PERANCANGAN SISTEM PEMBELAJARAN BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL COOPERATIVE LEARNING (CL

)
Iwan Sonjaya, Kuspriyanto, Aciek Ida Wuryandari, Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung i_sonjaya@yahoo.com, kuspriyanto@yahoo.com, aciek@lskk.ee.itb.ac.id In the effort increasing quality of education to result graduate which high grade quality and acceptable in industrial and business environment, required the improvement of quality both facilities and teacher, but then improvement of facilities and teachers disproportionate with growth of students. Lack of interaction between teacher and student in consequence of restrictiveness facilities and time of interaction became main restrictiveness, one alternative solution to overcome by using web based learning system, besides need to develop learning model of cooperative learning to prepare the graduation who have the ability of hard skill and soft skill as according to demand industrial and business environment. Step of design is literature study, requirement analysis, prototyping design , implementation of prototyping and testing of prototyping with UML modeling system.. By the using the facility of web domain as maximum as possible, learning using model of web cooperative learning is expected to increase the motivation and collaboration in learning activity so the improvement of ability of hard skill and soft skill can be reached. Keywords: web based learning, cooperative learning, soft skill 1. Pendahuluan Perkembangan internet dalam beberapa tahun terakhir ini memungkinkan dunia pendidikan saat ini untuk memanfaatkan teknologi internet dalam proses pembelajaran, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)dalam upaya meningkatkan mutu dan layanan pendidikan guna menghasilkan lulusan yang berkualitas dan terserap dalam dunia usaha/dunia industri (DU/DI), diperlukan peningkatan kualitas dan kuantitas dari sarana dan prasarana serta pengajar, tetapi peningkatan jumlah sarana dan pengajar tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah pelajar ehingga waktu dan tenaga yang dialokasikan oleh pengajar kepada pelajarnya semakin terbatas[22], secara otomatis peningkatan kualitas pendidikan yang diharapkan tidak akan tercapai. Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar serta keterbatasan ruang dan waktu menjadi kendala utama. Untuk itu perlu ada metoda lain yang dapat menangani kondisi tadi. Salah satunya sistem pembelajaran atau dengan menggunakan teknologi internet. Proses pembelajaran dengan menggunakan teknologi internet tetap mengacu kurikulum SMK yang berlaku saat ini. Salah satu unsur utama yang harus ada dalam pembelajaran menggunakan internet adalah adanya interaksi antara siswa dengan guru. Interaksi dapat berlangsung dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di internet, tetapi sistem dan pembelajaran yang digunakan umumnya masih mengacu pada sistem pembelajaran dengan model pembelajaran yang berpusat pada pengajar/guru (teacher centered learning) yang lebih bersifat searah seperti pada sistem pembelajaran tatap muka dikelas, sehingga siswa kurang dipacu untuk lebih aktif menggali materi pelajaran yang ada, selain itu di SMK saat ini, model pembelajaran yang digunakan oleh para guru umumnya masih banyak menggunakan model pembelajaran kompetisi dan individual untuk memacu para siswanya dalam proses pembelajaran sehingga para siswa akan saling bersaing dan saling mengalahkan teman. Disatu sisi ini hal ini sangat posistif sehingga siswa terpacu menjadi yang terbaik, namun sisi negatifnya adalah siswa tidak mempunyai social skill dan kurang dapat menghargai perbedaan antar siswa serta toleransi, sementara siswa SMK yang setelah lulus dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, dimana dalam dunia kerja tidak hanya dituntut kemampuan “hard skill” saja tetapi perlu juga “soft skill” seperti kemampuan bekerjasama dalam tim dan berkomunikasi. Sehingga perlu kiranya dirancang sistem pembelajaran berbasis web yang memasukan unsur-unsur model cooperative learning. 2. Tinjauan E-Learning 2.1 Pengertian e-learning Banyak pakar yang menguraikan definisi e-learning dari berbagai sudut pandang. Definisi yang sering digunakan banyak pihak adalah sebagai berikut. a. E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain [Hartley, 2001]. b. E-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone [LearnFrame.Com, 2001]. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-learning. Keuntungan menggunakan e-learning diantaranya : • menghemat waktu proses belajar mengajar,

f. Metoda talk dan chalk dimodifikasi menjadi online conference.3 Langkah-langkah cooperative learning Langkah-langkah atau mekanisme untuk pembelajaran dengan model CL menurut David Horsnby dapat dijelaskan dengan gambar berikut. bersifat interaktif. dan chatting. Para siswa harus memiliki tanggungjawab terhadap siswa atau peserta didik lain dalam kelompoknya. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya. buku).1 Tujuan cooperative learning Model CL dikembangkan untuk mencapai setidaktidaknya tiga tujuan pembelajaran penting sebagai berikut. yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list). c. Mailing list dapat dianalogikan dengan ”usrah”. maka internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang khas. • meningkatkan learning outcomes baik kuantitas/kualitas. b. Metoda ”nyantri” dan ”usrah” mengalami modifikasi menjadi diskusi melalui mailing list. • kemudahan mendapatkan resource yang lengkap. Berdasarkan uraian di atas. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpersonal (misalnya e-mail dan chatting) atau secara masal.2 Prinsip-Prinsip Cooperative Learning a. c. Metoda ini mampu menghilangkan jarak antara pakar dengan pelajar. dimana pakar akan berdiskusi bersama anggota mailing list. Prinsip ketergantungan positif ( positive interdependence). Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seperti pada metoda konvensional dengan adanya aplikasi teleconference. Kehadiran internet lebih bersifat sebagai pelengkap. 2. e. c. d. Berdasarkan hal tersebut. 3. dapat dikatakan bahwa internet bukanlah pengganti sistem pendidikan. Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi : • arus informasi tetap mengalir setiap waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat. 3. Dalam CL. Para siswa membagi tugas dan berbagi tanggungjawab di antara para anggota kelompok. c. Setiap siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. Karakteristik ini memungkinkan pelajar melakukan komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas bila dibandingkan dengan hanya menggunakan media konvensional. • adanya standardisasi pembelajaran. b. • aktifitas pembelajaran pelajar meningkat. b. . belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. sebagai media interpersonal dan massa. • melatih pelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. Penerimaan terhadap perbedaan individu. 3. selain tanggungjawab terhadap diri sendiri dalam mempelajari materi yang dihadapi. setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. 3. ”usrah” dapat dimodifikasi dalam bentuk komunikasi melalui e-mail. mailing list. a. a. Teknologi internet menunjang pelajar yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati pendidikan. ”nyantri”. peralatan. d. • daya tampung meningkat. Tanggung jawab perseorangan (individual accountability).2 Manfaat Internet sebagai Media Pendidikan Teknologi internet hadir sebagai media yang multifungsi. Metoda talk dan chalk. Para siswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan bekerja sama selama belajar. Pengembangan keterampilan sosial.• mengurangi biaya perjalanan. Prestasi akademik. hanya saja dapat dimodifikasi ke bentuk lain. Metoda konvensional tetap diperlukan. Para siswa harus berpandangan bahwa mereka semua memiliki tujuan yang sama. memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun asinkron. Interaksi tatap muka (face to face promotion interaction). Partisipasi dan komunikasi ( participation communication). Unsur-unsur dasar dalam CL adalah sebagai berikut[15]. Konsep Cooperative Learning Cooperative learning (CL) merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. • menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur. Para siswa diberikan satu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi kelompok. • menjangkau wilayah geografis yang lebih luas. b. Suasana yang hangat dan non formal pada mailing list ternyata menjadi cara pembelajaran yang efektif seperti pada metoda ”usrah”. yaitu a.

3. akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri. Pendekatan struktural.7 Peran Pengajar dalam Cooperative Learning Pengajar dalam metoda pembelajaran kooperatif tidak lagi memberikan ceramah didepan kelas. e. Pelatih (coach). 3. Home group. g. Investigasi kelompok. karena keputusan yang dibuat adalah tang-gung jawab kelompoknya. tapi dapat memiliki berbagai peran sebagai berikut. menerima umpan balik.1 Deskripsi Desain Pembelajaran berbasis Web Model CL Gambar 3. asal. Penengah. dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata. Student Teams Achievement Division (STAD). c. c.3. dapat membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan.Analisis Dan Perancangan Sistem 4. b. b.5 Cooperative Learning Tipe Jigsaw CL tipe jigsaw adalah suatu tipe CL yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya[2]. Hal ini berguna untuk proses pendidikan jangka panjang. 3. dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri. 4. Focus group. a. terdapat beberapa variasi dari model tersebut. Di sini akan diuraikan secara ringkas masing-masing pendekatan tersebut. f.. d. Menerangkan. CL merupakan suatu strategi yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial. Ada empat pendekatan CL[2]. d. menemukan informasi dari berbagai sumber dan belajar dari siswa yang lain. Jigsaw. Fasilitator. mengembangkan keterampilan mengatur waktu. melalui CL siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru. e. Keunggulan CL sebagai suatu strategi pembelajaran di antaranya: a. interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir.23 Ilustrasi kelompok jigsaw.1 Mekanisme pembelajaran dengan model CL. a. b. Hubungan antara home group dan focus group digambarkan sebagai berikut[1].4 Pendekatan dalam Cooperative Learning Walaupun prinsip dasar CL tidak berubah. c. g. terdapat home group dan focus group. 3. termasuk mengembangkan rasa harga diri. Siswa dapat berpraktik memecahkan masalah tanpa takut membuat kesalahan. d. yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan. Pada model CL tipe jigsaw. . Merencanakan. Mengkritik. Gambar 3. Mencatat.8 Keunggulan Cooperative Learning. Bertanya. yaitu kelompok siswa dari anggota home group berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota home groupnya. Model. Merangkum. c. hubungan interpersonal yang positif dengan yang lain. a. h.6 Peran Siswa dalam Cooperative Learning Dalam CL siswa mempunyai berperan dalam proses pembelajaran sebagai berikut. b. dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membanding-kannya dengan ide-ide orang lain. f. dan sikap positif terhadap sekolah. dapat membantu memberdayakan seriap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar. dan latar belakang yang beragam.

dan profil belajarnya untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Pengajar          Admin    Merencanakan pembelajaran Mengatur sumber belajar dan situs terkait Menampilkan dan memperbaharui informasi pembelajaran Memunculkan topik diskusi Melayani koreksi (baik faceto-face atau melalui e-mail) Memberikan saran kepada pelajar Menilai pelajar Memantau kemajuan pelajar Membuat dan mengatur kelompok Menata fasilitas pembelajaran Menata data user Melayani bantuan teknis Desain ini memperkaya cara mengajar dimana pelajar sebagai pusat (student centered learning). menampilkan hasilnya dan menilai tugas dan laporan pelajar. Memeriksa kesesuaian antara pengerjaan tugas dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. menambahkan pengajar dan pelajar baru ke database. teman. 4. mengatur daftar pelajar untuk mata pelajaran tertentu dan daftar mata pelajaran yang ditangani pengajar tertentu. catatan penting.1 Use case dan Diagram Use case a. b. admin).3 Pemodelan Sistem 4. Juga harus mengikuti petunjuk dan prosedur kegiatan pembelajaran. Diagram Use case  . • Dapat digunakan untuk berbagai mata pelajaran. dan mengerjakan aktifitas lain yang mendukung proses pembelajaran sesuai acuan pengajar. Berikut skenario dari proses pembelajaran berbasis web ini. 4.1. Orang Terkait Pelajar Peran        Mengikuti pembelajaran model CL Mencari/mempelajari sumber/materi belajar yg sesuai Mencari sumber informasi Mengajukan pertanyaan Berkolaborasi di dalam kelompok Aktif dalam diskusi Saling berhubungan dengan pelajar lain baik face-to-face maupun melalui e-mail Berkomunikasi dengan pengajar atau praktisi berpengalaman dibidang yang sesuai. maka CL yang akan dibuat di dalam lingkungan web terbagi dalam enam fase tahapan yakni : • menyampaikan tujuan. konstruktif dalam pemecahan masalah. pelajar.1 Peran SDM Orang yang terkait dengan pembelajaran dan perannya dalam kegiatan pembelajaran ini ditunjukkan pada Tabel 4.  Admin diberikan wewenang yang tinggi dalam membuat kelas.2 Desain Perangkat CL Untuk mengimplementasikan CL di dalam lingkungan web dibutuhkan pembangunan dan pengembangan beberapa perangkat yang mendukung. • penilaian dan evaluasi. • presentasi. Pelajar diharapkan mencari dan memilih informasi yang tersedia sesuai dengan langkahnya sendiri. dan format evaluasi.1 Peran orang yang terkait dengan sistem. peran di atas didasarkan pada teori kognitif yang menekankan aktifitas eksplorasi secara aktif. • Dapat digunakan untuk pembelajaran lokal maupun jarak jauh.1. 4. membuat laporan atau presentasi. • Dapat menggunakan jaringan intranet maupun internet. 4. dipertimbangkan peran dan fungsi yang telah diuraikan di atas. Pengajar hanya sebagai fasilitator dan pemandu dalam proses belajar. Berikut gambaran umum dari kriteria perangkat yang dibutuhkan.Berdasarkan kegiatan pengajar dan pelajar dalam pendekatan CL.  Pelajar harus mendaftarkan informasi lengkap ke dalam sistem.2. membuat jadwal dan mengerjakan tugas. Use case dan Aktor Untuk menjelaskan use case dan aktor yang terkait dengan sistem ini. • pelaksanaan pembelajaran. resource terkait. menurut kebutuhan dan pilihannya sendiri. refleksi dan publikasi. Tabel 4. • menyajikan informasi. membuat jawaban yang diminta oleh pelajar. • Dapat mendukung aktifitas semua aktor yang berhubungan dengan pembelajaran model CL (pengajar.  Pengajar bertanggungjawab dalam membuat kerangka pembelajaran dari mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya .3.2 Analisis Kebutuhan Berikut deskripsi dan analisis dari desain sistem pembelajaran berbasis web untuk mendukung proses pembelajaran dengan pendekatan CL. mendaftarkan mata pelajaran tertentu. • mengorganisasikan siswa dalam kelompokkelompok. • Dapat digunakan untuk semua metoda pembelajaran model CL. menjawab pertanyaan.

.3 Diagram kelas untuk use case login. dan bagaimana berakhir. keputusan yang mungkin terjadi.3 Diagram Kelas Kelas adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah obyek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi obyek. a. Diagram kelas untuk use case login. Contoh diagram aktifitas dapat dilihat sebagai berikut.2 Diagram Aktifitas Diagram aktifitas menggambarkan berbagai alir aktifitas dalam sistem yang sedang dirancang. Agenda Link referensi Siswa Tugas Latihan Forum Chat Gambar 4. 4. bagaimana masingmasing alir berawal. formLogin userid : String password : String submit() return verifikasi() formUser userid password status cek userid() cek password() cek status() save() update() delete() M engelola kelas Admin M engelola matapelajaran M engelola kategori matapelajaran Pesan M engelola kelompok Outline pembelajaran <<include>> Pengumuman User formOtoritas userid : String verifikasi user() verifikasi ditolak() open() Guru Dokumen pendukung Login Gambar 4. Diagram use case sistem. aktifitas menggambarkan proses yang sedang berjalan. 4.Mengelola user sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi).1.3. Diagram aktifitas dari use case membuat deskripsi mata pelajaran (aktor : pengajar). Suatu aktifitas dapat direalisasikan oleh satu use case atau lebih. sedangkan use case menggambarkan bagaimana aktor menggunakan sistem untuk melakukan aktifitas.2.3. Kelas menggambarkan keadaan (atribut/property) suatu sistem. Aktor Web Database Mulai Pilih daftar pelajaran Ambil data pelajaran yang ada Tampilkan daftar komponen pembelajaran Pilih deskripsi pelajaran Ambil data deskripsi pelajaran cek data deskripsi pelajaran ada Tampilkan deskripsi pelajaran tidak dilanjutkan Tampilkan pesan deskripsi pelajaran belum ada Pilih isi deskripsi pelajaran tidak ada Tampilkan form tambah/edit deskripsi pelajaran Isi form deskripsi Simpan deskripsi ke database Selesai Gambar 4.

pdf. sehingga melalui proses sharing informasi tersebut pelajar dapat memahami materi pelajaran secara utuh dan berkewajiban menjelaskan kepada kelompok asalnya (home group). pelajar bertanggung jawab atas bagian dari tugas kelompok yang diberikan kepadanya. sehingga proses pengumpulan tugas dapat dilakukan dengan meng-upload file tersebut. HTML). proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan keluaran apa yang dihasilkan.4. 5. pengguna akan dihadapkan pada informasi awal kategori mata pelajaran yang tersedia dan info lainnya.3 Pengumpulan file tugas kelompok.word. 5. chat room.4 Diagram Sequence Diagram sequence biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan keluaran tertentu. Gambar 5. 5. Prototipe aplikasi ini dirancang dan diimplementasikan pada intranet pada SMK Negeri 25 Jakarta. atau forum untuk melakukan komunikasi dengan orang lain baik secara individu ataupun kelompok. : User : formLogin : formUser : formOtoritas Gambar 5. Proses selanjutnya adalah menyusun dan mengumpulkan tugas baik kelompok maupun individu ke dalam sebuah dokumen dalam format yang disepakati (ms. selain itu siswa dapat berkomunikasi dengan para ahli/praktisi yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang sesuai dengan topik pelajaran. maksimum pengulangan yang diizinkan dan durasi pengerjaan latihan).1 Halaman utama dan login.2 Modul Pengembangan Di dalam model pengembangan pelajar dapat menggunakan web untuk berkomunikasi dengan anggota kelompoknya sesuai model pembelajaran CL.2 Komunikasi antara pelajar/pengajar Dalam forum diskusi tersebut pelajar dapat saling berbagi pengetahuan yang dimilikinya dengan anggota kelompok lain yang membahas/mempelajari topik yang sama ( focus group). dan dengan menggunakan e-mail. Setelah mengerjakan kuis pelajar dapat langsung melihat hasilnya. soal yang diberikan oleh pengajar ditampilkan secara acak dan mempunyai batasan waktu dalam pengerjaan ujian (tanggal aktifasi latihan.3.3 Modul Pelengkap Pada modul ini dimaksudkan agar pelajar dapat mengerjakan latihan/kuis untuk memberikan gambaran sejauhmana penguasaan materi yang telah dikuasainya.1 Modul Permulaan Ketika situs pembelajaran dibuka. juga disediakan form login bagi yang sudah terdaftar dan pilihan pendaftaran bagi yang belum terdaftar. . Contoh diagram sequence pada desain elearning ini dapat dilihat sebagai berikut. Diawali dari apa yang memicu aktifitas tersebut. Pengajar dapat melihat kemajuan atau aktifitas yang dilakukan pelajar melalui alur pembelajar yang dapat dilihat oleh setiap pengajar sebagai penanggung jawab matapelajaran. 5. submit( ) cek userid( ) cek password( ) cek password( ) return verifikasi( ) verifikasi user( ) verifikasi ditolak( ) return verifikasi( ) Gambar 4.4 Diagram sequence untuk use case login. Implementasi Dan Pengujian Sistem Pada tahapan ini aplikasi sistem pembelajaran berbasis web model CL diimplementasikan berdasarkan pada rancangan yag telah dilakukan pada tahapan sebelumnya. Gambar 5.

hasil analisis dan perancangan serta pengujian sistem pembelajaran berbasis web model CL. maka jika prototipe sistem pembelajaran berbasis CL model CL diimplementasikan. Concepts. Anita (2005). Alabama Supercomputing Program Inspire Computational Research in Education. University Mirail. Cooperative Learning: mempraktekkan cooperative learning di ruangruang kelas.00 4.38 4. [20] ______________ (2004). Experiences. New York. [10] Gentry. [8] Empy Effendi. Aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model CL ini akan melengkapi dan memperkaya metoda dan model pembelajaran yang telah ada. Roger S. (1999).73 3. McGraw Hill Companies. McGraw Hill.G. and Feletti. Integrating ICT into Educations. 5.90 3. [3] Batatia.75 3. 6. Kesimpulan Berdasarkan pada masalah yang timbul.50 1. Design and Assessing Course and Curiculla: A Practical Guide. dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran berbasis web dengan menggunakan cooperative learning membawa dampak positif untuk proses pembelajaran baik dari sisi akademik maupun dari sisi soft skill. 2. Penerbit grasindo. Person-Centered Learning: Strategy. Patterns for Blended. Handbook of Distance Learning. Martin (2004). Renate (2003). Arends.I. diperoleh nilai rata-rata jawaban dari responden diatas 3 (skala 5). Robert (1994). [6] Derntl. [15] Slavin. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan . Learning Resourch Center. [18] Yulaelawati. McGraw Hill Companies. Learning to Teach. [16] Slavin. Thailand.W. Kurikulum dan Pembelajaran: Filosofi. and Evaluation. Software Engineering : A Practitioner Approach.83 4. sehingga sejalan dengan paradigma pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning). Departemen Kesehatan Indonesia. Kogan Page. R.(1997). New York.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 No. Glencoe McGraw Hill. London. University of Alabama. Richard. University of Vienna. The Challenge of Problem-Based Learning. Hadj (2005).M. Michael and Motschnig-Pitrik. [13] Pressman . Sebagai solusi alternatif dari kurangnya interaksi pelajar dengan pengajar akibat keterbatasan sarana dan prasana serta tenaga pengajar untuk mendukung proses pembelajaran.88 4. [11] Hartley Darin E. McLaughlin. Toulouse. [5] Chute.93 4. A Model For An Innovative Project-Based Learning Management System For Engineering Education. Huntsville. and Smith. Pearson Education Inc. I. (1991).Gambar 5. 1. Elearning : Konsep dan Aplikasinya . Selling e-Learning.. UML Distilled: A Briefs Guide to the Standard Object Modeling Language.70 3. Richard. (1997). Massachusetts.. (2001).4 Hasil pengolahan data kuisioner. Merril Physical Science Teacher. [17] Thompson. Laporan Bechmarking di QUT & USQ. Educational Psychology: Theory and Practice. [2] Arends. Aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model CL selain meningkatkan pestasi akademik juga akan mengembangkan dan melatih pelajar dalam keterampilan sosial seperti bekerjasama dalam kelompok dan berkomunikasi. R. Dari kuisioner yang disebarkan kepada responden.00 4.80 3.18 3.85 Gambar 5. New York. Prakanong Bangkok 10110.50 4.50 Rata-rata 3. Jakarta. [9] Fowler. DAFTAR PUSTAKA [1]. Allyn and Bacon Publisher. Jakarta.63 3. Massachusetts.00 2.10 4. 3. San Francisco.5 Grafik hasil kuisioner penelitian Berdasarkan hasil kuisioner bagian A dan B. I. Robert (1995). Allyn and Bacon Publisher. Yogyakarta. New York. setelah menggunakan aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model Cl diperoleh hasil sebagaimana ditunjukan grafik berikut. Edna (2002). (1995). 4. Ella (2004). [7] Diamond. Wina (2006). Alan G. Penerbit ANDI. McGraw-Hill. Pertanyaan 3. Cooperative Learning Theory. Hartono Zhuang (2005). Problem-based Classrooms. . Austria. New York. [19] ______________ (2004). Bandung.38 3. [4] Boud. New York [14] Sanjaya.13 4. C. Classroom Instruction and Management. Kencana Prenada Media. G..00 0..10 3. M.00 3. Teori dan Aplikasi . New York. (2007). UNESCO Asia and Pacific Regional Bureau for Education 920 Sukhumvit Rd. (1998).50 0. Aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model CL ini akan memacu siswa untuk berperan secara aktif dalam proses pembelajaran. [12] Lie. Jossey Bass Inc. 5.00 1. American Society for Training and Development. Department of Computer Science and Business Informatics. D.50 2.. Pakar Raya.4 Contoh latihan/kuis dalam bentuk pilihan ganda. kesimpulan yang dapat diambil sebagai berikut.

Learning Management Systems Overview. http://www.ascilite.au/ajet/ajet3/divaharan. 20 Nopember 2006. Australian Journal of Educational Technology. shanty (2003). Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.30 WIB. Australian Journal of Educational Technology.php?yr=0203&id=3.h tml.ascilite.30 WIB. Tim Koordinasi Telematika Indonesia. Rencana Strategis Pendidikan Menengah Kejuruan 2004-2009. [22] ______________ (2004).maricopa. student centered learning experience in the Malaysian classroom. 12. [25] Brandt. http://www. Vol.edu/ocotillo/papers/i ndex. Glossary of e-Learning Terms.ascilite. (2003). 12.[21] ______________ (2004). [23] ______________ (2001). 20 Nopember 2006.20. http://www. http://www.18.au/ajet/ajet20/neo.Com.3. Computer supported teamwork: An integrative approach to evaluating cooperative learning in an online environment .org. [26] Divaharan. LearnFrame. An attempt to enhance the quality of cooperative learning through peer assessment. 10 Januari 2006. Cooperative learning on the web: A group based. Vol. 20 Nopember 2006. (2002).23 WIB. Mai (2004).org.mcli. Dikmenjur. [24] ______________ (2001).html.au/ajet/ajet18/McLoughkin. Kerangka Teknologi Informasi Nasional : TI untuk Pendidikan. 20 Nopember 2006.html.30 WIB. Australian Journal of Educational Technology. 12. .dist. [27] McLoughhlin. C. Kurikulum SMK Edisi 2004. [28] Neo.30WIB. 171190. Ocotillopaper.org. Sheila et Al. Vol. 10. 14.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful