Orang lanjut usia (Lansia) dinilai paling rentan mengalami gangguan kejiwaan.

Bahkan tercatat 25% dari keseluruhan Lansia mengalami masalah gejala gangguan kejiwaan. Hal tersebut disampaikan dokter RSUD dr Moewardi Solo dr Yusvick M Hadin SpKj dalam seminar kesehatan jiwa pada Lansia dengan tema Bina Lansia Sehat yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Solo di gedung Perkumpulan Masyarakat Solo (PMS), Sabtu (29/12/2012). Pihaknya memperkirakan jumlah penderita gangguan kejiwaan pada lansia akan mengalami kenaikan cukup tinggi. Dia menuturkan ada berbagai faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa lansia. Di antaranya mulai penurunan kondisi fisik, penurunan fungsi dan potensi seksual, perubahan aspek psikologi dan perubahan dalam peran sosial di masyarakat. “Secara umum kondisi fisiknya masih baik. Badannya masih tampak bugar. Namun mental emosionalnya sudah berubah,” katanya. Selain mengalami penurunan suasana perasaan dan kurangnya gairah hidup, dia menambahkan lansia juga mengalami gangguan daya ingat. Penurunan daya ingat semakin diperparah jika lansia ditinggalkan oleh pasangan hidupnya. Kondisi depresi memperparah gangguan kognitif yang dideritanya. “Kecenderungan mengalami depresi meningkat sejalan bertambahnya usia. Kaum lansia merupakan salah satu kelompok orang yang rentan mengalami depresi sepanjang hidupnya,” katanya. Dia menyebutkan penyebab gangguan jiwa pada lansia terjadi karena kurangnya hubungan sosial, kesepian, kematian, kemiskinan dan sakit. Sementara dari sisi psikologis, imbuh dia, kurangnya harga diri, kemampuan untuk mengadakan hubungan intim hingga sakit fisik. Sedangkan dari sisi biologis, gangguan kejiwaan dipengaruhi hilangnya sel-sel saraf atau neurotransmitter. Dia mencontohkan gejala depresi yang dialami seperti kehilangan minat dan energi, tidak konsentrasi, rasa bersalah, pesimis tentang masa depan, gangguan tidur dan menurunnya nafsu makan. Kondisi depresi pada pasien lansia banyak dihubungkan dengan kebugaran fisiknya. “Diperlukan pemahaman bagi orang-orang di sekitar pasien lansia ini. Seperti anak maupun cucu untuk memahami dan bisa memberi perhatian bagi lansia. Ini salah satu langkah untuk menghidari lansia dari gangguan kejiwaan,” katanya.

Hal itu bersumber dari kenyataan yang terjadi pada lansia bahwa terdapat hubungan yang erat antara gangguan parafrenia.Kes. merengek-rengek. bermusuhan. jalan terus. Terjadi juga gangguan perilaku. (misalnya pada waktu menopause pada wanita). Umumnya banyak terjadi pada wanita dari kelas sosial rendah atau lebih rendah.Skizofrenia paranoid (curiga. kluyuran) 5). bizar). psikologis dan sosial-budaya. sehingga penderita menjadi tak tahu waktu. tidak mau makan. atau mendengar dua orang atau lebih memperbincangkan diri si penderita sehingga ia merasa menjadi orang ketiga. Mereka biasanya tidak menikah atau hidup perkawinan dan sexual yang kurang bahagia. dsb) 3). melalui pemeriksaan psikiatrik maupun pemeriksaan lain yang diperlukan. seperti gembel) Pada umumya. Gangguan skizofrenia sebenarnya dapat dibagi menjadi beberapa tipe. Ganguan skizofrenia berawal dengan keluhan halusinasi dan waham kejaran yang khas seperti mendengar pikirannya sendiri diucapkan dengan nada keras. Gangguan ini sering dianggap sebagai kondisi diantara Skizofrenia paranoid di satu pihak dan gangguan depresif di pihak lain. mudah marah. jika punya sedikit itupun sulit mengasuhnya sehingga anaknyapun tak bahagia dan biasanya secara khronik terdapat gangguan pendengaran. yang disertai halusinasi. tidak mau minum.Skizofrenia Latent (autustik. yaitu : 1). dsb) 4).Skizofrenia simplek (seperti gelandangan. Parafrenia lambat (late paraphrenia) digunakan oleh para ahli di Eropa untuk pasien-pasien yang memiliki gejala paranoid tanpa gejala demensia atau delirium serta terdapat gejala waham dan halusinasi yang berbeda dari gangguan afektif. Gangguan skizofrenia pada lanjut usia (lansia) ditandai oleh gangguan pada alam pikiran sehingga pasien memiliki pikiran yang kacau. Hal tersebut juga menyebabkan gangguan emosi sehingga emosi menjadi labil misalnya cemas. tempat maupun orang. mudah salah faham dan sebagainya. Karena banyaknya gangguan paranoid pada lanjut usia (lansia) maka banyak ahli beranggapan bahwa kondisi tersebut termasuk dalam kondisi psikosis fungsional dan sering juga digolongkan menjadi senile psikosis. bingung.Skizofrenia Gangguan jiwa skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang berat dan gawat yang dapat dialami manusia sejak muda dan dapat berlanjut menjadi kronis dan lebih gawat ketika muncul pada lanjut usia (lansia) karena menyangkut perubahan pada segi fisik. bermusuhan) dan skizoid (aneh.Skizofrenia katatonik (seperti patung.1992) Banyak pembahasan yang telah dikeluarkan para ahli sehubungan dengan timbulnya skizofrenia pada lanjut usia (lansia). . Parafrenia merupkan gangguan jiwa yang gawat yang pertama kali timbul pada lanjut usia (lansia). gangguan skizof renia yang terjadi pada lansia adalah skizofrenia paranoid. waham dan gangguan kemampuan dalam menilai realita. garang dsb) 2). Dalam kasus ini sangat perlu dilakukan pemeriksaan tinggkat kesadaran pasien (penderita). Skizofrenia pada lansia angka prevalensinya sekitar 1% dari kelompok lanjut usia (lansia) (Dep. Lebih sering terjadi pada wanita dengan kepribadian pramorbidnya (keadaan sebelum sakit) dengan ciri-ciri paranoid (curiga. paranoid dan skizofrenia. minta-minta.Skizofrenia hebefrenik (seperti anak kecil.

pembicaraan menjadi tidak sopan dan membuat orang lain menjadi tidak enak. pasien menunjukkan keadaan gembira yang tinggi. suatu ketika pasien menjadi eforia. Neurosis Gangguan neurosis dialami sekitar 10-20% kelompok lanjut usia (lansia). Pada tipe neurotik kesadaran pasien tetap baik. Kondisi ini lebih jarang terjadi dari pada tipe depresi. bosan hidup dan kadang-kadang ingin bunuh diri. tempat.simplek dan latent. Pada usia perttangahan tersebut prosentase wanita lebih banyak dari laki-laki. Gangguan Afektif tipe Manik Gangguan ini sering timbul secara bergantian pada pasien yang mengalami gangguan afektif tipe depresi sehingga terjadi suatu siklus yang disebut gangguan afektif tipe Manik Depresif. Faktor penyebabnya dapat disebabkan oleh kehilangan atau kematian pasangan hidup atau seseorang yang sangat dekat atau oleh sebab penyakit fisik yang berat atau lama mengalami penderitaan. Beberapa pandangan menganggap bahwa terdapat 2 jenis depresi yaitu Depresi tipe Neurotik dan Psikotik. Pada wanita mungkin ada kaitannya dengan masa menopause. namun tak lama kemudia menjadi sedih. pidato berapi-api. Sering sukar untuk mengenali gangguan ini pada lanjut usia (lansia) karena disangka sebagai gejala ketuaan. dsb. Gangguan Jiwa Afektif Gangguan jiwa afektif adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan adanya gangguan emosi (afektif) sehingga segala perilaku diwarnai oleh ketergangguan keadan emosi. aktif. Gangguan . para lansia dengan gangguan kejiwaan tersebut menjadi kurang terurus karena perangainya dan tingkahlakunya yang tidak menyenangkan orang lain. sulit berkonsentrasi. namun memiliki dorongan yang kuat untuk sedih dan tersisih. marah-marah. Pada depresi psikotik.50 tahun dan kondisinya makin buruk pada lanjut usia (lansia). Dalam keadaan Manik. riang gembira. merasa dirinya tak berharga. murung. kesadarannya terganggu sehingga kemampuan uji realitas (reality testing ability) ikut terganggu dan berakibat bahwa kadang-kadang pasien tidak dapat mengenali orang. Hampir separuhnya merupakan gangguan yang ada sejak masa mudanya. galak. walaupun sebenarnya tidak harus begitu. tak ada rasa takut. karena kebutuhan biologis sebenarnya selama orang masih sehat dan masih memerlukan tidak ada salahnya bila dijalankan terus secara wajar dan teratur tanpa menggangu kesehatannya. Sulitnya dalam pelayanan keluarga. pada umur 40 . akan tetapi diatas umur 60 tahun keadaan menjadi seimbang. Gejala gangguan afektif tipe depresif adalah sedih. dan kadangkadang baik pria maupun wanita perilaku seksualnya sangat menonjol walaupun dalam bentuk perkataan yang konotasinya jorok dan porno (walaupun tidak selalu). sukar tidur. seperti curiga berlebihan. sedangkan separuhnya lagi adalah gangguan yang didapatkannya pada masa memasuki lanjut usia (lansia). Gangguan ini paling banyak dijumpai pada usia pertengahan. maupun waktu atau menjadi seseorang yang tak tahu malu. Gangguan afektif ini antara lain: Gangguan Afektif tipe Depresif Gangguan ini terjadi relatif cepat dalam beberapa bulan. cenderung berlebihan sehingga mendorong pasien berbuat sesuatu yang melampaui batas kemampuannya. Kondisi semacam ini kadang-kadang silih berganti. bersikap bermusuhan. menangis tersedu-sedu yang sulit dimengerti. yang berarti fungsi seksual mengalami penurunan karena sudah tidak produktif lagi.

Pada lansia yang menderita hipokondriasis penyakit yang menjadi keluhannya sering berganti-ganti. belum habis obat untuk penyakit yang satu sudah minta diperiksa dokter untuk penyakit yang lain. Kepribadiannya tetap utuh.Neurosis fobik 4). ia akan mandi berkali-kali dalam satu hari dengan alasan tidak puas-puas untuk mandi. jantung dan pembuluh darah.neurosis pada lanjut usia (lansia) berhubungan erat dengan masalah psikososial dalam memasuki tahap lanjut usia (lansia). alat kemih/kelamin. Gangguan ini ditandai oleh kecemasan sebagai gejala utama dengan daya tilikan (insight) serta daya menilai realitasnya yang baik. · Gangguan disosiatif · Gangguan depersonalisasi · Gangguan distimik · Gangguan stres pasca trauma. namun secara kuantitas perilakunya menjadi irrasional. ia mengeluh sakit yang lain.Neurosis obsesif kompulsif 3). Kondisi ini jika dituruti terus maka ia akan terus-menerus minta diperiksa dokter. Pasien dengan keadaan ini sering mengeluh bahwa dirinya sakit. bila satu keluhannya diobati yang mungkin segera hilang. Sebagai contoh : mandi adalah hal yang biasa dilakukan oleh orang normal sehari 2 kali. Keluhannya sering menyangkut alat tubuh seperti alat pencernaan. serta tidak dapat diobati. dan lainnya.Neurosis cemas dan panik 2).Hipokondriasis.Gangguan somatoform 6). namun bagi orang neurosis obsesive untuk mandi.Neurosis histerik (konversi) 5). . secara kualitas perilaku orang neurosis tetap baik. Secara umum gangguan neurosis dapat dikategorikan sebagai berikut: 1).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful