Dasar Teori Ayunan

AYUNAN DAN PERCEPATAN GRAVITASI (M.

3)

I. TUJUAN  Mempelajari sifat-sifat ayunan.  Menentukan kecepatan gravitasi.

II. DASAR TEORI Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari ilmu fisika, dimulai dari yang ada dari diri kita sendiri seperti gerak yang kita lakukan setiap saat, energi yang kita pergunakan setiap hari sampai pada sesuatu yang berada diluar diri kita, salah satu contohnya adalah permainan ditaman kanak-kanak, yaitu ayunan. Sebenarnya ayunan ini juga dibahas dalam ilmu fisika, dimana dari ayunan tersebut kita dapat menghitung perioda yaitu selang waktu yang diperlukan beban untuk melakukan suatu getaran lengkap dan juga kita dapat menghitung berapa besar gravitasi bumi di suatu tempat. Pada percobaan ini, ayunan yang dipergunakan adalah ayunan yang dibuat sedemikian rupa dengan bebannya adalah bandul fisis. Pada dasarnya percobaan dengan bandul ini tidak terlepas dari getaran, dimana pengertian getaran itu sendiri adalah gerak bolak balik secara periode melalui titik kesetimbangan. Getaran dapat bersifat sederhana dan dapat bersifat kompleks. Getaran yang dibahas tentang bandul adalah getaran harmonik sederhana yaitu suatu getaran dimana resultan gaya yang bekerja pada titik sembarangan selalu mengarah ke titik kesetimbangan dan besar resultan gaya sebanding dengan jarak titik sembarang ketitik kesetimbangan tersebut. 2.1

Pengertian Getaran Getaran adalah gerak bolak-balik secara periodik yang selalu melalui titik keseimbangan. Satu getaran adalah gerakan dari titik mula-mula dan kembali ke titik tersebut. Periode (waktu getar) adalah waktu yang digunakan untuk mencapai satu getaran penuh, dilambangkan T (sekon atau detik).

 

 

Frekuensi adalah banyaknya getaran tiap detik, dilambangkan f (Hertz). Amplitudo adalah simpangan maksimum dari suatu getaran, dilambangkan A (meter). Simpangan adalah jarak besarnya perpindahan dari titik keseimbangan ke suatu posisi, dilambangkan Y (meter). Sudut fase getaran adalah sudut tempuh getaran dalam waktu tertentu, dilambangkan ϕ (radian).

Fase getaran adalah perbandingan antara lamanya getaran dengan periode, dilambangkan Φ .

Kecepatan sudut adalah sudut yang ditempuh tiap satuan waktu ω.

2. 2 Getaran Harmonis Getaran harmonis (sederhana) atau gerak harmonik (sederhana) adalah getaran yang dipengaruhi oleh gaya pemulih yang arahnya menuju ke titik keseimbangan dan besarnya sebanding dengan simpangan. Gerak suatu benda yang termasuk gerak harmonik antara lain : 1. Putaran roda motor atau mobil dengan kecepatran tetap. 2. Gerakan piston dalam silinder motor. 3. Getaran pegas. 4. Ayunan sederhana. 5. Gerakan ujung jarum mesin jahit. 6. Putaran poros engkol. Periode dan frekuensi

Hubungan f dan T :
f = 1 T

a. Pegas Sebuah pegas yang digantung vertikal ke bawah ujungnya diberi beban m ditarik dengan gaya F sehingga pegas bertambah panjang sebesar x, kemudian gaya dilepas, maka beban bersama ujung pegas akan mengalami gerak harmonik dengan periode :
T = 2π 1 2π m k k m

f =

T = periode (s) f = frekuensi pegas (Hz) m = massa beban (kg)

π = 22/7 atau 3,14
k = konstanta pegas (N/m)

Nilai k dapat dicari dengan rumus hukum Hooke yaitu : F=ky Pada pegas : F = m a = m ω2 y = m 
 2π   y T 
2

c. Ayunan sederhana l

α
m

F

beban Jika beban bermassa m ditarik ke samping dengan gaya F kemudian dilepas maka beban akan mengalami gerak harmonik. Besar periode dan frekuensi dihitung dengan rumus :

T = 2π l g f = 1 2π g l T = periode (s) f = frekuensi ayunan (Hz) l = panjang tali (m) π = 22/7 atau 3.8 m/s2 atau 10 m/s2 2.14 g = percepatan gravitasi = 9. yang ditulis dalam bentuk : Y = A sin ϕ . 3 Simpangan Gerak Harmonis sin ϕ = QB/OB = Y/R R = A maka sin ϕ = Y/A Y = A sinϕ karena ϕ = ω t maka Y = A sin ω t dan ω = 2π/T maka Y = A sin (2π/T) t dengan Y = simpangan (meter) A = amplitudo (meter) π = 180o T = periode (sekon) t = lama getaran (sekon) Persamaan simpangan gerak harmonis merupakan grafik sinusoidal.

Dua getaran segaris dan memiliki amplitudo sama Getaran I memiliki simpangan : Y1 = A1 sin ω1t Getaran II memiliki simpangan : Y2 = A2 sin (ω2t + ϕ) Hasil perpaduan dua getaran merupakan getaran III yang memiliki simpangan : Y3 = Y1 + Y2 .4 Kecepatan dan Percepatan Gerak Harmonis Kecepatan linier dari gerak harmonis dinyatakan dengan vy = ωA cos ωt Sedangkan percepatan liniernya dinyatakan dengan ay = .ω2A sin ωt = .Y = simpangan (m) A = amplitudo atau simpang getar (m) ϕ = sudut fase  Sudut fase ϕ = 2π Φ = 2π (t/T) = (2π/T) t = ω t Φ = beda fase = (t/T) ω = kecepatan sudut (rad/s) sehingga persamaan simpangan memiliki bentuk lain. yaitu : Y = A sin 2π Φ Y = A sin ω t 2.ω2Y tanda negatif berarti arahnya berlawanan dengan simpangan gerak harmonis 2.5 Superposisi Getaran a.

serta berbanding terbalik dengan kuadrat periodenya. Ayunan sederhana. Gambar : . yang timbul karena adanya kecepatan. Ayunan Sederhana b. yang timbul karena adanya simpangan/posisi yang berubahubah. III. Energi potensial Ep = ½ m ω2A2 sin2 ωt c. ALAT DAN BAHAN a. Dua getaran yang arahnya saling tegak lurus Hasil perpaduan dua getaran berupa suatu pola yang disebut pola Lissajous. Stopwatch IV. a.b. Energi total/mekanik E = ½ m ω2A2 = ½ m(4π2/T2)A2 = ½ m4π2f2A2 karena m ω2 = k. CARA KERJA A. maka E = ½ kA2 yang berarti energi mekanik getaran berbanding lurus dengan kuadrat amplitudo dan frekuensinya. 2. Energi kinetik Ek = ½ m ω2A2 cos2 ωt b. Ayunan Fisis c. Energi potensial.6 Energi Gerak Harmonis Energi yang dimiliki oleh benda yang bergetar harmonis terdiri dari : Energi kinetik.

3.1. B. . Ambil masing-masing 5 sumbu tidak perlu setangkup. ulang percobaan di atas untuk 5 sumbu pada sisi B (ayunan fisis ) yang setangkup dengan titik sumbu 2. Ukur ayunan dengan cara seperti A untuk 5 sumbu ayun berturut-turut pada sisi A. Gambar : AN B 1. Letakkan pemberat di tengah-tengah batang. Ayunan sederhana. geserkan letak beban ( pemberat ) stu atau dua lobang kesebelah dan ulangi percobaan tersebut. Ukur waktu ayunan dengan mengukur waktu yang diperlukan untuk 10 kali ayunan. 4. 2. 3. Ulangi percobaan ini sekurang-kurangnya 5 kali dengan mengambil 3 panjang tali yang berbeda. Ambil panjang tali tertentu. 2.

Percobaan A (Ayunan Sederhana)  Panjang Tali (L) Pengukura n I II III L (cm) 69 60 50.8 . DATA PENGAMATAN A.31 17.2 2.5 1.V.5 cm Pengukura n I t (sekon) 14.14 16. Panjang Tali = 60 cm Pengukura n I II III IV V t (sekon) 16.02 16. Panjang Tali = 50.2 3. Panjang Tali = 69 cm Pengukura n I II III IV V t (sekon) 17.23 17.4 17.4 16.5 16.22 17.

8 B. Percobaan B (Ayunan Fisis)  Panjang Tali (L) Pengukura n I II L (cm) 50 100 1.4 2.II III IV V 14.82 15 14. Panjang Tali = 69 cm Pengukura n I II III IV V t (sekon) 18 18 17.91 14.82 18. Panjang Tali = 60 cm .9 17.

69 m π2 = 9.Pengukura n I II III IV V t (sekon) 19.4 t untuk 1 kali getaran = 17. Percobaan A (Ayunan Sederhana) 1.4 10 = 1. PERHITUNGAN A.74 s Ditanya Jawab : g : T = ……………? = 2π L g T2 = 4π 2 L g .6 20.8 19.87 t untuk 10 kali getaran = 17.74 Jadi T1 = 1.84 19.8 19. VI. Untuk L = 69 cm Diketahui : L = 69 cm = 0.1 Keterangan :  t didapat setelah 10 kali getaran.

2 2.5 10 = 1.97 2.65 Jadi T1 = 1.74 1.65 s Ditanya Jawab : g : T = ……………? = 2π L g .72 T 2 T2 (s2) 3.96 = 2.60 m π2 = 9.99 9. Untuk L = 60 cm Diketahui : L = 60 cm = 0.08 9.723 1.722 1.69 (1.g = 4π 2 L T2 4π 2 ⋅ 0.17 9.69 0.03 3 2.69 T (s) 1.69 0.99 m s2 dengan cara yang sama diperoleh data : L (m) 0.69 0.87 t untuk 10 kali getaran = 16.69 0.74) 2 g = g = 8.5 t untuk 1 kali getaran = 16.731 1.96 2.984 g (m s ) 2 8.2 9.

65 1.57 2.8 t untuk 1 kali getaran = 14.60 0. Untuk L = 50.48 Jadi T1 = 1.5 cm = 0.60 (1.81 9.60 0.60 0.602 1.62 = 2.65) 2 g = g = 8.026 3.60 T (s) 1.7 2.6 2.7 9.7 m s2 dengan cara yang sama diperoleh data : L (m) 0.614 1.636 g (m s ) 2 8.23 9.62 T 2 T2 (s2) 2.69 2.48 s Ditanya : g = ……………? .T2 = 4π 2 L g g = 4π 2 L T2 4π 2 ⋅ 0.1 8.64 1.5 cm Diketahui : L = 50.8 10 = 1.87 t untuk 10 kali getaran = 14.60 0.505 m π2 = 9.

48 T 2 T2 (s2) 2.19 = 2.48 1.19 2.505 0.25 2.48) 2 g = g = 9.1 m s2 dengan cara yang sama diperoleh data : L (m) 0.69 0.22 2.19 2.6 0.505 T 2 (s) 2.077 8.636 2.505 0.505 T (s) 1.208 .984 2.Jawab : T = 2π L g T2 = 4π 2 L g g = 4π 2 L T2 4π 2 ⋅ 0.505 (1.505 0.5 1.97 9.1  Grafik data untuk ayunan sederhana : L (m) 0.482 1.1 9.86 8.208 g (m s ) 2 9.505 0.491 1.

5 m π2 = 9.4 3 2 1 0 (kuadrat periode) 0.87 t untuk 10 kali getaran = 18 t untuk 1 kali getaran = 1.6 0.505 Panjang tali (m) B.69 0. Untuk beban ditengah batang Diketahui : a = 50 cm = 0.8 Jadi T1 = 1. Percobaan B (Ayunan Fisis) 1.8 s Ditanya : g = ……………? = 18 10 .

8) 2 g = g = 6. maka gravitasi K kita (g) abaikan dengan dalam penggunaan rumus.5 0.Jawab : T = 2π a2 + K 2 ag .79 1.5 0.5 0. T = 2π a2 ag 2 2 T2 = 4π a ag g = 4π 2 a T2 4π 2 ⋅ 0.2 3.5 0.1 6.2 6.3 = 3.234 g (m s ) 2 6.1 6.24 3.1 m s2 dengan cara yang sama diperoleh data : a (m) 0. K2 = L2 12 Penentuan melenyapkan percepatan K.81 T 2 T2 (s2) 3.0 m π2 = 9.87 .8 1.24 3.5 (1. Untuk beban diujung batang bawah Diketahui : a = 100 cm = 1.19 3.8 1.5 T (s) 1.23 6 2.82 1.

28 .8 t untuk 1 kali getaran = 19.06 10.0 1.06 m s2 dengan cara yang sama diperoleh data : a (m) 1. K2 = L2 12 Penentuan melenyapkan percepatan K.0 1. T = 2π a2 ag 2 2 T2 = 4π a ag g = 4π 2 a T2 4π 2 ⋅1. maka gravitasi K kita (g) abaikan dengan dalam penggunaan rumus.9204 3.98 1.936 3.0 (1.t untuk 10 kali getaran = 19.98) 2 g = g = 10.96 T2 (s2) 3.98 Jadi T1 = 1.0 1.8 10 = 1.0 T (s) 1.06 10.9204 3.03 10.984 1.98 1.84 g (m s ) 2 10.98 s Ditanya Jawab : g : T = ……………? = 2π a2 + K 2 ag .

7272 (sekon) 0.0128 0.04 2 9.731 1.0 1.7272 1.77 = 3.722 1.0052 -0.7272 1.01 T 3.93 5 (kuadrat periode) 4 3 2 1 0 0.7272 1. Untuk Panjang Tali (L) = 69cm No 1 2 3 4 T 1.723 1.5 1 T 2 (s) 3.1.0038 -0.74 1.93  Grafik data untuk ayunan Fisis : L (m) 0.5 Panjang tali (m ) 1 VII.0042 . Percobaan Ayunan Sederhana 1.234 3.RALAT KERAGUAN  RALAT KERAGUAN T A.

Untuk Panjang Tali (L) = 60cm No 1 2 3 4 5 T 1.0232 -0.0052 .7272 -0.6252 0.64 1.0112 0.6252 1.62 1.6252 1.602 1.0072 =98.6252 1.5 1.626% 2.0148 -0.72 1.614 1.0248 -0.6252 1.65 1.

0136 0.482 1.4864 1.4864 -0.=99.4864 1.5cm No 1 2 3 4 5 T 1.48 1.48 1.0064 -0.0044 0.4864 1. Untuk Panjang Tali (L) =50.0064 .4864 1.465% 3.5 1.49 1.0036 -0.

814 1. Untuk Panjang Tali (L) = 50cm No 1 2 3 4 5 T 1.=99.7972 1.8 1.8 1.7972 1.7972 1.0152 0.7972 1.0028 0.753% B.7972 0.0168 .0028 -0.79 1.782 1.0072 -0. Percobaan Ayunan Fisis 1.

0228 0.96 2.9828 1.98 1.9828 -0.0272 .0028 0.9828 1.9828 1.7001% 2. Untuk Panjang Tali (L) =100cm No 1 2 3 4 5 T 1.0012 -0.9828 1.=99.0028 -0.01 1.98 1.984 1.

08 9.138 -0.g untuk panjang tali (L) = 69cm No 1 2 3 4 5 8.042 0.128 9.048 .2 9.Percobaan Ayunan Sederhana 1.072 0.99 9.048 0.128 9.128 9.59%  RALAT KERAGUAN PERCEPATAN GRAVITASI (g) A.128 -0.2 9.17 9.=99.128 9.

0528 0.9732 8.1268 -0.1 8.2732 0.0266 0.026 8.g untuk panjang tali (L) = 60cm No 1 2 3 4 5 8.81 9.3468 0.7 9.9732 8.9732 -0.0028 0.573% 2.1203 0.9732 8.=99.23 9.9732 8.0161 0.0746 0.2404 .1632 0.

78 3.0214 9.g untuk panjang tali (L) = 50.0214 9.5cm No 1 2 3 4 5 9.0214 9.=98.1614 -0.97 9.0786 .077 8.1 9.0786 0.0214 9.0214 0.0514 0.86 8.1 9.0556 -0.

1 6.= 99.216 -0.48% B.216 6.026 -0.Percobaan Ayunan Fisis 1.216 6.026 -0.016 .g untuk panjang tali (L) = 50cm No 1 2 3 6.1 6.2 6.

24 .04 10.03 10.216 6.23 6.04 10.02 0.02 -0.014 -0.208% 2.28 10.g untuk panjang tali (L) = 100cm No 1 2 3 4 10.06 10.0 6.216 = 99.04 10.216 0.4 5 6.06 10.01 0.04 0.

77 10.04 -0.5 9.43% .27 = 99.

Rumus yang dipergunakan untuk mencari gravitasi pada percobaan kali ini adalah T = 2π l g g = 4π 2 L . PEMBAHASAN Pada praktikum ayunan dan percepatan gravitasi ini kita diajak untuk mengetahui hubungan antara ayunan dan percepatan gravitasi bumi. Getaran yang dibahas tentang bandul adalah getaran harmonik sederhana yaitu suatu getaran dimana resultan gaya yang bekerja pada titik sembarangan selalu mengarah ke titik kesetimbangan dan besar resultan gaya sebanding dengan jarak titik sembarang ketitik kesetimbangan tersebut. yaitu sebagai benda tegar.VIII. Bandul fisis sebenarnya memiliki bentuk yang lebih kompleks. Dalam setiap perhitungan dan pengukuran tidak ada yang pasti. Ayunan sederhana merupakan sebuah bandul ideal yang terdiri dari sebuah partikel yang digantung pada seutas tali panjang yang ringan. dimana : T2 T = periode (s) l = panjang tali (m) π = 22/7 atau 3. Ayunan yang dipergunakan pada percobaan ini ada dua jenis.14 g = percepatan gravitasi Bandul fisis merupakan sembarang benda tegar yang digantung yang dapat berayun/bergetar/berisolasi dalam bidang vertical terhadap sumbu tertentu. Getaran dapat bersifat sederhana dan dapat bersifat kompleks. . Untuk memperbaiki hasil pengambilan data maupun perhitungan data itu. maka data-data tersebut perlu diralat dengan metode ralat keraguan. Pada dasarnya percobaan dengan bandul ini tidak terlepas dari getaran. dimana pengertian getaran itu sendiri adalah gerak bolak balik secara periode melalui titik kesetimbangan. yaitu ayunan sederhana dan ayunan fisis.

IX. Ketidaktelitian praktikan dalam melakukan praktikum. s s s s s 8. b).77 m 2 . 4. maka secara otomatis akan terjadi kesalahan pula saat kita mengerjakan perhitungan data. Apabila terjadi sedikit saja kesalahan pengukuran. 6. c).03 m .17 m 2 .1 m 2 .2 s2 s m 2 . 10.23 m . 9. s s L (100cm) = 10. 9.Keraguan ini dapat terjadi karena : 1.026 m 2 . Penguasaan materi yang kurang baik. 9.06 s2 .1 m s2 . Getaran harmonik sederhana yaitu suatu getaran dimana resultan gaya yang bekerja pada titik sembarangan selalu mengarah ke titik kesetimbangan dan besar resultan gaya sebanding dengan jarak titik sembarang ketitik kesetimbangan tersebut. Untuk L (60cm) = 8. s s s s s s 9. 2.08 m 2 . Untuk s2 s 10.2 m s2 s2 .1 m 6. Pada dasarnya percobaan dengan bandul ini tidak terlepas dari getaran. 8. KESIMPULAN Dari data-data diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan. 10.1 m 2 . 9. Setelah dilakukan perhitungan pada praktikum didapatkan g (gravitasi) dengan hasil : . 9. dimana pengertian getaran itu sendiri adalah gerak bolak balik secara periode melalui titik kesetimbangan.23 m 2 . 9.7 m 2 . 6 m 2 . s s Pada Ayunan Sederhana untuk L (69cm) = 8. 9. Fasilitas praktikum yang kurang memadai. 3.81 m 2 . diantaranya adalah sebagai berikut : a).99 m Pada Ayunan Fisis untuk L (50cm) = 6.28 m 2 . 6. m s2 .06 m s2 .2 m 2 .1 m 2 . 8.5cm) = 9.86 m 2 . Untuk L (50. . 9.077 m 2 . 9. Kerusakan pada alat yang digunakan pada saat praktikum juga dapat mempengaruhi data percobaan.97 m 2 .

1992. Pustaka Setia. Fisika edisi kelima jilid 1. 1988. Erlangga. Denpasar. MIPA Universitas Udayana. Jakarta • Oxtoby. • Giancoli. Erlangga.D.c. Bina Cipta. I Made. • Sulistyo. Jakata • Anshory Irfan. Fisika untuk Universitas II Listrik. • Wibawa Satria. 2001. Erlangga. Penuntun Praktikum Fisika Dasar 2. Laboratorium F. Jakarta. Nachtrieb. Bandung. Ilmu Fisika.DAFTAR PUSTAKA • Kanginan. dkk. Achmad Hiskia. 2000. Kimia 3. 2001. Suminar (alih bahasa). . Jakarta. Jakarta. Intisari Fisika. Prinsip-PrinsipKimia Modern edisi 4 jilid 1. • Sears Zemansky. 2009. Erlangga. Marthen. Gillis. Yuhilsa hanum (Alih bahasa). magnet.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful