Makalah Jenis Metodelogi Penelitian Dan Krangka Teori Dalam Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik

dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang berjudul “Jenis Metodelogi Penelitian dan Krangka Teori dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif” dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan. Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukanmasukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR ISI

Halaman Judul ............................................................................................................................. Kata Pengantar ............................................................................................................................. Daftar Isi ......................................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ............................................................................................................ 1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................... 1.3 Tujuan ..........................................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Metodelogi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif ....................................... 2.2 Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif ........................................................... 2.3 Kerangka Penelitian Kualitatif ..................................................................................... 2.4 Kerangka Penelitian Kuantitatif ...................................................................................

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ...................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

Atas dasar itu yang paling penting adalah bukan mengetahui teknik-teknik pelaksanaannya. Bentuk luasnya bisa berbeda. Untuk mengetahui kerangka teori penelitian kualitatif 4. Apa pengertian metodelogi penelitian kualitatif dan kuantitatif? 2. Secara luas suatu penelitian dapat berarti menemukan teori baru dengan menggugurkan teori lama. Untuk mengetahui kerangka teori penelitian kualitatif . Bagaimana kerangka teori penelitian kualitatif? 4. menambahkan sesuatu yang baru pada teori lama. Hal ini dilakukan supaya pembaca mempunyai persamaan persepsi terhadap istilah atau terminologi yang berkaitan dengan penulisan skripsi.3 Tujuan 1. siapakah pembaca tulisan ini dan dalam rangka kegiatan ilmiah apa akan disampaikan. maka perlu diterbitkan pedoman penyusunan usulan penelitian maupun Skripsi. Berdasarkan pemikiran di atas. pemahaman interpretasi terhadap obyek penelitian. Secara umum penelitian dapat didefinisikan sebagai kegiatan manusia dalam rangka memperoleh pengetahuan secara sistematik dengan menggunakan alat-alat dan cara-cara tertentu. Suatu penelitian ilmiah dapat menggunakan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Bagaimana kerangka teori penelitian kuantitatif? 1.BAB I PENDAHULUAN 1. maupun matematik yang sering disebut sebagai analisis deskriptif kuantitatif. maka untuk menyeragamkan tata cara penulisan tersebut. Bahkan pada saat ini sesuai dengan perkembangannya pendekatan kuantitatif ini tidak ada artinya sama sekali bila tanpa menggunakan pendekatan analisis kualitatif 1. Pendekatan kuantitatif menggunakan alat uji statistik. Apa perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif? 3. 1. seperti masalah apa yang sedang dikaji.1 Latar Belakang Banyak sekali bentuk dan cara penulisan karya ilmiah yang kita temui.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas dapat ditentukan suatu rumusan masalah sebagai berikut. atau benar-benar menemukan sesuatu yang baru yang belum ada sebelumnya. Untuk mengetahui perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif 3. namun jiwa dan penalarannya adalah sama. Pemilihan bentuk dan penulisan merupakan masalah selera dan preferensi perorangan maupun lembaga dengan memperhatikan berbagai factor lainnya. Untuk mengetahui pengertian metodelogi penelitian kualitatif dan kuantitatif 2. sedangkan pendekatan kualitatif lebih mendasarkan pada penalaran logis (logical reasoning). melainkan memahami dasar pikiran yang melandasinya. Berbagai macam definisi penelitian-penelitian dinyatakan oleh banyak penulis.

Karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang teleh di tetapkan. Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional. Penelitian bersifat mengkonfirmasi antara teori dengan kenyataan yang ada dengan mendasarkan pada data ilmiah baik dalam bentuk angka. Metode ini disebut juga sebagai metode artistic. Karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola). Metode penelitian kualitatif sering di sebut metode penelitian naturalistik karena penelitianya di lakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). metode positivistic dan metode postpositivistic. metode scientific dan artistic. objektif.BAB II PEMBAHASAN 2. di sebut juga metode etnographi. Penelitian kuantitatif dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif. artistic dan interpretive research. rasional dan sistematis. Metode ini disebut sebagai metode positivistic karena berlandaskan pada filsafat positivisme. postposivistic. karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. sedangkan penelitian kualitatif bersifat eksploratoris dan induktif. 2. Hal ini berangkat dari teori-teori yang membangunnya.karena pada awalnya metode ini lebih banyak di gunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. .analisis data bersifat kuantitatif/statistic. pengumpulan data menggunakan instrument penelitian. karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. Metode penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru karena popularitasnya belum lama.1 Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Metode kuantitatif dan kualitatif sering dipasangkan dengan nama metode yang tradisional dan metode baru.2 Perbedaan Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Perbedaan mendasar dari metode penelitian kualitatif dengan metode penelitian kuantitatif yaitu terletak pada strategi dasar penelitiannya. metode ini dinamakan postpositivistik Karena berlandaskan pada filsafat post positifisme. terukur. Selanjutnya metoda hase kualitatif sering dinamakan sebagai metode baru. scientivic dan metode discovery. Jadi metode kuantitatif sering dinamakan metode tradisional. dan disebut metode interpretive karena data hasil peneletian lebih berkenaan dengan interprestasi terhadap data yang di temukan di lapangan. metode konfirmasi dan temuan. disebut metode kualitatif. positivistic.metode penelitian kuantitatif dapat di artikan sebagai metode penelitian yang di gunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Penarikan kesimpulan bersifat deduktif yaitu dari sesuatu yang bersifat umum ke sesuatu yang bersifat khusus. Bersifat konfirmasi disebabkan karena metode penelitian kuantitatif ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori yang telah ada. Metode ini juga disebut metode discovery. Metode ini sebagai metode scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/ empiris.

sedang penelitian kualitatif bisa menggunakan hipotesis dan bisa tanpa hipotesis. Dari segi permasalahan atau tujuan penelitian. atau kadar satu variabel dengan cara pengukuran.menciptakan. Sebaliknya penelitian kualitaif lebih menggunakan persepektif emik. sedangkan kualitatif mengembangkan . Dari segi konsep atau teori. Secara sederhana penelitian kuantitatif berangkat dari konsep. Maksudnya berhenti sampai pada informan yang kesekian ketika informasinya sudah “tidak berkualitas lagi” melalui teknik . pilihan jawaban dan skorskornya. yang berasal dari teori relevan yang telah dipilih. penelitian kuantitatif menanyakan atau ingin mengetahui tingkat pengaruh. penelitian kuantitatif merumuskan hipotesis sejak awal. 5. penelitian kuantitatif bertolak dari konsep (variabel) yang terdapat dalam teori yang dipilih oleh peneliti kemudian dicari datanya. 6. sedangkan penelitian kualitatif menanyakan atau ingin mengetahui tentang makna (berupa konsep) yang ada di balik cerita detail para responden dan latar sosial yang diteliti. Dari segi perspektifnya penelitian kuantitatif lebih menggunakan pendekatanetik. kemudian para responden bersama peneliti meberi penafsiran sehingga menciptakan konsep sebagai temuan. Dari segi hipotesis. teori atau menguji (retest) teori. Kemudian variabel tersebut dicari dan ditetapkan indikator-indikatornya. 2. Peneliti dalam hal ini mengumpulkan data berupa cerita rinci dari para informan dan diungkapkan apa adanya sesuai dengan bahasa dan pandangan informan. penelitian kuantitatif mengutamakan penggunaan kuisioner. Hanya dari indikator yang telah ditetapkan tersebut dibuat kuesioner. Penelitian kualitatif jumlah respondennya diketahui ketika pengumpulan data mengalami kejenuhan. Dari segi teknik memperoleh jumlah (size) responden (sample) pendekatan kuantitatif ukuran (besar. sedang penelitaian kualitatif mengutamakan penggunaan wawancara dan observasi. 4. Jika ada maka hipotesis bisa ditemukan di tengah penggalian data. menemukan konsep atau teori. keeretan korelasi atau asosiasi antar variabel. jumlah) sampelnya bersifat representatif (perwakilan) dan diperoleh dengan menggunakan rumus. Pengumpulan datanya diawali dari mewawancarai informanawal atau informan-kunci dan berhenti sampai pada responden yang kesekian sebagai sumber yang sudah tidak memberikan informasi baru lagi. Dari segi teknik pengumpulan data. Di sisi lain penelitian kualitatif berangkat dari penggalian data berupa pandangan responden dalam bentuk cerita rinci atau asli mereka. melalui kuesioner untuk pengukuran variabel-variabelnya. persentase atau tabel-populasi-sampel serta telah ditentukan sebelum pengumpulan data. dalam arti bahwa peneliti mengumpulkan data dengan menetapkan terlebih dahulu konsep sebagai variabel-variabel yang berhubungan yang berasal dari teori yang sudah ada yang dipilih oleh peneliti. kemudian “dibuktikan” melalui pengumpulan data yang lebih mendalam lagi. 3.Hamidi menjelaskan setidaknya terdapat 12 perbedaan pendekatan kualitatif dengan kualitatif seperti berikut ini : 1.

yakni dari penetapan variabel (konsep). Di sisi lain. yang berarti telah membatasi subjek penelitian mengemukakan pendapat. Di sisi lain. Di sisi lain. diabstraksi serta dicari tema. berarti penelitian telah menggunakan perspektif etik bukanemik lagi. kemudian pengumpulan data dan menyimpulkan. penelitian kuantitatif menggunakannya. 12. Peneliti memberikan penjelasan terhadap interpretasi yang dibuat. kemudian dikategori. mengelompokkan dan seterusnya sampai terakhir memberi interpretasi. mereduksi. sebab informasi yang diberikan sama atau tidak bervariasi lagi dengan para informan sebelumnya. berkenaan dengan topik atau masalah penelitian). sedang penelitian kualitatif analisis datanya dilakukan sejak awal turun ke lokasi melakukan pengumpulan data. pengalaman atau pandangan mereka. penelitian kuantitatif “sepenuhnya” dilakukan oleh peneliti. 8. penelitian kuantitatif berupa angka atau tabel. dengan cara “mengangsur atau menabung” informasi. Bisa saja konsep tersebut merupakan istilah atau kata yang sering digunakan oleh para responden. sebab merekalah yang yang lebih tepat untuk memberikan penjelasan terhadap data atau informasi yang telah diungkapkan. pendekatan kuantitatif instrumennya adalah angket atau kuesioner.bola salju (snow-ball). life story. penelitian kualitatif berproses secara induktif. Yang demikian sangat diperlukan agar responden sebagai sumber data menjadi lebih terbuka dalam memberikan informasi. Jadi penelitian kualitatif jumlah responden atau informannya didasarkan pada suatu proses pencapaian kualitas informasi. 11. (Dari segi) analisis data penelitian kuantitatif dilakukan di akhir pengumpulan data dengan menggunakan perhitungan statistik. konsep atau teori sebagai temuan. tanpa evaluasi dan interpretasi. berarti peneliti telah menetapkan jenis dan jumlah indikator. Dari segi instrumen. Karena peneliti sebagai manusia dapat beradaptasi dengan para responden dan aktivitas mereka. yakni prosesnya diawali dari upaya memperoleh data yang detail (riwayat hidup responden. 9. Dari segi kesimpulan. Dari segi alur pikir penarikan kesimpulan penelitian kuantitatif berproses secara deduktif. Jika penelitian kualitatif menggunakan definisi operasional. sedangkan penelitian kualitatif tidak perlu menggunakan. life sycle. karena tidak akan mengukur variabel (definisi operasional adalah petunjuk bagaimana sebuah variabel diukur). sedang penelitian kualitatif datanya disajikan dalam bentuk cerita detail sesuai bahasa dan pandangan responden. Dari segi definisi operasional. 7. mengapa konsep tertentu dipilih. Dengan menetapkan definisi operasional. penelitian kualitatif memiliki instrumen berupa peneliti itu sendiri. berdasarkan hasil perhitungan atau analisis statistik. . penelitian kualitatif interpretasi data oleh peneliti melalui pengecekan dan kesepakatan dengan subjek penelitian. Dari bentuk sajian data. 10.

1 Latar Belakang Masalah Bagian ini berisi penjelasan mengenai mengapa masalah yang dikemukakan dalam usulan penelitian ini dipandang menarik.3 Kerangka Penelitian Kualitatif Kerangka penelitian merupakan kerangka dasar yang melandasi dilakukannya suatu penelitian. 1. Dengan kata lain. Hal-hal yang akan dipaparkan di bawah ini mengacu pada format penelitian kualitatif. Rumusan masalah umumnya disajikan terpisah dari latar belakang masalah. 2) Beberapa bukti bahwa masalah yang diajukan belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan. baik dalam pengembangan teori maupun aplikasi. serta peranan hasil temuan dalam pemecahan masalah yang lebih besar tersebut.3 Tujuan Penelitian.2. Rumusan tentang tujuan umum dan atau tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah. Dalam penelitian sastra dapat pula digunakan istilah fokus penelitian. apabila sudah pernah diteliti. unsur yang perlu diketengahkan dalam latar belakang masalah penelitian sekurang-kurangnya memuat hal-hal berikut: 1) penjelasan dan/atau alasan mengapa masalah dan/atau pertanyaan penelitian yang diteliti itu penting dan menarik. Alas an tersebut dapat berupa preposisi atau hasil pengamatan awal.2 Rumusan Masalah. Berisi manfaat hasil penelitian. 1. harus djelaskan mengapa harus diteliti ulang dan dijelaskan apa perbedaan otentik penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian yang sudah dilakukan. Rumusan manfaat penelitian mampu memberikan gambaran bahwa hasil penelitian yang . BAB I : PENDAHULUAN 1. Format kualitatif ini tidak menutup kemungkinan adanya penambahan sub bab-sub bab yang diperlukan. Aspek-aspek atau sub bab yang diuraikan dalam format ini merupakan bagian yang wajib ada. 1. Rumusan masalah adalah rumusan yang spesifik berupa pertanyaan atau pernyataan penelitian dan bilamana perlu sebelumnya dibuat identifikasi masalah yang akan diteliti. 1. Juga berisi letak masalah yang akan diteliti dalam konteks permasalahan yang lebih besar/luas. Kerangka penelitian terdiri dari 4 (empat) bab seperti akan diuraikan berikut ini. Dalam latar belakang masalah secara tersurat harus jelas substansi permasalahan (akas permasalahan) yang dikaji dalam penelitian atau hal yang menimbulkan pertanyaan atau pernyataan penelitian. seperti penjelasan judul. penting dan perlu diteliti. terutama sebagai landasan pemilihan masalah dan metode penelitian yang akan digunakan dalam rangka penulisan skripsi/Tesis.4 Manfaat Penelitian. pembatasan masalah dan lain-lain. Harus dijelaskan pula bahwa masalah yang diteliti belum pernah diteliti orang lain.

kajian semantik.akan dicapai itu memiliki kontribusi terhadap perkembangan keilmuan atau kesenian sesuai dengan lingkup yang dikaji dan/atau memberikan jalan keluar permasalahan dalam kehidupan. teks wacana.7. Landasan teoritik yang merupakan pedoman dalam pemecahan masalah dan rumusan masalah penelitian dalam landasan teoritik. undang-undang. Apabila ditinjau aspek pendekatan penelitian dapat dijabarkan jenis penelitian kualitatif atau kuantitatif.2 Data atau sumber data Berisi uraian secara rinci mengenai objek yang dikaji dalam penelitian (untuk penelitian kuantitatif digunakan istilah populasi dan sampel). 1. Jenis penelitian juga dijabarkan berdasarkan pendekatan analisis yang ditetapkan. makalah seminar.6 Landasan Teori Isi landasan teori hendaknya berkaitan dengan permasalahan yang diteliti serta mampu memberikan gambaran tentang landasan teoritis dan metodologis terutama sebagai basis analisis data penelitian. dan lain-lain. ii. dan lain-lain pada bidang bahasa. Landasan teori berisi hal-hal berikut: i. Sumber data dapat berupa teks sastra lisan. stilistika. 1. Bahan yang dikaji antara lain bersumber dari buku. atau teks karangan siswa. serta informasi dari media massa dan internet.7. Tinjauan tentang hasil-hasil penelitian terdahulu atau hal-hal lain yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan.1 Jenis Penelitian Bagian ini mengemukakan tipe penelitian yang akan dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan yaitu untuk menemukan pengetahuan tentang suatu fenomena (Taxonomical) ataukah bertujuan untuk menemukan teori-teori suatu ilmu (Theoritical). peneliti tidak hanya merangkai teori. kajian isi. 1. kebijakan. makalah ilmiah dan jurnal.7. hasil penelitian. tetapi juga mendiskusikan teori dan mengambil keputusan teori yang mana yang dipakai dalam penelitian.7 Metode Penelitian Dalam bagian ini diuraikan tentang rencana kegiatan penelitian di lapangan.5 Asumsi (tidak wajib ada) Asumsi penelitian merupakan pernyataan singkat tentang hubungan antar dua variabel atau lebih. 1. novel atau teks lama pada bidang sastra. 1. dirumuskan secara operasional dan bisa diuji secara empiris.3 Teknik Pengumpulan Data Bagian ini mengemukakan metode dan instrumen apa yang digunakan peneliti untuk pengumpulan data guna memperoleh fakta-fakta yang diperlukan untuk . Hal-hal yang diuraikan dalam metode penelitian adalah sebagai berikut: 1. misalnya pendekatan sosiologi sastra.

saran dapat juga berisi himbauan bagi peneliti lain yang serupa tentang hal-hal yang perlu dikembangkan dalam analisisnya. 2. dan jenis data. tetapi menjelaskan mengapa teknik tersebut diperlukan dan menjelaskan fungsi teknik dalam mendukung terkumpulnya data yang diperlukan dalam penelitian. BAB IV : SIMPULAN DAN SARAN Simpulan yang merupakan bab terakhir dari teks.4 Kerangka Penelitian Kuantitatif Hal-hal yang disajikan dalam laporan penelitian kuantitatif pada umumnya bersifat kompleks. Penulis harus dapat membedakan antara dugaan. Selain itu. Teknik pengumpulan data tidak hanya menjelaskan definisi teknik. dan lain-lain. BAB III: ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Analisis objek atau sumber data yang diteliti sesuai dengan rumusan masalah dan teori yang dipakai dalam landasan teori. Laporan hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk skripsi terutama ditujukan untuk dikonsumsi oleh masyarakat akademik. 1. Analisis data disesuaikan teori yang digunakan.mencapai tujuan penelitian. dan kesimpulan. harus mengemukakan secara singkat apa yang diperoleh dari penelitian. Laporan untuk masyarakat akademik cenderung bersifat .7. simpulan merupakan jawaban singkat dari pertanyaan rumusan masalah. BAB II : GAMBARAN UMUM PENELITIAN/PENGARANG DANKARYANYA Gambaran umum penelitian berisi tentang deskripsi seputar objek peelitian. Sedangkan saran memuat masukan dari peneliti kepada pihak-pihak yang terkait dengan objek atau subjek yang diteliti. Disini iapun dapat menyarankan sesuatu untuk diteliti lebih lanjut. Secara sederhana. mulai dari isi kajian terhadap berbagai teori yang bersifat substantif dan mendasar kepada hal-hal yang bersifat operasional teknis. Karena kompleksitas materi yang disajikan. Sinpulan harus sesuai dengan rumusan masalah yang diajukan. tujuan penelitian. 3. 4. maka dalam bab ini dijelaskan tentang identitas pengarang secara jelas dan perjalanan hidupnya serta karyakaryanya. karakteristik objek penelitian. penemuan.3 Teknik Analisis Data Bagian ini mengemukakan metode analsis data yang akan digunakan peneliti untuk memecahkan masalah penelitian yang sudah ditetapkan. apabila menyangkut karya. (Batas Proposal penelitian) 2. maka laporan penelitian kuantitatf perlu diatur sedemikian rupa sehingga pembaca laporan dapat dengan mudah menemukan setiap bagian yang dicarinya dan dapat memahaminya secara tepat. Untuk itu harus ada penyesuaian antara masalah yang hendak dipecahkan dengan metode pengumpulan data yang akan dikumpulkan. seperti lokasi penelitian.

Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaanpertanyaan yang ingin dicarikan jawabannya. padat. (2) rumusan masalah. Dapat juga dikatakan bahwa perumusan masalah merupakan pernyataan yang lengkap dan terinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. 2) Beberapa bukti bahwa masalah yang diajukan belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan. apabila sudah pernah diteliti. cara melakukan penelitian.1 Latar Belakang Masalah penjelasan mengenai mengapa masalah yang dikemukakan dalam usulan penelitian ini dipandang menarik. bab pendahuluan ini pada dasarnya memuat (1) latar belakang masalah. dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan itu. Juga berisi letak masalah yang akan diteliti dalam konteks permasalahan yang lebih besar/luas. Format laporan cenderung baku. Alasan tersebut dapat berupa preposisi atau hasil pengamatan awal. BAB I : PENDAHULUAN Pendahuluan adalah bab pertama dari skripsi yang mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab pertanyaan apa yang diteliti. dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Selain itu rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris. (3) tujuan penelitian. 1. mengikuti ketentuan dari perguruan tinggi atau kelompok masyarakat akademik. serta peranan hasil temuan dalam pemecahan masalah yang lebih besar tersebut. dan (6) batasan istilah 1. mengapa hal itu diteliti. hasil-hasil yang diperoleh. harus djelaskan mengapa harus diteliti ulang dan dijelaskan apa perbedaan otentik penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian yang sudah dilakukan. (4) manfaat penelitian. penting dan perlu diteliti. dan kesimpulan penelitian. Oleh karena itu. Harus dijelaskan pula bahwa masalah yang diteliti belum pernah diteliti orang lain. Isinya disajikan secara lugas dan obyektif. unsur yang perlu diketengahkan dalam latar belakang masalah penelitian sekurang-kurangnya memuat hal-hal berikut: 1) Penjelasan dan/atau alasan mengapa masalah dan/atau pertanyaan penelitian yang diteliti itu penting dan menarik. untuk apa dan mengapa penelitian itu dilakukan. berisi lengkap tentang apa yang diteliti. Dengan kata lain. (5) asumsi dan keterbatasan penelitian. Dalam latar belakang masalah secara tersurat harus jelas substansi permasalahan (akar permasalahan) yang dikaji dalam penelitian atau hal yang menimbulkan pertanyaan atau peryataan penelitian. Contoh: “Adakah . 1. jelas. Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti. Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat.teknis. jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut. dan subjek penelitian.2 Rumusan Masalah.

Misalnya peneliti mengajukan asumsi bahwa sikap seseorang dapat diukur dengan menggunakan skala sikap.5 Asumsi dan Keterbatasan Penelitian Asumsi dan keterbatasan penelitian tidak harus selalu ada di dalam skripsi. Berisi manfaat hasil penelitian. Rumusan manfaat penelitian mampu memberikan gambaran bahwa hasil penelitian yang akan dicapai itu memiliki kontribusi terhadap perkembangan keilmuan atau kesenian sesuai dengan lingkup yang dikaji dan/atau memberikan jalan keluar permalahan dalam kehidupan. Jika masalah penelitian dirumuskan dengan mengunkan kalimat tanya. dan kepercayaan yang tidak memungkinkan peneliti untuk mencari data yang diinginkan.3 Tujuan Penelitian. Keterbatasan penelitian menunjuk kepada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian. Contoh: “Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui besarnya hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestai belajar mereka dalam matapelajaran Matematika”. 1. Kedua. keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksa dilakukan karena alasan-alasan prosedural dan teknik penelitian ataupun karena faktor logistik. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu kepada isi dan rumusan masalah penelitian. seandainya batasan itu tidak diberikan. baik dalam pengembangan teori maupun aplikasi. Namun demikian seringkali pembahasan tentang asumsi dan keterbatasan penelitian diperlukan agar pembaca dapat menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada. Dalam hal ini ia tidak perlu membuktikan kebenaran hal yang diasumsikannya itu. etika. sedangkan asumsi metodologis berkenaan dengan metodologi penelitian. maka rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan. Tujuan penelitian mengungkapkan tentang sasaran yang ingin dicapai dengan dilakukannya penelitian terhadap masalah yang telah dikemukakan pada bagian sebelumnya. Keterbatasan yang sering dihadapi menyangkut dua hal. 1.6 Definisi Istilah atau Definisi Operasional Definisi istilah diperlukan apabila dipikirkan akan timbul perbedaan pemikiran atau kekurang-jelasan makna.hubungan antara tingkat kecedasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika?”. Asumsi dapat bersifat substantif atau metodologis. Istilah yang perlu diberi batasan ialah istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok yang terdapat di dalam . tradisi. Hanya saja ada perbedaan dalam cara merumuskannya.4 Manfaat Penelitian. 1. Asumsi substantif berhubungan dengan permasalahan penelitian. Pertama. tetapi dapat langsung memanfaatkan hasil pengukuran sikap yang diperolehnya. Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. keterbatasan penelitian berupa kendala yang bersumber dari adat. 1.

BAB II : KAJIAN PUSTAKA Setelah masalah berhasil dirumuskan dengan baik. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode. Prinsip kemutakhiran ini penting karena ilmu berkembang dengan cepat. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh jawaban yang dapat diandalkan. dan (2) prinsip relevansi (relevance). Dengan demikian tidak sepenuhnya benar kalau ada orang yang mengangap bahwa penelitian ilmiah boleh diajukan hipotesis tanpa didukung oleh teori dan/ atau kerangka berpikir yang jelas dan mantap. Secara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan. maka langkah berikutnya dalam metode ilmiah adalah mengajukan hipotesis. 2. . mengurangi. karena dengan teramatinya konsep atau konstruk yang diselidiki. mengalikan. Sebelum mengajukan hipotesis peneliti wajib mengkaji teori-teori dan hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang diteliti. dan argumentasi atau hipotesis yang diajukan. mungkin sudah ditinggalkan pada periode yang lain. Contoh definisi operasional dari variabel “prestasi aritmatika” ialah kompetensi dalam bidang aritmatika yang meliputi menambah. Penyusunan definisi operasional perlu dilakukan. jawaban sementara terhadap suatu masalah harus menggunakan pengetahuan ilmiah (ilmu) sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan. Dengan prinsip kemutakhiran ini. Namun segera harus dicatat bahwa tidak setiap penelitian kuantitatif memuat hipotesis.skripsi. Definisi operasional diberikan kepada variabel yang akan diteliti. sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain. Dalam kegiatan ilmiah. Di samping itu. yaitu deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang diteliti. peneliti dapat berargumentasi berdasar teori-teori yang pada waktu itu dipandang paling representatif. dengan menggunakan desimal. Kemudian prinsip relevansi diperlukan karena sangat kecil manfaatnya menguraikan teori atau hasil penelitian yang paling mutakhir dalam suatu cabang ilmu yang tidak ada sangkut-pautnya dengan masalah yang diteliti. Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati. maka akan memudahkan proses pengukurannya. kriteria bahwa suatu istilah mengandung konsep pokok ialah jika istilah itu terkait erat dengan masalah yang diteliti atau variabel penelitian. Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji biasanya didasarkan kepada dua kriteria yakni (1) prinsip kemutakhiran (recency) kecuali untuk penelitian historis. dalam arti tidak diuraikan asal-usulnya. membagi. tetapi lebih menitikberatkan pada pengertian yang diberikan oleh peneliti. membuka kemungkinan bagi orang lain untuk melakukan hal yang serupa. Definisi istilah disampaikan secara langsung. Dari uraian diatas dapat dikemukakan bahwa kajian pustaka memuat dua hal pokok. yaitu dugaan atau jawaban sementara terhadap permasalahan yang diajukan.

Rumusan hipotesis yang baik hendaknya: (a) menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih (b) dituangkan dalam bentuk kalimat deklaratif atau kalimat pernyataan. Tinjauan tentang hasil-hasil penelitian terdahulu atau hal-hal lain yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. ii. (4) Instrumen Penelitian. tetapi juga mendiskusikan teori dan mengambil keputusan teori yang mana yang dipakai dalam penelitian. (c) dirumuskan secara singkat. (3) Rancangan Penelitian. peneliti tidak hanya merangkai teori. sub-bab hipotesis penelitian tidak harus selalu ada dalam skripsi hasil penelitian kuantitatif. kebijakan. serta (d) dapat diuji secara empiris. dan jelas. 3. undang-undang.Isi landasan teori hendaknya berkaitan dengan permasalahan yang diteliti serta mampu memberikan gambaran tentang landasan teoritis dan metodologis terutama sebagai basis analisis data penelitian. Namun tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesis penelitian. Jika dirumuskan dalam bentuk perbedaan menjadi: “Siswa SMP yang tingkat kecerdasannya tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dalam matapelajaran Matematika dibandingkan dengan yang tingkat kecedasannya sedang”. Penelitian kuantitatif yang bersifat eksploratif dan deskriptif tidak membutuhkan hipotesis. padat. maka langkah berikutnya adalah penulisan hipotesis. Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional. serta informasi dari media massa dan internet. Artinya dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antar variabel. Bahan yang dikaji antara lain bersumber dari buku. (2) Populasi dan Sampel. . Namun secara teknis hipotesis penelitian dicantumkan di bab I (Bab Pendahuluan) agar hubungan antara masalah yang diteliti dan kemungkinannya jawabannya menjadi lebih jelas. hasil penelitian. Dalam landasan teori berisi hal-hal berikut: i. (5) Pengumpulan Data. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. dan (6) Teknik Analisis Data. makalah seminar. melainkan telah ditunjukkan sifat hubungan atau keadaan perbedaan itu. Contoh: “Ada hubungan positif antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika”. Oleh karena itu. Landasan teoritik yang merupakan pedoman dalam pemecahan masalah dan rumusan masalah penelitian dalam landasan teoritik. BAB III : METODOLOGI PENELITIAN Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab Metode Penelitian paling tidak mencakup (1) jenis Penelitian. makalah ilmiah dan jurnal. Setelah semua teori yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dikupas secara keseluruhan.

Tujuannya adalah supaya sampel yang dipilih benar-benar representatif. Apabila ditinjau aspek pendekatan penelitian dapat dijabarkan jenis penelitian kualitatif atau kuantitatif. dan lain-lain. Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi. kajian semantik. 3.1 Jenis Penelitian Bagian ini mengemukakan tipe penelitian yang akan dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan yaitu untuk menemukan pengetahuan tentang suatu fenomena (Taxonomical) ataukah bertujuan untuk menemukan teori-teori suatu ilmu (Theoritical). sub-bab instrumen penelitian bisa diganti dengan „alat dan bahan‟ Pada bagian ini terlebih dahulu dikemukakan jabaran (variabel-variabel) yang diteliti sampai terwujud dalam bentuk indikator-indikator. Sesudah itu barulah diuraikan tentang . maka semakin besarlah kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya. Dari uraian di atas dapat diringkaskan bahwa hal-hal yang dibahas dalam bagian Populasi dan Sampel adalah: (a) identifikasi dan batasan-batasan tentang populasi atau subjek penelitian. deskriptif. Pemilihan rancangan penelitian dalam penelitian eksperimental selalu mengacu pada hipotesis yang akan diuji. Jenis penelitian juga dijabarkan berdasarkan pendekatan analisis yang ditetapkan. Jika keadaan sampel semakin berbeda dengan karakteristik populasinya. (b) prosedur dan teknik pengambilan sampel. akan lebih cocok menggunakan istilah subjek penelitian. Kerepresentativan sampel merupakan kriteria terpenting dalam pemilihan sampel dalam kaitannya dengan maksud mengeneralisasikan hasil-hasil penelitian terhadap sampel kepada populasinya. Rancangan penelitian dapat diartikan sebagai strategi mengatur latar (setting) penelitian agar peneliti memperoleh data yang tepat (valid) sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. 3.3. rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan (mengontrol) variabel-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat (dependent variabel). serta (c) besarnya sampel. stilistika.3 Rancangan Penelitian Pembahasan mengenai rancangan atau disain (design) penelitian yang dipilih menjadi sangat penting apabila penelitian yang dilaksanakan termasuk dalam jenis penelitian eksperimental. Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian sangat penting dilakukan agar jumlah sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat. Oleh karena itu. Dalam penelitian eksperimental. misalnya pendekatan sosiologi sastra. dalam arti mencerminkan keadaan populasinya secara cermat. Meskipun demikian. dalam penelitian non-eksperimental pun uraian mengenai rancangan penelitian masih tetap diperlukan.4 Instrumen Penelitian Dalam bidang ilmu eksakta istilah instrumen penelitian kadangkala dipandang kurang tepat karena belum mencakup secara keseluruhan hal-hal yang digunakan dalam penelitian. 3.2 Populasi dan Sampel Istilah populasi dan sampel tepat digunakan jika penelitian yang dilakukan memakai sampel sebagai subjek penelitian.

3. Apabila instrument yang digunakan tidak dibuat sendiri oleh peneliti. walaupun tidak dapat dilewatkan dalam proses pelaksanaan penelitian. Proses mendapatkan ijin penelitian. Syarat berikutnya ialah dimilikinya tingkat keterandalan (reliabilitas) yang memadai. Jika peneliti menggunakan orang lain sebagai pembantu pelaksana pengumpul data. tetap ada kewajiban darinya untuk melaporkan karakteristik (validitas dan reliabilitas) dari insrumen yang dipakai Hal lain yang juga perlu diungkapkan dalam pembahasan instrumen penelitian ialah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan/ pernyataan. jika teknik analisis data yang digunakan tidak sering digunakan (kurang populer).5 Pengumpulan Data Isi bahasan dalam bagian ini menguraikan tentang: (a) langkah-langkah yang ditempuh dan teknik yang dipakai untuk pengumpulan data. maka uraian tentang analisis ini perlu dilakukan secara lebih rinci. perlu dijelaskan cara pemilihan serta upaya mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas. Apabila teknik analisis data yang dipilih sudah cukup dikenal. Untuk alat dan bahan. Beberapa teknik analisis statistik parametrik memang lebih canggih dan karenanya mampu memberikan informasi yang lebih akurat jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis dalam statistik non-parametrik. perlu juga dijelaskan tentang alasan pemilihannya. serta (c) jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data. Oleh karena itu. Sebaliknya. 3. Di samping mengemukakan tentang jenis atau teknik analisis data yang digunakan. Ketepatan (validitas) merupakan syarat pokok pertama yang harus dipenuhi oleh sebuah instrumen yang baik. harus disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai. Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji.prosedur pengembangan instrumen yang dibuat cocok (valid) dengan variabel yang diukur ditinjau dari segi isinya (content validity). maka pembahasannya tidak perlu dilakukan secara panjang lebar. hal yang pokok untuk diperhatikan dalam analisis data ialah ketepatan teknik analisisnya bukan kecanggihannya. (b) kualifikasi dan jumlah personel yang terlibat dalam proses pengumpulan data. Namun untuk dapat menerapkannya secara tepat banyak persyaratan yang harus dipenuhi. . Dilihat dari metodenya. ada dua jenis statistik yang dapat dipilih. Tidak demikian halnya dengan statistik non-parametrik. yaitu: statistik deskriptif dan statistik inferensial.6 Teknik Analisis Data Pada bagian ini diuraikan tentang jenis analisis statistik yang digunakan. Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametrik dan statistik non-parametrik. menemui pejabat yang berwenang dan hal lain yang sejenis tidak perlu dilaporkan.

4. laporan mengenai hasil-hasil yang diperoleh sebaiknya dibagi menjadi dua bagian besar. Temuan penelitian yang sudah disajikan dalam bentuk angka-angka statistik. maka dalam bab ini dijelaskan tentang identitas pengarang secara jelas dan perjalanan hidupnya serta karya-karyanya. BAB V : PENUTUP Pada bab V atau bab terakhir dari skripsi dimuat dua hal pokok. Hipotesis penelitian perlu dikemukakan dalam bab ini sekaligus dengan rumusan hipotesis nol.3 Pengujian Hipotesis Pemaparan tentang hasil pengujian hipotesis pada dasarnya tidak berbeda dengan penyajian temuan penelitian untuk masing-masing variabel. struktur organisasi. karakteristik objek penelitian. 4. 4. simpulan penelitian terikat secara . 5. apabila menyangkut karya. nilai rerata (mean). Setiap variabel dilaporkan dalam sub-sub tersendiri dengan merujuk kepada rumusan masalah atau tujuan penelitian. Sekali lagi penjelasan terhadap hasil pengujian hipotesis ini terbatas pada interpretasi atas angka statistik yang diperoleh dari perhitungan maupun „print out‟ komputer (program SPSS). Bagian kedua memuat uraian tentang hasil pengujian hipotesis.2 Deskripsi Data Dalam deskripsi data untuk masing-masing variabel dilaporkan hasil penelitian yang telah diolah dengan teknik statistik deskriptif seperti distribusi frekuensi disertai dengan grafik yang berupa histogram. BAB IV : ANALISIS DATA DAN PENGUJIAN HIPOTESIS Dalam penelitian yang menguji hipotesis. Rumus-rumus dan perhitungan yang digunakan untuk menghasilkan temuan-temuan tersebut diletakkan di dalam lampiran. 5. Namun bahasan pada tahap ini perlu dibatasi pada hal-hal yang bersifat faktual. atau yang lain. simpangan baku. 4. Penjelasan terhadap hal tersebut masih diperlukan. seperti lokasi penelitian.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian Gambaran umum daerah penelitian berisi tentang deskripsi seputar objek penelitian. Dengan kata lain. yaitu simpulan dan saran. Namun sebelum itu perlu juga dicantumkan mengenai gambaran umum daerah penelitian untuk mengetahui berbagai hal yang berhubungan dengan daerah penelitian.1 Simpulan Isi dari simpulan penelitian yang pertama dan utama ialah yang terkait langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Bagian pertama berisi uraian (deskripsi) tentang karakteristik masing-masing variabel. dan masing-masing diikuti dengan hasil pengujiannya serta penjelasan atas hasil pengujian itu secara ringkas dan padat. tabel maupun grafik tidak dengan sendirinya bersifat komunikatif. tidak mencakup pendapat pribadi (interpretasi) peneliti. dan lain-lain. Materi yang disajikan dalam bab IV dari skripsi adalah temuan-temuan yang penting dari variabel yang diteliti dan hendaknya dituangkan secara singkat namun bermakna.

Dengan demikian saran tersebut tidak keluar dari batas-batas lingkup dan implikasi penelitian. saran yang diajukan kendaknya telah spesifik. Simpulan juga dapat ditarik dari hasil pembahasan.2 Saran Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber pada temuan penelitian. konsistensi isi dan tata ururtan rumusan masalah. Tata urutannya pun hendaknya sama dengan yang ada di dalam bab IV. Simpulan penelitian merangkum semua hasil penelitian yang telah diuraikan secara lengkap dalam bab IV. dan simpulan hasil penelitian. Artinya. atau yang lain yang dianggap layak. dinas. tujuan penelitian.substantif terhadap temuan-temuan penelitian yang mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. . ia tidak mengalami kesulitan dalam menafsirkan atau mengaplikasikannya. lembaga pemerintah maupun swasta. 5. instansi. jawatan. Di samping itu. namun yang benar-benar relevan dan mampu memperkaya temuan penelitian yang diperoleh. Saran dapat ditujukan kepada perguruan tinggi. Saran yang baik nampak dari rumusannya yang bersifat rinci dan operasional. Dengan demikian. hasil yang diperoleh dan simpulan penelitian tetap dipelihara. jika orang lain hendak melaksanakan saran itu. pembahasan.

matematika. Penelitian kuantitatif sering digunakan dalam berbagai disiplin ilmu. jurnalisme. Sifat-sifat yang terdapat dalam Penelitian kuantitatif antara lain berisi penghitungan besaran atau jumlah. model-model matematis. Penelitian eksperimental terdiri dari beberapa bagian. kimia. Bagian sentral dari penelitian ini adalah proses pengukurannya karena ini dapat memberikan hubungan yang fundamental antara ekspresi matematis dan pengamatan empiris dari hubungan-hubungan kuantitatif. fisika. statistik. subjek tunggal. dan hipotesis yang berhubungan dengan fenomena alam. Metode penelitian ini berbeda dengan metode penelitian kualitatif karena menggunakan hitungan-hitungan. deskriptif. Selanjutnya perlu diketahui bahwa metode penelitian kuantitatif mempunyai cakupan yang sangat luas. sedangkan metode penelitian kualitatif menggunakan kata-kata atau deskripsi. tindakan atau eksperimen. sosiologi. yaitu eksperimental dan noneksperimental. pembuktian sesuatu. korelasional. dan lain sebagainya. prediksi suatu variabel berdasarkan variabel lain. dan lain sebagainya. baik ilmu-ilmu alam maupun ilmu sosial seperti biologi. dan pembuktian suatu hipotesa. survey. dengan kaidah-kaidah tertentu. ekonomi. dan tabel. Sedangkan penelitian non eksperimental terdiri berupa komparatif.BAB III PENUTUP 3. . Secara umum metode penelitian ini dibedakan menjadi dua. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan quesioner. pengukuran tingkat kejadian. Penelitian yang digunakan untuk Penelitian Kuantitatif ini merupakan penelitian yang sistematis terhadap fenomena-fenomena yang terjadi beserta hubungan-hubungannya.1 Kesimpulan Jenis Metode Penelitian kuantitatif banyak menggunakan hitungan. antara lain eksperimen kuasi. Hal ini tergantung pada objek atau data yang anda pakai dalam penelitian. Anda dapat menentukan penelitian kuantitatif mana yang akan anda gunakan dalam skripsi anda. dan sebagainya. Biasanya. Penelitian kuantitatif sendiri bertujuan untuk mengembangkan dan menggunakan teori-teori.

html diposkan pada tanggal 20 Desember 2011 . http://badrussalam- muchtar. Badrussalam. Makalah Kualitatif dan Kuantitatif.com/2011/12/makalah-penelitian-kualitatif-dan.blogspot.DAFTAR PUSTAKA Muchtar.

Sugiyono. Malang: UMM Press. 2008. 2011 . H. Materi Kuliah Metode Penelitian Kuantitatif. 2004. Dr. 2010. Metode Penelitian Kualitatif: Aplikasi Praktis Pembuatan Proposal dan Laporan Penelitian Irwan Abdullah. 2004. Yogyakarta: Magister Administrasi Publik UGM Dr.Materi Kuliah Penelitian Kualitatif.Si. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Format Power Point Irwan Abdullah. Yusrie Abadi. Sunar Wahid.Si. M. Bandung: Alfabeta. Sunar Wahid. Materi Kuliah Metode Penelitian Administrasi. MA. Metode Penelitian Kualitatif: Aplikasi Praktis Pembuatan Proposal dan Laporan Penelitian. Desember 20. 2008. Materi Kuliah Metode Penelitian Administrasi. APU. M. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D Hamidi. Hamidi. 2010. Hal 14-16 Sugiyono.Prof. M. Materi Kuliah Metode Penelitian Kuantitatif Diposkan oleh Badrussalam Muchtar Al-Habsy di Selasa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful