LANDING GEAR SYSTEMS Landing gear pesawat tetap ( fix wing ) terdiri dari main landing gear dan

lending gear tambahan lending gear utama menhan beban pesawat selama di darat atau di air: berbagai macam lending gear seperti wheel, float, skis. Dan dengan control dan peringatan pertama, cowling, fairing dan struktur utama yang diperlukan yang terpasang di struktur utama. Landing gear tambahan terdiri dari tail atau nose wheel istalasi, out board potoons dan skids. Banyak pesawat menggunakan trycycle arrangement ini banyak di gunakan pada pesawat besar tapi sekarang hampis semua mengunakannya. Komponen dari trycycle landing gear terdiri dari noese gear dan main gear. Ada tga keuntungan dari trycycle landing gear: 1. 2. 3. Memberikan tekanan yang besar pada break systems pada saat kecepatan tinggi ( high landing speed ) Memberikan penglihatan yang baik bagi pilot selama taxiing dan landing. Untuk menjaga pada posisi stright line pada saat bergerak.

Beberapa landing gear mempunyai multiple wheel memerlukan area yang luas tetapi bisa sebagai pengaman jika salah satu dari wheel pecah. Pesawat besar bisa mengunakan wheel empat atau lebih. Ketika lebih dari dua wheel dilekatkan pada satu strut maka memerlukan alat pelekat yang disebut “bogie” Trycycle landing gear terdiri dari banyak komponen: air/oil shock struts, main gear eligment unit, support unit, retration, nose wheel steering systems, aircarft wheel tires, tubes, sefety divase, auxiliary gear protective dives, dan break systems. Type penimatic/hydraulic shock strut menggunakan combinasi tekanan ( compresi ) dengan hydraulic fluid untuk menyerap dan menghilangkan beban goncangan. Shock strut mempunyai dua tabung cylinder, dua cylinder itu terdiri dari cylinder dan piston. Dari atas sampai bawah merupakan pergerakan fluida, bagian bawah selalu di isi oleh fluida ketika bagian atas di isi oleh udara bertekanan. Sebuah orifice diletakan antara dua camber yang menahan laju fluida masuk kecamber atas selama komressi dan kembali lagi kebawah selama extesion ( memanjang ) strut.

2. TURNION SPPORT AND BRACKETS : Sebagai attachment landing gear dengan fuslage. Retraction 1. ( tidak bergerak pada saat extaned ).Metering pin mengatur kecepatan fluida yang mengalir dari lower camber ke upper camber. Tekanan membuat bagian inner cylinder masuk ke outer cylinder. metering pin bergerak keatas. Pada saat langkah penekanan panas diserap dan diteruskan ke dinding shock strut. Suport. 3. TORGUE LINKS : Tersambung dengan shoct strut cylinder. Landing gear Alingment (pensejajar). bagian atas dari drag strut terhubung ke aircraft struktur dan bagian bawah ke schock strut. torgue tergantung di tengah-tengah sehingga piston hanya bisa bergerak keatas atau kebawah. Disetiap shock strut terdapat inlet dan air assembly terletak didekat bagian atas masing-masing shock strut untuk mengisi ulang strut dengan fluida dan udara bertekanan. Shcok struts Shock strut didalamnya terdiri dari hydraulic unit yang mensupor aircraft di darat dan melindungi aircraft struktur dengan menyerap goncangan yang besar pada saat landing. Selama langkah kompresi kecepatan aliran fluida tidaklah konstan tapi dicontrol otomatis oleh variabel shape dari metering pin. DRAG STRUT : Menahan landing gear selama taxiing agar tidak terlipat. jika fluida melalui oriface. Langkah penekanan pada shock struts terjadi dimulai pada saat aircraft wheel menyentuh ranway dan masa pesawat dialirkan/diteruskan keruangan shock struts. Yang terdapat pivot yang mebuat gear bisa extened dan retracted. AXLE ( sumbu ) : sumbu turun naiknya landing gear. 4. dan dengan variabel shape mengatur kecepatan fluida pada langkah kompresi. Bila shock strut tidak memikul beban pesawat maka udara yang bertekanan yang terletak di upper cylinder akan menekan fluida kembali kebawah. LANDING GEAR RETRATION SYSTEM .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful