocele mayor secara konservatif sebagai pilihan utama. Omphalocele adalah herniasi sebagian isi intra abdomen melalui cincin umbilikus yang terbuka ke dalam dasar tali pusat. Robert Gross di Boston memperkenalkan suatu metode penutupan omphalocele.(1) Omphalocele dideskripsikan pertama kali oleh seorang ahli bedah Prancis bernama Ambroise Pare pada tahun 1634. gaster dan hepar.. Tahap pertama ialah membuat skin flap untuk melindungi organ-organ abdomen yang mengalami herniasi. Ambroise Pare mendeskripsikan omphalocele secara akurat dan melakukan penatalaksanaan secara konservatif pada permukaan selaput omphalocele untuk merangsang epitelisasi. Robert Gross mendeskripsikan penutupan omphalocele melalui 2 tahap.

esophagus dan lambung. Somatopleura memiliki embrionik fold yaitu kranial. ekstrofia kloaka). Kegagalan perkembangan lapisan somatic lipatan kepala akan mengakibatkan kelainan dinding abdomen daerah epigastrial disebut omphalocele epigastrial. (1. (1. Pentalogi Cantrell dan sindrom Prune Belly (tidak tumbuhnya otot dinding abdomen. frekuensinya cenderung menurun. Teori lain menyebutkan bahwa omphalocele berkembang karena kegagalan midgut untuk masuk kembali ke kavum abdomen pada minggu ke-12 perkembangan. (1. somatopleura diinvasi oleh miotom yang terbentuk disebelah lateral dari vertebra dan bermigrasi ke medial. kriptorcismus). (2) Embriologi Pada awal minggu ke-3 perkembangan embrio. viseromegali dari ginjal. Pada minggu ke-4 sampai ke-7. Selama itu juga midgut mengalami elongasi dan herniasi ke umbilical cord.21). kelainan genitourinaria. Pertumbuhan ini berhubungan erat dengan lipatan embrio (embryonic fold) yang berperan dalam pembentukan dinding abdomen.2) 3 Lipatan Ekor (Caudal Fold) Membungkus hindgut yang akan membentuk kolon dan rectum. midgut dan hindgut. tumor hepatorenal. dinding abdomen embrio berupa suatu membran tipis yang terdiri dari ektoderm dan mesoderm somatik yang disebut sebagai somatopleura. kaudal dan lateral. makroglosia. Lipatan embrio tersebut terbagi menjadi : 1. Lipatan Kepala (Cephalic Fold) Letak di depan mengandung foregut yang membentuk faring. Miotom merupakan segmen primitif sepanjang spinal cord yang pada akhirnya tiap .2) Awal terjadinya omphalocele masih belum jelas dan terdapat beberapa teori embriologi yang menjelaskan kemungkinan berkembangnya omphalocele. kelainan jantung kongenital. Bila terjadi kegagalan mengakibatkan abdomen tidak tertutup dengan sempurna pada bagian tengah. sindrom BeckwithWiedemann (hiperinsulinisme. Pada minggu ke-4 tersebut secara simultan terjadi pertumbuhan ke dalam mesoderm dari embrionik fold somatopleura bagian kranial. Teori yang banyak disebutkan oleh para ahli ialah bahwa omphalocele berkembang karena kegagalan migrasi dan fusi dari embrionik fold bagian kranial. Atresia usus mungkin pula dijumpai dan diperkirakan sebagai suatu akibat dari iskemia yang ditimbulkan oleh tekanan dari tepi defek dinding abdomen. glandula suprarenalis dan pankreas. Pada kelaianan ini cincin umbilicus tidak terbentuk sempurna sehingga tetap terbuka lebar. Kegagalan pertumbuhan lapisan splanknikus dan somatic mengakibatkan atresia ani da omphalocele hipogastrikus(1.2) 2 Lipatan Samping (Lateral Fold) Membungkus midgut dan bersama lipatan lain membentuk cincin awal umbilicus.2) Sebagaimana diketahui pada minggu ke-4 perkembangan. kaudal dan lateral yang mulai mengadakan fusi pada garis tengah untuk membentuk cincin umbilikus. saluran pencernaan terbagi menjadi foregut. caudal dan lateral saat membentuk cincin umbilikus pada garis tengah sebelum invasi miotom pada minggu ke-4 perkembangan.

penggunaan obat-obatan. colonic atresia.segmen tersebut berkembang menjadi muskulus dan diinervasi oleh nervus spinalis. syndrome of lower midline development berupa bladder (hipogastric omphalocele) atau cloacal extrophy. cardiac anomaly berupa ektopic cordis dan vsd 2. Prune-belly syndrome dan lainnya. Secara jelas peningkatan MSAFP (Maternal Serum Alfa Feto Protein) pada pelacakan dengan ultrasonografi memberikan suatu kepastian telah terjadi kelainan struktural pada fetus. Polihidramnion. sternal cleft. yaitu: 1.2) Etiologi Penyebab pasti terjadinya omphalocele belum jelas sampai sekarang. vesicointestinal fistula. Pada minggu ke-8 sampai ke-12 miotom berdiferensiasi menjadi 3 lapis otot dinding perut dan mengadakan fusi pada garis tengah. Menurut Glasser (2003) ada beberapa penyebab omphalocele. Bila suatu kelainan didapati bersamaan dengan adanya omphalocele. . layak untuk dilakukan amniosintesis guna melacak kelainan genetik. 2. namun sekitar 50-70 % penderita berhubungan dengan sindrom kelainan kongenital yang lain Sindrom kelainan kongenital yang sering berhubungan dengan omphalocele diantaranya : 1. hipoksia dan salisilat menimbulkan defek dinding abdomen pada percobaan dengan tikus tetapi kemaknaannya secara klinis masih sebatas perkiraan. Defisiensi asam folat. 3. merokok dan kelainan genetik. diantaranya bayi dengan gastroschizis dan omphalocele paling sering dijumpai. inferforate anus. defisiensi asam folat. Faktor kehamilan dengan resiko tinggi. dapat diduga adanya atresia intestinal fetus dan kemungkinan tersebut harus dilacak dengan USG. Walaupun omphalocele pernah dilaporkan terjadi secara herediter. kelainan genetik serta polihidramnion. penggunaan salisilat. hipoksia. (1. sacrovertebral anomaly dan meningomyelocele dan sindrom-sindrom yang lain seperti Beckwith-Wiedemann syndrome. syndrome of upper midline development atau thorako abdominal syndrome (pentalogy of Cantrell) berupa upper midline omphalocele. Faktor-faktor tersebut berperan pada timbulnya insufisiensi plasenta dan lahir pada umur kehamilan kurang atau bayi prematur. seperti ibu hamil sakit dan terinfeksi. anterior diaphragmatic hernia. Beberapa faktor resiko atau faktor-faktor yang berperan menimbulkan terjadinya omphalocele di antaranya adalah infeksi. Akhirnya pada minggu ke-12 rongga abdomen janin sudah cukup kuat sebagai tempat usus yang akan masuk kembali dan berputar yang kemudian menempati pososi anatomisnya. Reiger syndrome.

namun perlu waktu khusus sebelum operasi dikerjakan. berisi hampir semua organ intraabdomen dan berhubungan dengan tidak berkembangnya rongga peritoneum serta hipoplasi pulmoner.yaitu: 1.medicalstudent. pemeriksaan fisik secara lengkap dan perlu suatu rontgen dada serta ekokardiogram. Pada saat lahir. Pada 10% sampai 18%. Defek tersebut lebih dari 4 cm (bila defek kurang dari 4 cm secara umum dikenal sebagai hernia umbilikalis) dan dibungkus oleh suatu kantong membran atau amnion. kantong mungkin ruptur dalam rahim atau sekitar 4% saat proses kelahiran. Omphalocele raksasa (giant omphalocele) mempunyai suatu kantong yang menempati hampir seluruh dinding abdomen.5 cm . Tipe 1 : diameter defek < 2. omphalocele diketahui sebagai defek dinding abdomen pada dasar cincin umbilikus. Klasifikasi menurut Omphalocele menurut Moore ada 3.Sumber www.com Diagnosis Diagnosis omphalocele adalah sederhana.

dimana pada saat tersebut secara normal seharusnya usus telah masuk seluruhnya kedalam kavum abdomen janin. (2) Kelainan lain yang sering ditemukan pada omphalocele terutama pada giant omphalocele ialah malrotasi usus serta kelainan-kelainan kongenital lain. Tipe 2 : diameter defek 2.Kantong atau selaput pada omphalocele dapat mengalami ruptur. pada pemeriksaan USG tampak gambaran garis-garis yang kurang halus. Apabila terjadi ruptur dari selaput atau kantong maka oergan-organ abdomen janin/bayi dapat berubah struktur dan fungsi berupa pembengkakan. mengandung herniasi organ–organ abdomen baik solid maupaun berongga dan masih dilapisi oleh selaput atau kantong serta tampak tali pusat berinsersi pada puncak kantong. bungkusnya akan mengering dalam beberapa hari dan akan tampak retak-retak. Jelly mengandung kaya mukosa dengan sedikit serat dan tidak mengandung vasa atau nervus.5 – 5 cm 3. Berbeda dengan gastroschisis. Pada saat tersebut akan menjalar infeksi dibawah lapisan yang mengering dan berkrusta. Defek dinding abdomen janin biasanya dapat dideteksi pada saat minggu ke 13 kehamilan. tanpa kantong yang ekhogenik dan terlihat defek terpisah dari tali pusat. Tipe 3 : diameter defek > 5 cm Suatu defek yang sempit dengan kantong yang kecil mungkin tak terdiagnosis saat lahir. dengan diameter mulai 4 cm sampai dengan 12 cm. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan pada masa prenatal selain USG diantaranya ekhocardiografi. Diagnosis postnatal (setelah kelahiran) Gambaran klinis bayi baru lahir dengan omphalocele ialah terdapatnya defek sentral dinding abdomen pada daerah tali pusat. Kantong atau selaput tersusun atas 2 lapisan yaitu lapisan luar berupa selaput amnion dan lapisan dalam berupa peritoneum. bagiannya teriris saat ligasi tali pusat. MSAPF (maternal serum alpha-fetoprotein). Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan tujuan selain menunjang diagnosis sekaligus menilai apakah ada kelainan lain pada janin. Warton’s jelly adalah jaringan mukosa yang merupakan hasil deferensiasi dari jaringan mesenkimal (mesodermal). Defek bervarasi ukurannya. Dalam kasus ini timbul bahaya tersendiri bila kantong terjepit klem dan sebagian isinya berupa usus. defek biasanya berdiameter 8-12 cm atau meliputi seluruh dinding abdomen (kavum abdomen sangat kecil) dan dapat mengandung seluruh organ-organ abdomen termasuk liver. Pada pemeriksaan USG Omphalocele tampak sebagai suatu gambaran garis– garis halus dengan gambaran kantong atau selaput yang ekhogenik pada daerah tali pusat (umbilical cord) berkembang. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan pada saat bayi lahir untuk mendukung . kecuali bila ada hipoplasia paru yang biasanya ditemukan pada giant omphalocele. pemendekan atau eksudat pada permukan organ abdomen tersebut Perubahan tersebut tergantung dari lamanya infeksi dan iskemik yang berhubungan dengan lamanya organ-organ terpapar cairan amnion dan urin janin.dan dapat ditegakkan pada waktu prenatal dan pada waktu postnatal.2.(2) Diagnosis omphalocele ditegakkan berdasarkan gambaran klinis. dan analisa kromosom melaui amniosintesis. Kadang dijumpai lapisan tersebut akan terpecah dan usus akan prolap. (2) Pada giant omphalocele. Bayi-bayi dengan omphalocelee yang intak biasanya tidak mengalami distres respirasi. Disebutkan pula bahwa omphalocele yang mengalami ruptur tersebut bila diresorbsi akan menjadi gastroschisis. Diagnosis prenatal Diagnosis prenatal terhadap omphalocele sering ditegakkan dengan bantuan USG. Diantara lapisan tersebut kadangkadang terdapat lapisan Warton’s jelly. Glasser (2003) menyebutka bahwa sekitar 10-20 % kasus omphalocelee terjadi ruptur selama kehamilan atau pada saat melahirkan. Bila omphalocele dibiarkan tanpa penanganan.

diagnosis diantaranya pemeriksaan laboratorium darah dan radiologi. Pemeriksaan radiologi dapat berupa rongent thoraks untuk melihat ada tidaknya kelainan paru-paru dan ekhocardiogram untuk melihat ada tidaknya kelainan jantung. biasanya di lateral Keadaan permukaan organ abdomen/usus Malrotasi Atresia dan strangulasi Hubungan dengan Sering kelainan kongenital sering terdapat jarang divertikulum Meckel) Sering Jarang normal Normal Memendek atau terdapat bercak eksudat jarang sering Normal normal < 4 cm < 4 cm gastroschisis (umbilical cord) kantong . (2) Diagnosa banding(2) omphalocele hernis umbilikalis kongenital Lokasi defek Pada cincin umbilikus (umbilikal ring) Pada cincin umbilikus Terpisah (biasanya lateral dari) cincin umbilikus Diameter/ukuran 4-12 cm defek (cm) Kavum abdomen Kecil terutama pada giant omphalocele Kantong Kandungan kantong Letak tali pusat + Seluruh organ abdomen Pada puncak + Beberapa loop usus Pada puncak kantong Biasanya gaster atau usus Terpisah dengan kantong.

demikian pula perlu dipasang rectal tube untuk irigasi dan untuk dekompresi sistem usus. tempatkan bayi pada ruangan yang asaeptik dan hangat untuk mencegah kehilangan cairan. Walaupun demikian. dan untuk pemberian antibitika broad spektrum.Penatalaksanaan Penatalaksanaan prenatal Apabila terdiagnosa omphalocele pada masa prenatal maka sebaiknya dilakukan informed consent pada orang tua tentang keadaan janin. lakukan monitoring dan stabilisiasi suhu. Oak Sanjai (2002) meyebutkan bahwa komplikasi dari partus pervaginam pada bayi dengan defek dinding abdomen kongenital dapat berupa distokia dengan kesulitan persalinan dan kerusakan organ abdomen janin termasuk liver. 3. hipotermi dan infeksi. 2. pasang kateter uretra untuk mengurangi distensi kandung kencing dan mengurangi tekanan intra abdomen. posisikan bayi senyaman mungkin dan lembut untuk menghindari bayi menagis dan air swallowing. Bayi-bayi dengan omphalocele biasanya mengalami lebih sedikit kehilangan panas tubuh sehingga lebih sedikit membutuhkan resusitasi awal cairan dibanding bayi dengan gastroschisis. kelanjutan penatalakasanaan awal apakah berupa operasi atau nonoperasi (konservatif) dan penatalaksanaan postoperasi. ahli anak dan ahli bedah anak. Bila melanjutkan kehamilan sebaiknya dilakukan observasi melaui pemeriksaan USG berkala juga ditentukan tempat dan cara melahirkan. 6. Keputusan akhir dibutuhkan guna perencanaan dan penatalaksanaan berikutnya berupa melanjutkan kehamilan atau mengakhiri kehamilan. resiko tehadap ibu. Ascraft (1993) menyatakan bahwa beberapa ahli menganjurkan pengakhiran kehamilan jika terdiagnosa omphalocele yang besar atau janin memiliki kelainan konggenital multipel. sampai saat ini persalinan melalui sectio caesar belum ditentukan sebagai metode terpilih pada janin dengan defek dinding abdomen. Secara umum penatalaksanaan bayi dengan omphalocelee dan gastroschisis adalah hampir sama. (2) Penatalaksanaan segera bayi dengan omphalocele adalah sbb: 1. Informed consent sebaiknya melibatkan ahli kandungan. mengurangi distensi dan tekanan (dekompresi) dalam sistem usus sekaligus mengurangi tekanan intra abdomen. mencegah aspirasi. Bayi sebaiknya dilahirkan atau segera dirujuk ke suatu pusat yang memiliki fasilitas perawatan intensif neonatus dan bedah anak. pasang pipa nasogastrik atau pipa orogastrik untuk mengeluarkan udara dan cairan dari sistem usus sehingga dapat mencegah muntah. Penatalaksanan postnatal (setelah kelahiran) Penatalaksannan postnatal meliputi penatalaksanaan segera setelah lahir (immediate postnatal). 5. pasang jalur intra vena (sebaiknya pada ektremitas atas) untuk pemberian cairan dan nutrisi parenteral sehingga dapat menjaga tekanan intravaskuler dan menjaga kehilangan protein yang mungkin terjadi karena gangguan sistem usus. 4. dan prognosis. 7. Beberapa macam alat bantu ventilasi seperti mask tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan masuknya udara kedalam traktus gastrointestinal. lakukan penilaian ada/tidaknya distress respirasi yang mungkin membutuhkan alat bantu ventilasi seperti intubasi endotrakeal. Selama kehamilan omphalocele mungkin berkurang ukurannya atau bahkan ruptur sehingga mempengaruhi pronosis. status asam basa. cairan dan elektrolit . Posisi kepala sebaiknya lebih tinggi untuk memperlancar drainase.

walaupun demikian. Pertolongan pertama saat lahir     Kantong omphalocele dibungkus kasa yang dibasahi betadin . misal pada omfaokel dengan diameter > 5 cm Perawtan secara : 1. mencegah kehilangan panas dan mencegah infeksi serta mencegah angulasi sistem usus yang dapat mengganggu suplai aliran darah. Suatu saat setelah granulasi terbentuk maka dapat dilakukan skin graft yang nantinya akan terbentuk hernia ventralis yang akan direpair pada waktu kemudian dan setelah status kardiorespirasi membaik. Beberapa ahli. pemeriksaan darah lain seperti fungsi ginjal. Posisipenderita miring 4. evaluasi adanya kelainan kongenital lain yang ditunjang oleh pemeriksaan rongent thoraks dan ekhokardiogram.9% kalo perlu ditutup dengan lapisan silo yang dikecilkan secara bertahap 3. pernah mencoba melakukan operasi pada giant omphalocele secara primer dengan modifikasi dan berhasil. Pada giant omphalocele bisa terjadi herniasi dari seluruh organ-organ intraabdomen dan dinding abdomen berkembang sangat buruk. NGT diisap-isap tiap 30 menit Penatalaksanaan nonnoperasi (konservatif) Penatalaksanaan omphalocele secara konservatif dilakukan pada kasus omphalocele besar atau terdapat perbedaan yang besar antara volume organ-organ intraabdomen yang mengalami herniasi atau eviserasi dengan rongga abdomen seperti pada giant omphalocele atau terdapat status klinis bayi yang buruk sehingga ada kontra indikasi terhadap operasi atau pembiusan seperti pada bayi-bayi prematur yang memiliki hyaline membran disease atau bayi yang memiliki kelainan kongenital berat yang lain seperti gagal jantung. sehingga sulit dilakukan penutupan (operasi/repair) secara primer dan dapat membahayakan bayi.25 % merbromin . Beberapa obat yang biasa digunakan untuk merangsang epitelisasi adalah 0.8. 9. glukosa dan hematokrit perlu dilakukan guna persiapan operasi bila diperlukan 10. Kantongditutup kasa steril dan ditetesi NaCl 0. Bayidijaga agar tetap hangat 2. Bila bayi akan dirujuk sebaiknya bayi ditempatkan dalam suatu inkubator hangat dan ditambah oksigen. Pada omphalocele. defek ditutup dengan suatu streril-saline atau povidone -iodine soaked gauze. Tindakan nonoperatif secara sederhana dilakukan dengan dasar merangsang epitelisasi dari kantong atau selaput. selanjutnya dibungkus dengan plastic. lalu ditutup lagi dengn suatu oklusif plastik dressing wrap? atau plastik bowel bag. Tindakan harus dilakukan ekstra hati hati diamana cara tersebut dilakukan dengan tujuan melindungi defek dari trauma mekanik. Bayi dimasukkan incubator dan diberi oksigen Pasang NGT dan rectal tube Antibiotika Konservatif Dilakukan bila penutuan secara primer tidak memungkinkan.

Obat-obat tersebut merupakan agen antiseptik yang pada awalnya memacu pembentukan eskar bakteriostatik dan perlahan-lahan akan merangsang epitelisasi. sehingga seluruh pemeriksaan fisik dan pelacakan kelainan lain yang mungkin ada dapat dikerjakan. dan poliamid mesh yang dilekatkan pada kulit. Obat tersebut berupa krim dan dioleskan pada permukaan selaput atau kantong dengan elastik dressing yang sekaligus secara perlahan dapat menekan dan menguragi isi kantong. akan terjadi pembentukan jaringan granulasi yang secara bertahap kana terjadi epitelialisasi dari tepi kantong.bubuk antiseptik dapat digunakan. bayi-bayi yang menjalani penatalaksanaan nonoperatif ternyata memiliki lama rawat inap yang lebih pendek dan waktu full enteral feeding yang lebih cepat dibanding dengan penatalaksanaan dengan silastic. Penatalaksanaan dengan operasi Tujuan mengembalikan organ visera abdomen ke dalam rongga abdomen dan menutup defek. karena sikatrik yang terbentuk biasanya tidak sebesar bila dilakukan operasi. Tindakan nonoperatif lain dapat berupa penekanan secara eksternal pada kantong. tak diperlukan operasi emergensi. 2. Velcro binder. Operasi dapat bersifat darurat bila terdapat ruptur kantong dan obstruksi usus. Hernia ventralis memerlukan tindakan kemudian tetapi kadang-kadang menghilang secara komplet.(mercurochrome). Indikasi terapi non bedah adalah: 1. dengan demikian akan terbentuk hernia ventralis. Setelah sekitar 3 minggu. Prinsip kerugian dari metode ini adalah kenyataan bahwa organ visera yang mengalami kelainan tidak dapat diperiksa. aproksimasi dari kulit dan fascia serta dengan lama tinggal di RS yang pendek. 0. yang mana setelah beberapa hari akan terbentuk skar. Setelah keropeng tebal terbentuk. Alternatif lain yang aman adalah alkohol 65% atau 70% atau gentian violet cair 1%. Neonatus dengan kelainan yang menimbulkan komplikasi bila dilakukan pembedahan. Ashcraft (2000) menyebutkan bahwa dari suatu studi. kulit dari dinding anterior abdomen secara lambat akan tumbuh menutupi kantong. . 3. Beberapa material yang biasa digunakan ialah Ace wraps. Metode ini terdiri dari pemberian lotion antiseptik secara berulang pada kantong. Bayi dengan kelainan lain yang berat yang sangat mempengaruhi daya tahan hidup. membutuhkan nutrisi yang banyak dan angka metabolik yang tinggi serta omphalocele dapat ruptur sehingga dapat menimbulkan infeksi organ-organ intraabdomen. Glasser (2003) menyatakan bahwa tindakan nonoperatif pada omphalocele memerlukan waktu yang lama. Penggunaan antiseptik merkuri sebaiknya dihindari karena bisa menghasilkan blood and tissue levels of mercury well above minimum toxic levels. silver sulvadiazine dan povidone iodine (betadine).25% silver nitrat. Dengan adanya kantong yang intak. Jika infeksi dan ruptur kantong dapat dicegah. Operasi dilakukan setelah tercapai resusitasi dan status hemodinamik stabil. sebab itu bahaya yang terjadi akibat kelainan yang tidak terdeteksi dapat menyebabkan komplikasi misalnya obstruksi usus yang juga bisa terjadi akibat adhesi antara usushalus dan kantong. Keberhasilan penutupan primer tergantung pada ukuran defek serta kelainan lain yang mungkin ada (misalnya kelainan paru) Tujuan operasi atau pembedahan ialah memperoleh lama ketahanan hidup yang optimal dan menutup defek dengan cara mengurangi herniasi organ-organ intraabomen. Bayi dengan ompalokel raksasa (giant omphalocele) dan kelainan penyerta yang mengancam jiwa dimana penanganannya harus didahulukan daripada omphalocelenya.

Staged closure Pada kasus omphalocele besar atau terdapat perbedaan yang besar antara volume organ-organ intraabdomen yang mengalami herniasi atau eviserasi dengan rongga abdomen seperti pada giant omphalocele. Juga pada keadaan tertentu selama operasi. Operasi dilakukan dengan general anestesi dengan obat-obatan blok neuromuskuler. et al (1989) dari suatu studinya melaporkan bahwa kenaikan IGP (intra gastricpressure) > 20 mmHg dan CVP > 4 mmHg selama usaha operasi primer dapat menyebabkan kenaikan tekanan intraabdomen yang dapat berakibat gangguan kardiorespirasi dan dapat membahayakan bayi sehingga usaha operasi dirubah dengan metode staged closure. Yaster M. Fascia kemudian ditutup dengan jahitan interuptus begitu pula pada kulit. ternyata tidak semua pasien dapat dilakukan primary closure. Organ-organ intraabdomen kemudian dieksplorasi.Operasi dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu primary closure (penutupan secara primer atau langsung) dan staged closure (penutupan secara bertahap). Sering defek diperlebar agar dapat diperoleh suatu insisi linier tension free dengan cara memperpanjang irisan 2 –3 cm ke superior dan inferior. Untuk kulit juga dapat digunakan jahitan subkutikuler terutama untuk membentuk umbilikus (umbilikoplasti) dan digunakan material yang dapat terabsorbsi. Kulit kemudiaan dideseksi atau dibebaskan terhadap fascia secara tajam. namun demikian beberapa ahli pernah mencoba melakukan operasi langsung pada kasus tersebut dengan teknik modifikasi 2. Mula-mula hubungan antara selaput dengan kulit serta fascia diinsisi dan vasa–vasa umbilkus dan urakus diidentifikasi dan diligasi. dibuat skin flap melalui cara undermining /mendeseksi/membebaskan secara tajam kulit dan jaringan subkutan terhadap fascia anterior muskulus rektus abdominis dan aponeurosis muskulus obliqus eksternus disebelah lateralnya sampai batas linea aksilaris . Primary Closure Primary closure merupakan treatment of choice pada omphalocele kecil dan medium atau terdapat sedikit perbedaan antara volume organ-organ intraabdomen yang mengalami herniasi atau eviserasi dengan rongga abdomen. dapat dilakukan tindakan konservatif. dan jika ditemukan malrotasi dikoreksi. Kemudian dilakukan manual strecthing pada dinding abdomen memutar diseluruh kuadran abdomen. membutuhkan nutrisi yang banyak dan beresiko terhadap pecahnya kantong atau selaput sehingga dapat timbul infeksi. 1. Manuver tersebut dilakukan hati-hati agar tidak mencederai liver atau ligamen. Standar operasi ialah dengan mengeksisi kantong dan pada kasus giant omphalocele biasanya dilakukan tindakan konservatif dahulu.4 Staged closure telah diperkenalkan pertama kali oleh Robet Gross pada tahun 1948 dengan teknik skin flap yang kemudian tejadi hernia ventralis dan akhirnya cara tersebut dikembangkan oleh Allen dan Wrenn paada tahun 1969 dengan suatu teknik “silo”  Teknik skin flap Pada prosedur ini. yang akhirnya ditemukan suatu metode staged closure. Primary closure biasanya dilakukan pada omphalocele dengan diameter defek < 5-6 cm.21 Beberapa ahli kemudian mencari solusi untuk penatalaksanaan kasus-kasus tersebut. Cara tersebut ternyata memakan waktu yang lama. Selaput kemudian dibuang dan organ-organ intraabddomen kemudian diperiksa. Standar operasi baik pada primary ataupun staged closure yang banyak dilakukan pada sebagiaan besar pusat adalah dengan membuka dan mengeksisi kantong.

Reduksi dapat dicapai seluruhnya dalam beberapa hari sampai beberapa minggu. Setelah seluruh isi kantong masuk ke rongga abdomen kemudian dilakukan operasi untuk mengambil silo dan menutup kulit. bahwa penggunaan dacron felt pledgets dapat mengurangi resiko terlepasnya atau kerusakan sambungan karena terlalu tegang dan lama. Skin flap kemudian ditarik dan dipertemukan pada garis tengah untuk menutupi defek yang kemudian cara tersebut menimbulkan hernia ventralis. Kemudian cara yang sama dilakukan seperti membuat skin flap namun dengan lebar yang sedikit saja sehingga cukup untuk memaparkan batas fascia atau otot. warna kulit. eksisi kantong amnion. Kemudian pada tempat tersebut dibuat neoumbilikus dengan jahitan kontinyu. Ashcraft (2000) menyebutkan adanya kegagalan reduksi lebih dari 2 minggu dapat berakibat infeksi dan terpisahnya silo dari jaringan. Operasi diawali dengan mengeksisi kantong atau selaput omphalocele. Organ-organ intraabdomen dalam silo kemudian secara bertahap dikurangi dan kantong diperkecil. Suatu material prostetik silo (Silastic reinforced with Dacron) kemudian dijahitkan dengan fascia dengan benang nonabsorble. Pada beberapa kasus. tekanan darah. Observasi tersebut menjadi sulit dan kurang reliabel karena bayi dibius dan mengalami paralisis. Perawatan praoperasi meliputi pemberian glukosa 10% intravena. Dulu beberapa kriteria digunakan untuk memonitor selama operasi. diantaranya angka respirasi.anterior atau media. Selama operasi terutama pada primary closure. Beberapa ahli kemudian mencoba suatu usaha agar didapatkan bentuk umbilikus yang mendekati normal yaitu dengan cara umbilical preservation. Silo merupakan suatu suspensi prostetik yang dapat menjaga organ-organ intraabdomen tetap hangat dan menjaga dari trauma mekanik terutama saat organ-organ tersebut dimasukkan ke dalam rongga abdomen. pengembalian organ visera yang keluar ke dalam kavum peritoneal dan penutupan defek dinding anterior abdomen pada 1 tahap merupakan metode operasi pertama untuk omphalocele and masih merupakan metode yang memuaskan.  Teknik silo Teknik silo dapat dilakukan juga bila terdapat omphalocele yang sangat besar sehingga tidak dapat dilakukan dengan teknik skin flap. Kimura K dan Soper R. Hal ini dikerjakan untuk ompalokel dengan ukuran defek yang kecil dan sedang.T (1992) melaporkan dari kasusnya. Yaster M. dan ferfusi ferifer. Pada penutupan primer omphalocele. Dia menyimpulkan pula bahwa kenaikan IGP > 20 mmHg dan CVP > 4 mmHg selama usaha primary closure dapat menyebabkan kenaikan tekanan intraabdomen yang dapat berakibat gangguan kardiorespirasi bayi sehingga usaha operasi dirubah dengan metode staged closure dan didapatkan hasil yang memuaskan dari metode operasi tersebut.2 Hernia ventralis timbul karena kulit terus berkembang sedangkan otot-otot dinding abdomen tidak2 Biasanya 6-12 minggu kemudian dapat dilakukan repair terhadap hernia ventralis Cara tersebut juga dapat menimbulkan skar pada garis tengah yang panjang sehingga menimbulkan bentuk umbilikus yang relatif jauh dari normal. Cairan infus seluruhnya diberikan melalui ektremitas atas. Prosedur dilakukan dengan cara tidak memotong kantong pada tempat melekatnya urakus dan vasa umbilikus serta tidak memisahkan kutis dan subkutis dari fascia pada daerah tersebut. Kantong atau selaput dibiarkan tetap utuh. tetapi bayi harus tetap dimonitor di ruangan neonatal intensiv care. reduksi komplet dapat dicapai dalam 7-10 hari. et al (1989) melaporkan dari hasil studinya bahwa Intraoperatif Measurement dengan cara memonitor perubahan nilai CVP dan IGP (intra gastricpressure) dapat digunakan untuk menentukan teknik yang sebaiknya dilakukan dan memperkirakan hasil dari teknik operasi yang dilakukan. Usaha reduksi dapat dilakukan tanpa anestesi umum. Pada sebagian besar kasus omphalocele secara tehnik masih mungkin untuk . sehingga terbentuk kantong prostetik ekstraabdomen yang akan melindungi organ-organ intraabdomen. NGT dan irigasi rektal untuk dekompresi usus serta antibiotik. haruslah dipantau tekanan airway dan intra abdomen.

mengembalikan organ visera ke dalam abdomen dan memperbaiki dinding abdomen. . dilarang mengecilkan ukuran kantong karena dapat menyebabkan ruptur kantong dan distres pernapasan. antibiotik spektrum luas (Ampicillin dan Gentamicin). hal ini akan menyebabkan peningkatan tekanan intra abdomen karena rongga abdomen terlalu penuh. ke inferior sampai pubis serta dijahitkan pada garis tengah. terutama bila sebagian besar hepar menempati kantung. namun untuk menutup ompalokel atau usus yang terburai dengan kulit dinding abdomen yang dibebaskan ke lateral sampai hampir garis tengah punggung. Prosedur ini memerlukan waktu 5 sampai 7 hari. Menurut Steven Kantong intak          (1992) penanganan emergensi omphalocele dibagi 2. pasang infus. Secara sederhana mengabaikan luasnya defek. Bila anak tersebut bertahan. bungkus seluruh tubuh bayi untuk mencegah kehilangan panas. infus melalui lengan. Monitor suhu dan pH. Tudung (silo) tersebut secara progresif ditekan ke arah profunda kantong amnion dan isinya ke dalam cavum abdomen dan mendekatkan tepi linea alba oleh peregangan otot abdomen. Konsultasi rencana bedah. 2. dimana defek akan ditutup belakangan. Pada kasus dengan defek yang besar . antibiotik spektrum luas (Ampicillin dan Gentamicin). Adanya kelainan lain yang lebih serius (pernapasan atau jantung) penanganan definitif bisa ditunda selama kantong masih intak. ke superior sampai dinding dada. operasi definitif seharusnya ditunda sampai bayi stabil teresusitasi. 1. Pilihan yang paling sering dilakukan adalah secara manual menekan dinding abdomen dengan membangun suatu tudung bungkus silastik untuk menutup usus. yaitu: NGT dengan penghisap melapisi kantong dengan salep (Povidon-Iodin/betadin) atau kasa yang dibasahi minyak bungkus kantong dengan kasa Kling untuk menyangga usus berada di dinding abdomen . rencanakan bedah emergensi untuk menutup usus. kasa yang dibasahi larutan garam/saline tak diperlukan sebab mempermudah kehilangan panas. sebelum defek ditutup secara primer. Terdapat 2 pilihan untuk penanganan omphalocele yang lebih besar atau gastroschizis. rongga abdomen tidak cukup untuk ditempati seluruh organ visera. Ruptur kantong       NGT dengan penghisap melapisi usus yang terburai dengan kasa salin dan bungkus bayi dengan kain kering dan handuk steril untuk mencegah kehilangan panas. monitor suhu dan pH. hernia ventralis yang besar tersebut direpair 1 tahun kemudian.

Glasser (2003) menyebutkan bahwa fungsi usus akan cepat kembali normal jika peradangan mereda5 Akibat awal operasi dapat terjadi kenaikan tekanan intraabdomen yang berakibat menurunnya aliran vena kava (venous return) ke jantung dan menurunnya kardiac output. iskemia usus. Termasuk dari komplikasi awal operasi adalah timbulnya obtruksi intestinal. termasuk pemberiaan antibiotik dan nutrisi. Wakhlu A (2000) melaporkan dari kasusnya bahwa obstruksi usus dapat disebabkan karena adhesi usus dengan jaringan fibrous pada penutupan skin flap. hiperalimentasi sentral is inserted. NEC dapat disebabkan karena iskemia usus karena volvulus atau karena tekanan intraabdomen yang meningkat. Penanganan pascaoperasi Hiperalimentasi perifer dianjurkan pada hari ke-2 atau ke-3 pascaoperasi atau jika penutupan kulit dapat dicapai. Selain itu diafragma dapat terdorong ke rongga thoraks yang menyebabkan naiknya tekanan airway dan beresiko terjadinya barotrauma dan insufisiensi paru.7 Keadaan itu semua dapat menimbulkan hipotensi. Komplikasi lanjut dari operasi termasuk hernia ventralis dan lambatnya pertumbuhan anak . juga dapat terjadi kegagalan respirasi yang menyebabkan pasien tergantung pada ventilator yang lama sehingga timbul pneumonia. infeksi yang dapat berakibat sepsis. Dalam waktu kurang dari 2 minggu pasca penutupan primer . Disfungsi usus membutuhkan waktu lama untuk normal.8 Pada staged repair. Gastrostomi meningkatkan resiko infeksi. Konsekuensinya lambung didrainase dengan kateter plastik kecil. NEC.Konsekuensinya pada bayi ini tidak ada alternatif selain alimentasi perifer. gangguan respirasi (ventilasi) serta gagal ginjal. Fungsi usus pada bayi dengan omphalocele adalah tertunda. viabilitas usus mungkin kurang baik pada defek yang sempit pada segmen usus yang terjebak. Fungsi usus biasanya akan kembali setelah 2-3 hari dari waktu primary closure sehingga nutrisi enteral awal dapat diberikan. dari 6 minggu sampai beberapa bulan. Resiko sepsis meningkat saat kateter sentral terpasang pada bayi dengan pemasangan silastic. Pemberian antibitoik berfungsi mencegah infeksi seperti selulitis dan biasanya dilanjutkan sampai gejala peradangan mereda atau selama terpasang material prostetik. mereka jarang toleransi penuh dengan makanan oral Pemantauan selama operasi haruslah dilanjutkan setelah operasi.5 Infeksi biasanya terjadi pada staged closure dimana terdapat pemaparan luka berulang dan penggunaan material prostetik. total perenteral nutrisi (TPN) diberikan lebih lama lagi sampai dengan fungsi usus kembali normal. Perlu memperlebar dengan incisi ke arah kranial atau kaudal untuk membebaskan organ visera yang strangulasi 11.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->