LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUJIAN BAHAN – 1

Oleh :

………………………………. NIM :

Laporan ini telah diperiksa dan di setujui Oleh Pembimbing (instruktur) Praktikum

Pembimbing

HENDRI RAHMAT,ST,MT DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN……………………………………………………………………………… …………………… DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………… ………………………… KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………… ………………………… BAB I. PENDAHULUAN I.1 Latar

Belakang……………………………………………………………………………… …………….. I.2 Tujuan………………………………………………………………………………… ………………………. I.3 Ruang Lingkup

Pengujian………………………………………………………………………………. I.4 Pengumpulan dan pengolahan

data…………………………………………………………… I.5 …… BAB II. PENGUJIAN SEMEN PORTLAND Sistematika

laporan…………………………………………………………………………………

1. Berat

jenis

semen

secara

labor………………………………………………………………………….. 2. Berat jenis semen secara

lapangan…………………………………………………………………….. 3. Pengujian konsistensi

semen……………………………………………………………………………… 4. Waktu ikat awal semen dengan alat

vical……………………………………………………………. 5. Waktu ikat awal semen secara

lapangan…………………………………………………………… 6. Kekekalan semen dengan cara cinicn Le

Chatelier……………………………………………. 7. Kekekalan semen secara

lapangan…………………………………………………………………… BAB II. PENGUJIAN PADA AGREGAT 1. Kadar lumpur agregat halus cara

lapangan……………………………………………………….. 2. Kadar organic agregat halus secara

lapangan……………………………………………………. 3. Analisa …… 4. Menentukan butir lolos saringan no.200 agregat saringan

agregat………………………………………………………………………………

kasar……………………………………… 5. Menentukan butir lolos saringan no.200 agregat

halus………………………………………

6. Berat

jenis

dan

penyerapan

pada

agregat

halus………………………………………………… 7. Berat jenis dan penyerapan pada agregat

kasar……………………………………………….. 8. Bobot …….. 9. Bobot …….. 10. Pengujian kekerasan agregat isi agregat isi agregat

kasar………………………………………………………………………………

halus………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………. 11. Pengujian ketahanan haus pada agregat dengan mesin

LA……………………………… 12. Bentuk agregat panjang ,pipih panjang,&

pipih……………………………………………………. BAB IV. PENGUJIAN BETON 1. Mix design (campuran beton)

……………………………………………………………………………. 2. Pengujian ……….. 3. Pengujian …….. 4. Pengujian …. kuat tekan isi bobot slump

beton………………………………………………………………………………

beton………………………………………………………………………………

beton………………………………………………………………………………

BAB.V PENGUJIAN MORTAR 1. Pengujian konsistensi mortar dengan

flowtable…………………………………………………. 2. Pengujian …….. BAB VI. PENUTUP 1. Kesimpulan………………………………………………………………………… ……………………………….. 2. Saran……………………………………………………………………………… …………………………………. tekan

mortar………………………………………………………………………………

KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim, Puji syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT,yang telah member kekuatan kepada penulis hingga dapat menyelesaikan laporan pengujian bahan I ini.Penulisan laporan ini berdasarkan hasil kerja labor penulis yang merupakan mata kuliah wajib semester IV tahun ajaran 2012/2013 dilaboratorium Teknik Sipil,Universitas Lancang Kuning. Terwujudnya penulisan laporan ini tidak terlepas dari peranan,bimbingan dan arahan dari instruktur yang diberikan kepada penulis.Untuk itu pada kesempatan ini,perkenankanlah penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak HENDRI RAHMAT,ST.MT sselaku instruktur labor Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning.Juga kepada teman temab yang telah membina kerja sama yang baik. Penulis menyadar bahwa laporan ini jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan ilmu dan waktu yang dimilki. Oleh karena itu,penulis mengharapkan kritikan dan saran yang menunjan demi perbaikan laporan ini.

Akhir kata penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi penuls sendiri dan pihak pihak yang memrlukan. Maret 2013 Penulis LAPORAN PRAKTIKUM Pengujian Bahan I BAB I PENDAHULUAN . Pekanbaru.

The Meaning  Pengujian bahan ini adalah suatu bentuk pengujian terhadap suatu bahan yang akan digunakan dalam pembuatan suatu konstruksi sipil.  Pengujian ini adalah pengembangan dan aplikasi dari pelajaran mata kuliah bahan konstruksi dan beton I dan semester III.II Ruang lingkup Praktikum I.kekentalan.II Maksud dan Tujuan I.kekuatan.serta suatu proses kerja suatu bahan dengan yang lainnya membentuk suatu konstruksi yang kokoh sesuai dengan yang direncanakan.I latar belakang I. Objective .I.pengujian terhadap suatu bahan tersebut.IV Teknik Pengumpulan Data I.Dimana pengujian ini meliputi.V Sistematika Laporan BAB I PENDAHULUAN (Antecedent) A. B.

sebelum digunakan suatu konstruksi . Selain factor diatas . .Salah satu dari tujuan melakukan praktikum ini yaitu untuk mengetahui bahan bahan konstruksiu sipil ini secara lapangan dengan artian bahwa mahasiswa benar benar tahu lebih jauh tentang teori yang benar mengenai bahan tersebut sesuai dengan teori yang didapatkan dalam ruangan dalam suatu kelas pada semester I dan III.pengujian bahan juga diperlukan sebagai salah satu estimasi biaya dari dari suatu konstruksi. Oleh karena itu kita harus mengetahui sifat dan mutu sesuai dengan ketentuan standar pada konstruksi sipil.sehingga pengeluaran biaya dapat diperhitungkan. Background Bahan bahan yang digunakan untuk pembuatan konstruksi sipil pada umumnya banyak terdapat dipasaran dan tersebar dialam sekitar kita.Dimana mahasiswa dapat melakukan dan mendapatkan hasil dari pengujian tersebut sehingga bias membuktikan teori teori yang ada. D.Namun tidak semua bahan tersebut dapat kita gunakan .agar kita bias mencegah kerusakan pada konstruksi tersebut. Pengujian ini dilakukan dilaboratorium bahan jurusan sipil ini meliputi: 1) Pengujian terhadap semen meliputi pengujian : o Berat jenis semen secara lapangan o Berat jenis semen secara laboratorium o Konsistensi normal semen Portland o Ikat semen awal secara laboratorium o Ikat semen awal secara lapangan o Kekentalan semen secara laboratorium dan.seperti dengan adanya rancangan komposisi campuran betin dalam suatu satuan tertentu yang dikalikan dengan jumlah beton yang dikerjakan. Ruamg Lingkup Pengujian. C.jika kita mengharapkan suatu konstruksi yang kokoh serta memnuhi persyaratan mutu yang ditentukan.

o Kekentalan semen secara lapangan 2) Pengujian Agregat. 200 agregat halus o Penentuan kadar butir lolos saringan no. Pengumpulan Data dan Pengolahan Data .meliputi pengujiian o Mix design (sampuran betion) o Menentukan slump beton o Menentukan bobot isi beton o Kuat tekan beton 4) Pengujian mortar o Konsisitensi mortar dengan flowtable o Kuat tekan mortar E.pipih panjang 3) Pengujian Beton .pipih . 200 agregat kasar o Analisa saringan agregat o Berat jenis dan penyerapan agregat halus o Berat jenis dan penyerapan agregat kasar o Kekerasan agregat o Bentuk agregat panjang .Meliputi pengujian : o Kadar lumpur agregat halus secara lapangan o Kadar lumpur agregat halus secara laboraorium o Penentuan kadar butir lolos saringan no.

Pemahaman tujuan dan dasar teori. Jadwal pelaksanaan b. Pengolahan data.diperoleh dengan adanya penjelasan dari instruktur sebelum memulai pengujian dan sumber lainnya. Tujuan pengujian c. Refernsi d. Pelaksanaan pengujian meliputi : o Jadwal pelaksanaan o Langkah kerja o Data hasil pengujian dan pengolah data f. 3. Dalam pengujian bahan I ini setiap praktikum dikumpulkan dan diolah datanya dengan langkah sebagai berikut : 1. 2.data yang diperoleh dari pengujian dengan metode tertentu sesuai dengan sifat pengujian yang dilakukan sehingga diperoleh suatu kesimpulan.maka laporan ini disusun dengan sistematika sebagai berikut : a. Sistematika laporan Untuk mempermudah pengambilan dan pemahaman data dari pengujian . Kesimpulan LAPORAN PRAKTIKUM . F. Dasar Teori e. Melakukan pengujian langsung dilaboratorium dengan langkah kerja yang telah dipahami .

1 Pengujian waktu ikat awal semen dengan alat Vicat SM – 03.Pengujian Bahan I BAB II PENGUJIAN SEMEN SM – 01.2 Pengujian waktu ikat awal semen secara lapangan SM – 04.1 Pengujian kekekalan semen dengan cincin Chartelier SM – 04.1 Pengujian berat jenis semen secara laboratorium SM – 01.2 Pengujian berat jenis semen secara lapangan SM – 02 Pengujian konsistensi normal secara Portland SM – 03.2 Pengujian kekekalan semen secara lapangan JOB 1 PENGUJIAN BERAT JENIS SEMEN PORTLAND .

menentukan berat jenis semen secara laboratorium.1996 “Petunjuk Praktikum Bahan Bangunan I”Pusat Pengembangan Politeknik Bandung D.00 – finish : laboratorium Teknik SIpil Universitas Lncang Kuning B. References EDC. menggunakan peralatan yang dipakai secara baik.CARA LABORATORIUM (Laboratory test for density of Portland cement) A.Jakarta Tjokrodimuljo. Theoretical Background . Tujuan Umum (General Objective) Setelah melakukan praktikum mahasiswa mampu : Menyimpulkan pengaruh berat jenis semen terhadap kemurniannya. Tujuan khusus (specific objective) Setelah melakukan praktikum mahasiswa mampu : menerangkan prosedur pelaksanaan berat jenis semen secara laboratorium.CI. Objective 1.2003 “Teknologi Beton”Andi Yogya. Schedule Data / Day : Time Place : 08.K.1983 “Pengujian Bahan”PEDC.Bandung Muljono Tri.MT. 2.CNI 0073.dkk.1997 “Teknologi Beton”Yogyakarta Yunaefi Ir.Ir. C.

1.timbangan 4. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan berat jenis semen Portland.menghitung berat jenis semen = Semen Portland (V2 –V1) Keterangan V1 : Pembacaan petama pada skala botol V2 : Pembacaan kedua pada skala botol (V2 – V1 ) : Isi cairan di pindahklan oleh semen dengan berat tertentu E.corong kaca 5.bahan berkapur.SiO2.semen portlanda bahan perekat yang dapat mengeras bila bersenyawa dengan air dan berbentuk padat dan tidak larut dalam air dengan berta jenis berkisar antara 3.Untuk menghasilkan semen Portland . 2.Berta jenis semen adalah perbandingan berat jenis isi kering pada suhu kamar dengan berat berat isi kering air suling pada 4 0C yang isinya sama dengan semen.minyak tanah 3.digerus dan ditambah dengan gips dalam jumlah yang sesuai.Fe2O3.Botol 2.semen Portland terbentuk dari oxida – oxide utama CaO.dan lempung dibakar sampai meleleh sebagian untuk membentuk klinker yang kemudian dihancurkan .waterbath .formula.3 gr /ml.A12O3. APPARATUS AND MATERIAL • ALAT : 1. 4. 3.1 – 3.

5 – 2.Agar suhu botol sama dengan suhu ruangan atau menghindari variasi suhu botol lebih besar dari 0.setelah didapatkan suhu air yang sama dengan suhu cairan didalam botol.F.16 gr/ml 22. 4.Setelah itu baca skala pada botol (V1) 5.2ͦᵒC.ulangi pekerjaan pada no 2.3 .Hitung nilai berat jenis.jangan sampai ada semen yang menempel pada dinding botol diatas cairan.3 ml 22.baca skala pada botol (V2) 8. 6.Masukkan benda uji (semen )ke dalam botol le chatelierbsedikit demi sdikit .sampai dua angka di belakang koma. PROCEDURE 1.Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pengujian 2.±10 – 20 menit.masukkan botol kedalam waterbath dengan suhu konstan dalam waktu yang cukup lama. DATA and CALCULATION • Dari hasil pengujian didapatkan data : 64 gr = = 2.semen tidak menempel pada badan botol. 3.5 ml Berat semen Portland = Bacaan V1 Bacaan V2 • BJ semen = 64 =3. G. 7.setelah benda uji (semen 64 gr) masukkan putar botol dengan posisi miring secara perlahan lahan sampai gelembung udara tidak timbul lagi pada permukaan cairan.isi botol le chatelier dengan minyak tanah antara skala 0 -1 kebagian dalam botol yang beraa diatas permukaan cairan agar pada saat memasukkan semen .

ini berarti berta jenis didapatkan sangat bagus dan semen dapat dipakai bahan konstruksi sipi.1 . I. CONCLUTION Dari pengujian didapatkan berat jenis semen = 3.3.Berat jenis semen sesuai dengan standart berada pada 3.1) .3. LAMPIRAN Data pemeriksaan pengujian Gambar (foto)peralatan yang digunakan dalam pengujian Gambar langkah kerja PENGUJIAN BERAT JENIS SEMEN PORTLAND CARA LABORATORIUM (SM – 01.H.15 gr/ml.

16 gr/ml Benda UJI 2 V1. Instruktur : NO 1 2 3 Pemeriksaan Berat Semen Portland Bacaan V1 Bacaan V2 BJ Semen = Berat Semen Benda UJI 1 64 gr 2.5 ml 3..Kelompok Kelas Jurusan Universitas : ……… : ……… : Teknik Sipil : Abdurrab Tanggal : ………….3 ml 22.V2 Rata Rata Catatan ………………………………………………………………………………………… ……………… : ………………………………………………………………………………………… ……………… ………………………………………………………………………………………… ……………… Persetujuan Instruktur .

CI.1983” “PEDC.EDC .CNI 0073. OBKJECTIVE • Tujuan umum (General Objective) Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa mampu : • Menyimpulkan pengaruh berat jenis semen terhadap kemurniannya secara lapangan Tujuan khusus (specific Objective ) Setelah melakukan praktikum mahasiswa mampu : Menerangkan prosedur pelaksanaan berat jenis semen secara lapangan Menentukan berat jenis semen secara lapangan Menggunakan peralatan yang dipakai denga baik C. References . SCHEDULE Date / day Time Place : : : Laboratorium Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning B.( ) JOB 2 PENGUJIAN BERAT JENIS SEMEN PORTLAND CARA LAPANGAN (field test for density Portland cement) A.Bandung PENGUJIAN BAHAN .

Semen ketika bercampur dengan air maka semen akan membentuk pasta yang mengeras dan menjad perekat pada agregat.1996”Petunjuk Praktikum Bahan Bangunan 1”Pusat Pengembangan Politeknik Bandung D.Yunaefi Ir.Semen Portland adalah matreia yang terdir dari bahan campuran kapur .Berat jenis semen sesuai standardnya adalah berkisar antara 3.1997”Teknologi Beton”Yogyakarta . Theoretical Background • Pemeriksaaan berat jenis ini bertujuan untuk menentukan berat jenis semen Portland lapangan.3 • Menghitung berat jenis semen secara lapangan: o Untuk tabung ukur 500 ml = BJ= M (semen) V2 –v1 o Untuk tabung ukur 100 ml = BJ = M (semen) V2 –V1 o BJ total = BJ 500 + BJ 100 2 KETERANGAN : BJ 500 : Berat jenis tabung ukur 500 ml BJ 100 : Berat jenis tabung ukur 100 ml V1 V2 :Pembacaan pertama pada skala botol :Pembacaab kedua pada skala botol E.2003”Teknologi Beton”Andi Yogya.dkk.1 – 3. Apparatur and Material o Alat : .K..Tjocrodimuljo.dan besi.alumina.Jakarta .Muljono Tri.MT.Ir.silica.

Semen untuk tabung 500 ml sebanyak 100 gr 2. Masukkan benda uji (semen) kedalam botol masing masing pada tabung ukur 500 ml sebanyak 300 gr dan pada tabung ukur 100 ml sebanyak 25 gr .Semen tidak boleh melekat pada dinding tabung yang berada di atas permukaan cairan (minyak tanah). Tabung ukur 10 ml 3. Masukka minyak tanah kedalam tabung ukur 500 ml sebanyak 140 ml dan masukka minyak tanah kedalam tabung ukur 100 ml sebanyak 40 ml. Timbangan 5. 4. Tabung ukur 500 ml dan 100 ml dibersihkan terlebih dahulu kemudian dikeringkan. 5. 3. Semen untuk tabung ukur 100 ml sebanyak 25 gr 4. Minyak tanah 4. Procedur 1. .masukkan kedua tabung ukur tersebut kedalam waterbath secara bersamaan slam ± 10 – 20 menit agar suhu tabung sama dengan suhu ruangan. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pengujian 2. Setelah itu baca skala paa tabung ukur (V1) 6. Corong kaca o Bahan : 1.1. Lalu. Minyak tanah untuk tabung ukur ml sebanyak 140 ml 3. Waterbath 6. Tabung ukur 500 ml 2. Minyak tanah untuk tabung ukur 100 ml sebanyak 40 ml F.

lalu hitung nilai rata ratanya sampai dua angka dibelakang koma.baca skala pada tabung (V2). G.125 = 3. 9. Setelah semua benda uji ( semen) dimasukkan putar tabung ukur dengan posisi miring secara perlahan lahan sampai gelembung udara tidak timbul lagi pada permukaan cairan.4 .setelah dipadatkan suhu air yang sama dengajn suhu cairab yang didalam tabung.225 + 3. 8.7.225 BJ Semen pada tabung ukur 100 ml BJ Semen rata rata = = 3.Dari hasil pengujian tersebut dapat dilihat bahwa. Kesimpulan (conclusion) Dari pengujia ini didapatkan berat jenis semen 3. Lampiran .175 gr/ml. Hitung nilai berat jenis pada kedua tabung.125 3. Ulangi pada pekerjaan no .175 2 H. Data and Calculation o Dari hasil pengujian didapatkan data pemeriksaan berat jenis semen pada kedua tabung ukur yaitu BJ semen pada ukur tabung ukur 500 ml = 3. semen yang di ui telah memenui bstandart berat jenis yang diinginkan I.

PENGUJIAN BERAT JENIS SEMEN PORTLAND CARA LAPANGAN (SM – 01..2) Kelompok Kelas Jurusan Universitas : ……… : ……… : Teknik Sipil : Abdurrab Tanggal : …………. Gambar langkah kerja.- Data pemeriksaan pengujian. Dambar ( fhoto ) peralatan yang digunakan dalam pengujian. Instruktur : .

NO 1 2 3 Pemeriksaan Berat Semen Portland Bacaan V1 Bacaan V2 BJ Semen = Berat Semen V1.225 gr/ml Benda UJI 2 25 gr 40 ml 48 ml 3.V2 BJ Semen rata rata = BJ GU 500 ml + BJ GU 100 ml/2 Benda UJI 1 100 gr 140 ml 171 ml 3.175 gr/ml Catatan ………………………………………………………………………………………… ……………… : ………………………………………………………………………………………… ……………… ………………………………………………………………………………………… ……………… Persetujuan Instruktur ( ) JOB 3 PENGUJIAN KONSISTENSI NORMAL .125 gr/ml 3.

Bandung PA – 0103 – 76 SII – 0013 – 81 Yunaefi Ir. Mengidenfikasikan konsistensi normal. Date / day Time Place : 17 Juli 2012 : 08.SEMEN PORLAND ( The test of normalconsitency of porltland cement ) A.CNI 0073.30 – Finish : Laboratotiu Teknik Sipil Unuversitas Lancang Kuning B. bahwa semen Porland telah mencapai Menggunakn peralatan yang dipakai dengan baik . dkk. Schedule. 1983 “ Pengujian Bahan “ PEDC. o Tujuan Khusus (Specific Objektive ) Setelah melakukan praktikum mahasiswa mampu : C. 1966 “ Petunjuk Praktikum Bahan Bangunan “ Pusat Pengembangan Politeknik Bandung Menentukan banyak air yang dipakai untuk mencampur semen dalam keadaan konsistensi normal. AASHTO – T – 129 – 74 EDC.CI. o Tujuan Umum ( General Objective ) Setelah melaksanakan pratikum mahasiswa mampu : Menguraikan hubungan antara pemeriksa konsistensi dengan pemeriksa semen secara fisik lainnya. References. Objective.

1. Cicin konik. Theoretical Backgruond. Timbangan 8. E. Semen Portland Sebanyak 300 gr. Stopwatch 5. dan bilamana semen bersentuhan dengan air maka proses hidrasi berlangsung. Masukan air pencampur berupa air saling sebanyak ± 25 % dari jumlah ke dalam mangkok alat pengaduk. Sendok perata ( spatula ) 6. Gelas ukur 200 ml. Plat kaca. Procedure. 4. 2. Di sini jumlah menjadi bagian yang sangat penting. Mixer & alat pengaduk 7. . Alat vical ( jarum 10 mm ) • Bahan 1. Apparatus and material • Alat : 1. Konsistensi normal semen Portland adalah suatu kondisi standart yang menunjukan kebasahan pasta semen. Inilah fungsi dari pengujian konsistensi ini. Setiap alat dan bahan yang diperlukandalam pengujian 2. Proses sampai hidrasi butir – butir berlangsung sangat lambat. o Menghitung konsistensi normal semen Portland : Konsistensi = Berat air x 100 % Berat semen • • Konsistensi normal yang bagus berkisar antara 10 ± 1 yaitu antara 9 dengan 11 yang buat dilakukan dengan vicat. F. Semen merupakan bahan aktif yang merupakan perekat. 2. Air suling sebanyak ≥ 25 % dari jumlah semen. 3. o Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan konsistensi normal semen Portland dengan alat Vical.D.

Letakan pelat kaca pada lobang besar konik. Jalankan mesin pengaduk ( mixer ) dengan kecepatan 3 selama 30 detik. 12. balikkan. . Masukan benda uji ( semen ) sebanyak 300 gr kedalam mangkok dan diamkan selam 30 detik. Data and Calculation • Dari hasil pengujian didapatkan Sebagai contoh kami mengambil : Percobaan ke II ( dua ) Berat PC ( Portand Cement ) Konsistensi yang diambil Berat air ( yang diambil ) = = = = 300 gr 26 gr Konsistensi x berat PC 100 26 X 300 = 78 gr 100 Setelah dilakukan pengujiajn. Kesimpulan ( Conclusion ). sehingga cincin konik penuh dengan pasta. dari satu tangan ke tangan lain dengan jarak kira – kira 15 cm.3. 6. 13. 8. Buatlah pasta berbentukan bola dengan tangan. 5. 4. Jatuhkan jarumkan dan catat penurunan yang berlangsung selama 30 detik. 11. 10. Hentikan mixer selama 15 detik. ratakan dan licinkan kelebihan pasta pada lobang yang kecil pada cincin konik dengan sendok perata. kemudian lemparkan sebanyak 6 kali. sambil membersihkan pasta pada bagian pinggir mangkok dengan spatula. G. kemudian letakkan dalam cincin konik dengan tangan lain melalui lobang besar. 9. Pegang bola pasta dengan satu tangan. Penurunan untuk konsistebusi normal adalah ( 10 + 1 ) mm bila blum mencapai hasil yang diinginkan maka ulangi percobaan dengan mengganti jumlah air sampai kita mendaptkan nilai konsistensi normalnya. Kelebihan pasta pada lobang besar diratakan dengan sendok perata yang digerakan dalam posisi miring terhadap permukaan cincin. didapatkan hasil penurunan pada 11 mm H. Jalankan mesin pengaduk dengan kecepatan 5 selama 1 menit. 7. Latakkan cincin konik yang berisi pasta pada alat vicat yang digunakan memakai jarum ( 10 mm ) dan kontakkan permukaan / bagian tengah pasta.

Hal sudah sesuai dengan ketentuan dan syarat.Berdasarkan percobaan yang dilakukan. penurunan pada semen Portland telah mencapai konsistensinya pada 11 mm. yaitu konsistensi normal yang baik didapatkan pada penurunan ( 10 + 1 ). I. Lampiran. Data pemeriksaan pengujian Gambar ( foto ) peralata yang digunakan dalam pengujian Gambar langkah kerja PENGUJIAN KONSISTENSI NORMAL SEMEN PORTLAND ( SM – 02 ) . dengan batas air 26 %.berarti semen mempunyai konsistensi normal yang baik dan dapat digunakan untuk kontruksi sipil.

Persetujuan Instruktur .5 15 10. : PENGUJIAN KONSISTENSI (%) 25 26 27 26..Kelompok Kelas Jurusan Universitas :1 :B : Teknik Sipil : Universitas Lancang Kuning BARAT PC ( gr ) 650 300 300 300 BERAT AIR (gr ) 162 78 81 79. ………………………………………………………………………………………………… ……………………….5 Tanggal Instruktur : ……………………….5 PENURUNAN (%) 6 7. ………………………………………………………………………………………………… ……………………….5 1 2 3 4 5 Catatan : ………………………………………………………………………………………………… ……………………….

CNI 0073.( ) JOB 4 PENGUJIAN WAKTU IKAT AWAL SEMEN CARA LABORATURIUM ( Labiratory test of initial banding duration of Portland cement ) A. C. References. Menggunakan peralatan yang dipakai dengan baik.30 – Finish : Laboratorium Teknik Sipil Unuversitas Lancang Kuning Tujuan Khusus ( Specific Objective ) Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa mampu : Menerangkan rangkaian kerja waktu ikat awal semen dengan alat vicat. MT.CI. Objective. 1983 “ Pengujian Bahan “ PEDC. Date / day Time Place B. Ir. Schedule. 2003 “ Teknologi Beton “ Andi Yogya. ASM C – T – 191 – 71 EDC. • Tujuan Umum ( General Objective ) Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa mampu : • Menentukan waktu menggunakan alat pengikatan awal semen Portland dengan : 17 Juli 2010 : 08. Jakarta PA – 0104 – 76 SII – 0013 – 81 . Membuktikan kebenaran adanya waktu semen dengan menggunakan alat vicat. Bandung Muljono Tri.

Waktu ikat air • Menghitung konsistensi normal semen Portland : • Konsistensi • = Berat air Berat semen Waktu ikat awal ( initial time ) adalah waktu dari pncampuran semen dan air sampai saat kehilangan keplastisannya. Waktu tersebut di hitung sejak air dicampur dengan semen. yaitu : . Theoretical Backround. Dan waktu ikat awal semen dicapai pada saat semen mengalami pengeseran. dicapai pada saat penurunan jarum vicat mencapai skala angka 1 ± 25 mm. yaitu waktu transportasi. 1997 “ Teknologi Beton “ Yogyakarta Yuneafi Ir. dkk 1996 “ Praktikum Bahan Bangunan I “ Pusat Pengembangan Politeknik Bandung. Waktu untuk mencapai ini sebut sebagai waktu ikat. K. tahap pertama dicapai ketika pata semen cukup kaka menahan suatu tekanan. • Pada proses semen bercampur dengan air. Temperature naik dengan cepat dari ikat awal dan mencapai puncaknya pada waktu berakhirnya ikat akhir. Pengertian waktu ikat awal adalah pentingnya pada pekerja beton. penuangan pemadatan dan peralatan permukaan.- Tjokrodimuljo. Waktu ikat ini dipengaruhi oleh jumlah air campuran yang digunakan dan suhu udara disekitarnya. • Waktu ikat dibagi menjadi dua. • Semen adalah bahan anorganik yang mengeras pada pencampuran dengan air atau larutan garam.Waktu ikat awal . • Proses pengingkatan ini sertai dengan temperature. D. Waktu ikat awal yang cukup lama diperlukan untuk pekerja beton. waktu pengikatan permulaan dengan alat vicat. x 100 % .

9. Air suling ( sesuai konsistensinormal.E. 7. 3. Sendok perata ( spatula ) Sarung tangan karet. Cicin konik. Timbangan. Mesin pengaduk ( mixer ) Stopwatch Plat kaca • Bahan : 1. 1. 2.5 % dari berat semen ) F. Alat vicat ( dengn jarum 1 mm ). 8. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pengujian . Semen Portland 300 gr. sebanyak 26. 4. 5. 6. Procedure. Gelas ukur 200 ml. 2. Apparatus and material • Alat : 1.

Jarak antara 1 titik setiap menjatuhkan jarum adalah ½ cm. 8. 4.5 % dari berat semen kedalam mangkok mesin pengaduk. dan jarak titik dari pinggir cincin konik kurang 1 cm. Pegang bola pasta dengan satu tangan. 15. Letakan pelat kaca pada lobang besar. kemudian lemparkan sebanyak ± 6 kali. 5. Jalankan mesin pengaduk ( mixer ) dengan kecepatan 3 selama 30 detik. 11. sambil membersihkan pasta pada bagian pinggiran mangkok dengan spatula. dengan jarak tangan ke tangan lain sepanjang 15 cm. Diamkan selama 45 menit. 3. Kelbihan pasta pada lobang besar diratakan dengan sendok perata ( spatula ) yang digerakan dalam posisibmiring pada permukaan pasta ( cincin ). Letakkan cincin konik dibawah jarum kecil vicat dan kontakkan jarum dengan bagian pasta. Jatuhkan jarum vicat ( 1 mm ) dan catat angka penurunannya dibawah 25 mm. maka jatuhjan jarum vicat kembali selama waktu 15 menit sampai mencapai penurunan dibawah 25 mm. Penurunan berlangsung selama 30 detik. kemudian letakan kedalam cincin konik yang telah dialas dengan pelat kaca pada lobang besarnya. Hentikan mixer selama 15 detik. . Jalankan mesin pengaduk dengan kecepatan 5 selama 1 menit /60 detik. 12. 9. 7. 13. Matikan mesin pengaduk dan buatlah pasta berbentuk bola dengan tangan. sehingga cincin konik berisi penuh dengan pasta. 14. balikkan. Masukan benda uji ( semen ) kedalam mangkok dan diamkan selama 30 detik. ratakan dan licinkan kelbihan pasta pad lobang yang kecil pada cincin konik dengan sendok perata. 10.2. 6. Jika penurunannya belum mencapai dibawah angka 25 mm. Masukan air suling yang banyaknya sesuai dengan jumlah konsistensi normal yaitu ± 26.

Lampiran Data pemeriksaan pengujian Gamabar ( foto ) peralatan yang digunakan dalam pengujian Gambar langkah kerja PENGUJIAN IKAT AWAL SEMEN DENGAN ALAT VIKAT ( SM – 03. dimana standard ikat awal terjadi pada peunurunan 1 ± 25 mm. Data and Calculation • NO Dari hasil pengujian didapatkan data sebagai berikut : MENIT PENURUNAN 1 2 3 45 60 75 BACAAN ADA ALAT VICAT 39 29.5.5 18 • Waktu ikat awal didapatkan penurunan ketiga. KESIMPULAN ( Conlusion ).G. Ari grafik dapat dilihat. didapatkan pada menit ke 66. bahwa waktu ikat awal semen pada angka penurunan 1 ± 25 mm. H. Dari hasil pengujian terdapat tiga penurunan.1 ) Kelompok : 1 Tanggal : ………………………………… . dimana hasil uji tersebut dimasukan kedalam grafik. • Hasil pemeriksaan yang telah lengkap dapat dilihat pada pemeriksaan yang telah ditebalkan. I.

Kelas Jurusan Universitas : : : B Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning Instruktur : MENIT PENURUNAN 45 60 75 90 105 120 135 150 165 180 WAKTU PENURUNAN ( mnt ) WIB 15.40 15.55 SELISIH 45 15 15 PEMBACAAN SELISI PEMBACAAN 39 mm 29.5 SELISIH TOTAL - - Catatan : ………………………………………………………………………………………………… …………………….25 15. Persetujuan Instruktur : ( ) JOB 5 PENGUJIAN WAKTU IKAT AWAL SEMEN CARA LAPANGAN ( Field test initial bonding duration of Portland cement ) ..5 11.5 mm 18 mm 9.

Ir. Tujuan khusus ( Specific Objective ) Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa mampu : Menentukan waktu pengikatan awal dari semen Portland. References.Yuneafi Ir. 1996 “ Petunjuk Praktikum Bahan Bangunan I “ Pusat Pengembang Politeknik Bandung. Shedule. Jakarta . dkk. .30 – Finish : Laboraturium Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning B.A. MT. Menggunakan peralatan yang dipakai dengan baik. 2003 “ Teknologi Beton “ Andi Yogya. C. Date / day Time Place : 17 Juli 2010 : 08. 1993 “ Pengujian Bahan “ PEDC Bandung Muljono Tri.CI CNI 0073. Terampil dalam menjelaskan rangkaian kerja pemeriksaan dilapangan. AASHTO – T – 131 – 74 ASTM – 191 – 71 EDC. Objective • Tujuan Umum ( General Objective ) Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa mampu : • Menentukan waktu pengikat semen Portland dengan cara lapangan.

maka yang bereaksi terlebih dahulu adalah CaO dan membentuk Ca(OH)2 dilanjutkan dengan terjadinya C3A proses ini menyebabkan kenaikan suhu yang tinggi akan mempercepat waktu ikatan awal semen. • Pemeriksa ini dimaksudkan unutk menentukan wktu pengikatan permukaan semen Portland. Waktu untuk mencapai tahap ini disebut sebagai waktu ikatan. Timbangan. Waktu pengikat permulaan adalah jangka waktu dari mulainya pengukuran pasta konsistensi normal sampai pasta kehilangan sifat plastis ( menjadi buku ). Adanya proses hidrasi ini membantu percepatan reaksi antara semen dan air. • Semen jika dicampur dengan air membentuk bubur yang secara bertahap menjadi keras. Apparatus and material. besar panas ini tergantung pada kehalusan butir semen. Waktu tersebut dihitung sejak air dicampur dengan semen. • Waktu pengikatan semen dipengaruhi oleh : Reaksi semen terhadap air Reaksi antara semen dan air akan menimbulkan panas. . Theoretical Background. Pada proses ini tahap pertama dicapai ketika pasta semen semen cukup kaku untuk menahan suatu tekanan. • Alat : 1. E. susunan jumlah senyawa semen yang dikandung dan reaksi antara semen dan air.D. Mineral yang terkandung dalam semen Ketika semen terkena air.

6. 4.5 % dari berat semen ( 300 gr). 5. Sendok dan pasta ( spatula ) Sarung tangan karet. Air suling ( sesuai konsistensi normal ) sebanyak 26. 3. 3. Stopwatch. 4. 8. lalu aduk secara manual selama 30 detik. Plat kaca Penusuk kayu. Semen Portland 300 gr. Berhenti selama 15 detik.2. Cincin / ring ( Ø 12 cm ). Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pengujian 2. . 2. Gelas ukur 200 ml. sambil membersihkan pasta pada bagian pinggir mangkok dengan spatula. Masukan benda uji ( semen ) kedalam mangok dan diamkan selama 30 detik. 1. Procedure. F. • Bahan 1. 7.5 % ke dalam mangkok. Masukan air suling yang banyaknya sesuai dengan konsistensi normal dari berat bahan uji ( semen ) yaitu ± 26.

kemudian dilemparkan 6 kali dari satu tangan ke tangan lain dengan jarak kira – kira 15 cm. cara menusuknya dengan dimiringkan 450 di bagian pinggirnya / pasta tersebut. Diamkan pasta tersebut selama 45 menit. 9. 8. Data and Calculation • Dari hasil pengujian terdapatkan adat sebagai berikut : - Penusukan Nampak dari atas : Retak Serabut . 11. Jika cetakkan atau pasta tersebut menghasilkan retak pecah maka ulang G.5 cm pada bagian atasnya. 10.5. Tusuk pasta dengan alat berupa kayu kecil. Lalu aduk kembali selama 1 menit secara manual. Buatlah pasta seperti bola dengan tangan. 6. 7. Ambil pasta dan letakan diatas plat kaca dimana sebelumnya plat kaca terdapat ring yang berdiameter 10. Bentuk pasta sesuai dengan ring tersebut dan tinggi bagian tengahnya mencapai 13 mm dan bagian pinggirnya mengecil tebalnya sehingga menyerupai kue.

Kesimpulan Dari hasil pengujian dilakukan ternayat ikat awal terjadi pada waktu awal terjadi pada waktu 75 menit yang ditandai dengan sudah adanya retak tersebut ketika pasta semen tersebut ditusuk kayu penusuk. Lampiran Data pemeriksa pengujian Gambar ( foto ) peralat yang digunakan dlama pengujian Gambar langkah kerja PENGUJIAN WAKTU IKAT AWAL SEMEN CARA LAPANGAN Kelompok : 1 Tanggal : ………………………………… .- Penusukan dari samping : 13mm Kayu penusukan @= Arah penusukan H. sedangkan waktu ikat awal standard lebih dari 45 menit. jadi semen terebut dapat digunakan untuk campuran beton. I.

………………………………………………………………………………………………… ……………….Kelas Jurusan Universitas : : : B Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning Instruktur : WAKTU 45 menit 60 menit 75 menit KONDISI BENDA UJI Retak pecah Retak pecah Retak serabut Catatan : ………………………………………………………………………………………………… ……………….. Persetujuan Instruktur ( ) JOB 6 . ………………………………………………………………………………………………… ………………...

CNI 0073. Date / day Time Place : 17 Juli 2010 : 08. • Tujuan Khusus ( Specific Objective ) Setelah melaksanakan mahasiswa mampu : Menerangkan faktor – faktor yang mempengaruhi perubahan volume semen selama proses pengerasannya. Menerangkan prosedur pelaksanaan pemeriksaan kekekalan semen dengan cincin chartelier. Menggunakan peralatan yang dipakai dengan baik. Schedule.CI.PENGUJIAN KEKEKALAN SEMEN CARA LABORATURIUM ( Laboraturium test for deforability of Portland cement ) A. Objective. C. • Tujuan Umum ( General Objective ) Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa mampu : Membuktikan bawa semen akan mengalami perubahan volume selama proses pengerasannya. Bandung . Reference EDC. 1983 “ Pengujian Bahan “ PEDC. Mementukan kekal atau tidak semen.30 – Finish : Laboraturium Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning B.

Stopwatch 3. K. 1997 “ Teknologi Beton “ Yogyakarta Yuneafi Ir. MT. Gelas ukur 2. inilah yang menyebabkan tidak kekalnya semen. . Sendok pasta ( spatula ). Jakarta SII – 013 – 81 Tjokrodimuljo. Apparatus and material • Alat : 1. Kelebihan air mengakibatkan pasta semen berpori lebih banyak sehingga hasilnya kurang bagus. • Kuat tekan pasta semena sangat dipengaruhi oleh besar pori – pori dianatar gel – gel atau pori – pori hasil hydrasi. D. Timbangan 0. Theoretical Background. • Pemeriksa ini dilakukan secara laboraturium dengan menggunakan cincin chartelier. 4.- Muljono Tri. Pemeriksa ini berfungsi untuk menentukan pemakaian semen Portland di lapangan nanti sehingga tidak merugikan proyek. dkk 1996 “ Petunjuk Praktikum Bahan Bangunan I “ Puasat Pengembangan Politeknik Bandung. Ir.001 gr. pengembangan dan penyusutan volume semen disebabkan oleh kadar CaO besarnya dari 2 % dan kadar MgO-nya 5 %. Kadar CaO bebas dapat dideteksi dengan menggunakan cincin lie chartelier yaitu dengan menggunakan tau menyimpan semen dalam desikator selama 24 jam kemudian amati perubahan ujung tangkaki lie chartelier. • Adapun pengembangan pada pemeriksa ini yang di izinkan maksimum 3 mm. 2003 “ Teknologi Beton “ Yogya. E.

. Jalankan mesin pengaduk kembali dengan kecepatan 5 ( 285 ± 10 ) rpm selama 1 menit. Timbangan semen Portland sebanyak 300 gr dan air suling sebanayak26 % sesuai konsistensi normal dari jumlah semen. 7. Masukan benda uji ( semen ) kedalam mangkok pengaduk diamkan selama 30 detik. Air suling sesuai konsistensi normal sebanyak 26. • Bahan : 1. Mesin pengaduk ( mixer ). 7. 8. Sarung tangan karet. 1. 9. Procedure. 5. Cincin chartelier ( 2 buah ). F. bersihkan pinggir mangkok dengan spatula selama 15 detik. Waterbath.5. Tengki pendingin 10. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pengujian.5 % dari semen Portland. Semen Portland 300 gr. 2. 4. 2. 6. Palt kaca kecil. 3. 6. Ambil pasta sekapai tangan atau setengahnya. Diamkan atau hentikan mesin. Jalankan mesin pengaduk dalam kecepaan 3 ( 140 ± 4 ) rpm selama 30 detik.

10.02 – 0. 9. Ratakan pasta pada masing – masing cincin hingga penuh. Masukan pasta kedalam 2 buah cincin charteiler yang telah diberi plat kaca dan sebelumnya telah diikat pada bagian bawah kepalanya. Diamkan cincin ditangki pendingin selama 24 jam 11. G.3 ( terjadi kekekalan bentuk ) = 1.02 mm = 2.43 mm = 2.13 mm = 0.3 mm = 3. pengembangan tangkai lie chatelier : Benda uji I Pembacaan awal (XI) Pembacaan akhir Maka : X2 – X1 = 3.8.3 mm = 3. Lepaskan cincin dan ukur panjangnya (a) 12. Masukan cincin yang telah diikat kembali kedalam waterbath yang te. Angkat cincin dan lepaskan ikatan dan ukur panjangnya (b). 13. Kesimpulan ( Conclusion ). .72 mm H.43 – 1.3 ( terjadi kekekalan bentuk ) Benda uji II Pembacaan awal (XI) Pembacaan akhir Maka : X2 – X1 = 3. Data and Calculation • Dari hasil pengujian didapatkan data.ah dipanaskan / renus selama 3 jam.

Berdasarkan pengamatan yang dilakuakn maka diperoleh pengembangan tangkai cincin lie chartelier sebesar 2.72 mm ( pada masa uji I ) dan 2. Lampiran Data pemeriksa pengujian. .13 mm ( pada masa uji II ) berarti sesuai dengan yang distandardkan atau yang diisyaratkan yaitu pengembangan cincin lie chartelier maksimum 3 mm. Gambar langkah kerja. Gambar( foto ) peralatan yang digunakan dalam pengujian. sehingga semen yang diji dapat dikatakn kekal dan biasa digunkan dalam campuran beton. I.

.02 mm 3.43 mm Catatan : ………………………………………………………………………………………………… ………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………. . ST.. ………………………………………………………………………………………………… ……………………….3 mm 1. MT PEMBACA BENDA UJI I II AWAL ( X1 ) 0.1 ) Kelompok Kelas Jurusan Universitas : : : : 1 B Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning Tanggal Instruktur : : ………………………………… Hendri Rahmat.3 mm AKHIR ( X2 ) 3.PENGUJIAN KEKEKALAN SEMEN DENGAN CINCIN LIE CHATELIER ( SM – 04.

Objective.Persetujuan Instruktur : ( ) JOB 7 PENGUJIAN KEKEKALAN SEMEN CARA LABORATURIUM ( Laboraturium test for deforability of Portland cement ) A. • Tujuan Umum ( General Objective ) Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa mampu : Menentukan kekal atau tidaknya semen dengan menggunakan pemeriksaan lapangan. Schedule. . • Tujuan Khusus ( Specific Objective ) Setelah melaksanakan mahasiswa mampu : Menerangkan faktor – faktor yang mempengaruhi kekekalan semen.30 – Finish : Laboraturium Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning B. Date / day Time Place : 17 Juli 2010 : 08.

Ir.- Menerangkan prosedur pelaksanaan pemeriksaan kekekalan semen dengan cara lapangan. CNI 0073. Jakarta SII – 013 – 81 Tjokrodimuljo. Pada dasarnya jumlah air yang diperlukan untuk proses hidrasi hanya kira – kira 25 % dari berat semennya. dkk 1996 “ Petunjuk Praktikum Bahan Bangunan I “ Puasat Pengembangan Politeknik Bandung. Reference EDC. 2003 “ Teknologi Beton “ Yogya. Theoretical Background. dan pemeriksaan ini dilakukan secara visual. 1983 “ Pengujian Bahan “ PEDC. C. MT. Apparatus and material . E. K. • Kekuatan semen yang telah mengeras tergantung pada jumlah air yang pada waktu proses hidrasi berlangsung. - Menggunakan peralatan yang dipakai dengan baik. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara membuat benda uji tersbut yang didiamkan selama 24 jam dan selanjutnya direbus selama 3 jam. D. 1997 “ Teknologi Beton “ Yogyakarta Yuneafi Ir.CI. penambahan jumlah air akan mengurangi keuatan setelah mengeras. Bandung Muljono Tri. • Kekekalan semen Portland perlu diketahui guna menentukan pemakaian semen Portland di lapangan.

Ring ( 12 cm ) 9. 5. Air suling sesuai konsistensi normal sebanyak 26. Waterbath. Procedure. Semen Portland 300 gr. bersihkan pinggir mangkok dengan spatula selama 15 detik. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dakam penguji Timbangan semen Portland 300 gr dan air suling sebanyak 26. F. Palt kaca kecil. 7. Gelas ukur 2. 6. 8. Jalankan mesin pengaduk dengan kecepatan 3 ( 140 ± 5 ) rpm selama 30 detik. Timbangan 0.• Alat : 1. 2. 3. 1. 2. • Bahan : 1. . Tengki pendingin 10.5 % dari semen Portland.5 % ( sesuai konsistensi normal ) Masukan kedalam mangkok pengaduk dan diamkan selama 30 detik. Stopwatch 3. Sendok pasta ( spatula ). 4. Sarung tangan karet. Diamkan atau hentikan mesin. 4.001 gr. 5. Mesin pengaduk ( mixer ).

Angkat kue dan perhatikan keadaan fisiknya kemudian cata apa yang terjadi pada kue tesebut. yaitu kondisi benda uji apakah terjadi perubahan bentuk. 11. Dari sini kita melihat data sebagai berikut : Benda Uji Cetakan Cincin Beton Kondisi Benda Uji Sama seperti semula atau tidak terjadi perubahan . Ambil pasta sekapai tangan dan letakan diatas kaca yang telah diberikan ring (d:12cm).6. Bentuk pasta menyerupai kue yang pada bagian tengahnya setinggi 13 mm dan mengecil pada bagian pinggirnya. 7. Diamkan kue selama 24 jam di dalam tengki pendingin. 8. 10. wujud atau ukuran. Apakah menunjukan perubahan atau tidak. Data and Calculation Dari hasil pengujian didapatkan dat pemeriksaan. Kemudian masukan kue tersebut dalam air ( waterbath ) kemudian waterbath dipanaskan (didih) selama 30 menit dan rebuskan di dalam waterbath selama 3 jam. G. Jalankan mesin pengaduk kembali dengan kecepatan 5 ( 285 ± 10 ) rpm selama 1 menit. 9.

Ini berarti semen dapat dipakai sebagai bahan konstruksi sipil. Kesimpulan ( Conclusion ). Dari hasil pengujian didapatkan bahwa : tidak terjadi perubahan bentuk. I. Lampiran Data pemeriksa pengujian Gambar( foto ) peralatan yang digunakan dalam pengujian Gambar langkah kerja. PENGUJIAN KEKEKALAN SEMEN DENGAN CINCIN LIE CHATELIER ( SM – 04. ST. MT BENDA UJI Cetakan cincin Beton KONDISI BENDA UJI Kondisi benda uji berubah dari Keadaan cair ke pada tetapi Dimensi serta ukuran tdk berubah Catatan : ………………………………………………………………………………………………… ………………………… .2 ) Kelompok Kelas Jurusan Universitas : : : : 1 B Teknik Sipil Universitas Lancang Kuning Tanggal Instruktur : : ………………………………… Hendri Rahmat. wujud ataupun ukuran pada benda uji.H.

.………………………………………………………………………………………………… ………………………. Persetujuan Instruktur : ( ) .. ………………………………………………………………………………………………… ……………………….

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful