P. 1
Data Dan Sumber Data

Data Dan Sumber Data

|Views: 324|Likes:
seng penteng onok
seng penteng onok

More info:

Published by: Rahmatullah Isma'il Fathullah on Jun 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2014

pdf

text

original

Sumber & Metode Pengumpulan Data

MODUL 9 SUMBER DAN METODE PENGUMPULAN DATA Adiyas SE, MM
A. Pendahuluan Data ádalah semua keterangan seseorang atau subjek penelitian maupun yang berasal dari dokumen-dokumen, wawancara, dan sebagainya, baik dalam bentuk kuantitatif maupun kualitatif, untuk keperluan penelitian. Untuk memperoleh data dan mendokumentasikannya, data yang dikumpulkan melalui instrumen dan non instrumen yang merupakan informasi, baik informasi dari kegiatan sendiri atau pengalaman responden. Berbedanya sumber informasi itu akan berpengaruh pada fungsi data itu sendiri. Jika dilihat dari sudut validitas, data dari pengalaman sendiri mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan dari sumber lain, karena data dari sumber lain dapat diragukan akurasinya. Untuk meningkatkan akurasi informasi data dari sumber lain dapat dilakukan dengan mempertajam dan lebih mendalami pertanyaan ketika sumber data digali. Suatu masalah penelitian hanya akan dapat dijawab jika tersedia data yang relevan dan memadai. Ketersediaan dan akurasi data untuk menjawab masalah penelitian akan menentukan objektivitas hasil penelitian dan ketepatan menjawab masalah penelitian. B. Jenis Data Data yang akan diklasifikasikan maupun yang akan dianalisis untuk menjawab masalah penelitian dapat diperoleh dari: 1. 2. Secara langsung, atau data primer Tidak langsung dari sumber pustaka, atau data sekunder. Data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya, baik melalui wawancara, observasi, atau cara lain, disebut data primer. Data ini diperoleh dan digali sendiri oleh peneliti berupa data mentah apa adanya, sesuai dengan apa yang dilihat, didengar, dan diceritakan sumber data. Data ini masíh memerlukan pengolahan lebih lanjut sebelum klasifikasikan dan dianalisis. Data demikian disebut juga data murni. Selain itu data primer ada yang tidak murni, karena informasinya perlu disesuaikan dengan jalan fikiran. Hal ini terjadi jika datanya digali misalkan secara diplomasi, karena sumber data jika ditanyakan apa adanya tidak bersedia memberikan informasi lengkap. Data yang diperoleh dari sumber pustaka disebut data sekunder. Sumber pustaka dapat berupa data yang telah matang dan siap dianalisis, tapi dapat juga berupa hasil penelitian yang masih memerlukan pengujian kebenarannya. Pada umumnya data sekunder diperoleh tidak memerlukan wawancara, melainkan cukup meminta bahan dari sumber data, atau mencari sendiri melalui file-file dan sumber lain yang telah dipublikasikan.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Adiyas, SE,. MM

METODOLOGI PENELITIAN

1

(3) tidak setuju. juga dapat mempersulit pihak lain jika ingin memperoleh kembali data yang sama. d. Meskipun dalam uraian itu dijumpai angka-angka yang merupakan rangkaian dari uraian itu. Data yang terkumpul dari hasil jawaban yang diberikan responden atas pertanyaan yang diajukan peneliti dapat berupa (1) angka (kuantitatif) dan (2) pernyataan (kualitatif). seperti jawaban yang bersifat rangking: (1) tidak setuju. Dalam mengumpulkan data. harus dihindarkan karena dinilai masih sangat dini. terutama data yang tidak berhubungan dengan masalah penelitian. Jawaban berupa angka dapat berupa skala rasio yaitu nilai kuantitatif murni atau dapat pula berupa nilai kualitatif yang kuantitatifkan (skala non rasio). Jawaban dapat pula berupa kalimat pilihan. SE. Pada dasarnya antara data primer dan sekunder bersifat saling melengkapi dan berdiri sendiri. Data sekunder harus ditelaah secara kritis untuk menghindari ketidaksinkronan antar data yang terkumpul. dan sebagainya. Jawaban uraian yang panjang tidak dapat diwujudkan dalam bentuk angka. b. Jawaban berupa kalimat dapat berupa kalimat panjang atau pendek. datanya. Kalimat panjang merupakan suatu uraian secara lengkap berupa tanggapan. penelitian akan mudah menentukan sikap dan mengedit secara langsung atas segala jawaban responden dalam memperoleh data primer. Kehati-hatian dan ketelitian dalam mengumpulkan data perlu diperhatikan. Jawaban berupa kalimat pendek biasanya digunakan oleh responden berupa kalimat singkat dari pertanyaan yang terstruktur. MM METODOLOGI PENELITIAN 2 .Sumber & Metode Pengumpulan Data Data sekunder yang akan dijadikan sebagai sumber data oleh peneliti sebaiknya data yang telah dipublikasikan sehingga dapat dipertanggungjawabkan obektivitasnya. gambaran suatu keadaan. Penelitian kepustakaan dapat dijadikan sebagai dasar penelitian lapangan. Data yang masih bersifat privat dapat digunakan peneliti jika data itu hanya sebagai sumber awal informasi untuk diteliti lebih lanjut kebenaran dan objektivitasnya. Tapi dalam penelitian ada kalanya data sekunder sudah cukup memadai tanpa ditunjang data primer. Waktu ketika data itu diperoleh. Berawal dari sini. Objektivitas data juga jadi diragukan. Data sekunder yang belum dipublikasikan dan masih berifat privat. f. karena akan menentukan relevansi data dengan masalah penelitian. seperti setuju-tidak setuju. c. pendapat. e. (2) ragu. Keduanya Sangat dibutuhkan dalam penelitian. yaitu: a. Dalam penggunaan data sekunder yang demikian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan peneliti. perlu diperhatikan metode pengumpulan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas. Perlu diperhatikan objektivitas sumber dan tempat data itu diperoleh. Dualisme yang timbul dari data sekunder harus dihilangkan. dapat pula untuk koreksi lebih lanjut atas informasi lapangan..

tapi dalam bentuk katagori-katagori. Sumber-sumber tersebut dapat diperoleh dari: 1. Peneliti akan mencatat semua temuan informasi penting bagi penelitiannya. Pencatatan data demikian biasa digunakan pada penelitian sejarah. Sumber Data Sumber data adalah dari mana data penelitian diperoleh. Data kualitatif erat hubungannya dengan variabel kualitatif. sehingga akan mempermudah peneliti dalam membaca dan menjabarkan data tanpa harus membuka kembali hasil wawancara aslinya. seperti melakukan pengkodean. klasifikasi. Untuk memperolehnya diperlukan suatu cara yang dibuat oleh peneliti berupa daftar pertanyaan untuk dimintakan pendapatnya pada responden. Variabel kualitatif itu sendiri ada yang dapat dikuantitatifkan ada yang tidak dapat dikuantitatifkan. Dari mana sumber data sekunder dapat diperoleh tergantung dari tujuannya. Jawaban yang diminta dapat berupa jawaban kuantitatif atau kualitatif atau keduanya. Variabel kualitatif yang tidak dapat dikuantitatifkan tidak dapat diwujudkan dalam bentuk angka. MM METODOLOGI PENELITIAN 3 . Apa yang ditanyakan dalam daftar pertanyaan tergantung dari variabel apa yang akan diteliti. Data yang diperoleh langsung dari sumbernya dan digali langsung oleh peneliti disebut data primer. Data ini sudah tersedia dilapangan. Selain itu ada pula data yang digali secara tidak terstruktur. 2. Himpunan/Lembaga/asosiasi profesi PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas. (3) cerai. editing. 1985): 1. Pertanyaan dalam daftar pertanyaan ada yang bersifat pertanyaan terbuka atau pertanyaan tertutup. artinya semua unsur dari variabel harus dapat dimasukkan dalam salah satu katagori. Berdasarkan sumbernya data data dapat diperoleh langsung dari sumbernya atau dari pihak ketiga.. Data mentah artinya sebelum dianalsis perlu diproses lebih dahulu. Jika perlu diberi kode-kode sesuai dengan keinginan peneliti. Untuk memperoleh data maka digunakan teknik tertentu disesuaikan dengan tujuan penelitiannya. Data matang artinya data tersebut dapat digunakan langsung untuk dianalisis.Sumber & Metode Pengumpulan Data Data berupa jawaban dari responden akan dikelompokkan sesuai dengan klasifikasinya. Sumber data yang diperoleh dari pihak ketiga disebut data sekunder. baik berupa data mentah maupun data matang. Katagori itu sendiri dapat dibedakan menjadi dua (Koentjaraningrat. tabulasi. Mutually exclusive. seperti teknik sampling. Variabel ini dapat dikuantitatifkan dan bersifat mutually exclusive. (2) belum kawin. artinya satu unsur hanya dapat dimasukkan dalam salah satu katagori Contoh: Variabel status perkawinan: (1) Kawin. budaya masyarakat. B. SE. Exhaustive.

Data yang telah ditabulasi dapat digunakan untuk analisis. nilai maksimum-minimum. provinsi.2006): 1. C. Klasifikasi dibuat sesuai dengan tujuan penelitian untuk kepentingan analisis data. jam. Proses penyaringan data dilakukan oleh petugas untuk memeriksa beberapa hal. 3. Adapun referensi lengkapnya dicatatkan pada daftar pustaka. Kejelasan dari jawaban 3. 2. Dalam aturan penulisan. yaitu: 1. 4. SE. tahun. kampung. data yang diperoleh dari pihak ketiga harus disebutkan dalam keterangan. dan lain-lain. Sebelum data diolah dan dianalisis. serta penyaringan data untuk menentukan kelengkapan data dan menentukan relevansi data terhadap masalah penelitian. dan sebaginya. desa. kewarganegaraan. Dan publikasi-publikasi lainnya. Klasifikasi geografis Contoh: negara. Klasifikasi kronologis atau temporer Contoh: menit. atau ciri yang sejenis. MM METODOLOGI PENELITIAN 4 . Klasifikasi kualitatif atau atribut Contoh: jenis kelamin. Hasil klasisfikasi data diwujudkan dalam bentuk tabulasi data. Klasifikasi kantitatif PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas.. Klasifikasi data dapat digolongkan dengan empat cara (Joko Subagyo. Data yang telah melalui proses penyaringan kemudian disusun dalam bentuk klasifikasi berdasarkan jenis. pekerjaan. hari. data yang kandungan informasinya masih rendah. sehingga menjamin kesahihan data. Kelengkapan jawaban/data 2. terlebih dahulu data tersebut dilakukan pengklasifikasian data. seperti KADIN. Tujuan dari penulisan sumber data agar pihak lain dapat melakukan pengecekan ulang akan kebenaran data. Lembaga penelitian 6. Analisis data yang sering dilakukan adalah mengenai nilai rata-rata. pada umumnya berupa data mentah. Biro Pusat Statistik 7. 3. dan sebaginya. pemisahan dan pengelompoan data. bulan. Klasifikasi Data Data yang diperoleh dari lapangan. dan deviasi nilainya. Jurnal-jurnal ilmiah 5. Departemen teknis terkait 4. modus. Kejadian jawaban dalam bentuk tulisan yang tidak dapat dibaca. sifat. Langkah pertama sebelum klasifikasi data. status. kabupaten. baik data primer maupun sekunder.Sumber & Metode Pengumpulan Data 2. Keterangan itu paling tidak menyebutkan lembaga atau individu dan tahun dari sumber dari mana data diperoleh atau dikutip. perlu dilakukan proses editing. Asosiasi pengusaha.

Analisis non statistik akan menghasilkan deskripsi data. Meskipun secara teori data yang banyak akan lebih memberikan mendekati keadaan populasinya. Pada analisis data perlu dipisahkan antara data terkait (relevan) dengan data yang tidak relevan. dilakukan dengan menghitung tiap jawaban masingmasing responden dari lembar jawaban yang telah dikumpulkan setelah diisi responden. Kegiatan analisis data merupakan kegiatan yang cukup berat bagi peneliti. penafsiran hasil analisis yang berbeda. serta ditunjang oleh tingkat pengetahuan dan wawasan yang luas. dan sebagainya. karena dengan analisis ini data yang terkumpul memberi manfaat dalam memecahkan masalah penelitian dan mencapai tujuan akhir penelitian. Jadi klasifikasi data adalah kegiatan antara dari data mentah untuk dianalsis. Analisis dapat mendalam dan tajam dalam mengungkapkan dan merumuskan tujuan jika dalam pelaksanaan penelitian selain ditunjang oleh persiapan yang baik dan lengkap. Jumlaj tolly dari tiap indikator yang telah disusun dalam tabel akan menghasilkan tabel frekwensi. Analisis kurang mendalam jika kondisinya berlawanan. Tingkat kedalaman analisis sangat tergantung pada perencanaan. SE. akan mempunyai nilai informasi setelah dianalisis. Kegiatan ini menuntuk kemampuan akademik dan pengalaman dalam penelitian dibidang keilmuannya. Hasil tabulasi tersebut selanjutnya akan dianalisis.Sumber & Metode Pengumpulan Data Contoh: besar. yaitu: 1. Jumlah data yang besar belum menjamin hasil yang baik. juga ditentukan oleh kemampuan daya nalar dari peneliti dalam mencerna data. Tiap indikator dari seluruh responden yang telah menjawab pada kuesioner diberi tolly. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas. jumlah. skala. Analisis data kualitatif tidak memiliki standar-standar yang baku. baik data primer maupun sekunder. pelaksanaan. rupiah.. peristiwa mana yang mendahului peristiwa lainnya. Proses analisis data akan lebih sulit untuk jenis data kualitatif. Tiap responden akan menjawab pertanyaan dari seluruh indikator penelitian. Proses mengait-ngaitkan antar peristiwa harus mempunyai dasar logika dan bukti yang mendukungnya. 2. MM METODOLOGI PENELITIAN 5 . Tiap bidang kajian penelitian. Proses pemisahan ini dilakukan pada saat proses klasifikasi data. Hal ini menuntuk kemampuan bidang keilmuan. baik analisis statistik maupun non stattistik. Untuk pengisian tabel klasifikasi. luas. D. Misalkan mengait-ngaitkan suatu peristiwa dengan peristiwa lain. Analisis dalam kaitannya dengan data adalah memanfaatkan data. Analisis Data Data mentah yang diperoleh dari lapangan. maka dapat dihitung dari jumlah tolly untuk tiap indikator. menggunakan metode analsis data yang berbeda. dan kemampuan sumberdaya pendukungnya. Analisis dalam penelitian merupakan bagain dalam proses penelitian yang sangat penting. Setelah jawaban responden diklasifikasikan.

SE. Sumber Informasi Perpustakaan Baik penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Observasi dapat dilakukan sesaat ataupun mungkin dapat diulang. Dicatat dan dihubungkan secara sistematis dengan proporsi yang lebih umu. Tidak semua tulisan dalam satu sumber pustaka dibaca secara keseluruhah. Namun dalam menggali informasi dari sumber kepustakaan. Dilakukan dengan suatu sistematika. Informasi perpustakaan diperlukan untuk kajian-kajian teori. bukan sesuka hati c. Mengabdi pada tujuan penelitian ilmiah yang telah dirumuskan. Kajian pustakan akan memberikan benang merah keterkaitan natar penelitian yang dilakukan diberbagai tempat dan waktu. Dapat diuji dan dikontrol validitas. F. bukan mengandalkan dan menyandarkan diri pada ingatan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas. Buku referensi dapat memberikan informasi sebagai kelompok tersendiri yang tidak dicampurkan dengan sumber informasi lainnya. b. semakin banyak jumlah data sampel. Pada prinsipnya. Cukup membaca bagian-bagain tertentu saja yang dianggap penting dan akan memperkaya hasil penelitian yang sedang dilakukan. c. Ciri observasi dalam metodologi riset a. Dalam pengumpulan data dengan teknik observasi beberapa hal perlu dicermati dan dipertimbangkan. serta membandingkan antara hasil-hasil penelitian terdahulu.. apapun wujud data yang telah dikumpulkan. Metode Observasi Observasi adalah pengamatan atau pencatatan sesuatu obyek dengan sistematika fenomena yang diselidiki. Hal-hal tersebut antara lain : 1. Mempunyai arah yang khusus b. MM METODOLOGI PENELITIAN 6 . akan menghasilkan dugaan terhadap populasinya semakin akurat. reliabilitas dan ketelitiannya. Oleh sebab itu observasi hendaknya dilakukan oleh orang yang tepat. Bersifat kuantitatif d. informasi perpustakaan manjadi sangat penting. diperlukan teknik tersendiri untuk memperolehnya. Melakukan pencatatan dengan segera. termasuk dibandingkan dengan hasil penelitian yang sedang dilakukan peneliti. Direncanakan dengan sistematis. perlu dipertimbangkan mengenai jumlah data yang terkumpul.Sumber & Metode Pengumpulan Data Dalam pengolahan data. E. d. tidak hanya dilakukan untuk memiliki rasa ingin tahu semata. 2. Alat penelitian ilmiah Observasi akan menjadi alat penelitian ilmiah apabila: a.

Sumber & Metode Pengumpulan Data e. b. Beberapa sarana observasi Berikut beberapa sarana observasi yang telah lazim digunakan: a. SE. Rating Scale 7. Anecdotal Record (daftar riwayat kelakuan) b. Observasi tak terstruktur Dalam hal ini peneliti tidak mempersiapkan catatan tentang tingkah laku tertentu apa saja yang harus diamati. b. 6. MM METODOLOGI PENELITIAN 7 . Bebrapa jenis teknik observasi PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas. Catatan Berkala c. Observasi nonpartisipan Dalam hal ini peneliti berada di luar subyek yang diamati dan tidak ikut dalam kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. Dalamm pelaksanaannya beberapa hal berikut perlu dipertimbangkan yaitu observer dihadapkan pada situasi perangsang yang dibuat seragam untuk semua observee. Hasil observasi dapat dicek dan dibuktikan. Didalam pemilihan jenis mana yang paling tepat harus mempertimbangkan keadaan dan masalah yang terlibat di dalamnya. 5. situasi tersebut dibuat sedemikian rupa untuk memungkinkan timbulnya variasi tingkah laku yang akan diamati oleh observer. Menuntut suatu keahlian artinya dilakukan oleh seseorang yang memang sudah terlatih untuk melakukan itu. d. Jenis tersebut adalah : a. Observasi partisipan Dalam hal ini observer terlibat langsung dan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh subyek yang diamati. Observasi terstruktur Penelitian diarahkan pada pemusatan perhatian pada tingkah laku tertentu sehingga dapat disusun pedoman tentang tingkah laku apa saja yang harus diamati. Kesesatan yang sering terjadi pada observasi Kesesatan yang sering terjadi pada observasi dan tidak segera disadari adalah : 3. Jenis observasi berdasarkan atas cara pengamatan Berdasarkan atas cara pengamatan. Check List d. Observasi sistematik (observasi berkerangka) Peneliti telah membuat kerangka yang memuat faktor-faktor yang telah diatur terlebih dahulu.. c. f. Apabila situasi dan kondisi onservee dikendalikan. observasi dibedakan menjadi a.

2. pengumpulan data dengan metode survei dapat dirancang untuk menjelaskan sebab-akibat atau mengungkap ide-ide. untuk observer.Sumber & Metode Pengumpulan Data a. merupakan teknik pengumpulan data dalam metode survei yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada subyek penelitian. terbatasi oleh lama waktu kejadian. Generousity effect yaitu kesesatan terjadi karena keinginan berbuat baik. 4. 5. Data yang diperoleh sebagian besar merupakan data deskriptif . pengumpulan data primer juga dapat dilakukan menggunakan metode survei. Metode Survei Selain metode observasi. mengetahui jika diselidiki. metode survei merupakan metode pengumpulan data primer berdasarkan komunikasi antara peneliti dengan responden.. timbulnya suatu kejadia tidak selalu bersamaan waktu pada saat observer berada di tempat. Peneliti umumnya menggunakan metode survei untuk mengumpulkan data yang sama dari banyak subyek. b. pengalaman atau karakteristik subyek penelitian secara individual atau secara kelompok. Data yang dikumpulkan umumnya berupa masalah tertentu yang bersifat kompleks. meskipun demikian. merupakan alat yang langsung untuk menyelidiki bermacam gejala. sikap. Halo Effect yaitu kesesatan yang dapat terjadi jika observer dalam pencatatannya terpikat oleh kesan-kesan umum yang baik pada observee. Limitasi dan kebaikan observasi a. Carry Over Effect yaitu kesesatan terjadi bila peneliti tidak dapat memisahkan satu gejala dari yang lain. MM METODOLOGI PENELITIAN 8 . PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas. Metode survei merupakan metode pengumpulan data yang menggunakan pertanyaan lisan dan tertulis. memungkinkan pencatatan yang serempak dengan terjadinya suatu gejala. yaitu: a. SE. b. Teknik wawancara dilakukan jika peneliti memerlukan komunikasi atau hubungan dengan responden. Ada dua teknik pengumpulan data dalam metode survei. G. 8. sehingga ia tidak melihat pada apa yang seharusnya diamati. observasi langsung tidak sesuai untuk penelitian kehidupan pribadi sesorang yang sangat rahasia. Oleh karena itu. Wawancara. c. Kebaikan 1. 2. Metode ini memerlukan adanya kontak atau hubungan antara peneliti dengan subyek (responden) penelitian untuk memperoleh data yang diperlukan. teknik observasi ini lebih sedikit tuntutannya. 3. tugas observasi dapat terganggu pada waktu ada peristiwa yang tidak terduga. Kelemahan 1. 3. Data penelitian berupa data subyek yang menyatakan opini.

dikirim bersama-sama dengan pengiriman paket atau majalah. Metode Penelitian Survei. Teknik ini memberi tanggung jawab kepada responden untuk membaca dan menjawab pertanyaan.. Kuisioner dapat didistribusikan dengan berbagai cara. Jakarta: LP3ES Indriantoro & Supomo. Daftar Pustaka Singarimbun. Kuisioner. sehingga kemungkinan jika dilakukan dengan teknik kuisioner akan kurang mendapatkan tanggapan responden. b. Masri dan Sofian effendi (1981). 2000 “Metodologi Penelitian Bisnis dan Akuntansi” BPFE-UGM. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas. dikirim melalui pos. SE.Sumber & Metode Pengumpulan Data sensitif atau kontroversial. Pertanyaan peneliti dan jawaban responden dapat dikemukakan secara tertulis melalui suatu kuisioner. diletakkan ditempattempat yang ramai dikunjungi banyak orang. Yogyakarta. merupakan teknik pengumpulan data yang tidak memerlukan kehadiran peneliti. MM METODOLOGI PENELITIAN 9 . faksimile atau menggunakan teknologi komputer. antara lain: kuisioner disampaikan langsung oleh peneliti.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->