JARINGAN SUTM

A. STRUKTUR JARINGAN DISTRIBUSI. Sistem distribusi merupakan system listrik tenaga yang diawali dari sisi tegangan menengah pada GI (GI - sisi sekunder) sampai dengan tiang akhir jaringan distribusi tegangan rendah yang berfungsi untuk mendistribusikan tenaga listrik pada pemanfaat tenaga listrik.

BB-GI PMT JTM GD JTM GD JTM GD JTM

PBO JTR GI - SISI SEKUNDER JTR JTR

Keterangan : BB-GI PBO PMT JTM GD JTR : Bus Bar Tegangan Menengah pada Gardu Induk : Pemutus Balik Otomatis : Pemutus Tenaga : Jaringan distribusi Tegangan Menengah : Gardu Distribusi : Jaringan distribusi Tegangan Rendah.

Dari segi keandalan yang ingin dicapai, ada dua pilihan struktur jaringan : a. Jaringan dengan satu sumber pengisian. Penyaluran paling sederhana. Gangguan yang timbul akan menyebabkan pemadaman.

ABDI HAMDANI - 1101024004

b. Jaringan dengan beberapa pengisian. Keandalannya lebih tinggi, namun secara ekonomi lebih maham karena menggunakan perlengkapan penyaluran yang lebih banyak. Pemadaman akibat gangguan dapat ditiadakan atau setidak-tidaknya dikurangi.

Selain struktur jaringan, juga ditentukan aspek-aspek lainnya, seperti : 1. Aspek pentanahan netral sistem. a. Netral diisolasikan (ungrounded)/sistem dengan netral tidak ditanahkan. Misalnya : LBS, Arrester, GI, GH, trafo dan yang lainnya. b. Netral ditanahkan. Melalui tahanan (resistance grounding), contohnya netral trafo dan JTM 20 kV (high resistance grounding). Melalui ditanahkan (grounding). Secara langsung (solid grounding : JTM (20 kV) yang disebut sebagai solid multi grounded). Peterson coil : digunakan untuk GI.

2. Aspek penggunaan hantaran, a. Dari segi lintasannya. Jaringan udara (over head network).

Gambar. Penghantar AAAC

ABDI HAMDANI - 1101024004

Ciri-ciri terpenting jaringan udara adalah : a. yaitu : Saluran udara tegangan menengah (SUTM). Mudah melakukan perbaikan dan gangguan yang terjadi. biasanya bersifat sementara. ABDI HAMDANI . Aspek hubungan antara sumber pengisian dengan pemakaian. Dari segi fasa saluran. maka untuk memperpendek waktu gangguan tersebut salah satunya dengan memasang recloser. 3. b. JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH Berdasarkan kontruksinya.- Jaringan bawah tanah (under ground network). jaringan distribusi tegangan menengah dapat dibedakan menjadi dua. b. Kemudahan dan keuntungan SUTM. Jaringan radial (radial network) Jaringan lingkar (ring atau loop network) Jaringan anyaman (grid atau masih network) B. Saluran dengan satu fasa.1101024004 . Saluran tiga fasa. Ada saluran tiga fasa tiga kawat atau saluran tiga fasa dengan satu kawat tanah (ground wire/pengaman sambaran petir). diantaranya : a. Saluran kabel tegangan menengah (SKTM). Penggunaan tiang untuk saluran dan transformator. Mudah melakukan pencabangan untuk pengembangan jaringan. Dengan gardu-gardu tiang yang berkapasitas kecil. c.

hal ini dikarenakan jatuh tegangan terbesar ada diujung saluran. karena pada jaringan terbatas hanya pada saluran yang terganggu. Sistem ini secar ekonomis menguntungkan. C. maka semua pelanggan yang terhubung pada feeder tersebut terganggu. POLA JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER Untuk memenuhi tingkat kontiunitas pelayanan. dikenal beberapa pola jaringan distribusi primer : a. c. Sistem ini memiliki banyak sekali kemungkinan untuk mengalami gangguan. Sistem ini hanya memiliki satu jalur atau satu sumber dari sumber ke beban. Gambar.b. Pola jaringan radial b. Keruigian lain yaitu mutu tegangan pada gardu distribusi yang paling ujung kurang baik.1101024004 . Kemampuan penyaluran lebih kecil dibandingkan dengan jaringa bawah tanah. Konfigurasi ring. Semua peralatan adalah dari jenis pasang luar (outdoor type). sedangkan pada saluran yang lain masih dapat menyalurkan ABDI HAMDANI . Konfigurasi radial. Penghantar yang terletak di pangkal jaringan sistem ini pada umumnya memiliki diameter dan kuat hantar arus yang lebih besar karena beban yang dipikulnya lebih besar daripada penghantar yang lebih dekat ke ujung jaringan. apabila terjadi gangguan pada salah satu feeder (penyulang).

Konfigurasi spindel. Pola jaringan spindel. Spindel terdiri dari beberapa penyulang (feeder) yang tegangannya diberikan dari gardu induk dan tegangan tersebut berakhir pada sebuah GH. c.1101024004 . Sehingga kontinuitas pelayanan sumber tenaga listrik dapat terjamin dengan baik. ABDI HAMDANI . Pola spindel biasanya digunakan pada saluran kabel tanah tegangan menengah (SKTM). Merupakan gabungan dari sistem jaringan radial dan ring.tenaga listrik dari sumber lain dalam rangkaian yang tidak terganggu. Gambar.

ABDI HAMDANI . KONTRUKSI PEMASANGAN TIANG Kontruksi saluran udara untuk jaringan distribusi tegangan menengah. Formasi segitiga dengan kawat tanah di bawah kawat fasanya. c. antar fasa jaraknya 800 mm. b. Formasi horizontal tidak simetris dengan satu kawat tanah di atas kawat fasanya. sedang jarak saluran TM pada tiang terpisah adalah 2 m. Isolator dead-and menggunakan isolator penegang/suspension isolator/string isolator. yaitu : a. secara garis besar dikelompokkan dalam 4 macam formasi. Jarak antara konduktor sejajar/double sirkuit SUTM. Jarak aman terhadap tanah.KONTRUKSI JARINGAN DISTRIBUSI A. Jarak antar konduktor. d. Jarak antara konduktor TM 20 kV terhadap tanah minimal 7 m. Pada formasi vertikal menggunakan suspension/string isolator berjrak 950 mm. Jarak antara konduktor TR 380/220 V terhadap tanah minimal 6 m. b. Formasi horizontal simetris tanpa kawat tanah. Jarak saluran pada tiang yang sama/sejajar pada tiang yang sama 1 m. untuk formasi horizontal dead-and menggunakan suspension isolator berjarak 1100 mm.1101024004 . c. Hal lainnya yang perlu diperhatikan dalam kontruksi diantaranya adalah persoalan jarak aman (clearence) : a. Formasi vertikal. Isolator tumpu pada SUTM menggunakan pin isolator/pin post saluran. Pada formasi horizontal menggunakan pin isolator. d. Isolator.

Penggunaan kostruksi TM-1 ini hanya dapat dilakukan pada sudut 170°-180°. Sambungan pada konduktor menggunakan tension joint. dengan satu traves (cross-arm) dan menggunakan tiga buah isolator jenis pin insulator dan tidak memakai treck skoor (guy wire).1101024004 . B. Konstruksi TM-1 ini termasuk tiang penyangga yang merupakan tiang yang dipasang pada saluran listrik yang lurus dan hanya berfungsi sebagai penyangga kawat penghantar dimana gaya yang ditanggung oleh tiang adalah gaya karena beban kawat. Pengikat konduktor. g. Konstruksi TM-1. Sebagai pengikat konduktor pada isolator pin type menggunakan prefomed top ties atau side-ties serta menggunakan alluminium bending wire. a. f. Konstruksi TM-1. ABDI HAMDANI . Sedang untuk dead-and clamp/strain clamp dan preformed grid spiral. Jarak rata-rata gawang maksimum. Sedangkan untuk kontruksi dead-end jarak maksimum 100-200 m menggunakan kontruksi khusus (kontruksi tiang double). Sambungan konduktor. Jarak antar gawang maksimum 60 m menggunakan kontruksi pin type. Konstruksi TM-1 merupakan tiang tumpu yang digunakan untuk rute jaringan lurus. Sambungan jmebatan menggunakan line tap conector/parallel group.e. STANDARISASI KONTRUKSI JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH.

Satu taves diletakkan pada puncak tiang. Konstruksi TM-2. Karena tiang sudut maka konstruksi TM-2 mempunyai treck skoor. ABDI HAMDANI . Konstruksi TM-2 digunakan untuk tiang tikungan dengan sudut 150° –170°.Gambar . Gambar . dimana pada tiang tersebut arah penghantar membelok dan arah gaya tarikan kawat horizontal. Konstruksi TM-2D. Konstruksi TM-3. menggunakan double traves dan double isolator. Konstruksi Tiang Sudut TM-2 SUTM Konstruksi TM-2 ini termasuk tiang sudut. Konstruksi Tiang Penyangga TM-1 SUTM Konstruksi TM-1D. yang merupakan tiang yang dipasang pada saluran listrik. Pada dasarnya konstruksi TM-1D sama dengan TM-1. bedanya TM-1D digunakan untuk saluran ganda (double sircuit). bedanya TM-2D digunakan untuk saluran ganda (double sirkuit). c. Konstruksi TM-2.1101024004 . Konstruksi TM-2D mempunyai konstruksi sama dengan TM-2. dengan dua traves (crossarm) dan enam buah isolator jenis pin insulator. sedangkan traves yang lain diletakkan dibawahnya. b. dan menggunakan double treck schoor yang diletakkan dibawah masing-masing traves.

1101024004 . 12 isolator jenis suspension insulator. Isolator yang digunakan enam buah isolator jenis suspention insulator dan tiga buah isolator jenis pin insulator. . Konstruksi Tiang Akhir TM-4 SUTM ABDI HAMDANI . mempunyai double traves. dan 6 isolator jenis pin insulator. Konstruksi TM-4 digunakan pada konstruksi tiang TM akhir. empat buah traves. Konstruksi TM-3D sama dengan konstruksi TM-3.Konstruksi TM-3 terpasang pada konstruksi tiang lurus. dengan tiga buah isolator jenis suspension insulator dan memakai treck schoor. Konstruksi TM-4. Konstruksi Tiang Penegang TM-3 SUTM Konstruksi TM-3D. Konstruksi TM-3 ini tidak memakai treck schoor. Konstruksi TM-4. Mempunyai double traves. d. . bedanya TM-3D digunakan untuk saluran ganda (double sirkuit).

Konstruksi TM-5D sama dengan TM-5. menggunakan double traves dengan enam buah isolator jenis suspension dan tiga buah isolator jenis pin insulator. Konstruksi TM-5. dimana gaya tarikan kawat pekerja terhadap tiang dari satu arah. Konstruksi TM-6 ini terpasang pada konstruksi tiang TM siku (60° . Konstruksi ini memakai treck skoor ganda. Terpasang pada konstruksi tiang TM lurus dengan belokan antara 120° – 180°. Isolator yang digunakan jenis suspension insulator sebanyak 6 buah dan satu isolator jenis pin insulator. Konstruksi Tiang Penegang TM-5 SUTM Konstruksi TM-5D. namun TM-5D digunakan untuk saluran ganda (double sirkuit) dengan double treck schoor. bedanya TM-4D mempunyai double sirkuit dengan double treck schoor. Konstruksi TM-6. e. Masing- masing double traves disilang 4. ABDI HAMDANI . dan memakai treck schoor. f.90°).1101024004 . Konstruksi TM-4D sama dengan konstruksi TM-4.Konstruksi TM-4 ini termasuk tiang awal atau tiang akhir yang merupakan tiang yang dipasang pada permulaan atau pada akhir penerikan kawat penghantar. Konstruksi TM-4D. Gambar 52. Konstruksi TM-5.

Pada TM induk memakai isolator suspension. . Masing-masing double traves disilang 4.Konstruksi TM-6 ini termasuk tiang sudut. dimana pada tiang tersebut arah penghantar membelok dan arah gaya tarikan kawat horizontal. Masing-masing satu traves disilang 2. pada TM percabangan juga memakai isolator suspension dan menggunakan isolator jenis pin. Konstruksi TM-8. Type isolator tumpu. Konstruksi ini memakai treck skoor.1101024004 . h. Konstruksi Tiang Belokan TM-6 SUTM g. ABDI HAMDANI . Konstruksi TM-7. TM induk memakai isolator tumpu dan pada TN percabangan juga memakai isolator tumpu. Konstruksi TM-7 digunakan pada konstruksi pencabangan jaringan tegangan menengah dengan sudut siku (90°). Dan memakai treck skoor. yang merupakan tiang yang dipasang pada saluran listrik. Konstruksi TM-7D terpasang pada konstruksi percabangan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sudut siku (90°).

Konstruksi TM-8 ini terpasang pada konstruksi percabangan JTM sudut siku (90°). Type isolator yang digunakan ada dua jenis.1101024004 . TM-8 hampir sama dengan TM-7 hanya bedanya pada isolator TM induknya. Konstruksi TM-9. Tidak pakai treck skoor. i. Konstruksi TM-8D sama dengan TM-8 hanya bedanya TM-8D mempunyai double sirkuit. Satu traves. . Konstruksi TM-9 terpasang pada konstruksi jaringan TM penyangga lurus. TM-9 biasanya lebih banyak digunakan pada daerah perkotaan yang banyak bangunan. ABDI HAMDANI . Konstruksi Tiang Belokan TM-9 SUTM Konstruksi TM-9 ini termasuk konstruksi tiang penyangga yang merupakan tiang yang dipasang pada saluran listrik yang lurus dan hanya berfungsi sebagai penyangga kawat penghantar dimana gaya yang ditanggung oleh tiang adalah gaya karena beban kawat. TM induk memakai isolator tumpu dan TM percabangan memakai isolator suspension. Type isolator tumpu. Masing-masing double traves disilang 4. Memakai treck skoor.

Konstruksi TM-10 sama dengan konstruksi TM-6. Masing-masing double traves disilang 4. Isolator type suspension. Dan memakai treck skoor. Konstruksi TM-10. Konstruksi TM-11.90°). Konstruksi TM-11 terpasang pada konstruksi tiang TM akhir. l.1101024004 . Tidak memakai traves. TM double traves. Konstruksi TM-12 merupakan tiang penyangga lurus. k. Isolator type suspension. Konstruksi TM-12. Konstruksi Tiang opstijg kabel TM-11 SUTM Konstruksi TM-11 merupakan tiang akhir yang merupakan tiang yang dipasang pada permulaan dan akhir penerikan kawat penghantar. Opstijg kabel. dimana gaya tarikan kawat pekerja terhadap tiang dari satu arah.j. Mempunyai isolator jenis tumpu. Terpasang pada konstruksi tiang pada hutan lindung. Satu traves untuk lightnig arrester. Memakai treck skoor ganda. TM-10 terpasang pada konstruksi tiang tikungan siku (sudut 60° . ABDI HAMDANI .

Isolator type tumpu. Konstruksi TM-15. Merupakan konstruksi tiang penyangga lurus.1101024004 . Konstruksi TM-13 merupakan tiang penyangga. Tidak memakai traves. Tidak memakai traves. o. yaitu tiang yang dipasang pada saluran listrik yang lurus dan hanya berfungsi sebagai penyangga kawat penghantar dimana gaya yang ditanggung oleh tiang adalah gaya karena beban kawat.170°). Konstruksi TM-14 merupakan konstruksi tiang tarik vertical (sudut 150° . Terpasang pada konstruksi tiang hutan lindung.Konstruksi TM-12 merupakan tiang penyangga. ABDI HAMDANI . Konstruksi TM-13. Konstruksi TM-15 merupakan TM yang terpasang pada konstruksi tiang tarik akhir dengan menggunakan Arrester. Mempunyai double traves. n. yaitu tiang yang dipasang pada saluran listrik yang lurus dan hanya berfungsi sebagai penyangga kawat penghantar dimana gaya yang ditanggung oleh tiang adalah gaya karena beban kawat. Konstruksi TM-14. m. Type isolator suspension. Memakai treck skoor. Konstruksi TM-13. Terpasang pada konstruksi tiang hutan lindung. Type isolator tumpu.

ABDI HAMDANI . Isolator yang digunakan jenis suspension. yang merupakan tiang yang dipasang pada permulaan dan akhir penerikan kawat penghantar. dimana gaya tarikan kawat pekerja terhadap tiang dari satu arah. Konstruksi TM-16 digunakan untuk jaringan yang melalui sungai dengan treck schoor. p. dan jenis pin. Konstruksi TM-16. Konstruksi TM-16 merupakan konstruksi tiang portal dengan double traves.. Konstruksi Tiang Akhir Dengan Arrester TM-15 SUTM Konstruksi TM-15 merupakan tiang akhir.1101024004 .

Konstruksi TM-18 ini digunakan untuk sudut 90° yang merupakan kontruksi tiang tarik vertikal yang menggunakan double treck schoor. Isolator yang dgunakan jenis suspension tanpa travers. Konstuksi TM-17 merupakan konstruksi tiang tarik vertikal dengan menggunakan isolator jenis suspension dan isolator jenis pin. Konstruksi TM-18. Konstruksi TM-17 ini digunakan untuk jaringan bersudut 120°-180° dengan treck schoor. Konstruksi TM-16. ABDI HAMDANI . Konstruksi Tiang Portal (Single Arm) TM-16 SUTM q. .. Konstruksi TM-16A. Konstruksi TM-17. r.1101024004 .A hampir sama dengan konstruksi TM-16 hanya pada TM-16A digunakan untuk double circuit dengan 2 pasang double traves. Konstruksi Tiang Portal (Double Arm) TM-16A SUTM q.

ABDI HAMDANI . Konstruksi TM-19 merupakan tiang khusus yang dipasang LBS (Load Break Switch) pada bagian puncaknya. Konstruksi Tiang LBS TM-19 SUTM C. Tiang beton atau besi. 11 m – 156 daN dan 12 m – 200 daN dengan mengacu pada spesifikasi teknis SPLN No.90 daN . Isolator yang digunakan jenis suspension. MATERIAL SUTM 3 FASA 20 Kv.s.54 tahun 1983 : “Apabila menggunakan tiang baja/besi 9 m. tiang harus dilengkapi dengan slonsong yang dipasang menutupi tiang 30 cm bawah tanah dan 30 cm di atas tanah. Mempunyai double traves. 1.1101024004 .54 tahun 1983 . Dengan mengacu pada spesifikasi SPLN No. dari garis tanah adalah 1/6 panjang tiang dari bagian pangkal tiang” 2. Konduktor untuk saluran jaringan udara. Konstruksi TM-19.

11. 8. Down guy. 7. Yang dipakai ialah jenis porselen. 10. ABDI HAMDANI . 13. Harus memenuhi standar IEC 99 – 1 dan sudah termasuk perlengkapan seperti brackets. fixing bolt. socker eye. Lightung arrester/surge diverter. ball eye. Yang umum digunakan ialah connector dengan tiga baut. Performed tie. Karena secara teknik hal ini menyangkut posisi tiang. 6. 12.SUTM konduktor yang disediakan adalah dari jenis kawat AAAC dengan ukuran luas penampang 35. Insulator 20 kV tipe pin. Cross arm/Travers. Grounding. Material cross arm adalah besi UNP 80 x 45 x5 x 2000 mm mamakai konduktor AAAC 35 – 70 mmpersegi atau UNP 100 x 50 x 6 x 2000 mm memakai konduktor AAAC 150 -240 mmpersegi harus digalvanis dengan hotdip galvanized setebal minimal 70 mikron. 3. 5. 9. dengan accesoris antara lain : strain clamp. 70. dan 240 mm persegi atau sesuai dengan kebutuhan yang akan ditentukan lebih lanjut.1101024004 . clevis dll. 150. dmana tiang harus bisa berdiri tegak. 4. maka tiang akan melengkung dan bisa patah. Suspension. Joint sleeve. nut dan washer yang digalvanis dengan baik. Penghalang panjat dan papan tanda kilat. Jika sudut lebih kecil. Yang perlu diperhatikan dalam pemasangan guy wire adalah besar sudut kemiringannya harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Plat baja penahan cross arm. Tap connector.

Kasus pertama dapat diatasi dengan cara memilih kualitas bahan isolator dan pengolahan/perawatan yang baik. Fungsi dari segi mekanis : Menahan berat dari konduktor / kawat penghantar. Isolator jenis post saluran ( line post type insulator ) ABDI HAMDANI . Kegagalan kekuatan elektris sebuah isolator dapat terjadi dengan jalan menembus bahan dielektrik atau dengan jalan loncatan api (flashover) di udara sepanjang permukaan isolator. Isolator gantung ( suspension type insulator ) b. Kekuatan elektris porselin dengan ketebalan 1. Isolator jenis pasak ( pin type insulator ) c.5 mm dalam pengujian memiliki kekuatan 22 sampai 28 kVrms/mm.14. Pada umumnya semua konstruksi isolator direncanakan untuk tegangan tembus yang lebih tinggi dari tegangan flashover.5 ton/cm². D. 16. b. Kekuatan mekanis dengan diameter 2 cm sampai 3 cm mampu menahan gaya tekan 4. Strap stainless steel. sehingga biasanya kekuatan elektrik isolator dikarakteristikan oleh tegangan flashovernya Ada beberapa jenis konstruksi isolator dalam sistem distribusi. ISOLATOR Isolator adalah suatu peralatan listrik yang berfungsi untuk mengisolasi konduktor atau penghantar dengan tiang listrik. Tension clamp. Stopping buckle. Kasus ke dua dapat diatasi dengan memperbaiki tipe atau konstruksi dari isolatornya. isolator dapat ditinjau dari dua segi yaitu : a. Menurut fungsinya. Fungsi dari segi elektris : Untuk menyekat / mengisolasi antara kawat fasa dengan tanah dan kawat fasa lainnya.1101024004 . mengatur jarak dan sudut antar konduktor / kawat penghantar serta menahan adanya perubahan pada kawat penghantar akibat temperatur dan angin. Bahan yang digunakan untuk pembuatan isolator yang banyak digunakan pada sistem distribusi tenaga listrik adalah isolator dari bahan porselin / keramik dan isolator dari bahan gelas. 15. antara ain : a. Isolator batang panjang ( long rod type insulator ) d.

Gambar .1101024004 . Isolator Gantung (Suspension Type Insulator) ABDI HAMDANI .

Gambar . Isolator Jenis Post Saluran (Pin Post Type Insulator) ABDI HAMDANI .1101024004 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful