BAB I PENDAHULUAN

Katarak berasal dari Yunani ( Katarrhakies ) , Inggris ( Cataract ), dan Latin ( Cataracta ) yang berarti air terjun. Dalam bahasa Indonesia disebut bular dimana penglihatan seperti tertutup air terjun akibat lensa yang keruh. Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi ( penambahan cairan ) lensa, denaturasi protein lensa terjadi akibat kedua-duanya. ( Ilyas, 2005 ) Katarak disebut-sebut sebagai penyebab kebutaan no. 1 di Indonesia. Bahkan mengacu pada World Health Organization ( WHO ) sebagaimana dipublikasikan pada situs www.who.int, katarak menyumbang sekitar 48% kasus kebutaan di dunia ( Widyaningtyas, 2009 ). Penelitian-penelitian mengidentifikasikan adanya katarak pada sekitar 10% orang Amerika Serikat, dan prevalensi ini meningkat sampai sekitar 50% untuk mereka yang berusia antara 65 dan 74 tahun dan sampai sekitar 70% untuk mereka yang berusia lebih dari 75 tahun. Sebagian besar kasus bersifat bilateral, walaupun kecepatan perkembangannya pada masing-masing mata jarang sama. Katarak traumatik, katarak kongenital, dan jenis-jenis lain lebih jarang dijumpai.

Tebalnya sekitar 4 mm dan diameternya 9 mm. yang menghalangi sinar masuk ke dalam mata. Serat zonula tersebut menempel dan menyatu dengan lensa pada bagian anterior dan posterior dari kapsul lensa. Serat zonula tersebut menempel dan menyatu dengan lensa pada bagian anterior dan posterior dari kapsul lensa. sekitar 35% protein ( kandungan protein tertinggi diantara jaringan-jaringan tubuh ). Di belakang iris. korteks. Katarak juga dapat terjadi setelah trauma. dan bagian paling tipis berada di bagian tengah kutub posterior. Katarak terjadi karena faktor usia. 2. Definisi katarak menurut WHO adalah kekeruhan yang terjadi pada lensa mata. B. dan epitel lensa. 65% lensa terdiri atas air. Anatomi Lensa Lensa adalah suatu struktur bikonveks. avaskular. Katarak senilis adalah semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut. namun dapat juga terjadi pada anak-anak yang lahir dalam kondisi tersebut. 2005 ). atau penyakit lainnya. Kapsul ini merupakan membran dasar yang melindungi nukleus. Kandungan kalium lebih tinggi di lensa daripada di kebanyakan jaringan lain. inflamasi. Kapsul ini mengandung isi lensa serta mempertahankan bentuk lensa pada saat akomodasi. Bagin paling tebal kapsul berada di bagian anterior dan posterior zona preekuator. Definisi Katarak termasuk golongan kebutaan yang tidak dapat dicegah tetapi dapat disembuhkan. tak berwarna. yaitu usia diatas 50 tahun ( Ilyas. dan hampir transparan semua. lensa terfiksasi pada serat zonula yang berasal dari badan siliar. 1. dan sedikit mineral. Serat Zonula Lensa terfiksasi pada serat zonula yang berasal dari badan siliar. Kapsul Kapsul lensa merupakan membran dasar yang elastis dan transparan tersusun dari kolagen tipe IV yang berasal dari sel-sel epitel lensa. .BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.

Inhibisi Natrium Kalium ATPase dapat mengakibatkan hilangnya keseimbangan elektrolit dan meningkatnya air di dalam lensa. Keseimbangan Kalsium juga sangat penting bagi lensa. . Hilangnya keseimbangan Kalsium ini dapat menyebabkan depresi metabolisme glukosa. dan jumlah ini tidak banyak berubah seiring bertambahnya usia. K+ -ATPase. Fisiologi Lensa Lensa tidak memiliki pembuluh darah maupun sistem saraf. Na+. Sekitar 5% dari air di dalam lensa berada di ruang ekstrasel. 4.3. 1. Konsentrasi sodium di dalam lensa adalah 20µM dan pottasium sekitar 120µM. Keseimbangan Elektrolit dan Air di dalam lensa Lensa normal mengandung 65% air. Sel-sel epitel ini dapat melakukan aktivitas seperti yang dilakukan sel-sel lainnya. protein dan lipid. sel-sel yang berada ditengah lensa membangun jalur komunikasi terhadap lingkungan luar lensa dengan membangun low resistance gap junction antar sel. Konsentrasi sodium dan pottasium di luar lensa lebih tinggi. dan aktivasi protease destruktif. lensa harus menggunakan aqueous humour sebagai penyedia nutrisi dan sebagai tempat pembuangan produknya. sedangkan diluar lensa 2 µM. Serat-serat yang baru akan membentuk korteks dari lensa. C. lalu serat baru akan terbentuk dan akan menekan serat-serat lama untuk berkumpul di bagian tengah lensa. Namun hanya sisi anterior lensa saja yang terkena aqueous humour. Keseimbangan elektrolit antara lingkungan dalam dan luar lensa sangat tergantung dari permeabilitas membran sel lensa dan aktivitas pompa sodium. Sel-sel tersebut juga dapat membentuk ATP untuk memenuhi kebutuhan energi lensa. Epitel Lensa Tepat dibelakang kapsul anterior lensa terdapat satu lapis sel-sel epitel. pembentukan protein high molecular weight. Perbedaan konsentrasi Kalsium ini diatur sepenuhnya oleh Kalsium ATPase. seperti sintesis DNA. Konsentrasi Kalsium yang normal di dalam sel adalah 30 µM. Oleh karena itu. Untuk mempertahankan kejernihannya. Nukleus dan korteks Sel-sel berubah menjadi serat. RNA. Sel-sel epitel yang baru terbentuk akan menuju equator lalu berdiferensiasi menjadi serat lensa.

sedangkan obat-obat parasimpatolitik ( atropin ) memblok akomodasi. sementara kekuatannya menurun. cilliaris berkontraksi. Kerusakan lensa pada katarak senilis juga dikaitkan dengan kerusakan oksidatif yang progresif. 2. Saat m. Akomodasi terjadi akibat perubahan lensa oleh badan siliar terhadap serat-serat zonula. cilliaris Ketegangan serat zonular Bentuk lensa Tebal axial lensa Dioptri lensa Akomodasi Kontraksi Menurun Lebih cembung Meningkat Meningkat Tanpa akomodasi Relaksasi Meningkat Lebih pipih Menurun Menurun Terjadinya akomodasi dipersarafi oleh saraf simpatik cabang Nervus Occulomotorius. ketebalan axial lensa meningkat. Beberapa penelitian menunjukkan peningkatan produk oksidasi seperti . Obatobat parasimpatomimetik ( pilocarpin ) memicu akomodasi. Asam amino aktif masuk ke dalam lensa melalui pompa sodium yang berada di sel epitel. kekakuan yang terjadi di nukleus lensa secara klinis mengurangi daya akomodasi. Obat-obatan yang menyebabkan relaksasi otot ciliar disebut cyclopegik. serat zonular relaksasi mengakibatkan lensa menjadi lebih cembung. lensa lebih pipih. Patofisiologi di balik terjadinya katarak senilis amat kompleks dan belum sepenuhnya dimengerti. Perubahan yang terjadi pada saat akomodasi M. Saat m cilliaris relaksasi. Setelah umur 30 tahun. dan kekuatan dioptri menurun. Glukosa memasuki lensa secara difusi terfasilitasi. Etiologi dan patofisiologi Penyebab terjadinya katarak senilis hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa kemungkinan di antaranya terkait usia lensa mata yang membuat berat dan ketebalannya bertambah. serat zonular menegang. D. Akomodasi lensa Mekanisme yang dilakukan oleh mata untuk mengubah fokus dari benda jauh ke benda dekat disebut akomodasi. Tabel 1. tidak langsung seperti sistem transpor aktif.Transpor membran dan permeabilitas sangat penting untuk kebutuhan nutrisi lensa. dan terjadi akomodasi.

Nukleus cenderung menjadi gelap dan keras ( sklerosis ). • Morfologi  Katarak Nuklear Pada katarak nuklear terjadi sklerosis pada nukleus lensa dan menjadikan nukleus lensa menjadi berwarna kuning dan opak. Pandangan jauh lebih dipengaruhi . dan yang mengelilingi keduanya adalah kapsula anterior dan posterior. Klasifikasi Katarak Katarak secara umum diklasifikasikan berdasarkan: Morfologi. Teori lain mengatakan bahwa suatu enzim mempunyai peran dalam melindungi lensa dari degenerasi. Pada zona sentral terdapat nukleus. Progresivitasnya lambat. Jumlah enzim akan menurun dengan bertambahnya usia dan tidak ada pada kebanyakan pasien yang menderita katarak. Di sekitar opasitas terdapat densitas seperti duri di anterior dan poterior nukleus. Lensa mengandung tiga komponen anatomis. Perubahan kimia dalam protein lensa dapat menyebabkan koagulasi. Proses ini mematahkan serabut lensa yang tegang dan mengganggu transmisi sinar. nukleus mengalami perubahan warna menjadi coklat kekuningan .oxidized glutathione dan penurunan antioksidan (vitamin) dan enzim superoksidase. Maturitas. dan Age of Onset. Perubahan dalam serabut halus multipel (zonula) yang memaenjang dari badan silier ke sekitar daerah di luar lensa. Katarak ini lokasinya pada bagian tengah lensa atau nukleus. berubah menjadi kuning sampai coklat. di perifer ada korteks. Teori stres oksidatif pada katarak disebut kataraktogenesis. Opasitaspada kapsul poterior merupakan bentuk aktarak yang paling bermakna seperti kristal salju. sehingga mengabutkan pandangan dengan menghambat jalannya cahaya ke retina. Salah satu teori menyebutkan terputusnya protein lensa normal disertai influks air ke dalam lensa. Dengan bertambahnya usia. Bentuk ini merupakan bentuk yang paling banyak terjadi. Perubahan fisik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi. E.

Biasanya mulai timbul usia 40-60 tahun dan progresivitasnya lambat. Katarak menyerang pada lapisan yang mengelilingi nukleus atau korteks. Dibagi menjadi katarak subcapsularis posterior dan Subcapsularis anterior. toksisitas amiodaron. dan Wilson disease. Congenital : Kelainannya di membran pupil yang tidak dapat lepas pada waktu lahir. dan steroid.  Katarak subcapsularis Kekeruhan mulai dari kecil. tetapi lebih cepat daripada katarak nuklear. bahkan pandangan baca dapat menjadi lebih baik ( miopisasi ). Pasien merasa sangat terganggu saat membaca di cahaya yang terang dan biasanya melihat halo pada malam hari. miotic.  Katarak Capsularis Dibagi menjadi 2 jenis: • Anterior Capsular 1.  Katarak Kortikal Pada katarak kortikal terjadi perubahan komposisi ion dari korteks lensa serta komposisi air dari serat-serat pembentuk lensa. Sedangkan pada subcapsularis anterior biasanya terdapat pada Glaukoma sudut tertutup akut ( Glaukomfleckens ). dan biasanya ada di belakang lensa.daripada pandangan dekat ( pandangan baca ). Acquired : Pseudoexfloation syndromes. 2. Chlorpromazine. Pada Subcapsularis posterior biasanya terdapat pada pasien DM. yang disertai dengan sinekia posterior . Myotonic Dystrophy. daerah opak hanya dibawah capsul.

 Katarak Intumesen: Katarak yang terjadi akibat lensa yang menarik air sehingga menjadi cembung. Pada pemeriksaan slitlamp terlihat vakuol pada lensa disertai peregangan jarak lamel serat lensa. Pencembungan lensa ini akan dapat memberikan penyulit glaukoma. Pada katarak subcapsular posterior.  Katarak Immatur : Kekeruhan hanya mengenai sebagian lensa. Pada keadaan ini dapat terjadi hidrasi korteks hingga lensa akan mencembung dan daya biasnya akan bertambah. Seperti ada hubungan kapsul posterior dengan retina yang seharusnya menghilang sejak lahir. kekeruhan mulai terlihat di anterior subcapsular posterior. Masuknya air ke dalam celah lensa mengakibatkan lensa menjadi bengkak dan besar yang akan mendorong iris sehingga bilik mata menjadi dangkal dibanding dengan keadaan normal. Bentuk ini kadang-kadang menetap untuk waktu yang lama. Pada katarak imatur akan dapat bertambah volume lensa akibat meningkatnya tekanan osmotik bahan lensa yang degeneratif . Vakuol mulai terlihat di dalam korteks. celah terbentuk antara serat lensa dan korteks yang berisi jaringan degeneratif pada katarak insipiens. Katarak intumesen biasanya terjadi pada katarak yang berjalan cepat danmengakibatkan mipopia lentikular. yang memberikan miopisasi.• Posterior Capsular Congenital : Persisten hyaloid membran.  Katarak Lammelar  Katarak Sutural • Maturitas  Katarak Insipiens : Kekeruhan dimulai dari tepi equator menuju korteks anterior dan posterior ( katarak kortikal ).

Bila katarak imatur atau intumesen tidak dikeluarkan maka cairan lensa akan keluar. Katarak matur : Kekeruhannya telah mengenai seluruh lensa. Katarak jenis ini sebenarnya berbahaya karena dapat menyebabkan inflamasi sehingga menyebabkan uveitis.  Katarak Morgagni : Katarak hipermatur yang nukleus lensanya mengambang dengan bebas di dalam kantung kapsulnya. Kekeruhan ini bisa terjadi akibat deposisi ion Ca yang menyeluruh. Tabel Perbedaan Stadium Katarak Insipien Kekeruhan Cairan lensa Ringan Normal Imatur Sebagian Bertambah (air masuk) Matur Seluruh Normal Hipermatur Masif Berkurang (air keluar) Iris Bilik mata depan Sudut bilik mata Shadow test Penyulit Normal Normal Terdorong Dangkal Normal Normal Tremulans Dalam Normal Sempit Normal Terbuka - + Glaukoma - Pseudops Uveitis + Glaukoma • Age of Onset .sehingga lensa kembali pada ukuran yang normal. meninggalkan lensa yang mengkerut dengan kapsul yang keriput. Cairan ini bisa keluar dari kapsul yang utuh.  Katarak hipermatur : Protein-protein di bagian korteks lensa telah mencair . Akan terjadi kekeruhan seluruhlensa yang bila lama akan mengakibatkan kalsifikasi lensa.

tergantung pada jenis dari katarak ketika pasien datang. b.  Katarak Infantil merupakan kelanjutan dari katarak kongenital di mana usia penderita di bawah 1 tahun. Jika dapat melihat biasanya ambliopia dan tidak maksimum. c. keadaan ini disebut dengan second sight. Penurunan visus. Katarak Congenital: Beberapa bayi ada juga yang lahir dengan katarak. F. a. Semakin lambat dioperasi prognosis semakin buruk.  Katarak Juvenile terjadi pada usai di bawah 9 tahun dan biasanya kelanjutan dari katarak kongenital  Katarak Presenile terjadi pada usia lebih dari 9 tahun  Katarak senile terjadi pada usia lebih dari 50 tahun. perubahan miopik dan second sight tidak terlihat pada katarak subkortikal posterior atau anterior. Perubahan miopik. Kebanyakan katarak yang kita jumpai adalah jenis ini akibat proses degeneratif. merupakan keluhan yang paling sering dikeluhkan pasien dengan katarak senilis. . Manisfestasi Klinis Seorang pasien dengan katarak senilis biasanya datang dengan riwayat kemunduran secara progesif dan gangguan dari penglihatan. Katarak kongenital sebaiknya dioperasi sebelum usia 2 bulan. Keluhan ini termasuk seluruh spectrum dari penurunan sensitivitas kontras terhadap cahaya terang lingkungan atau silau pada siang hari hingga silau ketika endekat ke lampu pada malam hari. pasien presbiop melaporkan peningkatan penglihatan dekat mereka dan kurang membutuhkan kaca mata baca. tetapi orang tua kurang memperhatikan dan baru terlihat ketika usianya sudah 3 bulan. Sebagai akibatnya. Silau. Penyimpangan penglihatan bervariasi. Secara khas. Progesifitas katarak sering meningkatkan kekuatan dioptrik lensa yang menimbulkan myopia derajat sedang hingga berat.

Penglihatan seakan-akan melihat asap/kabut dan lensa mata tampak berwarna keputihan f. Pada pasien katarak sebaiknya dilakukan pemeriksaan visus untuk mengetahui kemampuan melihat pasien. Pemeriksaan slit lamp tidak hanya difokuskan untuk evaluasi opasitas lensa tetapi dapat juga struktur okuler lain. misalnya konjungtiva. Diagnosis Diagnosa katarak senilis dibuat berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Ketebalan kornea harus diperiksa dengan hati-hati. iris.d. Kadang-kadang. Kemudian lakukan pemeriksaan shadow test untuk menentukan stadium . posisi lensa dan intergritas dari serat zonular juga dapat diperiksa sebab subluksasi lensa dapat mengidentifikasi adanya trauma mata sebelumnya. atau lensa kontak e. Pemeriksaan yang sangat penting yaitu test pembelokan sinar yang dapat mendeteksi pupil Marcus Gunn dan defek pupil aferen relatif yang mengindikasikan lesi saraf optik. menghasilkan area refraktil pada bagian tengah dari lensa. Visus pasien dengan katarak subcapsuler posterior dapat membaik dengan dilatasi pupil. Ukuran kacamata sering berubah G. prisma. Hipertensi.2009). bilik mata depan. Fenomena seperti ini menimbulkan diplopia monocular yang tidak dapat dikoreksi dengan kacamata. Pemeriksaan laboratorium preoperasi dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakitpenyakit yang menyertai. atau katarak hipermatur. Penyakit seperti Diabetes Mellitus dapat menyebabkan perdarahan perioperatif sehingga perlu dideteksi secara dini dan bisa dikontrol sebelum operasi (Ocampo. yang sering memberikan gambaran terbaik pada reflek merah dengan retinoskopi atau ophtalmoskopi langsung. contohnya: Diabetes Mellitus. kelainan metabolik. kornea. gambaran lensa harus dicatat dengan teliti sebelum dan sesudah pemberian dilator pupil. dan cardiac anomalies. perubahan nuclear yang terkonsentrasi pada bagian dalam lapisan lensa. Pemeriksaan adneksa okuler dan struktur intraokuler dapat memberikan petunjuk terhadap penyakit pasien dan prognosis penglihatannya. Diplopia monocular.

dan bahan implantasi.ICCE tidak boleh dilakukan atau kontraindikasi pada pasien berusia kurang dari 40 tahun yang masih mempunyai ligamen hialoidea kapsular. Penatalaksanaan Katarak hanya dapat diatasi melalui prosedur operasi. Selain itu. 1. ECCE. Sejauh ini tidak ada obat-obatan yang dapat menjernihkan lensa yang keruh. Seluruh lensa dibekukan di dalam kapsulnya dengan cryophake dan depindahkan dari mata melalui incisi korneal superior yang lebar. Kadang kala cukup dengan mengganti kacamata. material. Hampir bersamaan dengan evolusi IOL yang digunakan. Masalah pada saraf optik dan retina dapat menilai gangguan penglihatan. 2. Lebih dari bertahuntahun. dan perdarahan. glukoma. tindakan operasi tidak diperlukan. Extra Capsular Cataract Extraction ( ECCE ) . Intra Capsular Cataract Extraction ( ICCE) Tindakan pembedahan dengan mengeluarkan seluruh lensa bersama kapsul. Penyulit yang dapat terjadi pada pembedahan ini astigmatisme. Penatalaksanaan definitif untuk katarak senilis adalah ekstraksi lensa. H.pada katarak senilis. Sekarang metode ini hanya dilakukan hanya pada keadaan lensa subluksatio dan dislokasi. ada 2 tipe bedah lensa yaitu intra capsuler cataract ekstraksi (ICCE) dan ekstra capsuler cataract ekstraksi (ECCE). uveitis. Berikut ini akan dideskripsikan secara umum tentang tiga prosedur operasi pada ekstraksi katarak yang sering digunakan yaitu ICCE. tehnik bedah yang bervariasi sudah berkembang dari metode yang kuno hingga tehnik hari ini phacoemulsifikasi. Pada ICCE tidak akan terjadi katarak sekunder dan merupakan tindakan pembedahan yang sangat lama populer. pemeriksaan ofthalmoskopi direk dan indirek dalam evaluasi dari intergritas bagian belakang harus dinilai. yang bervariasi dengan lokasi. dan phacoemulsifikasi. Akan tetapi jika gejala katarak tidak mengganggu. endoftalmitis. Bergantung pada integritas kapsul lensa posterior.

selanjutnya mesin PHACO akan menyedot massa katarak yang telah hancur sampai bersih. ada riwayat mengalami ablasi retina. perencanaan implantasi sekunder lensa intra ocular. pasca bedah ablasi. Tehnik ini kurang efektif pada katarak senilis padat. dan keuntungan incisi limbus yang kecil agak kurang kalau akan dimasukkan lensa intraokuler. akan pulih dengan sendirinya. implantasi lensa intra ocular posterior. Karena incisi yang kecil maka tidak diperlukan jahitan. mata sebelahnya telah mengalami prolap badan kaca. kemungkinan akan dilakukan bedah glukoma. Pembedahan ini dilakukan pada pasien katarak muda. YAG Laser . Phacoemulsification Phakoemulsifikasi (phaco) maksudnya membongkar dan memindahkan kristal lensa. meskipun sekarang lebih sering digunakan lensa intra okular fleksibel yang dapat dimasukkan melalui incisi kecil seperti itu. Pada tehnik ini diperlukan irisan yang sangat kecil (sekitar 2-3mm) di kornea. mata dengan prediposisi untuk terjadinya prolaps badan kaca. Sebuah lensa Intra Okular yang dapat dilipat dimasukkan melalui irisan tersebut.Tehnik ini bermanfaat pada katarak kongenital. dan kebanyakan katarak senilis. mata dengan sitoid macular edema. traumatik. 5. Penyulit yang dapat timbul pada pembedahan ini yaitu dapat terjadinya katarak sekunder. yang memungkinkan pasien dapat dengan cepat kembali melakukan aktivitas sehari-hari. SICS Teknik operasi Small Incision Cataract Surgery (SICS) yang merupakan teknik pembedahan kecil.teknik ini dipandang lebih menguntungkan karena lebih cepat sembuh dan murah. untuk mencegah penyulit pada saat melakukan pembedahan katarak seperti prolaps badan kaca. pasien dengan kelainan endotel. 3.Tindakan pembedahan pada lensa katarak dimana dilakukan pengeluaran isi lensa dengan memecah atau merobek kapsul lensa anterior sehingga massa lensa dan kortek lensa dapat keluar melalui robekan. Getaran ultrasonic akan digunakan untuk menghancurkan katarak. 4.

Prosedur ini kerjanya cepat dan tidak sakit. Pasca operasi. Lensa intra okular. Lensa kontak c.Melubangi kapsul posterior sehingga terdapat lubang. Kekuatan implan lensa intraokuler yang akan digunakan dalam operasi dihitung sebelumnya dengan mengukur panjang mata secara ultrasonik dan kelengkungan kornea. Indikasi: Opasifikasi kapsul posterior pada katarak sekunder. yaitu lensa permanen yang ditanamkan di dalam mata pada saat pembedahan untuk mengganti lensa mata asli yang telah diangkat. Kacamata afakia yang tebal lensanya b. pasien diberikan tetes mata steroid dan antibiotik jangka pendek. Kacamata baru dapat diresepkan setelah beberapa minggu. Apabila lensa mata penderita katarak telah diangkat maka penderita memerlukan lensa pengganti untuk memfokuskan penglihatannya dengan cara sebagai berikut: a. pan retinal photocoagulation pada penderita diabetic retinopathy. Perifer Iridotomy pada penderita glaukoma sudut tertutup akut. ketika bekas insisi telah .

Mengurangi rasa sakit. tetapi biasanya pasien dapat melihat dengan baik melui lensa intraokuler sambil menantikan kacamata permanen ( Biasanya 6-8 minggu setelah operasi ). Matanya dapat dibalut selama beberapa hari pertama pasca operasi atau jika nyaman. Perawatan pasca bedah Jika digunakan tehnik insisi kecil. Pasien dapat bebas rawat jalan pada hari itu juga. .Antibiotik mencegah infeksi.Memakai dan meneteskan obat seperti yang dianjurkan .Obat tetes mata steroid.Jangan menggendong yang berat . Karena pasien tidak dapat berakomodasi maka pasien membutuhkan kacamata untuk pekerjaan jarak dekat meski tidak dibutuhkan kacamata untuk jarak jauh. Obat yang mengandung steroid ini berguna untuk mengurangi reaksi radang akibat tindakan bedah. Saat ini digunakan lensa intraokuler multifokal.Melakukan pekerjaan yang tidak berat .  Hal yang boleh dilakukan antara lain : . Kacamata sementara dapat digunakan beberapa hari setelah operasi. maka penyembuhan pasca operasi biasanya lebih pendek. karena operasi mata adalah tindakan yang menyayat maka diperlukan obat untuk mengurangi rasa sakit yang mungkin timbul benerapa jam setelah hilangnya kerja bius yang digunakan saat pembedahan.Obat tetes yang mengandung antibiotik untuk mencegah infeksi pasca bedah.sembuh. lensa intraokuler yang dapat berakomodasi sedang dalam tahap pengembangan. olahraga berat jangan dilakukan selama 2 bulan.Jangan menggosok mata . pemberian antibiotik masih dianggap rutin dan perlu diberikan atas dasar kemungkinan terjadinya infeksi karena kebersihan yang tidak sempurna. Selain itu juga akan diberikan obat untuk : .  Yang tidak boleh dilakukan antara lain : .Bila memakai sepatu jangan membungkuk tetapi dengan mengangkat kaki keatas. Rehabilitasi visual dan peresepan kacamata baru dapat dilakukan lebih cepat dengan metode phacoemulsification. . balutan dapat dibuang pada hari pertama pasca operasi dan matanya dilindungi pakai kacamata atau dengan pelindung seharian. tetapi dianjurkan untuk bergerak dengan hati-hati dan menghindari peregangan atau mengangkat benda berat selama sekitar satu bulan. .

umumnya disebabkan karena penjahitan luka insisi yang tidak adekuat yang dapat menimbulkan komplikasi seperti penyembuhan luka yang tidak sempurna. ruptur kapsul posterior.Post kapsul kapacity. pendarahan atau efusi suprakoroid. edema stroma dan epitel. astigmatismus. COA dangkal. . Komplikasi 1. brown-McLean syndrome (edema kornea perifer dengan daerah sentral yang bersih paling sering) . yang biasa terjadi bila iris robek saat melakukan insisi 3.Jangan berbaring ke sisi mata yang baru dibedah I. Komplikasi Intra Operatif Edema kornea. uveitis anterior kronik dan endoftalmitis. Komplikasi dini pasca operatif .Jangan membaca yang berlebihan dari biasanya .Prolaps iris. jarang terjadi J. adanya pelepasan koroid.Ruptur kapsul posterior. 2. hipotonus.COA dangkal karena kebocoran luka dan tidak seimbangnya antara cairan yang keluar dan masuk.Pendarahan. ..Ablasio retina .Jangan mengedan keras sewaktu buang air besar . pendarahan suprakoroid ekspulsif. block pupil dan siliar. Prognosis Apabila pada proses pematangan katarak dilakukan penanganan yang tepat sehingga tidak menimbulkan komplikasi serta dilakukan tindakan pembedahan pada saat yang tepat maka prognosis pada katarak senilis umumnya baik.Endoftalmitis kronik yang timbul karena organissme dengan virulensi rendah yang terperangkap dalam kantong kapsuler . yang mengakibatkan prolaps vitreus . Komplikasi lambat pasca operatif . incacerata kedalam luka serta retinal light toxicity. yang terjadi karena kapsul posterior lemah Malformasi lensa intraokuler. disrupsi vitreus.

C. mencegah paparan langsung terhadap sinar ultraviolet dengan menggunakan kacamata gelap. dan E secara teori bermanfaat (Wikipedia. Pencegahan Katarak senilis tidak dapat dicegah karena penyebab terjadinya katarak senilis ialah oleh karena faktor usia. . Pemberian intake antioksidan seperti vitamin A. dan sebagainya. namun dapat dilakukan pencegahan terhadap hal-hal yang memperberat seperti mengontrol penyakit metabolik.2010).K.

mencegah paparan langsung terhadap sinar ultraviolet dengan menggunakan kacamata gelap dan sebagainya. katarak akan menimbulkan gangguan penglihatan dan komplikasi seperti glaukoma. memerlukan pencahayaan yang baik untuk dapat membaca. hipermatur. Katarak senilis secara klinis dibedakan menjadi 4 stadium yaitu stadium insipien. Apabila pada proses pematangan katarak dilakukan penanganan yang tepat sehingga tidak menimbulkan komplikasi serta dilakukan tindakan pembedahan pada saat yang tepat maka prognosis pada katarak senilis umumnya baik. lensa mata berubah menjadi buram. uveitis. pemberian intake antioksidan seperti vitamin A. serta paparan sinar ultraviolet. Untuk menentukan kapan katarak dapat dibedah ditentukan oleh keadaan tajam penglihatan. Selain itu katarak senilis juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti adanya penyakit metabolik. Pengobatan pada katarak adalah operasi. dan E secara teori bermanfaat. Katarak senilis tidak dapat dicegah karena penyebab terjadinya katarak senilis disebabkan oleh faktor usia. dapat terjadi penglihatan ganda pada 1 mata.BAB III KESIMPULAN Katarak senilis adalah semua kekeruhan pada lensa yang terdapat pada usia lanjut yaitu usia diatas 50 tahun. Penyebab terjadinya katarak senilis adalah karena proses degeneratif. C. dan morgagni. intumesen. namun dapat dilakukan pencegahan terhadap hal-hal yang memperberat seperti mengontrol penyakit metabolik. matur. dan kerusakan retina. Apabila dibiarkan. silau. imatur. trauma. . Gejala umum gangguan katarak meliputi penglihatan tidak jelas seperti terdapat kabut yang menghalangi.

Diakses dari http://alfinzone. Epidemiologi Katarak. Diakses dari http://en. 3. tanggal 5 Januari 2012. tanggal 5 Januari 2012.files. Ilyas. 2010. Ed. tanggal 5 Januari 2012 Razi. . tanggal 5 Januari 2012. 2011. 2009. Diakses dari http://emedicine. Ilmu Penyakit Mata. Ilham. Katarak Senilis. Wahyu. Senile: Differential Diagnosis and Workup. Diakses dari http://www. Katarak Senilis. Suryasaputra.V. tanggal 5 Januari 2012. Ocampo. Cataract. FKUI: Jakarta. 2010.D.wordpress.scribd.wikipedia.com/doc/66664997/Referat-Katarak-Senilis-WahyuSuryasaputra .medscape. 2010. V.org/wiki/Cataract .com/article/1210914-overview . 2005.com/doc/20283414/EPIDEMIOLOGI-KATARAK . Diakses dari http://razimaulana. Diakses dari http://www. Cataract. 2006. Patologi dan Penatalaksanaan pada Katarak Senilis.scribd.com/2011/03/24/katarak-senilis/ .pdf .Daftar Pustaka Anonim.wordpress. tanggal 5 Januari 2012. Said. S.com/2010/12/patologi-pada-katarak1.