P. 1
Kompetensi Guru Profesional

Kompetensi Guru Profesional

|Views: 43|Likes:
pendidikan profesi materi kuliah dan bagus sekali yooooooooooooooollll
pendidikan profesi materi kuliah dan bagus sekali yooooooooooooooollll

More info:

Published by: Mochammad Reyhan Mauluddi on Jun 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2013

pdf

text

original

Kompetensi guru profesional: Pedagogik, Kepribadian, Profesional dan Sosial >>> Sahabat Jufry dan pebelajar semua, pada

postingan sebelumnya kita sudah membahas tentang Karakter Yang HArus Dimiliki Guru Profesional, maka kali ini, kita akan membaca tentang Kompetensi Keguruan. Dalam Peraturan Pemerintahan (PP) Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bab VI pasal 28 ayat 3 dinyatakan bahwa guru minimal memiliki empat kompetensi (a) kompetensi pedagogik (b) kompetensi kepribadian (c) kompetensi profesional (d) kompetensi sosial. Kompetensi keguruan meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.

Untuk masing-masing kompetensi diuraikan secara ringkas sebagai berikut: 1. Kompetensi pedagogik adalah seperangkat kemampuan dan keterampilan yang berkaitan dengan interaksi belajar mengajar antara guru dan siswa dalam kelas. Kompetensi pedagogik meliputi, kemampuan guru dalam menjelaskan materi, melaksanakan metode pembelajaran, memberikan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mengelola kelas, dan melakukan evaluasi. 2. Kompetensi kepribadian adalah seperangkat kemampuan dan karakteristik personal yang mencerminkan realitas sikap dan perilaku guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi kepribadian ini melahirkan ciri-ciri guru diantaranya, sabar, tenang, tanggung jawab, demokratis, ikhlas, cerdas, menghormati orang lain, stabil, ramah, tegas, berani, kreatif, inisiatif, dll. 3. Kompetensi profesional adalah seperangkat kemampuan dan keterampilan terhadap penguasaan materi pelajaran secara mendalam, utuh dan komprehensif. Guru yang memiliki kompetensi profesional tidak cukup hanya memiliki penguasaan materi secara formal (dalam buku panduan) tetapi juga harus memiliki kemampuan terhadap materi ilmu lain yang memiliki keterkaitan dengan pokok bahasan mata pelajaran tertentu. 4. Kompetensi sosial adalah seperangkat kemampuan dan keterampilan yang terkait dengan hubungan atau interaksi dengan orang lain. Artinya, guru harus dituntut memiliki keterampilan berinteraksi dengan masyarakat khususnya dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan problem masyarakat. Dalam realitas masyarakat, guru masih menjadi sosok elit masyarakat yang dianggap memiliki otoritas moral cukup besar, salah satu konsekuensi agar peran itu tetap melekat dalam diri guru, maka guru harus memiliki kemampuan hubungan dan komunikasi dengan orang lain.

dan menguasai materi pelajaran yang disajikan. Kegiatan mengajarnya harus disambut oleh siswa sebagaisuatu seni pengelolaan proses pembelajaran yang diperoleh melalui latihan.Kompetensi Profesional Guru. Dalam menyampaikan pembelajaran. selalu mengikuti perkembangan dan kemajuan terakhir tentang materi yang disajikan. Di dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Kemampuan yang harus dimiliki guru dalam proses pembelajaran dapat diamati dari aspek perofesional adalah: Menguasai materi. belajar sambil mendengar. Dalam hal evaluasi. keaktifan siswa harus selalu diciptakan dan berjalan terus dengan menggunakan metode dan strategi mengajar yang tepat. 2. dan kemauan belajar yang tidak pernah putus. Karena itu guru harus melakukan kegiatan pembelajaran menggunakan multimedia. 3. dan belajar sambil bermain. Kompetensi atau kemampuan kepribadian yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru berkenaan dengan aspek Kompetensi Professional adalah 1. 4. Menguasai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. sehingga terjadi suasana belajar sambil bekerja. Guru harus selalu meng-update. mengakses dari internet. Dalam melaksakan proses pembelajaran. Mengembangkan materi pelajaran yang diampu secara kreatif. Jenis tes yang digunakan untuk mengukur hasil belajar harus benar dan tepat. Kompetensi Profesional yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru dalam perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran. pengalaman. guru harus dapat melaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin diukurnya. korelasi dan prinsip-prinsip lainnya. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. kerja kelompok. . perhatian. Diharapkan pula guru dapat menyusun butir secara benar. agar tes yang digunakan dapat memotivasi siswa belajar. Persiapan diri tentang materi diusahakan dengan jalan mencari informasi melalui berbagai sumber seperti membaca buku-buku terbaru. Guru mempunyai tugas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. struktur. untuk itu guru dituntut mampu menyampaikan bahan pelajaran. konsep. sesuai kontek materinya. guru mempunyai peranan dan tugas sebagai sumber materi yang tidak pernah kering dalam mengelola proses pembelajaran. Guru menciptakan suasana yang dapat mendorong siswa untuk bertanya. serta menemukan fakta dan konsep yang benar. secara teori dan praktik. mengadakan eksperimen. mengamati. guru harus memperhatikan prinsip-prinsip didaktik metodik sebagai ilmu keguruan. Misalnya bagaimana menerapkan prinsip apersepsi.

Dalam hal ini bukan hanya penyampaian pesan berupa materi pelajaran. Proses belajar-mengajar mempunyai makna dan pengertian yang lebih luas daripada pengertian mengajar. melainkan penanaman sikap dan nilai pada siswa yang sedang belajar. Antara kedua kegiatan ini terjalin interaksi yang saling menunjang. Dalam proses belajar-mengajar tersirat adanya satu kesatuan kegiatan yang tak terpisahkan antara siswa yang belajar dan guru yang mengajar. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungna prses belajar-mengajar. Interaksi dalam peristiwa belajar-mengajar mempunyai arti yang lebih luas. apalabi sebagai guru . belum dapat disebut sebagai guru. Orang yang pandai berbicara dalam bidang-bidang tertentu.Home > profesi keguruan > Kompetensi Profesionalisme Guru Kompetensi Profesionalisme Guru A. tidak sekedar hubungan antar guru dengan siswa. Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. tetapi berupa interaksi edukatif. Proses Belajar Mengajar Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keahlian khusus untuk melakukankegiatan atau pekerjaan sebagai guru.

Dikatakan unik karena hal itu berkenaan dengan manusia yang belajar. Pengertian ini mengandung makna bahwa guru dituntut untuk dapat berperan sebagai organisator kegiatan belajar siswa dan juga hendaknya mampu memanfaatkan lingkungan. maupun aspek sikapnya. Peran Guru dalam PBM Keberadaan guru bagi suatu bangsa amatlah penting. dari tidak mengerti menjadi mengerti. baik aspek pengetahuannya. tetapi sederhana. Belajar diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya. terlebih-legih bagi keberlangsungan hidup bangsa di tengah-tengah lintasan perjalanan zaman dengan teknologi yang kian canggih dan segala perubahan serta pergeseran nilai yang cenderung . yakni siswa. alat peraga pengajaran. Proses dalam pengertiannya di sini merupakan interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar-mengejar yang satu sama lainnya saling berhubungan (interdependent) dalam ikatan untuk mencapai tujuan.profesional yang harus menguasai betul seluk-beluk pendidikan dan pengajaran dengan berbagai ilmu pengetahuan lainnya yang perlu dibina dan dikembangkan melalui masa pendiikan tertentu. yang menunjang kegiatan belajar-mengajar. Mengajar merupakan suatu perbuatan atau pekerjaan yang bersifat unik. Misalnya dari tidak bisa menjadi bisa. Yang termasuk komponen belajar-mengajar antara lain tujuan instruksional yang hendak dicapai. akan mengalami perubahan tingkah laku. dari ragu-ragu menjadi yakin. Mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggung jawab moral yang cukup berat. Mengajar pada prinsipnya membimbing siswa dalam kegiatan belajar-mengajar atau mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan proses belajar. dan berkaitan erat dengan manusia di dalam masyarakat yang semuanya menunjukkan keunikan. mudah dihayati oleh siapa saja. Dikatakan sederhana karena mengajar dilaksanakan dalam keadaan praktis dalam kehidupan sehari-hari. metode mengajar. keterampilannya. baik yang ada di kelas maupun yang ada di luar kelas. yakni guru. B. dari tidak sopan menjadi sopan. dan yang mengajar. apalagi bagi suatu bangsa yang sedang membangun. materi pelajaran. Kriteria keberhasilan dala belajar di antaranya ditandai dengan terjadinya perubahan tingkah laku pada diri individu yang belajar. dan evaluasi sebagai alat ukura tercapai-tidaknya tujuan. Seseorang setelah mengalami proses belajar. Berhasilnya pendidikan pada siswa sangat tergantung pada pertanggungjawaban guru dalam melaksanakan tugasnya.

Dengan cara demikian ia akan memperkaya dirinya dengan berbagai ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar dan demonstrator sehingga mampu memperagakan apa yang diajarkannya secara didaktis. semkin terjamin tercipta dan terbinanya kesiapan dan keandalan seseorang sebagai manusia pembangunan. memahami kurkulum. dan gerak maju dinamika kehidupan bangsa berbanding lurus dengna citra para guru di tengah-tengah masyarakat. Semakin akurat para guru melaksanakan fungsinya. dan dia sendiri sebagai sumber belajar terampil dalam memberikan informasi kepada kelas. Juga seorang guru hendaknya mampu dan terampil dalam erumuskan TPK. Ini berarti bahwa guru harus belajar terus-menerus. guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkannya serta senantiasa mengembangkannya dalam arti meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu yang dimilikinya karena hal ini akan sangat menentukanhasil belajar yang dicapai oleh siswa. Maksudnya agar apa yang disampaikannya betul-betul dimiliki oleh anak didik. potret dan wajah diri bangsa di masa depan tercermin dari potret diri para guru masa kin. Sebagaimanyang tela dikemukakan di atas. Guru tidak hanya diperlukan oleh para murid di ruang-ruang kelas. perkembangan baru terhadap pandangan belajar-mengajar konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya karena proses belajarmengajar dan hasil belajar siswa sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru. tetapi juga diperlukan oleh masyarakat lingkungannya dalam menyelesaikan aneka ragam permasalahan yang dihadapi masyarakat. Peranan dan kompetensi guru dalam proses belajar-mengajar meliputi: 1. Salah satu yang harus diperhatikan oleh guru bahwa ia sendiri adalah pelajar. guru menjadi panutan masyarakat. lecturer.memberi nuansa kepada kehidupan yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar dinamik untuk dapat mengadaptasi diri. Guru yang kompeten akan mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat optimal. Guru Sebagai Demonstrator Melalui peranannya sebagai demonstrator. dan mudah-mudahan sampai sekarang. Sejak dulu. Dengan kata lain. Sebagai pengajr . atau mengajar.

antara lainialah guru. Tujuan umum pengelolaan kelas ialah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk bermacammacam kegiatan belajar dan mengajar agar mencapai hasil yang baik. Sebagai manajer guru bertanggung jawab memelihara lingkungan fisik kelasnya agar senantiasa menyenangkan untuk belajar dan mengarahkan atau membimbing proses-proses intelektual dan sosial di dalam kelasnya. Guru Sebagai Pengelola Kelas Dalam perannya sebagai pengelola kelas (learning manager). Guru Sebagai Mediator dan Fasilitator Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar-mengajar. menyediakan kondisikondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar. 2. hubungan pribadi antara siswa di dalam kelas. Akhirnya seorang guru akan dapat memainkan peranannya sebagai pengajar dengan baik bila ia menguasai dan mampu melaksanakan ketrampian-keterampilan mengajar yang dibahas pada bab selanjutnya. 3. Kualitas dan kuantitas belajar siswa di dalam kelas tergantung pada banyak faktor. Lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. serta menguasai ilmu pengetahuan. Guru tidak cukup hanya memiliki pengetahuan tentang media pendidika . memahmi. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar.ia pun harus membantu perkembangan anak didik untuk dapat menerim. Pengawasan terhadap belajar lingkungan itu turut menentukan sejauh mana lingkungan tersebut menjadi lingkungan belajar yang baik. serta kondisi umum dan suasana di dalam kelas. memberikan rasa aman dan kepuasan dengan mencapai tujuan. serta membantu siswa untuk meperoleh hasil yang diharapkan. Dengan demikian maka pendidikan merupakan dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Untuk itu guru hendaknya mampu memotivasi siswa untuk senantiasa belajar dalam berbagai kesempatan. guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari sekolah yang perlu diorganisasi. Lingkungan yang baik ialah yang bersifat menantang dan merangsang siswa untuk belajar.

mengembangkan gaya interaksi pribadi. Dengan penilaian guru dapat mengklasifikasikan apakah seorang siswa termasuk kelompok siswa yang pandai. artinya pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan. akan kita ketahui bahwa setiap jenis pendidikan tau bentuk pendidikan pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan orang selalu mengadakan evaluasi. penguasaan siswa terhadap pelajaran. baik oleh pihak terdidik maupun oleh pendidikan. Dalam hal ini ada tiga macam kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru. ataupun surat kabar. 4. yaitu mendorong berlangsungnya tingkah laku sosial yang baik. guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan. dan menumbuhkan hubungan yang positif dengan para siswa. majalah. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan yangtelah dirumuskan itu tercapai atau belum. Guru Sebagai Evaluator Kalau kita perhatikan dunia pendidikan. Semua pertanyaan tersebut akan dapat dijawab melalui kegiatan evaluasi atau penilaian. C. Sebagai fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan peoses belajar-mengajar. sedang.Bagaimana orang berinteraksi dan berkomunikasi. Pengertian dasar kompetensi (competency) yakni kemampuan atau kecakapan. Dengan penilaian. Tujuan lain dari penilaian di antaranya ialah untuk mengetahui kedudukan siswa di dalam kelas atau kelompoknya. atau cukup baik di kelasnya jika dibandingkan dengan teman-temannya. buku teks. Tujuannya agar guru dapat menciptakan secara maksimal kualitas lingkungan yang interaktif. Adapun kompetensi guru adalah the ability of teacher to responsibility perform has or her duties . baik yang berupa nara sumber. Kompotensi Profesionalisme Guru Menurut Kamus Bahasa Indonesia (WJS Purwadarminta) kompetensi berarti (kewenangan) kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal. dan apakah materi yang diajarkan sudah cukup tepat. Demikian pula dalam satu kali proses belajar-mengajar guru hendaknya menjadi seorang evaluator yang baik. serta ketepatan atau keefektifan metode mengajar. selalu mengadakan penilaian terhadap hasil yang telah dicapai. kurang.

Menguasai landasan-landasan kependidikan. Ada ahli yang menyatakan ada sebelas kompetensi yang harus dikuasai guru. Kemampuan bimbingan dan penyuluhan. 6.oppropriately. Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran. Dengan bertitik tolak pada pengertian ini. 9. 7. Memiliki kepribadian yang tinggi. Mampu mengelola kelas. 2. Mengenal penyelenggaraan administrasi sekolah. Terdapat banyak pendapat tentang kompetensi yang seharusnya dikuasai guru sebagai suatu jabatan profesional. 8. 10. 3. Kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi. Atau dengan kata lain. 5. 4. Yang dimaksud dengan terdidik dan terlatih bukan hanya memperoleh pendidikan formal tetapi juga harus menguasai berbagai strategi atau teknik di dalam kegiatan belajar mengajar serta menguasai landasan-landasan kependidikan seperti yang tercantum dalam kompetensi guru yang profesional. Mampu menilai prestasi peserta didik untuk kepentingan pengajaran. yaitu kompetensi pribadi dan kompotensi profesional. Kompotensi pribadi mencakup: 1. Uzer Usman (1995) mengajukan jeniskompetensi yang agak berbda bagi guru. Mengenal fungsi dan program pelayana bimbingan dan penyuluhan. . Mampu menggunakan media/sumber belajar lainnya. dapatlah disimpulkan bahwa kompetensi merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. 2. guru profesional adalah oran gyang tidak terdidik dan terlatih dengan baik. Menguasai bahan ajar. Mampu mengelola program belajar mengajar. maka pengertian guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Kompetensi guru dibagi menjadi dua. dan 11. Dengan gambaran pengertian tersebut. yaitu: 1. 3. Kompetensi guru merupakan kemampuan seseorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan layak. Mampu mengelola interaksi belajar mengajar. serta memiliki pengalamn yang kaya di bidangnya. Kemampuan mengembangkan kepribadian.

tettapi juga materi “di atasnya” yang menjadi payung materi yang bersangkutan. Mampu menyusun program pengajaran. Menguasai bahan pengajaran. Penguasaan terhadap pengembangan diri sebagai profesional Tentang keempat hal ini bisa dijelaskna sebagai berikut: wawasan pendidikan mencakup pemahaman terhadap: 1. 5. Penguasaan terhadap proses pembelajaran mencakup kemampuan dalam: . Namun demikian perlu dipahami bahwa guru tidak cukup menguasai materi ajar seperti yang tercantum dalam kurikulum sekolah. Hakekat proses belajar mengajar. Namun jika dipadukan dan disederhanakan. Penguasaan terhadap proses belajar mengajar. 4. serta mampu menilai hasil dan proses belajar mengajar. 5. dan Sistem pendidikan nasional. psikologi. sosiologi. 6. Lembaga pendidikan. Hakekat peserta didik. 3. 2. Masih ada ahli yang juga mengajukan pendapat tentang kompetensi yang seharusnya dikuasai oleh guru.4. 3. Hakekat manusia. Penguasaan terhadap evaluasi belajar. dan ekonomi. kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh guru dapat dikelompokkan menjadi: 1. Penguasaan bahan ajar tentunya terkait dengan isi mata pelajaran yang diasuh oleh guru. Kompetensi profesional mencakup:      Menguasai landasan kependidikan. serta 5. mampu melaksanakan program pengajaran. Landasan pendidikan ditinjau dari sudut filosifi. masyarakt dan kaitannya dengan pendidikan. 4. Kemampuan yang terkait dengan administrasi sekolah. 2. Penguasaan bahan ajar. Kemampuan melaksanakan penelitian sederhana. Penguasaan tentang wawasan pendidikan.

2. 3. Bandung: Rosadakarya . 3. Mengalisis karakteristik peserta didik. Menciptakan Pembelajaran yang kreatif dan Menyenangkan.2007. Jakarta: PT. Mengembangkan instrumen dan alat evaluais belajr lainnya Melaksanakan evaluasi belajar sesuai rancangannya. serta Mampu menganalisis hasil evaluasi untuk kepentingan peningkatan mutu proses belajar mengajar. Implementasi Kurikulm Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikat Guru. Memahami konsep pengembangan diri. Memilih dan mengambangkan media dan sumber belajar lainnya.Menjadi Guru Profesional.B. 4. Daftar Pustaka Hamzah. 5. Penguasaan terhadap evaluasi belajar mencakup kemampuan dalam 1. serta 4. Memahami tantangan guru sebagai tenaga profesional di bidang pendidikan. 4.Solusi dan Reformasi Pendidikan di Indonesia. Jakarta:Pt. Cet VI. E. Raja Grafindo Persada Mulyasa. 2. Memilih dan mengembangkan metode evaluasi yang sesuai dengan tujuan belajar.Uno.Bumi Aksara Kunandar. Guru Profesional. Memahami kompetensi dan kepribadian yang seharusnya dimiliki oleh guru. 2.2008Profesi. Penguasaan terhadap pengembangan diri sebagai guru profesional mencakup kemampuan dalam: 1.1. serta Memahami cara-cara mengembangkan diri sesuai dengan tuntutan jabatan sebagai guru profesional.2007. Merancang proses belajar mengajar yang sesuai dengan materi ajar dan karakteristik peserta didik. 5.Problema. Menguasai konsep evaluasi belajar.II. Cett. Melaksanakan proses belajar mengajar yang kondusif bagi peserta didik utnuk belajar. 3. Memahami guru sebagai suatu profesi beserta ciri-cirinya.

WJS.2008. Bumi Aksara PP No. Jkarta: Sinar Grafika UU RI No. Berdasarkan pendekatan kompetensi. Cet V. Desain Instruksional.1986. 20 Tahun 2003 tentang. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Bina Aksara UU RI No.Pendidikan guru.Jakarta:P3G Depdikbud Oemar Hamalik. Jakarata:Balai Pustaka Rostiyah. Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).Nurhalda Rudito. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen . 1986.Masalah masalah ilmu Keguruan.Jakarata:PT.1989. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Puwardaminta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->