KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik

dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang berjudul “Jenis Metodelogi Penelitian dan Krangka Teori dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif” dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan. Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukanmasukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR ISI

Halaman Judul ............................................................................................................................. Kata Pengantar ............................................................................................................................. Daftar Isi ......................................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ............................................................................................................ 1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................... 1.3 Tujuan ..........................................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Metodelogi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif ....................................... 2.2 Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif ........................................................... 2.3 Kerangka Penelitian Kualitatif ..................................................................................... 2.4 Kerangka Penelitian Kuantitatif ...................................................................................

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ...................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

Untuk mengetahui kerangka teori penelitian kualitatif . Bagaimana kerangka teori penelitian kualitatif? 4. Secara umum penelitian dapat didefinisikan sebagai kegiatan manusia dalam rangka memperoleh pengetahuan secara sistematik dengan menggunakan alat-alat dan cara-cara tertentu. namun jiwa dan penalarannya adalah sama. maka untuk menyeragamkan tata cara penulisan tersebut. Bahkan pada saat ini sesuai dengan perkembangannya pendekatan kuantitatif ini tidak ada artinya sama sekali bila tanpa menggunakan pendekatan analisis kualitatif 1.3 Tujuan 1. melainkan memahami dasar pikiran yang melandasinya. Pemilihan bentuk dan penulisan merupakan masalah selera dan preferensi perorangan maupun lembaga dengan memperhatikan berbagai factor lainnya. Apa perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif? 3. Hal ini dilakukan supaya pembaca mempunyai persamaan persepsi terhadap istilah atau terminologi yang berkaitan dengan penulisan skripsi. Berbagai macam definisi penelitian-penelitian dinyatakan oleh banyak penulis. Untuk mengetahui pengertian metodelogi penelitian kualitatif dan kuantitatif 2. pemahaman interpretasi terhadap obyek penelitian.1 Latar Belakang Banyak sekali bentuk dan cara penulisan karya ilmiah yang kita temui. Atas dasar itu yang paling penting adalah bukan mengetahui teknik-teknik pelaksanaannya. menambahkan sesuatu yang baru pada teori lama.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas dapat ditentukan suatu rumusan masalah sebagai berikut. 1. siapakah pembaca tulisan ini dan dalam rangka kegiatan ilmiah apa akan disampaikan. seperti masalah apa yang sedang dikaji.BAB I PENDAHULUAN 1. Pendekatan kuantitatif menggunakan alat uji statistik. Bagaimana kerangka teori penelitian kuantitatif? 1. maupun matematik yang sering disebut sebagai analisis deskriptif kuantitatif. Bentuk luasnya bisa berbeda. Secara luas suatu penelitian dapat berarti menemukan teori baru dengan menggugurkan teori lama. Untuk mengetahui perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif 3. sedangkan pendekatan kualitatif lebih mendasarkan pada penalaran logis (logical reasoning). maka perlu diterbitkan pedoman penyusunan usulan penelitian maupun Skripsi. Apa pengertian metodelogi penelitian kualitatif dan kuantitatif? 2. Suatu penelitian ilmiah dapat menggunakan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. atau benar-benar menemukan sesuatu yang baru yang belum ada sebelumnya. Untuk mengetahui kerangka teori penelitian kualitatif 4. Berdasarkan pemikiran di atas.

metode scientific dan artistic.BAB II PEMBAHASAN 2. Penarikan kesimpulan bersifat deduktif yaitu dari sesuatu yang bersifat umum ke sesuatu yang bersifat khusus. metode ini dinamakan postpositivistik Karena berlandaskan pada filsafat post positifisme. metode positivistic dan metode postpositivistic. postposivistic. terukur. Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional. dan disebut metode interpretive karena data hasil peneletian lebih berkenaan dengan interprestasi terhadap data yang di temukan di lapangan. rasional dan sistematis. Metode penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru karena popularitasnya belum lama. Metode penelitian kualitatif sering di sebut metode penelitian naturalistik karena penelitianya di lakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). Metode ini disebut juga sebagai metode artistic. Selanjutnya metoda hase kualitatif sering dinamakan sebagai metode baru. pengumpulan data menggunakan instrument penelitian. Karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola).2 Perbedaan Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Perbedaan mendasar dari metode penelitian kualitatif dengan metode penelitian kuantitatif yaitu terletak pada strategi dasar penelitiannya. disebut metode kualitatif. Karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. artistic dan interpretive research. dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang teleh di tetapkan. Metode ini disebut sebagai metode positivistic karena berlandaskan pada filsafat positivisme. objektif. sedangkan penelitian kualitatif bersifat eksploratoris dan induktif. Penelitian kuantitatif dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif. scientivic dan metode discovery. Metode ini sebagai metode scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/ empiris.1 Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Metode kuantitatif dan kualitatif sering dipasangkan dengan nama metode yang tradisional dan metode baru. Hal ini berangkat dari teori-teori yang membangunnya. . metode konfirmasi dan temuan.analisis data bersifat kuantitatif/statistic. Penelitian bersifat mengkonfirmasi antara teori dengan kenyataan yang ada dengan mendasarkan pada data ilmiah baik dalam bentuk angka. di sebut juga metode etnographi. karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. Jadi metode kuantitatif sering dinamakan metode tradisional. positivistic.metode penelitian kuantitatif dapat di artikan sebagai metode penelitian yang di gunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Metode ini juga disebut metode discovery. Bersifat konfirmasi disebabkan karena metode penelitian kuantitatif ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori yang telah ada.karena pada awalnya metode ini lebih banyak di gunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. 2.

Secara sederhana penelitian kuantitatif berangkat dari konsep. Maksudnya berhenti sampai pada informan yang kesekian ketika informasinya sudah “tidak berkualitas lagi” melalui teknik . sedang penelitaian kualitatif mengutamakan penggunaan wawancara dan observasi. kemudian “dibuktikan” melalui pengumpulan data yang lebih mendalam lagi. atau kadar satu variabel dengan cara pengukuran. menemukan konsep atau teori. 4. 6. Peneliti dalam hal ini mengumpulkan data berupa cerita rinci dari para informan dan diungkapkan apa adanya sesuai dengan bahasa dan pandangan informan. penelitian kuantitatif merumuskan hipotesis sejak awal. melalui kuesioner untuk pengukuran variabel-variabelnya. Dari segi konsep atau teori. Dari segi teknik memperoleh jumlah (size) responden (sample) pendekatan kuantitatif ukuran (besar. Pengumpulan datanya diawali dari mewawancarai informanawal atau informan-kunci dan berhenti sampai pada responden yang kesekian sebagai sumber yang sudah tidak memberikan informasi baru lagi. teori atau menguji (retest) teori. Jika ada maka hipotesis bisa ditemukan di tengah penggalian data. Dari segi perspektifnya penelitian kuantitatif lebih menggunakan pendekatanetik. keeretan korelasi atau asosiasi antar variabel. sedang penelitian kualitatif bisa menggunakan hipotesis dan bisa tanpa hipotesis. dalam arti bahwa peneliti mengumpulkan data dengan menetapkan terlebih dahulu konsep sebagai variabel-variabel yang berhubungan yang berasal dari teori yang sudah ada yang dipilih oleh peneliti.Hamidi menjelaskan setidaknya terdapat 12 perbedaan pendekatan kualitatif dengan kualitatif seperti berikut ini : 1. Di sisi lain penelitian kualitatif berangkat dari penggalian data berupa pandangan responden dalam bentuk cerita rinci atau asli mereka. penelitian kuantitatif menanyakan atau ingin mengetahui tingkat pengaruh. jumlah) sampelnya bersifat representatif (perwakilan) dan diperoleh dengan menggunakan rumus. 2. pilihan jawaban dan skorskornya. Hanya dari indikator yang telah ditetapkan tersebut dibuat kuesioner. Sebaliknya penelitian kualitaif lebih menggunakan persepektif emik. sedangkan kualitatif mengembangkan . Dari segi teknik pengumpulan data. Kemudian variabel tersebut dicari dan ditetapkan indikator-indikatornya. 5. sedangkan penelitian kualitatif menanyakan atau ingin mengetahui tentang makna (berupa konsep) yang ada di balik cerita detail para responden dan latar sosial yang diteliti. Dari segi permasalahan atau tujuan penelitian. Dari segi hipotesis. kemudian para responden bersama peneliti meberi penafsiran sehingga menciptakan konsep sebagai temuan. penelitian kuantitatif mengutamakan penggunaan kuisioner.menciptakan. yang berasal dari teori relevan yang telah dipilih. 3. persentase atau tabel-populasi-sampel serta telah ditentukan sebelum pengumpulan data. penelitian kuantitatif bertolak dari konsep (variabel) yang terdapat dalam teori yang dipilih oleh peneliti kemudian dicari datanya. Penelitian kualitatif jumlah respondennya diketahui ketika pengumpulan data mengalami kejenuhan.

mengelompokkan dan seterusnya sampai terakhir memberi interpretasi. tanpa evaluasi dan interpretasi. Di sisi lain. Dari bentuk sajian data. sedang penelitian kualitatif datanya disajikan dalam bentuk cerita detail sesuai bahasa dan pandangan responden. Peneliti memberikan penjelasan terhadap interpretasi yang dibuat. 7. . penelitian kuantitatif berupa angka atau tabel. sebab merekalah yang yang lebih tepat untuk memberikan penjelasan terhadap data atau informasi yang telah diungkapkan. 12. berkenaan dengan topik atau masalah penelitian). sedang penelitian kualitatif analisis datanya dilakukan sejak awal turun ke lokasi melakukan pengumpulan data. diabstraksi serta dicari tema. yakni prosesnya diawali dari upaya memperoleh data yang detail (riwayat hidup responden. Di sisi lain. Jika penelitian kualitatif menggunakan definisi operasional. penelitian kuantitatif menggunakannya. Dari segi kesimpulan. Di sisi lain. berarti peneliti telah menetapkan jenis dan jumlah indikator. Bisa saja konsep tersebut merupakan istilah atau kata yang sering digunakan oleh para responden. (Dari segi) analisis data penelitian kuantitatif dilakukan di akhir pengumpulan data dengan menggunakan perhitungan statistik. penelitian kualitatif berproses secara induktif. mereduksi. pengalaman atau pandangan mereka. kemudian dikategori. sedangkan penelitian kualitatif tidak perlu menggunakan. 11. yakni dari penetapan variabel (konsep). Dari segi instrumen. pendekatan kuantitatif instrumennya adalah angket atau kuesioner. life story. Dari segi definisi operasional. berarti penelitian telah menggunakan perspektif etik bukanemik lagi. kemudian pengumpulan data dan menyimpulkan. berdasarkan hasil perhitungan atau analisis statistik. Jadi penelitian kualitatif jumlah responden atau informannya didasarkan pada suatu proses pencapaian kualitas informasi. 10. penelitian kualitatif memiliki instrumen berupa peneliti itu sendiri. penelitian kualitatif interpretasi data oleh peneliti melalui pengecekan dan kesepakatan dengan subjek penelitian. Karena peneliti sebagai manusia dapat beradaptasi dengan para responden dan aktivitas mereka. Dengan menetapkan definisi operasional. 8. life sycle. penelitian kuantitatif “sepenuhnya” dilakukan oleh peneliti. mengapa konsep tertentu dipilih. Yang demikian sangat diperlukan agar responden sebagai sumber data menjadi lebih terbuka dalam memberikan informasi. Dari segi alur pikir penarikan kesimpulan penelitian kuantitatif berproses secara deduktif. konsep atau teori sebagai temuan. 9. yang berarti telah membatasi subjek penelitian mengemukakan pendapat. sebab informasi yang diberikan sama atau tidak bervariasi lagi dengan para informan sebelumnya.bola salju (snow-ball). dengan cara “mengangsur atau menabung” informasi. karena tidak akan mengukur variabel (definisi operasional adalah petunjuk bagaimana sebuah variabel diukur).

Kerangka penelitian terdiri dari 4 (empat) bab seperti akan diuraikan berikut ini. 1. Hal-hal yang akan dipaparkan di bawah ini mengacu pada format penelitian kualitatif. Harus dijelaskan pula bahwa masalah yang diteliti belum pernah diteliti orang lain.3 Kerangka Penelitian Kualitatif Kerangka penelitian merupakan kerangka dasar yang melandasi dilakukannya suatu penelitian. 2) Beberapa bukti bahwa masalah yang diajukan belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan. Rumusan masalah adalah rumusan yang spesifik berupa pertanyaan atau pernyataan penelitian dan bilamana perlu sebelumnya dibuat identifikasi masalah yang akan diteliti. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah. pembatasan masalah dan lain-lain. Rumusan tentang tujuan umum dan atau tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian. Dalam latar belakang masalah secara tersurat harus jelas substansi permasalahan (akas permasalahan) yang dikaji dalam penelitian atau hal yang menimbulkan pertanyaan atau pernyataan penelitian.1 Latar Belakang Masalah Bagian ini berisi penjelasan mengenai mengapa masalah yang dikemukakan dalam usulan penelitian ini dipandang menarik.2 Rumusan Masalah. Aspek-aspek atau sub bab yang diuraikan dalam format ini merupakan bagian yang wajib ada. unsur yang perlu diketengahkan dalam latar belakang masalah penelitian sekurang-kurangnya memuat hal-hal berikut: 1) penjelasan dan/atau alasan mengapa masalah dan/atau pertanyaan penelitian yang diteliti itu penting dan menarik. terutama sebagai landasan pemilihan masalah dan metode penelitian yang akan digunakan dalam rangka penulisan skripsi/Tesis. penting dan perlu diteliti.2. baik dalam pengembangan teori maupun aplikasi. Dalam penelitian sastra dapat pula digunakan istilah fokus penelitian. Rumusan manfaat penelitian mampu memberikan gambaran bahwa hasil penelitian yang . 1. 1.3 Tujuan Penelitian. Rumusan masalah umumnya disajikan terpisah dari latar belakang masalah. Alas an tersebut dapat berupa preposisi atau hasil pengamatan awal. BAB I : PENDAHULUAN 1. seperti penjelasan judul. Juga berisi letak masalah yang akan diteliti dalam konteks permasalahan yang lebih besar/luas. Dengan kata lain. Berisi manfaat hasil penelitian. apabila sudah pernah diteliti. Format kualitatif ini tidak menutup kemungkinan adanya penambahan sub bab-sub bab yang diperlukan. serta peranan hasil temuan dalam pemecahan masalah yang lebih besar tersebut. harus djelaskan mengapa harus diteliti ulang dan dijelaskan apa perbedaan otentik penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian yang sudah dilakukan.4 Manfaat Penelitian. 1.

dirumuskan secara operasional dan bisa diuji secara empiris. stilistika. atau teks karangan siswa.akan dicapai itu memiliki kontribusi terhadap perkembangan keilmuan atau kesenian sesuai dengan lingkup yang dikaji dan/atau memberikan jalan keluar permasalahan dalam kehidupan. 1.6 Landasan Teori Isi landasan teori hendaknya berkaitan dengan permasalahan yang diteliti serta mampu memberikan gambaran tentang landasan teoritis dan metodologis terutama sebagai basis analisis data penelitian. 1. novel atau teks lama pada bidang sastra. Bahan yang dikaji antara lain bersumber dari buku. makalah seminar. kebijakan. Sumber data dapat berupa teks sastra lisan. 1. ii. makalah ilmiah dan jurnal. Hal-hal yang diuraikan dalam metode penelitian adalah sebagai berikut: 1. tetapi juga mendiskusikan teori dan mengambil keputusan teori yang mana yang dipakai dalam penelitian.1 Jenis Penelitian Bagian ini mengemukakan tipe penelitian yang akan dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan yaitu untuk menemukan pengetahuan tentang suatu fenomena (Taxonomical) ataukah bertujuan untuk menemukan teori-teori suatu ilmu (Theoritical). peneliti tidak hanya merangkai teori. hasil penelitian. 1.7 Metode Penelitian Dalam bagian ini diuraikan tentang rencana kegiatan penelitian di lapangan.5 Asumsi (tidak wajib ada) Asumsi penelitian merupakan pernyataan singkat tentang hubungan antar dua variabel atau lebih. undang-undang. misalnya pendekatan sosiologi sastra. 1. Landasan teoritik yang merupakan pedoman dalam pemecahan masalah dan rumusan masalah penelitian dalam landasan teoritik. Apabila ditinjau aspek pendekatan penelitian dapat dijabarkan jenis penelitian kualitatif atau kuantitatif.7. serta informasi dari media massa dan internet. dan lain-lain pada bidang bahasa.7. dan lain-lain. Jenis penelitian juga dijabarkan berdasarkan pendekatan analisis yang ditetapkan.3 Teknik Pengumpulan Data Bagian ini mengemukakan metode dan instrumen apa yang digunakan peneliti untuk pengumpulan data guna memperoleh fakta-fakta yang diperlukan untuk . teks wacana. kajian semantik. kajian isi. Tinjauan tentang hasil-hasil penelitian terdahulu atau hal-hal lain yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan.2 Data atau sumber data Berisi uraian secara rinci mengenai objek yang dikaji dalam penelitian (untuk penelitian kuantitatif digunakan istilah populasi dan sampel). Landasan teori berisi hal-hal berikut: i.7.

mencapai tujuan penelitian. Untuk itu harus ada penyesuaian antara masalah yang hendak dipecahkan dengan metode pengumpulan data yang akan dikumpulkan. 2. BAB II : GAMBARAN UMUM PENELITIAN/PENGARANG DANKARYANYA Gambaran umum penelitian berisi tentang deskripsi seputar objek peelitian. Penulis harus dapat membedakan antara dugaan. Laporan untuk masyarakat akademik cenderung bersifat . Sedangkan saran memuat masukan dari peneliti kepada pihak-pihak yang terkait dengan objek atau subjek yang diteliti. Laporan hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk skripsi terutama ditujukan untuk dikonsumsi oleh masyarakat akademik. Selain itu. Disini iapun dapat menyarankan sesuatu untuk diteliti lebih lanjut. seperti lokasi penelitian. simpulan merupakan jawaban singkat dari pertanyaan rumusan masalah. dan lain-lain. Sinpulan harus sesuai dengan rumusan masalah yang diajukan. BAB IV : SIMPULAN DAN SARAN Simpulan yang merupakan bab terakhir dari teks. harus mengemukakan secara singkat apa yang diperoleh dari penelitian. saran dapat juga berisi himbauan bagi peneliti lain yang serupa tentang hal-hal yang perlu dikembangkan dalam analisisnya. mulai dari isi kajian terhadap berbagai teori yang bersifat substantif dan mendasar kepada hal-hal yang bersifat operasional teknis. apabila menyangkut karya.3 Teknik Analisis Data Bagian ini mengemukakan metode analsis data yang akan digunakan peneliti untuk memecahkan masalah penelitian yang sudah ditetapkan. BAB III: ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Analisis objek atau sumber data yang diteliti sesuai dengan rumusan masalah dan teori yang dipakai dalam landasan teori. (Batas Proposal penelitian) 2. 3. maka dalam bab ini dijelaskan tentang identitas pengarang secara jelas dan perjalanan hidupnya serta karyakaryanya. dan kesimpulan. tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data tidak hanya menjelaskan definisi teknik.7. maka laporan penelitian kuantitatf perlu diatur sedemikian rupa sehingga pembaca laporan dapat dengan mudah menemukan setiap bagian yang dicarinya dan dapat memahaminya secara tepat. Secara sederhana.4 Kerangka Penelitian Kuantitatif Hal-hal yang disajikan dalam laporan penelitian kuantitatif pada umumnya bersifat kompleks. karakteristik objek penelitian. Analisis data disesuaikan teori yang digunakan. dan jenis data. tetapi menjelaskan mengapa teknik tersebut diperlukan dan menjelaskan fungsi teknik dalam mendukung terkumpulnya data yang diperlukan dalam penelitian. penemuan. 4. Karena kompleksitas materi yang disajikan. 1.

Dalam latar belakang masalah secara tersurat harus jelas substansi permasalahan (akar permasalahan) yang dikaji dalam penelitian atau hal yang menimbulkan pertanyaan atau peryataan penelitian. untuk apa dan mengapa penelitian itu dilakukan. dan kesimpulan penelitian. apabila sudah pernah diteliti. dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Juga berisi letak masalah yang akan diteliti dalam konteks permasalahan yang lebih besar/luas. Alasan tersebut dapat berupa preposisi atau hasil pengamatan awal. serta peranan hasil temuan dalam pemecahan masalah yang lebih besar tersebut. 1. (2) rumusan masalah. jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut. (4) manfaat penelitian. Oleh karena itu. cara melakukan penelitian. unsur yang perlu diketengahkan dalam latar belakang masalah penelitian sekurang-kurangnya memuat hal-hal berikut: 1) Penjelasan dan/atau alasan mengapa masalah dan/atau pertanyaan penelitian yang diteliti itu penting dan menarik. bab pendahuluan ini pada dasarnya memuat (1) latar belakang masalah. Harus dijelaskan pula bahwa masalah yang diteliti belum pernah diteliti orang lain. BAB I : PENDAHULUAN Pendahuluan adalah bab pertama dari skripsi yang mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab pertanyaan apa yang diteliti. dan (6) batasan istilah 1. penting dan perlu diteliti. 2) Beberapa bukti bahwa masalah yang diajukan belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan. Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat. harus djelaskan mengapa harus diteliti ulang dan dijelaskan apa perbedaan otentik penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian yang sudah dilakukan. berisi lengkap tentang apa yang diteliti. hasil-hasil yang diperoleh. Dapat juga dikatakan bahwa perumusan masalah merupakan pernyataan yang lengkap dan terinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Format laporan cenderung baku. (5) asumsi dan keterbatasan penelitian.2 Rumusan Masalah. mengapa hal itu diteliti. Selain itu rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris.teknis. dan subjek penelitian. (3) tujuan penelitian. dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan itu. jelas. Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaanpertanyaan yang ingin dicarikan jawabannya. Dengan kata lain. 1. Isinya disajikan secara lugas dan obyektif. mengikuti ketentuan dari perguruan tinggi atau kelompok masyarakat akademik. Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti.1 Latar Belakang Masalah penjelasan mengenai mengapa masalah yang dikemukakan dalam usulan penelitian ini dipandang menarik. Contoh: “Adakah . padat.

Istilah yang perlu diberi batasan ialah istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok yang terdapat di dalam . maka rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan. keterbatasan penelitian berupa kendala yang bersumber dari adat. Dalam hal ini ia tidak perlu membuktikan kebenaran hal yang diasumsikannya itu. Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. sedangkan asumsi metodologis berkenaan dengan metodologi penelitian. Namun demikian seringkali pembahasan tentang asumsi dan keterbatasan penelitian diperlukan agar pembaca dapat menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada. Keterbatasan penelitian menunjuk kepada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian. Tujuan penelitian mengungkapkan tentang sasaran yang ingin dicapai dengan dilakukannya penelitian terhadap masalah yang telah dikemukakan pada bagian sebelumnya. Berisi manfaat hasil penelitian. Pertama. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu kepada isi dan rumusan masalah penelitian. seandainya batasan itu tidak diberikan. Contoh: “Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui besarnya hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestai belajar mereka dalam matapelajaran Matematika”. Asumsi substantif berhubungan dengan permasalahan penelitian. 1.3 Tujuan Penelitian. tetapi dapat langsung memanfaatkan hasil pengukuran sikap yang diperolehnya. keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksa dilakukan karena alasan-alasan prosedural dan teknik penelitian ataupun karena faktor logistik.6 Definisi Istilah atau Definisi Operasional Definisi istilah diperlukan apabila dipikirkan akan timbul perbedaan pemikiran atau kekurang-jelasan makna. Hanya saja ada perbedaan dalam cara merumuskannya. 1. baik dalam pengembangan teori maupun aplikasi. Rumusan manfaat penelitian mampu memberikan gambaran bahwa hasil penelitian yang akan dicapai itu memiliki kontribusi terhadap perkembangan keilmuan atau kesenian sesuai dengan lingkup yang dikaji dan/atau memberikan jalan keluar permalahan dalam kehidupan. Misalnya peneliti mengajukan asumsi bahwa sikap seseorang dapat diukur dengan menggunakan skala sikap. 1. 1. tradisi.4 Manfaat Penelitian. Kedua. Jika masalah penelitian dirumuskan dengan mengunkan kalimat tanya. etika. Keterbatasan yang sering dihadapi menyangkut dua hal. Asumsi dapat bersifat substantif atau metodologis. dan kepercayaan yang tidak memungkinkan peneliti untuk mencari data yang diinginkan.hubungan antara tingkat kecedasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika?”.5 Asumsi dan Keterbatasan Penelitian Asumsi dan keterbatasan penelitian tidak harus selalu ada di dalam skripsi.

maka akan memudahkan proses pengukurannya. tetapi lebih menitikberatkan pada pengertian yang diberikan oleh peneliti. Prinsip kemutakhiran ini penting karena ilmu berkembang dengan cepat. Sebelum mengajukan hipotesis peneliti wajib mengkaji teori-teori dan hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang diteliti. mengalikan. dan (2) prinsip relevansi (relevance). mengurangi. dan argumentasi atau hipotesis yang diajukan. dengan menggunakan desimal. . peneliti dapat berargumentasi berdasar teori-teori yang pada waktu itu dipandang paling representatif. membuka kemungkinan bagi orang lain untuk melakukan hal yang serupa. Dengan prinsip kemutakhiran ini. mungkin sudah ditinggalkan pada periode yang lain. dalam arti tidak diuraikan asal-usulnya. Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji biasanya didasarkan kepada dua kriteria yakni (1) prinsip kemutakhiran (recency) kecuali untuk penelitian historis. karena dengan teramatinya konsep atau konstruk yang diselidiki. sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain. Dari uraian diatas dapat dikemukakan bahwa kajian pustaka memuat dua hal pokok. Definisi istilah disampaikan secara langsung. Definisi operasional diberikan kepada variabel yang akan diteliti. jawaban sementara terhadap suatu masalah harus menggunakan pengetahuan ilmiah (ilmu) sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan.skripsi. Penyusunan definisi operasional perlu dilakukan. maka langkah berikutnya dalam metode ilmiah adalah mengajukan hipotesis. yaitu deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang diteliti. Namun segera harus dicatat bahwa tidak setiap penelitian kuantitatif memuat hipotesis. Secara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan. Contoh definisi operasional dari variabel “prestasi aritmatika” ialah kompetensi dalam bidang aritmatika yang meliputi menambah. Dengan demikian tidak sepenuhnya benar kalau ada orang yang mengangap bahwa penelitian ilmiah boleh diajukan hipotesis tanpa didukung oleh teori dan/ atau kerangka berpikir yang jelas dan mantap. Dalam kegiatan ilmiah. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode. Di samping itu. 2. yaitu dugaan atau jawaban sementara terhadap permasalahan yang diajukan. membagi. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh jawaban yang dapat diandalkan. kriteria bahwa suatu istilah mengandung konsep pokok ialah jika istilah itu terkait erat dengan masalah yang diteliti atau variabel penelitian. BAB II : KAJIAN PUSTAKA Setelah masalah berhasil dirumuskan dengan baik. Kemudian prinsip relevansi diperlukan karena sangat kecil manfaatnya menguraikan teori atau hasil penelitian yang paling mutakhir dalam suatu cabang ilmu yang tidak ada sangkut-pautnya dengan masalah yang diteliti. Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati.

(3) Rancangan Penelitian. padat. sub-bab hipotesis penelitian tidak harus selalu ada dalam skripsi hasil penelitian kuantitatif. Namun secara teknis hipotesis penelitian dicantumkan di bab I (Bab Pendahuluan) agar hubungan antara masalah yang diteliti dan kemungkinannya jawabannya menjadi lebih jelas. Oleh karena itu. makalah ilmiah dan jurnal. ii. peneliti tidak hanya merangkai teori. kebijakan. (5) Pengumpulan Data. melainkan telah ditunjukkan sifat hubungan atau keadaan perbedaan itu. serta (d) dapat diuji secara empiris. Penelitian kuantitatif yang bersifat eksploratif dan deskriptif tidak membutuhkan hipotesis. Namun tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesis penelitian. 3. BAB III : METODOLOGI PENELITIAN Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab Metode Penelitian paling tidak mencakup (1) jenis Penelitian. makalah seminar. Contoh: “Ada hubungan positif antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika”. Dalam landasan teori berisi hal-hal berikut: i.Isi landasan teori hendaknya berkaitan dengan permasalahan yang diteliti serta mampu memberikan gambaran tentang landasan teoritis dan metodologis terutama sebagai basis analisis data penelitian. (2) Populasi dan Sampel. (c) dirumuskan secara singkat. hasil penelitian. dan jelas. . undang-undang. Setelah semua teori yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dikupas secara keseluruhan. Bahan yang dikaji antara lain bersumber dari buku. tetapi juga mendiskusikan teori dan mengambil keputusan teori yang mana yang dipakai dalam penelitian. Landasan teoritik yang merupakan pedoman dalam pemecahan masalah dan rumusan masalah penelitian dalam landasan teoritik. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Jika dirumuskan dalam bentuk perbedaan menjadi: “Siswa SMP yang tingkat kecerdasannya tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dalam matapelajaran Matematika dibandingkan dengan yang tingkat kecedasannya sedang”. Rumusan hipotesis yang baik hendaknya: (a) menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih (b) dituangkan dalam bentuk kalimat deklaratif atau kalimat pernyataan. Tinjauan tentang hasil-hasil penelitian terdahulu atau hal-hal lain yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. Artinya dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antar variabel. dan (6) Teknik Analisis Data. (4) Instrumen Penelitian. serta informasi dari media massa dan internet. maka langkah berikutnya adalah penulisan hipotesis. Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional.

3. kajian semantik.1 Jenis Penelitian Bagian ini mengemukakan tipe penelitian yang akan dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan yaitu untuk menemukan pengetahuan tentang suatu fenomena (Taxonomical) ataukah bertujuan untuk menemukan teori-teori suatu ilmu (Theoritical). Pemilihan rancangan penelitian dalam penelitian eksperimental selalu mengacu pada hipotesis yang akan diuji. Kerepresentativan sampel merupakan kriteria terpenting dalam pemilihan sampel dalam kaitannya dengan maksud mengeneralisasikan hasil-hasil penelitian terhadap sampel kepada populasinya. Meskipun demikian. Tujuannya adalah supaya sampel yang dipilih benar-benar representatif. Dalam penelitian eksperimental. Jika keadaan sampel semakin berbeda dengan karakteristik populasinya. 3. serta (c) besarnya sampel.3 Rancangan Penelitian Pembahasan mengenai rancangan atau disain (design) penelitian yang dipilih menjadi sangat penting apabila penelitian yang dilaksanakan termasuk dalam jenis penelitian eksperimental. Rancangan penelitian dapat diartikan sebagai strategi mengatur latar (setting) penelitian agar peneliti memperoleh data yang tepat (valid) sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. misalnya pendekatan sosiologi sastra. rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan (mengontrol) variabel-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat (dependent variabel). Oleh karena itu. stilistika. sub-bab instrumen penelitian bisa diganti dengan „alat dan bahan‟ Pada bagian ini terlebih dahulu dikemukakan jabaran (variabel-variabel) yang diteliti sampai terwujud dalam bentuk indikator-indikator. Apabila ditinjau aspek pendekatan penelitian dapat dijabarkan jenis penelitian kualitatif atau kuantitatif. Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian sangat penting dilakukan agar jumlah sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat. dalam arti mencerminkan keadaan populasinya secara cermat. Dari uraian di atas dapat diringkaskan bahwa hal-hal yang dibahas dalam bagian Populasi dan Sampel adalah: (a) identifikasi dan batasan-batasan tentang populasi atau subjek penelitian. Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi. deskriptif. Sesudah itu barulah diuraikan tentang . 3.4 Instrumen Penelitian Dalam bidang ilmu eksakta istilah instrumen penelitian kadangkala dipandang kurang tepat karena belum mencakup secara keseluruhan hal-hal yang digunakan dalam penelitian. (b) prosedur dan teknik pengambilan sampel. dan lain-lain. 3. akan lebih cocok menggunakan istilah subjek penelitian. dalam penelitian non-eksperimental pun uraian mengenai rancangan penelitian masih tetap diperlukan. maka semakin besarlah kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya. Jenis penelitian juga dijabarkan berdasarkan pendekatan analisis yang ditetapkan.2 Populasi dan Sampel Istilah populasi dan sampel tepat digunakan jika penelitian yang dilakukan memakai sampel sebagai subjek penelitian.

Apabila teknik analisis data yang dipilih sudah cukup dikenal. . Apabila instrument yang digunakan tidak dibuat sendiri oleh peneliti. perlu dijelaskan cara pemilihan serta upaya mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas. Dilihat dari metodenya.6 Teknik Analisis Data Pada bagian ini diuraikan tentang jenis analisis statistik yang digunakan. tetap ada kewajiban darinya untuk melaporkan karakteristik (validitas dan reliabilitas) dari insrumen yang dipakai Hal lain yang juga perlu diungkapkan dalam pembahasan instrumen penelitian ialah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan/ pernyataan. Beberapa teknik analisis statistik parametrik memang lebih canggih dan karenanya mampu memberikan informasi yang lebih akurat jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis dalam statistik non-parametrik. maka uraian tentang analisis ini perlu dilakukan secara lebih rinci. Jika peneliti menggunakan orang lain sebagai pembantu pelaksana pengumpul data. Untuk alat dan bahan. Namun untuk dapat menerapkannya secara tepat banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Di samping mengemukakan tentang jenis atau teknik analisis data yang digunakan. harus disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai. 3. 3.5 Pengumpulan Data Isi bahasan dalam bagian ini menguraikan tentang: (a) langkah-langkah yang ditempuh dan teknik yang dipakai untuk pengumpulan data. hal yang pokok untuk diperhatikan dalam analisis data ialah ketepatan teknik analisisnya bukan kecanggihannya. Tidak demikian halnya dengan statistik non-parametrik. Sebaliknya. Oleh karena itu. Syarat berikutnya ialah dimilikinya tingkat keterandalan (reliabilitas) yang memadai. serta (c) jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data. Proses mendapatkan ijin penelitian. ada dua jenis statistik yang dapat dipilih. jika teknik analisis data yang digunakan tidak sering digunakan (kurang populer). menemui pejabat yang berwenang dan hal lain yang sejenis tidak perlu dilaporkan.prosedur pengembangan instrumen yang dibuat cocok (valid) dengan variabel yang diukur ditinjau dari segi isinya (content validity). walaupun tidak dapat dilewatkan dalam proses pelaksanaan penelitian. Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametrik dan statistik non-parametrik. perlu juga dijelaskan tentang alasan pemilihannya. Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. yaitu: statistik deskriptif dan statistik inferensial. Ketepatan (validitas) merupakan syarat pokok pertama yang harus dipenuhi oleh sebuah instrumen yang baik. maka pembahasannya tidak perlu dilakukan secara panjang lebar. (b) kualifikasi dan jumlah personel yang terlibat dalam proses pengumpulan data.

1 Simpulan Isi dari simpulan penelitian yang pertama dan utama ialah yang terkait langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. laporan mengenai hasil-hasil yang diperoleh sebaiknya dibagi menjadi dua bagian besar. Setiap variabel dilaporkan dalam sub-sub tersendiri dengan merujuk kepada rumusan masalah atau tujuan penelitian. tabel maupun grafik tidak dengan sendirinya bersifat komunikatif.3 Pengujian Hipotesis Pemaparan tentang hasil pengujian hipotesis pada dasarnya tidak berbeda dengan penyajian temuan penelitian untuk masing-masing variabel. Bagian kedua memuat uraian tentang hasil pengujian hipotesis. Namun bahasan pada tahap ini perlu dibatasi pada hal-hal yang bersifat faktual.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian Gambaran umum daerah penelitian berisi tentang deskripsi seputar objek penelitian. Penjelasan terhadap hal tersebut masih diperlukan. 5. Bagian pertama berisi uraian (deskripsi) tentang karakteristik masing-masing variabel. simpangan baku. Hipotesis penelitian perlu dikemukakan dalam bab ini sekaligus dengan rumusan hipotesis nol. maka dalam bab ini dijelaskan tentang identitas pengarang secara jelas dan perjalanan hidupnya serta karya-karyanya.4. struktur organisasi. Rumus-rumus dan perhitungan yang digunakan untuk menghasilkan temuan-temuan tersebut diletakkan di dalam lampiran. Namun sebelum itu perlu juga dicantumkan mengenai gambaran umum daerah penelitian untuk mengetahui berbagai hal yang berhubungan dengan daerah penelitian. simpulan penelitian terikat secara . Materi yang disajikan dalam bab IV dari skripsi adalah temuan-temuan yang penting dari variabel yang diteliti dan hendaknya dituangkan secara singkat namun bermakna. tidak mencakup pendapat pribadi (interpretasi) peneliti. BAB IV : ANALISIS DATA DAN PENGUJIAN HIPOTESIS Dalam penelitian yang menguji hipotesis. 4. Sekali lagi penjelasan terhadap hasil pengujian hipotesis ini terbatas pada interpretasi atas angka statistik yang diperoleh dari perhitungan maupun „print out‟ komputer (program SPSS). Dengan kata lain.2 Deskripsi Data Dalam deskripsi data untuk masing-masing variabel dilaporkan hasil penelitian yang telah diolah dengan teknik statistik deskriptif seperti distribusi frekuensi disertai dengan grafik yang berupa histogram. 4. BAB V : PENUTUP Pada bab V atau bab terakhir dari skripsi dimuat dua hal pokok. 4. nilai rerata (mean). seperti lokasi penelitian. yaitu simpulan dan saran. Temuan penelitian yang sudah disajikan dalam bentuk angka-angka statistik. atau yang lain. 5. karakteristik objek penelitian. dan masing-masing diikuti dengan hasil pengujiannya serta penjelasan atas hasil pengujian itu secara ringkas dan padat. apabila menyangkut karya. dan lain-lain.

konsistensi isi dan tata ururtan rumusan masalah. namun yang benar-benar relevan dan mampu memperkaya temuan penelitian yang diperoleh. Tata urutannya pun hendaknya sama dengan yang ada di dalam bab IV. dan simpulan hasil penelitian. lembaga pemerintah maupun swasta. hasil yang diperoleh dan simpulan penelitian tetap dipelihara. instansi. atau yang lain yang dianggap layak.2 Saran Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber pada temuan penelitian. Di samping itu. Saran dapat ditujukan kepada perguruan tinggi. ia tidak mengalami kesulitan dalam menafsirkan atau mengaplikasikannya. dinas. jika orang lain hendak melaksanakan saran itu. . pembahasan. Simpulan juga dapat ditarik dari hasil pembahasan. Dengan demikian. jawatan. Artinya. tujuan penelitian.substantif terhadap temuan-temuan penelitian yang mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Simpulan penelitian merangkum semua hasil penelitian yang telah diuraikan secara lengkap dalam bab IV. saran yang diajukan kendaknya telah spesifik. 5. Saran yang baik nampak dari rumusannya yang bersifat rinci dan operasional. Dengan demikian saran tersebut tidak keluar dari batas-batas lingkup dan implikasi penelitian.

sosiologi. dan lain sebagainya. dan lain sebagainya. tindakan atau eksperimen. Bagian sentral dari penelitian ini adalah proses pengukurannya karena ini dapat memberikan hubungan yang fundamental antara ekspresi matematis dan pengamatan empiris dari hubungan-hubungan kuantitatif. pembuktian sesuatu. dan sebagainya. ekonomi.BAB III PENUTUP 3. . Hal ini tergantung pada objek atau data yang anda pakai dalam penelitian. kimia. korelasional. Sifat-sifat yang terdapat dalam Penelitian kuantitatif antara lain berisi penghitungan besaran atau jumlah. Secara umum metode penelitian ini dibedakan menjadi dua. Penelitian kuantitatif sendiri bertujuan untuk mengembangkan dan menggunakan teori-teori. statistik. yaitu eksperimental dan noneksperimental. prediksi suatu variabel berdasarkan variabel lain. dan hipotesis yang berhubungan dengan fenomena alam. Anda dapat menentukan penelitian kuantitatif mana yang akan anda gunakan dalam skripsi anda. model-model matematis. Penelitian yang digunakan untuk Penelitian Kuantitatif ini merupakan penelitian yang sistematis terhadap fenomena-fenomena yang terjadi beserta hubungan-hubungannya. Penelitian eksperimental terdiri dari beberapa bagian. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan quesioner.1 Kesimpulan Jenis Metode Penelitian kuantitatif banyak menggunakan hitungan. dan pembuktian suatu hipotesa. subjek tunggal. pengukuran tingkat kejadian. Biasanya. dan tabel. matematika. Sedangkan penelitian non eksperimental terdiri berupa komparatif. deskriptif. fisika. Penelitian kuantitatif sering digunakan dalam berbagai disiplin ilmu. jurnalisme. antara lain eksperimen kuasi. baik ilmu-ilmu alam maupun ilmu sosial seperti biologi. sedangkan metode penelitian kualitatif menggunakan kata-kata atau deskripsi. Selanjutnya perlu diketahui bahwa metode penelitian kuantitatif mempunyai cakupan yang sangat luas. dengan kaidah-kaidah tertentu. survey. Metode penelitian ini berbeda dengan metode penelitian kualitatif karena menggunakan hitungan-hitungan.

http://badrussalam- muchtar.com/2011/12/makalah-penelitian-kualitatif-dan. Badrussalam.html diposkan pada tanggal 20 Desember 2011 .DAFTAR PUSTAKA Muchtar.blogspot. Makalah Kualitatif dan Kuantitatif.

Yogyakarta: Magister Administrasi Publik UGM Dr. MA. Sugiyono. 2008. Materi Kuliah Metode Penelitian Kuantitatif. Format Power Point Irwan Abdullah. 2010. M. H. 2004. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. APU. 2010. Sunar Wahid. Dr. Hamidi.Materi Kuliah Penelitian Kualitatif. 2004. Desember 20. M. Materi Kuliah Metode Penelitian Administrasi.Si.Si. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D Hamidi. Materi Kuliah Metode Penelitian Kuantitatif Diposkan oleh Badrussalam Muchtar Al-Habsy di Selasa. Malang: UMM Press. Materi Kuliah Metode Penelitian Administrasi. Metode Penelitian Kualitatif: Aplikasi Praktis Pembuatan Proposal dan Laporan Penelitian. M. Sunar Wahid. Bandung: Alfabeta.Prof. Hal 14-16 Sugiyono. 2011 . Yusrie Abadi. 2008. Metode Penelitian Kualitatif: Aplikasi Praktis Pembuatan Proposal dan Laporan Penelitian Irwan Abdullah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful