PERANCANGAN SISTEM PEMBELAJARAN BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL COOPERATIVE LEARNING (CL

)
Iwan Sonjaya, Kuspriyanto, Aciek Ida Wuryandari, Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung i_sonjaya@yahoo.com, kuspriyanto@yahoo.com, aciek@lskk.ee.itb.ac.id In the effort increasing quality of education to result graduate which high grade quality and acceptable in industrial and business environment, required the improvement of quality both facilities and teacher, but then improvement of facilities and teachers disproportionate with growth of students. Lack of interaction between teacher and student in consequence of restrictiveness facilities and time of interaction became main restrictiveness, one alternative solution to overcome by using web based learning system, besides need to develop learning model of cooperative learning to prepare the graduation who have the ability of hard skill and soft skill as according to demand industrial and business environment. Step of design is literature study, requirement analysis, prototyping design , implementation of prototyping and testing of prototyping with UML modeling system.. By the using the facility of web domain as maximum as possible, learning using model of web cooperative learning is expected to increase the motivation and collaboration in learning activity so the improvement of ability of hard skill and soft skill can be reached. Keywords: web based learning, cooperative learning, soft skill 1. Pendahuluan Perkembangan internet dalam beberapa tahun terakhir ini memungkinkan dunia pendidikan saat ini untuk memanfaatkan teknologi internet dalam proses pembelajaran, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)dalam upaya meningkatkan mutu dan layanan pendidikan guna menghasilkan lulusan yang berkualitas dan terserap dalam dunia usaha/dunia industri (DU/DI), diperlukan peningkatan kualitas dan kuantitas dari sarana dan prasarana serta pengajar, tetapi peningkatan jumlah sarana dan pengajar tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah pelajar ehingga waktu dan tenaga yang dialokasikan oleh pengajar kepada pelajarnya semakin terbatas[22], secara otomatis peningkatan kualitas pendidikan yang diharapkan tidak akan tercapai. Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar serta keterbatasan ruang dan waktu menjadi kendala utama. Untuk itu perlu ada metoda lain yang dapat menangani kondisi tadi. Salah satunya sistem pembelajaran atau dengan menggunakan teknologi internet. Proses pembelajaran dengan menggunakan teknologi internet tetap mengacu kurikulum SMK yang berlaku saat ini. Salah satu unsur utama yang harus ada dalam pembelajaran menggunakan internet adalah adanya interaksi antara siswa dengan guru. Interaksi dapat berlangsung dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di internet, tetapi sistem dan pembelajaran yang digunakan umumnya masih mengacu pada sistem pembelajaran dengan model pembelajaran yang berpusat pada pengajar/guru (teacher centered learning) yang lebih bersifat searah seperti pada sistem pembelajaran tatap muka dikelas, sehingga siswa kurang dipacu untuk lebih aktif menggali materi pelajaran yang ada, selain itu di SMK saat ini, model pembelajaran yang digunakan oleh para guru umumnya masih banyak menggunakan model pembelajaran kompetisi dan individual untuk memacu para siswanya dalam proses pembelajaran sehingga para siswa akan saling bersaing dan saling mengalahkan teman. Disatu sisi ini hal ini sangat posistif sehingga siswa terpacu menjadi yang terbaik, namun sisi negatifnya adalah siswa tidak mempunyai social skill dan kurang dapat menghargai perbedaan antar siswa serta toleransi, sementara siswa SMK yang setelah lulus dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, dimana dalam dunia kerja tidak hanya dituntut kemampuan “hard skill” saja tetapi perlu juga “soft skill” seperti kemampuan bekerjasama dalam tim dan berkomunikasi. Sehingga perlu kiranya dirancang sistem pembelajaran berbasis web yang memasukan unsur-unsur model cooperative learning. 2. Tinjauan E-Learning 2.1 Pengertian e-learning Banyak pakar yang menguraikan definisi e-learning dari berbagai sudut pandang. Definisi yang sering digunakan banyak pihak adalah sebagai berikut. a. E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain [Hartley, 2001]. b. E-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone [LearnFrame.Com, 2001]. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-learning. Keuntungan menggunakan e-learning diantaranya : • menghemat waktu proses belajar mengajar,

Tanggung jawab perseorangan (individual accountability). e. • melatih pelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. Konsep Cooperative Learning Cooperative learning (CL) merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. 3. a. d. Para siswa harus berpandangan bahwa mereka semua memiliki tujuan yang sama. dimana pakar akan berdiskusi bersama anggota mailing list. sebagai media interpersonal dan massa. setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. b. 3. Prestasi akademik. Berdasarkan hal tersebut. Metoda talk dan chalk dimodifikasi menjadi online conference. ”usrah” dapat dimodifikasi dalam bentuk komunikasi melalui e-mail. d.2 Prinsip-Prinsip Cooperative Learning a. mailing list. Suasana yang hangat dan non formal pada mailing list ternyata menjadi cara pembelajaran yang efektif seperti pada metoda ”usrah”. Para siswa membagi tugas dan berbagi tanggungjawab di antara para anggota kelompok. • menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur. c. Mailing list dapat dianalogikan dengan ”usrah”. hanya saja dapat dimodifikasi ke bentuk lain. Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi : • arus informasi tetap mengalir setiap waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat. Unsur-unsur dasar dalam CL adalah sebagai berikut[15]. • menjangkau wilayah geografis yang lebih luas. a. • meningkatkan learning outcomes baik kuantitas/kualitas. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpersonal (misalnya e-mail dan chatting) atau secara masal. Para siswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan bekerja sama selama belajar. dan chatting.3 Langkah-langkah cooperative learning Langkah-langkah atau mekanisme untuk pembelajaran dengan model CL menurut David Horsnby dapat dijelaskan dengan gambar berikut. 2.1 Tujuan cooperative learning Model CL dikembangkan untuk mencapai setidaktidaknya tiga tujuan pembelajaran penting sebagai berikut. Kehadiran internet lebih bersifat sebagai pelengkap. belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. yaitu a. c. 3. Berdasarkan uraian di atas. Pengembangan keterampilan sosial. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya. Para siswa harus memiliki tanggungjawab terhadap siswa atau peserta didik lain dalam kelompoknya. 3. memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun asinkron. b. dapat dikatakan bahwa internet bukanlah pengganti sistem pendidikan. Prinsip ketergantungan positif ( positive interdependence). • aktifitas pembelajaran pelajar meningkat. Karakteristik ini memungkinkan pelajar melakukan komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas bila dibandingkan dengan hanya menggunakan media konvensional.2 Manfaat Internet sebagai Media Pendidikan Teknologi internet hadir sebagai media yang multifungsi. Teknologi internet menunjang pelajar yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati pendidikan. yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list). b. Metoda ini mampu menghilangkan jarak antara pakar dengan pelajar. Penerimaan terhadap perbedaan individu. • kemudahan mendapatkan resource yang lengkap. Para siswa diberikan satu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi kelompok. buku). Setiap siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. Metoda ”nyantri” dan ”usrah” mengalami modifikasi menjadi diskusi melalui mailing list. Metoda konvensional tetap diperlukan.• mengurangi biaya perjalanan. • adanya standardisasi pembelajaran. Dalam CL. Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seperti pada metoda konvensional dengan adanya aplikasi teleconference. ”nyantri”. bersifat interaktif. . • daya tampung meningkat. peralatan. Interaksi tatap muka (face to face promotion interaction). Partisipasi dan komunikasi ( participation communication). Metoda talk dan chalk. selain tanggungjawab terhadap diri sendiri dalam mempelajari materi yang dihadapi. f. c. b. maka internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang khas. c.

d. e.. a. Investigasi kelompok. Mengkritik. 3. Jigsaw. Merangkum. karena keputusan yang dibuat adalah tang-gung jawab kelompoknya. dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri. 3. menemukan informasi dari berbagai sumber dan belajar dari siswa yang lain.6 Peran Siswa dalam Cooperative Learning Dalam CL siswa mempunyai berperan dalam proses pembelajaran sebagai berikut. Pada model CL tipe jigsaw. Mencatat. c. yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan. Hal ini berguna untuk proses pendidikan jangka panjang.3.4 Pendekatan dalam Cooperative Learning Walaupun prinsip dasar CL tidak berubah. Focus group. dapat membantu memberdayakan seriap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar. Pendekatan struktural. g. Fasilitator. b. 3. mengembangkan keterampilan mengatur waktu.1 Mekanisme pembelajaran dengan model CL. Hubungan antara home group dan focus group digambarkan sebagai berikut[1]. Di sini akan diuraikan secara ringkas masing-masing pendekatan tersebut. g. h. e.8 Keunggulan Cooperative Learning. b.7 Peran Pengajar dalam Cooperative Learning Pengajar dalam metoda pembelajaran kooperatif tidak lagi memberikan ceramah didepan kelas. yaitu kelompok siswa dari anggota home group berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota home groupnya. a. tapi dapat memiliki berbagai peran sebagai berikut. a. menerima umpan balik. f. akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri. Home group. terdapat home group dan focus group. hubungan interpersonal yang positif dengan yang lain. Bertanya. c. b. Menerangkan. Merencanakan. dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membanding-kannya dengan ide-ide orang lain. interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir. Model. Pelatih (coach).23 Ilustrasi kelompok jigsaw. 4. dapat membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan. Student Teams Achievement Division (STAD). d.5 Cooperative Learning Tipe Jigsaw CL tipe jigsaw adalah suatu tipe CL yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya[2]. CL merupakan suatu strategi yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial. Siswa dapat berpraktik memecahkan masalah tanpa takut membuat kesalahan.1 Deskripsi Desain Pembelajaran berbasis Web Model CL Gambar 3. c. d. . Gambar 3. f. dan latar belakang yang beragam. Ada empat pendekatan CL[2]. Penengah.Analisis Dan Perancangan Sistem 4. melalui CL siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru. termasuk mengembangkan rasa harga diri. Keunggulan CL sebagai suatu strategi pembelajaran di antaranya: a. asal. 3. dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata. dan sikap positif terhadap sekolah. terdapat beberapa variasi dari model tersebut. b. c.

admin). Berikut gambaran umum dari kriteria perangkat yang dibutuhkan. dipertimbangkan peran dan fungsi yang telah diuraikan di atas. membuat jawaban yang diminta oleh pelajar. Tabel 4. • Dapat digunakan untuk berbagai mata pelajaran. menambahkan pengajar dan pelajar baru ke database.1. Pelajar diharapkan mencari dan memilih informasi yang tersedia sesuai dengan langkahnya sendiri.1. • penilaian dan evaluasi.1 Use case dan Diagram Use case a. Pengajar hanya sebagai fasilitator dan pemandu dalam proses belajar. maka CL yang akan dibuat di dalam lingkungan web terbagi dalam enam fase tahapan yakni : • menyampaikan tujuan. b. menjawab pertanyaan. dan profil belajarnya untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.2 Analisis Kebutuhan Berikut deskripsi dan analisis dari desain sistem pembelajaran berbasis web untuk mendukung proses pembelajaran dengan pendekatan CL. • Dapat digunakan untuk semua metoda pembelajaran model CL. • presentasi. • Dapat menggunakan jaringan intranet maupun internet. membuat jadwal dan mengerjakan tugas. dan mengerjakan aktifitas lain yang mendukung proses pembelajaran sesuai acuan pengajar. Pengajar          Admin    Merencanakan pembelajaran Mengatur sumber belajar dan situs terkait Menampilkan dan memperbaharui informasi pembelajaran Memunculkan topik diskusi Melayani koreksi (baik faceto-face atau melalui e-mail) Memberikan saran kepada pelajar Menilai pelajar Memantau kemajuan pelajar Membuat dan mengatur kelompok Menata fasilitas pembelajaran Menata data user Melayani bantuan teknis Desain ini memperkaya cara mengajar dimana pelajar sebagai pusat (student centered learning). • menyajikan informasi. membuat laporan atau presentasi. Berikut skenario dari proses pembelajaran berbasis web ini.  Pelajar harus mendaftarkan informasi lengkap ke dalam sistem. refleksi dan publikasi. • Dapat mendukung aktifitas semua aktor yang berhubungan dengan pembelajaran model CL (pengajar.1 Peran orang yang terkait dengan sistem. konstruktif dalam pemecahan masalah. 4. • mengorganisasikan siswa dalam kelompokkelompok. resource terkait. teman. 4. mendaftarkan mata pelajaran tertentu. Memeriksa kesesuaian antara pengerjaan tugas dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. • Dapat digunakan untuk pembelajaran lokal maupun jarak jauh. 4. menurut kebutuhan dan pilihannya sendiri.Berdasarkan kegiatan pengajar dan pelajar dalam pendekatan CL. Diagram Use case  .1 Peran SDM Orang yang terkait dengan pembelajaran dan perannya dalam kegiatan pembelajaran ini ditunjukkan pada Tabel 4.  Pengajar bertanggungjawab dalam membuat kerangka pembelajaran dari mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya . Orang Terkait Pelajar Peran        Mengikuti pembelajaran model CL Mencari/mempelajari sumber/materi belajar yg sesuai Mencari sumber informasi Mengajukan pertanyaan Berkolaborasi di dalam kelompok Aktif dalam diskusi Saling berhubungan dengan pelajar lain baik face-to-face maupun melalui e-mail Berkomunikasi dengan pengajar atau praktisi berpengalaman dibidang yang sesuai. pelajar.2 Desain Perangkat CL Untuk mengimplementasikan CL di dalam lingkungan web dibutuhkan pembangunan dan pengembangan beberapa perangkat yang mendukung. 4.  Admin diberikan wewenang yang tinggi dalam membuat kelas.2. dan format evaluasi.3. menampilkan hasilnya dan menilai tugas dan laporan pelajar. Use case dan Aktor Untuk menjelaskan use case dan aktor yang terkait dengan sistem ini. • pelaksanaan pembelajaran. mengatur daftar pelajar untuk mata pelajaran tertentu dan daftar mata pelajaran yang ditangani pengajar tertentu. catatan penting. peran di atas didasarkan pada teori kognitif yang menekankan aktifitas eksplorasi secara aktif.3 Pemodelan Sistem 4. Juga harus mengikuti petunjuk dan prosedur kegiatan pembelajaran.

1. Diagram kelas untuk use case login. keputusan yang mungkin terjadi. Kelas menggambarkan keadaan (atribut/property) suatu sistem. Diagram aktifitas dari use case membuat deskripsi mata pelajaran (aktor : pengajar).2 Diagram Aktifitas Diagram aktifitas menggambarkan berbagai alir aktifitas dalam sistem yang sedang dirancang. 4. Contoh diagram aktifitas dapat dilihat sebagai berikut. 4. Aktor Web Database Mulai Pilih daftar pelajaran Ambil data pelajaran yang ada Tampilkan daftar komponen pembelajaran Pilih deskripsi pelajaran Ambil data deskripsi pelajaran cek data deskripsi pelajaran ada Tampilkan deskripsi pelajaran tidak dilanjutkan Tampilkan pesan deskripsi pelajaran belum ada Pilih isi deskripsi pelajaran tidak ada Tampilkan form tambah/edit deskripsi pelajaran Isi form deskripsi Simpan deskripsi ke database Selesai Gambar 4.3 Diagram Kelas Kelas adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah obyek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi obyek. formLogin userid : String password : String submit() return verifikasi() formUser userid password status cek userid() cek password() cek status() save() update() delete() M engelola kelas Admin M engelola matapelajaran M engelola kategori matapelajaran Pesan M engelola kelompok Outline pembelajaran <<include>> Pengumuman User formOtoritas userid : String verifikasi user() verifikasi ditolak() open() Guru Dokumen pendukung Login Gambar 4. Diagram use case sistem. sedangkan use case menggambarkan bagaimana aktor menggunakan sistem untuk melakukan aktifitas.3.2.Mengelola user sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi). a. bagaimana masingmasing alir berawal. dan bagaimana berakhir.3. Agenda Link referensi Siswa Tugas Latihan Forum Chat Gambar 4. . Suatu aktifitas dapat direalisasikan oleh satu use case atau lebih. aktifitas menggambarkan proses yang sedang berjalan.3 Diagram kelas untuk use case login.

word.2 Modul Pengembangan Di dalam model pengembangan pelajar dapat menggunakan web untuk berkomunikasi dengan anggota kelompoknya sesuai model pembelajaran CL. sehingga melalui proses sharing informasi tersebut pelajar dapat memahami materi pelajaran secara utuh dan berkewajiban menjelaskan kepada kelompok asalnya (home group). Gambar 5. juga disediakan form login bagi yang sudah terdaftar dan pilihan pendaftaran bagi yang belum terdaftar.2 Komunikasi antara pelajar/pengajar Dalam forum diskusi tersebut pelajar dapat saling berbagi pengetahuan yang dimilikinya dengan anggota kelompok lain yang membahas/mempelajari topik yang sama ( focus group). HTML).3. Prototipe aplikasi ini dirancang dan diimplementasikan pada intranet pada SMK Negeri 25 Jakarta.3 Modul Pelengkap Pada modul ini dimaksudkan agar pelajar dapat mengerjakan latihan/kuis untuk memberikan gambaran sejauhmana penguasaan materi yang telah dikuasainya. 5. soal yang diberikan oleh pengajar ditampilkan secara acak dan mempunyai batasan waktu dalam pengerjaan ujian (tanggal aktifasi latihan. dan dengan menggunakan e-mail.3 Pengumpulan file tugas kelompok. 5.4 Diagram Sequence Diagram sequence biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan keluaran tertentu. sehingga proses pengumpulan tugas dapat dilakukan dengan meng-upload file tersebut. proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan keluaran apa yang dihasilkan. Setelah mengerjakan kuis pelajar dapat langsung melihat hasilnya. submit( ) cek userid( ) cek password( ) cek password( ) return verifikasi( ) verifikasi user( ) verifikasi ditolak( ) return verifikasi( ) Gambar 4. maksimum pengulangan yang diizinkan dan durasi pengerjaan latihan). pengguna akan dihadapkan pada informasi awal kategori mata pelajaran yang tersedia dan info lainnya. . Diawali dari apa yang memicu aktifitas tersebut. Pengajar dapat melihat kemajuan atau aktifitas yang dilakukan pelajar melalui alur pembelajar yang dapat dilihat oleh setiap pengajar sebagai penanggung jawab matapelajaran. Proses selanjutnya adalah menyusun dan mengumpulkan tugas baik kelompok maupun individu ke dalam sebuah dokumen dalam format yang disepakati (ms.1 Modul Permulaan Ketika situs pembelajaran dibuka. Gambar 5.4. Contoh diagram sequence pada desain elearning ini dapat dilihat sebagai berikut. Implementasi Dan Pengujian Sistem Pada tahapan ini aplikasi sistem pembelajaran berbasis web model CL diimplementasikan berdasarkan pada rancangan yag telah dilakukan pada tahapan sebelumnya. 5. 5. : User : formLogin : formUser : formOtoritas Gambar 5. selain itu siswa dapat berkomunikasi dengan para ahli/praktisi yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang sesuai dengan topik pelajaran.1 Halaman utama dan login. atau forum untuk melakukan komunikasi dengan orang lain baik secara individu ataupun kelompok. pelajar bertanggung jawab atas bagian dari tugas kelompok yang diberikan kepadanya. chat room.4 Diagram sequence untuk use case login. pdf.

00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 No.83 4.W. DAFTAR PUSTAKA [1]..Gambar 5. New York. (2007). [18] Yulaelawati. setelah menggunakan aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model Cl diperoleh hasil sebagaimana ditunjukan grafik berikut. Department of Computer Science and Business Informatics. Roger S. [19] ______________ (2004). [2] Arends. Merril Physical Science Teacher. Robert (1995). Yogyakarta. (1999). and Feletti. Aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model CL ini akan memacu siswa untuk berperan secara aktif dalam proses pembelajaran. Penerbit ANDI.5 Grafik hasil kuisioner penelitian Berdasarkan hasil kuisioner bagian A dan B. A Model For An Innovative Project-Based Learning Management System For Engineering Education. Learning to Teach. 3.. D. and Evaluation. San Francisco.18 3. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan . Elearning : Konsep dan Aplikasinya . Jakarta. Sebagai solusi alternatif dari kurangnya interaksi pelajar dengan pengajar akibat keterbatasan sarana dan prasana serta tenaga pengajar untuk mendukung proses pembelajaran. [4] Boud. [5] Chute.50 Rata-rata 3.50 2. Pakar Raya. Toulouse. Edna (2002). Software Engineering : A Practitioner Approach. New York [14] Sanjaya.00 0. Laporan Bechmarking di QUT & USQ. New York.50 0. hasil analisis dan perancangan serta pengujian sistem pembelajaran berbasis web model CL.00 3. [13] Pressman . University of Alabama. Pertanyaan 3. (2001). Selling e-Learning. [16] Slavin. sehingga sejalan dengan paradigma pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning). G.00 2. Teori dan Aplikasi . Michael and Motschnig-Pitrik. [6] Derntl. Kencana Prenada Media. Bandung. Massachusetts. [3] Batatia.M. Allyn and Bacon Publisher.13 4. Concepts. UNESCO Asia and Pacific Regional Bureau for Education 920 Sukhumvit Rd. London. Wina (2006). New York.. and Smith. . Design and Assessing Course and Curiculla: A Practical Guide. I. (1991). Kogan Page. maka jika prototipe sistem pembelajaran berbasis CL model CL diimplementasikan. Ella (2004). McGraw-Hill.10 4. [9] Fowler.00 1. I. [7] Diamond. 4. (1995). Educational Psychology: Theory and Practice. Patterns for Blended. Dari kuisioner yang disebarkan kepada responden. Handbook of Distance Learning. New York. M.. McGraw Hill Companies.00 4. [20] ______________ (2004).I. 5. Alan G.00 4. Departemen Kesehatan Indonesia. dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran berbasis web dengan menggunakan cooperative learning membawa dampak positif untuk proses pembelajaran baik dari sisi akademik maupun dari sisi soft skill. UML Distilled: A Briefs Guide to the Standard Object Modeling Language. Glencoe McGraw Hill. American Society for Training and Development. [8] Empy Effendi. New York. diperoleh nilai rata-rata jawaban dari responden diatas 3 (skala 5). Learning Resourch Center. Hadj (2005). Jossey Bass Inc. 2. Thailand.4 Contoh latihan/kuis dalam bentuk pilihan ganda. (1998). Prakanong Bangkok 10110.50 1. Allyn and Bacon Publisher. [10] Gentry. Kurikulum dan Pembelajaran: Filosofi. C. Richard.50 4. 6. Massachusetts. Jakarta.G. Austria.75 3. Kesimpulan Berdasarkan pada masalah yang timbul.88 4. Penerbit grasindo. Aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model CL ini akan melengkapi dan memperkaya metoda dan model pembelajaran yang telah ada. R.63 3. [12] Lie.70 3. McGraw Hill.10 3. Alabama Supercomputing Program Inspire Computational Research in Education.(1997). Arends. Richard. Classroom Instruction and Management.38 3. 1. Anita (2005). Renate (2003). Hartono Zhuang (2005).73 3. McLaughlin. Martin (2004). (1997). New York. [17] Thompson. 5. Pearson Education Inc. Integrating ICT into Educations.. R. [11] Hartley Darin E.4 Hasil pengolahan data kuisioner. Experiences. McGraw Hill Companies. University of Vienna. Problem-based Classrooms. Robert (1994).93 4. Cooperative Learning Theory.85 Gambar 5. Huntsville. Person-Centered Learning: Strategy. University Mirail. [15] Slavin. Aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model CL selain meningkatkan pestasi akademik juga akan mengembangkan dan melatih pelajar dalam keterampilan sosial seperti bekerjasama dalam kelompok dan berkomunikasi.90 3. kesimpulan yang dapat diambil sebagai berikut.80 3. Cooperative Learning: mempraktekkan cooperative learning di ruangruang kelas. The Challenge of Problem-Based Learning.38 4.

10 Januari 2006.h tml. Kerangka Teknologi Informasi Nasional : TI untuk Pendidikan.dist. [27] McLoughhlin. 171190. (2002). shanty (2003).au/ajet/ajet20/neo.html. [28] Neo. 10. LearnFrame. 20 Nopember 2006. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. (2003). Mai (2004). Learning Management Systems Overview.30 WIB.30 WIB. Tim Koordinasi Telematika Indonesia.ascilite. http://www. [24] ______________ (2001). Australian Journal of Educational Technology. [23] ______________ (2001). Sheila et Al. 20 Nopember 2006. C.au/ajet/ajet3/divaharan. 12.html. Rencana Strategis Pendidikan Menengah Kejuruan 2004-2009. Dikmenjur. Computer supported teamwork: An integrative approach to evaluating cooperative learning in an online environment . Glossary of e-Learning Terms.[21] ______________ (2004).20.php?yr=0203&id=3. Kurikulum SMK Edisi 2004.edu/ocotillo/papers/i ndex. 20 Nopember 2006. 12. [22] ______________ (2004). . Australian Journal of Educational Technology. http://www. [25] Brandt.org. Vol.Com. An attempt to enhance the quality of cooperative learning through peer assessment. Cooperative learning on the web: A group based.org. student centered learning experience in the Malaysian classroom. Ocotillopaper.18.23 WIB. Australian Journal of Educational Technology.mcli.ascilite.maricopa. Vol. 20 Nopember 2006.org.30 WIB. [26] Divaharan. http://www. Vol.3. 12.30WIB. http://www. 14.au/ajet/ajet18/McLoughkin.ascilite.