P. 1
Teori Kepribadian

Teori Kepribadian

|Views: 21|Likes:
Published by Agung Frananda

More info:

Published by: Agung Frananda on Jun 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/13/2014

pdf

text

original

PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN

Dr. Laila Sylvia Sari, Sp.KJ Dept. Psikiatri FK.UNJA

Pendahuluan
Kepribadian itu memiliki banyak arti  jumlah definisi dan arti dari kepribadian = jumlah orang yang menafsirkannya.  adanya perbedaan penyusunan teori, penelitian dan pengukurannya.

Kepribadian / Personality
Personality : Persona = Mask Kepribadian seseorang sebenarnya adalah suatu selubung atau tabir yang menutupi apa yang sebenarnya ada dalam jiwa seseorang. Kepribadian yang ditampilkan sebenarnya adalah sesuatu yang telah “dimodifikasi” oleh individu (sadar dan tak sadar) agar sesuai dengan harapan lingkungan.

Teori kepribadian
Terdapat banyak sekali teori kepribadian. Secara ringkas dpt dijelaskan dimensi apa saja yang menjadi titik penekanan tiap teori kepribadian itu. Berikut dimensi teori kepribadian, yang diajukan para ahli :

1. CONSCIOUS | UNCONSCIOUS
Sadar dan tak sadar adalah dimensi yang sejak lama ada dalam teori kepribadian. Para pendukung Psikoanalisis (Freud, Jung, Horney) adalah orang-orang yang menekankan bahwa kepribadian dikontrol oleh proses yang tidak disadari. Sementara Psikologi Aliran Humanisme menekankan pada faktor kesadaran sebagai pembentuk kepribadian (Allport, Rogers, Maslow).

2. HEREDITY | ENVIRONMENT
Pada dasarnya hampir semua teori kepribadian mengakui peran faktor keturunan sebagai penentu kepribadian sseorang. Tetapi kalangan Behaviorist (Ahli Bidang Tingkah Laku Manusia) mengatakan bahwa kepribadian dapat dipahami tanpa harus mempertimbangkan faktor genetis dan biologis. Rogers & Bandura menekankan pada lingkungan sosial, yg mana kepribadian adalah suatu proses belajar sosial seseorang.

3. ACQUISITION | PROCESS OF LEARNING

Teori Behaviorisme lebih menekankan pada proses belajar yang membentuk suatu kepribadian, yaitu cara bagaimana suatu tingkah laku dimodifikasi. Dan biasanya teori-teori kepribadian mengakui peran proses belajar dalam pembentukan suatu kepribadian. Walaupun demikian, ada beberapa teori yang juga menekankan pada acquisition of behavior, misalnya Cattel dan Murray.

4. PAST | PRESENT
Sigmund Freud  Psikoanalisis : kepribadian adalah hasil dari bentukan masa lalu, yaitu masa 5 tahun pertama kehidupan. Setelah masa itu, kepribadian hanyalah ulangan atau fiksasi dari apa yang didapat dulu. Pandangan ini menjadi pegangan dalam aliran psikoanalisis. Sementara Lewin dan Alport mengatakan bahwa yang terpenting dari kepribadian bukanlah masa lalu tetapi masa kini.

5. PERSON | SITUATION
Dimensi ini menekankan pada proses dimana kepribadian itu terbentuk. Penekanan pada Person berarti kepribadian adalah bentukan dari inner process yang terjadi dalam diri individu, sementara penekanan pada Situation berarti bahwa kepribadian adalah bentukan dari faktor lingkungan sosial dimana individu itu berada. Walaupun demikian ada juga yang menjadikan kedua dimensi itu sebagai dasar pembentukan suatu kepribadian. Fromm & Skinner, misalnya, menekankan pada faktor sosiokultural dalam kepribadian, sementara Sheldon dan Binswanger lebih menekankan pada faktor biologis internal dalam diri individu.

6. HOLISTIC | ANALITIC
Dimensi holistik menyaratkan bahwa suatu tingkah laku hanya dapat dimengerti berdasarkan konteksnya, dan juga segala sesuatu yang dilakukan oleh individu berhubungan dengan fungsi-fungsi fisiologis dan biologisnya. Sementara dimensi analitik berpendapat bahwa suatu tingkah laku bisa saja dipelajari dan didapat secara terpisah dari tingkah laku yang lainnya. Mereka yang beraliran analitik misalnya adalah Lewin dan Binswanger.

7. NORMAL | ABNORMAL
Banyak juga teori kepribadian yang menekankan pada abnormalitas suatu kepribadian. Dengan mempelajari abnormalitas itu maka pemahaman tentang orang normal dapat diperoleh. Perbedaan normal/abnormal dapat dilihat secara kualitatif yaitu melihat seberapa jauh halhal patologis dalam kepribadian itu berbeda dari yang normal. Allport dan Cattel, misalnya, menekankan pada orang-orang normal. Dan lain-lain….

Struktur Kepribadian (Sigmund Freud)
Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Tingkah laku, menurut Freud, adalah merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kerpibadian tersebut.

id, ego dan superego
Id adalah komponen kepribadian yang berisi impuls agresif dan libidinal, dimana sistem kerjanya dengan prinsip kesenangan “pleasure principle”. Ego adalah bagian kepribadian yang bertugas sebagai pelaksana, dimana sistem kerjanya pada dunia luar untuk menilai realita dan berhubungan dengan dunia dalam untuk mengatur dorongan-dorongan id agar tidak melanggar nilai-nilai superego. Superego adalah bagian moral dari kepribadian manusia, karena ia merupakan filter dari sensor baikburuk, salah- benar, boleh- tidak sesuatu yang dilakukan oleh dorongan ego.

Manusia  Sistem Energi
Freud  Manusia sbg sistem energi yg kompleks. Energi berasal dari makanan, dan digunakan untuk berbagai kegiatan seperti peredaran darah, pernafasan, gerakan otot, pengamatan, berpikir, mengingat dsb Energi dpt berubah dari energi fisiologis/jasmaniah  energi psikis atau sebaliknya (berpikir  energi psikis). Jembatan yg menghubungkan e jasmaniah  energi psikis adalah id & instink.

Manusia  Sistem Energi Psikis
Gerald Corey menyatakan dalam perspektif aliran Freud ortodoks, manusia dilihat sebagai sistem energi, dimana dinamika kepribadian itu terdiri dari cara-cara untuk mendistribusikan energi psikis kepada id, ego dan super ego, tetapi energi tersebut terbatas, maka satu diantara tiga sistem itu memegang kontrol atas energi yang ada, dengan mengorbankan dua sistem lainnya, jadi kepribadian manusia itu sangat ditentukan oleh energi psikis yang menggerakkan.

Cara kerja struktur kepribadian
Menurut S. Hall dan Lindzey, cara kerja masing-masing struktur dalam pembentukan kepribadian adalah: Apabila Id menguasai sebahagian besar energi psikis  pribadi bertindak primitif, implusif dan agresif Apabila Ego menguasai sebagian besar energi psikis itu, maka pribadinya bertindak dengan cara-cara yang realistik, logis, dan rasional, dan (3) apabila Super ego menguasai sebagian besar energi psikis itu, maka pribadinya akan bertindak pada hal-hal yang bersifat moralitas, mengejar hal-hal yang sempurna yang kadang-kadang irrasional.

Sistem kerja ketiga struktur kepribadian manusia
Id merupakan sistem kepribadian yang orisinil, saat lahir hanya memiliki Id saja, karena id merupakan sumber utama dari energi psikis dan tempat timbulnya instink. Id tidak memiliki organisasi, buta, dan banyak tuntutan dengan selalu memaksakan kehendaknya  aktivitas Id dikendalikan prinsip kenikmatan dan proses primer.

Sistem kerja ketiga struktur kepribadian manusia
Ego mengadakan kontak dengan dunia realitas yang ada di luar dirinya. Ego berperan sebagai “eksekutif” yang memerintah, mengatur dan mengendalikan kepribadian  mengontrol jalannya id, super- ego dan dunia luar. Ia bertindak sebagai penengah antara instink dengan dunia di sekelilingnya. Ego ini muncul disebabkan oleh kebutuhan-kebutuhan dari suatu organisme  manusia lapar butuh makan. Jadi lapar adalah kerja Id dan yang memutuskan untuk mencari dan mendapatkan serta melaksanakan itu adalah kerja ego.

Sistem kerja ketiga struktur kepribadian manusia
Superego  pemegang keadilan atau sebagai filter dari kedua sistem kepribadian, sehingga tahu benar-salah, baik-buruk, boleh-tidak dan sebagainya. Superego  ego ideal sesuai dengan norma-norma moral masyarakat.

Kesadaran dan ketidaksadaran
Pemahaman tentang kesadaran dan ketaksadaran  salah satu sumbangan terbesar Freud. Menurutnya, kunci untuk memahami perilaku dan problema kepribadian bermula dari hal tersebut. Kesadaran, terbagi atas 3 tingkat, yi : Kesadaran/conscious; Ambang Sadar/preconscious; Ketidaksadaran/Unconscious

Alam Tak Sadar/Unconscious
Menurut Gerald Corey, bukti klinis untuk membenarkan alam ketidaksadaran manusia : (1) mimpi; hal ini merupakan pantulan dari kebutuhan, keinginan dan konflik yang terjadi dalam diri, (2) salah ucap sesuatu; misalnya nama yang sudah dikenal sebelumnya, (3) sugesti pasca hipnotik dll

Alam Tak Sadar/Bawah Sadar/ Unconscious
Adalah lapisan terbesar dari kehidupan mental invidu. Area ini mrpk gudang dari instink2 atau pengalaman2 yg tidak menyenangkan (emotional pain) yg direpresi. Walau individu scr penuh tak menyadari keberadaan insting tsb, namun instink2 itu aktif bekerja untuk memperoleh kepuasan (pleasure principle). Instink ini mrpk penentu utama tingkah laku manusia.

Ambang Sadar/ preconcious
Lapisan jiwa dibawah kesadaran. Tempat penampungan ingatan yg tak dapat diungkap scr cepat, namun dg usaha tertentu, sesuatu itu dpt diingat kembali. Contoh: Suatu ketika kita lupa ttg apa yg telah dipelajari, ttp dg sedikit konsentrasi & asosiasi tertentu, kita bisa ingat kembali pelajaran tsb.

Alam sadar / conscious
Lapisan jiwa individu, atau bagian kehidupan mental individu. Memilik kesadaran penuh (fully aware) Melalui kesadarannya, individu mengetahui ttg; siapa dia, sedang apa, dimana, apa yg terjadi di sekitarnya, dan bgmn memperoleh yg diinginkannya.

Alam sadar/ conscious
Freud meyakini; kesadaran itu merupakan suatu bagian terkecil atau tipis dari keseluruhan pikiran manusia. Hal ini dapat diibaratkan seperti gunung es yang ada di bawah permukaan laut, dimana bongkahan es itu lebih besar di dalam ketimbang yang terlihat di permukaan. Demikianlah juga halnya dengan kepribadian manusia, semua pengalaman dan memori yang tertekan akan dihimpun dalam alam ketidaksadaran/ alam bawah sadar.

Kecemasan
Bagian yang tidak kalah penting dari teori Freud adalah tentang kecemasan. Gerald Corey mengartikan kecemasan itu adalah sebagai suatu keadaan tegang yang memaksa kita untuk berbuat sesuatu. Kecemasan ini menurutnya berkembang dari konflik antara sistem id, ego dan superego tentang sistem kontrol atas energi psikis yang ada. Fungsinya adalah mengingatkan adanya bahaya yang datang.

Kecemasan
Calvin S. Hall dan Lindzey : (1) kecemasan realita adalah rasa takut akan bahaya yang datang dari dunia luar dan derajat kecemasan semacam itu sangat tergantung kepada ancaman nyata. (2) kecemasan neurotik adalah rasa takut kalau-kalau instink akan keluar jalur dan menyebabkan sesorang berbuat sesuatu yang dapat mebuatnya terhukum, dan (3) kecemasan moral adalah rasa takut terhadap hati nuraninya sendiri. Orang yang hati nuraninya cukup berkembang cenderung merasa bersalah apabila berbuat sesuatu yang bertentangan dengan norma moral.

Mekanisme pertahanan ego
Untuk menghadapi tekanan kecemasan yang berlebihan, sistem ego terpaksa mengambil tindakan ekstrim untuk menghilangkan tekanan itu. Mekanisme pertahanan ini dapat diartikan sbg reaksi yg tak disadari dlm upaya melindungi diri dari emosi atau perasaan yg menyakitkan, seperti cemas, perasaan bersalah dsb.. MPE, dilakukan tanpa disadari, serta bersifat menolak, memalsukan atau mendistorsi.

Mekanisme pertahanan ego
Represi; ini merupakan sarana pertahanan yang bisa mengusir pikiran serta perasaan yang menyakitkan dan mengancam keluar dari kesadaran Denial ; ini adalah cara mengacaukan apa yang dipikirkan, dirasakan, atau dilihat seseorang dalam situasi traumatik Reaksi formasi ; ini adalah menukar suatu impuls atau perasaan yang menimbulkan kecemasan dengan melawannya dalam kesadaran Proyeksi; ini berarti memantulkan sesuatu yang sebenarnya terdapat dalam diri kita sendiri ke dunia luar,

Mekanisme pertahanan ego
(5) penggeseran/Displacement; merupakan suatu cara untuk menangani kecemasan dengan menyalurkan perasaan atau impuls dengan jalan menggeser dari objek yang mengancam ke “sasaran yang lebih aman”, (6) rasionalisasi; ini cara beberapa orang menciptakan alasan yang “masuk akal” untuk menjelaskan disingkirnya ego yang babak belur, (7) sublimasi; ini suatu cara untuk mengalihkan energi seksual kesaluran lain, yang secara sosial umumnya bisa diterima, bahkan ada yang dikagumi,

Mekanisme pertahanan ego
(8) regresi; yaitu berbalik kembali kepada perilaku yang dulu pernah mereka alami, (9) introjeksi; yaitu mekanisme untuk mengundang/memasukkan serta “menelaah” sistem nilai atau standar orang lain kedalam diri individu, (10) identifikasi; memperkuat harga diri dg menyamakan diri/mempersekutukan diri dg orang /kelompok lain baik scr nyata maupun scr imajinasi. (11) kompensasi, mengganti citra diri yg kurang dg menonjolkan kelebiha lian yg dianggap sbg aset. (12) ritual, melakukan perbuatan berulang kali yg diyakini dpt menghilangkan kecemasan,

Mekanisme pertahanan ego
(13). Represi; menekan/mengesampingkan scr tidak sadar pikiran, impuls atau memori yg menyakitkan. (14). Splitting; memandang orang atau situasi sebagai semuanya baik atau semuanya buruk; gagal untuk mengintegrasikan kualitas positif dan negatif diri. (15) Supresi; proses yang sering disebut sebagai mekanisme pertanahan, tetapi sebenarnya merupakan analogi represi yang disadari; pengesampingan yang disengaja tentang suatu topik dari kesadaran; suatu ketika dapat mengarah pada represi yang berikutnya. (16) Undoing; tindakan atau komunikasi yang sebagian meniadakan yang sdh dilakukan sebelumnya. (17). Intelektualisasi; penggunaan alasan/logika yg berlebihan utnuk menghindari perasaan yg mengganggu. (18). Isolasi; memisahkan pikiran yg tak nyaman, bs bersft sementara atau jangkan panjang.

Perkembangan kepribadian
Perkembangan manusia dalam psikoanalitik merupakan suatu gambaran yang sangat teliti dari proses perkembangan psikososial dan psikoseksual, mulai dari lahir sampai dewasa. Dalam teori Freud setiap manusia harus melewati serangkaian tahap perkembangan dalam proses menjadi dewasa. Tahap-tahap ini sangat penting bagi pembentukan sifat-sifat kepribadian yang bersifat menetap.

Perkembangan kepribadian
Menurut Freud, kepribadian orang terbentuk pada usia sekitar 5-6 tahun (dalam A.Supratika, Pokok dan Tokoh Psikologi Modern, IKIP Yokyakarta, tahun 1984 hal.52.), yaitu: (1) tahap oral, (2) tahap anal: 1-3 tahun, (3) tahap palus: 3-6 tahun, (4) tahap laten: 6-12 tahun, (5) tahap genetal: 12-18 tahun, (6) tahap dewasa, yang terbagi dewasa awal, usia setengah baya dan usia senja.

Kesimpulan
1.Sebagian besar batasan melukiskan kepribadian sebagai suatu struktur atau organisasi hipotesis, dan tingkah laku dilihat sebagai sesuatu yang diorganisasi dan diintegrasikan oleh kepribadian. Atau dengan kata lain kepribadian dipandang sebagai “organisasi” yang menjadi penentu atau pengarah tingkah laku kita.

Kesimpulan
Kepribadian :
    

Bersifat umum Bersifat Khas Berjangka waktu lama Bersifat Kesatuan Bisa berfungsi baik atau buruk

Istilah- Istilah
 Personality

(kepribadian)  Disposition (watak)/ Character (karakter)  Tempramen (tempramen)  Traits (sifat)  Habit (kebiasaan)  Attitude (Sikap)

Personality
Organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam penyesuaian diri dengan atau terhadap lingkungannya

Watak
Lebih bersifat stabil, herediter, atau bawaan, dan bersifat normatif

Tempramen
Gejala karakteristik dari sifat emosi individu, termasuk mudah atau tidaknya terkena rangsangan emosi, kekuatan, serta kecepatnnya beraksi, kualitas kekuatan suasana hatinya; gejala ini tergantung pada faktor konstitusional dan terutama berasal dari keturunan

Sifat
Sistem neuropsikis yang digeneralisasikan dan diarahkan, dengan kemampuan untuk menghadapi bermacam2 perangsang secara sama, memulai serta membimbing tingkah laku adaptif dan ekspresif secara sama

Kebiasaan (Habit)
Sama dengan sifat , hanya perbedaannya pada situasi apa yang cocok atau respon apa yang terjelma dari kondisi itu

Sikap (attitude)
Berhubungan dengan suatu objek, dapat berbedabeda dari yang lebih khusus ke yang lebih umum. Biasanya memberikan penilaian (menerima atau menolak) terhadap objek yang yang di hadapi.

Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian
Intrinsik
 Sikap

Ekstrinsik
 Sosialisasi

 Bakat
 Kemampuan  Minat  Afektif  Kebutuhan  Motivasi

 Budaya,

juga

karena
Belajar Pengalaman introspeksi

TEORI KEPRIBADIAN HIPOCRATES (400 SM)

05/28/10

DEPDIKNAS RI, 2006

42

TEORI KEPRIBADIAN HIPOCRATES (400 SM)
ELEMEN UNSUR TEMPRAMEN CHOLERIC (PEMARAH) PERILAKU
AGRESIF, PENUH SEMANGAT, MUDAH TERSINGGUNG DEPRESI, MUDAH PUTUS ASA, PENAKUT PENUH HARAPAN, PD, OPTIMIS

DARAH

API

EMPEDU HITAM

TANAH

MELANCHOLIC (SEDIH, MURUNG)

EMPEDU KUNING DAHAK, LENDIR
05/28/10

UDARA

SANGUINE (RIANG) PHLEGMATIC (DINGIN)

AIR

SUKA MENGUASAI, MALAS, MASA BODOH 43

THE BIG FIVE ( LIMA SIFAT UTAMA)
DIMENSI KEPRIBADIAN
EKTROVERTINTROVERT KERAS HATI PERASA

PERILAKU
MUDAH BERGAUL, SUPEL, BANYAK BICARA, BERSEMANGAT. MAWAS DIRI, SELALU BERHATI HATI TEGAS, LINCAH, KADANG KADANG PENUH PERHATIAN, SUKA MEMBERI DUKUNGAN, HANGAT, SUKA MEMPERCAYAI ORANG LAIN
MENERIMA APA ADANYA TERTARIK MENGGALI IDE IDE BARU

KECENDERUNGAN
NYAMAN BERGAUL, SUKA BEKERJA SENDIRI TERLIHAT KURANG BERPERASAAN, SLL MENJAGA HUBUNGAN
MENGGUNAKAN PANDANGAN UMUM MENENTANG ATURAN/ TATATERTIB DETAIL KERAPIHAN TIDAK SUKA RUTINITAS, KADANG SEMBRONO RAMAH, SUKA MELAKUKAN HAL HAL2 – DG CARA SENDIRI 44 MUDAH TEGANG

PENURUT
KREATIF TERATUR TIDAK TERATUR PERCAYA DIRI EMOSIONAL 05/28/10

TELITI, FORMAL, KAKU, METODIS KASUAL, SANTAI DAN SPONTAN

TENANG, TIDAK MUDAH TERGANGGU MUDAH CEMAS

Kepribadian Sanguine
Emosi sanguinis populer:  Kepribadian yang menarik  Suka berbicara  Menghidupkan suasana  rasa humor hebat  Ingatan kuat untuk warna  Secara fisik memukau  Pendengar  Emosional ekspresif  Periang penuh semangat  Penuh rasa ingin yahu  Baik di panggung  Lugu dan polos  Hidup dimasa sekarang  Mudah diubah  Berhati tulus  Selalu kekanak-kanakan
05/28/10

Sanguinis populer di pekerjaan:  Sukarelawan untuk tugas  Memikirkan kegiatan baru  Tampak hebat di permukaan  Kreatif dan inovatif  Punya energi dan antusiasme  Mulai dengan cara cemerlang  Mengilhami orang lain untuk ikut  Mempesona orang lain untuk bekerja Sebagai teman:  Mudah berteman  Mencintai orang  Suka dipuji  menyenangkan  Bukan pendendam  Cepat minta maaf  Suka kegiatan spontan
45

Kepribadian melankolis
Emosi melankolis:
    

Perhatian dan belas kasihan Mencari teman hidup yang ideal Emosional, memendam rasa Suasana hati di tengah tengah Citra diri rendah

Melankolis dalam pekerjaan:  Idealis  Serba teratur  Punya tujuan  Serius dan tekun  Jenius dan intelek  Berbakat dan krestif  Menyukai daftar, diagram, grafik dan bagan  Sadar perincian  Tertib dan terorganisasi  Teratur dan rapi  Prefektionis-standar tinggi  Ekonomis
46

05/28/10

Choleric
Emosi choleric:  Tegas, kuat  Sulit relaks Sebagai teman  Memaksakan logika,sampai anda menurut dan sependapat dengannya, jika tidak dia bisa bicara”awas, tolol kamu atau apa sih?otakmu koq gak jalan?
05/28/10

Cholerik dalam pekerjaan:  Bersikap pemimpin  Unggul  Mendominasi  Kompetitif  Tangguh  Agresif  Menolak saran  Cepat mengambil keputusan  Mendelegasikan pekerjaan  Berkembang karena tantangan  Bisanya selalu benar
47

PHLEGMATIC
Emosi phlegmatic Tidak terlalu serius Dekat dengan orang yang memiliki keseimbangan Menghindari konflik Selalu tenang Terkendali dibawah stress Bisa diandalkan Loyal Sabar Pendengar yang baik Phlegmatik dalam pekerjaan:  Pemimpin karena belajar  Santai, menunda nunda pekerjaan  Tenang dan terkendali  Realistis  Tidak ofensif, kokoh dan bisa dipercaya  Sulit mengambil keputusan Phlegmatik sebagai teman  menenangkan  Bicara lunak  Profile rendah
48

05/28/10

Trait Conception of Personality Types

Tipe temperamen dikaitkan dg Tipe Postur Tubuh
Somatotipe Temperamen Sifat-sifat Endomorf = Viscerotonia Tenang, pandai bergaul, senang bercinta, gemar piknis (pendek, makan, tidur nyenyak. gemuk) Mesomorf = Somatotonia Aktif, asertif, Atletis (tubuh kompetitif, teguh & harmonis) agresif Ectomorf = Cerebrotonia Introvert (senang menyendiri), menahan diri, Asthenis peragu, sosiofobia (kurang berani bergaul & berbicara (tinggi, kurus)
dg orang banyak).

Kepribadian yg sehat (E.B. Hurlock/1986)
1. Mampu menilai diri sendiri scr realistik. 2. Mampu menilai situasi scr realistik. 3. Mampu menilai prestasi yg diperoleh scr realistik. 4. Mampu menerima tanggung jawab. 5. Kemandirian (autonomy) 6. Dapat mengontrol emosi.

7. Berorientasi tujuan.

Kepribadian yg sehat (E.B. Hurlock/1986)
8. Berorientasi keluar / ekstrovert. Bersft respek/hormat, empati thd orang lain, berkepedulian thd situasi & masalah di lingkungannya, serta bersft fleksibel dalam berpikir. 9. Penerimaan sosial. SDinilai positif oleh orang lain, mau berpartisipasi aktif dlm kegiatan sosial, memiliki sft bersahabat dlm berhubungan dg orang lain. 10. Memiliki filsafat hidup. Mengarahkan hidupnya sesuai filsdafat/keyakinan yg dianutnya. 11. Berbahagia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->