By : Kohyar de Sonearth 2009

TUGAS MATA KULIAH MIKROPALEONTOLOGI DASAR-DASAR MIKROPALEONTOLOGI (Batuan, Stratigrafi, Sedimentologi)

Oleh: Ade Akhyar Nurdin H1F007016

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI JURUSAN TEKNIK FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURBALINGGA 2009

Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka

By : Kohyar de Sonearth 2009
BATUAN

Batuan merupakan senyawa kimia padat yang terdiri dari mineral-mineral (gelas, ubahan, material organik, atau kombinasi dari komponen-komponen tersebut) yang terbentuk secara alamiah yang merupakan bagian dari kerak bumi. Berdasarkan kejadiannya atau cara terbentuknya atau genesanya menjadi 3 kelompok utama: 1. Batuan Beku, batuan yang terbentuk dari pembekuan magma 2. Batuan Sedimen, batuan yang terbentuk dari hasil rombakkan batuan yang telah ada sebelumnya 3. Batuan Metamorf, batuan yang terbentuk akibat adanya pengaruh tekanan, panas atau keduanya yang sangat tinggi.

gambaran siklus batuan

Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka

Batuan beku plutonis Batuan beku plutonis adalah batuan yang proses terbentuknya jauh di dalam bumi (15-50 km). Batuan beku vulkanis Merupakan batuan yang terbentuk di permukaan bumi. Berdasarkan tempat terbentuknya. Batuan ini terbentuk dari pendinginan yang berjalan sangat lambat. batuan ini mempunyai Kristal yang sempurna (holokristalin). Batuan Beku Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari hasil pendinginan dan kristalisasi magma di dalam maupun di permukaan bumi. Ciri-ciri batuan plutonis: – – Pada umumnya berbutir kasar Jarang memperlihatkan struktur vesikuler (lubang gas) b. Secara umum.By : Kohyar de Sonearth 2009 1. Oleh karena itu. Ciri-ciri batuan vulkanis: – – Berbutir halus dan sering terdapat kaca Memperlihatkan struktur vesikuler Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . yaitu batuan plutonis. mineral-mineral penyusun batuan beku dapat digambarkan oleh bowen reaction series. batuan beku dapat dibagi menjadi 2. dan batuan vulkanis : a.

Porfiritik. 4. 2. bentuk. maka disebut: a. baik oleh kristal-kristal maupun oleh lubang-lubang gas. dan susunan butir mineral dalam batuan. tidak teratur dan dijumpai pada batuan basa. Afanitik : bila butiran-butiran mineral sangat halus sehingga tidak dapat dilihat (dikenal) dengan mata telanjang. Massive : bila batuan pejal. Fanerik Granular : bila butiran-butiran mineral dapat dilihat dengan mata telanjang dan berukuran seragam (relatif seragam).By : Kohyar de Sonearth 2009 Tekstur batuan beku Tekstur adalah kenampakan batuan yang berkaitan dengan ukuran. Macam-macam struktur batuan beku: 1. Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . Jointing : bila batuan tampak mempunyai retakan. menunjukkan kesan aliran. 2. dibedakan menjadi 2 yaitu: a. b. batuan menjadi ringan (mengapung). Vesikuler : bila batuan mempunyai lubang-lubang sejajar. 5. 3. tanpa retakan maupun lubang-lubang gas. Fanero Porfiritik : bila butiran-butiran mineral yang besar (mineral sulung atau fenokris) dikelilingi mineral-mineral yang berukuran butir lebih kecil (massa dasar) yang dapat dikenal dengan mata telanjang. Struktur batuan beku Struktur adalah kenampakan hubungan antar bagian batuan yang berbeda. Fragmental : bila batuan beku tersusun oleh fragmen-fragmen batuan beku. Gelasan (Glassy) : bila batuan beku tersusun semata-mata oleh gelas. 4. Pumisan (Pumaceous) : bila lubang sangat banyak dan halus. Aliran (Flow) : bila ada kesan orientasi sejajar. Skorian (Skoriaceous) : bila sangat banyak. 3. Porfiro Afanitik : bila butiran-butiran mineral sulung (fenokris) dikelilingi oleh massa dasar yang afanitik. Bila lubanglubangnya sangat banyak. Tekstur batuan beku yang umum adalah: 1. b. dijumpai pada batuan asam.

biasanya berwarna cerah. Kelompok Granit-Riolit. dibedakan menjadi batuan yang bertekstur: a. Fragmental : Aglomerat 3. Ortoklas. terutama tersusun oleh mineral-mineral: Kuarsa. Amigdaloidal : bila lubang-lubang gas pada batuan terisi oleh mineralmineral sekunder (yang terbentuk setelah pembekuan magma). Gelasan (Glassy) : Obsidian e. Batuan beku basa (SiO2 : 45-63 %) : bila terutama tersusun oleh mineral-mineral basa. Termasuk di dalamnya adalah kelompok Granit-Riolit. Termasuk di dalamnya adalah kelompok Diorite-Andesit. Andesit Porfiri d. Batuan beku ultra basa (SiO2 < 45 %) : bila tersusun oleh mineralmineral yang sangat basa. dibedakan menjadi: a. biasanya berwarna hitam sampai hitam kelam. d. biasanya berwarna agak gelap sampai kehitaman. Termasuk di dalamnya adalah kelompok Gabro-Basalt. Klasifikasi Batuan Beku Batuan beku dapat diklasifikasikan antara lain berdasarkan: 1. putih sampai abu-abu. kadang-kadang ada Hornblende. Biotit. c. Fanerik Granular : seperti Granit b. Batuan beku asam (SiO2 > 66 %) : bila terutama tersusun oleh mineral-mineral asam. Afanitik : Basalt c. Termasuk di dalamnya adalah batuan-batuan ultra basa yaitu Olivin. biasanya berwarna hijau sampai hijau kehitaman. b. 2. Teksturnya. Plagioklas Na. Komposisi mineralnya.By : Kohyar de Sonearth 2009 5. Batuan beku sedang (SiO2 : 52-66 %) : bila tersusun oleh minealmineral menengah antara asam dan basa. Sifat-sifat kimianya. Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . dibedakan menjadi: a. Porfiritik : Granit Porfiri.

Kelompok Diorit-Andesit. d. Hornblende. mineral-mineral lainnya yang mungkin adalah: Hornblende. terutama tersusun oleh: Plagioklas Ca dan Piroksen. terutama tersusun oleh Olivin. Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . mineral-mineral lainnya yang mungkin adalah: Kuarsa.By : Kohyar de Sonearth 2009 b. Ortoklas. c. mineral-mineral lainnya: Plagioklas Ca dan Piroksen. Olivin. Kelompok ultra basa. Biotit. terutama tersusun oleh: Plagioklas. Kelompok Gabro-Basalt. Felsik (granitik) Intrusif (faneritik) Ekstrusif (afanitik) Komposisi mineral utama Mineral tambahan granit riolit Kuarsa K-feldspar Na-feldspar Muskovit Biotit Hornblende Intermediet (andesitik) diorit andesit Hornblende Na-feldspar Ca-feldspar Biotit Piroksen Mafik (basaltic) Gabro Basalt Ca-feldspar Piroksen Olivine Hornblende Ultra mafik Peridotit Olivine Piroksen Ca feldspar Klasifikasi batuan berku dilihat dari perbandingan antara total alkali dengan silica (SiO2). Piroksen.

By : Kohyar de Sonearth 2009 Klasifikasi batuan beku berdasar pada after IUGS Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka .

Adapun proses-proses yang terjadi dalam diaganesis. dan diagenesis. air dalam pori-pori antar batir keluar menjadi kompak atau padat. Kompaksi. sedimentasi (pengendapan). Sementasi. c. Batuan Sedimen Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari hasil pengendapan (sedimentasi). bisa menjadi lempung dan mempunyai porositas yang tinggi. Bioturbasi. Rekristalisasi. terjadi karena ada tekanan yang berasal dari sediment yang ada di atasnya sehingga menimbulkan panas dan akhirnya terjadi pelarutan e.By : Kohyar de Sonearth 2009 2. kimiawi. yaitu batuan sedimen yang terbentuk dengan proses mekanis (disintegrasi menjadi fragüen yang lebih kecil). oxida atau mineral lempung) menyemen butiran-butiran sedimen mengakibatkan porositas sedimen menjadi lebih kecil dari material semula. antara lain: a. Batuan sedimen dibagi menjadi 2 (dua) jenis berdasarkan cara terbentuknya batuan tersebut. hasil erosi atau batuan yang terjadi dari akumulasi mineral dari hasil perombakan batuan yang sudah ada sebelumnya atau hasil aktifitas kimia maupun organism yang diendapkan lapis demi lapis pada permukaan bumi yang kemudian mengalami pembatuan (litifikasi) dan diagenesa. Penggantian (replacement) g. pelapukan. volumenya berubah. d. Autijenesis. yaitu pembentukan akibat beban akumulasi sedimen atau material lain yang menyebabkan hubungan antar batir lebih lekat. yaitu proses keluarnya air pori-pori yang mengendapkan material terlarut (CaCO3. erosi. b.angin. pembentukan mineral baru f. transportasi oleh air. Proses pembentukan sedimen menjadi batuan sedimen disebut diagenesis. dimana mineral-mineral kurang stabil (aragonit) saat sedimen terakumulasi mengkristal kembali menjadi stabil (kalsit). Batuan sedimen klastik. Pelarutan. dan porositasnya menjadi berkurang. dan es. SiO2. Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . yaitu penghancuran lapisan sedimen. yaitu : a. Fe2O3.

Kelompok Evaporit Contoh: Batugaram (Halit). Contoh: Batulanau. b. Gipsum. yaitu batuan sedimen yang terbentuk karena adanya ubahan tidak secara mekanis bisa karena terjadi perubahan kimiawinya atau karena pengaruh makhluk hidup. Konglomerat. Batupasir. Batuan Sedimen Detritus/Klastik: a. Golongan Nondetritus/Nonklastik a. Kelompok Detritus Halus Ukuran butir kurang dari 1/16 mm. Batugamping bioklastik. Batugamping kerangka (skeletal). Contoh: Breksi. Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . Kelompok Detritus Kasar Ukuran butir dari 1/16 mm sampai > 256 mm.By : Kohyar de Sonearth 2009 b. Batulempung. Dolomit. Batugamping Kristalin. c. Napal. Kelompok Karbonat Fragmen terdiri dari kandungan mineral Kalsit (CaCO3) lebih dari 50% atau pecahan Terumbu Gamping (Reef). berasal dari kelompok binatang laut. d. Batuan sedimen non-klastik. Kelompok Batu Bara Contoh: Gambut (Peat). Kelompok Karbonat Contoh: Batugamping Terumbu. b. Anhidrit. Batubara muda (Lignit). Radiolarit. Serpih. Tanah Diatomea. Kelompok Silika Contoh: Rijang. Contoh: Batugamping klastik. Batubara (coal) c.

batuan sedimen dibedakan menjadi batuan sedimen klastik dan nonklastik. Dari kedua macam batuan sedimen tersebut dikenal tekstur klastik dan nonklastik.medium-grained Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka .coarse grained sand. Batuan sedimen nonklastik adalah batuan sedimen yang terbentuk dari material-material hasil aktivitas kimia (termasuk biokimia). Untuk ukuran butir dipakai klasifikasi ukuran butir dari Wentworth.By : Kohyar de Sonearth 2009 Tekstur Batuan Sedimen Berdasarkan kejadiannya.125 0.25 0. Batuan sedimen klastik adalah batuan sedimen yang terbentuk dari materi-materi hasil rombakan batuan yang telah ada sebelumnya.coarse grained gravel.0625 1. yang perlu diperhatikan pada batuan tersebut adalah ukuran butir dan bentuk butir. yaitu: Class boulder cobble pebble granule very coarse sand coarse sand medium sand fine sand very fine sand Clastic texture terms gravel.coarse grained gravel.medium-grained sand.medium-grained sand. Skala ukuran butir Wentworth Millimeters >256 64 4 2 1.0 0.coarse grained gravel.medium-grained sand.medium-grained sand.5 0. Tekstur Klastik Semua batuan sedimen klastik mempunyai tekstur klastik.

dan umumnya mono mineralik.1 1/4 .1/2 1/8 . Tekstur Nonklastik Semua batuan sedimen nonklastik mempunyai tekstur nonklastik.64 2-4 1-2 1/2 .1/16 < 1/256 Batulanau Batulempung Batupasir NAMA BATUAN Breksi/ Konglomerat Bentuk butir yang utama ada dua yaitu membulat dan meruncing. Ciri khas dari tekstur nonklastik yaitu adanya kristal-kristal yang saling menjari.1/4 1/16 .1/8 1/256 . 2. lembaran atau butiran.By : Kohyar de Sonearth 2009 NAMA Boulder/bongkah Cobble/berangkal Pebble/kerakal Granule/kerikil Sangat kasar Kasar Sedang Halus Sangat halus Silt/lanau Clay/lempung S A N D / P A S I R UKURAN BUTIR (mm) > 256 64 . tidak ada ruang berpori-pori antar butir. Butiran kristal dalam tekstur nonklastik diklasifikasikan sebagai berikut: Klasifikasi butiran kristal dalam tekstur nonklastik: Berbutir kasar Berbutir sedang Berbutir halus ---› Berukuran lebih besar dari 5 mm ---› Berukuran antara 1-5 mm ---› Berukuran lebih kecil dari 1 mm Beberapa tekstur kristalin yang penting adalah: Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . Kristal-kristal dalam batuan sedimen nonklastik dapat berbentuk serabut.256 4 . Bentuk butir baru mempengaruhi penamaan bila butiran lebih besar dari 2 mm.

misal: Rijang masif.0 mm.25-2. tetapi butiran berukuran lebih besar dari 2 mm. Nodul. bila satu seri perlapisan yang saling memotong dalam tubuh batuan sedimen. – Bergradasi. bila dalam tubuh batuan sedimen tidak terlihat struktur sedimen. Pisolitik: seperti Oolitik. – Masif. Kristalin: bila tersusun oleh kristal-kristal besar. butiran berukuran 0. bila butiran-butiran dalam tubuh batuan dari bawah ke atas makin halus. Sakaroidal: partikel-partikel berbutir halus. Macam-macamnya antara lain: a. terlihat di lapangan sebagai susunan yang berlapis-lapis. Konkresi. Oolitik: tersusun oleh kristal-kristal kecil berbentuk bulat atau ellipsoid. bila berbentuk tidak teratur. b. – Silang-siur. e. Struktur fisik. terbentuk karena proses-proses fisika. misal: Batugamping pisolitik. yaitu: a. bila berbentuk bulat. Bila ketebalan individu lapisan lebih besar dari lem dinamakan lapisan. c. Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . b. d. terbentuk karena proses-proses kimia. misal: Batugamping oolit. Struktur kimia. Struktur batuan sedimen dibedakan menjadi 3 macam. terkumpul seperti telur ikan. sama besar (equigranular). Struktur Batuan Sedimen Struktur dari batuan sedimen lebih tergantung pada gabungan antara kelompok-kelompok sedimenter daripada hubungan antar butir yang menentukan dan mengontrol tekstur. Amorf: partikel-partikel umumnya berukuran lempung atau koloid. sedangkan bila lebih kecil dari 1 cm dinamakan laminasi. Struktur batuan sedimen yang besarbesar lebih baik dipelajari di lapangan daripada contoh genggaman.By : Kohyar de Sonearth 2009 a. misal: Batugamping sakaroidal. beberapa macam strukturnya adalah: – Berlapis. b. nonkristalin.

Bentuk butir:   Konglomerat: bila butiran membulat Breksi: bila butiran meruncing c. 1. yaitu material yang sangat halus (hanya dapat dilihat dengan mikroskop) yang berfungsi sebagai pengikat. Oksida besi atau lempung. Batuan Sedimen Klastik Contoh penamaan berdasarkan: a. selain itu juga dibantu dengan komposisi atau struktur. yaitu butiran berukuran lebih besar. Penamaan Batuan Sedimen Penamaan batuan sedimen klastik ditentukan terutama oleh ukuran butir dan bentuk butir (tekstur). Ukuran butir:   Batupasir: bila butiran berukuran pasir Batupasir kerikilan: butiran dominan berukuran pasir tetapi ada juga ukuran kerikil yang cukup banyak b. Penamaan batuan sedimen nonklastik lebih ditentukan oleh komposisi mineralnya atau kimianya. c. pada tidak seragam dikenal: a. b. Struktur organik.By : Kohyar de Sonearth 2009 c. Contoh: struktur reef pada batugamping. Semen umumnya terdiri dari Silika. Ukuran butir dan komposisi:   Batupasir kuarsa: batupasir yang banyak mengandung kuarsa Batulempung gampingan: batulempung yang mengandung mineral karbonat. terbentuk karena aktivitas organisme. Semen. Ukuran butir dalam batuan sedimen klastik bisa seragam bisa tidak seragam. Matriks. d. yaitu butiran-butiran yang berukuran lebih kecil dari fragmen dan terdapat di sela-sela fragmen. Fragmen. Kalsit. Ukuran butir dan struktur:  Serpih (Shale): batulempung berlaminasi Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka .

By : Kohyar de Sonearth 2009 Untuk penamaan batugamping klastik. Batuan Sedimen Nonklastik Contoh penamaan berdasarkan komposisi:     Batugamping kristalin: bila tersusun oleh kristal-kristal Kalsit. diberi nama:    Kalsirudit: bila butiran berukuran lebih besar dari pasir Kalkarenit: bila butiran berukuran pasir Kalsilutit: bila butiran berukuran lempung 2. Batugamping koral: bila tersusun oleh Koral Dolomit: bila tersusun oleh Dolomit Rijang: bila tersusun oleh Silika Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka .

By : Kohyar de Sonearth 2009 Klasifikasi Batuan Sedimen Batuan sekunder ini diendapkan dalam kondisi yang sangat bervariasi yang mengakibatkan pembentuknyapun (genesa) beragam. Pengelompokkan yang sederhana dalam batuan sedimen adalah dua kelompok besar. serta komposisi mineral pembentuknya. yaitu: Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . Klasifikasi batuan sedimen yang ideal adalah berdasarkan ukuran dan bentuk butir.

Karena pembentukan tersebut diakibatkan oleh angin. dan umumnya mono mineralik. pertumbuhan Kristal dari agregat Kristal yang terpresipitasi dan replacement). argillaceous. batulempung. greywacky. konglomerat. Batuan Sedimen Silika Batuan yang termasuk ke dalam golongan ini adalah batuan yang bersifat monomineral. atau es. yang dikenal sebagai mineral garam. Batuan Sedimen Non Klastik Batuan sedimen yang terbentuk dari hasil reaksi kimia atau bias juga dari hasil kegiatan organism. seperti rijang (chert)  Batuan Sedimen Organic Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . Batuan Sedimen Evaporit Batuan yang mineral penyusunnya yang bersifat monomineral.  Batuan Sedimen Kimiawi Sedimen kimiawi adalah sedimen yang pembentukannya dari pengendapan mineral yang terlarut dalam air. Batuan Sedimen Klastik Terdiri dari material-material pecahan atau hancuran batuan atau mineral yang sudah ada sebelumnya. Reaksi yang dimaksud adalah kristalisasi langsung atau reaksi organic (penggaraman unsure-unsur laut. dan banyak serta langka terdapat sebagai batuan. Contohnya batuan evaporit yang utama: batuan gip. arkose. Batuan evaporit biasanya terdapat dalam keadaan murni dan berlapis-lapis. Ciri khas tekstur nonklastik adanya Kristal-krisatal yang saling menjari. tilit (tillite.By : Kohyar de Sonearth 2009 1. batupasir. tidak ada ruang berpori-pori antar butir. batuan anhidrit dan batu garam (halit). dan batuan malihan. Contoh : breksi. (fragmen-pecahan besar dan matriks-pecahan kecil). konglomerat/breksi yang terendapkan oleh es). Terbentuk sebagai akibat kompaksi dari material batuan beku. air. batu serpih. arenaseous. maka disebut juga batuan sedimen mekanik (mechanical sediment). dengan ukuran butir beragam.Kristal-kristal dalam batuan sedimen nonklastik dapat berbentuk serabut. lembaran atau butiran. batuan sedimen lain. 2. batulanau dan sebagainya. rudaceous.

Hidrokarbon dan gas (dari foraminifera)  Batuan Karbonat Batuan karbonat adalah batuan yang terdiri dari material karbonat yang terdiri dari butiran dan matrik sebanyak 75% tanpa semen. lebih kasar dari mikrit 5. hidrokarbon. yaitu: 1. glaukonit 6.matriks diantara butiran. Lumpur karbonat . Batu gamping.By : Kohyar de Sonearth 2009 Batuan sedimen organic berasal dari akumulasi flora dan fauna yang telah mati. dll) 4. Mineral Autigenik : dolomit. Terdapat tiga jenis proses pengubahan yang menyebabkan sedimen karbonat berubah menjadi batuan karbonat. Radiolaria (dari radiolarian laut dalam) 3. kuarsa. misalnya : 1. Contohnya adalah limestone dan dolostone. Tekstur dari batuan ini tidak sama dengan batuan lainnya (mono mineral). Pengkristalan kalsium karbonat yang semula dalam keadaan membatu 3. maupun udara Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . Batubara (dari mangrove) 5. Litifikasi sedimen karbonat 2. Rongga : semua celah/tempat yang dapat diisi oleh air. felspar. pisoids. intraclasts. Ketiga proses ini adalah : 1. coated grains (inti : fosil). Komponen Terigen : non karbonat (kuarsa. material alogenik (lumpur karbonat) maupun autigenik (mikrokristalin) . mikrospar (5-15 m) 3. Penggantian materi-materi lain oleh kalsium karbonat Komponen utama batuan karbonat terdiri dari 6 komponen. Semen Kalsit Spar : mengisi antara butiran / rongga. Butiran (the allochemical component) o non skeletal : ooids (< 2mm). cangkang.mikrit (mikrokristalin ukuran < 5 m). terumbu 2. Diatomea (dari tumbuhan) 4. extraclasts o skeletal components : fosil 2.

dsb) : kurang dari 10%. Folk : • • • berdasarkan komposisi : alochem. oo (ooid). bentuk membundar (spherical). butiran (fosil. oosparit. dan (3) matriks kalsit berukuran kriptokristalin (“micrite”) . intra (intraklas) macam-macam : Biosparit (komponen bioklas. kalsilutit (< 62 m) Klasifikasi R.ooid. pelsparit. • Ooids : butiran karbonat berukuran < 1 mm. pellets. intraklas : “intra-formational rock fragments” terdiri dari kalsit kriptokristalin . lumpur terdapat diantaranya. • Pellets : Butiran terdiri dari kalsit / aragonit berukuran kriptokristalin – mikrokristalin ukuran maksimum < 2mm. matriks dan semen Bio (butiran skeletal). ooids. intrasparit. memanjang (elips) • Bioklas : cangkang organisme berkomposisi kalsit/aragonit Klasifikasi Dunham (1962): • • berdasarkan tekstur. konsentris.mikrokristalin atau terdiri dari bioklas berukuran halus (ostrakoda) bentuk lebih membundar.By : Kohyar de Sonearth 2009 Klasifikasi Batuan Karbonat Berdasarkan ukuran butir : kalsirudit (> 2mm). ukuran umumnya > 2mm hingga kurang dari beberapa cm. pel (peloid). biolithit (berasal dari terumbu) • berdasarkan % kehadiran (1) allochems. kalkarenit (62  m – 2 mm). Butiran nya grain supported. bioklas. Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . untuk ooid berukuran lebih kasar (> beberapa mm) disebut pisolit. • • allochem : intraklas.mikrokristalin. • Wackestone: butiran > 10% dan butiran mengambang didalam matriks lumpur (mud-supported) • Packstone: Butiran berukuran “pasir” banyak.I. (2) calcite cement / 'spar". dominan kalsit spar). proporsi dari butiran terhadap matriks Mudstone: batuan terdiri dari lumpur karbonat atau matriks karbonat berukuran kriptokristalin.

Embry & J. spar dijumpai pada ruang antar butiran butiran berukuran > 2mm • Boundstone: terdiri dari kerangka( korals dan stromatolite) Embry and Klovan (1971) membagi boundstone menjadi 3 kelompok : (sekarang lebih dikenal sebagai modifikasi dari Dunham.: • • • Bafflestone: “organisms acted as baffles" Bindstone: "organisms encrusting and binding" Framestone "organisms building a rigid framework" Klasifikasi A.sbb.E. framestone - boundstone (berdasarkan ikatan material organiknya) Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . Klovan : • • Floatstone & rudstone (butiran kasar) Bafflestone. lumpur sedikit/tidak ada dan grain supported • Floatstone: (seperti packstone) terdiri dari > /mencapai 10% butiran berukuran > 2mm dan butiran tertanam dalam matriks lumpur . bindstone.By : Kohyar de Sonearth 2009 • Grainstone: Butiran “pasir” terdapat spar pada ruang antar butiran. • Rudstone: (seperti grainstone) 10% atau lebih .F.

Batuan Metamorf Batuan metamorf merupakan batuan yang telah mengalami perubahan akibat tekanan dan atau suhu yang tinggi [T>2000C & P>300Mpa] yang terjadi secara isokimia yang menghasilkan batuan dengan mineralogy yang berbeda. Fasies sendiri merupakan himpunan batuan yang terdiri dari sekumpulan paragenesis mineral yang terbentuk pada kondisi metamorphosis yang sama (Eskola. terjadi rex’talisasi kimia disekitar intrusi. akibat kenaikan suhu (intrusi magma). akibat tertimbun sangat dalam. suhu 3000C. diantaranya: • Metamorfisme Kataklastik (jarang terjai). kelompok mineral zeolit • Metamorfisme regional. deformasi mekanik pada metamofisme thd. Metamorfisme sendiri dapat dibagi menjadi 4. pada kerak benua. Proses pembentukkan batuan metamorf disebut metamorfisme. sangat luas yang merupakan rangkaian seri fasies dynamo-termal Untuk mengklasifikasikan batuan metamorf. kita dapat menggunakan klasifikasi dari perbedaan fasies. metamorfisme aureol • Metamorfisme beban (burial).By : Kohyar de Sonearth 2009 3. • Metamorfisme Kontak. batuan regas menghasilkan hancuran tidak terjadi rex’talisasi bila berlanjut fragmen menjadi lonjong biasanya terjadi akibat sesar yang akan menghasilkan breksiasi atau milonitisasi. 1915) Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka .

batuan metamorf dibedakan menjadi tiga. b. Orientasi mineral-mineral pipih berselingan dengan mineral-mineral yang tidak pipih yang berbutir sama besar. Bersifat afanitik. Berdasarkan foliasi. Klorit. Talk. mempunyai kilap suram pada bidang foliasi. Butirannya antara lain: Gneiss (Gneis). Komposisinya yang sangat utama adalah Kuarsa. Batuannya antara lain: a. Batuan ada yang granular atau berlineasi. Bersifat afanitik. Komposisi yang utama: Kuarsa. banyak mengandung mineral pipih yang terorientasi seperti: Mika. yaitu yang berfoliasi tetapi tidak mudah/tidak dapat pecah melalui bidang foliasi. 3. Batuan ini merupakan peralihan dari batusabak ke batusekis. Berfoliasi lemah. Grafit. hijau bila Klorit. nonfoliasi. dan umumnya abu-abu sampai hitam bila banyak Grafit. Slate (Batusabak). Mika. 2. dengan komposisi mineral berperan sebagai tambahan. Berkomposisi utama Kalsit. Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . Berfoliasi sangat lemah sampai nonfoliasi: batuan didominasi oleh mineral-mineral berbentuk kubus. bila pecah tak rata dan tidak mengelilingi butiran. b. dan kadang-kadang Hornblende. Marble (Marmer). Schist (Skis). berbutir lebih kasar daripada batusabak dan bidang foliasinya mengkilat karena Mika atau Klorit yang sudah lebih banyak daripada batusabak. berbutir sedang sampai kasar. c. bersifat fanerik. Quartzite (Kuarsit). Bersifat fanerik. Batusabak tampak merah bila mengandung banyak Hematite. biasanya karena melimpahnya Mika yang terorientasi.By : Kohyar de Sonearth 2009 Klasifikasi Batuan Metamorf Klasifikasi yang paling sering digunakan adalah berdasarkan keadaan foliasi yang berkembang. Feldspar. warna abu-abu (biasanya) karena Grafit (bereaksi positif dengan HCl). Batuannya adalah: a. Berfoliasi sangat kuat. Berkomposisi utama mineral lempung. Phyllite (Fillit). yaitu yang mudah pecah melalui bidang foliasi. mineral-mineral pipih bila ada orientasinya acak. yaitu batuan yang: 1.

Mika (diketahui dari pengamatan lapangan). artinya masih ada kenampakan sisa Andesit pada batuan metamorf. Feldspar. d. Selain penamaan-penamaan dasar di atas. Hornfels.sebagai awalan. berkomposisi Kuarsa dan Feldspar (yang berbentuk kubus). Blastik.By : Kohyar de Sonearth 2009 c. Komposisi utamanya Serpentin. Bersifat afanitik sampai fanerik halus. Penamaan berdasarkan komposisi. Meta.sebagai akhiran. Serpentinite. f. penamaan batuan dapat diberi awalan pada nama-nama dasar seperti:   Kloritik Skis: artinya Skis yang banyak mengandung Klorit. Bersifat fanerik kasar. Granulite. 3. Bersifat fanerik kasar. Granofels. menunjukkan tekstur sisa dari batuan asal. misal: Metaandesit. Blasto. Nonfoliasi sampai lineasi. artinya masih ada kenampakan sisa batuan sedimen pada batuan metamorf. menunjukkan kenampakan sisa dari tekstur dan komposisi mineralogi yang masih bertahan. misal: Kuarsit Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . nonfoliasi. Di samping itu. Penamaan Batuan Metamorf Penamaan batuan metamorf dapat didasarkan pada foliasi dan komposisi: a. Skis Kuarsa: artinya Skis yang banyak mengandung Kuarsa. berkomposisi Kuarsa. seperti: Blastoporfiritik: menunjukkan adanya tekstur sisa yang porfiritik dalam batuan metamorf. nonfoliasi. 2. hijau sampai kuning pucat. berkomposisi Piroksin dan Garnet disamping Kuarsa dan Feldspar. e.sebagai awalan yang diikuti oleh nama batuan asal. ada beberapa awalan atau akhiran yang perlu diperhatikan (hanya sekedar diketahui): 1. berwarna hijau. menunjukkan akhir kristalisasi dalam kondisi padat. Metasedimen.

misal: Skis Gneiss Fillit Slate Penamaan dengan foliasi dapat diikuti dengan nama mineral bila mineral tersebut cukup banyak. Penamaan berdasarkan foliasi. misal: Skis Mika: Skis yang banyak Mika Gneiss Hornblende: Gneiss yang banyak mengandung Hornblende Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka .By : Kohyar de Sonearth 2009 Granulit Marmer Granofels Serpentinit b.

1669) Sedimen akan diendapkan secara horizontal di berbagai tempat 3. 8. Hutton 1785.By : Kohyar de Sonearth 2009 STRATIGRAFI Stratigrafi merupakan ilmu yang mempelajari asal-usul. Steno 1669. Law of Corelation of Facies Menghubungkan titik-titik kesamaan waktu untuk mengetahui penyebaran lateral/ kelompok lapisan/ satuan batuan dan unutk merekonstruksi cekungan sedimentasi/paleografi 9. 2. Dasar-dasar hokum stratigrafi antara lain: 1. Facies Sedimenter Pada waktu yang sama dapat diendapkan materi yang berbeda tergantung lingkungan pengendapannya yang dipengaruhi oleh fisika. Hukum Superposisi by STENO. Hukum Original Horisontality. dimana lapisan batuan yang lebih muda berada diatas lapisan batuan yang lebih tua. (Steno. 6. Sebuah lapisan yang terjadi penyimpangan waktu. dapat diketahui penyebab kejadiannya dengan melihat ketidakselarasan yang terjadi 5. Hukum Suksesi Fauna (Faunal Succession) Setiap lapisan sedimen mengandung fosil dengan karakteristik sendiri-sendiri menurut tempat dan waktu organisme itu hidup. 1669 Urutan pengendapan batuan (sedimentasi) yang belum mengalami deformasi (dalam keadaan normal). hubungan dan strata pada batuan. Sedimen akan diendapkan ke segala arah dengan ketebalan yang sama 4. kimia dan biologi. Hukum Lateral continuity. Strata Identified by Fosil Suatu lapisan batuan dapat diidentifikasi berdasarkan fosil yang hadir atau muncul pada suatu lapisan tersebut untuk diketahui umur batuannya. Hukum Uniformitarianism ( ketidak selarasan). 7. Hukum Potong-Memotong (Cross Cutting Relationships Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka .

3. kemudian diikuti oleh pengkatan dan erosi.By : Kohyar de Sonearth 2009 Apabila suatu lapisan batuan terpotong oleh lapisan lain. Adanya Konglomerat alas di atas bidang erosi. maka umur batuan yang memotong lebih muda daripada umur batuan yang dipotongnya. Angular unconformity (ketidakselarasan bersudut): kedudukan lapisan batuan yang lebih tua menyudut terhadap yang lebih muda. 4. Akhirnya pengendapan batuan yang lebih muda. Perbedaan intensitas perlipatan/kekar yang tajam. Ketidakselarasan Ketidakselarasan adalah suatu bidang erosi atau nondeposisi yang memisahkan batuan yang lebih muda dari batuan yang lebih tua. Pembentukan metidakselarasan melalui beberapa tahap. Adanya dike. Macam-macam ketidakselarasan: 1. tetapi umumnya jauh berbeda. Disconformity (paraconformity): kedudukan lapisan batuan yang lebih tua sejajar yang lebih muda. 5. Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . Tanda-tanda ketidakselarasan di lapangan: 1. 2. Perbedaan tingkat kekompakan batuan yang tajam. Nonconformity: bila batuan kristalin (beku atau metamorf) ditumpangi batuan sedimen. 3. Tahap pertama pembentukan batuan tua lebih dahulu. bidang sesar atau perlapisan yang terpotong oleh bidang erosi. Perbedaan tingkat metamorfisme yang tajam. 2.

Gaya Endogen adalah gaya yang keluar dari dalam bumi: bersifat membangun. Gaya Eksogen adalah gaya yang berasal dari luar: bersifat merusak dan mengikis mengakibatkan bumi makin rendah secara topografi (pelapukan . hidrosfer dan biosfer.By : Kohyar de Sonearth 2009 SEDIMENTOLOGI Sedimentologi merupakan ilmu yang membahas dan mempelajari pengendapan sedimen meliputi palapukan hingga sedimen ter transport dan terendapkan untuk menjadi batuan sedimen. Contohnya: a) Inso lasi yaitu pecahnya batuan menjadi fragmen-fragmen yang lebih kecil karena perubahan suhu yang mencolok antara siang dan malam har i seperti di daerah padangpasir. b) Frost action: es yang mencair pada siang hari di daerah pegunungan tingg i akan mengisi retakan/lubang batuan. Pelapukan merupakan perubahan yang terjadi pada mineral atau batuan pada atau dekat permukaan bumi sebagai akibat persentuhan dengan atmosfer. d) Akar pohon yang masuk ke lubang batu. dan pada malam hari air aka n membeku sehingga mengembang vo lumenya mengakibatkan batuan pecah. denudasi). c) Abrasi yaitu hancurnya batuan di daerah pantai akibat energi gelo mbang yang besar. Gaya yang menimbulkan struktur permukaan bumi: 1. e) Akt ifitas binatang yang membuat lubang di batuan dapat menyebabkan Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . erosi . pengangkatan). Proses pelapukan dibagi menjadi: 1) Pelapukan mekanis (disintegrasi): Batuan mengalami penghancuran tanpa menimbulkan perubahan sifat kimianya. mengangkat permukaan bumi menjadi topografi yang lebih tinggi (perlipatan. jika akar membesar mengakibatkan batuan pecah. 2.

etc. hydrasi. etc. Montmorillonite. hasil akhir dari pelapukan kimia adalah pembentukan tubuh tanah (so il). etc.By : Kohyar de Sonearth 2009 batuan pecah/ hancur.) Gambar lingkungan pengendappan menurut John Willey and Sons. basalt. Goertite. Boleh ngopi asal Penyusun makalah ini dicantumin di daftar pustaka . Produk hasil pelapukkan diantaranya: – – – – – Lithic (Rock) Fragments (granite. Potassium. Mineral – mineral diubah secara kimiawi o leh proses oksidasi. Sodium. Orthoclase. etc.) Residual Minerals (Quartz. carbonasi dan pelarutan. 2) Pelapukan kimia (dekomposisi) : Batuan mengalami penghancuran melalu i suatu proses kimiawi.) Dissolved Ions (Calcium.) Rust Minerals (Hematite.) Clay Minerals (Bentonite.schist. etc. Muscovite.