DIARE (MENCERET) Diare (atau dalam bahasa kasar disebut menceret) (BM = diarea; Inggris = diarrhea) adalah kehilangan cairan

dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang encer atau cair. (Suriadi,Rita Yuliani, 2001). Menurut WHO (1980), diare adalah buang air besar encer lebih dari 3 x sehari. Diare terbagi 2 berdasarkan mula dan lamanya , yaitu diare akut dan kronis (Mansjoer,A.1999,501). Diare adalah sindrome penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja melambat sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar dari biasanya 3 kali atau lebih dalam sehari. Penyakit diare merupakan penyebab no 2 angka kesakitan dan angka kematian pada anak-anak, khususnya dikalangan usia anak dibawah 5 tahun. Berbagai faktor mempengaruhi kejadian diare, diantaranya adalah faktor lingkungan, gizi, kependudukan, pendidikan, keadaan sosial ekonomi dan perilaku masyarakat.

1.

2.

3.

4.

  

1. JENIS DIARE Ada beberapa jenis diare, yaitu: Diare cair akut, yaitu diare yang berlangsung kurang dari 14 hari (umumnya kurang dari 7 hari) dengan pengeluaran tinja yang lunak atau cair yang sering dan tanpa darah, mungkin disertai muntah dan panas. Akibat diare akut adalah dehidrasi, sedangkan dehidrasi merupakan penyebab utama kematian bagi penderita diare. Disentri, yaitu diare yang disertai darah dengan atau tanpa lendir dalam tinjanya. Akibat disentri adalah anoreksia, penurunan berat badan dengan cepat, kerusakan mukosa usus karena bakteri invasif. Diare persisten, yaitu diare yang mula-mula bersifat akut namun berlangsung lebih dari 14 hari. Episode ini dapat dimulai sebagai diare cair atau disentri. Akibat diare persisten adalah penurunan berat badan dan gangguan metabolisme. Diare dengan masalah lain. Anak yang menderita diare (diare akut dan persisten) mungkin juga disertai dengan penyakit lain seperti demam, gangguan gizi, atau penyakit lainnya. Tatalaksana penderita diare ini berdasarkan acuan baku diare dan tergantung juga pada penyakit yang menyertainya. Menurut pedoman MTBS (2000), diare dapat dikelompokkan menjadi : Diare akut : terbagi atas diare dengan dehidrasi berat, diare dengan dehidrasi sedang, diare dengan dehidrasi ringan Diare persiten : jika diare berlangsung 14 hari/ lebih. Terbagi atas diare persiten dengan dehidrasi dan persiten tanpa dehidrasi Disentri : jika diare berlangsung disertai dengan darah 2. PENYEBAB (ETIOLOGI)

yaitu: 1. . dan seringkali mual dan muntah. dan kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut. Infeksi oleh bakteri. Meskipun penderita apendisitis umumnya tidak mengalami diare. Pemanis buatan Di Indonesia. memakan makanan yang asam. Sebagai bagian dari proses digestasi. pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Bayi dan balita banyak yang memiliki intoleransi terhadap laktosa dikarenakan tubuh tidak punya atau hanya sedikit memiliki enzim laktose yang berfungsi mencerna laktosa yang terkandung susu sapi. Bila usus besar rusak / radang. Malaria. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai usus besar. penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair. Makanan yang tidak dicerna dan tidak diserap usus akan menarik air dari dinding usus. seperti disentri. diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan. dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn. Secara umum. Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi. Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Bayi tersebut tidak akan mengalami intoleransi laktosa karena di dalam ASI terkandung enzim laktose. virus atau parasit. 3. Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: Campak. Usus besar menyerap air. Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan. Organisme-organisme ini mengganggu proses penyerapan makanan di usus halus. Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dampaknya makanan tidak dicerna kemudian segera masuk ke usus besar. Tidak demikian dengan bayi yang menyusu ASI. Selain karena rotavirus. Infeksi tenggorokan. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tapi tidak semua gejala diare. Infeksi telinga.Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka. 4. kolera atau botulisme. sebagian besar diare pada bayi dan anak disebabkan oleh infeksi rotavirus. berikut ini beberapa penyebab diare. atau karena masukan cairan. Bakteri dan parasit juga dapat menyebabkan diare. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia. diare juga bisa terjadi akibat kurang gizi.pedas. pada keadaan ini proses transit di usus menjadi sangat singkat sehingga air tidak sempat diserap oleh usus besar. Hal inilah yang menyebabkan tinja berair pada diare. dan definisi resmi medis dari diare adalah defekasi yang melebihi 200 gram per hari. tidak tahan terhadap laktosa. lactose). 2. meninggalkan material yang lain sebagai kotoran yang setengah padat. Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius. Di lain pihak. alergi (fructose. ASI terjamin kebersihannya karena langsung diminum tanpa wadah seperti saat minum susu formula dengan botol dan dot. penyakit. makanan tercampur dengan sejumlah besar air. diare menjadi gejala umum radang usus buntu. alergi. Disamping itu.atau bersantan secara berlebihan. dan sebagainya. dll. terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan. jadi apabila mau mengkonsumsi alkohol lebih baik makan terlebih dahulu. Alergi terhadap makanan atau obat tertentu.

susu formula dan makanan pendamping ASI dapat terkontaminasi bakteri dan virus. Untuk banyak orang. perawatan lebih lanjut dan medikasi resmi tidak dibutuhkan.Diare dapat merupakan efek sampingan banyak obat terutama antibiotik. tinja berdarah. Perawatan Perawatan untuk diare melibatkan pasien mengonsumsi sejumlah air yang mencukupi untuk menggantikan yang hilang. mata dan ubun-ubun menjadi cekung (pada bayi yang berumur kurang dari 18 bulan). Selain itu. Virus : Enterovirus. Diare di bawah ini biasanya diperlukan pengawasan medis:    Diare pada balita Diare menengah atau berat pada anak-anak Diare yang bercampur dengan darah. GEJALA Gejala diare atau mencret adalah tinja yang encer dengan frekuensi 4 x atau lebih dalam sehari. Namun. Bayi dan balita yang masih menyusui dengan ASI eksklusif umumnya jarang diare karena tidak terkontaminasi dari luar. Dehidrasi berat bisa berakibat fatal. biasanya menyebabkan syok. bahan-bahan pemanis buatan sorbitol dan manitol yang ada dalam permen karet serta produk-produk bebas gula lainnya menimbulkan diare. sehingga bayi menjadi rewel atau terjadi gangguan irama jantung maupun perdarahan otak. . muntah. 3. Infeksi bisa secara tiba-tiba menyebabkan diare. lebih baik bila dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisi. Trichuris) Jamur (Candida albikan). Bakteri yang terdapat pada saluran pencernaan:    Bakteri : Etamuba coli. Orang tua berperan besar dalam menentukan penyebab anak diare. Dehidrasi ringan hanya menyebabkan bibir kering. Dehidrasi sedang menyebabkan kulit keriput. yang kadang disertai:      Muntah Badan lesu atau lemah Panas Tidak nafsu makan Darah dan lendir dalam kotoran Rasa mual dan muntah-muntah dapat mendahului diare yang disebabkan oleh infeksi virus. Parasit : Cacing (Ascaris. salmonella. sigella. demam. rota virus. penurunan nafsu makan atau kelesuan. Diare bisa menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit (misalnya natrium dan kalium). Diare seringkali disertai oleh dehidrasi (kekurangan cairan).

demam. Diare pada orang bepergian (kemungkinan terjadi infeksi yang eksotis seperti parasit) Diare dalam institusi seperti rumah sakit. institut kesehatan mental. roti gandum. 3. Produk ini termasuk produk yang mengandung psilium. jahe dan pala dianggap membantu masalah pencernaan. Pengobatan. minyak atau kacang makanan pedas makanan yang mengandung banyak serat yang tidak larut. Coba tambah pala pada makanan atau minuman. yang menambah besarnya kotoran dan menyerap air. termasuk asam amino L-glutamin. Beberapa macam yoghurt mengandung ‘biakan hidup’ asidofilus yang bekerja dengan cara sama. di antaranya ada yang sangat baik untuk diare. makanan ini sebagian dicernakan oleh bakteri yang dipakai untuk membuatnya) 2. Produk ini mengandung serat larut. kehilangan berat badan. Jangan makan: produk susu (susu atau keju) masakan yang digoreng makanan berlemak termasuk mentega. Diare yang disertai dengan penyakit umum lainnya seperti sakit perut. Peppermint. atau soda dengan jahe adalah pilihan yang baik untuk ‘cairan bening’. Terapi penunjang untuk diare.                   Diare yang terus terjadi lebih dari 2 minggu. Obat dipakai untuk mengobati diare tergantung pada jenisnya. terutama bila kita memakai antibiotik. Dokter tidak dapat meresepkan obat kecuali dia mengetahui penyebab diare kita. Ini termasuk buah-buahan atau sayurmayur mentah. perawatan anak. Obat ini sedang diuji coba. jagung. dan lain-lain. atau kulit dan biji buahan Sebaiknya makan: pisang nasi putih saus apel sereal roti tawar bakar atau biskuit kraker makaroni atau mi biasa telur rebus bubur gandum kentang rebus tumbuk yoghurt (walau ini produk susu. jadi teh peppermint atau jahe. Beberapa obat dapat diperoleh tanpa resep. dan yang lain dapat membantu menghentikannya. bismut subsalisilat. . Kapsul asidofilus (yang mengandung bakteri yang membantu) dapat memulihkan pencernaan. Bagaimana Diare Diobati? 1. atapulgit dan loperamid. Mengubah apa yang kita makan. Sebuah pengobatan baru untuk diare terkait HIV adalah krofelemer. margarin. Beberapa jenis makanan dapat mengakibatkan diare. Beberapa produk lain yang biasanya dijual untuk mengobati sembelit juga dapat membantu dengan diare.

dan bila masukan makanan kurang dapat mengakibatkan kurang gizi. Secara klinik dibedakan 3 macam sindroma diare. Diare cair akut Diare yang terjadi secara akut dan berlangsung kurang dari 14 hari (bahkan kebanyakan kurang dari 7 hari). penurunan berat badan secara cepat. Diare cair akut menyebabkan dehidrasi. Shigella dan Cryptosporidium. rotavirus. C. 1992) Jenis-jenis diare Diare sebagai epidemiologi didefinisikan sebagai keluarnya tinja yang lunak dan cair tiga kali atau lebih dalam sehari. atau yang berlangsung lama dengan penyebab non infeksi. Mungkin disertai muntah dan panas. minuman yang tercemar tinja atau yang kontak langsung dengan tinja penderita. seperti penyakit sensitive terhadap gluten atau gangguan metabolisme yang menurun. yakni diare intermitten (hilangtimbul). Volume tinja dalam jumlah banyak sehingga ada resiko dehidrasi. Penyebab terpenting pada anak-anak : Shigella. Vibrio cholera. Penyebab : E. Salmonella. jejuni. akibatnya antara lain : anoreksia. Menyimpan makanan masak pada suhu kamar dalam waktu cukup lama. Disentri Adalah diare yang disertai darah dalam tinja. Diare Persisten Adalah diare yang mula-mula bersifat akut tapi berlangsung selama 14 hari. coli. Kehilangan berat badan yang nyata sering terjadi. penyebab lainnya Salmonella. Ini mungkin berhasil dengan diare yang disebabkan obat lain. dengan pengeluaran tinja yang lunak / cair yang sering dan tanpa darah. E. Penyebab utama adalah Shigella. Campylobacter jejuni dan Cryptosporidium. Ini disebabkan karena adanya anoreksia pada penderita diare sehingga dia makan lebih sedikit daripada biasanya dan kemampuan menyerap sari makanan berkurang padahal kebutuhan sari makanan meningkat selama adanya infeksi. perusakan mukosa usus karena bakteri invasive. Epidemiologi Kuman penyebab diare menyebar masuk melalui mulut antara lain makanan. Episode ini dimulai sebagai diare cair atau disentri.Penelitian menunjukkan bahwa tambahan kalsium bantu meringankan diare pada orang yang memakai nelfinavir. Kematian yang terjadi disebabkan karena dehidrasi. Menggunakan air minuman yang tercemar  . Perilaku khusus meningkatkan resiko terjadinya diare. Diare persisten berbeda dengan diare kronik. Asuhan keperwatan Diare adalah penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak di negara berkembang. Menggunakan botol susu yang tercemar. Penyebab kematian utama karena diare adalah dehidrasi sebagai akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui tinjanya. dimana diare adalah penyebab penting kekurangan gizi. coli. Tidak memberikan ASI secara penuh 4-6 bulan pertama kehidupan. Definisi Diare BAB lebih dari tiga dengan konsistensi cair (WHO. yang masing-masing mencerminkan patogenesis yang berbeda dan memerlukan pendekatan yang berlainan dalam pengobatannya.

Cairan rumah tangga. Bertujuan untuk mengoreksi kekurangan cairan dan elektrolit secara cepat. stimulansia seperti kopi. . Teh yang sangat manis. Diare persisten. Cairan rumah tangga ini harus segera diberikan pada anak pada saat mulai diare dengan tujuan memberi lebih banyak cairan dari biasanya. Ada beberapa cairan yang tidak boleh diberikan pada anak yang menderita diare termasuk sari buah manis yang diperdagangkan. Kurang gizi. Kriteria cairan rumah tangga yang diberikan pada penderita diare : Aman bila diberikan dalam jumlah banyak. Prinsip utama pengobatan diare Diare cair membutuhkan penggantian cairan dan elektrolit tanpa melihat etiologinya/penyebabnya. Tidak memberikan ASI sampai umur 2 tahun. diare karena bakteri lebih sering terjadi pada musim panas sedangkan diare karena virus (rotavirus) puncaknya pada musim dingin.    1. Pada daerah sub tropik. cairan larutan seperti sup. air biasa. sesudah membuang tinja atau sebelum memasak makanan. insiden paling banyak 6 – 10 bulan (pada masa pemberian makanan pendamping). minuman yoghurt mungkin lebih praktis untuk rehidrasi oral mencegah dehidrasi. pencahar. memperberat dehidrasi. Rasio glukosa vs natrium paling tidak 1 : 1. Imunodefisiensi / imunosupressif. soft drink dan minuman buah komersial yang manis harus dihindarkan karena menyebabkan diare osmotik. atau bila bakteri patogen ditemukan dalam kultur tinja. Suspek kolera dengan dehidrasi berat. Faktor yang meningkatkan kerentanan terhadap diare. Campak. Antibiotik/anti parasit tidak boleh digunakann secara rutin. Pada daerah tropik diare rotavirus terjadi sepanjang tahun. Tidak membuang tinja secara benar. Meskipun komposisinya tidak seberat oralit untuk mengobati dehidrasi. Makanan harus diteruskan bahkan ditingkatkan selama diare untuk menghindarkan efek buruk pada gizi. 3. tidak ada manfaatnya untuk kebanyakan kasus termasuk diare berat. oleh bakteri yang berasal dari tinja. frekuensi meningkat pada musim kemarau sedangkan puncak diare karena bakteri adalah pada musim hujan. Terapi rehidrasi oral: Cairan oralit (cairan rehidrasi oral) Oralit adalah campuran gula dan garam. diare dengan panas kecuali : pada disentri yang harus diobati dengan antimikroba yang efektif untuk shigella. Untuk terapi diare di rumah ibu diberi oralit untuk pemakaian 2 hari. Terapi rehidrasi. bila diketemukan tropozoit atau kista G lamblia atau tropozoit E. Bila memberikan oralit satu kantong harus diberikan sekaligus dan larutan oralit yang tidak digunakan dalam 24 jam harus dibuang. histolitika di tinja atau cairan usus. Tidak mencuci tangan setelah buang air besar. Variasi musiman Variasi pola musim diare dapat terjadi melalui letak geografi. Infeksi asimtomatik kebanyakan infeksi usus bersifat asimtomatik / tanpa gejala dan proporsi ini meningkat di atas umur 2 tahun karena pembentukkan imunitas aktif. Umur Kebanyakan diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. Bila diare terus berlangsung sedangkan oralit sudah habis harus memberikan cairan rumah tangga atau membawa kembali anaknya ke sarana kesehatan untuk pengobatan. 2.   1.

Diare yang terkait dengan penyakit lain 1. Antibiotika juga tidak boleh diberikan secara rutin kecuali untuk penderita disentri / kolera.  rasa haus yang meningkat. Upaya rehidrasi oral tidak tepat untuk : Pengobatan awal dehidrasi berat. Karenanya imunisasi campak  . Hal ini juga menghamburkan uang. adsorben (misal norit. Tawarkan makanan setiap 3-4 jam atau berikan anak makanan sebanyak dia mau. teruskan pemberian makanan satu kali lebih banyak daripada biasanya selama 2 minggu menggunakan makanan yang mengandung banyak gizi. smectite) dan biakan bakteri hidup (misal lactobacillus. penderita seperti itu larutan oralit menyebabkan volume tinja meningkat nyata dan tinja mengandung glukosa jumlah besar. Diare yang berhubungan dengan campak seringkali berat dan lama. Anak umur 6 bulan atau lebih harus diberikan makanan lunak/setengah padat. karena cairan harus diganti dengan cepat. streptokokus faecalis). Mudah menyiapkan. antibiotika. Tanda-tanda memburuknya diare.2. Diare yang terkait dengan campak. Efektif. anti protozoa menghambat pemberian oralit atau menghambat pertolongan ke sarana kesehatan.  tidak dapat makan dan minum seperti biasanya.  Penderita ileus paratikus dan perut kembung. kaolin.  Penderita malabsorbsi glukosa. Antimuntah termasuk klorpromasin. Pemberian makanan sedikit – sedikit namun sering lebih dapat diterima daripada diberikan dalam jumlah besar tapi jarang. Semua obat di atas tidak boleh diberikan pada anak di bawah 5 tahun. Ibu harus membawa anaknya ke sarana kesehatan jika :  tinja cair keluar amat sering. 3.  Penderita dengan muntah berat dan berulang-ulang. attapulgit. Obat anti diare Banyak obat dijual untuk mengobati diare akut dan muntah. Setelah diare berhenti. selama 4 minggu setelah timbulnya penyakit dan kemungkinan sampai 6 bulan sesudah episode campak. Dapat diterima oleh penderita. kodein). 4.  muntah berulang. Upaya rehidrasi oral tidak efektif untuk :  Penderita dengan pengeluaran tinja yang sangat banyak dan cepat (lebih dari 15 ml/kgBB/jam) serta penderita tidak dapat minum cairan dengan jumlah yang cukup untuk mengganti kehilangannya. anti muntah. prometasin. Makanan pada terapi diare ASI.  Penderita yang tidak dapat minum. difenoksilat. susu formula atau susu sapi harus diberikan seperti biasanya. Obat-obatan anti diare meliputi anti motilitas usus (misal loperamid. Penggunaan yang berlebihan anti diare. Insiden meningkat pada waktu terkena campak.

c. Memberikan makanan dengan nilai gizi kurang. 1. Muntah. b. malaria. 2. d. campylobacter atau salmonella. 3. 2. Merupakan akibat dari : a. 3. Panas pada penderita diare mungkin pula tanda infeksi lain seperti pneumonia. seperti sup yang diencerkan. d. Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul pada Asuhan Keperawatan Diare Kurangnya volume cairan Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Risiko kerusakan integritas kulit Diagnose diare 2. Penyebab penurunan gizi selama diare 1.d seringnya buang air besar dan encer Tujuan Keseimbangan cairan dapat dipertahankan dalam batas normal yang ditandai dengan: · Pengeluaran urin sesuai · Pengisian kembali kapiler kurang dari 2 detik · Turgor kulit elastis · Membran mukusa lembab · Berat badan tidak menunjukkan penurunan 1. Berkurangnya penyerapan zat makanan. Kebutuhan mengganti kehilangan protein serum melalui mukosa usus yang rusak seperti pada disentri. 2. tidaklah tepat memberi antibiotik pada anak penderita diare hanya karena panas. Anoreksia yang terutama terlihat pada anak disentri. Kerusakan epitel absorbsi yang mengurangi luas permukaan usus.      . Kebutuhan zat makanan meningkat karena : a. Kurang volume cairan b. Kebutuhan metabolik karena panas. Diare dengan panas Sering terjadi pada diare yang disebabkan karena rotavirus atau bakteri invasif. Defisiensi disakarida karena kegagalan produksi enzim oleh mikrovili yang rusak. Kebutuhan untuk memperbaiki epitel usus. Diagnosa Keperawatan a. b. c. Berkurangnya konsentrasi asam empedu yang diperlukan untuk absorbsi lemak. c.merupakan cara yang penting untuk mencegah diare dan kematian yang berhubungan dengan diare. Namun begitu. Meningkatnya kebutuhan zat makanan. Transit makanan melalui usus yang sangat cepat menyebabkan tidak cukup waktu untuk pencernaan dan absorbsi. 2. Disebabkan karena : a. b. seperti shigella. Panas mungkin menyertai dehidrasi dan menghilang selama rehidrasi. Bila suhu badan anak 39oC atau lebih anak harus diobati dengan paracetamol untuk menurunkan suhu badannya atau bila panas sangat tinggi dengan mengompres kepala dan perutnya dengan air hangat. Berkurangnya masukan makanan. Menghentikan makanan karena kepercayaan tradisional untuk mengistirahatkan usus.

turgor kulit baik. TTV DBN. . mata normal.  Criteria hasil · Anak mendapatkan cairan yang cukup untuk mengganti cairan yang hilang · Anak menunjukkan tanda-tanda hidrasi yang adekuat ditandai dengan membrane mukosa lembab.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful