PELAPORAN DAN AKUNTANSI KEUANGAN

KERANGKA KONSEPTUAL DAN PELAPORAN KEUANGAN, KONSEKUENSI EKONOMIS LAPORAN KEUANGAN DAN MANAJEMEN LABA

Disusun Oleh:

1. PUTRI CAHYA M. 2. PUTRI ZANUFA S. 3. IRMAN MAMULATI

126020310111005 126020310111009 1260203101110010

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Salah satu prinsip akuntansi yang sangat bermanfaat dalam menghasilkan informasi yang berkualitas yaitu prinsip akrual justru mengandung kelemahan. hukum. karakteristik dan keterbatasan jenis informasi yang bisa disediakan oleh laporan keuangan. menyatakan bahwa salah satu motivasi manajemen laba adalah mengelabui kinerja ekonomi yang sebenarnya. Tujuannya adalah memanipulasi besaran laba yang dilaporkan kepada para pemegang saham dan mempengaruhi hasil perjanjian yang bergantung pada angka. memandang earnings management sebagai serangkaian langkah yang dilakukan manajer untuk meningkatkan atau menurunkan jumlah laba yang dilaporkan dalam tahun berjalan yang merupakan tanggung jawabnya tanpa menyebabkan penurunan atau peningkatan keuntungan yang dicapai suatu badan usaha dalam jangka panjang. Motivasi manajemen laba lainnya adalah mempengaruhi penghasilan (telah diatur dalam kontrak) yang bergantung pada angka-angka akuntansi yang dilaporkan dengan asumsi bahwa manajemen memiliki kepentingan pribadi dan kompensasinya didasarkan pada laba akuntansi. Peran standar akuntansi (seperti SAK) menjadi sangat penting supaya manajemen suatu badan usaha dapat menghasilkan informasi yang berkualitas. manajemen laba terjadi ketika eksekutif suatu badan usaha menggunakan kebijakan dalam menyusun laporan keuangan dan membentuk transaksi untuk mengubah laporan keuangan.angka akuntansi yang dilaporkan. Fenomena ini muncul karena standar-standar yang ditetapkan regulator secara tidak langsung masih memberikan kesempatan kepada manajemen untuk melakukan pilihan standar agar perlakuan akuntansi yaitu pengakuan dan pengukuran sesuai dengan yang mereka inginkan. maka manajemen laba dapat diartikan sebagai perilaku manajer untuk bermain dengan komponen akrual diskresioner dalam menentukan besarnya laba perusahaan. lingkungan sosial. dan itu dapat terjadi karena terdapat ketidaksimetrian informasi antara manajemen dan para pemegang saham suatu badan usaha. Terdapat fenomena manajemen laba (earnings management) dalam pelaporan keuangan suatu badan usaha. yaitu memberikan peluang kepada manajemen untuk melakukan manajemen laba. yang meliputi pemilihan kebijakan akuntansi serta keputusan operasi perusahaan. Kedua. Terdapat beberapa pendapat tentang manajemen laba. Yang ketiga. . Pandangan ini tidak saja terbatas pada perilaku manajer tetapi lebih luas yaitu mencakup seluruh tindakan yang dilakukan manajemen dalam mengelola earnings. politik. Financial Accounting Standard Board (FASB) juga mengakui bahwa tujuan pelaporan keuangan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. Yang pertama. Adanya hubungan antara manajemen laba dengan pemilihan metode akuntansi.2012 PENDAHULUAN Tujuan pelaporan keuangan diarahkan untuk memberikan informasi yang berguna untuk mengambil keputusan-keputusan bisnis.

dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Laporan keuangan dengan tujuan khusus seperti prospektus. Beberapa di antara pemakai ini memerlukan dan berhak untuk memperoleh informasi tambahan di samping yang tercakup dalam laporan keuangan. Yang dapat digambarkan dalam bentuk hierarki yang memiliki beberapa tingkatan sebagai beikut: 1. banyak pemakai sangat tergantung pada laporan keuangan sebagai sumber utama informasi keuangan dan karena itu laporan keuangan tersebut seharusnya disusun dan disajikan dengan mempertimbangkan kebutuhan mereka. Namun dem ikian. Tujuan kerangka dasar ini adalah untuk digunakan sebagai acuan bagi: a. b. auditor. dan perhitungan yang dilakukan untuk tujuan perpajakan tidak termasuk dalam kerangka dasar ini.KERANGKA DASAR Kerangka dasar ini merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi para pemakai eksternal. yang selanjutnya hanya disebut "laporan keuangan"). Laporan keuangan disusun dan disajikan sekurang. Kerangka dasar ini membahas laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements. dan d. Perusahaan pelapor adalah perusahaan yang laporan keuangannya digunakan oleh pemakai yang mengandalkan laporan keuangan tersebut sebagai sumber utama informasi keuangan perusahaan. Pada tingkatan selanjutnya Mendefinisikan dan mengidentifikasikan karakterisitik kualitatif dari informasi keuangan dalam elemen laporan keuangan . Kerangka dasar ini berlaku untuk laporan keuangan untuk semua jenis perusahaan komersial. dalam pelaksanaan tugasnya. penyusun laporan keuangan. termasuk laporan keuangan konsolidasi.kurangnya setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sejumlah besar pemakai. dalam menafsirkan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntansikeuangan. c. baik sektor publik maupun sektor swasta. Struktur kerangka konseptual sama dengan struktur teori akuntansi yang didasarkan pada proses penalaran logis. Pada tingkatan teori tertinggi Dalam kerangka konseptual menyatakan ruang lingku dan tujuan pelaporan keuangan 2. komite penyusun standar akuntansi keuangan. para pemakai laporan keuangan. untuk menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam standar akuntansi keuangan.

Pada tingkat operasional yang lebih rendah Berkaitan dengan prinsip-prinsip dan peraturan-peraturan tentang pengukuran dan elemen laporan keuangan Kerangka konseptual memiliki manfaat yang sangat besar bagi pemakainnya. Manfaat dari kerangka konseptual antara lain adalah untuk membangun dan menghubungkan badan pembuat konsep dengan tujuannya.3. Kepemahaman Tujuan kepemahaman membuat pemakai laporan keungan mengertri tentang akuntansi dan bisnis 3. Target audience: kreditor dan investor Walaupun banyak pihak yang menggunakan laporan keuangan. menyediakan kerangka kerja untuk memecahkan masalahmasalah praktis baru yang muncul (masalah yang belum ada standarnya). Penilaian arus kas masa yang akan datang Para investor dan kreditor tertarik pada arus kas masa yang akan datang dengan begitu mereka bisa tau bunga dan pokok pinjaman 5. dan menaikkan daya banding laporan keuangan antar perusahaan. meningkatkan pemahaman dan keyakinan pemakai laporan keuangan tentang pelaporan keuangan. Mengevaluasi sumber daya ekonomi . Tujuan pelaporan keuangan yang yang diungkapkan dalam kerngka konseptual adalah: 1. Kegunaan Tujuan menyeluruh pelaporan keuangan adalah memberikan informasi yang menyeluruh bagi pembuat keputusan 2. Tetapi target utama adalah investor dan kreditor 4.

atau laporan arus dana). meliputi : a. Fokus pada laba Informasi tentang laba yang diukur secara akrual biasanya lebih dapat meramalkan kelangsungan perusahaan. laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya. Pemberi Pinjaman. pemasok dan kreditor usaha. pelaggan. serta untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa. Investor. dan kesempatan kerja. Karyawan. dimana laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca. Perusahan pelapor adalah perusahaan yang laporan keuangannya digunakan oleh pemakai yang mengandalkan laporan keuangan tersebut sebagai sumber utama informasi keuangan perusahaan. menahan atau menjual investasi tersebut. Beberapa kebutuhannya. LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan merupakan informasi keuangan yang disusun dan disajikan sekurangkurangnya setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sejumlah besar pemakai. dan masyarakat. pemerintah serta lembaga-lembaganya. c. Pemakai dan Kebutuhan Informasi Laporan keuangan digunakan oleh pemakai yang berbeda-beda. Laporan keuangan juga digunakan sebagai sumber utama informasi keuangan dank arena itu laporan keuangan tersebut seharusnya disusun dan disajikan dengan mempertimbangkan kebutuhan para pemakai. laporan laba rugi. pemberi pinjaman. catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. karyawan. kewajiban. . Informasi keuangan digunakan untuk melihat stabilitas dan profitabilitas perusahaan. sebagai laporan arus kas. Perusahaan juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen b. Laporan keuangan merupakan salah satu proses dari pelaporan keuangan. manfaat pensiun.Pelaporan keungan seharusnya menyajikan aktiva. Informasi keuangan digunakan untuk membantu mereka menentukan apakah harus membeli. meliputi investor. dan modal pemilik perusahaan untu mengetahui atau mengevaluasi kelemahan dan kekuatan laporan keuangan 6.

Pemerintah.Tertarik pada informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar saat jatuh tempo. Going Concern (Kelangsungan hidup) Laporan keuangan disusun atas dasar asumsi bahwa perusahaan tersebut dapat melanjutkan usahanya di masa yang akan datang. Berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya. terutama apabila mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan. . atau tergantung pada perusahaan. Kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama meraka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan. ASUMSI DASAR Acrual Basic (Dasar Aktual) Dengan acrual basic ini. Pemasok dan kreditor lainnya. Masyarakat. Laporan keuangan juga memperlihatkan bagaimana pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang telah dipercayakan kepada mereka sehingga mereka dapat membuat keputusan ekonomi. kinerja. Oleh sebab itu perusahaan diasumsikan tidak bermaksud mengurangi secara material skala uasahanya. g. f. maka laporan keuangan mungkin harus disusun dengan dasar yang berbeda dan dasar yang digunakan harus diuangkapkan. pengaruh transaksi diakui pada saat kejadian (bukan pada saat kas diterima atau dibayar) dan dicatat dalam catatan akuntansi dan dilaporkan pada laporan akuntansi periode bersangkutan. e. Tertarik pada informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar saat jatuh tempo. Berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan dan untuk mengatur aktivitas perusahaan. menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN Tujuan dari laporan keuangan yakni menyediakan informasi yang berhubungan dengan posisi keuangan. d. Pelanggan. serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang dapat bermanfaat begi pengguna laporan tersebut sebagai pengambilan keputusan di masa yang akan datang. Jika perusahaan tersebut akan mengurangi skala usahanya.

• Reliability (Keandalan) Suatu informasi keuangan yang dianggap reliable atau dikatakan andal ketika laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan. • Understanding (Dapat Dipahami) Hal penting yang harus diperhatikan dalam menyusun laporan keuangan adalah kemudahannya dipahami oleh pengguna laporan tersebut. • Relevance Laporan keuangan yang disajikan bermanfaat ketika informasi tersebut mempunyai relevansi dalam penngambilan keputusan dari pengguna laporan keuangan tersebut. merupakan utang perusahaan yang ditimbulkan dari peristiwa atau transaksi masa lalu. Kinerja (Laba Rugi) Penghasilan. Aktiva Bersih. . • Comparability (Dapat Dibandingkan) Informasi tentang sebuah laporan keuangan akan lebih bermanfaat ketika dapat diperbandingkan dengan informasi yang serupa menyangkut perusahaan lain. merupakan nilai residu atas aktiva perusahaan setelah dikurang dengan kewajiban. Beban. merupakan penambahan atau pemasukan aktiva atau penurunan kewajiban yang menyebabkan kenaikan ekuitas yang berasal dari operasi utama perusahaan dan bukan berasal dari pemilik. merupakan manfaat ekonomi yang diharapkan oleh perusahaan sebagai hasil dari transaksi kejadian-kejadian masa lalu. Relevance. Informasi keuangan yang lalu biasanya sering digunakan dalam memprediksi posisi keuangan di masa depan. Di mana pengguna laporan keuangan tersebut diasumsikan menpunyai pengetahuan yang memadai mengenai aktivitas. dan akuntansi. Kewajiban. merupakan penurunan aktiva atau penambahan kewajiban yang menyebabkan penurunan ekuitas yang berasal dari operasi utama perusahaan dan bukan dari pembagian kepada penanaman modal.KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN KEUANGAN Karakteristik kualitatif laporan keuangan menjadi ciri dari laporan keuangan agar dapat dimengerti oleh pemakai laporan keuangan. bisnis. UNSUR LAPORAN KEUANGAN Posisi Keuangan Aktiva. dan Comparability. ekonomi. kesalahan material. Karakteristik Kuantitatif laporan keuangan terdiri dari Understanding. Reliability. dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation). Sehingga pengguna dapat membandingkan laporan keuangannya dengan laporan keuangan perusahaan lain secara konsisten.

dan kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar dari kewajiban. Hal ini dikarenakan akan mengakibatkan manager mengubah hasil operasi perusahaan yang sesungguhnya. yaitu. Present value (Nilai Sekarang) Aktiva dinyatakan sebesar arus kas masuk bersih di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang dari pos yang diharapkan dapat memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha normaldan kewajiban dinyatakan sebesar arus kas keluar bersih di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang yang diharapkan akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal. Historical Cost (Biaya Historis) Aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas atau setara dengan kas yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aktiva tersebut pada saat perolehan. Realisable / Settlement Value (Nilai Realisasi / Penyelesaian) Aktiva dinyatakan dalam jumlah kas atau setara dengan kas yang dapat diperoleh sekarang dengan menjual aktiva dalam pelepasan normal dan kewajiban dinyatakan sebesar nilai penyelesaian. Konsekuensi ekonomi diperlukan untuk mengetahui respon pasar atas perubahan kebijakan akuntansi walaupun perubahan tersebut tidak mempengaruhi secara langsung terhadap arus kas perusahaan. Konsekuensi ekonomis muncul karena perusahaan melakukan kontrak seperti kompensasi eksekutif dan kontrak utang. terutama bagi manajemen.PENGUKURAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN a. Kewajiban dinyatakan dalam jumlah kas (atau setara kas) yang tidak didiskontokan yang mungkin akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban sekarang. d. jumlah kas atau setara dengan kas yang tidak didiskontokan yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal. Pelaporan keuangan memiliki beberapa konsekuensi ekonomis (economic consequences of financial reporting) yakni: . c. KONSEKUENSI EKONOMIS LAPORAN KEUANGAN Konsekuensi ekonomi adalah konsep yang menyatakan bahwa walaupun bertentangangan dengan implikasi teori pasar modal efisien pilihan kebijakan akuntansi dapat mempengaruhi nilai suatu perusahaan. Current Cost (Biaya Kini) Aktiva dinilai dalam jumlah kas atau setara dengan kas yang seharusnya dibayar bila aktiva yang sama atau setara aktiva diperoleh sekarang. b. Hal ini berarti kebijakan akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi tersebut merupakan suatu permasalahan.

Manajemen laba adalah suatu proses yang dilakukan dengan sengaja dalam batasan General Addopted Accounting Principles (GAAP) untuk mengarah pada tingkatan laba yang dilaporkan. • • . Informasi keuangan dapat mempengaruhi bagaimana investasi dialokasikan dalam perusahaan. bertujuan untuk memaksimalkan utilitas manajemen (opportunistic behavior). Informasi keuangan dapat mempengaruhi tingkat formasi modal dalam ekonomi dan menghasilkan realokasi kekayaan antara konsumsi dan investasi dalam ekonomi. Kedua. Manajemen laba adalah tindakan manajer yang menaikkan (menurunkan) laba yang dilaporkan dari unit yang menjadi tanggung jawabnya yang tidak mempunyai hubungan dengan kenaikan atau penurunan profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang.1. Investor yang memperoleh informasi lebih banyak (mempekerjakan analis sekuritas) mungkin mampu meningkatkan kekayaan mereka daripada investor yang kurang informasi. Informasi keuangan dapat mempengaruhi distribusi kekayaan diantara investor. 4. tetapi mungkin mengandung efek-efek jangka panjang yang merugikan (long-term detrimental effects). 3. MANAJEMEN LABA Scott (2006) mendefinisikan manajemen laba sebagai suatu cara penyajian laba yang bertujuan untuk memaksimalkan utilitas manajemen dan atau meningkatkan nilai pasar melalui pemilihan set kebijakan prosedur akuntansi oleh manajemen. memiliki risiko lebih kecil.Terdapat dua cara pandang dalam memahami manajemen laba yang dilakukan manajer perusahaan: pertama. sehingga menyesatkan stakeholders tentang kinerja ekonomi perusahaan atau untuk mempengaruhi hasil yang berhubungan dengan kontrak yang tergantung pada angka akuntansi. Manajemen laba terjadi ketika manajer menggunakan judgement dalam laporan keuangan dan penyusunan transaksi untuk mengubah l aporan keuangan. Pengertian lain tentang manajemen laba : • Manajemen laba merupakan suatu intervensi dengan tujuan tertentu dalam proses pelaporan keuangan eksternal. Fokus pada jangka pendek. bertujuan untuk memberikan keuntungan kepada semua pihak yang terkait dalam kontrak (efficient contracting). Informasi keuangan dapat mempengaruhi tingkatan risiko yang diterima perusahaan. 2. Manajemen laba sebagai suatu proses mengambil langkah yang disengaja dalam batas prinsip akuntansi yang berterima umum baik didalam maupun diluar batas General Accepted Accounting Princisp (GAAP). untuk memperoleh beberapa keuntungan privat (sebagai lawan untuk memudahkan operasi yang netral dari proses tersebut).

yaitu: 1. Tindakan ini dilakukan karena manajer tidak akan mendapatkan bonus yang lebih tinggi dari target yang telah ditentukan. Ini terkait hubungan antara kompensasi yang berdasarkan saham dan elemen insentif ekuitas lain dengan insentif manajer untuk meningkatkan harga saham jangka pendek. Artinya. Sedangkan jika pada satu tahun tertentu laba bersih perusahaan tinggi (diatas cap) maka tindakan yang dilakukan manajer adalah menurunkan pendapatan. Hasil penelitian Beneish dan Vargus (2002) menunjukkan bahwa periode di mana akrual sangat tinggi berhubungan dengan penjualan saham oleh insiders. semakin tinggi insentif ekuitas yang diberikan kepada manajer. Di waktu . Motivasi Program Bonus Menunjukkan secara empiris bahwa sebelum melakukan manajemen laba. • Manajemen laba tidak selalu dikaitkan dengan upaya untuk memanipulasi data atau informasi akuntansi. tetapi lebih condong dikaitkan dengan pemilihan metode akuntansi yang secara sengaja dipilih oleh manajemen untuk tujuan tertentu dalam batasan GAAP. manajer mempunyai informasi dari dalam perusahaan atas laba bersih perusahaan. Membuktikan dan memprediksi metoda akuntansi yang akan dipilih manajer.• Manajemen laba adalah campur tangan dalam proses pelaporan keuangan eksternal dengan tujuan untuk menguntungkan diri sendiri. Pihak-pihak yang kontra terhadap manajemen laba. semakin tinggi kejadian manajemen laba yang dilakukan oleh manajer. manajemen laba menambah bias dalam laporan keuangan dan dapat mengganggu pemakai laporan keuangan yang mempercayai angka laba hasil rekayasa tersebut sebagai angka laba tanpa rekayasa. Penelitian ini merupakan perluasan dari bonus plan hypothesis. Penelitian yang telah dilakukan oleh Cheng dan Warfield (2005) menguji hubungan antara manajemen laba dengan insentif ekuitas. Jika pada suatu tahun tertentu laba bersih perusahaan rendah (di bawah bogey) maka tindakan manajer adalah menurunkan pendapatan. Penelitian ini juga menunjukkan kecenderungan manajemen yang secara oportunistik mengelola laba bersih untuk memaksimalkan bonus mereka berdasarkan program kompensasi perusahaan. Manajemen laba tidak selalu diartikan sebagai suatu upaya negatif yang merugikan karena tidak selamanya manajemen laba berorientasi pada manipulasi laba. Manajemen laba adalah salah satu faktor yang dapat mengurangi kredibilitas laporan keuangan. sehingga laba perusahaan akan menjadi lebih rendah (taking a bath) yang bermaksud untuk mencapai bonus pada tahun berikutnya. Manajemen laba merupakan area yang kontroversial dan penting dalam akuntansi keuangan. sehingga laba perusahaan akan menjadi lebih rendah. Hasilnya adalah insentif ekuitas berkorelasi positif dengan manajemen laba. Intinya manajer akan melakukan manajemen laba pada saat laba bersih berada diantara bogey dan cap. Menurut Scott (2006) ada beberapa motivasi untuk melakukan manajemen laba. menganggap bahwa manajemen laba merupakan pengurangan dalam keandalan informasi yang cukup akurat mengenai laba untuk mengevaluasi return dan resiko portofolionya.

google. Bergstresser dan Philippon (2006) menguji hubungan antara manajemen laba dan CEO insentif dengan menggunakan pendekatan discretionary accruals model Jones. Motivasi melakukan manajemen laba juga dapat dilakukan oleh CEO baru. Sedangkan CEO yang kinerjanya buruk akan melakukan manajemen laba untuk memaksimalkan laba mereka dengan tujuan mencegah atau menunda pemberhentian mereka. Terdapat kemungkinan bahwa manajer perusahaan go public akan mengelola prospektusnya dengan harapan dapat menaikkan harga saham. Perjanjian utang bertujuan melindungi peminjam terhadap tindakan manajer. yaitu tingkat manajemen laba dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah regulasi perbankan tentang tingkat kesehatan. Initial Public Offering (IPO) Perusahaan go public belum memiliki nilai pasar. Sebaliknya. . kewenangan pajak cenderung untuk memaksakan aturan akuntansi pajak sendiri untuk menghitung pendapatan kena pajak. Pelanggaran terhadap covenant mengakibatkan cost yang tinggi terhadap perusahaan. Motivasi Perpajakan (Taxation Motivations) Motivasi penghematan pajak menjadi motivasi manajemen laba yang paling nyata. Nampaknya informasi akuntansi keuangan yang dimasukkan dalam prospektus bermanfaat sebagai sumber informasi. melalui penghapusan operasi yang tidak diinginkan atau divisi yang tidak menguntungkan. 6. Perusahaan seperti ini cenderung untuk mengelola labanya. Seharusnya secara umum perpajakan tidak mempunyai peran besar dalam keputusan manajemen laba. Namun demikian. Motivasi Perubahan Chief Executif Officer (Changes of CEO Mativations) Manajemen laba juga terjadi disekitar waktu pergantian CEO. Motivasi Perjanjian Utang (Debt Covenants Motivations) Manajemen laba dengan tujuan untuk memenuhi perjanjian utang timbul dari kontrak utang jangka panjang. Contoh hasil penelitian yang lain pada industri perbankan. oleh karena itu manajer berusaha untuk menghindari terjadinya pelanggaran terhadap covenant. Motivasi Politik (Political Motivations) Perusahaan besar yang aktivitasnya berhubungan dengan publik atau perusahaan yang bergerak dalam industri strategis seperti minyak dan gas akan sangat mudah untuk diawasi. regulasi perbankan tentang kehati-hatian serta adanya asimetri informasi yang merupakan peluang untuk dapat melakukannya (Rahmawati 2006 dalam https://docs. yang sama laba dan return saham yang rendah mengikuti periode di mana terdapat akrual tinggi yang disertai penjualan oleh insiders.com). Hipotesis program bonus memprediksi bahwa ketika waktu mendekati pengunduran diri CEO maka tindakan yang dilakukan adalah memaksimalkan laba untuk meningkatkan bonus mereka. 5. 3. dan menyebabkan manajer perusahaan tersebut melakukan manajemen laba dalam prospektus mereka.2. Pada perioda kemakmuran perusahaan menggunakan prosedur dan praktik-praktik akuntansi yang meminimalkan laba bersih perusahaan. terutama jika cost dibebankan pada tahun transisi. 4. publik akan mendorong pemerintah untuk meningkatkan peraturan untuk menurunkan profitabilitas mereka.

Manajer melaporkan kerugian. mungkin dalam jumlah yang besar. income maximization dilakukan dengan cara mengambil simpanan laba periode sebelumnya ataupun menarik laba periode yang akan datang. ataupun untuk menghindari turunnya harga saham secara drastis. sebagai akibat dari penghapusan aktiva dan/atau pembebanan biaya-biaya masa depan sekaligus pada periode tersebut dengan harapan laba pada periode-periode mendatang dapat meningkat karena berkurangnya beban periode mendatang. dan mengakui pengeluaran-pengeluaran lain sebagai biaya periode tersebut. Income smoothing bisa dikatakan pola perpaduan antara income minimization dengan income maximization antar periode. termasuk pengangkatan CEO baru. terutama bagi investor yang pada umumnya lebih menyukai laba yang relatif stabil. . Pola ini dilakukan atas dasar motivasi bonus. ataupun pada saat terjadi reorganisasi. Hal ini dilakukan pada saat profitabilitas tinggi dengan maksud agar tidak mendapat perhatian secara politis sekaligus sebagai upaya menyimpan laba sehingga jika laba periode mendatang mengalami penurunan drastis dapat diatasi dengan mengambil simpanan laba periode berjalan. • Perataan Laba (Income Smoothing) Income smoothing dilakukan dengan meratakan laba antar periode yang dilaporkan untuk tujuan pelaporan eksternal. Alasan Dilakukan Manajemen Laba. Kebalikan dari income minimization. laba akan disimpan untuk digunakan pada periode laba yang rendah. • Menaikkan Laba (Income Maximization) Pola ini dilakukan pada saat laba mengalami penurunan. yaitu mempercepat penghapusan atas barang modal dan aktiva tak berwujud. hasil akuntansi untuk biaya eksplorasi. kondisi buruk yang tidak menguntungkan dan tidak dapat dihindari lagi pada periode tersebut. motivasi penghindaran pelanggaran perjanjian utang.Pola-pola Manajemen Laba Scott (2000) dalam Jaryanto (2008) membagi manajemen laba yang mungkin dilakukan oleh para menejer perusahaan ke dalam empat jenis pola manajemen laba sebagai berikut: • Cuci Bersih (Taking a Bath) Pola ini terjadinya pada periode sulit. misalnya dengan menunda pembebanan biaya. pada saat penawaran saham perdana dan musiman. biaya iklan dan pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan. dimana pada periode laba yang tinggi. • Menurunkan Laba (Income Minimization) Pola ini dilakukan sebagai alasan politis pada periode laba yang tinggi dengan cara seperti pada pola taking a bath.

Indofarma Tbk. . Awalnya perusahaan ini dikenal sebagai Pabrik Obat Manggarai dan didirikan tahun 1918 di Jakarta. PT Indofarma didirikan pada tanggal 26 Januari 1996 dan bergerak dalam pembuatan obat-obatan dan bahan baku pembuat obat. Latar Belakang Kasus PT Indofarma Tbk. hal ini karena tingkat keuntungan atau laba dikaitka n dengan prestasi manajemen dan juga besar kecilnya bonus yang akan diterima oleh manajer. Obat-obatan yang dibuat oleh PT Indofarma lebih banyak dipasarkan secara tender dan dibeli pemerintah untuk diserahkan kepada rumah sakitrumah sakit milik pemerintah pusat. Yang melatar belakangi kasus PT. daerah. Indofarma yaitu karena setelah diadakan pemeriksaan di kantor akuntan terhadap hasil laporan PT. Indofarma untuk tahun buku 2002 yang melaporkan adanya kerugian sebesar 60 milyar rupiah. Perusahaan yang terancam default yaitu tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran utang pada waktunya. Dengan demikian akan memberi posisi bargaining yang relatif baik dalam negoisasi atau penjadwalan ulang utang antara pihak kreditor dengan perusahaan. 3) Manajemen laba dapat menarik investor untuk menanamkan modalnya terutama pada perusahaan go publik pada saat IPO. Sedangkan banyak kalangan yang mengatakan hingga akhir kuartal ketiga tahun 2002. 2) Manajemen laba dapat memperbaiki hubungan dengan pihak kreditor.Alasan dilakukan manajemen laba karena: 1) Manajemen laba dapat meningkatkan kepercayaan pemegang saham terhadap manajer. Sehingga BAPEPAM menemukan indikasi adanya penyembunyian informasi penting menyangkut kerugian selama dua tahun berturut-turut yang diderita PT. perusahaan berusaha menghindarinya dengan membuat kebijakan yang dapat meningkatkan pendapatan maupun laba. Indofarma masih mencatatkan keuntungan sebesar 86 milyar rupiah. dan puskesmas. KASUS PT INDOFARMA Sejarah PT Indofarma Tbk. PT Indofarma dikenal sebagai pembuat obat generik yang ditujukan untuk rakyat miskin. Manajemen laba berhubungan erat dengan tingkat perolehan laba atau prestasi usaha suatu organisasi. Pada Tahun 1950 pabrik obat ini diambil alih oleh negara dan dikelola oleh Departemen Kesehatan RI lalu pada tahun 1979 namanya diganti menjadi Pusat Produksi Farmasi Departemen Kesehatan dan pada tahun 1981 melalui Peraturan Pemerintah No 20 nama dan kelembagaannya diganti menjadi Peusahaan Umum (Perum) Indofarma dan sejak 1996 berganti badan hukum menjadi PT.

Berdasarkan pasal 69 Undang-undang pasar modal no 8 tahun 1995 yang menyatakan bahwa laporan keuangan yang disampaikan kepada BAPEPAM wajib disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum 3.000 tersebut.Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam Abraham Bastari mengatakan temuan ini terungkap setelah Institusinya memanggil sejumlah pihak. akibat overstated persediaan sebesar RP.870.28.870.000.000 ( Dua Puluh Delapan Milyar Delapan Ratus Tujuh Puluh Juta Rupiah ). 7 tentang pedoman penyajian laporan keuangan disebutkan bahwa manajemen emiten atau perusahan publik bertangung jawab atas penyusunan dan penyajian laoran keuangan 4.870. asal-usul dari pembelian barang itu. paragraf 31 menyatakan bahwa agar bermanfaat. Berdasarkan hasil penelitian BAPEPAM ditemukan bukti-bukti : 1. Indofarma Tbk Kasus ini bermula dari adanya penelaahan BAPEPAM mengenai dugaan adanya Pelanggaran peraturan perundang-undangan dibidang pasar modal terutama berkaitan dengan penyajian laporan keuangan yang dilakukan oleh PT. 28. G. Karena permasalahan inilah maka BAPEPAM meminta kepada tim untuk secara detail meneliti khususnya yang berkaitan dengan barang-barang yang dihapus. Dalam PSAK kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan khususnya berkaitan dengan keandalan.dan mengawasi apakah pembelian itu karena tindakan kriminal atau salah manajemen. maka penjualan akan Undestated sebesar Rp. Nilai barang dalam proses dinilai lebih tinggi dari nilai yang seharusnya (overstated) dalam penyajian dinilai persediaan barang dalam proses pada tahun buku 2001 sebesar Rp. informasi . termasuk direksi dan mantan direksi Indofarma karena BAPEPAM menduga ada sesuatu yang disembunyikan dan tidak diungkapkan. Indofarma Tbk. 5. VIII. Permasalahan Kasus: Manajemen Laba PT. 28. Berdasarkan angka 2 huruf a peraturan BAPEPAM no. paragraf 30 menyatakan bahwa informasi dipandang material kalau kelalaian atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai yang diambil atas dasar laporan keuangan. Dalam PSAK kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan khususnya berkaitan dengan materialistis.000.000000 dan laba bersih juga akan mengalami overstated yang sama juga 2.

perubahan ekuitas dan arus kas perusahaan dengan penerapan PSAK dalam catatan atas laporan keuangan. Indofarma untuk tahun buku 2002 yang melaporkan adanya kerugian sebesar 59.6 miliar rupiah. kinerja keuangan. Dalam penjelasannya ke publik.5 miliar rupiah setelah laporan diaudit. Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam Abraham Bastari mengatakan temuan ini terungkap setelah institusinya memanggil sejumlah pihak termasuk Direksi dan mantan Direksi Indofarma dimana diduga ada sesuatu yang disembunyikan dan tidak diungkapkan.000. Padahal jumlahnya mencapai puluhan miliar rupiah.8 miliar rupiah mengejutkan investor. Kepada direksi yang menjabat pada periode terbitnya laporan keuangan tahun periode 2001 diberikan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp. yaitu ketika Eddy Pramono dan Gunawan Pranoto (sekarang Direktur Utama Kimia Farma) menjabat sebagai Direktur Utama Indofarma. Pihak lain yang turut diperiksa. karena hingga akhir kwartal ketiga 2002. Pemeriksaan dilakukan karena tahun lalu. Indofarma mengalami pembengkakan kerugian dari sekitar 68 miliar rupiah berdasarkan laporan yang belum diaudit menjadi sekitar 129. transparan. Indofarma masih mencatatkan keuntungan sekitar 88. 6.1 paragraf 10 dinyatakan bahwa laporan keuangan harus menyajikan secara wajar posisi keuangan. Bapepam pun telah memanggil jajaran manajemen dua periode sebelumnya. yaitu jajaran manajemen PT Indofarma Global Medika--anak perusahaan Indofarma. Dan untuk mendorong perubahan itulah direksi membeli mesin-mesin baru dan memproduksi produk-produk terobosan . manajemen baru Indofarma mengatakan. Bepapam juga telah memeriksa kantor akuntan publik Hadori dan Rekan dengan Hadori Yunus sebagai auditornya yang telah mengaudit laporan keuangan Indofarma 2003. dan harus tumbuh karena pasar menghendaki adanya deviden dan capital gain. pembengkakan kerugian terjadi karena perusahaan obat pelat merah ini harus melakukan hapus buku terhadap alat kesehatan yang dinilai sudah kadaluwarsa sehingga tidak bisa dijual. Perubahan mendasar yang terjadi pada tahun 2001 setelah perusahaan mendapat ijin untuk go publik menjadikan PT Indofarma harus dikelola secara profesional.000 ( Lima Ratus Juta Rupiah ) Pembahasan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) menemukan indikasi adanya penyembunyian informasi penting menyangkut kerugian selama dua tahun berturut-turut yang diderita PT Indofarma Tbk. Selain itu.Banyak kalangan mempertanyakannya. PSAK No. 7.juga harus andal (realiable). 500. Informasi memiliki kualitas andal dan bebas dari pengertian yang menyesatkan.

OBH Plus. laporan akuntansi perusahaan ternyata tidak dapat mendeteksi kerugian sejak dini sehingga direksi mengambil langkah yang salah. sistem.5 milyar rupiah. 69. Masalah lainnya yaitu ketika setahun sebelum dinyatakan untung. Dalam pasal 68 disebutkan bahwa akuntan yang terdaftar di Bapepam wajib menyampaikan pemberitahuan yang sifatnya rahasia paling lambat tiga hari kepada otoritas pasar modal jika menemukan pelanggaran terhadap undang-undang atau hal yang dapat membahayakan keuangan emiten. Kesimpulan Tujuan laporan keuangan yang mana diarahkan untuk memberikan informasi yang berguna untuk mengambil keputusan-keputusan bisnis. Pasal 107 mengatur ancaman penjara paling lama tiga tahun dan denda 5 milyar rupiah kepada para pelanggar ketentuan perundangan. Peran standar akuntansi (seperti SAK) menjadi sangat penting supaya manajemen suatu badan usaha dapat menghasilkan informasi yang berkualitas. Selain hal diatas manajemen perusahaan mengalami sejumlah masalah baik yang disengaja maupun tidak akibatnya pada laporan keuangan perusahaan pada tahun 2002 diketahui perusahaan mengalami kerugian 59.bermerek khususnya Biofibra.8 miliar rupiah. komisi. Pada tahun itu juga diketahui sejumlah masalah diantaranya adalah harga jual yang diterima perusahaan ternyata dibawah total biaya per unit. Selain itu muncul pabrik-pabrik obat kecil baru yang tersebar di berbagai daerah. Permasalahan lain yaitu banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh para direksi PT Indofarma. SDM. perusahaan telah mengambil langkah-langkah kurang tepat yang berakibat pemborosan serta ada tradisi pencatatan yang kurang tepat seperti angka penjualan yang sangat besar pada akhir tahun akan tetapi disusul retur yang sangat besar pada awal tahun.(Standar Akuntansi) dan 107. Adapun beberapa pasal yang dilanggar yaitu pasal 68. Akibatnya PT indofarma harus membuka cabang-cabang baru didaerah dan memasarkan obatnya secara lokal. Tender-tender kecilpun harus diikuti dan mulai ada gangguan produksi. Selain itu pembukaan cabang-cabang baru berarti meningkatkan biaya mulai dari tempat. teknologi. termasuk didalamnya menyembunyikan informasi penting. . Pro Uric. Harga obat yang sudah murah ternyata tidak diimbangi dengan biaya produksi yang efisien. dsb sehingga pada akhir tahun meraup laba bersih perseroam setelah pajak sebesar 122. Prolipid. Pada saat bersamaan di Indonesia muncul UU tentang otonomi daerah yang salah satu dampaknya adalah perubahan pembelian obat yang tadinya dilakukan secara massal dan terpusat pada pemerintah pusat sekarang dipesan langsung oelh pemerintah daerah.

Wiley. John Wiley & Sons. Indofarma (diakses tanggal 15 Oktober 2012) Manajemen . Edisi Keempat. Pernyataan Standart Akuntansi Keuangan (PSAK) (revisi terakhir) Prentice-Hall. Kasus Laba PT. Statement of Financial Accounting Standart. The Future of Acounting and financial Reporting Part II: The Colorized Appoarch. 138-148. R. Epstein. Kieso. 1996 atau prosiding terbaru. Intermediate Accounting. Pentingnya informasi laba tersebut harus disadari oleh pihak manajemen sebagai pihak penyusun laporan keuangan serta sebagai pihak yang diukur kinerjanya.Informasi laba membantu pemilik atau pihak lain dalam mengestimasikan kekuatan laba untuk menaksir resiko dalam investasi dan kredit. J. IAI.. IAI.J.D. Waterfield.html. Jermakowicz IAS 2007: Interpretation and Aplication of IAS. (EJ). http://sytisahdina. Informasi laba sebagaimana dinyatakan dalam Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) Nomor 2 merupakan unsur utama dalam laporan keuangan dan sangat penting bagi pihak–pihak yang menggunakannya karena memiliki nilai prediktif. Financial Accounting theory. Weygandt. and T. W. 1996.. Financial Reporting. D. ACCA. Ed. and Eva K.J. E. Daftar Pustaka Scott.blogspot. June. 2007. 11th Ed. SMH.com/2010/06/laporan-keuangan-neraca.. B. The official text for the professional qualification. 2006. Prosiding Konverensi Nasional Akuntansi ke-3 Profesi Akuntan Indonesia Milenium Baru. Accounting Horizon. Jhon Text Wallman. New Jersey: Inc. International menuju Financial Accounting Standart Board. Study 2005/2006 atau edisi terakhir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful