KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik

dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang berjudul “Jenis Metodelogi Penelitian dan Krangka Teori dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif” dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan. Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukanmasukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR ISI

Halaman Judul ............................................................................................................................. Kata Pengantar ............................................................................................................................. Daftar Isi ......................................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ............................................................................................................ 1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................... 1.3 Tujuan ..........................................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Metodelogi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif ....................................... 2.2 Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif ........................................................... 2.3 Kerangka Penelitian Kualitatif ..................................................................................... 2.4 Kerangka Penelitian Kuantitatif ...................................................................................

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ...................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

Hal ini dilakukan supaya pembaca mempunyai persamaan persepsi terhadap istilah atau terminologi yang berkaitan dengan penulisan skripsi.3 Tujuan 1. Berbagai macam definisi penelitian-penelitian dinyatakan oleh banyak penulis. Untuk mengetahui kerangka teori penelitian kualitatif . maka untuk menyeragamkan tata cara penulisan tersebut. siapakah pembaca tulisan ini dan dalam rangka kegiatan ilmiah apa akan disampaikan. namun jiwa dan penalarannya adalah sama. maupun matematik yang sering disebut sebagai analisis deskriptif kuantitatif. Secara umum penelitian dapat didefinisikan sebagai kegiatan manusia dalam rangka memperoleh pengetahuan secara sistematik dengan menggunakan alat-alat dan cara-cara tertentu. Berdasarkan pemikiran di atas. Secara luas suatu penelitian dapat berarti menemukan teori baru dengan menggugurkan teori lama. Bentuk luasnya bisa berbeda. Apa pengertian metodelogi penelitian kualitatif dan kuantitatif? 2. melainkan memahami dasar pikiran yang melandasinya. Untuk mengetahui pengertian metodelogi penelitian kualitatif dan kuantitatif 2. pemahaman interpretasi terhadap obyek penelitian. Untuk mengetahui perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif 3. Bagaimana kerangka teori penelitian kualitatif? 4. Pemilihan bentuk dan penulisan merupakan masalah selera dan preferensi perorangan maupun lembaga dengan memperhatikan berbagai factor lainnya. 1. seperti masalah apa yang sedang dikaji. maka perlu diterbitkan pedoman penyusunan usulan penelitian maupun Skripsi. Untuk mengetahui kerangka teori penelitian kualitatif 4. Apa perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif? 3.1 Latar Belakang Banyak sekali bentuk dan cara penulisan karya ilmiah yang kita temui. Pendekatan kuantitatif menggunakan alat uji statistik.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas dapat ditentukan suatu rumusan masalah sebagai berikut. menambahkan sesuatu yang baru pada teori lama. sedangkan pendekatan kualitatif lebih mendasarkan pada penalaran logis (logical reasoning). Atas dasar itu yang paling penting adalah bukan mengetahui teknik-teknik pelaksanaannya. atau benar-benar menemukan sesuatu yang baru yang belum ada sebelumnya. Bagaimana kerangka teori penelitian kuantitatif? 1. Bahkan pada saat ini sesuai dengan perkembangannya pendekatan kuantitatif ini tidak ada artinya sama sekali bila tanpa menggunakan pendekatan analisis kualitatif 1. Suatu penelitian ilmiah dapat menggunakan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif.BAB I PENDAHULUAN 1.

dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang teleh di tetapkan. dan disebut metode interpretive karena data hasil peneletian lebih berkenaan dengan interprestasi terhadap data yang di temukan di lapangan. Penarikan kesimpulan bersifat deduktif yaitu dari sesuatu yang bersifat umum ke sesuatu yang bersifat khusus. scientivic dan metode discovery. Metode ini sebagai metode scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/ empiris. . positivistic. Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional. Karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola). disebut metode kualitatif. Metode penelitian kualitatif sering di sebut metode penelitian naturalistik karena penelitianya di lakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). sedangkan penelitian kualitatif bersifat eksploratoris dan induktif.BAB II PEMBAHASAN 2. rasional dan sistematis. Karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. Selanjutnya metoda hase kualitatif sering dinamakan sebagai metode baru. metode ini dinamakan postpositivistik Karena berlandaskan pada filsafat post positifisme. di sebut juga metode etnographi.metode penelitian kuantitatif dapat di artikan sebagai metode penelitian yang di gunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. objektif. Jadi metode kuantitatif sering dinamakan metode tradisional.analisis data bersifat kuantitatif/statistic. Hal ini berangkat dari teori-teori yang membangunnya. terukur. metode scientific dan artistic. metode konfirmasi dan temuan. Penelitian kuantitatif dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif. karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. Bersifat konfirmasi disebabkan karena metode penelitian kuantitatif ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori yang telah ada. Penelitian bersifat mengkonfirmasi antara teori dengan kenyataan yang ada dengan mendasarkan pada data ilmiah baik dalam bentuk angka. Metode penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru karena popularitasnya belum lama.1 Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Metode kuantitatif dan kualitatif sering dipasangkan dengan nama metode yang tradisional dan metode baru. artistic dan interpretive research. pengumpulan data menggunakan instrument penelitian. metode positivistic dan metode postpositivistic. karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian.karena pada awalnya metode ini lebih banyak di gunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. Metode ini disebut sebagai metode positivistic karena berlandaskan pada filsafat positivisme. 2. postposivistic. Metode ini juga disebut metode discovery. Metode ini disebut juga sebagai metode artistic.2 Perbedaan Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Perbedaan mendasar dari metode penelitian kualitatif dengan metode penelitian kuantitatif yaitu terletak pada strategi dasar penelitiannya.

penelitian kuantitatif bertolak dari konsep (variabel) yang terdapat dalam teori yang dipilih oleh peneliti kemudian dicari datanya. Dari segi konsep atau teori. penelitian kuantitatif merumuskan hipotesis sejak awal. sedang penelitaian kualitatif mengutamakan penggunaan wawancara dan observasi. Kemudian variabel tersebut dicari dan ditetapkan indikator-indikatornya. Dari segi permasalahan atau tujuan penelitian.Hamidi menjelaskan setidaknya terdapat 12 perbedaan pendekatan kualitatif dengan kualitatif seperti berikut ini : 1. 2. 3. jumlah) sampelnya bersifat representatif (perwakilan) dan diperoleh dengan menggunakan rumus. kemudian “dibuktikan” melalui pengumpulan data yang lebih mendalam lagi. menemukan konsep atau teori. kemudian para responden bersama peneliti meberi penafsiran sehingga menciptakan konsep sebagai temuan. Dari segi teknik pengumpulan data. sedangkan penelitian kualitatif menanyakan atau ingin mengetahui tentang makna (berupa konsep) yang ada di balik cerita detail para responden dan latar sosial yang diteliti. 6. Penelitian kualitatif jumlah respondennya diketahui ketika pengumpulan data mengalami kejenuhan. teori atau menguji (retest) teori. Dari segi perspektifnya penelitian kuantitatif lebih menggunakan pendekatanetik. Hanya dari indikator yang telah ditetapkan tersebut dibuat kuesioner. yang berasal dari teori relevan yang telah dipilih. atau kadar satu variabel dengan cara pengukuran. Secara sederhana penelitian kuantitatif berangkat dari konsep. Di sisi lain penelitian kualitatif berangkat dari penggalian data berupa pandangan responden dalam bentuk cerita rinci atau asli mereka. Pengumpulan datanya diawali dari mewawancarai informanawal atau informan-kunci dan berhenti sampai pada responden yang kesekian sebagai sumber yang sudah tidak memberikan informasi baru lagi. sedangkan kualitatif mengembangkan . Sebaliknya penelitian kualitaif lebih menggunakan persepektif emik. persentase atau tabel-populasi-sampel serta telah ditentukan sebelum pengumpulan data. penelitian kuantitatif menanyakan atau ingin mengetahui tingkat pengaruh. Maksudnya berhenti sampai pada informan yang kesekian ketika informasinya sudah “tidak berkualitas lagi” melalui teknik . dalam arti bahwa peneliti mengumpulkan data dengan menetapkan terlebih dahulu konsep sebagai variabel-variabel yang berhubungan yang berasal dari teori yang sudah ada yang dipilih oleh peneliti. Dari segi hipotesis. Dari segi teknik memperoleh jumlah (size) responden (sample) pendekatan kuantitatif ukuran (besar. 5. melalui kuesioner untuk pengukuran variabel-variabelnya.menciptakan. Peneliti dalam hal ini mengumpulkan data berupa cerita rinci dari para informan dan diungkapkan apa adanya sesuai dengan bahasa dan pandangan informan. Jika ada maka hipotesis bisa ditemukan di tengah penggalian data. sedang penelitian kualitatif bisa menggunakan hipotesis dan bisa tanpa hipotesis. 4. keeretan korelasi atau asosiasi antar variabel. penelitian kuantitatif mengutamakan penggunaan kuisioner. pilihan jawaban dan skorskornya.

(Dari segi) analisis data penelitian kuantitatif dilakukan di akhir pengumpulan data dengan menggunakan perhitungan statistik. Dari segi alur pikir penarikan kesimpulan penelitian kuantitatif berproses secara deduktif. 7. Di sisi lain. konsep atau teori sebagai temuan. kemudian pengumpulan data dan menyimpulkan. Dengan menetapkan definisi operasional. sedang penelitian kualitatif analisis datanya dilakukan sejak awal turun ke lokasi melakukan pengumpulan data. berarti peneliti telah menetapkan jenis dan jumlah indikator. penelitian kuantitatif berupa angka atau tabel. sedangkan penelitian kualitatif tidak perlu menggunakan. dengan cara “mengangsur atau menabung” informasi. berdasarkan hasil perhitungan atau analisis statistik. 12. mengapa konsep tertentu dipilih. Bisa saja konsep tersebut merupakan istilah atau kata yang sering digunakan oleh para responden. mereduksi. 9. sebab merekalah yang yang lebih tepat untuk memberikan penjelasan terhadap data atau informasi yang telah diungkapkan. tanpa evaluasi dan interpretasi. diabstraksi serta dicari tema. pendekatan kuantitatif instrumennya adalah angket atau kuesioner. yakni prosesnya diawali dari upaya memperoleh data yang detail (riwayat hidup responden. Yang demikian sangat diperlukan agar responden sebagai sumber data menjadi lebih terbuka dalam memberikan informasi. penelitian kualitatif berproses secara induktif. penelitian kualitatif interpretasi data oleh peneliti melalui pengecekan dan kesepakatan dengan subjek penelitian. life sycle. Jadi penelitian kualitatif jumlah responden atau informannya didasarkan pada suatu proses pencapaian kualitas informasi. yakni dari penetapan variabel (konsep). penelitian kualitatif memiliki instrumen berupa peneliti itu sendiri. kemudian dikategori. . penelitian kuantitatif menggunakannya. berarti penelitian telah menggunakan perspektif etik bukanemik lagi. sebab informasi yang diberikan sama atau tidak bervariasi lagi dengan para informan sebelumnya. Dari segi kesimpulan.bola salju (snow-ball). Peneliti memberikan penjelasan terhadap interpretasi yang dibuat. berkenaan dengan topik atau masalah penelitian). 8. Jika penelitian kualitatif menggunakan definisi operasional. Di sisi lain. 10. Dari segi definisi operasional. 11. karena tidak akan mengukur variabel (definisi operasional adalah petunjuk bagaimana sebuah variabel diukur). Karena peneliti sebagai manusia dapat beradaptasi dengan para responden dan aktivitas mereka. yang berarti telah membatasi subjek penelitian mengemukakan pendapat. pengalaman atau pandangan mereka. mengelompokkan dan seterusnya sampai terakhir memberi interpretasi. life story. penelitian kuantitatif “sepenuhnya” dilakukan oleh peneliti. Dari bentuk sajian data. Dari segi instrumen. Di sisi lain. sedang penelitian kualitatif datanya disajikan dalam bentuk cerita detail sesuai bahasa dan pandangan responden.

4 Manfaat Penelitian. BAB I : PENDAHULUAN 1.2. Alas an tersebut dapat berupa preposisi atau hasil pengamatan awal. Format kualitatif ini tidak menutup kemungkinan adanya penambahan sub bab-sub bab yang diperlukan. Dalam latar belakang masalah secara tersurat harus jelas substansi permasalahan (akas permasalahan) yang dikaji dalam penelitian atau hal yang menimbulkan pertanyaan atau pernyataan penelitian. 1.1 Latar Belakang Masalah Bagian ini berisi penjelasan mengenai mengapa masalah yang dikemukakan dalam usulan penelitian ini dipandang menarik. penting dan perlu diteliti. 1. apabila sudah pernah diteliti. Dalam penelitian sastra dapat pula digunakan istilah fokus penelitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah.3 Kerangka Penelitian Kualitatif Kerangka penelitian merupakan kerangka dasar yang melandasi dilakukannya suatu penelitian. pembatasan masalah dan lain-lain. Juga berisi letak masalah yang akan diteliti dalam konteks permasalahan yang lebih besar/luas. seperti penjelasan judul. Dengan kata lain. Rumusan masalah adalah rumusan yang spesifik berupa pertanyaan atau pernyataan penelitian dan bilamana perlu sebelumnya dibuat identifikasi masalah yang akan diteliti. Kerangka penelitian terdiri dari 4 (empat) bab seperti akan diuraikan berikut ini. 1. Rumusan tentang tujuan umum dan atau tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian. Aspek-aspek atau sub bab yang diuraikan dalam format ini merupakan bagian yang wajib ada. baik dalam pengembangan teori maupun aplikasi. 1. Rumusan manfaat penelitian mampu memberikan gambaran bahwa hasil penelitian yang . 2) Beberapa bukti bahwa masalah yang diajukan belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan. unsur yang perlu diketengahkan dalam latar belakang masalah penelitian sekurang-kurangnya memuat hal-hal berikut: 1) penjelasan dan/atau alasan mengapa masalah dan/atau pertanyaan penelitian yang diteliti itu penting dan menarik. Harus dijelaskan pula bahwa masalah yang diteliti belum pernah diteliti orang lain. Rumusan masalah umumnya disajikan terpisah dari latar belakang masalah. serta peranan hasil temuan dalam pemecahan masalah yang lebih besar tersebut. Hal-hal yang akan dipaparkan di bawah ini mengacu pada format penelitian kualitatif. terutama sebagai landasan pemilihan masalah dan metode penelitian yang akan digunakan dalam rangka penulisan skripsi/Tesis.2 Rumusan Masalah. harus djelaskan mengapa harus diteliti ulang dan dijelaskan apa perbedaan otentik penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian yang sudah dilakukan. Berisi manfaat hasil penelitian.3 Tujuan Penelitian.

kebijakan. 1. undang-undang. dan lain-lain pada bidang bahasa.7. 1. tetapi juga mendiskusikan teori dan mengambil keputusan teori yang mana yang dipakai dalam penelitian. makalah seminar. Landasan teoritik yang merupakan pedoman dalam pemecahan masalah dan rumusan masalah penelitian dalam landasan teoritik. kajian isi. stilistika. dirumuskan secara operasional dan bisa diuji secara empiris.7.akan dicapai itu memiliki kontribusi terhadap perkembangan keilmuan atau kesenian sesuai dengan lingkup yang dikaji dan/atau memberikan jalan keluar permasalahan dalam kehidupan.7 Metode Penelitian Dalam bagian ini diuraikan tentang rencana kegiatan penelitian di lapangan. Bahan yang dikaji antara lain bersumber dari buku. makalah ilmiah dan jurnal. hasil penelitian.7. 1.6 Landasan Teori Isi landasan teori hendaknya berkaitan dengan permasalahan yang diteliti serta mampu memberikan gambaran tentang landasan teoritis dan metodologis terutama sebagai basis analisis data penelitian. Jenis penelitian juga dijabarkan berdasarkan pendekatan analisis yang ditetapkan.2 Data atau sumber data Berisi uraian secara rinci mengenai objek yang dikaji dalam penelitian (untuk penelitian kuantitatif digunakan istilah populasi dan sampel). Tinjauan tentang hasil-hasil penelitian terdahulu atau hal-hal lain yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. kajian semantik.5 Asumsi (tidak wajib ada) Asumsi penelitian merupakan pernyataan singkat tentang hubungan antar dua variabel atau lebih. Hal-hal yang diuraikan dalam metode penelitian adalah sebagai berikut: 1. Apabila ditinjau aspek pendekatan penelitian dapat dijabarkan jenis penelitian kualitatif atau kuantitatif. teks wacana. Landasan teori berisi hal-hal berikut: i. 1. ii. serta informasi dari media massa dan internet.1 Jenis Penelitian Bagian ini mengemukakan tipe penelitian yang akan dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan yaitu untuk menemukan pengetahuan tentang suatu fenomena (Taxonomical) ataukah bertujuan untuk menemukan teori-teori suatu ilmu (Theoritical). peneliti tidak hanya merangkai teori. misalnya pendekatan sosiologi sastra. 1. atau teks karangan siswa.3 Teknik Pengumpulan Data Bagian ini mengemukakan metode dan instrumen apa yang digunakan peneliti untuk pengumpulan data guna memperoleh fakta-fakta yang diperlukan untuk . dan lain-lain. novel atau teks lama pada bidang sastra. Sumber data dapat berupa teks sastra lisan.

Laporan untuk masyarakat akademik cenderung bersifat . BAB III: ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Analisis objek atau sumber data yang diteliti sesuai dengan rumusan masalah dan teori yang dipakai dalam landasan teori. 4. dan kesimpulan. Analisis data disesuaikan teori yang digunakan. BAB IV : SIMPULAN DAN SARAN Simpulan yang merupakan bab terakhir dari teks. saran dapat juga berisi himbauan bagi peneliti lain yang serupa tentang hal-hal yang perlu dikembangkan dalam analisisnya. 2.7. maka dalam bab ini dijelaskan tentang identitas pengarang secara jelas dan perjalanan hidupnya serta karyakaryanya. Teknik pengumpulan data tidak hanya menjelaskan definisi teknik. maka laporan penelitian kuantitatf perlu diatur sedemikian rupa sehingga pembaca laporan dapat dengan mudah menemukan setiap bagian yang dicarinya dan dapat memahaminya secara tepat. seperti lokasi penelitian. Laporan hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk skripsi terutama ditujukan untuk dikonsumsi oleh masyarakat akademik. Karena kompleksitas materi yang disajikan. dan lain-lain. mulai dari isi kajian terhadap berbagai teori yang bersifat substantif dan mendasar kepada hal-hal yang bersifat operasional teknis. 3. Penulis harus dapat membedakan antara dugaan. Untuk itu harus ada penyesuaian antara masalah yang hendak dipecahkan dengan metode pengumpulan data yang akan dikumpulkan. tetapi menjelaskan mengapa teknik tersebut diperlukan dan menjelaskan fungsi teknik dalam mendukung terkumpulnya data yang diperlukan dalam penelitian. harus mengemukakan secara singkat apa yang diperoleh dari penelitian. apabila menyangkut karya. penemuan. 1.mencapai tujuan penelitian. (Batas Proposal penelitian) 2. Selain itu.3 Teknik Analisis Data Bagian ini mengemukakan metode analsis data yang akan digunakan peneliti untuk memecahkan masalah penelitian yang sudah ditetapkan. simpulan merupakan jawaban singkat dari pertanyaan rumusan masalah. dan jenis data. Secara sederhana. Disini iapun dapat menyarankan sesuatu untuk diteliti lebih lanjut. karakteristik objek penelitian. Sedangkan saran memuat masukan dari peneliti kepada pihak-pihak yang terkait dengan objek atau subjek yang diteliti. BAB II : GAMBARAN UMUM PENELITIAN/PENGARANG DANKARYANYA Gambaran umum penelitian berisi tentang deskripsi seputar objek peelitian. Sinpulan harus sesuai dengan rumusan masalah yang diajukan.4 Kerangka Penelitian Kuantitatif Hal-hal yang disajikan dalam laporan penelitian kuantitatif pada umumnya bersifat kompleks. tujuan penelitian.

dan kesimpulan penelitian. jelas. 2) Beberapa bukti bahwa masalah yang diajukan belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan. Selain itu rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris. penting dan perlu diteliti. Contoh: “Adakah . apabila sudah pernah diteliti. Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaanpertanyaan yang ingin dicarikan jawabannya. dan subjek penelitian. (3) tujuan penelitian. berisi lengkap tentang apa yang diteliti. Dengan kata lain. Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat. mengikuti ketentuan dari perguruan tinggi atau kelompok masyarakat akademik. dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan itu. Oleh karena itu. cara melakukan penelitian. (5) asumsi dan keterbatasan penelitian. 1. untuk apa dan mengapa penelitian itu dilakukan. (4) manfaat penelitian. Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti. Dapat juga dikatakan bahwa perumusan masalah merupakan pernyataan yang lengkap dan terinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah.2 Rumusan Masalah. Format laporan cenderung baku. BAB I : PENDAHULUAN Pendahuluan adalah bab pertama dari skripsi yang mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab pertanyaan apa yang diteliti. Juga berisi letak masalah yang akan diteliti dalam konteks permasalahan yang lebih besar/luas. Alasan tersebut dapat berupa preposisi atau hasil pengamatan awal. Harus dijelaskan pula bahwa masalah yang diteliti belum pernah diteliti orang lain. Isinya disajikan secara lugas dan obyektif. bab pendahuluan ini pada dasarnya memuat (1) latar belakang masalah. harus djelaskan mengapa harus diteliti ulang dan dijelaskan apa perbedaan otentik penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian yang sudah dilakukan.1 Latar Belakang Masalah penjelasan mengenai mengapa masalah yang dikemukakan dalam usulan penelitian ini dipandang menarik. unsur yang perlu diketengahkan dalam latar belakang masalah penelitian sekurang-kurangnya memuat hal-hal berikut: 1) Penjelasan dan/atau alasan mengapa masalah dan/atau pertanyaan penelitian yang diteliti itu penting dan menarik. Dalam latar belakang masalah secara tersurat harus jelas substansi permasalahan (akar permasalahan) yang dikaji dalam penelitian atau hal yang menimbulkan pertanyaan atau peryataan penelitian. dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. mengapa hal itu diteliti. (2) rumusan masalah. dan (6) batasan istilah 1. serta peranan hasil temuan dalam pemecahan masalah yang lebih besar tersebut. padat.teknis. hasil-hasil yang diperoleh. 1. jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut.

tetapi dapat langsung memanfaatkan hasil pengukuran sikap yang diperolehnya. Kedua. maka rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan. 1. Hanya saja ada perbedaan dalam cara merumuskannya. Istilah yang perlu diberi batasan ialah istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok yang terdapat di dalam . etika. Asumsi substantif berhubungan dengan permasalahan penelitian. seandainya batasan itu tidak diberikan. Pertama. Dalam hal ini ia tidak perlu membuktikan kebenaran hal yang diasumsikannya itu. Tujuan penelitian mengungkapkan tentang sasaran yang ingin dicapai dengan dilakukannya penelitian terhadap masalah yang telah dikemukakan pada bagian sebelumnya. Asumsi dapat bersifat substantif atau metodologis. baik dalam pengembangan teori maupun aplikasi. Namun demikian seringkali pembahasan tentang asumsi dan keterbatasan penelitian diperlukan agar pembaca dapat menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada. keterbatasan penelitian berupa kendala yang bersumber dari adat.5 Asumsi dan Keterbatasan Penelitian Asumsi dan keterbatasan penelitian tidak harus selalu ada di dalam skripsi. Rumusan manfaat penelitian mampu memberikan gambaran bahwa hasil penelitian yang akan dicapai itu memiliki kontribusi terhadap perkembangan keilmuan atau kesenian sesuai dengan lingkup yang dikaji dan/atau memberikan jalan keluar permalahan dalam kehidupan. dan kepercayaan yang tidak memungkinkan peneliti untuk mencari data yang diinginkan. 1. 1.4 Manfaat Penelitian. Keterbatasan yang sering dihadapi menyangkut dua hal. Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian.6 Definisi Istilah atau Definisi Operasional Definisi istilah diperlukan apabila dipikirkan akan timbul perbedaan pemikiran atau kekurang-jelasan makna. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu kepada isi dan rumusan masalah penelitian. Berisi manfaat hasil penelitian. Contoh: “Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui besarnya hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestai belajar mereka dalam matapelajaran Matematika”. sedangkan asumsi metodologis berkenaan dengan metodologi penelitian.hubungan antara tingkat kecedasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika?”. keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksa dilakukan karena alasan-alasan prosedural dan teknik penelitian ataupun karena faktor logistik.3 Tujuan Penelitian. tradisi. Jika masalah penelitian dirumuskan dengan mengunkan kalimat tanya. Misalnya peneliti mengajukan asumsi bahwa sikap seseorang dapat diukur dengan menggunakan skala sikap. Keterbatasan penelitian menunjuk kepada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian. 1.

Kemudian prinsip relevansi diperlukan karena sangat kecil manfaatnya menguraikan teori atau hasil penelitian yang paling mutakhir dalam suatu cabang ilmu yang tidak ada sangkut-pautnya dengan masalah yang diteliti. Dari uraian diatas dapat dikemukakan bahwa kajian pustaka memuat dua hal pokok.skripsi. yaitu dugaan atau jawaban sementara terhadap permasalahan yang diajukan. Di samping itu. Penyusunan definisi operasional perlu dilakukan. Dengan demikian tidak sepenuhnya benar kalau ada orang yang mengangap bahwa penelitian ilmiah boleh diajukan hipotesis tanpa didukung oleh teori dan/ atau kerangka berpikir yang jelas dan mantap. 2. karena dengan teramatinya konsep atau konstruk yang diselidiki. kriteria bahwa suatu istilah mengandung konsep pokok ialah jika istilah itu terkait erat dengan masalah yang diteliti atau variabel penelitian. tetapi lebih menitikberatkan pada pengertian yang diberikan oleh peneliti. dan (2) prinsip relevansi (relevance). dan argumentasi atau hipotesis yang diajukan. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh jawaban yang dapat diandalkan. maka langkah berikutnya dalam metode ilmiah adalah mengajukan hipotesis. Prinsip kemutakhiran ini penting karena ilmu berkembang dengan cepat. jawaban sementara terhadap suatu masalah harus menggunakan pengetahuan ilmiah (ilmu) sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan. Contoh definisi operasional dari variabel “prestasi aritmatika” ialah kompetensi dalam bidang aritmatika yang meliputi menambah. membagi. dengan menggunakan desimal. Dalam kegiatan ilmiah. dalam arti tidak diuraikan asal-usulnya. Dengan prinsip kemutakhiran ini. . Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode. BAB II : KAJIAN PUSTAKA Setelah masalah berhasil dirumuskan dengan baik. Secara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan. mungkin sudah ditinggalkan pada periode yang lain. Definisi operasional diberikan kepada variabel yang akan diteliti. Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji biasanya didasarkan kepada dua kriteria yakni (1) prinsip kemutakhiran (recency) kecuali untuk penelitian historis. maka akan memudahkan proses pengukurannya. membuka kemungkinan bagi orang lain untuk melakukan hal yang serupa. Definisi istilah disampaikan secara langsung. mengalikan. Namun segera harus dicatat bahwa tidak setiap penelitian kuantitatif memuat hipotesis. mengurangi. sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain. yaitu deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang diteliti. Sebelum mengajukan hipotesis peneliti wajib mengkaji teori-teori dan hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang diteliti. peneliti dapat berargumentasi berdasar teori-teori yang pada waktu itu dipandang paling representatif.

Bahan yang dikaji antara lain bersumber dari buku. Namun tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesis penelitian. BAB III : METODOLOGI PENELITIAN Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab Metode Penelitian paling tidak mencakup (1) jenis Penelitian. serta (d) dapat diuji secara empiris. (5) Pengumpulan Data. padat. tetapi juga mendiskusikan teori dan mengambil keputusan teori yang mana yang dipakai dalam penelitian. kebijakan. (4) Instrumen Penelitian. (3) Rancangan Penelitian. (2) Populasi dan Sampel. 3. serta informasi dari media massa dan internet. Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional. Penelitian kuantitatif yang bersifat eksploratif dan deskriptif tidak membutuhkan hipotesis. makalah ilmiah dan jurnal. dan (6) Teknik Analisis Data. melainkan telah ditunjukkan sifat hubungan atau keadaan perbedaan itu. maka langkah berikutnya adalah penulisan hipotesis. (c) dirumuskan secara singkat. Tinjauan tentang hasil-hasil penelitian terdahulu atau hal-hal lain yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. Oleh karena itu. Contoh: “Ada hubungan positif antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika”. sub-bab hipotesis penelitian tidak harus selalu ada dalam skripsi hasil penelitian kuantitatif. Dalam landasan teori berisi hal-hal berikut: i. ii. Namun secara teknis hipotesis penelitian dicantumkan di bab I (Bab Pendahuluan) agar hubungan antara masalah yang diteliti dan kemungkinannya jawabannya menjadi lebih jelas. hasil penelitian. Artinya dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antar variabel. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Jika dirumuskan dalam bentuk perbedaan menjadi: “Siswa SMP yang tingkat kecerdasannya tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dalam matapelajaran Matematika dibandingkan dengan yang tingkat kecedasannya sedang”. Setelah semua teori yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dikupas secara keseluruhan. Rumusan hipotesis yang baik hendaknya: (a) menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih (b) dituangkan dalam bentuk kalimat deklaratif atau kalimat pernyataan. dan jelas. undang-undang. . peneliti tidak hanya merangkai teori. Landasan teoritik yang merupakan pedoman dalam pemecahan masalah dan rumusan masalah penelitian dalam landasan teoritik. makalah seminar.Isi landasan teori hendaknya berkaitan dengan permasalahan yang diteliti serta mampu memberikan gambaran tentang landasan teoritis dan metodologis terutama sebagai basis analisis data penelitian.

misalnya pendekatan sosiologi sastra. maka semakin besarlah kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya. deskriptif. dalam penelitian non-eksperimental pun uraian mengenai rancangan penelitian masih tetap diperlukan. Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian sangat penting dilakukan agar jumlah sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat. Rancangan penelitian dapat diartikan sebagai strategi mengatur latar (setting) penelitian agar peneliti memperoleh data yang tepat (valid) sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Pemilihan rancangan penelitian dalam penelitian eksperimental selalu mengacu pada hipotesis yang akan diuji. 3. Oleh karena itu. Tujuannya adalah supaya sampel yang dipilih benar-benar representatif. 3. akan lebih cocok menggunakan istilah subjek penelitian. Jenis penelitian juga dijabarkan berdasarkan pendekatan analisis yang ditetapkan. stilistika. 3. Sesudah itu barulah diuraikan tentang . Dalam penelitian eksperimental.1 Jenis Penelitian Bagian ini mengemukakan tipe penelitian yang akan dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan yaitu untuk menemukan pengetahuan tentang suatu fenomena (Taxonomical) ataukah bertujuan untuk menemukan teori-teori suatu ilmu (Theoritical). serta (c) besarnya sampel. Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi. dalam arti mencerminkan keadaan populasinya secara cermat. (b) prosedur dan teknik pengambilan sampel. sub-bab instrumen penelitian bisa diganti dengan „alat dan bahan‟ Pada bagian ini terlebih dahulu dikemukakan jabaran (variabel-variabel) yang diteliti sampai terwujud dalam bentuk indikator-indikator. Apabila ditinjau aspek pendekatan penelitian dapat dijabarkan jenis penelitian kualitatif atau kuantitatif. rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan (mengontrol) variabel-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat (dependent variabel).4 Instrumen Penelitian Dalam bidang ilmu eksakta istilah instrumen penelitian kadangkala dipandang kurang tepat karena belum mencakup secara keseluruhan hal-hal yang digunakan dalam penelitian. Jika keadaan sampel semakin berbeda dengan karakteristik populasinya.2 Populasi dan Sampel Istilah populasi dan sampel tepat digunakan jika penelitian yang dilakukan memakai sampel sebagai subjek penelitian. kajian semantik.3.3 Rancangan Penelitian Pembahasan mengenai rancangan atau disain (design) penelitian yang dipilih menjadi sangat penting apabila penelitian yang dilaksanakan termasuk dalam jenis penelitian eksperimental. dan lain-lain. Meskipun demikian. Kerepresentativan sampel merupakan kriteria terpenting dalam pemilihan sampel dalam kaitannya dengan maksud mengeneralisasikan hasil-hasil penelitian terhadap sampel kepada populasinya. Dari uraian di atas dapat diringkaskan bahwa hal-hal yang dibahas dalam bagian Populasi dan Sampel adalah: (a) identifikasi dan batasan-batasan tentang populasi atau subjek penelitian.

Untuk alat dan bahan. Tidak demikian halnya dengan statistik non-parametrik. maka uraian tentang analisis ini perlu dilakukan secara lebih rinci. Apabila teknik analisis data yang dipilih sudah cukup dikenal. Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. maka pembahasannya tidak perlu dilakukan secara panjang lebar. ada dua jenis statistik yang dapat dipilih. harus disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai. (b) kualifikasi dan jumlah personel yang terlibat dalam proses pengumpulan data. Namun untuk dapat menerapkannya secara tepat banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Syarat berikutnya ialah dimilikinya tingkat keterandalan (reliabilitas) yang memadai. walaupun tidak dapat dilewatkan dalam proses pelaksanaan penelitian.prosedur pengembangan instrumen yang dibuat cocok (valid) dengan variabel yang diukur ditinjau dari segi isinya (content validity). perlu dijelaskan cara pemilihan serta upaya mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas. Di samping mengemukakan tentang jenis atau teknik analisis data yang digunakan. serta (c) jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data. Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametrik dan statistik non-parametrik. tetap ada kewajiban darinya untuk melaporkan karakteristik (validitas dan reliabilitas) dari insrumen yang dipakai Hal lain yang juga perlu diungkapkan dalam pembahasan instrumen penelitian ialah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan/ pernyataan. Dilihat dari metodenya. perlu juga dijelaskan tentang alasan pemilihannya. menemui pejabat yang berwenang dan hal lain yang sejenis tidak perlu dilaporkan. Apabila instrument yang digunakan tidak dibuat sendiri oleh peneliti. Oleh karena itu. yaitu: statistik deskriptif dan statistik inferensial. 3. Beberapa teknik analisis statistik parametrik memang lebih canggih dan karenanya mampu memberikan informasi yang lebih akurat jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis dalam statistik non-parametrik. 3. Jika peneliti menggunakan orang lain sebagai pembantu pelaksana pengumpul data. Ketepatan (validitas) merupakan syarat pokok pertama yang harus dipenuhi oleh sebuah instrumen yang baik. . hal yang pokok untuk diperhatikan dalam analisis data ialah ketepatan teknik analisisnya bukan kecanggihannya. Sebaliknya.6 Teknik Analisis Data Pada bagian ini diuraikan tentang jenis analisis statistik yang digunakan. jika teknik analisis data yang digunakan tidak sering digunakan (kurang populer).5 Pengumpulan Data Isi bahasan dalam bagian ini menguraikan tentang: (a) langkah-langkah yang ditempuh dan teknik yang dipakai untuk pengumpulan data. Proses mendapatkan ijin penelitian.

4. Sekali lagi penjelasan terhadap hasil pengujian hipotesis ini terbatas pada interpretasi atas angka statistik yang diperoleh dari perhitungan maupun „print out‟ komputer (program SPSS). Dengan kata lain.3 Pengujian Hipotesis Pemaparan tentang hasil pengujian hipotesis pada dasarnya tidak berbeda dengan penyajian temuan penelitian untuk masing-masing variabel. tidak mencakup pendapat pribadi (interpretasi) peneliti. dan masing-masing diikuti dengan hasil pengujiannya serta penjelasan atas hasil pengujian itu secara ringkas dan padat. BAB V : PENUTUP Pada bab V atau bab terakhir dari skripsi dimuat dua hal pokok. Temuan penelitian yang sudah disajikan dalam bentuk angka-angka statistik. Namun sebelum itu perlu juga dicantumkan mengenai gambaran umum daerah penelitian untuk mengetahui berbagai hal yang berhubungan dengan daerah penelitian. Rumus-rumus dan perhitungan yang digunakan untuk menghasilkan temuan-temuan tersebut diletakkan di dalam lampiran. Materi yang disajikan dalam bab IV dari skripsi adalah temuan-temuan yang penting dari variabel yang diteliti dan hendaknya dituangkan secara singkat namun bermakna. BAB IV : ANALISIS DATA DAN PENGUJIAN HIPOTESIS Dalam penelitian yang menguji hipotesis. 5.4. Bagian kedua memuat uraian tentang hasil pengujian hipotesis. tabel maupun grafik tidak dengan sendirinya bersifat komunikatif. seperti lokasi penelitian. atau yang lain. yaitu simpulan dan saran. nilai rerata (mean).2 Deskripsi Data Dalam deskripsi data untuk masing-masing variabel dilaporkan hasil penelitian yang telah diolah dengan teknik statistik deskriptif seperti distribusi frekuensi disertai dengan grafik yang berupa histogram. Namun bahasan pada tahap ini perlu dibatasi pada hal-hal yang bersifat faktual. struktur organisasi. 5. maka dalam bab ini dijelaskan tentang identitas pengarang secara jelas dan perjalanan hidupnya serta karya-karyanya. Penjelasan terhadap hal tersebut masih diperlukan. karakteristik objek penelitian. apabila menyangkut karya. laporan mengenai hasil-hasil yang diperoleh sebaiknya dibagi menjadi dua bagian besar.1 Simpulan Isi dari simpulan penelitian yang pertama dan utama ialah yang terkait langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Hipotesis penelitian perlu dikemukakan dalam bab ini sekaligus dengan rumusan hipotesis nol. dan lain-lain. 4. Bagian pertama berisi uraian (deskripsi) tentang karakteristik masing-masing variabel.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian Gambaran umum daerah penelitian berisi tentang deskripsi seputar objek penelitian. simpulan penelitian terikat secara . simpangan baku. 4. Setiap variabel dilaporkan dalam sub-sub tersendiri dengan merujuk kepada rumusan masalah atau tujuan penelitian.

Simpulan juga dapat ditarik dari hasil pembahasan. . Saran dapat ditujukan kepada perguruan tinggi. 5. ia tidak mengalami kesulitan dalam menafsirkan atau mengaplikasikannya. Artinya. dinas.substantif terhadap temuan-temuan penelitian yang mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Di samping itu. lembaga pemerintah maupun swasta. tujuan penelitian. hasil yang diperoleh dan simpulan penelitian tetap dipelihara. instansi. atau yang lain yang dianggap layak. Saran yang baik nampak dari rumusannya yang bersifat rinci dan operasional. Dengan demikian. Simpulan penelitian merangkum semua hasil penelitian yang telah diuraikan secara lengkap dalam bab IV. pembahasan. dan simpulan hasil penelitian. namun yang benar-benar relevan dan mampu memperkaya temuan penelitian yang diperoleh. konsistensi isi dan tata ururtan rumusan masalah. jawatan.2 Saran Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber pada temuan penelitian. saran yang diajukan kendaknya telah spesifik. jika orang lain hendak melaksanakan saran itu. Tata urutannya pun hendaknya sama dengan yang ada di dalam bab IV. Dengan demikian saran tersebut tidak keluar dari batas-batas lingkup dan implikasi penelitian.

Selanjutnya perlu diketahui bahwa metode penelitian kuantitatif mempunyai cakupan yang sangat luas. matematika. dengan kaidah-kaidah tertentu. statistik. baik ilmu-ilmu alam maupun ilmu sosial seperti biologi. jurnalisme. Hal ini tergantung pada objek atau data yang anda pakai dalam penelitian. prediksi suatu variabel berdasarkan variabel lain. ekonomi. Metode penelitian ini berbeda dengan metode penelitian kualitatif karena menggunakan hitungan-hitungan. dan sebagainya. dan lain sebagainya. sedangkan metode penelitian kualitatif menggunakan kata-kata atau deskripsi. pembuktian sesuatu. deskriptif. Penelitian kuantitatif sering digunakan dalam berbagai disiplin ilmu. Biasanya. subjek tunggal. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan quesioner. Penelitian kuantitatif sendiri bertujuan untuk mengembangkan dan menggunakan teori-teori. Bagian sentral dari penelitian ini adalah proses pengukurannya karena ini dapat memberikan hubungan yang fundamental antara ekspresi matematis dan pengamatan empiris dari hubungan-hubungan kuantitatif. dan pembuktian suatu hipotesa. model-model matematis. Secara umum metode penelitian ini dibedakan menjadi dua. yaitu eksperimental dan noneksperimental. tindakan atau eksperimen. fisika. survey.1 Kesimpulan Jenis Metode Penelitian kuantitatif banyak menggunakan hitungan. Sedangkan penelitian non eksperimental terdiri berupa komparatif. . dan hipotesis yang berhubungan dengan fenomena alam.BAB III PENUTUP 3. sosiologi. Sifat-sifat yang terdapat dalam Penelitian kuantitatif antara lain berisi penghitungan besaran atau jumlah. dan lain sebagainya. korelasional. Penelitian yang digunakan untuk Penelitian Kuantitatif ini merupakan penelitian yang sistematis terhadap fenomena-fenomena yang terjadi beserta hubungan-hubungannya. kimia. antara lain eksperimen kuasi. Penelitian eksperimental terdiri dari beberapa bagian. dan tabel. pengukuran tingkat kejadian. Anda dapat menentukan penelitian kuantitatif mana yang akan anda gunakan dalam skripsi anda.

html diposkan pada tanggal 20 Desember 2011 .com/2011/12/makalah-penelitian-kualitatif-dan. Badrussalam.DAFTAR PUSTAKA Muchtar. Makalah Kualitatif dan Kuantitatif.blogspot. http://badrussalam- muchtar.

Hamidi. M.Si. MA.Si. 2011 . 2010. Sunar Wahid. M. 2004. Materi Kuliah Metode Penelitian Administrasi.Materi Kuliah Penelitian Kualitatif. Metode Penelitian Kualitatif: Aplikasi Praktis Pembuatan Proposal dan Laporan Penelitian. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Materi Kuliah Metode Penelitian Kuantitatif. Materi Kuliah Metode Penelitian Kuantitatif Diposkan oleh Badrussalam Muchtar Al-Habsy di Selasa. H. Yogyakarta: Magister Administrasi Publik UGM Dr. 2008. Sugiyono. APU. Malang: UMM Press. Metode Penelitian Kualitatif: Aplikasi Praktis Pembuatan Proposal dan Laporan Penelitian Irwan Abdullah. M. Dr. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D Hamidi. Materi Kuliah Metode Penelitian Administrasi.Prof. Hal 14-16 Sugiyono. Yusrie Abadi. 2004. Sunar Wahid. 2010. Desember 20. Format Power Point Irwan Abdullah. 2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful