P. 1
Rumus Ratio

Rumus Ratio

|Views: 96|Likes:
Published by Indria Larassati
rumus rasio
rumus rasio

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Indria Larassati on Jun 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2013

pdf

text

original

1. RASIO LIKUIDITAS Rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban financial jangka pendek.

Rasio likuiditas dapat dihitung berdasarkan informasi modal kerja pos-pos aktiva lancar dan hutang lancar. Beberapa jenis rasio likuiditas dan rumus perhitungannya dapat dilihat sebagai berikut :

Current Ratio

Current ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang dimilikinya. Rumus untuk menghitung current rasio adalah sebagai berikut : Current Ratio = Aktiva Lancar / Kewajiban Lancar

Cash Ratio atau Ratio of Immediate Solvency

Cash Ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih liquid ( liquid assets). Rumusannya adalah sebagai berikut : Cash Ratio = (Kas + Efek )/Kewajiban Lancar

Quick Ratio atau Acid Test Ratio

Quick Ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih liquid (liquid assets), rumus quick ratio adalah sebagai berikut : Quick Ratio = (Kas + Efek + Piutang)/Kewajiban Lancar

Working Capital to Total Assets Ratio

Working Capital to Total Assets Ratio dipergunakan untuk mengukur likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja (netto). Rumusnya sebagai berikut : Working Capital Ratio = (Aktiva Lancar + Kewajiban Lancar)/Jumlah Aktiva 2. RASIO LEVERAGE Rasio Leverage (Rasio Hutang), rasio ini digunakan untuk untuk “>mengukur seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang atau dibiayai oleh pihak luar. Data yang dipergunakan untuk analisis leverage adalah Neraca dan Laporan Laba Rugi. Rasio Leverage diantaranya adalah :

Total Debt to Equity Ratio

Ratio ini digunakan untuk mengukur bagian modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan kewajiban atau hutang. Lancar + Hut. Rumusnya sebagai berikut : Total Assets Turnover = Penjualan Bersih/Total Aktiva . RASIO AKTIVITAS Rasio Efetivitas digunakan untuk mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan sumberdaya yang dimiliki. Jangka Panjang)/Jumlah Modal Sendiri • Total Debt To Total Capital Assets Ratio ini digunakan untuk mengukur bagian aktiva yang digunakan untuk menjamin keseluruhan kewajiban atau hutang. Rumusnya adalah sebagai berikut : LTD Equity Ratio = Hutang Jangka Panjang / Modal Sendiri • Tangible Assets Debt Coverage Rasio ini digunakan untuk mengukur besar aktiva tetap tangible yang digunakan untuk menjamin hutang jangka panjang. Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut : TD Equity = (Hut. rumusnya adalah sebagai berikut : TAD Coverage =( Jml Aktiva + Tangible + Hutang Lancar)/Hutang Jangka Panjang • Times Interest Earned Ratio Rasio ini digunakan untuk mengukur besar jaminan keuntungan yang digunakan untuk membayar bunga hutang jangka panjang. Rumusnya adalah sebagai berikut : Times Interest Earned Ratio = EBIT /Bunga Hutang Jangka Panjang 3. Rumusnya sebagai berikut : TD Capital Assets = (Aktiva Lancar + Hutang Jangka Panjang) / Jml Aktiva • Long Term Debt to Equity Ratio Ratio ini digunakan untuk mengukur bagian dari modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk hutang jangka panjang. Rasio Aktivitas diantaranya adalah : • Total Assets Turnover Total Assets Turnover digunakan untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva yang berputar pada suatu periode atau kemampuan modal yang diinvesasikan untuk menghasilkan “revenue”.

dihitung dengan rumus berikut : Working Capital Turnover = Penjualan Bersih / (Aktiva Lancar – Kewajiban Lancar) 4. Rasio Profitabilitas atau disebut juga dengan istilah Rentabilitas diantaranya adalah : • Gross Profit Margin . atau likuiditas dari persediaan dan tendensi adanya “overstock”. Rumusnya sebagai berikut : Receivable Turnover = Penjualan Kredit / Piutang Rata-rata • Average Collection Period Average Collection Period digunakan untuk mengukur periode rata-rata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang (dalam satuan hari). Rumusnya sebagai berikut : Average Day’s Inventory = (Persediaan Rata-rata x 360 )/Harga Pokok Penjualan • Working Capital Turnover Working Capital Turnover digunakan untuk mengukur kemampuan modal kerja (netto) yang berputar pada suatu periode siklus kas (cash cycle) yang terdapat diperusahaan. RASIO PROFITABILITAS Rasio Profitabilitas atau Rasio Keuntungan mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungan dengan penjualan. Rumusnya adalah sebagai berikut : Average Collection Period = (Piutang Rata-rata x 360)/Penjualan Kredit • Inventory Turnover Inventory Turnover digunakan untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan yang berputar pada suatu periode tertentu. Jika menghasilkan angka yang semakin kecil menunjukan hasil yang semakin baik.• Receivable Turnover Receivable Turnover digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola dana yang tertanam dalam piutang yang berputar pada suatu periode tertentu. Rumusnya sebagai berikut : Inventory Turnover = Harga Pokok Penjualan / Persediaan Rata-rata • Average Day’s Inventory Average Day’s Inventory digunakan untuk mengukur periode (hari) rata-rata persediaan barang dagangan berada di gudang perusahaan. aktiva maupun laba dan modal sendiri.

Rumusnya sebagai berikut : Operating Ratio = (HPP + By Adm. dihitung dengan rumus berikut : Gross Profit Margin = (Penjualan Bersih – HPP) / Penjualan Bersih • Operating Income Ratio atau Operating Profit Margin Dipergunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba operasi sebelum bunga dan pajak yang dihasilkan oleh setiap rupiah penjualan. Rumusnya sebagai berikut : Earning Power Of Total Investment = EBIT / Jumlah Aktiva • Net Earning Power Ratio atau Rate Of Return On Investment (ROI) ROI digunakan untuk mengukur kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bersih. Rumusnya adalah sebagai berikut : OIR = (Penjualan Bersih – HPP – Biaya2)/Penjualan Bersih • Operating Ratio Operating Ratio digunakan untuk mengukur biaya operasi per rupiah penjualan. Semakin besar angka yang dihasilkan. menunjukan kinerja yang semakin baik.Penjualan & Umum)/Penjualan Bersih • Net Profit Margin atau Sales Margin Net Profit Margin atau Sales Margin digunakan untuk mengukur keuntungan netto atau laba bersih per rupiah penjualan.Gross Profit Margin digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan mendapatkan laba bruto per rupiah penjualan. Rumusnya sbb : ROI = Laba Bersih Setelah Pajak / Jumlah Aktiva • Rate Of Return for Owners atau Rate of Return on Net Worth . rumusnya sebagai berikut : Net Profit Margin = Laba Bersih Setelah Pajak (EAT)/Penjualan Bersih • Earning Power Of Total Investment Digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen perusahaan dalam mengelola modal perusahaan yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor (pemegang obligasi + saham). semakin kecil angka rasio menunjukan kinerja yang semakin baik.

Digunakan untuk mengukur kemampuan modal sendiri dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham preferen dan saham biasa. Rumusnya adalah : Rate of Return For Owners = Laba Bersih Setelah Pajak / Jumlah Modal Sendiri .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->