1

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Umum Perkembangan teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat, semakin

hari teknologi semakin canggih, kenyataan ini menuntut keterlibatan sumber daya manusia agar mampu menangani dan memanfaatkan teknologi yang ada semaksimal mungkin. Laju perkembangan teknologi komputer sebagai pengolah data dan informasi yang dapat dipergunakan di segala bidang kehidupan, termasuk pendidikan menjadikan komputer sebagai salah satu alat yang dibutuhkan dalam pengolahan data dan penyajian informasi yang memiliki loyalitas penyimpanan data yang cukup besar serta dukungan keamanan data yang terjamin dengan sistem komputerisasi yang efisien sehingga menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu dan tepat guna. Banyak puskesmas yang masih belum menerapkan system informasi untuk menunjang kegiatan mereka. Salah satunya ialah Puskesmas Teluk Pucung. Dengan system yang masih tergolong sangat manual, Puskesmas ini masih menyimpan begitu banyak data – data pasien ataupun staff dalam bentuk buku dan di arsipkan dalam beberapa lemari. Karena system yang di terapkan masih sangat manual, sangatlah tidak efektif dan efisien. Hal ini di sebabkan karena banyaknya data yang ada sehingga seringkali petugas Puskesmas mengalami kesulitan dalam mencari data pasien, selain itu keakuratan dan keaman data menjadi tidak terjamin karena ada beberapa data (File) yang hilang. Oleh karena itu, Kami mengambil tema penelitian “Analisa Sistem Rawat Jalan di Puskesmas Teluk Pucung”. Untuk memecahkan permasalahan yang sering terjadi pada Puskesmas tersebut maka di perlukan program aplikasi untuk mempercepat pengolahan data yang meliputi proses Pendaftaran pasien, daftar obat yang ada, jumlah obat yang habis dan yang akan di pesan, serta pembuatan laporan yang lebih cepat, tepat, dan akurat.

2

1.2.

Maksud dan Tujuan Maksud dari penulisan laporan makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah diterima selama mengikuti kuliah di AMIK BSI Bekasi. 2. Untuk mengetahui sistem pendaftaran pasien dan persedian obat di Puskesmas Teluk Pucung Bekasi yang terjadi secara manual. 3. Mencoba memberikan alternatif pemecahan masalah pada sistem yang berjalan. 4. Menambah wawasan yang lebih luas di luar bangku kuliah serta pengetahuan secara langsung yang didapatkan dari sistem informasi yang ada di Puskesmas dalam hal Pendaftaran Pasien dan Persediana Obat. Sedangkan tujuan dari penulisan laporan makalah ini yaitu untuk memenuhi salah satu syarat mata kuliah APSI (Analisi Perancangan Sistem Informasi) pada nilai UAS. 1.3. Metode Penelitian Adapun metode penelitian yang digunakan penulis dalam menyusun laporan Kuliah Kerja Praktek ini adalah sebagai berikut : 1. Pengamatan Langsung (Observation) Kami melakukan pengamatan dan penelitian secara langsung mengenai prosedur sistem Pendaftaran Pasien dan Persediaan Obat yang ada di Puskesmas Teluk Pucung Bekasi. 2. Wawancara (Interview) Selama penelitian, Kami mengadakan wawancara dengan bagian pendaftaran dan penjaga apotik sampai dengan pembuatan laporan untuk mendapatkan penjelasan yang lebih rinci dan jelas. 3. Kepustakaan (Library) Kami melakukan pendekatan dengan tinjauan pustaka yaitu dengan mempelajari buku yang berisi teori-teori sebagai bahan perbandingan atau referensi yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas.

3

1.4.

Ruang Lingkup Ruang lingkup masalah yang Kami bahas dalam memenuhi nilai UAS pada

mata kuliah APSI (Analisis Perancangan Sistem Informasi) ini adalah sistem informasi Rawat Jalan Pasien Puskesmas Teluk Pucung. Dimulai dari proses Pendaftaran hingga persediaan obat sampai dengan proses pembuatan laporan kepada Kepala Puskesmas. 1.5. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan yang terdiri dari empat bab ini dibuat untuk memberikan gambaran yang jelas untuk mempermudah pemahaman terhadap laporan ini. Adapun rinciannya sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini berisi mengenai penjelasan umum mengenai pemilihan judul, maksud dan tujuan penulisan, metode penelitian, ruang lingkup dan sistematika penulisan. BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini menjelaskan konsep dasar dari sistem, karakteristik sistem, klasifikasi sistem, serta peralatan pendukung (tools system). BAB III ANALISIS SISTEM BERJALAN Pada bab ini menjelaskan secara umum, tinjauan perusahaan yang terdiri dari sejarah perusahaan, struktur organisasi dan fungsinya, prosedur sistem berjalan, diagram alir data, kamus data, spesifikasi sistem berjalan yang terdiri dari bentuk dokumen masukan, bentuk dokumen keluaran, permasalahan pokok serta alternatif pemecahan masalah. BAB IV PENUTUP Pada bab ini berisi mengenai kesimpulan dari penulis serta saran-saran untuk memperbaiki permasalahan yang ada.

4

BAB II LANDASAN TEORI

2.1

Konsep Dasar Sistem Istilah sistem sekarang ini telah banyak digunakan, banyak orang berbicara

mengenai sistem akuntansi, sistem perbankan, sistem pembayaran, sistem pemasaran dan sistem lainnya. Sebuah sistem terdiri atas bagian-bagian atau komponen yang terpadu untuk suatu tujuan. Penyusunan sistem atas subsistem adalah tindakan penting dalam menyederhanakan perancangan sistem. Sebelum kita mempelajari apa itu sistem kita harus mengetahui sistem menurut definisinya, kita akan memperoleh pengertian sistem itu secara berlainan menurut pendapat ahlinya. Dengan demikian definisi ini akan mempunyai peranan penting didalam pendekatan untuk mempelajari sistem. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang definisi menurut kelompok pendekatannya terutama yang berhubungan dengan penerapan sistem. 2.1.1 Pengertian Sistem Sistem berasal dari bahasa yunani yaitu “Systema”, yang artinya sekumpulan objek yang bekerja bersama-sama menghasilkan metode, prosedur, tehnik yang digabungkan dan diatur sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang berfungsi untuk mencapai suatu tujuan. Beberapa pengertian sistem dapat dilihat dari beberapa definisi-definisi berikut : 1. Menurut Jogiyanto (2005:2), “Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”..

Pendekatan yang menekankan pada komponen akan lebih mudah didalam mempelajari suatu sistem untuk untuk tujuan analisis dan perancangan suatu sistem. Menurut Kusrini (2007:11). dkk dalam Jogiyanto (2005:2) mengemukakan bahwa pendekatan yang menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan. Terdapat dua kelompok pendekatan didalam mendefinisikan sistem. yaitu pendekatan yang menekankan pada prosedur. yang mencirikan bahwa hal tersebut dapat dikatakan sebagai suatu sistem.2 Karakteristik Sistem Sebuah sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu.1. 3. dkk dalam Jogiyanto (2005:2) mengemukakan bahwa “pendekatan yang menekankan pada elemen atau komponennya sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”. atau elemen-elemen atau subsistem dari sistem tersebut. “Sistem adalah sebuah tatanan yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan tugas maupun fungsi khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses atau pekerjaan tertentu”. Menurut Jack Febrian (2007:398). Kedua kelompok definisi ini adalah benar dan tidak bertentangan. berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan. 2. Lebih lanjut Jerry FitzGerald. analisis dan perancangan sistem harus dimengerti terlebih dahulu mengenai komponen-komponen. Menurut Jerry FitzGerald. Untuk menganalisis dan merencanakan suatu sistem. berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu”. yang berbeda adalah cara pendekatannya.5 2. Menurut Jogiyanto (2005:3) karakter sistem yang dimaksud adalah sebagai berikut : . dan pendekatan yang menekankan pada komponen atau elemennya.

Penghubung Sistem (Interface) Sebagai media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Klasifikasi Sistem . 8. Sasaran Sistem (Objective) Suatu sistem memiliki tujuan (goal) dan sasaran (objective). Lingkungan Luar Sistem (Environment) Mempengaruhi operasi sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat bersifat merugikan sistem. Keluaran Sistem (Output) Hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. yang dapat berupa pemeliharaan dan sinyal. Pengolahan Sistem (Process) Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan merubah masukan menjadi keluaran.3. Komponen-komponen atau elemen-elemen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem atau bagianbagian dari sistem. Batasan Sistem (Boundary) Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Jika suatu sitem tidak memiliki sasaran. 4. 2. yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. 6. 3. 7. Masukan Sistem (Input) Energi yang dimasukan kedalam sistem disebut masukan sistem. Komponen Sistem (Components) Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi. 5. Batasan sistem ini dapat dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain.1. 2. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan. maka operasi tidak berguna.6 1.

Sistem Deterministik (Deterministic System) dan Sistem Probabilistik (Probabilistic System) Sistem deterministik adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi.1. Sistem Terbuka (Open System) dan Sistem Tertutup (Closed System) Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Mengenali adanya kebutuhan Kebutuhan dapat terjadi sebagai hasil perkembangan dari organisasi dan volume yang meningkat melebihi kapasitas dari sistem yang ada. sedangkan sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan luarnya.4 Daur Hidup Sistem Siklus hidup sistem (System Life Cycle) adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. 2.7 Menurut Jogiyanto (2005:6) suatu sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang. sedangkan sistem buatan manusia merupakan sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin. Beberapa fase atau tahapan dari daur hidup sistem yaitu : 1. tidak dibuat oleh manusia. Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System) Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam. 2. 4. sedangkan sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik. diantaranya : 1. Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System) Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak nampak secara fisik. misalnya sistem komputer. 3. Sedangkan sistem probabilistik adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi. Pembangunan sistem . 2.

Menurut Joyiganto (2005:8). . Pengertian Informasi Suatu sistem yang kurang dalam mendapatkan informasi akan berdampak buruk karena informasi merupakan bagian yang sangat penting didalam berbagai bidang. 5. Sistem menjadi usang Perubahan yang terjadi secara drastis pada sistem terkadang tidak dapat diperbaiki sehingga diperlikan pengoperasian sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang usang. Sumber dari informasi adalah data.8 Suatu proses atau seperangkat prosedur yang harus diikuti untuk menganalisis kebutuhan yang timbul.5.1. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian didalam kesatuan data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau item data. 2. Pengoperasian sistem Untuk menunjang organisasi dalam pengoperasian sistem maka diperlukan program-program komputer dan prosedur-prosedur pengoperasian yang bersifat statis yang harus diperbaharui setiap kali mengalami perubahan. Akurat (Accurate) Suatu nilai informasi yang dapat dipertanggungjawabkan nilai kebenarannya bagi penerima informasi. “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya”. 3. Kejadian adalah sesuatu yang telah terjadi pada saat tertentu. Data merupakan bentuk yang masih mentah sehingga masih perlu diolah lebih lanjut melalui suatu model untuk dapat menghasilkan informasi. 4. Pemasangan sistem Peralihan dari tahap pembangunan menuju tahap operasi yaitu tahap sistem yang sebenarnya. Menurut Jogiyanto (2005:10) informasi yang berkualitas harus memenuhi kriteria sebagai berikut: 1.

mendukung operasi. Sumber informasi adalah data. Tepat Waktu (Timelines) Tepat pada waktunya berarti informasi yang dating pada penerima tidak boleh terlambat.6. Suatu informasi dikatakan bernilai apabila manfaat lebih efektif dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan informasi tersebut. 3. Blok Masukan (Input Block) . Leitch dan K. maka data tersebut berubah menjadi informasi. bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Pengertian Sistem Informasi Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen didalam pengambilan keputusan. Sistem informasi menurut Robert A.9 2. Relevan (Relevance) Relevan berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Roscoe Daris dalam Jogiyanto (2005:11) adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian. blok bangunan tersebut masingmasing berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya. Blok bangunan tersebut terdiri dari : 1.1. yaitu manfaat dan biaya yang dikeluarkan. Sebagai suatu sistem. 2005) mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block). Nilai dari informasi ditentukan dari dua hal. Mayoritas orang mengartikan data dengan informasi mempunyai pengertian yang sama. 2.1. Komponen Sistem Informasi John Burch dan Gary Grudnitski (Jogiyanto. Apabila telah disaring dan diolah menjadi sistem pengolahan sehingga memiliki arti dan nilai bagi seseorang. 2.7. padahal dua pengertian ini mengandung perbedaan mendasar.

5.1. tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak paket yang disebut dengan DBMS (Database Management Systems). menyimpan dan mengakses data.8. Blok Kendali (Controls Block) Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi. 2. Terdiri dari 3 bagian utama. Blok Model (Model Block) Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur. 3. 2. Input di sini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan. yaitu teknisi (humanware atau brainware). menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Blok Keluaran (Output Block) Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem. menjalankan model. Blok Teknologi (Technology Block) Teknologi digunakan untuk menerima input. Blok Basis Data (Database Block) Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar. logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. 4.10 Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. 6. perangkat lunak (software) dan perangkat keras. Pengertian Perpustakaan .

9. maka program kerja puskesmas tidak di laksanankan secara pasif saja. 128/Menkes/SK/II/2004 Puskesmas merupakan Unit Pelayan Teknis Dinas Kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah. dalam arti hanya menantikan kunjngan dari pasien. Artinya berupaya melibatkan masyarakat dalam . Azas peran serta Masyarakat Dalam menyelenggarakan program kerjanya.1. yaitu : 1.11 Pengertian perpustakaan secara umum dapat dilihat dari beberapa pengertian berikut: 1. 2. melainkan harus aktif yakni memberikan pelayanan kesehatan sedekat mungkin dengan masyarakat. Dalam menyelenggarakan program kerjanya. Karena adanya azas seperti ini. Pengertian Menurut Azwar (1996) Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat di samping member pelayanan secara menyeluruh terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Pengertian Menurut Depkes RI 1991 Puskesmas adalah suatu organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masayarakat di samping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. pengelolaan program kerja Puskesmas berpedoman pada Empat azas pokok yang di kemukan oleh Azwar th. 1996. 3. puskesmas harus bertanggung jawab atas semua masalah kesehatan yang terjadi di wilayah kerjanya. 2. 2. puskesmas harus melaksanakan azas pertanggung jawaban wilayah. Artinya. Pengertian menurut Kepmenkes RI No. Azas Pertanggung jawaban wilayah. Azas – Azas Pokok Puskesmas Sebagai sarana Pelayanan kesehatan tingkat pertama di Indonesia. puskesmas harus melaksanakan asas peran serta masyarakat.

isaha kEsehatan gizi. 2. Bentuk peran ser5a masyarakat dalam pelayanan kesehatan banyak macamnya. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat. usaha kesehatan olahraga. usaha perawatan kesehatan masyarakat. Artinya. usaha kesehatan lanjut usia. 2. usaha kesehatan sekolah. usaha kesehatan jiwa. puskesmas harus melaksanakan azas keterpaduan. usaha kesehatan kerja. . usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. Bagi puskesmas dapat menghemat sumber daya. usaha kesehatan lingkungan. yaitu : 1. jika tidak mampu menangani suatu masalah kesehatan harus merujuknya ke sarana kesehatan yang lebih mampu.10. tetapi juga dengan program dari sector lain (lintas sektoral). puskesmas harus melaksanakan azas rujukan. Azas Keterpaduan Dalam menyelenggarakan program kerjanya. Di Indonesia di kenal dengan nama Pos Pelayanan terpadu. Azas Rujukan Dalam menyelenggarakan program kerjanya. usaha pencatatan dan pelaporan serta usaha laboratorium kesehatan masyarakat. 4. usaha pendidikan kesehatan. Pada saat ini kegiatan Puskesmas ada 17 yakni usaha Pelayanan rawat jalan.1. Artinya. Usaha kesehatan gigi. usaha kesejahteraan ibu dan anak. usaha kesehatan mata. sedangkan bagi masyarakat. usaha Keluarga Berencana. berupaya memadukan kegiatan tersebut bukan saja dengan program kesehatan lain (lintas program). 3.12 menyelenggarakan program kerja tersebut. Fungsi Pokok Puskesmas Ada tiga fungsi pokok puskesmas. berbagai manfaat akan dapat di peroleh. lebih mudah memperoleh pelayan kesehatan. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah. Dengan di laksanakannya azas keterpaduan ini.

Member bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan.1. Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri. d. Staff / dokter di puskesmas Faktor ini juga memegang peranan yang sangat menentukan berguna atau tidaknya suatu puskesamas bagi lingkungannya. c. .11. Anggota Puskesmas (Masyarakat) Faktor ini bisa di golongkan penting karena tujuam utama didirikannya puskesmas ialah untuk masyarakat. 2. pengaruh utama dari masyarakat sangat mempengaruhi untuk kemajuan puskesamas dan juga untuk kesehatan masyarakat itu sendiri. Para staff atau dokter harus menjalankan tanggunga jawab dan kewajiban mereka agar tujuan yang di kehendaki bisa tercapai. Untuk mewujudkan fungsinya tersebut di lakukan kegiatan dengan cara : a. Memberikan pelayan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayan kerjanya. Bekerja dengan sector – sector yang bersangkutan dalam melaksanakan program kesehatan.13 3. Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaiman menggali dan menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisiensi. e. 3. Laboratorium dan Obat Keadaan laboratorium suatu puskesmas harus baik dan sesuai standar yang telah di tentukan dan obat –obataan yang tersedia harus bisa memenuhi kebutuhan pasien agar kenyamanan dan kepuasan masyarakat bisa di penuhi. 2. Jadi. Memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Puskesmas Beberapa faktor yang mempengaruhi pemanfaatan puskesmas antara lain : 1. b.

.1. Arus Data (Data Flow) Arus data mengalir diantara proses (process). mesin atau komputer dari hasil suatu proses yang masuk kedalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.2. 2. Simpanan Data (Data Store) Simbol digunakan untuk menggambarkan arus data yang sudah disimpan. Di dalam diagram alir data tidak boleh menghubungkan data store yang satu dengan data store yang lainnya secara langsung. Bentuk rambu-rambu atau aturan main yang berlaku dalam penggunaan diagram alir data untuk membuat model sistem adalah sebagai berikut : 1. Peralatan Pendukung (Tools System) Dalam penulisan tugas Kelompok ini Kami menggunakan peralatan pendukung (Tools System) sebagai alat bantu untuk menyelesaikannya antara lain : 2. Di dalam diagram alir data tidak boleh menghubungkan antara external entity dengan external entity lainnya secara langsung. 2. 3. Diagram Alir Data (DAD) Diagram Alir Data adalah diagram yang menggunakan notasi atau simbol yang digunakan untuk menggambarkan arus dari data sistem dan untuk membantu di dalam komunikasi dengan pemakai sistem secara logika.14 2. 4.2. Komponen DAD terdiri dari: 1. Kesatuan Luar (External Entity) Kesatuan luar merupakan dari lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang atau organisasi atau sistem lainnya yang berada dilingkungan luar yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. Proses (Proccess) Proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang. simpanan data (data store) dan kesatuan luar (external entity).

4. 6. Identifikasi terlebih dahulu semua kesatuan luar atau external entity yang terlibat dalam sistem. Dalam membuat Diagram Alir Data. 4.15 3. yang penjabarannya secara lebih terperinci. 5. 2. Identifikasi semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar. Pedoman menggambar DAD (Diagram Alir Data) adalah: 1. 2. Gambar bagan berjenjang untuk semua proses yang ada pada sistem.2. terdapat langkah-langkah atau tahapantahapan yaitu sebagai berikut : 1.2. Kamus Data (Data Dictionary) Kamus data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Gambarlah terlebih dahulu suatu diagram konteks. Gambar diagram alirnya data untuk diagram nol. Diagram Rinci (Detail Diagram) Diagram ini dibuat untuk menggambarkan diagram arus data secara lebih detail lagi tahapan proses yang ada dalam diagram nol. Setiap proses harus ada data flow yang masuk dan juga data flow yang keluar. Diagram Nol (Overview Diagram) Diagram ini dibuat untuk menggambarkan tahapan proses yang didalam diagram konteks. Gambar diagram alir data untuk level berikutnya yaitu diagram detail. Dengan kamus data dapat diindentifikasikan . 3. Di dalam diagram alir data tidak boleh atau tidak diperkenankan menghubungkan data store dengan external entity secara langsung. Diagram Konteks (Contexs Diagram) Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber data serta tujuan data yang akan diproses atau dengan kata lain diagram tersebut untuk menggambarkan sistem secara umum dari keseluruhan sistem yang ada. 2. 3.

Kamus data harus dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatatnya. Kamus data dibuat berdsarkan arus data yang ada pada Diagram Alir Data (DAD). karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang-orang atau departemen yang satu dengan yang lainnya. 4. Bentuk data seperti ini perlu dicatat pada kamus data. 5. Dengan demikian bentuk dari data yang mengalir dapat berupa dokumen dasar formulir. parameter dan field-field. Penjelasan Untuk lebih memperjelas makna dari arus data yang dicatat di kamus data. agar yang membaca data alir diagram (DAD) dan yang memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus data tertentu di Data Alir Diagram (DAD) dapat langsung dengan mudah mencari di kamus data. 6. 3. Hal-hal yang terdapat dalam kamus data adalah sebagai berikut : 1. Alias Alias atau nama lain dari data yang harus ditulis. varibel. 2. dokumen hasil cetakan komputer laporan tercetak. tampilan dilayar monitor. Periode Menunjukan kapan terjadinya arus data. Nama Arus Data Nama arus data harus dicatat dikamus data. . Data yang mengalir biasanya dalam bentuk laporan serta dokumen hasil cetakan komputer. maka penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan mengenai arus data. Tipe Data Telah diketahui bahwa arus data dapat mengalir dari hasil suatu proses ke proses lainnya. Periode perlu dicatat karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan input data harus masuk ke dalam Arus Data Arus data menunjukan darimana data mengalir dan kemana data akan menuju.16 data yang mengalir pada sistem dengan lengkap.

kapan proses program harus dilakukan dan kapan laporan-laporan harus dihentikan. Notasi tipe data ini meliputi : Tabel II. Notasi Tipe Data Notasi tipe data ini digunakan untuk membuat spesifikasi format input dan output pada suatu data. sebagai tanda penghubung Keterangan . Struktur Data Menunjukan arus data yang dicatat pada data yang terdiri dari item-item atau elemen-elemen data. Volume Yang perlu dicatat dalam kamus data adalah volume rata-rata dan volume puncak dari arus data. .17 sistem. sebagai pemisah ribuan Koma. yaitu sebagai berikut: 1. sebagai pemisah pecahan Hypen. 8. 7. Notasi atau simbol yang digunakan ada dua macam. Volume rata-rata menunjukan banyaknya arus data yang mengalir dalam suatu periode tertentu. 1 Notasi Tipe Data Notasi X 9 A Z . Setiap karakter Angka Numeric Karakter alphabet Angka nol ditampilkan sebagai spasi kosong Titik. Kamus data juga mempunyai suatu bentuk untuk mempersingkat arti dari suatu simbol yang dijelaskan. Sedangkan volume puncak menunjukan volume terbanyak. yang disebut dengan “Notasi“.

sebagai tanda pembagi .18 / Slash.

Notasi Struktur Data Notasi struktur data ini digunakan untuk membuat spesifikasi elemen data. Notasi struktur data meliputi : Tabel II. 2 Notasi Struktur Data Notasi = + () {} [] | * @ Terdiri dari And (dan) Pilihan (boleh ya atau tidak) Iterasi Pilih salah satu pilihan Pemisah plilihan didalam tanda [] Keterangan atau catatan Petunjuk Keterangan BAB III .19 2.

Hal itu diterangkan dalam Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 1989. Oleh karena itu. yaitu mengenai sejarah singkat. masih banyak sekolah yang sistem informasi perpustakaannya bersifat sederhana.1. karena sebagai pedoman belajar bagi para siswa. dan pengembalian buku perpustakaan. Sejarah Puskesmas . peminjaman. murid. layanan perpustakaan sekolah harus diusahakan untuk mensukseskan program belajar mengajar di sekolah. structure otganisasi serta fungsi dari masing – masing bagian dari structure organisasi yang ada pada Puskesmas Teluk Pucung Bekasi. bahwa ”tenaga kependidikan harus mendapatkan akses sebesar-besarnya kepada sumber belajar”. Pada perpustakaan sekolah fungsi edukasi harus diutamakan. baik dimulai dari pengadaan buku.2. Berkembangnya teknologi informasi di segala bidang. visi dan misi. 3. yaitu guru. Tinjauan Puskesmas Tinjauan puskesmas merupakan bagian di mana sisi puskesmas di jelaskan secara detail. kepala sekolah dan staf administrasi lainnya.1. 3. Perpustakaan sekolah memberikan layanan kepada anggota masyarakat sekolah. Namun demikian.2. termasuk bidang pendidikan menjadikan komputer sebagai alat bantu yang sangat dibutuhkan dalam pengolahan data sehingga dapat diperoleh informasi yang tepat dan cepat. Untuk meningkatkan pelayanan suatu perpustakaan diharapkan mempunyai sistem informasi yang efektif dan efisien dalam pengolahan data. Umum Perpustakaan sekolah merupakan paru-paru sekolah.20 ANALISIS SISTEM BERJALAN 3. pengolahannya. Perpustakaan kompleks merupakan perpustakaan yang melayani lebih dari satu unit sekolah yang menyediakan sumber-sumber informasi. maupun pembuatan laporan yang diserahkan kepada Kepala Sekolah. yang penginputan datanya masih manual yaitu dengan menggunakan Microsoft Excel.

dan dari kegiatan – kegiatan seperti BKIA. karena pelayanan kesehatan pertama pada waktu itu di rasakan kurang menguntungkan. Melalui Rakernas tersebut timbul gagasan – gagasan untuk menyatukan semua pelayanan kesehatan tingkat pertama kedalam suatu organisasi yang di percaya dan di beri nama Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) dan pada saat itu puskesmas di bedakan menjadi 4 macam. Puskesmas tingkat Desa Puskesmas tingkat Kecamatan Puskesmas tingkat Kawedanan Puskesmas tingkat Kabupaten Pada Rakernas ke II tahun 1969 pembagian puskesmas di bagi menjadi 3 kategori : 1. Sesuai dengan perkembangan dan kemampuan pemerintah dan di keluarkannya INPRES kesehatan No. sehingga di rasakan sulit untuk mengembangkannya. 2. Puskesmas tipe A di pimpin oleh dokter secara penuh 2. Puskesmas tipe C di pimpin oleh Paramedik Pada tahun 1970 ketika di langsungkan Rakerkesnas di rasakan pembagian psukesmas di dasarkan kategori tenaga ini kurang sesuai karena puskesmas tipe B dan tipe C tidak di pimpin dokter secara penuh atau sama sekali tidak ada tenaga dokternya. No. Waktu itu di bicarakan upaya mengorganisasikan system pelayanan kesehatan di tanah air. mulai tahun 1970 di tetapkan hanya 1 macam puskesmas dengan wilayah kerja tingkat kecamatan dengan jumlah penduduk 30.000 sampai 50. yaitu : 1. 3.21 Di Indonesia. Puskesmas tipe B di pimpin oleh dokter tidak secara penuh 3. Puskesmas merupakan tulang punggung pelayan kesehatan masyarakat tingkat pertama. 4 Th 1976 berhasil mendirikan dan menempatkan tenaga dokter di seluruh pelosok tanah air . Konsep wilayah kerja puskesmas ini di pertahankan sampai akhir Pelita tahap II tahun 1979 dan ini lebih di kenal dengan nama Konsep Wilayah. 7 Th 1975 dan No.000 jiwa orang penduduk. P4M dan sebagainya masih berjalan sendiri – sendir dan tidak saling berhubungan. 5 Th 1974. Karena itu. Konsep puskesmas di lahirkan tahun 1968 ketika di langsungkan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta. BP. 4.

000 jiwa saja. sedangkan yang lain di sebut puskesmas pembantu. 3. Mendorong kemandirian hidup sehat. Mmberi pelayanan professional. 5. ramah dan bermatabat. baik keluarga dan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan di bidang kesehatan. Struktur Organisasi dan Fungsi Struktur organisasi yang saat ini digunakan oleh Strada Budi Luhur Bekasi adalah sebagai berikut : . keluarga. Dan untuk mengkoordinasi kegiatan – kegiatan yang berada di suatu kecamatan maka salah satu puskesmas tersebut di tunjuk sebagai penanggung jawab yang selanjutnya di sebut sebagai Puskesmas induk. 3.3. Sejak tahun 1979 mulai di rintis pembangunan Puskesmas di daerah – daerah tingkat kelurahan atau desa yang memiliki jumlah penduduk sebanayk 30. Menggerakan pembangunan yang berwawasan kesehatan dan masyarakat hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat. MISI 1. 2. masyarakat dan lingkungan.000 jiwa. Visi dan Misi Puskesmas Teluk Pucung VISI Membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.2.2. 3. Peningkatan pengetahuan dan kemampuan tenaga pelayanan kesehatan dlam mendukung kinerja puskesmas. 4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan.22 maka sejak Pelita III makakonsep wilayah di perkecil yang mencakup suatu wilayah yang mempunyai jumlah penduduk 30.2.

23 Gambar III. 1 Struktur Organisasi Puskesmas Teluk Pucung Bekasi .

Kepegawaian Tugas dan fungsi antara lain : a. dll). b.24 3. Sebagai penggerak pembangunan kesehatan di tingkat kecamatan. c. 4. berikut: 1. sepatu dan lain – lain). f. d. c. d. e. Membuat perencanaan untuk pengembangan kualitas SDM staff puskesmas. Koordinator Unit Tata Usaha Tugas dan fungsinya antara lain : a. bimbingan dan supervise. Fungsi Adapun uraian tugas dan fungsi dari struktur organisasi adalah sebagai Kepala Puskesmas Tugas dan fungsi Kepala Puskesmas antara lain : a.2. keluarga berencana dan perbaikan gizi. Menggantikan tugas kepala puskesmas bila kepala puskesmas berhalangan hadir. c. bezzeting. . b. DUK. Membuat laporan kepegawaian (Absensi. Menyusun daftar pembagian tugas untuk staf puskesmas dengan persetujuan kepala puskesmas. Mengusulkan tunjangan pegawai (Baju. Mengusulkan cuti dan kenaikan pangkat. Melaksanakan fungsi – fungsi manajemen. Unit I Bertugas melaksanakan kegiatan kesejahteraan ibu dan anak. 3. b.4. Mengarsipkan surat dan mengkoordinir pengiriman laporan Mengkoordinir dan berperan aktif terhadap kegiatan di unit TU. Merencanakan dan mengevaluasi kegiatan di unit TU. d. Merekap absensi mahasiswa / siswa yang praktek di puskesmas. Mengkoordinir dan bertanggung jawab semua kegiatan di puskesmas 2. Mengadakan koordinasi di tingkat kecamatan.

kesehatan lingkungan dan laboratorium sederhana. setelah itu. 3. Berikut prosedur sistem berjalan yang ada di Puskesmas Teluk Pucung : 1. ASKES Kartu ini di khususkan untuk Pegawai negri. lalu bagian pendaftaran mencatatnya dalam buku yang sudah di sediakan. Prosedur Sistem Berjalan Prosedur sistem berjalan menguraikan secara sistematis aktivitas-aktivitas yang terjadi dalam sistem informasi Pendaftaran dan persediaan obat di Puskesmas Teluk Pucung Bekasi. kita akan di berikan kartu anggotayang harus kita bawa setiap kali kita ingin berobat. Ada juga beberapa kartu yang bisa kita rujukan ke puskesmas saat mendaftar. Setiap masyarakat yang tinggal di daerah Teluk Pucung bisa berobat gratis di Puskesmas. Prosedur Pendaftaran Pendaftaran di Puskesmas Teluk Pucung di buka mulai dari jam 08.00 – 12. seperti : a. kesehatan sekolah dan olah raga.25 5. Unit III Bertugas melaksanakan kegiatan kesehatan gigi dan mulut. ASTEK Saat mendaftar. kesehatan mata dan kesehatan khusus lainnya. b. Jika pasien sudah mendaftar. Cukup menunjukan KTP maka mereka bisa terdaftar menjadi seorang pasien. diantaranya : . Unit II Bertugas melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit khususnya imunisasi. 6. dan usia lanjut. kesehatan jiwa.3. pendaftaran di tutup. 7 Unit IV Bertugas melaksanakan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat. Jamkesmas Kartu ini di khususkan untuk masyarakat sekitar yang tidak mampu.00 siang. c. kesehatan tenaga kerja.

Prosedur Persediaan Obat 5. 1. Pasien bisa menebus atau mengambil obat yang tertera di resep di Apotik Puskesmas. Prosedur Pengambilan Obat Setelah pasien di periksa dan di berikan resep oleh Dokter. c. Pasien menyerahkan resep kepada petugas Apotik lalu petugas apotik mengambil obat sesuai dengan yang tertera di resep dan memberikan obat tersebut kepada pasien. Buku Bersampul Kuning Digunakan untuk mencatat pasien yang menggunakan kartu ASKES. Diagram Alir Data ( DAD ) Sistem Berjalan Diagram alir data adalah gambaran jaringan yang mempresentasikan sebuah sistem atau suatu model yang menggambarkan aliran data dan proses yang ada pada suatu sistem. pasien menyebutkan atau memberitahukan keluhannya kepada bagian administrasi lalu bagian administrasi memberikan nomor antrian dan merujuknya ke dokter yang bersangkutan.4. pasien berkonsultasi dengan dokter dan dokter melakukan pemerikasaan dan memberikan resep obat yang bisa pasien ambil di bagian apotik puskesmas.26 a. 4. saat tiba gilirannya. 3. Prosedur Pengobatan Setelah pasien terdaftar menjadi anggota dan mendapatkan Kartu anggota. Pengambilan obat di Apotik Puskesmas tidak di pungut biaya alias gratis. Pembuatan Laporan Setiap 1 bulan. Buku Bersampul Merah Digunakan untuk mencata Pasien yang menggunakan Jamkesmas. Lalu. 2. setiap bagian memberikan laporan bulanan kepada kepala Puskesmas dan kepala puskesmas meninjaunya lalu meneruskannya kepada Dinas Kesehatan yang akan di lakukan oleh orang TU. b. . Buku bersampul Biru Digunakan untuk pasien Umum.

27 Bentuk diagram aliran data sistem informasi berjalan dalam laporan ini adalah sebagai berikut: a. Diagram Konteks Gaambar III.2 Diagram Konteks Sistem Berjalan .

3 Diagram Nol Sistem Berjalan . Diagram Nol Sistem Informasi Rawat Jalan Puskesmas Gambar III.28 b.

29 c.0 Sistem Berjalan Gambar III.4 Diagram Detail 1. Diagram Detail Sistem Informasi Rawat Jalan Puskesmas Gambar III.5 Diagram Detail 3.0 Sistem Berjalan .

a.500 pasien : Header + Isi = Kop_Puskesmas = Lambang_Puskesmas + Nama_Puskesmas *Terdiri dari 25 digit bertipe Karakter* = ID_Anggota + Nama_Pasien + Umur_Pasien + Pekerjaan_Pasien + Alamat_Pasien *Terdiri dari 6 digit bertipe numeric* *Terdiri dari 25 digit bertipe karakter* *Terdiri dari 2 digit bertipe integer* *Terdiri dari 25 digit bertipe karakter* *Terdiri dari 30 digit bertipe karakter* : Resep :: Pasien – 3.Pasien : Setiap selesai berobat / lab : Untuk mengetahui obat yang di sarankan Dokter dari hasil pemeriksaan . ASKES. Kamus data sistem akuntansi berjalan dalam laporan Tugas kelompok ini adalah sebagai berikut : 1.0 Administrasi – Data Pasien : Setiap terjadi pengobatan : Untuk pengobatan di Puskesmas : Rata-rata per bulan ada 2.30 1.0 Apotik . Jamkesmas : Cetakan Manual. Nama Arus Data Alias Arus Data Periode Penjelasan Kamus Data Masukan Nama Arus Data : Kartu Anggota : ASTEK. Alias Bentuk Data Arus Data Periode Penjelasan Volume Struktur Data Header Kop Puskesmas Judul Isi ID Pasien Nama Pasien Umur Pasien Pekerjaan Pasien Alamat Pasien b. Kartu : Pasien – 1. Kamus Data Sistem Berjalan Kamus data adalah katalog data atau kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem.5.

500 pemeriksaan : Header + Isi = =** =** =** =** = Kamus Data Keluaran Nama Arus Data Alias Bentuk Data Arus Data Periode Penjelasan Volume Struktur Data Isi No No_Kartu Nama_Pasien Umur Sex Status : Laporan Data Pasien :: Cetakan Manual : Pasien – 1. a.0 Pendaftaran – 1. : Rata-rata per bulan ada 2.2 Laporan : Setiap 1 bulan sekali : Untuk melihat data pasien yang berobat.31 Volume Struktur Data Header Judul No Anggota Nama Sekolah Isi 2. : Per tahun 12 kali pembuatan laporan : Isi = No + No_Kartu + Nama_Pasien + Umur + Sex + Status + Poli + Diagnosa + RS + Alamt = *Terdiri dari 3 digit bertipe numeric* = *Terdiri dari 9 digit bertipe numeric* = *Terdiri dari 25 digit bertipe character* = ** = .

1.6. Nama Dokumen Fungsi Sumber Tujuan Media Jumlah Frekuensi Bentuk : Kartu Anggota : Sebagai tanda pengenal untuk berobat di Puskesmas : Petugas Puskesmas : Anggota : Kertas : 1 rangkap : Setiap berobat ke Puskesmas : Lihat lampiran A.1 : Resep : Untuk mengetahui hasil dan obat dari pemeriksaan : Dokter : Apotik : Kertas : 1 rangkap : Setiap selesai berobat/control/cek lab : Lihat lampiran 1. Spesifikasi Bentuk Dokumen Keluaran Dokumen keluaran sistem informasi perpustakaan pada Strada Budi Luhur Bekasi terdiri dari : 1.6. Spesifikasi Bentuk Dokumen Masukan Dokumen masukan sistem informasi perpustakaan pada Puskesmas Teluk Pucung. Nama Dokumen Fungsi Sumber Tujuan Media Jumlah Frekuensi Bentuk 2. terdiri dari : 1.2.32 1. Spesifikasi Sistem Berjalan Spesifikasi sistem informasi perpustakaan pada Puskesmas Teluk Pucung adalah sebagai berikut : 1. .6. Nama Dokumen Fungsi : Laporan Data Pasien : Untuk mengetahui data – data pasien baru maupun Yang sudah terdaftar.

dapat di simpulkan bahwa system Informasi yang digunakan masih sangat manual.2 : LPLPO : Untuk mengetahui Obat yang tersisa : Apoteker : Kepala Puskesmas : Kertas : 1 Set : Tidak menentu : Lihat Lampiran A.33 Sumber Tujuan Media Jumlah Frekuensi Bentuk 2. Nama Dokumen Fungsi Sumber Tujuan Media Jumlah Frekuensi Bentuk : Administrasi : TU / Kepegawaian : Buku : 1 rangkap (Buku) : Setiap 1 bulan sekali : Lihat Lampiran A.3 1. Permasalahan Dari pengamatan yang kami lakukan. di mulai dari pendaftaran. hingga pembuatan laporan serta pengadaan laporan obat pun masih manual sehingga laporan pun menjadi tidak optimal dan menimbulkan permasalahan sebagai berikut : . pencatatan. Nama Dokumen Fungsi Sumber Tujuan Media Jumlah Frekuensi Bentuk 3.4 : Resep Obat : Hasil dari pemeriksaan : Dokter / Bidan : Apotik : Kertas : 1 Lembar : Saat selesai pemeriksaan : Lihat Lampiran A.7.

8. 4. Penyimpanan data dalam bentuk kumpulan dokumen memiliki risiko yang lebih besar terhadap kemungkinan terjadinya kehilangan data yang di sebabkan beberapa factor seperti kelalaian manusia atau kondisi fisik dokumen yang cenderung mudah rusak. dan efisien. 5. di usulkan untuk membangu sebuah system terkomputerisasi yang dapat memenuhi kebutuhan sebagai berikut : 1. Pada saat membuat laporan data pasien bulanan menjadi tidak spesifik karena penginputan yang masih manual dan tidak adanya rekapan data. Alternatif Pemecahan Masalah Setelah meneliti masalah yang timbul pada sistem informasi Puskesmas yang sedang berjalan. akurat. Banyaknya data – data yang disimpan dengan tidak teratur sehingga membuat ruangan menjadi penuh dengan laporan-laporan yang ditempatkan di rak-rak maupun lemari. Mampu menyediakan informasi riwayat kunjungan pasien secara rinci. persediaan obat. data riwayat kunjungan pasien yang sudah lama tidak berkunjung akan sulit di cari dan di telusuri kembali jika riwayat di simpan dalam bentuk dokumen.34 1. Pengggunaan sistem komputerisasi dapat memudahkan petugas untuk memasukkan data anggota baru melalui sebuah program khusus begitu pula sampai pada tahap pengobatan. 2. dan pembuatan laporan. Pada saat banyak pasien yang hendak berobat. Selain itu. petugas pendaftaran kewalahan karena kurangnya tenaga di bagian tersebut. seperti : . Untuk itu. maka Kami mengajukan pemecahan masalah dengan cara sistem informasi Rawat jalan yang terkomputerisasi. Data pasien yang tersebar di setiap unit menyebabkan adanya pengulangan penulisan data pasien. 3. Sistem manual yang saat ini berjalan pada puskesmas menyebabkan pencarian dan pengelolaan data membutuhkan waktu yang lama. Adanya rududansi data. 1. Sehingga kegiatan untuk memasukkan data-data lebih cepat. 6.

Data pribadi Pasien Riwayat keluhan / gejala penyakit pasien Pencatatn diagnose dokter Riwayat kunjungan Data Obat masuk (Laporan Stock Obat) Mampu menyediakan informasi kunjungan puskesmas Menyediakan informasi pasien yang di rujuk ke RSUD berdasarkan penyakit tertentu. 2. 3.35 a. d. b. periodic. dan data pasien baru. Menyediakan laporan pencatatan pasien rujukan secara . e. c. 4.

Kesimpulan Berdasarkan Analisa Sistem Rawat Jalan di Puskesmas Teluk Pucung Bekasi. Semua laporan kegiatan dan pelaksanaan kerja harus melalui beberapa unit. Untuk data pasien. Sistem Rawat jalan di Puskesmas teluk Pucung belum terkomputerisasi. maka dari itu. . di perlukan sebuah program yang bisa menunjang kinerja puskesmas di mulai dari penginputan data pasien hingga hasil diagnose dokter dan pencatatan obat keluar. lebih baik jika di lakukan secara terkomputerrisasi sehingga memudahkan petugas puskesmas untuk menyimpan data dan mengurangi penggunaan kertas atau penumpukan data di lemari yang memakan tempat di ruangan. kami menyimpulkan : 1.36 BAB IV PENUTUP 4.1. Sistem 2. 3. 4. adalah: 1. Saran-saran Saran-saran yang Kami berikan pada Sistem Rawat Jalan di Puskesmas Teluk Pucung adalah. dan berakhir di Koordinator SP III yang meminta persetujuan Kepala puskesmas untuk di kirim ke Dinas Kesehatan.2.

37 DAFTAR PUSTAKA INI ISINYA APA YAA TU??????????????? Oo iya.. kamus datanya udah bner blom??? Mnurut u gmna???? Ada lagi g????? .

NAMA NIM : PUTRI AMBAR NINGTYAS : 1211 6. NAMA NIM : LILI AKBAR KUSUMA DEWI : 1211 4. NAMA NIM : DESY RATNA : 1210 2. NAMA NIM : HOTMAN WILLIAM BECK : 1211 3. NAMA : RACHEL LOUISA DORCAS LONDO .38 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Biodata Mahasiswa : 1. NAMA NIM : OLIVEA EKA BUWANA PUTRI : 1211 5.

12 Mei 2013 . NAMA NIM : RESTU ZULLAEHA DAHLIA KUSUMA : 1211 8.39 NIM : 12112893 7. NAMA NIM : SCORIZKY FRIDZA : 1210 Bekasi.

40 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful