P. 1
Arti Dari Menerima

Arti Dari Menerima

|Views: 7|Likes:
Published by ogijayaprana

More info:

Published by: ogijayaprana on Jun 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2013

pdf

text

original

Arti dari Menerima/ Menolak Hipotesis Dalam menerima Hipotesis nol kita tidak menerimanya secara nyata tanpa keraguan sama sekali karena dalam menerima sebuah hipotesis nol sebaiknya disadari ada Hipotesis nol lain yang mungkin lebih sesuai dengan data maka sebaikntya kita lebih memilih dalam uji statistik untuk tidak menolak daripada menerima.

Hipotyesis H0 “Nol” dan Aturan Baku “z-t” Hipotesis nol merupakan objek utama dalam sebuah pembuktian empiris dimana H 0 : =0 yang akan dicari apakah Y berhubungan dengan semua X(variabel penjelas). Jika sebaliknya mana untuk menguji hipotesis seperti denga nilaiu manapun maka tidak ada artinya Hipotesis nol dapat diuji dengan uji-t namun bisa juga dengan aturan signifikansi”z-t” Aturan “z-t” apabila angka derajat bebas adalah 20/lebih dan jika tingkat signifikansi ̂ ] melebihi 2 dalam nilai ditentukan=0,05 hipotesis nol =0 dapat ditolak jika nilai [ ̂⁄ absolut Maka kita akan menolak H0 : =0 jika ̂ ̂ ketika ̂> 0 dan ̂ ̂ ketika ̂< 0 Apabila kita menguji hipotesis satu arah maka hipotesis nol akan ditolak jika ̂| | | |̂⁄ =0 dibandingkan dengan > 0 atau <0

Membuat Hipotesis nol dan Hipotesis Alternatif Dalam membuat Hipotesis nol dan hipotesis Alternatif dapat dipercaya jika dilakukan ekspektasi secara teoritis atau pembuktian empiris namun alangkah baiknya jika hipotesis nol dan hipotesis alternatif dibuat sebelum melakukan investigasi secara empiris untuk menghindarkan hipotesis yang dapat digunakan dalam menguji hasil yang didapatkan orang lain untuk kepentingan objektifitas ilmiah. Memilih , Tingkat Signifikansi Tingkat signifikansi merupakan probabilitas untuk melakukan sebuah kesalahan tipe I yaitu menolak sebuah hipotesis yang benar. Nilai seringkali ditetapkan pada tingkat 1%, 5% dan 10% untuk sebuah ukuran sampel tertentu. Jika coba mengurangi kesalahan tipe I kemungkinan kesalahan tingkat II-pun akan meningkat begitu pula sebaliknya. Dilema yang ada saat memilih dapat dihindari dengan mengenal nilai p dari uji statistik. Tingkat Signifikansi Paling Tepat Nilai p Nilai p ini didefinisikan sebagai tingkat dengan tingkat signifikansi paling rendah dimana hipotesis nol dapat ditolak. Jika mengambil nilai dan p sama maka tidak terjadimasalah, untuk

melihatnya secara berbeda lebih baik berhenti memilih uji statistiuk tersebut. 

secara acak dan langsung memilih p dari

Signifikansi Statistik dibandingkan Signifikansi Praktis Dalam sudut pandang ekonomi ketika H0 dengan = 1 akan menimbulkan bahwa nilai bisa saja nilai yang mendekati 1 baik dari kiri ataupun kanan namun berbeda dalam pandangan statistika. Masalah tersebut dapat diselesaikan dengan mengacu pada pengujian hipotesis karena pengujian statistika [ ] ̂ mengukur koefisien yang diestimasi dalam satuan standar error unit yang tidak dapat digunakan dalam mengukur penggunaan parametyer ekonomi – 1 yang akan lebih baik jika menggunakan istilah “substansial” dalam konsep ekonomi. Pilihan antara Interval Kepercayaan dan Pendekatan Pengujian Signifikansi untuk Pengujian Hipotesis Untuk berkonsentrasi dalam besaran dari koefisien dan mencari tingkat kepercayaan serta bukan pengujian signifikansi. Jika semuya atau hampir semua hipotesis nol salah, tiap point yang berkonsentrasi dengan apakah sebuah estimasi tidak dapat dibedakan dari nilai prediksi yang berasal dari hipotesis nol sebagai gantinya, diharapkan dapat ditemukan model yang dapat menjadi perkiraan yang baik dengan jangkauan parameter yang dikeluarkan leh estimasi empiris maka lebih baik menggunakan pendekatan interval kepercayaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->