PERANCANGAN SISTEM PEMBELAJARAN BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL COOPERATIVE LEARNING (CL

)
Iwan Sonjaya, Kuspriyanto, Aciek Ida Wuryandari, Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung i_sonjaya@yahoo.com, kuspriyanto@yahoo.com, aciek@lskk.ee.itb.ac.id In the effort increasing quality of education to result graduate which high grade quality and acceptable in industrial and business environment, required the improvement of quality both facilities and teacher, but then improvement of facilities and teachers disproportionate with growth of students. Lack of interaction between teacher and student in consequence of restrictiveness facilities and time of interaction became main restrictiveness, one alternative solution to overcome by using web based learning system, besides need to develop learning model of cooperative learning to prepare the graduation who have the ability of hard skill and soft skill as according to demand industrial and business environment. Step of design is literature study, requirement analysis, prototyping design , implementation of prototyping and testing of prototyping with UML modeling system.. By the using the facility of web domain as maximum as possible, learning using model of web cooperative learning is expected to increase the motivation and collaboration in learning activity so the improvement of ability of hard skill and soft skill can be reached. Keywords: web based learning, cooperative learning, soft skill 1. Pendahuluan Perkembangan internet dalam beberapa tahun terakhir ini memungkinkan dunia pendidikan saat ini untuk memanfaatkan teknologi internet dalam proses pembelajaran, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)dalam upaya meningkatkan mutu dan layanan pendidikan guna menghasilkan lulusan yang berkualitas dan terserap dalam dunia usaha/dunia industri (DU/DI), diperlukan peningkatan kualitas dan kuantitas dari sarana dan prasarana serta pengajar, tetapi peningkatan jumlah sarana dan pengajar tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah pelajar ehingga waktu dan tenaga yang dialokasikan oleh pengajar kepada pelajarnya semakin terbatas[22], secara otomatis peningkatan kualitas pendidikan yang diharapkan tidak akan tercapai. Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar serta keterbatasan ruang dan waktu menjadi kendala utama. Untuk itu perlu ada metoda lain yang dapat menangani kondisi tadi. Salah satunya sistem pembelajaran atau dengan menggunakan teknologi internet. Proses pembelajaran dengan menggunakan teknologi internet tetap mengacu kurikulum SMK yang berlaku saat ini. Salah satu unsur utama yang harus ada dalam pembelajaran menggunakan internet adalah adanya interaksi antara siswa dengan guru. Interaksi dapat berlangsung dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di internet, tetapi sistem dan pembelajaran yang digunakan umumnya masih mengacu pada sistem pembelajaran dengan model pembelajaran yang berpusat pada pengajar/guru (teacher centered learning) yang lebih bersifat searah seperti pada sistem pembelajaran tatap muka dikelas, sehingga siswa kurang dipacu untuk lebih aktif menggali materi pelajaran yang ada, selain itu di SMK saat ini, model pembelajaran yang digunakan oleh para guru umumnya masih banyak menggunakan model pembelajaran kompetisi dan individual untuk memacu para siswanya dalam proses pembelajaran sehingga para siswa akan saling bersaing dan saling mengalahkan teman. Disatu sisi ini hal ini sangat posistif sehingga siswa terpacu menjadi yang terbaik, namun sisi negatifnya adalah siswa tidak mempunyai social skill dan kurang dapat menghargai perbedaan antar siswa serta toleransi, sementara siswa SMK yang setelah lulus dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, dimana dalam dunia kerja tidak hanya dituntut kemampuan “hard skill” saja tetapi perlu juga “soft skill” seperti kemampuan bekerjasama dalam tim dan berkomunikasi. Sehingga perlu kiranya dirancang sistem pembelajaran berbasis web yang memasukan unsur-unsur model cooperative learning. 2. Tinjauan E-Learning 2.1 Pengertian e-learning Banyak pakar yang menguraikan definisi e-learning dari berbagai sudut pandang. Definisi yang sering digunakan banyak pihak adalah sebagai berikut. a. E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain [Hartley, 2001]. b. E-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone [LearnFrame.Com, 2001]. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-learning. Keuntungan menggunakan e-learning diantaranya : • menghemat waktu proses belajar mengajar,

b. ”nyantri”. peralatan. 3. Metoda konvensional tetap diperlukan. Prinsip ketergantungan positif ( positive interdependence). d. Teknologi internet menunjang pelajar yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati pendidikan. Para siswa diberikan satu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi kelompok. • melatih pelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. • adanya standardisasi pembelajaran. 2. a. Tanggung jawab perseorangan (individual accountability). dan chatting. f. Para siswa harus memiliki tanggungjawab terhadap siswa atau peserta didik lain dalam kelompoknya. mailing list. Para siswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan bekerja sama selama belajar. Setiap siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. selain tanggungjawab terhadap diri sendiri dalam mempelajari materi yang dihadapi. dapat dikatakan bahwa internet bukanlah pengganti sistem pendidikan. a. c.1 Tujuan cooperative learning Model CL dikembangkan untuk mencapai setidaktidaknya tiga tujuan pembelajaran penting sebagai berikut. c. Berdasarkan uraian di atas. Konsep Cooperative Learning Cooperative learning (CL) merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. 3. c. • aktifitas pembelajaran pelajar meningkat. Metoda talk dan chalk dimodifikasi menjadi online conference.2 Manfaat Internet sebagai Media Pendidikan Teknologi internet hadir sebagai media yang multifungsi. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpersonal (misalnya e-mail dan chatting) atau secara masal. dimana pakar akan berdiskusi bersama anggota mailing list. b. • meningkatkan learning outcomes baik kuantitas/kualitas. setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. sebagai media interpersonal dan massa. Partisipasi dan komunikasi ( participation communication). Metoda talk dan chalk. ”usrah” dapat dimodifikasi dalam bentuk komunikasi melalui e-mail. Mailing list dapat dianalogikan dengan ”usrah”. c. • menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya. • kemudahan mendapatkan resource yang lengkap. Karakteristik ini memungkinkan pelajar melakukan komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas bila dibandingkan dengan hanya menggunakan media konvensional. buku). • menjangkau wilayah geografis yang lebih luas. Kehadiran internet lebih bersifat sebagai pelengkap. Pengembangan keterampilan sosial. Metoda ini mampu menghilangkan jarak antara pakar dengan pelajar. b. memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun asinkron. Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seperti pada metoda konvensional dengan adanya aplikasi teleconference. d. Metoda ”nyantri” dan ”usrah” mengalami modifikasi menjadi diskusi melalui mailing list. belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran.2 Prinsip-Prinsip Cooperative Learning a. • daya tampung meningkat. maka internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang khas. 3. yaitu a. hanya saja dapat dimodifikasi ke bentuk lain.• mengurangi biaya perjalanan. 3. e. Interaksi tatap muka (face to face promotion interaction). yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list). Para siswa membagi tugas dan berbagi tanggungjawab di antara para anggota kelompok. Suasana yang hangat dan non formal pada mailing list ternyata menjadi cara pembelajaran yang efektif seperti pada metoda ”usrah”. Penerimaan terhadap perbedaan individu. Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi : • arus informasi tetap mengalir setiap waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat. Dalam CL.3 Langkah-langkah cooperative learning Langkah-langkah atau mekanisme untuk pembelajaran dengan model CL menurut David Horsnby dapat dijelaskan dengan gambar berikut. Berdasarkan hal tersebut. Para siswa harus berpandangan bahwa mereka semua memiliki tujuan yang sama. b. bersifat interaktif. . Prestasi akademik. Unsur-unsur dasar dalam CL adalah sebagai berikut[15].

3.1 Deskripsi Desain Pembelajaran berbasis Web Model CL Gambar 3. yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan. d. hubungan interpersonal yang positif dengan yang lain. dapat membantu memberdayakan seriap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar. dapat membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan. Penengah.7 Peran Pengajar dalam Cooperative Learning Pengajar dalam metoda pembelajaran kooperatif tidak lagi memberikan ceramah didepan kelas. Bertanya. dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata. Hubungan antara home group dan focus group digambarkan sebagai berikut[1]. 3.1 Mekanisme pembelajaran dengan model CL. menemukan informasi dari berbagai sumber dan belajar dari siswa yang lain.23 Ilustrasi kelompok jigsaw. a. b. mengembangkan keterampilan mengatur waktu. akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri.6 Peran Siswa dalam Cooperative Learning Dalam CL siswa mempunyai berperan dalam proses pembelajaran sebagai berikut. terdapat beberapa variasi dari model tersebut. a. Fasilitator. g.4 Pendekatan dalam Cooperative Learning Walaupun prinsip dasar CL tidak berubah. Gambar 3. Mengkritik. c. b. Mencatat. e. yaitu kelompok siswa dari anggota home group berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota home groupnya. CL merupakan suatu strategi yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial. g. c. Merangkum. dan latar belakang yang beragam. f. f. Menerangkan. Ada empat pendekatan CL[2]. . Pelatih (coach). Model. e. d. melalui CL siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru. Merencanakan.8 Keunggulan Cooperative Learning. Keunggulan CL sebagai suatu strategi pembelajaran di antaranya: a.. 3. karena keputusan yang dibuat adalah tang-gung jawab kelompoknya. Siswa dapat berpraktik memecahkan masalah tanpa takut membuat kesalahan. interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir. d. Hal ini berguna untuk proses pendidikan jangka panjang. menerima umpan balik. b. a. h. terdapat home group dan focus group. Focus group.Analisis Dan Perancangan Sistem 4. Jigsaw. 3. termasuk mengembangkan rasa harga diri. Pada model CL tipe jigsaw. c. Home group. b. Pendekatan struktural. asal. Di sini akan diuraikan secara ringkas masing-masing pendekatan tersebut. tapi dapat memiliki berbagai peran sebagai berikut. dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri.5 Cooperative Learning Tipe Jigsaw CL tipe jigsaw adalah suatu tipe CL yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya[2]. c. dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membanding-kannya dengan ide-ide orang lain. 4. Investigasi kelompok. Student Teams Achievement Division (STAD). dan sikap positif terhadap sekolah.3.

4. dan format evaluasi. b. Tabel 4. teman. mengatur daftar pelajar untuk mata pelajaran tertentu dan daftar mata pelajaran yang ditangani pengajar tertentu. • mengorganisasikan siswa dalam kelompokkelompok. 4. maka CL yang akan dibuat di dalam lingkungan web terbagi dalam enam fase tahapan yakni : • menyampaikan tujuan. Use case dan Aktor Untuk menjelaskan use case dan aktor yang terkait dengan sistem ini. 4. • Dapat digunakan untuk semua metoda pembelajaran model CL. • menyajikan informasi. menurut kebutuhan dan pilihannya sendiri. konstruktif dalam pemecahan masalah. • Dapat menggunakan jaringan intranet maupun internet. membuat laporan atau presentasi. • penilaian dan evaluasi.1 Peran SDM Orang yang terkait dengan pembelajaran dan perannya dalam kegiatan pembelajaran ini ditunjukkan pada Tabel 4. Pelajar diharapkan mencari dan memilih informasi yang tersedia sesuai dengan langkahnya sendiri. dipertimbangkan peran dan fungsi yang telah diuraikan di atas. dan mengerjakan aktifitas lain yang mendukung proses pembelajaran sesuai acuan pengajar.1. Pengajar          Admin    Merencanakan pembelajaran Mengatur sumber belajar dan situs terkait Menampilkan dan memperbaharui informasi pembelajaran Memunculkan topik diskusi Melayani koreksi (baik faceto-face atau melalui e-mail) Memberikan saran kepada pelajar Menilai pelajar Memantau kemajuan pelajar Membuat dan mengatur kelompok Menata fasilitas pembelajaran Menata data user Melayani bantuan teknis Desain ini memperkaya cara mengajar dimana pelajar sebagai pusat (student centered learning). Berikut skenario dari proses pembelajaran berbasis web ini. menampilkan hasilnya dan menilai tugas dan laporan pelajar.1 Use case dan Diagram Use case a.2 Desain Perangkat CL Untuk mengimplementasikan CL di dalam lingkungan web dibutuhkan pembangunan dan pengembangan beberapa perangkat yang mendukung. Orang Terkait Pelajar Peran        Mengikuti pembelajaran model CL Mencari/mempelajari sumber/materi belajar yg sesuai Mencari sumber informasi Mengajukan pertanyaan Berkolaborasi di dalam kelompok Aktif dalam diskusi Saling berhubungan dengan pelajar lain baik face-to-face maupun melalui e-mail Berkomunikasi dengan pengajar atau praktisi berpengalaman dibidang yang sesuai. Berikut gambaran umum dari kriteria perangkat yang dibutuhkan. • Dapat digunakan untuk berbagai mata pelajaran.2. mendaftarkan mata pelajaran tertentu.3 Pemodelan Sistem 4.Berdasarkan kegiatan pengajar dan pelajar dalam pendekatan CL. • pelaksanaan pembelajaran. refleksi dan publikasi.2 Analisis Kebutuhan Berikut deskripsi dan analisis dari desain sistem pembelajaran berbasis web untuk mendukung proses pembelajaran dengan pendekatan CL. Diagram Use case  . membuat jadwal dan mengerjakan tugas. menambahkan pengajar dan pelajar baru ke database.  Pelajar harus mendaftarkan informasi lengkap ke dalam sistem. Pengajar hanya sebagai fasilitator dan pemandu dalam proses belajar. resource terkait. Juga harus mengikuti petunjuk dan prosedur kegiatan pembelajaran. membuat jawaban yang diminta oleh pelajar. • presentasi. menjawab pertanyaan. pelajar.3. Memeriksa kesesuaian antara pengerjaan tugas dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. 4. admin). dan profil belajarnya untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. catatan penting.  Pengajar bertanggungjawab dalam membuat kerangka pembelajaran dari mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya . peran di atas didasarkan pada teori kognitif yang menekankan aktifitas eksplorasi secara aktif.1 Peran orang yang terkait dengan sistem. • Dapat mendukung aktifitas semua aktor yang berhubungan dengan pembelajaran model CL (pengajar.  Admin diberikan wewenang yang tinggi dalam membuat kelas. • Dapat digunakan untuk pembelajaran lokal maupun jarak jauh.1.

Mengelola user sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi). Kelas menggambarkan keadaan (atribut/property) suatu sistem. Diagram aktifitas dari use case membuat deskripsi mata pelajaran (aktor : pengajar).3.3 Diagram kelas untuk use case login. keputusan yang mungkin terjadi. Diagram use case sistem. dan bagaimana berakhir. Contoh diagram aktifitas dapat dilihat sebagai berikut. 4. formLogin userid : String password : String submit() return verifikasi() formUser userid password status cek userid() cek password() cek status() save() update() delete() M engelola kelas Admin M engelola matapelajaran M engelola kategori matapelajaran Pesan M engelola kelompok Outline pembelajaran <<include>> Pengumuman User formOtoritas userid : String verifikasi user() verifikasi ditolak() open() Guru Dokumen pendukung Login Gambar 4. Diagram kelas untuk use case login.3. sedangkan use case menggambarkan bagaimana aktor menggunakan sistem untuk melakukan aktifitas.1. a.2. bagaimana masingmasing alir berawal. aktifitas menggambarkan proses yang sedang berjalan. Suatu aktifitas dapat direalisasikan oleh satu use case atau lebih. .3 Diagram Kelas Kelas adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah obyek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi obyek. 4. Agenda Link referensi Siswa Tugas Latihan Forum Chat Gambar 4. Aktor Web Database Mulai Pilih daftar pelajaran Ambil data pelajaran yang ada Tampilkan daftar komponen pembelajaran Pilih deskripsi pelajaran Ambil data deskripsi pelajaran cek data deskripsi pelajaran ada Tampilkan deskripsi pelajaran tidak dilanjutkan Tampilkan pesan deskripsi pelajaran belum ada Pilih isi deskripsi pelajaran tidak ada Tampilkan form tambah/edit deskripsi pelajaran Isi form deskripsi Simpan deskripsi ke database Selesai Gambar 4.2 Diagram Aktifitas Diagram aktifitas menggambarkan berbagai alir aktifitas dalam sistem yang sedang dirancang.

Pengajar dapat melihat kemajuan atau aktifitas yang dilakukan pelajar melalui alur pembelajar yang dapat dilihat oleh setiap pengajar sebagai penanggung jawab matapelajaran. . Gambar 5. sehingga proses pengumpulan tugas dapat dilakukan dengan meng-upload file tersebut. submit( ) cek userid( ) cek password( ) cek password( ) return verifikasi( ) verifikasi user( ) verifikasi ditolak( ) return verifikasi( ) Gambar 4. 5. Implementasi Dan Pengujian Sistem Pada tahapan ini aplikasi sistem pembelajaran berbasis web model CL diimplementasikan berdasarkan pada rancangan yag telah dilakukan pada tahapan sebelumnya.2 Komunikasi antara pelajar/pengajar Dalam forum diskusi tersebut pelajar dapat saling berbagi pengetahuan yang dimilikinya dengan anggota kelompok lain yang membahas/mempelajari topik yang sama ( focus group). pelajar bertanggung jawab atas bagian dari tugas kelompok yang diberikan kepadanya. selain itu siswa dapat berkomunikasi dengan para ahli/praktisi yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang sesuai dengan topik pelajaran. : User : formLogin : formUser : formOtoritas Gambar 5. HTML). chat room.3 Modul Pelengkap Pada modul ini dimaksudkan agar pelajar dapat mengerjakan latihan/kuis untuk memberikan gambaran sejauhmana penguasaan materi yang telah dikuasainya. 5. soal yang diberikan oleh pengajar ditampilkan secara acak dan mempunyai batasan waktu dalam pengerjaan ujian (tanggal aktifasi latihan. dan dengan menggunakan e-mail.4 Diagram Sequence Diagram sequence biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan keluaran tertentu. juga disediakan form login bagi yang sudah terdaftar dan pilihan pendaftaran bagi yang belum terdaftar.3 Pengumpulan file tugas kelompok.word.1 Halaman utama dan login. atau forum untuk melakukan komunikasi dengan orang lain baik secara individu ataupun kelompok. sehingga melalui proses sharing informasi tersebut pelajar dapat memahami materi pelajaran secara utuh dan berkewajiban menjelaskan kepada kelompok asalnya (home group).2 Modul Pengembangan Di dalam model pengembangan pelajar dapat menggunakan web untuk berkomunikasi dengan anggota kelompoknya sesuai model pembelajaran CL. Setelah mengerjakan kuis pelajar dapat langsung melihat hasilnya.4 Diagram sequence untuk use case login.3. pdf.1 Modul Permulaan Ketika situs pembelajaran dibuka. pengguna akan dihadapkan pada informasi awal kategori mata pelajaran yang tersedia dan info lainnya. Diawali dari apa yang memicu aktifitas tersebut. Prototipe aplikasi ini dirancang dan diimplementasikan pada intranet pada SMK Negeri 25 Jakarta. maksimum pengulangan yang diizinkan dan durasi pengerjaan latihan). 5.4. 5. Contoh diagram sequence pada desain elearning ini dapat dilihat sebagai berikut. Gambar 5. Proses selanjutnya adalah menyusun dan mengumpulkan tugas baik kelompok maupun individu ke dalam sebuah dokumen dalam format yang disepakati (ms. proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan keluaran apa yang dihasilkan.

50 4.G. Penerbit ANDI. 6. [19] ______________ (2004). sehingga sejalan dengan paradigma pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning). 4. Sebagai solusi alternatif dari kurangnya interaksi pelajar dengan pengajar akibat keterbatasan sarana dan prasana serta tenaga pengajar untuk mendukung proses pembelajaran. American Society for Training and Development. [4] Boud.93 4. McLaughlin. Pertanyaan 3. Learning Resourch Center. Richard. [10] Gentry. Learning to Teach. (2007). Aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model CL ini akan memacu siswa untuk berperan secara aktif dalam proses pembelajaran. Hadj (2005).. and Smith.38 3. Merril Physical Science Teacher. [11] Hartley Darin E. New York. Alabama Supercomputing Program Inspire Computational Research in Education. [15] Slavin. [2] Arends. Pakar Raya. hasil analisis dan perancangan serta pengujian sistem pembelajaran berbasis web model CL.00 1. Jossey Bass Inc. Integrating ICT into Educations..50 2. University Mirail.5 Grafik hasil kuisioner penelitian Berdasarkan hasil kuisioner bagian A dan B.W. McGraw Hill Companies. Experiences. Arends. Educational Psychology: Theory and Practice.M. Person-Centered Learning: Strategy. kesimpulan yang dapat diambil sebagai berikut. Thailand. New York. New York [14] Sanjaya.83 4. Dari kuisioner yang disebarkan kepada responden.10 4. 3. (1991).73 3. R. University of Alabama.13 4. Cooperative Learning Theory. Hartono Zhuang (2005). Prakanong Bangkok 10110. The Challenge of Problem-Based Learning. [3] Batatia.4 Hasil pengolahan data kuisioner. Kurikulum dan Pembelajaran: Filosofi. Austria.80 3. Kogan Page. Classroom Instruction and Management. Jakarta. (1999). Massachusetts. New York. I.70 3.50 0. McGraw-Hill. Kesimpulan Berdasarkan pada masalah yang timbul.(1997). New York. Allyn and Bacon Publisher.18 3. Martin (2004). 1. and Evaluation.75 3. UML Distilled: A Briefs Guide to the Standard Object Modeling Language. Roger S. Pearson Education Inc. Yogyakarta.. D. Alan G. Problem-based Classrooms. Richard. New York. [9] Fowler. Department of Computer Science and Business Informatics. Handbook of Distance Learning. (1995).63 3. Software Engineering : A Practitioner Approach. [20] ______________ (2004). Robert (1995). [12] Lie. Patterns for Blended.50 1.Gambar 5. Elearning : Konsep dan Aplikasinya . [6] Derntl. Bandung. Edna (2002). Departemen Kesehatan Indonesia.38 4. San Francisco. 5. Concepts. [18] Yulaelawati.00 3. New York. Huntsville. Anita (2005). R. [17] Thompson. Jakarta. University of Vienna.50 Rata-rata 3. Selling e-Learning.90 3.00 0. M.85 Gambar 5.10 3. diperoleh nilai rata-rata jawaban dari responden diatas 3 (skala 5). G. A Model For An Innovative Project-Based Learning Management System For Engineering Education. Laporan Bechmarking di QUT & USQ. [16] Slavin. McGraw Hill. setelah menggunakan aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model Cl diperoleh hasil sebagaimana ditunjukan grafik berikut. . 2.. Wina (2006). [5] Chute.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 No. Teori dan Aplikasi . [13] Pressman . (1997). C. Aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model CL selain meningkatkan pestasi akademik juga akan mengembangkan dan melatih pelajar dalam keterampilan sosial seperti bekerjasama dalam kelompok dan berkomunikasi. DAFTAR PUSTAKA [1].00 2. (2001). Kencana Prenada Media. Michael and Motschnig-Pitrik.00 4.. Glencoe McGraw Hill. Allyn and Bacon Publisher.00 4. Penerbit grasindo. Robert (1994). (1998). Cooperative Learning: mempraktekkan cooperative learning di ruangruang kelas. Ella (2004).88 4.I. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan . Design and Assessing Course and Curiculla: A Practical Guide. Renate (2003). McGraw Hill Companies. Aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model CL ini akan melengkapi dan memperkaya metoda dan model pembelajaran yang telah ada. [7] Diamond. maka jika prototipe sistem pembelajaran berbasis CL model CL diimplementasikan. Toulouse. I. London.4 Contoh latihan/kuis dalam bentuk pilihan ganda. and Feletti. Massachusetts. UNESCO Asia and Pacific Regional Bureau for Education 920 Sukhumvit Rd. 5. [8] Empy Effendi. dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran berbasis web dengan menggunakan cooperative learning membawa dampak positif untuk proses pembelajaran baik dari sisi akademik maupun dari sisi soft skill.

[22] ______________ (2004). Rencana Strategis Pendidikan Menengah Kejuruan 2004-2009.ascilite.mcli. [28] Neo. Vol. 12. http://www. Cooperative learning on the web: A group based. (2003). [26] Divaharan. student centered learning experience in the Malaysian classroom.30WIB. 20 Nopember 2006.edu/ocotillo/papers/i ndex.au/ajet/ajet3/divaharan.h tml. 10 Januari 2006.au/ajet/ajet18/McLoughkin. Ocotillopaper.3. Mai (2004).[21] ______________ (2004). Australian Journal of Educational Technology.html. Sheila et Al. (2002). http://www. 12. Computer supported teamwork: An integrative approach to evaluating cooperative learning in an online environment . Tim Koordinasi Telematika Indonesia.html. 12. 20 Nopember 2006. shanty (2003). [24] ______________ (2001). Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. 171190.au/ajet/ajet20/neo.18. [25] Brandt. Australian Journal of Educational Technology. Vol. Dikmenjur. 14. http://www. C.dist. 20 Nopember 2006.20.Com.maricopa.30 WIB. 20 Nopember 2006.php?yr=0203&id=3. [23] ______________ (2001).ascilite.30 WIB. . Kerangka Teknologi Informasi Nasional : TI untuk Pendidikan.30 WIB. http://www. [27] McLoughhlin.org. 10. Kurikulum SMK Edisi 2004. An attempt to enhance the quality of cooperative learning through peer assessment. Glossary of e-Learning Terms. Learning Management Systems Overview. LearnFrame.org.ascilite. Vol.23 WIB. Australian Journal of Educational Technology.org.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful