P. 1
Lap-01

Lap-01

|Views: 199|Likes:
Published by Maryadi Mpn

More info:

Published by: Maryadi Mpn on Jun 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2015

pdf

text

original

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUJIAN BAHAN – 1

Oleh :

………………………………. NIM :

Laporan ini telah diperiksa dan di setujui Oleh Pembimbing (instruktur) Praktikum

Pembimbing

HENDRI RAHMAT,ST,MT DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN……………………………………………………………………………… …………………… DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………… ………………………… KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………… ………………………… BAB I. PENDAHULUAN I.1 Latar

Belakang……………………………………………………………………………… …………….. I.2 Tujuan………………………………………………………………………………… ………………………. I.3 Ruang Lingkup

Pengujian………………………………………………………………………………. I.4 Pengumpulan dan pengolahan

data…………………………………………………………… I.5 …… BAB II. PENGUJIAN SEMEN PORTLAND Sistematika

laporan…………………………………………………………………………………

1. Berat

jenis

semen

secara

labor………………………………………………………………………….. 2. Berat jenis semen secara

lapangan…………………………………………………………………….. 3. Pengujian konsistensi

semen……………………………………………………………………………… 4. Waktu ikat awal semen dengan alat

vical……………………………………………………………. 5. Waktu ikat awal semen secara

lapangan…………………………………………………………… 6. Kekekalan semen dengan cara cinicn Le

Chatelier……………………………………………. 7. Kekekalan semen secara

lapangan…………………………………………………………………… BAB II. PENGUJIAN PADA AGREGAT 1. Kadar lumpur agregat halus cara

lapangan……………………………………………………….. 2. Kadar organic agregat halus secara

lapangan……………………………………………………. 3. Analisa …… 4. Menentukan butir lolos saringan no.200 agregat saringan

agregat………………………………………………………………………………

kasar……………………………………… 5. Menentukan butir lolos saringan no.200 agregat

halus………………………………………

6. Berat

jenis

dan

penyerapan

pada

agregat

halus………………………………………………… 7. Berat jenis dan penyerapan pada agregat

kasar……………………………………………….. 8. Bobot …….. 9. Bobot …….. 10. Pengujian kekerasan agregat isi agregat isi agregat

kasar………………………………………………………………………………

halus………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………. 11. Pengujian ketahanan haus pada agregat dengan mesin

LA……………………………… 12. Bentuk agregat panjang ,pipih panjang,&

pipih……………………………………………………. BAB IV. PENGUJIAN BETON 1. Mix design (campuran beton)

……………………………………………………………………………. 2. Pengujian ……….. 3. Pengujian …….. 4. Pengujian …. kuat tekan isi bobot slump

beton………………………………………………………………………………

beton………………………………………………………………………………

beton………………………………………………………………………………

BAB.V PENGUJIAN MORTAR 1. Pengujian konsistensi mortar dengan

flowtable…………………………………………………. 2. Pengujian …….. BAB VI. PENUTUP 1. Kesimpulan………………………………………………………………………… ……………………………….. 2. Saran……………………………………………………………………………… …………………………………. tekan

mortar………………………………………………………………………………

KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim, Puji syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT,yang telah member kekuatan kepada penulis hingga dapat menyelesaikan laporan pengujian bahan I ini.Penulisan laporan ini berdasarkan hasil kerja labor penulis yang merupakan mata kuliah wajib semester IV tahun ajaran 2012/2013 dilaboratorium Teknik Sipil,Universitas Lancang Kuning. Terwujudnya penulisan laporan ini tidak terlepas dari peranan,bimbingan dan arahan dari instruktur yang diberikan kepada penulis.Untuk itu pada kesempatan ini,perkenankanlah penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak HENDRI RAHMAT,ST.MT sselaku instruktur labor Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning.Juga kepada teman temab yang telah membina kerja sama yang baik. Penulis menyadar bahwa laporan ini jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan ilmu dan waktu yang dimilki. Oleh karena itu,penulis mengharapkan kritikan dan saran yang menunjan demi perbaikan laporan ini.

Akhir kata penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi penuls sendiri dan pihak pihak yang memrlukan. Pekanbaru. Maret 2013 Penulis LAPORAN PRAKTIKUM Pengujian Bahan I BAB I PENDAHULUAN .

II Ruang lingkup Praktikum I. B.I latar belakang I.I. The Meaning  Pengujian bahan ini adalah suatu bentuk pengujian terhadap suatu bahan yang akan digunakan dalam pembuatan suatu konstruksi sipil.kekentalan.  Pengujian ini adalah pengembangan dan aplikasi dari pelajaran mata kuliah bahan konstruksi dan beton I dan semester III.serta suatu proses kerja suatu bahan dengan yang lainnya membentuk suatu konstruksi yang kokoh sesuai dengan yang direncanakan.II Maksud dan Tujuan I.pengujian terhadap suatu bahan tersebut. Objective .kekuatan.IV Teknik Pengumpulan Data I.Dimana pengujian ini meliputi.V Sistematika Laporan BAB I PENDAHULUAN (Antecedent) A.

jika kita mengharapkan suatu konstruksi yang kokoh serta memnuhi persyaratan mutu yang ditentukan. Ruamg Lingkup Pengujian.seperti dengan adanya rancangan komposisi campuran betin dalam suatu satuan tertentu yang dikalikan dengan jumlah beton yang dikerjakan.agar kita bias mencegah kerusakan pada konstruksi tersebut.sebelum digunakan suatu konstruksi .sehingga pengeluaran biaya dapat diperhitungkan.pengujian bahan juga diperlukan sebagai salah satu estimasi biaya dari dari suatu konstruksi. Selain factor diatas . Oleh karena itu kita harus mengetahui sifat dan mutu sesuai dengan ketentuan standar pada konstruksi sipil.Dimana mahasiswa dapat melakukan dan mendapatkan hasil dari pengujian tersebut sehingga bias membuktikan teori teori yang ada.Namun tidak semua bahan tersebut dapat kita gunakan . . Pengujian ini dilakukan dilaboratorium bahan jurusan sipil ini meliputi: 1) Pengujian terhadap semen meliputi pengujian : o Berat jenis semen secara lapangan o Berat jenis semen secara laboratorium o Konsistensi normal semen Portland o Ikat semen awal secara laboratorium o Ikat semen awal secara lapangan o Kekentalan semen secara laboratorium dan. C.Salah satu dari tujuan melakukan praktikum ini yaitu untuk mengetahui bahan bahan konstruksiu sipil ini secara lapangan dengan artian bahwa mahasiswa benar benar tahu lebih jauh tentang teori yang benar mengenai bahan tersebut sesuai dengan teori yang didapatkan dalam ruangan dalam suatu kelas pada semester I dan III. D. Background Bahan bahan yang digunakan untuk pembuatan konstruksi sipil pada umumnya banyak terdapat dipasaran dan tersebar dialam sekitar kita.

pipih panjang 3) Pengujian Beton . Pengumpulan Data dan Pengolahan Data .o Kekentalan semen secara lapangan 2) Pengujian Agregat. 200 agregat halus o Penentuan kadar butir lolos saringan no.pipih .meliputi pengujiian o Mix design (sampuran betion) o Menentukan slump beton o Menentukan bobot isi beton o Kuat tekan beton 4) Pengujian mortar o Konsisitensi mortar dengan flowtable o Kuat tekan mortar E.Meliputi pengujian : o Kadar lumpur agregat halus secara lapangan o Kadar lumpur agregat halus secara laboraorium o Penentuan kadar butir lolos saringan no. 200 agregat kasar o Analisa saringan agregat o Berat jenis dan penyerapan agregat halus o Berat jenis dan penyerapan agregat kasar o Kekerasan agregat o Bentuk agregat panjang .

Sistematika laporan Untuk mempermudah pengambilan dan pemahaman data dari pengujian . 3. 2. Pengolahan data. Kesimpulan LAPORAN PRAKTIKUM .maka laporan ini disusun dengan sistematika sebagai berikut : a. Jadwal pelaksanaan b. Pemahaman tujuan dan dasar teori.data yang diperoleh dari pengujian dengan metode tertentu sesuai dengan sifat pengujian yang dilakukan sehingga diperoleh suatu kesimpulan. Dasar Teori e. Melakukan pengujian langsung dilaboratorium dengan langkah kerja yang telah dipahami .diperoleh dengan adanya penjelasan dari instruktur sebelum memulai pengujian dan sumber lainnya. F. Tujuan pengujian c. Refernsi d. Dalam pengujian bahan I ini setiap praktikum dikumpulkan dan diolah datanya dengan langkah sebagai berikut : 1. Pelaksanaan pengujian meliputi : o Jadwal pelaksanaan o Langkah kerja o Data hasil pengujian dan pengolah data f.

Pengujian Bahan I BAB II PENGUJIAN SEMEN SM – 01.1 Pengujian waktu ikat awal semen dengan alat Vicat SM – 03.2 Pengujian waktu ikat awal semen secara lapangan SM – 04.2 Pengujian berat jenis semen secara lapangan SM – 02 Pengujian konsistensi normal secara Portland SM – 03.1 Pengujian kekekalan semen dengan cincin Chartelier SM – 04.1 Pengujian berat jenis semen secara laboratorium SM – 01.2 Pengujian kekekalan semen secara lapangan JOB 1 PENGUJIAN BERAT JENIS SEMEN PORTLAND .

CI.CARA LABORATORIUM (Laboratory test for density of Portland cement) A. C. Tujuan khusus (specific objective) Setelah melakukan praktikum mahasiswa mampu : menerangkan prosedur pelaksanaan berat jenis semen secara laboratorium. Objective 1.Ir.Jakarta Tjokrodimuljo.K.MT. References EDC.dkk.1996 “Petunjuk Praktikum Bahan Bangunan I”Pusat Pengembangan Politeknik Bandung D. Tujuan Umum (General Objective) Setelah melakukan praktikum mahasiswa mampu : Menyimpulkan pengaruh berat jenis semen terhadap kemurniannya. Schedule Data / Day : Time Place : 08. menentukan berat jenis semen secara laboratorium.2003 “Teknologi Beton”Andi Yogya.1997 “Teknologi Beton”Yogyakarta Yunaefi Ir. Theoretical Background .1983 “Pengujian Bahan”PEDC. 2.Bandung Muljono Tri.CNI 0073.00 – finish : laboratorium Teknik SIpil Universitas Lncang Kuning B. menggunakan peralatan yang dipakai secara baik.

3.bahan berkapur.1. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan berat jenis semen Portland.1 – 3.corong kaca 5.Fe2O3.3 gr /ml.Botol 2.digerus dan ditambah dengan gips dalam jumlah yang sesuai.dan lempung dibakar sampai meleleh sebagian untuk membentuk klinker yang kemudian dihancurkan .SiO2.A12O3. 2.semen Portland terbentuk dari oxida – oxide utama CaO.semen portlanda bahan perekat yang dapat mengeras bila bersenyawa dengan air dan berbentuk padat dan tidak larut dalam air dengan berta jenis berkisar antara 3.minyak tanah 3.waterbath .Berta jenis semen adalah perbandingan berat jenis isi kering pada suhu kamar dengan berat berat isi kering air suling pada 4 0C yang isinya sama dengan semen.Untuk menghasilkan semen Portland .timbangan 4. APPARATUS AND MATERIAL • ALAT : 1.formula.menghitung berat jenis semen = Semen Portland (V2 –V1) Keterangan V1 : Pembacaan petama pada skala botol V2 : Pembacaan kedua pada skala botol (V2 – V1 ) : Isi cairan di pindahklan oleh semen dengan berat tertentu E. 4.

5 – 2. G. PROCEDURE 1.jangan sampai ada semen yang menempel pada dinding botol diatas cairan.16 gr/ml 22.Setelah itu baca skala pada botol (V1) 5.5 ml Berat semen Portland = Bacaan V1 Bacaan V2 • BJ semen = 64 =3.F.masukkan botol kedalam waterbath dengan suhu konstan dalam waktu yang cukup lama. 6. 7. 3.setelah benda uji (semen 64 gr) masukkan putar botol dengan posisi miring secara perlahan lahan sampai gelembung udara tidak timbul lagi pada permukaan cairan.setelah didapatkan suhu air yang sama dengan suhu cairan didalam botol.Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pengujian 2.3 ml 22.±10 – 20 menit.Agar suhu botol sama dengan suhu ruangan atau menghindari variasi suhu botol lebih besar dari 0.isi botol le chatelier dengan minyak tanah antara skala 0 -1 kebagian dalam botol yang beraa diatas permukaan cairan agar pada saat memasukkan semen .3 .Masukkan benda uji (semen )ke dalam botol le chatelierbsedikit demi sdikit .2ͦᵒC. DATA and CALCULATION • Dari hasil pengujian didapatkan data : 64 gr = = 2.Hitung nilai berat jenis.ulangi pekerjaan pada no 2.sampai dua angka di belakang koma.baca skala pada botol (V2) 8.semen tidak menempel pada badan botol. 4.

CONCLUTION Dari pengujian didapatkan berat jenis semen = 3.3.1 .Berat jenis semen sesuai dengan standart berada pada 3.3.H.1) . LAMPIRAN Data pemeriksaan pengujian Gambar (foto)peralatan yang digunakan dalam pengujian Gambar langkah kerja PENGUJIAN BERAT JENIS SEMEN PORTLAND CARA LABORATORIUM (SM – 01. I.15 gr/ml.ini berarti berta jenis didapatkan sangat bagus dan semen dapat dipakai bahan konstruksi sipi.

16 gr/ml Benda UJI 2 V1. Instruktur : NO 1 2 3 Pemeriksaan Berat Semen Portland Bacaan V1 Bacaan V2 BJ Semen = Berat Semen Benda UJI 1 64 gr 2.5 ml 3.Kelompok Kelas Jurusan Universitas : ……… : ……… : Teknik Sipil : Abdurrab Tanggal : ………….3 ml 22..V2 Rata Rata Catatan ………………………………………………………………………………………… ……………… : ………………………………………………………………………………………… ……………… ………………………………………………………………………………………… ……………… Persetujuan Instruktur .

References .EDC .Bandung PENGUJIAN BAHAN .( ) JOB 2 PENGUJIAN BERAT JENIS SEMEN PORTLAND CARA LAPANGAN (field test for density Portland cement) A. OBKJECTIVE • Tujuan umum (General Objective) Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa mampu : • Menyimpulkan pengaruh berat jenis semen terhadap kemurniannya secara lapangan Tujuan khusus (specific Objective ) Setelah melakukan praktikum mahasiswa mampu : Menerangkan prosedur pelaksanaan berat jenis semen secara lapangan Menentukan berat jenis semen secara lapangan Menggunakan peralatan yang dipakai denga baik C.CNI 0073. SCHEDULE Date / day Time Place : : : Laboratorium Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning B.CI.1983” “PEDC.

Yunaefi Ir.2003”Teknologi Beton”Andi Yogya.Tjocrodimuljo.1 – 3. Theoretical Background • Pemeriksaaan berat jenis ini bertujuan untuk menentukan berat jenis semen Portland lapangan.silica.dkk.1996”Petunjuk Praktikum Bahan Bangunan 1”Pusat Pengembangan Politeknik Bandung D. Apparatur and Material o Alat : .dan besi.Jakarta ..3 • Menghitung berat jenis semen secara lapangan: o Untuk tabung ukur 500 ml = BJ= M (semen) V2 –v1 o Untuk tabung ukur 100 ml = BJ = M (semen) V2 –V1 o BJ total = BJ 500 + BJ 100 2 KETERANGAN : BJ 500 : Berat jenis tabung ukur 500 ml BJ 100 : Berat jenis tabung ukur 100 ml V1 V2 :Pembacaan pertama pada skala botol :Pembacaab kedua pada skala botol E.K.Semen Portland adalah matreia yang terdir dari bahan campuran kapur .MT.alumina.Muljono Tri.Ir.1997”Teknologi Beton”Yogyakarta .Semen ketika bercampur dengan air maka semen akan membentuk pasta yang mengeras dan menjad perekat pada agregat.Berat jenis semen sesuai standardnya adalah berkisar antara 3.

Minyak tanah 4. Procedur 1. Semen untuk tabung ukur 100 ml sebanyak 25 gr 4. Semen untuk tabung 500 ml sebanyak 100 gr 2.masukkan kedua tabung ukur tersebut kedalam waterbath secara bersamaan slam ± 10 – 20 menit agar suhu tabung sama dengan suhu ruangan. Corong kaca o Bahan : 1. 5. Setelah itu baca skala paa tabung ukur (V1) 6. Timbangan 5. Minyak tanah untuk tabung ukur ml sebanyak 140 ml 3. Tabung ukur 10 ml 3. Tabung ukur 500 ml 2. Masukka minyak tanah kedalam tabung ukur 500 ml sebanyak 140 ml dan masukka minyak tanah kedalam tabung ukur 100 ml sebanyak 40 ml.1. Waterbath 6. 3. 4. Minyak tanah untuk tabung ukur 100 ml sebanyak 40 ml F. . Lalu. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pengujian 2. Tabung ukur 500 ml dan 100 ml dibersihkan terlebih dahulu kemudian dikeringkan.Semen tidak boleh melekat pada dinding tabung yang berada di atas permukaan cairan (minyak tanah). Masukkan benda uji (semen) kedalam botol masing masing pada tabung ukur 500 ml sebanyak 300 gr dan pada tabung ukur 100 ml sebanyak 25 gr .

225 BJ Semen pada tabung ukur 100 ml BJ Semen rata rata = = 3.4 .175 gr/ml. 8. Setelah semua benda uji ( semen) dimasukkan putar tabung ukur dengan posisi miring secara perlahan lahan sampai gelembung udara tidak timbul lagi pada permukaan cairan.125 = 3. G.225 + 3. Lampiran .7.175 2 H. 9. Hitung nilai berat jenis pada kedua tabung.125 3. Kesimpulan (conclusion) Dari pengujia ini didapatkan berat jenis semen 3.Dari hasil pengujian tersebut dapat dilihat bahwa. Ulangi pada pekerjaan no . semen yang di ui telah memenui bstandart berat jenis yang diinginkan I.setelah dipadatkan suhu air yang sama dengajn suhu cairab yang didalam tabung. Data and Calculation o Dari hasil pengujian didapatkan data pemeriksaan berat jenis semen pada kedua tabung ukur yaitu BJ semen pada ukur tabung ukur 500 ml = 3.lalu hitung nilai rata ratanya sampai dua angka dibelakang koma.baca skala pada tabung (V2).

Instruktur : . Gambar langkah kerja. PENGUJIAN BERAT JENIS SEMEN PORTLAND CARA LAPANGAN (SM – 01.- Data pemeriksaan pengujian. Dambar ( fhoto ) peralatan yang digunakan dalam pengujian.2) Kelompok Kelas Jurusan Universitas : ……… : ……… : Teknik Sipil : Abdurrab Tanggal : …………..

125 gr/ml 3.225 gr/ml Benda UJI 2 25 gr 40 ml 48 ml 3.175 gr/ml Catatan ………………………………………………………………………………………… ……………… : ………………………………………………………………………………………… ……………… ………………………………………………………………………………………… ……………… Persetujuan Instruktur ( ) JOB 3 PENGUJIAN KONSISTENSI NORMAL .V2 BJ Semen rata rata = BJ GU 500 ml + BJ GU 100 ml/2 Benda UJI 1 100 gr 140 ml 171 ml 3.NO 1 2 3 Pemeriksaan Berat Semen Portland Bacaan V1 Bacaan V2 BJ Semen = Berat Semen V1.

1983 “ Pengujian Bahan “ PEDC.30 – Finish : Laboratotiu Teknik Sipil Unuversitas Lancang Kuning B. Mengidenfikasikan konsistensi normal. Schedule. Date / day Time Place : 17 Juli 2012 : 08. o Tujuan Khusus (Specific Objektive ) Setelah melakukan praktikum mahasiswa mampu : C.SEMEN PORLAND ( The test of normalconsitency of porltland cement ) A.CI. AASHTO – T – 129 – 74 EDC. Bandung PA – 0103 – 76 SII – 0013 – 81 Yunaefi Ir.CNI 0073. o Tujuan Umum ( General Objective ) Setelah melaksanakan pratikum mahasiswa mampu : Menguraikan hubungan antara pemeriksa konsistensi dengan pemeriksa semen secara fisik lainnya. Objective. dkk. 1966 “ Petunjuk Praktikum Bahan Bangunan “ Pusat Pengembangan Politeknik Bandung Menentukan banyak air yang dipakai untuk mencampur semen dalam keadaan konsistensi normal. bahwa semen Porland telah mencapai Menggunakn peralatan yang dipakai dengan baik . References.

Apparatus and material • Alat : 1. Konsistensi normal semen Portland adalah suatu kondisi standart yang menunjukan kebasahan pasta semen. Semen merupakan bahan aktif yang merupakan perekat. Stopwatch 5. Gelas ukur 200 ml. Procedure. Timbangan 8. Sendok perata ( spatula ) 6. 4. Cicin konik. Inilah fungsi dari pengujian konsistensi ini. o Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan konsistensi normal semen Portland dengan alat Vical. Di sini jumlah menjadi bagian yang sangat penting. Setiap alat dan bahan yang diperlukandalam pengujian 2. F. Theoretical Backgruond.D. dan bilamana semen bersentuhan dengan air maka proses hidrasi berlangsung. Mixer & alat pengaduk 7. Alat vical ( jarum 10 mm ) • Bahan 1. . 2. Plat kaca. Semen Portland Sebanyak 300 gr. 1. Proses sampai hidrasi butir – butir berlangsung sangat lambat. o Menghitung konsistensi normal semen Portland : Konsistensi = Berat air x 100 % Berat semen • • Konsistensi normal yang bagus berkisar antara 10 ± 1 yaitu antara 9 dengan 11 yang buat dilakukan dengan vicat. Air suling sebanyak ≥ 25 % dari jumlah semen. E. 2. Masukan air pencampur berupa air saling sebanyak ± 25 % dari jumlah ke dalam mangkok alat pengaduk. 3.

dari satu tangan ke tangan lain dengan jarak kira – kira 15 cm. Jalankan mesin pengaduk dengan kecepatan 5 selama 1 menit. 4. 9. 10. 5.3. Kesimpulan ( Conclusion ). Jalankan mesin pengaduk ( mixer ) dengan kecepatan 3 selama 30 detik. Latakkan cincin konik yang berisi pasta pada alat vicat yang digunakan memakai jarum ( 10 mm ) dan kontakkan permukaan / bagian tengah pasta. G. 8. didapatkan hasil penurunan pada 11 mm H. 6. Kelebihan pasta pada lobang besar diratakan dengan sendok perata yang digerakan dalam posisi miring terhadap permukaan cincin. . Letakan pelat kaca pada lobang besar konik. ratakan dan licinkan kelebihan pasta pada lobang yang kecil pada cincin konik dengan sendok perata. kemudian lemparkan sebanyak 6 kali. 11. sehingga cincin konik penuh dengan pasta. Hentikan mixer selama 15 detik. Data and Calculation • Dari hasil pengujian didapatkan Sebagai contoh kami mengambil : Percobaan ke II ( dua ) Berat PC ( Portand Cement ) Konsistensi yang diambil Berat air ( yang diambil ) = = = = 300 gr 26 gr Konsistensi x berat PC 100 26 X 300 = 78 gr 100 Setelah dilakukan pengujiajn. 7. Pegang bola pasta dengan satu tangan. 13. Buatlah pasta berbentukan bola dengan tangan. 12. balikkan. Masukan benda uji ( semen ) sebanyak 300 gr kedalam mangkok dan diamkan selam 30 detik. sambil membersihkan pasta pada bagian pinggir mangkok dengan spatula. Jatuhkan jarumkan dan catat penurunan yang berlangsung selama 30 detik. Penurunan untuk konsistebusi normal adalah ( 10 + 1 ) mm bila blum mencapai hasil yang diinginkan maka ulangi percobaan dengan mengganti jumlah air sampai kita mendaptkan nilai konsistensi normalnya. kemudian letakkan dalam cincin konik dengan tangan lain melalui lobang besar.

yaitu konsistensi normal yang baik didapatkan pada penurunan ( 10 + 1 ).Berdasarkan percobaan yang dilakukan.berarti semen mempunyai konsistensi normal yang baik dan dapat digunakan untuk kontruksi sipil. Lampiran. I. dengan batas air 26 %. Data pemeriksaan pengujian Gambar ( foto ) peralata yang digunakan dalam pengujian Gambar langkah kerja PENGUJIAN KONSISTENSI NORMAL SEMEN PORTLAND ( SM – 02 ) . penurunan pada semen Portland telah mencapai konsistensinya pada 11 mm. Hal sudah sesuai dengan ketentuan dan syarat.

5 15 10.5 PENURUNAN (%) 6 7. Persetujuan Instruktur .5 1 2 3 4 5 Catatan : ………………………………………………………………………………………………… ………………………. ………………………………………………………………………………………………… ………………………. ………………………………………………………………………………………………… ……………………….5 Tanggal Instruktur : ………………………. : PENGUJIAN KONSISTENSI (%) 25 26 27 26.Kelompok Kelas Jurusan Universitas :1 :B : Teknik Sipil : Universitas Lancang Kuning BARAT PC ( gr ) 650 300 300 300 BERAT AIR (gr ) 162 78 81 79..

Menggunakan peralatan yang dipakai dengan baik. • Tujuan Umum ( General Objective ) Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa mampu : • Menentukan waktu menggunakan alat pengikatan awal semen Portland dengan : 17 Juli 2010 : 08. Date / day Time Place B.( ) JOB 4 PENGUJIAN WAKTU IKAT AWAL SEMEN CARA LABORATURIUM ( Labiratory test of initial banding duration of Portland cement ) A. CNI 0073.CI. Membuktikan kebenaran adanya waktu semen dengan menggunakan alat vicat. 1983 “ Pengujian Bahan “ PEDC. Bandung Muljono Tri. References. ASM C – T – 191 – 71 EDC. Ir.30 – Finish : Laboratorium Teknik Sipil Unuversitas Lancang Kuning Tujuan Khusus ( Specific Objective ) Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa mampu : Menerangkan rangkaian kerja waktu ikat awal semen dengan alat vicat. 2003 “ Teknologi Beton “ Andi Yogya. Jakarta PA – 0104 – 76 SII – 0013 – 81 . MT. Objective. Schedule. C.

dkk 1996 “ Praktikum Bahan Bangunan I “ Pusat Pengembangan Politeknik Bandung. Waktu ikat ini dipengaruhi oleh jumlah air campuran yang digunakan dan suhu udara disekitarnya. Theoretical Backround. Pengertian waktu ikat awal adalah pentingnya pada pekerja beton.Waktu ikat air • Menghitung konsistensi normal semen Portland : • Konsistensi • = Berat air Berat semen Waktu ikat awal ( initial time ) adalah waktu dari pncampuran semen dan air sampai saat kehilangan keplastisannya.Waktu ikat awal . Dan waktu ikat awal semen dicapai pada saat semen mengalami pengeseran. Waktu ikat awal yang cukup lama diperlukan untuk pekerja beton. x 100 % . Temperature naik dengan cepat dari ikat awal dan mencapai puncaknya pada waktu berakhirnya ikat akhir. Waktu untuk mencapai ini sebut sebagai waktu ikat. K. • Pada proses semen bercampur dengan air. Waktu tersebut di hitung sejak air dicampur dengan semen. D. dicapai pada saat penurunan jarum vicat mencapai skala angka 1 ± 25 mm. waktu pengikatan permulaan dengan alat vicat. yaitu : . 1997 “ Teknologi Beton “ Yogyakarta Yuneafi Ir. tahap pertama dicapai ketika pata semen cukup kaka menahan suatu tekanan. • Waktu ikat dibagi menjadi dua. yaitu waktu transportasi.- Tjokrodimuljo. penuangan pemadatan dan peralatan permukaan. • Proses pengingkatan ini sertai dengan temperature. • Semen adalah bahan anorganik yang mengeras pada pencampuran dengan air atau larutan garam.

9. 4. Alat vicat ( dengn jarum 1 mm ).E. 5. 6. Air suling ( sesuai konsistensinormal. 2. 2. Semen Portland 300 gr. Timbangan. Procedure. 7. Sendok perata ( spatula ) Sarung tangan karet. Cicin konik. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pengujian . 3. Mesin pengaduk ( mixer ) Stopwatch Plat kaca • Bahan : 1. sebanyak 26. Gelas ukur 200 ml. 1. 8. Apparatus and material • Alat : 1.5 % dari berat semen ) F.

sambil membersihkan pasta pada bagian pinggiran mangkok dengan spatula. 12.5 % dari berat semen kedalam mangkok mesin pengaduk. Masukan benda uji ( semen ) kedalam mangkok dan diamkan selama 30 detik. 9. 7. Jika penurunannya belum mencapai dibawah angka 25 mm. . Pegang bola pasta dengan satu tangan. Diamkan selama 45 menit. 10. Masukan air suling yang banyaknya sesuai dengan jumlah konsistensi normal yaitu ± 26. dengan jarak tangan ke tangan lain sepanjang 15 cm. Hentikan mixer selama 15 detik. kemudian letakan kedalam cincin konik yang telah dialas dengan pelat kaca pada lobang besarnya. Letakkan cincin konik dibawah jarum kecil vicat dan kontakkan jarum dengan bagian pasta. kemudian lemparkan sebanyak ± 6 kali. ratakan dan licinkan kelbihan pasta pad lobang yang kecil pada cincin konik dengan sendok perata. 6. Matikan mesin pengaduk dan buatlah pasta berbentuk bola dengan tangan. Kelbihan pasta pada lobang besar diratakan dengan sendok perata ( spatula ) yang digerakan dalam posisibmiring pada permukaan pasta ( cincin ).2. Jatuhkan jarum vicat ( 1 mm ) dan catat angka penurunannya dibawah 25 mm. 13. 3. dan jarak titik dari pinggir cincin konik kurang 1 cm. Penurunan berlangsung selama 30 detik. 11. 4. Jarak antara 1 titik setiap menjatuhkan jarum adalah ½ cm. 14. balikkan. sehingga cincin konik berisi penuh dengan pasta. 15. 5. Letakan pelat kaca pada lobang besar. Jalankan mesin pengaduk dengan kecepatan 5 selama 1 menit /60 detik. maka jatuhjan jarum vicat kembali selama waktu 15 menit sampai mencapai penurunan dibawah 25 mm. Jalankan mesin pengaduk ( mixer ) dengan kecepatan 3 selama 30 detik. 8.

dimana standard ikat awal terjadi pada peunurunan 1 ± 25 mm. KESIMPULAN ( Conlusion ).G.5 18 • Waktu ikat awal didapatkan penurunan ketiga. dimana hasil uji tersebut dimasukan kedalam grafik.1 ) Kelompok : 1 Tanggal : ………………………………… . Lampiran Data pemeriksaan pengujian Gamabar ( foto ) peralatan yang digunakan dalam pengujian Gambar langkah kerja PENGUJIAN IKAT AWAL SEMEN DENGAN ALAT VIKAT ( SM – 03. I. didapatkan pada menit ke 66. • Hasil pemeriksaan yang telah lengkap dapat dilihat pada pemeriksaan yang telah ditebalkan. H. Dari hasil pengujian terdapat tiga penurunan. bahwa waktu ikat awal semen pada angka penurunan 1 ± 25 mm. Data and Calculation • NO Dari hasil pengujian didapatkan data sebagai berikut : MENIT PENURUNAN 1 2 3 45 60 75 BACAAN ADA ALAT VICAT 39 29.5. Ari grafik dapat dilihat.

5 SELISIH TOTAL - - Catatan : ………………………………………………………………………………………………… …………………….. Persetujuan Instruktur : ( ) JOB 5 PENGUJIAN WAKTU IKAT AWAL SEMEN CARA LAPANGAN ( Field test initial bonding duration of Portland cement ) .Kelas Jurusan Universitas : : : B Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning Instruktur : MENIT PENURUNAN 45 60 75 90 105 120 135 150 165 180 WAKTU PENURUNAN ( mnt ) WIB 15.25 15.55 SELISIH 45 15 15 PEMBACAAN SELISI PEMBACAAN 39 mm 29.5 mm 18 mm 9.40 15.5 11.

A. Date / day Time Place : 17 Juli 2010 : 08. AASHTO – T – 131 – 74 ASTM – 191 – 71 EDC. Shedule. 1996 “ Petunjuk Praktikum Bahan Bangunan I “ Pusat Pengembang Politeknik Bandung. 2003 “ Teknologi Beton “ Andi Yogya. . Terampil dalam menjelaskan rangkaian kerja pemeriksaan dilapangan. Tujuan khusus ( Specific Objective ) Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa mampu : Menentukan waktu pengikatan awal dari semen Portland. dkk. References. MT.Yuneafi Ir. Ir. C.30 – Finish : Laboraturium Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning B. Objective • Tujuan Umum ( General Objective ) Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa mampu : • Menentukan waktu pengikat semen Portland dengan cara lapangan.CI CNI 0073. 1993 “ Pengujian Bahan “ PEDC Bandung Muljono Tri. Menggunakan peralatan yang dipakai dengan baik. Jakarta .

Waktu pengikat permulaan adalah jangka waktu dari mulainya pengukuran pasta konsistensi normal sampai pasta kehilangan sifat plastis ( menjadi buku ). Timbangan. • Pemeriksa ini dimaksudkan unutk menentukan wktu pengikatan permukaan semen Portland. maka yang bereaksi terlebih dahulu adalah CaO dan membentuk Ca(OH)2 dilanjutkan dengan terjadinya C3A proses ini menyebabkan kenaikan suhu yang tinggi akan mempercepat waktu ikatan awal semen. Apparatus and material. • Waktu pengikatan semen dipengaruhi oleh : Reaksi semen terhadap air Reaksi antara semen dan air akan menimbulkan panas. besar panas ini tergantung pada kehalusan butir semen. Pada proses ini tahap pertama dicapai ketika pasta semen semen cukup kaku untuk menahan suatu tekanan. Adanya proses hidrasi ini membantu percepatan reaksi antara semen dan air.D. • Semen jika dicampur dengan air membentuk bubur yang secara bertahap menjadi keras. . Mineral yang terkandung dalam semen Ketika semen terkena air. Waktu tersebut dihitung sejak air dicampur dengan semen. E. • Alat : 1. Waktu untuk mencapai tahap ini disebut sebagai waktu ikatan. Theoretical Background. susunan jumlah senyawa semen yang dikandung dan reaksi antara semen dan air.

lalu aduk secara manual selama 30 detik. 8. 7. Masukan air suling yang banyaknya sesuai dengan konsistensi normal dari berat bahan uji ( semen ) yaitu ± 26. • Bahan 1. 3. Gelas ukur 200 ml. 5. Procedure. sambil membersihkan pasta pada bagian pinggir mangkok dengan spatula. Stopwatch. . Air suling ( sesuai konsistensi normal ) sebanyak 26.5 % dari berat semen ( 300 gr). Sendok dan pasta ( spatula ) Sarung tangan karet. Plat kaca Penusuk kayu. 3.2. 1. Semen Portland 300 gr. 2. Cincin / ring ( Ø 12 cm ). Berhenti selama 15 detik. F. 6. 4. Masukan benda uji ( semen ) kedalam mangok dan diamkan selama 30 detik. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pengujian 2.5 % ke dalam mangkok. 4.

cara menusuknya dengan dimiringkan 450 di bagian pinggirnya / pasta tersebut. 8. 6.5. 10. 11. Buatlah pasta seperti bola dengan tangan. 7. Lalu aduk kembali selama 1 menit secara manual. Diamkan pasta tersebut selama 45 menit. Jika cetakkan atau pasta tersebut menghasilkan retak pecah maka ulang G. Data and Calculation • Dari hasil pengujian terdapatkan adat sebagai berikut : - Penusukan Nampak dari atas : Retak Serabut . Ambil pasta dan letakan diatas plat kaca dimana sebelumnya plat kaca terdapat ring yang berdiameter 10. Bentuk pasta sesuai dengan ring tersebut dan tinggi bagian tengahnya mencapai 13 mm dan bagian pinggirnya mengecil tebalnya sehingga menyerupai kue. kemudian dilemparkan 6 kali dari satu tangan ke tangan lain dengan jarak kira – kira 15 cm.5 cm pada bagian atasnya. 9. Tusuk pasta dengan alat berupa kayu kecil.

Kesimpulan Dari hasil pengujian dilakukan ternayat ikat awal terjadi pada waktu awal terjadi pada waktu 75 menit yang ditandai dengan sudah adanya retak tersebut ketika pasta semen tersebut ditusuk kayu penusuk. I.- Penusukan dari samping : 13mm Kayu penusukan @= Arah penusukan H. jadi semen terebut dapat digunakan untuk campuran beton. sedangkan waktu ikat awal standard lebih dari 45 menit. Lampiran Data pemeriksa pengujian Gambar ( foto ) peralat yang digunakan dlama pengujian Gambar langkah kerja PENGUJIAN WAKTU IKAT AWAL SEMEN CARA LAPANGAN Kelompok : 1 Tanggal : ………………………………… .

………………………………………………………………………………………………… ……………….. Persetujuan Instruktur ( ) JOB 6 .Kelas Jurusan Universitas : : : B Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning Instruktur : WAKTU 45 menit 60 menit 75 menit KONDISI BENDA UJI Retak pecah Retak pecah Retak serabut Catatan : ………………………………………………………………………………………………… ……………….. ………………………………………………………………………………………………… ………………..

C.CI. Date / day Time Place : 17 Juli 2010 : 08. • Tujuan Umum ( General Objective ) Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa mampu : Membuktikan bawa semen akan mengalami perubahan volume selama proses pengerasannya. 1983 “ Pengujian Bahan “ PEDC. Schedule. Menerangkan prosedur pelaksanaan pemeriksaan kekekalan semen dengan cincin chartelier. • Tujuan Khusus ( Specific Objective ) Setelah melaksanakan mahasiswa mampu : Menerangkan faktor – faktor yang mempengaruhi perubahan volume semen selama proses pengerasannya. Reference EDC. Objective. Bandung .PENGUJIAN KEKEKALAN SEMEN CARA LABORATURIUM ( Laboraturium test for deforability of Portland cement ) A.30 – Finish : Laboraturium Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning B. Menggunakan peralatan yang dipakai dengan baik. Mementukan kekal atau tidak semen. CNI 0073.

• Kuat tekan pasta semena sangat dipengaruhi oleh besar pori – pori dianatar gel – gel atau pori – pori hasil hydrasi. • Adapun pengembangan pada pemeriksa ini yang di izinkan maksimum 3 mm. Ir. Jakarta SII – 013 – 81 Tjokrodimuljo. 2003 “ Teknologi Beton “ Yogya. dkk 1996 “ Petunjuk Praktikum Bahan Bangunan I “ Puasat Pengembangan Politeknik Bandung. Stopwatch 3. Sendok pasta ( spatula ). Timbangan 0.001 gr. 1997 “ Teknologi Beton “ Yogyakarta Yuneafi Ir. MT. Kelebihan air mengakibatkan pasta semen berpori lebih banyak sehingga hasilnya kurang bagus. • Pemeriksa ini dilakukan secara laboraturium dengan menggunakan cincin chartelier. Pemeriksa ini berfungsi untuk menentukan pemakaian semen Portland di lapangan nanti sehingga tidak merugikan proyek. Theoretical Background. Kadar CaO bebas dapat dideteksi dengan menggunakan cincin lie chartelier yaitu dengan menggunakan tau menyimpan semen dalam desikator selama 24 jam kemudian amati perubahan ujung tangkaki lie chartelier. Apparatus and material • Alat : 1. inilah yang menyebabkan tidak kekalnya semen. . D. E. K. Gelas ukur 2. pengembangan dan penyusutan volume semen disebabkan oleh kadar CaO besarnya dari 2 % dan kadar MgO-nya 5 %.- Muljono Tri. 4.

Cincin chartelier ( 2 buah ). • Bahan : 1. 6. Air suling sesuai konsistensi normal sebanyak 26. . Timbangan semen Portland sebanyak 300 gr dan air suling sebanayak26 % sesuai konsistensi normal dari jumlah semen. 2.5. Diamkan atau hentikan mesin. 3. Jalankan mesin pengaduk dalam kecepaan 3 ( 140 ± 4 ) rpm selama 30 detik. Palt kaca kecil. 2. 7.5 % dari semen Portland. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pengujian. Semen Portland 300 gr. Jalankan mesin pengaduk kembali dengan kecepatan 5 ( 285 ± 10 ) rpm selama 1 menit. Mesin pengaduk ( mixer ). Tengki pendingin 10. Procedure. 7. bersihkan pinggir mangkok dengan spatula selama 15 detik. F. Sarung tangan karet. 9. 6. 1. 8. 5. 4. Ambil pasta sekapai tangan atau setengahnya. Masukan benda uji ( semen ) kedalam mangkok pengaduk diamkan selama 30 detik. Waterbath.

3 ( terjadi kekekalan bentuk ) Benda uji II Pembacaan awal (XI) Pembacaan akhir Maka : X2 – X1 = 3. 10.3 ( terjadi kekekalan bentuk ) = 1.72 mm H.43 – 1. Diamkan cincin ditangki pendingin selama 24 jam 11.13 mm = 0.3 mm = 3. Masukan pasta kedalam 2 buah cincin charteiler yang telah diberi plat kaca dan sebelumnya telah diikat pada bagian bawah kepalanya. 13.3 mm = 3. Angkat cincin dan lepaskan ikatan dan ukur panjangnya (b). Masukan cincin yang telah diikat kembali kedalam waterbath yang te.02 – 0. Lepaskan cincin dan ukur panjangnya (a) 12.ah dipanaskan / renus selama 3 jam. pengembangan tangkai lie chatelier : Benda uji I Pembacaan awal (XI) Pembacaan akhir Maka : X2 – X1 = 3. Ratakan pasta pada masing – masing cincin hingga penuh.43 mm = 2. Kesimpulan ( Conclusion ). Data and Calculation • Dari hasil pengujian didapatkan data. . G.02 mm = 2.8. 9.

72 mm ( pada masa uji I ) dan 2. .Berdasarkan pengamatan yang dilakuakn maka diperoleh pengembangan tangkai cincin lie chartelier sebesar 2. I. Gambar( foto ) peralatan yang digunakan dalam pengujian. Lampiran Data pemeriksa pengujian. Gambar langkah kerja.13 mm ( pada masa uji II ) berarti sesuai dengan yang distandardkan atau yang diisyaratkan yaitu pengembangan cincin lie chartelier maksimum 3 mm. sehingga semen yang diji dapat dikatakn kekal dan biasa digunkan dalam campuran beton.

3 mm 1..43 mm Catatan : ………………………………………………………………………………………………… ………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………. ………………………………………………………………………………………………… ………………………. ST.02 mm 3.1 ) Kelompok Kelas Jurusan Universitas : : : : 1 B Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning Tanggal Instruktur : : ………………………………… Hendri Rahmat.3 mm AKHIR ( X2 ) 3. . MT PEMBACA BENDA UJI I II AWAL ( X1 ) 0.PENGUJIAN KEKEKALAN SEMEN DENGAN CINCIN LIE CHATELIER ( SM – 04..

.30 – Finish : Laboraturium Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning B. Schedule.Persetujuan Instruktur : ( ) JOB 7 PENGUJIAN KEKEKALAN SEMEN CARA LABORATURIUM ( Laboraturium test for deforability of Portland cement ) A. • Tujuan Khusus ( Specific Objective ) Setelah melaksanakan mahasiswa mampu : Menerangkan faktor – faktor yang mempengaruhi kekekalan semen. Date / day Time Place : 17 Juli 2010 : 08. Objective. • Tujuan Umum ( General Objective ) Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa mampu : Menentukan kekal atau tidaknya semen dengan menggunakan pemeriksaan lapangan.

1983 “ Pengujian Bahan “ PEDC. Bandung Muljono Tri. - Menggunakan peralatan yang dipakai dengan baik. Jakarta SII – 013 – 81 Tjokrodimuljo. • Kekekalan semen Portland perlu diketahui guna menentukan pemakaian semen Portland di lapangan.CI. D. E. 1997 “ Teknologi Beton “ Yogyakarta Yuneafi Ir. dan pemeriksaan ini dilakukan secara visual. dkk 1996 “ Petunjuk Praktikum Bahan Bangunan I “ Puasat Pengembangan Politeknik Bandung. 2003 “ Teknologi Beton “ Yogya. Apparatus and material . Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara membuat benda uji tersbut yang didiamkan selama 24 jam dan selanjutnya direbus selama 3 jam. penambahan jumlah air akan mengurangi keuatan setelah mengeras. Ir. • Kekuatan semen yang telah mengeras tergantung pada jumlah air yang pada waktu proses hidrasi berlangsung.- Menerangkan prosedur pelaksanaan pemeriksaan kekekalan semen dengan cara lapangan. C. CNI 0073. Theoretical Background. MT. Reference EDC. Pada dasarnya jumlah air yang diperlukan untuk proses hidrasi hanya kira – kira 25 % dari berat semennya. K.

5. 4. 2. 2. Tengki pendingin 10. Mesin pengaduk ( mixer ). Sendok pasta ( spatula ). Waterbath. Palt kaca kecil. 4. 1. Jalankan mesin pengaduk dengan kecepatan 3 ( 140 ± 5 ) rpm selama 30 detik.5 % dari semen Portland.5 % ( sesuai konsistensi normal ) Masukan kedalam mangkok pengaduk dan diamkan selama 30 detik. 7. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dakam penguji Timbangan semen Portland 300 gr dan air suling sebanyak 26.• Alat : 1. bersihkan pinggir mangkok dengan spatula selama 15 detik. 6. Sarung tangan karet. Timbangan 0. Ring ( 12 cm ) 9. Diamkan atau hentikan mesin. F. Procedure.001 gr. • Bahan : 1. 3. 8. Air suling sesuai konsistensi normal sebanyak 26. Semen Portland 300 gr. 5. Gelas ukur 2. . Stopwatch 3.

wujud atau ukuran. 9. Diamkan kue selama 24 jam di dalam tengki pendingin. Data and Calculation Dari hasil pengujian didapatkan dat pemeriksaan.6. Kemudian masukan kue tersebut dalam air ( waterbath ) kemudian waterbath dipanaskan (didih) selama 30 menit dan rebuskan di dalam waterbath selama 3 jam. Jalankan mesin pengaduk kembali dengan kecepatan 5 ( 285 ± 10 ) rpm selama 1 menit. Dari sini kita melihat data sebagai berikut : Benda Uji Cetakan Cincin Beton Kondisi Benda Uji Sama seperti semula atau tidak terjadi perubahan . 10. Apakah menunjukan perubahan atau tidak. Bentuk pasta menyerupai kue yang pada bagian tengahnya setinggi 13 mm dan mengecil pada bagian pinggirnya. G. yaitu kondisi benda uji apakah terjadi perubahan bentuk. 8. 11. Ambil pasta sekapai tangan dan letakan diatas kaca yang telah diberikan ring (d:12cm). Angkat kue dan perhatikan keadaan fisiknya kemudian cata apa yang terjadi pada kue tesebut. 7.

MT BENDA UJI Cetakan cincin Beton KONDISI BENDA UJI Kondisi benda uji berubah dari Keadaan cair ke pada tetapi Dimensi serta ukuran tdk berubah Catatan : ………………………………………………………………………………………………… ………………………… . ST. I. PENGUJIAN KEKEKALAN SEMEN DENGAN CINCIN LIE CHATELIER ( SM – 04. Kesimpulan ( Conclusion ). Lampiran Data pemeriksa pengujian Gambar( foto ) peralatan yang digunakan dalam pengujian Gambar langkah kerja. Ini berarti semen dapat dipakai sebagai bahan konstruksi sipil. wujud ataupun ukuran pada benda uji. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa : tidak terjadi perubahan bentuk.2 ) Kelompok Kelas Jurusan Universitas : : : : 1 B Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning Tanggal Instruktur : : ………………………………… Hendri Rahmat.H.

.. ………………………………………………………………………………………………… ………………………. Persetujuan Instruktur : ( ) .………………………………………………………………………………………………… ……………………….

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->