Poiters Pancasila dalam Kontek Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama 1.

Secara historis dan filosofis, Pancasila adalah hasil renungan, pemikiran dan kajian dari para founding father mengenai dasar Negara Republik Indonesia yang nantinya akan merdeka. Oleh karena itu, sangat mungkin subyektivitas dari para perumus Pancasila, yang berasal dari pengaruh agama, aliran politik, ideology, pendidikan, kebudayaan, pengalaman dan sebagainya, amat mempengaruhi pemikiran mereka mengenai Pancasila itu sendiri. 2. Rumusan Pancasila mencerminkan realitas keindonesiaan yang majemuk, baik dilihat dari sisi suku bangsa dan agama. Bahkan di masing-masing agama tumbuh bersekte-sekte atau aliran; dari yang masih dalam mainstream ahlussunah wal jamaah hingga yang sudah mengarah kepada inkarussunah, dan bahkan Indonesia menjadi lading tumbuh subur aliran-aliran sesat. 3. Rumusan Pancasila yang kita kenal sekarang ini merupakan kesepakatan atau consensus bersama dari masyarakat Indonesia yang plural, baik dari sisi etnis, golongan, agama dan sebagainya. Lajimnya suatu consensus, bisa jadi berasal dari suatu perdebatan yang tajam, namun untuk kepentingan yang lebih luas, akhirnya kepentingan subyektif atau kelompok dikalahkan. Oleh karena umat Islam adalah terbesar di negeri ini, maka wajar manakala dikatakan Pancasila

umat Islam memberikan kontribusi besar dalam perumusan Pancasila sebagai dasar Negara.

Kerukunan antar pandangan Islam

umat

beragama

menurut

42 Votes Kerukunan adalah istilah yang dipenuhi oleh muatan makna “baik” dan “damai”. Intinya, hidup bersama dalam masyarakat dengan “kesatuan hati” dan “bersepakat” untuk tidak menciptakan perselisihan dan pertengkaran (Depdikbud, 1985:850). Bila pemaknaan tersebut dijadikan pegangan, maka “kerukunan” adalah sesuatu yang ideal dan didambakan oleh masyarakat manusia. Namun apabila melihat kenyataan, ketika sejarah kehidupan manusia generasi pertama keturunan Adam yakni Qabil dan Habil yang berselisih dan bertengkar dan berakhir dengan terbunuhnya sang adik yaitu Habil; maka apakah dapat dikatakan bahwa masyarakat generasi pertama anak manusia bukan masyarakat yang rukun? Apakah perselisihan dan pertengkaran yang terjadi saat ini adalah mencontoh nenek moyang kita itu? Atau perselisihan dan pertengkaran memang sudah sehakekat dengan kehidupan manusia sehingga dambaan terhadap “kerukunan” itu ada karena “ketidakrukunan” itupun sudah menjadi kodrat dalam masyarakat manusia?. Pertanyaan seperti tersebut di atas bukan menginginkan jawaban akan tetapi hanya untuk mengingatkan bahwa manusia itu

Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan umat Islam dapat berhubungan dengan siapa saja tanpa batasan ras. baik kebutuhan material maupun spiritual. hubungan yang akrab dan merasa senasib sepenanggungan. Kerja sama intern umat beragama Persaudaraan atau ukhuwah.Ukhuwwah fid din al islam. Ukhuwah yang islami dapat dibagi kedalam empat macam. dan agama. merupakan salah satu ajaran yang mendapat perhatian penting dalam islam. . manusia memerlukan kerja sama dengan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Al-qur’an menyebutkan kata yang mengandung arti persaudaraan sebanyak 52 kali yang menyangkut berbagai persamaan.Adam dan Hawa. bangsa. . dan agama. antara cita-cita dan yang tercipta. baik persamaan keturunan. Sebagai makhluk social. kepedulian.Ukhuwah ’ubudiyah atau saudara sekemakhlukan dan kesetundukan kepada Allah.Ukhuwah wathaniyah wannasab. antara harapan dan kenyataan. Ajaran Islam menganjurkan manusia untuk bekerja sama dan tolong menolong (ta’awun) dengan sesama manusia dalam hal kebaikan. . A. Esensi dari persaudaraan terletak pada kasih sayang yang ditampilkan bentuk perhatian.Ukhuwah insaniyah (basyariyah). karena semua berasal dari ayah dan ibu yang sama.yaitu persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan. masyarakat. persaudaraan sesama muslim. Nabi menggambarkan hubungan persaudaraan dalam haditsnya yang artinya ” Seorang . dalam arti seluruh umat manusia adalah bersaudara. bangsa.yaitu : . keluarga. Manusia ditakdirkan Allah Sebagai makhluk social yang membutuhkan hubungan dan interaksi sosial dengan sesama manusia.senantiasa bergelut dengan tarikan yang berbeda arah.

apabila salah satu anggota tubuh terluka. Konsep tanawwul al ’ibadah (keragaman cara beribadah). Persatuan di kalangan muslim tampaknya belum dapat diwujudkan secara nyata. Dalam hal agama. Salah satu masalah yang di hadapi umat Islam sekarang ini adalah rendahnya rasa kesatuan dan persatuan sehingga kekuatan mereka menjadi lemah. Perbedaan pendapat dan penafsiran pada dasarnya merupakan fenomena yang biasa dan manusiawi. Untuk menghindari perpecahan di kalangan umat islam dan memantapkan ukhuwah islamiyah para ahli menetapkan tiga konsep. Perpecahan itu biasanya diawali dengan adanya perbedaan pandangan di kalangan muslim terhadap suatu fenomena. Kebersamaan di akalangan muslim dikenal dengan istilah ukhuwwah Islamiyah atau persaudaraan yang diikat oleh kesamaan aqidah. Salah satu sebab rendahnya rasa persatuan dan kesatuan di kalangan umat Islam adalah karena randahnya penghayatan terhadap nilai-nilai Islam. Konsep ini mengakui adanya keragaman yang dipraktekkan . di kalangan umat islam misalnya seringkali terjadi perbedaan pendapat atau penafsiran mengenal sesuatu hukum yang kemudian melahirkan berbagai pandangan atau madzhab. maka seluruh tubuh akan merasakan demamnya. Persatuan dan kesatuan sebagai implementasi ajaran Islam dalam masyarakat merupakan salah satu prinsip ajaran Islam.mukmin dengan mukmin yang lain seperti satu tubuh. Perbedaan kepentingan dan golongan seringkali menjadi sebab perpecahan umat. Ukhuwwah adalah persaudaraan yang berintikan kebersamaan dan kesatuan antar sesama.yaitu : 1. karena itu menyikapi perbedaan pendapat itu adalah memahami berbagai penafsiran.

3. melainkan Allah SWT yang baru akan kita ketahui di hari akhir. . Hasil dari ijtihad yang dilakukan itu merupakan hukum Allah bagi masing-masing mujtahid. haruslah orang yang memiliki otoritaskeilmuan yang disampaikannya setelah melalui ijtihad. maka Allah belum menetapkan hukumnya. Oleh karena itu umat islam. perlu pula diperhatikan orrang yang mengemukakan ijtihad maupun orang yang pendapatnya diikuti. Kendati pun demikian.Nabi dalam pengamalan agama yang mengantarkan kepada pengakuan akan kebenaran semua praktek keagamaan selama merujuk kepada Rasulullah. 2. Ketiga konsep di atas memberikan pemahaman bahwa ajaran Islam mentolelir adanya perbedaan dalam pemahaman maupun pengalaman.sedangkan interpretasi terhadap firman-firman itu bersifat relatif. Di sini perlu dicatat bahwa wewenang untuk menentukan yang benar dan salah bukan manusia. baik dalam al-quran maupun sunnah Rasul. Keragaman cara beribadah merupakan hasil dari interpretasi terhadap perilaku Rasul yang ditemukan dalam riwayat (hadits). Yang mutlak itu hanyalah Allah dan firman-fimanNya. Konsep ini dapat kita pahami bahwa pada persoalan-persoalan yang belum ditetapkan hukumnya secara pasti. walaupun hasil ijtihad yang diamalkannya itu keliru. Konsep al mukhtiu fi al ijtihadi lahu ajrun(yang salah dalam berijtihad pun mendapatkan ganjaran). bahkan tetap diberi ganjaran oleh Allah . dituntut untuk menetapkannya melalui ijtihad. Karena itu sangat dimungkinkan untuk terjadi perbedaan.khususnya para mujtahid. walaupun hasil ijtihad itu berbeda-beda. Konsep la hukma lillah qabla ijtihadi al mujtahid (Allah belum menetapkan suatu hukum sebelum upaya ijtihad dilakukan seorang mujtahid). ia tidak akan berdosa. Konsep ini mengandung arti bahwa selama seseorang mengikuti pendapat seorang ulama.

Islam dapat diaplikasikan dalam masyarakat manapun. dan sosiologo. tidak ada . Jika ia tidak ingin masuk Islam. tetapi dampak sosial yanag lahirdari pelaksanaan ajaran isalam secara konsekwen ddapat dirasakan oleh manusia secara keseluruhan.nilai-nilai ajaran Islam menjadi sangat relevan untuk dilaksanakan guna menyatukan umat manusia dalam suatu kesatuan kkebenaran dan keadilan. sebab ia hanya setia pada nilai kebenaran dan keadilan yang bersifat universal. yaitu kehidupan antar bangsa. Di sini konsep Islam tentang Islah diperankan untuk menyelesaikan pertentangan yang terjadi sehingga tidak menimbulkan permusuhan. B. Demikian pula pada tataran yang lebih luas. Selain itu tiap manusia. Universalisme Islam dapat dibuktikan anatara lain dari segi. ajaran Islam menunjukkan universalisme dengan doktrin monoteisme dan prinsip kesatuan alamnya. Dari segi agama. sebab secara esensial ia merupakan nilai yang bersifat universal. Dominasi salah satu etnis atau negara merupakan pengingkaran terhadap makna Islam. maka islah diperankan untuk menghilangkannya dan menyatukan kembali orang atau kelompok yang saling bertentangan.yakni membaca syahadat.Perbedaan tidak harus melahirkan pertentangan dan permusuhan. Kendatipun dapat dipahami bahwa Isalam yang hakiki hanya dirujukkan kepada konsep al-quran dan As-sunnah. dan apabila telah terjadi. Kerja sama antar umat beragama Memahami dan mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat tidak selalu hanya dapat diharapkan dalam kalangan masyarakat muslim. tanpa perbedaan diminta untuk bersama-sama menerima satu dogma yang sederhana dan dengan itu ia termasuk ke dalam suatu masyarakat yang homogin hanya denga tindakan yang sangat mudah .

universalisme Islam ditampakkan bahwa wahyu ditujukan kepada semua manusia agar mereka menganut agama islam.dan keadilan dengan mengedepankan kedamaian.. politik. Karena itu maka pembentukan masyarakat yang terpisah merupakan suatu akibat wajar dari ajaran Al-Qur’an tanpa mengurangi universalisme Islam. baik ke dalam intern umat Islam maupun ke luar. Dengan demikian tampak bahwa nilai-nilai ajaran Islam menjadi dasar bagi hubungan antar umat manusia secara universal dengan tidak mengenal suku. Ditinjau dari segi sosiologi. Kerja sama antar umat bergama merupakan bagian dari hubungan sosial anatar manusia yang tidak dilarang dalam ajaran Islam. ref : Buku Agama & Etika .bangsa dan agama. Melihat Universalisme Islam di atas tampak bahwa esensi ajaran Islam terletak pada penghargaan kepada kemanusiaan secara univarsal yang berpihak kepada kebenaran. Hubungan dan kerja sama ydalam bidang-bidang ekonomi. kecuali bekerja sama dalam persoalan aqidah dan ibadah. tetapi aspek sosial kemasyarakatan dapat bersatu dalam kerja samayang baik. dan dalam tingkat yang lain ditujukan kepada umat Islam secara khususu untuk menunjukan peraturanperaturan yang harus mereka ikuti.menghindari pertentangan dan perselisian. bahkan dianjurkan sepanjang berada dalam ruang lingkup kebaikan.paksaan dan dalam bidang sosial ia tetap diterima dan menikmati segala macam hak kecuali yang merugikan umat Islam. Hubungan antara muslim dengan penganut agama lain tidak dilarang oleh syariat Islam. Kedua persoalan tersebut merupakan hak intern umat Islam yang tidak boleh dicamputi pihak lain. kebaikan. maupun budaya tidak dilarang.

emerintah Serius Tangani Ahmadiyah dan Gereja Yasmin Rabu. karena menjadi . "Saya akui. 15 Peb 2012 15:45:32 WIB Oleh : - Berita Terkait Jakarta (ANTARA News) . terlambat. kadang nampak kurang profesional.Pemerintah serius menanganai penyelesaian masalah Ahmadiyah dan juga Gereja Yasmin melalui sejumlah langkah termasuk mediasi sehingga kerukunan antara umat beragama tetap terjaga. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan meskipun pada 2011 dan 2012 terjadi sejumlah peristiwa konflik namun secara umum kerukunan antarumat beragama masih terjaga dengan baik termasuk penanganan kasus Ahmadiyah dan jemaat Gereja Yasmin. Presiden mengatakan memang dalam beberapa kasus ditemukan adanya aparat yang bertindak kurang antispasi dan kadangkala tidak tuntas dalam menyelesaikan permasalahan. kadang tidak tuntas. bahwa sejumlah penanganan dari aparat keamanan. kurang antisipasi. kejadian tertentu.

perhatian publik."pemerintah terus lakukan mediasi dan mencari solusi. Juni 06. Dengan pendekatan tambahan justru bisa permanen selesaikan. "Ini masalah perijinan dan hubungan masyarakat lokal." Kasus Lady Gaga. Dimat Hasyim Muzadi Rabu." kata Presiden. Presiden mengatakan pemerintah menjadi mediator agar terjadi mediasi antara semua pihak. semua WNI punya hak untuk menjalankan ibadahnya. GKI YASMIN dan AHMADIYAH. 2012 Kasus Lady Gaga.Pidato mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH HAsyim Muzadi beredar luas melalui pesan berantai BlackBerry Messenger dan media sosial seperti Facebook dan blog. Presiden menambahkan." katanya. GKI YASMIN dan AHMADIYAH. kami terus mengelola melalui pendekatan hukum dan non hukum. Bila pendekatan hukum semata kadang tidak efektif mengakhiri benturan. Presiden mengatakan pemerintah menghormati kebebasan beribadah namun tentunya memerlukan pengaturan agar semua berjalan dengan baik. Saya mendorong walikota. Dimat Hasyim Muzadi . cara menjelaskan ke publik juga kurang efektif sehingga menyisakan image yang tidak baik.mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa temukan penyelesaian. . saya ingin jemaat bisa tenang lakukan ibadah di Bogor. Sementara untuk kasus Gereja Yasmin. gubernur dan masyarakat lokal (untuk bisa berdialog-red). Untuk kasus Ahmadiyah.

pasti tdk dipersoalkan oleh umat Islam. "Pidato itu beredar di seluruh jagad raya.com. Lady Gaga. ICIS selalu mlkkan mediasi. bangsa mana yg ingin tata nilainya dirusak. namun tampaknya mereka tdk ingin selesai. memang krn Ahmadiyah menyimpang dr pokok ajaran Islam. Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA. Slm berkeliling dunia. Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) & Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) & Mantan Ketum PBNU ttg tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia oleh Sidang PBB di Jeneva : "Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS. Klau yg dipakai ukuran adl masalah AHMADIYAH. tp di Kupang (Batuplat) pendirian masjid jg sangat sulit. Kalau yg jadi ukuran adl GKI YASMIN Bogor. Gereja Yasmin. Berikut selengkapnya isi pesan BBM mengenai pidato Hasyim Muzadi: KH. toleransi antarumat beragama. yang isinya persis sama dengan pesan berantai di BBM. Belum lagi pendirian masjid di Papua. Senin (4/6/2012). Hasyim Muzadi. . saya berkali-kali kesana.Pidato yang heboh itu berisi pandangan mantan pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia itu mengenai sejumlah isu kontroversial seperti Ahmadiyah. kepada TRIBUNnews. saya sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Hasyim Muzadi sendiri telah mengonfirmasikan isi pidato ini. Irshad Manji. dan perkawinan sejenis. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri. pasti krn laporan dr dlm negeri Indonesia. saya blm menemukan negara muslim mana pun yg setoleran Indonesia." kata Ali Mukhtar Ngabalin. faktornya adl lingkungan. coba menelusuri di Google dengan kata kunci "pidato Hasyim Muzadi". Ketua Umum Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI). lebih baik dr Perancis yg masih mempersoalkan Jilbab. Kami. lalu di iPapua knp TNI / Polri / Imam Masjid berguguran tdk ada yg bicara HAM ?Indonesia lbh baik toleransinya dr Swiss yg sampai skrg tdk memperbolehkan Menara Masjid. Kalau ukurannya LADY GAGA & IRSHAD MANJI. lbh baik dr Denmark. Saya dapat (pesan berantai) dari mana-mana. yang menerima beberapa pesan berantai itu pagi ini. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional & dunia utk kepentingan lain drpd masalahnya selesai. kecuali mrk yg ingn menjual bangsanya sendiri utk kebanggaan Intelektualisme Kosong ? Kalau ukurannya HAM. Di Jawa pendirian gereja sulit. namun sll menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Pembahasan di forum dunia itu. Beberapa halaman akun Facebook dan blog memuat pidato Hasyim tersebut.

sehingga penanganannya juga harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar tidak terjadi gesekan yang lebih besar lagi. 2013 | 0 comments Beberapa waktu terakhir ini. Jangan Generalisasi Penanganan Terhadap Kasus yang Berbeda Posted by regytaberliantoko on May 22. adakah reaksi dari pemerintah dalam upaya menanganinya? Saya rasa pemerintah pasti melakukan upaya-upaya penyelesaiannya.Swedia dan Norwegia. Sedangkan kasus Penutupan Gereja GKI Yasmin merupakan permasalahan hukum perdata. pemerintah dilarang untuk mengintervesi hukum. sehingga pengadilanlah yang lebih berwenang untuk menyelesaikan kasus tersebut. dimana telah terjadi silang pendapat antara Walikota Bogor dan Mahkamah Agung. Soal Pendirian Tempat Ibadah. Adanya kasus-kasus yang bersinggungan dengan agama merupakan permasalahan yang sensitif dan sering terjadi di masyarakat kita. Penyerangan terhadap Jamaah Ahmadiyah merupakan kasus kriminal yang dilakukan oleh keleompok orang tertentu. bukan pemerintah. dialoglah yang harus diutamakan dalam penyelesaian segala macam kasus yang bersinggungan dengan agama. kemudian di Bogor. tetapi tentu penangananya berbeda. antara kasus Ahmadiyah dan Gereja GKi Yasmin bukan karena membela kaum mayoritas dan mengabaikan orang minoritas. dan juga selain itu didalamnya terdapat manipulasi-manipulasi yang terjadi dalam berbagai dokumen. semoga dengan lebih mengedepankan dialog antar umat beragama. karena aliran Ahmadiyah dinilai telah keluar dari ajaran Islam yang sesungguhnya. yang menjadikan kasus GKI Yasmin ini terkesan lambat penanganannya. Atas kasus tersebut. kaum muslimin sendiri yg hrs sadar dan tegas. karena di era demokrasi seperti sekarang ini. saya hanya menghimbau kepada masyarakat agar semua permasalahan yang ada di negara kita terutama yang berkaitan dengan menjalankan perintah agama.OR. negara ini menjadi lebih tentram. SKB Tiga Menteri Harus Jadi Rujukan FPPP. tidak ada lagi konflik yang menyentuh SARA. di surat pembaca ini. Walikotanya menutup dan menyegel Gereja GKI Yasmin. Akhirnya. membedakan mana HAM yg benar (humanisme) dan mana yg sekedar Weternisme". media massa memberitakan tentang beragam kasus yang berkaitan dengan keagamaan atau tempat ibadah. Jamaah Ahmadiyah di Tasikmalaya dan beberapa daerah yang lainnya diserang oleh kelompok orang yang tidak dikenal. yg tdk menghormati agama.ID. jangan sikap mau menang dan benar sendiri yang dikedepankan. krn disana ada UU Perkawiman Sejenis.Pemerintah daerah (Pemda) diminta untuk taat kepada peraturan yang telah disepakati melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri terkait . sehingga perlu penindakan yang cepat agar tidak melebar ke daerah yang lainnya. Agama mana yg memperkenankan perkawinan sejenis ?! Akhir'a kmbl kpd bngsa Indonesia. haruslah disikapi dengan bijaksana. Jakarta .

Pemerintah dalam konteks ini berarti cacat hukum. Gang Wiryo. di Jakarta. di Wisma PGI. Untuk itu. Adalah." kata Hasrul. setiap warga negara khususnya Pemda harus patuh terhadap peraturan tersebut. Padahal. diperlukan 60 surat ketidakberatan dari warga sekitar jika ingin mendirikan rumah ibadah. Menurut undang-undang. dalam pendirian tempat ibadah telah diatur jelas dalam SKB tiga menteri itu. kata Hasrul. RT 05 RW 02. Ketua PGI." ujar Febi Yonesta. [sumber:inilah. gereja ini telah mengantongi izin dari warga setempat dan IMB telah diajukan sejak 2011. itu sudah diatur dengan baik. Dalam mengajukan proses perizinannya. pertanyaan saya. Diketahui. Jumat (22/3/2013). SKB tiga menteri itu untuk mengatur serta melindungi setiap warga negara dalam menjalani kebebasan beragama. HKBP Setu telah mendapat persetujuan dari 85 warga yang berada di lingkungan gereja. menurut LBH Jakarta. Taman Sari. Menurutnya. "Sebenarnya tidak perlu ada sampai perobohan rumah ibadah. "Kalau ini masalahnya karena tidak mengantungi izin. Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jakarta. "Disesuaikan saja. Menteng. Oleh karena itu diatur SKB itu agar tidak ada kesan tidak melindungi warga negara. 01/BER/mdn-mag/1969 yang telah memakan korban ratusan atau bahkan ribuan . Ketua Fraksi PPP DPR RI Hasrul Azwar mengatakan. Minggu (24/3/2013). Gereja HKBP Setu dibongkar Pemkot Bekasi dengan alasan tidak memiliki IMB. Bekasi." tegas Hasrul. proses perizinan itu bisa disusulkan. "Menurut Perda Nomor 7 Tahun 1996. "Jangan sampai ada kesan negara ini. jika ada bangunan yang diperlukan atau berguna bagi orang banyak belum mendapatkan izin. mengatur persyaratan pendirian rumah ibadah dengan harus mendapatkan persetujuan minimal 60 orang warga sekitar untuk bisa mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). tidak melindungi umat beragama. asalkan dilaksanakan SK bersama tiga menteri. disini perlu ada kearifan lokal dari pemerintah. Jalan MT Haryono." tambah Wakil Ketua Umum PPP itu. kapan Gereja Yasmin yang punya izin dibuka?" tanya Andreas Yewanggoe.pembangunan rumah ibadah. Saya pikir peraturan perundangan adalah kebijaksanaan. 01/BER/mdnmag/1969 Selama ini Anda pasti sering mendengar istilah surat KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI AGAMA DAN MENTERI DALAM NEGERI no.com/ndi] Isi SKB Menteri no.

Menimbang : 1.gereja. . 01/BER/mdn-mag/1969 TENTANG PELAKSANAAN TUGAS APARATUR PEMERINTAHAN DALAM MENJAMIN KETERTIBAN DAN KELANCARAN PELAKSANAAN PENGEMBANGAN DAN IBADAT AGAMA OLEH PEMELUKPEMELUKNYA MENTERI AGAMA DAN MENTERI DALAM NEGERI. perlu diadakan ketentuan-ketentuan mengenai pelaksanaan tugas aparatur Pemerintah dalam menjamin ketertiban dan kelancaran pelaksanaan pengembangan dan ibadat agama oleh pemeluknpemeluknya. Ketetapan MPRS Nomor XXVII/RS/1966. 3. Mengingat: 1. bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaan itu. agar setiap penduduk dalam melaksanakan ajaran agama dan dalam usaha mengembangkan agama itu dapat berjalan dengan lancar. Nomor 319 tahun 1968. 3. 4. bahwa untuk itu. Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 1956. Pasal 17 ayat (3) dan pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945 2. Undang-undang Nomor 18 tahun 1965. sepanjang kegiatankegiatan tersebut tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku dan tidak mengganggu keamanan dan ketertiban umum. 5. 4. Berikut ini isinya: KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI AGAMA DAN MENTERI DALAM NEGERI no. 2.I. tertip dan dalam suasana kerukunan. bahwa Pemerintah berkewadjiban melindungi setiap usaha pengembangan agama dan pelaksanaan ibadat pemeluk-pemeluknya. Keputusan Presiden R. maka Anda pasti penasaran apa sih isinya kok kata orang SKB ini konon lebih sakti dari Pancasila dan UUD 45. bahwa Pemerintah mempunyai tugas untuk memberikan bimbingan dan bantuan guna memperlancar usaha mengembangkan agama sesuai dengan ajaran agama masing-masing dan melakukan pengawasan sedemikian rupa.

bujukan. tidak melanggar hukum serta keamanan dan ketertiban umum. Pasal 2 (1) Kepala Daerah membimbing dan mengawasi agar pelaksanaan penyebaran agama dan ibadat oleh pemeluk-pemeluknya tersebut: a. Pasal 4 (1) Setiap pendirian rumah ibadat perlu mendapatkan ijin dari Kepala Daerah atau pejabat pemerintahan dibawahnya yang dikuasakan untuk itu. yang sifatnya menuju kepada persatuan antara semua golongan masyarakat dan saling pengertian antara pemeluk-pemeluk agama yang berbeda-beda. b. (2) Kepala Daerah atau pejabat yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini . sepanjang kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku dan tidak menganggu ketertiban umum. Kepala Daerah dibantu dan menggunakan alat Kepala Perwakilan Departemen Agama setempat. (2) Dalam melaksanakan tugasnya tersebut pada ayat (1) pasal ini. Pasal 1 Kepala Daerah memberikan kesempatan kepada setiap usaha penyebaran agama dan pelaksanaan ibadat oleh pemeluk-peneluknya. tidak menimbulkan perpecahan diantara umat beragama.MEMUTUSKAN Menetapkan: KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI AGAMA DAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PELAKSANAAN TUGAS APARATUR PEMERINTAHAN DALAM MENJAMIN KETERTIBAN DAN KELANCARAN PELAKSANAAN PENGEMBANGAN DAN IBADAT AGAMA OLEH PEMELUK-PEMELUKNYA. tidak disertai dengan intimidasi. c. (2) Kepala Perwakilan Departemen Agama setempat berusaha agar penerangan agama yang diberikan oleh siapa pun tidak bersifat menyerang atau menjelekkan agama lain. pengarahan dan pengawasan terhadap mereka yang memberikan penerangan/penyuluhan/ceramah agama/khotbah-khotbah dirumah-rumah ibadat. paksaan atau ancaman dalam segala bentuknya. Pasal 3 (1) Kepala Perwakilan Departemen Agama memberikan bimbingan.

maka Kepala Daerah segera mengadakan penyelesaian yang adil dan tidak memihak. (3) Masalah-masalah keagamaan lainnya yang timbul dan diselesaikan oleh Kepala Perwakilan Departemen Agama segera dilaporkannya kepada Kepala Daerah setempat. (2) Dalam hal perselisihan/pertentangan tersebut menimbulkan tindakan pidana. c. kondisi dan keadaan setempat.memberikan ijin yang dimaksud. Kepala Daerah atau pejabat yang ditunjuknya itu dapat meminta pendapat dari organisasi-organsasi keagamaan dan ulama/rokhaniawan setempat. setelah mempertimbangkan: a. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 13 september 1969 MENTERI AGAMA Cap/ttd KH. Pasal 6 Keputusan bersama ini mulai berlaku pada hari ditetapkan. Planologi. b. DAHLAN MENTERI DALAM NEGERI Cap/ttd . (3) Apabila dianggap perlu. Pasal 5 (1) Jika timbul perselisihan atau pertentangan antara pemeluk-pemeluk agama yang disebabkan karena kegiatan penyebaran/penerangan/penyuluhan/ceramah/khotbah agama atau pendirian rumah ibadat. MOH. maka penyelesaiannya harus diserahkan kepada alat-alat penegak hukum yang berwenang dan diselesaikan berdasarkan hukum. pendapat Kepala Perwakilan Departemen Agama setempat.

saling menghormati. dan telah terdaftar di pemerintah daerah setempat serta bukan organisasi sayap partai politik. dan pemberdayaan umat beragama. 4. pengaturan. 6.AMIR MACHMUD Jul 5 SKB 2 Menteri Tentang PENDIRIAN RUMAH IBADAH SP No 8 dan No 9/2006 SKB /SPB [Surat Peraturan Bersama] tentang PENDIRIAN RUMAH IBADAH SP No 8 dan No 9/2006 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Bersama ini yang dimaksud dengan: 1. berbadan hukum. ormas keagamaan atau pengurus rumah ibadat. saling pengertian. Rumah ibadat adalah bangunan yang memiliki ciri-ciri tertentu yang khusus dipergunakan untuk beribadat bagi para pemeluk masing-masing agama secara permanen. Organisasi Kemasyarakatan Keagamaan yang selanjutnya disebut Ormas Keagamaan adalah organisasi nonpemerintah bervisi kebangsaan yang dibentuk berdasarkan kesamaan agama oleh warga negara Republik Indonesia secara sukarela. menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat. adalah forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh Pemerintah dalam rangka membangun. Panitia pembangunan rumah ibadat adalah panitia yang dibentuk oleh umat beragama. 3. 7. Pemuka Agama adalah tokoh komunitas umat beragama baik yang memimpin ormas keagamaan maupun yang tidak memimpin ormas keagamaan yang diakui dan atau dihormati oleh masyarakat setemapat sebagai panutan. yang selanjutnya disingkat FKUB. . Kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi. Pemeliharaan kerukunan umat beragama adalah upaya bersama umat beragama dan Pemerintah di bidang pelayanan. tidak termasuk tempat ibadat keluarga. 2. Forum Kerukunan Umat Beragama. dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan. 5. memelihara. berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

dan saling percaya di antara umat beragama. e. (3) Pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf c di wilayah kecamatan dilimpahkan kepada camat dan di wilayah kelurahan/desa dilimpahkan kepada lurah/kepala desa . saling pengertian. huruf c. saling menghormati. Izin Mendirikan Bangunan rumah ibadat yang selanjutnya disebut IMB rumah ibadat. saling pengertian.8. (2) Pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. adalah izin yang diterbitkan oleh bupati/walikota untuk pembangunan rumah ibadat. Pasal 5 (1) Tugas dan kewajiban gubernur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 meliputi: a. huruf c. membina dan mengoordinasikan bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang ketenteraman dan ketertiban masyarakat dalam kehidupan beragama. (2) Pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. dan saling percaya di antara umat bergama. membina dan mengoordinasikan camat. menumbuhkembangkan keharmonisan. c. dan d. b. (2) Pelaksanaan tugas dan kewajiban gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibantu oleh kepala kantor wilayah departemen agama provinsi. c. (2) Pelaksanaan tugas dan kewajiban bupati/walikota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibantu oleh kepala kantor departemen agama kabupaten/kota. lurah. menumbuhkembangkan keharmonisan. mengoordinasikan kegiatan instansi vertikal di provinsi dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama. atau kepala desa dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang ketenteraman dan ketertiban masyarakat dalam kehidupan beragama. Pasal 6 (1) Tugas dan kewajiban bupati/walikota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 meliputi: a. memlihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat termasuk memfasilitasi terwujudnya kerukunan umat beragama di kabupaten/kota. d. memlihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat termasuk memfasilitasi terwujudnya kerukunan umat beragama di provinsi b. dan huruf d dapat didelegasikan kepada wakil gubernur. menerbitkan IMB rumah ibadat. dan huruf d dapat didelegasikan kepada walikota/bupati/wakil walikota. Pasal 4 (1) Pemeliharaan kerukunan umat beragama di kabupaten/kota menjadi tugas dan kewajiban bupati/walikota. mengoordinasikan kegiatan instansi vertikal di kabupaten/kota dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama. BAB II TUGAS KEPALA DAERAH DALAM PEMELIHARAAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA Pasal 2 (1) Pemeliharaan kerukunan umat beragama di provinsi menjadi tugas dan kewajiban gubernur. saling menghormati.

BAB III FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA Pasal 8 (1) FKUB dibentuk di provinsi dan kabupaten/kota. melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat. melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 10 (1) Keanggotaan FKUB terdiri atas pemuka-pemuka agama setempat. Pasal 7 (1) Tugas dan kewajiban camat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) meliputi: a. melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keagamaan yang bekaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat. c. saling menghormati. menampung aspirasi ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat. b. dan saling percaya di antara umat beragama. membina dan mengoordinasikan lurah dan kepala desa dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang ketenteraman dan ketertiban masyarakat dalam kehidupan keagamaan. (3) FKUB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memiliki hubungan yang bersifat konsultatif. memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat termasuk memfasilitasi terwujudnya kerukunan umat beragama di wilaya kelurahan/desa. menampung aspirasi ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat. c. menumbuhkembangkan keharmonisan. saling pengertian. memlihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat termasuk memfasilitasi terwujudnya kerukunan umat beragama di wilayah kecamatan.melalui camat. menumbuhkembangkan keharmonisan. b. (2) FKUB kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) mempunyai tugas: a. melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat. Pasal 9 (1) FKUB provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) mempunyai tugas: a. dan e. menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan gubernur. dan c. d. saling menghormati. (3) Komposisi keanggotaan FKUB provinsi dan kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2) . menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan bupati/walikota. dan d. saling pengertian. (2) Jumlah anggota FKUB provinsi paling banyak 21 orang dan jumlah anggota FKUB kabupaten/kota paling banyak 17 orang. b. memberikan rekomendasi tertulis atas permohonan pendirian rumah ibadat. (2) Tugas dan kewajiban lurah/kepala desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) meliputi: a. dan b. (2) Pembentukan FKUB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah daerah. dan saling percaya di antara umat beragama.

c. tidak mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum. 1 (satu) orang wakil sekretaris. Pasal 14 (1) Pendirian rumah ibadat harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis bangunan gedung. pertimbangan komposisi jumlah penduduk digunakan batas wilayah kecamatan atau kabupaten/kota atau provinsi. Wakil Ketua : kepala kantor wilayah departemen agama provinsi. c. memfasillitasi hubungan kerja FKUB dengan pemerintah daerah dan hubungan antara sesama instansi pemerintah di daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama. (4) FKUB dipimpin oleh 1 (satu) orang ketua. Wakil Ketua : kepala kantor departemen agama kabupaten/kota. (2) Selain memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pendirian rumah ibadat harus .ditetapkan berdasarkan perbandingan jumlah pemeluk agama setempat dengan keterwakilan minimal 1 (satu) orang dari setiap agama yang ada di provinsi dan kabupaten/kota. b. 2 (dua) orang wakil ketua. yang dipilih secara musyarawah oleh anggota. (3) Keanggotaan Dewan Penasehat FKUB provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh gubernur dengan susunan keanggotaan: a. (3) Dalam hal keperluan nyata bagi pelayanan umat beragama di wilayah kelurahan/desa sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak terpenuhi. membantu kepala daerah dalam merumuskan kebijakan pemeliharaan kerukunan umat beragama. Anggota : pimpinan instansi terkait. Sekretaris : badan kesatuan bangsa dan politik provinsi. Ketua : wakil bupat/wakil walikota. 1 (satu) orang sekretaris. Pasal 11 (1) Dalam memberdayakan FKUB. Pasal 12 Ketentuan lebih lanjut mengenai FKUB dan Dewan Penasihat FKUB provinsi dan kabupaten/kota diatur dengan Peraturan Gubernur. Ketua : wakil gubernur b. (4) Dewan Penasehat FKUB kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh bupati/walikota dengan susunan keanggotaan: a. Sekretaris : kepala badan kesatuan bangsa dan politik kabupaten/kota d. Anggota : pimpinan instansi terkait. serta mematuhi peraturan perundang-undangan. d. dibentuk Dewan Penasihat FKUB di provinsi dan kabupaten/kota. dan b. (2) Pendirian rumah ibadat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan tetap menjaga kerukunan umat beragama. BAB IV PENDIRIAN RUMAH IBADAT Pasal 13 (1) Pendirian rumah ibadat didasarkan pada keperluan nyata dan sungguh-sungguh berdasarkan komposisi jumlah penduduk bagi pelayanan umat beragama yang bersangkutan di wilayah kelurahan/desa. (2) Dewan Penasihat FKUB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas: a.

(3) Dalam hal persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a terpenuhi sedangkan persyaratan huruf b belum terpenuhi. rekomendasi tertulis FKUB kabupaten/kota. rekomendasi tertulis kepala kantor departemen agama kabupaten/kota. pelaporan tertulis kepada kepala kantor departemen agama kabupaten/kota. dan d. b. Pasal 16 (1) Permohonan pendirian rumah ibadat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 diajukan oleh panitia pembangunan rumah ibadat kepada bupati/walikota untuk memperoleh IMB rumah ibadat. Izin tertulis pemilik bangunan. pemerintah daerah berkewajiban memfasilitasi tersedianya lokasi pembangunan rumah ibadat. (3) Persyaratan pemeliharaan kerukunan umat beragama serta ketenteraman dan ketertiban masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. c. c. Pasal 19 (1) Surat keterangan pemberian izin sementara pemanfaatan bangunan gedung bukan rumah ibadat oleh bupati/walikota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1) diterbitkan setelah mempetimbangkan pendapat tertulis kepala kantor departemen agama kabupaten/kota dan FKUB . (2) Persyaratan laik fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a mengacu pada peraturan perundang-undangan tentang bangunan gedung. laik fungsi. a. pemeliharaan kerukunan umat beragama serta ketenteraman dan ketertiban masyarakat. meliputi: a. daftar nama dan Kartu Tanda Penduduk pengguna rumah ibadat paling sedikit 90 (sembilan puluh) orang yang disahkan oleh pejabat setempat sesuai dengan tingkat batas wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (3).memenuhi persyaratan khusus meliputi: a. dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 (enam puluh) orang yang disahkan oleh lurah/kepala desa. b. dan d. Pasal 15 Rekomendasi FKUB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2) huruf d merupakan hasil musyarawah dan mufakat dalam rapat FKUB. (2) Bupati/walikota memberikan keputusan paling lambat 90 (sembilan puluh) hari sejak permohonan pendirian rumah ibadat diajukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal 17 Pemerintah daerah memfasilitasi penyediaan lokasi baru bagi bangunan gedung rumah ibadat yang telah memiliki IMB yang dipindahkan karena perubahan rencana tata ruang wilayah. BAB V IZIN SEMENTARA PEMANFAATAN BANGUNAN GEDUNG Pasal 18 (1) Pemanfaatan bangunan gedung bukan rumah ibadat sebagai rumah ibadat sementara harus mendapat surat keterangan pemberian izin sementara dari bupati/walikota dengan memenuhi persyaratan. pelaporan tertulis kepada FKUB kabupaten/kota. rekomendasi tertulis lurah/kepala desa. dituangkan dalam bentuk tertulis. dan b.

BAB VI PENYELESAIAN PERSELISIHAN Pasal 21 (1) Perselisihan akibat pendirian rumah ibadat diselesaikan secara musyawarah oleh masyarakat setempat. dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. pemberdayaan forum kerukunan umat beragama. atau sewaktu-waktu jika dipandang perlu. BAB VII PENGAWASAN DAN PELAPORAN Pasal 23 (1) Gubernur dibantu kepala kantor wilayah departemen agama provinsi melakukan pengawasan terhadap bupati/walikota serta instansi terkait di daerah atas perlaksanaan pemeliharaan kerukunan umat beragama. Pasal 24 (1) Gubernur melaporkan pelaksanaan pemeliharaan kerukunan umat beragama. (2) Penerbitan surat keterangan pemberian izin sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan setelah mempertimbangkan pendapat tertulis kepala kantor departemen agama kabupaten/kota dan FKUB kabupaten/kota. (3) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) disampaikan setiap 6 (enam) bulan pada bulan Januari dan Juli. (3) Dalam hal penyelesaian perselisihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak dicapai. Pasal 25 Belanja pembinaan dan pengawasan terhadap pemeliharaan kerukunan umat beragama serta pemberdayaan FKUB secara nasional didanai dari dan atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja . pemberdayaan forum kerukunan umat beragama dan pendirian rumah ibadat. Pasal 22 Gebernur melaksanakan pembinaan terhadap bupati/walikota serta instansi terkait di daerah dalam menyelesaikan perselisihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21. Pasal 20 (1) Penerbitan surat keterangan pemberian izin sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) dapat dilimpahkan kepada camat. penyelesaian perselisihan dilakukan oleh bupati/walikota dibantu kepala kantor departemen agama kabupaten/kota melalui musyawarah yang dilakukan secara adil dan tidak memihak dengan mempertimbangkan pendapat atau saran FKUB kabupaten/kota. dan pengaturan pendirian rumah ibadat di kabupaten/kota kepada gubernur dengan tembusan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama. pemberdayaan forum kerukunan umat beragama. dan pengaturan pendirian rumah ibadat di provinsi kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama dengan tembusan Menteri Koordinator Politik. (2) Dalam hal musyawarah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dicapai. Hukum dan Keamanan. (2) Bupati/walikota melaporkan pelaksanaan pemeliharaan kerukunan umat beragama. (2) Surat keterangan pemberian izin sementara pemanfaatan bangunan gedung bukan rumah ibadat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku paling lama 2 (dua) tahun. penyelesaian perselisihan dilakukan melalui Pengadilan setempat.kabupaten/kota.

(2) Renovasi bangunan gedung rumah ibadat yang telah mempunyai IMB untuk rumah ibadat. BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 30 Pada saat berlakunya Peraturan Bersama ini. Pasal 31 Paraturan Bersama ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. pemberdayaan FKUB dan pengaturan pendirian rumah ibadat di provinsi didanai dari dan atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. (3) Dalam hal bangunan gedung rumah ibadat yang telah digunakan secara permanen dan/atau memiliki nilai sejarah yang belum memiliki IMB untuk rumah ibadat sebelum berlakunya Peraturan Bersama ini. BASYUNI . ketentuan yang mengatur pendirian rumah ibadat dalam Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 01/BER/MDN-MAG/1969 tentang Pelaksanaan Tugas Aparatur Pemerintahan dalam Menjamin Ketertiban dan Kelancaran Pelaksanaan Pengembangan dan Ibadat Agama oleh Pemeluk-Pemeluknya dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 28 (1) Izin bangunan gedung untuk rumah ibadat yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah sebelum berlakunya Peraturan Bersama ini dinyatakan sah dan tetap berlaku. bupati/walikota membantu memfasilitasi penerbitan IMB untuk rumah ibadat dimaksud. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 21 Maret 2006 MENTERI AGAMA MUHAMMAD M.Negara. (2) Belanja pelaksanaan kewajiban mennjaga kerukunan nasional dan memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat di bidang pemeliharaan kerukunan umat beragama. Pasal 26 (1) Belanja pelaksanaan kewajiban menjaga kerukunan nasional dan memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat di bidang pemeliharaan kerukunan umat beragama. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 27 (1) FKUB dan Dewan Penasihat FKUB di provinsi dan kabupaten/kota dibentuk paling lambat 1 (satu) tahun sejak Peraturan Bersama ini ditetapkan. pemberdayaan FKUB dan pengaturan pendirian rumah ibadat di kabupaten/kota didanai dari dan atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/kota. Pasal 29 Peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan oleh pemerintahan daerah wajib disesuaikan dengan Peraturan Bersama ini paling lambat dalam jangka waktu 2 (dua) tahun. (2) FKUB atau forum sejenis yang sudah dibentuk di provinsi dan kabupaten/kota disesuaikan paling lambat 1(satu) tahun sejak Peraturan Bersama ini ditetapkan. diproses sesuai dengan ketentuan IMB sepanjang tidak terjadi pemindahan lokasi.

ttd SUMBER : MENTERI DALAM NEGERI ttd M. MOH MA’RUF .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful