P. 1
contoh-jurnal

contoh-jurnal

|Views: 10|Likes:
Published by Yuri Adixs Ucux'sae

More info:

Published by: Yuri Adixs Ucux'sae on Jun 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2014

pdf

text

original

PERANCANGAN SISTEM PEMBELAJARAN BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL COOPERATIVE LEARNING (CL

)
Iwan Sonjaya, Kuspriyanto, Aciek Ida Wuryandari, Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung i_sonjaya@yahoo.com, kuspriyanto@yahoo.com, aciek@lskk.ee.itb.ac.id In the effort increasing quality of education to result graduate which high grade quality and acceptable in industrial and business environment, required the improvement of quality both facilities and teacher, but then improvement of facilities and teachers disproportionate with growth of students. Lack of interaction between teacher and student in consequence of restrictiveness facilities and time of interaction became main restrictiveness, one alternative solution to overcome by using web based learning system, besides need to develop learning model of cooperative learning to prepare the graduation who have the ability of hard skill and soft skill as according to demand industrial and business environment. Step of design is literature study, requirement analysis, prototyping design , implementation of prototyping and testing of prototyping with UML modeling system.. By the using the facility of web domain as maximum as possible, learning using model of web cooperative learning is expected to increase the motivation and collaboration in learning activity so the improvement of ability of hard skill and soft skill can be reached. Keywords: web based learning, cooperative learning, soft skill 1. Pendahuluan Perkembangan internet dalam beberapa tahun terakhir ini memungkinkan dunia pendidikan saat ini untuk memanfaatkan teknologi internet dalam proses pembelajaran, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)dalam upaya meningkatkan mutu dan layanan pendidikan guna menghasilkan lulusan yang berkualitas dan terserap dalam dunia usaha/dunia industri (DU/DI), diperlukan peningkatan kualitas dan kuantitas dari sarana dan prasarana serta pengajar, tetapi peningkatan jumlah sarana dan pengajar tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah pelajar ehingga waktu dan tenaga yang dialokasikan oleh pengajar kepada pelajarnya semakin terbatas[22], secara otomatis peningkatan kualitas pendidikan yang diharapkan tidak akan tercapai. Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar serta keterbatasan ruang dan waktu menjadi kendala utama. Untuk itu perlu ada metoda lain yang dapat menangani kondisi tadi. Salah satunya sistem pembelajaran atau dengan menggunakan teknologi internet. Proses pembelajaran dengan menggunakan teknologi internet tetap mengacu kurikulum SMK yang berlaku saat ini. Salah satu unsur utama yang harus ada dalam pembelajaran menggunakan internet adalah adanya interaksi antara siswa dengan guru. Interaksi dapat berlangsung dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di internet, tetapi sistem dan pembelajaran yang digunakan umumnya masih mengacu pada sistem pembelajaran dengan model pembelajaran yang berpusat pada pengajar/guru (teacher centered learning) yang lebih bersifat searah seperti pada sistem pembelajaran tatap muka dikelas, sehingga siswa kurang dipacu untuk lebih aktif menggali materi pelajaran yang ada, selain itu di SMK saat ini, model pembelajaran yang digunakan oleh para guru umumnya masih banyak menggunakan model pembelajaran kompetisi dan individual untuk memacu para siswanya dalam proses pembelajaran sehingga para siswa akan saling bersaing dan saling mengalahkan teman. Disatu sisi ini hal ini sangat posistif sehingga siswa terpacu menjadi yang terbaik, namun sisi negatifnya adalah siswa tidak mempunyai social skill dan kurang dapat menghargai perbedaan antar siswa serta toleransi, sementara siswa SMK yang setelah lulus dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, dimana dalam dunia kerja tidak hanya dituntut kemampuan “hard skill” saja tetapi perlu juga “soft skill” seperti kemampuan bekerjasama dalam tim dan berkomunikasi. Sehingga perlu kiranya dirancang sistem pembelajaran berbasis web yang memasukan unsur-unsur model cooperative learning. 2. Tinjauan E-Learning 2.1 Pengertian e-learning Banyak pakar yang menguraikan definisi e-learning dari berbagai sudut pandang. Definisi yang sering digunakan banyak pihak adalah sebagai berikut. a. E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain [Hartley, 2001]. b. E-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone [LearnFrame.Com, 2001]. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-learning. Keuntungan menggunakan e-learning diantaranya : • menghemat waktu proses belajar mengajar,

Metoda talk dan chalk. belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. Prinsip ketergantungan positif ( positive interdependence). Berdasarkan hal tersebut. . Para siswa harus berpandangan bahwa mereka semua memiliki tujuan yang sama. Mailing list dapat dianalogikan dengan ”usrah”. • kemudahan mendapatkan resource yang lengkap. Metoda konvensional tetap diperlukan. Unsur-unsur dasar dalam CL adalah sebagai berikut[15]. Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi : • arus informasi tetap mengalir setiap waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat. b. Konsep Cooperative Learning Cooperative learning (CL) merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. 3. peralatan. d. dapat dikatakan bahwa internet bukanlah pengganti sistem pendidikan. a. Metoda ini mampu menghilangkan jarak antara pakar dengan pelajar. Suasana yang hangat dan non formal pada mailing list ternyata menjadi cara pembelajaran yang efektif seperti pada metoda ”usrah”. Para siswa harus memiliki tanggungjawab terhadap siswa atau peserta didik lain dalam kelompoknya. • daya tampung meningkat. • melatih pelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. • menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur. a. Prestasi akademik. Metoda ”nyantri” dan ”usrah” mengalami modifikasi menjadi diskusi melalui mailing list. Pengembangan keterampilan sosial. buku). dimana pakar akan berdiskusi bersama anggota mailing list. setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. c. Teknologi internet menunjang pelajar yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati pendidikan. bersifat interaktif. Metoda talk dan chalk dimodifikasi menjadi online conference. maka internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang khas. yaitu a. Tanggung jawab perseorangan (individual accountability). hanya saja dapat dimodifikasi ke bentuk lain. 3. 3. Berdasarkan uraian di atas. memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun asinkron. e. c. Kehadiran internet lebih bersifat sebagai pelengkap. dan chatting. c. Penerimaan terhadap perbedaan individu. Para siswa membagi tugas dan berbagi tanggungjawab di antara para anggota kelompok.2 Manfaat Internet sebagai Media Pendidikan Teknologi internet hadir sebagai media yang multifungsi. • adanya standardisasi pembelajaran. Para siswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan bekerja sama selama belajar. 3. Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seperti pada metoda konvensional dengan adanya aplikasi teleconference. Partisipasi dan komunikasi ( participation communication). f. d. Para siswa diberikan satu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi kelompok.1 Tujuan cooperative learning Model CL dikembangkan untuk mencapai setidaktidaknya tiga tujuan pembelajaran penting sebagai berikut. Dalam CL. Karakteristik ini memungkinkan pelajar melakukan komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas bila dibandingkan dengan hanya menggunakan media konvensional.2 Prinsip-Prinsip Cooperative Learning a. Setiap siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. ”usrah” dapat dimodifikasi dalam bentuk komunikasi melalui e-mail. sebagai media interpersonal dan massa. Interaksi tatap muka (face to face promotion interaction).• mengurangi biaya perjalanan. selain tanggungjawab terhadap diri sendiri dalam mempelajari materi yang dihadapi. yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list). b. c. • aktifitas pembelajaran pelajar meningkat. mailing list. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpersonal (misalnya e-mail dan chatting) atau secara masal. 2. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya. • menjangkau wilayah geografis yang lebih luas. b. b. ”nyantri”.3 Langkah-langkah cooperative learning Langkah-langkah atau mekanisme untuk pembelajaran dengan model CL menurut David Horsnby dapat dijelaskan dengan gambar berikut. • meningkatkan learning outcomes baik kuantitas/kualitas.

Merangkum. Investigasi kelompok. karena keputusan yang dibuat adalah tang-gung jawab kelompoknya.3. a. g. Penengah. Menerangkan. dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri. yaitu kelompok siswa dari anggota home group berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota home groupnya. a. Home group. akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri.. Fasilitator. mengembangkan keterampilan mengatur waktu. Siswa dapat berpraktik memecahkan masalah tanpa takut membuat kesalahan. menemukan informasi dari berbagai sumber dan belajar dari siswa yang lain. h. Merencanakan. CL merupakan suatu strategi yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial. . Pendekatan struktural. Keunggulan CL sebagai suatu strategi pembelajaran di antaranya: a. dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membanding-kannya dengan ide-ide orang lain. hubungan interpersonal yang positif dengan yang lain. d. dan sikap positif terhadap sekolah. tapi dapat memiliki berbagai peran sebagai berikut.7 Peran Pengajar dalam Cooperative Learning Pengajar dalam metoda pembelajaran kooperatif tidak lagi memberikan ceramah didepan kelas.1 Mekanisme pembelajaran dengan model CL. Student Teams Achievement Division (STAD). Pelatih (coach). f. b. termasuk mengembangkan rasa harga diri. terdapat home group dan focus group. Model. Pada model CL tipe jigsaw.1 Deskripsi Desain Pembelajaran berbasis Web Model CL Gambar 3.23 Ilustrasi kelompok jigsaw.Analisis Dan Perancangan Sistem 4. e. e. c. Mengkritik. g. Gambar 3. 4.6 Peran Siswa dalam Cooperative Learning Dalam CL siswa mempunyai berperan dalam proses pembelajaran sebagai berikut. Focus group. interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir. Jigsaw.8 Keunggulan Cooperative Learning. 3. yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan. f. Hal ini berguna untuk proses pendidikan jangka panjang. Di sini akan diuraikan secara ringkas masing-masing pendekatan tersebut. melalui CL siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru. Bertanya. c. dapat membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan. c. Ada empat pendekatan CL[2]. dapat membantu memberdayakan seriap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.4 Pendekatan dalam Cooperative Learning Walaupun prinsip dasar CL tidak berubah. dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata. asal. b. d. Mencatat.5 Cooperative Learning Tipe Jigsaw CL tipe jigsaw adalah suatu tipe CL yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya[2]. b. c. d. a. terdapat beberapa variasi dari model tersebut. 3. 3. Hubungan antara home group dan focus group digambarkan sebagai berikut[1]. dan latar belakang yang beragam. menerima umpan balik. b. 3.

menurut kebutuhan dan pilihannya sendiri. Use case dan Aktor Untuk menjelaskan use case dan aktor yang terkait dengan sistem ini.  Pengajar bertanggungjawab dalam membuat kerangka pembelajaran dari mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya . maka CL yang akan dibuat di dalam lingkungan web terbagi dalam enam fase tahapan yakni : • menyampaikan tujuan. Diagram Use case  .2 Desain Perangkat CL Untuk mengimplementasikan CL di dalam lingkungan web dibutuhkan pembangunan dan pengembangan beberapa perangkat yang mendukung.1 Peran orang yang terkait dengan sistem. mendaftarkan mata pelajaran tertentu.1 Peran SDM Orang yang terkait dengan pembelajaran dan perannya dalam kegiatan pembelajaran ini ditunjukkan pada Tabel 4.Berdasarkan kegiatan pengajar dan pelajar dalam pendekatan CL. refleksi dan publikasi. 4. dan profil belajarnya untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Tabel 4. 4. • Dapat mendukung aktifitas semua aktor yang berhubungan dengan pembelajaran model CL (pengajar.  Admin diberikan wewenang yang tinggi dalam membuat kelas. b. dan format evaluasi. resource terkait.3 Pemodelan Sistem 4. Pengajar hanya sebagai fasilitator dan pemandu dalam proses belajar. admin).1. 4.3. • Dapat menggunakan jaringan intranet maupun internet. menambahkan pengajar dan pelajar baru ke database. membuat jawaban yang diminta oleh pelajar. • mengorganisasikan siswa dalam kelompokkelompok. Juga harus mengikuti petunjuk dan prosedur kegiatan pembelajaran. pelajar.  Pelajar harus mendaftarkan informasi lengkap ke dalam sistem.2. menjawab pertanyaan. peran di atas didasarkan pada teori kognitif yang menekankan aktifitas eksplorasi secara aktif. mengatur daftar pelajar untuk mata pelajaran tertentu dan daftar mata pelajaran yang ditangani pengajar tertentu. dipertimbangkan peran dan fungsi yang telah diuraikan di atas.1. • Dapat digunakan untuk semua metoda pembelajaran model CL. Pelajar diharapkan mencari dan memilih informasi yang tersedia sesuai dengan langkahnya sendiri. • menyajikan informasi. membuat jadwal dan mengerjakan tugas. • Dapat digunakan untuk berbagai mata pelajaran. 4. Orang Terkait Pelajar Peran        Mengikuti pembelajaran model CL Mencari/mempelajari sumber/materi belajar yg sesuai Mencari sumber informasi Mengajukan pertanyaan Berkolaborasi di dalam kelompok Aktif dalam diskusi Saling berhubungan dengan pelajar lain baik face-to-face maupun melalui e-mail Berkomunikasi dengan pengajar atau praktisi berpengalaman dibidang yang sesuai. menampilkan hasilnya dan menilai tugas dan laporan pelajar. Pengajar          Admin    Merencanakan pembelajaran Mengatur sumber belajar dan situs terkait Menampilkan dan memperbaharui informasi pembelajaran Memunculkan topik diskusi Melayani koreksi (baik faceto-face atau melalui e-mail) Memberikan saran kepada pelajar Menilai pelajar Memantau kemajuan pelajar Membuat dan mengatur kelompok Menata fasilitas pembelajaran Menata data user Melayani bantuan teknis Desain ini memperkaya cara mengajar dimana pelajar sebagai pusat (student centered learning). • pelaksanaan pembelajaran. Berikut skenario dari proses pembelajaran berbasis web ini. Berikut gambaran umum dari kriteria perangkat yang dibutuhkan. konstruktif dalam pemecahan masalah.1 Use case dan Diagram Use case a.2 Analisis Kebutuhan Berikut deskripsi dan analisis dari desain sistem pembelajaran berbasis web untuk mendukung proses pembelajaran dengan pendekatan CL. • penilaian dan evaluasi. catatan penting. • presentasi. Memeriksa kesesuaian antara pengerjaan tugas dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. dan mengerjakan aktifitas lain yang mendukung proses pembelajaran sesuai acuan pengajar. teman. membuat laporan atau presentasi. • Dapat digunakan untuk pembelajaran lokal maupun jarak jauh.

keputusan yang mungkin terjadi. Suatu aktifitas dapat direalisasikan oleh satu use case atau lebih.3. 4. sedangkan use case menggambarkan bagaimana aktor menggunakan sistem untuk melakukan aktifitas. dan bagaimana berakhir. 4. a.Mengelola user sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi). Contoh diagram aktifitas dapat dilihat sebagai berikut.2 Diagram Aktifitas Diagram aktifitas menggambarkan berbagai alir aktifitas dalam sistem yang sedang dirancang.2. aktifitas menggambarkan proses yang sedang berjalan. . Diagram use case sistem. Diagram aktifitas dari use case membuat deskripsi mata pelajaran (aktor : pengajar).3 Diagram Kelas Kelas adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah obyek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi obyek. formLogin userid : String password : String submit() return verifikasi() formUser userid password status cek userid() cek password() cek status() save() update() delete() M engelola kelas Admin M engelola matapelajaran M engelola kategori matapelajaran Pesan M engelola kelompok Outline pembelajaran <<include>> Pengumuman User formOtoritas userid : String verifikasi user() verifikasi ditolak() open() Guru Dokumen pendukung Login Gambar 4. Kelas menggambarkan keadaan (atribut/property) suatu sistem. Diagram kelas untuk use case login. bagaimana masingmasing alir berawal.3.3 Diagram kelas untuk use case login. Aktor Web Database Mulai Pilih daftar pelajaran Ambil data pelajaran yang ada Tampilkan daftar komponen pembelajaran Pilih deskripsi pelajaran Ambil data deskripsi pelajaran cek data deskripsi pelajaran ada Tampilkan deskripsi pelajaran tidak dilanjutkan Tampilkan pesan deskripsi pelajaran belum ada Pilih isi deskripsi pelajaran tidak ada Tampilkan form tambah/edit deskripsi pelajaran Isi form deskripsi Simpan deskripsi ke database Selesai Gambar 4.1. Agenda Link referensi Siswa Tugas Latihan Forum Chat Gambar 4.

1 Modul Permulaan Ketika situs pembelajaran dibuka. Setelah mengerjakan kuis pelajar dapat langsung melihat hasilnya.4 Diagram sequence untuk use case login.1 Halaman utama dan login.2 Komunikasi antara pelajar/pengajar Dalam forum diskusi tersebut pelajar dapat saling berbagi pengetahuan yang dimilikinya dengan anggota kelompok lain yang membahas/mempelajari topik yang sama ( focus group). Gambar 5. pengguna akan dihadapkan pada informasi awal kategori mata pelajaran yang tersedia dan info lainnya. selain itu siswa dapat berkomunikasi dengan para ahli/praktisi yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang sesuai dengan topik pelajaran. Prototipe aplikasi ini dirancang dan diimplementasikan pada intranet pada SMK Negeri 25 Jakarta. sehingga proses pengumpulan tugas dapat dilakukan dengan meng-upload file tersebut. Implementasi Dan Pengujian Sistem Pada tahapan ini aplikasi sistem pembelajaran berbasis web model CL diimplementasikan berdasarkan pada rancangan yag telah dilakukan pada tahapan sebelumnya. maksimum pengulangan yang diizinkan dan durasi pengerjaan latihan).4 Diagram Sequence Diagram sequence biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan keluaran tertentu. chat room. dan dengan menggunakan e-mail. Gambar 5.3 Modul Pelengkap Pada modul ini dimaksudkan agar pelajar dapat mengerjakan latihan/kuis untuk memberikan gambaran sejauhmana penguasaan materi yang telah dikuasainya. 5.3 Pengumpulan file tugas kelompok. Pengajar dapat melihat kemajuan atau aktifitas yang dilakukan pelajar melalui alur pembelajar yang dapat dilihat oleh setiap pengajar sebagai penanggung jawab matapelajaran. HTML). 5. . pdf. proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan keluaran apa yang dihasilkan. soal yang diberikan oleh pengajar ditampilkan secara acak dan mempunyai batasan waktu dalam pengerjaan ujian (tanggal aktifasi latihan. 5. pelajar bertanggung jawab atas bagian dari tugas kelompok yang diberikan kepadanya. Proses selanjutnya adalah menyusun dan mengumpulkan tugas baik kelompok maupun individu ke dalam sebuah dokumen dalam format yang disepakati (ms. : User : formLogin : formUser : formOtoritas Gambar 5. Diawali dari apa yang memicu aktifitas tersebut. juga disediakan form login bagi yang sudah terdaftar dan pilihan pendaftaran bagi yang belum terdaftar.4. sehingga melalui proses sharing informasi tersebut pelajar dapat memahami materi pelajaran secara utuh dan berkewajiban menjelaskan kepada kelompok asalnya (home group).2 Modul Pengembangan Di dalam model pengembangan pelajar dapat menggunakan web untuk berkomunikasi dengan anggota kelompoknya sesuai model pembelajaran CL. atau forum untuk melakukan komunikasi dengan orang lain baik secara individu ataupun kelompok. 5.word. submit( ) cek userid( ) cek password( ) cek password( ) return verifikasi( ) verifikasi user( ) verifikasi ditolak( ) return verifikasi( ) Gambar 4. Contoh diagram sequence pada desain elearning ini dapat dilihat sebagai berikut.3.

Pertanyaan 3. McGraw Hill Companies. Pearson Education Inc. Renate (2003). Dari kuisioner yang disebarkan kepada responden. Aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model CL selain meningkatkan pestasi akademik juga akan mengembangkan dan melatih pelajar dalam keterampilan sosial seperti bekerjasama dalam kelompok dan berkomunikasi. Kencana Prenada Media. 4. University of Alabama.00 4.I. Kogan Page. 6. diperoleh nilai rata-rata jawaban dari responden diatas 3 (skala 5). Alabama Supercomputing Program Inspire Computational Research in Education. Allyn and Bacon Publisher. New York. Department of Computer Science and Business Informatics. [10] Gentry. Jakarta. Hadj (2005). Classroom Instruction and Management. Robert (1994). [17] Thompson. Concepts. Learning Resourch Center. [13] Pressman . Elearning : Konsep dan Aplikasinya . Software Engineering : A Practitioner Approach. McLaughlin. (1991). Cooperative Learning Theory. Glencoe McGraw Hill.. 2.W.00 1. New York. 5. Penerbit ANDI.M.(1997). Toulouse.G. Penerbit grasindo. Pakar Raya. Learning to Teach. New York. 3. Design and Assessing Course and Curiculla: A Practical Guide. [4] Boud. University of Vienna. and Evaluation.. London. Massachusetts. Teori dan Aplikasi . New York. [15] Slavin. [8] Empy Effendi.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 No. New York. Kurikulum dan Pembelajaran: Filosofi.73 3. kesimpulan yang dapat diambil sebagai berikut.75 3. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan . D. A Model For An Innovative Project-Based Learning Management System For Engineering Education. R. setelah menggunakan aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model Cl diperoleh hasil sebagaimana ditunjukan grafik berikut.18 3. Allyn and Bacon Publisher. and Smith. Kesimpulan Berdasarkan pada masalah yang timbul.Gambar 5.50 0. Sebagai solusi alternatif dari kurangnya interaksi pelajar dengan pengajar akibat keterbatasan sarana dan prasana serta tenaga pengajar untuk mendukung proses pembelajaran. Yogyakarta. Huntsville.13 4. sehingga sejalan dengan paradigma pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning).10 3.83 4. [5] Chute. hasil analisis dan perancangan serta pengujian sistem pembelajaran berbasis web model CL.50 2. R. McGraw Hill.50 1. Roger S. Selling e-Learning. Anita (2005). Jossey Bass Inc. [2] Arends. Integrating ICT into Educations. [16] Slavin.50 4.5 Grafik hasil kuisioner penelitian Berdasarkan hasil kuisioner bagian A dan B. [9] Fowler. Arends. Ella (2004). Bandung. Person-Centered Learning: Strategy.80 3. Robert (1995). Jakarta.. American Society for Training and Development. Wina (2006).10 4. (1999). Educational Psychology: Theory and Practice. I. UNESCO Asia and Pacific Regional Bureau for Education 920 Sukhumvit Rd. [3] Batatia.88 4. I. McGraw-Hill. McGraw Hill Companies.00 0. Richard. Departemen Kesehatan Indonesia.90 3. M. [6] Derntl. [18] Yulaelawati. and Feletti.38 3. University Mirail. Hartono Zhuang (2005). [19] ______________ (2004). Austria.85 Gambar 5. (1995). Martin (2004). Cooperative Learning: mempraktekkan cooperative learning di ruangruang kelas. New York. DAFTAR PUSTAKA [1]. Aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model CL ini akan memacu siswa untuk berperan secara aktif dalam proses pembelajaran. Laporan Bechmarking di QUT & USQ. New York [14] Sanjaya. Handbook of Distance Learning. San Francisco. Richard.00 2.93 4. Merril Physical Science Teacher. (1998). Patterns for Blended. Aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model CL ini akan melengkapi dan memperkaya metoda dan model pembelajaran yang telah ada. . 5.63 3. (2001).50 Rata-rata 3. [12] Lie. Michael and Motschnig-Pitrik..4 Hasil pengolahan data kuisioner. C.4 Contoh latihan/kuis dalam bentuk pilihan ganda. [20] ______________ (2004). 1. The Challenge of Problem-Based Learning. Edna (2002).00 4. Problem-based Classrooms. Alan G. maka jika prototipe sistem pembelajaran berbasis CL model CL diimplementasikan. UML Distilled: A Briefs Guide to the Standard Object Modeling Language. G. Experiences. Thailand. (2007). (1997).00 3. dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran berbasis web dengan menggunakan cooperative learning membawa dampak positif untuk proses pembelajaran baik dari sisi akademik maupun dari sisi soft skill. Massachusetts. Prakanong Bangkok 10110. [7] Diamond.70 3. [11] Hartley Darin E..38 4.

Vol.18.h tml. 14.[21] ______________ (2004). (2002). 10. Rencana Strategis Pendidikan Menengah Kejuruan 2004-2009. Australian Journal of Educational Technology. Glossary of e-Learning Terms.au/ajet/ajet3/divaharan.au/ajet/ajet20/neo. (2003).au/ajet/ajet18/McLoughkin.ascilite.html. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. [22] ______________ (2004). An attempt to enhance the quality of cooperative learning through peer assessment.org. [27] McLoughhlin. [25] Brandt. 20 Nopember 2006.23 WIB. [26] Divaharan. [23] ______________ (2001). Vol. 12. 171190.mcli.dist. Cooperative learning on the web: A group based. Dikmenjur.org. 12. Vol.3.ascilite. Australian Journal of Educational Technology. 12.20.30 WIB. http://www. http://www. 20 Nopember 2006.30 WIB.org.php?yr=0203&id=3. student centered learning experience in the Malaysian classroom. [28] Neo.html. 10 Januari 2006. .Com. http://www. 20 Nopember 2006.edu/ocotillo/papers/i ndex. Sheila et Al. Tim Koordinasi Telematika Indonesia.ascilite. Australian Journal of Educational Technology.30 WIB. 20 Nopember 2006.maricopa. Learning Management Systems Overview. Ocotillopaper. Kurikulum SMK Edisi 2004. Kerangka Teknologi Informasi Nasional : TI untuk Pendidikan. [24] ______________ (2001).30WIB. shanty (2003). LearnFrame. Computer supported teamwork: An integrative approach to evaluating cooperative learning in an online environment . C. Mai (2004). http://www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->