PERTARUHAN PROFESIONALITAS, INTEGRITAS ETIKA, AKUNTABILITAS AKUNTAN INDONESIA DI AJANG PEREKONOMIAN GLOBAL

Disusun oleh: 1. 2. 3. Achmad Iswahyudi Dhanta Tri Kusuma Wardhana Fatimatuz Zahro 090810301188 080810391055 100810301134 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Akuntansi dalam profesinya menjadi tulang belakang (backbone) sistem informasi keuangan organisasi. Informasi disini digunakan oleh stakeholder guna mengambil keputusan untuk pengalokasian sumberdaya ekonomi, salah penginformasian akan memberikan dampak ekonomi secara fatal pada organisiasi. Sehingga sangat dibutuhkan kualitas akuntan yang baik untuk mewujudkan laporan keuangan yang relevan dan andal. Kualitas tersebut diantaranya profesionalitas, integritas akuntan. Setelah ketiga hal tersebut terpenuhi, barulah kita meninjau standar akuntansi yang berlaku apakah sudah menjamin terciptanya laporan keuangan yang memiliki kualitas tinggi atau belum. Standar merupakan pedoman yang dapat diterima secara umum dalam lingkup nasional bahkan dalam lingkup internasional (IFRS). Setelah semua kualitas akuntan dan kualitas standar terposisikan dengan baik barulah akuntansi dan profesinya (akuntan) dapat menjadi motor penggerak perwujudan “transparency dan accountability”, dimana kedua hal ini menjadi aspek utama dalam perwujudan GCG (Good Corporate Governence). Standar Akuntansi berkembang sesuai dengan lingkungan bisnis dia berada. pada era globalisasi seperti sekarang ini, mobilitas perdagangan, bisnis, dan manufaktur tidak lagi dibatasi teritorial negara. Kebutuhan akan laporan keuangan yang berkualitas meningkat pada waktu yang bersamaan. pada akhirnya dibentuklah International Financial Report Standard(IFRS), dengan tujuan untuk menjadikan satu standar akuntansi keuangan yang dapat diterima secara global guna untuk meningkatkan daya banding dari laporan keuangan. Selain itu standar ini juga dapat

memberikan relevansi dan keandalan lebih baik dari standar yang ada sebelumnya (khususnya di Indonesia). Pada beberapa negara yang telah mengadopsi IFRS secara penuh mengakui bahwa ada peningkatan pertumbuhan dan profitabilitas entitas. Misalkan di London yang telah mengadopsi secara penuh berdasarkan penelitian George Iatridis mengemukakan bahwa “under IFRSs, key financial figure such as profitability and growth, appear to be higher”. Namun hal ini tentu juga akan memakan biaya pembuatan laporan keuangan yang banyak, guna menyatakan pos-pos yang nilai fair valuenya belum dapat di identifikasi dengan mudah(menggunakan jasa appraiser) dan juga biaya transisi laporan keuangan juga besar sehingga semakin tidak terkejarnya tantangan akuntansi yang sudah ada sebelumnya yakni “cost and benefit” Selain itu, peralihan yang dulunya menggunakan rule-based menjadi principle based sehingga dalam pengaplikasiannya membutuhkan professional judgement. Karena membutuhkan professional judegement maka profesionalitas dan integritas moral akuntan sangat dibutuhkan. Sedangkan di Indonesia sendiri tantangan pengaplikasiannya dari segi profesionalitas, akuntan masa depan(saat IFRS di implementasikan)harus memiliki keahlian tinggi tidak hanya bisa membuat laporan keuangan namu juga bisa memberikan judgement yang akurat dalam hal pemecahan masalah akuntansi di masa mendatang. Dimana keahlian akuntansi yang memadai akan mengarahkan pada terwujudnya laporan akuntansi yang berkualitas tinggi. Selanjutnya dari segi integritas moral, dengan adanya banyak profesional judgement, maka semakin banyak komponen laporan keuangan yang didasarkan pada subjektivitas akuntan, sehingga apa betul kesiapan moral akuntan Indonesia akan mampu memberikan laporan keuangan yang dapat memiliki kualitas tinggi seperti yang dicita-citakan? Hal ini akan kita bahas lebih lanjut pada bab berikutnya. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana kesiapan SDM akuntan Indonesia dalam pengimplemantasian IFRS jika

dihubungkan dengan kompetensi pendidikan yang diterima mahasiswa dan pendidikan praktis? 2. Sejauhmana integritas etika akuntan Indonesia dalam mewujudkan laporan keuangan yang

memiliki kualitas tinggi dan memiliki nilai tambah bagi stakeholder, dalam era standardisasi IFRS? 3. Tingkat akuntabilitas laporan keuangan yang dihasilkan dalam penerapan IFRS dengan

dukungan perangkat profesionalisme akuntan dan kode etik akuntan?

1.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah dibawah ini adalah : 1. Mengetahui bagaimana kesiapan SDM akuntan Indonesia dalam pengimplemantasian IFRS

jika dihubungkan dengan kompetensi pendidikan yang diterima mahasiswa dan pendidikan praktis. 2. Mengetahui sejauhmana integritas etika akuntan Indonesia dalam mewujudkan laporan

keuangan yang memiliki kualitas tinggi dan memiliki nilai tambah bagi stakeholder, dalam era standardisasi IFRS 3. Mengetahui tingkat akuntabilitas laporan keuangan yang dihasilkan dalam penerapan IFRS

dengan dukungan perangkat profesionalisme akuntan dan kode etik akuntan. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Landasan Teori a. Profesionalitas Profesi adalah sebuah pilihan yang standar silakukan seseorang, sebuah “pekerjaan” yang secara khusus dipilih, dilakukan dengan konsisten, kontinu ditekuni, sehingga orang bisa menyebut kalau dia memang berprofesi dibidang tersebut. Profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan seusai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah. Menurut Arens, et al (2003) auditing, assurance, and ethics pronouncements pada bagian ethics yang ditetapkan oleh international federation of accountant(IFAC) disebutkan bahwa:
 
Profesionalism as, there is a need for individuals who can be clearly identified by clients, employers and other interested parties as profesional accountancy field. profesional competence and due care, a profesional accountant should perform profesional services with due care, competence and diligence and has a countining duty to main-tain profesional knowledge and skill at a level required to ensure that a client or employer receives the advantage of competent profesional service based on up to date development in practice, legislation, and techniques.

b. Kode Etika Profesi

Menurut arens, et al (2006, hal 98), etika (ethics) secara garis besar dapat didefinisaikan sebagai serangkaian prinsip atau nilai moral. Setiap orang memiliki rangkaian nilai seperti itu, meskipun kita memperhatikan atau tidak memperhatikannya secara eksplisit. Para ahli filsafat, organisasi keagamaan, serta kelompok lainnya telah mendefinisikan serangkaian prinsip dan nlai moral ini dengan berbagai cara. Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan perbedaan adat, kebiasaan, kebudayaan, dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu tidak sama. Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah
1. 2. 3. 4. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral-moral dari komunitas, dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya 5. 6. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya.

c. Integritas Integritas adalah sebuah konsep konsistensi tindakan, nilai-nilai, metode, langkah-langkah, prinsip, harapan, dan hasil. Dalam etika, integritas dianggap sebagai kejujuran dan kebenaran yang merupakan kata kerja atau akurasi dari tindakan seseorang. Integritas dapat dianggap sebagai kebalikan dari kemunafikan, dalam yang menganggap konsistensi internal sebagai suatu kebajikan, dan menyarankan bahwa pihak-pihak yang memegang nilai-nilai yang tampaknya bertentangan harus account untuk perbedaan atau mengubah keyakinan mereka. Kata “integritas” berasal dari kata sifat Latin integer (utuh, lengkap) Dalam konteks ini, integritas adalah rasa batin “keutuhan” yang berasal dari kualitas seperti kejujuran dan konsistensi karakter..

perusahaan nirlaba. Akuntabilitas Akuntabilitas adalah sebuah konsep etika yang dekat dengan administrasi publik pemerintahan (lembaga eksekutif pemerintah. d. yayasan dan perusahaan-perusahaan.Dengan demikian. antar individu. yang dapat dipertanyakan (answerability). menjelaskan terhadap tiap-tiap tindakan dan keputusannya agar dapat disetujui maupun ditolak atau dapat diberikan hukuman bilamana diketemukan adanya penyalahgunaan kewenangan . Sistem nilai yang dapat berkembang dari waktu ke waktu sementara tetap mempertahankan integritas jika mereka yang mendukung account nilai untuk dan menyelesaikan inkonsistensi. Dalam peran kepemimpinan. menjelaskan dan dapat dipertanyakan bagi tiap-tiap konsekuensi yang sudah dihasilkan. Akan tetapi hal ini sering dapat digambarkan sebagai hubungan antara yang menyangkut saat sekarang ataupun masa depan. lembaga legislatif parlemen dan lembaga yudikatif Kehakiman) yang mempunyai beberapa arti antara lain. Abstraksi mendalam Sebuah sistem nilai dan berbagai interaksi yang berlaku juga dapat berfungsi sebagai faktor penting dalam mengidentifikasi integritas karena kongruensi atau kurangnya kongruensi dengan pengamatan. dan pelaksanaan dalam lingkup peran atau posisi kerja yang mencakup di dalam mempunyai suatu kewajiban untuk melaporkan. akuntabilitas dapat merupakan pengetahuan dan adanya pertanggungjawaban tehadap tiap tindakan. nilai dan prinsip keyakinan mereka mengklaim memegang. yang dapat dipersalahkan (blameworthiness) dan yang mempunyai ketidakbebasan (liability) termasuk istilah lain yang mempunyai keterkaitan dengan harapan dapat menerangkannya salah satu aspek dari administrasi publik atau pemerintahan. akuntabilitas merupakan istilah yang terkait dengan tata kelola pemerintahan sebenarnya agak terlalu luas untuk dapat didefinisikan. seseorang dapat menghakimi bahwa orang lain “memiliki integritas” sejauh bahwa mereka bertindak sesuai dengan. keputusan dan kebijakan termasuk pula di dalamnya administrasi publik pemerintahan. hal ini sebenarnya telah menjadi pusatpusat diskusi yang terkait dengan tingkat problembilitas di sektor publik. hal ini sering digunakan secara sinonim dengan konsepkonsep seperti yang dapat dipertanggungjawabkan (responsibility). produk. kelompok sebagai sebuah pertanggungjawaban kepentingan merupakan sebuah kewajiban untuk memberitahukan.

Belanda. 4. yang oleh karena perkembangan ini maka International Accounting Standards (IAS) kemudian juga dikembangkan menjadi International Financial Reporting Standards (IFRS). IFRS sebagai sebuah kerangka dan interprestasinya yang diadopsi oleh IASB memiliki peraturan yang luas terdiri dari: 1. 5. Sebagian besar standar yang menjadi bagian dari IFRS sebelumnya merupakan International Accounting Standards (IAS). 2. kode etik. Berbeda dengan standar lokal/PABU lokal yang berbeda antar negara dan pasar modal. IAS diterbitkan antara tahun 1973 sampai dengan 2001 oleh International Accounting Standards Committee (IASC). Canada. Mexico. IFRS yang pertama terbit pada Juni 2003. International Standard Audits (IAS) – standar yang diterbitkan sebelum 2001. IFAC didirikan oleh badan profesi akuntan dari 63 negara pada bulan Oktober 1977. Jepang. yaitu Australia. Pada bulan April 2001. dan Amerika Serikat. dan kaidahkaidah bagi akuntan dalam berbisnis. Jerman Barat.1999). Standing Interpretations Committee (SIC) – yang diterbitkan sebelum 2001.Sejarah International Financial Repoting Standards IFRS Terdapat dua badan penyusun standar yang berkaitan dengan praktik akuntansi secara internasional yaitu The International Accounting Standards Committee (IASC) dan The International Federation of Accountant (IFAC). Sedangkan IFAC lebih memfokuskan pada upaya pengembangan International Standard Audits (ISA). IASC lebih berkonsentrasi untuk menyusun International Accounting Standards (IAS). 2008) . Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements. dapat dipahami dan dapat diperbandingkan (Choi et al. International Financial Reporting Issues Committee (IFRIC) – yang diterbitkan setelah tahun 2001. Pada April 2001 The International Accounting Standards Committee (IASC) berkembang menjadi The International Accounting Standards Board (IASB). 3. IFRS adalah seperangkat aturan yang seragam dan secara teori. Inggris. IASB mengadospsi seluruh IAS dan melanjutkan pengembangan standar (Natawidnyana.. diaplikasikan dengan cara yang sama terhadap semua perusahaan publik di pasar modal atau negara yang mengadopsi standar ini. Kesepakatan pembentukan IASC terjadi pada Juni 1973 di Inggris yang diwakili oleh organisasi profesi akuntansi dari sembilan negara. kurikulum pendidikan. International Financial Reporting Standards (IFRS) – standar yang dikeluarkan setelah tahun 2001. Prancis. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi.

maka sudah selayaknya harus ada kesiapan sumberdaya dan kemampuan sistem untuk mengantisipasi perubahan perekonomian yang dinamis. Dengan kondisi perekonomian semakin mengglobal ini. Kondisi di Indonesia pada proses transisi menuju standar laporan keuangan international (IFRS) masih terdapat kendala dalam pengaplikasiannya. peranan laporan keuangan dan akuntan menjadi semakin penting karena berperan sebagai tulang punggung (backbone) dunia bisnis sebagai pusat informasi keuangan organisasi. akuntansi dan segala komponennya termasuk kualitas laporan keuangan dan profesi akuntansi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan ekonomi. akuntansi dan perangkatnya dapat menjadi penggerak terciptanyaGood Corporate Governence yang ciri utamanya adalah keterbukaan. Dan dengan . 2 Analisis Di dalam suatu perekonomian yang berbasis kekuatan pasar. Dengan adanya penyalah sajian atau kualitas laporan keuangan yang buruk. lembaga pendidikan belum mampu mencetak akuntan yang memiliki keahlian dan kompetensi berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan pemakai. Yang patut menjadi perhatian utama adalah kualitas pengungkapan serta kualitas pencatatan dan pertanggungjawaban laporan keuangan. Cepat atau lambat kegiatan perekonomian Indonesia harus dapat berhubungan dengan pihak luar secara efisien dan efektif. IFRS sebagai standard laporan keuangan Internasional perlu diterapkan di Indonesia agar Indonesia mendapat pengakuan maksimal dari komunitas internasional (Sri Mulyani. Padahal gagalnya sistem akuntansi berimplikasi terhadap masyarakat luas. Selain itu dengan adanya isu globalisasi prekonomian. 2007). dan dari pihak luar negeri juga menghendaki adanya transparansi keuangan dan kualitas laporan keuangan yang tinggi guna memenuhi kebutuhan calon investor international. itulah sebabnya akuntansi dapat dibilang memiliki posisi paling depan dalam penciptaan profit dan memenangkan persaingan. maka alhasil keputusan yang diambil tidak akurat sehingga banyak sumberdaya perusahaan yang tidak termanfaatkan secara maksimal. maka standard an kebijkana akuntansi haruslah berdasarkan standar yang diterima umum lingkup international (IFRS). Adanya dinamika lingkungan bisnis dan peralihan akan kebutuhan laporan keuangan yang lebih relevan dan andal. Laporan keuangan menjadi hal yang sangat penting karena digunakan sebagai bahan pengambil keputusan ekonomi. Sehingga akuntan dapat mendapat pujian atas jasanya dalam pengungkapan secara penuh dan jujur (disclosure) namun dapat juga mendapat kecaman masyarakat bahkan ancaman pidana. Keberhasilan perbaikan kualitas laporan keuangan menjadi tantangan akuntan masa depan. Lebih besar daripada memenuhi kebutuhan investor.2. Pada kenyataannya masih banyak institusi pendidikan.

Sehingga akuntan Indonesia perlu meng-uprade pengetahuan dan keahliannya dalam membuat laporan keuangan sesuai standard yang telah ditaetapkan agar bisa dikatakan profesional sebagai akuntan. profesi pendukung dan regulator. 3. pendidik.diterapkannya IFRS akan menghilangkan hambatan arus modal internasional. Akuntansi keuangan dalam perkembangannya dibagi menjadi 3 periode: 1. Terdapat dua perkembangan penting yang perlu disebutkan: 1. Hal itu akan sulit diterapkan di Indonesia untuk mengikuti perkembangannya sehingga adopsi penuh berkiblat pada IFRS 2009 . Indonesia mulai melakukan adopsi IFRS dimulai tahun 2008 dan akan mengadopsi secara penuh (IFRS 2009) pada awal tahun 2012. tapi perkembangannya sangat pesat. Terdapat banyak sekali perbedaan antara IFRS dan SAK yang sebelumnya diterapkan di Indonesia termasuk yang sebelumnya menggunakan rule-based dalam laporan keuangan. 2. Komitmen IAI melakukan konvergensi IFRS secara material pada tahun 2012 Dari single standart telah berkembang menjadi triple standart. Sehingga konvergensi IFRS dilakukan secara bertahap yang di mulai pada tahun 2008 dan akan dilakukan konvergensi penuh pada tahun 2012 di mana yang menjadi panduan adalah IFRS 2009. . IFRS di Indonesia belum dapat diimplementasikan secara penuh karena terdapat beberapa kendala yang dihadapi. 2. Perkembangan IFRS juga mendapat peran dari negara maju dalam membuat IFRS dan membuat perubahan IFRS begitu cepat dan memerlukan infrastruktur pendukung seperti kesiapan penyusunan laporan keuangan. Perkembangan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia Indonesia belum lama mengenal akuntansi. IFRS yang merupakan standar yang bersumber dari IAS (sebelum menjadi IFRS) dan SIC yang merupakan akuntansi yang sesuai dengan kondisi negara dimana mereka berada. sedangkan IFRS menggunakan principles-based. selama 15 tahun lebih DSAK-IAI telah bekerja dengan giat mengembangkan SAK. auditor. Periode sebelum lahirnya PAI Periode PAI menuju SAK Periode konvergensi IFRS Sejak SAK disahkan dalam kongres VII tahun 1994.

Regulasi tanah di Indonesia berbeda secara signifikan dengan kerangka pengaturan tanah yang digunakan penyusunan standar akuntansi tentang tanah. Masalah terjemahan Ketiadaan standar akuntansi internasional yang resmi dalam bahasa Indonesia mengharuskan adanya profesi penerjemah.Hambatan. auditor. 4. khususnya untuk aset dan kewajiban nonkeuangan. Tingkat kesiapan Pengaturan standar akuntansi international yang principle-based memerlukan kompetensi yang lebih tinggi dibandingkan ruled-based karena banyak menggunakan profesional judgement. 2. Profesi ini menyita banyak waktu dan sumber daya untuk menghasilkan terjemahan yang sesuai dengan pengertian dalam bahasa aslinya. Demikian juga regulasi terkait dengan ekuitas perusahaan. Sehingga akan diperlukan penyesuaian-penyesuaian terkait dengan pengaturan tanah di beberapa standar akuntansi. Kelangkaan pendanaan kata yang tepat dan kurang efisiennya padanan kata yang ada menyebabkan hasil terjemahan seringkali kurang dapat dimengerti dengan baik oleh pemakai standar akuntansi. . Infrastruktur lingkungan ekonomi Penerapan IFRS yang sarat dengan konsep nilai wajar memerlukan informasi pasar atas aset dan kewajiban yang tidak semuanya tersedia di Indonesia. seperti pertanahan. dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam konvergensi IFRS antara lain: 1. Ketiadaan informasi pasar. profesi penunjang. Mengharuskan perusahaan untuk menggunakan teknik valuasi yang sarat dengan asumsi-asumsi yang jika berbeda sedikit saja akan menghasilkan nilai wajar yang berbeda secara signifikan. 3. masalah. tetapi dari fluktuasi nilai wajar aset atau kewajiban. dan regulator harus mandukung penerapan standar akuntansi internasional tersebut dan dominannya penggunaan konsep nilai wajar mengharuskan kompetensi tertentu. Tingkat inflasi yang relative lebih tinggi dibandingkan negaranegara maju akan memungkinkan voltalitas laporan laba rugi yang relative tinggi yang bukan berasal dari aktivitas penciptaan nilai tambah. Aspek regulasi Beberapa regulasi yang berlaku di Indonesia mengatur hal yang berbeda dengan IFRS. akademisi. Kompetensi penyusunan laporan keuangan.

Jika ditinjau lebih lanjut dengan penggunaan “akuntansi fair value” maka akan terjadi “trade off” antara standar kualitas akuntansi relevan dan keandalan. kecurangan. namun bagaimanapun pada tahun 2012 kita sudah berkomitmen untuk full adoption sudah pasti akuntan Indonesia harus sudah dapat menerima tantangan itu. Di Indonesia telah ada norma dalam mengatur pekerjaan auditor. . dan juga kemampuan berkomunikasi secara baik dengan pihak intern perusahaan guna mendapatkan informasi tentang alasan pemilihan metode akuntansi. andal. teknis. Profesional judgement diperlukan karena tidak adanya pengaturan yang baku atas suatu transaksi atau satuan akun. Selain itu dari pihak auditor juga harus memiliki kecermatan dan kemahiran profesional. Kedua. manipulasi dalam suatu pengauditan. dan tepat waktu. hanya diberikan pengaturan pada prinsip pengakuan. untuk mengukur nilai wajarnya. diantaranya pertama. standar utama tersebut diantaranya. Sehingga akuntan diharapkan memiliki profesionalitas yang kuat. auditor juga wajib menemukan ketidakberesan. Sehingga ini akan menjadi tantangan profesionalisme akuntan untuk selalu update tentang informasi nilai wajar asset(kecuali penilaian asset yang tidak mempunyai harga pasar). karena terlalu banyak keputusan yang didasarkan profesional judgement. independen dan sikap mental serta kemahiran profesional dengan cermat dan seksama. pengukuran dan penilaian. Terlebih pada era IFRS. perubahan dari historical cost menjadi fair value. di lain pihak keandalan dalam pengukuran nilai wajar bukan perkara yang mudah. Kedua. dimana disatu sisi akuntansi fair value memang bisa menggambarkan keadaan yang lebih real sehingga memiliki daya relevansi yang lebih tinggi.(SAP 2004). Sedangkan untuk asset yang belum diketahui nilai wajarnya. akan memanfaatkan jasa appraiser. peralihan dari rule-based menjadi principle-based. Pengukuran nilai wajar untuk asset dan liabilities adalah tantangan. pertama auditor harus memiliki keahlian. sedangkan untuk akuntan masa depan mereka diwajibkan tidak hanya sekedar mampu membuat laporan keuangan namun dia lebih dituntut untuk bisa memberikan judge yang kuat atas kasus-kasus akuntansi. Dalam IFRS terdapat perbedaaan prinsip dari yang sebelumnya (SAK). yang mana principle based membutuhkan banyak profesional judgement. semua pihak-pihak yang menekuni akuntansi melakukan upgrading skill.Profesionalitas Akuntan di Era IFRS Dalam dunia akuntansi juga sering mengalami perkembangan baik dari sisi standard dan lingkungan bisnis yang menuntut agar akuntan dapat menyajikan laporan keuangan yang lebih relevan.

Dikarenakan ada banyak profesional judgement maka dalam laporan keuangan butuh banyak pengungkapan. Namun pemahaman mengenai isi dan rencana implementasi standar ini di Indonesia belum begitu luas. yang selama ini masih membutuhkan bantuan konsultan dan akuntan publik dalam pembuatannya. Diskusi dan sosialisasi masih terbatas di kalangan profesi dan dunia perguruan tinggi. Selain itu akuntan Indonesia akan memeiliki peran dan akses untuk menuju karier secara international. niscaya akan terwujudnya maksud positif dari IFRS dan cita-cita penguatan transparansi dan akuntabilitas tidak menjadi hal yang mustahil untuk terwujud. dan jika sebaliknya maka akuntan Indonesia akan tergeser di negaranya sendiri.Ketiga. Standar yang dikeluarkan IFAC ini merupakan panduan global untuk membentuk akuntan yang profesional. Dan seperti yang saya jelaskan bahwa akuntan masa depan harus memiliki profesionalitas yang tinggi sehingga mampu untuk membuat CALK sendiri. Empat. Jika standar profesional yang terdapat pada SAP telah dijalankan secara maksimal dan adanya gerakan dari semua pihak-pihak yang terlibat dalam penciptaan laporan akuntansi(akuntan. lebih banyak pengungkapan. Seperti yang saya jelaskan diatas. Entry Requirement to a Program of Professional Accounting Education . pemerintah. perubahan esensial dalam IFRS merupakan tantangan profesionalitas yang dihadapi akuntan dalam negeri. karena kurangnya profesionalitas sehingga tergantikan oleh akuntan negara lain yang berkarier di Indonesia. dan pendidik) untuk memberikan gerakan nyata dalam peningkatan profesionalitas. Standar Pendidikan Iternasional dan Pendidikan Akuntansi di Indonesia International Federation of Accountants (IFAC) pada bulan Oktober 2003 yang lalu telah mengeluarkan 7 (tujuh) standar pendidikan internasional (International Education Standards/IES) yang seharusnya berlaku efektif mulai 1 Januari 2005. dengan adanya perkembangan IFRS yang terus menerus diharapkan akuntan dan badan standar akuntansi Indonesia mulai untuk merapatkan barisan dengan standar IFRS hingga benarbenar full adoption. IAI. Berikut overview masingmasing standar untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai standar pendidikan internasional ini. yang memang memakai ruled-baseddimana sudah jelas dengan pendekatan apa suatu akun dinilai. ü IES 1. tidak seperti PSAK sebelum adopsi IFRS.

atau sebagian lagi pada higher education level dibawah undergraduate degree. Standar ini menentukan muatan pengetahuan yang dipersyaratkan. 2. dan  organizational and business management skills. finance and related knowledge. diuraikan persyaratan awal untuk memasuki pendidikan profesional akuntansi sebaiknya paling tidak setara dengan persyaratan untuk memasuki program tingkat universitas atau ekuivalennya. yang terdiri dari 3 bidang pengetahuan utama. accounting. Seseorang yang berminat untuk menjadi Akuntan yang profesional sebaiknya memperoleh keahlian sebagai berikut: 1. Professional Skills Contents. interpersonal and communication skills. Selain keahlian profesional. ü IES 4. dan 3. ü IES 3. organizational and business knowledge. Content Of Professional Accounting Education Programs Tujuan IES 2 ini adalah untuk meyakinkan bahwa calon akuntan profesional memiliki pengetahuan profesional akuntansi yang cukup untuk dapat menjalankan fungsinya sebagai Akuntan yang kompeten dalam menghadapi lingkungan yang kompleks dan berubah. Professional Values. personal skills. ü IES 2. Ethics and Attitudes. IES 3 mengatur tentang keahlian profesional serta pendidikan umum bagi Akuntan profesional. program yang lain dimulai pada immediate postsecondary level. . yaitu: 1. program pendidikan profesional sebaiknya juga meliputi pendidikan umum. 2. Starting point program professional akuntansi ini dapat bermacam-macam. technical and functional skills. Beberapa program dimulai pada post graduate level. intellectual skills. 3. information technology knowledge and competences.Dalam IES 1.

dan mengujikan pemahaman dasar pengetahuan teori serta praktek. ü IES 5. yaitu: . pengembangan berkelanjutan dan belajar seumur hidup. ketaatan terhadap prinsip fundamental etika yaitu integritas. objektivitas. Periode ini sebaiknya cukup panjang dan intensif sehingga calon Akuntan dapat menunjukkan bahwa mereka telah mendapat pengetahuan.Semua program minimal meliputi antara lain: sifat dasar etika. IES 6 menjelaskan persyaratan penilaian akhir kapabilitas dan kompetensi calon Akuntan sebelum dinyatakan sebagai Akuntan yang memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan. Assessment of Professional Capabilities and Competence.IES 4 menentukan nilai profesional. IES 5 mempersyaratkan suatu periode pengalaman praktis dalam melaksanakan pekerjaan sebagai bagian dari program pre kualifikasi Akuntan profesional. nilai.Cakupan nilai dan sikap yang diajarkan sebaiknya meliputi komitmen bagi kepentingan publik dan sensitivitas atas tanggung jawab sosial. Continuing Professional Development: A Program of Lifelong Learning and Continuing Development of Professional Competence Pelaksanaan pengembangan profesional berkelanjutan ini dapat dilakukan melalui 3 jenis pendekatan. tanggungjawab.Nilai. etika dan sikap Akuntan profesional yang diwajibkan termasuk komitmen untuk memenuhi kode etik lokal yang relevan yang seharusnya sesuai dengan kode etik IFAC. etika dalam hubungannya dengan bisnis dan good governance. respek dan kehormatan serta hukum dan regulasi. etika.. komitmen kepada kompetensi profesional. ketaatan kepada standar tekhnis.Kapabilitas dan kompetensi calon Akuntan seharusnya secara formal dinilai oleh asosiasi profesi atau regulator (dengan masukan dari profesi). ketepatan waktu. Program pendidikan akuntansi sebaiknya memberikan kerangka nilai. Practical Experience Requirements. dan kerahasiaan. ü IES 6. dan sikap profesional untuk melatih judgment profesional calon Akuntan sehingga dapat bertindak secara etis ditengah kepentingan profesi dan masyarakat. kepercayaan. keahlian. Secara signifikan. ü IES 7. etika dan sikap akuntan profesional yang seharusnya diperoleh selama pendidikan supaya memenuhi kualifikasi sebagai akuntan profesional. penilaian ini harus tercatat. etika dan sikap profesional yang dipersyaratkan dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai seorang Akuntan yang kompeten.

financial statement audit. dan 3. Dalam hal ini secara periodik Akuntan menunjukkan bukti secara objektif bahwa telah diverifikasi oleh sumber yang kompeten dengan menggunakan metode penilaian kompetensi. Input based approach. Competence Requirements for Audit Professionals Draft IES 8 khusus ditujukan bagi audit professional. (d) Audit Partners. yaitu: 1. 1. tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik dan pihak ketiga lainnya terhadap audit laporan keuangan. Directors and Principals. Namun tentu saja audit professional tersebut harus memenuhi IES 1-7 yang telah dijabarkan diatas. dan (e) Engagement Partners. Manager dan Senior Manager). Adapun jabatan audit professionals yang diatur dalam draft standar ini meliputi: (a) Audit Seniors. (c) Audit Managers (biasanya terbagi atas Assistant Manager. Akuntan luar negeri akan memiliki peluang besar untuk lebih mendapatkan kepercayaan dari masyarakat karena mempunyai capabilitas yang lebih jika akuntan Indonesia tidak berusaha mencapai standar yang seharusnya mereka miliki. 2. Output based approach. Standar spesifik dibutuhkan tidak hanya karena pengetahuan dan keahlian khusus yang dipersyaratkan untuk memenuhi kompetensi pada area audit. (b) Audit Supervisors. dengan mewajibkan Akuntan untuk menunjukkan bahwa mereka telah mengembangkan dan menjaga kompetensinya. Combination approach. 2.1. . Akuntan Indonesia sangat perlu menyesuaikan dirinya berdasarkan Standar pendidikan yang dibuat oleh IFAC untuk dapat bersaing di era globalisasi.Standar ini akan mengatur pengetahuan khusus bagi audit professional sebagai tambahan IES 2 yang dipersyaratkan bagi Akuntan secara keseluruhan. financial accounting and reporting. ü IES 8. dengan menentukan jumlah tertentu aktivitas pembelajaran yang dipertimbangkan secara tepat untuk dapat mengembangkan dan menjaga kompetensi Akuntan. information technology. Tambahan pengetahuan tersebut meliputi 3 bidang. Merupakan kombinasi dua pendekatan di atas.

Telah banyak yang dilakukan IAI dalam persiapan adopsi penuh IFRS seperti pelatihan-pelatihan bagi para praktisi maupun akademisi. Contoh kasus Enron yang berurusan dengan penyelidikan atas penipuan akuntansi dalam laporan keuangan mereka. bahkan seminar ke berbagai perguruan tinggi untuk sosialisasi IFRS. Interaksi transaksi dilandasi oleh semangat persaingan. Kesiapan Integritas Etika Akuntan Indonesia di Era IFRS Secara Umum. 3. untuk bersama-sama berinteraksi dalam membentuk seorang akuntan yang profesional. dan sudah barang tentu dalam pendidikan itu mengajarkan esensi IFRS. dunia usaha dan industri serta pemerintah. keahlian. pengakuan pendapatan dengan metode “gross booking” hasilnya dianggap kurang . Sedangkan dalam dunia akuntan publik strategi ini akan menimbulkan “crash” terhadap etika atau standar profesi karena bagaimanapun akuntan harus tetap berada pada posisi netral. 4. Pada praktek ekonomi dunia jelas dengan kasat mata banyak gejolak dan persaingan tidak sehat. dunia pendidikan. Disini juga memanfaatkan celah pada pengakuan pendapatan misal. proses penilaian kapabilitas dan kompetensi calon akuntan di tempat kerja. Pada intinya harus ada strategi pendidikan yang harus diterapkan guna meningkatkan profesionalitas. etika dan sikap profesional yang dipersyaratkan bagi calon akuntan. 2. penyusunan kurikulum dan silabus yang berisikan muatan pengetahuan. IFAC juga membuat panduan bagi seluruh stakeholder yang terkait yaitu: Asosiasi profesi. “memaksa” setiap pelakunya untuk bersikap proaktif biasanya dengan melakukan strategi tukang jahit atau custom made yang dalam prakteknya menempatkan “pelanggan sebagai raja”. Kedua. penentuan persyaratan masuk program pendidikan profesional akuntansi.Dengan adanya standart profesional akuntansi. dan obyektif. serta mendorong akuntan profesional di tempat kerjanya untuk senantiasa mengembangkan pendidikannya secara berkelanjutan. pengakuan pendapatan. Pertama adalah prinsip biaya historis (historical cost) yang seringkali menggunakan celah pada prinsip ini. Penipuan akuntansi dapat berasal dari perkembangan rekayasa akuntansi. Sudah tentu profesi akuntan turut andil dalam dinamika ekonomi global. Perguruan tinggi dan asosiasi profesi harus bekerja sama dalam mengimplementasikan IES dalam hal: 1. 5. independen. 6. nilai. proses penilaian kapabilitas dan kompetensi calon akuntan Dunia kerja dan asosiasi harus bekerja sama dalam mengimplementasikan IES dalam hal: pemantauan pengalaman praktis calon akuntan profesional. dengan menjadi sumber informasi keuangan. situasi persaingan di dunia bisnis yang semakin ketat.

Kita perlu belajar dari Jhon M Huntsman dalam bukunya Winners Never Cheat mengajarkan pada kita harus selalu memerikasa “moral compass” dalam langkah yang hendak kita tempuh. Dalam Standar Akuntan Publik telah terdapat poin penekanan bahwa pentingnya perlindungan kepentingan publik melalui indpendensi dan kejujuran seorang auditor dalam menjalankan profesinya. dan pasar keuangan begitu kasat mata. menjadi percuma jika masih ada moral hazard di dalam tubuh organisasi. pasar saham. Terlebih dengan adanya standar akuntansi IFRS yang akan berlaku aktif mulai 2012 tahun depan. yakni “international financial reporting standard” yang dalam konsepnya utamanya adalah principle based. Secara umum. kecurangan di dunia perbankan. fair value. bukan hanya menampilkan hal-hal yang baik saja. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya bahwa dalam kehidupan dunia usaha persaingan tak sehat. WorldCom. Sunbeam. Dengan melihat kasus Enron . dikhawatirkan akuntan local akan kalah bersaing dengan akuntan luar negeri yang lebih dipercaya. PLN. Meskipun ada standar profesional. dll sekan menjadi penjelas bahwa adanya borok akut yang menjangkiti profesi-profesi yang terkait dengan aktivitas keuangan terutama profesi akuntan. Kimia Farma. lebih banyak pengungkapan dan dinamis. namun hasilnya jauh dari yang di cita-citakan. Masalah kekecewaan terhadap akuntan lokal bukan dimulai sejak ada wacana akan ada standar akuntansi yang baru(IFRS).menggambarkan “real revenue”. . Akuntansi menjadi salah satu faktor tumbuh suburnya kecurangan dalam dunia binnis. Prinsip keempat adalah (full disclosure) disini harus benar-benar full disclosure. yang tadinya akuntan dijadikan harapan untuk menjadi motor penggerak transparansi dan akuntabilitas. dan menyingkirkan jauh-jauh bagian yang merugikan. Bank Lippo. Masyarakat menyadari krisis moralitas dalam profesi akuntansi. kode etik profesi adalah serangkaian norma tertulis yang mengatur perilaku anggota profesi (Wisnhu Kameshwara Armand). Pertamina. bagi kehidupan profesi. melainkan sudah sejak dari bergulirnya kasus Bank Bali. Bulog. Langkah yang diambil adalah pembentukan standar yang meminimalisasi kecenderungan penyimpangan diatas degan membuat standar baru yang dapat diterima secara global. Xerox. Prinsip ketiga adalah konsepmatching concept.

sehingga dapat menjadi jembatan keseragaman laporan keuangan entitas di dunia. Terlebih dalam era IFRS yang sudah tidak lagi menggunakan rule-based. Namun akuntabilitas ini dapat tercapai jika dipenuhinya syarat profesionalitas dan integritas etika yang tinggi. misal menggunakan “fair value” dalam penilaian asset dan liabilities memberikan data yang lebih relevan dan juga karena IFRS merupakan standar internasional maka. Indonesia tentu akan mengikuti standar ini karena beberapa hal. Jenjang karier indonesia akan lebih mudah. terlepas dari maksud tersebut para akuntan wajib meningkatkan skill profesional mereka karena dengan adanya standar yang mengglobal maka negara yang patuh terhadap standar tesebut akan digolongkan sebagai akuntan internasional. oleh karena itu auditor harus mengasah kemampuanya dan juga mengasah etika guna memberikan titik terang dalam perwujudan transparansi akuntansi (laporan keuagan). Akuntabilitas Laporan Keuangan IFRS kurang lebih sudah memiliki kualitas laporan keuangan yang dihasilkan lebih baik. banyak perusahaan merasakan manfaat dari laporan keuangan. BAB III PENUTUP 3. Persiapan SDM untuk menunjang profesionalitas akuntan di era IFRS masih kurang maksimal. terlebih pada masa transisi standar akuntansi keuangan menuju basis IFRS dan berkomitmen untuk full adoption di awal tahun 2012. namun dalam aktivitasnya kita melakukan sebaliknya. Serta dibutuhkan etika yang dapat .1 Kesimpulan Dengan adanya standar akuntansi IFRS yang bermaksud membuat satu standar yang lebih memiliki kualitas laporan laporan keuangan yang tinggi. itulah yang menjadi dilema dalam kecurangan akuntansi untuk mengatasi hal ini seharusnya ada regulasi yang ketat dan lagi-lagi disini peran auditor untuk menjadi problem solver dalampengidentifikasian masalah. melihat sebagian besar perguruan tinggi di indonesia masih jarang yang memberikan materi-materi akuntansi keuangan yang berbasis IFRS sehingga akuntan masa depan masih kurang siap dalam pengaplikasianya di tahun 2012.Mungkin semua prosedur pencatatan sudah dilakukan sesuai standar yang berlaku. laporan keuangan yang menggunakan standar ini memiliki nilai akuntable yang lebih baik dan kontrol terhadap lebih kuat karena mempunyai kesamaan standard. Profesionalitas dan etika akuntan seharusnya dimulai sejak menempuh pendidikan.

Mark S. Bisa dikatakan full adoption IFRS 2012 ini merupakan momen yang tepat untuk memperbaiki citra akuntan baik local maupun akuntan internasional. E. Elder Randal J. 2006. Perguruan Tinggi. Tidak hanya mengenalkan tetapi sampai kepada penerapan IFRS dan melatih mahasiswa menjadi decision maker dalam kegiatan perkuliahan. Vol II nomor 2. A. karena bagaiamanapun memiliki profesionalitas namun jika tidak ada etika maka itu dapat meruntuhkan profesionalitas itu sendiri. Edisi vol III nomor 1 Internet Etika Profesi Akuntan Publik. Kejahatan Akuntansi dan Kesiapan Kita. Dosen. Mahasiswa. Armand. Darwis. Auditing dan Jasa Insurance. Auditing and Assurance Service and Integrated Approach. Edisi IX.com/berita-119-etika-profesi-akuntanpublik.html. Mark S. 2005. K. untuk memberikan pemahaman tentang IFRS.A. Beasley. Pretice Hall : New Jersey. W. DAFTAR PUSTAKA Arens. EBAR. Studi Kasus Profesi Akuntan (Publik) dan Etika. Jakarta : Erlangga. A. Beasley. untuk selalu update informasi dan mengasah kemampuannya untuk memahami bidang keilmuannya (akuntansi) untuk dapat bersaing di era global. T. Jilid I.A. 3.mendunkung profesionalitasnya. 2003. 2007. maka diharapkan kepada pihak: a. 2010. Dan sejak awal ditanamkan budaya kejujuran dan saling menghargai membentuk para lulusan (akuntan) yang profesional dan mempunyai integritas etika yang baik.2 Saran Dengan ditetapkannya full adoption IFRS (2009) pada awal tahun 2012. EBAR. http://www.ruqayahimwanah. [ 26 November 2011] . Arens. EBAR. Edisi I Wahyuni. untuk selalu memperbaiki kurikulum pendidikannya sesuai dengan kondisi dan mengikuti perubahan yang ada. Darwis. Elder Randal J. Dengan laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntan yang profesional dan mempunyai integritas etika yang tinggi maka dapat menghasilkan laporan keuangan yang akuntable. c. b. Konvergensi IFRS 2012 dan Iimplikasinya Terhadap Dunia Pendidikan Akuntansi di Indonesia.

16 April 2012 Peranan Akuntan dan Globalisasi. http://id.Ikatan AkuntansiIndonesia. http://www.org/wiki/Akuntabilitas [26 November 2011] Julio Caesar. http://indrasetiawan17.com/2011/02/kode-etik-profesionalisme-dan-prinsip. (Tanpa Tahun).iaiglobal. [1 Desember 2011] wikipedia. (Tanpa Tahun).id/ppa. http://www.or. Standart Pendidikan Intenasional IFAC. perubahan ini merupakan perubahan lingkungan bisnis eksternal yang akan menekan .php?id=6.id/ppa. terutama dengan munculnya perdagangan bebas sebagai bagian dari globalisasi dalam bidang perekonomian. Implementasi Standart pendidikan IFAC.or. [25 November 2011] Indra Setiawan. (Tanpa Tahun). Suatu Tinjauan dari Perspektif Corporate Governance ABSTRACT Fenomena globalisasi secara umum membawa pengaruh signifikan terhadap perkembangan perekonomian dunia. membawa konsekuensi kepada perusahaan sebagai aktor utama dalam setiap perekonomian.wikipedia.http://id. Terjadinya perdagangan bebas menyebabkan aliran produk dan jasa. Untuk konteks perusahaan sebagai institusi bisnis. Standar Pelaporan Keuangan Internasional.blogspot. (Tanpa Tahun). Dalam kaitan ini baik Negara maupun pelaku usaha harus mempersiapkan diri secara baik untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang disebabkan oleh globalisasi.org/wiki/Sta ndar_Pelaporan_Keuangan_Internasional. [13 Maret 2010] wikipedia. Kode Etik Profesionalisme dan Prinsip Etika. (Tanpa Tahun). Definisi Integritas Dan Pengertian Integritasindolibrary. [26 Novembe2 2011] Mailisa Putri Senin. Akuntabilitas.http://juliocaesarz.php?id=5. [25 November 2011] Ikatan AkuntansiIndonesia.com. baik untuk sektor riil maupun sektor keuangan.iaiglobal.wordpress. (Tanpa Tahun).html.wikipedia.

2003). sehingga infornasi yang dihasilkan proses akuntansi dapat sesuai dengan harapan pihak yang berkepentingan secara global. Globalisasi merupakan fenomena yang bersifat multidimensi. Dalam hal ini peranan akuntan dan profesi akuntan (IAI) diharapkan dapat memperkuat implementasi International Financial Reporting Standard (IFRS). Bebasnya arus barang dan jasa serta berbagai faktor produksi dalam era globalisasi menyebabkan batasan Negara secara demografis menjadi tidak relevan. baik untuk institusi bisnis maupun publik. sehingga mampu menerima manfaat dari globalisasi. dan lainnya(Intriligator. Tulisan ini membahas peranan akuntan dalam kaitannya dengan globalisasi dari sudut pandang corporate governance. sejak tahun 2012 Indonesia telah membuat komitmen untuk menerapkannya. kesehatan. Tantangan yang dihadapi akuntan di Indonesia saat ini adalah masih belum meadainya pemahaman terhadap konsep IFRS. lingkungan. diantaranya terwujud dalam bentuk . Proses bagaimana globalisasi mempengaruhi proses sosial dalam suatu masyarakat bisa terlihat dari kesiapan berbagai pihak dalam menghadapi globalisasi tersebut. Setiap pihak yang terlibat dan berkepentingan dengan globalisasi perlu memahami secara baik pengaruh globalisasi yang bersifat multidimensi. keamanan. Fokus dari konsep globalisasi dalam kaitan ini berhubungan dengan dimensi ekonomi. Hanya pihak yang siap yang akan memperoleh keuntungan dari peluang dari globalisasi. Dalam kaitan ini laporan keuangan yang dihasilkan melalui proses akuntansi dan diaudit sesuai dengan prinsip yang memenuhi standar internasional diperlukan agar dapat diandalkan.2006). sehingga organisasi profesi (IAI). budaya. I. politik. mencakup dimensi ekonomi. sehingga dapat berkompetisi dengan akuntan luar negeri di dalam menjalankan tugas profesinya. Pendahuluan 1.perusahaan untuk mampu menghasilkan daya saing yang kuat. Dalam kaitannya dengan standar akuntansi yang dapat diterima secara global. Dengan demikian diharapkan akuntan di Indonesia memiliki keunggulan bersaing. akurat. setelah mempelajari dan menganalisis informasi yang relevan sebelum membuat keputusan. Sebagai suatu sistem yang dipercaya mampu untuk meningkatkan control dan akuntabulitas perusahaan. sosial. Investor dari berbagai Negara cenderung melakukan investasi di Negara lain yang menjajikan prospek lebih baik. Salah satu informasi yang digunakan adalah informasi keuangan yang merupakan produk dari suatu proses akuntansi. terpercaya serta dapat diperbandingkan. di dalam corporate governance peranan akuntan dipandang sebagai profesi yang dikenal dengan reputasinya. Pernyataan di atas menunjukkan bahwa globalisasi adalah elemen penting dalam proses sosial sepanjang sejarah manusia.1 Latar Belakang One of the great social processes in the history of humanity is the globalization(Diaconu and Coman. sementara yang tidak siap akan menghadapi globalisasi sebagai ancaman karena hanya akan menjadi pasar produk Negara lainnya yang lebih siap. lembaga pendidikan penghasil calon akuntan serta pemerintah perlu berupaya melakukan sinergi untuk memperkuat pemahaman terhadap IFRS.

professional service. investasi dan pembiayaan. maka setiap Negara harus mempersiapkan diri secara baik di dalam berkompetisi dengan Negara lainnya. World Trade Organization (WTO) telah membagi 6 kelompok dari 40 profesi yang akan bebas terbuka untuk semua negara sebagai dampak dari borderless economy. dimana semua transaksi yang berhubungan dengan aktivitas ekonomi bisa diakses tanpa batasan. Kehadiran sistem perekonomian global dan borderless economy tidak hanya menimbulkan ancaman tetapi juga peluang bagi perekonomian nasional. . Pergerakan sistem ekonomi global ini telah berhasil menembus batas-batas geografis. Pertanyaan yang timbul adalah mengapa akuntan termasuk dalam profesi yang ikut terpengaruh oleh adanya borderless economy? Menurut Maria (2011). membantu perusahaan dalam meyakinkan investor untuk menilai potensi pertumbuhan perusahaan (investing). Hal ini sejalan dengan isu perdagangan bebas sebagai perwujudan dari globalisasi ekonomi. Wujud dari kesepakatan berbagai negara ASEAN tersebut adalah upaya untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN. diantaranya adalahaccountant (akuntan). professional computer service. serta memberikan indikator bagaimana sumber daya keuangan dikelola (financing). Disamping itu. sehingga hal ini menjadi menjadi dasar dalam pembentukanInternational Financial Reporting Standard(IFRS). dan tourism service. maka kaidah dan prinsip yang diterima umum ini seharusnya mengacu kepada standar internasional yang dapat dimengerti oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan informasi keuangan dari berbagai Negara. Laporan keuangan sebagai produk akhir dari suatu proses akuntansi merupakan informasi akuntansi yang disiapkan oleh akuntan. peluang yang ditimbulkan oleh borderless economy juga berpengaruh kepada profesi-profesi yang ikut terlibat di dalamnya. Ekonomi tanpa batas tersebut membawa ekonomi ke ruang gerak yang lebih bebas. Jika dihubungkan dengan globalisasi. Kesepakatan APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) mengindikasikan bahwa perdagangan bebas telah dimulai untuk berbagai negara maju dan berkembang. 2011).globalisasi ekonomi berupa perdagangan bebas. Laporan keuangan bermanfaat untuk mengetahui kondisi operasional perusahaan saat ini(operational issues). Jika suatu negara bisa memaksimalkan potensi sumberdaya (resources) yang dimiliknya. sehingga lazim dikenal dengan ekonomi tanpa batas atau the borderless economy (Aminah. lawyer (pengacara). dipihak lain globalisasi bukanlah sebuah pilihan tetapi merupakan keharusan. Untuk itu dibutuhkan sebuah global accounting rules berstandar internasional. seperti keputusan operasional. Indonesia sebagai salah satu negara yang menandatangani perjanjian perdagangan bebas tersebut telah menyatakan komitmen untuk siap menjalankannya. maka peluang untuk meningkatkan perekonomian negaranya melalui borderless economy bisa dicapai secara lebih otpimal. Dengan kondisi demikian. dan sumber daya manusia serta hal lainnya yang menjadi relevan dalam aktivitas perekonomian yang terangkum dalam the borderless economy. 2010). Dalam kaitan ini Gernon dan Meek (2001) menyatakan dengan tegas bahwa globalization is a reality not a choice. sumber daya modal. dimana akan terdapat arus bebas keluar-masuk berbagai produk dan jasa. medicine service. akuntan menyajikan berbagai informasi akuntansi yang akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan. Untuk kawasan regional ASEAN bentuk kerjasama antar Negara Asia Tenggara telah diwujudkan berupa komitmen pembentukan AFTA (Asean Free Trade Area). Konsekuensi dari pernyataan ini adalah bahwa karena tidak mempunyai pilihan. Di samping bersifat multidimensi. maka akuntan dituntut untuk mampu menyajikan informasi secara lengkap dan transparan agar semua transaksi kegiatan usaha sesuai kaidah dan prinsip akuntansi yang dapat diterima secara umum (Koesman.

Dengan alasan ini korporasi membutuhkan sebuah sistem yang mengatur dan mengontrol kinerja perusahaan yang tidak dapat dipenuhi oleh berbagai teknik manajemen yang modern sekalipun. Worldcom. 2000). Tyco. Pada kenyataannya perusahaan tersebut berada di era modern dan telah menerapkan teknik manajemen yang canggih. maka berbagai aktivitas akuntansi keuangan juga berhubungan dengan corporate governance. akuntan telah menyelamatkan stakeholders dari investasi yang telah ditanamkan ke korporasi tersebut. Lebih jauh. Dalam suatu korporasi. Karena berhubungan dengan kepentingan berbagai pihak yang memerlukan informasi akuntansi. Peran akuntan dalam menghadapi perekonomian global dan borderless economy. 1. Corporate governance berperan dalam mengontrol transparansi laporan keuangan. dan London & Commonwealth. memaksa akuntan untuk dapat melaksanakan fungsi dan tanggungjawabnya dengan baik dan bertanggungjawab. mengalami kegagalan tidak hanya dikarenakan kegagalan strategi saja.3. 2006). 1. peran informasi akuntansi akan berkurang khususnya penyediaan informasi terkait risk and return untuk pengambilan keputusan portofolio yang optimal (Ilona dan Zaitul.2 Rumusan Masalah Akuntan adalah salah satu profesi yang terlibat aktif dalam perekonomian global dan borderless economy. namun tidak mampu menahan kejatuhan perusahaan tersebut. Berbagai perusahaan publik terkenal seperti Enron. Akuntansi keuangan menyajikan informasi utama mengenai kinerja manajemen dalam mengelola perusahaan untuk kepentingan pemilik dan pihak ainnya. . Oleh karena itu permasalahan yang menjadi dasar penulisan paper ini adalah. Tanpa adanya corporate governance.3 Tujuan dan Manfaat Tulisan 1. tetapi juga dikarenakan oleh praktik curang dari menejemen puncak yang dalam rentang waktu cukup lama yang tidak terdeteksi olehcorporate board (Kaihatu. Dengan memberikan informasi yang transparan dan akuntabilitas. Corporate governance merupakan suatu mekanisme yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa supplier keuangan atau pemilik modal perusahaan memperoleh pengembalian atau return dari kegiatan yang dijalankan oleh manajer.2011). bagaimana peran akuntan dapat diperkuat dalam menghadapi tantangan perekonomian global sehingga menghasilkan borderless economy dari sudut pandang corporate governance.1 Tujuan Penulisan Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang: A. Hal ini membuktikan bahwa manajemen yang canggih sekalipun tidak mampu menghalangi keruntuhan perusahaan berskala besar (too big too fail). corporate governance juga berhubungan dengan seperangkat sistem dan mekanisme berbagai kepentingan stakeholder lainnya yang berhubungan dengan perusahaan (Lukviarman. Sistem ini telah menjadi isu hangat dalam beberapa dasawarsa terakhir yang dikenal dengan istilah corporate governance. akuntan diminta untuk memberikan laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi dan sejalan dengan prinsip corporate governance. atau dengan kata lain bagaimana supplier keuangan perusahaan melakukan pengendalian terhadap manajer.Berbagai praktik kecurangan yang dilakukan manajemen puncak dalam memanipulasi laporan keuangan.

Dengan memposisikan akuntan sebagai agen yang dikenal dengan reputansinya.B. Untuk tujuan tersebut pemegang saham danstakeholders lainnya mengharapkan akuntabilitas dari pihak manajemen yang dipercaya mengelola perusahaannya. Sebagian hasil dari interpretasi yang . 1. diperlukan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi internasional (IFRS). Untuk menjaga kepentingan stakeholders. II. course. ekonomi. dan lainnya. Tinjauan Pustaka II. Globalisasi adalah aspek nyata yang kuat dari new world system. Melalui profesionalitas akuntan diharapkan mampu menghasilkan informasi yang lebih transparan dan akuntabel kepada berbagai pihak yang berkepentingan sesuai dengan prinsip dasar corporate governance. Peran akuntan ditinjau dari perspektif Corporate Governance. Istilah ini dikenal secara populer pada tahun 1980an.1 Globalisasi dan Borderless Economy “Globalization is a process that encompasses the causes. untuk dapat menjalankan profesinya dengan mengacu kepada IFRS. dan merupakan salah satu kekuatan paling berpengaruh dalam menentukan arah masa depan planet ini. lingkungan. E. terutama profesi akuntan. Peran akuntan sebagai penyelamat stakeholder. terutama dalam era globalisasi. sosial. b. Peran akuntan dari perspektif Corporate Governance menggunakan open system. Fokus disini adalah konsep ‘globalisasi’ yang diterapkan pada perekonomian dunia. Globalisasi memiliki beragam dimensi. maka diharapkan akuntan dapat menjaga kepentingan stakeholders melalui profesinya. politik. keamanan. and consequences of transnational and transcultural integration of human and non-human activities”(GCSP. kesehatan. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada stakeholders tentang semakin pentingnya peranan akuntan dan profesi akuntan untuk mendapatkan informasi dari laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. serta stakholderssebagai pihak lainnya yang berkepentingan dengan perusahaan. D. Bagi pihak stakeholder Tujuan setiap perusahaan adalah untuk menyejahterakan para pemegang saham. 2006). untuk mampu berperan sebagai profesi yang dikenal karena reputasinya. namun merupakan konsep lama yang memiliki interpretasi yang berbeda untuk orang yang berbeda. dari sudut pandang mahasiswa. budaya. melalui laporan keuangan.2 Manfaat Penulisan a. Bagi pihak akuntan Melalui tulisan ini diharapkan sebagai masukan bagi akuntan dan profesi akuntan. Dengan beberapa pandangan yang disampaikan melalui tulisan ini diharapkan dapat memperkuat kembali komitmen akuntan.3. C. Peran akuntan sebagai salah satu bagian dari organisasi dan manajemen.

dan pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif. Garvey dan Swan (1994) menambahkan corporate governance menjadi isu sentral dalam pembahasan tingkat strategis. yaitu kesesuaian (kepatuhan) di dalam pengelolaan perusahaan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta peraturan perundangan yang berlaku. yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara professional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manajemen yang tidak sesuai dengan peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat. 1. yaitu kejelasan fungsi.3 Prinsip – Prinsip Corporate Governance Menurut Kaen dan Shaw(2003) terdapat lima prinsip dasar di dalam konsep corporate governance.2 Konsep Dasar dan Pengertian Corporate Governance Isu governance telah dikenal dunia.berbeda. struktur. Dalam perkembangannya. konsep ini mengalami perkembangan yang sangat pesat khususnya yang berkaitan dengan korporasi. terdapat reaksi yang sangat berbeda pula terhadap ‘globalisasi’ dengan pembuat kebijakan. yaitu keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan mengenai perusahaan. Hal ini berdampak pada konsep dan aplikasi corporate governance di dalam praktek korporasi yang menjadi signifikan terutama dengan telah dimasukinya era globalisasi dalam perekonomian dunia (Lukviarman 2004). Globalisasi ekonomi berdampak pada isu borderless economy. 3. Transparency (keterbukaan informasi).Fairness (kesetaraan dan kewajaran). Stewardship theory memandang manajemen sebagai manusia yang pada hakikatnya dapat dipercaya.Accountability (akuntabilitas). Accountability (Akuntabilitas). II. 2. 2002). bertindak dengan tanggung jawab. dan aktifis yang melihatnya sebagai kekuatan untuk memajukan ekonomi dunia. sistem. Independency (kemandirian). Responsibility (pertanggungjawaban). baik dari pemerintah (pembuat kebijakan) maupun korporasi secara individu. 4. . akademis. dan Responsibility (pertanggungjawaban). seiring berjalannya waktu secara konstan konsepsi governancemengalami perubahan dan berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan (OECD 1998).stewardship theory dan agency theory. isu corporate governance ini menjadi lebih penting karena fokus pada kegiatan perekonomian setiap negara yang dikelola dan dilaksanakan oleh korporasi. Terdapat dua pendekatan utama dalam memahami fenomena dan konsepsi coroporate governance. Pada akhir tahun 90-an. Sedangkan agency theory mengasumsikan manajemen sebagai agen bagi para pemegang saham bertindak dengan penuh kesadaran untuk kepentingan sendiri dan bukan sebagai pihak arif dan bijaksana serta adil terhadap stakeholder. Sementara pihak yang lain melihatnya sebagai bahaya yang serius bagi sistem ekonomi dunia(Sullivan. Transparency (keterbukaan informasi). dan punya integritas serta kejujuran bagi kepentingan publik dan stakeholders. yang mana jika di dalam penerapannya disertai denganIndependency (kemandirian) akan meningkatkan kualitas laporan keuangan dan menghambat rekayasa kinerja sebagai penyebab dari laporan keuangan yang tidak menggambarkan nilai fundamental perusahaan. II.

5. Fairness (kesetaraan da kewajaran), yaitu perlakuan yang adil dan setara di dalam memenuhi hakhakstakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian serta peraturan perundangan yang berlaku. Esensi dari corporate governance adalah peningkatan kinerja perusahaan melalui supervisi atau pemantauan kinerja manajemen dan adanya akuntabilitas manajemen terhadap pemangku kepentingan lainnya, berdasarkan kerangka aturan dan peraturan yang berlaku. II.4 Konsep Corporate Governance dan Pendekatan Sistem Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang diarahkan untuk mencapai tujuan spesifik. Organisasi merupakan kerangka dari proses manajemen. Dalam perkembangannya, ilmu dan praktik manajemen ditandai dengan era pergerakan manajemen modern, salah satunya ditandai dengan munculnya pendekatan sistem dalam memahami fenomena manajemen dan organisasi. Di dalam teori sistem, organisasi dipandang sebagai interact interdependently yaitu suatu kesatuan dari berbagai elemen yang berinteraksi satu sama lainnya. Secara mendasar, pendekatan sistem terdiri dari sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). Secara umum teori sistem tertutup memandang bahwa organisasi tidak berinteraksi dengan lingkungannya dan bisa dikatakan sistem ini lebih tradisional, sementara sistem terbuka menggunakan asumsi dasar bahwa setiap organisasi berinteraksi dan memberikan respon terhadap lingkungannya (Pindur, Rogers dan Kim 1995). Dalam tulisan ini corporate governance dilihat dari sudut pandang organisasi sebagai open system. Dalam kaitan ini individu maupun kelompok berupa korporasi harus menjaga hubungannya melalui ketaatan pada berbagai aturan dalam suatu lingkungan dimana korporasi itu berada. Ini menandakan bahwa sebagai sebuah organisasi, korporasi mengelolaaktivitasnya dengan berbagai batasan (boundaries) dari sistem suatu negara dimana korporasi tersebut berada. Konsepsi ini merupakan esensi dari prinsip organisasi seperti organisme yang bersifat ‘terbuka’ terhadap lingkungannya, sehingga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan tersebut agar dapat menjaga kelangsungan hidupnya(survive). Dengan menggunakan pendekatan open system dalam kerangka structural functionalism, corporate governance dapat dideskripsikan sebagai sistem yang beroperasi melalui aturan main (rules and regulations) tentang bagaimana ‘seharusnya’ korporasi menjalankan aktivitasnya di dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Sistem corporate governance ini dirancang agar mampu melakukan mekanisme check and balancedalam menjaga keseimbangan –berbagai kepentingan- di dalam korporasi. Berjalannya mekanisme ini secara optimal, diharapkan dapat menghasilkan dampak lanjutan yang positif terhadap perkembangan perekonomian suatu negara untuk tercapainya kemakmuran masyarakat (the wealth of the nation) sebagaimana kondisi yang dimaksud oleh Adam Smith (Lukviarman, 2001). II.5 Peran akuntan dalam korporasi Menurut Warrent et al. (2005; 10) akuntansi merupakan sebuah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholders) mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan. Sementara American Accounting Association (AAA) mendefinisikan akuntansi sebagai suatu proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

Berdasarkan dari beberapa definisi tersebut akuntansi merupakan suatu sistem pencatatan, pengukuran, dan pengidentifikasian untuk melaporkan kondisi perekonomian suatu korporasi untuk memberikan informasi kepada berbagai pihak yang membutuhkan sebagai landasan untuk mengambil keputusan. Dalam kaitan ini, sebagai sebagai suatu sistem pelaporan keuangan, maka akuntan berperan penting untuk memberikan informasi yang relevan yang digunakan untuk pengambilan keputusan seperti: investing, operating, dan financing. II.6 Peran akuntan dari perspektif corporate governance dalam borderless economy Akuntan dan profesi akuntan merupakan bagian penting di dalam sistem pengawasan korporasi (Kim dan Nofsinger 2003). Konsepsi corporate governance mengharuskan laporan keuangan yang berkualitas serta transparan sehingga kondisi keuangan sebuah korporasi dapat tergambarkan secara jelas. Kondisi ini berhubungan dengan ‘tingkat kepercayaan’ masyarakat atas hasil kerja akuntan. Sebagai reputational agent, akuntan harus mematuhi standar profesi untuk tetap menjaga kepercayaan publik atas profesi ini. Hal tersebut harus diikuti dengan berfungsinya mekanisme penegakan aturan organisasi profesi atas berbagai aturan main seperti IFRS di dalam mendisiplinkan para anggotanya di dalam menjalankan profesi. Untuk dapat terlaksananya penerapan corporate governance secara sehat dikenal berbagai prinsip yang dianggap sebagai fundamental. Secara keseluruhan, berbagai prinsip dimaksud memiliki hubungan dengan profesi akuntan sebagai reputational agent di dalam sistem governance(Lukviarman, 2005). Aplikasinya terlihat melalui peranan akuntan di dalam fungsinya memberikan keyakinan pada pemakai laporan keuangan korporasi yang telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi. Pernyataan ini secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan prinsip dasar corporate governance: fairness, transparency, accountability, responsibility, dan integrity. Penyiapan laporan keuangan oleh manajemen korporasi untuk memenuhi aspek pertanggungjawaban (responsibility) atas pengelolahan korporasi dengan aturan yang berlaku, termasuk didalamnya Standar Akuntasi Keuangan (SAK). Dengan demikian akuntan berhubungan dengan prinsip kewajaran (fairness) dan prinsip transpransi (transparency). Sesuai dengan prinsip fairness karena laporan keuangan dinyatakan telah sesuai dengan SAK.Sesuai dengan transparency karena laporan keuangan dimaksud telah menyajikan berbagai informasi yang bersifat material. Karena laporan keuangan yang telah diaudit dengan kualifikasi tertentu sebagai reputation agent, hal ini mengisyaratkan telah dipenuhinya aspek integritas (integrity) dalamcorporate governance. Laporan keuangan yang telah diaudit juga ditujukan untuk memenuhi prinsip akuntabilitas (accountability), sebagai bagian pertanggungjawaban manajemen kepada pihak yang memberikan wewenang pengelolahan korporasi yang dimaksud. Uraian diatas menerangkan bahwa secara keseluruhan prinsip corporate governance saling berhubungan dengan profesi akuntansi, sehingga dapat dipandang sebagai satu kesatuan didalam memahami fenomena corporate governance. Namun demikian, dari lima prinsip corporate governance yang saling berhubungan langsung profesi akuntansi adalah prinsip transparansi (Nam dan Nam 2004; Solomon dan Solomon 2004; Shaw 2003; Rutterman 2001). Dalam kaitan ini ‘keyakinan’ atas pengungkapan (disclosure) yang tepat waktu serta informasi yang akurat atas berbagai hal penting berkaitan dengan korporasi dianggap sebagai sesuatu yang ‘krusial’ sehubungan dengan profesi akuntan. Dalam konteks corporate governance prinsip ini merupakan bagian penting dari upaya untuk melindungi kepentingan berbagai pihak yang berkepentingan dengan

korporasi, termasuk diantaranya kepentingan para pemegang saham. Pengungkapan informasi yang memadai, akurat serta tepat waktu diharapkan dapat meminimalkan kemungkinan manajer maupun pemegang saham mayoritas memanfaatkan kesempatan dengan merugiakan pihak lain. OECD (Rieger 2003) berpendapat bahwa ‘pengungkapan yang bersifat penuh, fair, dan tepat waktu serta prinsip transparansi melalui peran akuntan adalah kebutuhan esensial bagi perlindungan terhadap investor, meningkatkan kepercayaan investor, meningkatkan likuiditas serta efesiensi pasar (modal). Untuk dapat memenuhi harapan ini diperlukan berbagai criteria yang berhubungan dengan ukuran profesionalisme akuntan.

III Metode Penulisan

Metode penulisan yang digunakan dalam karya tulis ini adalah pendekatan eksploratif-deskripitif yang dilakukan dengan cara kualitatif. Penulisan didasarkan pada analisis yang dilakukan berdasarkan eksplorasi terhadap berbagai informasi sekunder berupa referensi yang berasal dari berbagai bahan bacaan seperti buku, jurnal, makalah, artikel yang dapat ditemukan di perpustakaan dan media elektronik lainnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh dilakukan analisis deskriptif untuk mendeskripsikan fenomena globalisasi dan peranan akuntan dari sudut pandang corporate governance. Selanjutnya akan diuraikan hasil analisis setelah anggota tim melakukan diskusi secara intensif terkait dengan isu yang dibahas dalam kaitannya dengan tulisan ini.

IV. Akuntan dan Perspectif Corporate Governance

IV.1 Pembahasan Organisasi dan manajemen merupakan dua instrumen yang tidak bisa dipisahkan. Korporasi sebagai suatu organisasi membutuhkan manajemen untuk mengontrol dan menjalankan kinerja perusahaannya. Korporasi yang memiliki good manajemen, produktivitas yang berkualitas dan keterbukaan (transparency) laporan keuangan yang baik, belum tentu bisa mencapai tujuan korporasi dengan maksimal. Apalagi jika manajemen memanfaatkan posisi nya untuk kepentingan pribadi. Kepentingan pribadi dalam sebuah perusahaan memunculkan corporate governance. Konflik kepentingan pribadi tersebut disebabkan oleh adanya kesenjangan kekuatan antara berbagai pihak yang berhubungan (stakeholders dan manajemen). Dalam kaitan ini Williamson (1985) berpendapat bahwa konflik demikian secara psikologis didasarkan pada asumsi bahwa manusia bersifat oportunistik, yaitu cenderung memanfaatkan kesempatan dari suatu posisi (manajemen) dengan tujuan memperoleh keuntungan namun dengan merugikan pihak lainnya (stakeholders). Survey yang dilakukan dalam beberapa tahun terkahir (CSLA 2001) membuktikan bahwa diantara 9 negara di Asia, Indonesia berada di peringkat terkahir dalam masalah kondusifnya iklim berusaha, terutama menyangkut pelaksanaan dan kepastian hukum. Hal ini memberikan dampak bahwa permasalahan corporate governance di Indonesia tidak terbatas hanya pada penegakan hukum dan perundang-undangan yang

mendukung terciptanya praktek corporate governance yang sehat. Terdapat faktor lain di dalamnya, diantaranya peranan profesi akuntan sebagai salah satu reputational agent di dalam sub sistem corporate governance yang diharapkan dapat berperan sebagai bagian dari mekanisme corporate governance. Fakta tentang krisis keuangan di tahun 1998 silam yang mengakibatkan kebankrutan perusahaanperusahaan nasional yang berujung pada terpuruknya perekonomian Indonesia. IMF sebagai lembaga keuangan terbesar di dunia menawarkan program penyelamatan ekonomi kepada Indonesia, dengan mensyaratkan adanya perbaikan serta peningktan praktik corporate governance di Indonesia (Kurniawan dan Indriantoro, 2000). Disinilah dimulainya reformasi sistem corporate governance di Indonesia, namun hingga saaat ini penerapan corporate governance belum berjalan dengan baik. Dengan buruknya pelaksanaan corporate governance, maka tingkat kepercayaan investor menjadi turun karena investasi yang mereka tanamkan tidak aman. Hal ini akan diikuti dengan penarikan investasi yang telah ditanamkan, sementara investor baru enggan untuk berinvestasi. Hasil survei dari PWC (Price Waterhouse Coopers), Investment Management Association of Singapore dan Corporate Governance and Financial Reporting Center pada bulan Mei tahun 2005, menunjukkan bahwa 81% institusional investor yang disurvei di Singapura lebih memilih korporasi yang memiliki performa yang baik dalam corporate governance. Indikator yang menunjukkan keengganan investor berinvestasi di Indonesia dapat dilihat dari perkembanganForeign Direct Investment (FDI) indeks periode 1988-1990 dan periode 1998-2000 sebagai berikut : Table 1 FDI index Beberapa Negara di Asia

Negara China Hongkong Indonesia Jepang Korea Malaysia Filipina Singapura Taiwan

FDI index 1988-1990 0,8 5,9 0,5 0,0 0,4 2,6 1,0 13,5 0,9

FDI index 1998-2000 0,9 10,6 -0,4 0,2 0,6 1,0 0,3 3,3 0,4

Corporate governance dengan pendekatan open system dideskripsikan sebagai sistem yang beroperasi sesuai dengan atau mengacu kepada aturan hukum dan regulasi agar korporasi mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sebagai contoh terungkapnya kasus mark-up laporan keuangan PT. Akan tetapi dalam praktiknya terdapat kecurangankecurangan yang dilakukan manajemen. Kimia Farma yang overstated. dalam praktik pelaporan . Untuk mengatasi hal ini.5 0. Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan semua pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam korporasi harus mengikuti aturan main dalam corporate governance.Thailand 1. yang mana itu merupakan salah satu tujuan dari korporasi. Dengan kata lain. Ekspektasi stakeholders terhadap perusahaan akan bertambah jika manajemen make a good decision based on real financial report. Keputusan investor untuk berinvestasi atau menarik investasinya bergantung pada informasi yang diberikan oleh akuntan. karena laba yang overstated ini telah dijadikan dasar transaksi oleh para investor untuk berbisnis. korporasi harus bisa mengimplementasikan corporate governance yang baik (pendekatan open system) agar investor merasa aman dengan investasinya dan bisa menarik investor investor baru.594 miliar ditulis Rp 132 miliar).5 Sumber: World Investment Report 2001 Dari tabel diatas. namun penurunan yang mereka alami tidak separah negara Indonesia yang mencapai angka negatif. Dalam kasus ini terjadi pelanggaran terhadap prinsip pengungkapan yang akurat (accurate disclosure) dan transparansi (transparency) yang akibatnya sangat merugikan para investor. Maka dari itu akuntan dituntut agar memberikan laporan keuangan yang transparan dan akuntabilitas agar menyejahterakan stakeholders. salah satu hal penting yang harus diambil adalah memperbaiki implementasi corporate governance yang secara sederhana diartikan sebagai sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah (value added) untuk semua stakeholders (Sulistyanto dan Wibisono 2003). Investor tersebut butuh informasi-informasi yang akurat seperti laporan keuangan yang disediakan oleh akuntan. 2003). Kasus ini melibatkan sebuah Kantor Akuntan Publik (KAP) yang menjadi auditor perusahaan tersebut ke pengadilan. Meskipun beberapa negara Asia lain mengalami penurunan seperti Malaysia dan Filipina. agar korporasi bisa bertahan dan beradaptasi dalam persaingan global dan borderless economy. Yang paling penting dari corporate governance adalah value dari corporate governance itu sendiri. dapat kita lihat bahwa telah terjadi penurunan angka indeks yang cukup signifikan selama periode 1998-2000. Akuntan sebagai salah satu elemen yang berkontribusi dengan korporasi dituntut sebagai salah satu penyelamat dari stakeholders. yaitu adanya penggelembungan laba bersih tahunan senilai Rp 32. Meskipun lingkungan mengalami perubahan corporate governance secara fleksibel bisa menemukan alternatif-alternatif dengan tidak menghilangkan value dari corporate governance tersebut (pendekatan open system).. Dengan adanya hal tersebut.668 miliar (karena laporan keuangan yang seharusnya Rp 99. Mereka memanfaatkan posisi untuk memenuhi kepentingan pribadinya dan ‘berkolaborasi’ dengan akuntan dalam menciptakan creative accounting (memanipulasi laporan keuangan). meskipun KAP tersebut yang berinisiatif memberikan laporan adanya overstated (Tjager dkk.

khususnya prinsip transparansi dan akuntabilitas. Sehingga prinsip transparansi akuntabilitas dan fairness dalam corporate governance hanya menjadi sebatas retorika. Accountability. manajemen korporasi dituntut untuk menjalankan prinsip corporate governance (Fairness. manipulatif. Dengan begitu akuntan secara tidak langsung mengabaikan kode etiknya sebagai akuntan yaitu independency (tidak memakai asas-asas akuntanbilitas dan transparansi). dan Responsibility.2 Kesimpulan Korporasi sebagai suatu organisasi membutuhkan manajemen yang baik di dalam mengelola korporasi dalam menghasilkan kinerja yang optimal. Akibat adanya perilaku manajemen yang tidak transparan dalam penyajian informasi ini akan menjadi penghalang adanya praktik GCG pada perusahaan-perusahaan karena salah satu prinsip dasar dari GCG adalah Transparency (keterbukaan). IV. Di dalam perekonomian global dan borderless economy korporasi dituntut untuk melaksanakancorporate governance yang baik dengan pendekatan open system. Tanpa sadar akuntan telah mengubur prinsip prinsip corporate governance karena dalam praktiknya akuntan dengan sengaja menjalankan koruptif. Akuntan turut terjebak dalam lingkaran setan praktik-praktik kecurangan yang tidak sehat.keuangan sering menimbulkan ketidaktransparanan yang dapat menimbulkan konflik antara prinsipal (stakeholders) dan agen (manajemen). Transparency. Dalam kaitan ini akuntan diminta untuk menjalankan profesinya secara professional dan bertanggungjawab dalam memberikan informasi (laporan keuangan). Hal ini akan memberikan manfaat yang optimal bagi pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan. Berdasarkan uraian di atas. Untuk menerapkan manajemen yang bagus diperlukan corporate governance yang diimplementasikan dengan berdasarkan kepada pendekatan open system Akuntan merupakan salah satu profesi yang mendukung diterapkannya corporate governance. dimana korporasi sebagai organisme yang terbuka. IV. serta Independency). dapat dikatakan bahwa dalam rangka menegakkan prinsip GCG pada perusahaan-perusahaan di Indonesia. Agar korporasi bisa survive dalam borderless economy dibutuhkan profesi akuntan yang dapat dihandalkan sebagai bagian penting dari mekanisme corporate governance. harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya agar bisa bertahan. penyajian informasi akuntansi yang berkualitas dan lengkap dalam laporan tahunan sangat diperlukan. . Perekonomian global danborderless economy menimbulkan global rules. dan melanggar aturan.3 Saran Untuk mempersiapkan korporasi yang siap bersaing dalam perekonomian global dan borderless economy. Akuntan sebagai salah satu profesi yang mendapat pengaruh dari borderless economy membutuhkan aturan main (rules and regulation) yang berstandar internasional yaitu IFRS. Prinsip akuntabilitas dan transparansi sebagai bagian dari prinsip corporate governance merupakan bukti bahwa akuntan berperan penting di dalam sebuah organisasi dalam menghadapi era globalisasi. Akuntan sebagai pembuat laporan keuangan juga ikut terlibat aktif dalam memenuhi kepentingan pribadi manajemen tersebut.

. Balas Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) http://mailisaputri. oggyKamis. Balas Balasan 1.wordpress. 07 Februari. oggyKamis.thanks a lot for your posting Balas 2.. tapi berhubung ini tulisan kami yang pertama. mailisa putriSenin. kami belum dapat lolos untuk 10 besar. 16 April.com/2012/04/peranan-akuntan-dan-globalisasi-suatu_16. 07 Februari.. Izin ya bwt tambahan referensi di tugas akhir saya..blogspot. 2013 thanks for your posting here .com/2012/03/23/pertaruhan-profesionalitas-integritas-etikaakuntabilitas-akuntan-indonesia-di-ajang-perekonomian-global/ .html http://senyummu13..Diposkan oleh mailisa putri di 9:05 PM Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook 3 komentar: 1. 2013 izin non bwt tambahan di tugas akhir saya. 2012 ini adalah paper team saya bersama Thaariq Syukra dan Stevani dalam rangka kontribusi tim saya dalam acara Accounting Competition di UKSW Salatiga.

IAI juga menandatangani MOU dengan Association of Chartered Certified Accountants (ACCA) UK sebagai kelanjutan kerjasama yang telah terlaksana sebelumnya untuk mendukung peningkatan kapabilitas profesi akuntan di Indonesia. Dirjen Pajak. “Melalui KNA. Hadir sebagai pembicara Ketua Bapepam & LK Ahmad Fuad Rachmani. Kegiatan dibuka oleh Gubernur Jawa Barat. Ahmad Heryawan. dan bertindak sebagai keynote speaker ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI. Ilya Avianti dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Konvensi Nasional Akuntansi VI merupakan ajang pertemuan Akuntan dan para stakeholders yang dilakukan setiap empat tahun sekali oleh IAI. 14 Agustus 2009 IAI akan menyampaikan pernyataan profesi. dll. Ketua Panitia Pengarah IAI. Profesi juga akan menyampaikan usulan kepada pemerintah Web IAI Global                      IAI-KAPD SNA 15 Banjamasin 2012 IFAC IASB IFACNet AFA Jurnal Riset Akuntansi Indonesia IAI Wilayah Jawa Timur IAI Wilayah Kepulauan Riau IAPI IAMI DEPKEU BI BPK BAPEPAM BPKP AICPA CPA AUSTRALIA ACCA MIA Kerjasama IAI-Garuda . Profesi akan menyampaikan kesepakatan strategis yang terakumulasi tentang arah dan sasaran pembangunan dunia akuntansi yang diidamkan profesi.Konvensi Nasional Akuntansi VI IAI dibuka oleh Gubernur Jawa Barat 18-08-2009 09:38 Ikatan Akuntan Indonesia pada tanggal 13-14 Agustus 2009 melaksanakan Konvensi Nasional Akuntansi (KNA) VI di Bandung. KNA dilaksanakan dua hari dan pada hari Jumát. Prof. Acara dihadiri lebih dari 500 akuntan yang berasal dari seluruh Indonesia. Direktur Keuangan BUMN. Anggota BPK. serta pemerintahan yang baik dan bersih. Komisaris Bank Mandiri & BTN. Dr. Anwar Nasution. Prof. Deputi BPKP. Pada hari itu juga telah ditandatangan Kesepakatan Bersama antara BPK-RI dengan IAI mengenai peningkatan peran profesi akuntan dalam pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara dalam rangka mendorong terwujudnya akuntabilitas dan transparansi keungan Negara.

pelaksanaan Standar Akuntansi Syariah. Krisis finansial global juga menjadi momentum bagi profesi Akuntansi untuk secara global memperluas peran mereka di berbagai bidang dalam mengatasi krisis. Pada level internasional.Republik Indonesia tentang berbagai isu nasional berdimensi akuntansi yang harus disikapi bangsa Indonesia. transparan dan akuntabel pasca krisis finansial global yang melanda dunia. dan banyak hal yang telah dilakukan oleh IAI untuk mengantisipasi pascakrisis dan zona perdagangan bebas. Kondisi perekonomian global yang diwarnai dengan krisis sektor finansial tak pelak lagi menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi di tahun-tahun mendatang. Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI. IAI menekankan perlunya solusi jangka panjang . Standar Akuntansi bagi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP). tema konvensi kali ini adalah „Peran Akuntan dalam Penataan Ulang Sistem Finansial Global Pascakrisis” yang merupakan kondisi yang harus disiapkan oleh kita bersama dalam kapasitas spesialisasi masing-masing akuntan. IAI sebagai anggota International Federation of Accountants (IFAC) bersama asosiasi profesi akuntan di seluruh dunia turut mendukung upaya berbagai pihak dalam membangun arsitektur sistem finansial global yang lebih baik. secara berkesinambungan sesuai perannya telah melakukan upaya penataan ulang sistem finansial global antara lain persiapan konvergensi IFRS yang harus sudah diterapkan pada tahun 2012. Oleh karena itu. KNA ini diselenggarakan masih dalam suasana krisis keuangan global yang belum usai. Ahmadi Hadibroto pada sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa saat ini profesi akuntan.

memperkuat legal environment profesi. Untuk itu diperlukan adanya dukungan dan kerjasama secara global dari seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperkuat profesi Akuntansi khususnya dinegara berkembang. principles-based financial reporting & auditing standards. IAI . IAI sebagai Organisasi Profesi Akuntan yang telah mapan senantiasa berupaya merubah setiap tantangan menjadi peluang bagi kemajuan profesi Akuntan di Indonesia. Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan adalah dengan membangun secara berkelanjutan kapasitas profesi Akuntansi secara nasional dan regional. Kepentingan publik dapat dilayani dengan baik dengan adanya a single set of high-quality.untuk mengatasi krisis keuangan global dan perlunya integrasi global perekonomian. memperluas akses kepada standar internasional. Adopsi standar internasional ini sangat penting dalam rangka stabilitas perekonomian. mengembangkan panduan implementasi berbagai standar dan langkah utama lainnya untuk mengembangkan profesi Akuntansi. memperkuat monitoring dan penegakan Etika. melakukan upaya menuju tercapainya full compliance terhadap standar global. menyempurnakan kualitas pendidikan dan pelatihan. Pemerintah dan regulator perlu saling mendukung dalam melaksanakan langkah inisiatif untuk mempromosikan konvergensi kepada IFRS. Efektivitas imlpementasi standar global ini mensyaratkan adanya kualitas yang tinggi dari seluruh pelaku di profesi Akuntansi. Rekomendasi yang akan dihasilkan merefleksikan bahwa profesi Akuntansi memiliki peran yang sangat penting dalam mengatasi krisis dan terlibat dalam reformasi sistem keuangan global. ISA & IPSAS.

Inggris dan bahasa Arab. Ikatan Akuntan Indonesia percaya bahwa sistem Ekonomi Syariah adalah salah satu alternatif sistem perekonomian yang tahan terhadap dampak krisis keuangan global yang terjadi. Implementasi program ini dipersiapkan sebaik mungkin oleh IAI. Begitu juga dengan standar akuntansi yang dipakai oleh Usaha Kecil dan Menengah. auditing. SAK ETAP ini mulai diberlakukan pada tahun 2011 namun penerapan lebih awal di 2010 . pelaporan keuangan baik sektor privat maupun sektor publik perlu didukung karena dengan standar global tersebut memungkinkan keterbandingan dan pertukaran informasi secara universal.sangat menyadari pentingnya peran akuntan dalam dunia bisnis. IAI telah mencanangkan dilaksanakannya program konvergensi IFRS pada tahun 2012. kode etik. Standar akuntansi UKM sangatlah penting karena terbukti UKM adalah tulang punggung perekonomian Negara kita. Dukungan dari semua pihak agar proses konvergensi ini dapat berjalan dengan baik tentunya sangat kami harapkan. untuk itu Ikatan Akuntan Indonesia memutuskan menjadi pelaku utama dalam pengembangan Standar Akuntansi Syariah di dunia. PSAK ETAP ini akan membantu perusahaan kecil menengah dalam menyediakan pelaporan keuangan yang tetap relevan dan andal dengan tanpa terjebak dalam kerumitan standar berbasis IFRS yang akan kita adopsi. Seiring dengan perkembangan dan dinamika bisnis dalam skala nasional dan internasional ditengah kondisi sekarang ini. Keseragaman “bahasa” dalam Akuntansi. Kita boleh berbangga karena IAI telah meluncurkan SAK-ETAP (Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik) yang ditujukan untuk UKM dan Standar Akuntansi untuk transaksi Syari‟ah yang diterbitkan dalam tiga bahasa yakni Bahasa Indonesia.

Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB) didirikan untuk melakukan tanggung jawab dariKomite Standar Akuntansi Internasional (IASC) didirikan pada tahun 1973. Australia.iaiglobal. penyesuaian kurikulum Pendidikan Akuntansi menghadapi implementasi standar internasional.or. Ahmadi Hadibroto juga menyampaikan perlunya pengaturan terhadap semua pihak yang bertanggungjawab langsung ataupun tidak langsung terhadap informasi perusahaan yang digunakan oleh para pemangku kepentingan. Jepang.id/berita/detail.php?id=80 IFRS akan mengambil alih dunia akuntansi pada tahun 2014?       inShar e digg Sepanjang tahun globalisasi bisnis telah terus meningkat menyebabkan meningkatnya penerimaan dari serangkaian umum standar untuk akuntan di seluruh dunia. IASB terdiri dari empat belas anggota yang mewakili sembilan negara. .diperbolehkan. Pada bulan April 2001. dengan semangat untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan secara keseluruhan. peningatan kiprah profesi dalam forum regional dan internasional juga menjadi perhatian utama IAI. (Ezh) kirim berita Berita yang lain http://www. Untuk itu. Pengembangan Akuntansi syariah. peningkatan tata kelola yang baik disektor swasta maupun pemerintah. dan Amerika Serikat. peningkatan kompetensi akuntan diberbagai sektor. kami memandang perlu dimasa mendatang dapat segera disusun suatu UU Pelaporan Keuangan. IAI mempunyai visi bahwa Standar ETAP harus meningkatkan kesehatan praktik akuntansi di Indonesia secara keseluruhan. termasuk China.

IFRS panduan tentang pengakuan pendapatan kurang luas daripada GAAP dan mengandung relatif sedikit instruksi spesifik industri (AICPA. 2008). telah mendorong adopsi IFRS di Amerika Serikat Pada 14 November. 12. Dalam Standar Pelaporan Akuntansi Internasional (IFRS): Sebuah Backgrounder AICPA dikembangkan pada tahun 2008. IFRS menggunakan metode langkah tunggal untuk write-downs kerusakan daripada metode dua langkah yang digunakan dalam US GAAP. sekitar dua inci tebal. AICPA juga daftar beberapa perbedaan signifikan yang masih tetap selama proyek konvergensi: IFRS tidak mengizinkan terakhir In First Out (LIFO) sebagai metode pembiayaan persediaan. bank.? 2008).dan disponsori oleh berbagai lembaga keuangan. yang bersatu dengan IASB Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) untuk menggabungkan pengetahuan mereka dan mengembangkan satu set berkualitas tinggi standar akuntansi yang akan kompatibel dengan semua negara agar berhasil melaksanakan urusan bisnis internasional dan akuntansi mereka. Ini set standar akuntansi global disebut sebagai Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS).com) juga menyebutkan perbedaan-perbedaan ini bersama dengan apa yang mereka percaya adalah ketidaksamaan terkemuka. AICPA menyatakan bahwa FASB dan IASB telah bekerja untuk berkumpul topik dari IFRS dengan US GAAP dalam rangka untuk mengurangi masalah apapun terangsang oleh perbedaan utama antara dua set standar. Situs IFRS (http://www. salah satu pendukung utama dari mengembangkan seperangkat standar untuk bertindak sebagai pedoman untuk pelaporan keuangan pada penawaran transnasional. US GAAP berisi sekitar 17.ifrs. GAAP vs IFRS Meskipun GAAP dan IFRS masih menutupi masalah yang sama dan memberikan bimbingan untuk akuntan dan laporan keuangan mereka. Pada tahun 2002. membuat write-downs lebih mungkin. AS harus menemukan cara untuk menyelesaikan akuntansi mereka tanpa semua pedoman tambahan yang diberikan oleh US GAAP. setahun setelah pendirian mereka. dan perusahaan akuntansi. FASB dan IASB baik harapan untuk menyelesaikan sebagian besar masalah besar sebelum SEC izin perusahaan publik untuk menerapkan IFRS dengan akuntansi mereka. bersama dengan peta jalan dan tujuan yang harus dicapai dalam rangka memenuhi timeline diperkirakan. 2008 SEC mengumumkan bahwa mereka mengantisipasi Amerika Serikat akan mengadopsi IFRS pada tahun 2014 awal. US Securities and Exchange Commission (SEC). Sebaliknya. . ada banyak perbedaan yang harus diambil selama proses konversi. MenurutAmerican Institute Akuntan Publik (AICPA). IFRS memiliki batas probabilitas yang berbeda dan tujuan pengukuran untuk kontinjensi.000 perusahaan di 113 negara telah mengadopsi penggunaan IFRS. IFRS tidak mengizinkan menyembuhkan pelanggaran perjanjian utang setelah akhir tahun.000 halaman aturan rinci dan bimbingan? (IFRS FAQ. IFRS menyediakan kurang detail keseluruhan IFRS cocok menjadi satu buku. perusahaan.

Mereka juga membawa adopsi konsisten. AICPA menyatakan bahwa semua pihak yang terlibat dalam pelaporan keuangan harus melakukan pelatihan komprehensif. Jefferey dan Stephen menyebutkan bahwa orang dapat menjadi dididik tentang IFRS dari konferensi yang diselenggarakan oleh AICPA.? Pusat Audit Kualitasmenyebutkan beberapa tantangan. 2008). dan terakhir. asosiasi profesional dan kelompok industri akan perlu untuk memasukkan IFRS ke dalam semua program mereka dan bahan. India. berbagai seminar dan buku-buku. Terutama.SEC Roadmap Sejak tahun 1988. dan review peraturan yang diperlukan untuk mencapai manfaat sebenarnya dari satu set seragam standar akuntansi. orang-orang bisnis berpikiran terbuka yang bersedia untuk belajar dan melakukan tantangan ini. itu akan menjadi sulit bagi perusahaan untuk beralih begitu cepat dan akan ada berbagai tantangan yang timbul selama proses tersebut. 2008). 2009). 2008). pelapor dipercepat besar. antara tahun 2011 dan 2012. banyak tantangan terikat untuk muncul. Lebih banyak orang perlu informasi tentang IFRS dan menerima konversi. Menurut peta jalan. Mereka mendorong untuk satu set standar yang perusahaan dengan urusan lintas batas dapat mematuhi. IFRS akhirnya akan dimasukkan dalam pemeriksaan CPA (AICPA. aplikasi. 2008?). pelapor dipercepat. dan dari publikasi yang berbeda yang dikembangkan oleh perusahaan Big Four akuntansi (Deane & Heilman. Pusat Audit Kualitas membawa masalah terkenal bahwa akan sulit untuk sepenuhnya menghentikan GAAP sementara beberapa masih percaya bahwa US GAAP adalah standar emas benar? untuk pelaporan keuangan (2009). Presiden Obama mengumumkan bahwa kemajuan yang luas itu harus dibuat mengenai pengembangan seperangkat global premi standar akuntansi oleh kesimpulan dari 2009 (IFRS FAQ. SEC membuat pernyataan publik dan mengusulkan sebuah roadmap yang mencakup pedoman dasar yang diperlukan untuk diselesaikan oleh perusahaan publik AS untuk kemajuan dalam penerapan IFRS. ada juga akan perjuangan bagi siapa saja berurusan dengan dokumen keuangan dan profesi akuntansi. SEC telah memainkan peran utama dalam upaya internasional untuk mendapatkan satu set standar akuntansi pokok. pendanaan dan staf IASB dengan para ahli yang percaya diri dan dapat berfungsi sebagai badan yang menetapkan standar independen? akan menjadi masalah. perguruan tinggi dan universitas perlu menambahkan IFRS ke dalam kurikulum mereka untuk siswa. Pada tanggal 14 November 2008. . Kanada. Dalam sebuah artikel berjudul Menggunakan IFRS untuk Drive Pengembangan Bisnis. website IFRS. Pada 17 Juni 2008. ? Terakhir. Adopsi memerlukan berpendidikan. Meskipun timeline adalah mungkin.? ditemukan dalam Journal of Akuntansi. Adopsi IFRS: Tantangan dan Peluang Tidak peduli seberapa kecil proses konversi. Jelas. dan lebih kecil perusahaan publik AS akan diminta untuk beralih ke IFRS (AICPA. dan perusahaan Meksiko dijadwalkan untuk mengadopsi IFRS dan antara 2014 dan 2016. Masalah berulang bahwa SEC telah membawa adalah bahwa emiten yang ingin meningkatkan modal di lebih dari satu negara dihadapkan dengan biaya kepatuhan meningkat dan inefisiensi mempersiapkan beberapa set laporan keuangan untuk memenuhi persyaratan akuntansi yang berbeda yurisdiksi? (AICPA. Dalam sebuah artikel berjudul Panduan Standar Pelaporan Keuangan Internasional.

Data Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyebutkan bahwa secara keseluruhan. 2009). juga akan ada berbagai peluang yang muncul setelah proses konversi selesai. salah satu peran strategis akuntan adalah untuk mengurangi ketidakcocokan perencanaan keuangan antara daerah (APBD) dan pusat (APBN). akuntan. dan setiap orang lain yang terlibat dalam proses akuntansi. Yang paling penting. mulai pada . “Sebagai contoh. akuntan yang aktif terdaftar adalah sekitar 700 orang. Pelaporan keuangan juga akan menjadi kurang kompleks karena penurunan standar yang diberikan bahwa IFRS adalah prinsip-berbasis (Pusat Kualitas Audit.html Indonesia Dinilai Kekurangan Akuntan Posted on October 19. jumlah akuntan yang terdaftar adalah sekitar 40. akuntan memiliki peran strategis baik bagi perusahan swasta maupun lembaga public dimana laporan keuangan yang diberikan oleh para akuntan akan berkontribusi terhadap penetapan kebijakan-kebijakan keuangan yang dikeluarkan oleh lembaga publik maupun swasta.prmob. dan mendorong perusahaan-perusahaan AS untuk berinvestasi di seluruh dunia. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam diskusi bertajuk “Peluang dan Tantangan Akuntan di Indonesia” yang diselenggarakan kemarin (18/10) oleh CPA Australia di Jakarta. menurut Roy. Wakil Ketua Dewan Standar Akuntansi Keuangan.000 akuntan. 2011 by Eddy Dwinanto Iskandar 2 Jumlah akuntan di Indonesia disebut-sebut masih belum memadai untuk melayani kebutuhan masyarakat untuk menyajikan pelaporan keuangan yang akuntabel.” ujar akuntan senior Farid Prawiranegara. namun tanpa komitmen yang kuat oleh perusahaan.net/standar-pelaporan-keuangan-internasional/dewan-standar-akuntansiinternasional/dewan-standar-akuntansi-keuangan-651336.Selain dari semua hambatan yang dibawa oleh IFRS. Untuk akuntan publik. IFRS akan menempatkan AS pada halaman yang sama dengan sisa dari dunia ketika datang ke pelaporan keuangan. Padahal. ada berbagai tantangan dan peluang yang dikembangkan oleh proses konversi. Farid berpendapat.” ungkap Roy Iman Wirahardja. Ini akan melindungi pasar modal AS. maka akan sangat sulit untuk memenuhi adopsi diperkirakan SEC s oleh 2014. “Bandingkan dengan Malaysia sebagai negara dengan penduduk sekitar 27 juta dimana jumlah akuntan publik yang terdaftar dan aktif adalah sekitar 5. yang pada akhirnya akan membantu pemerintah untuk menjalankan programnya dengan baik. Di sisi lain. Secara keseluruhan. akuntan berperan dalam membuka kesempatan yang luas kepada kalangan pemerintah dan swasta dalam meningkatkan citra lembaga dan mendorong terbukanya peluang-peluang investasi baru.000 orang. http://id. membuat lintas batas investasi lebih mudah.

5 tahun untuk memperoleh gelar gelar Akuntan. baru sebagian (harmonisasi). SHARE SOCIAL MEDIA Share on facebook http://swa. barulah dapat mengurus permohonan ijin untuk menjadi Akuntan Publik dan mendirikan Kantor Akuntan Publik. Kemudian ia harus mengikuti PPAK sekitar 1-1. Akuntan lalu mendaftar di Kementerian Keuangan untuk mendapat Register Akuntan. “Diharapkan jumlah akuntan Indonesia akan terus bertambah baik dari sisi kualitas maupun kuantitas mereka. dan apabila lulus dan memiliki pengalaman sebagai auditor. maka para Sarjana non akuntansi berkesempatan menjadi Akuntan Publik asal lulus ujian sertifikasi. 5 tahun 2011 tanggal 3 Mei 2011 tentang Akuntan Publik. Dengan menganut standar akuntansi yang diakui secara internasional. Standar akuntansi di Indonesia yang berlaku saat ini mengacu pada US GAAP (United Stated Generally Accepted Accounting Standard).” ungkap Bandi. Sebelum itu. Country Manager CPA Australia. seorang Akuntan Publik wajib berstatus Sarjana Akuntansi. PENDAHULUAN Standar akuntansi di Indonesia saat ini belum menggunakan secara penuh (full adoption) standar akuntansi internasional atau International Financial Reporting Standard (IFRS).id/listed-articles/indonesia-dinilai-kekurangan-akuntan Jurnal Adopsi IFRS ke PSAK 10/05/2013 in Materi PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA MENUJU INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS 1. Diskusi menyimpulkan bahwa akuntan memiliki peran strategis dalam meningkatkan citra lembaga publik maupun swasta dan mendorong terbukanya peluang-peluang investasi baru.2012 Indonesia akan menerapkan standar akuntansi internasional. Era globalisasi saat ini menuntut adanya suatu sistem akuntansi internasional yang dapat diberlakukan secara internasional di setiap negara. peluang untuk transaksi internasional akan semakin terbuka. Berikutnya dia dapat mengikuti Ujian Profesi Akuntan Publik (CPA Exam). Adopsi yang dilakukan Indonesia saat ini sifatnya belum menyeluruh. misalnya International Financial Reporting Standards (IFRS) demi meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban. dengan berlakunya Undang Undang No. Representative Office Indonesia.co. namun pada beberapa pasal sudah mengadopsi IFRS yang sifatnya harmonisasi. Hal ini juga akan berpengaruh pada meningkatnya daya saing perusahaan dan negara. Selain itu. atau diperlukan .

Singapore. Pengadopsian standar akuntansi internasional ke dalam standar akuntansi domestik bertujuan menghasilkan laporan keuangan yang memiliki tingkat kredibilitas tinggi. dan laporan keuangan akan lebih dapat diperbandingkan dan menghasilkan informasi yang valid untuk aktiva. (3) kebutuhan akuntansi bagi pasar-pasar keuangan internasional. mempermudah dalam melakukan analisis kompetitif dan hubungan baik dengan pelanggan. Amerika. perbedaan sistem pemerintahan pada tiap-tiap negara. Pesatnya teknologi informasi ini merupakan akses bagi banyak investor untuk memasuki pasar modal di seluruh dunia. 2009). dalam arti yang luas untuk: (1) analisa komparatif internasional. dan manfaat bagi perusahaan yang mengadopsi khususnya dan bagi perekonomian Indonesia pada umumnya. organisasi. serta tingginya biaya untuk merubah prinsip akuntansi. supplier. mungkinkah tahun 2012 Indonesia mengadopsi penuh IFRS? 2. manajemen akan memiliki tingkat akuntabilitas tinggi dalam menjalankan perusahaan. Hal tersebut melatarbelakangi perlunya adopsi IFRS saat ini. atau bahkan Indonesia. perbedaan kepentingan antara perusahaan multinasional dengan perusahaan nasional yang sangat mempengaruhi proses harmonisasi antar negara. 2005). dengan tujuan agar dapat menghasilkan informasi keuangan yang dapat diperbandingkan. Teknologi informasi yang berkembang pesat membuat informasi menjadi tersedia di seluruh dunia. yang tidak terhalangi oleh batasan negara. Kebutuhan ini tidak bisa terpenuhi apabila perusahaan-perusahaan masih memakai prinsip pelaporan keuangan yang berbeda-beda. (1999) menyatakan bahwa Harmonisasi merupakan proses untukmeningkatkan kompatibilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam. pendapatan dan beban perusahaan (Petreski. ekuitas. persyaratan akan itemitem pengungkapan akan semakin tinggi sehingga nilai perusahaan akan semakin tinggi pula. . Amerika memakai FASB dan US GAAP. sedangkan khusus untuk perbankan diharapkan tahun 2010. Namun proses harmonisasi ini memiliki hambatan antaralain nasionalisme dan budaya tiap-tiap negara. profesi dan pembuatan standar. Indonesia memakai PSAK-nya IAI. Choi. PEMBAHASAN Harmonisasi Standar Akuntansi Internasional Choi dan Mueller (1998) mendefinisikan akuntansi internasional adalah akuntansi internasional yang memperluas akuntansi yang bertujuan umum. serta bagaimana kesiapan Indonesia untuk mengadopsi IFRS. Standart harmonisasi ini bebas dari konflik logika dan dapat meningkatkan komparabilitas (daya banding) informasi keuangan yang berasal dari berbagai Negara. (2) pengukuran dan isu-isu pelaporan akuntansinya yang unik bagi transaksi bisnis-bisnis internasional dan bentuk bisnis perusahaan multinasional. misalnya: Investor dari Belanda bisa dengan mudah berinvestasi di Jepang. dan kreditor. laporan keuangan perusahaan menghasilkan informasi yang lebih relevan dan akurat. dan (4) harmonisasi akuntansi di seluruh dunia dan harmonisasi keragaman pelaporan keuangan melalui aktivitas-aktivitas politik. yang berorientasi nasional. Pada tahun 2012 tersebut diharapkan Indonesia sudah mengadopsi keseluruhan IFRS. bagaimana sifat adopsi yang cocok apakah adopsi seluruh atau sebagian (harmonisasi). investor. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mencanangkan bahwa Standar akuntansi internasional (IFRS) akan mulai berlaku di Indonesia pada tahun 2012 secara keseluruhan atau full adoption (sumber: Ikatan Akuntan Indonesia.adanya harmonisasi terhadap standar akuntansi internasional. hutang. uni eropa memakai IAS dan IASB. et al. Dengan pencanangan tersebut timbul permasalahan mengenai sejaumana adopsi IFRS dapat diterapkan dalam Laporan Keuangan di Indonesia.

Menghasilkantransparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna. Adanya transaksi antar negara dan prinsip-prinsip akuntansi yang berbeda antar negara mengakibatkan munculnya kebutuhan akan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia. e) Akhir Tahun 1984 : Standar Akuntansi di Indonesia mengikuti standar yang bersumber dari IASC (International Accounting Standart Committee) f) Sejak Tahun. Globalisasi bisnis tampak dari kegiatan perdagangan antar negara yang mengakibatkan munculnya perusahaan multinasional. Sejarah. c) Tahun. Akuntansi sebagai penyedia informasi bagi pengambilan keputusan yang bersifat ekonomi juga dipengaruhi oleh lingkungan bisnis yang terus menerus berubah karena adanya globalisasi.. IASC (International Accounting Stadard Committe) adalah lembaga yang bertujuan merumuskan dan menerbitkan standar akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan dan mempromosikannya untuk bisa diterima secara luas di seluruh dunia. dan pengadopsian Standar Akuntansi Internasional di Indonesia Sejarah dan perkembangan Standar Akuntansi di Indonesia Berikut adalah perkembangan standar akuntansi Indonesia mulai dari awal sampai dengan saat ini yang menuju konvergensi dengan IFRS (Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia. IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur keungan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan. (3). g) Tahun 2008 : diharapkan perbedaan PSAK dengan IFRS akan dapat diselesaikan. 2008). Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS. 1994 : IAI sudah committed mengikuti IASC / IFRS. 1955 : Indonesia belum mempunyai undang – undang resmi / peraturan tentang standar keuangan. 1998). h) Tahun. perkembangan. serta bekerja untuk pengembangan dan harmonisasi standar dan prosedur akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan (Choi & Mueller. Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keungan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangantahunan. Indonesia memakai standar (Sound Business Practices) gaya Belanda. b) Sampai Thn.. 1984 : Prinsip Akuntansi di Indonesia ditetapkan menjadi standar Akuntansi.Saat ini harmonisasi standar akuntansi internasional menjadi isu hangat karena berhubungan erat dengan globalisasi dalam dunia bisnis yang terjadi saat ini. 1974 : Indonesia mengikuti standar Akuntansi Amerika yang dibuat oleh IAI yang disebut dengan prinsip Akuntansi. (2). mengandung informasi berkualitas tinggi yang: (1). 2012 : Ikut IFRS sepenuhnya? Pengadopsian Standar Akuntansi Internasional di Indonesia . Hal ini mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan suatu standar akuntansi yang berlaku secara luas di seluruh dunia. tidak ada standar Akuntansi yang dipakai. a) Di Indonesia selama dalam penjajahan Belanda. d) Tahun.

Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa total aktiva. segment reporting. antaralain rasio ROE. dengan semakin berkembangnya usaha berbasis syariah di tanah air. arah penyusunan dan pengembangan standar akuntansi keuangan ke depan akan selalu mengacu pada standar akuntansi internasional (IFRS) tersebut. rasio LEV dan PM. (2) Harmonisasi dapat menghemat waktu dan uang. Hung & Subramanyan (2004) menguji efek adopsi SAI terhadap laporan keuangan perusahaan di Jerman. 2009). Landsman. Penelitian itu antara lain dilakukan oleh Barth. dan tidak ada perbedaan yang signifikan pada pendapatan dan laba bersih yang didasarkan atas Standar Akuntansi Internasional dan Standar Akuntansi Jerman. capital allocation. Lang (2005). lebih tinggi yang menerapkan IAS dibanding standar akuntansi Jerman. Adopsi SAI juga berdampak pada rasio keuangan. impairment reviews. (5) Mempermudah dalam melakukan analisis kompetitif dan operasional yang berguna untuk menjalankan bisnis serta mempermudah dalam pengelolaan hubungan baik dengan pelanggan.Saat ini standar akuntansi keuangan nasional sedang dalam proses konvergensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh IASB (International Accounting Standards Board. DSAK akan terus mengembangkan standar akuntansi keuangan untuk memenuhi kebutuhan nyata di Indonesia. RAO. Efek penerapan International Accounting Standard (IAS) terhadap LaporanKeuangan Beberapa penelitian di luar negeri telah dilakukan untuk menganalisa dan membuktikan efek penerapan IAS (IFRS) dalam laporan keuangan perusahaan domestik. fair valuations. Derivatives dan hedging. yang melakukan pengujian untuk membuktikan pengaruh Standar Akuntansi Internasional (SAI) terhadap kualitas akuntansi. Capital Instruments. Hal ini diperlukan karena transaksi syariah mempunyai karakteristik yang berbeda dengan transaksi usaha umumnya sehingga ada beberapa prinsip akuntansi umum yang tidak dapat diterapkan dan diperlukan suatu penambahan prinsip akuntansi yang dapat dijadikan landasan konseptual. leasing. deferred taxation. (3) Mempermudah transfer informasi kepada karyawan serta mempermudah dalam melakukan training pada karyawan. borrowing arrangements and banking covenants. total kewajiban dan nilai buku ekuitas. Peranan dan keuntungan harmonisasi atau adopsi IFRS sebagai standarakuntansi domestik Keuntungan harmonisasi menurut Lecturer Ph. menguji efek adopsi SAI terhadap manajemen perusahaan dan laporan keuangan. revenue recognition. . (4) Meningkatkan perkembangan pasar modal domestik menuju pasar modal internasional. supplier. rasio nilai buku terhadap nilai pasar ekuitas. Landasan konseptual untuk akuntansi transaksi syariah telah disusun oleh DSAK dalam bentuk Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah. dan pihak lain. terutama standar akuntansi keuangan untuk transaksi syariah. disclosures. Oleh karena itu. Untuk hal-hal yang tidak diatur standar akuntansi internasional. Posisi IFRS/IAS yang sudah diadopsi hingga saat ini dan akan diadopsi pada tahun 2009 dan 2010 adalah seperti yang tercantum dalam daftar. ATO. rasio Earning to Price. Pricewaterhouse Coopers (2005) menyatakan bahwa perubahan standar akuntansi tersebut akan berdampak pada berbagai area antara lain: Product viability.daftar berikut ini (sumber: Ikatan Akuntan Indonesia. Employee benefits. cash flows. Diaconu Paul (2002) adalah: (1) Informasi keuangan yang dapat diperbandingkan. Penelitian lain dilakukan oleh Marjan Petreski (2005).

This is why so many are either voluntarily changing to IFRS. kerugian kita berkaitan dengan kegiatan pasar modal baik modal yang masuk ke Indonesia. meningkatkan kualitas pelaporan manajemen dan pengambilan keputusan. untuk mengadopsi standar internasional itu bukan perkara mudah karena memerlukan pemahaman dan biaya sosialisasi yang mahal. sedangkan perusahaan Indonesia yang akan listing di Negara lain. Harmonisasi adalah. Akan menjadi suatu kelemahan bagi suatu perusahaan jika tidak dapat diperbandingkan secara global. dengan demikian dapat menarik modal ke dalam perusahaan. IFRS can ease acquisitions and divestments through greater certainty and consistency of accounting interpretation. Pricewaterhouse Coopers sebagai perusahaan jasa professional atau kantor akuntan terbesar di dunia saat ini. Adopsi standar akuntansi internasional tersebut terutama untuk perusahaan publik. Dengan mengadopsi IFRS kinerja perusahaan dapat diperbandingkan dengan pesaing lainnya secara global. Namun demikian. sesuai dengan kebutuhan. Communicating in one language to global stakeholders enhances confidence in the business and improves finance-raising capabilities. Dengan mengadopsi IFRS juga berarti meningkatkan kepastian dan konsistensi dalam interpretasi akuntansi. sehingga memudahkan proses akuisisi dan divestasi. because national laws stand in the way) will be at a disadvantage and their ability to attract capital and create value going forward will be undermined” Dalam publikasi tersebut. Perlunya harmonisasi standar akuntansi internasional di Indonesia Indonesia perlu mengadopsi standar akuntansi internasional untuk memudahkan perusahaan asing yang akan menjual saham di negara ini atau sebaliknya. and the quality of management reporting and group decisionmaking. tidak akan lagi dipersoalkan perbedaan standar akuntansi yang dipergunakan dalam menyusun laporan. At the same time. Perusahaan asing yang ingin listing di BEI akan kesulitan untuk menerjemahkan laporan keuangannya dulu sesuai standart nasional kita. Dengan mengadopsi IFRS berarti laporan keuangan berbicara dengan bahasa akuntansi yang sama. menggunakan IAS apa adanya. which can improve internal communications. itu mengadopsi sepenuhnya IAS nomor 19. and allows investors and others to compare the company’s performance with competitors globally. menyatakan bahwa laporan keuangan dituntut untuk dapat memberikan informasi yang lebih dapat dipahami oleh pemakai global. Ada beberapa pilihan untuk melakukan adopsi. Hal inilah yang mendorong atau menuntut perubahan peraturan akuntansi domestik ke arah IFRS.Pricewaterhouse Coopers (2005) dalam publikasinya “Making A change To IFRS” mengatakan: “Financial reporting that is not easily understood by global users is unlikely to bring new business or capital to a company. It also allowsmultinational groups to apply common accounting across their subsidiaries. Standar ini berhubungan dengan imbalan kerja atau employee benefit. Hal ini dikarenakan perusahaan publik merupakan perusahaan yang melakukan transaksi bukan hanya nasional tetapi juga secara internasional. kita yang menentukan mana saja yang harus diadopsi. yang berarti kurang mampu dalam menarik modal dan menghasilkan keuntungan di masa depan. Kerugian apa yang akan kita hadapi bila kita tidak melakukan harmonisasi. Contohnya adalah PSAK (pernyataan standar akuntansi keuangan) nomor 24. In increasingly competitive markets. IFRS allows companies tobenchmark themselves against their peers worldwide. Indonesia sudah melakukannya namun sifatnya baru harmonisasi. Jika ada perusahaan dari luar negeri ingin menjual saham di Indonesia atau sebaliknya. Those companies that do not make themselves comparable (or can’t. juga cukup kesulitan untuk menerjemahkan atau membandingkan laporan keuangan sesuai standart di . hal ini akan memudahkan perusahaan multinasional dalam berkomunikasi dengan cabang-cabang perusahaannya yang berada dalam negara yang berbeda. atau harmonisasi. or being required to by their governments. maupun perusahaan Indonesia yang listing di bursa efek di Negara lain. dan selanjutnya akan dilakukan full adoption atas standar internasional tersebut. apalagi dengan semakin meningkatnya persaingan global saat ini.

dan aliran modal akan berkurang dan tidak mengglobal. sampai dimana kesiapan kalangan akademisi khususnya bidang akuntansi di Indonesia? Mengingat kalangan akademisi adalah ujung tombak dalam mempersiapkan atau menghasilkan generasigenerasi penerus yang akan berhadapan langsung dengan IFRS dalam dunia kerjanya di masa depan. (4) Tingginya biaya untuk merubah prinsip akuntansi. (3) perbedaan sistem politik dan ekonomi pada tiap-tiap negara. hambatan dalam menuju harmonisasi adalah: (1) Nasionalisme tiap-tiap negara. Michael Cangemi (President dan CEO dari FEI) dalam tulisannya di “March issue“ mengatakan: “This means that all of the GAAP books you own. 3. katanya. Hampir semua universitas yang menyelenggarakan jurusan akuntansi di semua negara bagian amerika serikat telah memiliki kelas khusus IFRS. semua buku mengenai GAAP yang anda miliki beserta segala sesuatu yang anda pelajari di sekolah dan career akan berubah. Jika perusahana multinasional tidak mau mengadopsi IFRS. Sebuah perusahaan ketika akan beralih ke IFRS terlebih dahulu akan mempertimbangkan cost and benefit-nya. (2) kurangnya atau lemahnya tenaga profesional atau lembaga profesional di bidang akuntansi pada beberapa negara. seperti di lansir oleh Financial Executive Online. Namun bagi perusahaan multinasional.D. Menurut Lecturer Ph. Tantangan atau rintangan bagi perusahaan. Apakah akademisi Indonesia (seperti guru. “Major accounting schools – the Universities of Texas. mereka dituntut untuk mengetahui dan bisa membuat laporan keuangan berstandard IFRS. Ph. rintangan yang paling fundamental dalam proses harmonisasi adalah: (1) perbedaan praktek akuntansi yang berlaku saat ini pada berbagai negara. RINTANGAN DALAM PROSES MENUJU HARMONISASI Menurut Nobes dan Parker (2002). tetapi juga berarti perubahan dalam pola pikir pegawai accounting/keuangan dan bagian lain di perusahaan dalam bekerja.negara tersebut. everything you learned in college and in your entire career will change“. University of Wisconsin. maka ia akan ditinggalkan oleh patner usahanya yang membutuhkan laporan keuangan yang berstandar internasional. Indonesia akan mengadopsi IFRS secara penuh pada tahun 2012. Illinois and Wisconsin – will teach IFRS”. IFRS adalah sebuah sistem pengukuran kinerja baru. wajib menerapkan IFRS dalam laporan keuangannya dikarenakan perusahaan ini berpatner dengan perusahaan-perusahaan lain secara global. 4. Hal ini tentu saja membutuhkan waktu dan usaha yang keras. KESIMPULAN . Diaconu Paul (2002). (2) Perbedaan sistem pemerintahan pada tiap-tiap negara. Hal ini jelas akan menghambat perekonomian dunia. menyangkut banyak aspek. buku literature.. Tantangan atau rintangan bagi kalangan akademisi. silabus dan bahan/alat ajar akuntansi lainnya? Mengubah kurikulum akuntansi bukanlah pekerjaan mudah. dosen dan guru besar akuntansi) sudah siap mengganti kurikulum. Penerapan IFRS dalam sebuah perusahaan atau organisasi bukanlah suatu keharusan. Untuk tujuan itu. Merubah standar akuntansi dari standar domestik menjadi standar internasional bukanlah sekedar berganti aturan akuntansi semata. Perusahaan akan menerapkan IFRS apabila memperoleh incremental benefit atas penerapan IFRS tersebut. (3) Perbedaan kepentingan antara perusahaan multinasional dengan perusahaan nasional yang sangat mempengaruhi proses harmonisasi antar negara. kata Larry Rittenberg. Prinsip akuntansi yang baru ini harus di umumkan kepada semua pihak di sebuah perusahaan (organisasi). Ernst & Young professor.

3. mengingat kendala yang dihadapi antaralain: (1) standar akuntansi sangat berhubungan dengan sistem perpajakan. politik. Standar Akuntansi Keuangan Indonesia perlu mengadopsi IFRS karena kebutuhan akan info keuangan yang bisa diakui secara global untuk dapat bersaing dan menarik investor secara global. silabi.com/2013/05/10/jurmal-adopsi-ifrs-ke-psak/ IFRS regional policy forum kelima di Bali Indonesia menjadi tuan rumah IFRS Regional Policy Forum kelima yang dilaksanakan di Kuta. untuk perusahaan non publik yang bersifat lokal tidak wajib diterapkan. Perlu dipertimbangkan lebih jauh lagi sifat adopsi apa yang cocok diterapkan di Indonesia. Adopsi seutuhnya (full adoption) terhadap IFRS.wordpress. Penyesuaian terhadap perubahan ini memerlukan waktu dan usaha yang keras. dan sistem pemerintahan di Indonesia. Sistem perpajakan setiap negara bervariasi. berarti merubah prinsip-prinsip akuntansi yang selama ini telah dipakai menjadi suatu standar akuntansi berlaku secara internasional. perubahan dilakukan terutama oleh perusahaan go publik atau perusahaan multinational yang melakukan transaksi dan berinteraksi dengan perusahaan lainnya secara international. Adopsi secara penuh IFRS akan meningkatkan keandalan dan daya banding informasi laporan keuangan secara internasional. Hal ini merupakan rintangan dalam adopsi sepenuhnya IFRS di Indonesia. dan literatur. namun adopsi seutuhnya akan bertentangan dengan sistem pajak pemerintahan Indonesia atau kondisi ekonomi dan politik lainnya. apakah adopsi secara penuh IFRS atau adopsi IFRS yang bersifat harmonisasi yaitu mengadopsi IFRS disesuaikan dengan kondisi ekonomi. Bali pada tanggal 23 dan 24 Mei 2011. . berarti sistem perpajakannya juga harus distandarkan secara internasional. 4. Untuk mencapai adopsi seutuhnya (full adoption) pada 2012. karena penyesuaian terhadap peraturan yang baru menyangkut banyak aspek dan bukanlah hal yang dapat terjadi dalam waktu yang singkat. Bagi perusahaan atau organisasi. masalahnya mungkinkah ini terjadi? (2) standar akuntansi adalah suatu kebijakan akuntansi yang dibuat berdasarkan kebutuhan politik dan ekonomi suatu negara. Hal ini kemungkinan besar tidak akan dapat tercapai dalam waktu dekat.Jurnal Akuntansi dan K http://mazda4education. Jika prinsip akuntansi distandarkan secara internasional. Jika ingin full adoption IFRS pada tahun 2012. Kegiatan serupa sudah digelar sebelumnya di Sydney. Sumber : Gamayunil. Rindu Rika. 5.1. sehingga masalah politik dan ekonomi akan selalu menjadi hambatan dalam adopsi IFRS secara utuh dalam suatu negara. Politik dan ekonomi setiap negara bervariasi. Saat ini. Perkembangan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia menuju International Financial Report Standarts (IFRS) . tantangan terutama dihadapi oleh kalangan akademisi dan perusahaan di Indonesia. belum adopsi secara utuh. berarti sebelum tahun 2012 kalangan akademisi khususnya bidang akuntansi harus siap terlebih dahulu terhadap perubahan ini dengan cara melakukan penyesuaian terhadap kurikulum. namun indonesia mencanangkan akan adopsi seutuhnya IFRS pada tahun 2012. 2009. Adopsi ini wajib diterapkan terutama bagi perusahaan publik yang bersifat multinasoinal. adopsi yang dilakukan oleh PSAK Indonesia sifatnya adalah harmonisasi. 2.

Tantangan dan peluang pengadopsian IFRS yang dihadapi oleh pihak penyusun laporan keuangan. sewaguna. dan Singapura. Beijing. Indonesia. Untuk tahun 2011 ini. Pembahasan Strategy Review Document yang belum lama ini diterbitkan oleh IFRS Foundationuntuk memperbaiki tata kelola (governance) dalam pengambilan keputusan IASB. khususnya yang berdampak signifikan terhadap kawasan Asia-Oceania. Sebanyak 31 pembicara dan moderator serta peserta dari 16 negara membahas isu-isu berikut: 1. 7. Dengan mempertimbangkan meningkatnya perhatian dari para pemangku kepentingan di kawasan Asia-Oceania terkait pengadopsian IFRS. IFRS Regional Policy Forum dimaksudkan untuk mempertemukan para pembuat kebijakan. 2. 4. Penyampaian update mengenai projek-projek yang sedang aktif dilaksanakan oleh IASB. karena merupakan tahun persiapan final.Tokyo. Korea Selatan. Tantangan dan peluang pengadopsian IFRS bagi auditor. Kemajuan konvergensi IFRS yang terjadi pada perekonomian utama di kawasan Asia-Oceania (Indonesia. sedangkan yang lain-lainnya seperti Malaysia. dan India). pendapatan. dan penyusun standar di tingkat nasional yang sedang berada pada berbagai tahap yang berbeda dalam roadmap adopsi IFRS masing-masing untuk saling berbagi dan belajar dari pengalaman satu sama lain dalam mengadopsi standar global. termasuk mobilitas mereka serta perlunya penyusunan standar pengauditan yang selaras dengan IFRS. 6. Forum ini di antaranya membahas kemajuan projek IASB terkait isu-isu instrumen keuangan. forum tersebut diadakan di Bali dan dihadiri oleh 300 peserta dari 21 negara di kawasan Asia-Oceania. dan Singapura telah menargetkan tahun 2012 untuk mengadopsi IFRS secara penuh . Kesepakatan yang dihasilkan dari forum ini di antaranya adalah: . Peran regulator pasar modal dan jasa keuangan dalam mendukung pengadopsian IFRS. serta tantangan dan peluang yang timbul. Kerjasama dengan autoritas perpajakan untuk memastikan bahwa hukum perpajakan dan ketentuan pelaporan keuangan saling melengkapi satu sama lain. Forum ini juga membahas peran penting penyusun standar di negara-negara yang sedang mengadopsiIFRS melalui peningkatan kolaborasi dan partisipasi dalam pembentukan IFRS. tahun 2011 ini sangat krusial bagi negara-negara tersebut. forum kali ini mengambil tema: Towards One Global Standard: The Challenges and Opportunities of IFRS Adoption in the AsiaOceania Region. Beberapa negara bahkan telah mengadopsi IFRS sejak tahun 2005. regulator. 3. 5. Standar akuntansi negara-negara Asia-Oceania akan berkonvergensi dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) dalam beberapa tahun mendatang. Sebagai konsekuensinya. Jepang. dan kontrak asuransi. baik menyangkut tantangan yang dihadapi maupun peluang yang ditawarkannya.

Para peserta sepakat bahwa penyusun standar di tingkat nasional memiliki peran yang semakin penting sebagai mitra IASB dengan memberikan saran secara proaktif kepada IASB mengenai isu-isu di tingkat lokal. Para peserta mempertegas komitmen mereka terhadap tujuan akhir pengadopsian IFRS serta untuk mencapai satu set standar akuntansi global yang berkualitas tinggi. Tuntutan investor ini sangat penting untuk diperhatikan. Para peserta sepakat bahwa suara kawasan Asia-Oceania harus ditingkatkan (semakin penting) dalam membentuk IFRS di masa datang. 4. 3. Para peserta saling berbagi concern yang sama mengenai peningkatan pengetahuan dan kesadaran investor yang menuntut laporan keuangan berbasis IFRS. Posted by Admin Labels: IFRS. Standar akuntansi Knowledges of Capital Market by Fathir "Be fearful when most of people greedy and Be greedy when most of people fearly" 14 Mei 2011 JURNAL IFRS (PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA MENUJU INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS) Ditulis dalam Uncategorized pada 2:52 oleh fathir32 PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA MENUJU INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS Rindu Rika Gamayuni1 . 7.1. 2. dukungan dari pemerintah serta badan-badan regulator dan pembuat kebijakan sangat penting.Asia-Oceania Standards Setters Group merupakan forum yang paling tepat bagi penyusun standar di kawasan tersebut untuk membahas isu-isu bersama yang dihadapi di tingkat regional. terutama bagi perusahaanperusahaan yang mencari dukungan kapital dari pasar modal global. 6. Para peserta saling berbagi concern yang sama bahwa pengadopsian IFRS bukan hanya sekadar isu akuntansi. Para peserta sepakat mengenai pentingnya hukum perpajakan yang selaras dengan IFRS. 5. Para peserta sepakat bahwa tujuan ini perlu difasilitasi melalui proses konvergensi. Untuk menyukseskan pengimplementasian IFRS. Para peserta sepakat bahwa penyusun standar akuntansi di kawasan AsiaOceania perlu bekerjasama lebih erat untuk meningkatkan suara (voice) dan kepedulian di tingkat regional. 8.

However. baru sebagian (harmonisasi). (2) Accounting standards are accounting policies in order to fulfil the national political and economic necessities that vary in each country. This might be the significant challenges in fully adopting the IFRS. Adopsi yang dilakukan Indonesia saat ini sifatnya belum menyeluruh. However. the adoption by Indonesian PSAK is in the form of harmonization. If Indonesia were to adopt fully the IFRS by 2012.ABSTRACT The Indonesian Financial Accounting Standards needs to adopt IFRS. Full adoption also means the changing of accounting principles that has been applied as accounting standards worldwide. PENDAHULUAN Standar akuntansi di Indonesia saat ini belum menggunakan secara penuh (full adoption) standar akuntansi internasional atau International Financial Reporting Standard (IFRS). mempermudah dalam melakukan analisis kompetitif dan hubungan baik dengan pelanggan. dan kreditor. This might not be achieved in a short period. investor. Adjustments also need to be done by corporations or organizations. A. Era globalisasi saat ini menuntut adanya suatu sistem akuntansi internasional yang dapat diberlakukan secara internasional di setiap negara. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. dengan tujuan agar dapat menghasilkan informasi keuangan yang dapat diperbandingkan. accounting policies. Adoption to IFRS internationally may change the tax systems in each country that fully adopt the IFRS. supplier. The curriculum. and literature need to be adjusted to accommodate the changes. The decision as to whether Indonesia will fully adopt the IFRS or partly adopt for harmonization purposes needs to be considered carefully. Keyword : International Financial Reporting Standards. Indonesian is planning to fully adopt the IFRS by 2012. fully adoption. Standar akuntansi di Indonesia yang berlaku saat ini mengacu pada US GAAP (United Stated Generally Accepted Accounting Standard). it may contradict the Indonesian tax systems and other economic and political situations. syllabi. particularly those with international transactions and interactions. tax systems. These will take considerable time and efforts due to the many aspects related to the changes. Full adoption of IFRS will enhance the reliability and comparability of the financial reports internationally. Such an adoption will be mandatory for listed and multinational companies. the challenges are faced firstly by the academic society and the companies. namun pada beberapa pasal sudah mengadopsi IFRS yang sifatnya harmonisasi. which means partial adoption. Namun proses harmonisasi ini memiliki hambatan antaralain . due to a number of reasons: (1) accounting standards are highly related with the tax systems. Currently. atau diperlukan adanya harmonisasi terhadap standar akuntansi internasional. so that the Indonesian financial reports can be accepted globally and the Indonesian companies are able to enter the global competition to attract the international investors.

2005). ekuitas. 2009). perbedaan sistem pemerintahan pada tiaptiap negara. serta tingginya biaya untuk merubah prinsip akuntansi. Pada tahun 2012 tersebut diharapkan Indonesia sudah mengadopsi keseluruhan IFRS. laporan keuangan perusahaan menghasilkan informasi yang lebih relevan dan akurat. Pengadopsian standar akuntansi internasional ke dalam standar akuntansi domestik bertujuan menghasilkan laporan keuangan yang memiliki tingkat kredibilitas tinggi. Singapore. atau bahkan Indonesia. Hal tersebut melatarbelakangi perlunya adopsi IFRS saat ini. PEMBAHASAN Harmonisasi Standar Akuntansi Internasional Choi dan Mueller (1998) mendefinisikan akuntansi internasional adalah akuntansi . yang tidak terhalangi oleh batasan negara. misalnya: Investor dari Belanda bisa dengan mudah berinvestasi di Jepang. dan laporan keuangan akan lebih dapat diperbandingkan dan menghasilkan informasi yang valid untuk aktiva. sedangkan khusus untuk perbankan diharapkan tahun 2010. Pesatnya teknologi informasi ini merupakan akses bagi banyak investor untuk memasuki pasar modal di seluruh dunia. perbedaan kepentingan antara perusahaan multinasional dengan perusahaan nasional yang sangat mempengaruhi proses harmonisasi antar negara. Kebutuhan ini tidak bisa terpenuhi apabila perusahaan-perusahaan masih memakai prinsip pelaporan keuangan yang berbeda-beda. Amerika. Indonesia memakai PSAK-nya IAI. manajemen akan memiliki tingkat akuntabilitas tinggi dalam menjalankan perusahaan. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mencanangkan bahwa Standar akuntansi internasional (IFRS) akan mulai berlaku di Indonesia pada tahun 2012 secara keseluruhan atau full adoption (sumber: Ikatan Akuntan Indonesia. dan manfaat bagi perusahaan yang mengadopsi khususnya dan bagi perekonomian Indonesia pada umumnya. hutang. Amerika memakai FASB dan US GAAP. Dengan pencanangan tersebut timbul permasalahan mengenai sejaumana adopsi IFRS dapat diterapkan dalam Laporan Keuangan di Indonesia. Teknologi informasi yang berkembang pesat membuat informasi menjadi tersedia di seluruh dunia. persyaratan akan item-item pengungkapan akan semakin tinggi sehingga nilai perusahaan akan semakin tinggi pula. pendapatan dan beban perusahaan (Petreski. uni eropa memakai IAS dan IASB. serta bagaimana kesiapan Indonesia untuk mengadopsi IFRS.nasionalisme dan budaya tiap-tiap negara. mungkinkah tahun 2012 Indonesia mengadopsi penuh IFRS? B. bagaimana sifat adopsi yang cocok apakah adopsi seluruh atau sebagian (harmonisasi).

menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS. 1998). Standart harmonisasi ini bebas dari konflik logika dan dapat meningkatkan komparabilitas (daya banding) informasi keuangan yang berasal dari berbagai Negara. IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur keungan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan. IASC (International Accounting Stadard Committe) adalah lembaga yang bertujuan merumuskan dan menerbitkan standar akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan dan mempromosikannya untuk bisa diterima secara luas di seluruh dunia. Choi. dalam arti yang luas untuk: (1) analisa komparatif internasional.. Hal ini mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan suatu standar akuntansi yang berlaku secara luas di seluruh dunia. organisasi. (1999) menyatakan bahwa Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan kompatibilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam. yang berorientasi nasional. (2) pengukuran dan isu-isu pelaporan akuntansinya yang unik bagi transaksi bisnis-bisnis internasional dan bentuk bisnis perusahaan multinasional. mengandung informasi berkualitas tinggi yang: (1).. Globalisasi bisnis tampak dari kegiatan perdagangan antar negara yang mengakibatkan munculnya perusahaan multinasional. et al.internasional yang memperluas akuntansi yang bertujuan umum. Menghasilkan transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan. Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keungan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan. . Akuntansi sebagai penyedia informasi bagi pengambilan keputusan yang bersifat ekonomi juga dipengaruhi oleh lingkungan bisnis yang terus menerus berubah karena adanya globalisasi. profesi dan pembuatan standar. (3). (3) kebutuhan akuntansi bagi pasar-pasar keuangan internasional. serta bekerja untuk pengembangan dan harmonisasi standar dan prosedur akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan (Choi & Mueller. Saat ini harmonisasi standar akuntansi internasional menjadi isu hangat karena berhubungan erat dengan globalisasi dalam dunia bisnis yang terjadi saat ini. dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna. Adanya transaksi antar negara dan prinsip-prinsip akuntansi yang berbeda antar negara mengakibatkan munculnya kebutuhan akan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia. dan (4) harmonisasi akuntansi di seluruh dunia dan harmonisasi keragaman pelaporan keuangan melalui aktivitas-aktivitas politik. (2).

IAS 2 Inventories 2. e) Akhir Tahun 1984 : Standar Akuntansi di Indonesia mengikuti standar yang bersumber dari IASC (International Accounting Standart Committee) f) Sejak Tahun. tidak ada standar Akuntansi yang dipakai. perkembangan. Indonesia memakai standar (Sound Business Practices) gaya Belanda. 1974 : Indonesia mengikuti standar Akuntansi Amerika yang dibuat oleh IAI yang disebut dengan prinsip Akuntansi. d) Tahun. 2009). h) Tahun. dan pengadopsian Standar Akuntansi Internasional di Indonesia Sejarah dan perkembangan Standar Akuntansi di Indonesia Berikut adalah perkembangan standar akuntansi Indonesia mulai dari awal sampai dengan saat ini yang menuju konvergensi dengan IFRS (Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia. 2008). g) Tahun 2008 : diharapkan perbedaan PSAK dengan IFRS akan dapat diselesaikan. a) di Indonesia selama dalam penjajahan Belanda. c) Tahun. Tabel 1: IFRS/IAS yang Telah Diadopsi ke dalam PSAK hingga 31 Desember 2008 1. 2012 : Ikut IFRS sepenuhnya? Pengadopsian Standar Akuntansi Internasional di Indonesia Saat ini standar akuntansi keuangan nasional sedang dalam proses konvergensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh IASB (International Accounting Standards Board. Oleh karena itu. b) sampai Thn. arah penyusunan dan pengembangan standar akuntansi keuangan ke depan akan selalu mengacu pada standar akuntansi internasional (IFRS) tersebut. IAS 10 Events after balance sheet date 3. 1994 : IAI sudah committed mengikuti IASC / IFRS.Sejarah.daftar berikut ini (sumber: Ikatan Akuntan Indonesia. IAS 11 Construction contracts . Posisi IFRS/IAS yang sudah diadopsi hingga saat ini dan akan diadopsi pada tahun 2009 dan 2010 adalah seperti yang tercantum dalam daftar. 1984 : Prinsip Akuntansi di Indonesia ditetapkan menjadi standar Akuntansi. 1955 : Indonesia belum mempunyai undang – undang resmi / peraturan tentang standar keuangan.

plant and equipment 5. IFRS 6 Exploration for and evaluation of mineral resources 5. IAS 33 Earning per share 6. IAS 16 Property. IAS 7 Cash flow statements 2. IAS 38 Intangible assets Tabel 3: IFRS/IAS yang Akan Diadopsi ke dalam PSAK pada Tahun 2010 1. IAS 19 Employee benefits 8. IAS 39 Financial instruments: recognition and measurement 11. IAS 37 Provisions. IAS 26 Accounting and reporting by retirement benefit plans 15. IAS 18 Revenues 7. IAS 32 Financial instruments: presentation 10. IAS 8 Accounting policies. contingent liabilities and contingent assets 18. IAS 27 Consolidated and separate financial statements 8. IFRS 4 Insurance contracts 3. IAS 20 Accounting for government grants and disclosure of government assistance 3. IAS 31 Interests in joint ventures 16. IFRS 7 Financial instruments: disclosures 6. IAS 40 Investment propert Tabel 2: IFRS/IAS yang Akan Diadopsi ke dalam PSAK pada Tahun 2009 1. IFRS 3 Business combination 10. IAS 28 Investments in associates 9. IAS 24 Related party disclosures 4. IAS 21 The effects of changes in foreign exchange rates 14. IAS 36 Impairment of assets 17.4. IFRS 8 Segment reporting 11. IAS 29 Financial reporting in hyperinflationary economies 5. changes in accounting estimates and errors 12. IAS 34 Interim financial reporting . IAS 12 Income taxes 13. IAS 17 Leases 6. IAS 1 Presentation of financial statements 7. IAS 23 Borrowing costs 9. IFRS 2 Share-based payment 2. IFRS 5 Non-current assets held for sale and discontinued operations 4.

30 (ketiganya revisi tahun 2007. 16. No. Revisi terbaru PSAK yang mengacu pada IFRS Sejak Desember 2006 sampai dengan pertengahan tahun 2007 kemarin. 30 (revisi 2007) tentang Sewa menggantikan PSAK 30 (1994) tentang Sewa Guna Usaha. Landasan konseptual untuk akuntansi transaksi syariah telah disusun oleh DSAK dalam bentuk Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah. 55 (keduanya revisi tahun 2006 yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2009). PSAK No. 2. PSAK No. Revisi tersebut dilakukan dalam rangka konvergensi dengan International Accounting Standards (IAS) dan International financial reporting standards (IFRS). PSAK No. 13 (revisi 2007) tentang Properti Investasi yang menggantikan PSAK No. 5 butir PSAK yang telah direvisi tersebut antara lain: PSAK No. 16 (revisi 2007) tentang Aset Tetap yang menggantikan PSAK 16 (1994) : Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain dan PSAK 17 (1994) Akuntansi Penyusutan. Hal ini diperlukan karena transaksi syariah mempunyai karakteristik yang berbeda dengan transaksi usaha umumnya sehingga ada beberapa prinsip akuntansi umum yang tidak dapat diterapkan dan diperlukan suatu penambahan prinsip akuntansi yang dapat dijadikan landasan konseptual.7. 50 dan No. PSAK No. No. Dengan adanya penyempurnaan dan pengembangan PSAK secara berkelanjutan dari . DSAK akan terus mengembangkan standar akuntansi keuangan untuk memenuhi kebutuhan nyata di Indonesia. 4. dengan semakin berkembangnya usaha berbasis syariah di tanah air. 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran yang menggantikan Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai. Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah merevisi dan mengesahkan lima Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). walaupun terdapat sedikit perbedaan terkait dengan belum diadopsinya PSAK lain yang terkait dengan kelima PSAK tersebut. 1. 13 tentang Akuntansi untuk Investasi (disahkan 1994). 13. PSAK No. PSAK No. terutama standar akuntansi keuangan untuk transaksi syariah. yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2008). 50 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan : Penyajian dan Pengungkapan yang menggantikan Akuntansi Investasi Efek Tertentu 5. Kelima PSAK tersebut dalam revisi terakhirnya sebagian besar sudah mengacu ke IAS/IFRS. 3. IAS 41 Agriculture Untuk hal-hal yang tidak diatur standar akuntansi internasional.

. which is revised by reference to IFRS 5 : Non -current Assets Held for Sale and Discontinued Operations. 19 (Revisi 2000) tentang Aset Tidak Berwujud. which is revised by reference to IAS 36 : Impairment of Assets Berikut adalah program pengembangan standar akuntansi nasional oleh DSAK dalam rangka konvergensi dengan IFRS (Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia. saat ini terdapat tiga PSAK yang pengaturannya sudah disatukan dengan PSAK terkait yang terbaru sehingga nomor PSAK tersebut tidak berlaku lagi. 17 (Revisi 1994) tentang Akuntansi Penyusutan pengaturannya disatukan dalam PSAK No. Efek penerapan International Accounting Standard (IAS) terhadap Laporan Keuangan Beberapa penelitian di luar negeri telah dilakukan untuk menganalisa dan membuktikan efek penerapan IAS (IFRS) dalam laporan keuangan perusahaan domestik. untuk itu Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) sedang dalam proses merevisi 3 PSAK berikut (Sumber: Deloitte News Letter. 1 (Revisi 1998) tentang Penyajian Laporan Keuangan. 3. • PSAK 48 : Impairment of Assets. 9 (Revisi 1994) tentang Penyajian Aktiva Lancar dan Kewajiban Jangka Pendek pengaturannya disatukan dalam PSAK No. • Tahun 2012 merupakan tahun implementasi dimana PSAK yang berbasis IFRS wajib diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki akuntabilitas publik. Landsman. PSAK No. Lang (2005). PSAK yang sedang dalam proses revisi Ikatan Akuntan Indonesia merencanakan untuk konvergensi dengan IFRS mulai tahun 2012. PSAK No. 16 (Revisi 2007) tentang Aset Tetap. 20 tentang Biaya Riset dan Pengembangan (1994) pengaturannya disatukan dalam PSAK No. • Tahun 2011 merupakan tahun penyiapan seluruh infrastruktur pendukung untuk implementasi PSAK yang sudah mengadopsi seluruh IFRS. Penelitian itu antara lain dilakukan oleh Barth. • PSAK 58 : Discontinued Operations. yaitu : 1. PSAK No.tahun ke tahun. 2007): • PSAK 22 : Accounting for Business Combination. Pengembangan PSAK untuk UKM dan kebutuhan spesifik nasional didahulukan. 2008): • Pada akhir 2010 diharapkan seluruh IFRS sudah diadopsi dalam PSAK. Namun IFRS tidak wajib diterapkan oleh perusahaan-perusahaan lokal yang tidak memiliki akuntabilitas publik. which is revised by reference to IFRS 3 : Business Combination.

Hung & Subramanyan (2004) menguji efek adopsi SAI terhadap laporan keuangan perusahaan di Jerman. Relevansi laporan keuangan akan meningkat karena lebih banyak menggunakan nilai wajar. Dampak konvergensi IFRS di Indonesia : 1. IFRS yang diterbitkan dalam bahasa Inggris perlu diterjemahkan. sedangkan penerjemahan itu sendiri akan mengalami kesulitan di antaranya adanya ketidakkonsistenan dalam penggunaan kalimat bahasa Inggris. antaralain rasio ROE. 5. 7. sehingga standar akuntansinya ditulis dalam bahasa hukum. dan penggunaan istilah yang tidak terdapat padanannya dalam penerjemahan 2) ketidaksesuaian antara IFRS dengan hukum nasional. RAO. dan tidak ada perbedaan yang signifikan pada pendapatan dan laba bersih yang didasarkan atas Standar Akuntansi Internasional dan Standar Akuntansi Jerman. rasio nilai buku terhadap nilai pasar ekuitas.Penggunaan off balance sheet semakin terbatas Permalink Tinggalkan Sebuah Komentar . kinerja keuangan (laporan laba rugi) akan lebih fluktuatif apabila harga-harg fluktuatif. total kewajiban dan nilai buku ekuitas. 4. Perubahan mind stream dari rule-based ke principle-based 2. Akses ke pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih mudah dikomunikasikan ke investor global 6. rasio Earning to Price. Penelitian lain dilakukan oleh Marjan Petreski (2005). lebih tinggi yang menerapkan IAS dibanding standar akuntansi Jerman. Adopsi SAI juga berdampak pada rasio keuangan. penggunaan istilah yang sama untuk menerangkan konsep yang berbeda. Perubahan text-book dari US GAPP ke IFRS. Disisi lain. rasio LEV dan PM. 3. Pembahasan dari Jurnal diatas Permasalahan yang dihadapi di antaranya adalah 1) masalah penerjemahan standar itu sendiri. karena pada beberapa negara standar akuntansi termasuk sebagai bagian dalam hukum nasional. IFRS selalu berubah dan konsep yang digunakan dalam suatu IFRS dapat berbeda dengan IFRS lain. Semakin meningkatnya ketergantungan ke profesi lain. sehingga harus diubah oleh Dewan Standar Akuntansi masing-masing negara. menguji efek adopsi SAI terhadap manajemen perusahaan dan laporan keuangan.yang melakukan pengujian untuk membuktikan pengaruh Standar Akuntansi Internasional (SAI) terhadap kualitas akuntansi. Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa total aktiva. dan di sisi lain IFRS tidak ditulis dalam bahasa hukum. ATO.

23-24. namun profesi auditor internal ternyata semakin hari semakin dihargai dalam organisasi. Profesi audit internal juga mengalami perkembangan cukup berarti sejak munculnya kasus Enron & Worldcom tahun 2001 yang menghebohkan kalangan dunia usaha. BUMN maupun asing. Delapan Tantangan Terdapat 8 (delapan) tantangan yang harus dihadapi oleh para auditor internal pada abad 21 antara lain sbb : .com/ Tantangan Auditor Internal Abad 21 Posted on March 2. Meskipun reputasi audit internal sempat terpuruk oleh berbagai kasus kolapsnya beberapa perusahaan tersebut yang melibatkan peran auditor. internal auditing adalah suatu aktivitas independen. hal. Pengertian internal auditing juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Edisi 63. Institute of Internal Auditors (2004). baik swasta. Desember 2011. Control dan Assurance / Consulting. Rubrik “Info Special”) Pendahuluan Pada awal abad 21.15 April 2011 Penerapan IFRS Ditulis dalam Uncategorized pada 2:52 oleh fathir32 Sumber : http:/ http://fathir32. pengendalian (control) dan proses tata kelola (governance processes). Menurut “Professional Practices Framework”: International Standards for The Professional Practice of Internal Audit. Arief Effendi (SPI PT. yaitu Risk Management. Saat ini profesi auditor internal turut berperan dalam implementasi Good Corporate Governance (GCG) di berbagai perusahaan. yang memberikan jaminan keyakinan serta konsultasi (consulting) yang dirancang untuk memberikan suatu nilai tambah (to add value) serta meningkatkan (improve) kegiatan operasi organisasi. 2012 by muhariefeffendi 3 Votes Tantangan Auditor Internal Abad 21 Oleh : Muh.wordpress. Audit Internal membantu organisasi dalam usaha mencapai tujuannya dengan cara memberikan suatu pendekatan disiplin yang sistematis untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektifitas manajemen risiko (risk management). KS) (Artikel ini telah dimuat di Majalah KSG. Governance. organisasi / perusahaan sangat concern terhadap 4 (empat) hal.

Certified Information System Audit (CISA). Hal inilah yang mendorong para auditor internal mengambil gelar sertifikasi CISA. Corporate governance efectiveness. Auditor internal harus melaksanakan prinsip tata kelola perusahaan yang baik yaitu Good Corporate Governance (GCG). Efektivitas sistem pengendalian internal dan auditor internal merupakan salah satu kriteria penilaian dalam implementasi GCG. Auditor internal harus memiliki technology proficiency. g. f. Cost reduction opportunities. . Operational & quality efefctiveness. Auditor internal harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang GCG.based Orientation. sudah tidak ada lagi batas-batas antar negara dalam menjalankan bisnis. Manfaat yang akan diperoleh auditor internal apabila menggunakan risk based audit approach. Auditor internal harus senantiasa mengikuti perkembangan teknologi. sudah saatnya para auditor internal mengambil gelar sertifikasi internasional. Auditor internal harus berpandangan luas dan dalam menilai sesuatu berdasarkan perspektif global (makro) bukan secara sempit (mikro). maka kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) juga perlu ditingkatkan.Governance Expertise. antara lain auditor internal akan lebih efisien & efektif dalam melakukan audit. Auditor internal harus merubah pendekatan dari audit secara konvensional menuju audit berbasiskan risiko (risk based audit approach). b. Dalam hal ini auditor internal perlu bekerjasama dengan Divisi Manajemen Risiko. Pola audit yang didasarkan atas pendekatan risiko yang dilakukan oleh auditor internal lebih difokuskan terhadap masalah parameter risk assesment yang diformulasikan pada risk based audit plan.Global Perspective. Untuk menuju world class company. Auditor internal juga harus dapat berubah dari paradigma lama (old paradigm) menuju paradigma baru (new paradigm). Certified Fraud Examiner (CFE). seperti Certified Internal Auditor (CIA). misalnya ahli dibidang Audit Sistem Informasi (System Information Audit). Risk. Para auditor internal harus menggunakan kompetensi yang dimiliki dan agar bekerja secara profesional sehingga dapat bernilai tambah (added value) bagi organisasinya. 4. Selain itu auditor internal harus dapat menggunakan kemampuan di bidang teknologi (technologicall skills) untuk menganalisis / mitigasi risiko.Technologically Adept. 2. Berdasarkan risk assesment tersebut dapat diketahui risk matrix. seliain Board of Director.Business Acumen. perbaikan proses ( improve process) dan evaluasi efisiensi (upgrade efficiency). Business & process control. karena auditor internal merupakan salah satu dari 4 (empat) pilar GCG.1. 3. Senior Management dan External Auditor. e. Certified Risk Management Assurance (CRMA) dll. 5. Waste elimination opportunities. Process & business efficiencies. maka hendaknya dapat melakukan asesmen atas : a. yang ditandai dengan perubahan orientasi dan peran profesi internal auditor. Oleh karena itu. sehingga dapat membantu auditor internal untuk menyusun risk audit matrix. sehingga dapat meningkatkan kinerja Departemen Audit internal (Satuan Pengawasan Intern). terutama Teknologi Informasi. sehingga pelaksanaan audit berbasiskan risiko dapat berjalan lancar. d. Business Risk c. Agar auditor internal bernilai tambah. Auditor internal memiliki peranan penting dalam implementasi GCG di perusahaan. Pada era globalisasi saat ini.

positif dan inovatif serta lebih berorientasi pada pemecahan masalah. oleh karena itu auditor internal harus menjalin komunikasi yang baik dengan pihak-pihak lain tersebut.wordpress. antara lain : 1. 6. pengetahuan dan keahliannya. Beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan oleh auditor internal. auditor internal bukan hanya mahir dalam bidang audit. Auditor internal dalam menjalankan tugas harus mengikuti Standar Profesi Audit Internal serta menjaga kode etik profesi yang ditetapkan oleh organisasi profesi. Kesimpulan Untuk menjawab 8 (delapan) tantangan tersebut para auditor internal harus selalu meningkatkan profesionalisme. 8. CRMA dll. saat ini auditor internal diharapkan lebih berperan sebagai mitra bisnis (business partner) bagi manajemen dan lebih berorientasi untuk memberikan kepuasan kepada jajaran manajemen sebagai pelanggan (customer satisfaction). Dalam hal ini.Senantiasa mengikuti perkembangan mutakhir lingkungan bisnis yang sangat cepat serta teknologi informasi yang pesat. Pekerjaan auditor internal berhubungan erat dengan unit organisasi lain. auditor eksternal (Kantor Akuntan Publik). About these ads http://muhariefeffendi.Communication Skills. sehingga mengikuti setiap perkembangan dalam proses bisnis (business process). sehingga dapat terhindar dari perilaku yang melanggar kode etik profesi. Untuk menjadi problem solver auditor internal memerlukan pengalaman bertahun-tahun melakukan audit berbagai fungsi / unit kerja suatu organisasi / perusahaan. CISA.Selalu mengikuti perkembangan terbaru tentang konsep & teknik dalam internal auditing melalui Pendidikan Profesi berkelanjutan (PPL). 5.Creative Thinking & Problem Solving. sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu. CFE. bagi pemegang gelar sertifikasi Qualified Internal Auditor (QIA). Oleh karena itu. 2. namun perlu juga mahir dalam bidang bisnis.Berusaha memperoleh gelar sertifikasi internasional di bidang audit.Selalu meningkatkan kemampuan dibidang komunikasi (communication skills) baik lisan maupun tertulis. Pada masa lalu auditor internal lebih mengedepankan perannya sebagai watchdog. 4. Auditor internal harus selalu berpikir kreatif. yaitu manajemen. komite audit.Auditor internal harus memiliki jiwa entrepeneurship yang tinggi.com/2012/03/02/tantangan-auditor-internal-abad-21/ Prinsip Cost History VS Fair Value . auditor internal perlu memiliki kemampuan dalam bidang komunikasi.Strong Ethical Compass. 7. Selain itu auditor internal juga harus mematuhi manual budaya perusahaan yang ditetapkan oleh manajemen. baik lisan maupun tertulis. 3.Melaksanakan standar profesional audit internal serta kode etik profesi yang ditetapkan oleh organisasi profesi secara konsisten. misalnya CIA.

Jika dilihat secara konseptual. harga pasar aktif terkini. fair value menunjukkan nilai terkini sehingga keberpautan tinggi. Sehingga dapat dikatakan bahwa akuntansi diciptakan sebagai alat pelaporan kejadian ekonomik historis. Namun. harga pasar sejenis. Dalam IFRS. Sehingga. fair value tingkat keterandalan lebih rendah namun keberpautan tinggi. fair value lebih tepat untuk digunakan. Jika dibandingkan dengan historical cost. untuk menunjukkan seberapa bernilainya entitas saat ini. karena transaksi tidak terjadi dan tidak ada bukti transaksi. membuat keterandalan tinggi. akuntansi merupakan alat untuk „mengcapture„ kejadian-kejadian ekonomik dalam suatu entitas dan melaporkannya dalam laporan keuangan. Hal ini dikarenakan dasar dari pencatatan adalah bukti transaksi yang telah terjadi di masa lalu. fair value tingkat keterandalannya lebih rendah. fair value dapat digunakan untuk melengkapi historical cost. membuat patton & littleton menganggap bahwa fair value kurang pas jika dijadikan sebagai alat ukur dalam laporan keuangan utama. Namun. . Fair value yang tidak berdasarkan pada transaksi yang terjadi. Transaksinya sudah terjadi dan dapat dibuktikan.07 Nama: Grace Banne Pabutungan NPM: 28210021 Kelas: 4EB06 PENGANTAR MondayMAY 2012 ≈ LEAVE A COMMENT POSTED BY GRACEBANNEPABUTUNGAN IN AKUNTANSI INTERNASIONAL Historical cost jika dikaitkan dengan karakteristik kualitatif laporan keuangan. tingkat keterandalan (reliability) tinggi. atau pengguna laporan keuangan lebih membutuhkan informasi mengenai seberapa bernilainya instrumen keuangan tersebut. Sehingga untuk instrumen keuangan yang tujuan dari penyajiannya lebih mengutamakan nilai jika saat ini dijual. fair value untuk aset merupakan sebuah pilihan metode pengukuran selainhistorical cost. fair value merupakan suatu keharusan. atau berdasar model perhitungan yang dijustifikasi oleh appraisal). Hal ini dikarenakan fair value bertujuan untuk menunjukkan seberapa bernilainya aset/instrumen keuangan saat ini. Hal ini dikarenakan fair value tidak didasarkan pada keterjadian transaksi (transaksi belum terjadi) namun berdasar pada nilai perusahaan saat ini jika transaksi dilakukan (misalnya harga dalam jual beli mengikat. Namun transaksi itu terjadi di masa lalu sehingga keberpautan rendah. Untuk instrumen keuangan tertentu. namun keberpautan (relevance) rendah.

5. memberi data yang dapat di bandingkan 3. data yang di gunakan dapat memprediksi masa depan Kelemahan menggunakan Historical Cost Menurut Muijono: 1. menyajikan data yang dapat berguna untuk pengambilan keputusan bagi manajemen dan investor. fair value adalah pengukuran berbasis pasar yang tidak di pengaruhi oleh faktor-faktor khusus untuk entitas tertentu. menyalahi mathematical principle karena berbaai himpunan yang tidak sama dijumlah kan menjadi satu. Keunggulan menggunakan Fair Value menurut Penman (2007:33): 1. nilai aktiva yang dicatat dalam neraca akan mempunyai nilai yang lebih rendah jika di bandingkan dengan perkembangan harga daya beli uang sekarang. 3. harga menyediakan informasi terbaru sekitar nilai dari asset-asset. akuntansi fair value melaporkan economic income 5. fair value mencerminkan unsur pokok ekonomi yang benar 4. dengan berlalu nya waktu harga historis menjadi tidak relevan didalam menaksir posisi keuangan suatu entitas. investor-investor berkaitan dengan nilai bukan biaya. 3. opurtunistik dan ketidakjujuran manajemen dapat mengambil keuntungan dari penilaian dan estimasi yang . disamping hal-hal diatas akan timbul kesulitan-kesulitan bagi manajemen perusahaan apabila harus mendasarkan laporan akuntansi yang disusun berdasarkan asumsi adanya stable monetary unit setelah mengetahui mengenai historical cost.Keunggulan menggunakan Historical Cost: 1. saya akan menjelaskna mengenai fair value accounting sehingga kita dapat membandingkan antara keduanya. akan di bebankan terlalu kecil dan akan menagkibatkan laba di hitung terlalu besar. alokasi biaya untuk depresiasi. 4. dan 7. amortisasi. tidak menyajikan holding gain and loss 4. maka melaporkan fair value 2. perusahaan tidak akan mempertahankan real capitalnya dan ada kecenderungan terjadinya canibalisme terhadap modal sehubungan dengan pembayaran pajak perseroan dan pembagian laba yang lebih besar daripada semestinya. akuntansi fair value melaporkan asset dan kewajiban dalam carayang ekonomis akan memperhatikan mereka . 6. laba/rugi yang terjadi yang dihasilkan oleh perhitungan laba/rugi yang didasarkan pada asumsi adanya stable monetary unit tdak lah riil apabila diukur dengan perkembangan daya beli uang yang berlangsung. hasil penilaiannya dapat di verifikasi 2. adanya pembebanan biaya yang terlalu kecil karena pendapatan untuk suatu hal tertentu pada saat tertentu akan di bebani biaya yang didasarkan pada suatu nilai uang yang telah di tetapkan beberapa periode yang lalu pada saat terjadinya pencatatan biaya tersebut. Kelemahan dari Fair Value menurut Tim Krumwiede (2008:38): 1. 2.

IFRS memberikan pilihan pengukuran karena penggunaan fair value bisa jadi akan melanggar constraint costbenefit bagi entitas. Perlunya SAK Konvergen ke IFRS 07 Nama: Grace Banne Pabutunga NPM: 28210021 Kelas: 4EB06 Pengantar MondayMAY 2012 ≈ LEAVE A COMMENT POSTED BY GRACEBANNEPABUTUNGAN IN AKUNTANSI INTERNASIONAL Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) adalah kumpulan dari standar akuntansi yang dikembangkan oleh Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang menjadi standar global untuk penyusunan laporan keuangan perusahaan publik. asalkan mencerminkan konsep fair presentation. Hal ini didanai oleh kontribusi dari perusahaan-perusahaan akuntansi yang besar. Sementara AICPA adalah anggota pendiri Komite Standar Akuntansi . akan membutuhkan lebih banyak justifikasi (misalnya penggunaan appraisal). pusat dan bank pembangunan.digunakan dalam proses manipulasi dan mengurutkan angka pada hasil dalam angka pendapatan yang di inginkan. Terdiri dari 15 anggota dari sembilan negara. entitas lebih banyak yang memilih tetap menggunakan historical cost daripada fair value. 2. Pada praktiknya. dan internasional lainnya serta organisasi profesional di seluruh dunia. meskipun bermaksud baik namun perkiraan manajemen mengenai fair value bisa menjadi salah pada luas berbagai prediksi dan asumsi yang salah. termasuk Amerika Serikat. Fair value yang keterandalannya rendah. yang mana cost penyajian laporan keuangan harus lebih kecil dari benefitnya. Fair value atauhistorical cost dapat dipilih dan digunakan. Penyajian wajar merupakan salah satu karakteristik kualitatif yang diutamakan dalam IFRS. sehingga costnya juga akan lebih tinggi. lembaga-lembaga keuangan swasta dan perusahaanperusahaan industri. The IASB mulai beroperasi pada tahun 2001 ketika ia menggantikan Komite Standar Akuntansi Internasional. maka hal ini jauh tepat. Jika dikatakan bahwa IFRS = fair presentation. rezim pendanaan nasional.

Ruang Lingkup Standart Standar ini berlaku apabila sebuah perusahaan menerapkan IFRS untuk pertama kalinya melalui suatu pernyataan eksplisit tanpa syarat tentang kesesuaian dengan IFRS. Tujuan Mengkonvergensi IFRS IFRS (International Financial Reporting Standar) yang akan digunakan sebagai standar akuntansi secara Internasional dan diterapkan atau digunakan oleh setiap Negara yang bertujuan untuk mengharmonisasikan standar akuntansi Internasional. Negara-negara lain.IFRS. SEC mengeluarkan komentar publik peta jalan yang mengusulkan transisi bertahap untuk wajib adopsi IFRS oleh perusahaan publik AS. termasuk kepala akuntan James Kroeker. Sedangkan pada tahun 2011 akan dilakukan keseragaman terhadap standar Akuntansi di seluruh dunia. dan telah mendukung upaya dari Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) dan IASB untuk mengembangkan suatu set umum berkualitas tinggi standar global. IASB tidak sponsor yang mendukung maupun yang sumber daya AICPA‟s IFRS website (www.Internasional. Selain itu. yaitu menggunakan standar akuntansi . Namun. Jepang telah memperkenalkan sebuah peta jalan untuk adopsi itu akan memutuskan pada tahun 2012 (dengan adopsi direncanakan untuk 2016). SEC telah menyatakan dukungannya untuk seperangkat inti standar akuntansi yang dapat berfungsi sebagai kerangka kerja untuk pelaporan keuangan dalam penawaran lintas batas. termasuk perusahaanperusahaan yang terdaftar di Uni Eropa. tidak berafiliasi dengan IASB. karena kiblat dari ilmu akuntansi yang ada di Indonesia saat ini berada di Amerika Serikat. November 14. Beberapa memperkirakan bahwa jumlah negara-negara yang memerlukan atau menerima IFRS bisa tumbuh hingga 150 dalam beberapa tahun mendatang.com). termasuk Kanada dan India. Saat ini pembuatan dari SAK (Standar Akuntansi Keuangan) mengacu pada FASB (Financial Accounting Standads Board) yang berada di Amerika Serikat. Meksiko berencana untuk mengadopsi IFRS untuk semua perusahaan yang terdaftar mulai tahun 2012. diharapkan untuk transisi ke IFRS pada tahun 2011. menunjukkan bahwa Komisi akan memberikan kejelasan pada niat untuk IFRS pada akhir tahun. para pendahulu IASB organisasi. Sekitar 117 negara memerlukan izin atau terdaftar domestik IFRS untuk perusahaan. belakangan pernyataan dari pejabat SEC. Pada tahun 2009. Negara-negara lain masih memiliki rencana untuk berkumpul (menghilangkan perbedaan signifikan) standar nasional mereka dengan IFRS. rancangan SEC Lima Tahun Rencana Strategis termasuk komitmen untuk standar global. Selama bertahun-tahun. 2008. Jadi selama ini standar akuntansi di Indonesia tidak jauh berbeda isinya dengan yang digunakan oleh Amerika. krisis keuangan di SEC memfokuskan kembali prioritas lain. Banyak orang percaya bahwa penerimaan IFRS di Amerika Serikat oleh SEC untuk perusahaan publik adalah niscaya. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan keuangan perusahaan yang pertama kalinya berdasarkan IFRS (termasuk laporan keuangan interim untuk periode pelaporan tertentu) menyediakan titik awal yang memadai dan transparan kepada para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang seluruh periode disajikan.

Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS. Sedangkan FASB (Financial Accounting Standards Board) adalah lembaga swasta yang bertanggung jawab untuk membentuk standar akuntansi yang akan diterapkan di Ameika Serikat dan SAK (Standar Akuntansi Keuangan) adalah atandar akuntansi yang digunakan olh Indonesia dan lembaga ang ditunjuk untuk menentukan dan bertanggung jawab terhadap standar akuntansi di Indonesia ialah I. Setiap perusahaan harus membuat Laporan Keuangan yang berguna untuk menggambarkan kondisi keuangan perusahaan tersebut dalam jangka waktu tertentu yang mengacu pada standar akuntansi yang digunakan oleh setiap Negara tersebut. 5. Meningkatkan daya banding laporan keuangan dan memberikan informasi yang berkualitas di pasar modal internasional. 6. peran dari I.A.I sangat dibutuhkan setipa perusahaan dan pemerintah untuk melakukan perubahan standar akuntansi di Indonesia. 4. 2.IFRS(International Financial Reporting Standar).A. mengandung informasi berkualitas tinggi yang: 1.I (Ikatan Akuntansi Indonesia). 3. membuat IASB melakukan percepatan harmonisasi Standar Akuntansi Internasional khususnya IFRS yang dibuat oleh IASB dan FASB (Badan Pembuat Standar Akuntansi di Amerika Serikat). Mengurangi biaya pelaporan keuangan bagi perusahaan multinasional dan biaya untuk analisis keuangan bagi para analis. Menghilangkan hambatan arus modal internasional dengan mengurangi perbedaan dalam ketentuan pelaporan keuangan. IFRS adalah standar akuntansi secara Internasional dan akan diterapakan oleh setiap Negara pada tahun 2011. 3. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna . Oleh sebab itu. Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan keuangan interim perusahaan untuk perioda-perioda yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan. Upaya untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan. Tujuan lain dari Konvergensi ke IFRS: 1. Mau tidak mau Indonesia harus mengikuti perubahan yang akan dilakukan dunia yaitu mengganti standar akuntansi yang digunakan dengan standar akuntansi dunia. Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan menuju “best practise”. Pendekatan terbesar pada subtansi atas transaksi dan evaluasi dimana merefleksikan realitas ekonomi yang ada. Transparan bagi para pengguna dan dapat dibandingkan (comparable) sepanjang periode yang disajikan 2. Dapat mengurangi peran dari badan otoritas dan panduan terbatas pada industri-industri spesifik.

IFRS 7 Financial instruments: disclosures 7. IAS 27 Consolidated and separate financial statements 4. IAS 36 Impairment of assets 11.Perkembangan Konvergensi PSAK ke IFRS Sesuai dengan roadmap konvergensi PSAK ke IFRS (International Financial Reporting Standart) maka saat ini Indonesia telah memasuki tahap persiapan akhir (2011) setelah sebelumnya melalui tahap adopsi (2008 – 2010). Tahap Implementasi (2008-2010) 3. IFRS 8 Operating segment 8. Adopsi seluruh IFRS ke PSAK 4. IAS 28 Investments in associates 6.” demikian disampaikan Ketua DSAK IAI Rosita Uli Sinaga pada Public Hearing Eksposure Draft PSAK 1 (Revisi 2009) tentang Penyajian Laporan Keuangan. contingent liabilities and contingent asset . Tahap Persiapan Akhir (2008-2010) 2. IAS 31 Interests in joint ventures 9. di Jakarta Kamis 20 Agustus 2009 lalu. IFRS 5 Non-current assets held for sale and discontinued operations 5. karena setelah itu resmi per 1 Januari 2012 Indonesia menerapkan IFRS. Berikut konvergensi PSAK ke IFRS yang direncanakan Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI: 1. Penerapan PSAK berbasis IFRS secara bertahap 6. Hanya setahun saja IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) menargetkan tahap persiapan akhir ini. Program konvergensi DSAK selama tahun 2009 adalah sebanyak 12 Standar. “Sasaran konvergensi IFRS yang telah dicanangkan IAI pada tahun 2012 adalah merevisi PSAK agar secara material sesuai dengan IFRS versi 1 Januari 2009 yang berlaku efektif tahun 2011/2012. IAS 37 Provisions. IAS 1 Presentation of financial 10. Persiapan infrastruktur yang diperlukan 7. Evaluasi dampak penerapan PSAK secara komprehensif 9. IAS 21 The effects of changes in foreign exchange rates 3. Penyelesaian persiapan Infrastruktur yang diperlukan 5. Penerapan secara bertahap beberapa PSAK berbasis IFRS 8. yang meliputi: 1. IFRS 2 Share-based payment 2. Evaluasi dan kelola dampak adopsi terhadap PSAK yang berlaku Program & Sasaran Konvergensi IFRS Dua puluh Sembilan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) masuk dalam program konvergensi IFRS yang dicanangkan DSAK IAI tahun 2009 dan 2010.

IAS 8 Accounting policies. IAS 10 Events after the Reporting Period 13. Dukungan dari semua pihak agar proses konvergensi ini dapat berjalan dengan baik tentunya sangat diharapkan. melakukan gap analysis dan menyusun road map konvergensi IFRS serta berkoordinasi dengan proyek lainnya untuk optimalisasi sumber daya.12. IAS 24 Related party disclosures 6. merevisi kurikulum dan silabus serta melakukan berbagai penelitian yang terkait serta Memberikan input/komentar terhadap ED dan Discussion Papers yang diterbitkan oleh DSAK maupun IASB. IAS 12 Income Taxes 16. IAS 41 Agriculture 3. IFRS 3 Business Combination 8. IFRS 4 Insurance Contract 9. akademisi. IAS 7 Cash flow statements 2. IAS 11 Construction Contracts 14. Akuntan Manajemen/Perusahaan dapat mengantisipasi dengan segera membentuk tim sukses konvergensi IFRS yang bertugas mengupdate pengetahuan Akuntan Manajeman. IAS 29 Financial reporting in hyperinflationary economies 5. IAS 26 Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plan Banyaknya standar yang harus dilaksanakan dalam program konvergensi ini menjadi tantangan yang cukup berat bagi DSAK IAI periode 2009-2012. IAS 19 Employee Benefits 11. IAS 18 Revenue 15. IAS 20 Accounting for government grants and disclosure of government assistance 4. Akuntan Publik diharapkan dapat segera mengupdate pengetahuannya sehubungan dengan perubahan SAK. IAS 38 Intangible Asset 7. changes in accounting estimates and errors Program konvergensi DSAK selama tahun 2010 adalah sebanyak 17 Standar sebagai berikut: 1. regulator serta profesi pendukung lainnya seperti aktuaris dan penilai. Regulator perlu melakukan penyesuaian regulasi yang perlu terkait dengan pelaporan keuangan dan perpajakan serta melakukan upaya pembinaan dan supervisi terhadap profesi yang terkait dengan pelaporan . Akuntan Akademisi/Universitas diharapkan dapat membentuk tim sukses konvergensi IFRS untuk mengupdate pengetahuan Akademisi. IFRS 6 Exploration for and Evaluation of Mineral Resources 17. Implementasi program ini akan dipersiapkan sebaik mungkin oleh IAI. mengupdate SPAP dan menyesuaikan pendekatan audit yang berbasis IFRS. IAS 33 Earnings per share 10. IAS 34 Interim financial reporting 12. Rosita juga menambahkan bahwa tantangan konvergensi IFRS 2012 adalah kesiapan praktisi akuntan manajemen. akuntan publik.

pembuat standar regional/internasional. emiten AS tertentu tanpa pelanggan atau operasi yang signifikan di luar Amerika Serikat IFRS mungkin menolak karena mereka mungkin tidak memiliki pasar IFRS insentif untuk menyiapkan laporan keuangan. Mereformat PSAK yang telah diadopsi dari IFRS dan diterbitkan sebelum 2009. yang lain percaya bahwa US GAAP adalah standar emas. membuat perbandingan lebih mudah. atau jika mereka memiliki investor asing yang harus menggunakan IFRS. Selain itu. Mereka mungkin percaya bahwa biaya yang signifikan terkait dengan mengadopsi IFRS lebih besar daripada manfaatnya.keuanganseperti penilai dan aktuaris. Mencabut PSAK Industri. Perusahaan juga dapat merasakan manfaat dengan menggunakan IFRS jika mereka ingin meningkatkan modal di luar negeri. serta Menjalin kerjasama lebih efektif dengan regulator. Mengadopsi IFRIC dan SIC per 1 January 2009. Sejarah Perkembangan Akuntansi. Asosiasi Industri diharap dapat menyusun Pedoman Akuntansi Industri yang sesuai dengan perkembangan SAK. Walaupun sebuah keyakinan oleh beberapa keniscayaan penerimaan global IFRS. Perusahaan-perusahaan juga mungkin perlu mengkonversi ke IFRS jika mereka adalah anak perusahaan dari sebuah perusahaan asing yang harus menggunakan IFRS. Badan yang Mempunyai Otoritas Membuat Standar Akuntansi.. Memberikan komentar dan masukan untuk Exposure Draft dan Discussion Paper IASB. Melakukan kodifikasi penomoran PSAK dan konsistensi penggunaan istilah. Aktif berpartisipasi dalam berbagai pertemuan organisasi standard setter. asosiasi industri dan universitas dalam rangka konvergensi IFRS. Program Kerja DSAK lainnya yaitu: Mencabut PSAK yang sudah tidak relevan karena mengadopsi IFRS. membentuk forum diskusi yang secara intensif membahas berbagai isu sehubungan dengan dampak penerapan SAK dan secara proaktif memberikan input/komentar kepada DSAK IAI. Syarat Listing . suatu bisnis dapat menyajikan laporan keuangan dengan dasar yang sama sebagai pesaing asing. perusahaan dengan anak perusahaan di negaranegara yang memerlukan atau mengizinkan IFRS mungkin dapat menggunakan salah satu bahasa akuntansi perusahaan-lebar. Selanjutnya. dan bahwa sesuatu akan hilang dengan penerimaan penuh IFRS. Keuntungan dan Kelemahan dari Mengkonvergensi IFRS Dengan mengadopsi IFRS.

Akuntansi Sumber Daya Manusia. 1 (1985)) sebagai . Sejarah perkembangan ilmu akuntansi itu sendiri. Sistem pencatatan akuntansi itu sendiri sebagai pencatatan transaksi dengan sistem pembukuan yang sekarang dikenal dengan double entry accounting system. Setiap orang dapat menjelaskan ceritanya atau versinya. Paling tidak kita bisa memahami apa yang terjadi masa lalu serta bagaimana proses perkembangannya sehingga perkembangan itu sampai seperti saat ini. memang begitulah yang namanya sejarah. Mempelajari sejarah akuntansi ini perlu untuk mengetahui apa yang terjadi pada masa lalu dan dengan pengetahuan ini diharapkan kita akan dapat memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan sehingga dalam menghadapinya kita lebih siap dan mampu mangambil mafaat dari peluang yang ada. Kemudian. Akuntansi dan Double Entry Penelitian terhadap sejarah akuntansi sudah semakain semarak dan publikasi yang khusus menganalisis dan mempelajari sejarah akuntansi ini dimuat melalui berbagai publikasi akuntansi umumnya dan dalam The Acoounting Historian Journal khususnya yang merupakan jurnal publikasi ilmiah dari The Academy of Accounting Historian. Auditing. sejak ia merupakan satu bidang ilmu akuntansi umum kemudian berkembang menjadi berbagai subbidang yang sudah dikenal saat ini seperti Akuntansi Menajemen. bahkan sejak adanya kehidupan social ekonomi manusia. Praktik akuntansi Pada hakikatnya. yaitu: 1.07 Nama: Grace Banne Pabutungan NPM: 28210021 Kelas: 4EB06 Pengantar MondayMAY 2012 ≈ LEAVE A COMMENT POSTED BY GRACEBANNEPABUTUNGAN IN AKUNTANSI INTERNASIONAL Banyak hal yang kita peroleh jika kita mempelajari sejarah. sejarah atau history dipelesetkan orang menjadi his story cerita “nya”. para ahli akan sepakat apabila dikatakan bahwa fungsi akuntansi atau praktik pencatatan akuntansi dalam arti pencatatan kejadian yang berhubungan dengan bisnis sudah dimulai lama. Akuntansi Perpajakan. 3. Untuk mempelajari sejarah akuntanisi kita harus dapat membedakan antara tiga hal. Sejarah perkembangan akuntansi memiliki banyak versi. kita juga memiliki dasar untuk memprediksi apa yang akan muncul di masa depan jika situasi berjalan normal. 2. sejak adanya kejadian transaksi bisnis. Pada pembahasan ini kita akan mencoba membahas sejarah akuntansi. Hal ini terbukti dari berbagai penemuan-penemuan seperti dikemukakan Ernest Stevelinck dalam artikelnya yang berjudul Accounting in Ancient Times (The Acoounting Historians Journal Volume 12 No. 1. Sejarah lahirnya praktik akuntansi itu dalam kehidupan manusia. Maka.

Penemuan penting ini menimbulkan dampak filosofi ekonomi yang penting. menurut pendapat Mattessich di atas. Pencatatan transaksi tidak hanya mencatat pengaruhnya pada satu perkiraan.000 tahun yang lalu dan double entry 5. koin dengan bentuk tertentu disimpan dan ditandai kemudian dimasukkan dalam amplop. Sejarah Metode Pencatatan Double Entry Dalam berbagai literature akuntansi konvensional banyak ditulis akuntansi lahir dari seorang pendeta Itali. seorang manajer yang bernama My mencatat transaksi hariannya dalam calamos reed (sejenis kulit). Tanah. Dalam teori ini dibahas bagaimana bahasa menggambarkan realitas. Namun. Mesir memiliki sejarah akuntansi yang panjang. 2. bagaimana menyusun suatu kalimat untuk menggambarkan ini. dan seterusnya. 1987): 1. sistem double entry sudah ada 5000 tahun yang lalu. Geometrica Proportioni et Proportionalita yang diterbitkan tahun 1949 di Venice. Pemisahan ini menggambarkan perbedaan transaksi cash (Utang. token disimpan dalam bentuk yang lebuh besar dengan berbagai variasi yang lebih kompleks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akuntansi mendahului perhitungan dan penulisan. 1987: 79). Di sini My yang memiliki asisten telah bekerja secara efisien dan dengan sistem yang dibuatnya ia mampu mengamati kapalnya yang mengangkut barang-barang dari tokonya melalui sungai Nil. yaitu (Mattessich. Pertama. Piutang.000 tahun yang lalu. Pada tahun 3200 Sebelum Masehi telah dikenal dua macam teknik akuntansi secara simultan. tetapi juga dilakukan pencatatan pada perkiraan lai. kombinasi apa yang digunakan untuk menggambarkan realitas. Ribuan bukti catatan akuntansi dalam kulit kayu (papyri) yang ditemukan lebih lima belas abad yang lalu dan menjelaskan bahwa akuntansi itu telah ada lebih daripada 300 tahun yang lalu dengan beberapa tingkat kejelasannya. Pacioli menjelaskan pencatatan transaksi perdagangan di Italia. Perhitungan angka muncul setelah melalui berbagai tahapan. Memperkenalkan validitas correspondence theory. dan lain-lain) (Mattessich. Dikenalnya eksistensi abstract input output principle 10. yaitu Lucas Pacioli dengan bukunya Summa de Arithmatica. 4. Persamaan akuntansi double entry bookkeeping adalah sebagai berikut. Menurut Ijiri (1996). 5. Dalam artikel ini dijelaskan pada awal kerjaan Mesir itu. dan lain-lain)ndengan transaksi noncash (Persediaan. 3. Peralatan.berikut. 2. Jenis lainnya. Sistem double entry accounting telah disepakati mula-mula “diterbitkan” oleh Lucas Pacioli dalam bukunya yang berisi 36 bab . Harta = Utang + Modal Tidak dijelaskan apakah sistem pencatatan yang dikenal pada masa lalu itu menggunakan sistem single entry atau double entry yang terakhir ini lebih praktis dan menjadi sistem dominan lima abad terakhir ini. dalam bab yang berjudul De Computis et Scripturis dengan double entry bookeeping system. Konsep penyajian laporan keuangan ternyata berkembang secara perlahan.

dan perumusan-perumusan yang sistematis tentang teori akuntansi. Dari sejak awal ilmu akuntansi tent uterus berkembang baik akuntansi yang dimaksudkan untuk kepentingan internal. Perkembangan Ilmu Akuntansi Akuntansi sejak saat itu terus berkembang sejalan dengan perkembangan ekonomi dan semakin timbulnya pemisahan antara pemilik perusahaan dengan manajemen. membayar uang. Catatan-catatan ini disimpan untuk satu trip dan setelah tiba kembali dari perdagangan maka dihitunglah laba rugi dari kegiatan perdagangan itu. Tuan-tuan tanah biasanya mengumpulkan pajak dari penduduk dan dana ini dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan negerinya dan untuk kepentingan pribadi. Geometrica. pribadi atau manajemen sampai pada akuntansi keuangan untuk kepentingan publik. 3. Dari lembaga ini dan dari lembaga lainnya muncullah konsep. teori. Kegiatan bisnis ini tentu memerlukan catatan tentang kegiatan tersebut. mengeluarkan saham. Dalam undangundang itu diatur tentang kemungkinan perusahaan meminjam uang. cikal bakal akuntansi ini juga berasal dari lembaga awal perbankan yang mula-mula timbul pada abad ke-11 dan 12 di Italia. Akhirnya USA membentuk SEC (Security Exchange Commission) sebagai salah satu lembaga yang banyak mendorong tercapainya suatu prinsip akuntansi yang baku. Pemicu . Lembaga ini juga sering memberikan pinjaman pada saudagar-saudagar yang berniaga ke negeri lain. khususnya catatan tentang laba/rugi sebagai dasar nantinya dalam pembagian laba rugi di antara para partnernya.yang terbit pada tahun 1494 di Florance. baik sebagai informasi maupun sebagai pertanggungjawaban. Beberapa masalah yang menimbulkan diperlukannya akuntansi adalah perkembangan ilmu yang berjalan sedemikian cepat. Pada tahun 1845 undang-undang perusahaan yang pertama di Inggris dikeluarkan untuk mengatur tentang organisasi dan status perusahaan. Perkembangan ekonomi di Inggris ini juga menular ke USA termasuk juga mengenai bentuk perusahaannya. Di samping itu. Keadaan inilah yang menimbulkan perlunya laporan. Keadaan ini menimbulkan prasangka negatif bahwa manajemen dapat menyusun laporan keuangan sesuai dengan kehendak dan kepentingannya sehingga dia dapat memanipulasi laporan keuangan dan akibatnya laporan keuangan dianggap kurang bernilai dan sampai puncaknya tahun 1930 pada masa depresi berat di USA. Perusahaan dapat dibentuk oleh kumpulan beberapa orang yang bekerja bersama-sama dalam satu badan. Mulanya akuntansi merupakan catatan-catatan yang disimpan sebagai bagian dari sistem feudal pada abad pertengahan. Italia dengan judul Summa d’ Arithmatica. Laporan tentang pengutipan pajak itu disusun oleh staf-staf tuan tanah tadi sebagai pedoman baginya atau sebagai bahan yang dapat siperiksa oleh penduduk. kegiatan ekonomi pun berkembang demikian cepat dan menimbulkan berbagai teknik dan penerapan sistem akuntansi di antara perusahaan-perusahaan sehingga masalah perbandingan dan kebenaran (kewajaran) laporan keuangan menjadi permasalahan. Catatan seperti ini juga diperlukan oleh para pedagang yang berniaga ke daerah/negeri lain. dan dapat bertindak sebagaimana halnya perorangan. Proportioni et proportionalita. Timbulnya Revolusi Industri pada tahun 1776 juga menimbulkan efek positif terhadap perkembangan akuntansi.

6. Tahun 1950 – 1975: Pada tahun ini banyak yang dapat dicatat dalam perkembangan akuntansi. Management Accounting sebagai bidang akuntan yang khusus untuk kepentingan manajemen mulai dikenal dan berkembang pesat. 7. Cost Accounting mulai dikenal termasuk laporan dan statistik biaya dan produksi. 4. Kemudian dalam periode ini juga akuntansi sudah dianggap dapat memberikan laporan tentang pajak. yaitu sebagai berikut. namun seorang penulis Leo Herbert dalam artikelnya di The GAO Review (Fall 1972. Sistem akuntansi yang manual beralih ke sistem EDP dengan mulai dikenalnyaPunch Card Record. Tahun 1800: Pada tahun ini dan sampai tahun 1875 masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang terutama dipergunakan dalam menilai perusahaan. Tahun 1900: Di USA mulai diperkenalkan Sertifikasi Profesi yang dilakukan melalui ujian yang dilaksanakan secara nasional. Pada periode ini perkembangan ilmu auditing semakin cepat dan audit dilakukan atas catatan pembukuan dan laporan. 6. Mulai dikenal Akuntansi Pemerintahan serta pengawasan dana pemerintah 2. Teknik-teknik analisis biaya juga mulai diperkenalkan. Muncul jasa-jasa manajemen seperti Sistem Perencanaan dan Pengawasan. Tahun 1925: Banyak perkembangan yang terjadi tahun ini antara lain sebagai berikut. Perencanaan manajemen mulai dikenal demikian juga Management Auditing. Pada periode ini mulai akuntansi menggunakan komputer untuk pengelolaan data. Jasa-jasa perpajakan seperti Konsultan Pajak dan Perencanaan Pajak mulai ditawarkan profesi Akuntansi. Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP) sudah dilakukan. Norma Pemeriksaan Akuntansi juga mulai dirumuskan. 3. Laporan keuangan mulai diseragamkan. 2. Analisis Cost Revenue semakin dikenal. 4. 1. 5. Tahun 1975: Mulai periode ini akuntan semakin berkembang dan meliputi bidang-bidang lainnya. 3. Tahun 1825: Pada periode ini mulai dikenal pemeriksaan keuangan (Financial Auditing). 5. Belum banyak kajian yang membahas perkembangan ini. Akuntansi untuk perpajakan mulai diperkenalkan.perkembangan pesat ilmu akuntansi ini dapat dianggap disebabkan karena munculnya gelombang scientific management dan bertambah meluasnya kepemilikan dan keterlibatan berbagai pihak dalam manajemen perusahaan. Perkembangan itu antara lain: . Tahun 1775: Pada tahun ini mulai dikenal pembukuan baik single entry maupun yang double entry. Tahun 1850: Pada tahun ini laporan Laba Rugi menggantikan posisi Neraca sebagai laporan yang dianggap lebih penting. p 31) dengan judulGrowth Of Accountability Knowledge 1775-1975 menjelaskan perkembangan akuntansi sebagai berikut. 1.

Timbulnya Management Science yang mencakup analisis proses manajemen dan usaha-usaha menemukan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya. • Penerapan metode interdisipliner. Sistem informasi semakin canggih yang mencakup perkembangan: a. apakah akuntansi yang selama ini dianggap bagian dari sistem ideology kapitalis. Globalisasi menimbulkan global market dimana investor sudah borderless sudah tidak memikirkan tempat atau negara lagi yang akhirnya mempengaruhi sifat akuntansi yang mereka butuhkan. 3. Di samping itu. apakah standar akuntansi yang berlaku regional atau negara masih relevan dalam dunia bisnis yang sudah mengglobal ini. Dalam periode ini muncul: • Perencanaan sistem menyeluruh. maka mau tidak mau akuntansi juga harus merespons perubahan itu jika ia masih ingin eksis dalam dunia bisnis. Kemajuan teknologi komunikasi dan komputer. c. apakah penekanannya pada proses pengambilan keputusan (decision making). teori pengambilan keputusan. Adanya perubahan struktur industri dari basis manufaktur ke basis Information Technology (IT) yang tentu memerlukan standar-standar baru seperti dalam penilaian. analisis cost benefit. Metode pengawasan yang menggunakan komputer dan teori cybernetics. Social Accounting menjadi isu yang membahas pencatatan setiap transaksi perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat. 6. Akuntansi Sekarang Pada era globalisasi ini juga terpengaruh. 2. 4. pengukuran.1. semakin meluasnya pasar global menyebabkan akuntansi juga sudah memerlukan standar universal yang berlaku global. • Hubungan antarlembaga pemerintah semakin penting. 5. model-model organisasi. • Nilai-nilai sumber daya manusia menjadi penting. b. Ada kecenderungan dan tekanan perlunya profesi memiliki standar akuntansi dunia yang berlaku untuk semua. semua profesi dihadapkan pada perubahan ekonomi sosial yang sangat cepat. secular masih bisa diterima oleh kelompok yang mengutamakan etika dan agama? Isu-isu ini akan menjadi isu besar yang akan mengubah sejarah akuntansi nantinya. • Human Behavior (perilaku manusia) menjadi bahan kajian. dan pelaporan “intellectual capita. Akhir-akhir ini ada kecenderungan menolak akuntansi konvensional disebabkan karena akuntansi konvensional dianggap tidak mampu memberikan informasi kepada para pemakainya sehingga ada resistensi. Total System Review yang merupakan metode pemeriksaan efektif mulai dikenal. perencanaan organisasi. Dalam era seperti ini.” . d. Misalnya apakah akuntansi ini masih tetap sebagai sumber informasi yang paling utama bagi investor seperti selama ini atau hanya sebagai salah satu sumber.

bisnis spiritualisme (Sprituality in Business). 4. konsumen berbasis nilai (The Value-Driven Consumer). munculnya kapitalisme yang sadar (the Dawn of Conscious Capitalism). Kalau kita lihat Megatrends 2010 oleh Patrice Aburdene (2005) kita menemukan 7 kecenderungan bisnis yang tentu nantinya akan mempengaruhi profesi akuntansi. pemimpin lahir dari level tengah (Leading from the Middle). social capital. 2. boomnya investasi pada perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosial (The Socially Responsible Investment Boom). 7. The Financial Executive Intitute (FEI) . Indonesia · Ikatan Akuntan Indonesia · Institut Akuntan Publik Indonesia · Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan 2. Organisasi ini menerbitkan majalah bulanan yang memuat artikel-artikel tentang akuntansi yang bernama Management Accounting 2. Amerika · Kantor Akuntan Besar yang dikenal dengan “Big 8″ · American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) – Akuntan Publik · Financial Accounting Standard Board (FASB) – Lembaga Penyusun Standar Akuntansi · Goverenmental Accounting Standard Board (GASB) – Lembaga Penyusun Standar Akuntansi untuk Pemerintah · Securities and Exchange Commision (SEC) – Badan Pengawas Pasar Modal · American Accounting Association (AAA) – Organisasi Akademisi · Financial Executives Institute (FEI) – Para Eksekutif Keuangan · The Institute of Management Accounting dahulu namanya National Association of Accountant (NAA) – Organisasi Akuntan Manajemen · Organisasi/badan lain: 1. 6. Badan yang Mempunyai Otoritas Membuat Standar Akuntansi 1. kekuatan spiritualis (the Power of Spirituality). gelombang solusi kendaraan (The Wafe of Conscious Solution). Bagaimana profesi akuntansi menghadapi trends ini? Mari kita lihat perkembangan selanjutnya. Ke-7 Megatrends adalah: 1.emotional capital. The Cost Accounting Standard Board (CASB) 3. 3. spiritual capital. 5. The National Association of Accountant yang berganti nama menjadi The Intitute of Management Accountant (IMA) merupakan organisasi profess yang menggabungkan para akuntan manajemen di USA.

Australia · Australian Accounting Standards Board (AASB) 7. • Khusus calon emiten yang bidang usahanya memerlukan ijin pengelolaan (seperti jalan tol. dan Irlandia Utara · The Intitute of Chartered Accontants in England and Wales · The Intitute of Chartered Accontants of Ireland · The Intitute of Chartered Accontants of Scotlands · The Association of Certified Chartered Accountants (ACCA) · The Institute of Cost and Management Accountant · The Chartered Intitute of public Finance and Accountancy 4. United kingdom: Inggris. tidak diperkenankan tercatat di Bursa. Badan-badan/organisasi luar negeri lainnya. penguasaan hutan) harus memiliki ijin tersebut minimal 15 tahun. Wales. • Persyaratan pencatatan awal yang berkaitan dengan hal finansial didasarkan pada laporan keuangan Auditan terakhir sebelum mengajukan permohonan pencatatan.4. -Australia Bursa Efek Australia atau lebih dikenal dengan nama Australian Securities Exchange (ASX) adalah bursa efek . Skotlandia. International Accounting Standard Commite (IASC) 5. • Calon emiten yang merupakan anak perusahaan dan/atau induk perusahaan dari emiten yang sudah tercatat (listing) di BEI dimana calon emiten memberikan kontribusi pendapatan kepada emiten yang listing tersebut lebih dari 50% dari pendapatan konsolidasi. Kanada · Accounting Standards Board (AcSB) 5. Taiwan · Financial Accounting Standards Committee (FASC) Syarat Listing -Indonesia • Pernyataan Pendaftaran Emisi telah dinyatakan Efektif oleh BAPEPAM-LK. 3. China · China Accounting Standards Committee (CASB) 6.

dan isu-isu akuntansi yang terkait dengan. Explain reasons for. and accounting issues associated with. Foreign Direct Investment (Jelaskan alasan untuk. Adapun syarta ketentuan di dalam ASX(Australian Securities Exchange) sebagai berikut: • Order jual harus dilakukan pada harga yang tidak boleh lebih rendah daripada harga perdagangan terakhir. Perdagangan di ASX dilakukan sepenuhnya dengan sistem perdagangan elektronik. Sumber: Teori Akuntansi Edisi Revisi oleh Sofyan Syafri Harahap Pengantar Akuntansi Internasional 26 Nama : Grace Banne Pabutungan Kelas : 4EB06 NPM : 28210021 MondayMAR 2012 ≈ LEAVE A COMMENT POSTED BY GRACEBANNEPABUTUNGAN IN AKUNTANSI INTERNASIONAL Bab I dalam Mata Kuliah Akuntansi Internasional membahas mengenai Introduction to International Accounting. ASX diawali sebagai bursa swasta yang didirikan pada awal tahun 1861. Understand the nature and scope of international accounting (Memahami sifat dan ruang lingkup akuntansi internasional) . • Tidak boleh dilakukan perdagangan “short selling” atas lebih dari 10% saham yang diterbitkan (Pialang harus melaporkan posisi “short” bersihnya setiap hari kepada ASX . Understand the nature and scope of international accounting (Memahami sifat dan ruang lingkup akuntansi internasional) B.utama diAustralia. Describe accounting issues created by international trade (Jelaskan isu-isu akuntansi yang diciptakan oleh perdagangan internasional) C. Investasi Asing Langsung) A.) • Marjin yang ditempatkan sekurangnya sebesar 20% dari nilai saham yang ditransasikan. yang terdiri dari beberapa sub bab diantaranya: A.

4. · harmonisasi keragaman pelaporan keuangan melalui aktivitas-aktivitas politik. dalam arti luas untuk : · Analisa komparatif internasional. UN. Mendefinisikan akuntansi internasional sebagai akuntansi untuk transaksi antar negara. 2. Melcher dan Elmallah (1997:18). yaitu: •Pengaruh pada akuntansi oleh kelompok-kelompok politik internasional seperti OECD. dll. perbandingan prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi akuntansi internasional: 1. Tingkat Perkembangan Ekonomi . Sistem Hukum. Inflasi 6. Pengertian Akuntansi Internasional Akuntansi Internasional adalah akuntansi untuk transaksi internasional. · kebutuhan akuntansi bagi pasar-pasar keuangan internasional. Menurut Iqbal. Perpajakan. Akuntansi Internasional dapat dijelaskan pada tingkat yang berbeda. Ikatan Politik dan Ekonomi 5. organisasi. auditing dan bidang akuntansi lainnya. profesi dan pembuatan standar. 3. •Praktek-praktek akuntansi perusahaan dalam menanggapi kegiatan mereka sendiri bisnis internasional •Perbedaan dalam standar akuntansi dan praktek antar negara.Akuntansi internasional memperluas akuntansi yang bertujuan umum general purpose yang berorientasi nasional. pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia. Sumber pendanaan. · Pengukuran dari isu-isu pelaporan akuntansinya yang unik bagi transaksi-transaksi bisnis mulitnasional.

Budaya Pada umumnya Akuntansi Internasional mencakup bahasan sebagai berikut: 1. Akuntansi Manajemen • pembelanjaan kegiatan usaha di luar negeri • investasi di luar negeri • risiko valuta asing • kinerja kegiatan usaha di luar negeri 5. • Akuntansi Internasional (International Accounting Standards). Akuntansi keuangan • perbandingan standar akuntansi keuangan yang berlaku di manca negara. • harmonisasi standar akuntansi secara global. Tingkat Pendidikan 8. Auditing • perbandingan standar audit di manca Negara. Akuntansi Perpajakan • pricing • Internasional 4. • laporan keuangan MNC.7. • perbandingan praktek profesi akuntan publik di manca negara Ruang lingkup dari Akuntansi Internasional terdiri dari 2 aspek yakni : . 2. 3. Permasalahan Pengukuran dan Pelaporan Akuntansi MNC (Multinational Company) • laporan keuangan anak perusahaan yang dilaporkan dalam mata uang asing. • laporan keuangan untuk tujuan evaluasi kinerja MNC.

sistempenilaian kerja . Dalam aspek ini juga termasuk pembahasan akuntansi manajemen untuk bisnis internasional. ASPEK KEDUA Transaksi internasional membahas mengenai pelaporan keuangan .penjabaran dan transaksi valas . Pencari efesiensi dan 4. investasi asing langsung (FDI) adalah bagian dari isu-isu akuntansi internasional. Pencari asset strategi. Terdapat empat tujuan utama FDI (Foreign Direct Investment) yaitu: 1. Describe accounting issues created by international trade (Jelaskan isu-isu akuntansi yang diciptakan oleh perdagangan internasional) Adanya isu-isu akuntansi internasional di sebabkan terjadinya transaksi/perdagangan secara internasional. Pencari pasar. FDI (Foreign Direct Investment) atau investasi langsung luar negeri. .sistem informasi . Caranya dengan si penanam modal membeli perusahaan di luar negeri yang sudah ada atau menyediakan modal untuk membangun perusahaan baru di sana atau membeli sahamnya sekurangnya 10%.perpajakan dan audit internasional . B. 2.penganggaran . perusahaan yang ada di negara asal (biasa disebut „home country‟) bisa mengendalikan perusahaan yang ada di negara tujuan investasi (biasa disebut „host country‟) baik sebagian atau seluruhnya. ASPEK PERTAMA Akuntansi internasional membahas gambaran standard akuntansi dan praktek akuntansi diberbagai negara di dunia serta membandingkan standard dan praktek akuntansi tersebut pada masing masing negara yang dibahas. 3. sebuah perusahaan dari satu negara menanamkan modalnya dalam jangka panjang ke sebuah perusahaan di negara lain.1. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa Akuntansi Internasional yaitu suatu standar sistem informasi Akuntansi Internasional dalam pelaporan keuangan untuk kegiatan-kegiatan bisnis yang melibatkan 2 atau lebih negara serta penerapan praktek-praktek Akuntansi di berbagai negara. Pencari sumber daya.dalam aspek ini juga termasuk pembahasan akuntansi manajemen untuk bisnis internasional. 2.

Produk Unik atau keuntungan-keuntungan teknologi dapat menyediakan satu komparatif keuntungan bahwa satu perusahaan berharap untuk memanfaatkan dengan cara mengembangkan penjualan di/dalam mancanegara. Investasi Asing Langsung) Seperti yang dijelaskan diatas Investasi Asing Langsung dapat menimbulkan isu-isu Akuntansi Internasional. Beberapa pasar internasional mampu tumbuh dan berkembang lebih cepat dari yang lain. and accounting issues associated with. Sebuah perusahaan dapat mengurangi biaya dengan menyediakan barang-barang dan layanan ke pelanggan nya melalui investasi asing langsung. dan isu-isu akuntansi yang terkait dengan. Biaya tenaga kerja secara signifikan lebih rendah dalam beberapa negara untuk mengurangi biaya produksi.FDI menciptakan dua isu utama: · Kebutuhan untuk mengkonversi dari lokal ke US GAAP sejak pencatatan akuntansi biasanya disusun dengan menggunakan GAAP lokal. Explain reasons for. · Kebutuhan untuk menerjemahkan dari mata uang lokal ke dolar AS sejak catatan akuntansi biasanya disusun dengan menggunakan mata uang lokal. Investasi Asing Langsung ini erat hubungannya dengan penjualan internasional yang merupakan sumber margin keuntungan yang lebih tinggi atau laba tambahan melalui penjualan tambahan. tidak bisa dipungkiri terjadinya resiko dalam kenyamanan menanamkan ivestasi di negara-negara lain. Foreign Direct Investment (Jelaskan alasan untuk. Investasi ini bertujuan untuk meningkatkan suatu kedudukan dan berkembang cepat dalam pasar. C. Jika bahan dalam kekurangan atau harus dipindahkan. hal itu bisa lebih murah jika menempatkan produksi dekat dengan sumber suplai dari pada untuk mengimpor bahan. Untuk ini diperlukan perlindungan bagi para investor (pemegang saham). Investasi Tambahan dalam suatu negara asing adalah kadang-kadang mendorong suatu kebutuhan untuk melindungi pasar itu dari kompetitor lokal. Ini tidak terlepas dari peran Investasi Asing Langsung. Meskipun perlindungan yang diberikan masing-masing Negara berbeda. Perusahaan membangkitkan penjualan melalui mengekspor kepada suatu negara tertentu untuk melindungi pasar mereka. . Tujuan terakhir dari Investasi Asing Langsung yaitu meningkatkan penjualan dan laba. Transportasi biaya berhubungan dengan membuat penjualan ekspor ke pelanggan asing mungkin menjadi berkurang dengan cara menempatkan produksi dekat dengan pelanggan. Terkait dengan investasi asing langsung.

 Memperoleh Teknologi dan Manajerial. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan. Selain melakukan penelitian dan pengembangan di rumah.Pengungkapan publik tidak terlalu maju masih terjadi perbedaan yang besar terhadap informasi yang diberikan pada pemegan saham yang besar dengan publik.  Melindungi Pasar Luar Negri Tambahan investasi di luar negeri kadang-kadang termotivasi oleh kebutuhan untuk melindungi pasar yang dari pesaing lokal.ftvc. Investor. Investasi asing langsung merupakan sarana untuk memperoleh pijakan di pasar yang berkembang pesat atau muncul. cara lain untuk memperoleh teknologi dan . Akuntan dan auditor. Transportation biaya yang terkait dengan membuat penjualan ekspor ke pelanggan asing dapat dikurangi dengan menempatkan dekat dengan pelanggan produksi. Signifikan lebih rendah biayatenaga kerja dibeberapa negara memberikan kesempatan untuk mengurangi biaya produksi. United nation . Produk unik atau keunggulanteknologi dapat memberikan keunggulan komparatif bagi yang perusahaan ingin memanfaatkannya dengan memperluas penjualan di luar negeri. Perusahaan menghasilkan penjualan melalui ekspor ke negara tertentu kadang-kadang merasa perlu untuk membangun kehadiran kuat di negara itu dari waktu ke waktu untuk melindungi pasar mereka.  Pertumbuhan pasar yang cepat. Ada beberapa alasan untuk investasi asing langsung:  Meningkatkan Penjualan dan Keuntungan. Alasannya adalah bahwa sebuah potensi pesaing kurang mungkin untuk memasuki pasar asing jika sibuk melindungi pasar domestiknya sendiri. Penjualan internasional dapat menjadi sumber margin keuntunganyang lebih tinggi atau keuntungan tambahan melalui penjualan tambahan.  Melindungi Pasar Domestik Untuk melemahkan pesaing internasional potensial dan melindungi pasar domestik.  Mengurangi biaya Sebuah perusahaan kadang-kadang dapat mengurangi biaya penyediaan barang dan jasa kepada pelanggan melalui investasi langsung asing. Publik. Eropean comunitty (fc treaty of rome ) 1957. perusahaan mungkin memasuki pasar rumah pesaing.Jika bahan dalam pasokan pendek atau harus dipindahkan jarak jauh. Harmonisasi dan pengungkapan. Berbagai kelompok kepentingan yang berpengaruh terhadap pengungkapan dan harmonisasi diantaranya adalah : Pemerintah. Beberapa pasar internasional tumbuh lebih cepat dari yang lain. Organization for economnic cooperation and development.inter govermental working group of experts on international standard of accounting and reporting (isar).wcl. Serikat dagang dan pekerja itucs. mungkin lebih murah untuk mencari produksi dekat dengan sumber mengimpor materials.

dan instrumen utang 1ainnya juga tumbuh secara dramatis selama tahun 1990-an.sosial." ujar Muliaman. Ia mencontohkan implementasi IFRS yang akan menyebabkan perubahan dalam proses pengakuan. perusahaan akan lebih mudah untuk lebih dekat memantau dan belajar dari para pemimpin industri dan bahkan mempekerjakan karyawan yang berpengalaman dari persaingan Isu yang dapat dilihat dari investasi asing langsung adalah Faktor yang mungkin banyak menyumbangkan perhatian lebih terhadap akuntansi internasional di kalangan eksekutif perusahaan.pengetahuan manajerial adalah untuk membuat sebuah operasi dekat untuk memimpin pesaing. Rabu (6/3/2013). Sejarah akuntansi dan para akuntan memperlihatkan perubahan secara terus menerus. Dimana Pricewaterhomms Coopers melaporkan bahwa volume penawaran ekuitas lintas batas dalam dolar meningkat hampir tiga kali lipat antara tahun 1995 dan 1999. dan politik yang ada dalam lingkungan operasinya. Penawaran internasional atas obligasi. regulator pasar. Ketua OJK. Melalui kedekatan geografis. penerapan standar pelaporan keuangan internasional/International Financial Reporting Standard (IFRS) dinilai dapat mendukung perlindungan konsumen dan pertumbuhan ekonomi. Muliaman Hadad mengatakan. pengukuran dan pencatatan. dan para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar modal seluruh dunia. hukum. Menurut Muliaman. ekonomi.com/category/akuntansi-internasional/ Konvergensi IFRS menghadapi tantangan Kendati demikian. Perubahan proses pengukuran dan pencatatan ini dapat berdampak terhadap penurunan pencatatan nilai aset dan laba perusahaan. piujaman sindikasi. .wordpress. analis keuangan dan media massa dalam menyikapi dampak pada penurunan pencatatan nilai aset dan laba. yaitu kesiapan para pelaku dalam implementasi standar akuntansi keuangan. dapat menyebabkan sentimen di pasar modal. hasil quick review OJK atas laporan keuangan tengah tahunan emiten memperlihatakan. http://gracebannepabutungan. investor. dalam sambutannya pada acara IFRS Dynamics 2013 and Beyond:Impact to Indonesia. Tren ini kemudian memburuk selama tahun-tahun awal decade Akuntansi harus memberikan respons terhadap kebutuhan masyarakat akan informasi yang tentu berubah dan mencerminkrn kondisi budaya. tantangan penerapan standar pelaporan keuangan internasional tersebut. bahwa pemahaman para pelaku pasar terhadap standar akuntansi berbasis IFRS masih harus ditingkatkan. "Ketidaksiapan para pelaku terutama investor. dengan jumlah dana 1ebih dari sebesar 100 miliar yang diperoleh selama periode 5 tahun tersebut (penawaran ini hanya mencakup penjualan surat berharga di luar pasar domestik). pembuat standar akuntansi.

Penyesuaian juga harus dilakukan oleh perusahaan atau organisasi. kurikulum dan sastra harus disesuaikan untuk beradaptasi dengan perubahan. harus siap dengan penerapan IFRS. Selain itu. tantangan yang dihadapi oleh masyarakat akademis pertama dan bisnis." katanya. adopsi oleh Indonesia psak adalah dalam bentuk harmonisasi. Namun. Vol. Sebuah adopsi adalah wajib bagi perusahaan yang terdaftar dan multinasional. Adopsi penuh juga berarti . laporan keuangan yang disampaikan dengan terbuka dan transparan dapat mendorong kepercayaan dunia internasional sehingga dapat berinvestasi di Indonesia dan memberikan perlindungan kepada konsumen Posted 13th March by sertifikasi iai http://iaisertifikasi.Tantangan selanjutnya adalah belum ada undang-undang pelaporan laporan keuangan.html KONFERGENSI PSAK KEDALAM IFRS PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA MENUJU INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS Rindu Rika Gamayuni Jurnal Akuntansi dan Keuangan. "Perusahaan diwajibkan menyampaikan laporan keuangan yang bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan. Saat ini. aktuaris. karena membutuhkan sistem teknologi informasi baik yag tidak bisa dikatakan murah. Meski demikian. sistem pajak dapat bertentangan Indonesia dan situasi ekonomi dan politik lainnya. Muliaman mengharapkan kesiapan profesi-profesi penunjang seperti notaris. Indonesia yang juga anggota G-20.blogspot. Keputusan apakah Indonesia akan sepenuhnya mengadopsi IFRS atau diadopsi sebagian untuk tujuan harmonisasi harus dipertimbangkan hati-hati. Indonesia berencana untuk sepenuhnya mengadopsi IFRS pada tahun 2012. Namun. terutama mereka dengan interaksi dan transaksi. Ini membutuhkan waktu dan usaha karena banyak aspek terkait dengan perubahan.2. yang berarti persetujuan parsial. Kurikulum. Menurut Muliaman. untuk dapat menerapkan IFRS dengan baik. 14 No.com/2013/03/konvergensi-ifrs-menghadapi-tantangan. Meski penerapan IFRS memang tak mudah. penila dan akuntan publik harus ditingkatkan profesionalismenya. Jika Indonesia adalah untuk sepenuhnya mengadopsi IFRS pada tahun 2012. Penuh adopsi IFRS akan meningkatkan keandalan dan komparabilitas pelaporan keuangan internasional. Juli 2009 ABSTRAK Standar akuntansi keuangan di Indonesia perlu mengadopsi IFRS untuk pelaporan keuangan Indonesia agar dapat diterima perusahaan-perusahaan di seluruh dunia dan Indonesia mampu memasuki persaingan global untuk menarik investor internasional.

Analisis: IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur keungan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan. mau tidak mau setiap negara khususnya Indonesia melakukan adopsi atau yang lebih dikenal dengan konvergensi standar akuntansi keuangannya dengan standar keuangan internasional (IFRS). atau harmonisasi. Proses pengadopsian sudah dilakukan oleh negara Indonesia namun belum semuanya dilaksanakan/diadopsi (full Adoption) Adopsi standar akuntansi internasional tersebut terutama untuk perusahaan publik. karena hal ini sudah masuk dalam ranah pasar modal.perubahan prinsip akuntansi ini telah diterapkan standar akuntansi di seluruh dunia. biaya dan perubahannya dalam bentuk laporan keuangan.. Adapun kerugian yang akan dialami oleh negara Indonesia jika tidak melakukan pengadopsian standar-standar akuntansi yang menjadi standar bagi perusahaan dunia. Ini bisa menjadi tantangan utama dalam mengadopsi penuh IFRS. Bagi perusahaan asing listed di bursa kita akan kesulitan untuk menyesuaikan dengan standar yg berlaku di negara kita. Menghasilkan transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan. Standar akuntansi ini merupakan masalah penting dalam profesi dan semua pemakai laporan yang memiliki kepentingan terhadapnya. modal. yang mengatur tentang pencatatan tentang sumebr-sumber ekonomi. Penerapan IFRS internasional dapat mengubah sistem pajak di setiap negara untuk sepenuhnya mengadopsi IFRS. Kenyataan yang ada bahwa standar akuntansi disetiap negara dalam perkembangannya fleksibel terhadap standar akuntansi keuangan dunia karena berbagai pertimbangan penting. (2).. Indonesia perlu mengadopsi standar akuntansi internasional untuk memudahkan perusahaan asing yang akan menjual saham di negara ini atau sebaliknya. Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keungan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan. Latar Belakang Setiap negara memiliki standar akuntansi keuangan sendiri yang menjadi pedoman karena merupakan konsensus. dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna. menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS. mengandung informasi berkualitas tinggi yang: (1). kita yang menentukan mana saja yang harus diadopsi. sesuai dengan kebutuhan. Ada beberapa pilihan untuk melakukan adopsi. Hal ini tidak dapat dicapai dalam waktu singkat karena alasan standar akuntansi (1) beberapa erat terkait dengan sistem perpajakan. kewajiban. (3). maupun perusahaan Indonesia . Harmonisasi adalah. Oleh karena itu mekanisme penyusunan standar akuntansi harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kepuasan kepada semua pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan. Hal ini tidak mungkin dihindari karena hubungan ekonomi internasional yang telah berkembang pesat. (2) standar akuntansi ini adalah kebijakan akuntansi untuk memenuhi kebutuhan nasional dan kebijakan ekonomi yang berbeda di setiap negara. hasil. Namun yang perlu diingat bahwa standar akuntansi ini akan terus-menerus berubah dan berkembang sesuai perkembangannya dan tuntunan masyarakat. Proses mengadopsi standar internasional itu tidak bisa gampang karena memerlukan pemahaman dan biaya mahal. menggunakan IAS apa adanya.

rintangan yang paling fundamental dalam proses harmonisasi adalah: (1) perbedaan praktek akuntansi yang berlaku saat ini pada berbagai negara.47 Kirimkan Ini lewat Email http://nurcahyono20. juga cukup kesulitan untuk menerjemahkan atau membandingkan laporan keuangan sesuai standart di negara tersebut.blogspot.yang listing di bursa efek di negara lain. Namun proses adopsi (Full Adoption) tetap harus mengakomodasi kepentingan sendiri tanpa harus menghilangkannya. dan aliran modal akan berkurang dan tidak mengglobal. Sumber : Jurnal Ilmiah Berkala Enam Bulanan ISSN 1410 – 1831 ”JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN” The Journal of Accounting and Finance . Menurut Nobes dan Parker (2002). Diaconu Paul (2002). sedangkan perusahaan Indonesia yang akan listing di Negara lain.html Senin. Juli 2009 Diposkan oleh nurcahyono di 21. (4) Tingginya biaya untuk merubah prinsip akuntansi. Menurut Lecturer Ph. (3) perbedaan sistem politik dan ekonomi pada tiap-tiap negara. hambatan dalam menuju harmonisasi adalah: (1) Nasionalisme tiap-tiap negara.com/2011/05/konfergensi-psak-kedalam-ifrs. (3) Perbedaan kepentingan antara perusahaan multinasional dengan perusahaan nasional yang sangat mempengaruhi proses harmonisasi antar negara. Begitu pun perusahaan Indonesia yang ingin berspekulasi di dunia pasar modal internasional tidak harus dihadapkan pada persoalan yang sama. (2) kurangnya atau lemahnya tenaga profesional atau lembaga profesional di bidang akuntansi pada beberapa negara. Mereka tidak harus dihadapkan pada masalah penyesuaian standar yang berlaku di Indonesia. dituntut oleh kepentingan sendiri untuk terus merevisi maupun mengadopsi standar internasional sehingga menggairahkan investor asing yang memiliki keinginan untuk beinvestasi di pasar modal kita. Kesimpulan: Sebagai sebuah negara berkembang yang tidak bisa terlepas dari pengaruh global. Hal ini jelas akan menghambat perekonomian dunia.Volume 14 Nomor 2. (2) Perbedaan sistem pemerintahan pada tiap-tiap negara. 11 Februari 2013 . sehingga pembenahan pada sektor yang diperlukan akan membuat IFRS lebih mudah untuk dijalankan. Perusahaan asing yang ingin listing di BEI akan kesulitan untuk menerjemahkan laporan keuangannya dulu sesuai standart nasional kita.

com – Seiring berjalannya waktu. saat mewisuda 229 profesi akuntansi baru. Menurut Ketua Program Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM Drs Sugiarto MAcc MBA Ak CMA. Mewakili sambutan orang tua. Terwujudnya good governance di lingkungan pemerintah dan lembaga bisnis di era saat ini menjadi keharusan.Akuntan Indonesia Hadapi Tantangan Laksanakan IFRS YOGYAKARTA. Pendidikan Profesi Akuntansi tidak saja untuk kehidupan pribadi. akuntan Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. bangsa dan negara. “Tantangan-tantangan besar tersebut menjadi isu menarik yang didiskusikan oleh organisasi akuntan Indonesia saat ini. Ini adalah salah satu tantangan . Sementara di tahun 2013 para praktisi akuntan publik dituntut melakukan adopsi ISA secara penuh. namun juga diperlukan bagi kemajuan masyarakat. Tantangan terbesar akuntan Indonesia saat ini adalah kewajiban melaksanakan International Financial Reporting Standard (IFRS) yang sudah dimulai semenjak tahun 2010. berwibawa dan bertanggungjawab. hal tersebut disebabkan terkait keharusan perusahaan publik melaksanakan transparansi pelaporan keuangan yang semakin meningkat dan good corporate governance yang semakin baik. sebab para akuntan menjadi pilar strategis dari sistem akuntabilitas dan transparansi. sekaligus menjadikan akuntan Indonesia unggul baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Profesi akuntan tentu berperan besar dalam mewujudkannya.” katanya. Bupati Sleman Drs Purnomo mengungkapkan. di Grha Sabha Pramana UGM. Bagaimana akuntan Indonesia akan melakukan berbagai langkah strategik agar dapat menghadapi berbagai tantangan. “Perannya bisa mewujudkan pemerintahan maupun organisasi bisnis yang bersih. suaramerdeka.

masih banyak manfaat dari pelaksanaan IFRS ini. Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: Isu IFRS Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih BaruBeranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Entri Populer http://jendelailmusebi.com/2013/02/akuntan-indonesia-hadapi-tantangan. akuntan tak harus repot mengubah laporan keuangan mengikuti ketentuan laporan keuangan di negara calon investor tersebut. salah satunya menyamaratakan ketentuan pembukuan perusahaan di semua negara.” ungkapnya.php/read/news/2012/06/24/122184/AkuntanIndonesia-Hadapi-Tantangan-Laksanakan-IFRS menurut admin.sekaligus kesempatan yang harus dimanfaatkan para wisudawan.suaramerdeka.com/v1/index.blogspot.Dimana ketika ada investor asing yang ingin mengetahui laporan keuangan perusahaan yang akan ia pilih.html . ( Bambang Unjianto / CN33 / JBSM ) Catatan admin : Berita ini diambil dari :http://www. isu tentang pelaksanaan IFRS memberikan dapak baik bagi perusahaan tbk. Selain itu.