P. 1
Tugas Pokok Dan Fungsi Komite Sekolah

Tugas Pokok Dan Fungsi Komite Sekolah

|Views: 5,044|Likes:
Published by galuhfahmi

More info:

Published by: galuhfahmi on Jun 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2014

pdf

text

original

Tugas Pokok dan Fungsi Komite Sekolah / Madrasah

Posted by Ismadi PutraRabu, 07 November 20120 komentar
A. SEJARAH 1. Pengertian. Para perencana pembangunan mengartikan partisipasi sebagai dukungan terhadap rencana atau proyek pembangunan yang direncanakan dan ditentukan oleh pemerintah. Ukuran partisipasi masyarakat diukur oleh berapa besar sumbangan yang diberikan masyarakat untuk ikut menanggung biaya pembangunan, baik berupa uang maupun tenaga yang diberikan kepada pemerintah. Partisipasi yang berlaku secara universal adalah kerja sama yang erat antara perencana dan rakyat dalam merencanakan, melaksanakan, melestarikan, dan mengembangkan hasil pembangunan yang telah dicapai. Sebagai konsekuensi perluasan makna partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, maka perlu dibentuk suatu wadah untuk menampung dan menyalurkannya yang diberi nama Komite Sekolah / Madrasah. Komite Sekolah / Madrasah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan, baik pada pendidikan pra sekolah, jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan luar sekolah. Komite Sekolah / Madrasah merupakan suatu badan atau lembaga non profit dan non politis, dibentuk berdasarkan musyawarah yang demokratis oleh para stake-holder pendidikan pada tingkat satuan pendidikan sebagai representasi dari berbagai unsur yang bertanggungjawab terhadap peningkatan kualitas proses dan hasil pendidikan.

2. Nama. Ditinjau dari perspektif sejarah persekolahan pada tingkat SD/MI, SLTP/MTs, dan SMU/SMK/MA di Indonesia, masyarakat sekolah, khususnya orang tua siswa, telah memerankan sebagian fungsinya dalam membantu penyelenggaraan pendidikan. Sebelum tahun 1974 masyarakat orang tua siswa di lingkungan masing-masing sekolah telah membentuk Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG). Sesuai dengan perkembangan tuntutan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan jalur sekolah semakin meningkat, maka POMG pada awal tahun 1974 dibubarkan dan dibentuk suatu badan yang dikenal dengan Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3). Pasang surut perkembangan penyelenggaraan pendidikan jalur dan jenis sekolah, tidak dapat dilepaskan dari partisipasi masyarakat, khususnya orang tua peserta didik termasuk keberadaan BP3.

Seiring dengan perkembangan tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan dan hasil pendidikan yang diberikan oleh sekolah, dan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional melalui upaya peningkatan mutu, pemerataan, dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan, dan tercapainya demokratisasi pendidikan, perlu adanya dukungan dan peran serta masyarakat untuk bersinergi dalam suatu wadah yang lebih sekedar lembaga pengumpul dana pendidikan dari orang tua siswa. Pada saat ini, selain adanya BP3 dibentuk pula Komite Sekolah / Madrasah (di beberapa sekolah yang memperoleh program khusus), beranggotakan kepala Sekolah / Madrasah sebagai ketua dan salah seorang Guru, Ketua BP3, Ketua LKMD dan Tokoh Masyarakat sebagai anggota. Pembentukan komite dimaksudkan untuk menangani pelaksanaan rehabilitasi bangunan sekolah (SD dan MI), dan pembangunan unit sekolah baru (SLTP dan MTs), sedangkan di SMK, selain terdapat BP3 dibentuk juga Majelis Sekolah yang mempunyai peran menjembatani sekolah dengan industri dalam pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG), dan Bursa Kerja Khusus (BKK) yang merupakan kerja sama sekolah dengan Depnaker dalam pemasaran lulusan. Kondisi nyata tersebut dalam memasuki era Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) perlu dibenahi selaras dengan tuntutan perubahan yang dilandasi kesepakatan, komitmen, kesadaran, dan kesiapan membangun budaya baru dan profesionalisme dalam mewujudkan “Masyarakat Sekolah” yang memiliki loyalitas pada peningkatan mutu sekolah. Untuk terciptanya suatu masyarakat sekolah yang kompak dan sinergis, maka Komite Sekolah merupakan bentuk atau wujud kebersamaan yang dibangun melalui kesepakatan (SK Mendiknas Nomor 044/U/2002). Komite Sekolah / Madrasah adalah nama badan yang berkedudukan pada satu satuan pendidikan, baik jalur sekolah maupun luar sekolah, atau beberapa satuan pendidikan yang sama di satu kompleks yang sama. Nama Komite Sekolah merupakan nama generik. Artinya, bahwa nama badan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan, seperti Komite Sekolah, Komite Pendidikan, Komite Pendidikan Luar Sekolah, Dewan Sekolah, Majelis Sekolah, Majelis Madrasah, Komite TK, atau nama lainnya yang disepakati. Dengan demikian, organisasi yang ada tersebut dapat memperluas fungsi, peran, dan keanggotaannya sesuai dengan panduan ini atau melebur menjadi organisasi baru, yang bernama Komite Sekolah (SK Mendiknas Nomor 044/U/2002). Peleburan BP3 atau bentuk-bentuk organisasi lain yang ada di sekolah, kewenangannya akan berkembang sesuai kebutuhan dalam wadah Komite Sekolah. B. KEDUDUKAN DAN SIFAT 1. Kedudukan. Komite Sekolah berkedudukan di satuan pendidikan, baik sekolah maupun luar sekolah. Satuan pendidikan dalam berbagai jenjang, jenis, dan jalur pendidikan, mempunyai penyebaran lokasi yang amat beragam. Ada sekolah tunggal dan ada sekolah yang berada dalam satu kompleks. Ada sekolah negeri dan ada sekolah swasta yang didirikan oleh yayasan penyelenggara pendidikan. Oleh karena itu, maka Komite Sekolah dapat dibentuk dengan alternatif sebagai berikut : 1. Komite Sekolah yang dibentuk di satu satuan pendidikan. Satuan pendidikan sekolah yang siswanya dalam jumlah yang banyak, atau sekolah khusus seperti Sekolah Luar Biasa, temasuk dalam ketegori yang dapat membentuk Komite Sekolah sendiri. 2. Komite Sekolah yang dibentuk untuk beberapa satuan pendidikan sekolah yang sejenis. Sebagai misal, beberapa SD / MI yang terletak di dalam satu kompleks atau kawasan yang berdekatan dapat membentuk satu Komite Sekolah. 3. Komite Sekolah yang dibentuk untuk beberapa satuan pendidikan yang berbeda jenis dan jenjang pendidikan dan terletak di dalam satu kompleks atau kawasan yang berdekatan. Sebagai misal, ada satu kompleks pendidikan yang terdiri dari satuan pendidikan TK, SD, SLB, dan SMU, dan bahkan SMK dapat membentuk satu Komite Sekolah. 4. Komite Sekolah yang dibentuk untuk beberapa satuan pendidikan yang berbeda jenis dan jenjang pendidikan milik atau dalam pembinaan satu yayasan penyelenggara pendidikan, misalnya sekolah-

Artinya. Peran. Sekolah Kristen. pertimbangan. Komite Sekolah dan Lingkungan Sekolah memiliki kemandirian masing-masing. TUJUAN Dibentuknya Komite Sekolah dimaksudkan agar adanya suatu organisasi masyarakat sekolah yang mempunyai komitmen dan loyalitas serta peduli terhadap peningkatan kualitas sekolah. Komite Sekolah yang dibentuk dapat dikembangkan secara khas dan berakar dari budaya.sekolah di bawah lembaga pendidikan Muhammadiyah. Oleh karena itu. Komite Sekolah / Madrasah merupakan badan yang bersifat mandiri. Sekolah Katholik.Meningkatkan tanggung jawab dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan. 2. Adapun peran yang dijalankan Komite Sekolah adalah sebagai berikut : a. b. b. dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat. d. C.Pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan di satuan pendidikan. d. D. c. Oleh karena itu. akuntabel. tuntutan. ekologis. c. Komite Sekolah yang dibangun harus merupakan pengembangan kekayaan filosofis masyarakat secara kolektif. tidak mempunyai hubungan hierarkis dengan sekolah maupun lembaga pemerintah lainnya.Pengontrol (controlling agency) dalam penyelenggaraan kegiatan di satuan pendidikan. 2.Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai: 1) Kebijakan dan Program Pendidikan. Al Izhar. dsb.Mediator antara pemerintah (eksekutif) dengan masyarakat di satuan pendidikan. Komite Sekolah mengembangkan konsep yang berorientasi kepada pengguna (client model).Pendukung (supporting agency). Al Azhar. baik yang berwujud finansial. Komite Sekolah memiliki fungsi sebagai berikut : a. 3) Kriteria Tenaga Kependidikan. Keberadaan Komite Sekolah harus bertumpu pada landasan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan hasil pendidikan di sekolah. pemikiran. nilai kesepakatan. maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.Memberikan masukan. berbagai kewenangan (power sharing and advocacy model) dan kemitraan (partnership model) yang difokuskan pada peningkatan mutu pelayanan pendidikan. demografis. tetapi tetap sebagai mitra yang harus saling bekerja sama sejalan dengan konsep manajemen berbasis sekolah (MBS).Menciptakan suasana harmonis. PERAN DAN FUNGSI 1. Untuk menjalankan perannya itu. serta kepercayaan yang dibangun sesuai potensi masyarakat setempat.Mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di satuan pendidikan. . 2. dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan. 2) Kriteria Kinerja Satuan Pendidikan. Sifat. 3. Adapun tujuan dibentuknya Komite Sekolah sebagai suatu organisasi masyarakat sekolah adalah sebagai berikut : 1. Fungsi. pembentukannya harus memperhatikan pembagian peran sesuai posisi dan otonomi yang ada.Melakukan kerja sama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/ dunia usaha/dunia industri) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.Menampung dan menganalisis aspirasi. ide.

dan bidang-bidang tertentu sesuai dengan kebutuhan. maupun non materi (tenaga.Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan. maka musyawarah anggota dapat memberhentikan dan mengganti dengan kepengurusan baru. Nama dan tempat kedudukan. d.Mendorong orang tua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan. d.Pengurus Komite Sekolah menyusun program kerja yang disetujui melalui musyawarah anggota yang berfokus pada peningkatan mutu pelayanan pendidikan peserta didik. Perubahan AD dan ART. c. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Mekanisme kerja dan rapat-rapat. dan penyelenggaraan di satuan pendidikan. Khusus jabatan ketua komite bukan berasal dari kepala satuan pendidikan. barang tak bergerak maupun bergerak). Dipilih dari dan oleh anggota secara demokratis dan terbuka dalam musyawarah Komite Sekolah.Menyampaikan laporan pertanggungjawaban bantuan masyarakat baik berupa materi (dana. e. c. program. berdasarkan kesepakatan rapat Komite Sekolah.Pengurus komite Sekolah terpilih bertanggungjawab kepada musyawarah anggota sebagai forum tertinggi sesuai AD dan ART. Komite Sekolah wajib memiliki AD/ART. Anggaran Rumah Tangga sekurang-kurangnya memuat : a. b. sekretaris. Masa kerja ditetapkan oleh musyawarah anggota Komite Sekolah. tujuan.Komite Sekolah menyampaikan hasil kajian pelaksanaan program sekolah kepada stakeholder secara periodik. Pengurus Komite Sekolah adalah personal yang ditetapkan berdasarkan kriteria sebagai berikut : a. f. . b. pikiran) kepada masyarakat dan pemerintah setempat. Keuangan. Organisasi Kepengurusan Komite Sekolah Pengurus Komite Sekolah ditetapkan berdasarkan AD/ART yang sekurang-kurangnya terdiri atas seorang ketua. g. serta pembubaran organisasi. Mekanisme pemilihan dan penetapan anggota dan pengurus Komite Sekolah. Jika diperlukan dapat diangkat petugas khusus yang menangani urusan administrasi Komite Sekolah dan bukan pegawai sekolah. e.Apabila pengurus Komite Sekolah terpilih dinilai tidak produktif dalam masa jabatannya. f.Pembiayaan pengurus Komite Sekolah diambil dari anggaran Komite Sekolah yang ditetapkan melalui musyawarah. Hak dan kewajiban anggota dan pengurus. . c.4) Kriteria Fasilitas Pendidikan. E. b. Anggaran Dasar sekurang-kurangnya memuat : a. g. melakukan akuntabilitas sebagai berikut. Jika diperlukan pengurus Komite Sekolah dapat menunjuk atau dibantu oleh tim ahli sebagai konsultan sesuai dengan bidang keahliannya. Komite Sekolah sesuai dengan peran dan fungsinya. 5) Hal-hal lain yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan. d.Rincian tugas Komite Sekolah.Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan. bendahara. c. Pengurus komite dipilih dari dan oleh anggota secara demokratis. Kerja sama dengan pihak lain. Mekanisme kerja pengurus Komite Sekolah dapat diidentifikasikan sebagai berikut : a. dan kegiatan. b. Keanggotaan dan kepengurusan. Dasar. . Mekanisme rapat. baik yang berupa keberhasilan maupun kegagalan dalam pencapaian tujuan dan sasaran program sekolah.

Komite Sekolah dapat dikukuhkan oleh pejabat pemerintahan setempat. proses pemilihan. pengumuman calon anggota. PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH 1. Untuk memperoleh kekuatan hukum.Menyusun nama-nama anggota terpilih. Calon anggota Komite Sekolah yang disepakati dalam musyawarah atau mendapat dukungan suara terbanyak melalui pemungutan suara secara langsung menjadi anggota Komite Sekolah sesuai dengan jumlah anggota yang disepakati dari masing-masing unsur. Pembentukan komite Sekolah diawali dengan pembentukan panitia persiapan yang dibentuk oleh kepala satuan pendidikan dan/atau oleh atau oleh masyarakat. pemerhati pendidikan (LSM peduli pendidikan. Dilakukan secara akuntabel adalah bahwa panitia persiapan hendaknya menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerjanya maupun penggunaan dana kepanitiaan.Mengadakan forum sosialisasi kepada masyarakat (termasuk pengurus/anggota BP3. Panitia persiapan bertugas mempersiapkan pembentukan Komite Sekolah dengan langkah-langkah sebagai berikut : .Memfasilitasi pemilihan pengurus dan anggota Komite Sekolah.e. 3. Dalam membentuk badan tersebut. Panitia persiapan berjumlah sekurangkurangnya 5 (lima) orang yang terdiri atas kalangan praktisi pendidikan (seperti guru.Mengumumkan nama-nama calon anggota kepada masyarakat. Majelis Sekolah. akuntabel. . proses sosialisasi oleh panitia persiapan. Dilakukan secara demokratis adalah bahwa dalam proses pemilihan anggota dan pengurus dilakukan dengan musyawarah mufakat. . pemrakarsa dapat berkonsultasi dengan pemerintah kabupaten/kota. . Penetapan Pembentukan Komite Sekolah. Mekanisme Pembentukan. dan selanjutnya diatur dalam AD dan ART. Jika dipandang perlu pemilihan anggota dan pengurus dapat dilakukan melalui pemungutan suara.Menyeleksi anggota berdasarkan usulan dari masyarakat.Menyampaikan nama pengurus dan anggota Komite Sekolah kepada kepala satuan pendidikan. Komite Sekolah ditetapkan untuk pertama kali dengan Surat Keputusan kepala satuan pendidikan. . Misalnya dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga disebutkan bahwa pemilihan anggota dan pengurus Komite Sekolah ditetapkan oleh musyawarah anggota Komite Sekolah. dan demokratis. F. Pembentukan Komite Sekolah harus dilakukan secara transparan. penyelenggara pendidikan). Pembentukan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah dapat diatur melalui Peraturan Daerah yang berkaitan dengan pengelolaan pendidikan di kabupaten/kota. dunia usaha dan industri). G.Panitia Persiapan dinyatakan bubar setelah Komite Sekolah terbentuk. . dan orang tua peserta didik. SMU/SMK dikukuhkan oleh Kepala Dinas Kabupaten/Kota dan Bupati/Walikota. 2.Menyusun kriteria dan mengidentifikasi calon anggota berdasarkan usulan dari masyarakat. dan penyampaian hasil pemilihan. tokoh masyarakat. kriteria calon anggota. dan Komite Sekolah yang sudah ada) tentang Komite Sekolah menurut keputusan ini. Prinsip Pembentukan. kepala satuan pendidikan. . fungsi. proses seleksi calon anggota. Misalnya Komite Sekolah untuk SD dan SLTP dikukuhkan oleh Camat dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan. KESIMPULAN Panduan ini merupakan acuan utama untuk membentuk dan/atau memperluas peran. Pengurus dan anggota komite terpilih dilaporkan kepada pemerintah daerah dan dinas pendidikan setempat. Ketentuan penutup. dan keanggotaan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. Dilakukan secara transparan adalah bahwa Komite Sekolah harus dibentuk secara terbuka dan diketahui oleh masyarakat secara luas mulai dari tahap pembentukan panitia persiapan. . tokoh agama. .

c. ide. . Secara substansi kedua istilah tersebut tidak begitu mengalami perbedaan. jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan di luar sekolah (kepemendiknas nomor: 044/U/2002).. Komite Sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu. dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan. sebagai berikut: Mendorong tumbbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha/dunia industri) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu Menampung dan menganalisis aspirasi. tuntutan dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat Memberikan masukan. Konsep Dasar Komite Sekolah Komite Sekolah merupakan nama baru pengganti Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3). peran kkomite sekolah diantaranya sebagai berikut: a. 1) 2) 3) 4) 5) e.id ini bermanfaat . b. c.. program.go. penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan (Kepmendiknas nomor: 044/U/2002) Peranan Komite Sekolah Secara kontekstual.. f.min2tbalai.Semoga artikel singkat Sumber : http://www.. baik pada pendidikan pra sekolah. g. d. a. Tujuan pembentukan Komite Sekolah adalah: Mewadahi dan menyalurkan aspirassi serta prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di satuan pendidikan Meningkatkan tanggung jawab dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan Menciptakan suasana dan kondisi trasparan.com/2012/11/tugas-pokok-dan-fungsi-komite-sekolah. b. akuntabel dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan (kepemendiknas nomor: 044/U/2002).depdiknas. pemerataan. Adapun fungsi Komite Sekolah. Yang membedakan hanya terletak pada pengoptimalan peran serta masyarakat dalam mendukung dan mewujudkan mutu pendidikan.html 1. 2. pertimbangan dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai: Kebijakan dan program pendidikan Rencana anggaran pendidikan dan belanja sekolah (RAPBS) Kriteria kinerja satuan pendidikan Kriteria fasilitas pendidikan Hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan Mendorong orang tua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan gguna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan. http://www.

b. c. e.2001:19) Berkenaan dengan peningkatan hubungan sekolah dengan masyarakat. Adanya hubungan yang harmonis antara sekolah dan masyarakat yang diwadahi dalam organisasi Komite Sekolah. serta apresiasi seni dan budaya. a. daya kreasi dan cipta. Oleh karena itu. b. Dana dapat diperoleh melalui iuran anggota sesuai kemampuan. baik intra maupun ekstrakurikuler dan pelaksanaan manajemen sekolah.2001:17) Mengacu pada peranan komite sekolah terhadap peningkatan mutu pendidikan. a. d. pendidikan demokrasi sejak dini (kehidupan berbangsa dan bernegara. pemikiran. dan kepemimpinan). f. Mencari sumber pendanaan untuk membantu siswa yang tidak mampu Melakukan penilaian sekolah untuk pengembangan pelaksanaan kurikulum. dalam bentuk: Orang tua dan masyarakat membantu menyediakan fasilitas pendidikan. c. Sekolah merupakan lembaga yang bekerja dalam konteks sosial. usaha lain yang tidak bertentangan dengan maksud dan tujuan pembentukan komite sekolah Hubungan sekolah dengan Komite Sekolah Sekolah bukanlah suatu lembaga yang terpisah dari masyarakat. hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan salah satu komponen penting dalam keseluruhan kerangka penyelenggaraan pendidikan. c. g. Sekolah mengambil siswanya dari masyarakat setempat. 3. b. sehhingga keberadaannya tergantung dari dukungan sosial dan finansial masyarakat. berorganisasi. kesegaran jasmani dan berolah raga. sudah barang tentu mampu mengoptimalkan peran serta orang tua dan masyarakat dalam memajukan program pendidikan.a. prasarana maupun teknis pendidikan Melakukan pembinaan sikap dan perilaku siswa. pendidikan pendahuluan bela negara. siswa dan karyawan Memberikan penghargaan atas keberhasilan manajemen sekolah Melakukan pembahasan tentang usulan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) Meminta sekolah agar mengadakan pertemua untuk kepentingan tertentu (Depdiknas. sudah barang tentu memerlukan dana. guru. kepala/wakil kepala sekolah. memberikan bantuan dana serta pemikiran atau saran yang diperlukan sekolah Orang tua memberikan informasi kepada sekolah tentang potensi yang dimiliki anaknya Orang tua menciptakan rumah tangga yang edukatif bagi anak (Depdiknas. maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan Pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan Mediator antara pemerintah (eksekutif) dengan masyarakat di satuan pendidikan (Kepmendiknas nomor: 044/U/2002) Depdiknas dalam bukunya Partisipasi Masyarakat. substansi pembinaannya harus diarahkan kepada meningkatkan kemampuan seluruh personil sekolah dalam: . Membantu usaha pemantapan sekolah dalam mewujudkan pembinaan dan pengembangan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. kewarganegaraan. yakni : Membantu meningkatkan kelancaran penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di sekolah baik sarana. Pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan di satuan pendidikan Pendukung (supporting agency) baik yang berwujud finansial. menguraikan tujuh peranan komite sekolah terhadap penyelenggaraan sekolah. keterampilan dan kewirausahaan. d. sumbangan sukarela yang tidak mengikat.

Penutup 1. keakraban. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berperan serta memajukan sekolah f. Partisipasi Msyarakat. dapat pula prestasi bidang lain seperti olahraga. saling menghormati. Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/perilak sekolah. Prestasi yang dicapai atau hasil pendidikan (student achievement) dapat berupa hasil tes kemampuan akademis. Memupuk pengertian orang tua dan masyarakat tentang hambatan-hambatan yang dihadapi di sekolah e. Proses pendidikan adalah berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Mengikutsertakan orang tua dan tokoh masyarakat dalam merencanakan dan mengawasi program sekolah (Depdiknas. Memupuk pengertian orang tua tentang cara mendidik anak yang baik.2001:20) 4. kebersihan dan sebagainya. Upaya-upaya tersebut sudah dilakukan Komite Sekolah secara maksimal sesuai dengan kemampuan pengurus Komite Sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan DAFTAR PUSTAKA  Depdiknas. sedangkan sesuatu yang diperoleh dari hasil proses disebut output. dengan harapan mereka mampu memberikan bimbingan yang tepat bagi anak-anaknya dalam mengikuti pelajaran c.1999:9) Pengertian mutu secara umum adalah gambaran dan kerakteristik yang menyeluruh dari barangbarang dan jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang ditentukan dalam konteks pendidikan. (Umaedi.2001. Kesimpulan Berdasarkan rumusan masalah dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa upaya-upaya yang dilakukan oleh Komite Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. meliputi: a) Peningkatan partisipasi orang tua dan masyarakat dalam kemajuan sekolah. seni atau keterampilan tertentu (komputer. Sesuatu yang berpengaruh terhadap berlangsungnya proses disebut input. jasa). beragam jenis teknik. Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah.2001:25) Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena kebutuhan untuk keberlangsungan proses. Penegertian mutu mencakup input.2001. khususnya dukungan moril dan material b) Peningkatan kesejarteraan guru c) Pengadaan sarana dan prasarana pembelajaran d) Pengawasan terhadap program pendidikan di sekolah. Memupuk pengertian dan pengetahuan orang tua tentang pertumbuhan pribadi anak b. Output pendidikan merupakan hasil kinerja sekolah. Konsep Mutu Pendidikan Mutu dalam konteks “hasil” pendidikan mengacu pada prestasi yang dicapai oleh sekolah pada setiap kurun waktu tertentu. Jakarta: Depdiknas  Depdiknas. Memupuk pengertian orang tua dan masyarakat tentang program pendidikan yang sedang dikembangkan disekolah d. A.a. Jakarta: Depdikbud . Bahkan prestasi sekolah dapat berupa kondisi yang tidak dapat dipegang (intangible) seperti suasana disiplin. proses dan output pendidikan (Depdiknas Buku 1 MPMBS. Input pendidikan meliputi SDM dan perangkat lunak serta harapanharapan sebagai pemandu bagi berlangsungnya proses dan pencapaian target.

jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan luar sekolah. seperti Komite Sekolah. sedangkan di dalam PP no 17 tahun 2010 kedudukan ini tidak berubah. dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan. tidak hanya menjadi alat pelengkap di sekolah. artinya setiap satuan pendidikan berhak untuk membentuk komite sekolah. 2000. Dengan demikian. Komite TK. PERAN KOMITE SEKOLAH Dalam Kepmendiknas nomor 044/u/2002. Dalam hal pembentukan komite sekolah di dalam Kepmendiknas di jelaskan bahwa Komiter sekolah dapat dibentuk di setiap satuan pendidikan. atau nama lain yang disepakati. Dewan sekolah. dalam PP ini dikenal adanya komite sekolah gabungan.html#ixzz2W6V9L1IE Follow us: @aby_farhan on Twitter : http://www. Artinya Komite sekolah harus benar-benar dapat menjalankan peran dan fungsi. Sedangkan Nama badan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah masing. Dalam keputusan ini tidak menjelaskan berapa jumlah siswa minimal dimiliki sekolah agar dapat membentuk komite sekolah.masing satuan pendidikan. Sedangkan badan yang seperti Bp3. Endang. Majelis Madrasah. Teori Perencanaan Pendidikan Berdasarkan Pendidikan Sistem. komite sekolah berperan: . Komite Pendidikan Luar Sekolah.com/2011/12/komite- KOMITE SEKOLAH DALAM PP 17 TAHUN 2010 Di dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 044/u/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah dijelaskan bahwa Komite Sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu.1999. Komite Pendidikan. Soenarya. peran.abyfarhan. komite sekolah dan/atau majelis sekolah yang sudah ada dapat memperluas fungsi. Yogyakarta: Adi Cita Karya Nusa  Umaedi. Jakarta: Depdiknas  Keputusan Mentri Pendidikan Nasional Nomor: 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Bersumber dari sekolah. tidak peduli berapapun jumlah peserta didik yang terdaftar dalam sekolah tersebut. pemerataan. Manajemen Berbasis Sekolah. dan keanggotaan sesuai dengan acuan ini. baik pada pendidikan pra sekolah. Majelis Sekolah. perbedaannya dalam PP no 17 tahun 2010 ini disebutkan bahwa komite sekolah selain mandiri juga harus profesional. artinya bahwa Komite Sekolah tetap sebagai lembaga yang mandiri yang dibentuk guna mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. atau bahkan hanya menjadi ”tukang stempel: atas kebijakan kepala sekolah. Tetapi dalam PP no 17 tahun 2010 pasal 196 dijelaskan bahwa Satuan pendidikan yang memiliki peserta didik kurang dari 200 (dua ratus) orang dapat membentuk komite sekolah/madrasah gabungan dengan satuan pendidikan lain yang sejenis.

Sedangkan dalam PP nmor 17 tahun 2010 pada pasal 205 fungsi pengawasan komite sekolah lebih dipertegas lagi. artinya fungsi yang dijelaskan dalam PP ini masih relevan dilaksanakan. kriteria tenaga kependidikan. dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai: kebijakan dan program pendidikan. Pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan di satuan pendidikan. Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan disatuan pendidikan. pertimbangan. Mendorong orangtua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan. Menampung dan menganalisis aspirasi. penyelenggaraan. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan. dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan. Rencana Anggaran Pendidikan dan Belanja Sekolah (RAPBS). 2. ide. 2) Hasil pengawasan oleh komite sekolah/madrasah dilaporkan kepada rapat orang tua/ wali peserta didik yang diselenggarakan dan dihadiri kepala sekolah/madrasah dan dewan guru. . dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat. FUNGSI Lebih lanjut dalam Kepmendiknas nomor 044/u/2002 dijelaskan bahwa Komite Sekolah berfungsi : 1.1. 4. kriteria kinerja satuan pendidikan. Pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan. 2. baik yang berwujud financial. tuntutan. 7. pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan. Secara prinsip fungsi ini tidak berbeda dengan PP nomor 17 tahun 2010. 3. 6.. Dalam pasal ini dijelaskan : 1) Komite sekolah/madrasah melaksanakan pengawasan terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. program. 4. Memberikan masukan. 3. Pendukung (supporting agency). Mediator antara pemerintah (eksekutif) dengan masyarakat di satuan pendidikan. kriteria fasilitas pendidikan. Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. dan hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan. Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha/dunia industri) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. 5.

Dalam pasal 196 dijelaskan . wakil peserta didik. Dalam PP nomor 17 tahun 2010 pasal 197 ditegaskan bahwa keanggotaan komite sekolah adalah 3 tahun dan dapat dipilih kembali setelah satu kali masa jabatan. penetapan anggota Komite sekolah ditetapkan oleh Kepala Sekolah. Hal yang baru dari PP ini adalah diaturnya sumber pendanaan yang diperbolehkan untuk mendanai kegiatan komite sekolah dan/atau membantu sekolah. tetapi dalam PP nomor 17 tahun 2002. wakil alumni. yaitu sama-sama memajukan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Dari perubahan ini ada beberapa pihak yang mengkhawatirkan nantinya peran dan fungsi komite sekolah akan dikebiri oleh kepala sekolah. keanggotaan komite. Kepmendiknas nomor 044/u/2002 menjelaskan bahwa anggota komite sekolah dapat berasal dari unsur orang tua/wali peserta didik. dan pakar pendidikan yang relevan paling banyak 30% (tiga puluh persen) dengan demikian yang berubah adalah ditiadakannya anggota komite sekolah dari unsur alumni dan peserta didik. Sedangkan dalam PP nor 17 tahun 2010. sedangkan dalam PP nomor 17 tahun 2010 keanggotaan komite sekolah ditetapkan sebanyak 15 (lima belas) orang. Masa keanggotaan komite sekolah juga mengalamai perubahan. masyarakat.sekolah terdiri dari orang tua/wali peserta didik paling banyak 50% (lima puluh persen). sehingga dimungkinkan masa jabatan anggota komite sekolah bisa lebih dari tiga tahun. bantuan pihak asing yang tidak mengikat. Komite sekolah terlalu over acting terhadap kebijakan kepala sekolah. maka penetapan keanggotaan komite sekolah diatur berdasarkan AD/ART Komite sekolah. bahwa komite sekolah boleh menggali dana dari sumber-sumber berikut emerintah. sehingga hal tersebut mengganggu kinerja sekolah secara keseluruhan. tokoh pendidikan. tokoh masyarakat paling banyak 30% (tiga puluh persen). PENETAPAN ANGGOTA KOMOTE SEKOLAH Tentang penetapan keanggotan skomite sekolah juga mengalami perubahan. Dengan adanya PP ini kepala sekolah bisa saja tidak setuju terhadap komposisi keanggotaan komite sekolah yang dianggap tidak sejalan dengan pikiran kepala sekolah. pemerintah daerah. maka masa keanggotaan komite sekolah diatur berdasar anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) komite sekolah.Hal yang berbeda dari PP ini adalah tentang keanggotaan komite sekolah. Unsur-unsur yang dapat menjadi anggota komite sekolah juga berubah. Terlepas dari pro dan kontra tentang penetapan keanggotaan komite sekoalah. organisasi profesi tenaga pendidikan. Pasal ini dapat . harus tetap difahami bahwa keberadaan kedua komponen tersebut adalah bertujuan sama. Dalam Kepmendiknas nomor 044/u/2002 dijelaskan bahwa jumlah anggota komite sekolah sekurang-kurangnya adalah 9 (sembilan) orang dan jumlahnya adalah gasal. dan/atau sumber lain yang sah. tokoh masyarakat. Sehingga yang harus dikedepankan adalah persamaan tersebut dan bukan jurang perbedaan yang dapat menimbulkan disharmonisasi hubungan sebagai mitra kerja. setelah terbentuk. Dalam Kepmendiknas nomor 044/u/2002. dunia usaha/industri. Dalam Kepmendiknas nomor 044/u/2002 setelah pembentukan pertama kali oleh sekolah. Bisa saja pasal ini muncul karena dilatar belakangi adanya disharmonisasi hubungan antara komite sekolah dan kepala sekolah.

Agar kegiatan tersebut tidak melanggar ketentuan dari pasal ini. Dalam pasal 198 dijelaskan Dewan pendidikan dan/atau komite sekolah/ madrasah. bahan ajar. yang biasanya memungut sejumlah biaya dari orang tua wali murid. lanjutkan saja sampai habis masa jabatan. menjual buku pelajaran. 4. Komite sekolah memiliki pijakan hukum yang kuat dalam melaksanakan fungsi dan perannya. mulai dari AD/ART. Dan bahkan ada sebagian komite sekolah sudah mengadakan reformasi kepengurusan. KEPUTUSAN . pakaian seragam. Sebaiknya bagi komite sekolah yang baru saja mengadakan reformasi kepengurusan. Dengan cara ini bimbingan berlajar tidak lagi diadakan di luar jam sekolah tetapi ada di dalam jam sekolah. dan/atau 5. Lantas bagaimana solusinya. Sehingga total jam pelajaran perminggu dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan. dilarang: 1. bahkan bantuan dari pihak asing pun diperbolehkan dalam PP ini. Setelah itu baru menyesuaikan dengan PP ini. mencederai integritas evaluasi hasil belajar peserta didik secara langsung atau tidak langsung. perlengkapan bahan ajar. Dengan demikian keberadaan komite sekolah lebih mapan dari sisi hukum. memungut biaya bimbingan belajar atau les dari peserta didik atau orang tua/walinya di satuan pendidikan. struktur organisasi dan lain sebagainya. Kalau melihat ketentuan dalam pasal ini jelas tidak diperbolehkan. Kegiatan bimbingan belajar adalah kegiatan tambahan jam pelajaran yang diberikan sebelum atau setelah jam sekolah. 2. maka pola pemberian tambahan jam belajar dapat digabung dengan jam intra kurikuler. Berbagai instrumen dan kelengkapan komite sekolah sedikit demi sedikit sudah mulai dilengkapi. Hal positif yang dapat kita ambil dari terbitnya PP ini adalah semakin dikuatkannya organisasi komite sekolah. atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan. baik perseorangan maupun kolektif. Sedangkan yang akan mengadakan reformasi kepengurusan langsung bisa menyesuaikan dengan PP ini.digunakan komite sekolah untuk menggali dana sebanyak mungkin dari sumber-sumber yang berbeda. Sekarang permasalahannya. melaksanakan kegiatan lain yang mencederai integritas satuan pendidikan secara langsung atau tidak langsung. mencederai integritas seleksi penerimaan peserta didik baru secara langsung atau tidak langsung. bagaimana dengan keanggotaan komite yang sudah ada sekarang? Apakah harus segera menyesuaikan dengan PP ini atau harus bagaimana? Memang bukan hal yang mudah untuk segera mengaplikasikan sebuah peraturan. Kenyataan di lapangan masih banyak sekolah yang seijin komite sekolah mengadakan bimbingan belajar. Selamat berjuang komite sekolah. Di beberapa kabupaten/kota keberadaan komite sekolah memang sudah mulai menunjukkan perannya. 3. Tentu hal ini tidak serta merta dapat dirubah.

/049/409.  Dalam rangka upaya penuntasan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun dan pencapaian tujuan pendidikan nasional.KEPALA SDN DUREN JAYA IV BEKASI TIMUR Nomor : ……. 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah 3. Undang-undang No. 25 tahun 2002 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom .  Bahwa agar desentralisasi dalam bidang pendidikan kepada sekolah dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan upaya peningkatan mutu layanan pendidikan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal. maka penyelenggaraan pendidikan di sekolah perlu terus diberdayakan agar dapat terus meningkatkan mutu layanan pendidikan kepada seluruh masyarakat. maka perlu dibentuk suatu Komite Sekolah Mengingat : 1. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Undang-undang No. Undang-undang No.  Bahwa dengan adanya pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah khususnya di bidang pendidikan. maka penyelenggaraan pendidikan hendaknya dibuka seluas-luasnya kepada seluruh warga masyarakat.105.15/…… tentang PEMBENTUKAN KOMITE SEKOLAH Menimbang :  Bahwa setiap warga Negara berhak atas pendidikan dan pengajaran yang layak serta memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan dan pengajaran.

028 / 1010 / 409. pengontrol (controlling agency) dan mediator. MEMUTUSKAN Menetapkan: Pertama : Membentuk Komite Sekolah SDN Duren Jaya IV sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini. Peraturan Pemerintah No. Kebijakan Dirjen Dikdasmen tentang Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (School Based Management ) 8. Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Bekasi No. pendukung (supporting agency). Keputusan Mendiknas No. . Kedua : Komite Sekolah SDN Duren Jaya IV berperan sebagai mitra kerja sekolah dalam mengembangkan sekolah sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Komite Sekolah SDN Duren Jaya IV Bekasi Timur. 044/2002 tanggal 2 April 2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah 6. yang meliputi pemberi pertimbangan (advisory agency).4. Keputusan Dirjen Dikdasmen No.105 / 2003 tanggal 3 Juli 2003 Memperhatikan: Hasil musyawarah wali siswa dan tim formatur Komite SDN Duren Jaya IV pada tanggal 16 April 2012. 559/C/Kep/PG/2002 tentang Tim Pengembangan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah 7. 39 tahun 1992 tentang Peran serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional 5.

dan memberi masukan. ide.107. dan rekomendasi kepada satuan pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan.Pd Lampiran I : Keputusan Kepala SDN Duren Jaya IV Bekasi Timur Nomor : / / 409.Ketiga : Komite Sekolah SDN Duren Jaya IV berfungsi mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Keempat : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan berakhir pada tanggal 28 April 2012 Kelima : Apabila terdapat kekeliruan akan dibetulkan sebagaimana mestinya. pertimbangan.15 / 2012 Tanggal : 18 April 2012 . menampung dan menganalisis aspirasi. M. serta mendorong wali siswa dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam peningkatan mutu layanan pendidikan. Ditetapkan di : Bekasi Pada Tanggal : 1 Agustus 2012 Kepala SDN Duren Jaya IV Kota Bekasi SUWILAH. dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan masyarakat. melakukan kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.

Maka dari itu keberadaan orang tua dalam membantu . Sekolah sejatinya sebagai lembaga resmi dibawah naungan pemerintah memiliki kewajiban untuk mencetak generasi penerus bangsa. 1 2 3 4 5 6 Nama Jabatan Keterangan Ditetapkan di : Bekasi Pada Tanggal : 1 Agustus 2012 Kepala SDN Duren Jaya IV Kota Bekasi SUWILAH. Selama ini seperti kita ketahui bersama. Mengapa demikian? Karena bagaimanapun juga orang tua dan guru adalah pendidik bagi putra-putri yang tengah mencari ilmu.Pd http://annisaauliya. sekolah dituntut untuk memberikan yang terbaik bagi putra-putri generasi penerus bangsa dimana orang tua yang menyekolahkan anaknya sangat memercayakannya.com/2012/04/06/pembentukan-komite-sekolah/ Di lingkungan pendidikan formal bernama sekolah banyak sekali pihak-pihak yang berkaitan apakah pihak sekolah meliputi yayasan jika sekolah itu adalah swasta. kepala sekolah selaku pengelola dan guru selaku pelaksana di lapangan dibantu oleh staf administrasi dan juga petugas lapangan dan yang tak kalah pentingnya kehadiran siswa dan orang tua. di zaman modern ini.SUSUNAN KOMITE SEKOLAH SDN DUREN JAYA IV BEKASI TIMUR No.wordpress. M. Namun perlu di ingat keberhasilan peserta didik erat kaitannya dengan berbagai pihak salah satunya peran orang tua.

Tindakan nyata dari persatuan orang tua dan guru ini berupa memberikan dukungan terhadap program-program sekolah. pemikiran. kurikulum. dan lain sebagainya. pihak sekolah akan membutuhkan banyak waktu untuk sekadar menerima masukan atau saran saat dan setelah kegiatan belajar-mengajar berlangsung. selama program tersebut baik bagi siswa. peran komite sekolah yakni supporting. Dukungan yang bersifat materil berupa sumbangan terhadap kegiatan di sekolah seperti membantu sekolah dalam penggalangan dana untuk kegiatan yang bersifat sosial seperti membantu korban banjir. . Jelas hal ini akan membantu dan menjaga kelancaran kegiatan sekolah yang akan dan tengah dilaksanakan. Dukungan dapat berupa dana. Dan diharapkan kesinambungan antara supporting orang tua dengan guru berjalan selaras demi mewujudkan putra-putri bangsa yang cemerlang. Pada tahap ini komite sekolah mempunyai tugas memberikan masukan atau saran dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler serta dalam hal sarana dan prasarana sekolah. longsor dan lain sebagainya pun yang bersifat keagamaan seperti santunan anak yatim-piatu. how to get success in the future. Kemudian yang ketiga adalah controlling. keberadaan masukan lewat bentuk nyata perlu kiranya dikelola dengan baik. proses belajar-mengajar dan kegiatankegiatan lainnya apakah sudah dilaksanakan optimal atau belum juga dapat mengawasi apakah sarana dan prasarana yang sudah ditetapkan atau dijanjikan dapat direalisasikan atau tidak? Pertanyaan-pertanyaan di atas harus ditanggapi dengan serius selaku penyelenggara pendidiakn formal. Karena tanpa pemberian masukan langsung dari komite sekolah. guru maupun orang tua. Lalu bagaimana caranya? Pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasioanl mengeluarkan surat keputusan yang tercantum dalam Kepmendiknas bernomor: 044/U/2002 tentang Peran dan Fungsi Komite Sekolah. Artinya setiap orang tua siswa dalam hal ini memiliki program nyata dan biasanya dibagi ke dalam dua hal.keberhasilan putra-putrinya sangat diperlukan. Yang kedua. dll). Adanya program sekolah yang berkenaan dengan semangat dan pemberian motivasi bagi keberhasilan siswa perlu kiranya dianggap serius seperti penyelenggaraan career days. jompo dan lainnya. Komite sekolah berperan dalam mengawasi sejauh mana pelaksanaan program. dan non dana (ide. Di sisi lain sumbangsih orang tua terhadap non-materil juga dibutuhkan. Peran dan fungsi komite sekolah diantaranya pertama sebagai advisor. rumah rusak. Demikian pula dengan sarana atau prasarana terutama sekolah yang dikelola swasta. Karena komite sekolah sebagai jembatan antara orang tua dan guru/ yayasan akan terasa manfaatnya jika ini digali dengan sangat serius terutama untuk mendukung kelancaran dalam melaksanakan program pemelajaran di sekolah.

Melakukan kerjasama dengan masyarakat (Perorangan/organisasi/dunia usaha dan dunia industri (DUDI)) dan pemerintah berkenaan dengan penyelengaraan pendidikan bermutu. 3. Menampung dan menganalisis aspirasi. Peran Komite Sekolah adalah : 1. dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan olej masyarakat. 6. http://edukasi.Sebagai komite sekolah yang memiliki peran untuk mengawasi. pemikiran. Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. usualan atau masukan yang diterima oleh komite sekolah disampaikan kembali kepada sekolah/ perguruan/ yayasan. Kebijakan dan program pendidikan 2. Dan yang terakhir. pembentukan Komite Sekolah harus memperhatikan pembagian peran sesuai posisi dan otonomi yang ada. dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan. pertimbangan. penyelenggaraan.kompasiana. ide. Kriteria tenaga kependidikan 5. Oleh karena itu. 4. 2. orang tua/ guru dengan perguruan/ yayasan. dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai : 1. 4. Karena ini akan mempermudah dalam pengawasan terutama bagi orang tua yang tidak sempat atau sibuk sehingga tidak bisa ke sekolah langsung.html PERAN DAN FUNGSI KOMITE SEKOLAH Peran Komite Sekolah Keberadaan Komite Sekolah harus bertumpu pada landasan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan hasil pendidikan di satuan pendidikan/sekolah. Kriteria fasilitas pendidikan. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan. Sebagai lembaga pengontrol (controlling agency) dalam rangka ransparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan. Memberikan masukan. Sebagai lembaga mediator (mediator agency) antara pemerintah (eksekutif) dengan masyarakat di satuan pendidikan. program. Fungsi Komite Sekolah Untuk menjalankan peran yang telah disebutkan di muka. 3. komite sekolah berperan sebagai mediator yakni antara orang tua dengan guru. baik yang berwujud finansial. akan sangat penting program pendidikan diinformasikan sesering mungkin apakah lewat media sekolah seperti bulletin sekolah. Komite sekolah berfungsi sebagai mediator bukan sebagai pengambil keputusan atau decision maker. Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelengaraan pendidikan di satuan pendidikan. Hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan 1. Sebagai lembaga pendukung (supporting agency). Sebagai lembaga pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan di satuan pendidikan 2. Komite Sekolah memiliki fungsi sebagai berikut : 1. 2. Mendorong orang tua siswa dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pemerataan pendidikan.website atau pun media komunikasi yang komite sekolah buat. tuntutan.com/2012/04/28/peran-komite-sekolah-459047. Kriteria kinerja satuan pendidikan 4. PERANGKAT ORGANISASI SEKOLAH Pengertian Organisasi . maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan. Rencana Anggaran Pendidikan dan Belanja Sekolah (RAPBS) 3. Semua saran. 3.

Struktur Organisasi disertai job description setiap personel dan tata-hubungan antarpersonel. Tujuan. Ada prinsip yang harus dipegang oleh semua anggota Komite Sekolah. ketentuan tentang pengelolan keuangan. Akan tetapi Komite Sekolah tetap harus memiliki panduan berorganisasi. sehingga tidak terjadi tumpang tindih pelaksanaan tugas. di sebuah sekolah. Sekretaris. Dalam definisi tersebut terkandung terminologi kesatuan (entity) sosial. dan roda organisasi berjalan berdasarkan panduan tersebut. Telah disinggung di muka bahwa tujuan akhir dari keberadaan Komite Sekolah di setiap satuan pendidikan atau kelompok satuan pendidikan adalah untuk memingkatkan mutu pendidikan di satuan pendidikan tersebut. Komite Sekolah yang terdiri atas personel yang dibentuk berdasarkan ketentuan yang ada (dijelaskan pada topik Pembentukan Komite Sekolah) dibentuk menjadi sebuah organisasi yang paling tidak terdiri atas Ketua. dan pembubaran organisasi Fasilitas Penunjang. Terakhir adalah bahwa organisasi itu memiliki tujuan atau kelompok tujuan. Misalnya Seksi Penggalangan dana masyarakat berada di bawah korrdinasi Ketua Bidang Sumberdaya. dan karyawan. juga disusun panduan tata-hubungan antarpersonel. Keterikatan yang terus-menerus berarti masyarakat secara sadar merasa terikat dengan sekolah karena mereka peduli dengan pendidikan. kepangkatan. Definisi ini sangat cocok jika diterapkan pada organisasi Komite Sekolah. Kesatuan sosial dalam hal Komite Sekolah adalah masyarakat sekolah yang peduli pendidikan yang berinteraksi satu sama lain. dan beberapa Seksi. Bendahara. Struktur Organisasi. Sebuah organisasi dapat berjalan apabila semua anggota pengurus dan anggota organisasi tersebut memiliki visi yang sama. Hal yang laping sederhana yang dapat dilakukan oleh Komite Sekolah adalah konsolidasi organisasi Penyamaan visi. Job description.Ada berbagai definisi atau batasan organisasi. Salah satu hal yang penting diketahui oleh semua angota pengurus Komite Sekolah adalah mengenal satu sama lain dan masing-masing mengetahui kelebihan (dan kalau mungkin kelemahan) masing-masing. AD/ART. Membangun Tim Yang Efektif . dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi. hak dan kewajiban anggota dan pengurus. Dalam hal ini job description berupa panduan siapa mengerjakan apa dan masing-masing personel bertanggung jawab atas terlaksananya tugas yang ia diemban. Dalam keadaan organisasi Komite Sekolah dengan kegiatan yang lebih kompleks. tidak juga mengambil peran pemerintah atau birokrasi. dan Anggota. fasilitas penunjang (Kantor/Sekretariat. Fasilitas penunjang sebuah Komite Sekolah yang paling sederhana adalah adanya meja kerja bagi Ketua Komite. fasilitas administrasi. yang memungkinkan berjalannya roda organisasi Komite Sekolah adalah: Personel Komite Sekolah. yaitu Komite Sekolah tidak mengambil peran satuan pendidikan. struktur organisasi dapat lebih diperluas dengan beberapa Ketua Bidang. perubahan Panduan Organisasi atau AD/ART. Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar. Guna menjalankan roda organisasi Komite Sekolah. Kepengurusan. AD/ART tidak harus ada dulu. Dalam hal organisasi masih merupakan organisasi yang sederhana dengan kegiatan yang masih terbatas. sehingga dihasilkan lulusan yang bermutu ditinjau dari aspek akademik dan non-akademik. Hal ini penting bagi penempatan personel pada jabatan tertentu dalam organisasi Komite Sekolah. atau kekayaaan. Terkait dengan job description. atau bahkan di sebuah Kantor Khusus Komite Sekolah yang memiliki fasilitas ruang-ruang kerja pengurus. Sebuah organisasi dapat dikatakan mustahil berjalan tanapa didukung oleh fasilitas penunjang. Perlu dihindari penempatan seseorang dalam organisasi adalah berdasarkan kedudukan. Perangkat Organisasi Komite Sekolah Perangkat organisasi Komite Sekolah minimal yang harus ada. Pengertian dikoordinasikan secara sadar bahwa organisasi itu dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip manajemen. perlu dibuat job description bagi setiap personel pada setiap jabatan yang diembannya. Sebagaimana telah diuraikan di muka ada empat tujuan pembentukan Komite Sekolah. artinya roda organisasi harus dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip manajemen moderen. mekanisme pengambilan keputusan. Dalam AD/ART atau Panduan Organisasi paling tidak harus diatur mengenai: Dasar. ruang rapat. MEMBANGUN ORGANISASI KOMITE SEKOLAH YANG EFEKTIF Komite Sekolah dapat memutarkan roda organisasi dengan dimulai dengan hal-hal yang sederhana. yang bekerja atas dasar keterikatan yang relatif terus menerus untuk mencapai tujuan atau sekelompok tujuan. baik di rumah sang Ketua. dan tujuan utamanya adalah meningkatkan mutu pembelajaran di satuan pendidikan tersebut. tenaga adminstrasi). ketentuan keanggotaan dan kepengurusan (termasuk masa bakti). Panduan Organisasi (antara lain berupa AD/ART). Salah satu definisi tersebut adalah sebagai berikut. AD/ART merupakan salah satu perangkat organisasi yang penting. dan kegiatan dari Komite Sekolah.

Mengembangkan Kreativitas Sebuah organisasi akan berjalan lebih cepat. dirangkum dari beberapa sumber Teguh http://www. efektif. Kegiatan-kegiatan tersebut barangkali ada yang belum menyentuh substansi peningkatan mutu pendidikan di satuan pendidikan tersebut. Mereka memiliki satu tradisi yang kaya tentang keikutsertaan orangtua dan masyarakat dalam pendidikan (Menteri Pendidikan dan Pelatihan.com/?mod=home&id=107 Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah dalam PP Nomor 17 Tahun 2010 Artikel. Langkah yang perlu dilakukan oleh Komite Sekolah dalam menjalankan roda organisasi adalan identifikasi masalah.citabundaschool. Orang kreatif adalah orang yang selalu berfikir untuk menemukan solusi untuk memecahan suatu masalah. dana. Ontario. yaitu membangun sebuah Team Work yang efektif (Paparan tentang Team Work. Oleh karena itu perlu dibangun sistem kebersamaan. dikaitkan dengan ketersediaan personel. baik masalah akademik. Komite Sekolah yang telah memenuhi syarat minimal sebagai sebuah organisasi. Dalam hal ini Komite Sekolah dapat memulai kegiatannya dengan berangkat dari upaya pemecahan masalah yang dapat diidentifikasi. Menentukan Prioritas. Identifikasi Masalah. dapat melangkah lebih jauh dalam menjalankan roda organisasi. Pendidikan 10 Comments Oleh Suparlan *) Sekolah-sekolah kita terletak pada jantung masyarakat. Berikut ini tahap-tahap yang dapat dilakukan oleh Komite Sekolah. yang kadang-kadang tidak pernah dipikirkan orang lain. Dapat dipastikan bahwa akan banyak sekali masalah yang dapat diidentifikasi (Teknik identifikasi masalah disajikan dalam sesi tersendiri). tersedia secara terpisah). PELAKSANAAN PROGRAM KERJA KOMITE SEKOLAH BERDASARKAN MASALAH YANG DITEMUKAN Sebuah Komite Sekolah dapat menjalankan roda organisasi melalui berbagai kegiatan. Setiap sekolah atau satuan pendidikan tentu memiliki maslah yang berbeda-beda. sosial. Saat ini pemerintah sedang menggulirkan kebijakan otonomi pendidikan. dan lain sebagainya yang berkembang di . Organisasi yang baik adalah organisasi yang mendukung pengembangan kreativitas. dan mulai menyentuh substansi mutu pendidikan. dan penunjang by. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah konsolidasi organisasi seperti yang disinggung di muka. Orang yang kreatif adalah orang yang selalu bertanya tentang sesuatu yang dianggap masalah. Kegiatan lain adalah misalnya penyusunan Panduan Organisasi atau Penyusunan AD/ART atau melengkapi kelengkapan organisasi. Ini merupakan momentum bagi masyarakat untuk berpartisipasi tidak saja dapal aspek manajemennya. agama. lebih penting lagi adalah dalam memperkaya muatan pendidikan dengan wacana kultural.Sebuah organisasi tidak akan dapat berjalan dengan baik apabila tidak terjadi kebersamaan di dalam tim. Kanada) Di masa sekarang dan akan datang pengelolaan pendidikan harus lebih demokratis dalam bentuk memberikan otonomi seluas-luasnya kepada masyarakat. dan efisien apabila organisasi tersebut dipenuhi oleh orang-orang yang penuh kreativitas. Dari sekian banyak masalah yang berhasil diidentifikasi harus dipilih masalah yang akan menjadi prioritas. maupun masalah non-akademik. Orang yang kreatif selalu memiliki gagasan-gagasan baru.

yang kemudian lebih dikenal dengan nama generik ”dewan pendidikan”. dan otoritas semu (Albert Einstein) Barang siapa berani mengajar. Mahasiswa ini juga memberikan alasan. antara lain mengamanatkan bahwa untuk melaksanakan desentralisasi bidang pendidikan perlu dibentuk ”dewan sekolah” di setiap kabupaten/kota. proses kelahiran Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah adalah Kepmendiknas Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. Untuk menjawab pertanyaan yang sangat mendasar tersebut. perlu dijelaskan tentang perubahan paradigma pelaksanaan urusan pemerintahan di negeri ini sejak kelahiran UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah. yang dibentuk memang untuk melaksanakan urusan pendidikan di daerahnya masing-masing. karena negara telah mempunyai Dinas Pendidikan mulai di tingkat provinsi sampai tingkat kabupaten. Salah satu landasan hukum yang melahirkan Kepmendiknas tersebut antara lain adalah UU Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional Tahun 2001 – 2005. secara spontan mengajukan pertanyaan yang amat mendasar kepada penulis. implementasi. monitoring. dia tidak boleh berhenti belajar (John Cotton Dana) Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah kini sedang laris menjadi pilihan untuk tajuk penelitian mahasiswa pascasarjana. Sebagaimana telah kita ketahui. paksaan. Mengapa harus dibentuk Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah? Padahal kita sudah mempunyai Kementerian Pendidikan Nasional yang memang bertugas dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan. Hampir semua urusan . Sejak tahun 2002 kebetulan penulis memang terlibat dalam proses kelahiran Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. dan evaluasi program kerja yang dilakukan oleh sekolah (Indra Jati Sidi) Peristiwa yang paling buruk (di dunia ini) adalah jika sekolah dijalankan dengan metode ancaman. Seorang mahasiswa S2 yang sedang menulis tesis. bahkan juga telah ada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di tingkat kecamatan.lingkungan sekitarnya (Abdul Malik Fajar) Komite Sekolah merupakan forum pengambilan keputusan bersama antara sekolah dan masyarakat dalam perencanaan. Kemudian di setiap satuan pendidikan dibentuk “komite sekolah/madrasah”. Bab VII tentang Pendidikan dalam UU tersebut.

Siapa masyarakat siapa saja yang akan melaksanakan peran yang begitu berat tersebut? Pertanyaan ini dapat dijawab dalam rumusan Pasal 188 (1) bahwa ”Peran serta masyarakat meliputi peran serta perseorangan. Peran Serta Masyarakat Apakah masyarakat memang memiliki peran dalam urusan pendidikan? Kalay ya. harus ikut dilibatkan. kecuali tiga urusan. dan agama. peran serta masyarakat telah dirumuskan sebagai berikut. termasuk Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabu-paten/Kota harus melibatkan komponen masyarakat sebagai mitra kerja sama. dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan”. (d) pengawasan penyelenggaraan pendidikan. dan atau organ representasi pemangku kepentingan satuan pendidikan. mulai dari memberikan masukan dalam perencanaan dan juga dalam pengawasan dan penilaian program pendidikan. Masyarakat menjadi sumber. keuangan. (f) pemberian pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada pemangku kepentingan pendidikan pada umumnya. kelompok. mulai dari dewan pendidikan . (e) pengawasan pengelolaan pendidikan. komite sekolah. Cukup banyak dan beragam kemungkinan peran yang dapat ditunaikan oleh masyarakat dalam urusan pendidikan. apa saja peran tersebut? Dalam Pasal 188 (2) PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. pelaksana. Dengan demikian. pendidikan termasuk urusan yang diserahkan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota. Itulah sebabnya dalam pelaksanaan urusan pendidikan. Bahkan dalam Pasal 188 (4) dinyatakan bahwa peran serta masyarakat secara khusus dapat disalurkan melalui dewan pendidikan tingkat nasional. Kementerian Pendidikan Nasional.pemerintahan di negeri ini telah diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah kabupaten/kota. yakni urusan politik luar negeri. dewan pendidikan tingkat provinsi. (c) penggunaan hasil pendidikan. Termasuk satuan pendidikan. dan/atau (g) pemberian bantuan atau fasilitas kepada satuan pendidikan dan/atau penyelenggara satuan pendidikan dalam menjalankan fungsinya. Oleh karena itu. Oleh karena itu. masyarakat mempunyai peran dalam bentuk (a) penyediaan sumber daya pendidikan. keluarga. dewan pendidikan. komponen masyarakat tidak boleh tidak harus diajak bicara. kepala sekolah juga harus menjalin hubungan dan kerja sama dengan komponen masyarakat yang bergabung dalam komite sekolah/madrasah. pengusaha. Itulah sebabnya. organisasi profesi. dewan pendidikan tingkat kabupaten/kota. untuk melaksanakan urusan dalam bidang pendidikan. dan pengguna hasil pendidikan. (b) penyelenggaraan satuan pendidikan.

(2) memberikan arahan dan dukungan tenaga. sekali lagi yang dalam Buku Panduan Umum Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah dikenal dengan controlling agency atau badan yang melakukan pengawasan. yang dalam Buku Panduan Umum Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah disebut peran advisory agency atau badan yang memberikan pertimbangan. Tugas Dewan Pendidikan Dalam PP Nomor 17 Tahun 2010 dijelaskan dengan lebih gamblang bahwa Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah mempunyai fungsi memberikan pertimbangan kepada birokrasi pendidikan. Pelaksanaan fungsi ini tidak akan dapat dilakukan jika Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah tidak memiliki data dan informasi atau bahan yang digunakan untuk memberikan pertimbangan itu. yaitu (1) memberikan pertimbangan. Oleh karena itu. sarana dan prasarana. Fungsi Dewan Pendidikan Dalam Pasal 192 (2) dengan tegas dijelaskan bahwa ”Dewan Pendidikan berfungsi dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan. termasuk oleh unsur birokrasi pendidikan. serta komite sekolah diposisikan menjadi wadah peran serta masyarakat yang paling dominan untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan. gubernur. Dengan cara bagaimana fungsi tersebut dapat dilakukan oleh Dewan Pendidikan? Ternyata fungsi Dewan Pendidikan masih juga dilakukan dengan tiga peran.tingkat nasional. sampai dengan kabupaten/kota. serta (3) melakukan pengawasan pendidikan. Sementara dalam Pasal 192 (3) disebutkan bahwa fungsi Dewan Pendidikan adalah meningkatkan mutu layanan pendidikan. dalam arti tidak dapat dipengaruhi dan diitervensi oleh pihak lain. Pasal 192 (3) dinyatakan bahwa Dewan Pendidikan menjalankan fungsinya secara mandiri dan profesional. kritik. arahan dan dukungan tenaga. bupati/walikota terhadap keluhan. Secara tegas. provinsi. menganalisis. dan aspirasi masyarakat . sarana dan prasarana. dan memberikan rekomendasi kepada Menteri. provinsi. Tampak jelas bahwa rumusan Pasal 192 (2) PP Nomor 17 Tahun 2010 merupakan penjabaran dari Pasal 56 (3) UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. yang di dalam Buku Panduan Umum Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah disebut sebagai suporting agency atau badan yang memberikan dukungan. saran. dan kabupaten/kota”. yang di dalam Panduan Umum Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah disebutkan sebagai peran dan fungsi Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional. dalam Pasal 192 (4) dijelaskan tentang tugas untuk memperoleh data dan informasi yang akan diserahkan sebagai bahan pertimbangan. Pasal ini menyebutkan bahwa: ”Dewan Pendidikan bertugas menghimpun.

elektronik. dan/atau bentuk lain sejenis sebagai pertanggungjawaban publik”. dan/atau (h) organisasi sosial kemasyarakatan. pertemuam. Dalam ayat berikutnya. (e) pendidikan berbasis kekhasan agama atau sosialbudaya. pertamuan. (b) penyelenggara pendidikan. dan laporan pertanggungjawaban itu disampaikan kepada masyarakat melalui media cetak. Sungguh. Demikian juga. Unsur apa saja yang dapat menjadi pengurus Dewan Pendidikan? Unsur apa saja yang dapat menjadi pengurus Dewan Pendidikan dijelaskan dalam Pasal 192 (6). Proses pembentukan dan pemilihan pengurus Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah juga dijelaskan dalam beberapa pasal dalam PP Nomor 17 Tahun 2010 tersbut. Laporan pertanggungjawaban itu harus dibuat secara tertulis. Panitia Pemilihan Dewan Pendidikan Nasional memilih dan mengajukan 30 orang calon pengurus kepada Menteri Pendidikan Nasional untuk kemudian Menteri Pendidikan Nasional menetapkan SK Dewan Pendidikan Nasional.. Panitia Pemilihan Dewan Pendidikan Provinsi memilih dan mengajukan 26 orang calon pengurus kepada gubernur untuk kemudian gubernur menetapkan SK Dewan Pendidikan Provinsi. laman. yakni sebagai berikut: (a) pakar pendidikan. membuat laporan pertanggungjawaban tahunannya kepada masyarakat negara bagian Illinois sebagai berikut: To the community of State of Illinois ….terhadap pendidikan”. Dewan Pendidikan Provinsi. dan ternyata sistem ini sama persis dengan yang telah dilakukan oleh Board of Education di Amerika Serikat. Panitia Pemilihan Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota . Dewan Pendidikan Kabupaten/ Kota. organisasi profesi. dan Komite Sekolah. (c) pengusaha. Dewan Pendidikan Provinsi paling banyak 13 orang. laman (website). Oleh karena itu. ketentuan Pasal 192 (5) tentang laporan pertang-gungjawaban publik kepada masyarakat merupakan ketentuan yang sangat patut dapat benar-benar dilaksanakan. atau bentuk lainnya. (g) pendidikan berbasis keunggulan lokal. Jumlah anggota pengurus Dewan Pendidikan Nasional paling banyak 15 orang. Board of Education negara bagian Illinois. yakni dilakukan oleh Panitia Pemilihan yang dibentuk untuk itu. Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota paling banyak 11 orang. elektronik. Pasal 192 (5) disebutkan bahwa ”Dewan Pendidikan melaporkan pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 192 (4) kepada masyarakat melalui media cetak. (d). dan untuk Komite Sekolah paling banyak 15 orang. dan (f) pendidikan bertaraf internasional. pertanggungjawaban pelaksanaan tugas yang sangat akuntabel. Panitia Pemilihan melakukan rekruitmen sebanyak dua kali jumlah calon pengurus yang akan ditetapkan. Dalam PP Nomor 17 Tahun 2010 juga disebutkan tentang proses rekrutmen pengurus Dewan Pendidikan Nasional. sebagai contoh.

Selain itu. proses rekrutmen yang dilakukan untuk Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah harus diumumkan secara terbuka melalui medie cetak. (b) organisasi profesi lain. Tampak dalam ketentuan bahwa jumlah pengurus Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah adalah berjumlah gasal. dan Kabupaten/ Kota. Sangat disayangkan. Sumber dana tersebut juga secara eksplisit disebutkan untuk komite Sekolah. perihal sumber anggaran ini sebenarnya secara eksplisit perlu disebutkan sumber anggaran yang selama ini telah ikut menghidupi Dewan Pendidikan. untuk kemudian kepala sekolah menetapkan SK Komite Sekolah. pada tahun ini subsidi stimulan Dewan Pendidikan pun tidak diberikan lagi karena alasan keterbatasan anggaran. Bahkan. Dalam aspek anggaran ini. Panitia Pemilihan Komite Sekolah memilih dan mengajukan 30 orang calon pengurus Komite Sekolah. dengan maksud agar bisa dilakukan pengungutan suara dalam proses pengambilan keputusan. (b) pemerintah daerah. Provinsi. yakni dari DUDI (dunia usaha dan dunia industri). Pasal dengan nada yang mengharuskan saja belum tentu dilaksanakan secara bertanggung jawab. Selain itu. apalagi dengan kata ”dapat”. ketentuan tentang anggaran ini telah menggunakan ”pasal karet” yang tertulis ”dapat bersumber”. termasuk dalam pemilihan pengurus Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. dan laman. khususnya ketua dan sekretaisnya. khususnya dari sumber dana yang dikenal dengan CSR (corporate . atau (c) organisasi kemasyarakatan. Selama ini. (d) bantuan pihak asing yang tidak mengikat. khusus untuk pemilihan pengurus Dewan Pendidikan Nasional. Lebih dari itu. Hal yang sama. elektronik. Dewan Pendidikan melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan dana subsidi dari pemerintah pusat dan sebagian juga berasal dari anggaran dari pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota.memilih dan mengajukan 22 orang calon pengurus kepada bupati/walikota untuk kemudian bupati/walikota menetapkan SK Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota. PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan menyebutkan pada Pasal 192 (13) bahwa ”Pendanaan dewan pendidikan dapat bersumber dari (a) pemerintah. Kalimat hukum seperti itu seyogyanya tidak digunakan. (c) masyarakat. Anggaran Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Satu aspek yang banyak ditanyakan adalah tentang sumber dana atau anggaran Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. setelah proses pemilihan secara mufakat tidak dapat dilakukan. proses pengusulan calon pengurus tersebut harus mendapatkan persetujuan dari (a) organisasi profesi pendidik. dan/atau (e) sumber lain yang sah.

dan/atau e. pemerintah daerah. termasuk kepentingan pendidikan. memungut biaya bimbingan belajar atau les dari peserta didik atau orang tua/walinya di satuan pendidikan. bahan ajar. lalu Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah juga melakukan cara-cara yang penuh nuansa koruptif dan KKN tersebut. pengawasan yang dilakukan oleh Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah bukanlah sebagai pengawasan fungsional. sebagaimana yang harus dilakukan oleh BPK. c. mencederai integritas evaluasi hasil belajar peserta didik secara langsung atau tidak langsung. atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan. baik perseorangan maupun kolektif. d. dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah”. Inspektorat Jenderal. Sudah barang tentu. Oleh karena itu Pasal 199 (1) menyebutkan bahwa: ”Pengawasan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan dilakukan oleh Pemerintah. Kegiatan apa saja yang tidak boleh dilakukan oleh Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah? Dewan pendidikan dan/atau komite sekolah/madrasah. menjual buku pelajaran.social responsibility). dan beberapa di antaranya sudah berhasil. maupun . Larangan dan Pengawasan Dalam PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan ini juga terdapat ketentuan tentang larangan dan pengawasan. Jangan sampai terjadi karena dengan alasan untuk melaksanakan peran dan tugasnya. perlengkapan bahan ajar. Dalam hal ini. dilarang: a. mencederai integritas seleksi penerimaan peserta didik baru secara langsung atau tidak langsung. perusahaan memiliki kewajiban untuk menyisihkan sedikit keuntangannya untuk kepentingan masyarakat. pakaian seragam. yakni pengawasan administratif dan pengawasan dari segi teknis edukatif yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Beberapa Dewan Pendidikan sudah mulai melaksanakan kerja sama dengan DUDI ini. Larangan ini harus dimaknai sebagai upaya untuk menjauhkan diri dari kemungkinan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah ikut-ikutan menumbuhsuburkan praktik korupsi dan KKN dalam pelaksanaan peran dan tugasnya untuk meningkatkan layanan pendidikan. Bahkan. pengawasan itu meliputi dua aspek penting. melaksanakan kegiatan lain yang mencederai integritas satuan pendidikan secara langsung atau tidak langsung. Malahan. b. BPKP. kita memperhatikan bahwa Dewan Pendidikan lebih diposisikan sebagai agen pengawasan yang andal.

http://suparlan. khususnya tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah.com/35/2010/03/27/dewan-pendidikan-dan-komite-sekolah-dalam-pp-nomor-17tahun-2010/ Dewan sekolah adalah mitra sekolah dalam Pengelolaan pendidikan khususnya Advisory.Pd. Adapun susunan Dewan Sekolah periode 2009-2012: Lampiran : Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal Kabupaten Bantul No. Jumiyo. Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah bisa saja meminta kepada lembaga independent auditor untuk membantu tugas Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. Subandrio. Mudah-mudahan.Pd Jariah. S. Setiyono Susela Marwata. atas nama wadah peran serta masyarakat. Samedi Prastowo Ketua 1 10 Drs. tulisan singkat ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan sosialisasi kebijakan pemerintah tentang pendidikan di Indonesia. S. Pengawasan yang dilakukan oleh Dewan Penididkan dan Komite Sekolah adalah jenis pangawasan sosial atau masyarakat. : 056.BA. S. Namun demikian. dewan sekolah dibentuk berdasarkan musyawarah pleno dewan sekolah. Samyudi S. SK dewan sekolah ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal.a Tanggal : 21 Juli 2009 Tentang : Pengesahan dewan sekolah SMA N 1 Bantul Periode 2009-2012 No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Subarkah. Akhir Kata Demikianlah sekelumit telaahan terhadap beberapa pasal yang penting tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah yang tertuang dalam PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.pengawas fungsional yang lain di tingkat daerah. suporting.Pd.Pd. S. Subarkah. Amin.Pd. M.Sos Endhi santoso Jabatan dalam dewan sekolah Ketua 2 Sekretaris 1 Sekretaris 2 Bendahara Seksi Penggalian Dana Seksi Penggalian Dana Seksi Pengelolaan Dana Seksi Pengelolaan Dana Dari unsur Pengamat pendidikan Orang Tua Siswa Pengamat Pendidikan Guru Guru Orang Tua Siswa Alumni Orang Tua Siswa Pengusaha Drs. H. 11 Suharsono Wahyudi Seksi Peningkatan Mutu Pendidikan Orang Tua Siswa Seksi Peningkatan Mutu Pendidikan Akademisi . dan mediator. H. controling.

php?id=profil&kode=22&profil=Dewan%20Sekolah .sman1bantul.12 Arif Agusta Sundioko 13 Sari Murni Seksi Jaringan Kerjasama Seksi Jaringan Kerjasama Orang Tua Siswa Tokoh Masyarakat http://www.id/html/profil.sch.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->