P. 1
Harmonisasi Hukum Lex Specialis Suatu Masalah

Harmonisasi Hukum Lex Specialis Suatu Masalah

|Views: 235|Likes:
Published by Reni Sunarty

More info:

Published by: Reni Sunarty on Jun 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/10/2015

pdf

text

original

HARMONISASI HUKUM

DALAM PERSPEKTIF PERUNDANG-UNDANGAN
(Lex Specialis Suatu Masalah)
Dr. Kusnu Goesniadhie S., SH.MHum.

Surabaya: Penerbit JPBooks, 2006 ISBN: 979-3487-70-4

Buku ini diangkat dari disertasi yang berjudul ‘Harmonisasi Hukum Dalam Perspektif Perundang undangan’ dengan subjudul ‘Berkaitan Dengan Fungsi BPPN dan Kewenangan Badan Peradilan’.

. hal-hal yang bertentangan dan kejanggalan dalam hukum. kecocokan. kesesuaian. keseimbangan di antara norma-norma hukum di dalam peraturan perundang-undangan sebagai sistem hukum dalam satu kesatuan kerangka sistem hukum nasional.Pengertian Harmonisasi hukum. adalah upaya atau proses yang hendak mengatasi batasan-batasan perbedaan. Upaya atau proses untuk merealisasi keselarasan. keserasian.

. yang terdiri atas berbagai badan institusional atau kelembagaan publik dengan para pejabatnya. dan (iii) komponen budaya hukum (legal culture). yang mencakup sikap dan perilaku para pejabat dan warga masyarakat berkenaan dengan komponen-komponen yang lain dalam proses penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. serta tatanan hukum internal yaitu asas hukum yang melandasinya. komponen struktur hukum beserta kelembagaannya (legal structure) dan komponen budaya hukum (legal culture). adalah melakukan penyesuaian unsur-unsur tatanan hukum yang berlaku dalam kerangka sistem hukum nasional (legal system) yang mencakup komponen materi hukum (legal substance). maka perumusan langkah yang ideal untuk ditempuh dalam harmonisasi sistem hukum. Dengan demikian harmonisasi sistem hukum nasional melibatkan mata rantai hubungan tiga komponen sistem hukum tersebut dalam kerangka sistem hukum nasional. Dengan kerangka berpikir demikian. hukum tidak tertulis termasuk hukum adat dan yurisprudensi. (ii) komponen struktur hukum beserta kelembagaannya (legal structure).Kerangka Konsep Harmonisasi sistem hukum nasional meletakkan pola pikir yang mendasari penyusunan sistem hukum dalam kerangka sistem hukum nasional (legal system harmonization) yang mencakup: (i) komponen materi hukum (legal substance) atau tata hukum yang terdiri atas tatanan hukum eksternal yaitu peraturan perundang-undangan.

.Konsep Langkah Sistemik Harmonisasi Hukum Pemikiran sistemik sedemikian itu. Sebagai kerangka dan konsep dasar harmonisasi sistem hukum nasional dengan meletakkan pola pikir. Kemudian memperhatikan rasa keadilan masyarakat (social sence of justice) dan mengakomodasi aspirasi yang berkembang di dalam masyarakat. diperlukan perumusan langkah sebagai kerangka dan konsep dasar (basic concept) dalam melakukan harmonisasi hukum. yakni bermula dari paradigma Pancasila bersama-sama dengan konsep negara hukum dan prinsip pemerintahan konstitusional dalam UUD 1945.

regional dan global. struktur hukum beserta kelembagaannya dan budaya hukum. Lebih lanjut memperhatikan sistem hukum nasional sebagai masukan. dan budaya hukum (legal culture) yang mencakup sikap dan perilaku para pejabat dan warga masyarakat berkenaan dengan unsur-unsur yang lain dalam proses penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. (ii) keberadaan sistem hukum nasional yang mencakup unsur-unsur substansi hukum. yaitu: (i) paradigma Pancasila. serta rasa keadilan dan aspirasi yang berkembang di dalam masyarakat. hukum tidak tertulis termasuk hukum adat dan yurisprudensi. Selanjutnya memperhatikan realitas keberadaan hukum nasional dan penegakannya dalam praktek pada skala nasional. konsep negara hukum dan prinsip pemerintahan konstitusional dalam UUD 1945.Continued …. akan menghasilkan suatu wawasan pokok-pokok pikiran atau pandangan doktrin hukum. dan (iii) realitas keberadaan hukum nasional dan penegakannya dalam praktek pada skala nasional. regional dan global. yaitu memperhitungkan keberadaan sistem hukum nasional yang sedang berjalan (existing legal system) yang mencakup unsur-unsur: substansi hukum (legal substance) atau tata hukum yang terdiri atas tatanan hukum eksternal yaitu peraturan perundang-undangan. serta tatanan hukum internal yaitu asas hukum yang melandasinya. struktur hukum beserta kelembagaannya (legal structure) yang terdiri atas berbagai badan institusional atau kelembagaan publik dengan para pejabatnya. . Interaksi antara tiga komponen.

Perumusan konsep langkah sistemik harmonisasi hukum. serasi. Dalam kerangka demikian secara berkelanjutan. selanjutnya akan menimbulkan suatu wawasan atau pandangan hukum baru yang akan memperbarui pula wawasan dan perumusan garis kebijakan hukum (legal policy) ke depan.Continued …. . Berdasarkan wawasan dan pokok-pokok pikiran atau pandangan doktrin hukum tersebut akan melahirkan konsep harmonisasi sistem hukum. Pada akhirnya melalui penerapan hukum (law enforcement) diharapkan akan tercipta peraturan perundang-undangan nasional yang harmonis. Penilaian atau evaluasi terhadap hasil yang dicapai atau produk dari harmonisasi hukum tersebut. baik yang berkaitan dengan pengaruhnya terhadap keberadaan sistem hukum nasional yang sedang berjalan (existing legal system) yang mencakup unsur-unsur substansi hukum. dalam arti selaras. sebagai kerangka umum yang memberikan pedoman dalam penyesuaian asas dan sistem hukum pada proses pembentukan peraturan perundang-undangan. terintegrasi dan konsisten. struktur hukum beserta kelembagaannya dan budaya hukum. sebagai keluaran (produk) dari proses harmonisasi hukum. terintegrasi. seimbang. dalam rangka mewujudkan peraturan perundang-undangan nasional yang harmonis. yang akan mendasari perumusan perencanaan hukum (legislation planning) dan proses pembentukan hukum (law making process) melalui peraturan perundang-undangan. serta taat asas. harmonisasi hukum akan terus-menerus berkembang di dalam satu kerangka sistem hukum nasional dengan pendekatan sistem dan pandangan konseptual. konsisten dan taat asas.

‘Following harmonization’. keuangan dan perdagangan. maka secara teoritis dikenal tiga model harmonisasi hukum. menunjuk pada harmonisasi hukum bidang-bidang tertentu yang ditujukan untuk penyesuaian hukum yang ada (existing law) dengan perubahan-perubahan sosial. tinkering. akan lebih antisipatif terhadap liberalisasi perbankan. Dalam pengertian kerangka model harmonisasi hukum yang diderivasi dari model reformasi hukum. 1977). yaitu ‘tinkering harmonization’. produk hukum yang dihasilkan cenderung akan cepat diubah. ‘following harmonization’ dan ‘leading harmonization’. Produk hukum yang tercipta dalam harmonisasi hukum yang bersifat ‘leading harmonization’. following dan leading. karena produk hukum yang tercipta akan mudah tertinggal perubahanperubahan keadaan sosial. Dengan kata lain. berdasar pertimbangan efisiensi. ‘Leading harmonization’. mengemukakan tiga kerangka model reformasi hukum yang disebut sebagai model reformasi hukum. Dalam hal kerangka model reformasi hukum Merryman diterapkan sebagai kerangka model pada harmonisasi hukum. . serta perekonomian di masa yang datang. The American Journal of Comparative Law. “tinkering. Decline & Revival of the Law and Development Movement’. Dengan demikian secara ideal ditempuh langkah harmonisasi hukum yang bersifat ‘leading harmonization’.Konsep Kerangka Model Harmonisasi Hukum John Henry Merryman (Comparative Law and Social Change: On the Origins Style. yang dimaksud dengan ‘tinkering harmonization’ merupakan harmonisasi hukum melalui optimalisasi penerapan hukum yang ada (existing law) dengan beberapa penyesuaian. Dengan demikian dalam harmonisasi hukum. menunjuk pada penerapan atau penggunaan hukum untuk melakukan perubahan-perubahan sosial. pengambilan langkah pengaturan hukum di bidang perbankan dan keuangan serta perekonomian dalam era globalisasi akan kurang strategis apabila ditempuh ‘tinkering harmonization’ atau ‘following harmonization’. Dalam kerangka model tersebut. following dan leading”.25. Vol.

Di samping itu secara ekonomis. UNCITRAL. . IBRD. seperti BIS. antara lain yang terdapat dalam uniform laws dan model laws hasil perancangan badan-badan internasional. Dengan menempuh langkah harmonisasi hukum demikian. Harmonisasi hukum dalam pengertian melakukan pengaturan dengan menciptakan produk hukum sendiri melalui penemuan hukum. perancangan hukum dan menggali nilai-nilai di dalam masyarakat merupakan suatu idealis dan nasionalis. tidak memerlukan waktu yang terlalu lama dan dengan biaya yang tidak terlalu mahal. norma-norma hukum yang dihasilkan lebih mempunyai nilai-nilai yang bersifat transnasional. di samping melakukan ratifikasi konvensi-konvensi internasional.Continued …. maupun dalam bentuk yang sudah diubah (adaptation) model-model hukum perbankan dan hukum keuangan. ICC. WTO. Dengan demikian secara ideal ditempuh langkah harmonisasi hukum dengan menjadikan sebagai model baik dalam bentuknya semula (adoption). tetapi diperlukan waktu yang tidak sedikit hingga akan berjalan sangat lambat dan dengan biaya yang mahal. serta hukum ekonomi negara-negara maju. UNIDROIT.

hukum tidak tertulis termasuk hukum adat dan yurisprudensi.SISTEM HUKUM NASIONAL (Existing Legal System): SUBSTANSI HUKUM (Legal Substance) (tatanan hukum eksternal yaitu peraturan perundang-undangan. PENEGAKANNYA DALAM PRAKTEK . serta tatanan hukum internal yaitu asas hukum yang melandasinya) STRUKTUR HUKUM (Legal Structure) (berbagai badan institusional atau kelembagaan publik dengan para pejabatnya) BUDAYA HUKUM (Legal Culture) (mencakup sikap dan perilaku para pejabat dan warga masyarakat berkenaan dengan unsur-unsur yang lain dalam proses penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat) evaluasi dan umpan balik Langkah Sistemik Harmonisasi Hukum Paradigma Pancasila  Konsep Negara Hukum  Konsep Pemerintahan Konstitusional  Rasa Keadilan dan Aspirasi Masyarakat  i n t e r a k s i Realisasi Harmonisasi Hukum  Keselarasan Wawasan Pandangan Doktrin Hukum Konsep Harmonisasi Hukum  Keserasian  Kesesuaian  Kecocokan  Keseimbangan  Konsistensi  Ketaatan Asas  Terintegrasi evaluasi dan umpan balik p e n e r a p a n Peraturan Perundangundangan Nasional yang Harmonis REALITAS SISTEM HUKUM NASIONAL dalam hubungannya dengan : PERILAKU PEMEGANG JABATAN (ambtsdrager) PERILAKU MASYARAKAT KECENDERUNGAN REGIONAL dan INTERNASIONAL mencakup.

Harmonisasi Hukum Dalam Perspektif Hukum Perdagangan PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN NASIONAL  INTERNATIONAL LEGISLATIONS Konvensi-konvensi Internasional Model Law Uniform Law        Bidang-bidang Hukum yang Bersifat Umum dan Netral Bidang-bidang Hukum Ekonomi Meliputi Hukum Perbankan Hukum tentang Suratsurat Berharga Hukum tentang Kredit Perbankan Hukum Kontrak Hukum Dagang Hukum Perusahaan dan lainnya HARMONISASI HUKUM Penyesuaian Peraturan Perundang-undangan Nasional Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Baru PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN NASIONAL BERKARAKTER GLOBAL INTERNATIONAL COMMERCIAL CUSTOM Kebiasaan-kebiasaan Internasional Bidang Perdagangan Praktek-praktek Perdagangan Internasional .

b) Deskripsi tentang perilaku anggota profesi yang diperbolehkan (specific description of acceptable conduct. ethical considerations). dan sanksi disiplin.Kode Etik berkenaan dengan pengawasan terhadap Hakim.Konsep DISTRIBUTION OF POWERS Sistem Konsep CHECKS and BALANCES Judicial Accountability dibangun di atas prinsip harmonisasi antara Legal Responsibility dan Social Responsibility. Secara individual. c) Sanksi disiplin (diciplinary rules). melahirkan konsep Code of Conduct yang memuat Code of Legal Professional Responsibility YUDISIAL LEGISLATIF EKSEKUTIF KESEIMBANGAN LEGAL RESPONSIBILITY Tanggungjawab Hukum: Secara kelembagaan. Publikasi putusan menjadi kajian masyarakat. H A R M O N I S A S I SOCIAL RESPONSIBILITY Tanggungjawab Kemasyarakatan: Publikasi putusan-putusan pengadilan disertai anotasi catatan-catatan hukum yang diberikan oleh kalangan perguruan tinggi. JUDICIAL ACCOUNTABILITY Pertanggungjawaban Peradilan Penyeimbang tingginya independensi kekuasaan peradilan yang merdeka atau Hakim yang bebas CODE OF CONDUCT . tanggungjawab Hakim terhadap ketentuan hukum pidana. . yang akan mendorong motivasi Hakim untuk meningkatkan profesionalitas dan integritas. bagian dari kontrol sosial dan sifat transparansi dalam penyelenggaraan peradilan. terdiri atas: a) Asas yang menguasai perilaku anggota profesi yang diperbolehkan (canons). dan lain-lain. hukum perdata. memuat: CODE OF LEGAL PROFESSIONAL RESPONSIBILITY Aturan Tanggungjawab Profesi Hukum. turut bertanggungjawab kepada masyarakat atas kekeliruan Hakim dalam melaksanakan tugasnya.

larangan bagi hakim untuk menolak memeriksa dan mengadili perkara.  Verdegdigingsbeginsel. objektifitas. putusan harus disertai alasan-alasan hukum yang jelas dan dapat dimengerti serta bersifat konsisten dengan penalaran hukum yang runtut.  Motiveringsbeginsel.Harmonisasi Asas Peradilan dan Asas Pemerintahan. Mewujudkan Putusan Pengadilan Memenuhi Rasa Keadilan ASAS UMUM PERADILAN YANG BAIK (general principles of proper justice) Enpat kriteria pokok asas peradilan yang baik:  Decisiebeginsel. tidak dipengaruhi oleh kepentingan pribadi atau pejabat badan peradilan atau adanya hubungan secara tersembunyi dari salah satu pihak dengan hakim. asas putusan dijatuhkan secara objektif. hakim wajib menjatuhkan putusan. mendengar kedua belah pihak disebut juga asas audi et alteram partem. De Waard PENGEMBANGAN ASAS ke arah Keterbukaan dan Kepastian Hukum PUTUSAN PENGADILAN MEMENUHI RASA KEADILAN HARMONISASI saling mendekati dan menguatkan (convergent) PROSES PERADILAN ASAS UMUM PEMERINTAHAN YANG BAIK (general principles of good administration) .  Onpartijdigheidsbeginsel.

Personality dan Ethical-Cultural BADAN-BADAN yang melakukan fungsi peradilan atau bentuk-bentuk extra judicial (quasi judicial): Mahkamah Pelayaran. hakim perumahan. anak-anak. perbankan. hakim anak-anak. objektif dan tidak berpihak (“due process of law” yang “fair trial” dan “impartial-objective”) . hakim perbankan. dsb. Ditunjuk hakim-hakim khusus: hakim ekonomi. jujur. dsb. SISTEM DIVISIONAL PERADILAN Divisi ekonomi. perumahan. evaluasi dan umpanbalik KEKUASAAN KEHAKIMAN Badan-Badan Peradilan (institusional) Aturan yang bersifat instrumental (procedural) Personality dan budaya kerja aparatur badan Peradilan (ethical-cultural) i n t e r a k s i Realisasi Harmonisasi Sistem Peradilan Keselarasan Keserasian Wawasan / Pandangan Sistem Peradilan Konsep Harmonisasi Sistem Peradilan Kesesuaian Kecocokan Keseimbangan Konsistensi Ketaatan Asas P e n e r a p a n SISTEM PERADILAN YANG HARMONIS evaluasi dan umpanbalik Terintegrasi Harmony of Procedural (instrumental) Harmony of Decision Harmony of Ethical (cultural) REALITAS SISTEM PERADILAN dalam hubungannya dengan : Perilaku dan budaya kerja aparatur badan peradilan Perilaku masyarakat sebagai keseluruhan Kecenderungan regional dan internasional Penerapan hukum Karakteristik: Proses peradilan yang bersih. dsb.Harmonisasi Institutional – Procedural .

secara ideal ditempuh langkah harmonisasi hukum yang bersifat leading harmonization. norma-norma hukum yang dihasilkan lebih mempunyai nilai-nilai yang bersifat transnasional. dengan badan-badan pemerintah yang diberi wewenang melakukan fungsi peradilan menurut peraturan perundang-undangan. asas demokrasi dan asas negara hukum yang diidealkan mewujudkan sistem hukum nasional dengan tiga komponen. yaitu substansi hukum. struktur hukum beserta kelembagaannya. . Melalui harmonisasi peraturan perundang-undangan. dalam arti selaras. serta taat asas. harmonisasi hukum akan dapat menghindari tumpang tindih bagi badan peradilan yang melakukan kekuasaan kehakiman. Rekomendasi Harmonisasi hukum dalam perspektif global. dengan cara menjadikan sebagai model. sehingga terbentuk peraturan perundang-undangan nasional yang harmonis. seimbang. Begitu pula dalam hal penegakan hukum. bertumpu pada paradigma Pancasila dan UUD 1945 yang melahirkan sistem ketatanegaraan dengan dua asas fundamental. baik dalam bentuknya semula (adoption) maupun dalam bentuk yang sudah diubah (adaptation) model-model hukum negara maju. Dengan langkah demikian. mengatasi hal-hal yang bertentangan dan kejanggalan di antara norma-norma hukum di dalam peraturan perundang-undangan. dan budaya hukum. Langkah sistemik tersebut di satu sisi dapat dijabarkan dalam harmonisasi peraturan perundang-undangan dan di sisi lain diimplementasikan dalam rangka penegakan hukum. agar terwujud kesederhanaan hukum.Simpulan Harmonisasi hukum diartikan sebagai upaya atau proses penyesuaian asas dan sistem hukum. Harmonisasi hukum sebagai suatu proses dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. Langkah sistemik harmonisasi hukum nasional. akan terbentuk sistem hukum yang mengakomodir tuntutan akan kepastian hukum dan terwujudnya keadilan. terintegrasi dan konsisten. antara lain uniform law dan model laws hasil perancangan badan-badan internasional. kepastian hukum dan keadilan. serasi.

Kusnu Goesniadhie S.Dr. .MHum. SH..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->