P. 1
Askep Anak Dengan Marasmus

Askep Anak Dengan Marasmus

|Views: 40|Likes:
Published by Daniel Parks
askep anak marasmus
askep anak marasmus

More info:

Published by: Daniel Parks on Jun 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2013

pdf

text

original

MARASMUS

A. PENGERTIAN ♦ Marasmus adalah bentuk malnutrisi kalori protein yang terutama akibat kekurangan kalori yang berat dan kronis terutama terjadi selama tahun pertama kehidupan dan mengurusnya lemak bawah kulit dan otot. (Dorland, 1998:649). ♦ Marasmus adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan kalori protein. (Suriadi, 2001:196). ♦ Marasmus adalah malnutrisi berat pada bayi sering ada di daerah dengan makanan tidak cukup atau higiene kurang. Sinonim marasmus diterapkan pada pola penyakit klinis yang menekankan satu ayau lebih tanda defisiensi protein dan kalori. (Nelson, 1999:212). ♦ Zat gizi adalah zat yang diperoleh dari makanan dan digunakan oleh tubuh untuk pertumbuhan, pertahanan dan atau perbaikan. Zat gizi dikelompokkan menjadi karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. (Arisman, 2004:157). ♦ Energi yang diperoleh oleh tubuh bukan hanya diperoleh dari proses katabolisme zat gizi yang tersimpan dalam tubuh, tetapi juga berasal dari energi yang terkandung dalam makanan yang kita konsumsi. ♦ Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai sumber energi, disamping membantu pengaturan metabolisme protein. Protein dalam darah mempunyai peranan fisiologis yang penting bagi tubuh untuk :

1

1. Mengatur tekanan air, dengan adanya tekanan osmose dari plasma protein. 2. Sebagai cadangan protein tubuh. 3. Mengontrol perdarahan (terutama dari fibrinogen). 4. Sebagai transport yang penting untuk zat-zat gizi tertentu. 5. Sebagai antibodi dari berbagai penyakit terutama dari gamma globulin. Dalam darah ada 3 fraksi protein, yaitu : Albumin, globulin, fibrinogen.

B. ETIOLOGI ♦ Penyebab utama marasmus adalah kurang kalori protein yang dapat terjadi karena : diet yang tidak cukup, kebiasaan makan yang tidak tepat seperti yang hubungan dengan orangtua-anak terganggu,karena kelainan

metabolik, atau malformasi kongenital. (Nelson,1999). ♦ Marasmus dapat terjadi pada segala umur, akan tetapi yang sering dijumpai pada bayi yang tidak mendapat cukup ASI dan tidak diberi makanan penggantinya atau sering diserang diare. Marasmus juga dapat terjadi akibat berbagai penyakit lain seperti infeksi, kelainan bawaan saluran pencernaan atau jantung, malabsorpsi, gangguan metabolik, penyakit ginjal menahun dan juga gangguan pada saraf pusat. (Dr. Solihin, 1990:116).

2

MANIFESTASI KLINIK Pada mulanya ada kegagalan menaikkan berat badan. Dalam keadaan kekurangan makanan. PATOFISIOLOGI Kurang kalori protein akan terjadi manakala kebutuhan tubuh akan kalori. (Nuuhchsan Lubis an Arlina Mursada. Selam puasa jaringan lemak dipecah menjadi asam lemak. gliserol dan keton bodies. sehingga setelah 25 jam sudah dapat terjadi kekurangan. sayangnya kemampuan tubuh untuk menyimpan karbohidrat sangat sedikit. Otot dapat mempergunakan asam lemak dan keton bodies sebagai sumber energi kalau kekurangan makanan ini berjalan menahun. muka bayi dapat tetap tampak relatif normal selama 3 . atau keduanya tidak tercukupi oleh diet. D. tubuh selalu berusaha untuk mempertahankan hidup dengan memenuhi kebutuhan pokok atau energi. 2002:11). Tubuh akan mempertahankan diri jangan sampai memecah protein lagi seteah kira-kira kehilangan separuh dari tubuh. disertai dengan kehilangan berat badan sampai berakibat kurus. protein. 2004:92). (Arisman.dengan kehilangan turgor pada kulit sehingga menjadi berkerut dan longgar karena lemak subkutan hilang dari bantalan pipi. Kemampuan tubuh untuk mempergunakan karbohidrat. Akibatnya katabolisme protein terjadi setelah beberapa jam dengan menghasilkan asam amino yang segera diubah jadi karbohidrat di hepar dan ginjal.C. karbohidrat (glukosa) dapat dipakai oleh seluruh jaringan tubuh sebagai bahan bakar. protein dan lemak merupakan hal yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan.

4 . mula-mula bayi mungkin rewe. dengan buang air besar sering. Jaingan subkutan hilang 7. (Nelson. Apatis E. Lethargi 3. tinja berisi mukus dan sedikit. PENATALAKSANAAN 1. Kelaparan 9. Diit tinggi kalori. tetapi dapat muncul apa yang disebut diare tipe kelaparan. Pemberian terapi cairan dan elektrolit.1999). Selain itu manifestasi marasmus adalah sebagai berikut : 1. nadi mungkin melambat. Penatalaksanaan segera setiap masalah akut seperti masalah diare berat. Kulit keriput (turgor kulit jelek) 5. Malaise 8. Badan kurus kering tampak seperti orangtua 2. protein. 3. tetapi kemudian lesu dan nafsu makan hilang. Ubun-ubun cekung pada bayi 6. Terjadi atropi otot dengan akibat hipotoni. Keadaan ini memerlukan diet yang berisi jumlah cukup protein yang kualitas biologiknya baik. 2. Bayi biasanya konstipasi. Abdomen dapat kembung dan datar.beberaba waktu sebelum menjadi menyusut dan berkeriput. Suhu biasanya normal. Irritable 4. mineral dan vitamin.

dehidrasi. Pengobatan awal ditujukan untuk mengatasi keadaan yang mengancam jiwa. sementara fase rehabilitasi diarahkan untuk memulihkan keadaan gizi. Upaya pengobatan. seperti kekurangan vitamin. Penanganan KKP berat Secara garis besar. kaji pengkajian antropometri. Cara pemberian dimulai sebanyak 5 cc/kg BB setiap 30 menit selama 2 jam pertama peroral atau NGT kemudian tingkatkan menjadi 5-10 cc/kg BB/ jam. Pengkajian riwayat status sosial ekonomi. kaji manifestasi riwayat pola makan. 2004:105 Komposisi ppemberian CRO (Cairan Rehidrasi Oral) sebanyak 70-100 cc/kg BB biasanya cukup untuk mengoreksi dehidrasi.4. Menurut Arisman. anemia berat dan payah jantung. 5 . kaji tanda-tanda vital. meliputi : Pengobatan/pencegahan terhadap hipoglikemi. Pencegahan jika ada ancamanperkembangan renjatan septik Pengobatan infeksi Pemberian makanan Pengidentifikasian dan pengobatan masalah lain. penanganan KKP berat dikelompokkan menjadi pengobatan awal dan rehabilitasi. monitor hasil laboratorium. timbang berat badan. hipotermi. klinis.

2. masing-masing disebut sebagai F-75 dan F-100. 6 . cairan yang diberikan adalah larutan Darrow-Glukosa atau Ringer Laktat Dextrose 5%. yaitu : 1.5 gr/ kg BB/ hari. Cairan diberikan 200ml/kg BB/ hari. Mula-mula diberikan 60 ml/kg BB pada 4-8 jam pertama. Berika makanan cair yang mengandung 75-100 kkal/cc. Pemberian ASI sebaiknya tidak dihentikan ketika pemberian CRO/intravena diberikan dalam kegiatan rehidrasi. Kemudian dinaikkan bertahap 1-2 hari hingga mencapai 150-175 kalori/ kg BB/ hari. yaitu tindakan untuk menyelamatkan jiwa.- Cairan sebanyak itu harus habis dalam 12 jam. Tahap awal :24-48 jam pertama merupakan masa kritis. Tahap penyesuaian terhadap pemberian makanan Pada hari-hari pertama jumlah kalori yang diberikan sebanyak 30-60 kalori/ kg BB/ hari atau rata-rata 50 kalori/ kg BB/ hari. dengan protein 3-5 gr/ kg BB/ hari. antara lain mengoreksi keadaan dehidrasi atau asidosis dengan pemberian cairan IV. Menurut Nuchsan Lubis Penatalaksanaan penderita marasmus yang dirawat di RS dibagi dalam beberapa tahap. Kemudian 140ml sisanya diberikan dalam 16-20 jam berikutnya. dengan protein 1-1.

sehingga lapisan lemak dibawah kulitnya dapat diukur. Mengukur ketebalan lipatan kulit dilengan atas sebelah belakang (lipatan trisep) ditarik menjauhi lengan. kreatinin. Pemeriksaan laboratorium : albumin.25 cm pada laki-laki dan sekitar 2. yaitu BB (dalam kilogram) dibagi dengan TB (dalam meter) c. Lipatan lemak normal sekitar 1. Pemeriksaan Fisik a.- Waktu yang diperlukan untuk mencapai diet TKTP ini lebih kurang 710 hari. 2.5 cm pada wanita. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1. biasanya dangan menggunakan jangka lengkung (kaliper). massa tubuh yang tidak berlemak). transferin. 7 . nitrogen. Menghitung indeks massa tubuh. F. Status gizi juga dapat diperoleh dengan mengukur LLA untuk memperkirakan jumlah otot rangka dalam tubuh (lean body massa. Ht. elektrolit. Mengukur TB dan BB b. Hb. Lemak dibawah kulit banyaknya adalah 50% dari lemak tubuh. d.

mencegah gangguan dan memuji anak untuk makan mereka f. FOKUS INTERVENSI 1. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake makanan tidak adekuat (nafsu makan berkurang). Intervensi : a. (Wong. Sajikan porsi kecil makanan dan berikan setiap porsi secara terpisah 8 . Perawat harus ada saat makan untuk memberikan bantuan. Sajikan makansedikit tapi sering g. Dorong orangtua atau anggota keluarga lain untuk menyuapi anak atau ada disaat makan c. 2004) Tujuan : Pasien mendapat nutrisi yang adekuat Kriteria hasil : meningkatkan masukan oral.G. Minta anak makan dimeja dalam kelompok dan buat waktu makan menjadi menyenangkan d. Dapatkan riwayat diet b. Gunakan alat makan yang dikenalnya e.

tidak bersisik. Intervensi a. elastisitas normal Intervesi : a. (Doengoes. c. turgor kulit baik. Monitor kemerahan. Alih baring 9 . 2000). 2001:140) Tujuan : Tidak terjadi dehidrasi Kriteria hasil : Mukosa bibir lembab. Dorong mandi 2xsehari dan gunakan lotion setelah mandi c. b. : Monitor tanda-tanda vital dan tanda-tanda dehidrasi Monitor jumlah dan tipe masukan cairan Ukur haluaran urine dengan akurat 3. Massage kulit Kriteria hasilususnya diatas penonjolan tulang d. Defisit volume cairan berhubungan dengan diare. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan gangguan nutrisi/status metabolik.2. pucat.ekskoriasi b. (Carpenito. tidak terjadi peningkatan suhu. Tujuan : Tidak terjadi gangguan integritas kulit Kriteria hasil : kulit tidak kering.

Intervensi : a.mengidentifikasi hubungan tanda dan gejala.6 C-37. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan kerusakan pertahanan tubuh Tujuan : Pasien tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi Kriteria hasil: suhu tubuh normal 36. Tentukan tingkat pengetahuan orangtua pasien b. Beri antibiotik sesuai program 5. Pastikan semua alat yang kontak dengan pasien bersih/steril c. Instruksikan pekerja perawatan kesehatan dan keluarga dalam prosedur kontrol infeksi d.7 C. Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan b. Mengkaji kebutuhan diet dan jawab pertanyaan sesuai indikasi 10 .lekosit dalam batas normal Intervensi : a.4. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang nya informasi (Doengoes. 2004) Tujuan : pengetahuan pasien dan keluarga bertambah Kriteria hasil: Menyatakan kesadaran dan perubahan pola hidup.

c. sosial. Berikan informasi tertulis untuk orangtua pasien 6. Tujuan : Anak mampu tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. 2001:157). Kriteria hasil : Terjadi peningkatan dalam perilaku personal. b. Dorong konsumsi makanan tinggi serat dan masukan cairan adekuat d. (Carpenito. bahasa. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan melemahnyakemampuan fisik dan ketergantungan sekunder akibat masukan kalori atau nutrisi yang tidak adekuat. Berikan kesempatan bagi anak yang sakit memenuhi tugas perkembangan d. Berikan mainan sesuai usia anak. Intervensi : a. Kaji tingkat perkembangan anak dengan Denver II c. kognitif atau aktifitas motorik sesuai dengan usianya. 11 . Ajarkan pada orangtua tentang tugas perkembangan yang sesuai dengan kelompok usia.

Kelebihan volume cairan berhubungan dengan rendahnya masukan protein (malnutrisi). Bantu semua kebutuhan anak dengan melibatkan keluarga pasien 8. 2001:3) Tujuan : Anak mampu beraktifitas sesuai dengan kemampuannya.7. 12 . Tujuan : Kelebihan volume cairan tidak terjadi. Kaji masukan diet dan kebiasaan yang dapat menunjang retensi cairan. memperlihatkan penurunan edema perifer dan sacral. Ubah posisi sedikitnya 2 jam c. Berikan permainan dan aktifitas sesuai dengan usia b. Kriteria hasil : Menyebutkan faktor-faktor penyebab dan metode-metode pencegahan edema. (Carpenio. Kriteria hasil : Menunjukkan kembali kemampuan melakukan aktifitas. Pantau kulit terhadap tanda luka tekan b. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan gangguan sistem transport oksigen sekunder akibat malnutrisi. (Carpenito. Intervensi : a. 2001:143). Intervensi : a.

2000. EGC 4. alih bahasa monica ester. 2001. L. alih bahasa I made kariasa. Nelson teks book of pediatric 15/e. Penatalaksanaan Busung lapar pada balita . DAFTAR PUSTAKA 1. Hand book of nursing diagnosis. Gizi dalam daur kehidupan. D & Whaleys. Nuchsan . karta. 8-e). 2002. Nursing care plans guide line for planning and documenting patien care. kliegman. Arisman. Alih bahasa monica ester edisi 8. 2004. 2. Doengoes ME. Ed 15. EGC 6. Jakarta : EGC 2.H. L. edisi 3. alih bahasa A Samik Wahab. Buku saku peditrik. Alih bahasa monica ester dkk. 2002 : 10-11 7. J. Nelson. 2004. & behrman. 9. Jakarta. Jakarta. Pedoman klinis asuhan keperawatan anak . 134.A. Wong. 8-e (buku saku diagnosa keperawatan. Carpenito. 2000. J 8. EGC 13 . Cermin Dunia Kedokteran no. jakarta. Betz. vol. EGC 3. L & Linda S. EGC 5. Jakarta. 2002.

Pada marasmus tingkat berat terjadi retradasi pertumbuhan. berat badan dibanding usianya samapai kurang 60% standart berat normal. Bayi dengan marasmus biasanya akan merasa kelaparan dan cengeng. Udema tidak terjadi. ada beberapa faktor lain pada diri anak sendiri yang dibawa sejak lahir. demikian pula warrambut tidak berubah. otot lemah terasa kendor atau lembek ini dilihat pada paha dan pantat bayi yang seharusnya kuat. Atrofi jaringan. mencapai puncaknya (100 kkal per kg berat badan per hari).1 Definisi Marasmus ialah suatu bentuk kurang kalori-protein yang berat. diduga berpengaruh terhadap terjadinya marasmus (Nuchsan Umar Lubis. Sedikitnya jaringan adiposa pada marasmus berat tidak menghalangi homeostatis. Keadaan ini merupakan hasil akhir dari interaksi antara kekurangan makanan dan penyakit infeksi. Marasmus sering kali terjadi pada bayi umur di bawah 12 bulan.2002). 14 . oksidasi lemtetap utuh namun menghabiskan cadangan lemak tubuh. sehingga tampak seperti bayi yang memakai pakaian yang terlalu besar untuk ukwajahnya tampak menua (old man atau monkey face). Tanda-tanda lainnya seperti tanda spesifik pada defisiensi mikronutrin yaberhubungan dengan pola diet setempat. Selain faktor lingkungan. ”Keberadaan persedian lemak dalam tubuh adalah faktor yang menentukan apakah bayi marasmus dapat bertahan” BMR pada marasmus sedikit meningkat sesuai kebutuhan (60 kkal per kg berat badan per hadalam masa penyembuhan. Tanda khusus pada marasmus ialah kurangnya bahkan tidak ajaringan lemak di bawah kulit.2. kenyal dan tebal.

penyakit Hirschprung. Tumor hypothalamus Jarang dijumpai dan baru ditegakkan bila penyebab marasmus yang lain telah disingkirkan.2 Etiologi Secara garis besar sebab-sebab marasmus ialah sebagai berikut: 1. palatoschizis. Prematuritas dan penyakit pada masa neonatus Pada keadaan-keadaan tersebut pemberian ASI kurang akibat reflek mengisap yang kurang kuat. misalnya pemakaian secara luas susu kaleng yang terlalu encer. 5. 15 . 6. 3. 4. 2. 7. Kelainan struktur bawaan Misalnya: penyakit jantung bawaan. terutama infeksi enteral misalnya infantil gastroenteritis. stenosis pilorus. hiatus hernia. deformitas palatum. Masukan makanan yang kurang Marasmus terjadi akibat masukan kalori yang sedikit. micrognathia. idiopathic hypercalcemia. galactosemia. Infeksi Infeksi yang berat dan lama menyebabkan marasmus. Pemberian ASI Pemberian ASI yang terlalu lama tanpa pemberian makanan tambahan yang cukup. hidrosefalus. lactose intolerance. Gangguan metabolik Misalnya: renal asidosis. pemberian makanan yang tidak sesuai dengan yang dianjurkan akibat dari ketidaktahuan orang tua si anak. pielonephritis dan sifilis kongenital. bronkhopneumonia.2. cystic fibrosis pancreas.

sayangnya kemampuan tubuh untuk menyimpan karbohidrat sangat sedikit. Penyapihan Penyapihan yang terlalu dini disertai dengan pemberian makanan yang kurang akan menimbulkan marasmus. dan bila disertai dengan infeksi berulang.8. sehingga setelah 25 jam sudah dapat terjadi kekurangan. environment (lingkungan). 9. Gopalan menyebutkan marasmus adalah compensated malnutrition. Tubuh akan mempertahankan diri jangan sampai memecah protein lagi setelah kira-kira kehilangan separuh dari tubuh. Memang faktor diet (makanan) memegang peranan penting tetapi faktor lain ikut menentukan. Urbanisasi Urbanisasi mempengaruhi dan merupakan predisposisi untuk timbulnya marasmus. Otot dapat mempergunakan asam lemak dan keton bodies sebagai sumber energi kalau kekurangan makanan ini berjalan menahun. gliserol dan keton bodies. Akibatnya katabolisme protein terjadi setelah beberapa jam dengan menghasilkan asam amino yang segera diubah jadi karbohidrat di hepar dan di ginjal.3 Patofisiologi Sebenarnya malnutrisi merupakan suatu sindrom yang terjadi akibat banyak faktor. agent (kuman penyebab). Dalam keadaan kekurangan makanan. 16 . 2. karbohidrat (glukosa) dapat dipakai oleh seluruh jaringan tubuh sebagai bahan bakar. Faktor-faktor ini dapat digolongkan atas tiga faktor penting yaitu : tubuh sendiri (host). meningkatnya arus urbanisasi diikuti pula perubahan kebiasaan penyapihan dini dan kemudian diikuti dengan pemberian susu manis dan susu yang terlalu encer akibat dari tidak mampu membeli susu. terutama gastro enteritis akan menyebabkan anak jatuh dalam marasmus. tubuh selalu berusaha untuk mempertahankan hidup dengan memenuhi kebutuhan pokok atau energi. Selama puasa jaringan lemak dipecah jadi asam lemak. Kemampuan tubuh untuk mempergunakan karbohidrat. protein dan lemak merupakan hal yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan.

terutama pada wajah.2.5 Manifestasi Klinis Marasmus sering dijumpai pada usia 0 . berkeriput dan tampak lebih tua (old man face). Tulang rusuk tampak lebih jelas. 17 . bersamaan dengan hilangnya lemak subkutan maka anggota gerak terlihat seperti kulit dengan tulang. Otototot lemah dan atropi. Akibatnya ialah wajah si anak lonjong. Keadaan yang terlihat mencolok adalah hilangnya lemak subkutan.4 Pathways 2.2 tahun.

Sering terdapat penurunan kesadaran .Kulit kering. Antropometrik Lebih ditujukan untuk menemukan malnutrisi ringan dan sedang. Tanda klinis .Wajah seperti orang tua . Suhu tubuh bisa rendah karena lapisan penahan panas hilang. frekuensi jantung dan frekuensi pernafasan berkurang 2. tinggi.6 Pemeriksaan Penunjang Diagnosis marasmus dibuat berdasarkan gambaran klinis.Dinding perut hipotonus dan kulitnya longgar. Laboratorium 18 . tetapi untuk mengetahui penyebab harus dilakukan anamnesis makanan dan kebiasaan makan serta riwayat penyakit yang lalu. 2. dll) dan dibandingkan dengan angka standard (anak normal).Tinggi dibandingkan dengan umur anak . dilakukan pengukuranpengukuran fisik anak (berat. terdapat 3 parameter yang biasa digunakan. lingkar lengan. dingin dan kendor .Sering disertai diare atau konstipasi . Untuk anak. 3. yaitu: .Berat dibandingkan dengan umur anak . Pada pemeriksaan antropometrik.Tekanan darah. Berat badan turun menjadi kurang dari 60% berat badan menurut usianya. dapat pula digunakan grafik pertumbuhan yang terdapat pada KMS.Berat dibandingkan dengan tinggi/panjang anak Parameter tersebut lalu dibandingkan dengan tabel standard yang ada Untuk membandingkan berat dengan umur anak.Otot-otot mengecil sehingga tulang-tulang terlihat jelas . 1.

Dengan pemeriksaan laboratorium yang lebih rinci. Waktu yang diperlukan untuk mencapai diet tinggi kalori tinggi protein ini lebih kurang 7-10 hari. antara lain mengkoreksi keadaan dehidrasi atau asidosis dengan pemberian cairan intravena. 2. Tahap kedua yaitu penyesuaian. Penderita marasmus tanpa komplikasi dapat berobat jalan asal diberi penyuluhan mengenai pemberian makanan yang baik.7 Penatalaksanaan Medis Tujuan pengobatan pada penderita marasmus adalah pemberian diet tinggi kalori dan tinggi protein serta mencegah kekambuhan.u peroral atau 100.000. Jumlah ini dinaikkan secara berangsur-angsur tiap 1-2 hari sehingga mencapai 150-175 kalori/kg BB/hari dengan protein 3-5 g/kg BB/hari. dapat dilakukan pada anak dengan malnutrisi. Kemudian 140 ml sisanya diberikan dalam 16-20 jam berikutnya.000 i. syok. Penatalaksanaan penderita yang dirawat di RS dibagi dalam beberapa tahap. Cairan yang diberikan ialah larutan Darrow-Glucosa atau Ringer Lactat Dextrose 5%. sehingga dapat langsung dimulai dengan penyesuaian terhadap pemberian makanan. Cairan diberikan sebanyak 150 ml/kg BB/hari.u 19 . Tahap awal yaitu 24-48 jam pertama merupakan masa kritis. i. asidosis dan lain-lain perlu mendapat perawatan di rumah sakit. Pemberian vitamin dan mineral yaitu vitamin A diberikan sebanyak 200. misalnya pemeriksaan kadar darah merah (Hb) dan kadar protein (albumin/globulin) darah.Pemeriksaan laboratorium. dengan protein 1-1. Sebagian besar penderita tidak memerlukan koreksi cairan dan elektrolit. Pada hari-hari pertama jumlah kalori yang diberikan sebanyak 30-60 kalori/kg BB/hari atau rata-rata 50 kalori/kg BB/hari. Cairan diberikan sebanyak 200 ml/kg BB/hari. yaitu tindakan untuk menyelamatkan jiwa.5 g/kg BB/hari. Mula-mula diberikan 60 ml/kg BB pada 4-8 jam pertama. dapat pula lebih jelas diketahui penyebab malnutrisi dan komplikasi-komplikasi yang terjadi pada anak tersebut. sedangkan penderita yang mengalami komplikasi serta dehidrasi.

pengukuran tinggi badan serta tebal lemak subkutan. oral. secara bertahap ditambahkan makanan lumat dan makanan lunak. Mineral yang perlu ditambahkan ialah K. berupa MgS04 50% 0. Dapat diberikan 1 ml vit Bc dan 1 ml vit. sebanyak 1-2 Meq/kg BB/hari/IV atau dalam bentuk preparat oral 75-100 mg/kg BB/hari dan Mg. Pemantauan penderita dapat dilakukan dengan cara penimbangan berat badan. Hal-hal yang lain perlu diperhatikan : a) Kemungkinan hipoglikemi dilakukan pemeriksaan dengan dextrostix. Penderita yang telah kembali nafsu makannya dibiasakan untuk mendapat makanan biasa seperti yang dimakan sehari-hari. bila nafsu makannya telah kembali dan penyakit infeksi telah teratasi. Setelah tercapai penyesuaian barulah dijumpai pertambahan berat badan. Dapat diberikan botol panas atau pemberian makanan sering tiap 2 jam. dalam bentuk makanan cair kemudian makanan lunak dan makanan padat.000 i. Pilihan obat yang dipakai ialah procain penicillin atau gabungan penicilin dan streptomycin. Kebutuhan kalori menjadi normal kembali karena tubuh telah menyesuaikan diri lagi. Penderita dengan BB di atas 7 kg diberikan makanan untuk anak di atas 1 tahun. C im. Sementara itu kepada 20 . karena penderita marasmus sering disertai infeksi. Jenis makanan yang memenuhi syarat untuk penderita malnutrisi berat ialah susu. Penderita boleh dipulangkan bila terjadi kenaikan sampai kira-kira 90% BB normal menurut umurnya.25 ml/kg BB/hari atau megnesium oral 30 mg/kg BB/hari. Dalam pemilihan jenis makanan perlu diperhatikan berat badan penderita.im pada hari pertama kemudian pada hari ke dua diberikan 200. Dianjurkan untuk memakai pedoman BB kurang dari 7 kg diberikan makanan untuk bayi dengan makanan utama ialah susu formula atau susu yang dimodifikasi. Bila kadar gula darah kurang dari 40% diberikan terapi 1-2 ml glukose 40%/kg BB/IV b) Hipotermi Diatasi dengan penggunaan selimut atau tidur dengan ibunya. Vitamin A diberikan tanpa melihat ada/tidaknya gejala defisiensi Vitamin A. selanjutnya diberikan preparat oral atau dengan diet. Antibiotik perlu diberikan. Pada minggu-minggu pertama sering belum dijumpai pertambahan berat badan.u.

yang sesuai dengan daya belinya. maka usaha pencegahan perlu lebih ditingkatkan. jaundice (sakit kuning). Mengingat sulitnya merawat penderita dengan malnutrisi. terutama mengenai pemilihan bahan makanan.9 Prognosis Malnutrisi yang hebat mempunyai angka kematian yang tinggi. sering tidak dapat dibedakan antara kematian karena infeksi atau karena malnutrisi sendiri. Kematian yang terjadi pada hari pertama pengobatan biasanya disebabkan oleh gangguan elektrolit. infeksi. Keadaan setengah sadar (stupor). 2.8 Komplikasi 2. Lebih dari 40% anak-anak yang menderita marasmus meninggal.orang tua diberikan penyuluhan tentang pemberian makanan. pengolahannya. hipotermia dan kegagalan jantung. rendahnya kadar natrium darah dan diare yang menetap 21 . kematian sering disebabkan oleh karena infeksi. pendarahan kulit.

Tetapi pada beberapa anak. Jika anak-anak diobati dengan tepat. sistem kekebalan dan hati akan sembuh sempurna. Keterbelakangan mental yang bersifat ringan bisa menetap sampai anak mencapai usia sekolah dan mungkin lebih. Efek jangka panjang dari malnutrisi pada masa kanak-kanak tidak diketahui. Pertanda yang baik adalah hilangnya apati.merupakan pertanda buruk. edema dan bertambahnya nafsu makan. penyerapan zat gizi di usus tetap mengalami gangguan. 22 . Beratnya gangguan mental yang dialami berhubungan dengan lamanya anak menderita malnutrisi. beratnya malnutrisi dan usia anak pada saat menderita malnutrisi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->