BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Maksud 1.1.1 Menganalisis dan mengidentifikasi sifat-sifat batuan sedimen karbonat berdasarkan kenampakan megaskopisnya. 1.1.2 Menganalisis petrogenesis batuan meliputi lingkungan pengendapan, komposisi,klasifikasi fasies menurut James(1971) 1.1.3 Menentukan nama batuan metamorf berdasarkan 3 klasifikasi ahli

1.2.

Tujuan 1.2.1 Mampu Menganalisis dan mengidentifikasi sifat-sifat batuan sedimen karbonat berdasarkan kenampakan megaskopisnya 1.2.2 Menganalisis petrogenesis batuan meliputi lingkungan pengendapan, komposisi,klasifikasi fasies menurut James(1971) 1.2.3 Menentukan nama batuan metamorf berdasarkan 3 klasifikasi ahli

1.3 Waktu Pelaksanaan Praktikum 1.3.1 Pelaksanaan ke -1 Tanggal Waktu Tempat : Rabu, 29 Mei 2013 : 18.30-20.00 WIB :Laboratorium Mineralogi,petrologi dan geologi optik gedung pertamina Sukowati Teknik Geologi Universitas Diponegoro 1.3.2 Pelaksanaan ke- 2 Tanggal Waktu Tempat : Rabu, 6 Juni 2013 : 18.30-20.00 WIB :Laboratorium Mineralogi,petrologi dan geologi

optik gedung pertamina Sukowati Teknik Geologi Universitas Diponegoro

1

dapat terjadi dari butiran rombakan yang mengalami transportasi secara mekanik dan diendapkan di tempat lain. struktur serta fosil.1 Pengertian Batuan Sedimen Karbonat Batuan karbonat adalah batuan dengan kandungan material karbonat lebih dari 50 % yang tersusun atas partikel karbonat klastik yang tersemenkan atau karbonat kristalin hasil presipitasi langsung (Rejers & Hsu. Hal tersebut dapat memberikan informasi yang penting mengenai lingkungan laut purba. Proses pembentukannya dapat terjadi secara insitu berasal dari larutan yang mengalami proses kimia maupun biokimia dimana organisme turut berperan. dan dangkal. Sedangkan batugamping menurut definisi Reijers &Hsu (1986) adalah batuan yang mengandung kalsium karbonat hingga 95 %. 2 . Endapan karbonat merupakan hasil proses biokimia dilingkungan laut yang jernih.BAB II DASAR TEORI 2. kondisi paleoekologi organisme laut. Sehingga tidak semua batuan karbonat adalah batugamping Batuan karbonat adalah batuan sedimen dengan tekstur yang beraneka ragam. Aspek perbedaannya antar lain :  Pembentukkannya tergantung aktifitas organisme (98% asal organisme)  Sangat mudah berubah karena proses diagnesis.  Terbentuk pada lingkungan dimana dia terendapkan (intrabasinal).2 Pembentukan Batuan Sedimen Karbonat Batuan karbonat penting dipelajari secara khusus karena mempunyai arti ekonimis yang cukup besar dan dalam berbagai halberbeda dengan batuan silisiklastik. hangat. 2.Bates & Jackson (1987) mendefinisikan batuan karbonat sebagai batuan yang komponen utamanya adalah mineral karbonat dengan berat keseluruhan lebih dari 50 %. 1986).

a Butiran Karbonat Butiran karbonat berukuran sama atu lebih besar daripada lanau. o Ooid/oolith/coated grain Adalah butirran karbonat yang berbentuk bulat atau ellipsoid yang mempunyai struktur lamina konsentris mengelilingi suatu pusat inti dengan ukuran < 22 mm yang menjadi partikel inti biasanya berupa fragmen cangkang atu butiran kwarsa yang kemudian terlingkupi oleh karbonat halus karena proses agitasi gelombang pada lingkungan laut dangkal. seperti seperti matrik pada silsiklastik. apabila salinitas sangat tingi maka akan terbentuk struktur radien. Jernih : berhubungan dengan penetrasi sinar matahari. sehingga organisme pembentuk karbonat akan sulit hidup. Berikut adalah penjelasan dari komponen – komponen penyusun batuan sedimen karbonat. 2. 3 . dibagi menjadi dua macam.yaitu :  Butiran Karbonat (carbonate grain) : disebut sebagai allochem. yaitu :  Butiran non cangkang (non skeleatel grain) Butiran non cangkang ini ada empat macam yaitu ooid.3 Komponen Penyusun Batuan Karbonat Komponen warna penyusun batugamping dibagi menjadi tiga macam.  Sparry calcite (sparit) : semen karbonat. pisoid/peloid.  Microcristaline calsite (micrite) : Lumpur karbonat. dan klastika karbonat. dimana aktifitas metabolisme organisme sangat tergantung pada sinar matahari  Hangat : koral dan organisme lain bereproduksi pada suhu sekitar 180C  Dongkal : semakin besar kedalaman laut. maka penetrsai sinar matahari akan semakin berkurang.

Butiran ini 4 .5 mm (lanau sampai pasir halus). ellipsoid.maka. o Klastika karbonat Klastika karbonat adalah butiran karbonat berasal dari proses erosi batugamping purba yng telah tersingkap di darat. ukuran pellet relatif kecil.  Butiran Cangkang(skeletal Grain) Butiran cangkang pada batuan karbonat dapat berupa mikrofosil.1-0. Jika. tidak mempunya struktur dalam seperti ooid. atau runcing tapi. atau fragmen/pecahan makrofosil.Gambar 2. terutama organisme pemakan Lumpur karbonat seperti gastropoda atau crustacean. atau berasal dari proses erosi endapan-endapan karbonat terkonsolidasi lemah pada cekungan pengendapan ukuran klastika karbonat biasanya pasir sampai gravel. Peloid berasal dari sekresi organisme. fosil tersebut berupa cangkang utuh. makrofosil. disebut sebgai broklast.1 Ooid dengan struktur lamina Konsentris dan Radial o Pisoid/pisolit Pisoid adalah butiran karbonat seperti ooid tapimempunyai ukuran >2 mm o Pellet/peloid Adalah butiran karbonat yang berbentuk bulat. tapi biasanya berdiameter 0.

020. Di bawah micrite mempunyai kenampakkan cloudy dan translucent.merupakan allochem yang paling sering dijumpai pada batuan batuan karbonat. karena mempunyai ukuran kristal yang lebih besar dan kenampakannya lebih jernih.4 Klasifikasi Batuan Karbonat menurut Beberapa Ahli Secara umum. biologi. sedang perbedaannya dengan butiran/allochem adalah pada bentuk kristalnya dan tidak adanya tekstur eksternal. sehingga micrite terbentuk pada kondisi air yang tenang. berukuran 0. Sparite dibedakan dengan micrit. dapat berperan sebagai matriks diantara butiran karbonat atau sebagai penyusun utama batuan karbonat berbutir halus. kehadiran micrite pada batugamping purba menunjukkan bahwa proses pencucian (winnowirg) oleh gelombang dan arus relative kecil sekali. Klasifikasi deskriptif merupakan klasifikasi yang didasarkan pada sifat-sifat batuan yang dapat diamati dan dapat ditentukan secara langsung.1 mm dan berkenampakan transport dan jernih di bawah mikroskop polarisasi (Buggs. seperti fisik. kimia. Butiran ini merupakan allochem yang paling sering dijumpai pada batuan karbonat. 1987). yaitu: klasifikasi deskriptif dan klasifikasi genetik. klasifikasi batuan karbonat ada 2 macam. c Sparite Sparite adalah kristal-kristal kalsit yang berbentuk equant.. Sparite berfungsi sebagai semen pengisi rongga antar butiran atau hasi pelarutan 2. butirnya berukuran <1/256 mm atau ukuran lempung. b Micrite Micrite atau Lumpur karbonat tersusun oleh kristal-kristal kalsit atau aragonite yang sangat halus. keabu-abuan sampai cokelat. mineralogi 5 .

yaitu material karbonat yang berdiameter 1-4 mikron. Allochem ada 4 macam yaituintraclast. 2. c.atau tekstur. translucent. batugamping dapat dibagi menjadi 5 macam. Calcipulverite. yaitu batugamping hasil presipitasi kimiawi.1 Klasifikasi Grabau (1904) Menurut klasifikasi Grabau. yaitu batugamping yang ukuran butirnya sama dengan pasir (1/16 – 2 mm). Klasifikasi genetik merupakan klasifikasi yang lebih menekankan pada asal usul batuan.4.2 Klasifikasi Folk (1959) Parameter utama yang dipakai pada klasifikasi ini adalah tekstur deposisi. yaitu batugamping yang ukuran butirnya lebih besar daripada pasir (>2 mm). Folk menyatakan bahwa proses pengendapan batuan karbonat dapat disebandingkan dengan proses pengendapan batupasir atau batulempung. Calcilutite. 2. Microcrystalline calcite ooze (micrite). Calcirudite. b. b. e. d.Menurut Folk ada 3 macam komponen utama penyusun batugamping yaitu: a. yaitu hasil pertumbuhan organisme secara insitu seperti terumbu dan stromatolite. yaitu: a. seperti batugamping kristalin. Batugamping organik. oolite. pelet dan fosil. analog denganbutiran pasir atau gravel pada batuan asal daratan. yaitu material karbonat sebagai hasil presipitasi kimiawi ataubiokimia yang telah mengalami transportasi (intrabasinal). yaitu batugamping yang ukuran butirnya lebih kecil dari pasir (<1/16 mm). Calcarenite. dan berwarna kecoklatan (dalam 6 .4. Allochem.

berfungsi sebagai pore filling cement. Sedangkan dalam handspecimen. Berdasarkan perbandingan relatif antara allochem.asahan tipis). dll. biomicrite. c. Batugamping tipe I dan II disebut sebagai allochemical rock (allochem> 10%). abu-abu kecoklatan atau hitam. sedangkan batugamping tipe III disebut sebagai orthochemical rock(allochem =/< 10%). Sparite analog dengan semen pada clean sandstone. Micrite analog deengan lempung pada batulempung atau matrik lempung pada batupasir. micrite bersifat opak dan dull. Gambar 2. abu-abu. Batas ukuran butir yang digunakan oleh Folk untuk membedakan antara butiran (allochem) dan micrite adalah 4 micron (lempung). Aturan penamaan batuan adalah sebagai berikut: kata pertama adalah jenis allochem yang dominan dan kata kedua adalah jenis orthochem yang dominan. maka Folk membagi batugamping menjadi 4 famili. berwarna pitih. contoh: intrasparite. Sparry calcite (sparite).2 Klasifikasi Folk(1959) 7 . yaitu komponen yang berbentuk butiran atau kristal yang berdiameter >/= 4 mikron (4-10 mikron) dan memperlihatkan kenampakan yang jernih dan mozaik dalam asahan tipis. micrite dan sparite serta jenis allochem yang dominan.

4 Klasifikasi Dunham (1962) Dunham membuat klasifikasi batugamping berdasarkan tekstur deposisi batugamping. dan boundstone. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan pengklasifikasian batugamping berdasarkan tekstur deposisinya.4. meliputi ukuran butir dan susunan butir (sortasi). Derajat perubahan tekstur pengendapan 2. wackestone.. Tingkat kelimpahan antar butiran (grain) dan lumpur karbonat Berdasarkan mengklasifikasikan ketiga hal tersebut menjadi 5 di atas. Klasifikasi batugamping yang didasarkan pada tekstur deposisi dapat dihubungkan dengan fasies terumbu dengan tingkat energi yang bekerja. Sedangkan batugamping yang tidak menunjukkan tekstur deposisi disebut crystalline carbonate. yaitu: 1. grainstone. Fabrik (supportation) grain-supported (butiran yang satu dengan yang lain saling mendukung) dan mud-supported (butiran mengambang di dalam matrik lumpur karbonat) digunakan untuk membedakan antara wackestone dan packestone. maka Dunham batugamping yaitu mudstone. packestone. macam. sehingga dapat untuk interpretasi lingkungan pengendapan. yaitu tekstur yang terbentuk pada waktu pengendapan batugamping. Gambar 2.2.3 Klasifikasi Dunham(1962) 8 . Komponen asli terikat atau tidak terikat selama proses deposisi 3. Batas ukuran butir yang digunakan oleh Dunham untuk membedakan antara butiran dan lumpur karbonat adalah 20 mikron (lanau kasar).

Dengan demikian klasifikasi Embry and Klovan seluruhnya didasarkan pada tekstur pengendapan dan lebih tegas di dalam ukuran butir yaitu ukuran grain =/>0. Batugamping allochton adalah batugamping yang komponennya berasal dari sumbernya oleh fragmentasi mekanik. Batugamping ini dibagi menjadi 6 macam yaitu: mudstone. Gambar 2. Berdasarkan cara terjadinya. yaitu batugamping allochton dan batugamping autochton.2.4 Klasifikasi Embry Klovan(1971) 9 . Batugamping autochton adalah batugamping yang komponen penyusunnya berasal dari organisme yang saling mengikat selama pengendapannya. Dengan demikian klasifikasi Embry & Klovan sangat tepat untuk mempelajari fasies terumbu dan tingkat energi pengendapan. wackestone.5 Klasifikasi Embry and Klovan (1971) Klasifikasi ini didasarkan pada tekstur pengendapan dan merupakan pengembangan dari klasifikasi Dunham (1962) yaitu membedakan % butiran yang berdiameter </= 2 mm dari butiran yang berdiameter > 2m. grainstone. kemudian mengalami transportasi dan diendapkan kembali sebagai partikel padat. Embry & Klovan membagi batugamping menjadi dua kelompok.03 – 2 mm dan ukuran lumpur karbonat <0. bindstone (tersusun oleh biota berbentuk menegrak atau lempengan) dan framestone (tersusun oleh biota berbentuk kubah atau kobis). floatstone danrudstone.4.03 mm. packetone. Batugamping ini dibagi menjadi 3 yaitu: bafflestone (tersusun oleh biota berbentuk cabang).

sebagian mengalami trasportasi ke arah daratan. Endapan-endapan karbonat yang dihasilkan akan terakumulasi pada shelf. Terumbu adalah suatu timbulan karbonat yang dibentuk oleh pertumbuhan organisme yang insitu. paparan cekungan dangkal (shallow basin platform) yang meliputi middle shelf danouter shelf adalah tempat produksi endapan karbonat yang utama dan kemudian tempat ini disebut sebagai subtidal carbonate factory. mempunyai potensi untuk berdiri tegar dan membenrtuk struktur topografi yang tahan gelombang. Terumbu merupakan salah satu sumber produksi endapan karbonat di paparan atau cekungan di luar paparan. atau lagoon. James (1979) membagi fasies terumbu masa kini secara fisiografi menjadi 3 macam: Gambar 2. pantai. yaitu ke cekungan yang lebih dalam. yaitu ke tidal flat. Pada lingkungan laut yang dalam jarang terbentuk endapan karbonat.2.sedangkan sebagian lagi mengalami trasportasi ke arah laut. kecuali merupakan hasil jatuhan dari plankton yang mensekresikan kalsium karbonatdan hidup di air permukaan.5 Lingkungan Pengendapan dan Fasies Terumbu Meskipun lingkungan pembentukan endapan karbonat dapat terjadi mulai dari zona supratidal sampai cekungan yang lebih dalam di luar shelf.5 Fasies Pembentukan terumbu (James 1979) 10 .

dan nodule dari ganggang karbonatan dan merupakan daerah berenergi sedang dan tempat akumulasi rombakan terumbu. Kondisi airnya tenang. 3. wackestone dan mudstone dan banyak dijumpai struktur jejak dan bioturbasi. 2. Sub-fasies terumbu depan (reef front) Litologi berupa bafflestone.1. baik horizontal maupun vertikal. Litologi berupa packetone. grainstone. b. c. Semakin jauh dari inti terumbu (kearah laut) litologi berubah menjadi packstone. wackstone dan mudstone. Fasies Depan Terumbu (fore reef facies) Litologi berupa grainstone dan rudstone dan merupakan lingkungan yang mempunyai kedalaman >30m dengan lereng 45 . bindstone dan framestone dan merupakan daerah berenergi lemah-sedang. Sub-fasies puncak terumbu (reef-crest) Litologi berupa framestone dan bindstone. Fasies Belakang Terumbu (back reef facies) Fasies ini disebut juga fasies lagoon dan meliputi zona laut dangkal (< 30m) dan tidak berhubungan dengan laut terbuka. sebagai hasil pertumbuhan biota jenis kubah dan mengerak dan merupakan very high energy zone. Sub-fasies terumbu belakang (back reef) Litologi berupa bafflestone dan floatstone dan merupakan daerah energi lemah dan relatif tenang. d.60°. Berdasarkan litologi dan biota penyusunnya. Fasies Inti Terumbu (reef core facies) Fasies ini tersusun oleh batugamping yang masif dan tidak berlapis. dan banyak biota penggali yang hidup di dasar. 11 . Sub-fasies dataran terumbu (reef flat) Litologi berupa rudstone. fasies ini dapa dibagi menjadi 4 sub-fasies yaitu: a. sirkulasi air terbatas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful