P. 1
Pembuatan Beton Ringan

Pembuatan Beton Ringan

4.67

|Views: 16,256|Likes:
Published by amiboyz
makalah berisi sebuah percobaan yang dilakukan saya dan rekan-rekan untuk meracik sebuah beton ringan mutu tinggi juga dengan biaya yang murah.
makalah berisi sebuah percobaan yang dilakukan saya dan rekan-rekan untuk meracik sebuah beton ringan mutu tinggi juga dengan biaya yang murah.

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: amiboyz on May 02, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2014

pdf

text

original

Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam perencanaan campuran adalah

sebagai berikut :

1. Menentukan kuat tekan yang diisyarakatkan ( Characteristic Strength )

Dalam percobaan ini ditentukan mutu rencana beton K-150 berarti beton dengan

kuat tekan karakteristik 150 Kg/cm2

atau 15 N/mm2

pada umur 28 hari dengan

jumlah bagian yang cacat (Proportion Defective ) sebesar 5 %.

2. Deviasi Standar Rencana

Ditetapkan sebesar 30 Kg/cm2

atau 3 N/mm2
.

3. Margin ( Nilai Tambah )

Rumus : Margin = k x d

Dimana : d = standar deviasi = 3 N/mm2
.

k = ketetapan statistik yang nilainya tergantung pada prosentase hasil uji

yang lebih rendah dari f’c. Dalam hal ini diambil 5 % dan nilai k =

1,64.

Jadi Margin = 1,64 x 3 = 4,92 N/mm2
.

4. Kuat tekan rata-rata yang ditargetkan ( Target Mean Strength )

Rumus : Target Mean Strength = Characteristic Strength +Margin

= 15 + 4,92 = 19,92 N/mm2

5. Tipe Semen

Jenis semen yang digunakan adalah PCC (Portland Composite Cement).

6. Tipe Aggregat

Jenis aggregat yang digunakan dalam pembuatan beton ini adalah :

- Coarse Aggregate ( Aggregat Kasar ) : Batu Apung( Uncrushed )

- Fine Aggregate ( Aggregat Halus ) : Pasir Bangka ( Uncrushed)

7. Faktor Air Semen Bebas ( Free Water Cement Ratio )

Dari tabel 2.1 ( Perkiraan Kekuatan Tekan Beton dalam N/mm2

, pendekatan dengan

faktor air semen = 0,60 ), dengan data sebagai berikut :

- Tipe Semen : PPC

- Tipe Aggregat Kasar : Uncrushed ( Batu Koral )

- Umur Beton : 28 hari

13

TABEL 2.1 Perkiraan Kuat Desak Beton ( N/mm ) dengan faktor air semen 0,60 dan
Jenis Semen Serta Agregat Kasar yang biasa dipakai di Indonesia.

14

GRAFIK 2.1 Hubungan Antara Kuat Tekan dan Faktor Air semen

15

8. Faktor Air Semen Bebas Maksimum

Untuk menentukan nilai faktor air bebas maksimum kita dapat menentukaan

berdasarkan SK SNI 03-2834-2000.

TABEL 2.2 Persyaratan jumlah semen minimum dan FAS maksimum

16

Dalam percobaan kali ini kami membuat beton untuk di dalam ruang bangunan yang

dalam keadaan keliling non korosif. Jadi dengan melihat tabel diatas dapat kita

ketahui bahwa nilai faktor air semen maksimum yang digunakan dalam percobaan

kali ini adalah 0,60. Gunakan nilai terendah antara item 7 dan item 8, yaitu 0,60.

9. Menentukan nilai Slump

Ditentukan nilai Slump 30-60 mm.

10. Menentukan agregat maksimum

Ditentukan besar butir aggregat maksimum adalah 40 mm.

11. Kadar air bebas (Free Water Content)

Dari Tabel 2.3 (perkiraan kadar air bebas dalam kg/m3 untuk berbagai jenis dan
ukuran agregat serta slump ), dengan data sebagai berikut :

TABEL 2.3 Perkiraan Kadar Air Bebas dalam kg/m3 Untuk Berbagai Jenis dan
Ukuran Agregat Serta Slump.

17

Slump : 30 60 mm

Maximum size of agregate : 40 mm

Type of Aggregate : Coarse : Uncrushed

: Fine : Uncrushed

Didapat nilai free water content untuk :

Unrushed Coarse Aggregate : 160 Kg/m3

Uncrushed Fine Aggregate : 160 Kg/m3

Rumus : Free Water Ccontent = (2/3 x Wf) + (1/3 x Wc)

Dimana : Wf = kadar air bebas untuk aggregat halus ( Uncrushed )

= 160 Kg/m3

Wc = kadar air bebas untuk aggregat kasar ( Uncrushed )

= 160 Kg/m3

Free water content = (2/3 x 160) + (1/3 x 160) = 160 Kg/m3

12. Kadar semen (Cement Content)

*Cement Content = Free Water Content / Free Water Cement Ratio

= 160 / 0,60

= 266,67 Kg/m3

13. Kadar semen maksimum (Maximum Cement Content)

= 160 / 0,6

= 266,67 Kg/m3

14. Kadar Semen Minimum (Minimum Cement Content)

Dapat dilihat pada SK SNI Tabel 2.2 yang menyatakan bahwa untuk beton

terlindung jumlah semen minimum = 275 Kg/m3
.

15. Faktor air semen yang disesuaikan

- Dapat diabaikan apabila syarat umum kadar semen sudah
terpenuhi.

- Apabila kadar semen minimum lebih besar dari item 12, maka faktor air
semen disesuaikan dipakai yang maksimal = 275 Kg/m3
.

16. Daerah Gradasi Aggregat Halus

Berdasarkan informasi dari Produsen Pasir adalah Zone 1

18

17. Persen Aggregat Halus (Proportion of Fine Aggregate)

Dari Grafik 2.2 (grafik untuk menentukan presentase agregat halus yang
digunakan), dengan data sebagai berikut :

Maximum Aggregate Size : 40 m
Slump : 30 – 60 mm

GRAFIK 2.2 Perbandingan jumlah pasir yang dianjurkan untuk daerah
susunan butir 1, 2, 3, dan 4.

19

Tarik garis vertikal dari absis yang menyatakan free water / cement ratio

sebesar 0,6 sampai berada ditengah-tengah Zone 1, lalu tarik garis horisontal

sehingga didapat ordinatnya yang menunjukkan Proportion of Fine Aggregate

sebesar 39%.

18. Berat Jenis Relative Aggregat (SSD)

Sebelum item ini dikerjakan, harus dihitung dulu item 16 dan 17 untuk menentukan

proporsi aggregat halus dan kasar.

Dari item 17 diperoleh :

Proportion of Fine Aggregate : 39 %
Proportion of Coarse Aggregate : 100 % - 39 % = 61 %

Dari data percobaan diperoleh :

Gs Pasir Bangka (Fine Aggregate) : 1,593
Gs Batu Apung (Coarse Aggregate) : 2,7397

Maka Asumsi harga Gs adalah :

Gs = (39 % x 1,593 ) + (61 % x 2,7397 )

= 2,3

19. Berat jenis beton ( Concrete Density )

Diperoleh dari Grafik 2.3 (grafik hubungan kadar air bebas, relative

density agregate dan kepadatan beton). Buat garis lurus untuk nilai Gs

= 2,3 lalu tarik garis vertikal dari absis free water content sebesar

160 kg/m3

memotong garis lurus tadi. Dari titik potong tersebut tarik 3 garis

horisontal ke ordinat yang menunjukkan besarnya concrete density , yaitu sebesar

2187,5 kg/m3

20

GRAFIK 2.3 Perkiraan berat jenis beton basah yang dimampatkan secara penuh.

20. Kadar Aggregat Gabungan (Total Aggregate Content)

Total Aggregate Content = Concrete Density – Free Water Content

– Cement Content

=2187,5 – 160 – 275 = 1752,5 Kg/m3

21. Kadar Aggregat Halus (Fine Aggregate Content)

Fine Aggregate Content

= Proportion of Fine Aggregate x

Total Aggregate Content

= 39 % x 1752,5 = 683,475 Kg/m3

22. Kadar Aggregat Kasar (Coarse Aggregate Content)

Coarse Aggregate Content

= Total Aggregate - Fine Aggregate Content

= 1752,5 - 683,475

= 1069,025 Kg/m3

21

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->