Oleh:Hilmiati Wahid**, Sarini**, Asriadi**, Andi Ima Kusumawati**, Rahayu Erniwanti**Jurusan Farmasi**Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar***

Beberapa sifat fisika kimia yang berhubungan dengan aktivitas biologis adalah  Ionisasi  pembentukan kelat  potensial redoks  tegangan permukaan .

IONISASI DAN AKTIVITAS BIOLOGIS Ionisasi sangat penting hubungannya dengan proses penembusan obat dalam membran biologis dan interaksi obat-reseptor. tetapi ada pula yang aktif dalam bentuk ionnya. pada umumnya obat dalam bentuk tidak terionisasi. Untuk dapat menimbulkan aktivitas biologis. .

sehingga di duga senyawa obat dengan tipe ini memberikan efek biologisnya di luar sel. bentuk tidak terionisasi dapat memberikan efek biologis. Contoh obat yang aktif dalam bentuk ion antara lain adalah turunan akridin dan turunan amonium kuartener . Contoh Fenobarbital  Obat yang Aktif dalam Bentuk Ion Beberapa senyawa obat menunjukkan aktivitas biologis yang makin meningkat bila derajat ionisasinya meningkat. Obat yang Aktif dalam Bentuk Tidak Terionisasi Sebagian besar obat yang bersifat asam atau basa lemah. Hal ini dimungkinkan bila kerja obat terjadi di membran sel atau di dalam sel. Seperti yang diketahui dalam bentuk ion senyawa obat umumnya sulit menembus membran biologis.

Pembentukan Kelat dan Aktivitas Biologis  Kelat adalah senyawa yang dihasilkan oleh kombinasi senyawa yang mengandung gugus elektron donor dengan ion logam membentuk suatu struktur cincin. S dan O. . seperti N. Sebagai contoh adalah pembentukan kelat antara etilendiamin tetraasetat (EDTA) dengan ion Ca++  Ligan adalah senyawa yang dapat membentuk struktur cincin dengan ion logam karena mengandung atom yang bersifat elektorn donor.

EDTA Logam Kelat Ca-EDTA .

Contoh ligan: 1. Dimerkaprol H2C CH CH2OH SH SH R-As O H2c S As R CH CH2OH S H2O Dimerkaprol Arsen organik Kelat .

Penisilamin Penisilamin Kelat Cu-penisilamin mudah larut dalam air .2.

3. Oksin N OH N OCH3 OH N+ Cl CH3 8-Hidroksikuinolin Kelat: aktif 8-metoksikuinolin non kelat:tidak aktif Oksin metoklorida non kelat: tidak aktif .

OSO3H N SH N OH 8-Merkapto kuinolin kelat: tidak aktif 8-hidroksikuinolin-5-sulfonat kelat: aktif .

Pembentukan kelat feri-oksin Oksin Fe+++ N OH O N Fe+++ Fe++ Oksin Kelat feri-oksin tidak jenuh : aktif .

Bentuk kelat oksin dengan ion logam Fe+++ N Oksin Fe+ O N N O O O Fe O N N Fe+++ Kelat feri-oksin jenuh:tidak aktif Kelat feri-oksin tidak jenuh:aktif .

4. isoniazid. tiasetazon dan etambutol Isoniazid Bentuk enol Kelat mudah larut dalam lemak .

Tetrasiklin Tetrasiklin .5.

Contoh: Riboflavin .Potensial Redoks dan Aktivitas Biologis Potensial redoks adalah ukuran kuantitatif kecenderungan senyawa untuk memberi dan menerima elektron. Reaksi redoks adalah perpindahan elektron dari satu atom ke atom lain.

H 3C H 3C N N O NH O (H) (O) N H CH2(CHOH)3CH2OH Riboflavin Dihidroriboflavin .

yaitu bagian yang bersifat hidrofilik atau polar dan bagian lipofilik atau nonpolar. . sehingga dikatakan surfaktan bersifat ampifilik. dapat menurunkan tegangan permukaan.Aktivitas Permukan dan Aktivitas Biologis Surfaktan adalah suatu senyawa yang karena orientasi dan pengaturan molekul pada permukaan larutan. Struktur surfaktan terdiri dari dua bagian yang berbeda.

Surfaktan kationik . yaitu: .Surfaktan non ionik .Surfaktan anionik .Surfaktan amfoterik .Berdasarkan sifat gugus yang dikandungnya. surfaktan dibagi menjadi empat kelompok.

 TERIMA KASIH  BYE... ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful