P. 1
Budidaya Lele Dumbo

Budidaya Lele Dumbo

|Views: 208|Likes:
bagaimana dara budidaya lele dumbo, yang baik dan benar
bagaimana dara budidaya lele dumbo, yang baik dan benar

More info:

Published by: Muhammad Ja'far Ibrahim on Jun 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/21/2015

pdf

text

original

Sections

  • PRAKATA
  • PENDAHULUAN
  • I. MENGENAL IKAN LELE
  • A Klasifikasi dan Ciri-ciri
  • B. Nama Daerah dan Nama Umum
  • C. Penyebaran
  • D. Habitat
  • E. Tingkah laku
  • F. Perkembangbiakan
  • G. Makanan
  • II. BUDIDAYA IKAN LELE
  • A. Usaha Pembenihan
  • B. Usaha Pembesaran
  • III. TEKNIK PEMBENIHAN
  • A. Pemijahan Leie Sistem Blitar
  • 1. Kolam tempat pemeliharaan induk dan tempat pemijahan
  • 2. Kotak pemijahan
  • 3. Pengaturan air kolam pemijahan
  • 4. Induk lele
  • Induk jantan :
  • Induk betina
  • 5. Musim
  • 6. Pemeliharaan induk
  • 7. Pemijahan
  • B. Pemijahan Lele Sistem Ciganjur
  • 1). Kolam perkawinan/pemijahan
  • 3. Persiapan kolam
  • 4. Pasangan induk
  • 5. Pemijahan
  • 6. Pemanenan benih
  • 7. Pendederan (ipukan)
  • 8. Perawatan benih dan pemberian makanan
  • IV. TEKNIK PEMBESARAN
  • A. Pembesaran Lele di Kolam
  • B. Pemeliharaan Ikan Lele di Sawah
  • C. Pemeliharaan Lele dalam Pecomberan
  • 1. Konstruksi kolam/bak
  • 2. Penebaran benih
  • 3. Pengelolaan
  • 4. Pemupukan
  • Cara pemupukan :
  • 5. Mortalitas
  • 6. Kepadatan
  • 7. Produksi kolam pembesaran lele
  • 8. Penyakit dan Pemberantasannya
  • 8.1 Penyakit bintik putih
  • Pencegahan
  • Pengobatan
  • 8.2 Penyakit bakterial
  • Antibiotika
  • 8.3 Penyakit oleh jamur
  • 8.4 Penyakit lain
  • 9. H a m a
  • 10. Modernisasi budidaya ikan lele
  • V. PRODUKSI DAN PENINGKATANNYA
  • VI. LELE DUMBO
  • Apakah lele dumbo itu ?
  • A. Jenis-jenis Ikan Lele
  • C. Pembibitan Lele Dumbo
  • 1. Teknik penyuntikan hormon (hipofisasi)
  • Adapun ikan jantan yang siap memijah mempunyai tanda :
  • C. Mengambil dan mempersiapkan larutan hipofisa
  • Dosis hipofisa
  • Cara pengambilan hipofisa
  • Pengeluaran sperma
  • Pembuahan (fertilisasi)
  • 2. Pemijahan teknik imbas (sistem Cangkringan)
  • C. Pemilihan induk lele dumbo
  • D. Pemeliharaan Benih
  • E. Pembesaran
  • F. Penyakit dan Pemberantasannya
  • DAFTAR PUSTAKA

PRAKATA Tujuan penyusunan buku BUDIAYA IKAN LELE ini ialah untuk memberikan pegangan atau petunjuk teknis

pemeliharaan ikan lele. Dengan dasar ilmu pengetahuan biologi, penulis akan mencoba mengulas, mengapa suat teknik pembudidayaan ikan lele berhasil diterapkan oleh beberapa petani Bahan untuk menyusun buku ini, pada dasarnya dipelajari dari praktek yang dilakukan di kalangan petani sendiri. Walaupun penelitian ilmiah mengenai ikan lele ini terus di lakukan, namun kenyataan menunjukkan bahwa di kalanga petani juga timbul kreasikreasi baru sehingga selangkah demi selangkah terlihatlah perbaikan teknis. Agaknya kegemaran terhadap ikan lele yang makin meluas dalam masyarakat kita, sehingga permintaan dan harga meningkat, enjadi pendorong bagi para petani untuk meningkatkan pengusahaan budidaya ikan lele. Di dalam kita melangkah menuju era penganekaragaman kan, ikan lele merupakan salah-satu jenis ikan yang makin penting peranannya. Walaupun ikan lele selama ini hanya usahakan sebagai kegiatan sampingan, apabila produksinya apat ditingkatkan, tentu akan meningkat pula penghasilan petani. Di dalam pengusahaannya, budidaya ikan lele ini masih bersifat kecil-kecilan, misalnya kolam pekarangan yang sempit. Karena itu penulis mengimbau para ahli ekonomi untuk enelaah dan membuat analisis ekonomi, supaya budidaya ikan lele ini juga dapat diusahakan sebagai industri yang ayak untuk memperoleh fasilitas kredit. Dengan tersusunnya buku kecil ini, penulis mengharapkan saran-saran dari para ilmuwan, teknisi dalam bidang budidaya ikan, para petani, dan semua pihak yang berminat, untuk dapat memperbaiki buku ini. Dengan demikian diharapkank budidaya ikan lele itu sendiri dapat selalu ditingkatkan. semoga buku ini bermanfaat untuk pengembangan budidayaan di negara kita.

PENDAHULUAN konsumsi ikan lele pada beberapa tahun terakhir ini semakin meningkat. Kalau dahulu ikan lele dipandang sebagi kan murahan dan pada umumnya hanya dikonsumsi oleh keluarga petani saja, sekarang ternyata konsumennya makin meluas. Rasa dagingnya yang khas dan cara memasak dan menghidangkannya yang secara tradisional itu ternyata sekarang menjadi kegemaran masyarakat luas. Bahkan banyak pula restoran besar yang menghidangkannya. Oleh karena tu harga ikan lele meningkat. Hal itu telah menjadi perangsang bagi petani ikan untuk membudidayakan ikan lele secara intensif. semula pemeliharaan ikan lele hanyalah sebagai kegiatan ambilan saja, dipelihara di dalam kolam-kolam pekarangan menampung air limbah rumah tangga. Ikan lele meang sifatnya tahan hidup di dalam lingkungan yang kotor an kekurangan oksigen akibat proses pembusukan yang terjadi. Dalam kolam pekarangan itu, ikan lele diberi makanan sisa-sisa dapur saja. Dalam keadaan demikian, pertumbuhan ikan lele lambat. Sesudah dipelihara setahun-dua tahun, baru mencapai ukuran 100 gram, sebagai ikan konsumsi. Sekarang berhubung para petani terdorong untuk memproduksikan lele lebih banyak, maka teknik pemeliharaannya pun ditingkatkan. Kolam yang dipergunakan lebih luas, walaupun masih berupa kolam pekarangan. Airnya diusahakan dari air irigasi yang memungkinkan adanya pergantian air, sehingga kondisinya lebih segar. Dalam suasana air yang segar, pertumbuhan ikan lele menjadi lebih cepat. walaupun tidak sepesat ikan karper. Apabila hendak mengembangkan pemeliharaan ikan lele tentu diperlukan banyak benih. Terasalah bahwa benih ikan lele yang selama ini diperoleh dari hasil pengumpulan dari alam saja tidak mencukupi. Petani ikan pun berupaya untuk menciptakan teknik ertentu agar ikan lele mau berkembangbiak di kolam dan agar dapat diproduksi benih sebanyak mungkin. Beberapa petani yang tekun dapat menghasilkan benih lele agak banyak. Tekniknya lalu ditiru oleh rekan-rekannya sesama petani. Berhubung pengembangan yang intensif bagi pemeliharaan ikan lele ini baru dalam tingkat permulaan, maka produksi benih maupun ikan konsumsi masih rendah. Untuk tu perbaikan-perbaikan teknis terus-menerus perlu dilakukan baik oleh para petani sendiri maupun oleh lembaga-lembaga pemerintah. Perbaikan teknis itu akan meliputi segala aspek budidaya seperti konstruksi kolam, mutu air, makanan tambahan, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, bahkan telah mulai diteliti cara pemijahan dengan rangsangan hormon. Hasil penelitian-penelitian tersebut diharapkan sekali untuk dapat dipraktekkan. Di dalam buku yang kecil ini, penulis berusaha untuk memberikan bahan-bahan sebagai dasar pengetahuan teknik memelihara ikan lele yang sudah diterapkan oleh para petani. Di

masa depan buku ini tentu dapat disempurnakan sesuai dengan penemuan penemuan teknik baru.

Jadi masih memerlukan penelitian. yakni bentuk kepalanya pipih denga lempeng tulang keras sebagai batok kepala. Gambar 1. yaitu Glorias batrachus. mengapa ketiga spesies itu menjadi langka dan mengapa tidak dibudidayakan seperti halnya Glorias batrachus. yang Genus : Glorias. ialah ikan yang bentuk tubuhnya memanjang berkulit licin (tak bersisik). : Ostariophysi. di samping terdapat di alam. Sirip dada ada patil. Glorias teesmanii. Subordo : Siluroidae. MENGENAL IKAN LELE A Klasifikasi dan Ciri-ciri Ikan lele menurut klasifikasi berdasar taksonomi yang dikemukakan oleh Weber de beaufort (1965) digolongkan sebagai berikut : Filum Kelas Subkelas Ordo : Chordata. juga mempunyai ciri yang lebih khas lagi. Tidak ada keterangan yang jelas. ikan lele(calirias batrachus Linnaeus bleeiker) Famili : Clariidae. ialah suatu kelompok ikan (dari be berapa genus) yang selain mempunyai ciri-ciri tersebut.I. Di Indonesia ada beberapa jenis (spesies) ikan lele. Mempunyai alat pernapasan tambaha ang terletak di bagian depan rongga insang memungkinkan ikan lele mengambil oksigen langsung dari udara. . Bersungut (kumis) 4 pasang. ialah ikan yang bertulang keras. : Teleostei. Ketiga jenis ini terdapat di perairan Indonesia tetapi jarang ditemukan dan diduga sudah langka. ialah ikan yang di dalam perutnya sebelah atas memiliki tulang sebagai alat perlengkapan keseimbangan. ialah binatang bertulang belakang. Glorias nieuwhofi. : Pisces. ialah bangsa ikan yang mempunyai insang untuk bernapas. yang disebut ulang weber (Weberian oscicle). Glorias Leiacanthus. jenis ini yang paling banyak dijumpai dan umumnya dibudidayakan.

melainkan juga bagi ikan-ikan jenis lain yang juga berkumis. Disebut demikian. Di Indonesia ikan lele ini secara alami terdapat di kepulauan Sunda Besar maupun Sunda Kecil. Indonesia. D. C. Habitat Habitat atau lingkungan hidup ikan lele ialah semua perairan air tawar. dipelihara di kolam. Ikan lele mempunyai organ insang tambahan yang memungkinkan ikan ini mengambil oksigen pernapasannya dari udara di luar air. telaga. Macrones. Nama ini dipakai sebagai nama dalam perdagangan. merupakan lingkungan hidup ikan lele. Di beberapa negara. B. Di pulau Jawa disebut ikan lele. dan India. rawa serta genangan-genangan kecil seperti kolam. Thailand. Dalam bahasa Inggris disebut cat fish. ikan lele diberi nama menurut bahasa daerah masing-masing. Di Makassar disebut ikan keling (keli). dan sebagainya). Seperti halnya terjadi di Filipina. Di Kalimantan disebut pintet. Penyebaran Ikan lele tersebar luas di benua Afrika dan Asia. Di Sumatera disebut ikan kalang. Laos. Namun nama yang paling populer ialah lele. mungkin karena ikan ini berkumis seperti kucing (cat = kucing). Di sungai yang airnya tidak terlalu deras. ikan lele telah diternakkan. bulai (putih). Ini yang paling umum terdapat. Pada ikan lele (Glorias batrachus) di Indonesia dikenal adanya 3 variasi warna tubuhnya. Nama Daerah dan Nama Umum Di berbagai daerah. selain Glorias batrachus juga banyak dipelihara jenis Glorias macro cephalus. jadi nama internasional. waduk. Karena itu ikan lele tahan hidup di perairan hitam agak kelabu (gelap). antara lain ikan baung (genus Pangasius. dan merah. Birma. Vietnam. ialah : − − − hias. atau di perairan yang tenang seperti danau. khususnya di Asia. Sebenarnya nama cat fish ini tidak hanya berlaku untuk ikan lele saja. Siluria. biasanya dipelihara sebagai ikan . terdapat di perairan umum yang berair tawar secara liar.Di Thailand. Jenis yang terakhir ini kemungkinan tidak ada di Indonesia. Kedua warna yang terakhir itu agak jarang ditemukan. Kamboja.

Ikan lele hidup dengan baik di dataran rendah suhu . yakni lubang yang teduh dan aman untuk bersarang. telur akan menetas. Berhubung sifat-sifat dan tingkah lakunya itu. Jika sudah masanya berkembangbiak. Ikan lele membuat sarang di dalam lubang-lubang di tepian sungai. ikan lele lebih suka berdiam di dalam lubang-lubang atau tempat yang tenang dan aliran air tidak terlalu deras.yang airnya mengandung sedikit oksigen. Ikan lele ini relatif tahan terhadap pencemaran bahan-bahan organik. Oleh karena itu ikan lele tahan hidup di comberan yang airnya kotor. la bersifat noktumal. E. Setelah perkawinan. Pada siang hari yang cerah. karena ikan lele aktif mencari makan pada waktu malam atau sesudah matahari terbenam. dan kolam yang teduh dan tenang.30 cm di bawah permukaan air. artinya ia aktif pada malam hari atau lebih menyukai tempat yang gelap. memancing ikan lele pada malam hari lebih berhasil daripada siang hari. Pasangan itu lalu mencari tempat. Tingkah laku Ikan lele adalah ikan yang hidup di air tawar. Selama semmggu sampai dingin. cara yang mudah ialah meletakkan tabung-tabung dari bambu atau lainnya. di dasar kolam/sawah. Dalam tempo 24 jam setelah perkawinan. induk betina melepaskan telur bersamaan waktunya dengan jantan melepaskan mam (sperma) di dalam air. Ikan lele tidak membuat sarang dari suatu bahan (jerami atau rumput-rumputan) seperti ikan gurame. Telur yang telah dibuahi dijaga oleh induk betina sampai telur menetas dan cukup kuat berenang. Leie tidak . induk jantan meninggalkan sarang dan tidak menghiraukan anak-anaknya. Terjadilah pembuahan di dalam air. Seekor induk betina dapat menghasilkan 1. Lama penjagaan im semmggu sampai sepuluh hari.000 sampai 4 000 butir telur sekali memijah. Lubang sarang ikan lele terdapat kira-kira 20 . Di daerah pegunungan dengan lele kurang begitu baik. tepi-tepi rawa atau pematang sawah. Perkembangbiakan Ikan lele mencapai kedewasaan setelah mencapai ukuran 100 gram atau lebih.tempat hidupnya terlalu ketinggian di atas 700 meter. F. melainkan hanya meletakkan telurnya di atas dasar lubang sarangnya itu. apabila hendak ditangkap pada siang hari. misalnya di bawah 20°C. Pada perkawinannya. lalu menggiring ikan lele agar berkumpul di dalam tabung sehingga mudah ditangkap dengan cara mengangkat tabung tadi. ikan jantan dan betina berpasangan. Lele yang dipelihara di kolam atau sawah. pertumbuhan ikan pernaditemukan hidup di air payau atau asin. pertumbuhannya agak lambat.

Copepoda) cacing-cacing. di kolam ikan lele dapat memijah sepanjang tahun. Selain bersifat karnivora (pemakan dagmg). Beberapa jenis udang renik (ENTOMOSTRACA) makanan ikan. Biasanya ikan lele memijah sore hari pada musim hujan. larva (jentik-jentik serangga). dan 4. dan sebagainya. G.sepuluh hari anak ikan lele ini dijaga oleh mduknya sampai burayak ini cukup kuat meninggalkan sarangnya. c: Ceriodaphinia spec.makanan tambahan yang baik untuk ikan mi ialah yang banyak mengandung protein hewani. 3. beberapa organisme yang menjadi makanan ikan lele. Lain halnya di kolam pemeliharaan. Karena ikan lele bersifat karnivora. Makanan Makanan alami ikan lele ialah binatang-binatang renik. juga tidak lepas dan sambarannya. Cladosera. Menurut pengalama petani. lean lele dapat juga memijah di kolam. Ikan lele biasanya mencari makanan dan dasar kolam. Hal ini mungkin disebabkan keadaan kolam yang dapat dialiri air baru setlap saat. Jadi pengetahuan tentang jenis makanan dan pola atau cara makan ikan ini perlu dipelajari agar dapat dibuat susunan makanan yang tepat. Bila makanan yang diberikan banyak mengandung protein nabati. Gambar 2. Sungguhpun demikian. seperti kutu-kutu air (Daphnia. d : Sida spec. Jadi tidak mengenal musim. tetapi bila ada makanan yang terapung. . tetapi frekuensinya tidak begitu sering. a : Bosmina spec. ikan lele juga makan sisa-sisa benda yang membusuk dan kotoran manusia sedangkan tumbuh-tumbuhan kurang disenangi (Gambar 2. tanpa aliran air atau sirkulasi air pun. pertumbuhannya lambat. siput-siput kecil. b : Chydorus spec.

(Gambar dikutip dari Textbook of Fish Culture. Beberapa jenis larva nyamiik.). d : larva Orthocia diinae (Metrifnemus spec. c Seekor cacing Tubifex. f : larva Cory noneura spec... g : Cypris spec. Gambar 3. Huet. 1911). . a : kelompok Tubifex. a. c : larva Tanypodynae Pentaneura spec. (dikutip dari Textbook of Fish Culture. gambar 4. b : Kelompok Tubufex yan diperjelas. f : Daphnia spec.e : Polyphemus spec. e : larva Coretha spec. Cacing merah yang bergerombol pada lumpur comberan (Tubife tubifex). b : larva dan nimfa Chironom sp.. Huel 1975).

memelihara burayak menjadi benih ikan siap tebar benih ikan ukuran gelondong untuk ditebarkan atau dipelihara lebih lanjut di kolam pembesaran sehingga menjadi ikan santapan (konsumsi). . Sebaiknya seorang petani melakukan kedua usaha tersebut dalam suatu rangkaian kegiatan. yang berukuran 5 .10 cm. ada dua jenis usaha menurut tahapan ataupun hasilnya. yang menghasilkan telur Menetaskan telur. BUDIDAYA IKAN LELE Dalam budidaya ikan lele. Untuk ikan lele ukuran konsumsi yang dikehendaki oleh masyarakat ialah 100 gram sampai 200 gram seekor. yakni: A. Namun macam jenis usaha itu sebenarnya tidak bisa dipisahkan dalam demikian kerapkali ikan lele berukuran 50 gram pun sudah dijual sebagai ikan konsumsi. Ukuran benih gelondongan dibedakan menjadi dua bagian. Dalam bab selanjutnya akan disajikan teknik penyelenggaraan dari kedua jenis usaha budidaya lele ini. B.5 cm. seperti halnya pada budidaya ikan lain. Usaha Pembenihan Dalam jenis usaha ini kegiatan yang dilakukan lalah : − − memijahkan induk-induk ikan. yang sudah barang tentu hasilnya lebih menguntungkan. Kedua penyelenggaraannya.II. Usaha Pembesaran Dalam jenis usaha ini kegiatan yang dilakukan ialah memelihara benih ikan dari ukuran gelondongan kecil maupun besar menjadi ikan konsumsi. dan gelondongan besar. yakni : gelondongan kecil. yang beukuran 3 .

dengan menciptakan kondisi lingkungan yang cocok untuk tempat ikan lele memijah Untuk tempat bersarang. Dengan akal lebih lanjut. petani mengatur bentuk dan letak kotak-kotak tempat bersarang ikan lele sedemikian rupa agar pemijahan mudah dikontrol terhadap gangguangangguan din pemungutan hasil benih lebih mudah. Kolam tempat pemeliharaan induk dan tempat pemijahan Pada pembibitan ikan lele. Kerapkali sarang lele ditemukan di bawah umpun tumbuh-tumbuhan air yang tenang dan terlindung. Sarang lele berupa lubang yang dibuat pada dinding pematang sawah. di dalam kolam pemehharaan induk lele disediakan kotak-kotak kayu atau pipa-pipa bambu atau pipa (bis) dari semen yang ditenggelamkan di dasar kolam. .5 meter. Tentang ukuran kolam ini. TEKNIK PEMBENIHAN Secara alamiah ikan lele berkembangbiak dengan meletakkan telurnya di dalam sarang. Di sekeliling tepi kolam pemeliharaan induk itu dibuat kamar-kamar atau kotak pemijahan Bentuk dan luas kolam pemeliharaan induk dan pemijahan ini pada umumnya bergantung pada tanah pekarangan. sebagai contoh dapat berukuran : − − − Panjang Lebar Dalam : 10 sampai 15 meter. tepian sungai dan rawa-rawa. Bentuk kolam kreasi petani ini dikenal sebagai sistem Blitar". Pemijahan Leie Sistem Blitar 1. karena ia telah membuat suatu model kolam pembenihan ikan lele yang bentuk dan susunannya khas. : 8 sampai I0 meter. di kolam pekarangannya. : 1 sampai 1.III. Kolam seperti ini sebaiknya dibuat di pekarangan saja. kolam tempat pemeliharaan induk sekaligus juga berfungsi sebagai kolam pemijahan. Seorang petani yang kreatif dengan daya ciptanya dapat menemukan cara tersendiri sehingga hasil budidaya dapat ditingkatkan. agar induk lele mau memijah di dalam rongga-rongga pipa atau tabung-tabung itu. Seorang petani di Blitar. Machfud Effendi telah dikenal di kalangan para peternak ikan lele. agar mudah diawasi untuk pengamanannya. Bentuk kolam ini disajikan pada Gambar 5. bernama. Cara alamiah ini ditiru oleh petani. A.

tetapi sebaiknya di semen. Pipa pemasukan air ke dalam kolam dapat dibuat dari pralon (pvc) atau bambu. terutama di waktu turun hujan. gambar 5. di bibir kolam dipasang dinding dari plastik gelombang yang licin.Dinding kolam dibuat dari pasangan bata atau batu kali yang disemen. Dasar kolam boleh dari tanah.. sebaiknya diberi lapisan pasir bercampur tanah liat setebal 10 cm saja supaya tercipta suasana yang alamiah bagi ikan lele. Supaya ikan lele tidak mudah merayap keluar. atau dari beton yang permukaannya licin. berdiri tegak lurus. dipasang sedemikian rupa sehingga air masuk ke dalam kolam sedikit "terjun". Maksudnya agar tidak mudah timbul lubang-lubang bocoran yang makin lama makin lebar sehingga memungkinkan ikan lele itu lolos. supaya pelarutan udara ke dalam air cukup baik dan memberi kesegaran kepada ikan-ikannya (Gambar 8). setinggi 50 cm. kolam untuk induk dan pemijahan ikan lele . Apabila dasar kolam disemen.

penampang kamar pemijahan ikn lele gambar 7.gambar 6. MONNIK : pintu air pengeluaran yang khas memungkunkan air terbuang dari lapisan bawah .

yakni yang menghadap ke luar kolam. : 50 cm. Dinding pintu air itu berlapis tiga. potongan samping pintu air MONNIK Untuk pengeluaran air dari kolam. Tutup itu diberi beberapa lubang. Pada dinding dalam yang menghadap ke kolam induk. . dan masih ada kesegaran udara. Kotak pemijahan Di sekeliling tepi kolam induk itu dibuat kotak kotak pemijahan (Gambar 6). Selanjutnya air mengalir keluar dari lubang di bagian bawah. jadi tidak terlalu tersekap. dibuat 2 buah lubang yang bergaris tengah 15 cm. Pada dinding belakang. sehingga air yang terbuang keluar adalah dari bagian (lapisan) dasar yang banyak kotorannya. seperti terlihat dalam gambar. agar mudah dibuka apabila akan membersihkan ruangan kotak itu. Permukaan air di dalam kolam itu hendaknya tidak melampaui 20 cm dari bibir kolam. supaya ikan lele tidak mudah meloncat ke luar. : 60 cm. 2. semen atau dari kayu. Kotak pemijahan itu diberi tutup dari.gambar 8. Jarak kedua lubang itu 15 cm. Lubang ini sebagai jalan masuk ke dalam kotak itu bagi ikan lele yang akan memijah. Dinding yang menghadap kolam lubangnya di dasar. Lubang itu dapat disumbat dan dengan mudah dapat dibuka. Ukuran kotak pemijahan tersebut ialah : − − − lebar panjang dalam : 50 cm. supaya suasana di dalam kotak tidak terlalu gelap benar. Kotak-kotak ini dibuat dari semen. Tujuannya untuk memudahkan pengeringan dan memanen benih-benih ikan lele. Sekat di tengah terdiri atas papan-papan yang disusun dan dapat untuk mengatur ketinggian air di dalam kolam. dibuat pula sebuah atau dua buah lubang yang terletak di bagian dasar kotak itu. dibuat pintu bentuk MONNIK (Gambar 7 dan 8).

blasteran antara lele puthi dan lele hitam Sepasang lele hitam. agar berkembang biak .Lele palembang (keli. Bias juga diternak untuk indukan. limbat) clarias macrocephalus Lele lebang.

Sebelum dimasukkan. yaitu potongan bambu yang ditancapkan berderet-deret tegak sepanjang pematang. yang diletakkan di atas alas pasir. Lapisan pasir itu akan menjadi tempat meletakkan telur yang lunak dan bersih. diharapkan ikan-ikan lele dapat memijah dan mengasuh anaknya dalam suasana aman dan tenang. di dekat bibir tepi kolam sedemikian rupa sehingga kedalaman air di dalam kotak pemijahan itu hanya 30 cm (Gambar 5 dan 6). Maksudnya agar induk-induk lele yang memijah tidak terganggu oleh yang lain yang kebetulan memijah di dekatnya. Di dalam kotak pemijahan itu baik juga bila diberi sedikit (segumpal genggaman) ijuk. Di beberapa tempat dibuat rongga-rongga pada tanggul tanah itu. Dengan adanya kotak-kotak pemijahan itu. telahdicoba dibuat di Balai Benih Ikan Sebulu. Yang dimaksudkan untuk percontohan bagi petani kecil agar dapat membuatnya dari bambu yang mudah didapat di perkampungan. Kolam tetap dari tanah. Kalimantan Timur.Jambal siam yang lebih popular dengan sebutan lele Bangkok. Konstruksi yang sederhana serta murah biayanya. dindingnya dipasang cerucuk. Lagipula memungkinkan peternak mudah mengawasinya.100 cm. Biaya pembuatan bak semen tersebut cukup besar. supaya induk ikan tidak rusak badannya sewaktu memijah. Kebersihan ini perlu. tetapi tidak lekat benar. Telur-telur ikan lele akan tersebar di antara serabut-serabut ijuk. Dasar kotak pemijahan itu perlu diberi alas pasir tetapi tidak berlumpur. Rongga itu berbentuk persegi . agar telur ikan tidak mudah terkena jamur dan bakteri-bakteri. ijuk dicuci dan dijemur. Letak kotak pemijahan itu ada di bagian atas kolam. Jarak antarkotak pemijahan itu 75 . namun lembut dan bersih.

Oleh karena itu. supaya di dalam rongga itu gelap. Dengan konstruksi sederhana itu ternyata lele juga mau bertelur di dalam rongga-rongga buatan itu. Rongga-rongga itu dibuat berderet dengan jarak 1 meter. Induk lele Calon-calon ikan lele dapat diperoleh bila ukurannya mencapai 100 gram atau lebih. Di depan pipa pemasukan dapat dipasang saringan (filter) yang berupa bak kecil tersendiri. Apabila air terlalu keruh sebaiknya diendapkan dan disaring terlebih dahulu.akan membuat ikan-ikan sehat dan cepat tumbuh serta vitalitasnya tinggi 4. Ikan ini tahan terhadap lingkungan comberan. 3. Rongga tersebut dibuat sebagai kotak untuk sarang bagi ele yang hendak bertelur. hal ini harus diperhatikan betul. ikan lele memerlukan kondisi air yang segar dan bersih. di alam bebas maupun di kolam. Tetapi untuk tempat pemijahan. Jangan mengalirkan air bersabun ke dalam kolam. Kotak-kotak itu pinggirnya sebagai dinding dipasang cerucuk juga.(kotak). Bagian atas rongga atau kotak sarang itu juga diberi tutup dari bahan kayu-kayu/papan bekas. Ini sangat berbahaya untuk ikan. Tutup itu dapat dibuka apabila hendak memanen benih yang sudah ada nantinya. Kolam yang dibuat di pekarangan biasanya akan menerima air cucian dari rumah yang tidak mustahil mengandung sabun dan detergen. ikan lele tahan terhadap lingkungan yang tidak begitu baik keadaannya. supaya tidak mudah longsor. Calon-calon induk sebesar ukuran tersebut dapat diperoleh setelah ikan lele berumur 4 . mengandung cuk^ip oksigen dan tidak mengandung bahan pencemar. Air yang jernih dan bersih . (Lihat Gambar 9). agar hasil benihnya baik. Pengaturan air kolam pemijahan Di dalam kehidupannya. Air kolam ikan lele sebaiknya diperoleh dari saluran irigasi.

Geraknya lamban. Tulang kepala agak cembung. lubangnya agak membesar. Induk betina − − − − Alat kelamin bentuknya bulat dan kemerahan. warna itu menjadi lebih gelap lagi daripada biasanya. Perutnya tetap ramping. Pada betina. badannya mengkilat dan gemuk gambar jantan dan betina. ikan lele dipilih yang gesit geraknya. tonjolan itu bulat bentuknya.bulan. Alat kelamin itu terletak di belakanglubang dubur. ikan lele baru mencapai sesudah berumur satu tahun. jika perut diurut (ditekan pelan-pelan) akan keluar air maninya.meruncing. Menurut orang yang sudah berpengalaman dalam beternak ikan lele. pada jantan tonjolan itu memncing. lele yang sudah siap memijah menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut : Induk jantan : − − − − Alat kelamin tampak jelas. Warna badannya lebih cerah dan biasanya. gambar 10. Tulang kepala lebih mendatar (pipih) dibanding dengan betinanya. tampak sebagai tonjolan. jika makanan yang diberikan bermutu baik. tanda – tanda kelamin lele jantan dan lele betina . Jika warna dasar badannya hitam (gelap). 100 gram Untuk menjadi induk yang baik.

Debit air 5 . . Ditinjau dari jenis makanannya. Pemijahan juga dipengaruhi oleh makanan yang diberikan. Telah dikemukakan terdahulu bahwa makanan alami ikan lele terdiri dari berbagai jasad renik. supaya masing-masing dapat memilih sendiri psangannya yang cocok dan siap memijah pada waktu yang bersamaan.Induk-induk ikan lele biasanya tidak selalu memijahsecara serentak. Mengatur air kolam agar sering berganti.6 liter per menit sudah mencukupi untuk menyegarkan lingkungan hidup ikan lele. bahkan ikan lele juga suka memakan kotoran manusia. 5. larva atau jentik-jentik berbagai jenis serangga. pemijahan ikan lele banyak terjadi pada musim hujan. Makanan bagi ikan lele berupa makanan alami dan makanan tambahan. Makanan yang bermutu baik akan meningkatkan vitalitas ikan sehingga ikan lele lebih sering memijah. Pemeliharaan induk Pemeliharaan dan perawatan calon induk dan induk. Dianjurkan agar makanan tambahan untuk ikan lele mengandung protein tidak kurang dari 25 %. ialah pemakan binatang dan zat-zat makanan berasal dari hewan. dan sebagainya (Gambar 2. Untuk tujuan tersebut caranya ialah : 1. misalnya. ikan lele tidak dapat gemuk dan pertumbuhannya lambat. berbagai jenis cacing. 2.induk lele harus diusahakan agar induk selalu dalam keadaan sehat. walaupun air pemasukan tidak perlu terlalu deras. Makanan yang bermutu baik dan dalam jumlah yang cukup. Musim Di alam. Oleh karena I calon calon mduk yang telah terpilih dipelihara beberapa pasang di dalam satu kolam. ikan lele juga memakan bahan-bahan kotoran atau yang sedang membusuk dalam air. tidak mudah terserang penyakit. vitalitasnya tinggi. Selain binatang hidup itu. 6. 3. Jika ikan lele diberi makanan tambahan yang banyak mengandung bahan tumbuhtumbuhan seperti dedak. Cladocera). Tetapi menurut pengalaman petani ikan ikan lele dapat memijah sewaktu-waktu sepanjang tahun. Dalam suatu kolam pemijahan yang luasnya 100 m (1 are) dapat dipelihara induk lele sebanyak 25 pasang (25 ekor betina dan 25 ekor jantan). dengan campuran sedikit bahan hewani. dan 4). apabila keadaan air kolam sering berganti. Apabila diberi makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. antara lain kutu-kutu air (Copepoda. supaya sehat. ikan lele cenderung disebut karnivora. ikan lele kurang suka.

misalnya kotoran-kotoran isi perut hewan yang sudah disembelih. bungkil kedelai. Oleh karena terbentur pada harga yang mahal dan bersaing dengan kebutuhan bagi hewan ternak. Dengan pengelolaan yang baik. pertumbuhannya seragam. .Bagi usaha budidaya ikan di Indonesia. ternyata lele dapat dipijahkan sepanjang tahun asal dalam jarak waktu tertentu tidak musiman lagi. Oleh karena itu. diusahakan menciptakan situasi air yang jernih. bungkil kelapa. Pemijahan Secara alamiah ikan lele memijah pada musim hujan. Makanan tambahan bagi induk lele dapat diberikan 5 % dari berat badan ikan. dan sebagainya. seperti bekicot (keong racun) yang dicacah. 7. dicampur dengan bahan lain yang mengandung banyak protein. Bahan-bahan organik tersebut apabila telah membusuk di dalam air akan menarik banyak serangga untuk bertelur di situ dan larva (jentik-jentik) akan menjadi makanan ikan lele. Induk ikan lele yang mendapat makanan yang cukup dan baik kualitasnya. agar induk-induk ikan mau memijah. pada waktu ini agak sukar untuk memperoleh bahan makanan yang baik dan yang bermutu tinggi. setiap harinya. ikan lele tetap tahan hidup. tepung darah. aliran air yang deras banyak mengandung oksigen. pupuk hijau. sepasang induk lele yang dipelihara dan diberi pakan yang baik dapat memijah lagi hanya berselang 3 .gemuk. Makanan alami dapat tersedia banyak di kolam apabila kolam dipupuk dengan bahan organik. oleh karena apabila terlalu banyak bahan organik dan terjadi pembusukan pada kolam itu. Banyak jenis ikan yang terangsang untuk memijah setelah turun hujan lebat. Dosis pupuk organik untuk kolam ikan lele dapat agak tinggi. Air hujan membawa situasi segar. serta alas ijuk barn atau yang baru dijemur juga dianjurkan dipakai.4 ton/ha. dan jumlah telurnya banyak. misalnya 2 . Dalam usaha pemijahan ikan lele. lalu diairi.4 minggu. Bahan baku tersebut baik sekali untuk lele. Maka untuk ikan lele dianjurkan agar dapat diberikan makanan tambahan yang bahannya mudah diperoleh dan tidak mahal harganya. kotak-kotak pemijahan lele diberi alas pasir yang perlu sering-sering diganti. menjemur dasar kolam beberapa hari. Dianjurkan pula agar diberi bahan-bahan buangan dari rumah pemotongan hewan. Menurut pengalaman peternak lele di Cianjur Jakarta. kompos. Perangsangan untuk memijah tidak dilakukan dengan hormon melainkan hanya dengan mengeringkan kolam. terutama induknya. seperti pupuk kandang. Dasar kolam yang telah dijemur dan diairi itulah yang member! rangsangan bagi induk ikan untuk memijah. menunjukkan badan yang gemuk. kemampuan untuk memijah menjadi lebih sering. seperti bungkil kacang. berkadar oksigen tinggi.

Telur-telur yang sudah dibualu tersebar di dalam kotak itu Telur menetas setelah 1 . melainkan menyeBP kuning telur yang masih melekat pada bagian perutnya. Pemanenan burayak mudah dUakukan dengan membuka tutup kotak sarang itu.I. kolam pemijahan merangkap kolam pemeliharaan induk pula. Pada sistem Ciganjur. burayak lele sudah mulai mencari makan dan akan keluar dankotak rang Sebelum burayak keluar ke kolam besar pemelinaraan induk-induk.2 hari.K. Jakarta di Cianjur. Setelah kuning telur habis terserap. induk yang dipijahkan telah dipilih yang benar-benar matang telur dan siap memijah. Dengan demikian bagi mereka yang ingin berusaha secara kecil-kecilan yang hanya mempunyai kolam atau bak semen yang sempit dan hanya mempunyai sepasang induk lele. Hal itu sangat cocok dengan situasi . kolam pemijahan berukuran kecil. Pemijahan terjadi pada sore atau malam hari di dalam kotak pemijah.2 hari selama seminggu induk lele berada didalam atau di sekitar kotak sarang untuk menjaga burayaknya yang masih lemah. Pembuahan terjadi di dalam air. Telur ikan lele sebesar telur ikan mas menetas setelah 1 . selanjutnya memijah di dalam sarang-sarang yang sudah disedakan dikeliling tepi kolam. B.Pemijahan ikan lele diawali dengan terlihatnya sepasang induk berkejar-kejaran di depan pintu kotak pemijahan yang dipilihnya. Ikan jantan dan betina bereelut betina melepaskan telur dan dalam waktu yang bersamaan keluarlah air mani dan yang jantan. lalu menyerok burayak dengan seser kecil. dapatlah menyelenggarakan pembenihan (memproduksi benih) lele juga. Perkolaman kecil (mini) berarti lebih efisien dalam pemanfaatan lahan lagipula dapat mempergunakan volume air yang tidak perlu banyak. Sebagai tempat meletakkan telur dibuat kotakan dari bahan yang sederhana dan mudah diperoleh seperti batako yang disusun atau batu-batu bata dan kayu yang tidak terpakai (bekas). Sampai 3 hari setelah menrtas toayak lele belum makan. serta jumlah induk sekaligus dikumpulkan dalam jumlah banyak (secara massal) agar ikan-ikan itu dapat memilih jodoh (pasangan) sendiri. Pada koton pemijahan lele sistem Blitar yang dikemukakan di dalam bab dimuka. Burayak dikumpulkan dan selanjutnya dipelihara di dalam tempat ipukan. sistem pemijahan ini pada dasarnya diri Pada dapat memyahkan ikan lele di kolam yang sempit dan dengan induk lele hanya sepasang yang dijodohkan. sebaiknya segera dipanen. Pemijahan Lele Sistem Ciganjur Sistem pemijahan/pembenihan lele mi diselenggarakan di BSenm kan Pemerintah D. Kemudian pada klimaksnya proses perkawinan pada ikan itu yang disebut memijah. Beberapa waktu lamanya terjadi permainan keluarmasuk lubang kotak pemijahan itu.

1). Dari cekungan dihubungkan ke luar dengan pipa PVC/pralon sebagai saluran penguras (Gambar 11 dan 12). bak pemijahna dan sarana pemijahan dipanen. lebar 1 m.4 m. di tengahtengah dibuat cekungan untuk mengumpulkan benih apabila. Air . Pada pinggiran atas (bibir) bak tersebut dibuat menjorok ke dalam agar lele tidak.lingkungan perkotaan (seperti Jakarta) di mana tidak banyak sumber air/pengairan yang memenuhi syarat untuk budidaya ikan. Di dasar bak. dalam 0. gambar 11. lagipula lahan di perkotaan telah semakin sempit karena penduduk/permukiman yang padat.mudah melompat keluar. Kolam perkawinan/pemijahan Kolam perkawinan/pemijahan pada sistem Ciganjur ialah bak semen dengan ukuran minimum : panjang 2 m. Secara terinci sistem Ciganjur disajikan di bawah ini.potongan melintang bak pemijahan gambar 12. 2.

Air sungai yang keruh karena bahan tanah yang tererosi (warna cokelat muda) harus disaring dengan sand filter (saringan pasir) atau diendapkan selama 2 hari di dalam bak pengendapan sebelum air itu dimasukkan ke dalam bak pemijahan lele.5. maka sesudah dikuras dan dibersihkan.3 gram/m3 atau 3 ppt. Bak yang hendak dipersiapkan untuk pemijahan lele perlu dipasang kotak-kotak sebagai sarang tempat meletakkan telur. sebab selalu ada bahaya keracunan oleh bahan-bahan kimia. hampir semua sungai dan saluran menjadi keruh karena bahan erosi tanah dari daerah hulu atau oleh kotoran/limbah. Persiapan kolam Beberapa hari sebelum dipakai.Untuk mengisi/mengairi bak pemijahan itu sebaiknya dipakai air dari sungai yang jernih. Cara menetralkan dapat dengan merendam bak dengan air biasa selama 2 minggu. Setelah direndam beberapa jam. Apabila dipakai air sumur. Jelas perendaman 2 minggu itu cukup lama. cukup untuk menaikkan pH menjadi 7. Air PAM (Perusahaan Air Minum) kurang baik karena mengandung kaporit.0 sampai 6. Zat tannin itu akan menetralkan sifat kebasaan bak semen yang masih baru itu.5. Apabila bak semen masih baru dibuat.3 buah kelapa cukup untuk bak pemijahan yang tidak besar itu. Cara yang dapat lebih cepat dalam menetralkan alkalinitas bak semen ialah dengan memasukkan sabut kelapa ke dalam air yang mengisi bak. Perlu diperhatikan bahwa pengeringan bak semen terlalu lama ada bahaya bak itu dapat retak. dari sabut kelapa itu melarut larutan tannin (asam humus) yang menyebabkan air berwarna cokelat kemerahan. Di daerah perkotaan seperti Jakarta.0 . Pada tahap persiapan kolam. dengan harapan pHnya tidak lagi terlalu tinggi. bersifat terlalu alkalis (pH tinggi). bak tersebut dikeringkan selama 1 hari saja. Itu menjadi cukup baik untuk mengairi bak pemijahan. pH 6. Maka harus dinetralkan lebih dahulu. maka air itu perlu diukur pH-nya. bak dapat diairi dan pH menjadi netral. Maka sebelum dimasukkan ke dalam kolam pemijahan. lebih-lebih jika panas terik. Sabut dari 2 . bak perlu dibersihkan. Sebab kerapkali air sumur bersifat asam (pH rendah) seperti umumnya di daerah Ciganjur dan sekitarnya. tidak tercemar atau air dari sumber.3 hari. harus diendapkan atau disaring.7. 3. Air yang dikotori oleh limbah industri sama sekali tidak dapat dipakai untuk mengairi bak pemijahan itu. Air asam itu perlu dinetralkan dengan membubuhkan kapur tohor sebanyak 2 . Biarkanlah rendaman sabut kelapa itu selama 2 . lalu dibersihkan dan selanjutnya dapat dipergunakan. . Sehabis dikeringkan lalu diairi untuk merangsang induk lele agar mau memijah.

Kamar/kotak untuk sarang dibuat dan batako sebanyak 8 - 10 buah yang disusun membentuk kotak di tengah bak pemijahan itu. Ukuran kotak tersebut 30 cm x 40 cm x 20 cm. Pada bagian depan menyempit membentuk lubang terbuka (pintu masuk) selebar 10 cm. Batako juga bersifat alkalis. Maka sebelum dipakal, juga harus direndam dalam larutan/rendaman sabut kelapa agar pH menjadi netral. Di dalam sarang diberi alas ijuk sebagai tempat meletakkan telur dan biasanya telur-telur setelah dibuahi menempel pada ijuk itu. Bagian atas kotak/kamar pemijahan itu diberi papan atau genting atau batako, agar di dalam sarang itu gelap. Setelah siap, bak diisi air setinggi 15 cm. Di sekitar sarang sebaiknya diberi beberapa rumpun eceng gondok. Eceng gondok harus dicuci bersih lebih dahulu supaya tidak mengotori bak dan tidak menularkan penyakit jika ada yang menempel di antara akarakarnya. Gunanya rumpun eceng gondok itu untuk memberikan situasi di dalam bak seperti ingkungan alam asli. Sebagian dari bak pemijahan terutama di atas kotak sarang diberi atap berupa tutup sederhana dari plastik, supaya jika turun hujan tidak terlalu mengganggu sarang itu. 4. Pasangan induk Induk untuk pemijahan ini hendaknya dipilih yang benar-benar telah matang telur yang dikandungnya dan siap memijah. Untuk satu bak pemijahan yang ukurannya memang kecil itu cukup satu pasang saja (seekor jantan dan seekor betina yang beratnya masing-masing kira-kira sama). Pemilihan induk matang telur itu memerlukan keterampilan khusus dari seorang petani/peternak ikan lele. Tanda-tanda induk yang baik dan telah matang telur, telah diuraikan dalam BAB III (Gambar 10 ) Pemilihan pasangan induk yang hendak disuruh memijah itu, pada prinsipnya seolah-olah memaksa kedua ekor lele itu untuk kawin, sebab tidak diberi kesempatan memilih jodohnya sendiri, seperti perkawinan missal pada sistem Blitar. Oleh karena itu apabila kondisi kedua induk itu tidak betul-betul siap memijah, atau salah satu induk kurang siap untuk memijah, maka dapat terjadi kegagalan sebab kedua pasangan itu tidak mau memijah. 5. Pemijahan Memijah artinya perkawinan yang diikuti dengan tingkah laku lele betina meletakkan telur dan dibuahi oleh yangjantan (fertilisasi). Sebaiknya induk jantan dan betina yang sudah dipilih itu dimasukkan ke dalam bak pemijahan pada pagi hari. Maka seharian pasangan tersebut saling berkenalan serta mengadakan penyesuaian terhadap lingkungan bak yang masih baru. Pasangan ikan itu

segera mengenal kamar yang disediakan bagi sarangnya, bahkan situasi bak yang baru diairi itu memberikan pula rangsangan bagi ikan-ikan itu untuk memijah. Pada hari itu makanan yang diberikan ialah cacing tanah atau cacing sutera, tidak perlu banyak, asal cukup dimakan satu waktu saja selama 5 menit. Ikan yang hendak memijah agaknya kurang nafsu makannya. Pemijahan berlangsung pada sore atau malam harinya. Esoknya dapat terlihat telur-telur tersebar di dalam sarang, ada yang menempel pada ijuk, tetapi sebagian ada yang tercecer di depan sarang. Telur yang dibuahi berwarna kuning cerah dan akan menetas setelah 1 - 2 hari. Telur yang tidak terbuahi akan mati dan berwarna keruh, akhirnya ditumbuhi jamur. Sampai hari ketiga setelah menetas, benih lele belum makan, melainkan menyerap kuning telur yang masih tersisa pada bagian perutnya. Jumlah telur yang dihasilkan oleh induk leleber tung pada besarnya induk itu. Makin besar badannya makin banyak telurnya. Rata-rata jumlah telur berkisar antara 1000 sampai 5000 butir. Apabila induknya sehat maka day a tetas telur cukup baik, hampir semuanya dapat menetas. Setelah pemijahan, selama beberapa hari kedua ekor induk menjaga sarangnya, sampai burayak (anak-anak lele) itu cukup kuat untuk berenang-renang di luar sarangnya. Setelah 7 hari biasanya induk lele tidak lagi menghiraukan anaknya. Sebaiknya induk-induk dikeluarkan saja dari bak pemijahan itu, dipindahkan ke dalam bak lain untuk dipelihara dengan baik agar dapat bertelur lagi padasaatnya. Menurut pengalaman di Ciganjur, apabila perawatan dan pemberian pakan baik dan cukup berkualitas (pakan terdiri atas banyak organisme hidup atau cacahan daging ikan) induk lele dapat memijah lagi setelah 3 - 4 minggu, Selanjutnya dapatlah benih lele dipanen. 6. Pemanenan benih Air dikeluarkan dari bak pemijahan itu sehingga hampir kering, maka burayak. IeIe terkumpul di dalam cekungan di dasar bak yang masih sedikit berair. Maka dengan mudah burayak ditangkap dengan seser. 7. Pendederan (ipukan) Pada sistem Ciganjur, burayak lele yang berumur 7 hari itu dapat juga tidak segera dipindah ke kolam lain. Pemeliharaan bisa dilanjutkan di dalam bak pemijahan itu saja, setelah induk jantan dan betina dipindahkan ke kolam lain. Pengipukan di dalam bak dapat berlangsung selama 1 - 2 bulan, dengan diberi pakan buatan atau makanan yang terdiri atas organisme-organisme hidup seperti cacing sutera (Tubifex), cuk (jentik-jentik), kutiair, dan sebagainya.

Se t elah masa pemeliharaan 2 bulan, benih lele mencapai ukuran 5-10 cm dapatlah dipasarkan (dijual). Selama pemeliharaan benih itu, peternak hama memperhatikan burayak itu secara cermat setiap hari. Pemberian pakan tidak boleh berlebihan, melainkan diberikan sedikit demi sedikit sejumlah kira-kira habis termakan dalam waktu 15 menit, lalu pemberian pakan dihentikan. Sebaiknya dalam sehari diberi pakan beberapa kali, misalnya 4 - 5 kali sehari, pagi, siang, dan sore/senja. Peternak harus memperhatikan keadaan air bak itu, mengingat bahwa bak tidak memperoleh aliran air terus- menerus karena keterbatasan air di daerah perkotaan. Maka apabila terlihat air mulai keruh/kotor, supaya air diganti. Pada umumnya pergantian air sekali dalam 2 minggu sudah memadai. Apabila peternak memiliki lahan yang cukup luas dengan banyak kolam-kolamnya, maka pengipukan sebaiknya dilakukan di dalam kolam pendederan khusus. Tempat pendederan anak lele (burayak) dapat berupa kolam tanah biasa dengan kedangkalan 20 - 25 cm saja. Ada petani yang mendeder burayak lele di petakan sawah yang tidak dipakai bertanam padi. Sangat baik apabila untuk pendederan itu dipakai kolam atau bak semen karena lebih aman dan mudah dibersihkan. Kolam yang disemen lebih terjamin, tidak bocor. Aliran air melalui bocoran akan mendorong benih lele untuk mengikuti aliran, akhirnya lolos. Kolam pendederan sebaiknya tidak terlalu luas, 3 sampai 10 m2 sudah cukup, karena kolam ukuran itu lebih mudah pengamanannya. Burayak ikan lele dapat dipelihara (diipuk) pada kepadatan yang tinggi 1000 ekor sampai 5000 ekor per m2 cukup aman. Tempat ipukanjuga dapat dipakai happa (kotak dari kain kelambu atau nilon). Happa itu sebaiknya ditempatkan di kolam yang jernih atau dapat juga ditempatkan pada parit dengan aliran air yang tidak terlalu deras. Hendaknya air pada parit itu diatur sehingga kedalamannya tidak kurang dari 20 cm. Ipukan dalam happa ini lebih mudah penanganannya daripada ipukan di kolam. Lama pemeliharaan pada ipukan biasanya 3 sampai 4 minggu, di mana anak-anak lele itu menjadi benih yang panjangnya 3 sampai 5 cm. Apabila keadaan kolam ipukan sangat baik dan selamanya diberi cukup makanan alami, dalam satu bulan burayak lele dapat mencapai ukuran 5 sampai 8 cm. Agar anak lele yang diipuk itu cepat besar, harus disediakan makanan alami dalam jumlah cukup. Apabila kolam ipukan dari tanah, dapat dipergunakan pupuk organik untuk memperbanyak makanan alami.

Makanan anak lele itu dapat berupa makanan alami yang diambilkan dari kolam lain . Dalam usaha pembenihan ini. Happa dipasang pada suatu kolam atau bak yang berair jernih. Benih-benih itu hidup dari menyerap kuning telurnya. sehingga anak. dan lain-lain yang dilakukan di dalam bak-bak khusus. Salah satu cara yakni memberi makanan secara khusus untuk anak-anak lele yang masih kecil-kecil itu. Memelihara benih lele di dalam happa ini lamanya dapat sampai 3 minggu. benih ikan sudah dapat makan. Dapat pula benih ikan lele yang diipuk diberi makanan berupa kuning telur ayam atau kuning telur itik yang direbus. dapat diberikan kutu-kutu ikan berupa binatang-binatang renik seperti disebutkan di atas.anak lele itu terkumpul. Pemanenan dilakukan dengan membuka lubang pengeluaran air. Perawatan benih dan pemberian makanan Benih ikan lele yang baru saja menetas tidak perlu diberi makanan. sebaiknya dipindahkan ke bak atau kolam lain di mana keadaannya lebih aman bagi anakanak ikan itu. atau dapat secara sengaja dibiakkan di dalam bak-bak kultur tersendiri. Musuh lain dari ikan-ikan kecil ini di luar sarangnya yaitu ikan lele yang sudah besar yang dapat memakannya setiap saat. 8.Dalam perkembangan budidaya yang modern. makanan hams diberikan secukupnya setiap hari. Mengenai pemberian makanan untuk lele ipukan ini. Pada ikan lele habisnya kuning telur itu 5 hari. dibenkan kepada benih ikan. induk betina ikan lele masih menunggui anaknya sampai anaknya berumur 12 .14 hari (sampai anak-anaknya itu cukup kuat berenang keluar dari satangnya). Untuk itu. Selama dalam ipukan di dalam happa itu. benih-benih lele yang masih kecil-kecil itu memakan organisme-organisme yang terdapat di air. Di alam. seperti Daphnia. Karena itu makanan biasanya harus tersedia. menadah dengan tangguk. dan sebagainya) yang pasti banyak terdapat di air dalam sarangnya. sebelum anak-anak lele itu keluar dari sarangnya. Binatang renik itu dapat diperoleh dari kolam-kolam lain yang subur. Selanjutnya anak-anak lele itu dipelihara di dalam happa (jaring yang dibentuk empat persegi terbuat dari kain nilon atau kain kelambu). misalnya kutu air (Rotatoria. Jadi sesudah waktu lima hari. orang mengusahakan agar benih-benih ikan yang sudah menetas itu tumbuh subur dan tidak banyak yang mati. Secara alamiah. Dalam usaha pembenihan. akan dikemukakan lebih lanjut dalam bab berikut. Copepoda. Cladosera. kesegaran air harus diperhatikan. Selama itu. Kemudian hasil kultur itu yang berupa binatang-binatang renik. orang dengan sengaja membuat kultur (pemeliharaan) makanan alami untuk ikan.

diambil kuning telurnya saja. Banyaknya telur cukup sebutir sehari untuk 500 ekor yak dan diberikan tiga kali sehari. dicampur katul. bungkil kelapa. ikan-ikan bersamg mernperebutkan makanan. Berat kuning telur ayam = 25 gram/butir. makanan (telur) yang diberikan : 10% berat ikan/ hari = 50 gram.atau diberi makanan buatan yang berupa serbuk atau remasan kuning telur ayam atau kuning telur itik. Telur ayam/itik direbus. Perhitungan banyaknya telur yang diberikan ini sebagai berikut : 1000 ekor benih. Makanan berupa kuning telur ayam/itik ini baik sekali untuk benih lele sampai umur seminggu. . berarti makanan kurang maka perlu ditambah atau mutunya diperbaiki. Kadar protein makanan tambahan untuk lele dianjurkan tidak kurang 25 %. dan sebagainya. dihasilkan benih lele berukuran 5 . ada yang tertinggal. tepung ikan. bungkil kacang. Jika terjadi demikian. Apabila makanan tidak cukup.anak le itu bergerombol menggit-gigit telur itu. termasuk juga benihnya. makin lama akan makm terdesak.5 gram = 500 gram. sedangkan yang kalah. untuk 1000 ekor benih diperlukan 2 butir kuning telur per hari. Kuning telur itu dihancurkan (diremas). Pertumbuhan ikan lele. segera anak. Pemeliharaan di dalam kolam pendederan lamanya 2 bulan. Yang menang akan cepat besar. pabila remasan kuning telur ditaburkan.10 cm. beratnya : 1000 x 0. bahkan dapat mati karena selalu tidak kebagian makanan Maka dari itu petani ikan hams sering-senng memeriksa ikanikannya apakah terjadi pertumbuhan yang tidak seragam. Sesudah itu dapat diberikan makanan lain yang lebih murah tetapi mutunya cukup baik. Setelah umur 2 bulan itu. Jadi. Ada yang cepat. Bahan untuk makanan tambahan itu misalnya cacahan daging bekicot. Gejala ini disebabkan adanya persaingan di dalam memperoleh makanan. Wajar bila ikan-ikan yang dipelihara di dalam suatu ternpat pertumbuhannya ternyata tidak selalu sama. jadi idak perlu dibuat larutan atau sus'pensi seperti susu. Benih ukuran itu sudah dapat diperdagangkan. Selanjutnya dibesarkan di kolam atau sawah. bergantung pada mutu danjumlah makanannya setiap hari.

Makanan yang diberikan biasanya seadanya.300 gram. agar produksi dapat meningkat. Karena itu data tentang pertumbuhan ikan lele yang dipelihara oleh petani di Kabupaten Blitar misalnya. yaitu makanan bermutu baik dan cukup jumlahnya. dalam 1 tahun ikan lele baru mencapai ukuran 100-150 gram. A.6 bulan apabila persyaratan hidup dipenuhi. Tempat pemeliharaan menurut adanya air. TEKNIK PEMBESARAN Ukuran ikan lele untuk dikonsumsi umumnya 200 . Ukuran itu dapat dicapai dalam waktu 4 . pemeliharaan pembesaran ikan lele biasanya dilakukan sebagai usaha/kegiatan sambilan. tetapi pertumbuhannya kurang baik. misalnya kolam-kolam pecomberan yang sempit. kondisi air jernih dan tidak ada gangguan hama dan penyakit. Dalam kondisi yang demikian.IV. Karena itu seyogyanyalah teknik pembesaran ikan lele diperbaiki. Pembesaran Lele di Kolam Kolam untuk membesarkan ikan lele hendaknya tidak mudah mengalami kebocoran. ikan Lele memang dapat hidup. . karena lele mudah meloloskan diri dari lubang-lubang yang mungkin ada. Di Indonesia.

. Tentu saja. Air selalu diganti. sering-sering air dapat berganti walaupun tidak terlalu deras. Jadi air harus segar dan bersih agar pertumbuhan ikan lebih cepat. Adapun persyaratan kolam dan airnya dapat dirinci sebagai berikut :  Air tergenang atau setengah tergenang dengan kecepatan aliran sampai 10 liter per menit Apabila air terlalu aLs mungkin kurang cocok untuk lele. baik dari ikan itu sendiri maupun hasil pembusukan sisasisa makanan tidak tertumpuk. Menurut data yang dikemukakan oleh Huet (1975) pw duksi pembesaran ikan lele di Thailand/lapat mencapal 1000 kg (1 ton) per are (1 are = 100 m 2) makanan yang di berikan berkadar protein 25 % dan faktor konversinya 6. supaya lele tidak mudah meloncat keluar. Airnya bersih. Namun perlu dikemukakan bahwa kolam yang sempit lebih mudah untuk mengawasinya daripada kolam yang besarkan lele dapat dipehhara dalam kepadatan tinggi karena oksigen bisa diambilnya dan udara. kolam untuk pembesaran lele. Permukaan air 25 cm dari bibir kolam. memungkinkan untuk dipupuk supaya makanan alami di dalam kolam menjadi banyak.Kedalaman air seyogyanya antara 0.   Kolam dapat dari tanah atau dan semen. sekedar untuk konsumsi keluarga. baik yang terlarut maupun yang mengendap. yang dipasang tegak di tepian kolam. Untuk pengamanan. karena ikan lele memang sifatnya tidak cocok untuk hidup di air deras. produksinya tidak dapat dicapai setinggi kolam yang kondisinya serba baik. Hal ini dapat tercapai karena kolam yang terkontrol terhadap hama dan penyakit. mempunyai sifat menghambat pertumbuhan ikan (growth inhabiting actor). dapat dianjurkan. bebas dari pencemaran. . Karena lele daya tahannya relatif tinggi terhadap kondisi air yang jelek. walaupun tidak perlu terlalu sering Maksudnya agar kotorankotoran yang terkumpul . .5 meter sampai 1 meter. Air yang mengandung bahan-bahan pengotor. disarankan juga untuk memasang pagar dari bahan yang licin. seperti plastik gelombang. Naawn demikian. Tanggul harus tegak lurus. perlu dipasang saringan. Kolam dibuat dan beton.  Untuk menjaga masuknya hama dan penyakit ikan. misalnya. Lele dapat hidup di kolam comberan yang sempit sekalipun. memelihara lele di kolam-kolam pekarangan dan comberan. bukan berarti tidak dapat dipakai untuk memelihara lele. apabila digunakan kolam yang dasarnya tanah. Di Indonesia. Kolam pembesaran lele dapat berupa kolam tanah ataupun kolam dari beton/semens Ukuran kolam tidak tertentu. Kolam-kolam yang memperoleh air yang kurang baik dan tidak dapat dikendalikan. seperti amonia.

Walaupun besar resikonya. C. Dan untuk sementara dijaga agar air irigasi yang kena obat itu tidak masuk ke dalam kolam. Adapun pengamanan itu. sehingga diharapkan lele tidak ingin berpindah ke tempat lain. Pemeliharaan Ikan Lele di Sawah Sawah merupakan tempat yang baik dan potensial untuk pemeliharaan ikan. Pemeliharaan ikan sampai saat ini masih dapat dilakukan apabila periode penyemprotan diatur. Pemeliharaan Lele dalam Pecomberan Comberan ialah air kotoran atau limbah. Sekeliling pematang harus dipasang pagar tegak dan waring (jaring kuralon) agar ikan lele tidak mudah lolos. karena lele suka pindah dari satu petak ke petak lain melalui pematang. ialah : 1. Pemakaian obat-obatan hendaknya dilakukan seperlunya saja. maka pemeliharaan ikan menjadi terhambat pengembangannya. 2.B. Jika padi akan disemprot. sehingga padipun lebih terpelihara. Sawah untuk pemeliharaan ikan lele hendaknya dibuat caren-caren keliling dan diagonal selebar 0. ikan yang ada di petakan sa wah digiring ke dalam "kolam kantong" yang sudah disiapkan. khususnya limbah rumah tangga.obatan yang sekecil mungkin bahayanya bagi ikan maupun organisme-organisme air lainnya. yang tidak tersalur dengan baik sehingga akan menimbulkan masalah pengotoran yang dapat menjadi . Caren-caren yang dalam perlu untuk tempat berlindungnya ikan lele. Agar pemeliharaan ikan tidak terlalu tergangggu. Jenis obatobatan yang tidak berbahaya itu. Makanan alami cukup berlimpah di dalam lumpur dan air sawah.5 sampal 1 meter dengan kedalaman 1 meter. Namun untuk pemeliharaan ikan lele. Sawah merupakan lingkungan hidup yang baik untuk ikan pada umumnya. Sebaiknya untuk memberantas hama padi dipakai obat. memanjat pematang. Segi positif yang dapat dikemukakan apabila ikan lele dipelihara di sawah ialah bahwa lele suka sekali memakan serangga-serangga di antara rumpun padi. sebenarnya lebih besar risiko hilangnya ikan. Sebaiknya dipilih bbat yang cukup diberikan 1 kali saja dalam suatu masa tanam. sudah ditentukan oleh Pemerintah (D'epartemen Pertanian). namun kenyataan menunjukkan bahwa ada petani berhasil dalam pemeliharaan lele di sawah. Saluran pemasukan dan pengeuaran air mga harus diberi saringan penutup untuk menghalangi ikan lele keluar dari situ. Misalnya dengan memindahkan ikan pada tempat tertentu selama satu minggu sesudah penyemprotan. 3. agar aman dan tenang. Namun berhubung obat-obatan pemberantas hama padi (pestisida) banyak dipergunakan disawah. Pendeknya harus diadakan usaha pengamanan yang lebih ketat daripadajika akan memelihara ikan ienis lain.

Beberapa tahun terakhir ini. Dapat juga ukurannya diperkecil menjadi panjang 1. . lauk-pauk yang tidak termakan. penduduk di perkampungan sekitar kota Jakarta. Tinggi tembokan dindmg tegaknya dilebihi sampai 25 cm di atas permukaan tanah. banyak yang memelihara lele di pecomberan. Kolam itu dasar dan dindingnya disemen (ditembok) supaya tidak bocor. Bapak Mulyono Blanten. seorang penduduk di desa Siwarak. Konstruksi kolam/bak Untuk menampung air limbah rumah tangga. dibanding dengan jenis ikan lain. agaknya orang tidak terlalu banyak mempergunakan sabun dan deterjen sehari-harinya. Usaha itu telah berlanjut menjadi usaha rumah tangga yang cukup lumayan hasilnya. Ungaran-Jawa Tengah. Ikan lele dapat menyembul ke permukaan air untuk mengambil napas dari udara. Jika air comberan ditampung di dalam kolam atau bak khusus. Lele suka bersembunyi di tempat gelap dan teduh maka di dasar bak dipasang batu-batu atau genting tersusun sedemikian rupa sehingga lele dapat bersembunyi di bawah/di selaselanya. Bibir tembokan itu dibuat sedikit menjorok ke dalam supaya lele sukar melompatinya. 1. Bahkan kotoran manusia (tinja) juga terbuang ke dalam kolam tersebut sehingga juga dimakan oleh ikan yang dipelihara. agar bak tidak terlalu penuh dan luber (Gambar 13). panjang 4 m. telah membuat kolam comberan khusus untuk memelihara ikan lele di pekarangan rumahnya. Lagipula ikan lele tahan terhadap keadaan air yang agak busuk sekali pun. Ikan yang dipelihara di pecomberan gemuk-gemuk karena limbah yang ditampung jus mengandung sisa-sisa nasi. dan dalam 75 cm. Tetapi dewasa ini sudah sedikit kita temukan orang memanfaatkan pecomberan karena sekarang banyak dipakal deterjen atau sabun coiek yang sangat keras sehingga lele tidak mungkin hidup di tempat pecomberan yang menampung limbahnya.5 m. maka dapat juga dipakai untuk memelihara ikan lele Tetapi dengan syarat kolam comberan itu tidak mengandung larutan air sabun ataupun deterjen. dibuat kolam dengan menggali tanah sedalam 75 cm . jika terjadi hujan lebat. Sejak dahulu. lebar 1 m.80 cm. Karena ikan lele tahan hidup dalam keadaan air tergenang. Maka kolam comberan yang dibuat di belakang atau samping rumah dapat dipakai untuk memelihara berbagai jenis ikan. Pada salah satu dinding sisi dipasang pipa sebagai lubang pelimpasan air.sumber penyakit karena lingkungan meniadi lembap bahkan becek. Ikan lele justru lebih cocok dipelihara di dalam pecomberan yang kotor tetapi tidak mengandung sabun. lebar 2 m. Di kampung-kampung yang jauh dari kota.

Penebaran benih Benih lele yang mulai dipelihara sebaiknya berukuran 3 . Kepadatannya 400 ekor pada kolam 8 m2 (50 ekor/m2). bungkil kacang. dan sebagainya yang sekiranya mudah didapat dan harganya tidak mahal. Pada saat diadakan penjarangan lagi. lele tumbuh menjadi 15 cm panjangnya. Ke dalam kolam tersebut dimasukkan air limbah dan dapur berikut sisa-sisa makanan. Setelah dipelihara selama 2 bulan. Diambil 60 % dari jumlah lele yang ada di situ. dan lele itu dapat dikonsumsi sendiri sebagai panen yang pertama. Dapat juga diben pakan berupa daging bekicot yang dicacah. Dua bulan kemudian.3 hari. Kolam comberan Pak Mulyono di Ungaran ini juga diisi dengan kotoran manusia yang juga akan dimakan oleh lele. benih lele akan menjadi 10 cm panjangnya. jadi sudah 4 bulan pemeliharaan. diadakan penjarangan. lagipula supaya Gambar 13. dengan mengambil 60 % lagi dari yang . Untuk sementara dapat juga sebagian bak ditutup dengan meletakkan anyaman bambu di atasnya Supaya air tidak mudah limpas. 2. maka pengisian bak sebaiknya hanya sedalam 50 cm saja. Bak/kolam semen yang baru saja dibuat dinetralkan dulu dengan merendam sabut kelapa secukupnya selama 2 . Pengelolaan Masa pemeUharaan di kolam comberan adalah 6 bulan.kolam pecomberan di pekarangan rumah Lele tidak mudah melompat keluar. bungkil kelapa. 3. seperti telah diuraikan pada bab di muka.Di sekitar kolam ditanami tanaman sebagai peneduh. misalnya keladi dan singkong yang daun dan umbinya bermanfaat.5 cm. ampas tahu.

hasil pembusukan dan fermentasi bahan. Sehingga panen akhir itu pun dapat dijual ke restoran dengan harga yang amat baik. Daun-daun tumbuhan yang tidak terpakai. Cara pemupukan : Cara pemakaian pupuk organik di kolam ialah : 1. Pupuk yang baik untuk memperbanyak organisme hewani itu ialah pupuk organik. sebelum lele dimasak. 4. Jenis-jenis pupuk organik itu ialah :  Berbagai jenis daun-daunan (pupuk hijau). lalu direndam di dalam bakteri-bakteri tercuci dari badan lele. Telah dikemukakan dalam bab terdahulu bahwa makanan alami ikan lele adalah orga. seperti tanam. Pemupukan Apabila pemeliharaan ikan lele di sawah atau kolam yang dasarnya tanah. apalagi jika diberi makan tinja. tetapi harus dipisahkan dari bahan yang tidak dapat membusuk seperti plastik dan bahan-bahan kaleng dan kaca/gelas.  Kompos. kira-kira sejumlah 90 ekor yang dapat dikonsumsi sebagai lauk yang merupakan panen kedua. harus diberok selama 2 . daun keji beling.bahan organik ini terkenal bagus untuk pupuk yang dapat memperbanyak organisme hewani di kolam. Sisanya masih ada 70 ekor.nisme hewani. maka pemupukan khusus ditujukan untuk memperbanyak jenis makanan alami yang disukai oleh ikan lele itu. bahkan rumput-rumputan dan jerami dapat dijadikan pupuk untuk kolam lele. ada kekhawatiran lele itu dikotori oleh bakteri yang mungkin pathogen bagi manusia! Berhubung dengan itu.ada. agar kotoran-kotoran dan . baik sekali untuk pupuk kolam.3 hari. Cara memberok ialah ditaruh di dalam keranjang. baik yang hidup di dasar perairan maupun yang melayang-layang di air. Ketika dipanen yang terakhir itu besarnya mencapai ukuran 4 . Maka panen akhir itu dapat diperoleh ikan lele sebanyak 15 kg dengan ukuran yang cocok untuk konsumsi di restoran.  Sampah dapur dan sampah pasar yang berupa bahan-bahan yang mudah busuk dapat dipakai sebagai pupuk. dipelihara lebih lanjut selama 2 bulan lagi. Ada segi yang perlu mendapat perhatian bagi penyelenggara pembesaran di pecomberan.  Pupuk kandang yang terdiri atas kotoran berbagai jenis hewan. Mengingat kotornya air.tanaman pagar. misalnya daun kipait. Diaduk dan dibenamkan di dalam lumpur dasar kolam secara merata. air yang mengalir. dan sebagainya.5 ekor/kg. daun kembang sepatu.

masing. Atau dibuat bilah-bilah bambu atau kayu agar pupuk itu tidak berserakan. Dengan pengapuran.2. Keranjang berisi pupuk itu direndam dengan pancang yang ditancapkan di kolam agar tetap di tempatnya. Penggunaan kapur pada kolam ikan lele harus dilakukan agak lama sebelum kolam dipakai untuk pemeliharaan lele. Pemupukan pertama ialah pada waktu persiapan kolam atau sebelum ikan ditebarkan. Pupuk organik untuk kolam ikan lele dapat digunakan dalam dosis tinggi. Pupuk itu dimasukkan ke dalam keranjang yang tidak terlalu kedap lubang-lubangnya. DS.5 ton per ha atau 50 kg per are. Zooplankton dan cacing-cacing adalah makanan ikan lele. Penggunaan kapur untuk kolam lele terutama ditujukan untuk pemberantasan penyakit. Dalam prose pembusukan itu akan dihasilkan unsur-unsur hara di dalam air. yakni 0. Plankton nabati adalah makanan dari zooplankton (jasad renik hewani) dan larva serangga serta cacing-cacing.masing sebanyak 5 ton per ha. . Mengenai pupuk buatan seperti UREA. Pada umumnya pupuk kalsium atau kapur kerapkali dipergunakan untuk kolam ikan. Dalam jangka waktu pemeliharaan 5 bulan dilakukan 4 kali pemupukan susulan masing-masing berselang 1 bulan. Dosis pemupukan pertama 3 ton per ha. Pemupukan sebaiknya diatur bertahap. Sisanya. masing-masing 10 % dari dosis. Tetapi jika ditambah dengan pemupukan susulan kesuburan kolam akan tetap dapat dipertahankan. sebanyak 2 ton dipakai sebagai pupuk susulan. Bahkan harus diketahui bahwa penggunaan kapur dapat membunuh organisme hewani seperti cacing-cacing dan larva insekta. yaitu 10 ton per ha per tahun Pemupukan dapat dilakukan 2 x per tahun. Unsur hara ini terutama akan menyuburkan pertumbuhan plankton nabati. Pupuk organik itu akan membusuk sedikit demi sedikit. Pengaturan pemberian pupuk demikian itu didasarkan atas perhitungan bahwa pupuk kandang akan membusuk perlahan-lahan. Sedangkan fitoplankton kurang diperlukan pada pemeliharaan ikan lele. Dionggokkan di sudut-sudut kolam di dekat tempat pemasukan air. dan dalam 1 bulan sudah mulai habis. karena kapur hanya berguna untuk memperbaiki asimilasi fosfat dan nitrat (unsur-unsur hara yang penting dalam pertumbuhan fitoplankton). Zooplankton dan larva serangga serta cacing-cacing dapat juga secara langsung memakan bahan organik yang membusuk. atau 30 kg per are (1 are = 100 m 2). atau sebulan sekali kolam diberi pupuk lagi sebagai tambahan. kolam dapat dipertahankan supaya keadaan pH stabil. tidak dianjurkan untuk kolam ikan lele karena pupuk buatan itu tidak secara langsung menumbuhkan organisma pakan lele melainkan memperbanyak fitoplankton saja. TSP. Bau pupuk yang membusuk di dalam kolam dapat menarik serangga-serangga untuk bertelur.

Maksudnya. Hal ini sesungguhnyajuga berlaku pada pemehharaansemuajenis ikan. yang lamanya 6 bulan bahkan ada yang sampai 1 tahun. 5.000 ekor benih gelondongan ukuran 6 cm (80 ekor/kg). di sekitar kota Bangkok. terdapat cukup banyak perkolaman pemeliharaan ikan lele. Dapatlah dikatakan bahwa apabila rangkaian kegiatan pengelolaan kolam. Setelah masa pemeliharaan 5 bulan. Kepadatan Dalam usaha budidaya yang intensif. 7. lama pemeliharaan setahun dihasilkan 80 % x 1000 = 800 ekor yang beratnya 150 gram/ekor.5 m di Bangkok itu dipakai untuk memelihara ikan lele dengan kepadatan 40 . Untuk ikan lele. Dengan demikian ada satu kemungkinan bahwa ikan lele dapat mencapai produksi . tidak jarang 90 % ikan lele yang dipelihara dapat dipanen kembali. Jadi bukan lele bangkok yang nama ilmiahnya Pangasius sutchif Suatu kolam yang luasnya 20 x 20 m2 dan kedalamannya 2. Jika untuk memelihara ikan tawes atau karper. makanan tambahan per hari 3 – 5 % dari berat badan. lalu menyusul penebaran benih lele. sehingga sulit atau tidak cocok jika diperhitungkan dalam areal hektaran. kematian (mortalitas) ikan lele sangat kecil. kepadatan penebaran dapat lebih tinggi daripada untuk ikan lam dalam kondisi air yang sama. maka mortalitas pada ikan lele tidak perlu dikhawatirkan. panjangnya 25 cm. Dalam usaha pembesaran.Setelah penebaran kapur berlangsung semmggu. Jadi pada kolam 400 m 2 tersebut ditebari benih sebanyak 600 kg. mutu makanan tambahan balk (20 – 25 % protein). hanya mampu mencapai kepadatan 3 ekor/m 2 Sedangkan untuk memelihara ikan lele dapat mencapai kepadatan 5 sampai 50 ekor per m menurut besarnya lele yang dipelihara.300 kg. Secara alamiah daya tahan ikan lele terhadap kondisi lingkungan yang buruk relatif tinggi. Apabila dikelola dengan baik ikan lele relatif tahan terhadap penyakit. barulah kolam dusi air m untuk menumbuhkan jasad renik. Jemsnya sama seperti yang dipelihara di Indonesia. suatu kolam di mana keadaan air tergenang atau sedikit aliran air (stagnant dan/atau semistagnant). semuanya dijalankan dengantekun. Mortalitas Apabila kondisi air dan makanan yang diberikan serba cukup. Sehmgga hasilnya : 120 kg/100 m2 (are) Produksi persatuan areal itu cukup luas. dalam suatu unit areal kolam diusahakan agar dapat dipelmara ikan sebanyak mungkin. yakin Glorias batrachus.50 ekor/m 2. dapat dipanen berupa ikan konsumsi yang besarnya 200 gram per ekor. Di Thailand. Produksi kolam pembesaran lele Dari 100 m2 kolam yang ditebari ikan lele sebanyak 1000 ekor. hama/penyakit sudah terbasmi. Benih ikan yang ditebarkan mula-mula sebanyak 48. yakm pergantian air seminggu sekali. pengontrolan terhadap hama dan penyakit secara preventif. Hasil yang diperoleh sebanyak 4. 6.

Maka hasil pertumbuhan ikan lelenya tidak begitu pesat. Oleh karena itu penularan cepat terjadi. memerlukan makanan tambahan yang banyak mengandung protein hewani supaya dapat berkembang menjadi industri. mempergunakan daging keong racun (bekicot) yang dicacah. cacing Dactylogyrus.000 kg/ha/tahun. Tetapi perbandingannya tidak tertentu. perlu diberikan pada waktu ikan-ikan diangkat dari kolam. pertumbuhannya lambat. Di Thailand juga dibuktikan bahwa ikan . sehingga daya tahan terhadap penyakit menjadi tinggi.107.dsin sebagainya telah tersebar luas dan diduga selalu dan pasti ada di semua perairan. sehabis diangkut dari atau ke daerah lain. Sejak beberapa tahun terakhir ini kerapkali ikan-ikan di negara kita terserang penyakit yang menimbulkan banyak kerugian. Dapatkah ikan yang terkena penyakit itu dimanfaatkan ? Dapat ! Di Thailand pernah terjadi wabah besar yang menyebabkan banyak kematian ikan lele dan ikan mas yang dibudidayakan secara besar-besaran di sana. misalnya. Berbagai jenis obat pencegah. Konversi makanan ersebut 6 : 1. 8. menciptakan kesegaran air. Berbeda dengan ikan karper yang sudah diusahakan secara besar-besaran. Mengenai jenis dan mutu ransum untuk ikan lele di Indonesia masih perlu ditingkatkan. dan sebagai ikan yang karnivora. Penyakit dan Pemberantasannya Sebagaimana halnya ikan-ikan lain. Ransum itu diberikan kepada ikan lele sebanyak 5 % berat badan ikan per hari. Maka cara yang dapat dianjurkan untuk menghindarkan penyakit ialah memelihara ikan-ikan sebaik mungkin. Namun demikian sesudah ikan dipindahkan dari kolam ke kolam lain. Penting untuk diketahui bahwa di Bangkok itu ransum yang diberikan kepada ikan lele terdiri atas 90 % daging ikan sisa-sisa (trash fish) yang dicacah dan 10 % beras pecah. Ikan-ikan yang mati dapat mencapai berton-ton jumlahnya. Penyakit ini dapat dihindarkan apabila kondisi tubuh ikan itu selalu baik. Berbagaijenis penyebab penyakit ikan seperti bakteri. dicampur dengan dedak. berarti 6 kg makanan menjadi 1 kg dagingkan. maka dapat diperhitungkan jumlah produksi 215. dan memberi makanan yang cukup. Lernaea. di Indonesia saat ini pemeliharaan ikan lele masih dalam tahap kecil-kecilan saja. atau sewaktu ikan dipindahkan dari kolam ke kolam lain. Para petani di Blitar. ikan lele juga dapat terserang berbagai penyakit. Jika dapat memelihara 2 x masa tanam per tahun.500 kg/ha/musim (5 bulan). Beberapa faktor penghambatnya ialah penyediaan benih terbatas dan perkembangan harga yang belum setinggi ikan karper. Dalam satu tahun kan lele itu baru mencapai berat 100 gram saja. Maka bangkai ikan yang baru aja mati (belum busuk) dibuat tepung ikan. virus. kemungkinan untuk terkena penyakit juga tetap saja ada.

Usaha yang perlu didahulukan ialah bagaimana supaya penyakit ini tidak makin meluas dan menyerang ikan-ikan yang lain. Pencegahan ini dilakukan dengan cara membuang air kolam. lalu diadakan pengapuran dengan kapur yang panas (CaCO3). penyakit inijarang terjadi. 2 . angan hanya masak di luarnya saja ! Adapun jenis-jenis penyakit yang diketahui menyerang ikan lele ialah : 8. 1 gram (berupa serbuk) untuk air kolam 10 m 2. Dalam pengobatan cara ini.5 hari berturut-turut. Penyakit ini banyak timbul pada kolam yang airnya tidak berganti (air tergenang). Kemudian kolam dibiarkan kering selama kolam dapat dipakai lagi dengan aman. Formalin. Harus dijaga agar air buangan ini tidak menularkan kepada ikan di kolam-kolam lain. Dosisnya 10 kg per 100 m2. Pada ikan yang kena penyakit cukup parah.yang terkena penyakit bakterial dapat dimakan orang jika tebih dahulu direbus hanya dalam waktu 5 menit saja. Gejala yang timbul berupa bintik-bintik putih pada permukaan kulit dan juga insang ikan. Jadi memakan ikan me mang seharusnya dimasak sampai benar-benar masak. . Cara ini juga dapat menyembuhkan penyakit bintik putih. kolam harus diaerasi dan ikan diberi makanan yang cukup baik. Lebih-lebih jika digoreng di dalam minyak yang begitu panas. dalam 10 hari.1 Penyakit bintik putih Penyakit ini disebabkan oleh protozoa (binatang bersel satu) Ichthyophthirius multifiliis. Pencegahan Untuk mencegah agar tidak berjangkit penyakit bintik putih. lamanya perendaman 1 jam. Beberapa obat yang dapat dipakai untuk mengobati penyakit bintik putih ialah : Malachyte green. air kolam harus sering diganti atau dialir air baru yang segar dan jernih Pengobatan Apabila ikan sudah telanjur terserang penyakit ini biasanya sulit disembuhkan. tidak berbahaya bagi manusia yang memakannya. Pada air yang mengalir. Setelah dibiarkan 3 hari. selama 3 . Garam dapur. Larutan garam dapur sebanyak 30 mg per liter dengan waktu perendaman 1 menit dan dilakukan setiap hari. ikan akan sembuh. kulit ikan dan irisangnya segera rusak dan tidak berapa lama akan mati. pengobatan diulang setiap 2 hari. Ikan yang sakit dimandikan setiap hari dengan cara merendam dalam larutan formalin 30 % (dalam dosis 1 : 4000). apalagi yang dilakukan cukup lama. tentu lebih aman lagi.3 hari.

sebanyak 1 . Tetrasklin.2 ml disuntikkan ke dalam rongga perut (intra abdomincal . agar ikan-ikan berdaya tahan tinggi untuk membentuk kekebalan alamiah terhadap berbagai penyakit. Wabah ini telah terjadi di akhir tahun 1981. akibatnya memang sangat parah dan sukar diobati. Antibiotika juga dapat diberikan dengan disuntikkan. larutan chloramphenicol (kemicitin) 1 : 1. daging. Penyakit ini menimbulkan kerusakan pada organ dalam (hati. Pengobatan Untuk ikan yang telanjur sakit. Antibiotika Obat-obat antibiotika seperti Kemicitin. antara lain antibiotika. Karena air merupakan media penular yang membawa bibit-bibit penyakit secara luas. apalagi berupa bakteri yang sangat kecil dan sudah tersebar di semua perairan.8. Jadi. sukar sekali diberantas sampai tuntas. menyerang ikan lele yang dipelihara di kolam maupun yang hidup di perairan umum (danau. atau perhitungannya kurang cermat. tercakup di dalam kegiatan pengelolaan perkolaman dan pemeliharaan ikan. keadaan ingkungan baik.5. Perlu diketahui bahwa apabila piemakaian antibiotika tidak sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan. apabila belum begitu parah. dan menimbulkan gejala bisul-bisul yang menyebabkan borok-borok. Harus dimengerti bahwa ikan akan terhindar dari timbulnya wabah penyakit apabila ikan Selalu dalam kondisi yang baik. limpa). Dosisnya. Lama pemberian obat ini 2 . sungai. Maka cara pencegahanlah yang harus dipahami benar-benar oleh petani ikan.2 Penyakit bakterial Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas dan Pseudomonas telah banyak dijumpai menyerang ikan lele dan menimbulkan kematian massal pada lele di negeri kita. Pencegahan Pada umumnya bibit penyakit. Dosisnya harus diperhitungkan agar setiap 100 gram berat ikan. dapat . Kondisi baik artinya makanan cukup. maka lama-keamaan bakteri akan kebal terhadap obat itu. Akibatnya. Streptomisin yang berupa serbuk. waduk).memakan 1 mg antibiotika itu per hari. obat tersebut tidak mempan lagi untuk memberantas jenis bakteri tertentu. Tindakan untuk menciptakan kekebalan alamiah itu. dapat diobati dengan beberapa obat. bersih dari segala macam pencemaran.3 minggu. dicampurkan ke dalam makanan ikan.

Melainkan menyerang ikan yang luka-luka atau sudah lemah. Pencegahan jamur pada telur ikan ini sangat perlu apabila telur ikan ditetaskan di dalam corong-corong penetas pada pembenihan ikan secara buatan. Pada penetasan telur ikan. khususnya Saprolegnia. Kalau cara ini berhasil.3 Penyakit oleh jamur Ada jamur yang tumbuh di dalam lingkungan air seperti Saprolegnia dan Achlya. Pengobatan Penyakit ikan yang disebabkan oleh jamur dapa diobati dengan tiga cara. dan kemudian menulari telur-telur lain yang sehat. atau pada ikan yang sudah mati. untuk dipakai merendam ikan selama 1 jam. selama 60 . Jamur terdapat di setiap jenis perairan air tawa terutama yang mengandung banyak bahan organik. yaitu direndam larutan kalium permanganat. Serbuk malachyte green dilarutkan dalam air sebagai larutan buku (1 mg serbuk dilarutkan dalam 450 ml air). Penyuntikan perlu diulang setiap 2 . Pencegahan Ikan jangan sampai terluka. Ikan direndam dalam larutan garam dapur (10 gram per liter) selama 1 menit. sering menderita luka-l uka yang kemudian terserang jamur. Untuk merendam ikan. biasanya dapat terlihat gejala penyebuhan dari hari ke hari. juga sangat perlu untuk dibiasakan mengobati dengan cara merendam telur ikan di dalam malachyte green.90 menit. dan larutan malachyte green. karena jamur tidak dapat menyerang ikan yang betul-betui sehat. Jamur. dengan cara penangan an yang cermat. dapat menyerang semua jenis ikan di segala macam lingkungan. Dosisnya 1 gram per 200 liter air. Kerap kali para ahli menganjurkan untuk mengobati penyakit jamur dengan larutan malachyte green. larutan garam dapur. Ikan direndam dalam larutan Kalium permanganat 1 gram per 100 liter. Tanda adanya jamur ini terlihat sebagai serabutputih seperti kapas yang tumbuh pada bagian tubuh ikan yang teruka. Jamur juga menyerang telur ikan yang gagal menetas.3 hari sampai jangka waktu 2 minggu. lemah. Jamur itu hidup sebagai saprofit pada jaringan tubuh bukan merupakan penyakit sejati. sakit. dan pengangkutan.2 ml larutan baku itu dilarutkan (diencerkan) dalam 1 liter air. tidak menempatkan ikan dalam tempat yang sempit sehingga berdesakan. . Jamur ini tumbuh pada ikan-ikan yang sebelumnya memang sudah menderita luka-luka. lamanya perendaman ½ sampai 1 jam. 8. 1 .cavity) untuk setiap berat badan ikan 200 gram. Ikan yang diperlakukan kurang cermat waktu penangkapan.

Serangga ini datang ikan-ikan kecil mati menyerbu kolam pemeliharaan ikan dalam jumlah besar. tetap ikannya tidak menjadi sakit. Penyakit Lernaea pernah dijumpai menginfeksi ikan lele tetapi tampaknya tidak mematikan. Sesuatu parasit dapat menghinggapi seekor ikan. Jadi. Misalnya. agar serangga yang muncul ke permukaan air. karena belum diteliti dan belum ditemukan jenis insektisida yang efektif terhadap pemberantasan serangga Notonecta ini. akan segera membersihkan kolamnya dengan sebuah waring untuk menyerok serangga itu. Petani yang rajin. Apabila kolam dipupuk dengan bahan organik biasanya dia datang berbondong-bondong. Hama ikan yang dimaksud adalah binatang-binatang yang agak besar ukurannya. Notonecta tidak begitu membahayakan. Serangga Notonecta ini kira-kira ebesar butiran beras. selalu ada kemungkinan juga menyerang ikan lele. . karena akan meracuni ikan. jadi lain dengan parasit yang menyebabkan suatu gejala penyakit. Tentu saja minyak tanah tidak boleh terlalu banyak di tuangkan ke dalam kolam pemeliharaan ikan. karena ikan lele yang masih kecil biasanya dipelihara di dalam kolam kecil yang mudah diawasi. Korban benih ikan yang disebabkan oleh hama ini dapat cukup besar. Cara pemberantasannya pun sulit karena serangga ini segera terbang meninggalkan kolam apabila kolam diberi obat yang dapat mematikannya. Hama Yang dimaksud dengan hama ialah binatang-binatang yang menyebabkan matinya atau hilangnya ikan karena dimakan atau dirusak tubuhnya. Maka itu tidak dianjurkan. lalu mati. akan mengisap minyak tanah.4 Penyakit lain Berbagai jenis penyakit yang menyerang ikan. Hama ikan itu antara lain : serangga yang menusuk dan mengisap ikan sampai mati. sedangkan penyakit dan parasit menimbulkan daya tahan tersebut. Petani mencari akal dengan menuangkan minyak tanah dan sedapat mungkin meratakan minyak itu di permukaan kolam. melainkan menjadi penyebar atau penular bagi ikan-ikan jenis lain yang peka. jika melihat di kolam ada Notonecta.8. Pemakaian pestisida juga belum dapat dianjurkan. Tetapi sampai saat ini belum ada data yang pasti mengenai jenis-jenis penyakit lainnya. Terutama ditusuk dan diisap cairan tubuhnya oleh serangga ini. secara mekanis saja. insekta genus Notonecta. Untunglah untuk ikan yang sudah agak besar. Memang jenis-jenis ikan mempunyai kekebalan yang berbeda terhadap berbagai penyakit. Walaupun demikian untuk ikan lele bahaya serangga ini tidak begitu besar. karena itu oleh orang Sunda disebut bebeyasan (beyas = beras). lalu mematikannya. 9. la dapat terbang berpindah dari satu kolam ke kolam lain. bebeyasan (bahasa Sunda). Hama dibedakan dari parasit atau penyakit karena hama tidak menimbulkan imunitas pada ikan.

Modernisasi budidaya ikan lele Usaha budidaya ikan lele belum di selenggarakan oleh secara moderent dan intensif cara pemijahan dan dan pembesaran masih secara kecil-kecillan dan hasilnya belum memuasakan. gabus. Binatang ini terjun ke air. sama halnya dengan .Serangga lain yang sering menyerang ikan dengan menusuk dan mengigitnya sampai mati ialahjentik-jentik dari capung. Kalau perlu ada juga dipergunakan racun. Membersihkan semak-semak di sekitar perkampungan merupakan usaha agar berangberang tidak memperoleh lingkungan hidup yang baik. Hama lain yang harus diperhatikan ialah binatan mamalia (binatang menyusui) seperti linsang. dan memakannya sampai kenyang. Karena itu dapat menghabiskan seisi kolam dalam waktu 1 . 10. sehingga tidak menimbulkan banyak kerugian. Jadi seperti tikus hama padi.sarangnya di rimbunan tumbuhan di daratan di sekitar perkampungan atau tepi hutan. juga merupakan hama bagi ikan yang dipelihara termasuk ikan lele. Kepekaan berang-berang terhadap racun juga seperti halnya tikus. masalah burung pemakan padi. Binatang jenis ini secara periodik dapat menyerbu suatu kolam atau sawah di mana ikan dipelihara.2 malam berturut-turut. Pemberantasannya dengan menangkap habis (membasmi) binatang ini. Ada orang yang mencoba menangkap berang-berang dengan memasang perangkap. Cara pemberantasan juga sulit. kucing liar. Cara pemberantasan yang efektif dan tuntas juga belum di peroleh. Berbagai jenis binatang pemakan ikan merupakan hama yang cukup serius dan harus diperhatikan. Pada kolam pemeliharaan yang letaknya di pekarangan. musang air atau berang-berang. Tetapi hasilnya tentu tidak dapat memberantasnya secara tuntas. Hal–hal tersebut di bawah ini perlu terus menurus di tingkatkan yaitu :  Percobaan pemijahan dan ransangan hormone. Binatang lain. Untunglah jentik capung ini tidak begitu banyak jumlahnya dan tidak pernah ada data penyerangan hebat dari capung ini. burung ini cukup merisaukan. ikan-ikan buas seperti ikar. belut dan bahkan katak. Terakhir yang dapat juga di sebut musuh peternak ikan iyalahpencuru (bukan hama) pencurian adalah pemhambat bagi setiap usaha. burung mudah dihalau. mengejar dan menangkap ikan. Dapat datang sendirisendiri tetapi kadang datang berbondong-bondong. daya upaya orang untuk memberantasnya dengan berbagai akal dan cara. Tetapi untuk pemeliharaan di sawah. Usaha sedapat mungkin iyalkah yaitu menangkap sewaktu terlihat didalam atau doi sekitar kolam. Berang-berang itu pada siang hari berdiam di sarang. seperti ular.

 Meneteskan telur yang dihasilkan di dalam corong penetesan agar terkontrol dengan dengan maksud menekan mortalitasnya sekecil mengkin. merupakan dorongan bagi para petani untuk mengadakan modernisasi dalam teknik budidaya ikan lele. Di Filipina. Tetapi belum berhasil untuk memproduksi ikan lele dalam jumlah besar. Di Indonesia. untuk menekan mortalitasnya. Sebagai bandingan. di Thailand ikan lelejenis yang sama dengan yang kita pelihara.  Mengadakan percobaan tentang sususnan makanan ikan lele agar perumbuhan cepat namun harga makanan harus memadai nilai produksinya. dapat mencapai berat badan rata-rata 200 gram dalam waktu 4 bulan. Dapatlah dimaklumi bahwa setiap modernisasi hanyalah dapat dilakukan secara bertahap. yakni Clarias batrachus. Faktor penting dalam percepatan pertumbuhan ikan ialah mutu dan banyaknya makanan yang diberikan harus baik. di mana ikan lele juga digemari sejak tahun 1975. telah dilakukan percobaan injeksi hormon. Dalam waktu 1 tahun ikan lele yang dipelihara baru mencapai 100 . seperti yang disajikan dalam bab di muka merupakan langkah baik sekali. yang membuat kreasi berupa pembuatan kotak-kotak pemijahan bagi ikan lele. apa yang sudah dilakukan oleh petani di Blitar.150 gram. Pertumbuhan ikan lele yang dipelihara oleh petani kita. Ini harus dapat diusahakan oleh para petani untuk memperbaikinya. Karena dapat lebih menguasai teknik yang memudahka pengontrolan anak-anak lele yang baru menetas. sampai sekarang hasilnya masih belum memuaskan. Mulai sekarang. dibarengi dengan harganya yang meningkat. berhubung meningkatnya permintaan akan ikan lele untuk konsumsi kota (restoran). .  Mengadakan percobaan untuk menanggulangi penyakit dan hama.

danrawa) dan dari kolam pemeliharaan yang kecil-kecil dan tidak intensif. waduk. danau. 000.00 ) Kolam Sawah 85 3 43 4 83 16 58 9 59 27 88 28 164 44 . Adapun menurut Buku Statistik Perikanan 1979 (Direk torat Jenderal Perikanan) produksi ikan lele di Indonesia sebagai berikut : Sumber produksi 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1. Sumber produksi ialah dari penangkapan di perairan umum (sungai. PRODUKSI DAN PENINGKATANNYA Produksi otal ikan lele di seluruh Indonesia pada waktu ini masih rendah. produksi (ton) Kolam Sawah jumlah 425 82 507 283 99 382 319 106 425 186 49 235 191 125 316 298 101 399 310 109 419 2. nilai produksi (x Rp 1.000. telaga.V. serta sawah.

jarring terapung (net culture).00. bahkan menjadi hidangan yang istimewa direstoran besar. Produksi dan harga ikan lele 1997 – 1984 Sumber produksi 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1.72 per kg. Lebih penting lagi.000. memang tidak dapat disangkal bahwa penagkapan ikan lele masih banyak dilakukan di perairan umum. Berikut ini adalah tabel mengenai perkembangan produksi tersebut. sehingga sulit dicatat nilai produksinya.000. 272.jumlah 88 47 99 67 86 116 218 Di dalam buku ini staktistik itu tidak tercatat peoduksi ikanl ele dari perairan umum. Adapun peningkatan produksi iken lele dapat dilakukan dengan beberapa cara. Harga yang meningkat itu mendorong minat petani untuk memelihara ikan lele lebih intensif. Penggunaan perairan umum untuk memelihara ikan dengan system keramba (cage culture).28 per kg. 520. pada buku budidaya ikan lele cetakan ke-4 (1986) ini dapatlah penulis menyajikanperkembnagan produksi dan harga ikan lele dari tahun 1979 sampai 1984. Ekstensifikasi. Dari produksi tahun 1997 sebanyak 419 ton bernilai Rp 218. atau dengan penebaran benih kedalam perairan (stocking) dapat juga dilakukan. dan perairan umum untuk lebih banyak memelihara lele. yaitu dengan peningkatan teknis pemeliharaannya. memperluas daerah pemeliharaan.00 berarti ratarata Rp. Sedangkan dahulunya ikan lele hanya menjadi hidangan rakyat kecil. keuntungan dapat diperoleh sebesar-besarnya. sedangkan pada tahun 1977 produksi 316 ton dengan nilai Rp. Pada tahun 1978 produksi yang dicapai 399 ton dengan nilai Rp. Namun upaya itu semua harus didahului dengan suatu penelitian agar upaya yang ditempuh benar-benar dapat meningkatkan produksi. Ternyata harga ikan lele mengalami kenaikan nyata pada tahun 1979. 290.15 per kg. sampai dua kali lipat dari tahun sebelumnya. sawah.000. Harga yang meningkta ini disebabkan ikan lele pada dewasa ini telah diterima oleh masyarakat konsumen tingkat tinggi. jadi rata-rata Rp. misalnya mempergunakan areal kolam.000. produksi (ton) Kolam sawah jumlah 310 109 419 357 315 672 537 290 827 610 251 861 414 178 592 559 133 692 . Hasilnya di komsumsi oleh keluarga nelayan dan masyarakat sendiri. 116. yakni : − − Intensifikasi.

Diharapkan pada dumbo dapat ditingkatkan. dibanding tahun sebelumnya. ternyata dari seringnya kita mendengar orang mencari dan hendak membeli benih lele dumbo tetapi tidak ada stok penjualan.631.9 953 176 1. 000. Dugaan besar bahwa penggemar menu ikan lele sebenarnya sangat banyak di kalangan masyarakat luas.77 539 117 656 761.000. bahkan tahun 1983 dan 1984 terjadi penurunan. Harga rata-rata per kg justru naik dengan meyakinkan sekali. Kesimpulannya adalah bahwa kemunginannya terbuka lebar bagi para petani. dit. Di restoran-restoran yang mencantumkan ikan lele dalam daftar makanan (menu) masakannya ternyata banyak/kerapkali tidak dapat menyediakannya apabila kita pesan. Penulis tidak memperoleh informasi apa sebab penurunan produksi itu. Data resmi tahun 1985 dan 1986 belum diterbitkan. itu pun kita sukar memperolehnya karena pasok kurang. bahkan berlipat sejak tahun 1983. b) produksi ternyata menurun. Harga ikan lele di restoran dapat mencapai Rp 5.00 .13 448 158 606 732.00/kg.2.129 1. Perikanan 1984 Terlihatlah pada tabel tersebut bahwa perubahan produksi dari tahun ke tahun tidak pesat. Produksi lele dumbo belum ada catatan sama sekali karena memang baru saja mulai diperkenalkan.000. 1. Sebenarnya peminat sudah mulai banyak.28 235 132 367 546. nilai produksi (x Rp.000. produksi lele lokal maupun lele .000.00/kg. harga eceran ikan lele mencapai Rp 3. Ada 2 kemungkinan sebabnya yang paling memperkuat untuk mendorong harga ikan lele demikian tingginya.329. waktu yang akan datang. Jen.00 per kg.90 644 143 787 1. tetapi apabila kita melakukan survai sendiri di pasar. maka harga ikan lele itu sangat menjanjikan keuntungan besar bagi mereka yang memelihara ikan lele itu. pengusaha untuk bergerak di bidang budidaya ikan lele serta dengan harapan dapat meraih keuntungan yang besar.Rp 4. ialah : a) permintaan meningkat dikarenakan penggemar makin meningkat pula.50 Sumber: stakstik perikananindonesia.000. 00) Kolam sawah Jumlah Harga ratarata/kg 164 44 218 520. terutama tahun 1984. Dibanding dengan harga daging ayam broiler sekarang Rp 2.

Tentu ini jasa dari surat kabar yang memberitakannya secara cepat dan luas ke seluruh penjuru tanah air kita. sebab tanpa disadari masyarakat lalu mengenal nama ini dengan cepat. Ternyata kemudian San lele ini memang mempunyai sifat-sifat yang baik ialah cepat pertumbuhannya dan dapat mencapai ukuran bear dahm waktu relatif pendek. LELE DUMBO Apakah lele dumbo itu ? Lele dumbo adalah satu jenis/hibrida ikan lele yang bar diintroduksikan ke Indonesia dari manca negara yalta Taiwan P. Ada yang mengatakan bahwa nama . Dari namanya dapat dibayangkan bahwa ikanjele yang satu in mempunyai sifat-sifat unggul. CIPTA MINA SENTOSA dan Jakarta tercatat dalam sejarah perikanan toena telah mendatangkan ikan lele hibrida baru ini pada bulan November 1986.VI. Karena sifat cepat tumbuh dan besar/gemuk badannya itulah. Ketika masukkan ke wilayah Indonesia melalui bandara Soekarno hatta ikan ele ini tercatat bernama ibniah Clarias fuscus dengan nama populer (Inggris) King Cat Fish yang berarti raja ikan lele.T. maka diberi nama LELE DUMBO Tidak jelas benar siapa sebenarnya yang niemberi nama itu.

R. . enak pula dimakan (rasanya). marilah kita adakan tinjauan buku-buku tentang ikan lele yang ada di dunia ini.A."dumbo" itu berasal dari kata dalam bahasa Jawa Dhomba yang maksudnya "kambing domba' yang cepat besar dan gemuk/berlemak banyak. Viveen dan kawan-kawan dalam bukunya Practical Manual for the Culture of the African Catfish (1907) dinyatakan bahwa di Afrika banyak sekali jenis lele. disimpulkan bahwa lele dumbo itu tidak mirip dengan Clarias fuscus. Hal itu dibenarkan juga oleh importirnya yaitu P. jadi diberi nama dobel. mudah diucapkan. Sangatlah menarik studi yang dilakukan oleh majalah pertanian TRUBUS (Oktober 1986). di Afrika paling kurang ditemukan 122 species walaupun kemudian ternyata nama-nama yang diberikan oleh penemunya setelah diteliti kembali banyak yang sinonim alias sama.T. yaitu C lazera. lele yang diimpor tersebut adalah hasil kawin silang antara induk betina asli jenis Taiwan (C." Menurut Guy Teugels dalam bukunya A Systematic Outline of the African Species of the Genus Glorias (1982). Jenis-jenis Ikan Lele Dalam kaitan dengan masalah hibridisasi atau perkawinan silang antarikan lele ini. Memang enak didengar. Istilah yang Jawa itu barangkali kurang enak diucapkan oleh orang Indonesia ada umumnya sehingga lebih dapat diterima ucapan "dumbo" yang bisa diterapkan pada Jumbo Jet yaitu pesawat terbang yang badannya ekstra besar. Ketika datang di Bandara Soekarno-Hatta ikan lele itu tercatat bernama Glorias fuscus. Afrika. sebenarnya lele imp or yang satu itu adalah hibrida atau hasil kawin silang antara jenis ikan lele asli Taiwan dan jenis lele dari Afrika. Bogor telah meneliti mengenai penanaman species lele dumbo secara ilmiah. di mana panjang batok kepalanya 1/5 bagian dari panjang badannya. Menurut keterangan importirnya. yaitu menurut keadaan morfologi. fuscus ?) dengan induk lele jantan asal Kenya. melainkan lebih mirip dengan C. tetapi yang menonjol (dominan) ada 4 species. mossambicus dari Afrika. Menurut keterangan peneliti pada Balai Penelitian Perikanan Air Tawar (BPPAT) Bogor. mossambicus. Jadilah ikan lele yang berbadan besar dan tumbuh cepat itu disebut secara populer "lele dumbo". CIPTA MINA SENTOSA dengan ahlinya yang orang Taiwan. C. tetapi beberapa bulan kemudian ada pemberitaan yang menyatakan bahwa namanya yang betui adalah Glorias gariepinus.J. ataukah F-3! ? A. apakah lele yang didatangkan itu mempakan hasil silang F-1. Di benua Afrika yang sangat luas itu telah ditemukan banyak sekali jenis ikan lele. BPPAT. Menurut W. F-2. Tetapi tidak jelas. ukuran perbandingan panjang batok kepala dibanding panjang badan dan sifat-sifat lainnya. warna tubuh. C.

Famili: Clariidae. benih 5 . Di Taiwan.2 – 2 1 – 1. Peleburan nama itu katanya. dengan mengingat bahwa ciri.5 40 . ariepinus. Demikian hasil telaah majalah pertanian TRUBUS berdasarkan beberapa buku. Chen dalam bukunya Aquaculture Practices in Taiwan (1979). Kiranya menjadi jelas sekarang. Tetapi di Amerika ikan lele ini tidak disukai dan dianggap merugikan karena suka memangsa ikan lain.300 gram/ekor. Oleh karena itu sup ikan lele banyak dicari orang dan dijual di restoran. gariepinus). gariepinus itu disajikan pada tabel. Genus : Clarias. 1986). Konon orang Cina percaya bahwa sup ikan lele mengandung tonik. Sifat . Ordo : Ostariophysi.6 bulan) menghasilkan lele dumbo berat 200 . 'dengan mortalitas 30 %. Sifat-sifat dari keempat species yang lebur menjadi C. lele dumbo itu walaupun bapaknya C mossambicus yang berasal dari Kenya dan induknya C.ciri fisik keempat species itu sangat mirip. selain di Taiwan juga terdapat di Amerika. tetapikurang jelas apa khasiatnya yang pasti. Lele asli Indonesia ialah C. sedangkan lele dumbo itu banyak mewarisi sifatsifat bapaknya ! Sekarang diputuskanlah nama ilmiah lele dumbo adalah : Clarias gariepinus (hibrida). hanya berbeda tempat penyebaran (tempat ditemukannya). B Sifat-sifat Lele Dumbo Berdasarkan penelitian BPPAT Bogor. (TRUBUS. gariepinus (C.8 cm padat penebaran 30 . Clarias fuscus yang diambil betinanya dalam kawin silang dengan lele asal Afrika itu. Menurut TP. dan sangat digemari oleh orang Taiwan dan Hongkong. batrachus juga terdapat di Taiwan. Pakannya .loren Gerakan lebih agresif Patil tidak beracun Tidak merusak pematang − − − − − − − − Lele local (c. yaitu C gariepinus. dari Kelas : Pisces.2 – 3 10 – 15 180 – 200 Lele local (gram) 0. diberi nama C. fuscus ini maksimal hanya dapat mencapai berat badan 500 gram. dan C. C.senegalensis. mossambicus sinonim C.50 Data pertumbuhan tersebut diperoleh dari uji coba pada kolam 1. hun hanya dapat mencapai berat badan 150 gram. fuscus asli Taiwan. batrachus) Warna gelap Gerakan biasa Patil beracun Merusak pematang dengan membuat lubang pertumbuhan Umur 2 hari ( larva) 5 minggu 24 minggu ( 5 – 6 bulan ) Lele dumbo (gram) 1.50 ekor/m 2 selama 24 minggu (5 .000 m 2 berkedalaman 1 meter. Oleh Burchell (1822) keempat species itu dinyatakan dilebur menjadi satu species. sifat-sifat lele dumbo dan lele lokal dapatlah disajikan pada daftar berikut.sifat Lele dumbo (c. geriepinus) Kalau terkejut atau menderita stress warna dan berubah menjadi loren.

ada yang mirip ibunya. Pada perbandingan tersebut di atas. Idealnya. fuscus) tentu jadi kecil-kecil. dengan akibat yang gesit makin lama makinjauh lebih cepat besar daripada yang sejak awal sudah kurang gesit.5 ekor/kg atau 200 . ada yang sifatnya tengah-tengah atau seperti F-1 lagi. . Dapat juga variasi tumbuh yang mencolok itu disebabkan benihnya dihasilkan dari perkawinan induk antar F-1 Ilmu genetika (ilmu tentang keturunan) mengajarkan kepada kita bahwa perkawinan antar F1 akan menghasilkan anak-anak yang bervariasi. halaman 38) di mana setelah dipelihara oleh Pak Mulyono di Ungaran. mendesak yang kurang gesit. ada yang tetap katai dan ada yang bongsor ! Soal variasi pertumbuhan sebenarnya banyak faktor sebabnya antara lain bila pakan kurang. dan sebagainya.000 ekor benih yang hidup hanya separohnya. Jika ini sebabnya. yang lebih kuat lebih banyak kebagian pakan. pertumbuhan lele lokal agaknya terlalu lambat apabila dalam 5 .6 bulan. masalah itu dapat diatasi dengan meningkatkan keterampilan para pelaksananya. Karena luka-luka akan mudah diinfeksi oleh jamur. Masalah angka kematian (mortalitas) yang tinggi pada benih lele dumbo yang dipelihara Pak Achmad penulis sependapat dengan kepala BPPAT bahwa kematian itu mungkin sekali disebabkan oleh penanganan dan transportasi yang kurang baik. Data lain lagi yang dikemukakan oleh majalah pertanian TRUBUS (Oktober 1986) benih lele dumbo ukuran 8 cm yang dipelihara oleh petani bernama Achmad setelah 3 bulan ada yang mencapai berat 500 gram (1/2 kg). Tetapi derajat mortalitasnya sangat tinggi. dari 30. ada yang mirip bapaknya.terdiri atas campuran dedak dan ikan rucah dengan perbandingan masing-masing 3 bagian dengan 1 bagian. supaya benih benar-benar F-1 yang bersifat jumbo. (24 minggu) dari benih 5 .8 cm hanya menjadi 40 . Ya. dengan perhitungan konversi pakan : 66 kg pakan menjadi 1 kg ikan).8 cm setelah dipelihara 5 .6 bulan juga dapat menjadi lele konsumsi dengan berat 4 . benih lele lokal ukuran 5 . bakteria. lele dumbo itu adalah turunan F-1 atau hibrida namanya. Penulis mendapat laporan lagi dari Bekasi bahwa benih lele dumbo yang dipelihara petani di sana ternyata pertumbuhannya sangat tidak merata.50 gram/ekor. Kalau benih lele dumbo yang diperoleh kebetulan mirip bapaknya (C. Kalau mirip ibunya (C. gariepinus) akan bongsor/cepat besar sekali. agar benih tidak banyak luka-luka dan sekecil mungkin menderita stres. Pada data yang penulis peroleh terdahulu (lihat BAB IV : Pemeliharaan Lele dalam Pecomberan. benih lele dumbo harus hasil perkawinan dari jenis induk yang asli saja.250 gram/ekor.

bawah lele dumbo umur 2 bulan Induk-induk lele local Lele dumbo umur 2 bulan .Atas : lele local umur 11 bulan.

dicampurkan di dalam suatu wadah agar terjadi pembuahan (fertilisasi) secara buatan. Teknik penyuntikan hormon (hipofisasi) Ikan lele dumbo yang berupa bastar (hibrida) dari induk jantan Clarias gariepinus dan induk betina Glorias fuscus itu ternyata terjadinya bukan karena perkawinan secara alamiah. Tetapi ternyata lele dumbo sama pekanya dengan lele lokal terhadap serangan bakteria ( Aeromonas.Lele dumbo bobot 200 – 300 gr/ekor. Pembibitan Lele Dumbo 1. juga menyatakan bahwa lele dumbo tidak ditemukan membawa penyakit jenis baru dari tempat asalnya. C. Jika kita tengok di alam aslinya sana. Pseudomonas. yaitu dengan cara merangsangnya dengan menyuntiknya dengan hormon yang diambil dari kelenjar hipofisa ikan juga. umur 3 bulan Hasil penelitian sementara ini dari BPPAT. Tapi di tempat pemeliharaan yang baru belum tentu mereka mau memijah (kawin). Bahkan tak hanya disuntik saja. tanpa campur tangan manusia. disusul pula dengan mengeluarkan telur-telurnya dari rongga perut induk betina dan sperma dari mduk jantan. Maka orang "memaksanya". Ternyata cara itu telah berhasil diperoleh suatu hibrida yang dinamakan lele dumbo. Clarias gariepinus maupun Clarias fuscus dapat memijah (kawin) antarjenisnya masing-masing secara alamiah dengan mudah. Bogor. dan sebagainya) yang biasa menyerang ikan-ikan budidaya di Indonesia dan di negara lainnya. sesuai dengan nalurinya. Karena kedua species induk-induknya berbeda dan asal-usulnya dari tempat yang berlainan pula lingkungannya. Kegunaan teknik hipofisasi yang disusul dengan fertilisasi buatan itu ialah : . melainkan diatur dan dilakukan secara "paksa" (secara buatan) olehmanusia. Vibrio.

Memungkinkan dikawinkannya dua induk dari satu species yang dipelihara pada lingkunganhidup yang berbedadari alam aslinya. Persiapan induk lele untuk dihipofisasi Maksud penyuntikan induk ikan dengan ekstrak kelenjar hipofisa (atau dengan hormon pengganti lainnya) adalah untuk merangsang telur-telur yang sudah masak di dalam indung telur (ovarium) ikan betina supaya siap untuk dikeluarkan. karena pada umumnya mudah memijah Induk jantan dan induk betina yang sudah dipilih dikumpulkan secara terpisah di dalam happa yang dipasang di dalam bak berair bersih yang terpisah pula. akan mengeluarkan cairan putih. penyakit. a. maka hipofisasi itu akan sia-sia saja ! Karena itu. yaitu air mani. agar memungkinkan diproduksi benih di luar musim pemijahan yang lazim/alamiah. Oleh karena itu penyuntikan hormon itu hanya berhasil apabila di dalam ovarium ikan betina yang disuntik itu memang telurnya sudah masak. Tanda-tanda induk lele dumbo betina yang sudah masak telur. diteteskan. suatu perusahaan peternakan lele dumbo harus memelihara calon-calon induk dengan baik sehingga mengandung telur yang siap untuk dibuahi. Perlu diperhatikan bahwa cara penangkapan dan penanganan calon induk betina harus hati-hati benar. Untuk dapat diproduksi benih ikan sebanyak yang dikehendaki oleh orang. Oleh karena itu pada pembiakan secara buatan. yaitu telur-telur dapat dibuahi. lele dumbo jantan harus dibunuh. Ikan lele jantan tidak perlu dirangsang dengan suntikan hipofisa. Untuk mengadakan pengaturan dalam memproduksi benih ikan. jika diraba terasa padat. dibedah . Lele dumbo jantan mengandung sperma relatif sedikit dan sukar dikeluarkan dengan cara diurut dari luar perutnya. 3. sebab jika lele betina yang sudah hamil tua menderita stres akan dapat mengeluarkan telurnya secara tak terkendali (keguguran). adalah sebagai berikut : − Perut gendut dan lembek jika dirabah Hendaknya dibedakan dari ikan lele yang perutnya besar karena kenyang (penuh makanan). selanjutnya dibuahi. 2. Apabila belum masak.1. perut ikan yang besar karena kenyang. jika bagian perut itu diurut ke arah dubur. Adapun ikan jantan yang siap memijah mempunyai tanda : Bagian perut langsing saja. selanjutnya diipuk dan dibesarkan secara terkontrol (terkendali) bebas dari gangguan hama. Memungkinkan diperoleh hibrida dari dua species yang tidak mau kawin dengan sendirinya secara alami. menunggu saatnya diadakan perlakuan selanjutnya (lihat Gambar 15). 4. − − Dubur agak menonjol dan berwarna kemerahan. supaya kelangsungan hidupnya tinggi.

(h) pisau operasi. (c) cawan petri beberapa buah. f) waring. (d) wadah berskala ukur dari plastik atau gelas. wadah dan selanjutnya gonada dihancurkan untuk memperoleh air mani cukup gambar 14. (k) alat suntik. b. Alat-alat yang diperiukan Pelaksanaan hipofisasi memerlukan alat-alat : (a) penggerus.rongga perutnya untuk dikeluarkan seluruh kantong spermanya (gonada) lalu ditaruh dalam suatu banyak. (b) mangkuk. (e) waskom plastik. (j) jarum pencukil. (i) gunting operasi. (g) penyerok. berbagai peranti yang di perlukan untuk hipofisasi lele dumbo .

gambar 15. 1 lagi diisi larutan garam 0. (o) kertas tisu.7%. (v) ember plastik besar dan kecil.7%. (q) larutan garam NaCI 0. dan (u) timbangan berkapasitas 5 kg. (m) pisau dapur yang tajam. 1 diisi aqua bi-dest.1) pinset. (t) handuk untuk lap. (s) bulu ayam yang disterilkan. (p) Aqua bi-destilata. Bak penampung induk jantang dan induk betina yang dilengkapi . (r) botol penyemprot 2 buah. (n) talenan.

5 kg memerlukan hipofisa yang berasal dari ikan donor yang berat badannya 3 x 0. Cara pengambilan hipofisa Ikan yang akan dijadikan donor itu dipegang pada bagian kepalanya.5 kg atau 2 ekor yang beratnya 1 kg dan 0. Setiap ikan (juga makhluk bertulang belakang lainnya) mempunyai kelenjar hipofisa yang terletak di bawah otak. Setelah terpotong. jantan atau betina boleh dan sama saja. Kelenjar hipofisa itu sangat penting fungsinya di dalam proses perkembangbiakan. Mengambil dan mempersiapkan larutan hipofisa Untuk merangsang telur yang sudah dewasa di dalam gonada. Sebagai donor juga dapat dipakai ikan mas (Cyprinus carpio) atau ikan lele lokal (Clarias achus). Ikan yang menerima suntikan hipofisa diut "resipien". bagianatas kepala dipotong/disisir . Kelenjar hipofisa ini menghasilkan hormon GSH sejalan dengan proses kedewasaan kelamin ikannya.C. Sementara bagian kepala dipegang. Ikan yang diambil hipofisanya disebut "donor". Pada ikan yang sudah dewasa hipofisa mengeluarkan GSH lebih banyak dibanding dengan ikan yang belum dewasa benar. Kalau licin pegangannya dapat dibantu dengan kain lap. Dosis hipofisa Banyaknya hopifisa yang perlu disuntikkan kepada ikan lele dumbo adalah 3 dosis.5 kg. ukurannya kira-kira hanya sebesar butir kacang hijau bahkan lebih kecil. Beratnya hanya 2 .5 kg itu dapat terdiri atas 3 ekor yang masing-masing beratnya 0. diperlukan snjar hipofisa yang diambil dari lele dumbo juga yang orbankan untuk itu. induk betina lele dumbo itu perlu disuntik dengan suatu hormon yang disebut Gonada Stimulating Hormone (GSH).5 kg atau dapat dipakal 1 ekor donor yang beratnya 1. gambar 16. GSH itu terdapat dan dihasilkan oleh kelenjar hipofisa atau disebut juga kelenjar pituitari. Ikan donor seberat 1. Sebagai ikan dbnor sebaiknya dipakal ikan yang sudah dewasa.5 kg.3 mg. letak kelenjar hipofisa di bawah otak Untuk penyuntikan ikan lele dumbo. Artinya. bagian badan diletakkan di atas talenan sebagai landsannyan Kepala ikan itu dipotong di belakang tutup msangnya sampai kepala putus. seekor ikan lele dumbo yang berat badannya 0.

Selanjutnya diencerkan dengan 1 . Dengan sedikit larutan garam fisiologis. Lalu kelenjar hipofisa itu digerus sampai hancur. Dengan tetap menggunakan pinset kelenjar hipofisa itu diangkat lalu ditaruh dalam tabung penggerus. disuntikkan dahulu (suntikan pertama). diambil dari happa. Dipegang dengan bantuan penyerok dari jaring supaya pegangan tidak licin. Cara penyuntikan hipofisa Induk betina (sebagai resipien) yang sudah dipersmkan sebelumnya. Selang 4 jam larutan hipofisa yang 2/3 ml tadi disuntikan lagi. Tiga jam sesudah penyuntikan kedua induk betina itu sudah dapat kita urut perutnya untuk mengeluarkan telurnya.5 ml aqua-bidest. Larutan garam bersama kotoran-kotoran dibuang.tulang kepalanya di atas mata. biarkan saja beberapa menit sampai larutan itu kotorannya mengendap) Cairan bagian atas dapat diambil dengan tabung injeksi untuk disuntikkan kepada ikan (Imat Gambar 17 : 1 . lalu ikan dikembalikan ke dalam happa. hingga tulang tengkorak terbuka dan otak kehhato Otak ini kita singkap dengan menggunakan prnset dan akan kelihatan kelenjar hipofisa berwarna putm sebesar butir kacang hijau di bawah otak itu.8).1. Larutan tersebut kita endapkan (kalau ada gunakan centrifuge. Penyuntikan di punggung dekat sirip punggung ke dalam dagingnya (intramuskular). Untuk induk lele yang beratnya 0. 3 dosis hipofisa yang sudah kita gems diendapkan dan dilarutkan dalam aquabidest 1 ml.5 kg sebagai misal tadi. diambil 1/3 ml. lalu ikan itu dimasukkan lagi ke dalam happa terpisah. hipofisa itu di sihkan dari darah yang mungkin melekat. kalau tak ada. d. maka GSH yang terkandung dalam kelenjar hipofisa itu akan terlarut di dalam aquabidest itu. Kepala lele dipotong persis ditengkuknya Tengkorak kepala disisir lalu hipofisa diangkat pakai pinset .

.Hipofisa disuntikkan ke lele betina Perut lele jantan dibelah Sperma diambil dan dimasukan ke dalam tabung sang betina diurut untuk mengeluarkan telurnya.

5 kg cukup disuntik dengan 1 . Sayangnya HCG di Indonesia tidak dijual bebas. Maka peternak lebih suka melanjutkan penyurtikan hipofisa itu dengan cara pembuahan (fertilisasi) buatan. HCG. HCG itu dibuat oleh pabrik farmasi dan dijual di apotek) pemakaian hipofisa asli dari ikan donor dapat dihemat. Telur dari induk betina diurut sampai keluar semua. Setelah terjadi pertemuan antara sperma dan telur. Fertilisasi telur tanpa pemijahan (fertilisasi buatan) Walaupun sudah matang telur dan sudah disuntik dengan hormon. malah mungkin harus diimpor lebih dulu. Induk betina lele dumbo yang beratnya 0. lalu dicampur dengan air mani yang dikeuarkan dari induk jantan.5 dosis hipofisa ditambah dengan 500 . yaitu hormon yang diekstrak dari air seni orang hamil.1.500 S.Sperma dan telur dicampur (dibuahi) Telur yang telah dibuahi sperma jantan Dimasukan ke dalam kolam penetasan Kalau larutan hipofisa tadi dicampur dengan HCG (Human Chorianic Gonadotripin. selanutnya telur ditetaskan secara terkontrol pula di dalam bak penetasan menjadi burayak. e. Pengurutan telur . ikan dumbo jantan dan betinanya jika dipertemukan kerapkali tidak juga mau kawin atau memijah sendiri.1. Burayak juga dipelihara secara cermat agar kelangsungan hidupnya tinggi. di dalam suatu wadah.I.

Bak penetasan telur ijuk. kita mulai menekan dan mengurut perut ikan mulai dari belakang kepala ke^arah dubur. untuk mengeluarkan usus dan isi perut lainnya.3 kali sampai telurnya keluar semua. Setelah beberapa detik saja. Lalu dengan mempergunakan gunting. semuanya ditaruh di dalam suatu cawan. Pengeluaran sperma pada waktu yang bersamaan. Waskom dan bulu ayam itu sebelumnya sudah disterilkan. Pita gonada jantan itu bercabang 2. Pembuahan (fertilisasi) Telur dan air mani di dalam waskom atau mangkuk itu lalu diaduk perlahan-lahan dengan bulu ayam sampai bercampur merata. Penebaran telur ke dalam bak penetasan itu harus merata. Sementara itu telah kita siapkan mangkuk yang cukup besar atau waskom plastik yang dapat diisi air ± 2 liter. Kalau sampai bergumpal tentu hasil penetasannya kecil. maka dapat diberi air sedikit agar tidak terlalu kental. Proses pengadukan telur dengan sperma ini harus di lakukan secara halus dan cepat. Telur akan keluar dan ditampung dalam waskom atau mangkuk tadi. telur dapat keburu keluar di dalam happa. Ini dapat dilakukan oleh satu orang. agar telur dapat melekat pada . Kepala ikan jantan itu dipotong persis di belakang sirip dada. Sebab kalau terlambat. dan dipasangi/ditebar ijuk secara merata pula. agar tidak licin. Pengurutan perut itu diulang 2 . Tetapi penempelannya tidak terlalu lekat. Segeralah telur itu dimasukkan ke dalam sebuah bak yang berisi air bersih. karena banyak yang mati. menempel pada bagian atas rongga perut. Maka tampaklah kantong sperma (gonada jantan) yang bentuknya pipih memanjang seperti pita. Dengan menggunakan ibu jari. Telur yang telah dibuahi. Gonada itu diangkat dengan pinset. Lalu cairan mani itu dituangkan ke dalam mangkuk yang sudah diisi dengan telur yang dikeluarkan tadi. tangan kanan melakukan pengurutan perut ikan itu. sehingga menjadi mubazir. Gonada yang seperti pita berwarna putih itu dipotong-potong. f. dan dipecahkan serta diurut-urut supaya cairan mani keluar. Sementara tangan kiri memegang kepala ikan. Induk ikan kita pegang bagian kepala dengan bantuan lap. karena telur yang sudah dibuahi dapat menempel satu sama lain alias bergumpal. serta sebuah bulu ayam untuk mengaduk telur setelah dikeluarkan nanti.Induk betina yang sudah 3 jam disuntik hormone dosis kedua (terakhir) tidak boleh terlambat diambil dari happa. akan menempel pada bulu ayam. perut lele jantan itu digunting sepanjang sisi bawah badannya. satu orang lain menangkap ikan jantan yang sudah dipersiapkan tadi dala happa. telunjuk dan jari tengah. telur lalu mengembang.

. Ukurannya 1 x 2 meter atau 0. Dinding bak penetasan sebaiknya diberi lubang lubang kecil kira-kira 5 cm dari bibir bak. Sebaiknya diambil dari air sumur. dan belum dapat makan. kedalaman 0. burayak dipindahkan ke dalam bak pengipukan yang sudah dipersiapkan. Air PAM tidak boleh dipergunakan sebab mengandung klorin. telur lele dumbo akan menetas. agar terlindung dari perubahan cuaca dan tidak kena hujan secara langsung. Pada bak itu juga dipasang aerator.5 x 1 meter. burayak masih menyerap kuning telurnya sendiri. bak penetasan dan perlengkapannya Dalam waktu 24 jam. Air dapat dialirkan ke dalam bak penetasan tu dengan menggunakan slang yang kecil menjulur sampai dasar bak. Dapat dipakai bak dari fiber-glass atau bak dari semen asalkan bersih. Ijuk yang sudah dibersihkan dan dijemur dimasukkan ke dalam bak. Selama tiga hari setelah menetas. disediakan bak penetasan yang cukup dangkal dan tidak terlalu besar. pada suhu yang normal di Indonesia. dengan mempergunakan serokan kecil atau menggunakan sebuah slang kecil untuk menyedot telur yang bangkar itu beserta kotoran air keluar. supaya kadar oksigen di dalam air tetap mencukupi bagi telur yang ditetaskan. Telur yang tak menetas juga harus dikeluarkan dari bak. Ijuk itu sebagai "kakaban" tempat telur ikan lele melekat. mengingat burayak itu masih lemah. Burayak yang baru menetas sangat kecil hingga sulit dilihat dengan mata telanjang. Apabila induk-induk yang akan diambil telumya banyak.5 meter. Pada hari ketiga. sehingga melapisi dasar bak itu. sedangkan bak tidak akan luber. Pada hari kedua setelah telur menetas biasanya terlihat berwarna putih. lalu ditumbuhijamur. harus menggunakan air bersih dan tidak membawa bibit penyakit. maka dapat disediakan beberapa buah bak penetasan. Maka di dalam bak penetasan itu. gambar 18. Bak pengipukan hendaknya diletakkan di bawah atap. tidak perlu diberi pakan untuk burayak. Aerator harus dijaga agar selalu bekerja dengan baik. Untuk mengisi bak penetasan.Untuk penetasan telur yang telah dibuahi. Dengan demikian air dapat diatur selalu dialiri air baru dan ada air yang keluar dari lubanglubang itu.

lalu dikukus). Tiga hari pertama di dalam bak pengipukan burayak lele diberi pakan binatang-binatang renik seperti Brachionus dan Moina yang masih kecil-kecil.3 liter per detik. 2. yaitu teknik imbas atau sistem Cangkringan. Padat penebaran dalam bak ipukan dapat mencapai 100 . Tetapi pakan buatan itu menyebabkan airnya cepat kotor. Pengipukan dilakukan selama 2 minggu saja. pakan dapat diganti dengan nauplii danArtemia yang baru ditetaskan. Pakan alami yang terdiri atas binatang-binatang renik lebih dianjurkan.10 ton. Yaitu berkisar antara 2 .200 ekor/m2.g. diperkirakan burayak lele dumbo sudah cukup kuat dan gesit untuk dipindahkan dan dipelihara lebih lanjut di dalam kolam pembenihan di luar. Perlu diperhatikan. sebaiknya air di dalam bak ipukan selalu mengalir lambatlambat. dan ragi. yang ukurannya dapat disesuaikan dengan luas ruangan. Jika ada aliran air. Teknik ini tidak terlalu rumit pelaksanaannya dan tidak perlu mengorbankan . burayak dapat diberi pakan cacing tubifex yaitu cacing pecomberan yang kecil-kecil itu. Pemijahan teknik imbas (sistem Cangkringan) Ada cara lain lagi untuk memijahkan lele dumbo.0. Setelah 10 hari. mengingat burayak lele dumbo dapat mengambil pernapasan dari udara. tanpa atap. Bak atau kolam pengipukan Kolam pengipukan sebaiknya dibuat dari semenan. Brachionus dan Moina itu dikultur di tempat tersendiri. cukup 2 . maka tidak perlu benar diberi aerator. Maka dianjurkan agar peternak lele memelihara sendiri binatang-binatang renik yang disebutkan dj atas. Apabila memungkinkan. Cara membudidayakan binatang renik tersebut dapat dipelajari dari buku-buku/brosur yang diterbitkan oleh Dinas Perikanan atau oleh Direktorat Jenderal Perikanan.5 . Oleh karena itu pemberian pakan harus sedikit demi sedikit dan air harus sering diganti (sebagian atau seluruhnya).10 m 2 atau volume air 2 . Hari keempat. apabila pakan hidup diperoleh dari tempat-tempat umum (pecomberan) harus dibersihkan lebih dahulu agar tidak membawa benih penyakit yang dapat menulari burayak lele yang dipelihara. Bak ipukan dipasang di bawah atap. Pakan bagi burayak lele dalam ipukan juga dapat diberikan dalam bentuk butiran halus dari adonan semacam roti yang mengandung banyak protein hewani (tepung ikan< kuning telur dicampur sedikit tepung terigu. atau Moina yang sudah besar dan Daphnia (dikultur tersendiri pula).75 m. dengan kedalaman 0. karena selalu memberikan hasil yang lebih baik : burayak lebih sehat dan cepat besar.

supaya mudah dibersihkan. sebaiknya dari beton. Tak hanya lele dumbo saja. misalnya kain kelambu atau strimin. Kabupaten Sleman. Bahkan sistem imbas itu sudah dipraktekkan sejak awal dasawarsa 70 an terhadap berbagai jenis ikan lain yang tidak mudah dipijahkan seperti ikan grass carp (koan) dan jambal (lele) bangkok (Pangasius sutchi). Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebaiknya happa terbuat dari bahan nilon agar awet. lebar 3 . yang sedang memijah.1.ikan lain yang harus dibunuh untuk memperoleh hipofisanya. . Happa dan kakaban Happa yaitu kantong berbentuk empat persegi pan jang yang terbuat dari kain tipis. ba dibersihkan. Keberhasilan pemijahan lele dumbo dengan sistem imbas di Cangkringan itu berkat ketekunan mencoba-coba dari Pak Rabiman Taniprawiro. Pada prinsipnya dengan mengatur pasangan lele dumbo yang sudah matang telur dan matang sperma supaya ikutikutan memijah bila melihat jenis ikan lain. juga mau mengikuti pemijahan ikan mas secara imbas itu. lalu diisi air sedalam 60 80 cm. ikan mas misalnya. dan dalam 1 . jenis-jenis ikan lain yang sukar dipijahkan di Indonesia seperti ikan grass carp (koan) dan ikan jambal bangkok (Pangasius sp. Jadi dasar teknik ini adalah "ikut-ikutan". yaitu panjang 5 . Bak pemijahan Dinding dan dasar kolam atau bak pemijahan system imbas. Ikan mas adalah jenis ikan yang dikenal gampang memijah bila sudah saatnya.10 m. Bak itu diberi atap. dan sekarang sudah secara rutin. yang menjabat Kepala Balai Benih Ikan tersebut. agar terlindung dari panas matahari dan tidak terkena curah hujan.). Untuk mengairinya sebaiknya digunakan air yang sudah diendapkan. a. karena terendam dalam air.25 m. dipraktekkan di Balai Benin Ikan Cangkringan di Kecamatan Cangkringan. tidak mudah robek. Air demikian cukup jernih serta memenuhi persyaratan umum untuk kehidupan ikan secara sehat. ikan ini dijadikan anutan agar merangsang ikan lele dumbo untuk memijah. Pemasukan air ke dalam bak pemijahan diatur melalui pipa dengan kecepatan aliran 2 . atau dalam istilah yang lebih canggih : induksi atau imbas. Ukuran bak harus cukup besar. Sebelum dipergunakan untuk memijahkan ikan. Mengapa pula disebut "sistem Cangkringan" ? Karena teknik pemijahan ini telah dilakukan pertama kali. Karena itu.80 cm. b. Pipa pelimpas harus diatur agar air dapat masuk dan mengalir keluar melalui pipa pelimpas itu tanpa menyebabkan meluap.3 liter/detik.5 m. Dengan demikian kedalaman air tetap 70 . Airnya juga tidak cepat keruh.

75 m. Air yang jernih terus-menerus dialirkan masuk dan keluar dari ke dalam bak pemijahan sehingga air tetap segar. terutama teknisi Balai Benih Ikan yang dah biasa. lebar 1 m. Proses pemijahan Pada hari hendak memijahkan. pemijahan sistem Cangkringan ini 75 % selalu berhasil. Bila salah pengenalan maka lele tidak akan dapat memijah alias gagal bagi petani. . d. namun demikian. Ikan mas ditempatkan di luar happa. Dapat juga dipergunakan happa berukuran 4 x 2 x 0. induk ikan mas dilepas ke dalam bak pemijahan yang sudah dipersiapkan tadi. Kakaban dipasang terendam air di dalam bak pemijahan. Sedangkan pasangan lele dumbo yang hendak memijah itu ditempatkan di dalam happa. Tanda anda induk lele yang matang gonada atau siap menetas diuraikan dalam Bab III butir 4 hukum. bak pemijahan system imbka ( cangkringan ) C. Beberapa buah happa dapat dipasang di sepanjang sisi bak pemijahan sedemikian rupa sehingga l/4 bagian bak pemijahan itu leluasa untuk arena memijahnya ikan Kakaban adalah tempat ikan mas telumya. untuk mengenalnya secara tepat dan di Perlukan keterampilan dan latihan mengenal bagi orang yang menanganinya. Pemilihan induk lele dumbo Lele dumbo dan ikan mas yang hendak dipijahkan dipilih yang betul-betul sudah siap untuk memijah. gambar 19. Ukuran tersebut cukup untuk memijahkan sepasang lele dumbo. Dipilih pula induk-induk lele dumbo yang hendak dipijahkan. Kakaban terbuat dari ijuk yang diikat-ikat dan dijepit berderetderet pada sebilah bambu. dan dalam 0. Di dalam happa juga ditaruh ijuk berupa serabut untuk melekatkan telur lele dumbo.3 pasang lele dumbo. di pagi hari induk-induk ikan mas yang siap memijah dipilih sebanyak sepasang atau dua pasang. Lewat tengah hari.Panjang happa 2 m.75m dan cukup untuk memijahkan 2 .

Setelah 24 jam sampai 48 jam telur mulai menetas. Selanjutnya. Sementara ikan mas memijah. sebelum ditumbuhi jamur. petani dapat menghasilkan benih ikan mas dan benih lele dumbo. telur direndam dalam larutan Malachyte green 2 . induk-induk ikan mas maupun lele dumbo yang telah memijah itu akan diam pada sudut-sudut kolam dan happa. induk lele dumbo dan ikan mas itu ditangkap dan dipindahkan ke kolam pemeliharaan. gambar 20. Bila ada telur yang tampak berwarna putih karena mati atau tak terbuahi. Perlahan-lahan dan tidak mengejutkan. pemijahan system imbas . Perawatan burayak Ada kemungkinan timbul gangguan jamur pada telur-telur yang sedang ditetaskan. dan telur yang dibuahi akan menempel pada serabut-serabut ijuk yang ada di dalam happa tadi. bak pemijahan dipasangi aerator yang cukup kuat. Keesokan harinya. terlihatlah burayak ikan mas maupun lele dumbo bergerak-gerak lemah di antara serabut-serabut ijuk. Telur-telumya yang telah terbuahi menempel pada kakaban.3 ppm selama 1 jam. agar telur-telur yang dihasilkan tadi dapat menetas dengan sempurna. biasanya pasangan lele dumbo di dalam happa meniru memijah pula. Harus dilakukan dengan cermat memang! Untuk mencegah serangan jamur. e. Peternak harus mengamati telur-telur yang melekat pada serabut-serabut ijuk dengan cermat. telur yang mati itu harus segera dibuang.Ikan mas kemudian terlihat aktif berkejar-kejaran dan biasanya malam harinya memijah. Maka dengan sekali proses pemijahan.

Lebih dahulu air di kolam itu ditambah menjadi sedalam 50 cm. Setelah larutan merata. Selanjutnya telur-telur akan menetas setelah 24 jam sampai 48 jam kemudian. sementara terjadi air masuk dan keluar dari bak ke bak itu. Telur biarkan terendam selama 1 jam. Setelah dibiarkan 2 . Kepalanya sudah tidak kelihatan lebih besar dari tubuhnya.Caranya. sambil diaerasi. belut. serabut-serabut berikut telur-telur lele dumbo yang melekat dipindahkan dari happa pemijahan ke dalam bak penetasan tersebut. Ketika baru menetas sampai umur 3 . ulat dan sebagainya) diberantas. burayak dipindahkan ke dalam kolam ipukan. Bak 1 diisi air bersih. tunggu 3 . Tanah dasar kolam dikapur dengan dosis 1 kg/100 m 2 untuk membunuh bibit penyakit dan memperbaiki struktur tanah. benih lele dumbo dari bak ipukan dapat dipindahkan ke dalam kolam itu.30 cm. panjang burayak menjadi 2 . kolam dikeringkan. Setelah 1 jam air bersih dialirkan perlahan-lahan ke dalam bak sehingga larutan menjadi semakin encer. Jika air kolam sudah berwarna sedikit kehijauan dan jika diperiksa dengan kaca pembesar banyak terdapat berbagai macam binatang renik (zooplankton). Kolam pembenihan ukurannya luas. lalu ke dalamnya dilarutkan 2 . supaya tidak ada air mengalir keluar yang akan .0. Kedalaman air 0. Pemeliharaan Benih Lepas dari pemeliharaan dalam kolam/bak pengipukan 2 minggu lamanya tadi.3 gram serbuk Malachyte green. lalu dipupuk dengan pupuk kandang (kotoran ayam atau kotoran kuda yang sudah kering) sebanyak 50 kg/100 m2. Sebelum dipergunakan untuk memelihara benih lele dumbo. karena masih menyerap kuning telurnya sendiri.75 meter.5 . Siap untuk dipindahkan ke dalam kolam tanah biasa di luar. Selama dalam kolam itu tumbuh subur pakan alami. Dapat dipakai kolam pemeliharaan ikan yang biasa. Lalu diairi macak-macak 3 . hama yang muhgkin ada (ketam. air tidak perlu dialirkan.3 hari. Ketika diairi itu sebaiknya ditebarkan juga Moina sebagai bibit sebanyak 100 ml. bocoran-bocoran ditutup. D. tanpa atap.5 hari agar di kolam itu banyak tumbuh fitoplankton dan zooplankton. seperti diuraikan dalam butir 7 (Bak dan kolam ipukan).3 cm dan bentuk tubuhnya langsing tetapi gesit. Tanggul dan dasar kolam dari pemeliharaan. biasanya sampai 1 minggu awal penebaran benih.5 hari agar terjadi demineralisasi pupuk itu. dengan menggunakan bak penetasan telur seperti pada Gambar 18. dapat diatur sesuai dengan kehendak peternak.100 ekor/m2. Pada hari kelima.5 hari burayak tak perlu diberi pakan. tanggul diperkuat. Barulah diairi menjadi 25 . supaya di dalam kolam itu banyak terdapat pakan hidup yang cukup untuk benih lele. Kepadatan benih 50 . pintu air diperbaiki.

diberikan seiap hari. Periksa apakah pertumbuhan benih merata ataukah perbedaan yang terkecil dan yang terbesar sangat nyata ? Kalau berbeda nyata. Adonan itu yang beratnya ± 250 gram cukup untuk benih lele sebanyak 1. diperiksa dengan cara mengambil sampel (contoh) sebanyak 5 . Pemberian bekatui itu dua hari sekali saja. Pemeriksaan dengan pengambilan sampel itu harus serim. Jika pada pemeriksaan ada ikan yang kena penyakit. taruhlah di dalam wadah dari gelas (backer glass) agar mudah melihatnya. supaya benih penyakitnya musnah. Jika ternyata zooplankton berkurang karena hujan ataupun karena habis dimakan oleh benih lele. gejalanya segera dapat diketahui pula dan diberi pakan tambahan yang cukup. apakah benih itu badannya tidak ada yang rusak kena penyakit ? Kalau ada gejala kerusakan kulit. sehingga pakan alami menjadi kurang. ada kemungkinan seluruh benih dapat mati ! (Cara pengobatan dikemukakan dalam bab lain). Jika hari akan hujan maka harus diperiksa agar pintu air dipasang saringan sambil mengatur ketinggian air kolam agar tidak akan meluap jika turun hujan lebat. bekatui : 25 gram. Pakan tambahan dianjurkan mengandung banyak protein hewani. tepung kedelai : 75 gram. benih dikumpulkan di dalam bak ipukan kembali dan diobati untuk beberapa hari. maka perlu dibuatkan pakan tambahan. berarti kurang pakan ! Periksa dengan kaca pembesar (loupe). tetapi salah satu ramuan yang cukup baik adalah : Cacahan daging ikan yang segar : 150 gram. Campuran dari berbagai bahan dapat saja dibuat.000 ekor. karena itu harus segera dienyahkan ! Apabila terjadi hujan lebat. Biarkanlah benih lele itu memakan zooplankton. Katak adalah binatang pengganggu yang mungkin memakan benih di kolam itu.3 hari sekali. maka hari itu kolam harus dikeringkan. Pemeliharaan benih itu perlu diteliti. Memang menjadi sangat sibuk mengerjakannya. Kolam pemeliharaan benih itu lalu harus dikeringkan.3 kg/100 m 2 . Sesudah 1 minggu baru dapat mulai dipupuk untuk dipergunakan lagi. maka perlu diberi dedak halus (bekatul) sebanyak 2 . Atau banyaknya pakan diperkirakan 5 – 10 % berat seluruh benih yang dipelihara/hari. dilakukan.menghanyutkan zooplankton yang tumbuh banyak itu. dikapur lagi dan dibiarkan kering untuk beberapa hari. dan jika kurang pakan. sambil diamati setiap waktu kalau-kalau ada hama atau gangguan lain. di mana planktonnya dapat mati. Diaduk sampai kental sekali (dapat dibuat kepalan). Bekatui itu dapat dimakan benih lele secara langsung dan sisanya akan menjadi pupuk pula bagi pertumbuhan zooplankton itu. ada kemungkinan terjadi gangguan juga pada kolam benih lele. sebaiknya 2 . diaduk dengan sedikit air panas. tetapi kalau tidak segera diobati. karena lele dumbo adalah pemakan ikan (karnivora). harus segera diobati ! Apabila terlihat gejala kurang pakan tadi. Tujuannya agar jika ada penyakit segera dapat diberantas.10 ekor. .

Kolam untuk memeliharanya dapat dipergunakan kolam yang dasar dan tanggulnya tanah. Mempersiapkan kolam pembesaran itu juga seperti lazimnya dilakukan pada kolam untuk pemeliharaan ikan yang lain. Pencemaran dari pestisida sawah maupun dari limbah industri harus dihindarkan. E.8 cm.8 cm itu cukup tahan diangkut ke tempat yang jauh.8 cm dengan berat badan ratarata 10 . Besarnya pipa paralon itu bergaris tengah 2 inci sampai 4 inci sesuai dengan luas kolam (Gambar 21) Kolam berdinding dan dasar semenan juga dapat dipakai. benih lele yang dihasilkan mencapai ukuran 5 .15 gram. Kolam berdasar tanah lebih baik. serta banyak bahan organiknya. Kolam pekarangan paling umum dipakai untuk pembesaran lele dumbo itu. Sebagai benih. sedangkan harganya cukup menguntungkan bagi pengusaha pembenihan. Konstruksi yang khusus pun tidak dipersyaratkan. Konstruksi pintu air seperti untuk lele lokal pada Gambar 8 dapat dipakai. karena benih ukuran 5 . Hanya perlu dibuat konstruksi sambungan pipa sedemikian rupa.8 cm itu daya tahannya cukup tinggi terhadap penyakit. Bahkan pergantian air secara sebagian seminggu sekali saja sudah cukup baik. Benih lele ukuran ini dapat dijual kepada petani ikan yang membesarkannya menjadi ikan konsumsi.Pemeliharaan di kolam pembenihan itu lamanya 1 bulan. air dari saluran irigasi sawah dianggap memadai. sehingga memudahkan pipa digoyang arah nya miring atau tegak untuk mengatur ketinggian air di dalam kolam atau dikebawahkan sekali untuk mengalirkan air keluar secara total (pengeringan). Bagi pemelihara selanjutnya juga menguntungkan. Airnya tidak perlu terlalu jernih. Setelah masa pemeliharaan ini berakhir. Kedalaman air ± 1 meter. ukuran 5 . tetapi itu tidak dianjurkan. . yaitu kolam yang lazim untuk memelihara ikan. Dapat juga dipasang air yang berupa pipa goyang yang dilukiskan pada Gambar 21 Sederhana cara membuatnya karena hanya dibuat dari potongan pipa paralon yang dapat dibeli di toko bahan bangunan. Aliran air tidak perlu deras. Ikan lele memang secara alamiah dan naluriah biasa hidup di air yang tergenang. Airnya harus tawar. mudah penanganannya dan cepat pertumbuhannya serta mortalitas biasanya rendah. Pembesaran Pemeliharaan pembesaran lele dumbo menjadi ikan konsumsi dimulai dari benih ukuran 5 . sebab dapat dipupuk secara efektif untuk menumbuhkan pakan alami bagi lele yang dipelihara itu.

Sayang belum ada hasil penelitian secara ilmiah yang mengemukakan berapa kadar protein dan kadar bahan lain yang paling baik bagi lele dumbo. biasanya ikan karnivora sehari dapat menghabiskan ransum sebanyak 5 – 10 % dari berat badannya. diperkirakan lebih dari 5 (5 kg pakan menjadi 1 kg ikan lele). bergantung pada ukuran besarnya ikan yang dikehendaki konsumen. diganti dengan air yang segar. maka harus dibersihkan. pakan yang diberikan harus banyak dan harus disertai dengan penggantian air yang lebih sering karena lele yang banyak di dalam suatu kolam mengeluarkan kotoran yang banyak pula ke dalam air. cacahan ikan. Kenyataannya orang memelihara ikan lele dumbo itu menyenangkan dan menguntungkan. Meriurut pengalaman.gambar 21.250 gram banyak disukai. Jika kepadatan tinggi. . Pellet untuk ikan mas dengan kadar protein 35 % juga dapat diberikan kepada lele dumbo dengan pertumbuhan yang cukup baik. tentu pakan alami makin tidak mencukupi. masih untung juga.5 bulan. cacahan bekicot. sebab cepat besar. belum lagi sisa-sisa pakannya yang tertinggal dan tentu mengotori airnya.000. dan sisa-sisa bangkai. ammonia. karena itu harus diberi pakan buatan. rayap.bagan kolam/bak pembesaran leledumbo Padat penebaran di dalam kolam pembesaran dapat diatur dari hanya 10 ekor/m 2 sampai 50 ekor/m2. dan harga ikan ukuran konsumsi cukup mahal! Tak kurang dari Rp 3. cacing. Sehingga orang hanya mencoba-coba saja. dan sebagainya. Sehingga walaupun harga pakannya mahal.00/kg. Makin tinggi padat penebaran. Apabila lebih besar daging lele dumbo lebih banyak lemaknya. Untuk hidangan di restoran. ukuran 200 . Lama pemeliharaan dalam kolam pembesaran itu berkisar antara 4 . jadi pakan buatan harus mengandung protein hewani yang tinggi juga. Telah dikemukakan bahwa lele dumbo adalah binatang karnivora (pemakan daging). Kotoran lele itu sendiri akan membentuk bahanbahan (urium. Sedangkan konversi pakannya tinggi. Jadi sepertijuga halnya dengan lele lokal. dan sebagainya) di dalam air yang sifatnya dapat menghambat pertumbuhan lele itu sendiri. Memang lele dumbo dapat memakan dengan lahap bungkil kacang.

lele yang besar akan menang. induk lele yang ditangkap dari kolam sebelum ditampung untuk dipijahkan/ hipofisasi. Jika berebutan. karena pakan yang diperoleh kurang. Petani perlu teliti terhadap hama. Copepoda.Pengelolaan kolam pembesaran lele dumbo tidak berbeda dengan pengelolaan kolam lele lokal maupun ikan lainnya. Beberapa buah tempat pakan perlu dipergunakan bila koamnya cukup luas dan lele yang dipelihara juga banyak. larutan tersebut selama 2 .3 menit saja. dan sebagainya. dapat peka terhadap penyakit bila keadaannya lemah.3 menit. Lalu angkat semuanya dan pindahkan ke dalam happa besar yang sudah dipasang dalam . gambar 22. terutama ular. taruh di dalam happa kecil lalu happa itu beserta ikanikan direndam di dalam bak penampungan. Induk-induk ikan yang sudah dipilih. Penyakit dan Pemberantasannya Lele dumbo juga seperti lele lokal dan ikan lain. kurang pakan atau sudah luka lebih dahulu karena penanganan kurang baik. sehingga lele tidak saling berebutan.50 % bila dipandang perlu dilakukan seminggu sekali atau dua kali sudah cukup. Caranya : Buat larutan formalin 100 cc dalam 1 ton air di dalam bak fiber-glass. Teknik pemberian pakan secara ini dimaksudkan agar pakan tidak terbenam di lumpur dan tidak tersebar ke mana-mana. sebangsa lintah. Penyakit yang dapat menyerang ialah yang disebabkan oleh binatang renik yang melekat pada kulit tubuh dan insangnya. seperti Protozoa. Penggantian air sebagian 30 % . Apabila pakan yang diberikan berupa cacahan daging ikan/bekicot atau bungkil dan tepung basah.tempat pemberian pakan F. dan lele yang kecil dan yang lemah akan makin tertinggal dalam pertumbuhannya. Untuk pencegahannya. sebaiknya pakan diberikan secara ditaruh di dalam sebuah atau dua buah kalo/ayakan dari bambu yang diikat pada sebilah bambu lalu diturunkan ke dasar kolam (Gambar 22). lebih dulu direndam di dalam formalin 100 ppm selama 2 .

Biasanya apabila penyakit belum parah. binatang-binatang renik yang melekat pada tubuh lele akan rontok dan mati. Tempat pengobatan berupa bak dari fiber-glass seperti bak untuk penetasan telur (Gambar 18). Apabila burayak dan benih lele terkena penyakit. . tidak mustahil penyakit itu disebabkan oleh bakteri (Pseudo. Apabila penyakitnya tampak sebagai bintik-bintik putih. biasanya disebabkan oleh Protozoa (Ichthyophthipius). tetapi ada juga yang sembuh. atau timbul bisul-bisul kecil berwarna merah. Aeromonas) dengan gejala pertama yang terlihat : kulit dan sirip ikan rusak. Setiap hari harus diamati. Perendaman dalam MG 0. Kelompok ikan yang sakit (parah) dan yang utuh dipisahkan. Hasilnya ialah larutan 0. Diaerasi dan diberi makan Artemia dan Moina. maka pengobatannya dengan malachyte green (MG) 0. Sebenarnya penyakit ini sangat berbahaya karena mudah menular kepada ikan lain dan penyembuhannya sulit pula. Ikan yang parah banyak yang matijuga. ml larutan MG 5 °/oo diencerkan dalam 1 liter air. dengan setiap hari diganti air dan obat diperbaharui. . malahan cepat sekali penularannya. Keesokan harinya air diganti dan diberi obat yang sama lagi. Memang penyakit pada ikan sukar disembuhkan. apakah ada kesembuhan pada gejala penyakitnya. dipisahkan dari ikan yang masih tampak utuh. Demikian berturut-turut 3 hari 5 hari. Maka bak atau kolam harus segera dikeringkari. diaerasi dan diberi pakan Artemia atau Moina. 2. masing-masing diobati di tempat terpisah.05 ppm itu lamanya harus sampai 10 hari. Buat larutan MG 5 °/oo : 5 gram serbuk MG dalam 1 liter air. ikan dipilih yang gejala penyakitnya parah. ikan-ikan yang tadinya masih tampak sehat (walaupun diduga sudah terinfeksi) dapat sembuh.Dalam larutan formalin itu. Oleh karena itu pencegahan harus lebih diutamakan. Ikan-ikan direndam di dalam larutan antibiotika (tetracyclin atau kemicitin) 10 ppm yaitu 10 mg dalam 1 liter air. Caranya : 1. Biarkan dalam obat itu sehari semalam.05 ppm MG. monas. caranya dengan mengganti air sesering mungkin dan pakan selalu cukup agar ikan memiliki kekebalan alami.05 ppm.

parasit ikan dan cara-cara pemberantasannya. Penebar swadaya. November 1985. 1967. ISSN – 0126 – 009 X. 1980. Suyanto. FAO Fisheries Tech. Dinas Perikanan Kabupaten Blitar. 1980. bandung.DAFTAR PUSTAKA Anonim. H. Soeyanto. Trubus 203. Pembenihan ikan lele secara perkosaan. D. oktober. 1980. H. paper No. Djajadiredja. Jakarta. Saanin. 1985. lele dumbo. 1980. 201 Rome. warta pertanian 56.trubus 192. taksonomi dan kunci identifikasi ikan jilid II. Diseases of fishes. C. dan L. R. Horvath. Ditjen Perikanan. Van Duijn. lele Clarias batrachus (Linnaeus) Bleeker. . S. Rachmatun. Eliffe book. London. peningkatan usaha pemeliharaan ikan di kolam pekarangan. Jr. A manual for extension. Jakarta. e. dan Martono. R. the artificial propagation of warm-water fin-fishes. 1983. 1986. Suseno. 1986. 1973.. pembenihan ikan lele (Tidak diterbitkan). Bina cipta. 1968. Susanto. Woynarovich.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->