PENCEGAHAN TRANSMISI HIV / AIDS DARI IBU KE JANIN/BAYI

PENDAHULUAN AIDS singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immuno Deficiency Virus) yang merusak sel T, yaitu sel yang membuat zat anti dalam tubuh manusia. Akibatnya tubuh tidak dapat menahan serangan penyakit. AIDS adalah kumpulan berbagai gejala penyakit akibat melemahnya daya tahan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV. Seseorang yang terinfeksi HIV dengan mudah akan diserang oleh berbagai jenis penyakit yang lain karena daya tahan tubuhnya yang sudah dilemahkan oleh HIV tidak mampu lagi melawan serangan penyakit tersebut.1 AIDS pertama kali dikenal pada tahun 1981, saat kasus-kasus Pneumocystis carinii pneumonia dan sarkoma Kaposi dilaporkan di kalangan para homoseksual di California dan New York.2,3 Infeksi pada wanita secara keseluruhan meningkat, dengan proporsi pada wanita dan remaja meningkat tiga kali lipat dari 7 menjadi 23% dalam kurun waktu ± 13 tahun , sejak tahun 1985 sampai 1998.3 Masalah AIDS telah melanda dunia, telah mengancam ASIA dan sekarang telah ada di Indonesia. Yang sangat mengkhawatirkan adalah bahwa sekitar 80% kasus di Indonesia ditemukan di antara kelompok karyawan, manajer, perusahaan umum maupun tenaga ahli. Dari angkatan kerja yang ada rata-rata berumur antara 18 - 24 tahun merupakan usia produktif dan modal dasar yang paling berharga. Kenyataan ini tidak dapat dielakkan, bahwa kepedulian terhadap masyarakat dan kualitas Sumber Daya

1

Transmisi heteroseksual dan penyalah gunaan obat intra vena meningkat kejadiannya secara signifikan di antara wanita.6 Penelitian yang dilakukan Yayasan Pelita Ilmu dan Bagian kebidanan FKUI/RSCM selama tahun 1999-2001 melakukan pemeriksaan 2 .4 Di Indonesia menurut Ditjen PPM dan PL Departemen Kesehatan tercatat 4333 kasus HIV positif dan 5823 kasus AIDS dari 1 Januari 1987 s/d 31 maret 2006.2 Penularan infeksi HIV dari Ibu ke Anak merupakan penyebab utama infeksi HIV pada anak usia di bawah 15 tahun. dengan jumlah kematian 1430 kasus.000 kematian anak karena virus tersebut. Hampir sebagian besar penderita tersebut tertular melalui penularan dari ibu ke anak. 575 orang diantaranya positif HIV dan 240 orang positif AIDS. Dan diikuti adanya sekitar 610.Manusia amat erat kaitannya dengan upaya pencegahan Penyakit Menular Seksual (PMS) dan HIV/AIDS.3 Pada tahun 1992. Kebanyakan anak-anak yang terinfeksi bertahan hidup hingga usia 5 tahun. diperkirakan 5. Sejak HIV menjadi pandemic di dunia.000 bayi menjadi terinfeksi HIV akibat penularan dari ibu ke anak.1 HIV dalam kehamilan merupakan salah satu masalah utama dalam bidang obstetri. Risiko infeksi bayi baru lahir dari ibu HIV-seropositif diperkirakan 13 hingga 39 %.5 Sedangkan di Sulawesi Selatan menurut data terbaru yang dilansir oleh Dinas Kesehatan bersama Komisi Penanggulangan AIDS Sulsel. the Centers for Disease Control and Prevention memperkirakan prevalensi HIV-seropositif diantara wanita usia reproduksi adalah 1 sampai 2 per 1000. Setiap tahun diperkirakan lebih dari 800.1 juta anak di dunia terinfeksi HIV. selama 10 tahun terakhir penderita penyakit ini sudah mencapai 814 orang.

(menyusui). maka ia dapat dikatakan sudah masuk pada fase AIDS. 3 . HIV menyerang salah satu jenis dari sel-sel darah putih yang bertugas menangkal infeksi.7.pada 558 ibu hamil di daerah miskin di Jakarta. partus dan pasca persalinan. HIV-1 dan HIV-2.7 Jumlah sel T-4 pada orang sehat secara umum berkisar antara 500-1200 per mikroliter. menunjukkan hasil sebanyak 16 orang (2. Pada tahun 1992 kebanyakan kasus di seluruh dunia disebabkan oleh infeksi HIV-1. Jika jumlah sel T-4 menurun di bawah 200.  Melalui transfusi darah atau alat-alat yang telah tercemar HIV  Melalui ibu yang terinfeksi HIV kepada janin/bayinya saat intrauterin. Sel darah putih tersebut termasuk limfosit yang disebut ”sel T-4” atau ”sel T-helper”. Infeksi HIV-2 endemik di Afrika Barat.86%) mengidap infeksi HIV. atau disebut juga ”sel CD-4”.3 HIV adalah virus yang menyerang sistim kekebalan tubuh manusia dan kemudian menimbulkan AIDS.4 ETIOLOGI Penyebab sindrom imunodefisiensi ini adalah DNA retrovirus yang dikenal sebagai human immunodeficiency virus.8 CARA PENULARAN HIV dapat menular melalui 3 jalur :  Melalui hubungan seksual baik secara heteroseksual dan atau homoseksual dengan seseorang yang sudah terinfeksi HIV. namun tidak umum ditemukan di AS.

3 Risiko penularan di negara berkembang sekitar 21% .5 Penularan HIV dari ibu ke bayi bisa terjadi melalui ASI.4 Besarnya paparan pada jalan lahir sangat dipengaruhi oleh :4  Kadar HIV pada cairan vagina ibu  Cara persalinan  Perlukaan pada dinding vagina  Infeksi cairan ketuban 4 . di dalam kandungan 6% dan pasca persalinan sebesar 4%.30%. Angka kejadian penularan dari ibu ke anak diperkirakan sekitar 20% . Selama persalinan bayi dapat tercemar darah atau cairan servikovaginal ibu yang mengandung HIV melalui paparan trakeobronkial atau tertelan pada saat janin berada dijalan lahir.Meningkatnya infeksi HIV pada anak adalah karena akibat penularan selama perinatal (periode kehamilan. ini lebih tinggi dibandingkan risiko penularan di negara maju sekitar 14%-26%. Penularan HIV dari ibu ke janin tanpa dilakukan intervensi dilaporkan berkisar antara 15 – 45%.4 Penularan di dalam kandungan didiagnosis jika pemeriksaan virologis negatif dalam 48 jam pertama setelah kelahiran. selama dan setelah persalinan).43%. Risiko infeksi penularan terbanyak terjadi saat persalinan sebesar 18%.3 Di Indonesia sendiri transmisi perinatal berdasarkan pelaporan Ditjen PPM & PL Depkes RI dalam triwulan Januari s/d Maret 2006 terdapat 2 kasus baru HIV dan 9 kasus baru AIDS. selanjutnya tes minggu pertama menjadi posItif dan bayi tidak menyusui Ibu. Lebih dari 90% AIDS pada anak yang dilaporkan tahun 1994 terjadi karena transmisi dari ibu hamil ke anak.

4.9 Beberapa peneliti membuktikan pemberian ASI pada ibu dengan HIV. dan 0. lesi di mukosa mulut bayi.9 Imunoglobulin G (IgG) tidak dapat dipakai untuk mendiagnosis HIV pada bayi di bawah usia 18 bulan. Berbagai faktor yang dapat mempengaruhi risiko transmisi HIV melalui ASI antara lain mastitis atau luka di puting susu. prematuritas dan respon imun bayi. meningkatkan transmisi HIV 0.4.7% pada usia 0 sampai 5 bulan. Sedangkan IgA dan IgM anti HIV tidak dapat melalui plasenta sehingga dapat dijadikan konfirmasi 5 .3% pada usia 12-17 bulan. 0.6% pada usia 6-11 bulan. Hal ini disebabkan karena masih ditemukannya IgG anti HIV ibu yang melewati plasenta di darah bayi.8 Penelitian Leroy menyebutkan risiko transmisi HIV melalui ASI diperkirakan 3.4 Diagnosis Pemeriksaan standar yang dapat digunakan untuk mendiagnosis HIV seperti enzyme-linked immunoabsorbent assay (ELISA) dan analisa Western Blot.8. bahkan kadang hingga usia 24 bulan.4. KPD  Persalinan prematur  Penggunaan vakum atau forsep Ketuban pecah lebih dari 4 jam sebelum persalinan akan meningkatkan risiko transmisi antepartum sampai dua kali lipat dibandingkan jika ketuban pecah kurang dari 4 jam sebelum persalinan.4 ASI diketahui banyak mengandung HIV dalam jumlah cukup banyak. Konsentrasi median sel pada ibu yang terinfeksi HIV adalah 1 per 104 sel.2 % anak pertahun.

maka pemeriksaan harus diulang segera untuk konfirmasi sebelum diagnosis HIV dibuat. tehnik PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi DNA atau RNA HIV dan deteksi antigen p24. Memberikan perhatian kepada ibu yang terinfeksi HIV.9 Pemeriksaan dengan PCR atau kultur virus dapat dilakukan sejak lahir dan usia 1 atau 2 bulan. Mencegah transmisi HIV dari wanita yang terinfeksi ke bayinya 4.4 Pemeriksaan yang bisa dilakukan pada usia di bawah usia 18 bulan adalah pemeriksaan kultur HIV. Infeksi HIV bisa disingkirkan bila 2 macam sampel tes yang berbeda menunjukkan hasil negatif. Mencegah infeksi primer HIV 2.10. Namun sensitifitas kedua pemeriksaan tersebut masih sangat rendah. DNA HIV atau RNA HIV menunjukkan hasil positif.4.4 PENCEGAHAN WHO dan PBB merekomendasikan empat kerangka strategi jangka panjang untuk mencegah transmisi HIV dari ibu ke Janin/bayinya. 6 .11 1. Infeksi HIV pada bayi di bawah 18 bulan dapat ditegakkan bila dua sampel dari dua kali pemeriksaaan yang berbeda dengan kultur. Bila hasil PCR atau kultur virus dilakukan saat lahir dan usia 1-2 bulan tidak menunjukkan hasil positif dan bayi tidak menunjukkan gejala maka pemeriksaan diulang pada usia 4 bulan.9. bayi dan keluarganya. Mencegah terjadinya kehamilan pada wanita yang terinfeksi HIV 3. Adapun ke empat kerangka strategi tersebut adalah : 8. Jika dengan PCR kultur virus positif.diagnosis bila ditemukan pada bayi.

pendidikan. Mencegah infeksi primer HIV dengan cara8 : • Melakukan intervensi terhadap perubahan pola hidup. • Memperbaiki penanganan penularan infeksi secara seksual • Memastikan keamanan persediaan darah • Memperhatikan faktor-faktor konstitusional yang memudahkan seorang wanita terinfeksi HIV (cth: masalah ekonomi. Kerangka 1. Seperti diketahui bahwa STI memiliki hubungan terhadap faktor resiko terjadinya infeksi HIV. dll) Pencegahan HIV pada wanita.8 Cara lain dalam pencegahan primer infeksi HIV adalah intervensi dengan skala luas terhadap sexual transmitted infection (STI).8 B.8 Di Thailand prevalensi HIV yang sebelumnya tinggi menjadi berkurang dengan penanganan STI melalui pengobatan dan promosi pemakaian kondom terhadap pekerjapekerja seksual.A. Mencegah terjadinya kehamilan pada wanita yang terinfeksi HIV 8: • Memberikan informasi tentang KB dan konseling untuk membantu dalam pengambilan keputusan • Mengintegrasikan pelayanan kontrasepsi pada konseling sukarela 7 . Kerangka 2. Diantara kelompok ini anak perempuan dan wanita muda tercatat paling banyak mendapat infeksi baru dan mayoritas wanita yang memeriksakan kehamilannya pada klinik MCH (Maternal and child health) berusia 15-24 tahun. terutama pada wanita muda dan pasangannya adalah jalan yang terbaik untuk menjamin bahwa penularan sekunder ke bayi tidak terjadi. Mayoritas infeksi HIV di seluruh dunia terjadi pada penduduk muda yang berusia 10-24 tahun.

Karena kehamilan yang tidak diharapkan berjumlah lebih dari 50% pada semua kelahiran dibeberapa negara. 8 . persalinan dan kelahiran. Penelitian dan pengalaman yang telah terbukti aman. Mencegah Transmisi HIV dari wanita yang terinfeksi ke bayinya :8 • Melakukan intervensi untuk menurunkan penularan selama kehamilan.• Memperkuat hubungan antara FP (Family Planning)dan pelayanan HIV • Menjamin akses FP (Family Planning) ke pilihan yang aman. Upaya PMTCT (Prevention of mother-to-child transmission) berfokus hampir semata-mata pada pencegahan transmisi dari wanita hamil yang positif menderita HIV. kontrasepsi merupakan hal yang potensial untuk mencegah ribuan transmisi vertikal HIV. • Melakukan intervensi untuk menurunkan penularan melalui menyusui (tidak menyusui bayinya).8 C. dapat dikerjakan dengan mudah dan efektif untuk menurunkan transmisi HIV dari wanita hamil yang terinfeksi ke bayi adalah dengan cara 8: • • • Kemoprofilaksis antiretrovirus Praktek obstetri yang aman Konseling pemberian makanan pada bayi. Kerangka 3. Pendekatan ini diambil sebagai akibat tidak berhasilnya penggunan kontrasepsi dalam hal menurunkan MTCT (Mother-to-child transmission) dalam mencegah kehamilan pada wanita yang positif terinfeksi HIV.

2. wanita hamil yang terinfeksi HIV harus melakukan ANC dan atau pelayanan maternal dan dia harus memiliki akses konseling dan pelayanan tes HIV.10 Dikenal beberapa protokol pengobatan antiretroviral antara lain : • Protokol 076 dari Pediatric AIDS Clinical Trials Group (PACTG) tahun 1994. Yang dimaksud dengan optimal-in (Opt-in) yaitu testing HIV yang ditujukan pada wanita hamil sebagai intervensi terpisah dari pelayanan ANC rutin dan harus bersedia untuk mendapat tes ini. ZDV+NVP atau ZDV+3TC+NVP). Lamivudine (3TC) dan Niverapine (NVP) telah diuji coba dan aman serta efektif saat digunakan tersendiri (ZDV atau NVP) atau dikombinasikan (ZDV+3TC.8.Meskipun demikian.9. persalinan dan kelahiran dan pada bayi setelah kelahiran secara signifikan menurunkan risiko MTCT.8 Dua pendekatan utama pada konseling dan tes HIV pada ANC yaitu : Opt-in dan Opt-out. 9 . Kemoprofilaksis antiretroviral pada PMTCT Beberapa penelitian yang telah dilakukan memperlihatkan keberhasilan pemberian obat antiretroviral pada wanita selama hamil.8. Sedangkan optimal-out (Opt-out) yaitu testing HIV merupakan bagian dari pelayanan ANC rutin dan harus dilakukan kecuali wanita tersebut menolak.8.10 1.10 Obat antiretroviral seperti Zidovudine (ZDV). untuk keberhasilan dari intervensi ini. Banyak protokol yang aman dan efektif tapi keberhasilannya tergantung dari kecepatan wanita tersebut ditemukan pada pemeriksaan kehamilannya.

• Intrapartum : ZDV (300 mg saat persalinan dan setiap 3 jam sampai melahirkan) + 3TC (150 mg saat persalinan dan setiap 12 jam sampai melahirkan) 10 . pada saat persalinan diberikan ZDV intravena 2 mg/kgBB dalam periode 1 jam pertama. menurunkan MTCT 23%.8.13 • Di Thailand (RETRO-CI trial) dan Burkina Faso (DITRAME trial) memberikan oral ZDV 300 mg 2 kali sehari pada 4 minggu terakhir masa kehamilan tanpa memberikan antiretroviral pada bayi yang dilahirkan.13 • Protokol PETRA-B. Regimen ini mengurangi transmisi hampir 50% dibandingkan pemberian singkat oral ZDV pada wanita saat persalinan dan pada bayi 1 minggu setelah dilahirkan.Protokol ini memberikan Zidovudine (ZDV) oral 100 mg 5 kali sehari pada kehamilan 14-34 minggu dan diteruskan selama kehamilan. Beberapa variasi lain protokol ini memberikan ZDV pada bayi selama 1 minggu setelah kelahiran.5% setelah 3 bulan. Hasilnya terjadi transmisi 9% pada 6 minggu. kemudian dilanjutkan dengan pemberian infus ZDV 1 mg/kgBB/jam sampai melahirkan dan pemberian oral 2 mg/kgBB/6 jam ZDV pada bayi selama 6 minggu setelah kelahiran.8.8.13 • Protokol HIVNET 012 yang dipakai di Uganda memberikan 200 mg oral NVP pada saat persalinan dan 2 mg/kgBB oral pada bayi 48-72 jam setelah dilahirkan. 16. Protokol ini memberikan ZDV-3TC pada :8.12.13 • antepartum : ZDV (300 mg 2x/hr) + (3TC (150 mg 2x/hr) pada usia kehamilan 36 minggu sampai saat melahirkan.

8 Hasil penelitian di Kenya menyatakan bahwa ibu yang terinfeksi HIV yang menyusui mengalami mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak menyusui.8 Penghentian pemberian ASI pada bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV merupakan satu-satunya jalan untuk mencegah trasmisi HIV postnatal. 11 .14 : • • • • • • Seksio sesarea elektif Pembilasan vagina dengan larutan chlorhexidine Memperpendek waktu antara pecahnya ketuban dan persalinan Menghindari episiotomi yang tidak perlu Menghindari pemakaian suction dan prosedur invasif lainnya dan Pengeringan sekresi maternal dan darah pada bayi baru lahir. Keberhasilannya 42% menurunkan transmisi HIV.8 Praktek obstetri yang aman Beberapa intervensi obstetrik dipercayai atau terbukti menurunkan MTCT termasuk diantaranya adalah 8.• Postpartum : untuk ibu ZDV (300 mg 2x/hari) + 3TC (150 mg 2x/hari) selama 7 hari. untuk anak  ZDV (4 mg /kgBB/2x/hari) + 3TC (2mg/kgBB/2x/hari) selama 7 hari. Diperkirakan 15-20% dari MTCT terjadi melalui pemberian ASI. Dukungan dan konseling pemberian makanan pada bayi Transmisi HIV postnatal melalui ASI pertama kali dilaporkan tahun 1985. dan akan terus meningkat sampai 29% jika terjadi infeksi maternal yang baru.

termasuk pelayanan KB Memberikan pelayanan penanganan gejala awal dan terminal Memberikan pelayanan kesehatan mental dan dukungan pelayanan psikologi Memberikan dukungan sosial Selain hal-hal tersebut diatas maka perlu pula dilakukan skrining pada ibu hamil risiko tinggi seperti skema dibawah ini 15 12 . Studi retrospektif memperlihatkan bahwa mengurangi waktu pecahnya ketuban dengan persalinan menurunkan MTCT. Kerangka 4. meskipun demikian manfaat seksio sesarea akan menghilang jika dilakukan setelah persalinan dimulai.8 Penelitian yang dilakukan di Malawi mengenai pembilasan vagina dengan chlorhexidine dilaporkan menurunkan MTCT. hal ini berlaku hanya pada ketuban pecah lebih dari 4 jam.Analisis beberapa penelitian pada negara-negara industri menunjukkan bahwa seksio sesarea elektif menurunkan transmisi HIV.8 • • • • • • • Menjamin penapisan untuk profilaksis dan penanganan infeksi oportunistik Memberikan pengobatan antiretroviral Memberikan perhatian terhadap nutrisi dan pelayanan pendukungnya Memberikan konseling seksual dan kesehatan reproduksi. Memberikan perhatian kepada ibu yang terinfeksi HIV. bayi dan keluarganya.8 D. Seksio sesarea tidak memberikan keuntungan tambahan pada ibu dengan muatan virus (viral loads) < 1000 /ml dan CD4 > 500/μl. Disinfeksi vagina juga memeperlihatkan penurunan morbiditas dan mortalitas bayi yang dilahirkan.

Oportunistik TAR : ZDV + 3TC + Nevirapine mulai usia kehamilan 14 minggu. Evaluasi Fungsi hati. PMS Inf. motivasi.SKRINING HIV BAGI IBU HAMIL RISIKO TINGGI PMS Pasangan sex risiko tinggi Pasangan sex > 1 Pengguna Narkoba Konseling sebelum & sesudah tes Ibu Hamil HIV (+) Pemeriksaan fisis Pemeriksaan Laboratorium Asuhan Antenatal: Frekuensi sesuai usia kehamilan Konseling. evaluasi status HIV. VL setiap 6 bulan Tidak mampu periksa CD4. CD4. pemberian TAR. VL Kepatuhan diragukan Usia kehamilan 36 mgg VL > 1000/ml VL tidak terukur Persalinan pervaginam SC elektif pada usia kehamilan 38 mgg 13 .

Adapun intervensi PMTCT adalah mengharuskan tes HIV sebagai bagian dari ANC. Tanpa intervensi untuk mencegah penularan dari ibu ke bayinya.Pemberian ART intrapartum : ZDV iv 2 mg/kgBB sebagai dosis inisial diberikan selama 1 jam dilanjutkan 1 mg /kgBB/jam sampai melahirkan. Pemberian minimal 3 jam sebelum partus atau niverapine 200 mg dosis tunggal. Post partum : ZDV oral sirup 2 mg/kgBB/dosis setiap 6 jam selama seminggu mulai saat usia 8-12 jam.5 mg/kgBB setiap 6 jam. pemberian kombinasi regimen obat antiretroviral. VL Bayi diberikan PASI Konseling alat kontrasepsi. post partum. atau melalui ASI. CD4. dilaporkan terjadi peningkatan MTCT 25-45% pada negara berkembang dan 15-25% pada negara industri. perawatan bayi.5 juta anak-anak yang menderita HIV melalui ibunya (MTCT). Ringkasan Lebih dari 90% dari 2. Monitoring status HIV. 14 . seksio sesarea elektif dan pembatasan pemberian ASI hal-hal tersebut diatas terbukti dapat menurunkan angka MTCT. Dosis ZDV untuk bayi yang tidak toleransi terhadap pemberian oral adalah 1. persalinan . Mereka dapat terinfeksi pada saat kehamilan.

Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI.depkes. In : William obstetric.com. Http://www. Available from : th st ed. Accessed March 18th. Editors. Available from: http://menkokesra.htm. Infection.p.com/HIV51. Accessed Juli 24 fh 2006 7. 21 2001. Accessed Juli 24fh . HIV/AIDS.DAFTAR PUSTAKA 1.fpnotebook. Hanth JC.1999. Lereno KJ. Available from : http://www.1312-23 4.p.1997. AIDS dan penanganannya. 17 p. Departemen Kesehatan Republik Indonesia kerjasama dengan The Ford Foundation dan studio Drya Media. Wenstrom KD. Judarwanto W. Gant NF. Berkow R. Gilstrap III LC. ed. Jumlah kasus HIV/AIDS di Sul-Sul.htm.lp3y. 2006 2. ------. ------. In: The Merck Manual of Diagnosis and Theraphy. HIV Mengancam anak Indonesia.1498-1504 3. New York: Mc Graw-Hill. West Point: Merck and co.17-25.2006 5.id/content/view/1044/39/.org/content/AIDS/Sti. 15 . Accessed March 18th. Human immunodeficiency virus infection. Cunningham FG. Statistik kasus HIV/AIDS di Indonesia. Beers MH. Available from: http://www.2006 6.go.

150-154. Peiperl L MD. 10.2006 13. Available from: http://www. Peckham C. Hafkin JS. Accessed March 17 th. Ferris MG.org. Gibb D. Best K. Accessed March 17th. Jakarta. Accessed February 2nd 2006 15.MD. ------. ------. 2006. Wibowo N. Dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Feto-Maternal ke-V.fhi. Accessed Juli 24th.nejm. Available from: http://www.00098#i.07. 2006 11. Accessed March 17th. 16 .int/hiv/pub/mtct/en/strategicApproachesE. Preventing mother-to-child transmission of HIV. Antiretroviral Treatment to reduce Mother-to-Child Transmission of HIV.02. 2004.hivinsite. Accessed March 20nd. Prevention of Mother-to-child Transmission of HIV: Progress and Challenges. MD.8.pdf. Available from: http://www.2006 12.fhi. Available from: http://www.org. 2006.2006 14. Reducing HIV Transmission from HIV-positif women to their infant. Mother-to-Child Transmission of the human immunodeficiency virus. Available from: http://www. Family Planning and the Prevention of mother-to-child transmission of HIV.fhi.who. ------.com.03&doe=3098. 9.jps? page=kbr. Available from: http://www.com/insite.org. Accessed Juni 21st.p. Available from: http://www.org.medscape. Preventing mother-to-child transmission of HIV. Pencegahan Transmisi HIV Maternal ke janin/Bayi.

17 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful