P. 1
Hikmah Pelaksanaan Shalat Dan Zakat Dalam Islam

Hikmah Pelaksanaan Shalat Dan Zakat Dalam Islam

|Views: 309|Likes:
Published by Risna Julianti

More info:

Published by: Risna Julianti on Jun 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2015

pdf

text

original

TUGAS KELOMPOK AGAMA

HIKMAH DAN PELAKSANAAN SHALAT DAN ZAKAT DALAM ISLAM

NAMA MATA KULIAH KELOMPOK ANGGOTA

: PENDIDIKAN AGAMA ISLAM : IV (EMPAT) :

1. RISNA JULIANTI 2. ADHITIYAWARMAN 3. DEPAS SENO PRAMONO 4. GITO JOENI SAPUTRA DOSEN

1110952055 1110952056 1110952046 1110952014

: Drs.H..MURSAL SAWAUN HUSEIN,M.Ag

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS, PADANG SEMESTER GANJIL 2011/2012

HIKMAH DAN PELAKSANAAN SHALAT DAN ZAKAT DALAM ISLAM

1. Hikmah Dan Pelaksanaan Shalat Menurut bahasa, shalat berarti do’a dan menurut istilah shalat adalah suatu bentuk ibadah yang terdiri atas gerakan-gerakan dan ucapanucapan yang dimulai dengan takbiratur ihram dan diakhiri dengan salam dengan syarat-syarat tertentu. Shalat dalam agama islam menempati tempat yang paling tinggi diantara ibadah-ibadah yang lain, bahkan Nabi menempatkannya sebagai tiang agama, sebagaimana sabda nabi : “ pokok urusan ialah Islam, sedangkan tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah berjuang di jalan Allah ” (al-hadist). Shalat merupakan satu-satunya kewajiban muslim yang tidak pernah gugur sepanjang masih ada akal sehatnya. Karena itu Nabi mengajarkan shalat tidak hanya dalam kondisi biasa, tapi juga dalam keadaan sakit, di perjalanan bahkan dalam kondisi perang dan ketakutan. Oleh karena itu, setiap kondisi tersebut memiliki cara-cara tersendiri untuk melaksanakan shalat. Adanya keringanan untuk melaksanakan shalat membuktikan bahwa islam tidak kaku dalam penetapan hukumnya, tapi disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing individu. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 286 yang artinya : “ Allah tidak membebani seseorang kecuali dalam batas kemampuannya.”

Shalat yang wajib dikerjakan selain shalat lima waktu adalah shalat jum’at dan shalat ini hanya wajib dilakukan oleh laki-laki. Shalat jum’at dikerjakan secara berjama’ah pada waktu Zuhur di hari jum’at sebanyak dua raka’at yang didahului dengan khutbah. Selain shalat wajib, juga terdapat shalat sunat yang artinya ibadah yang dianjurkan pengerjaanya untuk meningkatkan dan pengalaman agama dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Contoh shalat sunat antara lain shalat sunat rawatib, shalat dhuha, shalat sunat tahajjud dan sebagainya. Shalat lima waktu merupakan bentuk ibadah harian disamping bentuk penghambaan seorang muslim kepada Allah, didalamnya terkandung hikmah yang dalam, yaitu sebagai pengontrol manusia dalam melakukan kegiatannya sehari-hari. Karena muslim yang melaksanakan shalat dengan konsisten dapat menjaga dan memelihara kehidupannya sehari-hari. Karena itu, shalat yang dilakukan lima kali sehari semalam akan dapat mencegah dari perbuatan dosa dan kemungkaran, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ankabut ayat 45, yang artinya “ Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatandosa dan mungkar”. Menurut Fazlu Rahman (1996) ada beberapa dampak (pengaruh) positif ibadah shalat. 1. Pengaruh dalam pembentukan kepribadian seorang muslim : a. Menjaga dan memelihara ketepatan waktu. b. Meningkatkan rasa tanggung jawab dan kewajiban melaksanakan sesuatu. c. Latihan mendisiplinkan diri. d. Menempa dan membina watak seseorang. e. Tekun dan mengendalikan diri sendiri. f. Menumbuhkan sifat sabar dan tabah. g. Mendidik kerapian dan ketepatgunaan. h. Membentuk sifat rendah hati.

2. Pengaruh bagi kehidupan sosial kemasyarakatan a. Melatih hidup berorganisasi dan menumbuhkan disiplin sosial b. Menjadikan mesjid sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan c. Meningkatkan semangat kerja sama dan toong menolong d. Menerapkan azas persaudaraan e. Latihan perjuangan f. Menumbuhkembangkan sikap menghormati orang lain g. Berpandangan luas dan toleran (menenggang pendirian yang berbeda dengan pendirian sendiri) h. Menggalang persatuan dan kesatuan Didalam melaksanakan shalat kita harus khusyu’ (sungguhsungguh), penuh penyerahan dan kebulatan hati, maka orang akan memperoleh kemenangan seperti imbauan azan setiap kali hendak mendirikan shalat “ marilah shalat, marilah merebut kemenangan”.

2. Hikmah Dan Pelaksanaan Zakat Menurut asal katanya zakat berarti tambah, bersih atau suci . sedangkan menurut terminologi syari’ah, zakat adalah pengeluaran sebagian harta kepada mereka yang telah ditetapkan menurut syari’at. Mengeluarkan zakat hukumnya wajib bagi orang yang mempunyai harta yang telah mencapai nisab atau ketentuan minimal pemilikan harta yang kena zakat. Firman Allah dalam surat Al-Baaqarah ayat 43 yang artinya “ dan dirikanlah shalat, dan keluarkanlah zakat, dan tunduklah bersama orang-orang yang tunduk”. Berikut jumlah nisab dan jumlah zakat yang harus dikeluarkan : 1. Jenis harta : Binatang Ternak NO NAMA NISAB ZAKATNYA

1 2 3

Unta Sapi/Kerbau Kambing

5 ekor 30 ekor 40 ekor

1 ekor kambing umur 2 tahun lebih 1 ekor anak sapi umur 2 tahun lebih 1 ekor anak kambing/biri-biri

2. Jenis Harta : Emas dan Perak

NO 1 2

NAMA Emas Perak

NISAB 93,6 gram 624 gram

ZAKATNYA 2,5 % 2,5 %

3. Jenis Harta : Buah-buahan NO 1 A 2 NAMA Kurma Anggur NISAB 930 930 ZAKATNYA 10 % 10 %

Adapun harta yang diperoleh dari peniagaan dan perdagangan zakatnya sebesar 2,5%, demikian juga harta yang diperoleh melalui kegiatan profesi seperti dokter, pengacara dan sebagainya. Orang-orang yang berhak menerima zakat telah di tetapkan Allah dalam al-Qur’an pada surat at-Taubah ayat 60, yang artinya “sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, miskin, dan pengurus zakat, muallaf yang baru dibina jiwanya kearah islam, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan orang yang sedang dalam perjalanan. Demikian itu adalah ketetapan yang diwajibkan Allah dan Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. Zakat pada dasarnya merupakan implementasi manusia tentang hak milik mutlak yang terdapat pada Allah, pada dasarnya segala yang ada di alam ini merupakan milik Allah dan manusia diamanatkan untuk menggunakan dan memanfaatkannya. Oleh karena itu, pada setiap harta

yang didapat manusia terdapat hak Allah yang harus ditunaikan berdasarkan aturan yang ditetapkan-Nya,yaitu zakat. Didalam harta yang kita miliki terdapat hak-hak pihak lain dan apabila hak-hak pihak lain yang terdapat di dalam harta tersebut tidak dikeluarkan, maka bukan kenikmatan yang didapat melainkan penyakitpenyakit batin yang menjauhkan dari ketenangan dan ketentraman. Selain sebagai ibadah, zakat memiliki beberapa

hikmah,diantaranya : 1. Membersihkan dan mensucikan harta seseorang. Maksudnya untuk membersihkan hati orang kaya dari sifat kikir,tamak, dan lain-lain. 2. Mengembangkan jiwa merdeka orang yang punya. Karena dengan zakat, jiwanya akn bebas dari perbudakn harta. 3. Sebagai pertanggungan sosial. 4. Mendekatkan hati orang kaya dengan orang miskin. 5. Pemerataan rezeki.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->