STRUKTUR DATA

STRUKTUR POHON (TREE)

TEKNIK INFORMATIKA UNIV. MUHAMMADIYAH JAKARTA Sugiartowo, M.Kom

Gambar Struktur Pohon (Tree)
Root Edge A Level

---------------------------------- 0

Node
B C D

----------------------- 1
H

E Leaf

F

G

------------------ 2
Height = 2

Pohon (Tree) dapat juga didefinisikan sebagai kumpulan elemen yang salah satu elemennya disebut dengan Akar (Root) dan sisa elemen lain (Simpul) yang terpecah menjadi sejumlah himpunan yang saling tidak berhubungan yang disebut dengan Subpohon (Subtree) atau cabang . maka pada Pohon (Tree) selalu terdapat Path atau Jalur yang menghubungkan setiap simpul dalam dua pohon.DEFINISI DASAR Pohon atau Tree adalah salah satu bentuk Graph terhubung yang tidak mengandung sirkuit. Karena merupakan Graph terhubung.

Istilah – istilah Dalam Pohon 1. Predesesor Node yang berada diatas node tertentu. Ancestor Seluruh node yang terletak sebelum node tertentu dan terletak pada jalur yang sama. Succesor Node yang berada dibawah node tertentu. (contoh : A dan B merupakan ancestor dari F) . (contoh : E dan F merupakan succesor dari B) 3. (contoh : B predesesor dari E dan F) 2.

Sibling Node yang memiliki parent yang sama dengan satu node (contoh : E dan F adalah sibling) . Descendant Seluruh node yang terletak sesudah node tertentu dan terletak pada jalur yang sama. Parent Predesesor satu level diatas satu node (contoh : B merupakan parent dari F) 6. Child Succesor satu level dibawah satu node (contoh : F merupakan child dari B) 7.4. (contoh : F dan B merupakan ancestor dari A) 5.

8. F dan Subtree D. G. H) Size Banyaknya node dalam suatu tree (contoh : gambar tree diatas memiliki size = 8) 9. Height Banyaknya tingkat/level dalam suatu tree (contoh : gambar tree diatas memiliki height = 2) karena program C++ diawali dari index ke-0 . Subtree Bagian dari tree yang berupa suatu node beserta descendant-nya (contoh : Subtree B. 10. E.

node B memiliki derajat 2) .11.H) 13.F. Degree (Derajat) Banyaknya child yang dimiliki oleh suatu node (contoh : Node A memiliki derajat 3. Root (Akar) Node khusus dalam tree yang tidak memiliki predesesor (Contoh : A) 12. Leaf (Daun) Node-node dalam tree yang tidak memiliki daun (contoh : Node E.C.G.

jika Simpul tersebut memiliki derajat keluar >= 0. Mempunyai Simpul Khusus yang disebut Root. Mempunyai Simpul yang disebut sebagai Daun / Leaf. Setiap Simpul mempunyai Tingkatan / Level yang dimulai dari Root yang Levelnya = 1 sampai dengan Level ke .n pada daun paling bawah. jika Simpul tersebut berderajat keluar = 0. Jika Pohon mempunyai Simpul / Vertex sebanyak n. . 4. 2. dan berderajat masuk = 1. Simpul yang mempunyai Level sama disebut Bersaudara atau Brother atau Stribling. 3. dan derajat masuk = 0. maka banyaknya ruas atau edge adalah (n-1).Sifat utama Pohon Berakar 1.

yang merupakan banyaknya daun (leaf) pada Pohon. Pohon mempunyai Ketinggian atau Kedalaman atau Height. Banyaknya Simpul Maksimum sampai Level N adalah : 2 (N) . Hutan (Forest) adalah kumpulan pohon yang tidak saling berhubungan .1 8. 7.5. Banyaknya Simpul untuk setiap Level adalah : N  2 ( I – 1) I=1 9. yang merupakan Level tertinggi 6. Pohon mempunyai Weight atau Berat atau Bobot.

1 = 7 b. V dan W d. Root pada Pohon T = Simpul P c. S. S dan U Level 4 = Simpul V dan W . Banyak Simpul adalah 8 dan banyak edge = n . Level (tingkatan) Pohon : Level 1 = Simpul P Level 2 = Simpul Q dan T Level 3 = Simpul R.Pohon Berakar T Pohon Diatas Mempunyai : a. Mempunyai daun (Leaf) = R.

Level (tingkatan) Pohon : Level 1 = Simpul P Level 2 = Simpul Q dan T Level 3 = Simpul R.U.W . Hutan (Forest) adalah kumpulan Pohon yang tidak saling berhubungan. dalam gambar Pohon diatas terdapat 2 buah hutan (forest). S dan U Level 4 = Simpul V dan W f. yaitu : Hutan 1 : Q.R.e. Ketinggian atau kedalaman = jumlah level = 4 g. Weight atau berat atau bobot = jumlah daun=4 h.V.S Hutan 2 : T.

1 =15 .1 2 (4) .1 16 .i. Banyaknya Simpul Maksimum sampai Level 4 (bila simpul pada pohon dianggap penuh) adalah : 2 (N) .

Simpul pada level 3 : 2 ( 3 – 1) = 4 Maks.j. Simpul pada level 4 : 2 ( 4 – 1) = 8 . Untuk setiap level I (bila simpul pada pohon dianggap penuh) adalah : Maks. Simpul pada level 2 : 2 ( I – 1) 2 ( 2 – 1) = 2 Maks. Banyaknya Simpul maks.

Ada beberapa cara untuk menggambarkan bentuk pohon. Cara Pertama Merupakan cara yang paling banyak digunakan dan paling mudah adalah dengan membuat gambar seperti pada gambar diatas. 2. Cara Kedua Dengan membuat Diagram Venn seperti dibawah ini . 1.

S)). Dengan menggunakan Notasi Kurung. Cara Keempat adalah menggunakan notasi Tingkat dan Notasi Garis . Berikut ini diberikan Notasi Kurung untuk Gambar pada diagram Venn diatas.T(U(V. Cara Ketiga.3. Hasil : (P(Q(R.W))) 4.

POHON BINAR (BINARY TREE) Struktur ini biasanya digunakan untuk menyajikan data yang mengandung hubungan hirarkial antara elemen-elemennya. Untuk selanjutnya digunakan istilah Cabang Kiri untuk menyatakan Subpohon Kiri dan Cabang Kanan untuk Subpohon Kanan. Bentuk Pohon Berakar yang lebih mudah dikelola dalam komputer adalah Pohon Biner (Binary Tree) yang lebih dikenal sebagai Pohon Umum (General Tree) yang dapat didefinisikan sebagai kumpulan simpul yang mungkin kosong atau mempunyai akar dan dua Subpohon yang saling terpisah yang disebut dengan Subpohon Kiri (Left Subtree) dan Subpohon Kanan (Right Subtree). .

4.Karakteristik Pohon Binar (Binary Tree) : 1. Dimungkinkan tidak mempunyai Simpul Berikut ini diberikan contoh gambar Pohon Binar (Binary Tree) dengan Cabang Kiri dan Cabang Kanan. Setiap Simpul paling banyak hanya memiliki dua buah anak 2. Dibedakan antara Cabang Kiri dan Cabang Kanan. 3. . Derajat Tertinggi dari setiap Simpul adalah dua.

.

.

.

.

Cara Membuat Pohon Biner Dalam Algoritma dibawah ini Cabang Kiri dan Cabang Kanan dapat ditentukan dengan cara : a. maka proses untuk dapat membentuk pohon biner dari untai diatas adalah : . Jika data < dari node root akan masuk dan menempati node kiri b. Jika data > dari node root akan masuk dan menempati node kanan dan seterusnya Contoh : Bila diberikan untai HAKJCBL.

Pohon biner dari untai HAKJCBL : .

SELESAI TERIMA KASIH .