Ajaran Sosial Gereja

1. Pengantar Ajaran Sosial Gereja (biasa disingkat ASG), adalah kumpulan dokumen-dokumen resmi Gereja Katolik, seputar perhatiannya kepada masalah-masalah sosial yang ada di sekitarnya. Gereja sedari dulu tidak ingin menjadi menara gading yang berdiri kokoh, namun lingkungan sekitarnya terabaikan dan tertindas. Baiklah kiranya jika kita lebih mengenal sedikit saja tentang ajaran-ajaran itu; sehingga dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan nyata kita sekarang. Ada 13 dokumen yang dapat dikategorikan sebagai ASG : 1. Rerum Novarum, "Keadaan Buruh", 1891, Paus Leo XIII 2. Quadragesimo Anno, "Empat Puluh Tahun Kemudian", 1931, Paus Pius XI 3. Mater et Magistra, "Kekristenan dan Kemajuan Sosial", 1961, Paus Yohanes XXIII 4. Pacem in Terris, "Perdamaian Dunia", 1963, Paus Yohanes XXIII 5. Gaudium et Spes,"Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Modern",1965, Konsili Vatikan II 6. Dignitatis Humanae, "Deklarasi tentang Kebebasan Beragama", 1965, Konsili Vatikan II 7. Populorum Progressio, "Tentang Kemajuan Bangsa", 1967, Paus Paulus VI 8. Octogesima Adveniens, "Panggilan untuk bertindak, dalam rangka Memperingati ulang tahun ke-80 Rerum Novarum, 1971, Paus Paulus VI 9. Iustitia in Mundo, "Keadilan di Dunia", 1971, Sinode Uskup di Roma 10. Evangelii Nuntiandi, "Penginjilan dalam dunia modern", 1975, Paus Paulus VI 11. Laborem Excersens, "Tentang Kerja Manusia", 1981, Paus Yohanes Paulus II 12. Solicitudo rei socialis, "Tentang Keprihatinan Sosial", 1987, Paus Yohanes Paulus II 13. Centesimus Annus, "Pada peringatan Ulang Tahun ke-100 Rerum Novarum", 1991, Paus Yohanes Paulus II Keseluruhan dokumen tersebut haruslah dibaca dan dimengerti sesuai dengan jaman yang melingkupi pembuatan dokumen tersebut, inilah kekayaan kita yang menghargai adanya Tradisi dalam gereja kita. Misalnya munculnya Rerum Novarum, tidak lepas dari situasi abad ke-19 dimana buruh / pekerja kurang dimanusiawikan dalam lingkup dunia industri saat itu. Jika tertarik untuk mendalami satu per satu ajaran itu, baiklah untuk sejenak membaca beberapa buku yang sudah beredar dalam bahasa Indonesia, seperti : 1. Ajaran Sosial Katolik 1891 - sekarang; Buruh, Petani, dan Perang Nuklir; Charles E. Curran, terjemahan Kanisius 2007. 2. Ajaran Sosial katolik, R Hardaputranto, Seri Forum LPPS No.18, LPPS, 1991 3. Solidaritas: 100 tahun Ajaran Sosial Katolik, Kanisius, 1992 4. Pokok-pokok Ajaran Sosial katolik, Michael Schulties, terj. Kanisius, 1993

sabda. Namun. R Hardawiryana. Ada upaya untuk mencita-citakan masyarakat yang sejahtera. terj. Kumpulan Dokumen Ajaran Sosial katolik tahun 1891-1991..com 4. Dari Rerum Novarum hingga Quadragesimo anno Gerakan enlightment.. asuransi kecelakaan.. 2003 6. muncullah kritik atas sistem modal.net 2. tetapi untuk mencapai kehidupan yang menyenangkan. Dilanjutkan pada abad ke-19. Muncullah Rerum Novarum. www.. dialog antara Gereja dan liberalisme politik.org 2. Tenaga kerja dan pekerjaan diarahkan tidak untuk memperoleh keuntungan pribadi.. Diskursus Sosial Gereja sejak Leo XIII... Ada sebuah upaya untuk memadukan keduanya.. ( Rasanya. 1999 Dan ada beberapa situs yang dapat dijadikan bantuan utk berdiskusi juga ada : 1..ekaristi.. perlindungan terhadap PHK. Gerakan intelektual ini menekankan kebebasan individu serta kebebasan manusia.5... Gereja memilih jalan tengah. upah minimal. Kanisius. www. damai. pada abad revolusi industri. www. Dokpen KWI. 1891.pondokrenungan. namun mendukung upah yang adil.org 3.gerejakatolik. Buruh-buruh ini tidak mempunyai pendapatan yang layak. Dan lagi-lagi dialog antara Gereja dan sosialisme terjadi. Dioma. dan akal budi manusia seharusnya tidak terpisah dari hubungannya dengan Allah dan hukum Allah. Gereja menolak terlalu besarnya peran Negara ini.. Pengaruhnya terasa pada ajaran sosial Katolik serta kehidupan sosial dan lebihlebih dalam teori politik dan praktik. Dengan demikian Kapitalisme ditolak. "Ketika kepentingan umum dari sebuah kelas terganggu atau terancam oleh kejahatan yang tidak mungkin dapat diatasi. Bukan Sosialisme. Tak ada undang-undang tentang pembatasan jam kerja. akhirnya Gereja merasa kebebasan individu. Negara diharapkan berperan besar dalam hal ini. Eddy Krisitanto. Pengusaha dengan seenaknya mengejar keuntungan. Bukan Sosialisme. Gereja mengakui hak sah dan kebutuhan partisipasi oleh semua orang dalam hal milik pribadi.sebuah gerakan pencerahan muncul pada abad ke-18 di seluruh daratan eropa. Hukum tidak boleh berbuat lebih banyak dan tidak boleh masuk terlalu jauh daripada yang dibutuhkan untuk menangkal kejahatan dan menyingkirkan bahaya. Inilah inti gerakan sosialisme pada waktu itu. ) . tanpa memperhitungkan kesejahteraan para buruh. Segala hal harus diatur oleh Negara. kebebasan manusia. dan kebutuhan intervensi terbatas oleh Negara untuk menolong kelompok-kelompok yang ada dalam kesulitan. Gereja mulai melihat adanya penderitaan kaum buruh dimana-mana. www. 2004 7. hak untuk berorganisasi.. juga masih relevan terjadi di negara kita .." ( Rasanya. Bukan Kapitalisme. Bukan kapitalisme. sampai sekarang hal ini masih relevan di Indonesia . hak buruh untuk berorganisasi. otoritas publik ( negara ) harus masuk untuk menghadapinya . ) Sejalan dengan penderitaan kaum buruh itu.

bahkan hingga kini. Sebagian harta kita. Namun orang lain. Ini adalah sebuah surat terbuka yang diedarkan kepada semua uskup yang membahas kondisi kelas pekerja. 13 DOKUMEN AJARAN SOSIAL GEREJA 1. Kita ingat tahun 1931 adalah tahun krisis di Eropa dan Amerika. Mungkin ringkasan ini terlalu singkat untuk menjelaskan masa-masa revolusi industri dalam dunia modern pasca Renaissance. salah satu akibatnya yang mendalam adalah mendorong Gereja Katolik . Kutukan Gereja terhadap bentuk extrem sosialisme dan individualisme kapitalistik tetap menggema. Dan buruh adalah korbannya. sosial. Leo mendukung hak-hak buruh untuk membentuk serikat buruh. Ia menguraikan prinsip-prinsip yang harus digunakan dalam mengusahakan keadilan dalam kehidupan industri. Khusus untuk Pergumulan pemikiran di era modern ini dapat dibaca lebih detil dalam buku Filsafat Modern. Namun message dua ensiklik ini. Begitu banyak pergumulan ide. berbagai pemikiran perkembangan ilmu pengetahuan yang mendasari segala hal yang terjadi pada masa itu. Namun ia membantah teori-teori sosialis Marxis yang disebutnya keliru. kaum miskin. Leo memulainya dengan menggambarkan banyak keluhan dari kelas pekerja. Quadragesimo anno. menyerukan perlunya intervensi negara dan hak terbatas atas hak milik pribadi yang mempunyai dimensi sosial.Depresi besar akibat gelombang revolusi industri masih terjadi di awal abad ke-20. oleh Paus Leo XIII dan Pius XI bahwa kita harus terlibat dan berpartisipasi memberi perhatian dalam ketidakadilan yang terjadi di sekitar kita. buruh. yang menggambarkan dengan jelas proses pemikiran akhir abad pertengahan hingga awal abad ke-20. Ia percaya bahwa solusinya akan muncul dari aksi bersama antara Gereja. hak kaum tertindas itu. dan ekonomi. majikan. Bersama dengan karya Leo lainnya dan masa kepemimpinannya sebagai Paus yang panjang (1878–1903). namun ia menolak sosialisme dan mengukuhkan hak milik pribadi. ensiklik ini sungguh luar biasa sebagai ringkasan dari banyak masalah yang ditimbulkan oleh revolusi industri dan masyarakat demokratis modern. Tuan-tuan pemodal tetap bergembira. dan membela hak kepemilikan pribadi. juga berhak mendapatkan penghidupan yang layak. dan gereja mengusulkan suatu struktur sosial dan ekonomi yang belakangan disebut korporatis. adalah hak orang lain. Rerum Novarum Rerum Novarum adalah sebuah ensiklik yang diterbitkan oleh Paus Leo XIII pada 15 Mei 1891. Kita wajib dan berhak mengumpulkan harta pribadi demi kehidupan yang lebih layak. dan buruh.Sementara posisi-posisi atau pernyataan-pernyataan individual telah lama diperdebatkan. negara. karangan F Budi Hardiman. bisnis. Paus membahas hubungan antara pemerintah. Dengan lebih tegas.

Menolak solusi komunisme yang menghilangkan hak-hak pribadi. and act. Dalam banyak hal QA masih melanjutkan RN mengenai soal-soal “dialog”-nya dengan perkembangan masyarakat. 3. kebalikannya demokrasi merosot di mana. Di Eropa bermunculan diktator. soal modal dan kerja. Untuk pertama kalinya isu “internasional” dalam hal keadilan menjadi tema ajaran sosial Gereja. melainkan sudah menyentuh masalah internasional. yaitu “subsidiaritas” (maksudnya. Soal jurang kaya miskin tidak hanya disimak dari sekedar urusan pengusaha dan pekerja. Ia membawa pengaruh yang berasal dari karya John Wesley ke dalam Gereja Katolik modern. atau pemilik modal dan kaum buruh. Kemiskinan di Asia. Uskup Agung Westminster. membeberkan akar-akar kekacau-annya sekaligus menawarkan solusi pembenahan tata sosial hidup bersama. dan Latin Amerika adalah produk dari sistem tata dunia yang tidak adil. langkah-langkah Gereja dalam mengatasi kemiskinan struktural. Sebelumnya ia adalah seorang pendeta Anglikan yang mempunyai kecenderungan evangelikal. Afrika. bangkitnya ideologi-ideologi. . sambil mengenang Ensklik RN.dan hierarkhinya ke dalma dunia modern. judge.MATER ET MAGISTRA 1961 (KRISTIANITAS DAN KEMAJUAN SOSIAL) Ensiklik Yohanes XXIII Masalah-masalah sosial yang diprihatini oleh Ensiklik ini khas pada zaman ini.Namun pernyataan-pernyataan yang lain tampaknya juga menentang kapitalisme. Mater et Magistra (1961) dari Paus Yohanes XXIII dan Centesimus Annus (1991) dari Paus Yohanes Paulus II. upah adil. Ada jurang sangat hebat antara negara-negara kaya dan negara-negara miskin. prinsip-prinsip pemulihan ekonomi dan tatanan sosial. otoritas di atasnya tidak perlu ikut campur). 2. prinsip-prinsip bagi hasil yang adil. soal hak-hak pribadi dan kepemilikan bersama. persaingan eksplorasi ruang angkasa. Pada saat itu dukungannya kepada serikat buruh dan upah yang layak dipandang sebagai pandangan kiri yang radikal. khususnya Quadragesimo Anno (1931) dari Paus Pius XI. Diperkenalkan dan ditekankan terminologi yang sangat penting dalam Ajaran Sosial Gereja. persoalan menjadi makin rumit menyusul perlombaan senjata nuklir. pembahasan sosialisme dan tentu saja kapitalisme. Kardinal Henry Edward Manning memainkan peranan yang paling berpengaruh dalam penyusunan ensiklik ini. apa yang bisa dikerjakan oleh tingkat bawah. Dalam Ensiklik ini diajukan pula “jalan pikiran” Ajaran Sosial Gereja: see. Tetapi juga sekaligus mengkritik persaingan kapitalisme sebagai yang akan menghancurkan dirinya sendiri QA bermaksud menggugat kebijakan-kebijakan ekonomi zaman itu. QUADRAGESIMO ANNO (SESUDAH 40 THN) Ensiklik Paus Pius XI QA (Quadragesimo Anno) memiliki judul maksud “Rekonstruksi Tatanan Sosial. Depresi ekonomi sangat hebat terjadi tahun 1929 menggoyang dunia. Banyak dari posisi dalam Rerum Novarum didukung oleh ensiklik-ensiklik lainnya.” Nama Ensiklik ini (40 tahun) dimaksudkan untuk memperingati Ensiklik Rerum Novarum. Di lain pihak.mana. Tetapi pada zaman ini memang ada kebutuhan sangat hebat untuk menata kehidupan sosial bangsa manusia.

Disadari isu-isu baru dalam perkembangan terakhir di bidang sosial. bagaimana ekonomi ditata seimbang. 4. (3) antarnegara. hak-hak warganegara. komitmen Gereja terhadap perdamaian dunia. keluarga. Penekanan pondasi uraian pada gagasan hukum kodrat. terutama kaum miskin dan yang menderita. adalah kegembiraan dan . tata negara. Relasi antara Gereja dan sejarah perkembangan manusia di dunia modern dibahas dalam suatu cara yang lebih gamblang. struktur negara (bagaimana diatur). ajaran sosial Gereja dan kepentingannya. 5. Soal-soal yang disentuh oleh GS dengan demikian berkisar tentang kemajuan manusia di dunia modern. seruan agar dihentikannya perlombaan senjata. Yang dimaksudkan dengan tatanan hidup ialah tatanan relasi (1) antarmasyarakat. yang menjadi isu sentral pada dekade enam puluhan. politik dan ekonomi.Gereja Katolik didesak untuk berpartisipasi secara aktif dalam memajukan tata dunia yang adil. Bilamana terjadi perdamaian? Bila ada rincian tatanan yang adil dengan mengedepankan hak-hak manusiawi dan keluhuran martabatnya. kerjasama antarnegara. Tata dunia. Ada kesadaran kokoh dalam Gereja untuk berubah seiring dengan perubahan kehidupan manusia modern. Judul dokumen ini mengatakan suatu “perubahan eksternal” dari kebijakan hidup Gereja: Kegembiraan dan harapan. duka dan kecemasan manusiamanusia zaman ini. relasi antarwarga masyarakat dan negara. Kemiskinan luar biasa di negara-negara selatan. GS (Gaudium et Spes) menaruh keprihatinan secara luas pada tema hubungan Gereja dan Dunia modern. kerjasama internasional. maka pada bagian awal Mater et Magistra diingat sekali lagi semangat RN dan QA. Ensiklik ini masih berkaitan dengan peringatan RN. (2) antara masyarakat dan negara. partisipasi kaum buruh. maraknya problem sosial dalam skala luas. peranan negara dalam kemajuan ekonomi. Ensiklik ini memiliki muatan ajaran yang ditujukan tidak hanya bagi kalangan Gereja Katolik tetapi seluruh bangsa manusia pada umumnya. PACEM IN TERRIS (DAMAI DI BUMI) 1963 Ensiklik Paus Yohanes XIII Pacem in Terris menggagas perdamaian. soal kaum petani. (4) antara masyarakat dan negara-negara dalam level komunitas dunia. Di lain pihak tetap diangkat ke permukaan soal jurang yang tetap lebar antara si kaya dan si miskin. bantuan internasional. Ensiklik menyerukan dihentikannya perang dan perlombaan senjata serta pentingnya memperkokoh hubungan internasional lewat lembaga yang sudah dibentuk: PBB. hubungan internasional antarbangsa. GAUDIUM ET SPES (GEREJA DI DUNIA MODERN) 1965 Dokumen Konstitusi Pastoral Konsili Vatikan II Konsili Vatikan II merupakan tonggak pembaharuan hidup Gereja Katolik secara menyeluruh. soal “Cold War” (perang dingin) oleh produksi senjata nuklir. soal pertambahan penduduk. dan tata hidup masyarakat pada umumnya. menyentuh nilai perkawinan.

duka dan kecemasan para murid Kristus juga. Di lain pihak. kebudayaan dan iman. . teristimewa negara-negara yang sedang berkembang. Tahun enampuluhan memang tahun perkembangan bangsa-bangsa. cinta kasih suami isteri. kepada situasi yang sangat runyam. aktivitas hidup manusia. perdamaian dan persekutuan bangsa-bangsa. Revolusi di berbagai tempat di belahan dunia kerap kali tidak membawa bangsa manusia kepada kondisi yang lebih baik. harta benda diperuntukkan bagi semua orang. GS membuka cakrawala baru dengan mengajukan perlunya “membaca tanda-tanda zaman” (signs of the times). pendidikan kristiani. Diajukan pula refleksi teologis perkembangan / kemajuan yang membebaskan dari ketidakadilan dan pemiskinan. Perang dingin masih tetap berlangsung. Isu marginalisasi kaum miskin mendapat tekanan dalam dokumen ini. keluarga. Kardinal Joseph Suenens (dari Belgia) berkata bahwa pembaharuan Konsili Vatikan II tidak hanya mencakup bidang liturgis saja. banyak negara baru bermunculan di Afrika. pada saat yang sama terjadi ancaman proses marginalisasi (pemiskinan). POPULORUM PROGRESSIO (KEMAJUAN BANGSA-BANGSA) 1967 Ensiklik Paus Paulus VI Perkembangan bangsa-bangsa merupakan tema pokok perhatian dari Ensiklik Ajaran Sosial. kerjasama internasional. kesulitan-kesulitan yang dihadapi. hubungan timbal balik antara Gereja dan dunia. seperti perkawinan. beberapa masalah mendesak. pencegahan perang. Kekayaan dari sebagian negara-negara maju harus dibagi untuk memajukan negara-negara yang miskin. seperti badan-badan dunia yang mengurus bantuan keuangan dan pangan. kesuburan perkawinan. terjadi perang di Vietnam yang sangat brutal. Soal-soal yang berkaitan dengan perdagangan (pasar) yang adil juga mendapat sorotan yang tajam. martabat pribadi manusia. negara-negara baru “bermunculan” (beroleh kemerdekaan) 6. ateisme sistematis dan ateisme praktis. malah kebalikannya. dukungan organisasi internasional.harapan. tetapi juga budaya (kultur). di Indonesia sendiri terjadi perang ideologis (Marxis-komunis dan militer). kemajuan diperlukan bagi perdamaian. Penjelasan tentang perubahan. Kemajuan bangsa manusia masih tetap dan bahkan memiliki imbas pemiskinan pada sebagian besar bangsa-bangsa. Perkembangan bangsa manusia zaman ini. kerjasama antarbangsa-bangsa. Ensiklik ini menaruh perhatian secara khusus pada perkembangan masyarakat dunia.perubahan dalam tata hidup masyarakat zaman ini. melainkan juga hidup Gereja di dunia modern secara kurang lebih menyeluruh. tetapi juga sekaligus perang ideologis dan antarkepentingan kelompok manusia luar biasa ramainya. kehidupan sosial ekonomi dan perkembangan terakhirnya. Gereja memandang bahwa kemajuan bangsa manusia tidak hanya dalam kaitannya dengan perkara-perkara ekonomi atau teknologi.

Diajukan ke permukaan pula masalah-masalah diskriminasi warna kulit. Untuk pertama kalinya (boleh disebut demikian) sinode para uskup menaruh perhatian pada soal-soal yang berkaitan dengan keadilan. Secara khusus pengaruh pembahasan tema “Liberation” oleh para uskup Amerika Latin di Medellin (Kolumbia). Memperjuangkan keadilan sosial. di Amerika aksi Martin Luther King untuk perjuangan hak-hak asasi marak dan menjadi perhatian dunia. seperti orang tua. soal diskriminasi. soal-soal yang berhubungan dengan keadilan dan perdamaian: hak asasi manusia. budaya. dst. kelompok masyarakat yang tinggal di pinggiran kota. agama. 8. Misi Gereja dan keadilan merupakan dua elemen yang tidak bisa dipisahkan. soal kapitalisme. Paulus VI menyerukan kepada segenap anggota Gereja dan bangsa manusia untuk bertindak memerangi kemiskinan. panggilan kristiani untuk bertindak memberi kesaksian hidup dan partisipasi aktif dalam hidup politik. ideologi. Dunia mengalami resesi ekonomi dengan korban mereka yang miskin. keadilan dalam Gereja. Misi Kristus dalam mewartakan datangnya Kerajaan Allah mencakup pula datangnya keadilan. Soal kepastian dan ketidakpastian fenomen kemajuan bangsa manusia zaman ini berkaitan dengan keadilan. cacat.7. Terminologi kunci yang dibicarakan adalah “oppression” dan “liberation”. sex. Soal-soal yang berkaitan dengan urbanisasi dipandang menjadi salah satu sebab lahirnya “kemiskinan baru”. protes melawan perang Vietnam. kehidupan politik. OCTOGESIMA ADVENIENS (PANGGILAN UNTUK BERTINDAK) 1971 Surat Apostolik Paus Paulus VI Arti “Octogesima” adalah yang ke-80. urbanisasi dan konsekuensi-konsekuensinya. CONVENIENTES EX UNIVERSO (BERHIMPUN DARI SELURUH DUNIA) atau lebih tepat dikenal: JUSTICIA IN MUNDO (JUSTICE IN THE WORLD) 1971 Sinode para Uskup di dunia Dunia sedang berhadapan dengan problem keadilan. tidaklah integral. kehadiran Gereja di tengah kaum miskin. Keadilan merupakan dimensi konstitutif pewartaan Injil. Misi Gereja tanpa ada suatu upaya konkret dan tegas mengenai tindakan perjuangan keadilan. Asia. asal usul. menyimak sekali lagi daya tarik sosialisme. Dokumen ini banyak diinspirasikan oleh seruan keadilan dari Gereja-Gereja di Afrika. keadilan dan liturgi. hakhak manusiawi. Gereja mendorong umatnya untuk bertindak ambil bagian secara aktif dalam masalah-masalah politik dan mendesak untuk memperjuangkan nilai-nilai / semangat injili. dan Latin Amerika. . maksudnya: surat apostolik ini dimaksudkan untuk manandai usia Rerum Novarum yang ke-80 tahun. Para uskup berhimpun dan bersidang serta menelorkan keprihatinan tentang keadilan dalam tata dunia.

Dunia sangat haus akan keadilan dan perdamaian. Tetapi. Gereja melanjutkannya. kemajuan dan akibat-akibatnya. konsumerisme. Misi Gereja dan tujuan hidup manusia. Pengaruh dari Pertemuan Medellin (di Kolumbia) tahun 1968 sangat besar. lukisan tentang penebusan umat manusia oleh Yesus Kristus sebagai penebusan yang menyeluruh memungkinkan beberapa gagasan ensiklik ini bersinggungan dengan tema-tema keadilan sosial. diskriminasi. Disinggung mengenai konsekuensi kemajuan dan segala macam akibat yang ditimbulkan. Hal baru dalam dokumen ini ialah bahwa pewartaan Kabar Gembira sekaligus harus membebaskan pula. EN (Evangelii Nuntiandi) mengajukan tema-tema problem kultural sekularisme ateistis. misi Gereja untuk menjawab persoalan zaman ini. Yaitu. Hak-hak asasi manusia dengan sendirinya juga didiskusikan. dalam hidup situasi di dunia modern. indiference.Konteks peristiwa dunia masih berada pada dokumen di atasnya. Misteri penebusan manusia di zaman modern. tetapi mengapa Gereja dewasa ini menjumpai hidup manusia yang tidak disentuh oleh Sabda Tuhan (melalui pewartaan Gereja)? (2) Dalam arti apakah kekuatan evangelisasi sungguhsungguh mampu mengubah manusia abad ke-20 ini? (3) Metode-metode apakah yang harus diterapkan agar kekuatan Sabda sungguh menemukan efeknya? Tuhan Yesus mewartakan keselamatan sekaligus pewartaan pembebasan. 10. REDEMPTOR HOMINIS (SANG PENEBUS MANUSIA) 1979 Ensiklik Yohanes Paulus II (Ensiklik-nya yang pertama) Sebenarnya Ensiklik ini tidak dikategorikan sebagai Ensiklik Ajaran Sosial Gereja. EVANGELII NUNTIANDI (EVANGELISASI DI DUNIA MODERN) 1975 Anjuran apostolik Paus Paulus VI Arah dasarnya: agar Gereja dalam pewartaannya dapat menyentuh manusia pada abad ke duapuluh. . Ada tiga pertanyaan dasar: (1) Sabda Tuhan itu berdaya. Gagasan dasarnya: manusia ditebus oleh Kristus dalam situasi hidupnya secara konkret. Merupakan Ensiklik pertama dari kepausan Bapa Suci Yohanes Paulus II. 9. pengedepanan kenikmatan dalam gaya hidup. nafsu untuk mendo-minasi. menyentuh hati manusia.

manusia berhak atas pencarian kerja yang lebih baik di mana pun. Sementara negara-negara miskin semakin terpuruk oleh kemiskinannya. Negara-negara Barat semakin membabi buta dalam eksplorasi kemajuan. perlunya jaminan keselamatan / kesehatan dalam kerja. untuk membuat agar hidup keluarga bahagia dan berkecukupan. sekaligus berhak upah yang adil dan wajar. . Konsumerisme dan “dosa struktural” makin mendominasi hidup manusia. Sebagian besar isinya ialah tentang keadilan kerja. Kerja dan manusia. Perkembangan dan kemajuan sering kali sekaligus pemiskinan pada wilayah lain. tinjauan teologis masalahmasalah modern. juga di negeri orang. Persaingan ini semakin memblokir kerjasama dan solidaritas kepada yang miskin. sekaligus berhak untuk makin hidup secara lebih manusiawi dengan kerjanya. Dalam periode zaman ini dirasakan sangat besar jumlah pengangguran. semua orang berhak atas kerja. Manusia berhak bekerja untuk kelangsungan hidupnya. Ensiklik ini mengajukan makna baru tentang pengertian “the structures of sin”. Populorum Progressio. digambarkan pula panorama zaman ini dengan segala kemajuannya. Persoalannya semakin rumit manakala dirasakan semakin hebatnya pertentangan ideologis antara Barat dan Timur. LABOREM EXCERCENS (KERJA MANUSIA) 1979 Ensiklik Paus Yohanes Paulus II “Kerja” merupakan tema sentral hidup manusia. Hanya dengan kerja.11. Soviet menginvasi Afganistan dan setahun kemudian menarik diri dari Afganistan. pemandangan secara teliti sumbangsih Ensiklik yang diperingati. dan berbagai ketegangan yang dimunculkan oleh persaingan ideologis yang hebat. Ensiklik ini mengkritik tajam komunisme dan kapitalisme sekaligus sebagai yang memperlakukan manusia sebagai alat produktivitas. Jurang antara wilayah / negara-negara Selatan (miskin) dan Utara (kaya) luar biasa besarnya. 12. harkat dan martabat manusia menemukan pencetusan keluhurannya. Para pekerja migrant (tenaga asing) sangat mudah diperas dan mendapat perlakuan tidak adil. Manusia cuma sebagai instrumen penghasil kemajuan dan perkembangan. yang sudah dikatakan dalam Rerum Novarum. Manusia berhak kerja. antara kapitalisme dan komunisme. SOLLICITUDO REI SOCIALIS (KEPRIHATINAN SOSIAL) 1987 Ensiklik Paus Yohanes Paulus II Ensiklik ini merupakan ulang tahun ke-20 dari Ensiklik Populorum Progressio. Perang berkecamuk seputar ideologi pada zaman ini. memang Ensiklik ini dimaksudkan untuk memperingati 90 tahun Rerum Novarum. termasuk di dalamnya yang cacat.

diajukan pula catatan “tahun 1989” (adalah tahun jatuhnya tembok Berlin). CENTESIMUS ANNUS (TAHUN KE SERATUS) 1991 Ensiklik Yohanes Paulus II Menandai ulang tahun Rerum Novarum yang ke-100. Kesalahan fundamental dari sosialisme ialah tiadanya dasar yang lebih manusiawi atas perkembangan. Skema jalan pikiran Ensiklik ini serupa dengan dokumen-dokumen sebelumnya: pertama-tama dibicarakan dulu mengenai Rerum Novarum yang diperingati. Ensiklik Centesimus Annus membahas “hal-hal baru zaman sekarang”. Jatuhnya sosialisme marxisme tidak berarti kapitalisme dan liberalisme menemukan pembenarannya. manusia ialah jalan bagi Gereja. Dokumen ini memiliki jalan pikiran yang kurang lebih sama. Memang ada sekian “hal-hal baru” yang pantas disimak. paradigma yang ditampilkan dalam Rerum Novarum untuk menyimak dunia saat ini. kapitalisme bukanlah pilihan yang tepat pula. Perkembangan baru berupa jatuhnya komunisme dan sosialisme marxisme di wilayah Timur (Eropa Timur) menandai suatu periode baru yang harus disimak secara lebih teliti. Nelson Mandela – sang figur penentang diskriminasi – bebas dari penjara (1990). berikutnya dengan menyimak pola Rerum Novarum. Martabat dan tanggung jawab pribadi manusia seakan-akan disepelekan. Centesimus Annus mengurus pula soal-soal lingkungan hidup yang menjadi permasalahan menyolok pada zaman ini.13. soal lingkungan hidup Jatuhnya komunisme di Eropa Timur yang ditandai dengan runtuhnya tembok Berlin. Di lain pihak. . prinsip harta benda dunia diperuntukkan bagi semua orang. negara dan kebudayaan. Perkembangan yang mengedepankan eksplorasi kebebasan akan memicu ketidakadilan yang sangat besar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful