P. 1
Cek Laporan Pkl Apotek Jahra.print Edit

Cek Laporan Pkl Apotek Jahra.print Edit

|Views: 95|Likes:
Cek Laporan Pkl Apotek Jahra.print Edit
Cek Laporan Pkl Apotek Jahra.print Edit

More info:

Categories:Types, Speeches
Published by: SheRånieyång CukåÇiey The-Nightmåre on Jun 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/04/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Latar Belakang
  • 1.4 Persyaratan Apotek
  • 2.2 STRUKTUR ORGANISASI APOTEK ZAHRA
  • 2.3 DENAH LOKASI APOTEK ZAHRA
  • 2.4 KEGIATAN APOTEK
  • 3.1 Pengenalan Tempat
  • 3.2 Administrasi
  • 3.3 Pelayanan

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) DI APOTEK ZAHRA Tanggal 2 – 31 Januari 2013

Laporan ini disusun untuk memenuhi persyaratan Praktek Kerja Lapangan DIII Farmasi Poitehnik Harapan Bersama Tegal

Pembimbing Praktek Kerja Lapangan Di Apotek Zahra

Pembimbing PKL 1

Pembimbing PKL 2

Rizky Febriyanti S.Farm.,Apt

Meikha Nurliani, S.Farm.,Apt

Direktur

Ketua Prodi Farmasi

Ir. Mc . Chambali, B.Eng.Ee

Heru Nurcahyo, S.farm. Apt

ii

MOTTO

1. Sebelum jauh – jauh memperbaiki diri sendiri, Sebelum jauh – jauh mencari segala solusi untuk segala masalah yang kita hadapi, nomor satu yang harus kita perbaiki adalah Sholat kita 2. Kejujuran Adalah Kunci utama dalam mencapai kesuksesan, baik dunia maupun akhirat . 3. Kasih sayang merupakan salah satu dorongan yang kuat untuk mencapai suatu hasil . 4. Untuk mencapai keberhasilan diperlukan adanya usaha dan doa .

iii

PERSEMBAHAN

Laporan PKL ini, penyusun persembahkan kepada : 1. Orang tua tercinta yang telah memberikan support dan motifasi baik mental, spiritual maupun doa . 2. Bapak Ir. Mc . Chambali, B.Eng.Ee selaku direktur Politeknik Harapan Bersama 3. Bapak Heru Nurcahyo,S.farm.,Apt selaku ketua Program Studi DIII Farmasi 4. Semua Bapak dan Ibu dosen yang kami hormati 5. Pemilik sarana Apotik dan Segenap karyawan-karyawan apotik Zahra yang telah membantu dan membimbing kami selama melakukan praktek kerja lapangan 6. Teman-teman sejawat, seangkatan semester III DIII Farmasi Politeknik Harapan bersama Tegal 7. Para kakak tingkat dan adik tingkat DIII Farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal.

iv

Teman-temanyang telah banyak membantu dalam proses penyusunan Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini. dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang setulusnya kepada Ibu Serta Ayah kami. Tegal . dan hidayah-NYA penyusunan Laporan Kerja Lapangan ( PKL ) dapat tersusun sebagaimana mestinya. AMIEN. karena atas karunia. Semoga laporan PKL ini dapat bermanfaat bagi kita semua.KATA PENGANTAR Segala puji dan rasa syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan. taufik. Oleh karena itu. Sahabat. untuk itu penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritik yang dapat membangun demi kesempurnaan laporan PKL ini. 31 Januari 2013 Penulis v . Saudara. Penulis sangat menyadari bahwa dalam proses penulisan laporan ini tidak mungkin dapat terselesaikan tanpa adanya bantuan dukungan serta keterlibatan dari berbagai pihak.

................................. HALAMAN PENGESAHAN .................................. 1............1 Pengenalan Tempat ........................ BAB I PENDAHULUAN ...3 Denah Lokasi Apotek Zahra ....... 3..................................................................................................2 Tinjauan Umum Tentang Apotek ........................................................... 1....4 Persyaratan Apotek ..................................................... 3............... BAB III PELAKSANAAN ................................................................................................................................................ BAB IV PEMBAHASAN ..............3 Pelayanan ......................................3 Tinjauan Umum Praktik Kerja Lapangan .......................................... 2........................ DAFTAR ISI ..DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................. 2......................... 1...................... i ii iii iv v vi 1 1 5 7 11 15 15 18 21 25 31 31 38 38 39 vi ........................................................................................................2 Administrasi ..............................2 Struktur Organisasi Apotek Zahra ....................... 3....................................................................... PERSEMBAHAN . MOTTO ............................. BAB II TINJAUAN UMUM APOTEK ZAHRA .................................1 Sejarah Apotek Zahra ......................................................................................1 Latar Belakang ........ 1............................... KATA PENGANTAR .................................................................................................4 Kegiatan Apotek .................................................................................................... 2........................................................................................................................................................................... 2....................

...................................... 5...................................................1 Kesimpulan .......................................................... 5.2 Saran ....................... 43 43 44 45 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... LAMPIRAN vii ............BAB V PENUTUP .....................................................................

sehat bukan semata–mata anugerah. Pengadaan obat dan distribusi obat merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang penting karena obat merupakan faktor penting pendukung kesehatan. kesehatan juga merupakan kewajiban. Kesehatan juga merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam pengembangan sumber daya manusia. Oleh kerena itu. mental maupun sosial ekonomi.1 Latar Belakang Sehat merupakan hak dasar setiap manusia. jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup secara sosial dan ekonomis. 1 . apotik menjadi salah satu pendistribusi obat keberadaannya diatur oleh pemerintah. di mana setiap orang harus berperilaku hidup sehat untuk mewujudkan dan mempertahankan kesehatan. Kesehatan merupakan salah satu unsur penting bagi kesejahteraan manusia. dimana kesehatan tersebut menyangkut semua aspek kehidupan baik dari fisik.BAB I PENDAHULUAN 1. Setiap manusia di seluruh dunia berhak mendapatkan kesehatan. Di sisi lain. melainkan sesuatu yang harus diupayakan dan diperjuangkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kesehatan sendiri adalah keadaan sejahtera dari badan. Dengan demikian. Apotek memiliki dua fungsi yaitu sebagian bentuk unit pelayanan kesehatan apotek yang menyediakan baik obat – obatan maupun alat kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Dalam hal ini pembekalan farmasi yang dimaksud adalah obat. Tata urutan perundang-undangan RI menurut TAP MPR No. III/MPR/2000 adalah : 1. Undang – undang atau keputusan presiden.Praktek Kerja Lapangan merupakan kegiatan untuk memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa farmasi dalam situasi dunia kerja yang nyata. Dengan pengetahuan dan ketrampilan yang telah didapatkan di perkuliahan dan laboratorium. Undang – Undang Dasar (UUD) 1945 Ketentuan yang tercantum dalam UUD adalah ketentuan yang tertinggi tingkatannya. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 922/ Menkes/ Per/ X/ 1993 tentang ketentuan dan tata cara pemberian izin Apotek. obat asli indonesia ( Obat tradisional ). Sehingga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mendedikasikan ilmunya. memberikan batasan tentang Apotek yaitu suatu tempat penyaluran pembekalan farmasi kepada masyarakat. mahasiswa diharapkan dapat menerapkan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan tersebut kedalam pelayanan yang nyata di Apotek selama pelaksanaan praktek kerja lapangan. alat kesehatan dan kosmetika. yang pelaksanaannya dilakukan dengan ketetapan MPR. bahan obat. khususnya mengetahui dan memahami seluruh aspek-aspek kefarmasian di apotek. 2 .

Keputusan Presiden ( Kepres ) Berisikan keputusan yang bersifat khusus untuk melaksanakan UUD. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kefarmasian serta makin tingginya kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kesehatan. Peraturan pemerintah (PP) Memuat aturan – aturan umum dalam melaksanakan undang – undang.2. presiden berhak menetapkan Peraturan Pemerintahan pengganti undan-undang ( PERPU ). maka dituntut juga kemampuan para petugas 3 . 4. UU atau PP yang berkaitan. 5. Peraturan Daerah 8. 3. Peraturan – peraturan yang dikeluarkan oleh daerah dalam rangka otonomi daerah. tap MPR. 6. tap MPR dalam bidang eksekutif. yang harus mendapat persetujuan DPR dalam persidangan berikutnya. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang ( PERPU ) Dalam hal ini kepentingan yang memaksa. Undang – undang ( UU ) untuk melaksanakan UUD dan Tap MPR. Ketetapan MPR ( Tap MPR ) Tap MPR yang memuat garis-garis dalam bidang legislatif dilaksanakan dengan undang-undang dan yang memuat dalam garisgaris dalam bidang eksekutif dilaksanakan dengan Keputusan Presiden. 7.

bukannya sekedar membuat obat. tetap menjadi seorang ahli dalam bidang obat. melainkan juga menjamin serta meyakinkan bahwa produk kefarmasian yang proses diselanggarakan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari penyembuhan penyakit yang diderita pasien. melalui penyediaan bahan baku obat dalam arti luas. Farmasis adalah tenaga ahli yang mempunyai kewenangan dibidang kefarmasian melalui keahlian yang diperolehnya selama pendidikan tinggi kefarmasian. maka dalam menjalankan tugasnya harus menjalankan prosedur-prosedur kefarmasian demi dicapainya produk kerja yang memenuhi syarat ilmu pengetahuan kefarmasian. membuat sediaan jadinya sampai dengan pelayanan kepada pemakaian obat atau pasien. Dimensi pekerjaan profesi farmasis tidak kehilangan bentuk.mengingat kewenangan keprofesian yang dimilikinya. telah diakui secara universal. mengenalkan lahirnya asuhan kefarmasian. WHO tahun 1997. tanpa mengurangi pertimbangan keprofesian secara pribadi. Lingkup pekerjaannya meliputi semua aspek tentang obat. sasaran jenis pekerjaan yang dilakukan serta hasil kerja akhir yang seragam.Sifat kewenaganyang berlandaskan ilmu pengetahuan ini memberinya semacam otoritas dalam berbagai aspek obat atau profesi kefarmasian yang tidak dimiliki oleh tenaga kesehatan yang dikelompokkan profesi.dalam pelayanan kefarmasian kepada masyarakat.Pasien menikmati layanan 4 . Dengan demikian pada dasarnya kaitan tugas pekerjaan farmasis dalam melangsungkan berbagai proses kefarmasian.

mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan. efesien. berkelanjutan. menyeluruh. bila struktur dan fungsi pelayanan kesehatan dapat dihasilkan pelayanan kesehatan yang memenuhui persyaratan. terjangkau. bermutu. dapat diterima. khususnya mengetahuai dan memahami seluruh aspek – sepek kefarmasian di apotek. dalam bentuk pelayanan perorangan atau pelayanan kesehatan masyarakat. Suatu sistem pelayanan kesehatan dikatakan baik. kelompok. wajar. dan berkesinambungan.2 Waktu Dan Tempat PKL PKL ( Praktik Kerja Lapangan ) merupakan kegiatan untuk memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa farmasi dalam situasi dunia kerja yang nyata. 1. dan atau masyarakat. keluarga.profesional dari seorang farmasis dalam bentuk penjelasan tentang obat. sehingga pasien memahami program program obatnya. terpadu. 5 . Pelayanan kesehatan dapat dilakukan oleh pemerintah atau swasta. yaitu : tersedia. tercapai. Pelayanan kesehatan adalah setiap usaha yang diselenggarakan secara sendiri atau bersama – sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. efektif. adil dan merata. Berbagai bentuk pelayanan kesehatan berhubungan satu sama lain membentuk suatu jaringan yang saling terkait menjadi satu kesatuan yang utuh dan terpadu yang disebut sistem pelayanan kesehatan.

mahasiswa diwajibkan untuk melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan di bidang tersebut.30 WIB Shift siang.00 – 21.00 WIB Berpedoman pada kurikulum Akademik Farmasi Pusat pendidikan Tenaga Kesehatan Depkes RI tahun 2003 dan Program Pendidikan Diploma III Farmasi Politeknik Harapan Bersama pada semester III tentang pencapaian kemampuan administrasi dan pelayanan kefarmasian dilingkungan kerja Apotek. Adapun mahasiswa D III Farmasi yang akan PKL di Apotek Zahra dilakukan pembagian shift menjadi dua. Adapun tujuan dilaksanakan nya praktek kerja lapangan (PKL). Tujuan Umum Dengan dilaksanakan praktek kerja lapangan ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat : 6 . Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) yang dilakukan oleh mahasiswa D III Farmasi pada tanggal 2 – 31 januari 2013. yaitu :   Shift Pagi. pukul 07.30 – 14. pukul 14.Selama pelaksanaan praktik tersebut mahasiswa diberikan kesempatan untuk menerapkan serta mengembakan pengetahuan dan ketrampilan yang telah didapatkan diperkuliahan dan laboratorium kedalam pelayanan yang nyata di apotek terutama di unit – unit kefarmasian hingga memberikan bekal yang maksimal untuk menunjang kompetensi bila mana sudah lulus dari jenjang akademi dan siap untuk menerapkan serta mendedikasikan ilmunya di dunia kesehatan. antara lain : 1.

tentang perubahan atas Peraturan Menkes RI No. 1. c. b. Memahami dan berperan dalam setiap pengadaan / inventori. Memahami dan berperan dalam pelayanan kefarmasian dalam setiap unit pelayanan perapotekan. Tujuan Khusus Dengan dilaksanakannya praktek kerja lapangan ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat : a. 2. distribusi. b. Memahami dan berperan dalam organisasi farmasi di apotek. Memahami aspek – aspek pelayanan administrasi di apotek. yang dimaksud dengan Apotek adalah suatu tempat tertentu. 922/MENKES/PER/X/1993 mengenai ketentuan dan tata cara pemberian izin apotek. c. Memahami dan mampu berinteraksi dengan tim kerja di apotek. tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian penyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat. Memahami dan berperan dalam administarasi management farmasi di apotek. penyimpanan. dan penyerahan perbekalan farmasi di apotek.a.3 Tinjauan Umum Tentang Apotek Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Kepmenkes RI)No. Menurut peraturan pasal 2 Peraturan Pemerintah No 25 tahun 1980. 1332/MENKES/SK/X/2002. tugas dan fungsi apotek adalah : 7 .

beserta petunjuk pelaksanaanya dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.178 tentang ketentuan dan tata cara pengelolaan apotek. Sarana farmasi yang melakukan peracikan. 2. 1990 ) Peraturan perundang – undangan Perapotekan di Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan. 3. 8 . Aspek Hukum Apotek dan Apoteker. tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat.1332/Menkes/SK/X/2002 yang memberikan beberapa keleluasaan kepada Apotek untuk mendapat meningkatan derajat Kesehatan yang optimal. pengubahan bentuk.26 tahun 1965 tentang pegelolaan dan perizinan Apotek. 1332/menkes/sk/x/2002 adalah sebagai berikut : a. Ketentuan – ketentuan umum yang berlaku tentang perapotekan sesuai keputusan menteri kesehatan no. pencampuran dan penyerahan obat atau bahan obat. Tempat pengabdian profesi seorang apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan.26 tahun 1981 dan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. S. Apotek adalah suatu tempat tertentu. ( Soekarno. Sarana penyalur perbekalan farmasi yang harus menyebarkan obat yang diperlukan masyarakat secara meluas dan merata. kemudian disempurnakan dalam peraturan pemerintah No. Peraturan yeng terakhir berlaku sampai sekarang adalah Keputusan Menteri Kesehatan No.25 tahun 1980.1.Dimulai dengan berlakunya Peraturan Pemerintahan (PP) No.

Surat Ijin Apotek ( SIA ) Adalah surat ijin yang diberikan oleh menteri kepada apoteker atau apoteker bekerja sama dengan Pemilik Sarana Apotek (PSA) untuk menyelenggarakan apotek disuatu tempat tertentu. Apoteker pengganti adalah apoteker yang menggantikan apoteker pengelola apotek salama APA tersebut tidak berada ditempat lebih dari 3 bulan secara terus menerus. d. dokter gigi. Resep adalah permintaan tertulis dari dokter. Apoteker Pengelola Apotek ( APA ) adalah apoteker yang telah diberi durat ijin apotek (SIA) e. g. dan dokter hewan kepada apoteker pengelola apotek ( APA ) untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi penderita sesuai dengan perundang – undangan yang berlaku. 9 . c. h. mereka yang berdasarkan Peraturan Perundang – undangan yang berlaku dan berhak melakukan pekerjaan kefarmasian di Indonesia sebagai apoteker. Asisten Apoteker adalah mereka adalah yang berdasarkan peraturan perundang – undangan yang berlaku berhak melakukan pekerjaan kefarmasian sebagai asisten apoteker. f.b. Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus dan telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker. Apoteker Pendamping adalah apoteker yang bekerja di apotek di samping apoteker pengelola apotek dan atau menggantikannya pada jam – jam tertentu pada hari buka apotek. telah memiliki Surat Izin Kerja dan tidak bertindak sebagai Apoteker Pengelola Apotek lain.

mendiagnosis. Dalam melakukan pekerjaan kefarmasian di Apotek. alat kesehatan dan kosmetika. l. alat kesehatan. implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah. mesin. m. Alat kesehatan adalah instrumen aparatus. Sediaan farmasi adalah obat. dan kosmetika. 10 . Perbekalan Kesehatan adalah semua bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk menyelenggarakan semua peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan pengelolaan apotek. obat asli indonesia. k. tentang peraturan regestrasi dan Izin Kerja Asisten Apoteker ( AA ) : a. dan meringankan penyakit. Perlengkapan apotek adalah semua peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan pengelolaan apotek.i. asli indonesia ( obat tradisiona ). Akademi farmasi. bahan obat. bahan obat. merawat orang sakit serta pemulihan kesehatan manusia. Keputusan menteri Kesehatan No. menyembuhkan. dan atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh. Apoteker Pengelola Apotek dibantu oleh Asisten yang telah memiliki Surat Ijin Kerja. Perbekalan farmasi adalah obat. Asisten apoteker adalah tenaga kesehatan yang berijazah Sekolah Asisten Apoteker atau Srkolah menengah Farmasi. j. 679/Menkes/SK/V/2003. dan jurusan analisis farmasi serta makanan politeknik kesehatan sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

Sarana kefarmasian adalah tempat yang digunakan untuk melakukan pekerjaan kefarnasian antara lain industri farmasi termasuk obat tradisional. instalasi farmasi. Surat Izin Asisten Apoteker adalah bukti tertulis atau kewenangan yang diberikan kepada pemegang Ijazah Sekolah Asisten Apoteker atau Sekolah Menengah Farmasi. antara lain : 1. jurusan analisis farmasi dan makanan politeknik kesehatan untuk menjalankan pekerjaan kefarmasian sebagai asisten apoteker. 1. dan perbekalan farmasi lainnya yang menrupakan milik sendiri atau pihak lain. apotek. memuat beberapa hal yang harus diperhatiakan dalam pendirian apotek. 2. kosmetika. Surat ijin asisten apoteker adalah bukti tertulis yang diberikan kepada pemegang surat izin asisten apoteker untuk melakukan pekerjaan kefarmasian diasaran kefarmasian d. dan toko obat. apoteker yang bekerjasama dengan pemilik sarana apotek yeng telah memiliki persyaratan harus siap dengan tempat .b. Untuk mendapatkan izin apotek. 11 .4 Persyaratan Apotek Peraturan menteri kesehatan RI No.perlengkapan termasuk sediaan farmasi. Sarana apotek dapat diberikan pada lokasi yang sama dengan kegiatan pelayanan komoditi lainnya di luar sediaan farmasi lainnya. 992/Menkes/Per/X/1993. c. akademi farmasi dan makanan. akademi farmasi dan jurusan farmasi politeknik.

Siap tempat dan perlengkapan.  Serta lemari untuk menyimpan catatan medikasi pasien. 1993 ) Menurut Keputusan Menteri Kesehatan No. termasuk penempatan brosur atau materi informasi. Dapat melakukan kegiatan pelayanan komoditi laiinya diluar sediaan farmasi. termasuk perbekalan farmasi dan perbekalan farmasi lainnya. Apotek dapat melakukan kegiatan pelayanan komoditi lainnya diluar sediaan farmasi. Bangunan Apotek 1. 1332 tahun 2002. 3.1027/Menkes/SK/IX/2004 mensyaratkan apotek : A.  Penerimaan resep dan penyerahan obat  Ruangan tertutup untuk konseling bagi pasien yang dilengkapi dengan meja dan kursi. Ketentuan sarana dan prasarana apotek menurut Kepmenkes No. Bangunan apotek sekurang – kurangnya memiliki ruangan untuk:  Harus memiliki Ruang tunggu yang nyaman bagi pasien.3. ( Anonim.  Ruang administrasi dan ruang kerja apoteker. 12 .  Tempat untuk mendisplai informasi bagi pasien. Dapat didirikan pada lokasi yang sama dengan kegiatan pelayanan komoditi lainnya. persyaratan apotek adalah : 1. 2. Ada Apoteker pengelola apotek yang mempunyai izin kerja/ Surat Penugasan.

Papan Nama Apotek harus punya papan nama apotek yang berukuran panjang minimal 60 cm dan lebar minimal 40 cm dengan tulisan hitam diatas dasar putih. timbangan. 3.  Keranjang sampah yang tersedua untuk staf maupun pasien. Perlengkapan Apotek 1. pengelolaan dan peracikan Terdiri dari mortir. termometer. : cukup menerangin ruangan apotek : harus memenuhi persyaratan hygiene : bisa berasal dari sumur/ PAM/sumur B. erlenmayer. dll. tinggi huruf minimal 5 cn dan lebar minimal 5 cm.dll. 13 . rak obat. Wadah pengemas dan pembungkus Terdiri dari etiket. Kelengkapan Bangunan apotek terdiri atas :  Sumber Air pompa  Penerangan  Ventilasi 3. Ruang racikan. botol. wadah pengemas dan pembungkus untuk penyerahan obat. Alat pembuatan. cawan. corong. pot salep. 2.  WC 2. gelas ukur.  Ruang tempat pencucian alat/wastafel. Perlengkapan dan alat pembekalan farmasi Terdiri dari lemari pendingin.

blanko nota penjualan. pembantu umum / keamanan. juru racik dan tenaga lain yang di perlukan. Perlengkapan administrasi Blanko pesanan obat. 5. IONI dan kumpulan perundangan lainnya. 6. FN. form laporan . blanko faktur. ISO. buku penerimaan. buku pembelian.bagian administrasi dan keuangan. blanko kartu stock. buku pengiriman.4. Tempat penyimpanan narkotika C. Tenaga Apotek Tenaga apotek terdiri atas Apotreker. buku penerimaan dan pengeluaran narkotika dan psikotropika.laporan obat serta alat tulis kantor lainnya. blanko salinan resep. Ilmu Meracik Obat ( IMO ). Buku standar yang diwajibkan Misalnya : farmakope indonesia. 14 . Asisten Apoteker. buku khas.

Apotek Zahra didirikan oleh Meikha Nurliani.692. Tegal.S.1 SEJARAH APOTEK Apotek Zahra merupakan suatu badan usaha swasta milik perseorangan yang didirikan pada tanggal 1 April 2009. Dalam pengoperasianya.BAB II TINJAUAN UMUM APOTEK ZAHRA 2. Kata Zahra berasal dari bahasa arab yaitu Zahro yang artinya bunga.Apt bersama suaminya Novian Ardyansyah Yusuf. Apotek Zahra mempunyai visi dan misi. berkualitas dan bermanfaat. dimaksudkan agar Apotek Zahra dapat memberikan harum dihati para konsumenya dan juga supaya menjadi usaha berkembang seperti arti itu sendiri.III/2009.Farm. maksudnya dengan adanya apotek ini diharapkan bisa menjadi sesuatu yang dapat memberikan warna baru kepada para pasien ataupun pembeli untuk mendapatkan obat obatan dengan harga yang terjangkau. dengan surat izin apoteker Nomor 440/09/Apt. Apotek Zahra berlokasi di jalan Adiwerna No. yaitu:  Visi Apotek Zahra Menjadi Apotek Mitra terpercaya bagi kalangan Medis dan Non Medis Di Kabupaten Tegal  Misi Apotek Zahra Menyediakan obat dan alkes yang terjamin kualitasnya dengan harga kompetitif 15 .

-

Memberikan pelayanan yang cepat, tepat, & selamat Memberikan informasi yang benar & terkini pada pelanggan Moto Apotek Zahra Terpercaya dan menentramkan. Dalam hal ini

Apotek Zahra tidak hanya sekedar menjual produk, tapi memberikan solusi. Para karyawan Apotek Zahra akan memberikan informasi baik itu tentang penyakit, obat, maupun memberi saran kepada pasien. Untuk itu petugas apotek harus terus belajar dan menambah pengetahuan tentang kesehatan. Apotek Zahra adalah apotek dengan misi sosial yang memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat dalam melayani pasien seseorang petugas ( karyawan ) diharuskan untuk siap melayani, sebelum pembeli atau pasien masuk kedalam Apotek seorang petugas harus siap menyambut kedatangan pasien tersebut, bukan menunggu pasien untuk memanggil seorang karyawan tersebut. Dengan berdirinya Apotek Zahra diharapkan dapat membantu masyarakat untuk

memperoleh obat – obatan yang dibutuhkan serta diharapkan dapat lebih berperan dalam menjaga, memelihara, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan pemberian informasi yang jelas dan benar tentang obat dan penggunaanya serta perbekalan farmasi lainya sehingga masyarakat dapat mengkonsumsi obat dengan aman, efektif, bermutu dengan harga yang terjangkau. Apotek Zahra buka setiap hari pada pukul 07.30 – 21.00, kecuali pada hari minggu Apotek Zahra libur. Pada hari besar agama Islam seperti hari raya Idzul Fitri Apotek Zahra diliburkan.

16

Pada saat pertama berdiri Apotek ini hanya mempunyai satu karyawan, sehingga pada pelaksanaanya APA juga ikut membantu semua pekerjaan yang ada pada apotek ini. Namun seiring waktu berjalan, seperti sekarang ini total karywan pada Apotek ini berjumlah 6 orang yaitu 3 orang Asisten Apoteker, 3 orang karyawan umum. Ruang Apotek Zahra terdiri dari tempat parkir, ruang tunggu, etalase obat, ruang peracikan, ruang Apoteker, tempat solat, ruang komputer dan toilet serta gudang. Pembagian ruang ini sangat penting untuk menjamin kelancaran pelayanan obat dan denah bangunan Apotek dapat dilihat dalam lampiran. Dalam Apotek Zahra terdiri dari 9 etalase yang masing – masing ditempati obat – obatan yang digolongkan dalam golongan masing – masing. Secara garis besar dibagi menjadi 2 bagian yaitu etalase untuk menyimpan obat obatan otc dan obat keras. Etalase 1, 2, 3, 4 dan etalse 7 digunakan untuk menyimpan obat – obat otc, dan etalase 5,6,8 dan 9 digunakan untuk menyimpan obat – obat keras. Obat – obat yang harus disimpan pada suhu dingin, misalnya supositoria, disimpan di lemari pendingin yang telah disediakan.

17

2.2 STRUKTUR ORGANISASI APOTEK ZAHRA

PSA ( Pemilik Sarana Apotek) Meikha Nurliani,S.Farm.,Apt Novian Ardyansyah Yusuf, M.BA

n Apoteker Meikha Nurliani, S.Farm., Apt

Asisten Apoteker 1. 2. 3. Ali Nurrohim Mirna Khaerunnisa Rizky Hendy R.

Karyawan 1. M. Fasikhin 2. Ahmad sofiyudin 3. Nurfa Hamzah

Gambar (i) . Struktur Organisasi Apotek Zahra.

18

mengawasi serta mengevaluasi seluruh kegiatan di Apotek. - Membantu pengadaan obat Melayani resep dari dokter termasuk member harga. Asisten Apoteker Tugas. Melaksanakan kegiatan untuk mengembangkan Apotek. Kewajiban dan Wewenang Bertanggung : jawab dalam merencanakan. baik kegiatan teknis kefarmasian. dokter dan tenaga medis lainya dilingkungan Apotek. Apoteker Pengelolah Apotek ( APA ) Tugas. Memberikan pelayanan komunikasi. manajerial maupun administrasi. PBF. Kewajiban dan Wewenang : Membantu APA dalam hal penerimaan perbekalan farmasi dan memastikan keabsahanya. Adapun tugas dari masing – masing personel apotek adalah : A. - Melakukan pengontrolan harga dan tanggal kadaluarsa obat pada saat pembelian obat 19 . tiga Asisten Apoteker. mempersiapkan resep dibawa pengawas APA.Apotek Zahra beranggotakan delapan orang meliputi dua orang PSA. mengkoordinasi. meracik. B. tiga karyawan umum. satu diantaranya sebagai Apoteker. edukasi dan informasi (KIE) kepada masyarakat Memperhatikan kesejahteraan pegawai dan membina hubungan yang baik dengan pegawai.

- Membantu melakukan tugas administrasi C. kertas perkamen. peracikan. dan pesanan untuk pelanggan Bertanggung jawab terhadap persediaan perlengkapan Apotek misalnya etiket. Bertugas mengantarkan barang atau pesanan untuk pelanggan Melakukan pembelian obat yang tidak tersedia ke Apotek lain. Karyawan Membantu AA dalam mempersiapkan obat. 20 . mengontrol obat – obat yang mendekati kadaluarsa. plastik dan lainya.- Mencatat dan memeriksa perbekalan farmasi yang mendekati batas untuk di pesan kembali.

3 DENAH LOKASI APOTEK ZAHRA RUANG DEPAN DAN RUANG TENGAH Tempat Parkir Timbangan Pintu Depan Tempat Duduk Pasien Pintu Masuk 4 3 2 7 Kasir 1 5 Meja Racikan 6 Lemari Meja Tempat komputer Sampah erer Apoteker 9 Lemari Es 8 21 .2.

pispot. sabun.sabun. neozep f. Pada etalase 5. kassa. kompres demam dll. bodrex. antalgin. Semua obat disini tertata rapi berdasarkan jenis khasiat dan jenis sediaanya. dexametason. Macam – macam balsam. cat gut. disimpan di etalase 4. macam – macam jamu. Macam – macam alkes yang tersedia di Apotek Zahra adalah WWZ. Obat –obat yang disimpan di etalase 3 merupakan obat – obat bebas dan bebas terbatas. Dari semua jenisnya tidak ada obat yang di minum di etalase 4 ini. Tetes mata yang termasuk obat keras dan salep – salep yang termasuk obat keras tidak disimpan disini. obat kumur. Tidak terlalu banyak obat – obat yang tersimpan disini. kapas. Semua alkes disimpan pada etalase 2. Multivitamin daya tahan tubuh dan penambah darah juga disimpan disini. pipet dan sebagainya. 22 . tersimpan semua oabt – obat ( tablet maupun kapsul ) yang berbentuk ( wadah ) kaleng. contohnya paracetamol tablet.Keterangan etalase 1 – 9 & lemari es : Etalase 1 digunakan sebagai tempat menyimpan obat obat yang berbentuk tablet misalnya ultraflu. dan lain – lainya. minyak telon. ctm. sehingga Apotek Zahra hanya memiliki macam macam alkes yang tidak terlalu banyak. minyak kayu putih. Etalase 3 memuat obat. Karena permintaan alkes dari pasien yang masih minim. verban. Dengan penyimpanan yang tidak tembus cahaya. paramex.obat tetes mata . urinal.

Etalase 6 dan 9. Kulkas ( lemari pendingin ). Sediaan suppositoria di simpan pada lemari pendingin ini. Menyimpan obat dalam bentuk box. contohnya : vitamin C dapat rusak oleh pengaruh sinar matahari. Obat – obat pada etalase ini ditata secara alfabetis dengan pergerakan sesuai arah jarum jam. Etalase 8 memuat obat – obat syrup. salep mata.sehingga dapat mencegah kerusakan obat oleh sinar matahari. kecuali disebagian etalse 9 terdapat golongan obat – obat generik. yang termasuk golongan obat – obat keras. 23 . yaitu dari kiri ke kanan. Semua yang tersimpan disini merupakan golongan obat – obat paten. salep kulit. obat tetes mata. digunakan untuk menyimpan obat – obat yang harus disimpan pada suhu dingin ( 2 derajat sampai 8 derajat ).

RUANG BELAKANG / & GUDANG Pintu Masuk A B Dapur C Km / wc D Lemari psikotropik Lemari narkotik B Tempat Sholat 24 .

4 KEGIATAN APOTEK 1.2. mencatat jumlah barang di daftar atau lembar produk dari setiap etalase dan gudang. Kemudian barang-barang yang stoknya kurang dari stok minimal direkap setiap etalase dan gudang. 25 . pada bagian bawah rekap order diberi tanda “SK” (sudah dikirim) dan jika barang tidak terkirim ditandai “X” ( silang ). Setelah memeriksa. Jika ada barang-barang dengan Exp. fungsi stok opname adalah untuk mencatat ED masing – masing obat. Sop Stock Opname Stock opname merupakan perencanaan untuk melakukan pengadaan obat di Apotek Zahra. buat rencana perubahan order Dan setelah barang sudah datang. 2. SOP Pengadaan Barang ( Order )  Rekap terlebih dahulu barang yang kritis atau sudah habis dari stock opname    Buat rencana untuk order ke PBF Periksa rencana untuk ordener ke PBF Tulis pesan order ( SMS ) . tanggal order ditulis dilembar rekap order dan diberi tanda V dikanan atas    Periksa pesan ( SMS ) order dan SP Jika ada PBF yang kosong. Selain itu. Date kurang dari 6 bulan maka dipisahkan untuk diretur. Pelaksanaanya yaitu dengan memeriksa stok persediaan barang yang berada di etalase dan gudang.

SOP Penerimaan Barang – Penyimpanan Penerimaan barang di Apotek Zahra dilakukan dengan :    Barang dari PBF Priksa kesesuaian faktur dengan fisik barang Jika faktur tidak termasuk fisik barang maka retur ke PBF Jika faktur sudah termasuk fisik barang maka TTD faktur dan stempel ( tanggal dan nama )  Jika jenis faktur kredit atau konsinasinya maka faktur asli ke PBF copy faktur yang ( 1 lembar ) untuk Apotek Zahra kemudian register ke buku penerimaan barang 26 . indikasi. SOP Penjualan Langsung ( Tunai ) Senyum. kemudian menginput ke computer pada file penjualan. Konsumen membayar sejumlah total harga obet tersebut. aturan minum. 4. kemudian memeriksa ketersediaan barang tersebut. sebaiknya menawarkan dahulu obat – obat yang mungkin akan dibeli oleh pelanggan tersebut. dsb. Memberikan obat pesanan pelanggan dengan memberikan informasi tentang harga. Sebelum menghitung total harga yang harus dibayarkan oleh pihak konsumen. Tidak lupa untuk selalu memberikan senyum dan ucapan terima kasih kepada pelanggan tersebut.3. salam dan sapa itulah yang harus dilakukan pertama kali pada saat konsumen (pembeli) masuk ke Apotek Zahra. Mencatat permintaan maupun menyiapkan permintaan dari konsumen tersebut dengan senang hati.

Faktur ini terdiri dari beberapa lembar. Jika jenis faktur tunai maka bayar kemudian faktur asli di TTD dan tanda lunas oleh PBF lalu faktur asli untuk Apotek Zahra. jika harga stok cukup. Penginputan Faktur ( Nota Pembelian ) Faktur (nota pembelian) adalah bukti pembelian yang telah dilakukan oleh Apotek Zahra kepada PBF. maka barang masuk ke gudang. input ke kartu stok kemudian faktur dan kartu stok di cek  Jika tidak ada barang baru = input ke kartu stok dan barang di beri harga ( HNA dan harga jual ) kemudian cek etalase yang kurang. mutasi.  Jika faktur dan kartu stok sesuai maka faktur dan kartu stok disimpan diordener masing – masing  Jika faktur dan kartu stok tidak sesuai maka faktur dan kartu stok di refisi kemudian faktur dan kartu stok di cek 5. sedangkan lembar ke 4 diberikan kepada Apotek sebagai bukti pembelian (penerimaan) barang yang dilakukan oleh pihak Apotek. Lembar pertama adalah lembar ( halaman ) asli. kemudian register ke buku penerimaan barang  Jika ada barang baru = input produk baru ke buku daftar harga dan fille “ master “ barang Zahra “ buat kartu stok baru. 27 . Lembar kedua dan ketiga digunakan untuk pengarsipan PBF tersebut. lembar faktur pertama ini diberikan kepada Apotek jika Apotek sudah membayar/melunasi total seperti yang tercantum di dalam faktur tersebut.

Pengarsipan Faktur Dalam pengarsipan faktur perlu deperhatikan langkah-langkah yang baik dan teliti. untuk selanjutnya akan digabungkan dengan copy faktur tersebut. Menginput faktur pada computer.masing obat. agar tidak terjadi kekeliruan atau kesalahan dalam 28 .Langkah pertama yang dilakukan penginput faktur yaitu mengambil copy faktur pada map faktur masuk. SOP Mutasi Barang Mutasi barang yang ada pada gudang untuk diletakkan pada etalase. penginput faktur ini akan mengecek terlebih dahulu ED masing. dimaksudkan agar tidak ada ED obat yang tidak sempat atau belum tertulis. Copy faktur dan bukti penerimaan barang akan di masukkan kedalam map tempat faktur tersebut telah di input pada computer untuk selanjutnya akan di cek oleh karyawan lain dan di masukkan kedalam ordner tempat faktur tersebut. yaitu dengan cara: Buatlah daftar barang yang akan dimutasi Siapkan barang yang akan di mutasi dari gudang Kemudian barang di mutasi ke etalse Input mutasi ke stok masing – masing barang 7. maka akan membuat bukti penerimaan barang tersebut. 6. Setelah di input. Sebelum faktur diinput di dalam komputer.

8. Petugas Apotek ini mengambil copy faktur pada ordner masing – masing PBF. SOP Pembayaran Hutang ( Ke PBF ) Pembayaran faktur pembelian dilakukan setelah jatuh tempo pembayaran tersebut terlewati. diantaranya adanya retur barang. 29 . Selanjutnya memasukkan faktur ke outner berdasarkan tanggal dan PBF nya.memasukkan faktur.langkah yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut : 1. jika tidak sesuai maka akan ada pemberitahuan kepada sales PBF tersebut. ketidaksesuaian harga maupun diskon obat tersebut. PBF akan menunjukan faktur asli yang kemudian akan di cek dengan copy faktur oleh petugas Apotek. dan jug aada yang 45 hari tergantung PBF masing – masing. tetapi untuk faktur dengan jenis pembayaran tunai dan konsinyasi tidak menggolongkan PBF nya hanya mengurutkan tanggalnya dari tanggal terlama sampai tanggal terbaru. Ketidaksesuaian ini disebabkan oleh beberapa alasan. Mengambil map faktur. Pada saat pembayaran tersebut. 30 hari. Jatuh tempo pembayaran faktur tersebut ada berbagai macam yaitu 7 hari. Pengecekan dilakukan antara faktur asli dan copy faktur PBF. yaitu map yang bertuliskan“faktur kredit” dan map yang bertuliskan “faktur lunas” 2.

tidak sesuai pesanan dan mendekati exp date maka hal yang harus dilakukan menghubungi sales PBF. Faktur yang sudah dibayar ini akan diletakkan pada map faktur yang sudah dibayar untuk selanjutnya akan di input pelunasanya pada computer. Faktur asli akan diserahkan kepada pihak apotek sebagai bukti bahwa faktur pembelian tersebut telah dibayarkan oleh pihak apotek.Setelah pengecekan ternyata tidak ada masalah ( sesuai ) maka PSA akan membayar sejumlah yang ada pada faktur tersebut. mengambil kopian faktur. 30 . membuat bukti retur. Sales PBF akan menghitung uang yang diberikan oleh pihak apotek untuk selanjutnya sales PBF tersebut akan memberitanda pelunasan dan tanggal pelunasan pada faktur tersebut. faktur akan disimpan pada ordner faktur masing – masing PBF dengan melihat tanggal terima. Retur Obat Ke PBF Apabila ada barang rusak. Setelah faktur diinput pelunasan pada computer. dan barang diserahkan ke sales PBF. 9. sehingga faktur tersebut tertata dengan rapi sesuai PBF dan tanggal yang berurutan. Petugas apotek mengecek kelengkapan faktur tersebut (faktur asli dan copian faktur) sebelum melunasi penginputan dikomputer.

baik obat bebas. psikotropika. antibiotic tetes mata dan telinga. obat bebas terbatas dan sudah terdaftar di DEPKES RI . A. sirup. obat keras dan lainnya.OBP .OBH .Tablet paracetamol . B komplek .1 Pengenalan Tempat Mahasiswa D III Farmasi yang melaksanakan praktek kerja lapangan di Apotek Zahra. salep.BAB III PELAKSANAAN 3. vitamin E dan lain – lain 31 . semuanya dikelompokkan tersendiri yang selanjutnya baru diurutkan menurut alfabetis. obat keras .Tablet vitamin C . Di Apotek Zahra ini penataaan tempat digolongkan berdasarkan sediaannya. obat bebas terbatas. tidak termasuk daftar narkotik. Obat Bebas Obat Bebas adalah obat yang dapat di jual bebas kepada umum tanpa R/ Dokter. drop. obat keras. dari mulai tablet. obat bebas.minyak kayu putih . Contoh : . pada hari pertama dikenalkan tentang letak atau tempat penyimpanan obat. obat generic.

dengan garis tepi warna hitam B. dan memuat pemberitahuan peringatan sebagai berikut.1 “ awas obat keras . Obat Bebas Terbatas Obat Bebas Terbatas atau daftar “W” menurut bahasa belanda artinya : “ waarschuwing “ ( peringatan ) Pengertian Obat Bebas Terbatas adalah : Obat Bebas yang dapat diserahkan kepada pemakainya tanpa R/ Dokter. Pada penyerahan atau penjual harus mencantumkan tanda peringatan. baca aturan pemakaiannya “ contoh : antihistamin tablet  P No. 2 : “ awas obat keras. Bila penyerahannya memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. 1 : peringatan no. hanya untuk kumur tidak ditelan “ 32 . Obat tersebut hanya boleh dijual dalam bungkus asli dari pabriknya dan atau pembuatnya 2. lebar 2cm.  P No. MENKES RI No 2380/A/SK/VI/1983 Tanda khusus Obat Bebas yaitu Lingkaran bulat berwarna hijau. Penandaan : penandaan berdasarkan SK. panjang 5cm.

larutan mecurohum  P No. 33 . air burowi. hanya untuk bagian luar dari badan” contoh . sulfanilamin steril  P No. obat kumur yang mengandung zincum. hanya untuk dibakar “ contoh : Rokok dan serbuk scopalamin untuk penyakit bengek (asma)  P No. 4 : “ awas obat keras . 3 : “awas obat keras . C. Obat Keras Obat keras / daftar “G” / Geverlijk “ Berbahaya “ Maksunya obat dealam golongan ini berbahaya jika pemakaiannya tidak berdasarkan R/ dokter. obat wasir jangan ditelan “  Penandaan Berdasarkan KepMenKes 2380/A/SK/VI/83 tanda khusus Obat Bebas Terbatas.contoh : Larutan kalii kloras. Pengertian : adalah obat yang ditetapkan sebagai berikut : 1. Semua obat yang pada bungkusluarnya oleh si pembuat disebutkan bahwa obat itu hanya diserahkan dengan R/ dokter. 6 : “ awas obat keras . tidak boleh ditelan “ contoh : amonoac 10 % .  P No. 5 : “ awas obat keras.

2. contoh obat wajib apotik : obat kontrasepsi : limestreno 34 . Memberikan informasi meliputi dosis dan aturan pakai .acetamilidium . kontra indikasi. yang perlu diperhatikan oleh pasien. dan lain-lain . 1. efek samping. Semua obat dibungkus sedemikian rupa sehingga nyata digunakan secara parenteral contoh : . Memenuhi ketentuan dan batasan tiap jenis obat per pasien yang disebutkan dalam obat wajib apotik yang bersangkutan. Obat Wajib Apotik (OWA) Obat Wajib Apotik adalah obat keras yang dapat diserahkan oleh Apoteker diapotik tanpa R/ dokter dengan catatan pada penyerahan obat wajib apotik ini terhadap apoteker terdapat kewajiban-kewajiban sebagai berikut .adrenalinum  Penandaan Tanda khusus obat keras “ Lingkaran berwarna merah debgan garis tepi berwarna hitam “ dan didalam lingkaran terdapat huruf “K” D. Membuat catatan serta obat yang diserahkan 3. 2.

maka obat-obat yang digolongkan dalam OWA adalah obat yang diperlukan bagi kebanyakan penyakit yang diderita pasien. Diantara peraturan mengenai OWA adalah antara lain :    Permenkes no. obat alergi kulit (salep hidrokotison). Antara lain: obat antiinflamasi (asam mefenamat). Penggunaannya tidak memerlukan cara atau alat khusus yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan. antialergi sistemik (CTM). Penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia. kriteria obat yang dapat diserahkan: 1.347/MENKES/SK/VII/1990 tentang OWA no. Sesuai permenkes No. infeksi kulit dan mata (salep oksitetrasiklin).924/MENKES/PER/X/1993 tentang OWA no. Pengobatan sendiri dengan obat dimaksud tidak memberikan risiko pada kelanjutan penyakit.919/MENKES/PER/X/1993 tentang criteria OWA Kepmenkes no. obat KB hormonal. 2.919/MENKES/PER/X/1993. 4. anak di bawah usia 2 tahun dan orang tua di atas 65 tahun. 5. 3.- obat saluran cerna : antasid dan sedatif/spasmodik obat mulut dan tenggorokan : heksetidin Tujuan OWA adalah memperluas keterjangkauan obat untuk masyarakat.2 35 . Obat dimaksud memiliki rasio khasiat keamanan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk pengobatan sendiri.1 Permenkes no. Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil.

925/MENKES/PER/X/1993 tentang perubahan golongan OWA no.22 tahun 1997 tentang narkotika adalah Suatu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetik maupun semi sintetik yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. Permenkes no. Hilangnya rasa mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan dan dibedakan dalan golongan 1.1 E.2. Obat Narkotika Menurut UUD. contoh : Tanaman papafer somni perum Tanaman oka tanaman ganja heroin dalam kesehatan dikenal putau sering digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab  Penandaan Narkotika berdasarkan peraturan yang terdapat dalam ordonasi obat bius yaitu “ palang medali merah “ morfin opium codein 36 .3.

4 contoh psikotropika : Diazepam.5 tahun 1997 Tentang Psikotropika adalah zat atau obat baik ilmiah atau sintesis bukan narkotika yang bersifat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku . fenobarbital. psilosibina. flunitrazepam. nitrazepam. lisergida. 3. Psikotropika Menurut UUD. amphetamin.  Penandaan Untuk psikotropika penandaan yang digunakan sama untuk penandaan obat keras hanya saja karena efeknya mengakibatkan sindrom ketergantungan sehingga dulu disebut obat keras tertentu. 2. Ruang lingkup pengaturan psikotropika dalam UUD adalah : Psikotropika yang mempunyai potensi sindrom ketergantungan yang menurut UUD tersebut dibagi 4 golongan yaitu : Golongan 1.contoh : morfin = penghilang rasa nyeri yang kuat codein = antitusif atau obat batuk yang paling kuat F. psiloma. penandaannya : “Lingkaran bulat berwara merah dengan huruf K berwarna hitam“ 37 .

3. mahasiswa mempelajari tentang pelayanan pada pelanggan antara lain : 1.3 Pelayanan Pada praktek kerja lapangan. 38 .2 Administrasi Pada praktek kerja lapangan ini mahasiswa dikenalkan dan mempelajari system administrasi apotek antara lain : 1. Melayani konsumen. Cek barang di etalase 2. Membersihkan barang dan bagian dalam etalase 3. Input Faktur Masuk 2. Input pelunasan faktur 3.

Perencanaan atau pemesanan obat di Apotek Zahra dilakukan dengan mempertimbangkan obat-obat yang sering diresepkan oleh dokter. Hal tersebut menuntut keterampilan dan pengalaman seluruh karyawan maupun pengelola apotek. namun tidak berarti setiap pelayanan obat dilayani secara bebas terutama obat keras tanpa resep yang penggunaannya dapat disalah gunakan. Apotek Zahra senantiasa berusaha memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat. Dalam pemberian pelayanan kefarmasian.BAB IV PEMBAHASAN Apotek adalah suatu tempat tertentu dimana dilakukan pekerjaan kefarmasian yaitu penyaluran obat. alat kesehatan dan perbekalan farmasi yang sangat dibutuhkan masyarakat sekaligus membantu pemerintah dalam pengawasan dan pengendalian obat yang beredar di masyarkat. memperhatikan diskon dan juga bonus yang 39 . Merupakan salah satu Apotek yang bertempat dilokasi yang sangat strategis karena terletak dikawasan pemukiman padat serta dekat dengan pusat pertokoan dan sangat mudah dijangkau. Meskipun tujuannya memberikan pelayanan sebaik manikin. obat dapat pula membahayakan kesehatan apabila penggunaan yang tidak tepat. Apotek Zahra yang beralamat di Jalan Adiwerna No. obat-obat yang sering dicari oleh konsumen. karena disamping fungsinya sebagai sarana untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.692 Tegal. apotek senantiasa berpegang pada peraturan pemerintah disamping adanya tanggung jawab moral untuk senantiasa mengutamakan kepentingan social dari pada sekedar memperoleh keuntungan.

bentuk sediaan dan jenis obat sehingga mempermudah dalam pengambilan maupun pengecekan barang. dilengkapi dengan AC. Untuk obat yang perlu disimpan dalam suhu rendah seperti suppositoria. 40 . Untuk memperlancar kegiatannya Apotek Zahra mengadakan pengaturan ruangan yang tepat serta ditunjang dengan adanya system pembagian waktu kerja. Oleh sebab itu. Apotek Zahra juga memberikan pelayanan dalam bentuk yang lain untuk menjamin kenyamanan pasien misalnya tempat parkir yang cukup luas. selain itu juga melatih mahasiswa tentang bagaimana melayani pasien dengan baik dan juga cara memberikan informasi. dan televise. Apotek Zahra sebagai salah satu tempat penyaluran barang-barang farmasi kepada masyarakat yang tidak lepas dari pengawasan pemerintah. disimpan didalam lemari pendingin agar stabilitas sediaan dapat terjaga. fasilitas ruang tunggu yang baik. Untuk pengadaan barang dilakukan dengan menggunakan surat pemesanan ke PBF resmi melalui sales dari PBF maupun memesan dengan menggunakan handphone (SMS).ditawarkan oleh PBF. Sistem penyimpanan barang/obat di Apotek Zahra baik dirak stock maupun di etalase disusun berdasarkan Alphabet. kipas angin. Pelaksanaan praktek kerja lapangan di apotek telah memberikan ilmu pengetahuan dan pengalamn terhadap mahasiswa khususnya dalam pelayanan obat seperti peracikan. apotek wajib untuk melaporkan penggunaan sediaan farmasi tertentu kepada instansi yang berwenang . sehingga dapat diusahakan pelayanan yang optimal kepada masyarakat yang ingin berobat .

Setelah itu menata barang di gudang sesuaikan dengan tempat sediaan diurutkan sesuai dengan abjad. Selain itu kami pun melayani pasien dengan baik dan swammedikasi dengan keluhan yang dirasakan oleh pasien dan meracik obat. Kita juga menerima barang-barang dari sales PBF yang telah di pesan dari pihak apotek.Selagi menunggu konsumen datang. Selama kami melaksanakan kegiatan praktek kerja lapangan (PKL) di Apotek Zahra dibagi menjadi 2 kelompok.30 – 21. mengecek ketersediaan barang yang berada di etalase apabila ada barang yang pesediaannya sedikit. Setelah barang datang.30 WIB.dengan pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan di apotek ini dapat mempersiapkan para calon Asisten Apoteker dalam menghadapi dunia kerja sehingga mereka siap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya ditengah-tengah masyarakat.Setelah semua sudah dikerjakan dan sudah sesuai selanjutnya menginput faktur PBF ke dalam computer. memberikan tanda tangan pada faktur dan cap stempel apotek. masuk dari jam 14. karena kami belum tahu obat yang berkaitan dengan keluhan pasien. Sebelum kami meracik obat. membersihkan kaca dan etalase. kegiatan kami membersihkan ruang kerja apotek. mengambil barang dari gudang dan mengompliti barang yang sekiranya kurang dan 41 . Jika diantara kami berangkat shift pagi. mengepel lantai apotik. jika semuanya sudah selesai. Ambil kopian faktur pada lembar terakhir dan menyimpannya untuk data apotek. kita mengecek barang-barang terlebih dahulu apa sudah sesuai yang tertera pada faktur.00 WIB. yaitu : Kelompok pertama. seperti halnya dengan menyapu lantai. Jika sudah sesuai. harus tanyakan kepada Apoteker ataupun asisten apoteker. Kelompok kedua. masuk dari jam 07.30 – 14. selanjutnya kita mengecek Exp Date nya.Mengenai obat kepada pasien .

10 menit sebelum waktu pulang ( 21:00 WIB ) melakukan kegiatan bersih-bersih di apotek setelah tepat pukul 21:00 WIB saatnya pulang.menatanya dengan rapi. 42 .

1 KESIMPULAN Dari hasil Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Apotek Zahra selama 1 bulan dapat di simpulkan bahwa : 1.00 – 21.Farm. b. pukul 14.Adapun mahasiswa D III Farmasi yang akan PKL di Apotek Zahra dilakukan pembagian shift menjadi dua. yaitu : a. pukul 07. Apotek Zahra beranggotakan delapan orang meliputi dua orang PSA.692.Apt bersama suaminya Novian Ardyansyah Yusuf. Tegal.00 WIB 43 .S. tiga Asisten Apoteker . 2. Apotek Zahra berlokasi di jalan Adiwerna No.III/2009. Apotek Zahra didirikan oleh Meikha Nurliani.BAB V PENUTUP 5. dengan surat izin apoteker Nomor 440/09/Apt. Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) yang dilakukan oleh mahasiswa D III FARMASI pada tanggal 2 – 31 januari 2013.30 – 14.30 WIB Shift siang. satu diantaranya sebagai Apoteker. Apotek Zahra merupakan suatu badan usaha swasta milik perseorangan yang didirikan pada tanggal 1 April 2009. Shift Pagi. tiga karyawan umum 3.

Perlu diadakan peningkatan pelayanan obat kepada masyarakat dan pihak yang membutuhkan terutama pelayanan mengenai informasi obat baik dengan resep maupun tanpa resep 2. 44 . 3. agar konsumen merasa nyaman saat berada di apotek. Keramahan terhadap konsumen perlu ditingkatkan. Kerja sama antara Apotek Zahra dengan Politeknik Harapan Bersama Tegal agar terus dikembangkan serta dipertahankan untuk tahun-tahun selanjutnya.2 SARAN 1. sementara dari Apotek Zahra belum menyediakannya 4.5. Lebih dikomplitkan lagi dari obat-obatan yang sering dipesan konsumen.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. tentang Izin Kerja Asisten Apoteker Menkes RI : Jakarta Anonim. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2003.tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek .S. No. 2003. Standar Kompetensi Farmasi Indonesia : Jakarta Hadiwidjojo Suryadi. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia.S : 1990 : Aspek Hukum Apotek dan Apoteker : Mandar Maju : Bandung 45 . 1332/MENKES/SK/X/2002. 1992 : Pengelolaan Apotek : Ikatan Sarjana Farmasi : Bandung Soekanto.No. Menkes RI : Jakarta ISFI.Apt . 2003. 679/MENKES/SK/X/2003.Si.

KERTAS PUYER ETIKET 46 .

FAKTUR BARANG MASUK 47 .

FAKTUR PAJAK 48 .

FAKTUR PENJUALAN 49 .

PLASTIK KLIP 50 .

SURAT PESANAN ( SP ) 51 .

KWITANSI PENJUALAN 52 .

RESEP 53 .

54 .

55 .

BUKTI PELUNASAN FAKTUR ( BPF ) 56 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->