BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN 

178

 

BAB VI PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN
6.1. Faktor - Faktor Perencanaan Faktor-faktor perencanaan yang harus diperhitungkan dalam perencanaan bangunan laut, khususnya pelabuhan perikanan dapat dijelaskan sebagai berikut : 6.1.1. Karakteristik Teknik Lapangan. Karakteristik teknik lapangan adalah kondisi spesifik alam yang ada, meliputi aspek-aspek : ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Topografi Bathimetri Gelombang Angin Pasang surut Mekanika tanah Ketersediaan material konstruksi

6.1.2. Karakteristik Kapal Karakteristik kapal yang akan dilayani di pelabuhan perikanan merupakan input yang sangat menentukan perencanaan yang meliputi bobot kapal, panjang (LOA, length overall), lebar (B, breadth), tinggi (D, depth) dan sarat (d, draft). Dalam perencanaan pengembangan Pelabuhan Perikanan Morodemak sampai tahun 2017 direncanakan mampu melayani kapal dengan ukuran maksimum 30 GT dengan data dimensi kapal sebagai berikut : Ö Ö Ö Panjang Lebar Draft = 18,5 meter = 4,5 meter = 1,5 meter

LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH 

BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN 

179

  6.1.3. Tingkat Layanan Operasional Pelabuhan Perikanan. Agar diperoleh hasil perencanaan yang optimal, pelabuhan perikanan harus direncanakan sesuai dengan tingkat layanan yang bisa diberikan, terutama untuk kapal pengguna jasa pelabuhan. Dalam hal ini perlu diperhatikan: → Dapatkah pelabuhan perikanan memberikan pelayanan operasional sepanjang tahun dengan kondisi cuaca/musim yang berubah-ubah; atau pada musim tertentu (angin kencang dan gelombang besar) tidak dapat memberikan pelayanan. → Apakah pelabuhan perikanan dapat memberikan pelayanan setiap saat meskipun pada kondisi pasang surut; atau pada saat pasang saja dapat melayani kapal besar dengan draft yang dalam. Hal ini terutama pada kemampuan penyediaan kedalaman kolam pelabuhan. → Apakah pelabuhan perikanan dapat memberikan pelayanan kemudahan manuver kapal, dalam arti kapal dapat berputar di kolam putar di dalam perairan pelabuhan atau di luar pelabuhan dengan penyediaan jasa kapal tunda. → Apakah pelabuhan perikanan dapat memberikan pelayanan kemudahan lalu lintas kapal satu arah atau dua arah pada alur pelayaran. 6.1.4. Jenis Layanan Pelabuhan Perikanan. Pelabuhan perikanan yang lengkap jenis layanannya dapat memberikan kemudahan bagi kapal untuk bongkar dan muat. Layanan pelabuhan perikanan yang lengkap untuk kapal bongkar meliputi : pendaratan ikan, pencucian, penyortiran, pelelangan, penyimpanan, pemuatan ke angkutan darat, pengolahan pengeringan, pengasinan, pengalengan, dan pembuatan tepung. Layanan kapal muat meliputi : pengisian bahan bakar, air bersih, pemuatan es batu, perbekalan makanan, pelayanan perbaikan alat tangkap, perbaikan kapal, dan penjualan alat tangkap dan umpan.

LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH 

BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN 

180

  6.1.5 Pertimbangan Ekonomi Teknik. Pertimbangan ekonomi teknik berkait erat dengan biaya pelaksanaan dan ketersediaan dana yang ada. Hal-hal yang berpengaruh meliputi : jenis konstruksi, material konstruksi, umur konstruksi dan pentahapan pelaksanaan konstruksi. 6.2 Perencanaan Alur Pelayaran. Alur pelayaran merupakan gerbang masuk kapal menuju kolam pelabuhan. Ukuran kedalaman dan Iebarnya mempengaruhi arus lalu lintas kapal yang keluar masuk pelabuhan. 6.2.1. Kedalaman Alur. Sebagai kapal perencanaan untuk merencanakan alur pelayaran digunakan kapal 30 GT. Kapal tersebut banyak terdapat pada Pelabuhan Perikanan lain di sekitar Morodemak. Apabila alur dilalui oleh kapal tersebut, maka potensi kedatangannya diperhitungkan. Persamaan yang digunakan untuk menghitung kedalaman alur ideal yaitu: H=d+S+C
(Sumber: Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Tengah)

adalah

4

buah/hari,

suatu

potensi

yang

cukup

untuk

di mana : H = Kedalaman alur (m) S = Gerak vertikal kapal karena gelombang (m) Toleransi maksimum 0,5 m C = Ruang kebebasan bersih antar kapal dengan dasar laut Ö Pantai pasir Ö Pantai batu Ö Pantai karang d = Draft kapal (m) Draft kapal ditentukan oleh karakteristik kapal terbesar (Kapal dengan ukuran 30 GT, draft = 1,5 m). = 0,50 m = 0,75 m = 1,00 m

LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH 

BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN 

181

  Jadi kedalaman alur pelayaran direncanakan: H = 1,5 + 0,5 + 0,5 = 2,50 meter 6.2.2. Lebar Alur. Pada perencanaan Pelabuhan Perikanan Morodemak lebar alur direncanakan untuk dua jalur kapal atau disebut juga dua jalur lalu lintas. Pada buku “Pelabuhan” karangan Ir. Bambang Triatmodjo halaman 117 disebutkan jika kapal boleh bersimpangan maka lebar alur adalah 6-7 kali lebar kapal. Pada perencanaan Pelabuhan Perikanan Morodemak ini diambil B = 7 kali lebar kapal, dengan tujuan untuk mengantisipasi terjadinya benturan antar kapal pada waktu simpangan. Dengan lebar kapal = 4.5 m, maka direncanakan: (B) = 7 x 4,5 m = 31,5 m ≅ 50 m

Lebar alur pelayaran

50 m Gambar 6.1 Dimensi Alur Pelayaran. 6.2.3. Kelengkungan Alur. Jari-jari kelengkungan alur yang aman adalah >10 panjang kapal atau dengan panjang kapal 18,5 meter, maka radius kelengkungan adalah 185 meter.

LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH 

24 didapatkan nilai run up : = .24.08 m. 1996).4 2 = 45.56 .47 LWL.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  182   6.5 / (1. (bagian ujung). Kemiringan sisi breakwater direncanakan 1 : 2.0 m. Penentuan elevasi puncak breakwater.4 detik.3.2.5 = 0.2 Perhitungan Perencanaan Langkah-langkah perhitungan breakwater adalah sebagai berikut : a. Bilangan Irribaren didapatkan : Ir = Tg θ / (H / Lo) 0. .3.3.3.08 / 45. Lo = 1. = 5. Panjang gelombang di laut dalam (Bambang Triadmodjo. yaitu : ¾ Kedalaman ¾ Tinggi gelombang (H) ¾ Periode gelombang (T) ¾ Elevasi muka air rencana 6. Dari grafik (lihat gambar 5. T 2 = 1. LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . (bagian lengan).1 Data Teknis Dari perhitungan analisis data pada Bab IV telah didapatkan data sebagai pedoman perhitungan perencanaan breakwater. hal 133 .1) untuk lapis lindung dari batu pecah pada Ir = 3.56 . = + 1.5 = 3.0 m. 5.49 m.49) 0. = 1. Bangunan Pemecah Gelombang (Breakwater) 6.

Tinggi breakwater : • Bagian ujung (kepala) : Hbreak water = Elvbreak water – Elvdasar laut = + 3. • Bagian lengan (badan) : Hbreak water = Elvbreak water – Elvdasar laut = + 3.5 = + 3.26 m. Ru / H Ru yaitu : Elevasi = DWL + Ru + 0. = 1.2 maka.26 m.47 + 1.26 – (-2. Didapatkan elevasi puncak breakwater dengan tinggi kebebasan 0.29 + 0.29 m.2 x 1.0) = 6.5 meter .5 = + 1.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  183   Gambar 6.08 = 1.26 m.26 – (-3.0) = 5. LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  = 1.2 Grafik Run Up Gelombang.

34 m.89 m. LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  = 2. d.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  184   b. 107 ton = 107 kg c.15 x [0. = 4.08 3 / [4. Pada bagian ujung (kepala) : t = n .65] 1 / 3 = 1.152/2.8 x ((2.20 m. Berat butir lapis pelindung dari batu pecah. → dibulatkan B = 1. 65 x 1. [W/ γ r] 1 / 3 = 3 x 1. H 3 / [KD (Sr – 1) 3 ctg θ] = 2.k ∆ .65/1.08 3 / [2. Berat butir lapis pelindung dihitung dengan rumus Hudson berikut ini : . H 3 / [KD (Sr – 1) 3 ctg θ] = 2. Tebal lapis pelindung.Jumlah susunan butir batu n .15 x [0.152 ton = 152 kg Pada bagian lengan (badan) : W = γ r . = 2.65 x 1.Pada bagian lengan (badan) KD2 Pada bagian ujung (kepala) : W = γ r . Lebar puncak breakwater untuk n = 3 (minimum) : Pada bagian ujung (kepala) : B = n . 1996) : .65] 1 / 3 = 0.Pada bagian ujung (kepala) KD1 . → dibulatkan t = 1.00 m. hal 135.k ∆ .8.15 x [0. [W/ γ r] 1 / 3 = 3 x 1.65/1.0 x ((2. Koefisien stabilitas dari tabel (Bambang Triadmodjo. Pada bagian lengan (badan) : B = n .19 m. Lebar puncak breakwater.107/2. [W/ γ r] 1 / 3 = 2 x 1.03) – 1) 3 x 2] = 0.0.03) – 1) 3 x 2] = 0.65] 1 / 3 = 1.40 m. → dibulatkan B = 1.152/2.k ∆ .

01 → dibulatkan N = 133 buah.79 m.107/2. e.15 x [0. n k ∆ [1 – (P/100)] [ γ r / W] 2 / 3 = 10 x 2 x 1. Jumlah batu pelindung. [W/ γ r] 1 / 3 = 2 x 1. → dibulatkan t = 1.152] 2 / 3 = 133.65] 1 / 3 = 0. Jumlah butir batu pelindung tiap satuan luas (10 m 2 ) dihitung dengan rumus berikut : Pada bagian ujung (kepala) : N = A . n k ∆ [1 – (P/100)] [ γ r / W] 2 / 3 = 10 x 2 x 1.26→ dibulatkan N = 120 buah. Pada bagian lengan (badan) : N = A .15 x [1 –(37/100)] x [2.107] 2 / 3 = 120.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  185   Pada bagian lengan (badan) : t = n .65/0.k ∆ .15 x [1 – (37/100)] x [2.65/0. LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .00 m.

47 m LWL ± 0.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  186   Batu 152 kg 2 lapis 1.20m + 3. Potongan Melintang Breakwater LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .50 m 4.60 W = 1 kg Dasar Pantai 33.00 m W = 50 kg 3 lapis 0.3 m Potongan melintang breakwater ujung Batu 107 kg 2 lapis 1.00 m 1.3.50 m 2.90 m Potongan melintang breakwater lengan Gambar 6. 00 m 4.60 W = 1 kg Dasar Pantai 38.62 m Sisi laut Sisi pelabuhan DWL + 1.62 m Sisi laut Sisi pelabuhan DWL + 1.00 m W = 50 kg 3 lapis 0. 47 m MWL ± 0. 00 m 4.00 m 1.50 m 2.50 m 4.40m + 3.

Cukup dalam sehingga kapal terbesar masih bisa masuk di dalam kolam pelabuhan pada saat air surut. Kolam harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : ƒ ƒ ƒ Cukup luas sehingga dapat menampung semua kapal yang datang berlabuh dan masih dapat bergerak dengan bebas. Luas kolam putar yang digunakan untuk mengubah arah kapal minimum adalah : Luas Kolam Putar = π * (1. kalau bisa merupakan gerak melingkar yang tidak terputus. mengisi persediaan. penahan gelombang. yaitu : H = 2. tetapi biasanya dibatasi oleh daratan. konstruksi dermaga. Perencanaan Kolam Pelabuhan Perairan yang menampung kegiatan kapal perikanan untuk bongkar muat.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  187   6.5 m) Luas kolam Putar = π * (1.5 x r)2 di mana: r = Panjang kapal total (Loa) dr kapal terbesar yang ada (Loa = 18.5 meter.5 x 18. Kedalaman kolam pelabuhan direncanakan sama dengan kedalaman alur pelayaran. berlabuh.4. Cukup lebar sehingga kapal dapat bermanuver dengan bebas. atau batas administrasi pelabuhan. Dasar pertimbangan bagi perencanaan kolam pelabuhan adalah sebagai beriku : ƒ ƒ ƒ Perairan yang relatif tenang (terhadap gelombang dan arus) Lebar dan kedalaman perairan disesuaikan dengan kebutuhan Kemudahan gerak kapal (manuver) Meskipun batas lokasi kolam pelabuhan sulit ditentukan secara tepat. dan memutar kapal dinamakan kolam pelabuhan.5)2 = 2418 m2 LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . Dasar perairan di pelabuhan harus cukup dalamnya agar kapal dapat masuk dan keluar dengan lancar pada saat muka air rencana (LWL).

1) x 5 / (4.1.B + (M – 1).5) = 23. 6.5 + (5 . yaitu untuk mengantisipasi terhadap kenaikan air karena pasang air laut dan wave setup. (Design Water Level).B / W di mana : LD = Panjang dermaga (meter ) M = Frekuensi pendaratan kapal / hari (Prediksi pendaratan kapal ikan untuk tahun 2017 adalah 5 kapal per hari) W = Waktu atau periode penggunaan dermaga.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  188   Pada Perencanaan Pelabuhan Perikanan Morodemak ini digunakan luas kolam putar = 2418 m2. Maka panjang dermaga dengan menggunakan rumus : LD = M . 6.5.5.0 m Pada perencanaan Pelabuhan Perikanan Morodemak ini panjang dermaga adalah : Panjang Dermaga Existing + Panjang Dermaga Hasil Perencanaan. Elevasi lantai dermaga = DWL + tinggi jagaan = + 1.5 meter Sehingga di dapat panjang dermaga : LD = 5 x 4.30 m dibulatkan menjadi 30.47 LWL.5. Penentuan Elevasi Dermaga Elevasi dermaga diperhitungkan terhadap besarnya DWL.5 jam.2 Panjang Dermaga Dermaga direncanakan sebagai tempat bersandarnya kapal ukuran maksimal 30 GT dengan waktu penggunaan dermaga selama 8 jam per hari dan tiap kapal bersandar selama ± 1.5 / 1.47 + 1.0 = + 2. (1 kapal sampai 2 hari) B = Lebar kapal untuk kapal 30 GT adalah 4. Perhitungan Kontruksi Dermaga 6. LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .

4 Denah Dermaga Pelabuhan Perikanan Morodemak. LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . = 30 m Jadi panjang dermaga pelabuhan Perikanan Morodemak : 1m 3m 1m 1m 3m . Untuk keperluan tersebut dermaga direncanakan dengan lebar 5 meter.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  189   di mana : Panjang Dermaga Existing Panjang Dermaga Hasil Perencanaan = 383 m + 30 m = 413 m dengan kelebihan sebesar 1 meter disisi kanan maupun kiri dermaga sebagai pengaman.5. 6.3 Lebar Dermaga Lebar dermaga diakomodasikan untuk tempat bongkar muat kapal dan lalu lintas alat angkut (gerobak dan truk) pembawa ikan dari kapal menuju tempat pelelangan ikan. 3m 1m 415 m Gambar 6. . Sehingga panjang keseluruhan dermaga adalah 415 meter. = 383 m.

4 Perhitungan Plat Lantai Konstruksi direncanakan menggunakan : • • • Mutu beton bertulang f‘c = 30 Mpa Mutu Baja fy = 240 Mpa = 2400 Kg/m3 Berat jenis beton γc 1m 3m 1m 1m 3m 415 m Gambar 6.00 Sheet Pile Tiang Pancang Gambar 6.5.5 Tampak Samping Dermaga Pelabuhan Perikanan Morodemak. Denah Plat Lantai 3m 1m C B A = 300 kg/cm2 = 2400 kg/cm2 LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .6. 6.20 HWL LWL + 0.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  190 Kapal   1m 3m 1m + 1.

8 + 240 36 1500 = 64 mm b) Pembebanan plat lantai • Beban Mati ( Dead Load = DL ) Ö Berat sendiri lantai Ö Beban air hujan = 80 mm Pada perencanaan ini lantai dermaga direncanakan sebesar h = 150 mm = 0.05 x 1000 = 50 kg/m2 = 360 + 50 = 410 kg/m2 Total Beban Mati (DL) • Beban Hidup ( Life Load = LL ) Ö Beban keranjang berisi ikan Setiap m2 lantai dermaga dapat menampung 4 buah keranjang ikan dengan berat per keranjang ikan 30 kg. Skema tumpuan pada plat lantai Menurut skema tersebut di atas plat lantai dianggap terjepit keempat sisinya.8 + 240 1500 36 + (9 * 1) ) = 3000 ( 0.7. Sehingga total berat keranjang ikan = 4 x 30 Berat orang Berat gerobak Total Beban Hidup (LL) = 120 kg/m2 = 200 kg/m2 = 50 kg/m2 = 120 + 250 = 370 kg/m2 Ö Beban berguna lantai dermaga dengan beban diatasnya adalah : Total beban berguna lantai diasumsikan = 250 kg/m2 LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . 6.8 + fy 36 ) 1500 ) = 3000 ( 0. Untuk plat solid 2 arah maka tebal plat menggunakan rumus menurut SK.15 x 2400 = 360 kg/m2 = 0.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  191   a) Penentuan tebal plat lantai β = Ly/Lx Ly/Lx < 3 termasuk konstruksi penulangan 2 arah Ly Lx Gambar. SNI T-15-1991-03 yaitu : h min = ln ( 0.8 + fy 36 + 9 β 1500 ) h max = ln ( 0.

26. lx 2 .001 . X = -0.2 x 410) + (1. 32 . 25 Mtx = -0.001 . 25 Mly = 0.003 kN m = -12.001. WU .374 kN m = -2.001 . 12 . hal 26. 12 .68 . WU . 26. WU . lx 2 . 26. 51 Mty = -0. 26.001 .001 .734 kN m = 0.246 kN m = -12.6 x 370) = 2668 kg/m2 = 26. X = -0.6 LL = (1. X = 0. 26. lx 2 . lx 2 . 51 Plat B Lx = 1 m = 6.68 . 32 .SNI T-15-1991-03. X = -0. 49 = 1. skema tersebut diatas termasuk skema II sehingga didapatkan Momen per meter lebar yaitu : Mlx = 0. X = 0. WU . lx 2 . 32 .68 . 32 .68 .68 . 65 Mly = 0.001 .001 .001 .68 . 14 Mtx = -0.68 kN/m2 c) Momen-momen yang menentukan Plat A Lx = 3 m β = Ly/Lx = 3/3 = 1 Ly = 3 m Menurut buku “Grafik dan Tabel Perhitungan Beton Bertulang Berdasarkan SK.001. lx 2 . lx 2 . WU . X = -0.001 .001 . WU .BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  192   Ö Beban Ultimate (WU) Beban ultimate (WU) yang bekerja pada plat lantai sebesar WU = 1. 12 .307 kN m LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . WU .003 kN m = 6.214 kN m = -1.001 .68 . X = 0.001 .001. lx 2 . X = 0. 26. 26.001. 12 . 26.68 . WU .2 DL + 1. 83 Mty = -0.246 kN m β = Ly/Lx = 3/1 = 3 Ly = 3 m Mlx = 0.

lx 2 .68 . dengan fy = 240 Mpa dan f’c = 30 Mpa untuk plat.68 .68 .361 kN m = -1. WU .BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  193   Plat C Lx = 1 m β = Ly/Lx = 1/1 = 1 Ly = 1 m Mlx = 0. WU . 26. 12 .001 .001 . WU . dx = h – p – ½ ∅x = 150 – 40 – 5 = 105 mm dy = h – p . 1997.667 kN m = -1. X = 0. 26. 51 Mty = -0.001 . X = -0. 12 . didapat : ρ min ρ maks = 0.001 . WU . lx 2 .7. 26.68 . Kusuma. 51 d) Perhitungan penulangan Ö tebal plat h = 150 mm = 0.361 kN m Ö tebal penutup beton p = 40 mm (plat berhubungan langsung dengan tanah) Ö diameter tulangan rencana ∅ 10 mm untuk 2 arah h p dx dy ∅y 10 ∅x 10 Gambar 6. Hal.½ ∅y = 150 – 40 – 10 – 5 = 95 mm Menurut Buku Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang (Gideon H.001 .667 kN m = 0. Tinggi Efektif.001 . 12 . 25 Mtx = -0. Tabel 7 dan 8). lx 2 . 25 Mly = 0.001. X = -0.0025 = 0.∅x . 51-52. X = 0.0484 LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . lx 2 . 26.001. 12 .

0025 = 0.1997) ρ = 0.0025 = 0.(0. dx = 0.1.003 kN m Mu 6.75 kN/m2 2 2 b.003 kN m = 220.50 kN/m2 2 2 b.0025 ρ < ρ min.(0.003 = = 544.0484 ρ min < ρ < ρ maks As = ρ .dx 1. 95 = 266 mm2 Dipilih tulangan ∅ 10 – 250 dengan As terpasang = 314 mm2 • Penulangan Tumpuan Arah X Mlx = Mu = 12. sehingga digunakan ρ min As = ρmin .246 = = 1110. 1000 .0021 (diinterpolasi) ρ min = 0. 1000 . 105 Dipilih tulangan ∅ 10 – 250 dengan As terpasang • Penulangan Lapangan Arah Y Mlx = Mu = 6.i (Gideon H.(0.246 kN m Mu 12.0021 .105) ρ ρ min ρ maks = 0.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  194   Plat A • Penulangan Lapangan Arah X Mlx = Mu = 6. Kusuma.0484 ρ min < ρ < ρ maks LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . Hal 52.0028 .152 kN/m2 2 2 b. b .00474 (diinterpolasi) = 0.0028 (diinterpolasi) = 0.dx 1.003 = = 665.50 mm2 = 314 mm2 Mu 6. b .dy 1. dy = 0.095) ρ ρ min ρ maks = 0.105) Menurut Buku Grafik dan Perencanaan Beton Bertulang Tabel 5.

(0.095) 2 ρ = 0. dy = 0. sehingga digunakan ρ min As = ρmin .BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  195   As = ρ .734 kN m Mu 1. b .0025 . 95 = 551 mm2 Dipilih tulangan ∅ 10 – 125 dengan As terpasang = 628 mm2 Gambar lihat pada halaman 194. Plat B • Penulangan Lapangan Arah X Mlx = Mu = 1.1997) ρ = 0.095) 2 LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .(0. b .d 1.1.0058 .i (Gideon H.0058 (diinterpolasi) ρ min = 0.246 = = 1356.0025 ρ maks = 0.(0.734 = = 157. 1000 . 105 = 220.00474 . 1000 . Hal 52.0484 ρ min < ρ < ρ maks As = ρ . dy = 0. b . dx = 0.374 = = 41.50 mm2 Dipilih tulangan ∅ 10 – 250 dengan As terpasang = 314 mm2 • Penulangan Lapangan Arah Y Mly = Mu = 0.898 kN/m2 2 b.44 kN/m2 2 b.dy 1.105) 2 Menurut Buku Grafik dan Perencanaan Beton Bertulang Tabel 5.374 kN m Mu 0. 1000 .28 kN/m2 2 b. 105 = 497.246 kN m Mu 12.0025 ρ < ρ min.dy 1.7 mm2 Dipilih tulangan ∅ 10 – 125 dengan As terpasang = 628 mm2 • Penulangan Tumpuan Arah Y Mlx = Mu = 12. Kusuma.0006 (diinterpolasi) ρ min = 0.

82 kN/m2 2 b.0008 (diinterpolasi) ρ min = 0.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  196   ρ = 0. b .5 mm2 Dipilih tulangan ∅ 10 – 250 dengan As terpasang = 314 mm2 • Penulangan Tumpuan Arah X Mtx = Mu = 2.0004 ρ min = 0. b .dx 1. dx = 0. Plat C • Penulangan Lapangan Arah X Mlx = Mu = 0.0025 ρ < ρ min. 95 = 237.095) 2 ρ = 0.105) ρ = 0.(0.5 mm2 Dipilih tulangan ∅ 10 – 250 dengan As terpasang = 314 mm2 Gambar lihat pada halaman 194. sehingga digunakan ρ min As = ρ min .105) 2 LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .214 = = 200.0025 . b .(0.0025 .(0. 105 = 220.dy 1. 1000 .5 kN/m2 2 b.307 = = 144. sehingga digunakan ρ min As = ρ min .0025 .82 kN/m2 2 2 b. 1000 . dy = 0. sehingga digunakan ρ min As = ρ min . 95 = 237.307 kN m Mu 1.0025 ρ < ρ min. dy = 0.667 kN m Mu 0.50mm2 Dipilih tulangan ∅ 10 – 250 dengan As terpasang = 314 mm2 • Penulangan Tumpuan Arah Y Mty = Mu = 1.00058 (diinterpolasi) ρ min = 0.667 = = 60. 1000 .0025 ρ < ρ min.214 kN m Mu 2.d 1.

91 kN/m2 2 2 b.667 = = 73.361 kN m Mu 1.dy 1. sehingga digunakan ρ min As = ρ min .50mm2 Dipilih tulangan ∅ 10 – 250 dengan As terpasang = 314 mm2 • Penulangan Tumpuan Arah Y Mty = Mu = 1. 95 = 237.0025 ρ < ρ min.50 mm2 Dipilih tulangan ∅ 10 – 250 dengan As terpasang = 314 mm2 • Penulangan Lapangan Arah Y Mly = Mu = 0.(0.095) 2 ρ = 0. dx = 0.45 kN/m2 2 2 b.0005 (diinterpolasi) ρ min = 0. b . Hal 52.0025 . 105 = 220.361 kN m Mu 1.0004 ρ min = 0. 1000 . sehingga digunakan ρ min As = ρ min .BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  197   Menurut Buku Grafik dan Perencanaan Beton Bertulang Tabel 5.0025 ρ < ρ min. sehingga digunakan ρ min As = ρmin . dx = 0.(0.(0. b .0025 ρ < ρ min.dx 1.105) ρ = 0.80 kN/m2 2 b.667 kN m Mu 0.0004 ρ min = 0.1997) ρ = 0. 105 = 220.0006 (diinterpolasi) LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .1. Kusuma.5 mm2 Dipilih tulangan ∅ 10 – 250 dengan As terpasang = 314 mm2 • Penulangan Tumpuan Arah X Mtx = Mu = 1.0025 .0025 . dy = 0.i (Gideon H.361 = = 123. 1000 .dy 1. 1000 .361 = = 150. b .095) ρ = 0.

5 mm2 Dipilih tulangan ∅ 10 – 250 dengan As terpasang = 314 mm2 Hasil Rekap penulangan plat Plat A Momen Lapangan X Momen Lapangan Y Momen Tumpuan X Momen Tumpuan Y ∅ 10 – 250 ∅ 10 – 250 ∅ 10 – 125 ∅ 10 – 125 Plat B ∅ 10 – 250 ∅ 10 – 250 ∅ 10 – 250 ∅ 10 – 250 Plat C ∅ 10 – 250 ∅ 10 – 250 ∅ 10 – 250 ∅ 10 – 250 Karena plat B dan C mempunyai ukuran yang lebih kecil dari plat A maka penulangannya disesuaikan dengan tulangan dari plat A.0025 . Ø10 . b .0025 ρ < ρ min.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  198   ρ min = 0. dy = 0. 1000 .125 Ø10-250 Ø10-125 Ø10-250 Ø10-125 Ø10-125 Ø10-125 Ø10-250 Ø10-125 Ø10-125 Ø10-125 Ø10-125 100 Ø10-125 300 Ø10-125 100 100 300 133 X 300 41500 300 100 Gambar 6. sehingga digunakan ρ min As = ρ min . 95 = 237.8. LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . Penulangan Plat Lantai.

BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  199   6. Hal. didapat : ρ min = 0.16 Menurut Buku (Gideon H. yaitu b x h = 300 x 400 mm.∅ tul sengk – ½ ∅ tul utama = 400 – 40 – 8 – ½ *16 = 344 mm d’ = h – d = 400 – 344 = 56 mm d’/d = 56 / 344 = 0. 3m 1m 415 77 m Gambar 6. 51.9.0484 1m E C B 1m 3m D A 1m 3m 3m . LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .5 Perhitungan Balok Konstruksi direncanakan menggunakan ukuran penampang. . dengan fy = 240 Mpa dan f’c = 30 Mpa untuk balok. Kusuma.5. 1997). • • • • Mutu Beton Mutu Baja Dipilih ∅ tul utama ∅ tul sengk tinggi efektif f‘c = 30 Mpa = 300 kg/cm2 fy = 240 Mpa = 2400 kg/cm2 = 16 mm = 8 mm Tebal penutup beton p = 40 mm d = h – p . Skema Pembebanan Plat.0056 ρ max = 0.

ly – ¼ qu.X1 – F2.lx.lx.lx 2) ( ¼ ly – ¼ lx) = 1/16 qu.1/8 . lx) = ¼ qu. lx) – (1/6 qu lx3/ly2) q = 1 2 ⎧ ⎛ lx ⎞ ⎫ ⎪ ⎪ 1 ⎜ qu lx ⎨1 ⎜ ly ⎟ ⎟ ⎬ 2 3 ⎪ ⎝ ⎠ ⎪ ⎩ ⎭ 2.lx.ly .ly 2 – 1/48 qu lx 3 = 1/8 q ly 2 q = (½ .lx.ly . Bentuk trapesium 1/2 qu.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  200   ¾ Analisis beban 1. qu . lx 2) ½ ly . qu .lx. qu . qu .lx q R1 R2 ( ly . ½y – F1.X2 = (¼ qu.lx 2 R1 = R2 = F1 + F2 = ¼ qu.1/8 . lx 2 Mmaks trap = R1.ly – ¼ qu.lx ) ly 1/2 lx F1 1/2 lx F2 F1 = ½ * (½ . lx 2 F2 = ½ (ly-lx) * (½ .lx q R1 F lx R2 LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . lx) * (½ lx) = 1/8 .1/8 . qu . = Mmaks segi empat 1/16 qu.ly 2 – 1/48 qu lx 3 Mmaks segi empat = 1/8 q ly 2 Mmaks trap. qu . qu . Bentuk segitiga 1/2 qu.lx. lx 2(½ ly – 1/3 lx) – (¼ qu.

½ q L2 = 0 R1 . 1/3 . x – ½ qu x2 – M1 = 66.4 x 24 = 2.12 * 1.2 + 2.06 kN m M ditengah bentang x = 1.88 kN/m Jadi q = 41.88 = 44. qu .08 55.08 * 32 R1 = 66. ½ lx – F . ½ = 1/8 qu lx 2 .53 kN m LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . 3 = 41.12 kN M1 = M2 = ± 1/12 q l2 = 1/12 .5 m Mx = R1 . Tumpuan 1 dan 2 adalah jepit-jepit ΣM2 = 0 R1 .3 x 0. 1/3 lx .2 kN/m Berat sendiri balok = 0. 3 = ½ * 44. 44.1/8 qu lx 2 . L .06 = 16. ½ lx . l = 2 .6 kN/m ¾ Balok A Balok tersebut mempunyai bentang l = 3 m dan menerima beban berupa : 2 x beban segitiga = 2 x 1/3 Wu .5 – ½ * 44.52 – 33. 32 = ± 33.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  201   F = ½ * (½ qu lx) * (½ lx) = 1/8 qu lx 2 R1 = F Mmaks segitiga = R1 . 1/6 lx = 1/24 qu lx 3 Mmaks segi empat = 1/8 q lx 2 Mmaks segitiga = Mmaks segi empat 1/24 qu lx 3 = 1/8 q lx 2 q = 1/3 . lx keterangan bahwa qu = Wu = 2060 kg/m = 20. 20.88 kN/m q= =44.08 * 1.6 .08 .28 kN/m q kN/ m R1 lx = 3 m R2 Perhitungan momen balok disederhanakan dengan menggunakan tabel.

344 = 577.10. 0. b . Penulangan Balok A LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .0027(diinterpolasi) ρ min = 0. sehingga digunakan ρ min As = ρ min . PADA TUMPUAN TUL.247 kN/m2 2 2 b.53 kN m Mu 16.0056 ρ < ρ min. 300 .d 0.0056 ρ maks = 0.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  202   Momen maks terjadi di tumpuan • Momen pada Tumpuan Mu = 33.0056 .. 344 = 577.a.. b .3d ρ = 0.92 mm2 Dipilih tulangan 3 ∅16 dengan As terpasang = 603 mm2 2Ø16 3Ø16 400 3Ø16 300 300 400 Ø8-150 Ø8-150 2Ø16 TUL.3 .3 . OK As = ρ .. PADA LAPANGAN Gambar 6. 300 .92 mm2 Dipilih tulangan 3∅16 dengan As terpasang = 603 mm2 • Momen pada Lapangan Mu = 16.3d ρ = 0.0053 (diinterpolasi) ρ min = 0. 0.53 = = 465.0056 . d = 0.06 = = 923.623 kN/m2 2 2 b.0484 ρ min < ρ < ρ maks.06 kN m Mu 33.344 Menurut Buku Grafik dan Tabel Perencanaan Beton Bertulang Tabel 5.344 Menurut Buku Grafik dan Tabel Perencanaan Beton Bertulang Tabel 5. d = 0.d 0..

6 .049 kN m M terjadi ditengah bentang x = 1. 3 = 20.OK Balok tersebut mempunyai bentang l = 3 m dan menerima beban berupa : beban segitiga = 1/3 .4 x 24 = 2.6 + 9.1 ⎜ ⎟ ⎬ = 9.6 kN/m 2 ⎧ ⎪ ⎪ ⎛1⎞ ⎫ beban trapezium = q = 1 20.399 * 32 R1 = 50.5 m Mx = R1 .6. 3 = ½ * 33.526 kN m Momen maks terjadi di tumpuan • Momen pada Tumpuan LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . 20.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  203   Cek terhadap lebar balok : Jumlah tulangan 3φ16 Selimut beton Tulangan sengkang φ8 Jarak antar tulangan ¾ Balok B = 4 x 16 = 48 mm = 2 x 40 = 80 mm = 2 x 8 = 16 mm = 2 x 25 = 50 mm Total = 194 mm < 300 mm ….399 * 1.3 x 0.919 kN/m 2 3 3 ⎪ ⎝ ⎠ ⎪ ⎩ ⎭ Berat sendiri balok = 0.049 = 12.099 * 1.399 .88 = 33.88 kN/m Jadi q = 20.5 – ½ * 33.69 kN/ kN /m qq==33.919 + 2.½ q L2 = 0 R1 . 1 ⎨1 . L .399 kN/m 41. Tumpuan 1 dan 2 adalah jepit-jepit ΣM2 = 0 R1 .099 kN M1 = M2 = ± 1/12 q l2 = 1/12 . 33. x – ½ qu x2 – M1 = 50.52 – 25. 32 = ± 25.399 m R1 lx = =3 3m m Ly R2 Perhitungan momen balok disederhanakan dengan menggunakan tabel.

344 = 577.6 .049 kN m Mu 25.0056 . 300 .10. sehingga digunakan ρ min As = ρ min .92 mm2 Dipilih tulangan 3∅16 dengan As terpasang = 603 mm2 2Ø16 3Ø16 400 3Ø16 300 300 400 Ø8-150 Ø8-150 2Ø16 TUL.049 = = 705. Penulangan Balok B ¾ Balok C Balok tersebut mempunyai bentang l = 1 m dan menerima beban berupa : 2 x beban segitiga = 2 x 1/3 Wu .09 kN/m2 2 2 b.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  204   Mu = 25. PADA TUMPUAN TUL.d 0.3 . PADA LAPANGAN Gambar 6. l = 2 .0020 (diinterpolasi) ρ min = 0. b . 1/3 . d = 0.d 0. 344 = 577.526 kN m Mu 12. d = 0.344 Menurut Buku Grafik dan Tabel Perencanaan Beton Bertulang Tabel 5.3d ρ = 0.b. 0. 300 . b . 1 = 13.837 kN/m2 2 2 b. 0.3d ρ = 0.0040 (diinterpolasi) ρ min = 0.733 kN/m LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .3 .344 Menurut Buku Grafik dan Tabel Perencanaan Beton Bertulang Tabel 5. 20.0056 ρ < ρ min.0056 .0056 ρ < ρ min. sehingga digunakan ρ min As = ρ min .526 = = 352.92 mm2 Dipilih tulangan 3∅16 dengan As terpasang = 603 mm2 • Momen pada Lapangan Mu = 12.

613 * 12 – 8.d 0. L .344 2 Menurut Buku Grafik dan Tabel Perencanaan Beton Bertulang Tabel 5.307 kN m ΣM2 = 0 R1 .307 R1 = 0 ΣM1 = 0 .R2 .4 x 24 = 2. d = 0. 12 = 8.613 * 12 + 8.613 . Tumpuan 1 dan 2 adalah sendi-jepit M2 = ½ .733+ 2.88 = 16.92 mm2 Dipilih tulangan 3∅16 dengan As terpasang = 603 mm2 LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . b . l2 = ½ .613 kN/m q m q= = 16. q .307 kN m Mu 8. 344 = 577.88 kN/m Jadi q = 13.307 R2 = 16. 16.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  205   Berat sendiri balok = 0.613 20.307 = = 233.0056 .995 kN/m2 2 b. 300 .½ q L2 + M2 = 0 R1 .0013 (diinterpolasi) ρ min = 0. 0.3 .613 kN Momen maks terjadi di tumpuan Mu = 8.0056 ρ < ρ min.347kN/ kN/m R1 lx = 1 m R2 Perhitungan momen balok disederhanakan dengan menggunakan tabel.3d ρ = 0.3 x 0. L + ½ q L2 + M2 = 0 R2 . 1 = ½ * 16. 1 = ½ * 16. sehingga digunakan ρ min As = ρ min .

Tumpuan 1 dan 2 adalah sendi – sendi ΣM2 = 0 R1 .3 x 0.799 kN/m qq== 12.199 kN M terjadi ditengah bentang x = 1.799 * 32 R1 = 19.40 kN m LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . 3 = ½ * 12.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  206   2Ø16 3Ø16 400 3Ø16 300 300 400 Ø8-150 Ø8-150 2Ø16 TUL. 1 ⎨1 .799 m 15.52 = 14.799 * 1.½ q L2 = 0 R1 .919 kN/m 2 3 3 ⎪ ⎝ ⎠ ⎪ ⎩ ⎭ Berat sendiri balok = 0.919 + 2.c.10. PADA LAPANGAN Gambar 6.88 = 12. Penulangan Balok C ¾ Balok D Balok tersebut mempunyai bentang l = 3 m dan menerima beban berupa : 2 ⎧ ⎪ ⎪ ⎛1⎞ ⎫ beban trapezium = q = 1 20.4 x 24 = 2. x – ½ qu x2 = 19.5 m Mx = R1 .1 ⎜ ⎟ ⎬ = 9. PADA TUMPUAN TUL.6 .88 kN/m Jadi q = 9.49kN/ kN /m R1 Ly 33 mm lx== R2 Perhitungan momen balok disederhanakan dengan menggunakan tabel.199 * 1.5 – ½ * 12. L .

613 kN/m R1 lx = 1 m R2 Perhitungan momen balok disederhanakan dengan menggunakan tabel. Tumpuan 1 dan 2 adalah sendi – sendi LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . 0.d.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  207   Momen maks terjadi di tengah bentang Mu = 14. Penulangan Balok D ¾ Balok E Balok tersebut mempunyai bentang l = 1 m dan menerima beban berupa : beban segitiga = 1/3 Wu . b .3 x 0. 344 = 577.40 kN m Mu 14. 20.4 x 24 = 2.88 kN/m Jadi q = 6.867 + 2.747 kN/m q = 9.0056 ρ < ρ min. PADA LAPANGAN Gambar 6.6 .625 kN/m2 2 2 b.88 = 9.3 .0056 . 300 .867 kN/m Berat sendiri balok = 0. sehingga digunakan ρ min As = ρ min .40 = = 425. PADA TUMPUAN TUL.3d ρ = 0.10.747 kN/ m 11.d 0. l = 1/3 . d = 0. 1 = 6.0023 (diinterpolasi) ρ min = 0.92 mm2 Dipilih tulangan 3∅16 dengan As terpasang = 603 mm2 2Ø16 3Ø16 400 3Ø16 300 300 400 Ø8-150 Ø8-150 2Ø16 TUL.344 Menurut Buku Grafik dan Tabel Perencanaan Beton Bertulang Tabel 5.

12 Balok B 50. d = 0. b . Penulangan Balok E ¾ Perhitungan tulangan geser Gaya Lintang (kN) Balok A 66. 1 = ½ * 9.0056 .873 kN Mmaks terjadi ditengah bentang x = 0.344 Menurut Buku Grafik dan Tabel Perencanaan Beton Bertulang Tabel 5. sehingga digunakan ρ min As = ρ min .613 Balok D 19.d 0.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  208   ΣM2 = 0 R1 .10.e. 344 = 577.218 = = 34.218 kN m Mu = 1.099 Balok C 16.5 m Mmaks = R1 . L .3d ρ = 0.3 .52 = 1.0011 ρ min = 0.873 LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . 300 .309 kN/m2 2 2 b.747 * 0.747 * 12 R1 = 4.873 * 0.199 Balok E 4. PADA LAPANGAN Gambar 6.½ q L2 = 0 R1 . 0.218 kN m Mu 1.92 mm2 Dipilih tulangan 3∅16 dengan As terpasang = 603 mm2 2Ø16 3Ø16 400 400 Ø8-150 Ø8-150 3Ø16 300 300 2Ø16 TUL.5 – ½ * 9. x – ½ qu x2 = 4.0056 ρ < ρ min. PADA TUMPUAN TUL.

82 = 1. 344 = 96092. π .02 kN Vs maks > Vs . d2 = 2 . fy. 1/4 .2 – 96.17 30 300 . 344 = 377.092 ) = 14.005 cm2 Jarak sengkang s= Av.536 N = 377.12 kN Vn = VU / θ = 66.092 = 48.046 kN Vn > 0.12 / 0. 0.20 kN Vc = 0.6 = 110. π . 96.126 mm (Vn − Vc) 14. penampang cukup 0. 1/4 .d 100.667 30 300 .44 N = 96. perlu tulangan geser dipakai tulangan sengkang Ø 8 Av = 2 .5 Vc = 0.108 kN Vs maks = 0.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  209   Untuk perhitungan tulangan geser diambil gaya lintang yang terbesar yaitu pada balok A dengan VU = 66. d = 0.092 kN Vs = ( Vn – Vc ) = ( 110.667 f' c b . d = 0.5 * 240 * 344 = = 588.108 syarat Smaks = d / 2 Smaks = 344 / 2 Smaks = 172 cm dipakai sengkang Ø 8 –150 LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .17 f' c b .5 Vc .021.5 .

11 Denah Tiang Pancang • Daya dukung tiang pancang.9 = berat sendiri tiang pancang di mana : Ef Wp LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . Hiley dengan tipe single acting drop hammer.5.000 kg 2. Ru Ef × W × H W + e 2 × Wp = × δ + 12 (C1 + C 2 + C 3 ) W + Wp = efisiensi alat pancang = 0.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  210   6.33 σbk = 0. Terhadap kekuatan bahan A tiang = 40 x 40 = 1600 cm² P tiang = σb x A tiang σb = 0. Pondasi Tiang Pancang Tiang pancang yang digunakan direncanakan dengan dimensi 40 x 40 cm² dengan panjang @ 15 m. 1600 = 160. 1. Data teknis perencanaan pondasi tiang pancang: ƒ ƒ ƒ 2.6.5 m Kedalaman sondir Nilai konus / jumlah hambatan lekat (qu) = 30 m = 90 kg/cm2 = 1632 kg/cm Total friction (Tf) She 3m 1m 1m 3m 415m 3m 1m Gambar 6.33 x 300 = 100 P tiang = 100 . Terhadap pemancangan Dengan rumus pancang A.

91 kg Batas beban izin yang diterima tiang (Pa): Pa = 1/n x Pu = 1/1.01 + 0. 0. 40 = 160 cm = 1600.qc JHL.005 + 0. 2400 = 5760 kg W e H = berat hammer = 0.252 × 5760 × 0.91 = 70835.5) A.003 = batas maksimal beban (ton) = 0.4.02 + 12 (0.90 1632. 15.253.02 m = tekanan izin sementara pada kepala tiang dan penutup = 0.224 kg + 3 5 LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .9 × 3480 × 2 3480 + 0.6 = (0. Terhadap kekuatan tanah Q = (n = angka keamanan = 1.5 x 5760) + 600 = 3480 kg = koefisien pengganti beton = 0.k + 3 5 di mana : A qc JHL k Q = luas tiang pancang = 40 x 40 = 1600 cm2 = nilai konus pada kedalaman -30 m = 90 kg/cm2 = total friction = 1632 kg/cm = keliling tiang pancang = 4.160 = 100.25 = tinggi jatuh hammer = 2 m = penurunan tiang akibat pukulan terakhir = 0.5 x 106.253.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  211   = 0.94 kg 3.003) 3480 + 5760 δ C1 C2 C3 Ru Ru = 106.01 m = simpangan tiang akibat tekanan izin sementara = 0.5 Wp + 0.005 = tekanan izin sementara = 0.4.

..143..7 kg P (24. 1.224 kg).3 x 1) + (0. 1) + berat tiang pancang.4 x 0...5) + (qB .. Pembebanan Pada Tiang Pancang.. Pengangkatan tiang pancang bisa dilaksanakan dengan dua cara yang berbeda yaitu dengan dua titik dan satu titik pengangkatan...5) + (3339.....3 kg/m Dengan demikian beban yang diterima oleh tiang pancang: P = (qA .......BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  212   1m E C B 1m 3m D A 1m 3m 3m ..9 kg/m Balok C didapat q = 1661. LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  ..... = (4408 x 1......9 x 3) + (1661. Penulangan tiang pancang dihitung berdasarkan kebutuhan pada waktu pengangkatan. .6 Balok A didapat q = 4408 kg/m Balok B didapat q = 3339.....OK • Penulangan tiang pancang...... 3) + (qC ...4 x 15 x 2400) = 28... 3m 1m 415 77 mm Gambar 6.053 kg) < Q (100. • Pembebanan pada tiang pancang.....12. Beban yang bekerja adalah q pada balok.......

LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .887 tm.209 L → ( L = 15 m ) a = 3. a2 4 a2 + 4 a L – L2 = 0 a = 0.1352 = 1.207L L – 2.13. 2.13. 2.207 - M1 M1 - + M2 Gambar 6. Pengangkatan Tiang Pancang Dengan Satu Titik.a.a(0.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  213   1.384 ton/m M1 = M2 = ½. q . w 1/3 L 2/3 L L M1 - x + Mx M2 Gambar 6. 3.384.42. Pengangkatan Tiang Pancang Dengan Dua Titik M1 = M2 ½ q a2 = 1/8 .135 m Berat tiang pancang (q) = 0.207) = 0.b.4 = 0. ( L – 2a )2 – ½ . q . Pengangkatan dua titik. w a=0. 0. Pengangkatan satu titik.586 L a=0.

0025 = 0.4 cm.(L . a2 = ½ . q .633 tm.633 tm.384 x 4..0033 .72 mm2 Dipilih tulangan 3 ∅ 16 dengan As terpasang = 603 mm2 Tulangan 3φ16 dipasang pada setiap sisinya sehingga luas total tulangan adalah 8φ16 (1608 mm2).0033 ( diinterpolasi ) = 0.35 m M1 = M2 = ½ . 34. Perhitungan penulangan tiang pancang: d = 400 – 40 – 8 – ½ .0. 344 = 450.0484 ρ min <ρ < ρ maks.d 0.(L ..0117< 0. q .4) = 0.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  214   M1 = M2 ½ ..(L .a)] 2 a2 – 4 aL + L2 = 0 a = 0.4. 0.33 = = 767.3442 ρ ρ min ρ maks = 0. Mu 36.08 / (40. Kontrol penampang: ρ terpasang = As terpasang /bd = 16..5 2 b.0117 Syarat ρ min < ρ < ρ maks 0. d = 0..0484……………………………………. 400 .352 = 3. 16 = 344 mm = 34. sehingga digunakan ρ As = ρ .OK LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . [( L2 – 2aL )2/2. b .a)]2 a2 = [( L2 – 2aL )2/2. Posisi kritis adalah momen pengangkatan satu titik yaitu 3.a)]2 a = [( L2 – 2aL )2/2.………….29L → ( L= 15 m ) a = 4.0025<0..

40 m Gambar 6.70 = 0. Turap Turap direncanakan menggunakan beton bertulang (sheet pile concrete). Kusuma Hal.437 = = 0.394 kN = = 0. Langkah-langkah perhitungan sheet pile : ¾ Data-data tanah Tanah lapis I • Berat jenis tanah (γ1) • Sudut geser tanah (φ1) • Kohesi tanah (C1) • Berat jenis tanah submerged (γsub1) = 1.437 kg = 28.35) Vu 2839.14.25 m 0.4.14 kg/cm2 = 1.662 kg = 2(L − a ) 2.6 = 2839.25 m 0.635 gr/cm3 LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .(15 − 4. Ø8-150 8Ø16 0.548 ( Gideon H.662 / 0. Tabel 8.35.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  215   Tulangan geser: D Vu vu øvc = q L2 − 2aL 384 152 − 2. 115.168 gr/cm3 = 9. Penulangan Tiang Pancang 6.15 = 1703.40 m 0.7. Dengan demikian digunakan tulangan Ø 8 – 150.0206 bd 400.2a ) dengan fc 30 Mpa øvc > vu. berarti tiak perlu tulangan geser.344 ( ) ( ) = 1703.5.

20 m dari permukaan tanah. c 2 1. c 1 2.2 x 410) + (1.6 x 980) = 2060 kg/m2 = 0.50 = 0.47 γ1.15 x 2400 = 360 kg/m2 = 0.5 m h1 2.142 gr/cm3 = 7.05 x 1000 = 50 kg/m2 = 360 + 50 = 410 kg/m2 qu h3 DWL +1. ϕ1.142 gr/cm3 M.6 LL = (1.2 DL + 1. Beban Mati ( Dead Load = DL ) • Berat sendiri lantai • Beban air hujan Total Beban Mati (DL) Beban Hidup ( Life Load = LL ) • Beban keranjang berisi ikan= 4 x 4 x 30 = 480 kg/m2 • Beban berguna lantai dermaga = 500 kg/m2 Total Beban Hidup (LL) = 480 + 500 = 980 kg/m2 Beban ultimate (qu) pada sheet pile. ϕ2. yaitu: WU = 1. Diagram Tekanan Tanah Pada Turap LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .0 m h2 A SHEET PILE B Pa5 Pp1 Gambar 6.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  216   Tanah lapis II • Berat jenis tanah (γ2) • Sudut geser tanah (φ2) • Kohesi tanah (C2) • Berat jenis tanah submerged (γsub2) ¾ Pembebanan pada sheet pile = 1.A.1 kg/cm2 = 1.T pada kedalaman -1.5 m h4 Pa1 Pa2 Pa3 Pa4 Pw γ2.15.

B + 2 .39 kg/m = γair laut .876 = 5376.B = 1850.1. (h1-h3) . Ka2 = (Kp – Ka2) .924 kg Pp = ½.475 = 6055.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  217   ¾ Koefisien tekanan tanah Koefisien tekanan tanah menurut Rankine : Ka1 = tg2 (450 – 9.995B²+1753.843) . √(Kp – Ka2) = (0.39. σp.28).5 kg/m Tekanan tanah dan air laut Pa1 = σa1.1.1. (h1-h3) = ½.149. h3 = ½ .876 – 0.50/2) = 0.204 kg/m = 1635.70/2) = 0.99B + 3506.58 kg/m = 851.2.088 kg Pa4 = ½ . h2 = 5376.843 Ka2 = tg2 (450 – 7.3038. γ2 .843 – 2.1000.0 = 1213.5.95 = 4481.929 kg Pa5 = σa5.0). Ka1 = (2060 + 1168.0 = 111.14B kg Pw = ½.34 kg Pa2 = ½ .95.1000.843 .0) = 4157.149 kg/m σa5 σp = [qu + γ1 . C1. B + 2.231.876 ¾ Tegangan tanah dan air laut = qu .500-1.876 Kp1 = tg2 (450 + 7.28 kg/m σw ¾ = [2060 + 1168.2.376 kg/m = 2721.1.0. (h1-h3)] .843 = (qu + γ1 . h3 .1.(2. √Ka1 σa1 σa2 σa3 σa4 = 1736.50/2) = 0.0. Kw = 1030.475-1.788 kg LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .500-1.99 B + 3506.843 = γ1 .796 kg Pa3 = σa3.(2. √Ka1 = 1168. Ka1 – 2 . h4 .0 = 3038. B = ½. 1142.σa4. C2 .58. √(0.2.0) = 210.376. h3) .204. 851. Ka1 – 2 . √0.0.0)]. σw. σa2.843) = 3701. √0. h3 = 1736. Ka1 = 2060 x 0. h4 = ½.475-1. C1 .0 + 1635. h3 + γ1sub .843 = 231.(3701.0.843 = γ1sub .(2.1. (h1-h3) = 2721.1500.1.(2.876 – 0.0).

38B2 = 0 616.93 = 10.316(1.82+B) – Pa5(1.72+111.67 + 4481.4763 + 0.995B2 + 1753.43 = 0 Dengan cara coba-coba didapatkan : B = 3.99 (7.14B).796(4.59+B) + 4481.06+B – 210.4763 m Faktor keamanan 10% D’ = D + 10%.088(3.8676.06+B) – Pa4(2.1.6263) = 30698.788(1.85 + 3.83+B) + (1850.5 + 4.8)/3.7+5931.B) = 0 .788B + 616.93 m Jadi panjang sheet pile (Dsp): Dsp = Elv.36B) + 8201.59+B) Pw.14B = 1850.3+B) – Pa2(4.28 = 16930.D = 4.088B) – (594.13+B) – Pa3(3.28 = 3701.69+4157.82+210.6263)² + 1753.9 m ≈ 11 m ¾ Momen maksimum = 16930.995B²+1753.929B) – (9430.14(3.4763 = 4.83+B) + Pp(1/3.81 kg/m = 1850.96B .Dermaga + Elv.47 + 4.34B) – (461.Pa1(4.34(4.99 B + 3506.(1/3.13+B) – 4157.36+1213.99B3 + 584.Tanah dasar + D’ = 1.929(2.09 kg Dalamnya pemancangan sheet pile : D = A + B = 0.7839.4.8) σp’ LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .796B) – (12720.81(X – 4.6263 = 4668.38B2 .B) = 0 -1213.6263 = 4.⅓(1.(5217.89(X – 4.82+B) – 5931.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  218   ¾ Kedalaman sheet pile Σ MB = 0 .99B3 + 584.8) + 3506.995(3.6263 m Maka dapat dihitung : σp Pp = 3701.3+B) – 111.

25 = 0 Didapatkan X = 6.42X² + 90947.088(X – 1.24X² .42X² + 90947.08X³ .796X + 74.967) + ½.42 ( 6.8).25 ( 6.24 = 1564.796(X – 0.1/3 (X – 6.983) – 5931. Σ Mx = 1564.08X³ .1) – Pa3(X – 1 + 1/2.22485. Σ Mx = .22485.603.929(X – 1.568 – 4157.Pa1(X – 1/2.25X .42X² + 107750.116).929X + 418.088 X + 7222.888X .67 – 111.93 kg m ¾ Dimensi dan tipe sheet pile σbeton = 700 kg/cm2 σ = M/W dimana nilai Mmaks = 5.475) – Σ Mx = .08X³ .127995.1213.24 = .27 – 5931.393 kg cm W = M/σ = 5.8)².34 X + 606.760.6845 )2 + 90947.2125) – 4481.667) .94 – 210.08 ( 6.35+ 641.2.6845 m M maks = 1564.475) + Pw (X – 1 + 2/3.1.84X + 90947.95) + Pp’.22485.44970.4668.316(X – 3.7375) – 210.57.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  219   Pp’ = ½. Σ Mx = .1/3(X – 4.5) – 111.24 Momen maksimum terjadi jika: dMx dx =0 4692.788(X – 2.1) – Pa2(X – 2/3.8)² Pa4(X – 1 + 2/3.316X + 19054.760.89(X – 4.89(X – 4.2219 + 1564.74X – 172114.1.13 cm3 Jadi digunakan sheet pile beton : W-325 A 1000 dimana : W = 8262 cm3 A = 1315 cm2 LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .4157.1213.6845 ) – 127995.34.4668.6845 )3 – 22485.34(X – 0.393 / 700 = 8229.25X -127995.

5 Perhitungan besarnya koefisien eksentrisitas (Ce) Ce = 1 1 + (l / r ) 2 di mana : l = ¼.5.5 m 6.025 Jadi Cm = 1 + π . Perhitungan Fender ¾ Panjang garis air (Lpp) Lpp = 0.5 = 4.1.5 m = 1.205 LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .d 2Cb.B. Loa = ¼.846 L1.6 dengan nilai Cb= 0.6.6.14.4.5 (minimum) didapat : r/Loa = 0. Dianggap bahwa sudut datang kapal yang merapat adalah 100 terhadap sisi dermaga.0193 = 16.1.846.d .4. Fender Dalam perencanaan fender ini ditetapkan memakai fender kayu.26.5 = 3. Dari perencanaan sebelumnya diketahui data kapal : • • • • Bobot kapal (W) Panjang kapal (Loa) Lebar kapal (B) Draft kapal (d) = 30 ton = 18.26 Lpp.5 m = 4.5)1.B γ0 = 1.5.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  220   6.0193 (untuk kapal barang) = 0.025 ton/m3 Cb = 30 W = = 0.18.01 2.1.(18.B = 1+ 3.d 2Cb.0.56 m ¾ Perhitungan besarnya koefisien massa (Cm) Cm = 1 + di mana : π .56.62 m Besarnya nilai r didapat dari gambar 3.γ o 16.1.

Ce.d.205 = 18.9. hal.Cc 2g 30.d = ½ E F. 0.5.Cs.81 = 342. dengan demikian : F.0.25 m/dt.79) 2 Jadi Ce = ¾ Kecepatan merapat kapal Kecepatan merapat kapal dapat dilihat pada tabel 6. sin 100 = 0.62 / 3.0.01. ¾ Perhitungan kekuatan kayu LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .0432 3. 170. yaitu sebesar 0.402.1.d =E = 342.½.0.043 m/dt ¾ Energi benturan yang terjadi (E) E = = W .V 2 Cm. V = 0.205 = 3.1 kgcm Dengan F adalah gaya benturan yang menekan balok melintang.402 2 1 + (l / r ) 1 + (4.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  221   r = Loa .79 m 1 1 = = 0.25 .1 (Bambang Triatmodjo. 1996).1 kgcm ¾ Gaya perlawanan Energi yang membentur dermaga adalah ½ E. Kecepatan merapat kapal diambil dalam arah 100 terhadap sisi dermaga. maka besarnya pemampatan diperkirakan sebesar d1 = tebal/20 atau d1 = b/20.½.1 2. Gaya perlawanan yang ada akibat benturan tersebut diberikan oleh dermaga sebesar F.d F.

300 )/(48.0.(-342.6F – 342. hal.1) 2.0123.62 – 4.1528)/0.6 ± √ (0.0123F + 0.16.0.0. 864) = 0.0123 F = (.221. hal. 2003) 3 3 ( Sunggono kh.1 = 0 . 1995 ) LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  .d = E. untuk nilai d diatas : F. 68 . 125x10 .0123F2 + 0.0123F Pemampatan balok : d1 = 2 x (b/20) = 2 x (6/20) = 0.(0.0246 F = 143.96 kg ≈ 144 kg Jadi didapatkan F = 144 kg =0 (Bambang Triatmodjo.0123F + 0.6 Dari persamaan F.BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  222   F F L F/2 Diagram Gaya Geser F/2 12 6 ¼ FL Diagram Momen Gambar 6.1 kgcm 0.0.6 cm Defleksi total : d = d1 + d2 = 0.6 + 4.6) = 342. Diagram Momen dan Geser Pada Fender Direncanakan menggunakan kayu kelas I E = 125x103 kg/cm2 I = 1/12 x 6 x 123 = 864 cm4 Pada kondisi di atas besarnya d2 digunakan rumus : d2 = (FL3)/48 EI = (F.

OK.h) = 144/(½.. Bolder dipasang dengan jarak 3 meter.½......12) = 4 kg/cm2 < 40 kg/cm2 ...b..b) = 864/(½. Geser (τ) = ½.144 = 72 kg Mmax = Av.. 6. LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  ...6) = 288 cm3 σlt = M/W = 14400/288 = 50 kg/cm2 < 150 kg/cm2 . Bolder direncanakan menggunakan bentuk silinder dengan tinggi 25 cm berdiameter 20 cm.h = ½.144/6..174.6.....7 Bolder Fungsi bolder adalah untuk menambatkan kapal agar tidak mengalami pergerakan yang dapat mengganggu baik pada aktivitas bongkar maupun lalu lintas kapal lainnya. hal 6. Jenis bolder ditentukan berdasarkan besarnya gaya tarik kapal yaitu sebesar 15 x115 200 = 8.. ½.OK. Untuk perkuatan Boulder pengecorannya dilakukan monolit dengan lantai dermaga... 1961): • • • Kuat tekan (σtn) Kuat lentur kayu (σlt) Tegangan geser kayu (τ) = 40 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 20 kg/cm2 Tegangan yang terjadi : Tekan (σtn) = F/(½.F = ½.OK.300 = 14400 kgcm W = I/(½.. tetapi asumsi perhitungan sebagai balok. Bolder yang digunakan pada perencanaan dermaga ini menggunakan bahan dari beton...12 = 1 kg/cm2 < 20 kg/cm2 ....F/b.... hal.625 Ton (Bambang Triatmodjo..... Lentur (σlt) Av = ½. 2003) direncanakan untuk kapal ukuran 30 GT..BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  223   Kontrol tegangan yang terjadi pada kayu Kayu kelas I (Sumber Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia.L = 72.

16 = 144 mm f’c = 30 Mpa fy = 240 Mpa ρ min = 0. 1997) ρ = 0.OK As = ρ .BAB VI  PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  224   P= 8..0.625 * 0.0484 Penulangan Mu 21.56 = = 5198... 62..0313 ρ min < ρ < ρ maks...625 T 25 cm 20 cm Gambar 6....25 = 2.½.1442 Menurut Tabel 5.. utama = 200 – 40 – 8 .d 0.0313 . 200 .2.Ø tul.0056 ρ maks = 0.688 kN m 2 b.25 = 8..3d (Gideon H. b .71 mm² Digunakan tulangan 5Ø16 dengn As terpasang = 1005 mm² LAPORAN TUGAS AKHIR    KAJIAN KINERJA DAN PERENCANAAN PELABUHAN PERIKANAN  MORODEMAK – JAWA TENGAH  . 144 = 902. Kusuma. Hal. d = 0.17 Gaya yang bekerja pada bolder Perhitungan sebagai balok bujur sangkar: M = P * 0..156 tm = 215600 kg cm d = h – p – Ø sengk – ½...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful