P. 1
Makalah Jenis Metodelogi Penelitian Dan Krangka Teori Dalam Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif

Makalah Jenis Metodelogi Penelitian Dan Krangka Teori Dalam Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif

|Views: 307|Likes:
makalah Jenis Metodelogi Penelitian Dan Krangka Teori Dalam Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif
makalah Jenis Metodelogi Penelitian Dan Krangka Teori Dalam Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif

More info:

Published by: Lisha Dewiee Sartikha on Jun 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2015

pdf

text

original

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik

dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang berjudul “Jenis Metodelogi Penelitian dan Krangka Teori dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif” dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan. Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukanmasukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR ISI

Halaman Judul ............................................................................................................................. Kata Pengantar ............................................................................................................................. Daftar Isi ......................................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ............................................................................................................ 1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................... 1.3 Tujuan ..........................................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Metodelogi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif ....................................... 2.2 Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif ........................................................... 2.3 Kerangka Penelitian Kualitatif ..................................................................................... 2.4 Kerangka Penelitian Kuantitatif ...................................................................................

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ...................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

Berbagai macam definisi penelitian-penelitian dinyatakan oleh banyak penulis. sedangkan pendekatan kualitatif lebih mendasarkan pada penalaran logis (logical reasoning). Pemilihan bentuk dan penulisan merupakan masalah selera dan preferensi perorangan maupun lembaga dengan memperhatikan berbagai factor lainnya.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas dapat ditentukan suatu rumusan masalah sebagai berikut. maupun matematik yang sering disebut sebagai analisis deskriptif kuantitatif. Pendekatan kuantitatif menggunakan alat uji statistik. maka untuk menyeragamkan tata cara penulisan tersebut. Untuk mengetahui perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif 3. Bagaimana kerangka teori penelitian kualitatif? 4. Secara umum penelitian dapat didefinisikan sebagai kegiatan manusia dalam rangka memperoleh pengetahuan secara sistematik dengan menggunakan alat-alat dan cara-cara tertentu. 1. menambahkan sesuatu yang baru pada teori lama. melainkan memahami dasar pikiran yang melandasinya.3 Tujuan 1. seperti masalah apa yang sedang dikaji. Untuk mengetahui pengertian metodelogi penelitian kualitatif dan kuantitatif 2. pemahaman interpretasi terhadap obyek penelitian. Apa perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif? 3. namun jiwa dan penalarannya adalah sama. Apa pengertian metodelogi penelitian kualitatif dan kuantitatif? 2. atau benar-benar menemukan sesuatu yang baru yang belum ada sebelumnya. siapakah pembaca tulisan ini dan dalam rangka kegiatan ilmiah apa akan disampaikan.1 Latar Belakang Banyak sekali bentuk dan cara penulisan karya ilmiah yang kita temui. Suatu penelitian ilmiah dapat menggunakan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif.BAB I PENDAHULUAN 1. Bentuk luasnya bisa berbeda. Bahkan pada saat ini sesuai dengan perkembangannya pendekatan kuantitatif ini tidak ada artinya sama sekali bila tanpa menggunakan pendekatan analisis kualitatif 1. Secara luas suatu penelitian dapat berarti menemukan teori baru dengan menggugurkan teori lama. Bagaimana kerangka teori penelitian kuantitatif? 1. Untuk mengetahui kerangka teori penelitian kualitatif . Hal ini dilakukan supaya pembaca mempunyai persamaan persepsi terhadap istilah atau terminologi yang berkaitan dengan penulisan skripsi. Untuk mengetahui kerangka teori penelitian kualitatif 4. Atas dasar itu yang paling penting adalah bukan mengetahui teknik-teknik pelaksanaannya. Berdasarkan pemikiran di atas. maka perlu diterbitkan pedoman penyusunan usulan penelitian maupun Skripsi.

Karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. Metode ini disebut juga sebagai metode artistic. Bersifat konfirmasi disebabkan karena metode penelitian kuantitatif ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori yang telah ada. disebut metode kualitatif. Metode ini juga disebut metode discovery. Metode ini sebagai metode scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/ empiris.karena pada awalnya metode ini lebih banyak di gunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. positivistic. sedangkan penelitian kualitatif bersifat eksploratoris dan induktif. postposivistic.2 Perbedaan Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Perbedaan mendasar dari metode penelitian kualitatif dengan metode penelitian kuantitatif yaitu terletak pada strategi dasar penelitiannya. dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang teleh di tetapkan. . Metode penelitian kualitatif sering di sebut metode penelitian naturalistik karena penelitianya di lakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). artistic dan interpretive research. Penelitian kuantitatif dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif. Karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola). Selanjutnya metoda hase kualitatif sering dinamakan sebagai metode baru. terukur. di sebut juga metode etnographi.1 Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Metode kuantitatif dan kualitatif sering dipasangkan dengan nama metode yang tradisional dan metode baru.metode penelitian kuantitatif dapat di artikan sebagai metode penelitian yang di gunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Hal ini berangkat dari teori-teori yang membangunnya. Metode penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru karena popularitasnya belum lama. Metode ini disebut sebagai metode positivistic karena berlandaskan pada filsafat positivisme. Penarikan kesimpulan bersifat deduktif yaitu dari sesuatu yang bersifat umum ke sesuatu yang bersifat khusus. Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional. scientivic dan metode discovery. dan disebut metode interpretive karena data hasil peneletian lebih berkenaan dengan interprestasi terhadap data yang di temukan di lapangan. objektif. metode positivistic dan metode postpositivistic. 2. karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. pengumpulan data menggunakan instrument penelitian. Penelitian bersifat mengkonfirmasi antara teori dengan kenyataan yang ada dengan mendasarkan pada data ilmiah baik dalam bentuk angka. metode scientific dan artistic. karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. metode ini dinamakan postpositivistik Karena berlandaskan pada filsafat post positifisme.BAB II PEMBAHASAN 2. metode konfirmasi dan temuan.analisis data bersifat kuantitatif/statistic. Jadi metode kuantitatif sering dinamakan metode tradisional. rasional dan sistematis.

yang berasal dari teori relevan yang telah dipilih. atau kadar satu variabel dengan cara pengukuran. melalui kuesioner untuk pengukuran variabel-variabelnya. Dari segi hipotesis. Jika ada maka hipotesis bisa ditemukan di tengah penggalian data. teori atau menguji (retest) teori. Secara sederhana penelitian kuantitatif berangkat dari konsep. sedangkan kualitatif mengembangkan . persentase atau tabel-populasi-sampel serta telah ditentukan sebelum pengumpulan data. 4. dalam arti bahwa peneliti mengumpulkan data dengan menetapkan terlebih dahulu konsep sebagai variabel-variabel yang berhubungan yang berasal dari teori yang sudah ada yang dipilih oleh peneliti. Maksudnya berhenti sampai pada informan yang kesekian ketika informasinya sudah “tidak berkualitas lagi” melalui teknik . Pengumpulan datanya diawali dari mewawancarai informanawal atau informan-kunci dan berhenti sampai pada responden yang kesekian sebagai sumber yang sudah tidak memberikan informasi baru lagi. menemukan konsep atau teori. Hanya dari indikator yang telah ditetapkan tersebut dibuat kuesioner. Penelitian kualitatif jumlah respondennya diketahui ketika pengumpulan data mengalami kejenuhan. sedang penelitian kualitatif bisa menggunakan hipotesis dan bisa tanpa hipotesis. sedang penelitaian kualitatif mengutamakan penggunaan wawancara dan observasi. 2. Dari segi teknik pengumpulan data. 6. Dari segi perspektifnya penelitian kuantitatif lebih menggunakan pendekatanetik. penelitian kuantitatif bertolak dari konsep (variabel) yang terdapat dalam teori yang dipilih oleh peneliti kemudian dicari datanya. penelitian kuantitatif menanyakan atau ingin mengetahui tingkat pengaruh. pilihan jawaban dan skorskornya. kemudian para responden bersama peneliti meberi penafsiran sehingga menciptakan konsep sebagai temuan. Dari segi permasalahan atau tujuan penelitian. Di sisi lain penelitian kualitatif berangkat dari penggalian data berupa pandangan responden dalam bentuk cerita rinci atau asli mereka. Peneliti dalam hal ini mengumpulkan data berupa cerita rinci dari para informan dan diungkapkan apa adanya sesuai dengan bahasa dan pandangan informan. Sebaliknya penelitian kualitaif lebih menggunakan persepektif emik. Dari segi teknik memperoleh jumlah (size) responden (sample) pendekatan kuantitatif ukuran (besar. kemudian “dibuktikan” melalui pengumpulan data yang lebih mendalam lagi. Kemudian variabel tersebut dicari dan ditetapkan indikator-indikatornya. 3. jumlah) sampelnya bersifat representatif (perwakilan) dan diperoleh dengan menggunakan rumus. keeretan korelasi atau asosiasi antar variabel. Dari segi konsep atau teori.menciptakan. 5.Hamidi menjelaskan setidaknya terdapat 12 perbedaan pendekatan kualitatif dengan kualitatif seperti berikut ini : 1. penelitian kuantitatif mengutamakan penggunaan kuisioner. penelitian kuantitatif merumuskan hipotesis sejak awal. sedangkan penelitian kualitatif menanyakan atau ingin mengetahui tentang makna (berupa konsep) yang ada di balik cerita detail para responden dan latar sosial yang diteliti.

karena tidak akan mengukur variabel (definisi operasional adalah petunjuk bagaimana sebuah variabel diukur). 12. sedang penelitian kualitatif datanya disajikan dalam bentuk cerita detail sesuai bahasa dan pandangan responden. sebab informasi yang diberikan sama atau tidak bervariasi lagi dengan para informan sebelumnya. 9. Di sisi lain. Dari bentuk sajian data. (Dari segi) analisis data penelitian kuantitatif dilakukan di akhir pengumpulan data dengan menggunakan perhitungan statistik. penelitian kuantitatif “sepenuhnya” dilakukan oleh peneliti. Bisa saja konsep tersebut merupakan istilah atau kata yang sering digunakan oleh para responden. penelitian kuantitatif menggunakannya. Peneliti memberikan penjelasan terhadap interpretasi yang dibuat. berdasarkan hasil perhitungan atau analisis statistik. diabstraksi serta dicari tema. sedang penelitian kualitatif analisis datanya dilakukan sejak awal turun ke lokasi melakukan pengumpulan data. penelitian kualitatif interpretasi data oleh peneliti melalui pengecekan dan kesepakatan dengan subjek penelitian. pengalaman atau pandangan mereka. Di sisi lain. life sycle. mengapa konsep tertentu dipilih. penelitian kuantitatif berupa angka atau tabel. sebab merekalah yang yang lebih tepat untuk memberikan penjelasan terhadap data atau informasi yang telah diungkapkan. kemudian pengumpulan data dan menyimpulkan. Dari segi alur pikir penarikan kesimpulan penelitian kuantitatif berproses secara deduktif. Di sisi lain. pendekatan kuantitatif instrumennya adalah angket atau kuesioner. Jika penelitian kualitatif menggunakan definisi operasional. kemudian dikategori. 10. yang berarti telah membatasi subjek penelitian mengemukakan pendapat. penelitian kualitatif memiliki instrumen berupa peneliti itu sendiri. 11. Dari segi definisi operasional. 7. mengelompokkan dan seterusnya sampai terakhir memberi interpretasi. berkenaan dengan topik atau masalah penelitian). yakni prosesnya diawali dari upaya memperoleh data yang detail (riwayat hidup responden. 8. mereduksi. Karena peneliti sebagai manusia dapat beradaptasi dengan para responden dan aktivitas mereka. berarti penelitian telah menggunakan perspektif etik bukanemik lagi. Dari segi kesimpulan. Jadi penelitian kualitatif jumlah responden atau informannya didasarkan pada suatu proses pencapaian kualitas informasi. life story. dengan cara “mengangsur atau menabung” informasi. Dari segi instrumen. .bola salju (snow-ball). yakni dari penetapan variabel (konsep). Yang demikian sangat diperlukan agar responden sebagai sumber data menjadi lebih terbuka dalam memberikan informasi. sedangkan penelitian kualitatif tidak perlu menggunakan. berarti peneliti telah menetapkan jenis dan jumlah indikator. tanpa evaluasi dan interpretasi. konsep atau teori sebagai temuan. Dengan menetapkan definisi operasional. penelitian kualitatif berproses secara induktif.

2 Rumusan Masalah. Kerangka penelitian terdiri dari 4 (empat) bab seperti akan diuraikan berikut ini. 1. harus djelaskan mengapa harus diteliti ulang dan dijelaskan apa perbedaan otentik penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian yang sudah dilakukan. BAB I : PENDAHULUAN 1. unsur yang perlu diketengahkan dalam latar belakang masalah penelitian sekurang-kurangnya memuat hal-hal berikut: 1) penjelasan dan/atau alasan mengapa masalah dan/atau pertanyaan penelitian yang diteliti itu penting dan menarik. Rumusan manfaat penelitian mampu memberikan gambaran bahwa hasil penelitian yang . penting dan perlu diteliti. Alas an tersebut dapat berupa preposisi atau hasil pengamatan awal. apabila sudah pernah diteliti. Harus dijelaskan pula bahwa masalah yang diteliti belum pernah diteliti orang lain. serta peranan hasil temuan dalam pemecahan masalah yang lebih besar tersebut. Dalam penelitian sastra dapat pula digunakan istilah fokus penelitian.3 Tujuan Penelitian. Rumusan masalah adalah rumusan yang spesifik berupa pertanyaan atau pernyataan penelitian dan bilamana perlu sebelumnya dibuat identifikasi masalah yang akan diteliti. seperti penjelasan judul. Format kualitatif ini tidak menutup kemungkinan adanya penambahan sub bab-sub bab yang diperlukan. Dalam latar belakang masalah secara tersurat harus jelas substansi permasalahan (akas permasalahan) yang dikaji dalam penelitian atau hal yang menimbulkan pertanyaan atau pernyataan penelitian. Hal-hal yang akan dipaparkan di bawah ini mengacu pada format penelitian kualitatif. 1. Rumusan tentang tujuan umum dan atau tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian. Berisi manfaat hasil penelitian. 1.1 Latar Belakang Masalah Bagian ini berisi penjelasan mengenai mengapa masalah yang dikemukakan dalam usulan penelitian ini dipandang menarik. Dengan kata lain.4 Manfaat Penelitian. Aspek-aspek atau sub bab yang diuraikan dalam format ini merupakan bagian yang wajib ada. Rumusan masalah umumnya disajikan terpisah dari latar belakang masalah. 1. terutama sebagai landasan pemilihan masalah dan metode penelitian yang akan digunakan dalam rangka penulisan skripsi/Tesis. 2) Beberapa bukti bahwa masalah yang diajukan belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan. baik dalam pengembangan teori maupun aplikasi. Juga berisi letak masalah yang akan diteliti dalam konteks permasalahan yang lebih besar/luas.2.3 Kerangka Penelitian Kualitatif Kerangka penelitian merupakan kerangka dasar yang melandasi dilakukannya suatu penelitian. pembatasan masalah dan lain-lain. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah.

atau teks karangan siswa. serta informasi dari media massa dan internet.3 Teknik Pengumpulan Data Bagian ini mengemukakan metode dan instrumen apa yang digunakan peneliti untuk pengumpulan data guna memperoleh fakta-fakta yang diperlukan untuk . ii. kajian semantik. 1.7. 1. Sumber data dapat berupa teks sastra lisan.5 Asumsi (tidak wajib ada) Asumsi penelitian merupakan pernyataan singkat tentang hubungan antar dua variabel atau lebih. Tinjauan tentang hasil-hasil penelitian terdahulu atau hal-hal lain yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. teks wacana.7. kajian isi. 1.1 Jenis Penelitian Bagian ini mengemukakan tipe penelitian yang akan dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan yaitu untuk menemukan pengetahuan tentang suatu fenomena (Taxonomical) ataukah bertujuan untuk menemukan teori-teori suatu ilmu (Theoritical). makalah seminar.6 Landasan Teori Isi landasan teori hendaknya berkaitan dengan permasalahan yang diteliti serta mampu memberikan gambaran tentang landasan teoritis dan metodologis terutama sebagai basis analisis data penelitian.7. misalnya pendekatan sosiologi sastra. 1. Landasan teoritik yang merupakan pedoman dalam pemecahan masalah dan rumusan masalah penelitian dalam landasan teoritik. Apabila ditinjau aspek pendekatan penelitian dapat dijabarkan jenis penelitian kualitatif atau kuantitatif.akan dicapai itu memiliki kontribusi terhadap perkembangan keilmuan atau kesenian sesuai dengan lingkup yang dikaji dan/atau memberikan jalan keluar permasalahan dalam kehidupan. undang-undang. dirumuskan secara operasional dan bisa diuji secara empiris. dan lain-lain.2 Data atau sumber data Berisi uraian secara rinci mengenai objek yang dikaji dalam penelitian (untuk penelitian kuantitatif digunakan istilah populasi dan sampel). kebijakan. tetapi juga mendiskusikan teori dan mengambil keputusan teori yang mana yang dipakai dalam penelitian. peneliti tidak hanya merangkai teori.7 Metode Penelitian Dalam bagian ini diuraikan tentang rencana kegiatan penelitian di lapangan. Jenis penelitian juga dijabarkan berdasarkan pendekatan analisis yang ditetapkan. 1. Bahan yang dikaji antara lain bersumber dari buku. dan lain-lain pada bidang bahasa. hasil penelitian. Landasan teori berisi hal-hal berikut: i. stilistika. Hal-hal yang diuraikan dalam metode penelitian adalah sebagai berikut: 1. makalah ilmiah dan jurnal. novel atau teks lama pada bidang sastra.

simpulan merupakan jawaban singkat dari pertanyaan rumusan masalah. maka dalam bab ini dijelaskan tentang identitas pengarang secara jelas dan perjalanan hidupnya serta karyakaryanya. mulai dari isi kajian terhadap berbagai teori yang bersifat substantif dan mendasar kepada hal-hal yang bersifat operasional teknis. harus mengemukakan secara singkat apa yang diperoleh dari penelitian. Disini iapun dapat menyarankan sesuatu untuk diteliti lebih lanjut. penemuan. Teknik pengumpulan data tidak hanya menjelaskan definisi teknik. 3.7. (Batas Proposal penelitian) 2. BAB IV : SIMPULAN DAN SARAN Simpulan yang merupakan bab terakhir dari teks. BAB III: ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Analisis objek atau sumber data yang diteliti sesuai dengan rumusan masalah dan teori yang dipakai dalam landasan teori. saran dapat juga berisi himbauan bagi peneliti lain yang serupa tentang hal-hal yang perlu dikembangkan dalam analisisnya. apabila menyangkut karya. dan jenis data. 1.3 Teknik Analisis Data Bagian ini mengemukakan metode analsis data yang akan digunakan peneliti untuk memecahkan masalah penelitian yang sudah ditetapkan. Sedangkan saran memuat masukan dari peneliti kepada pihak-pihak yang terkait dengan objek atau subjek yang diteliti. 4. Analisis data disesuaikan teori yang digunakan. Selain itu. Karena kompleksitas materi yang disajikan. Laporan hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk skripsi terutama ditujukan untuk dikonsumsi oleh masyarakat akademik. BAB II : GAMBARAN UMUM PENELITIAN/PENGARANG DANKARYANYA Gambaran umum penelitian berisi tentang deskripsi seputar objek peelitian. maka laporan penelitian kuantitatf perlu diatur sedemikian rupa sehingga pembaca laporan dapat dengan mudah menemukan setiap bagian yang dicarinya dan dapat memahaminya secara tepat. dan lain-lain. dan kesimpulan. seperti lokasi penelitian.mencapai tujuan penelitian. tujuan penelitian. Secara sederhana. tetapi menjelaskan mengapa teknik tersebut diperlukan dan menjelaskan fungsi teknik dalam mendukung terkumpulnya data yang diperlukan dalam penelitian. Laporan untuk masyarakat akademik cenderung bersifat .4 Kerangka Penelitian Kuantitatif Hal-hal yang disajikan dalam laporan penelitian kuantitatif pada umumnya bersifat kompleks. Penulis harus dapat membedakan antara dugaan. 2. Sinpulan harus sesuai dengan rumusan masalah yang diajukan. Untuk itu harus ada penyesuaian antara masalah yang hendak dipecahkan dengan metode pengumpulan data yang akan dikumpulkan. karakteristik objek penelitian.

Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti. harus djelaskan mengapa harus diteliti ulang dan dijelaskan apa perbedaan otentik penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian yang sudah dilakukan. dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan itu.teknis. (3) tujuan penelitian. mengapa hal itu diteliti. (4) manfaat penelitian. dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. penting dan perlu diteliti. dan (6) batasan istilah 1. berisi lengkap tentang apa yang diteliti. untuk apa dan mengapa penelitian itu dilakukan. bab pendahuluan ini pada dasarnya memuat (1) latar belakang masalah. Selain itu rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris. (5) asumsi dan keterbatasan penelitian. (2) rumusan masalah. Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat. serta peranan hasil temuan dalam pemecahan masalah yang lebih besar tersebut. 2) Beberapa bukti bahwa masalah yang diajukan belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan. cara melakukan penelitian. Dalam latar belakang masalah secara tersurat harus jelas substansi permasalahan (akar permasalahan) yang dikaji dalam penelitian atau hal yang menimbulkan pertanyaan atau peryataan penelitian. Juga berisi letak masalah yang akan diteliti dalam konteks permasalahan yang lebih besar/luas. 1. Oleh karena itu. jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut. Dapat juga dikatakan bahwa perumusan masalah merupakan pernyataan yang lengkap dan terinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. BAB I : PENDAHULUAN Pendahuluan adalah bab pertama dari skripsi yang mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab pertanyaan apa yang diteliti.2 Rumusan Masalah. 1. Format laporan cenderung baku. jelas. Contoh: “Adakah . apabila sudah pernah diteliti. Alasan tersebut dapat berupa preposisi atau hasil pengamatan awal. padat. Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaanpertanyaan yang ingin dicarikan jawabannya. Harus dijelaskan pula bahwa masalah yang diteliti belum pernah diteliti orang lain. Dengan kata lain. unsur yang perlu diketengahkan dalam latar belakang masalah penelitian sekurang-kurangnya memuat hal-hal berikut: 1) Penjelasan dan/atau alasan mengapa masalah dan/atau pertanyaan penelitian yang diteliti itu penting dan menarik.1 Latar Belakang Masalah penjelasan mengenai mengapa masalah yang dikemukakan dalam usulan penelitian ini dipandang menarik. Isinya disajikan secara lugas dan obyektif. hasil-hasil yang diperoleh. dan kesimpulan penelitian. dan subjek penelitian. mengikuti ketentuan dari perguruan tinggi atau kelompok masyarakat akademik.

keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksa dilakukan karena alasan-alasan prosedural dan teknik penelitian ataupun karena faktor logistik. Istilah yang perlu diberi batasan ialah istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok yang terdapat di dalam . Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu kepada isi dan rumusan masalah penelitian. Misalnya peneliti mengajukan asumsi bahwa sikap seseorang dapat diukur dengan menggunakan skala sikap. sedangkan asumsi metodologis berkenaan dengan metodologi penelitian. Asumsi dapat bersifat substantif atau metodologis. etika. Keterbatasan penelitian menunjuk kepada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian. Rumusan manfaat penelitian mampu memberikan gambaran bahwa hasil penelitian yang akan dicapai itu memiliki kontribusi terhadap perkembangan keilmuan atau kesenian sesuai dengan lingkup yang dikaji dan/atau memberikan jalan keluar permalahan dalam kehidupan.6 Definisi Istilah atau Definisi Operasional Definisi istilah diperlukan apabila dipikirkan akan timbul perbedaan pemikiran atau kekurang-jelasan makna. tetapi dapat langsung memanfaatkan hasil pengukuran sikap yang diperolehnya. Tujuan penelitian mengungkapkan tentang sasaran yang ingin dicapai dengan dilakukannya penelitian terhadap masalah yang telah dikemukakan pada bagian sebelumnya. Kedua. tradisi. 1. Pertama. dan kepercayaan yang tidak memungkinkan peneliti untuk mencari data yang diinginkan.5 Asumsi dan Keterbatasan Penelitian Asumsi dan keterbatasan penelitian tidak harus selalu ada di dalam skripsi. baik dalam pengembangan teori maupun aplikasi. Contoh: “Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui besarnya hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestai belajar mereka dalam matapelajaran Matematika”. 1.4 Manfaat Penelitian. 1. Asumsi substantif berhubungan dengan permasalahan penelitian. seandainya batasan itu tidak diberikan. Keterbatasan yang sering dihadapi menyangkut dua hal. Berisi manfaat hasil penelitian. Namun demikian seringkali pembahasan tentang asumsi dan keterbatasan penelitian diperlukan agar pembaca dapat menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada.hubungan antara tingkat kecedasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika?”. Dalam hal ini ia tidak perlu membuktikan kebenaran hal yang diasumsikannya itu.3 Tujuan Penelitian. Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. Hanya saja ada perbedaan dalam cara merumuskannya. maka rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan. keterbatasan penelitian berupa kendala yang bersumber dari adat. Jika masalah penelitian dirumuskan dengan mengunkan kalimat tanya. 1.

maka langkah berikutnya dalam metode ilmiah adalah mengajukan hipotesis. yaitu deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang diteliti. Secara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan. dan argumentasi atau hipotesis yang diajukan.skripsi. Dengan demikian tidak sepenuhnya benar kalau ada orang yang mengangap bahwa penelitian ilmiah boleh diajukan hipotesis tanpa didukung oleh teori dan/ atau kerangka berpikir yang jelas dan mantap. membagi. dalam arti tidak diuraikan asal-usulnya. maka akan memudahkan proses pengukurannya. 2. Prinsip kemutakhiran ini penting karena ilmu berkembang dengan cepat. karena dengan teramatinya konsep atau konstruk yang diselidiki. Di samping itu. dengan menggunakan desimal. Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji biasanya didasarkan kepada dua kriteria yakni (1) prinsip kemutakhiran (recency) kecuali untuk penelitian historis. Penyusunan definisi operasional perlu dilakukan. Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati. Sebelum mengajukan hipotesis peneliti wajib mengkaji teori-teori dan hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang diteliti. Definisi operasional diberikan kepada variabel yang akan diteliti. sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain. jawaban sementara terhadap suatu masalah harus menggunakan pengetahuan ilmiah (ilmu) sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan. Contoh definisi operasional dari variabel “prestasi aritmatika” ialah kompetensi dalam bidang aritmatika yang meliputi menambah. . Kemudian prinsip relevansi diperlukan karena sangat kecil manfaatnya menguraikan teori atau hasil penelitian yang paling mutakhir dalam suatu cabang ilmu yang tidak ada sangkut-pautnya dengan masalah yang diteliti. Namun segera harus dicatat bahwa tidak setiap penelitian kuantitatif memuat hipotesis. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh jawaban yang dapat diandalkan. Dalam kegiatan ilmiah. membuka kemungkinan bagi orang lain untuk melakukan hal yang serupa. mungkin sudah ditinggalkan pada periode yang lain. yaitu dugaan atau jawaban sementara terhadap permasalahan yang diajukan. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode. tetapi lebih menitikberatkan pada pengertian yang diberikan oleh peneliti. mengalikan. kriteria bahwa suatu istilah mengandung konsep pokok ialah jika istilah itu terkait erat dengan masalah yang diteliti atau variabel penelitian. BAB II : KAJIAN PUSTAKA Setelah masalah berhasil dirumuskan dengan baik. Dengan prinsip kemutakhiran ini. mengurangi. Dari uraian diatas dapat dikemukakan bahwa kajian pustaka memuat dua hal pokok. Definisi istilah disampaikan secara langsung. peneliti dapat berargumentasi berdasar teori-teori yang pada waktu itu dipandang paling representatif. dan (2) prinsip relevansi (relevance).

(3) Rancangan Penelitian. makalah seminar. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Dalam landasan teori berisi hal-hal berikut: i. undang-undang. Artinya dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antar variabel. serta informasi dari media massa dan internet. maka langkah berikutnya adalah penulisan hipotesis. Namun secara teknis hipotesis penelitian dicantumkan di bab I (Bab Pendahuluan) agar hubungan antara masalah yang diteliti dan kemungkinannya jawabannya menjadi lebih jelas. (4) Instrumen Penelitian. Contoh: “Ada hubungan positif antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika”. . hasil penelitian. Rumusan hipotesis yang baik hendaknya: (a) menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih (b) dituangkan dalam bentuk kalimat deklaratif atau kalimat pernyataan. sub-bab hipotesis penelitian tidak harus selalu ada dalam skripsi hasil penelitian kuantitatif. kebijakan. padat. 3. Penelitian kuantitatif yang bersifat eksploratif dan deskriptif tidak membutuhkan hipotesis. dan (6) Teknik Analisis Data. Landasan teoritik yang merupakan pedoman dalam pemecahan masalah dan rumusan masalah penelitian dalam landasan teoritik. ii. Namun tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesis penelitian. (5) Pengumpulan Data. makalah ilmiah dan jurnal. tetapi juga mendiskusikan teori dan mengambil keputusan teori yang mana yang dipakai dalam penelitian. (c) dirumuskan secara singkat. serta (d) dapat diuji secara empiris. peneliti tidak hanya merangkai teori. Setelah semua teori yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dikupas secara keseluruhan. melainkan telah ditunjukkan sifat hubungan atau keadaan perbedaan itu. Bahan yang dikaji antara lain bersumber dari buku. Oleh karena itu. dan jelas. (2) Populasi dan Sampel. Jika dirumuskan dalam bentuk perbedaan menjadi: “Siswa SMP yang tingkat kecerdasannya tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dalam matapelajaran Matematika dibandingkan dengan yang tingkat kecedasannya sedang”. Tinjauan tentang hasil-hasil penelitian terdahulu atau hal-hal lain yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. BAB III : METODOLOGI PENELITIAN Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab Metode Penelitian paling tidak mencakup (1) jenis Penelitian.Isi landasan teori hendaknya berkaitan dengan permasalahan yang diteliti serta mampu memberikan gambaran tentang landasan teoritis dan metodologis terutama sebagai basis analisis data penelitian. Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional.

Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi. Dalam penelitian eksperimental. kajian semantik. Apabila ditinjau aspek pendekatan penelitian dapat dijabarkan jenis penelitian kualitatif atau kuantitatif. Jenis penelitian juga dijabarkan berdasarkan pendekatan analisis yang ditetapkan. stilistika. sub-bab instrumen penelitian bisa diganti dengan „alat dan bahan‟ Pada bagian ini terlebih dahulu dikemukakan jabaran (variabel-variabel) yang diteliti sampai terwujud dalam bentuk indikator-indikator. dalam arti mencerminkan keadaan populasinya secara cermat. Dari uraian di atas dapat diringkaskan bahwa hal-hal yang dibahas dalam bagian Populasi dan Sampel adalah: (a) identifikasi dan batasan-batasan tentang populasi atau subjek penelitian.4 Instrumen Penelitian Dalam bidang ilmu eksakta istilah instrumen penelitian kadangkala dipandang kurang tepat karena belum mencakup secara keseluruhan hal-hal yang digunakan dalam penelitian. 3. Sesudah itu barulah diuraikan tentang . Meskipun demikian. dalam penelitian non-eksperimental pun uraian mengenai rancangan penelitian masih tetap diperlukan. Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian sangat penting dilakukan agar jumlah sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat. Oleh karena itu. serta (c) besarnya sampel. akan lebih cocok menggunakan istilah subjek penelitian. misalnya pendekatan sosiologi sastra.3 Rancangan Penelitian Pembahasan mengenai rancangan atau disain (design) penelitian yang dipilih menjadi sangat penting apabila penelitian yang dilaksanakan termasuk dalam jenis penelitian eksperimental. Tujuannya adalah supaya sampel yang dipilih benar-benar representatif. Kerepresentativan sampel merupakan kriteria terpenting dalam pemilihan sampel dalam kaitannya dengan maksud mengeneralisasikan hasil-hasil penelitian terhadap sampel kepada populasinya. 3. 3. (b) prosedur dan teknik pengambilan sampel.1 Jenis Penelitian Bagian ini mengemukakan tipe penelitian yang akan dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan yaitu untuk menemukan pengetahuan tentang suatu fenomena (Taxonomical) ataukah bertujuan untuk menemukan teori-teori suatu ilmu (Theoritical).2 Populasi dan Sampel Istilah populasi dan sampel tepat digunakan jika penelitian yang dilakukan memakai sampel sebagai subjek penelitian. Jika keadaan sampel semakin berbeda dengan karakteristik populasinya. Pemilihan rancangan penelitian dalam penelitian eksperimental selalu mengacu pada hipotesis yang akan diuji. maka semakin besarlah kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya. dan lain-lain.3. Rancangan penelitian dapat diartikan sebagai strategi mengatur latar (setting) penelitian agar peneliti memperoleh data yang tepat (valid) sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan (mengontrol) variabel-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat (dependent variabel). deskriptif.

6 Teknik Analisis Data Pada bagian ini diuraikan tentang jenis analisis statistik yang digunakan. hal yang pokok untuk diperhatikan dalam analisis data ialah ketepatan teknik analisisnya bukan kecanggihannya. walaupun tidak dapat dilewatkan dalam proses pelaksanaan penelitian. harus disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai. 3. ada dua jenis statistik yang dapat dipilih.prosedur pengembangan instrumen yang dibuat cocok (valid) dengan variabel yang diukur ditinjau dari segi isinya (content validity). Apabila instrument yang digunakan tidak dibuat sendiri oleh peneliti. perlu juga dijelaskan tentang alasan pemilihannya. menemui pejabat yang berwenang dan hal lain yang sejenis tidak perlu dilaporkan. maka uraian tentang analisis ini perlu dilakukan secara lebih rinci. Proses mendapatkan ijin penelitian. Sebaliknya. Dilihat dari metodenya. maka pembahasannya tidak perlu dilakukan secara panjang lebar. Tidak demikian halnya dengan statistik non-parametrik. yaitu: statistik deskriptif dan statistik inferensial. tetap ada kewajiban darinya untuk melaporkan karakteristik (validitas dan reliabilitas) dari insrumen yang dipakai Hal lain yang juga perlu diungkapkan dalam pembahasan instrumen penelitian ialah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan/ pernyataan. Untuk alat dan bahan. Syarat berikutnya ialah dimilikinya tingkat keterandalan (reliabilitas) yang memadai. Apabila teknik analisis data yang dipilih sudah cukup dikenal. serta (c) jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data. Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametrik dan statistik non-parametrik. Di samping mengemukakan tentang jenis atau teknik analisis data yang digunakan. jika teknik analisis data yang digunakan tidak sering digunakan (kurang populer). Ketepatan (validitas) merupakan syarat pokok pertama yang harus dipenuhi oleh sebuah instrumen yang baik. Oleh karena itu. .5 Pengumpulan Data Isi bahasan dalam bagian ini menguraikan tentang: (a) langkah-langkah yang ditempuh dan teknik yang dipakai untuk pengumpulan data. Namun untuk dapat menerapkannya secara tepat banyak persyaratan yang harus dipenuhi. 3. Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. Beberapa teknik analisis statistik parametrik memang lebih canggih dan karenanya mampu memberikan informasi yang lebih akurat jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis dalam statistik non-parametrik. (b) kualifikasi dan jumlah personel yang terlibat dalam proses pengumpulan data. perlu dijelaskan cara pemilihan serta upaya mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas. Jika peneliti menggunakan orang lain sebagai pembantu pelaksana pengumpul data.

1 Gambaran Umum Daerah Penelitian Gambaran umum daerah penelitian berisi tentang deskripsi seputar objek penelitian. Rumus-rumus dan perhitungan yang digunakan untuk menghasilkan temuan-temuan tersebut diletakkan di dalam lampiran. nilai rerata (mean). Sekali lagi penjelasan terhadap hasil pengujian hipotesis ini terbatas pada interpretasi atas angka statistik yang diperoleh dari perhitungan maupun „print out‟ komputer (program SPSS). tabel maupun grafik tidak dengan sendirinya bersifat komunikatif. Penjelasan terhadap hal tersebut masih diperlukan. tidak mencakup pendapat pribadi (interpretasi) peneliti. Dengan kata lain. apabila menyangkut karya. struktur organisasi. laporan mengenai hasil-hasil yang diperoleh sebaiknya dibagi menjadi dua bagian besar. Materi yang disajikan dalam bab IV dari skripsi adalah temuan-temuan yang penting dari variabel yang diteliti dan hendaknya dituangkan secara singkat namun bermakna. Hipotesis penelitian perlu dikemukakan dalam bab ini sekaligus dengan rumusan hipotesis nol.1 Simpulan Isi dari simpulan penelitian yang pertama dan utama ialah yang terkait langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. 4. 4. Namun bahasan pada tahap ini perlu dibatasi pada hal-hal yang bersifat faktual. Setiap variabel dilaporkan dalam sub-sub tersendiri dengan merujuk kepada rumusan masalah atau tujuan penelitian. BAB IV : ANALISIS DATA DAN PENGUJIAN HIPOTESIS Dalam penelitian yang menguji hipotesis. BAB V : PENUTUP Pada bab V atau bab terakhir dari skripsi dimuat dua hal pokok. 5. Namun sebelum itu perlu juga dicantumkan mengenai gambaran umum daerah penelitian untuk mengetahui berbagai hal yang berhubungan dengan daerah penelitian.4.2 Deskripsi Data Dalam deskripsi data untuk masing-masing variabel dilaporkan hasil penelitian yang telah diolah dengan teknik statistik deskriptif seperti distribusi frekuensi disertai dengan grafik yang berupa histogram. dan lain-lain. 4. atau yang lain. yaitu simpulan dan saran. Temuan penelitian yang sudah disajikan dalam bentuk angka-angka statistik. 5. Bagian pertama berisi uraian (deskripsi) tentang karakteristik masing-masing variabel. maka dalam bab ini dijelaskan tentang identitas pengarang secara jelas dan perjalanan hidupnya serta karya-karyanya. seperti lokasi penelitian. karakteristik objek penelitian. Bagian kedua memuat uraian tentang hasil pengujian hipotesis. dan masing-masing diikuti dengan hasil pengujiannya serta penjelasan atas hasil pengujian itu secara ringkas dan padat. simpulan penelitian terikat secara .3 Pengujian Hipotesis Pemaparan tentang hasil pengujian hipotesis pada dasarnya tidak berbeda dengan penyajian temuan penelitian untuk masing-masing variabel. simpangan baku.

Dengan demikian. instansi. Simpulan juga dapat ditarik dari hasil pembahasan. 5. dinas. . hasil yang diperoleh dan simpulan penelitian tetap dipelihara.substantif terhadap temuan-temuan penelitian yang mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. atau yang lain yang dianggap layak. ia tidak mengalami kesulitan dalam menafsirkan atau mengaplikasikannya. lembaga pemerintah maupun swasta. Di samping itu. saran yang diajukan kendaknya telah spesifik. dan simpulan hasil penelitian.2 Saran Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber pada temuan penelitian. Tata urutannya pun hendaknya sama dengan yang ada di dalam bab IV. Saran dapat ditujukan kepada perguruan tinggi. tujuan penelitian. Simpulan penelitian merangkum semua hasil penelitian yang telah diuraikan secara lengkap dalam bab IV. Artinya. konsistensi isi dan tata ururtan rumusan masalah. jawatan. Saran yang baik nampak dari rumusannya yang bersifat rinci dan operasional. namun yang benar-benar relevan dan mampu memperkaya temuan penelitian yang diperoleh. jika orang lain hendak melaksanakan saran itu. pembahasan. Dengan demikian saran tersebut tidak keluar dari batas-batas lingkup dan implikasi penelitian.

Metode penelitian ini berbeda dengan metode penelitian kualitatif karena menggunakan hitungan-hitungan.1 Kesimpulan Jenis Metode Penelitian kuantitatif banyak menggunakan hitungan. dan lain sebagainya. jurnalisme. sosiologi. deskriptif. Anda dapat menentukan penelitian kuantitatif mana yang akan anda gunakan dalam skripsi anda. Penelitian kuantitatif sering digunakan dalam berbagai disiplin ilmu. ekonomi. kimia. Hal ini tergantung pada objek atau data yang anda pakai dalam penelitian. fisika. Penelitian eksperimental terdiri dari beberapa bagian. dan sebagainya. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan quesioner. Secara umum metode penelitian ini dibedakan menjadi dua. Selanjutnya perlu diketahui bahwa metode penelitian kuantitatif mempunyai cakupan yang sangat luas. dan lain sebagainya. Biasanya. dan hipotesis yang berhubungan dengan fenomena alam. sedangkan metode penelitian kualitatif menggunakan kata-kata atau deskripsi. model-model matematis. . dan tabel. Bagian sentral dari penelitian ini adalah proses pengukurannya karena ini dapat memberikan hubungan yang fundamental antara ekspresi matematis dan pengamatan empiris dari hubungan-hubungan kuantitatif. baik ilmu-ilmu alam maupun ilmu sosial seperti biologi. Sifat-sifat yang terdapat dalam Penelitian kuantitatif antara lain berisi penghitungan besaran atau jumlah. dengan kaidah-kaidah tertentu. statistik. pengukuran tingkat kejadian. Penelitian yang digunakan untuk Penelitian Kuantitatif ini merupakan penelitian yang sistematis terhadap fenomena-fenomena yang terjadi beserta hubungan-hubungannya. matematika. Penelitian kuantitatif sendiri bertujuan untuk mengembangkan dan menggunakan teori-teori. tindakan atau eksperimen.BAB III PENUTUP 3. antara lain eksperimen kuasi. korelasional. survey. Sedangkan penelitian non eksperimental terdiri berupa komparatif. yaitu eksperimental dan noneksperimental. subjek tunggal. pembuktian sesuatu. prediksi suatu variabel berdasarkan variabel lain. dan pembuktian suatu hipotesa.

Badrussalam. http://badrussalam- muchtar.html diposkan pada tanggal 20 Desember 2011 .blogspot.com/2011/12/makalah-penelitian-kualitatif-dan.DAFTAR PUSTAKA Muchtar. Makalah Kualitatif dan Kuantitatif.

H. Bandung: Alfabeta. Sunar Wahid. MA. Sugiyono. 2008. M. 2004. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D Hamidi. 2011 .Prof. Malang: UMM Press. 2008. Format Power Point Irwan Abdullah. 2010.Materi Kuliah Penelitian Kualitatif. Materi Kuliah Metode Penelitian Administrasi. Yusrie Abadi.Si. Materi Kuliah Metode Penelitian Kuantitatif. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. M. Metode Penelitian Kualitatif: Aplikasi Praktis Pembuatan Proposal dan Laporan Penelitian. Hal 14-16 Sugiyono. Hamidi. 2004. Desember 20. Materi Kuliah Metode Penelitian Administrasi. Dr. Yogyakarta: Magister Administrasi Publik UGM Dr.Si. Metode Penelitian Kualitatif: Aplikasi Praktis Pembuatan Proposal dan Laporan Penelitian Irwan Abdullah. 2010. APU. Sunar Wahid. M. Materi Kuliah Metode Penelitian Kuantitatif Diposkan oleh Badrussalam Muchtar Al-Habsy di Selasa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->