MAKALAH TEORI KEPERAWATAN

DISUSUN OLEH :

KATA PENGANTAR
Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas limpahan berkat dan karunia dan hidayahNya akhirnya Penulis mampu menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusun untuk menjelaskan mengenai teori-teori keperawatan pada jaman dahulu yang dikemukakan oleh diantaranya adalah Dorothy E. Johnson, Martha Rogers, dan Betty Neuman. Beliau adalah pendahulu kita semua yang memaparkan bagaimana cara merawat manusia dengan penuh tanggung jawab dan penuh kasih sayang. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Ibu Ns. Gebi Helmi Nurhayati S.Kep, selaku Dosen Pembimbing 2. Teman-teman kelas B S1 Keperawatan, dan 3. Semua pihak yang tidak dapat Penulis sebutkan satu persatu karena telah membantu hingga makalah ini dapat terselesaikan. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umunya. Penulis menyadari sepenuhnya hanyalah manusia biasa, yang tidak lepas dari kekurangan, begitu juga dengan makalah ini yang masih jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun tentunya sangat penulis harapkan.

Penulis

i

DAFTAR ISI

ii

maka akan terjalin sikap saling menghormati dan menghargai di antara keduanya. maka 2 hal ini tidak dapat dipisah-pisahkan. Etika dapat membantu para perawat mengembangkan kelakuan dalam menjalankan kewajiban.BAB I PENDAHULUAN A. para perawat dapat mengusahakan kemajuannya secara sadar dan seksama. Dalam menghadapi pasien. Perawat harus bertundak sopan. 1 . Sejalan dengan tujuan tersebut. seorang perawat harus mempunyai etika. Sebab akhlak yang teguh dan budi pekerti yang luhur merupakan dasar yang penting untuk segala jabatan. LATAR BELAKANG Seorang perawat adalah tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum. maka dapat dikemukakan bahwa nama baik rumah sakit antara lain ditentukan oleh pendapat atau kesan dari masyarakat umum. jika tingkatan pekerti perawat dan pegawai-pegawai kesehatan lainnya luhur juga. sehingga para perawat dapat mengetahui kedudukannya dalam masyarakat dan lingkungan perawatan. Dengan demikian. Dengan hubungan baik ini. Ini harus dilakukan karena perawat adalah membantu proses penyembuhan pasien bukan memperburuk keadaan. termasuk jabatan perawat. menerima pelajaran. murah senyum dan menjaga perasaan pasien. Oleh karena itu dalam perawatan teori dan praktek dengan budi pekerti saling memperoleh. Dengan etika yang baik diharapkan seorang perawat bisa menjalin hubungan yang lebih akrab dengan pasien. Kesehatan masyarakat terpelihara oleh tangan dengan baik. karena yang dihadapi perawat adalah juga manusia. membimbing hidup.

TUJUAN Makalah ini akan mengarahkan pembahasan secara mendalam kepada : 1.B. Teori Martha Rogers 3. MANFAAT Berdasarkan tujuan yang disusun diatas. 2 . maka manfaat yang diperoleh adalah memberikan informasi kepada pembaca mengenai teori keperawatan yang dikemukakan oleh orang berbeda yakni para perawat terdahulu yang dengan ketulusan serta rasa peduli terhadap sesama manusia yang menjadikannya panutan bagi para perawat dimasa mendatang. Johnson 2. Teori Dorothy E. Teori Betty Neuman C.

BIOGRAFI Dorothy E. Pada tahun1949-1978 Johnson menjadi instruktur dan asistenprofesor dalam perawat kesehatan anak-anak (pediatric nursing) di Vanderbilt University School of Nursing. Johnson memanfaatkan hasil kerja ilmu perilaku dalam psikologi. yang menyatakan bahwa manusia merupakan sistem biologi yang terdiri dari bagian biologi dan penyakit adalah hasil gangguan sistem biologi. Pada tahun1955-1956 Johnson menjadi penasehat pediatric nursing yang ditugaskan di Sekolah kesehatan Kristen bidang Keperawatan di Vellore. Johnson dilahirkan pada tanggal 21 agustus 1919 di savannah.R. Johnson I. Rapoport. Dalam tulisannya.Buckley. Chin dan W. Ilmu dan seni merawat harus berfokus pada pasien sebagi individu dan bukan pada entitas yang spesifik. India Selatan. ia menyandarkan sepenuhnya pada toeri sistem-sistem dan menggunakan konsep dan definisi dari A. sistem dinyatakan terdiri dari bagian yang berkaitan untuk melakukan fungsi bersama-sama untuk membentuk keseluruhan. struktur teori sistem perilaku dipolakan sesudah model sistem. Pada tahun 1975 mendapatkan penghargaan kembali sebagai Lulu Hassenplug Distinguished Achievement Award dari Asisi.A. Pada tahun1933 Johnson memperoleh gelar A.BAB II PEMBAHASAN Teori Dorothy E. Georgia. Johnson mengkonseptualkan manusia sebagai sistem perilaku dimana fungsi adalah observasi perilaku adalah teori sistem biologi. Dan Johnson mendapatkan Penghargaan yang paling dibanggakan yaitu Faculty Award. sosiologi dan etnologi untuk membangun teorinya . Georgia. 3 . Teori sistem perilaku Johnson tumbuh dari keyakinan Nightingale yakni tujuan tujuan perawatan adalah membantu individu-individu untuk mencegah atau mengobati dari penyakit atau cidera.dari Armstrong junior College di Savannah.

” A system is a whole that functions as a whole by virtue of the interpedence of it’s part. Dengan memakai definisi sistem oleh rapoport tahun 1968. III. Johnson menyatakan .Pengembangan teori dari sebuah perspektif filosofis. Johnson menerima pernyataan chin yakni tedapat “organisasi. II. sejauh yang ia tahu. Disamping itu . tetapi literatur empiris mendukung dugaan bahwa sistem perilaku merupakan keseluruhan yang belum dikembangkan. Johnson mencatat bahwa meski literatur menunjukkan ide dukungan lain yaitu bahwa manusia merupakan sistem perilaku. selama dan sesudah penyakit. Sistem perilaku mencakup pola.” (system merupakan keseluruhan yang berfungsi berdasarkan atas ketergantungan antar bagian-bagiannya). adaptasi dan modifikasi perilaku. interpedensi dan integrasi bagian dan elemen-elemen”. Dalam sistem biologis . KONSEP-KONSEP UTAMA DAN DEFINISI-DEFINISI Teori keperawatan Dorothy E Johnson diukur dengan behavioral sistem theory. SYSTEM PERILAKU (BEHAVIORAL SYSTEM). ide tersebut adalah asli dari dirinya. motivasi. interaksi. untuk mengembangkan teorinya. pengetahuan atas bagian-bagianya lebih dahulu dari pengetahuan keseluruhan sistem. stimulus. Johnson menerima definisi perilaku seperti diyatakan oleh para ahli perilaku dan biologi: output dari struktur dan proses-proses intra-organismik yang keduanya dikoordinasi dan di artikulasi dan bersifat responsif terhadap perubahan-perubahan dalam sensori stimulation. Pengetahuan bagian-bagian sistem perilaku dicikung dalam ilmu-ilmu perilaku. 4 . Johnson menulis bahwa perawatan merupakan konstribusi penyediaan fungsi perilaku efektif pada pasien sebelum. perulangan dan cara-cara bersikap dengan maksud tertentu. manusia berusaha menjaga keseimbangan dalam bagian-bagian ini melalui pengaturan dan adapatasi terhadap kekuatan yang mengenai mereka. Johnson memfokuskan pada perilaku yang dipengaruhi oleh kehadiran aktual dan tak langsung makhluk sosial lain yang telah ditunjukkan mempunyai signifikansi adaptif utama. kepekaan. Ia memakai konsep dari disiplin ilmu lain seperti sosialisasi.

ingestive. dependency. bagianbagian system berubah menjadi subsistem-subsistem dengan tugas tertentu. system yang dijelaskan tampak ada cross-culturally dan di kontrol oleh faktor biologis. SUBSISTEM. psikologi dan sosiologi. A. pencapaian hubungan dengan lingkungan yang adekuat. Karena behavioral sistem memiliki banyak tugas untuk dikerjakan. eliminative. sexual. Sistem biasanya cukup fleksibel untuk mengakomodasi pengaruh yang diakibatkan. kedamaian. pengalaman dan pembelajaran . Biasanya sikap dapat digambarkan dan dijelaskan. Suatu subsistem merupakan “sistem kecil dengan tujuan khusus sendiri dan berfungsi dapat dijaga sepanjang hubunganya dengan subsitem lain atau lingkungan tidak diganggu. sistem perilaku dlm mengadaptasikan bantuan. Manusia sebagai system perilaku berusaha untuk mencapai stabilitas dan keseimbangan dengan pengaturan dan adaptasi yang berhasil pada beberapa tingkatan untuk efisiensi dan efektifitas suatu fungsi. keamanan serta kepercayaan. (4) Subsistem Ketergantungan (Dependency). merupakan tingkat pencapaian prestasi melalui ketrampilan yang kreatif (2) Subsistem Perhubungan (afiliasi). (3) Subsistem Penyerangan (agresi). (1) Subsistem Pencapaian (Achievement). terhubung dan saling berkaitan (interealated). peristiwa dan situasi dengan lingkunganya . Tujuh subsistem yang di identifikasi oleh Johnson bersifat terbuka. Motivasi mengendalikan langsung aktifitas subsistem-subsistem ini yang berubah secara kontinyu dikarenakan kedewasaan. achievement dan aggressive. Koping terhadap ancaman di lingkungan. tujuh elemen yang diidentifikasi adalah affiliative. 5 .Cara-cara bersikap ini membentuk unit fungsi teroraganisasi dan terintegrasi yang menentukan dan membatasi interaksi antara seseorang dengan lingkunganya dan menciptakan hubungan seseorang dengan obyek.

juga memiliki keinginan dalam mengatur dan menyesuaikan dari pengaruh yang ditimbulkanya. berhubungan dengan bagaimana. didalamnya terdapat komponen sub system yang membentuk system tersebut. Achievement. (6) Subsistem Ingesti. kapan. digunakan dalam pemenuhan kebutuhan saling mencintai dan dicintai. pemenuhan kebutuhan dicintai dan mencintai B. Seksual. baik di lingkungan internal maupun eksternal. 6 . MODEL KONSEP DAN TEORI KEPERAWATAN JOHNSON Model konsep dan teori keperawatan menurut Johnson adalah dengan pendekatan system perilaku. dan banyaknya makan dan minum sebagai suatu subsistem tingkah laku. cara. Sebagai suatu system . cara. dan kelangsungan hidup. Hal-hal yang berhubungan dengan pembuangan zatzat yang tidakdibutuhkan oleh tubuh secara biologis. dan banyaknya zat yang tidak di butuhkan oleh tubuh dikeluarkan secara bilogis sebagai suatu subsistem tingkah laku. Hal-hal yang berhubungan dengan pola makan. Agresif. Afiliasi. merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri atau perlindungan dan berbagai ancaman yang ada di lingkungan. Eliminasi. (7) Subsistem Seksualitas. dimana individu dipandang sebagai sitem perilaku yang selalu ingin mencapai keseimbangan dan stabilitas. yaitu berhubungan dengan bagaimana. kapan.(5) Subsistem Eliminasi. merupakan tingkat pencapaian prestasi melalui kterampilan yang kreatif. diantaranya komponen sub system yang membentuk system perilaku menurut Johnson adalah : Ingestif. keamanan. merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan tambahan dalam mempertahankan lingkungan yang kondusif dengan penyesuaian dalam kehidupan social.

2. Person adalah system dari bagian-bagian interpedent yang membutuhkan beberapa aturan dan pengaturan untuk menjaga keseimbangan.Ketergantungan. adalah tindakan eksternal untuk memberikan organisasi perilaku pasien ketika pasien dalam kondisi stres dengan memakai mekanisasi pengaturan yang berkesan atau dengan penyediaan sumberdaya. merupakan bagian yang membentuk sistem perilaku dalam mendapatkan bantuan. seperti yang dipandang Johnson. memberikan eksternal baik sebelum dan selama gangguan keseimbangan system dan karenanya membutuhkan pengetahuan tentang order. ASUMSI-ASUMSI 1. Orang (person) Johnson memandang manusia sebagai system perilaku dengan pola. Seni dan ilmu. maka akan terbentuk sebuah system perilaku individu. Aktivitas perawatan tadak bergantung pada wewenang medis tetapi bersifat pelengkap(komplementer) bagi medis/ pengobatan. kedamaian. disorder dan control. Pola-pola respon spesifik manusia membentuk keseluruhan yang terorganisasi dan terintegrasi. keamanan serta kepercayaan. 7 . Perawatan (nursing) Perawatan. C. pengulangan dan cara bersikap dengan maksud tertentu yang menghubungkan dirinya dengan lingkungannya. sehingga Johnson memiliki pandangan bahwa keperawatan dalam mengatasi permasalahan tersebut harus dapat berfungsi sebagai pengatur agar dapat menyeimbangkan system perilaku tersebut. Klien dalam hal ini adalaha manusia yang mendapat bantuan perawatan dengan keadaan terancam atau potensial oleh kesakitan atau ketidak seimbangan penyesuaian dengan lingkungan. Berdasarkan sub sistem tersebut diatas. Status kesehatan yang ingin dicapai adalah mereka yang mampu berperilaku untuk memelihara keseimbangan atau stabilitas dengan lingkungan.

psikologis dan social. yang dipengaruhi oleh factor-faktor biologis. suplai energi yang lebih besar yang tersedia mempengaruhi proses biologi dan penyembuhan. individu dapat melanjutkan dengan perilaku-perilaku yang baik. System perilaku berusaha menjaga equilibrium dalam respon terhadap factor lilngkungan dengan mengatur dan adaptasi terhadap kekuatan yang menyertainya. Individu menghubungkan dirinya untuk berinteraksi dengan lingkungan-nya. 3. interaksi. Ketika lingkungan stabil. yang menyisakan sedikit energi untuk membantu proses-proses biologis dan penyembuhan. Manusia berusaha mencapai keseimbangan dalam system ini yang akan mengarah ke perilaku fungsional. Lingkungan Dalam teori Johnson . 8 . Ketika system membutuhkan sejumlah energi minimum untuk pemeliharaan . lingkungan terdiri dari seluruh factor yang bukan bagian system perilaku individu tetapi hal itu mempengaruhi system. Keseimbangan yang kurang baik dalam persyaratan structural atau fungsional cenderung mengarah ke memburuknya kesehatan. Kesehatan direfleksikan oleh organisasi. Kesehatan(health) Johnson memandang kesehatan sebagai suatu kondisi yang sulit dipahami(elusive) dan dinamis. 4. Kesehatan menjadi suatu nilai yang diinginkan oleh para pekerja kesehatan dan memfokuskan pada person bukanya penyakit. saling ketergantungan subsistem -subsistem dari system perilaku. dan dapat dimanipulasi oleh perawat untuk mencapai kesehatan yang menjadi tujuan pasien.pengeluaran energi yang luar biasa. Gaya lingkungan yang kuat secara berlebihan mengganggu keseimbangan system perilaku dan mengancam stabilitas seseorang jumlah energi yang tidak tentu dibutuhkan supaya system membangun kembalieqilibrium dalam menghadapi tekanan-tekanan berikutnya.

hal ini membuatnya harus berheti sementara dari pekerjaan. Istri Bapak Elder setiap hari meluangkan waktu membuatkannya makanan kecil karena memang istrinya suka memasak dan ternyata dengan kegiatan memasak itu istri bapak Elder dapat menekan kecemasannya sehubungan dengan keadaannya. agaknya membuat dia tertekan. Penyelesaian masalah menggunakan teori Tingkah laku. 9 .IV. kita dapat menyimpulkan bahwa bapak tersebut mungkin menderita penyakit Diabetes Mellitus. berdasarkan data di atas kita mendapatkan bahwa ada perubahan pada 3 subsistem : 1.Menilai pola tingkah laku yang berlangsung saat itu pada keluarga pak Elder melalui 7 subsistem tingkah laku. perubahan perubahan pola interaksi social dan depresi. 3. Dengan menggunakan teori Tingkah laku. STUDI KASUS Bapak Elder bekerja di sebuah kebun binatang. apa yang harus dilakukan untuk membantu pak Elder. diketahui ternyata luas luka mencapai hingga ke tulang tengkorak. perubahan pola makan dikarenakan banyak makan makanan yang manis dan minum air yang juga banyak. Dalam penanganan luka. istrinya dengan yakin mengatakan bahwa selama perawatan di rumah. Dia bertanya. 2. Ingestive Subsistem. apakah ada obat yang dapat membantu pak Elder tidur di malam hari. kita membantu menyelesaikan masalah. perubahan pola eliminasi dikarenakan banyak minum ( Polidipsi ) berakibat seringnya kencing ( Poliuri ). Setelah 3 minggu berlalu penyembuhan luka tidak mengalami kemajuan walaupun tidak terjadi infeksi luka. Berdasarkan asumsi yang kita bisa tarik dari cerita di atas. Eliminasi Subsistem. Pada kunjungan pemeriksaan. suaminya sering minum air banyak sehingga berakibat sering kencing walaupun tengah malam dan itu membuat dia agak cemas hal tersebut akan berakibat fatal terhadap pak Elder. Dia di serang oleh harimau hingga mendapat luka di bagian kepala dan di rujuk ke balai pengobatan untuk penanganan lukanya. Achievement subsistem. Menggunakan teori system tingkah laku. Sering bertemu dengan teman-teman sekerjanya.

Istrinya senang karena mendapat resep makanan sesuai dengan penyakit diabetes suaminya dan pengalaman memasak bagi dirinya. Dia sudah bisa kembali bekerja dan bertemu dengan temantemannya lagi. Masalah teratasi dengan menggunakan model dan teori keperawatan tingkah laku menurut Dorothy E. Johnson.Dengan ditentukannya diagnosis. Pada akhirnya luka pak Elder mulai mengalami kemajuan setelah penyakit diabetesnya diidentifikasi dan dikendalikan. perawat membantu bapak tersebut memperbaiki system keseimbangan dengan memodifikasi pola tingkah lakuuntuk mencapai homeostasis. 10 .

TEORI MARTHA ELIZABETH ROGERS I. Baltimre MD dg memperoleh gelar MPH tahun 1952 dan Sc. Pada tahun 1945 beliau mandapat gelar MA dalam bidang pengawasan kesehatan masyarakat dari Fakultas Keguruan Universitas Columbia. Beliau memulai karir sarjananya ketika beliau masuk di Universitas Tennessee di Knoxville pada tahun 1931. Beliau masuk sekolah keperawatan di RSU Knoxville pada September 1933. Beliau menerima gelar Diploma Keperawatan pada tahun 1936 dan menerima gelar B. Texas. Manusia yang utuh merupakan ” Empat sumber dimensi energi yang diidentifikasi oleh pola dan manisfestasi karakteristik spesifik yang menunjukkan kesatuan dan yang tidak dapat di tinjau berdasarkan bagian pembentuknya” (Maminer – Toey.S dari George Peabody College di Masville pada tahun 1937. Manusia berada dalam interaksi yang terus menerus dengan lingkungan (lutjens. Keempat dimensi yang di gunakan oleh Martha E. BIOGRAFI Martha Elizabeth Roger lahir pada tanggal 12 Mei 1914 di Dallas. AZ. keterbukaan. Secara resmi beliau mengundurkan diri sebagai Professor dan Kepala Bagian Keperawatan pada tahun 1975 setelah 21 tahun dalam pelayanan. Beliau menjadi Eksekutif Direktur dari pelayanan keperawatan di Phoenix. New York.1995). manusia merupakan satu kesatuan utuh memiliki integritas diri dan menunjukkan karakteristik yang lebih dari sekedar gabungan dari beberapa bagian (Rogers 1970). Martha Rogers (1970). 11 . Selain itu.1994). mempertimbangkan manusia ( kesatuan manusia) sebagai sumber energi yang menyatu dengan alam semesta.D tahun 1954. Rogers sumber energi. Beliau di tetapkan menjadi Kepala Bagian Keperawatan di New York University pada tahun 1954. Dalam teorinya. keteraturan dan pengorganisasian. dan empat dimensionalitas manusia digunakan untuk menentukan prinsip mengenai bagaimana berkembang. Pada tahun 1979 beliau pensiun dengan hormat dengan memakai gelar Professornya dan terus aktif mengembangkan dunia keperawatan sampai beliau meninggal pada 13 maret 1994. Beliau meninggalkan Arizona pada tahun 1951 dan kembali melanjutkan sekolah di Universitas Johns Hopkins.

alam dan perkembangan manusia secara langsung. Keperawatan adalah ilmu humanisti/humanitarian yang menggambarkan dan memperjelas bahwa manusia dalam strategi yang utuh dan dalam perkembangan hipotesis secara umum dengan memperkirakan prinsip – prinsip dasar untuk ilmu pengetahuan praktis.2. Manusia merupakan makhluk yang memiliki kepribadian unik. Rogers menekankan bahwa keperawatan adalah disiplin ilmu yang dalam aktifitasnya mengedepankan aplikasi keterampilan. antara satu dan lainnya berbeda di beberapa bagian. Secara signifikan mempunyai sifatsifat yang khusus jika semuanya jika dilihat secara bagian perbagian ilmu pengetahuan dari suatu subsistem tidak efektif bila seseorang memperhatikan sifat-sifat dari sistem kehidupan manusia. TINJAUAN TEORI Defenisi Keperawatan Menurut Martha E. agama. 11 . dan teknologi. Aktivitas keperawatan meliputi pengkajian. Rogers. Ilmu keperawatan adalah ilmu kemanusiaan. Berasumsi bahwa individu dan lingkungan saling tukar-menukar energi dan material satu sama lain. filosofi. Teori Rogers berfokus pada proses kehidupan manusia secara utuh. yaitu : 1. Asumsi Dasar Dasar teori Rogers adalah ilmu tentang asal usul manusia dan alam semesta seperti antropologi. perkembangan sejarah dan mitologi. dan pelayanan rehabilitatif senantiasa berdasar pada konsep pemahaman manusia / individu seutuhnya. Berdasarkan pada kerangka konsep yang dikembangkan oleh Roger ada 5 asumsi mengenai manusia. mempelajari tentang alam dan hubungannya dengan perkembangan manusia. sosiologi. Manusia akan terlihat saat bagiannya tidak dijumpai. 2. dan hati nurani. intervensi. pemikiran intelektual. Beberapa individu mendefenisikan lingkungan sebagai faktor eksternal pada seorang individu dan merupakan satu kesatuan yang utuh dari semua hal. seni dan imaginasi. Aktifitas keperawatan dinyatakan Rogers merupakan aktifitas yang berakar pada dasar ilmu pengetahuan abstrak. Ilmu keperawatan adalah ilmu yang mempelajari manusia. Rogers mengungkapkan bahwa aktivitas yang di dasari prinsip – prinsip kreatifitas.

Ukuran – ukuran 4 dimensi. Manusia bercirikan mempunyai kemampuan untuk abstrak. Karena pertukaran ini individu adalah sistem terbuka yang mendasari dan membatasi asumsi-asumsi utama Martha E Roger. bertutur bahasa dan berfikir. Keterbukaan. 4. 3. 4. 5. Akibatnya seorang individu tidak akan pernah kembali atau menjadi seperti yang diharapkan semula. 2. Untuk memperkuat teorinya Martha E. individu mampu mengambil energi dan informasi dari lingkungan dan menggunakan energi dan informasi untuk lingkungan.3. Perilaku pada individu merupakan suatu bentuk kesatuan yang inovatif. Sebagai sistem hidup dan sumber energi. Disini terdapat elemen-elemen yang saling berhubungan pada ini adalah manusia dan lingkungannya. Bahwa proses kehidupan manusia merupakan hal yang tetap dan saling bergantung dalam satu kesatuan ruang waktu secara terus menerus. Dari seluruh bentuk kehidupan di dunia hanya manusia yang mampu berfikir dan menerima dan mempertimbangkan luasnya dunia. membayangkan. Berdasar pada asumsi-asumsi terdapat 4 batasan utama yang ditunjukkan oleh Martha E Roger : 1. Prinsip-prinsip Hemodinamika 12 . sensasi dan emosi. Rogers mengkombinasikan konsep manusia seutuhnya dengan prinsip homeodinamik yang kemudian di kemukakannya. Pola-pola perilaku. Menurut Martha E Roger ilmu tentang keperawatan berhubungan langsung dengan proses kehidupan manusia dan bertujuan untuk menjelaskan dan memperkirakan kealamiahan dan hubungannya dengan perkembangan. Sumber energi.

Resonansi dapat dijelaskan sebagai suatu pola-pola gelombang yang ditunjukkan dengan perubahan-perubahan dari frekuensi terendah ke frekuensi yang lebih tinggi pada gelombang perubahan. 2. Equifinally merupakan sistem terbuka yang mungkin dicapai tergantung pada keadaan dan ditentukan oleh suatu pengukuran yang mempunyai tujuan. Manusia dan lingkungan selalu saling bertukar energi. Proses yang terjadi dalam kehidupan seseorang tidak dapat diubah dan berhubungan satu sama lain pada dimensi ruang dan waktu.Teori menyatakan bahwa dalam keperawatan hemodinamika untuk melayani manusia. Prinsip hemodinamika yaitu helicy dibandingkan pada prinsip equifinalli dan negetropi. inovatif. Helicy. 3. menguntungkan. ditunjukkan dengan peningkatan jenis pola-pola perilaku manusia dan lingkungan yang menimbulkan kesinambungan. Prinsip ini membicarakan tentang alam dan perubahan yang terjadi antara manusia dan lingkungan. Hal tersebut merupakan pola kehidupan. Teori dan Empat Konsep Dasar Roger Martha E. Pada akhirnya seseorang mampu berbicara. merupakan interaksi yang simultan antara manusia dan lingkungan bukan menyatakan ritmitasi. Resonansi (Resonancy). membayangkan dan memisahkan. emosi. Prinsip yang menyatakan bahwa keadaan alami dan hubungan manusia dan lingkungan adalah berkesinambungan. Tiap orang dikatakan sebagai suatu yang individu utuh. adalah proses berhubungan yang menguntungkan antar manusia dan lingkungannya secara berkesinambungan. Beliau menghadirkan lima asumsi tentang manusia. yaitu : dipergunakan prinsip 1. 13 . merasakan. berfikir. Integritas (Integrality). Roger mengemukakan empat konsep besar. Perbandingan dengan Teori Lain Prinsip hemodinamika lebih mudah daripada teori sistem pada umumnya.

Untuk itu dibutuhkan informasi dan partisipasi aktif klien pada proses keperawatan.Manusia mempunyai empat dimensi. Teori yang menyatakan keperawatan menggunakan prinsip hemodinamika dalam memberikan pelayanan kebutuhan manusia atau cara memandang keperawatan dari satu sisi. ukuran penyakit. Kreativitas dan imaginasi menjadi sangat penting. Contoh adalah prinsip helicy yang menekankan pada pola kebiasaan dan ritual. 1) Teori yang berkaitan dengan konsep menciptakan perbedaan cara pandang pada suatu fenomena. Rencana keperawatan pada bagian helicy membutuhkan penerimaan individu terhadap perubahan yang terjadi strategi untuk meningkatkan dan memodifikasi irama dan tujuan hidup. Diharapkan perubahan pada suatu hal yang akan menyebabkan perubahan di sisi yang lain secara simultan terpisah dari dunia penyakit. Kerangka kerja Martha E Roger akan memberikan alternatif dalam memandang manusia dan dunia. 14 . Fokus pada integralitas akan diimplementasikan dengan lingkungan sama dengan pada individu. konsep yang menyebutkan manusia adalah unik dan dapat dikenali karena kemampuannya dalam merasakan. Tujuan diagnosa keperawatan memberikan kerangka kerja dalam intervensi keperawatan direncanakan dan dilaksanakan. memberi kesempatan perawat untuk membantu memecahkan masalah kesehatannya dan mengatur agar tujuannya dapat mencapai kesehatan. keperawatan dan kesehatan. Resonansi menyatakan bahwa diagnosa keperawatan ditujukan untuk mendukung atau memodifikasi variasi proses kehidupan sebagai manusia yang utuh. 2) Teori harus masuk akal. medan energi negentropik dapat diketahui dari kebiasaan dan ditunjukkan dengan ciri-ciri dan tingkah laku yang berbeda satu sama lain dan tidak dapat diduga dengan ilmu pengetahuan yaitu lingkungan. Intervensi keperawatan akan tergantung pada fokus diagnosa keperawatan. Karena proses kehidupan manusia merupakan suatu fenomense. Mengetahui perkembangan yang masuk akal merupakan hal penting perkembangan yang logis menyebabkan mengenai asumsi pada prinsip hemodinamika. Di sana masalah tidak dapat disetujui dengan efektif dalam arti umumnya perubahan diterima.

Menerima perbedaan sebagai evolusi yang cepat. 7) Teori harus konsisten dengan teori lain yang sah. Teori dapat disosialisasikan sejak tidak tergantung pada beberapa keadaan. 6) Teori bisa digunakan sebagai pedoman dan peningkatan dalam praktek. hukum dan prinsip-prinsip tetapi harus menghindari pertanyaan terbuka yang perlu diperiksa.3) Teori harus sederhana dan dapat disosialisasikan. 5) Teori memberi dan membantu peningkatan batang keilmuan dalam disiplin ilmu melalui penelitian sehingga teori tersebut sah. bagaimana keduannya saling mempengaruhi Mengkaji kejadian yang bervariasi selama proses kehidupan Mengkaji ritmisasi pola kehidupan dan lingkungan perubahan waktu dan perubahan kebutuhan yang terjadi selama terjadinya perubahan pola kehidupan yang berirama mengkaji tujuan hidup. 15 . Meskipun memberikan kaitan dalam pemahaman. Ditambahkan teori ini dilandaskan pada penggunaan sistem terbuka yang sangat kompleks. Komponen dalam proses keperawatan Prinsip Hemodinamik Integrality Resonancy Helicy Komponen Pengkajian Keperawatan Mengkaji interaksi antara indvidu dan lingkungan. Komponen Rencana dan Implementasi Keperawatan Menciptakan lingkungan yang sebaik baiknya bagi individu Mendukung atau memodifikasi variasi proses kehidupan individu dalam konteks seutuhnya Mendukung terciptanya dinamisasi pola yang berirama antara individu dan lingkungan. Komponen Diagnosa Keperawatan Menggambarkan pengabungan medan energi antara individu dengan lingkungan Menggambarkan proses kehidupan yang bervariasi sebagai individu yang utuh Menggambarkan pola yang berirama antara individu dan lingkungan. Itu dinyatakan oleh Martha E Roger konsepsi manusia sangatlah sederhana. 4) Teori didasarkan pada hipotesa dan bisa diuji.

maka ia sangat menganjurkan bagi perawat untuk menempuh pendidikan dalam keperawatan. atau terbatas pada pemenuhan kebutuhannya saja. Mengevaluasi hasil yang di harapkan menggunakan Prinsip-prinsip Roger dalam Proses Keperawatan. Keperawatan bekerja dengan klien bukan untuk untuk klien. Model konseptual abstrak yang di kemukakan Martha E Rogers secara langsung memiliki hubungan dengan riset dan pengembangan ilmu keperawatan. Rogers dengan Riset Keperawatan. Model konseptualnya memberikan arah dan stimulus untuk aktifitas keilmuan tersebut. Prinsip – prinsip hemodinamika memberi petunjuk untuk mengetahui hubungan antara perkembangan individu dengan alam sebagai respon sehat yang berhubungan dengan masalah yang terjadi. Peneliti yang memiliki asumsi dan pemahaman seperti konsep Martha E Rogers akan menemukan mendapatkan pandangan yang jelas tentang seperti apakah sesungguhnya bekerja sebagai perawat. Secara jelas dalam konsepnya Martha E Roger menunjukkan bahwa kebutuhan kritis dalam keperawatan adalah merupakan dasar pengetahuan dalam aktifitas penelitian keperawatan. Hubungan Teori Keperawatan Martha E. Konsistensi terhadap definisi yang ia berikan untuk keperawatan bahwa keperawatan adalah profesi yang di pelajari. Ini meliputi proses keperawatan dengan menunjukkan bahwa perawat memperhatikan manusia secara keseluruhan. Kesuksesan menggunakan prinsip hemodinamika perlu pertimbangan perawat dan melibatkan baik perawat maupun klien dalam proses keperawatan. Rogers dengan Pendidikan Keperawatan Pada tahun 1963. Hal ini adalah di lakukannya sebagai refleksi terhadap evolusi perubahan dalam ilmu keperawatan. 16 . Hubungan Teori Keperawatan Martha E. Model keperawatan Rogers menunjukkan betapa uniknya realita profesi keperawatan.Komponen Evaluasi Keperawatan Mengevaluasi perubahan di dalam integrasi lingkungan dan individu Mengevaluasi modifikasi yang diciptakan dalam variasi proses kehidupan manusia Mengevaluasi pola yang berirama dari individu dan lingkungan. Rogers mencetuskan ide untuk mendirikan kembali program undergraduated dan graduated dalam pendidikan keperawatan. Jika sesuatu di luar individu adalah bagian dari lingkungan maka perawat menjadi bagian dari lingkungan klien. tidak cukup satu aspek. satu masalah. unik serta memiliki batang tubuh pengetahuan.

Bagan Ilustrasi Dinamisme Proses Keperawatan Martha E. memaksimalkan potensi kesehatan dalam interaksi antara manusia dengan lingkungan Konsep diambil dari studi dan observasi manusia yang memberikan dasar untuk model konseptual Teori Konseptual 17 . 1) Pemberian kewenangan penuh dalam hubungan perawat klien 2) Menerima perbedaan sebagai sesuatu yang wajar 3) Penyesuaian terhadap pola 4) Menggunakan modalitas gelombang seperti lampu musik. yang kesemuanya berdasar pada konsep teori yang di kemukakan Martha E Rogers. Rogers Untuk menggambarkan dinamisme proses dalam keperawatan. Rogers membuat ilustrasi dalam bentuk bagan sebagai berikut : Manusia Lingkungan Sehat Secara terus menerus berhubungan dengan individu Sejahtera Melakukan pertukaran energi dengan individu Profesi memberikan pelayanan kepada semua orang. Rogers dengan Praktik Keperawatan Martha E Rogers mengungkapkan bahwa teori yang diambilnya dari konsepnya sangat mungkin untuk di terapkan dalam praktik keperawatan. Malinski (1986) mencatat ada tujuh trend yang ada dalam praktik keperawatan.Hubungan teori keperawatan Martha E. pergerakan dalam proses penyembuhan. 5) Menunjukkan suatu perubahan yang positif 6) Memperluas fase pengkajian dalam proses keperawatan 7) Menerima hubungan yang menyeluruh dalam hidup.

keluarga dan kelompok (Rogers. Resonancy 3. Helicy Praktik Keperawatan “Tujuan dari keperawatan adalah untuk membantu semua orang di manapun mereka berada dan menunjang kesejahteraan yang maksimal bagi individu. Medan energi 2. Integrality 2. Pola 4. Dimensi Prinsip Hemodinamik : 1.Konsep manusia seutuhnya : 1. mendeskripsikan dan memprediksi 18 . 1985)” Model konseptual mamberikan fokus keperawatan Ilmu keperawatan memberikan pengetahuan yang menjadi dasar praktik keperawatan Ilmu keperawatan Riset : Pengetahuan dan aplikasi Teori : Dikembangkan untuk menjelaskan. Keterbukaan 3.

Neuman terus menjalankan tugasnya dengan menjadi wakil tingkat international untuk sekolah keperawatan dan sebagai perwakilan latihan pengangkatan model keperawatan. Di California ia memegang jabatan penting di Staff Keperawatan Rumah Sakit. kemudian ia pindah ke Los Angles untuk tinggal dengan keluarganya di California. : Antara individu yang satu dengan yang lain : Di luar individu Struktur Pokok Sumber Energi merupakan penggerak untuk melakukan aktivitas. konsultan kesehatan masyarakat pada University of California ia melanjutkan Program Administrasi Pendidikan Tinggi di Ohio University. 19 . Dr. Ohio tahun 1947. Dia menyelesaikan gelar sarjana mudanya pada tahun 1957. Betty Neuman pertama kali memperoleh pendidikan pada People Hospital School of Nursing sekarang General Hospital Akron di Akron.TEORI BETTY NEUMAN BIOGRAFI Betty Neuman lahir pada tahun 1924 disebuah pemukiman pertanian tidak jauh dari Lowell. Rangsangan yang timbul diakibatkan kondisi sekitar pandangan Neuman tentang tekanan yaitu : Intar Personal Inter Personal Ekstra Personal : Secara individu atau perorangan. Pada tahun 1966 dia mendapat gelar Master dibidang Kesehatan Mental. Kemudian ia melanjutkan pendidikan di Universitas of california di Los Angles dengan jurusan Psikologi. Dengan rasa cintanya pada tanah kelahirannya ia bermaksud untuk membangun desa nya Ohio dan menjadikan latar belakang pada rasa pada kebutuhan penduduk desanya. Ohio. Ayahnya seorang petani dan ibunya seorang rumah tangga.

Intra personal dan ekstra personal. Tingkat-Tingkat Pencegahan Dibagi menjadi : 1. Psikologi individu c. Gangguan Pertahanan Kerusakan sistem pertahanan tubuh oleh dan akibat dari tekanan. Pencegahan primer yaitu Sebelum terjadi tindakan 2. Intervensi Identifikasi tindakan sebagai akibat dari reaksi yang timbul. Perkembangan individu 20 . Tingkat Reaksi Tindakan yang muncul akibat dari pengaruh tekanan. Faktor yang perlu di perhatikan adalah : a. Garis Normal Pertahanan Tingkatan kemampuan adaptasi individu untuk menghadapi tekanan di batas normal. Fisiologi individu. Sosial cultural d. b.Tingkat Ketahanan merupakan faktor internal untuk menghadapi tekanan. Pencegahan sekunder pada saat terjadi tindakan 3. Pencegahan tersier yaitu Adaptasi atau pengaruh kerusakan 4. Penyesuaian Kembali yaitu Adaptasi dari tindakan yang berasal dari sekitar baik interpersonal.

Lingkungan sekitarnya 21 . Ada 4 faktor yang merupakan konsep mental klien : 1. 3. Sehat Suatu kondisi terbebasnya dari gangguan pemenuhan kebutuhan sehat merupakan keseimbangan yang dinamis sebagai dampak dari keberhasilan menghindari atau mengatasi stressor. psikologis. Individu atau pasien itu sendiri 2. sosiokultural. Pernyataan Teori Sistem Model Neuman Teori model Neuman menggambarkan partisipasi aktif perawat terhadap klien dengan tingkatan yang menyangkut bermacam-macam pengaruh terhadap respon klien akibat tekanan atau stress. 2. perkembangan dan spiritual. Lingkungan Yaitu meliputi semua faktor internal dan eksternal atau pengaruh-pengaruh dari sekitar klien atau sistem klien. Manusia Merupakan suatu sistem terbuka yang selalu mencari keseimbangan dari harmoni dan merupakan satu kesatuan dari fisiologis. Klien dalam hubungannya timbal balik dengan lingkungan sekitarnya selalu membuat keputusan yang menyangkut hal atau sesuatu yang akan berakibat kepadanya.Asumsi Teori Model Betty Neuman Asumsi yang dikemukakan oleh Betty Neuman dalam memberikan respon terhadap tekanan yaitu : 1.

3. 3. Betty Neuman menemukan teori modelnya dari berbagai teori dan disiplin ilmu. Intervensi yang bersifat prevensi Dilakukan apabila garis pertahanan normal terganggu : 22 . Teori ini juga merupakan hasil dari pengamatan dan pengalaman selama ia bekerja dipusat kesehatan mental keperawatan. Kesehatan 4. Pendidikan kesehatan. Pelayanan Bentuk Logika Teori Model Neuman Bentuk Neuman menggunakan logika deduktif dan induktif dalam mengembangkan teori modelnya yang telah dipertimbangkan terlebih dahulu. Model Betty Neuman Dalam Lingkungan Komunitas Model konseptual dari Neuman memberikan penekanan pada penurunan stress dengan cara memperkuat garis pertahanan diri keperawatan ditujukan untuk mempertahankan keseimbangan tersebut dengan terfokus pada empat intervensi yaitu : Intervensi yang bersifat promosi Dilakukan apabila gangguan yang terjadi pada garis pertahanan yang bersifat fleksibel yang berupa : 1. 2. Mendemonstrasikan keterampilan keperawatan dasar yang dapat dilakukan klien dirumah atau komonitas yang bertujuan meningkatkan kesehatan.

Pengkajian 2.1. Diagnosis keperawatan komonitas 3. Evaluasi Secara garis besar teori sistem model Neuman mengemukakan bahwa dalam memberikan tindakan keperawatan terhadap klien atau pasien yang mengalami stress (gangguan mental) perawatan harus melaksanakan pendekatan-pendekatan perorangan secara total dengan memperhatikan faktor-faktor : 1. Pelaksanaan 5. Tekanan 2. Struktur pokok sumber energi 23 . Deteksi dini gangguan kesehatan Misalnya deteksi tumbuh kembang balita. Perencanaan 4. Memberikan zat kekebalan pada klien yang bersifat individu misalnya : konseling pra nikah 3. Intervensi yang bersifat kuratif Dilakukan apabila garis pertahanan terganggu. Intervensi yang bersifat rehabilitatif Dilakukan seperti pada upaya kuratif yaitu apabila garis pertahanan resisten yang terganggu. keluarga dll 2. Komunitas dilihat sebagai klien yang dipengaruhi oleh dua aktor utama : komonitas yang merupakan klien dan penggunaan proses keperawatan sebagai pendekatan yang terdiri dari 5 tahapan : 1.

Garis normal pertahanan 5.3. Struktur ketahanan 4. Penyusunan kembali 24 . Tingkat-tingkat pencegahan 8. Intervensi 7. Gangguan ketahanan 6.

dimana individu dipandang sebagai sitem perilaku yang selalu ingin mencapai keseimbangan dan stabilitas. ilmu keperawatan bertujuan untuk memberikan inti dari pengetahuan abstrak untuk mengembangkan penelitian ilmiah dan analisis logis dan kemampuan menerapkannya dalam praktik keperawatan.BAB 3 PENUTUP Kesimpulan Teori keperawatan dimasa lalu adalah cara bagaimana di masa sekarang kita dapat menjadi seorang perawat yang mempunyai kemampuan yang lebih dari sekedar rekan seorang dokter yaitu memiliki pedoman pekerjaan dari pencetus teori keperawatan yang diantaranya adalah Dorothy E. Oleh sebab itu keperawatan mengembangkan pengetahuan dari ilmu – ilmu dasar dan fisiologi. .. Martha Elizabeth Rogers dengan teori yang menyebutkan bahwa perawat sebagai ilmu dan mendukung adanya penelitian keperawatan. begitu juga dengan ilmu keperawatan itu sendiri. Serta Betty johnson yang mengemukakan teorinya adalah “Health care system” yaitu model konsep yang menggambarkan aktifitas keperawatan yang ditujukan kepada penekanan penurunan stress. Inti pengetahuan ilmiah keperawatan merupakan hasil penemuan terbaru mengenai keperawatan secara humanistik. Johnson dengan teori dengan pendekatan system perilaku. juga memiliki keinginan dalam mengatur dan menyesuaikan dari pengaruh yang ditimbulkanya. baik di lingkungan internal maupun eksternal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful