BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Air merupakan konstituen terbesar dalam tubuh manusia. Persentasenya

dapat berubah tergantung pada umur, jenis kelamin, dan derajat obesitas seseorang. Pada bayi yang baru berusia sekitar 1 tahun, kandungan air dalam tubuhnya berkisar antara 70-75 %. Seiring dengan pertumbuhan seseorang, persentase jumlah cairan terhadap berat badan berangsur-angsur menurun. Kecepatan pergantian air di dalam tubuh adalah cukup tinggi, sehingga perubahan jumlah dan komposisi cairan tubuh dapat dengan mudah terjadi. Bila seseorang mengalami muntah atau diare maka akan terjadi penurunan cairan tubuh yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan fisiologis yang berat (Bojonegoro, 2010). Demikian pula bila seseorang melakukan aktivitas yang berat seperti bekerja atau berolah raga yang banyak menguras tenaga maka akan terjadi penurunan cairan tubuh. Hal inilah yang mengakibatkan rasa haus sehingga menimbulkan rasa ingin minum. Cairan yang keluar dari tubuh mengandung ion elektrolit seperti natrium dan kalium yang harus segera digantikan. Untuk menggantikan cairan yang keluar dari tubuh beserta ion elektrolit yang ada di dalamnya, maka akan lebih baik bila air minum yang diminum mengandung ion yang sesuai dengan ion yang telah dikeluarkan. Salah satunya adalah air mineral, minuman yang dikonsumsi oleh para olahragawan untuk menjaga keseimbangan ion dan cairan sehabis melakukan

1

2

olahraga yang melelahkan. Banyak dijumpai dipasaran minuman yang berlabel pengganti cairan tubuh. Berkaitan dengan ini, industri minuman melakukan terobosan dengan berlomba-lomba memproduksi minuman isotonik. Minuman ini seringkali dihubungkan dengan minuman pengganti ion tubuh dan minuman penambah stamina. Minuman tersebut diantaranya minuman dengan label “pocari sweat” atau juga “fatigon hydro”. Pocari sweat adalah minuman isotonik yang dapat menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang akibat beraktivitas berat. Pocari sweat dapat diserap oleh tubuh karena osmolaritasnya yang baik dan terdiri dari elektrolit untuk menggantikan cairan tubuh. Konsentrasi elekrolit dalam pocari sweat tercantum dalam kemasannya sebagai berikut : Tabel 1.1 Kandungan kimia Pocari sweat Konsentrasi Ion/Unsur/Zat (mEq/L) Na+ 21 + K 5 Ca2+ 1 Mg2+ 0,5 Cl16 Sitrat 10 Laktat 1

3

Minuman fatigon hydro yang pada labelnya terbuat dari air kelapa segar, komposisi elektrolit dalam kemasannya adalah : Tabel 1.2 Kandungan kimia Fatigon hydro Ion/Unsur/Zat Konsentrasi (mg/L) Natrium Kalium Vitamin C Magnesium Kalsium 440 1080 80 56 48

Air kelapa yang dinyatakan sebagai minuman isotonik alami kiranya tidak perlu dikesampingkan karena tanaman kelapa tersebar luas di sekitar kita apalagi di pedesaan sangat mudah didapatkan. Air kelapa muda juga baik digunakan sebagai minuman pengganti oralit pada penderita diare. Oralit sebagai larutan rehidrasi oral yang direkomendasikan oleh WHO mengandung zat sebagai berikut (Anonim, 2010) : Tabel 1.3 Kandungan kimia Oralit Ion/Unsur/Zat Konsentrasi (g/L) Natrium klorida Glukosa Kalium klorida Trisodium sitrat 2,6 13,5 1,5 2,9

Berdasarkan umur buah kelapa yang dicirikan dengan ketebalan daging buah kelapa, maka rasa air kelapa-nya pun berbeda. Hal ini disebabkan oleh kandungan zat terlarut yang berbeda dalam air kelapa tersebut.

4

Dari uraian di atas, maka kandungan zat terlarut pada air kelapa perlu ditentukan. Pada penelitian ini yang akan ditentukan hanya kandungan ion natrium dan ion kalium saja. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa secara kuantitatif natrium dan kalium merupakan kation utama dalam cairan tubuh (West and Todd, 1981).

1.2

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahan

sebagai berikut: 1. Berapakah kandungan natrium dan kalium dalam air kelapa varietas gading, hijau dan hibrida? 2. Bagaimanakah kecenderungan perubahan kandungan natrium dan kalium pada air kelapa yang sangat muda, kelapa muda dan kelapa tua?

1.3

Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai adalah: 1. Untuk mengetahui kandungan natrium dan kalium dalam air kelapa varietas gading, hijau dan hibrida. 2. Untuk mengetahui kecenderungan perubahan kandungan natrium dan kalium pada air kelapa yang sangat muda, muda dan tua.

1.4

Manfaat Penelitian Manfaat yang ingin dicapai adalah untuk memberikan informasi ilmiah

tentang kandungan natrium dan kalium dalam cairan isotonik air kelapa.

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Natrium Logam natrium diisolasi pertama kali oleh Sir Humphry Davy pada tahun 1807 di Royal Institution London. Nomor atomnya adalah 14 sedangkan massa atomnya 22,989. Konfigurasi elektron atom natrium dalam keadaan dasar adalah (Ne) 3s1. Natrium adalah logam yang lunak dan berwarna putih keperakan. Natrium termasuk logam yang sangat reaktif dan sangat mudah teroksidasi. Reaksinya dengan air berlangsung sangat cepat sampai menimbulkan nyala (Emsley, 1991). Jumlah natrium dalam kerak bumi relatif tinggi dibandingkan dengan unsur lainnya (Shriver dan Atkins, 1990). Jumlah natrium dalam kerak bumi adalah 2,63 % sedangkan kalium 2,40 %. Jumlah natrium dalam air laut adalah sebesar 1,14 % . Peran biologis dari natrium sangat mendasar pada semua spesies termasuk manusia. Total natrium dalam tubuh manusia yang mempunyai bobot tubuh sekitar 70 kg adalah 100 g. Kandungan natrium yang terdapat pada organ tubuh manusia adalah sebagai berikut (Emsley, 1991) : Otot Tulang Darah : : : 2600 --- 7800 ppm ( mg/kg) 10.000 1970 ppm ( mg/kg) ppm ( mg/L)

Asupan natrium dari makanan sehari-hari berkisar antara 2 sampai 15 g. Hampir seluruh natrium tubuh berada dalam darah dan dalam cairan di sekeliling sel. Natrium tubuh berasal dari makanan dan minuman dan dibuang melalui air

5

Tubuh secara teratur memantau konsentrasi natrium darah dan volume darah. Apabila kehilangan cairan terus berlangsung air akan ditarik dari dalam sel dan apabila . t. Jika kadar natrium terlalu tinggi. 2010). dan paling berperan di dalam mengatur keseimbangan cairan (Bojonegoro. otak akan menimbulkan rasa haus dan mendorong kita untuk minum (Nurcahya. Jika volume darah menurun. Kehilangan natrium tubuh tidak menyebabkan konsentrasi natrium darah menurun tetapi menyebabkan volume darah menurun. Ginjal yang normal dapat mengatur natrium yang dibuang melalui air kemih.t). Suatu gangguan keseimbangan antara asupan dan pengeluaran natrium akan mempengaruhi jumlah total natrium di dalam tubuh. 2010). Kekurangan air dan natrium dalam plasma akan diganti dengan air dan natrium dari cairan interstitial (Bojonegoro. pusing dan kadang-kadang terjadi syok (Nurcahya. sehingga jumlah total natrium dalam tubuh sedikit bervariasi dari hari ke hari. Sebaliknya. Salah satu tanda dari adanya edema ini adalah pembengkakan kaki.t). volume darah dapat meningkat jika terlalu banyak natrium di dalam tubuh. Natrium sebagai kation utama di dalam cairan ektraseluler. Cairan yang berlebihan akan terkumpul dalam ruang di sekeliling sel dan menyebabkan edema. pergelangan kaki dan tungkai bawah. t.6 kemih dan keringat. Apabila tubuh banyak mengeluarkan natrium seperti dalam kasus muntah dan diare sementara pemasukannya terbatas maka akan terjadi keadaan dehidrasi disertai kekurangan natrium. denyut jantung akan meningkat. Perubahan jumlah total natrium sangat berkaitan erat dengan jumlah cairan dalam tubuh. tekanan darah akan turun.

Kalium yang disimpan di dalam sel membantu memelihara konsentrasi kalium dalam darah agar tetap konstan. 2010). Unsur ini merupakan kation utama di dalam cairan intraseluler dan berperan penting dalam terapi gangguan keseimbangan air dan elektrolit. 2. walaupun ada beberapa yang dibuang melalui tinja. Konsentrasi kalium yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan timbulnya masalah yang serius. Kalium memiliki peranan penting dalam metabolisme sel serta dalam fungsi sel saraf dan otot. Keseimbangan kalium dijaga dengan menyesuaikan jumlah asupan kalium dalam makanan dengan jumlah kalium yang dibuang. seperti irama jantung yang abnormal. Jumlah kalium dalam tubuh sekitar 53 mEq/kg berat badan (Bojonegoro. Dalam keadaan normal ginjal menyesuaikan pembuangan kalium agar seimbang dengan asupan kalium melalui makanan. Makanan yang merupakan . Reaksinya dengan oksigen berlangsung cepat dan dengan air berlangsung sangat dahsyat (Emsley. Konfigurasi elektronnya dalam keadaan dasar adalah (Ar) 4s1. Kalium adalah logam yang lunak dan berwarna putih.7 volume plasma tidak dapat dipertahankan terjadilah kegagalan sirkulasi (Bojonegoro. Kalium sangat diperlukan oleh semua mahluk hidup.2 Kalium Kalium ditemukan oleh Sir Humphry Davy pada tahun 1807 di London. Sebagian besar kalium terdapat di dalam sel. 2010). Sebagian besar kalium dibuang melalui air kemih. Nomor atomnya adalah 19 dan massa atom relatifnya adalah 39.0983. 1991).

tomat. sedangkan pada wanita dewasa sekitar 50 persen berat badan (Bojonegoro. melon. 2010). Cairan ekstraseluler adalah cairan yang berada di luar sel. sebaliknya pada bayi sekitar setengah dari berat badannya merupakan cairan intraseluler (Bojonegoro. Persentase cairan tubuh dapat berubah tergantung pada umur.3 : 1620 Cairan Tubuh Sekitar dua pertiga dari berat badan kita adalah cairan. kentang kacangkacangan bayam dan sayuran berdaun hijau lainnya.000 ppm(mg/kg) ppm(mg/kg) ppm (mg/L). Kandungan kalium dalam organ tubuh manusia antara lain pada : Otot : 16. Untuk orang dewasa dengan berat badan sekitar 70 kg memiliki cairan intraseluler sekitar 27 liter. Cairan intraseluler merupakan cairan yang terkandung di dalam sel. Cairan ini berfungsi untuk mengatur suhu tubuh dan membantu proses percernaan. Pada laki-laki dewasa berkisar antara 50–60 persen berat badan.8 sumber kalium di antaranya pisang. Seluruh cairan tubuh didistribusikan ke dalam kompartemen intraseluler dan kompartemen ekstraseluler. Pada orang dewasa sekitar 2/3 dari cairan di dalam tubuh terdapat di intraseluler. Seiring dengan pertumbuhan seseorang persentase jumlah cairan tubuh terhadap berat badan berangsur-angsur turun. Pada bayi baru lahir sekitar . terdiri dari air dan ion atau senyawa yang larut di dalamnya. jeruk. Jumlah relatif cairan ekstraseluler berkurang seiring dengan usia. Tulang : 2100 Darah 2. 2010). jenis kelamin dan derajat obesitas seseorang.

Cairan interstitial 2. intra okular. Ion negatif (anion) Jumlah kation dan anion dalam larutan selalu sama. sel darah putih. jumlah cairan ekstraseluler menurun sampai sekitar 1/3 dari volume cairan total (Bojonegoro. Cairan transeluler merupakan cairan yang terkandung diantara rongga tubuh tertentu. 1981). Cairan intravaskular 3. 2010). Elektrolit merupakan zat yang terdisosiasi dalam larutan dan mengantarkan listrik. perikardial.9 setengah dari cairan tubuh terdapat pada cairan ekstraseluler. Ion positif (kation) 2. dan sekresi saluran pencernaan (Bojonegoro. 2010). seperti serebrospinal. Setelah usia 1 tahun. sedangkan anion utama dalam cairan intra . sendi sinovial. dimana sekitar 3 liter merupakan plasma sisanya terdiri dari sel darah merah. Sedangkan kation utama dalam cairan intraseluler adalah kalium (K+). Partikel terlarut tersebut dibedakan menjadi elektrolit dan non elektrolit. Cairan transeluler Cairan interstitial adalah cairan yang mengelilingi sel. Anion utama dalam cairan ekstraseluler adalah klorida (Cl-) dan bikarbonat (HCO3-). volume plasma. Cairan intravaskular merupakan cairan yang terkandung dalam pembuluh darah contohnya. dan platelet (West and Todd. Kation utama dalam cairan ekstraseluler adalah natrium (Na+). cairan tubuh merupakan larutan partikel senyawa dalam air. Elektrolit dibedakan menjadi : 1. Cairan ekstraseluler dibagi menjadi : 1. pleura. Rata-rata volume darah orang dewasa sekitar 5-6 liter.

1 dibawah ini. namun secara garis besar dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu : . Senyawa non elektrolit di dalam cairan tubuh adalah senyawa yang tidak terdisosiasi dalam air.5 .10 seluler adalah ion pospat (PO43-) (Bojonegoro. Dalam klasifikasi tumbuhan. 2010). 1991). namun kini telah tersebar di seluruh daerah tropis (Setyamidjaya. sebaliknya konsentrasi natrium pada plasma darah tinggi sedangkan kalium rendah (West and Todd. 2.15 3.1 diatas menunjukkan perbedaan yang besar antara natrium dan kalium pada sel darah dan plasma.1 Sebaran Na dan K dalam tubuh Plasma (mEq/L) Eristrosit (mEq/L) Na K 13. Kelapa berasal dari pesisir samudra Hindia. Sebaran Na+ dan K+ dalam bagian tubuh ditunjukkan pada tabel 2. Kelapa banyak varietasnya. Darah sendiri terdiri dari sel darah merah (eritrosit) dan plasma darah. 1981).4 Kelapa Kelapa adalah satu jenis tumbuhan dari suku aren-arenan atau Arecaceae. Senyawa lainnya adalah kreatinin dan bilirubin. pohon kelapa termasuk dalam genus: cocos dan species: nucifera. Tabel 2. Kation utama dalam sel darah merah adalah kalium dengan jumlah natrium yang sedikit. diantaranya glukosa dan urea.6 – 6.2 18 80 Angka dalam tabel 2.

dipakai sebagai bahan anyaman dalam pembuatan ketupat atau berbagai bentuk hiasan yang menarik termasuk untuk sarana sesajen/banten terutama oleh masyarakat Jawa dan Bali. Kultivar kelapa genjah adalah kelapa yang dalam usia 4 – 6 tahun telah menghasilkan buah. kelapa raja (varietas Regia).11 a. . dijadikan arang dan bahan baku berbagai bentuk hiasan dan kerajinan tangan (Setyamidjaya. Contohnya adalah kelapa gading (varietas Eburnia). Hampir semua bagian tumbuhan kelapa dapat dimanfaatkan. Pohon kelapa merupakan tanaman serbaguna bagi masyarakat tropis. b. kelapa merah (varietas Rubescens). Kelapa hibrida merupakan hasil persilangan antara kelapa genjah dengan kelapa dalam. Batangnya dipakai sebagai kayu bahan bangunan dengan mutu menengah. tinggi pohonnya dapat mencapai 30 meter. keset serta media tanam bagi anggrek. anyaman tali. 1991). Sabut kelapa yang berupa serat-serat kasar diperdagangkan untuk pengisi jok kursi. Daun kelapa yang muda disebut janur. Contohnya adalah kelapa hijau (varietas Viridis). Tempurung atau batok kelapa dipakai sebagai bahan bakar. Kelapa secara alami tumbuh di daerah pantai dan dapat tumbuh hingga ketinggian 1000 meter dari permukaan laut. Kultivar kelapa dalam adalah kelapa yang baru memiliki buah setelah mencapai umur 15 tahun. Namun pada daerah ketinggian akan mengalami perlambatan pertumbuhan. kelapa raja Malabar (varietas Pretiosa) dan kelapa puyuh (varietas Pumila).

Air kelapa muda juga mengandung sejumlah mineral antara lain kalium. lemak 0. tembaga.5 %.06 %. dan abu 0. Secara alami air kelapa mempunyai komposisi gula dan mineral yang lengkap. 2010). biotin. asam folat. Hasil analisis menunjukkan bahwa air kelapa tua terdiri atas air sebanyak 91. Daging buah muda yang berwarna putih dan lunak biasa disajikan sebagai es kelapa muda. Daging buah tua kelapa yang sudah mengeras biasa diambil cairan sarinya dengan diperas dan cairannya disebut santan.15 %.1 %. dan sulfur (Anonim. magnesium. karbohidrat 7. protein 0. Sedangkan dalam air kelapa muda kandungannya adalah air sebanyak 95. Air kelapa muda juga telah digunakan sebagai .12 Endosperma buah kelapa yang berupa cairan serta endapannya yang melekat pada dinding dalam tempurung (daging buah kelapa) adalah sumber penyegar yang sangat populer. 2010). besi. kalsium.29 %.23 %. natrium. Atau daging buah tua ini diambil dan dikeringkan dijadikan komoditi perdagangan bernilai yang disebut kopra. karbohidrat 4 %. Pemanfaatannya masih terbatas dan kebanyakan terbuang sebagai limbah. Air kelapa juga mengandung vitamin C dan vitamin B kompleks (Anonim. asam pantotenat.1 %.27 % dan abu 1. Air kelapa yang jumlahnya berkisar antara 25 persen dari komponen buah kelapa. Kopra adalah bahan baku untuk pembuatan minyak kelapa. Air kelapa muda juga mengandung vitamin C dan vitamin B komplek yang terdiri atas asam nikotinat. protein 0. fosfor. vitamin B1 dan sedikit piridoksin. sehingga mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai minuman isotonik yaitu minuman yang memiliki kesetimbangan elektrolit seperti cairan dalam tubuh manusia.4 %. lemak kurang dari 0.

Indeks Rehidrasi lebih tinggi berarti air kelapa muda lebih efektif dan lebih cepat memperbaiki dehidrasi.13 larutan rehidrasi oral bagi penderita diare. menunjukkan adanya atom atau senyawa yang khas. Secara kualitatif posisi dari garis atau pita absorpsi maupun emisi yang terjadi pada spektrum elektromagnetik. 1970). Untuk mengetahui secara kuantitatif maka yang diukur adalah intensitas dari garis atau pita absorpsi maupun emisi dari materi yang diselidiki .t) 2. Indeks Rehidrasi adalah indikator banyaknya cairan rehidrasi yang diberikan yang dipergunakan oleh tubuh. 2010). air kelapa adalah minuman yang mengandung kalium tinggi dan sebaliknya mengandung natrium lebih rendah bila dibandingkan sport drink dan energy drink. (Kohler. Hasil penelitian menunjukkan air kelapa memiliki Indeks Rehidrasi yang lebih baik dibandingkan dengan sport drink atau minuman penambah stamina (Lysminiar. Dengan melakukan interpretasi terhadap data yang didapatkan maka akan diperoleh informasi yang terjadi secara kualitatif maupun kuantitatif (Pietrzyk and Frank. Absorpsi maupun emisi energi radiasi oleh atom maupun molekul merupakan dasar dari beberapa metoda dalam kimia analitik. t. Menurut Mortin Satin.5 Spektrometri Serapan Atom Spektroskopi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara radiasi gelombang elektromagnetik dengan materi. Kepala Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi Pangan dan Pertanian. Kelebihan lain adalah memiliki rasa lebih lezat dan mudah ditoleransi lambung sehingga air kelapa muda dapat diminum dalam jumlah cukup banyak.

Diagram tingkat energi dari atom ditunjukkan seperti gambar berikut : Gambar 2.1. Tipe spektrum dari molekul dikenal dengan spektrum pita. Oleh sebab itu spektrum yang dihasilkan dari suatu molekul tampak lebih melebar. Elektron dapat mengalami transisi dari keadaan E0 ke E* bila ditambahkan energi dalam bentuk sinar atau panas. Penyerapan energi mengakibatkan atom dalam keadaan tereksitasi. Diagram tingkat energi elektron Garis horisontal menunjukkan dua tingkat energi elektronik dalam atom. maka elektron dari atom atau molekul tersebut akan berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi atau keadaan tereksitasi. E* menunjukkan tingkat energi elektronik dalam keadaan tereksitasi. Dalam keadaan tereksitasi maka atom dapat mengurangi kelebihan energi dengan cara melepaskan foton yang ekivalen dengan perbedaan tingkat energi antara E* dan E0. Bila suatu atom atau molekul menyerap energi. Untuk molekul akan memungkinkan terjadinya transisi dari beberapa tingkat energi ke keadaan dasar. E0 menunjukkan tingkat energi elektronik keadaan dasar. karena merupakan transisi dari berberapa tingkat energi yang akan menghasilkan sejumlah garis membentuk pita (Pietrzyk and Frank.14 dan standar. . Konsentrasi dari zat yang diselidiki selanjutnya dihitung berdasarkan data yang didapat.1970).

Dari kedua hukum tersebut diperoleh suatu persamaan : It = Io. Oleh karena adanya perbedaan antara tingkat energi elektronik molekul dan atom-atom. maka sebagian cahaya tersebut akan diserap dan intensitas sinar yang diserap akan berbanding lurus dengan banyaknya atom logam bebas yang berada dalam sel.15 Berbeda dengan molekul. Spektrum absorpsi dari atom akan dikenal sebagai spektrum garis. Spektrometri serapan atom pada dasarnya digunakan untuk mengukur konsentrasi ion logam yang sangat rendah dalam berbagai jenis sampel yang terdapat dalam materi organik maupun anorganik. atom tidak mengalami vibrasi atau rotasi sehingga atom tidak memiliki energi vibrasi atau rotasi. atau A = . Hubungan antara absorbansi dengan konsentrasi diturunkan dari : 1.e-(εbc). Hukum Beer : Intensitas sinar yang diteruskan berkurang secara eksponensial dengan bertambahnya konsentrasi spesi yang menyerap sinar tersebut. Transisi antara tingkat energi dari atom menghasilkan garis yang sangat tajam. Apabila radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang tertentu dilewatkan pada sel yang mengandung atom-atom logam yang bebas. 2. maka posisi dari pita atau garis dapat digunakan untuk pengamatan secara kualitatif zat yang dianalisa. Hukum Lambert : Bila suatu sumber sinar monokromatik melewati medium transparan. maka intensitas sinar yang diteruskan berkurang dengan bertambahnya ketebalan medium yang mengabsorpsi.Log It/Io = εbc .

Pada sel yang dalam alat dikenal dengan nyala atomisasi akan terjadi proses atomisasi. monokromator dan sistem detektor. Diawali dengan proses nebulisasi untuk menghasilkan suatu kabut aerosol yang halus dari larutan sampel. Sumber cahaya (lampu katoda berongga) akan memancarkan sinar dalam bentuk garis yang memiliki panjang gelombang yang sesuai dengan unsur yang dianalisis. ion dan atom-atom bebas dalam wujud gas. Beberapa contoh dari campuran gas bahan bakar dan oksidan yang sering digunakan dalam spektrometri serapan atom. Selanjutnya energi thermal dari nyala akan merngubah partikel menjadi uap yang yang mengandung spesi molekul. Io It ε b c A = Intensitas sinar awal yang dikenakan = Intensitas sinar yang diteruskan = Absortivitas molar = Panjang medium = Konsentrasi atom-atom yang menyerap sinar = Absorbans Alat spektrometri serapan atom terdiri dari sumber cahaya. Kemudian diikuti dengan solvasi terhadap kabut aerosol menjadi aorosol kering atau molekul padat. .16 Dimana. Pada proses atomisasi energi thermal didapatkan dengan membakar campuran gas bahan bakar dengan oksidan. sel.

3. Gambar 2.2.17 Bahan Bakar Gas Alam Hidrogen Asetilin Asetilin Asetilin Oksida Udara Udara Udara Nitro Oksida Oksigen Rentang Suhu (0C) 1700-1900 2000-2100 2100-2400 2500-2800 3050-3150 Gambar 2. Tahapan proses atomisasi Teknik analisis yang banyak digunakan dan sesuai untuk spektrometri serapan atom adalah kurva kalibrasi dan metoda penambahan standar. Kurva kalibrasi . Contoh seperti ditunjukkan pada gambar berikut. Pada teknik kurva kalibrasi diplot antara sederetan konsentrasi larutan standar dengan absorban (A).

dimana Y adalah absorban. Nilai a maupun b dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut : a nXY  XY nX 2  (X ) 2  Y  a X n b r nXY  XY nX 2  (  X ) 2  n Y 2  (  Y ) 2  Konsentrasi larutan sampel dapat dihitung dengan memasukkan nilai absorban dari sampel ke dalam persamaan garis regresi. a adalah slope. .18 Garis linier yang terbentuk mengikuti persamaan Y = aX + b. Dalam preparasi kita tidak perlu melakukan pemisahan unsur yang dianalisis dari unsur yang lain artinya larutan sampel dapat langsung dianalisis kandungan unsurnya. dan b adalah intersep. Salah satu keuntungan bekerja dengan teknik spektrometri serapan atom adalah lebih mudahnya preparasi sampel. X adalah konsentrasi.

Perubahan jumlah dan komposisi cairan tubuh dapat terjadi dengan mudah sebagai akibat dari berbagai hal. ion elektrolit seperti Na dan K maupun senyawa lainnya. Kasus lain seperti proses perdarahan. 19 . Dengan label minuman isotonik diyakini minuman ini dapat lebih cepat menggantikan cairan dan ion-ion elektrolit yang hilang dari tubuh. minuman ini dapat diserap oleh tubuh karena osmolaritasnya yang baik dan terdiri dari elektrolit Na+ 21 mEq/L. KONSEP DAN HIPOTESA PENELITIAN 3. Tentunya akan lebih baik bila cairan yang diminum adalah cairan yang memiliki kandungan ion yang sama dengan ion yang hilang dari tubuh.BAB III KERANGKA BERPIKIR. K+ 5 mEq/L. Salah satu cara yang merupakan langkah awal untuk mengatasi masalah yang terjadi adalah dengan mengganti cairan yang hilang dengan minum air. keadaan ini selanjutnya dapat menyebabkan terjadinya gangguan fisiologis yang berat. Jika gangguan yang terjadi tidak diatasi secara tepat maka risiko yang dialami seseorang akan makin berat. Selain itu. Cairan yang hilang dari tubuh akibat kegiatan atau peristiwa yang terjadi terdiri dari air. diantaranya seseorang melakukan olah raga atau aktivitas yang banyak menguras tenaga.1 Kerangka Berpikir Cairan merupakan bagian terbesar dari tubuh manusia. Seperti pocari sweat. Minuman yang mengandung ion yang disesuaikan dengan kandungan ion utama dalam tubuh manusia belakangan ini semakin gencar menyerbu pasaran. dan Cl 16 mEq/L. muntah-muntah diare yang selanjutnya mengakibatkan dehidrasi.

Diperkirakan kandungan Na dan K pada air kelapa yang sangat muda. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang kandungan Na dan K pada air kelapa yang sangat muda. . Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang kandungan ion–ion utama yang terdapat pada air kelapa. muda dan tua berbeda. buah kelapa mudah didapatkan.2 Konsep Kandungan zat kimia dalam tumbuhan senantiasa mengalami perubahan selama masa pertumbuhan. Berkaitan dengan hal diatas perlu dilakukan penelitian tentang kecenderungan perubahan kandungan kimia dari air kelapa sehubungan dengan umur buahnya. Disamping itu. air kelapa dikenal sebagai cairan isotonik alami. air kelapa muda dan kelapa tua. magnesium 56 mg. Hal ini tentu disebabkan oleh perbedaan kandungan komponen terlarut di dalamnya. kalsium 48 mg. hanya akan dianalisis kandungan kalium dan natrium dari air kelapa yang sangat muda. airnya memiliki rasa yang berbeda. 3. Demikian pula kandungan Na dan K yang diserap oleh akar kemudian didistribusikan ke bagian tumbuhan yang lain sampai pada buah kelapa. Sementara itu. Dalam penelitian ini. vitamin C 80 mg. kalium 1080 mg.20 minuman fatigon hydro adalah minuman yang dalam labelnya dibuat dari air kelapa dalam kemasannya tercantum kandungan natriumnya 440 mg. Hal ini berarti bahwa air kelapa sangat tepat digunakan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat berbagai aktifitas yang melelahkan. Ditinjau dari umur buah kelapa. muda dan kelapa tua. dalam tiap liter kemasannnya.

kelapa muda dan kelapa tua.3 Hipotesis Berdasarkan kerangka berpikir dan konsep yang dikemukakan diatas dapat dirumuskan suatu hipotesa bahwa akan terjadi kecenderungan perubahan kandungan Na dan K pada air kelapa yang sangat muda. .21 3.

2. air kelapa muda dan air kelapa tua. yang terdiri dari : 1.BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Bahan yang diteliti Bahan yang diteliti adalah air kelapa yang sangat muda. 2.2 Bahan kimia Bahan kimia yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1.1 Tempat penelitian Penelitian dilakukan di laboratorium Analitik Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran.2 Bahan dan peralatan 4. 3.2. 3. 2.a) (p. Buah kelapa yang dijadikan sampel percobaan dipetik dari pohon yang tumbuh di Kerambitan Tabanan. Na2SO4 KBr HNO3 (p. Kelapa hijau (varietas Viridis) Kelapa gading (varietas Eburnia) Kelapa hibrida 4. 4.a) 22 .

4. Diambil sebanyak 10 mL air kelapa yang telah disaring kemudian diasamkan dengan penambahan sebanyak 0. . Buah kelapa yang dijadikan sampel percobaan diambil airnya. Untuk pengukuran kadar logam digunakan alat spektrometer serapan atom (varian spectr AA-30). muda dan kelapa tua. Dibaca absorbannya untuk menentukan kadar Na dan kadar K. 3. neraca analitik. Ketiga jenis perlakuan tersebut adalah kelapa yang sangat muda. 2.4 Metode penelitian Penelitian ini dilakukan mengikuti tahapan sebagai berikut: 1.3 Rancangan penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga perlakuan dan lima ulangan. Selanjutnya air kelapa tersebut disaring.3 Peralatan Alat yang digunakan adalah alat gelas yang umum dipakai untuk praktikum kimia seperti gelas beker. labu ukur. 4. 2.5 ml HNO3 pekat.23 4. 4. 3.2. Penyiapan sampel Pembuatan larutan standar Pengukuran kadar yang meliputi pengukuran absorbans standar dan pengukuran absorbans sampel 4. 4.1 Penyiapan sampel 1.

Standar Na diukur pada panjang gelombang 330.2 Larutan standar K Ditimbang sebanyak 3. 4. Diukur absorbans larutan standar Na yang konsentrasinya masing-masing 25.3.2.4.4.0. . sedangkan standar K diukur pada panjang gelombang 404.4 nm. Dibuat kurva regresi antara absorban dengan konsentrasi untuk standar Na dan K. Dari larutan standar 100 ppm tersebut dibuat larutan standar Na yang konsentrasinya 25 dan 50 ppm.24 4.2.2 Pembuatan larutan standar 4.1 Larutan standar Na Ditimbang sebanyak 308 mg Na2SO4 kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 1 liter. Diperoleh larutan standar Na yang konsentrasinya 100 ppm.1 Pembuatan kurva standar Na dan K.4. Dilarutkan dengan aquadest dan ditambahkan sedikit asam nitrat agar pH larutan disekitar 6.051 g KBr kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 1 liter. Diukur pula standar K yang konsentrasinya adalah 100.3 nm.0.3 Pengukuran kadar 4. 200 dan 400 ppm. 200 dan 400 ppm dengan pengenceran larutan 1000 ppm. Dibuat larutan standar K yang kadarnya 100. Dilarutkan dengan aquadest dan ditambahkan sedikit asam nitrat agar pH larutan sekitar 6.4.4. 4. 50 dan 100 ppm. Diperoleh larutan standar K yang konsentrasinya 1000 ppm.

Kalau data tidak berditribusi normal dan tidak homogen maka dilakukan uji nonparametrik.2 Pengukuran kadar Na dan K dalam sampel Diukur absorban untuk menentukan kadar logam Na dan K dari sampel air kelapa yang telah dipreparasi. . Perbedaan rata-rata kadar Na dan K pada masing-masing buah kelapa diuji menggunakan Anova One Way. Absorban yang terbaca digunakan untuk menghitung kadar Na dan K berdasarkan kurva regresi dari masing-masing standar.4. Selanjutnya diuji normalitas dan homogenitas pada P = 0. 4.5 Analisis data Data kadar kalium dan natrium pada semua jenis kelapa dideskripsikan. Dilakukan pengenceran bila nilai absorbannya terlalu tinggi. Diteruskan dengan uji Post Hoc (LSD) untuk mengetahui besarnya perbedaan.3.05.25 4.

Kelapa muda dicirikan dengan adanya daging buah yang lembek yang terdapat pada batok kelapa.1 Penampakan dari kelapa yang sangat muda. Perbedaannya adalah pada derajat kekeruhan air kelapa. Perbedaan tersebut dapat dilihat dalam tabel 5. dimana semakin tua umur buah kelapa tingkat kekeruhannya sangat dominan. Kelapa yang sangat muda dicirikan dari belum adanya daging buah yang menempel pada batok muda buah kelapa. Berdasarkan perbedaan umur buah kelapa tersebut. ternyata sifat fisika dari air kelapa yang diamati memiliki perbedaan. muda dan kelapa tua Faktor yang dijadikan acuan dalam penelitian ini untuk menyatakan buah kelapa itu sangat muda.BAB V HASIL PENELITIAN 5. Tabel 5.1 Sifat fisik air kelapa Sifat fisika / kekeruhan Sangat bening Agak bening Keruh Jenis kelapa Sangat muda Muda Tua 26 .1 di bawah ini. Sedangkan kelapa tua memiliki daging buah yang keras atau daging buahnya sudah bisa diparut. muda dan tua adalah penampakan dan ciri dari daging buah kelapa.

08 mEq/L 0.32 .27 Akibat adanya kekeruhan. Untuk ulangan diambil 5 butir buah kelapa pada setiap perlakuan.38 90.2. Data selengkapnya kandungan Na dan K pada sampel kelapa yang dianalisis dapat dilihat pada lampiran 7.08 95.64 23. Filtrat inilah yang selanjutnya dipreparasi untuk dibaca pada spectra AA.0 ppm 4223.2 3531. Kandungan Na dan K diukur dengan menggunakan spektrometer serapan atom (varian spektr AA-30).44 9.2 Data kandungan Natrium dan Kalium pada air kelapa Dalam penelitian ini untuk setiap varietas kelapa terdapat tiga perlakuan dan lima ulangan. maka sampel air kelapa disaring terlebih dahulu sebelum dilakukan pengukuran. Ketiga perlakuan tersebut adalah kelapa yang sangat muda.38 0. Tabel 5. kelapa muda dan kelapa tua.6 K MEq/L 108.2 Kandungan Na dan K kelapa gading Na Umur kelapa Sangat muda Muda Tua ppm 8.4 1.2 3729. Kandungan Na dan K dari kelapa gading untuk setiap perlakuan dapat dilihat pada tabel 5. 5.

4 1904.5 3.4 6.3 Kandungan Na dan K kelapa hijau Na Umur kelapa Sangat muda Muda Tua ppm 3. Tabel 5.1 88.9 mEq/L 0.76 .66 mEq/L 0.3 ppm 3681.2 0.28 Kandungan Na dan K dari kelapa hijau untuk setiap perlakuan dapat dilihat pada tabel 5.56 131. Tabel 5.4 K MEq/L 139.06 ppm 5457.38 70.96 4.4 Kandungan Na dan K kelapa hibrida Na Umur kelapa Sangat muda Muda Tua ppm 7.2 3562.8 Kandungan Na dan K dari kelapa hibrida untuk setiap perlakuan dapat dilihat pada tabel 5.4.32 0.8 11.3.8 91.88 48.4 3469.6 K MEq/L 94.2 0.6 5162.

1. hijau dan kelapa hibrida dapat dilihat pada gambar 5.29 5. kelapa muda dan kelapa tua pada kelapa gading. Kandungan Na air kelapa 80 70 60 50 ppm 40 30 20 10 0 Sangat muda Muda Jenis kelapa Tua Gading Hijau Hibrida Gambar 5.1. Kecenderungan perubahan kandungan Na .3 Kecenderungan Perubahan Kandungan Na dan K Kecenderungan perubahan kandungan natrium dalam air kelapa yang sangat muda.

kelapa muda dan kelapa tua pada kelapa gading. hijau dan kelapa hibrida dapat dilihat pada gambar 5.30 Kecenderungan perubahan kandungan kalium dalam air kelapa yang sangat muda.2. Kecenderungan perubahan kandungan K . Kandungan K air kelapa 6000 5000 4000 ppm 3000 Gading Hijau 2000 Hibrida 1000 0 Sangat muda Muda Jenis kelapa Tua Gambar 5.2.

2. selanjutnya kandungan Na bertambah untuk kelapa muda dan kandungan paling besar terdapat pada kelapa tua. 5. Hal ini kiranya sesuai dengan kaidah alami pertumbuhan dimana Na diserap di akar dan ditransfer kedalam buah kelapa serta terakumulasi diantaranya dalam air buah kelapa.4 diatas.3 dan 5. Pengenceran dilakukan sebanyak 20 kali.9 mg/L. Kandungan Na dan K pada masing-masing buah kelapa didapatkan sesuai dengan tabel 5. Kandungan Na terendah pada kelapa gading.BAB VI PEMBAHASAN Dalam penelitian ini dijumpai bahwa kadar K dalam air kelapa sangat tinggi sehingga dalam pengukuran K. Dibandingkan dengan kandungan Na dalam minuman Pocari Sweat (21. kelapa hijau dan kelapa hibrida adalah pada kelapa yang sangat muda. Untuk pengukuran kadar Na tidak perlu dilakukan pengenceran.6 g/L setara dengan Na 1031 mg/L maka kandungan Na pada air kelapa jauh lebih rendah. Kandungan Na tertinggi didapatkan pada kelapa hibrida tua sebesar 3 mEq/L atau 7.0 mEq/L) dan Fatigon Hydro (440 mg/L) maka kandungan Na dalam air kelapa jauh lebih rendah. Juga bila dibandingkan dengan larutan oralit dimana kadar NaCl 2. Dalam minuman Pocari Sweat kandungan K sebesar 5 mEq/L dan di dalam 31 . Kandungan Na cenderung naik atau makin besar dengan bertambahnya umur dari buah kelapa. air kelapa diencerkan terlebih dahulu. Sebaliknya kandungan K dalam air kelapa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kadar K dalam minuman isotonik Pocari Sweat maupun Fatigon Hydro.

Perubahan yang teramati adalah tingkat kekeruhan yang berbeda pada air kelapa yang sangat muda.32 Fatigon Hydro sebesar 1080 mg/L.56 mEq/L atau 5457.1 dan 5. 1975): .2 mg/L.8 mEq/L atau 3681.08 mEq/L atau 4223. Keadaan yang jernih teramati pada kelapa yang sangat muda berubah menjadi sangat keruh pada kelapa tua. Kecenderungan perubahan kandungan Na dan K dalam air kelapa dapat dilihat pada gambar 5.6 mg/L.2 mg/L.5 g/L besarnya K adalah 791 mg/L. Pada kelapa hijau yang sangat muda sebesar 94. kandungan minyak pada daging kelapa bertambah bila buah kelapa semakin tua.2. Kandungan Na cenderung naik atau makin besar seiring umur dari buah kelapa. Kandungan K dalam oralit yang berasal dari senyawa KCl sebesar 1. Namun kandungan K yang diamati justru mengalami penurunan sesuai dengan bertambahnya umur buah kelapa. Dari ketiga perbandingan diatas maka kandungan K dalam air kelapa. Hal ini dapat dijelaskan dengan perubahan yang terjadi pada air kelapa. Reaksi penyabunan antara minyak dengan ion kalium dapat dinyatakan sesuai persamaan berikut (Baum and Scaife. Seperti kita ketahui. muda maupun tua terbilang sangat tinggi. baik kelapa yang sangat muda. Pada kelapa gading yang sangat muda kandungan K sebesar 108. Dalam air kelapa harga K tertinggi dijumpai pada kelapa hibrida yang sangat muda yaitu sebesar 139. Kalium yang terdapat pada air kelapa akan mengalami reaksi dengan minyak yang kita kenal dengan reaksi penyabunan. muda dan kelapa tua.

Namun pada kandungan K hal yang berbeda dijumpai pada kelapa hijau. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan Na air kelapa gading. hijau dan kelapa hibrida berbeda nyata untuk kelapa yang sangat muda. muda maupun kelapa tua (pada tingkat keyakinan 95 %). muda dan kelapa tua dilakukan dengan menggunakan Anova One Way yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc (LSD). Analisis perbedaan kandungan Na dan K pada air kelapa yang sangat muda.33 Pada reaksi penyabunan ini. Reaksi penyabunan imilah yang mengakibatkan terjadinya penurunan pada kandungan K. . muda dan tua. Pada kelapa gading dan kelapa hibrida perbedaannya signifikan untuk kelapa yang sangat muda. K yang bereaksi dengan minyak terlebih dahulu karena K lebih reaktif dibandingkan dengan Na. sedangkan untuk kelapa hijau tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan di dalam kelompok kelapa maupun dalam anggota kelompok.

Sedangkan K tertinggi adalah sebesar 5457. 7.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : 1) Kandungan Na tertinggi sebesar 70.4 ppm pada air kelapa hibrida tua.2 Saran Air kelapa sangat baik diminum terutama untuk kasus rehidrasi bagi penderita yang mengalami kehilangan cairan tubuh. Penurunan kandungan K diakibatkan terjadinya reaksi penyabunan antara minyak dengan ion K sebab K lebih reaktif dari Na. 34 .6 ppm pada air kelapa hibrida yang sangat muda dan K terendah sebesar 1904.96 ppm pada air kelapa hijau yang sangat muda. karena air kelapa mengandung kation utama Na dan K. Selain itu air kelapa memiliki Indeks Rehidrasi yang lebih baik dibandingkan dengan air biasa atau minuman isotonik buatan.BAB VII SIMPULAN DAN SARAN 7.9 ppm pada air kelapa hibrida tua dan Na terendah 3. 2) Kecenderungan perubahan kandungan Na adalah naik dengan bertambahnya umur dari buah kelapa. 3) Kecenderungan perubahan kandungan K adalah turun dengan bertambahnya umur buah kelapa.

. Budidaya dan Pengolahannya. Available from URL: http:// www. Diunduh tanggal 30 Oktober 2010. C. D.smallcrab.W. Bojonegoro. Nur.blogspot /2010 /08. C. Diunduh tanggal 26 Desember 2010.cairan .com/kesehatan.org/11581. 1970.t. Available from: URL: http://lysminiar-an.id.G. Ed. Diunduh tanggal 9 Oktober 2011. and Grisham. Ed. Available from: URL: http://www. D. S. Penatalaksanaan Diare Menurut World Health Organization Tahun 2005/Makalah atau Referat Kedokteran.t. Emsley. 1991.plasma-darah. 2000. 3rd.html. Garret. 2000. Anonim. Analytical Chemistry 2nd.M. 1991. M. J. Edisi kelima. t. Jakarta: Penerbit Kanisius. 2010. Kohler. Diunduh tanggal 27 Desember 2010. Baum. Depdikbud. Pusat Antar Universitas Ilmu Hayati IPB. Coconut Water Information. Keseimbangan garam. New York: Macmillan Publishing Co. C.t.undip.35 DAFTAR PUSTAKA Anonim.indonesia indonesia . The Element.t. Biologi.H. J. University of Virginia Brooks/Cole Thomson Learning. Ed. Boston: Mc.A. OXFORD: Clarendon Press. dan Adijuwana. Setyamidjaya. I. Teknik Spektroskopi dalam Analisis Biologis. Pietrzyk. tahukah – anda – air – kelapa – adalah – larutan – isotonik – alami – sama – dengan . J. Available from: URL: http://bukanjokimakalah. Available from: URL: http:// www. Diunduh tanggal 26 Desember 2010. 1997. Air Kelapa sebagai Cairan Elektrolit Tubuh Alami. Nurcahya. 1st.J. living-foods.J. Inc.W. Principles of Biochemistry with a Human Focus. 1st. Dirjen Dikti. Campbell. and Scaife. Reece. Chemistry: A Life Science Approach.B.com.ac. R. Harvey. t.cc/p=32.. Diunduh tanggal 31 Oktober 2010. and Frank. Kandungan-buah-kelapa-dilihat-dari-segi-kesehatan.J. 2nd.com/f/11142. A. H. Bertanam Kelapa.Grawhill. D. L. Available from: URL: http://deteksi. 2010. International Ed. New York: Academic Press. Diunduh tanggal 9 Mei 2011.students-blog.A. 1989. 2010.N. Cairan tubuh. N. 1975. Available from : URL: http ://biologi gonz. t. Muchson-boy. Modern Analytical Chemistry.co. Ed. t. and Mitchell. Ed. . Lysminiar. Higher Education. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Available from: URL: http: // komunikasi. t. Werdyaningsih.t. The Science of Life.A.F. King. Ed. Ed. and Sanders. and Langford.. E. Atkins. West. ac. Textbook of Biochemistry. Biology. E. G. Inorganic Chemistry. um. C. 1990. 1981..H. New York: The Macmillan Company.R. R. 1986. P... London: Scott Foresman and Company.P.36 Shriver. and Todd W..id /p = 810. 3rd. Isotonik.W. J. Wallace. Diunduh tanggal 31 Oktober 2010. 2nd. . Oxford: Oxford University Press.S.L. D.

28 mg. Dalam 119 mg KBr terdapat K sebanyak 39 mg. Untuk mendapatkan Na 100 mg maka jumlah Na2SO4 yang diperlukan adalah 100/46 x 142 mg = 308.3087 gram. Jadi Na2SO4 yang harus ditimbang untuk membuat 1 liter larutan Na 100 ppm adalah sebanyak 0.28 mg. Jadi KBr yang harus ditimbang untuk membuat 1 liter larutan K 1000 ppm adalah sebanyak 3. Dalam 142 mg Na2SO4 jumlah Na adalah sebanyak 46 mg. Pembuatan Standar KBr dengan kandungan K 1000 ppm Jumlah KBr yang ditimbang untuk membuat 1 liter larutan adalah 3051. Pembuatan Standar Na2SO4 dengan kandungan Na+ 100 ppm Jumlah Na2SO4 yang ditimbang untuk membuat 1 liter larutan adalah 308 mg. Cara perhitungannya adalah sebagai berikut. Cara perhitungannya adalah sebagai berikut. Lampiran 1.7 mg.2. Untuk mendapatkan K 1000 mg maka jumlah KBr yang diperlukan adalah 1000/39 x 119 mg = 3051. Pembuatan Larutan Standar Lampiran 1.1.37 LAMPIRAN Lampiran 1.051 gram. .

38 Lampiran 2. Kurva Regresi Standar Na .

39 Lampiran 3. Kurva Regresi Standar K .

2 ∑ = 52.083 0.0.037249 0.0042 b Y  aX 0. sebagai berikut : X 0 25 50 100 ∑ = 175 Y 0 0.688  (0. a = slope.193 0.006889 0. b = intersep dan r = koefisien korelasi linier.925 a nXY  XY ( 4  52.688 X2 0 625 2500 10000 ∑ = 13125 Y2 0 0.3    2 2 2 nX  (X ) ( 4  13125)  (175) 52500  30625 21875  0.688  0.0042  175) 0.213882 XY 0 2.0106 n 4 4 r nXY  XY nX 2  (  X ) 2  n Y 2  (  Y ) 2  .7  120. X = konsentrasi.193 0.083 0.925)  (175  0.40 Lampiran 4. dimana Y = absorbansi.688) 211.4 91.412 ∑ = 0. Perhitungan Koefisien Korelasi Linier dari Kurva Regresi Larutan Standar Natrium Konsentrasi Larutan Standar Na 0 25 50 100 Absorbansi 0 0.7304    .412 Dari data diatas ditentukan persamaan regresi linier larutan standar Kalium yaitu Y = aX + b.075 9.169744 ∑ = 0.65 41.

4345 (21875)(0.275  0.925  175 0.0042X – 0.41  4  52.688 (4 13125)  (175)  (4  0.4 211.0106 dengan harga koefisien korelasi linier (r) sebesar 0.688)  2 2  211.9985 .382184) 8360.213882)  (0.7  120.7  120.9985 Jadi. persamaan regresi linier larutan standar Na yaitu : Y = 0.4 91.3   91.

439 ∑ = 0. a = slope.8 45. dimana Y = absorbansi. X = konsentrasi.775 X2 0 10000 40000 160000 ∑ = 210000 Y2 0 0.005    n 4 4 4  0.256369 XY 0 10.5    2 2 2 nX  (X ) ( 4  210000)  (700) 840000  490000 350000  0.77 0.011664 0.0 a nXY  XY (4  232)  (700  0.5 385. b = intersep dan r = koefisien korelasi linier.6 ∑ = 232.0011 b Y  aX 0.228 0.6 175.108 0.192721 ∑ = 0.775) 928  542. Perhitungan Koefisien Korelasi Linier dari Kurva Regresi Larutan Standar Kalium Konsentrasi Larutan Standar K (ppm) 0 100 200 400 Absorbansi 0 0.051984 0.108 0. sebagai berikut : X 0 100 200 400 ∑ = 700 Y 0 0.775  (0.775  0.228 0.42 Lampiran 5.0011  700) 0.439 Dari data diatas ditentukan persamaan regresi linier larutan standar Kalium yaitu Y = aX + b.0012 r nXY  XY nX 2  (  X ) 2  n Y 2  (  Y ) 2  .

43  4  232  700 0.424851) 148697.775 (4  210000)  (700)  (4  0.0011X + 0.61  0.0012 dengan harga koefisien korelasi linier (r) sebesar 0. persamaan regresi linier larutan standar Na yaitu : Y = 0.256369)  (0.5   (350000)(0.5 385.85 385.9984 Jadi.9984 .5 385.775)  2 2  928  542.

7 0.2 1.04 9. Kelapa hijau Sangat Muda No 1 2 3 4 5 Mean SD Kadar Na ppm mEq 4.38 1.2 3.38 0. Data kandungan Natrium dan Kalium pada air kelapa a.2 108.8 96.6 3718 95.4 0.126 Kadar K ppm mEq 4200 107.38 0.7 4110 105.8 4256 108.4 0.7 27.4 0 0.8 9.7 0.9 0.4 7.6 9.1 1.2 0.6 0.287 21.32 2.215 0 Kadar K ppm mEq 3526 90.975 0.0 0.1 0.9 0.416 3.44 0.1 3662 93.4 8.2 3.1 20.2 51.9 0.0 26.8 9.5 90.3 0.280 95.438 3.9 1.2 4.0 93.2 3580 91.9 9.6 114.296 3714 3690 3668 3762 3812 3729.4 93.96 0.324 92.64 0.08 128.9 0.3 8.494 .938 Mean SD Tua 1 2 3 4 5 Mean SD b.08 2.44 Lampiran 6.4 0.2 3.4 0.1 9.7 3920 100.2 94.855 3600 3220 3524 3560 3654 3531.1 0.50 95.4 23.2 20.1 4452 113.20 97.9 90.2 3.9 4223.9 0.8 136.4 8.0 94.3 3681.4 0. Kelapa gading Sangat Muda No 1 2 3 4 5 Mean SD Muda 1 2 3 4 5 Kadar Na ppm mEq 8.1 84.4 8.9 4098 104.1 91.8 0.

6 12.8 53.62 Mean SD Tua 1 2 3 4 5 Mean SD .456 5052 5606 5126 5034 4994 5162.8 5554 142.0 0.88 5.2 0.8 0.0 4.8 92.3 7.2 0 0.0 10. Kelapa hibrida Sangat Muda No 1 2 3 4 5 Mean SD Muda 1 2 3 4 5 Kadar Na ppm mEq 7.6 6.4 4.3 0.4 131.3 42.5 0.5 9.32 0.1 81.2 0.642 0.4 57.06 0.739 69.4 217.06 3668 3614 3320 3580 3630 3562.7 0.6 5036.46 4046 3776 3774 3026 2726 3469.8 11.5 0.3 7.731 Kadar K ppm mEq 5224 133.2 0.0 4.4 70 88.1 128.4 0.0 5446 139.4 225.5 4.1 4.76 5.5 0 3.3 0.2 0.0 47.8 0.4 0.803 Mean SD c.5 96.2 0.2 143.56 135.64 3.796 43.60 129.3 9.9 17.4 124.6 96.6 70.6 5440 139.45 Muda 1 2 3 4 5 Mean SD Tua 1 2 3 4 5 4.5 3.1 3.5 6.209 6.6 4.5 0.5 12.7 131.3 5457.5 77.8 91.0 11.3 93.5 0.180 103.0 1.1 5624 143.591 0.3 0.0 3.04 10.8 68.6 6.2 0.7 41.5 0.8 3.9 91.8 12.2 0.3 48.4 84.38 0.66 1.102 0.6 92.3 0.4 7.3 0.7 127.3 7.6 139.5 4.69 93.89 1712 2086 2222 1848 1654 1904.

Oneway Descriptives N Mean Std.6400 23.55653 243.57298 57.77848 1.24083 .6600 5.40290 .18868 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 9.82583 19.28337 1678.94671 108.79536 .32671 7.54245 139.32094 3.4000 6.13835 332.32094 .97586 170.90505 .78277 152.03262 85.4400 .15028 563.48775 1.12028 31.42190 .2000 3729. Analisis statistik Oneway gadingna hijauna hibridana gadingk hijauk hibridak by usia /statistics descriptives /plot means /missing analysis /posthoc=lsd alpha(0.8000 11.6000 3571.65539 143.95478 67.4000 3469.2000 3511.17339 64.0267 4223.22990 251.2000 3562.4000 1904. Error 5 8.92759 76.90142 151.21906 62.0067 7.10770 .82153 112.6000 5162.55085 8.20779 25.46 Lampiran 7.0800 13.83363 .71764 . Deviation Std.3333 3681.36932 8.10488 .66594 68.79963 433.0667 5457.7200 3.4000 4174.65355 252.49142 GadingNa sangat muda muda tua Total HijauNa sangat muda muda tua Total HibridaNa sangat muda muda tua Total GadingK sangat muda muda tua Total HijauK sangat muda muda tua Total HibridaK sangat muda muda tua Total .8000 .9600 4.05).3800 70.10163 .01412 331.6000 3821.14353 1.56043 .84313 85.9000 30.23452 1.

6221 2770.0685 3870.9161 9.00 8.0534 Upper Bound 8.80 7.00 3920.50 93.3546 47.00 3220.6912 8.00 1654.00 4046.6528 4.60 9.9639 10.20 4098.4762 5104.00 4046.1425 6.9903 2206.4965 4044.6911 12.00 3654.00 2726.1779 4168.00 3812.10 4452.6065 3735.20 7.70 7.8683 5.5466 7.70 4.9493 9.4213 5645.4694 3801.00 4452.9028 5475.8286 3755.30 4.90 27.7120 5269.00 5224.7935 3389.90 9.2107 17.8708 8.1865 3722.90 9.2135 3300.6610 4.7004 4005.1590 12.00 12.00 3320.00 4.60 41.20 10.50 9.00 27.90 3.00 3220.2590 4.00 5624.3238 3245.00 3668.4054 94.1088 4.00 3668.00 4.00 2222.00 3526.5568 4401.00 2726.7872 3.00 Minimum Maximum .00 5606.9089 10.9306 3657.6410 47.3714 3386.00 4994.50 9.10 93.2972 4848.00 1654.5982 3491.60 3.10 20.00 5624.0385 27.4517 4.8097 1602.2415 18.4996 3637.47 Descriptives 95% Confidence Interval for Mean Lower Bound GadingNa sangat muda muda tua Total HijauNa sangat muda muda tua Total HibridaNa sangat muda muda tua Total GadingK sangat muda muda tua Total HijauK sangat muda muda tua Total HibridaK sangat muda muda tua Total 7.

392 706.533 211516.089 12561.600 39462110.985 13.672 45.064 20.933 .469 .800 583881.267 17626.889 1329600.716 . .400 37.48 ANOVA Sum of Squares GadingNa Between Groups Within Groups Total HijauNa Between Groups Within Groups Total HibridaNa Between Groups Within Groups Total GadingK Between Groups Within Groups Total HijauK Between Groups Within Groups Total HibridaK Between Groups Within Groups Total 660.761 1467.336 3.867 119918.881 122.609 .400 48656.329 p.000 56249.933 38878228.800 399.800 1541117.200 1551526.092 9.733 1439027.373 .493 1.400 df 2 12 14 2 12 14 2 12 14 2 12 14 2 12 14 2 12 14 19439114.637 664800.000 6280.515 .333 112499.128 14028.000 10.783 F 87.000 .261 51.104 34.003 Mean Square 330.

000 .000 .01501 219. .000 .96761 83.58000 * 63.64000 * Std.70000 -2.70000 2.60000 217.679 .10000* * * * -494.66091 .002 .01501 219.000 .80000 211.23007 1.679 13.52000 59.618 .96761 83.024 .99316 6.01501 219.005 .002 .349 .000 .000 .66091 .80000 .60000 -118.597 .96761 83.005 .20000 -14.66091 .000 .64000* 1.000 .66091 6.024 .44000* 14.60000 -217.01501 219.44000 * * * -3.60000 -92.000 .96761 219.80000 92.00000* * * * -711.353 .23007 1.99316 6.518 .01501 Sig.96761 83.597 .01501 219.000 .96761 83.26000 2.66091 .49 Post Hoc Tests Multiple Comparisons Dependent Variable GadingNa (I) usia sangat muda (J) usia muda tua muda sangat muda tua tua sangat muda muda HijauNa sangat muda muda tua HibridaNa sangat muda muda tua GadingK sangat muda muda tua HijauK sangat muda muda tua muda tua sangat muda tua sangat muda muda muda tua sangat muda tua sangat muda muda muda tua sangat muda tua sangat muda muda muda tua sangat muda tua sangat muda muda Mean Difference (I-J) -1.58000 * 3.52000 494. Error 1.618 .000 .80000 -211.518 .00000 711.10000 -59.23007 1.23007 .353 .66091 .99316 6.99316 6.44000* -.60000 * .60000 118.20000 -13.99316 6.44000 -2.99316 83.23007 1.26000 -63.23007 1.000 .349 .

50885 139.8801 -10.6503 .0503 528.50885 139.50885 139.50885 .000 muda sangat muda tua tua sangat muda muda -3258.8200 -18.2832 311.0503 400.9497 34.0000 -1.20000* -295.1201 1.8800 -4.1201 11.056 .20000 3258.8801 -17.4801 -16.5497 -528.50885 139.6503 -34.3368 -11.9599 3.0000 -3.6568 -74.8632 44.7000 11.9599 10.2832 78.2600 .7599 17.9497 894.1400 3.8200 4.000 .7568 676.20000 3553.4801 -11.6568 -47.50 HibridaK sangat muda muda tua 295.50885 139.056 .8168 -78.6503 -894.00000* Multiple Comparisons 95% Confidence Interval Dependent Variable GadingNa (I) usia sangat muda (J) usia muda tua muda sangat muda tua tua sangat muda muda HijauNa sangat muda muda tua HibridaNa sangat muda muda tua GadingK sangat muda muda tua muda tua sangat muda tua sangat muda muda muda tua sangat muda tua sangat muda muda muda tua sangat muda tua sangat muda muda Lower Bound -3.7599 -1.5497 Upper Bound 1.000 .3368 74.6503 -676.2600 1.3201 16.7568 47.00000* -3553.000 .8800 -.5497 -311.7000 1.3201 -1.8632 18.1400 -1.8168 -44.20000 * 139.5497 -400.

9927 -384.3927 569.0363 HibridaK sangat muda muda sangat muda tua tua sangat muda muda *.2363 -2954.7927 358.1637 -3561.3927 599.9927 265. .0363 -3857.7927 -569.7637 3561.9927 -8.1637 2954.05 level.9637 -3249.9927 688.2363 -599.3927 -265.1637 8.5927 384.7637 3249.3927 -688. The mean difference is significant at the 0.51 HijauK sangat muda muda tua muda tua sangat muda tua sangat muda muda muda tua -358.5927 -595.9637 595.1637 3857.

Kecenderungan Perubahan Kandungan Na dan K .52 Lampiran 8.

53  Kandungan K .

54 .

55 Lampiran 9. Perhitungan Konversi dari ppm menjadi mEq Reaksi perubahan yang terjadi adalah : Na Na+ + e 1 Eq Na = 1 mol Na 1 mEq Na = 1 mmol Na 1 mol Na = 23 g Na 1 mmol Na = 23 mg Na 1 mEq Na = 23 mg Na 23 mg Na/L = 1 mEq Na/L 23 ppm Na = 1 mEq Na/L 1 ppm Na = 1/23 mEq Na/L Hal yang sama untuk K yaitu : 1 ppm K = 1/39 mEq K/L 39 ppm K = 1 mEq K/L .

Kelapa Hijau Gambar 2. Kelapa Gading .56 Lampiran 10. Kelapa Hibrida Gambar 3. Gambar jenis kelapa Gambar 1.